Kamis, 21 Juli 2016

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

Jakarta, KOKAM Tegal 

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menceritakan tentang toleransi dalam Islam kepada para personel grup musik Wali yang bersilaturahim ke PBNU beberapa waktu lalu. Kiai Said mencontohkan toleransi pada zaman awal Islam dan dilakukan langsung Nabi Muhammad SAW sendiri. 

Menurut Kiai Said, Nabi Muhammad pernah berkata, pada suatu saat nanti agama Islam akan sampai ke Mesir dengan tangan Umar bin Khatab.

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)
Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) (Sumber Gambar : Nu Online)

Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III)

“Islam akan sampai ke Mesir berkat tanganmu, Umar, berkat perjuanganmu,” ceritanya kepada manajer Wali dan personelnya yaitu Apoy yang ditemani Farhan ZM atau Faank (vokalis), Ihsan Bustomi, dan Hamzah Shopi, serta manajemen Wali, di ruangan Kiai Said, lantai tiga gedung PBNU, Jakarta, Rabu sore (18/1).

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian I))

Namun, kata Kiai Said, Nabi Muhammad mengingatkan Umar agar menjaga kehormatannya Kristen Qibthi (sekarang disebut Koptik). Mereka jangan dimusuhi. Amanat Nabi Muhammad itu dijaga sampai sekarang oleh umat Islam Mesir. 

KOKAM Tegal

“Perang Salib pernah terjadi, tapi Kristen Koptik tidak diganggu,” lanjut kiai asal Cirebon, Jawa Barat tersebut. 

Pada peristiwa lain, Kiai Said menceritakan Nabi Muhammad ketika mendapatkan kemenangan, yaitu Fathu Mekkah. Ketika Nabi Muhammad masuk mekkah, sebagian sahabatnya ada yang menganggap bahwa hari itu adalah untuk membalas dendam kepada kafir Mekkah. Dendam itu dalam bentuk membunuh kepada orang yang telah melakukan pembunuhan kepada orang Muslim (qishas).

Namun, Nabi Muhammad tidak membenarkan anggapan sahabat tersebut. Hari itu, menurut Nabi adalah hari silaturahim umat Islam dengan penduduk Mekkah.

KOKAM Tegal

“Enggak, hari ini hari membangun silaturahim, semua penduduk Mekkah saya maafkan,” ungkap Kiai Said mengumpamakan perkataan Nabi Muhammad.

(Baca: Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian II))



Sebelum kedatangan Nabi Muhammad ke Mekkah itu, lanjut Kiai Said, ada 15 penduduk Mekkah yang kabur karena ketakutan. Lima belas orang tersebut menyangka bahwa kaum Muslimin akan melakukan pembalasan. Di antara yang kabur tersebut Ikrimah, anaknya Abu Jahal. 

“Yang lari, dijemput, saya maafkan, saya maafkan,” lanjut Kiai Said, mengumpamakan ungkapan Nabi Muhammad.

Menurut Kiai Said, NU adalah Ahlussunah wal-Jama’ah. Prinsipnya moderat dan toleran, menjalin persaudaraan sesama uamt Islam, sesama warga bangsa, sesama manusia. 

“Jadi, NU Tidak ada celah untuk radikal, toleran, moderat. Cita-citanya membangun persaudaraan sebangsa setanah air. Jadi, radikal tidak akan hidup di NU,” tegas Kiai Said. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Habib KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Wali Nyantri kepada Kiai Said (Bagian III) di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock