Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Nusa Dua, KOKAM Tegal. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting (ASEM TMM) yang berlangsung di Bali pada tanggal 26-28 September 2017 berjalan lancar dan sukses.

"Saya sangat bahagia sekali dan bersyukur penyelenggaraan 4th ASEM TMM ini berjalan lancar dan sukses. Status awas dari Gunung Agung tidak menjadi hambatan para peserta dari berbagai negara untuk hadir di Bali, hal ini terbukti dari hadirnya secara langsung sejumlah Menteri Transportasi dalam Pertemuan ini," kata Menhub Budi Karya saat jumpa pers bersama EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc dan Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen,Rabu, (27/9).

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Menhub mengatakan seluruh rangkaian kegiatan 4th ASEM TMM  berjalan lancar, seperti Transport Ministers Meeting (TMM), Transport Senior Officer Meeting (TSOM), Bussines Forum dan Pameran Transportasi dan Logistik.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Untuk bussines forum dan pameran transportasi dan logistik berlangsung ramai dan meriah serta menghasilkan beberapa potensi kerja sama business to business," tambah Menhub Budi.

KOKAM Tegal

Menhub Budi Karya juga berharap output dari kegiatan ini yaitu Bali Declaration dapat menjadi momentum bagi kerjasama dan konektifias bagi para negara ASEM.

"Saya berharap Bali Declaration menjadi momentum bagi negara-negara ASEM untuk lebih dapat berkerjasama dalam berbagai sektor transportasi dan dapat meningkatkan konektifitas antara negara ASEM," tutup Menhub Budi Karya.

EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai tuan rumah karena penyelenggaraan 4th ASEM TMM berjalan lancar dan sukses. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen.

Sebagai informasi 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting 2017 (ASEM TMM) dihadiri oleh 38 Negara dari 51 Negara yang diundang. Selain itu hadir 5 organisai Internasional, yaitu ASEAN Secretariat, Asia-Europe Foundation, European Union, UNECE dan UNESCAP. Dari jumlah Negara yang hadir, ada 15 Menteri Transportasi yang hadir. Adapun jumlah total delegasi yang hadir adalah 251 orang. (red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Olahraga, Lomba KOKAM Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor) kembali menggelar agenda Pertukaran Pemua Antarbudaya. Kali ini, ada delapan puluh lima peserta yang berasal dari dua puluh tiga negara.?

Diantara sekian peserta, ada yang cukup mencuri perhatian karena tinggi badannya yang di atas rata-rata orang Asia dan berambut pirang. Xander Laurence V.C namanya. Seorang peserta dari negeri kincir angin, Belanda.

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertukaran Pemuda Internasional GP Ansor di Mata Peserta Asal Belanda

Awalnya, ia mendapatkan info tentang agenda ini dari temannya yang membagikan info tersebut kepadanya. Lalu kemudian ia mendaftarkan diri dan diterima sebagai peserta. Ia mengaku sudah memiliki persiapan yang matang dalam menjalani setiap acara dalam agenda ini.

“Saya memiliki minggu-minggu yang sibuk untuk mempersiapkan diri mengikuti acara ini,” kata Xander selepas mengikuti Perayaan Pembukaan Global Intercultural Youth Exchange dengan tema Strengthening Global Bond for A Better World di Jakarta, Kamis (19/5).

Dengan mengikuti agendanya itu, mahasiswa Universitas Indonesia itu berharap, ia bisa bertemu dengan banyak orang dari berbagai negara dengan agama dan budaya yang berbeda-beda.?

KOKAM Tegal

“Saya berharap bisa bertemu banyak orang di sini. Melewati batas-batas negara dan sekat yang ada di antara kita,” ujar laki-laki yang mengaku baru bisa berbahasa Indonesia sedikit-sedikit itu.

KOKAM Tegal

Selama ini, ia mengaku fokus untuk bertemu dan bergabung dengan orang-orang di luar negaranya untuk menjelaskan batas-batasnya.?

Rencananya, ada dua kota yang akan dijelajahi oleh peserta Global Intercultural Youth Exchange, yaitu Kebumen dan Yogyakarta. Di Kebumen, mereka akan mengunjungi Pondok Pesantren Al Kahfi, sementara di Yogyakarta mereka akan mengeksplorasi kota budaya tersebut dan dijadwalkan bertemu dengan Sri Sultan. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Probolinggo, KOKAM Tegal - Kelompok mahasiswa (Pomas) putri Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menggelar diskusi tentang feminisme dan Islam dalam konteks keindonesiaan kini di Aula IAI Nurul Jadid, Sabtu (10/6).

Diskusi ini diikuti oleh para pimpinan pada 3 (tiga) perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton (STT, IAI dan STIKes), jajaran pengasuh putri, pengurus pesantren dan mahasantri dari 3 perguruan tinggi Nurul Jadid Paiton.

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Hadir sebagai penyaji adalah Lailatul Fitriyah, alumnus hubungan international dan kandidat doktor di Universitas Notre Dome Amerika Serikat. Laila adalah alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Rektor IAI Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi wawasan dan membahas salah satu isu yang sering dihadapi oleh Muslimah berupa feminisme.

KOKAM Tegal

“Bagaimana kita dapat memposisikan dengan benar dan tepat dalam memaknai dan mengaplikasikan dalam kehidupan. Demikian pula bagaimana kita belajar pada bangsa lain di belahan dunia ini dalam isu tersebut. Mengingat pembicara sebagai alumni juga belajar di negeri Paman Sam,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Kiai Abdul Hamid Wahid, sebetulnya isu ini sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat. “Tapi mungkin berkembang dalam implementasinya sesuai perkembangan keadaan,” jelasnya.

Sementara penyaji Lailatul Fitriyah mengatakan bahwa sudah saatnya konsep feminisme dibumikan di Indonesia. Akan tetapi masyarakat Indonesia masih alergi dengan konteks itu, karena semuanya dianggap dari Barat.

“Oleh karena itu, persepsi negatif itu harus dihilangkan, agar roh feminisme bisa diterapkan secara universitas,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar

Sumedang, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyukseskan Konferensi Wilayah (Konferwil) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat yang akan dilaksanakan 11-12 Oktober 2016, PCNU Kabupaten Sumedang siap mengirimkan kader terbaik untuk mengikuti kegiatan Konferwil tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh disela-sela mengikuti rapat persiapan Konferwil. Salah satu keputusan rapat yang dilaksanakan di kantor PWNU Jawa Barat Senin (19/9) ini yaitu kegiatan Konferwil PWNU Jawa Barat akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Fauzan Sukaresmi, Garut 11-12 Oktober 2016. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus PCNU se-Provinsi Jawa Barat.

PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Sumedang Siap Kirim Kader Terbaik dalam Konferwil PWNU Jabar

H Sadulloh langsung merespon keputusan tersebut dengan siap mengikuti dan menyukseskan kegiatan konferwil tersebut. "PCNU Kabupaten Sumedang siap mengirimkan kader terbaik untuk mengikuti kegiatan Konferwil, malahan jika diperlukan PCNU Sumedang juga siap mengirimkan calon terbaik untuk dijadikan Ketua PWNU Jawa Barat,” kata H Sadulloh.

Hal tersebut diamini oleh wakil Ketua PCNU Sumedang Aceng Muhyi yang ikut hadir dalam rapat persiapan Konferwil ini. Dia merasa bahagia karena akhiranya Konferwil PWNU Jawa Barat sudah dipastikan akan digelar pada bulan Oktober.

KOKAM Tegal

Konferwil ini merupakan proses organisasi untuk memilih Rais dan Ketua PWNU Jawa Barat lima tahun kedepan. “Kami mengharapkan dalam pelaksanaan Konferwil nanti bisa berjalan lancar dan aman. Semoga Rais dan Ketua yang terpilih nanti bisa lebih memajukan NU di Jawa Barat,” tutup Aceng Muhyi. (Ayi Abdul Kohar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Lomba, Humor Islam KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Caracas, KOKAM Tegal. Pemerintah Venezuela kini sedang bersiap menerapkan sejumlah strategi untuk menghadapi peperangan dengan Amerika Serika (AS). Strategi apakah itu?

Presiden Venezuela Hugo Chaves, Minggu (24/6), mendesak tentaranya untuk menyiapkan perang gaya gerilya melawan AS, dan mengatakan pemerintah AS saat ini sedang menggunakan peperangan psikologi dan ekonomi sebagai bagian dari kampanye yang tak lazim guna merongrong pemerintahannya.

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)
Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS (Sumber Gambar : Nu Online)

Venezuela Siapkan Pasukan Hadapi Peperangan Melawan AS

Dengan mengenakan pakaian warna hijau pudar dan baret merah, Chaves menyampaikan pidatonya di Tiuna Fort, pusat militer Venezuela, sebelum ratusan pasukan berseragam berbaris di samping kendaraan bersenjata dan tank yang dihiasi dengan sejumlah baner bertuliskan: "Tanah Air, Sosialisme, atau Mati! Kita Akan Menang!"

KOKAM Tegal

"Kita harus terus mengembangkan perang resistensi, yaitu senjata anti-imperialis. Kita harus berpikir dan menyiapkan perang resistensi setiap hari," terang Chaves, yang berulang kali mengingatkan bahwa pasukan AS bisa menginvasi Venezuela guna mengontrol cadangan minyak yang luar biasa di negara Amerika Selatan itu.

KOKAM Tegal

Para pejabat AS menolak klaim bahwa Washington sedang merencanakan sebuah serangan militer. Namun, pemerintah AS mengungkapkan keprihatinannya atas apa yang ia persepsi sebagai sebuah kekuatan militer yang signifikan.

Chaves, sahabat karib Pemimpin Kuba Fidel Castro, mengingatkan kepada "TNI"nya bahwa Washington sedang mencoba memperlemah dan memecahbelah rakyat Venezuela, termasuk angkatan bersenjatanya, tanpa melalui pertempuran.

"Ini bukanlah peperangan senjata," kata Chaves, mantan pejabat militer yang memimpin sebuah gerakan yang dikenal dengan "Rovolusi Bolivarian," sebauh gerakan sosialis setelah pahlawan kemerdekaan Simon Bolivar. "Saya juga sedang menunjuk peperangan psikologi, peperangan media, peperangan politik, dan peperangan ekonomi."

Di bawah pemerintahan Chaves, Venezuela belakangan ini telah membeli perlengkapan senjata dari Rusia senilai 3 milyar dolar, termasuk 53 helikopter militer, 100.000 senapan Kalashnikov, dan 24 pesawat tempur jenis SU-30 Sukhoi.

Pekan lalu, Chaves mengungkapkan, pihaknya juga berencana membeli sejumlah peralatan perang lainnya seperti kapal selam dan sebuah sistem pertahanan udara yang dilengkapi misil, saat ia bersiap melakukan kunjungan ke sejumlah negara seperti Rusia, Belarusia, dan Iran.

"Kami sedang memperkuat kekuatan militer Venezuela secara tepat untuk menghindari agresi-agresi imperial dan menjamin keamanan, bukan untuk menyerang setiap orang," kata Chaves, seperti dilansir sumber AP. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Sholawat KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Jakarta, KOKAM Tegal

Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif NU Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali mengadakan lomba karya Ilmiah untuk siswa madrasah. Lomba yang dilaksaanakan di aula kantor Kementerian Agama ini mempertemukan 14 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang.

Lomba yang diselenggarakan untuk pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah oleh siswa dan guru pembimbing, untuk selanjutnya diajukan ke bimbingan yang dilakukan oleh pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Sermarang, dan tahap akhirnya adalah grandfinal yang diadakan Rabu, 3 Februari 2016.

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Dalam rilis yang diterima KOKAM Tegal, Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memupuk sifat dan sikap rasa ingnin tahu peserta didik madrasah sehingga dapat mengembangkan budaya penelitian secara rasional atau ilmiah.

KOKAM Tegal

Kepala Kantor Kementerian Agama Semarang memberikan apresiasi yang positif terhadap perlombaan ini dan berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ketua Pengurus? Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah.? LP Ma’arif NU Jateng berharap semangat berma’arif di Kabupaten Semarang senantiasa terjaga dan dapat dikembangkan di daerah lainnya. Lomba diharapkan dapat melahirkan peneliti andal dari madrasah.

KOKAM Tegal

Lomba Kisma (karya ilmiah siswa madrasah) yang kedua ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Agus Mujiono M.Ed dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Moh Yasir Alimi dari Unes Semarang, Kusno dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan Kusmanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Pemenang pertama lomba Kisma adalah MI Miftahul Huda Sumberejo, Pabelan dengan judul penelitian “Pemanfaatan Limbah Posfat sebagai Media Tanam”. Pemenang kedua adalah MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun Mandi”; pemenang ketiga adalah MI Ar Rosyad Bergas dengan judul “Pemanfaatan Daun Suji sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Makanan Ringan Stik”. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Lomba, Warta KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

Jember, KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Fatayat NU Jember sedang serius mempersiapkan diri menyambut Kongres Fatayat NU yang akan berlangsung di Surabaya, 18-22 September mendatang. Fatayat NU Jember melakukan koordinasi dengan pimpinan anak cabang dan ranting guna menggalang aspirasi dari bawah untuk disampaikan pada perhelatan berskala nasional itu.

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Kongres, Fatayat Jember Akan Tampilkan Produk Unggulan

Fatayat NU Jember juga mengajak anak cabang dan ranting yang berpotensi untuk menampilkan produk unggulan masing-masing pada stan pameran yang disediakan oleh panitia Kongres. Diharapkan, secara ekonomi dampaknya akan meluas, bukan hanya untuk pengurus dan anggota Fatayat NU Jember, tetapi juga bagi masyarakat Jember secara keseluruhan.

“Kami ingin memanfaatkan momen kongres ini sebagai ajang untuk mengenalkan produk unggulan Jember kepada sahabat-sahabat Fatayat yang datang dari berbagai wilayah Indonesia,” ungkap Roihatul Jannah, bendahara sekaligus manager usaha garment Fatayat NU Jember.?

KOKAM Tegal

Persiapan telah mulai dilakukan oleh PC Fatayat NU sejak jauh-jauh hari, termasuk dengan workshop pendataan anggota yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi potensi dan kebutuhan di bidang ekonomi, politik, kesehatan, pendidikan, dan lainnya dari anggota dan pengurus Fatayat di tingkat Ancab dan Ranting.?

Selain itu pengurus Fatayat NU Jember juga mengunjungi beberapa anak cabang dan ranting untuk mengetahui kondisi langsung anggota Fatayat. Dari kegiatan tersebut terekam bahwa di tingkat desa, kondisi anggota dan pengurus Fatayat NU masih jauh dari yang diharapkan.?

KOKAM Tegal

“Banyak anggota Fatayat yang bahkan urusan administratif saja masih belum tuntas, seperti tidak memiliki KTP dan KK, sehingga kesulitan untuk mengakses layanan pemerintah yang membutuhkan KTP dan KK,” ujar Erma Fatmawati, Ketua 2 PC Fatayat NU Jember.

Menurutnya, banyak anggota yang belum mendapatkan layanan kesehatan yang layak, tidak bisa menyekolahkan anak-anaknya, bahkan masih banyak yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar.?

Oleh karenanya, menurut Ketua Ketua PC Fatayat NU Jember Rahmah Saidah, kongres ini menjadi penting karena merupakan forum terbesar ? yang akan menentukan jalannya organisasi selama lima tahun ke depan. Fatayat NU Jember berharap Kongres nanti benar-benar menjadi forum yang akan mewadahi kepentingan anggotanya, dan bukan sekadar menjadi ritual lima tahunan yang justru menjadi alat politik bagi beberapa pihak saja. (Linda/Robi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Namun dampak dari panasnya pesta demokrasi di ibu kota masih terasa. Ironisnya hawa panas itu terjadi tidak hanya di Jakarta, tapi melebar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakir mengkhawatirkan dampak negatif dari pilkada DKI Jakarta yang kental isu SARA. Kekhawatirannya terutama pada soal toleransi di Indonesia. Bukan hanya toleransi antarumat beragama, tapi juga antarsesama anak bangsa.

"Dari sekian banyak organisasi masyarakat di Indonesia, saya melihat hanya NU yang komitmennya kuat dan konsisten mengimplementasikan dan menggaungkan masalah toleransi. Yang lainnya tidak terdengar," katanya saat berziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya, Ahad (14/5).

KOKAM Tegal

Hampir seluruh organ yang ada ditubuh NU, kata Amin, bergerak menggaungkan sikap toleransi di Indonesia. Mulai dari lembaga-lembaga di bawahnya, sampai dengan banom (badan otonom) NU seperti halnya GP Ansor dan Banser.?

NU melalui Banom dan lembaganya dengan tegas menolak segala gerakan radikal di Indonesia. Khususnya gerakan HTI yang dianggap intoleran karena condong ingin memaksakan mengubah sistem di Indonesia dengan khilafah Islamiyahnya.

"Anehnya ketika NU menggaung-gaungkan toleransi di tanah air, NU kerap menjadi sasaran serangan dan cemoohan masyarakat lainnya. Terutama kelompok-kelompok Islam radikal," ujar pria lulusan Ilmu Sejarah UGM yang tengah melakukan penelitian soal NU dan Minoritas di Tasikmalaya itu.

Alhasil, kata Amin, NU seolah sendirian menyikapi masalah toleransi yang saat ini sedang terancam di Indonesia. Padahal, ia menduga yang lainnya pun paham betul dengan kondisi tersebut.

"Andai kata tidak ada NU, mungkin toleransi di Indonesia ini sudah mati," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Halaqoh KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

Jakarta, KOKAM Tegal 



H. Mahbub Djunaidi aktif di NU sejak masih pelajar dengan menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kemudian menjadi Ketua UMum Pergerakan Mahasiswa Indonesia pertama, kedua dan ketiga. Ia juga pernah aktif di GP Ansor. Ketika umurnya makin, ia menjadi pengurus PBNU. Sampai wafatnya ia adalah Mustasyar PBNU. 

Menurut pengakuan anak-anaknya, Mahbub yang dikenal orang sebagai Pendekar Pena itu memang tidak pernah menjelaskan apa itu NU, tapi mengajak ke kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan NU. 

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

“Dulu pernah diajak main ke PBNU,” kata Yuri Mahatma, salah seorang anaknya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Yuri mengaku pernah diajak ke pantai utara dalam misi penggembosan Partai Persatuan Pembangunan ketika dipimpin Naro yang diduga didesain penguasa Orde Baru. Waktu itu, NU sebagai pemilik massa terbanyak, malah tersisihkan.  

“Saya diajak ke kantong-kantong NU di Jawa Timur. Sampai saat itu saya tidak bahwa dia itu tokoh dan banyak dikenal orang. Baru ketika diajak jalan, oh beneran…hahaha. Saya SMP kelas 2, sekitar usia 14 tahun waktu itu,” kenang musisi jazz yang tinggal di Bali itu.  

KOKAM Tegal

Mahbub Djunaidi menjelaskan kepada Yuri, yang tadinya NU dengan PPP sebegitu akurnya, akhirnya oleh Soeharto, Naro tiba-tiba masuk menjadi Ketua Umum PPP. 

“Terus merasa NU disepak begitu...haha, Bapak marah. Akhirnya gerilya ke kantong-kantong NU supaya tak usah masuk PPP lagi. Tapi ya lucu juga ya hahaha,” kenang pria yang dihadiahi buku 80 Hari Keliling Dunia karya Jules Verne oleh ayahnya saat ulang tahun kedelapan itu. 

Anak Mahbub Djunaidi yang lain, Isfandiari juga pernah diajak keliling pesantren oleh ayahnya. Salah satu yang paling ingat adalah ke Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo yang dipimpin KH As’ad Syamsul Arifin. Mahbub memang memiliki hubungan yang erat dengan kiai itu. 

Bahkan Isfan menyaksikan ayahnya mengajak Kiai As’ad untuk berkeliling ke pesantren NU di Bali. Tapi ketika hendak sampai di pesantren, Mahbub meminta Kiai Asad mengubah niatnya. 

KOKAM Tegal

“Udah jangan ke pesantren mulu, bosen. Kita ke pantai Kuta saja,” kenang Isfan yang vokalis band Jentre yang beraliran rock itu. 

Pada saat itu, lanjut Isfan, akhirnya kiai kharismatik yang merupakan narahubung pendirian NU atara Syaikhona Cholil Bangkalan dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengikuti ajakan ayahnya. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Malang, KOKAM Tegal. Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid mengingatkan kader PKB untuk tidak terpengaruh dengan selisih pendapat di tubuh partai PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, bila ditanggapi serius justru menyengsarakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gus Dur saat melantik ketua dan pengurus DPC PKB Kabupaten Malang di Ponpes An Nur II, Bululawang, Minggu (25/2) lalu.

“Kami yakin segala polemik yang terjadi di tubuh PKB dan NU akan selesai dengan sendirinya. Kami minta kader PKB menegakkan kebenaran dan mencegah segala bentuk kemungkaran,” ujar Gus Dur di hadapan tokoh PKB dan NU.

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Gus Dur juga menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, sikap warga PKB terhadap Islam garis keras. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengungkapkan, PKB dan NU jangan memusuhi muslim garis keras. Sebab, Islam mengajarkan sesama muslim merupakan saudara.

“Kita boleh saja berbeda pendapat, akan tetapi jangan mengorbankan persaudaraan. Artinya, warga PKB tidak boleh terpecah-belah,” terang mantan Presiden RI itu.

Gus Dur berharap, warga PKB untuk membangun masyarakat. Politisi PKB harus kembali memerhatikan kepentingan masyarakat. Politisi PKB harus berjuang bersama untuk menyejahterakan masyarakat. Sebab selama ini politisi PKB dinilai tidak ada niatan ke arah sana.

KOKAM Tegal

“Buktinya banyak politisi PKB yang tidak tegas menyikapi sebuah korupsi. Ke depan, politisi PKB harus berteriak lantang untuk menentang segala bentuk korupsi,” ucapnya.

Dalam acara pelantikan tersebut, juga dihadiri putri pertama Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid, Ketua DPW PPKB Anisa Mahfud, dan Ketua Dewan Syura DPW PKB KH Azis Mansyur. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Lomba, Santri, Tegal KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan pada medio 2010 Jamaah Rutin Simthud Durar Lintas Daerahtau? Jamrud Lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap. Sehingga semakin dicintai umat.

Acara Jamrud Lider pada hari Sabtu 5 Mei 2013 di Selakambang Kec Kaligondang Kab Purbalingga, Jawa Tengah berlangsung sangat meriah puluhan ribu jamaah warga Nahdliyin yang datang dari pelbagai penjuru wilayah Kab Purbalingga dan sekitarnya memadati area lapangan desa setempat.?

Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Shalawat Jamrud Lider (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Shalawat Jamrud Lider

Mereka datang baik sendiri-sendiri maupun berjamaah, abaik berjalan kaki maupun naik kendaraan roda dua dan roda empat hadir di acara jama’aah rutin Simthud Durar lintas daerah yang digelar tiap hari Sabtu Pon malam Ahad Wage.

Selepas shalat isya, jamaah mulai berdatangan dan menempati tempat duduk beralaskan tikar atau terpal yang disediakan panitia, ada sekitar 50 terpal digelar di area lapangan sepak bola dan jamaah benar-benar tumplek blek memadati tempat digelarnya pembacaan maulid Simthud Durar maha karya habib Ali bin Husein Al Habsyi itu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Keindahan sastra maulid, riwayat kelahiran Nabi Muhammad SAW itu memang belakangan ini menjadi sebuah acara tontonan sekaligus tuntunan yang menarik dan diminati oleh masyarakat Indonesia, terlebih di wilayah Kab Purbalingga.?

Selepas dibentuk secara resmi kepengurusan Jamaah rutin pada medio 2010, di Bukateja dengan pengijazahan secara ‘am (umum) oleh Habib Alwi bin Ali bin Alwi Al Habsyi, jamrud lider mulai berbenah dan menggorganisir diri hampir se eks Karsidenan Banyumas meliputi Kab Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Cilacap.

Terlebih iringan kelompok rebana jamrud yang hampir pasti menyeluruh di masing-masing kecamatan mereka mengasah diri untuk tidak sekedar membaca kisah maulid Simthud Durar namun juga kasidah-kasidah yang ada di dalamnya. Kemasan iringan rebana dan dipadu suara yang rampak dari para munsyid Jamrud mampu mengundang ribuan jamaah baik anak-anak, sampai orang tua , laki-laki perempuan untuk menghadiri acara pengajian jamrud tiap bulan dan berpindah-pindah tempat dan pembicara ternama dari Ibukota ataupun dai –dai yang biasa tampil di depan televisi maupun khalayak umum.?

Mereka seperti syechermania bagi jamaah Habib Syech bin AbdulQodir Asegaf (Solo) atau Jamuro (KH Abdul Karim-Solo). Begitu acara dimulai, lantunan shalawat disambut dengan gerakan tangan atau bendera dari berbagai majlis taklim, taman pendidikan Al Quran, bendera Ansor , Nahdlatul Ulama, Muslimat dan jamaah-jamaah pengajian yang tersebar se-eks kars Banyumas.?

Barisan muda Ansor bertidak sebagai panitia mulai dari area parkir , mengatur jalan raya bekerja sama dengan aparat keamanan setempat sampai mengamankan tempat acara. Kebetulan pada hari Sabtu beberapa waktu yang lalu, di awal bulan Mei 2013 yang mengisi pengajian adalah KH Mudatsir Idris dari Jatilawang, Banyumas.

Acara pembacaan maulid Simthud Durar dibuka dengan pembacaan kalam ilahy oleh ustadz Zamzami Suyuthi berlanjut dengan sambutan pembuka oleh Habib Ali bin Umar al Quthban, pembina Jamrud Lider se-eks Karsidenan Banyumas.?

“Tidak ada tujuan lain dari Jamrud Lider, semata-mata adalah pengajian sebagai latihan untuk mencintai rasulullah SAW, tidak ada dukung-mendukung partai politik.Yang ada adalah cara untuk mencintai Rasulullah melalui pengajian shalawatan,” kata Habib Ali in Umar Al Quthban kepada jamaah.?

Dilanjutkan, “Setiap ada pengajian tidak hanya pembacaan Simthud Durar, namun juga mengundang mubalig. Jamaah mengekpresikan kepada kepada Rasulullah SAW, jamaah tidak boleh berjoged, bendera boleh berkibar . Selama pembacaan Simthud Durar, jamaah tidak boleh merokok. Selepas pembacaan Simthud Durar, dibacakan juga Aqidahtul awwam(Aqidahnya orang awam). Sebab sekarang banyak orang mengaku orang berakidah ahlussunnah wal jamaah, namun tidak hafal nabinya dan malaikatnya.”?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Aji Setiawan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Sholawat KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Habib Syech: Mari Saling "Bongkar" Kebaikan!

Karanganyar, KOKAM Tegal. Habib Syech bin Abdul Qodir as-Segaf berpesan, agar umat Islam senantiasa menularkan kebaikan kepada sesama. Sebab inti dalam hidup ini tidak lain hanyalah untuk berlomba-lomba berbuat kebaikan. Kita hidup untuk saling berbuat kebaikan.

Habib Syech: Mari Saling Bongkar Kebaikan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mari Saling Bongkar Kebaikan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mari Saling "Bongkar" Kebaikan!

Habib asal Solo Jawa Tengah tersebut menambahkan, tidak ada gunanya mengisi hidup ini hanya dengan membongkar keburukan satu sama lain, ‘Yang perlu dilakukan adalah saling membongkar kebaikan agar terus menular kepada yang lain,” tegasnya kepada ribuan masyarakat yang hadir rumah dinas Wakil Bupati Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa malam (14/5) lalu.

Dalam kegiatan yang bertajuk Karanganyar Berzikir tersebut, ribuan umat Islam larut dalam dzikir dan shalawat yang dipimpin Habib Syech.

KOKAM Tegal

Kegiatan pengajian tersebut juga dihadiri Bupati Karanganyar Rina Iriani SR dan Wakil Bupati Paryono.

KOKAM Tegal

Paryono mengatakan, melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk bersama-sama menenteramkan hati dan pikiran, “Karena itulah, malam ini kami mengajak masyarakat berkumpul bersama dengan para alim ulama dan pejabat,” tuturnya.

Hadir pada kesempatan itu ulama dan pengasuh pondok pesantren, seperti KH Abdul Karim Ahmad Al Hafidz (Solo) dan Syekh Yaqub dari Malaysia.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Demak, KOKAM Tegal - Warga NU sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan yang timbul di masyarakat baik itu maraknya kemungkaran yang merebak dengan munculnya berbagai penyakit masyarakat. Belum lagi masalah berbagai aliran dan radikalisme merupakan tanggung jawab NU untuk ikut andil bersama pemangku pemerintahan dalam menanggulanginya.

“Kami sangat prihatin dengan merebaknya hiburan malam liar seperti tempat karaoke yang cenderung sebagai transaksi prostitusi. NU harus mampu ikut memberantasnya bersama pemerintah,” kata Katib Syuriyah NU Demak KH Muhammad Afif Zuhri saat memberikan wejangan pada pengurus NU dari cabang sampai ranting pada halal bihalal dan istighotsah kebangsaan yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM NU Demak Jalan Yudhomenggalan Bintoro, Demak, Selasa (2/8) malam.

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Menurut Kiai Afif, ada berbagai langkah untuk bisa menanggulanginya yakni dengan pendekatan pada pejabat selaku pemangku kepentingan, dengan lisan melalui berbagai forum pengajian dan mesin organisasi serta do’a baik secara bersama-sama maupun dalam kesendirian.

“Dengan sosialisasi, kerja sama dengan pemerintah serta do’a bersama warga NU ini jika bisa telampaui saya yakin semuanya bisa tertanggulangi dan terselesaikan,” tutur Kiai Afif.

KOKAM Tegal

Hadir pada kesempatan itu Ketua JATMAN Jateng KH Zaini Mawardi, staf ahli Bupati Demak Edi Jatmiko, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq serta pengurus NU Demak, lembaga dan banom, MWCNU serta ranting NU se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Khutbah, Lomba, Hadits KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta melalui Lembaga Kesehatan NU (LKNU) menggelar penyuluhan dan pengobatan gratis di Pondok Pesantren Nurul Haromain, Taruban Kulon, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Ahad (25/1).

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis

Pelayanan kesehatan gratis ini menjadi acara puncak dari program pengabdian pesantren dan masyarakat. Dalam hal ini, LKNU DIY menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Yogyakarta.

Tak kurang dari 100 dokter gigi dan dokter umum terjun mengabdi kepada masyarakat pesantren. Santri dan masyarakat sekitar pondok tampak antusias memeriksakan kesehatan gigi mereka. Selain diperiksa, mereka juga diberikan obat-obatan, pasta dan sikat gigi gratis.

KOKAM Tegal

Pimpinan Pesantren Nurul Haromain, KH. M. Sirodjan Muniro, sangat bersyukur atas kedatangan para dokter ke pesantrennya. “Saya merasa senang sekali dengan kedatangan para dokter-dokter ini. Saya berharap agar kedatangan mereka ini bukan untuk yang terakhir kali, tetapi untuk yang pertama dan seterusnya. Untuk sehat (rohani dan jasmani, red), santri harus taat pada kiai dan dokter,” tuturnya.

KOKAM Tegal

Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi santri. “Saya memimpikan agar kelak ada santri yang dokter gigi. Jika ada doktor honoris causa (Dr. HC), seharusnya juga ada dokter honoris causa (dr. HC),” kelakarnya.

LKNU juga terus menerus mengampanyekan pola hidup bersih dan sehat. Tujuannya agar para santri dan masyarakat yang tinggal di sekitar pondok dapat hidup lebih sehat dan teratur.

“Jika santri-santri kita terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, maka itu akan meminimalisir timbulnya penyakit di pesantren, sehingga kegiatan belajar-mengajar juga akan nyaman,” kata Ketua LKNU DIY drg. Abdul Kadir.

Santri adalah aset berharga yang harus kita perhatikan kesehatannya. Dari pesantren yang bersih, akan lahir generasi santri yang sehat, tidak hanya rohani tapi juga jasmani, sebagai modal untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara, imbuh dokter gigi tersebut.? (Joko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Lomba, Pertandingan KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Probolinggo, KOKAM Tegal. Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan dengan para fakir miskin. Upaya itu dilakukan dengan cara mengumpulkan zakat fitrah dari semua pengurus dan mendistribusikannya kepada fakir miskin.

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Dalam kegiatan ini PAC Ansor GP Ansor Kuripan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram beras. Selanjutnya diberikan kepada fakir miskin masing-masing 5 kg ditambah uang sebesar Rp 20 ribu.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan Muhtar mengungkapkan zakat fitrah ini diberikan kepada sedikitnya 50 orang kaum dhuafa. “Dimana tujuannya untuk membantu meringankan beban kaum fakir miskin dalam rangka saling berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran,” katanya, Selasa (28/6).

Melalui pembagian zakat fitrah ini Muhtar mengharapkan agar masyarakat bisa tersenyum bangga dalam kebersamaan dalam bingkai Ramadhan yang penuh berkah. “Setidaknya kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

KOKAM Tegal

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis menyambut baik apa yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Kuripan. “Diharapkan kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain agar bersama-sama berbuat untuk kepentingan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Lomba KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Beberapa fakta yang cukup mencengangkan tentang masalah-masalah yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia dibahas dalam kegiatan bedah Materi Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Sukoharjo, Ahad-Senin (16-17/8).

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Dalam pembukaan, pengasuh Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi mengemukakan terkait persoalan pasar bebas. Menurutnya, di dalam mekanisme pasar internasional, bangsa kita akan bersaing secara ketat dengan seluruh negara di dunia.

Untuk itu, kualitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu disiapkan secara matang. Pada ranah pertanian misalnya, petani di Indonesia masih memakai cara tradisional, sedangkan di negara-negara Barat sudah menggunakan teknologi canggih. 

KOKAM Tegal

“Dampaknya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hasil pertanian Indonesia tentu kalah jauh dibandingkan Amerika dan Eropa. Jika ini dibiarkan tanpa adanya pembekalan, rakyat akan kian sengsara,” papar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

KOKAM Tegal

Permasalahan BPJS yang sempat menimbulkan kehebohan, juga turut dikaji dalam bedah materi muktamar ini. Berbeda dari MUI yang memandang BPJS tidak sesuai syariat, Nahdlatul Ulama menilai bahwa program pemerintah itu sudah syari. Alasannya, karena didasarkan atas akad taawun (tolong-menolong). Selain itu, BPJS memiliki orientasi yang berbeda dibandingkan ASKES. 

Sebagai narasumber, Arif Budiman yang juga Dosen UIN Sunan Kalijaga memaparkan, beberapa alasan logis. “BPJS merupakan badan baru yang dibentuk pemerintah untuk semata-mata menyejahterakan rakyat. Karenanya, ia diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Hal ini berbeda dengan ASKES yang hanya diberikan kepada pegawai pemerintah dan dulu masih menginduk pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelasnya. 

Secara umum, materi Muktamar yang didiskusikan meliputi kajian dari empat komisi Nahdlatul Ulama, antara lain Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah (Kajian Masalah Kontemporer), Masail Maudluiyah (Masalah Tematik), Masail Qanuniyah (Masalah Perundang-undangan), dan Komisi Program.

Pengkajian ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para santri untuk terjun di masyarakat dan saat mereka menjadi pemimpin kelak. Tidak hanya itu, acara ini dimaksudkan untuk mendalami gagasan dan solusi atas pelbagai problema terkini yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Lomba KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Surabaya akan menggelar malam Nuzulul Quran? dengan menampilkan sembilan Qori-Qoriah tingkat Nasional dari? Jawa Timur di Taman Bungkul Surabaya, Senin (27/6) mendatang. Acara tersebut juga bersamaan dengan peresmian mushola di wilayah Taman Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

Ketua panitia Ulya Abdillah menjelaskan, kegiatan tersebut akan diikuti kurang lebih 1000 warga dan jamaah Nahdliyin di Surabaya.

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

"Kami tidak mengundang jamaah NU yang begitu besar, karena kapasitas tempat yang tidak memungkinkan dan mengingat acara yang bersamaan dengan kegiatan ibadah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan," ujarnya, Jumat (24/6) saat dihubungi KOKAM Tegal.

Malam Nuzulul Quran juga akan menampilkan gema Sholawat Nabi oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kota Surabaya dan Group Al Banjari. Kemudian dilanjutkan ceramah Nuzulul Quran oleh KH Sholeh Sahal LC.

Lebih Lanjut, Wakil Ketua PCNU Surabaya ini mengungkapkan momen peringatan Nuzulul Quran di Taman Bungkul nanti juga sekaligus menandai status Mushola Sunan Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

KOKAM Tegal

Dengan perubahan status tersebut pihak PCNU Surabaya berencana akan memulai renovasi masjid di tahun ini. Selain itu keberadaan masjid ini diberharapkan area makam Sunan Bungkul sebagai tujuan wisata religi di Surabaya lebih tertata dan terpelihara secara rapi sehingga para jamaah yang berziarah lebih nyaman dan tidak terganggu keramaian.

"Oleh karena itu agar tujuan dan hajat terkabul sebelum malam peringatan Nuzulul Quran, PCNU Surabaya menggelar Khotmil Quran di Mushola, dan sekaligus pembagian tajil dan buka puasa bersama dengan para jamaah peziarah makam Sunan Bungkul yang dilaksanakan oleh LAZISNU Surabaya," pungkasnya. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pertandingan, Warta, Lomba KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, KOKAM Tegal. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

KOKAM Tegal

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Hikmah KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Jakarta, KOKAM Tegal. Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menyatakan, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Irwandi Yusuf harus bertanggung jawab terkait kasus pembakaran bendera Merah Putih di wilayahnya.

"Irwandi harus diberhentikan sebagai Gubernur," kata Gus Dur saat menjadi pembicara kunci pada Refleksi 62 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Gubernur Aceh Tanggung Jawab Pembakaran Merah Putih

Seorang orang tak dikenal baru-baru ini di beberapa kota di Aceh membakar bendera Merah Putih. Bahkan di satu kota, tidak kurang dari 150 bendera yang dibakar.

Tampil sebagai pembicara dalam acara refleksi itu Prof Frans Magniz Suseno, Muslim Abdurrahman, dan Menakertrans Erman Soeparno.

Lebih lanjut Gus Dur" menuding "Irwandi telah melakukan pembiaran sehingga peristiwa yang melecehkan simbol negara itu terjadi. Dikatakannya, pencabutan dan pembakaran bendera tersebut merupakan bagian dari intimidasi mengingat masih ada masyarakat yang tidak setuju pada referendum.

Gus Dur mengingatkan, terpilihnya Irwandi sebagai gubernur juga disebabkan masyarakat takut pada intimidasi GAM, sementara pemerintah sendiri tidak tegas. "Ini ancaman bagi kemerdekaan Indonesia. Terserah orang mau bilang apa, saya tidak peduli," kata Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB itu.

KOKAM Tegal

Menurut Gus Dur, mantan Gubernur NAD Abdullah Puteh yang karena korupsi dalam jumlah tidak terlalu besar, namun karena kedekatannya dengan GAM, ternyata kemudian dijatuhi hukuman. Jadi. Karena itu, Irwandi yang disebutnya melakukan pembiaran terjadinya pelecehan simbol negara juga harus ditindak.

"TNI harus tegas, tunjukkan kalau bertanggung jawab. Cari dan tangkap yang membakar bendera. Untuk apa jadi TNI kalau tidak berani," katanya. (ant/mad)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba KOKAM Tegal

Selasa, 21 November 2017

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Dhaka, KOKAM Tegal. Kekerasan pemerintah Myanmar atas Rohingya tak hanya memaksa hampir 400.000 ribu etnis minoritas tersebut melakukan eksodus ke negara tetangga, tetapi juga membuat Bangladesh sebagai negeri tujuan pengungsi tertimpa beban. Bangladesh beberapa kali mengecam Myanmar terkait krisis kemanusiaan ini.

Belakangan hubungan keduanya kian panas ketika Bangladesh menuduh Myanmar berulang kali melanggar perbatasan kawasan udara. Bangladesh menilainya sebagai provokasi dan mengancam tentang konsekuensi tertentu bila tindakan itu terulang lagi.

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)
Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar (Sumber Gambar : Nu Online)

Krisis Rohingya Perpanas Hubungan Bangladesh-Myanmar

Ratusan ribu Muslim Rohingya telah tiba di Bangladesh sejak mereka lari dari serbuan tentara Myanmar yang berdalih telah melakukan perburuan "teroris Bengali". Jumlahnya terus meningkat sejak 25 Agustus lalu. PBB menyebut krisis ini sebagai langkah "pembersihan etnis" oleh Myanmar.

Bangladesh, seperti dilansir Reuters, mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter Myanmar melanggar kawasan udara sebanyak tiga kali, yakni pada 10, 12 dan 14 September,  dan telah meminta pejabat kedutaan besar Myanmar di Dhaka untuk melakukan komplain.

"Bangladesh menyampaikan keprihatinan mendalam atas pengulangan tindakan provokasi semacam itu dan menuntut agar Myanmar segera melakukan tindakan untuk memastikan bahwa pelanggaran kedaulatan semacam itu tidak terjadi lagi," kata kementerian di Myanmar dalam sebuah pernyataan pada Jumat malam. (Red: Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Lomba KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock