Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Jombang, KOKAM Tegal

Nuansa politik pada Konferensi Cabang (Konfercab) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sering lebih mendominasi, terutama dalam memilih pimpinan atau ketua baru. Hal ini mengakibatkan pola kepemimpinan pada periode-periode tertentu cendrung tak maksimal dalam menjalankan mandat pergerakannya.

Kondisi tersebut menjadi kajian serius di kalangan para alumni PMII Jombang menjelang Konfercab XXV yang bakal digelar Pengurus Cabang PMII setempat. Panitia pelaksana Konfercab juga sudah terbentuk pada beberapa pekan lalu.

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Konfercab, PMII Jombang Diimbau Evaluasi Diri

Ahmad Samsul Rijal, Sekretaris Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) Jombang mendorong PMII Jombang melakukan evaluasi-evaluasi terlebih dahulu dalam bentuk kegiatan pra-Konfercab. Hal ini akan lebih membantu memantapkan Nilai Dasar Pergerakan (NDP) PMII, program kerja ke depan dan juga dalam pergantian kepemimpinan.

KOKAM Tegal

“Harus ada pra-Konfercab, karena konfercab itu kan merupakan forum tertinggi untuk merumuskan dan mengganti pimpinan dan untuk memantapkan nilai-nilai dasar pergerakan termasuk juga program kerja,” katanya kepada KOKAM Tegal saat ditemui di kantor PCNU Jombang, Selasa (19/1) siang.

KOKAM Tegal

Rijal tidak menampik adanya kelemahan dan kekurangan dalam kurun waktu satu tahun ini. Kelemahan dan kekurangan tersebut tidak bisa hanya dirumuskan dan dijawab dalam forum Konfercab karena berpotensi tidak kondusif dan mengulur waktu.

Ia mengimbau adanya pra-Konfercab tersebut juga difasilitasi Majelis Pembina Cabang (Mabincab) dan alumni PMII yang lain secara teknis pelaksanaan dan rumusannya. “Pematangan ini bisa dibantu oleh para Mabincab dan alumni dengan catatan tidak lagi mensamarkan jenis kelamin PMII. Keterlibatan alumni itu untuk memperjelas dan mempertegas kondisi tersebut,” imbaunya.

Rijal yang juga sebagai wakil sekretaris PCNU Jombang optimis jika pra-Konfercab bisa dilakukan dengan maksimal, pelaksanaan Konfercab akan jauh lebih kondusif dan lebih matang pola kepemimpinan PMII Jombang ke depan.

“Kalau itu memang bisa dilakukan, pra-Konfercab itu ada untuk mematangkan semuanya, saya pikir Konfercab nanti bisa lebih bagus untuk pergantian kepemimpinan, dimana mandat-mandatnya itu lebih matang dari awal dan tidak mengundang berbagai pertanuyaan,” pungkasnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Cirebon, KOKAM Tegal?

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Kepada forum, Arwani menyampaikan, tidak boleh mencalonkan diri, dicalonkan, dan dipilih untuk menduduki jabatan publik atau urusan rakyat/umat orang yang mengidap sifat-sifat seperti itu.?

KOKAM Tegal

“Larangan tersebut karena beberapa hal di atas membuktikan bahwa ia adalah calon yang tidak jujur, tidak terpercaya, suka berkhianat dan tidak memiliki keahlian,” sambungnya.

Sumber keputusan didasarkan pada dalil al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan pendapat ulama (aqwal ulama), seperti termaktub dalam kitab Raudlatut Thalibin, Is’adur Rafiq, dan sejumlah kitab lainnya.

KOKAM Tegal

Selain tentang memilih calon pemimpin, peserta Munas juga memutusan berbagai persoalan aktual (masail waqi’iyah) lain. Di antaranya, risywah atau suap politik yang berkedok zakat atau sedekah, hukuman mati bagi koruptor, syariat Islam mengenai kekayaan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah, pematokan harga beras, dana talangan haji, dan ihwal pembunuhan karakter. Proses bahsul masail yang diikuti para kiai ini sudah dimulai sejak Ahad pagi.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Jakarta, KOKAM Tegal. Koordinasi dan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan roda organisasi. PBNU mengundang seluruh pengurus wilayah NU untuk membahas berbagai permasalahan bangsa dan kinerja organisasi.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang memimpin rapat tersebut mengingatkan kepada pada pengurus wilayah agar berhati-hati terhadap tumbuhnya berbagai gerakan yang tumbuh bak jamur di musim hujan pasca reformasi. Bukan hanya gerakan Islam radikal atau Islam liberal, gerakan komunis dengan motif ingin melakukan balas dendam juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu dalam upaya perbaikan manajemen, PBNU meminta seluruh wilayah mengadakan konsolidasi pengurus wilayah dan mengadakan rapat kerja yang juga menghadirkan pengurus PBNU. Dari hasil program yang dihasilkan tersebut, pada akhir tahun 2007 diharapkan sudah dapat dievaluasi hasilnya. “Saya minta hari ini juga para pengurus wilayah sudah bisa menetapkan kapan raker tersebut diadakan,” tuturnya.

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Untuk mengefektifkan jalannya organisasi Kyai Hasyim meminta lembaga-lembaga terpenting dahulu yang dimaksimalkan perannya seperti lembaga hukum, lembaga dakwah, lembaga kesehatan, lembaga maarif, dan lembaga wakaf. “Pada umumnya lembaga-lembaga ini macet,” kritiknya kepada para ketua wilayah tersebut.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah penataran bagi para syuriah. “Saya diperintah oleh wakil rais aam menatar para syuriah. Ternyata syuriah ini harus ditata, menurut syuriah sendiri,” tandasnya.

Sementara itu Sekjen PBNU Endang Turmudi menjelaskan bahwa saat ini PBNU sudah menjalin kerjasama dengan 18 institusi dalam bentuk MoU. Sebagian dari MoU tersebut memungkinkan wilayah atau cabang yang memiliki potensi untuk terlibat dalam program yang dijalankan seperti dengan Pertamina, Debudpar dan Departemen Kehutanan dan lainnya.

KOKAM Tegal

Wakil bendahara Sirojul Munir meminta agar wilayah-wilayah NU menerapkan sistem keuangan yang transparan dan akuntable sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan modern. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat organisasi semakin sehat.

Sirojul yang juga tim kerjasama dengan Pertamina juga memberi kesempatan kepada daerah-daerah yang memiliki aset tanah di lokasi yang strategis untuk dimanfaatkan menjadi pompa bensin. Kerjasama ini untuk memudahkan proses perizinan ke Pertamina karena langsung diurus oleh PBNU.

Tawaran kerjasama juga datang dari PT Telkom dimana wilayah atau cabang yang memiliki tanah di lokasi yang akan dijadikan BTS untuk disewa atau kalau mau dijual. “Kita harus sering-sering komunikasi, apa potensi yang dimiliki daerah yang bisa kita kerjakan,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Wasekjen PBNU Anas Taher yang saat ini sedang melakukan inventarisasi ranting diseluruh Indonesia meminta agar seluruh wilayah dan cabang mendukung program ini. “Kalau ditanya orang, kita tidak bisa menjawab, berapa jumlah warga NU sebenarnya. Dengan program ini diharapkan kita memiliki database warga kita,” tuturnya.

Saat ini PBNU sudah mencetak 25 ribu formulir untuk diisi oleh ranting-ranting tentang database mereka yang mencakup kedudukan dan kepengurusannya. Formulir ini akan dibagikan melalui cabang-cabang dan akan diteruskan ke bawah. “Dan jangan lupa, ini jangan sampai tidak dikembalikan,” pintanya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Jakarta, KOKAM Tegal - Lembaga Falakiyah PBNU menggarap observasi langit atau rukyat di sejumlah titik di Indonesia. Melalui Nusantara Command Center (NCC) yang menggunakan teknologi video konferensi jarak jauh, tim melaporan hasil rukyat dari tempat masing-masing.

Berdasarkan data yang masuk, hilal atau bulan sabit tanda awal Ramadhan terlihat  oleh tim yang melakukan rukyat di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur. Hilal terlihat oleh saksi, antara lain Ustadz Ikhwanuddin, KH Azhar, H Abdullah Thoyib.

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Hilal disaksikan selama kurang lebih 9 menit sejak pukul 17.21 WIB. Posisi hilal berada pada 7 derajat 31 menit 17 detik.

Di Jawa Timur prosesi rukyat dilakukan di 11 titik, namun diduga hanya dua titik yang berhasil melihat hilal karena mayoritas terhalang oleh mendung. Selain Gresik, hilal juga tampak dari Tanjung Kodok, Lamongan, yang hingga berita ini naik masih dalam proses melengkapi informasi.

KOKAM Tegal

Sementara tim rukyat dari PWNU Maluku Utara melaporkan tidak berhasil menyaksikan hilal. Tim rukyat Lembaga Falakiyah PWNU Maluku Utara melakukan observasi di gedung rukyat BMKG Kota Ternate bersama MUI dan BMKG.

KOKAM Tegal

"Secara hitungan, hilal berada di tujuh derajat. Namun hingga bulan terbenam kami tidak dapat menyaksikan hilal karena tertutup awan tebal," kata salah seorang tim rukyat melaporkan dari Kota Ternate.

Laporan dimpimpin Lembaga Falakiyah PBNU. Turut hadir dalam ruangan NCC Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU. Saat berita ini ditulis, data terus masuk dan belum sampai pada ikhbar resmi tentang awal bulan Ramadhan Lembaga Falakiyah PBNU. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Jenewa, KOKAM Tegal. Kepala badan hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat menyatakan terkejut bahwa tiga negara Asia Tenggara mengusir pengungsi kelaparan, yang sekitar 6.000 di antaranya terdampar di laut.

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Zeid Raad Al Husein mendesak Thailand, Malaysia dan Indonesia tidak memperburuk bencana perdagangan manusia, yang melibatkan warga Bangladesh dan suku Rohingya dari Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 25.000 orang melakukan perjalanan ke selatan dari teluk Benggala antara Januari hingga Maret tahun ini.

KOKAM Tegal

Zeid memuji Indonesia, yang mengizinkan 582 pengungsi mendarat pada Minggu, dan Malaysia, yang memungkinkan 1.018 untuk turun pada hari berikutnya, tapi menyatakan kapal lain diusir sejak itu.

"Saya terkejut atas laporan bahwa Thailand, Indonesia dan Malaysia mengusir perahu penuh pengungsi rentan kembali ke laut, yang akan menyebabkan banyak kematian," katanya.

KOKAM Tegal

"Pusat perhatiannya harus pada menyelamatkan nyawa, bukan membahayakan mereka," katanya.

Seruan itu muncul saat lebih dari 750 warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di lepas pantai Indonesia.

Penumpang di kapal pembawa 712 orang menyatakan perahu mereka tenggelam di lepas pantai Sumatera sesudah diusir Malaysia.

Zeid juga menyatakan bahaya bahwa beberapa negara dilaporkan mengancam memidanakan pendatang gelap dan pencari suaka.

Ia menyatakan hak mereka harus ditegakkan tanpa memandang kedudukan hukum mereka, bagaimana mereka tiba di perbatasan, atau dari mana mereka berasal, katanya.

Zeid juga menyerukan tindakan lebih keras terhadap pedagang manusia sesudah muncul laporan tentang penyiksaan, pelecehan, tebusan dan orang dilempar ke laut.

Sementara itu, Badan Perpindahan Antarbangsa memperingatkan bahwa sekitar 6.000 pengungsi masih terdampar di laut.

Dikatakannya bahwa badan itu sudah memberikan satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar 12 miliar rupiah) untuk membantu pengungsi dalam kesulitan.

"Kita tidak bisa diam dan menonton saat laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal mengenaskan akibat kehausan, hanya beberapa kilometer dari keselamatan," kata kepala IOM William Lacy Swing.

Imbauan juga diberikan kepada pemerintah ketiga negara itu untuk membiarkan pengungsi tersebut mendarat dan mendapat perawatan kesehatan.

"Kami akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah penampungan jangka panjang, pengangkutan pulang untuk beberapa di antaranya, dan pilihan lain, tapi atas nama kemanusiaan, biarkan pengungsi itu mendarat," katanya.

Warga Bangladesh dianggap terutama sebagai pengungsi ekonomi, yang lari dari negara miskin mereka. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, Daerah KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Semarang, KOKAM Tegal. Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majm?‘at al-shar?‘ah al-k?fiyah li al-‘aw?m, Matn al-?ikam, dan Munjiy?t Me?ik saking Ihy?’ ‘ul?m al-d?n.?

Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017).?

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

“Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi.?

Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiy?t dalam tata cara berziarah ke kuburan.?

KOKAM Tegal

Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan.

Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa.?

Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri. ?

“Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Fa?alat?n dan La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Pekan ini, Muslim Indonesia menerima tamu kehormatan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Muhammad Ahmed El Tayeb yang kedudukan di Mesir setara dengan perdana menteri. Sebagai tokoh agama ia diangkat seumur hidup. Dalam berbagai pernyataanya selama kunjungan ke sejumlah tempat di Indonesia, El Thayeb secara tegas telah menunjukkan sikap Islam moderatnya, sikap yang selama ini terus diperjuangkan oleh NU. Dengan adanya kesamaan tersebut, inilah saatnya untuk membangun sinergi dalam memperluas jejaring dan memperjuangkan Islam moderat di dunia.

Banyak aspek yang dapat dimanfaatkan dalam kunjungan ini. Mesir merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, saat sejumlah negara lain bahkan “memberi boncengan” untuk mendorong Belanda menduduki Indonesia. Ini adalah peristiwa sejarah yang patut dikenang. Dukungan moral dari Mesir tersebut telah membantu menjaga semangat para Pendiri Bangsa untuk terus berjuang. Indonesia dan Mesir merupakan dua negara dengan penduduk Muslim terbesar di kawasannya masing-masing. Dinamika yang terjadi di kedua negara tersebut pasti akan mempengaruhi wilayah di sekitarnya.?

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Al-Azhar memiliki catatan sejarah akan kualitas dan kemampuannya bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman, dari perubahan dinasti, era kololisasi sampai perubahan rezim di Mesir. Al-Azhar tetap mampu bertahan dan melahirkan pada tokoh yang membawa pencerahan bagi dunia Islam. Banyak pemuka agama Islam di Indonesia yang belajar di sana. Di lingkungan NU sendiri, KH Abdurrahman Wahib atau Gus Dur pernah belajar di sana. Demikian pula KH Musthofa Bisri menyelesaikan pendidikannya di institusi tersebut. Secara langsung pendidikan di Azhar membawa pengaruh kepada NU melalui tokoh-tokoh NU yang dididik di sana.?

Di institusi tersebut, berbagai pemikiran dan aliran Islam dengan bebas dikaji. Dengan demikian, para mahasiswanya diajarkan untuk mengenal berbagai aliran dan pemikiran Islam. Jika pada akhirnya, dengan proses perenungannya menemukan sebuah pandangan yang dianggapnya lebih sesuai, maka itulah yang dipilih. Tetap terdapat proses penimbangan berbagai pandangan dan argumentasi yang menyertainya. Azhar tidak bersifat doktriner dalam pengajarannya. Model seperti inilah yang juga dilakukan di pesantren dengan membahas berbagai pandangan yang berbeda. Dari sinilah tradisi Islam moderat yang menghargai pandangan orang lain muncul.?

Sebagai sebuah institusi yang telah teruji kualitasnya, yang ditunjukkan oleh pengaruh besar dari para alumninya, tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari Al-Azhar dan kemudian diterapkan pada pendidikan Islam di Indonesia. Saat ini ada ribuan mahasiswa Indonesia yang belajar di institusi tersebut. Tetapi akan lebih baik jika institusi pendidikan di Indonesia sendiri juga mampu menerapkan metode-metode atau tradisi kesuksesan tersebut sehingga semakin banyak umat Islam yang tercerahkan dengan pendidikan tinggi Islam yang moderat.?

KOKAM Tegal

Kondisi dunia Islam saat ini menghadapi tantangan akan radikalisme dan kekerasan yang telah menghancurkan peradaban yang sekian lama dibangun dan meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Mesir sendiri sedang bergulat dengan tantangan internalnya yang hingga kini belum menemukan ujung penyelesaian.?

Dengan sejumlah kesamaan antara Mesir dan Indonesia, serta Al-Azhar dengan NU sebagai pengusung Islam moderat, sudah sangat selayaknya jika momentum kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama lebih lanjut guna memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat yang telah menjadi perhatian yang sama. Jika dua kekuatan besar ini bergabung, akan banyak hal yang bisa diselesaikan. Banyak sumberdaya yang telah dimiliki, tinggal bagaimana mengelola dan mensinergikan kedua potensi tersebut untuk kebaikan umat Islam. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Doa KOKAM Tegal

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Pontianak, KOKAM Tegal. Puluhan aktivis PMII IAIN Pontianak mengadakan rihlah spiritual pada Ahad (26/4). Pada kegiatan yang dirancang sebagai refleksi peringatan harlah ke-55 PMII ini, mereka mengunjungi sejumlah makam Islam bersejarah terutama penyebar Islam di Kalbar.

Mereka mendatangi kompleks pemakaman Kesultanan Qadriyah di Pontianak. Mereka menziarahi makam KH Fathul Baari, salah seorang penyebar agama Islam asal Madura di Peniraman, hingga Makam Opu Daeng Manambon di Mempawah.

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Di sela-sela kegiatan, mereka membaca Yasin dan tahlil serta mengenang jasa-jasa mereka khususnya dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat.

KOKAM Tegal

Ketua PMII IAIN Pontianak Tiyono menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas antarsesama kader PMII. Rihlah spiritual ini diharapkan menjadi wadah aktivis PMII IAIN Pontianak untuk kembali mengenang jasa-jasa para ulama dan sultan yang telah menyebarkan agama Islam khususnya di Kalimantan Barat.”

Ini tentunya merupakan komitmen PMII sebagai wadah organisasi kemahasiswaan yang tetap komitmen menjaga tradisi Islam Aswaja, tandas Tiyono. (Ahmad Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Negeri Ini Harus Dijaga Bersama

Blitar, KOKAM Tegal - Bupati Blitar H Riyanto menegaskan agar masyarakat harus banyak bersyukur kepada Allah SWT dengan anugerah yang diberikan untuk bangsa Indonesia. menurutnya, Indonesia dianugerahi negeri yang damai dan makmur.

Demikian disampaikan Riyanto dalam acara sarasehan kerukunan umat beragama dan pemantapan wawasan kebangsaan yang diselenggarakan keluarga besar Kantor Kementrian Agama Kabupaten Blitar di MTs N Kunir, Wondadi, Blitar.

Negeri Ini Harus Dijaga Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)
Negeri Ini Harus Dijaga Bersama (Sumber Gambar : Nu Online)

Negeri Ini Harus Dijaga Bersama

“Kita harus bangga dengan Indonesia yang multietnis, multiagama, dan budaya. Namun bisa bersatu padu dan kompak dalam bingkai NKRI,” kata Riyanto.

Kepala Kakanwil Kementrian Agama Provinsi Jawa Timur H Mahfud Shodar juga turut memberikan pengarahan dalam pertemuan tersebut.

KOKAM Tegal

Menurut Mahfud, Indonesia saat ini sedang ditimpa berbagai ujian sehingga kondisinya sangat memprihatinkan. Namun demikian, berkat kerja sama semua komponen masyarakat Indonesia bisa bertahan hingga saat ini.

KOKAM Tegal

“Kita ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika, sehingga sebesar apapun goncangan bisa diatasi bersama-sama sehingga pihak-pihak yang ingin Indonesia hancur harus gigit jari,” katanya.

Menurutnya, kesuburan negeri tercinta inilah menjadi alasan mengapa Indonesia menjadi incaran negara-negara lain untuk menguasainya.

“Untuk itu kita harus terus bersatu padu bersama-sama untuk mempertahankan negara kesatuan tercinta ini. Selama kita tetap bersatu dan tetap menjujung nilai-nilai Pancasila. Insya Allah negeri ini sampai kapanpun akan tetap berdiri kokoh,” katanya.

Ia menambahkan, kondisi Indonesia akhir-akhir ini memang penuh dengan goncangan dan ujian. Namun berkat kekompakan semua pihak, termasuk pemerintah, ulama, dan masyarakat goncangan-goncangan itu bisa teratasi dengan baik.

Acara tersebut dihadiri sekitar 1000 undangan. Tampak hadir Ketua PCNU Blitar KH Masdain Rifai Ahyat, Ketua MUI Blitar KH Ahmad Djamrozi, dan seluruh kepala dan pegawai Kemenag se-Kabupaten Blitar. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah, News KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

KPK Dilemahkan, Gusdurian Tuntut Sikap Tegas Jokowi-JK

Jakarta, KOKAM Tegal. Jaringan Gusdurian menuntut sikap tegas Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menjaga komitmen pemberantasan korupsi dengan melindungi KPK dari segala upaya pelemahan yang dilakukan oleh pihak manapun.

KPK Dilemahkan, Gusdurian Tuntut Sikap Tegas Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)
KPK Dilemahkan, Gusdurian Tuntut Sikap Tegas Jokowi-JK (Sumber Gambar : Nu Online)

KPK Dilemahkan, Gusdurian Tuntut Sikap Tegas Jokowi-JK

Koordinator Sekreariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid mengatakan hal itu menyusul peristiwa penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim Mabes Polri terkait kasus keterangan palsu dalam sengketa pilkada di tahun 2010, Jumat (23/1). Penangkapan ini terjadi dalam suasana ketika calon Kapolri Budi Gunawan baru saja ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus gratifikasi.

Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, tambahnya, dilakukan? secara tiba-tiba tanpa surat panggilan terlebih dulu, di jalan raya dan di hadapan seorang anak perempuannya. Perlakuan juga di luar kewajaran penangkapan seorang tersangka, yaitu dengan pemborgolan di hadapan publik.

KOKAM Tegal

“Hal ini secara vulgar tampak sebagai upaya intimidasi untuk melemahkan KPK sebagai institusi, mengiringi berbagai serangan yang akhir-akhir ini dilakukan untuk merusak legitimasi dan kredibilitas KPK,” tutur putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini dalam siaran pers yang diterima KOKAM Tegal, Sabtu (24/1).

KOKAM Tegal

Menurutnya, upaya pelemahan terhadap KPK bukan hanya sekali ini terjadi. KPK selama ini selalu diserang dari segala sisi, oleh berbagai pihak yang tidak menginginkan adanya lembaga yang progresif dalam pemberantasan korupsi. Mulai dari isu kecil atau remeh hingga upaya perubahan undang-undang untuk mengurangi peran dan kewenangan KPK. Terkait dengan Polri, pola serangan yang sama pernah dilakukan di tengah proses pemeriksaan IrJen Djoko Susilo dalam kasus rekening gendut dan gratifikasi.

“Hal ini sangat berbahaya bagi upaya pemberantasan korupsi.? Melemahnya KPK akan sangat berdampak pada gerakan pemberantasan korupsi dan menciptakan pemerintahan bersih di Indonesia. Kasus-kasus besar korupsi yang harus ditangani secara luar biasa tidak akan bisa terungkap. Gerombolan koruptpor akan semakin kuat mencengkeram Negara. Hukum tidak akan dapat ditegakkan tanpa prinsip keadilan,” tegasnya.

Rakyat yang sudah terdidik sangat menyadari karut-marut korupsi di negeri ini. Karena itu dukungan rakyat akan mengalir deras kepada KPK yang telah menunjukkan rekam-jejak yang cukup baik. Apabila ketegangan POLRI dan KPK tidak diselesaikan, maka konflik akan meluas menjadi konflik Pemerintah dengan Rakyat.

Rentetan kejadian ini harus direspon secepatnya dan secara tegas oleh Joko Widodo sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia. Sikap tegas ini diperlukan agar institusi penegak hukum, yakni KPK dan Polri, tidak terseret dalam arus konflik kepentingan yang akan bermuara pada melemahnya penegakan hukum di Indonesia.

Gusdurian juga menuntut dilakukannya reformasi terhadap Kepolisian Republik Indonesia agar menjadi penegak hukum yang profesional. Dan kepada segenap kader Gusdurian di manapun diminta untuk mendukung KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

KOKAM Tegal

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada KOKAM Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Hikmah KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

Jakarta, KOKAM Tegal. Dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang dimilikinya, Indonesia memiliki potensi menjadi pemimpin dunia Islam dimasa mendatang, tentu saja jika kebijakan yang dibuatnya bisa mengatur hubungan antara negara dan agama dengan baik dan mendorong kemajuan bangsa.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Indonesia adalah wilayahnya sangat luas, penduduk muslimnya paling besar, kekayaan alamnya beraneka ragam, sampai dengan sistem demokrasinya paling lumayan dibandingkan dengan negara Islam lainnya.

Berbagai negara muslim lainnya sebenarnya juga memiliki potensi, namun banyak hambatan yang harus mereka hadapi sehingga mempersulit posisinya.

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

“Negara Arab sulit, mereka sendiri sulit mengatur dirinya masing-masing. Kita juga repot, tetapi mereka lebih repot lagi,” kata Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi dalam dialog Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Kamis (28/12).

 

KOKAM Tegal

Demikian pula dengan Turki yang pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam terakhir di dunia. Meskipun negara Islam yang paling modern, tetapi terdapat faktor psikologi politik yang ditanggungnya.

“Pemimpin dunia Islam harus benar-benar independen dari dunia Barat dan poros peradaban lainnya. Kalau masih subordinat tidak bisa menjadi leader. Sejauh Turki masih memimpikan menjadi bagian dari Eropa, ia tidak pernah menjadi pemimpin dunia Islam,” katanya.

Masdar menuturkan semasa menjadi ketua parlemen Erdogan pernah mendrop draf UU tentang perzinaan dengan definisi hubungan seks diluar nikah, namun ditolak oleh Uni Eropa sehingga ia memerintahkan partainya untuk mendrop draf ini.

KOKAM Tegal

“Ini persoalan kecil tapi mensimbolkan betapa ia secara kultur subordinate terhadap Eropa. Kalau dunia Islam ingin sejajar dengan poros dunia lain, tidak bisa begitu,” katanya.

Iran menurutnya telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan saat ini cukup independent dengan dunia Barat, persoalannya adalah sebagai negara Syiah yang merupakan minoritas muslim sehingga sulit memimpin Islam.

Negara tetangga, Malaysia saat ini sudah cukup maju, tetapi terlalu keci sehingga Indonesialah yang menjadi kandidat yang cukup kuat untuk menjadi pemimpin dunia Islam. “Saya kira Indonesia, kalau bisa mencari jalan yang bijak menyangkut hubungan agama dan negara. Inilah yang harus diperkaya oleh kita semua,” tandasnya.

Islam Indonesia, menurutnya bukan satelit kalau pola nahdliyyin yang digunakan. Yaitu Islam yang berkelindan dengan tradisi lokal sehingga tidak menjadi subordinat dari Islam dimanapun. “Kalau menjadi leader Islam tetapi subordinate kan tidak lucu, harus leading juga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Ulama, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Pesantren Roudlothus Sholihin, Roh GP Ansor Blambangan Umpu

Way Kanan, KOKAM Tegal. GP Ansor Blambangan Umpu menempatkan kantor sekretariatnya di pesantren Roudlothus Solihin VI di kabupaten Way Kanan, Lampung. Keputusan ini disepakati pada konferensi anak cabang GP Ansor Blambangan Umpu, Ahad (22/6).

Pesantren Roudlothus Sholihin, Roh GP Ansor Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Roudlothus Sholihin, Roh GP Ansor Blambangan Umpu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Roudlothus Sholihin, Roh GP Ansor Blambangan Umpu

"Pengasuh pesantren, Kiai Iskandar dan sahabat Ansor Blambangan Umpu menyambut baik usulan Direktur Program Ansor Digdaya Gatot Arifianto," kata Ketua GP Ansor Way Kanan Supri Iswan.

Gatot yang juga Wakasatkorcab Banser Way Kanan berharap, tambah Supri, kedekatan emosional antara GP Ansor dan pesantren senantiasa terjaga guna menjaga, menyerap, dan mengamalkan paham Aswaja NU.

KOKAM Tegal

"Kekuatan NU mutlak terletak di Ansor dan Banser. Pembentukan anak cabang Ansor di Blambangan Umpu diharapkan membuat NU sebagai induknya semakin maju. Artinya, kami menunggu gerakan-gerakan Ansor dengan pemikiran lebih maju," ujar Kiai Iskandar.

Rumah GP Ansor adalah pondok pesantren, tegas Kiai Iskandar.

KOKAM Tegal

"Pesantren sebagai markas atau sekretariat tentu akan membawa pamor pesantren. Di mana ada pesantren, di situ sepatutnya ada Ansor. Jadi, secara tidak langsung, rohnya Ansor ada di pesantren," kata Kyai Iskandar lagi.

Kiai Iskandar ialah salah satu murid almarhum pengasuh pesantren Roudlotus Sholihin, Purwosari kecamatan Padangratu, Lampung Tengah, KH Jamaluddin Al-Busthomi. Kiai Jamal semasa hidupnya diamanahkan sebagai Rais Idaroh Wustho Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Lampung. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Ubudiyah, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

GP Ansor Mojolaban-Faskho Solo Bentuk Kampus Kaum Marjinal

Solo, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah, bekerjasama dengan Fastabaqul Khoirot (Faskho) Kota Solo membentuk Kampus Pemberdayaan Perempuan bagi Ibu-ibu kaum marjinal di Kota Solo. 

GP Ansor Mojolaban-Faskho Solo Bentuk Kampus Kaum Marjinal (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Mojolaban-Faskho Solo Bentuk Kampus Kaum Marjinal (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Mojolaban-Faskho Solo Bentuk Kampus Kaum Marjinal

Dalam pembukaan, sedikitnya 50 orang hadir mengikuti acara di aula Kampus Pemberdayaan Perempuan, Gilingan, Banjarsari Kota Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (5/9) siang.

Ketua Faskho Solo Budi Iriyono mengatakan, pembukaan kuliah perdana bagi kaum marjinal pertama kali dilakukan di Kota Solo, bahkan di Indonesia, ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat khusunya bagi kaum marjinal.

KOKAM Tegal

”Untuk mengawali kuliah perdana ini kami mengundang Kamar Dagang Indonesia (Kadin) dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Solo sebagai pembicara,” kata Budi kepada KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Menurut dia, Kampus Pemberdayaan Perempuan Surakarta mempunyai misi memperdayaan dan memandirikan ibu-ibu kaum marjinal ke arah yang lebih baik. Mereka yang masuk ke kampus ini akan diberikan penyuluhan, pengembangan bakat dan latihan ketrampilan. Dengan cara ini mereka diharapkan bisa meningkatkan ekonominya.

Ketua GP Ansor Mojolaban Mashriyantho berharap Kampus Pemberdayaan Perempuan benar-benar membawa aspirasi dan kemandirian bagi kaum marjinal di Indonesia. Selain itu, kampus ini juga diharapkan bisa membantu pemerintah dalam program pemberdayaan dan mengurangi pengganguran. 

”Saya yakin meski kampus ini lahirnya di Solo, ke depan bisa membuka kampus-kampus baru di seluruh Indonesia,” jelas pria yang biasa disapa Kang Zenk ini.

Sementara Penyuluh Agama KUA Kota Solo Imam Supardi memaparkan masalah nikah bagi kaum marjinal. Selama ini diketahui, tidak sedikit kaum marjinal yang melakukan nikah sah di KUA. 

”Silahkan bagi ibu-ibu yang ingin nikah di KUA semuanya gratis, hanya dengan Rp 30.000 untuk biaya administrasi saja, selain itu tidak ada. Tapi awas jangan sekali-kali lewat calo,” tegas Imam di hadapan para mahasiswanya.

Pembina Kaum Marjinal Kota Solo Mbah Wono mengemukaan, sistem pembelajaran dalam kampus pemberdayaan kaum marjinal ini dibagi beberapa bagian. Di antaranya kuliah umum enam kali dalam seminggu dan praktek lapangan setiap dua minggu. Tempat praktik dan bahannya semua gratis disediakan oleh pengelola Kampus.

”Meski kampus ini banyak dihuni oleh kaum marjinal, tetapi para rektornya semua juga dari  Semarang, Yogyakarta, Solo dan Jakarta,” jelas Mbah Wono. (Mashri/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Doa Bangun Tidur Disertai Usap Muka

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Alhamdulillâhil ladzî ahyânâ ba‘da mâ amâtanâ wa ilaihin nusyûr

Doa Bangun Tidur Disertai Usap Muka (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Bangun Tidur Disertai Usap Muka (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Bangun Tidur Disertai Usap Muka

Segala puji bagi Allah, Tuhan yang menghidupkan kami setelah Ia mematikan kami. Kepada-Nya lah kebangkitan hari Kiamat. (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Al-‘aidrus, Jakarta) (Alhafiz K).

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Senin, 20 November 2017

Hasyim: Perlu Ditumbuhkan Kembali Semangat Ke-NU-an

Cirebon, KOKAM Tegal

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi meminta warga NU (Nahdliyyin) menumbuhkan kembali semangat ke-NU-an sebagaimana dimiliki oleh para pendiri NU. Hal tersebut diungkapkannya dalam suasana peringatan hari lahir (Harlah) ke-82 NU.

“82 tahun adalah usia yang sudah cukup tua, karena itu perlu dibangkitkan kembali semangat ke-NU-an seperti yang dimiliki Mbah Hasyim (Hadratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari)," katanya dalam acara peringatan Harlah dan konsolidasi NU di Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (12/12).

Hasyim: Perlu Ditumbuhkan Kembali Semangat Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Perlu Ditumbuhkan Kembali Semangat Ke-NU-an (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Perlu Ditumbuhkan Kembali Semangat Ke-NU-an

Pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam Malang itu menjelaskan penurunan pemahaman ke-NU-an ini harus terus dilakukan seiring dengan berjalannya perubahan generasi.

KOKAM Tegal

"Kalau zamannya kakak saya (Kiai Muchid Muzadi, red) bisa bertemu langsung dengan Kiai Hasyim Asyari. Saya ketemu ulama-ulama, lalu anak-anak kita bertemu dengan siapa," katanya.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan itu Ketua Umum PBNU mengajukan kalimat sindiran untuk warga Nahdliyyin dan warga organisasi Muhammadiyah. Menurutnya, kerukunan yang dijalani antara NU dan Muhammadiyah juga berbeda antara zaman dahulu dengan masa sekarang.

"Kalau dulu rukun karena sama-sama ngertinya, tapi kalau sekarang rukun karena sama-sama tak ngertinya," tandasnya.

Karena sudah rendahnya pemahaman keagamaan pada generasi muda saat ini, tak heran jika mereka menjadi sasaran empuk aliran sesat dan ideologi menyimpang.

"Generasi muda kita sedang kosong, siapapun yang masuk pertama kali, ya itu yang diterima," tandasnya.

Ditambahkannya sumber hukum Islam yang dipakai oleh berbagai kelompok umat Islam adalah sama-sama Al Quran dan Hadist, namun penafsirannya yang berbeda.

"Al-Quran yang ditafsirkan oleh Imam Syafii berbeda dengan Imam Samudra yang menjadi bom bunuh diri," tandasnya.

Kiai Hasyim dalam pertemuan yang dihadiri oleh ribuan massa dan pengurus sampai ke tingkat ranting dan anak ranting ini mengingatkan agar warga Nahdliyin menjaga masjid dan musholla yang dikelola oleh warga NU karena saat ini sudah banyak yang berpindah tangan dan berubah tata cara peribadatannya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Tokoh, AlaSantri KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

Bandarlampung, KOKAM Tegal. Salah satu tema besar yang diangkat pada pra Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lampung adalah Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

Hal ini menjadi sangat penting direalisasikan menjelang satu abad NU yang merupakan Jamiyyah Diniyyah terbesar didunia pada 2026. Hal tersebut diingatkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat memberikan tausiyah Kebangsaan pada pembukaan kegiatan, di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandarlampung, Sabtu (4/11).

"NU harus siap menghadapi masa satu abad karena tiap awal setelah 100 tahun akan ada pembaharuan persoalan agama dari sisi harakahnya," kata kiai yang Ketum MUI ini.

Baca juga Buka Pra Munas Lampung, Rais Aam Ingatkan Pentingnya Penguatan Organisasi

KOKAM Tegal

Ia mengibaratkan posisi NU saat ini seperti pesawat terbang yang akan melakukan lepas landas menuju posisi yang lebih tinggi. 

"Kalau mau take off, landasan harus kuat," tegasnya.

Selain Penguatan Organisasi, Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga juga diangkat dalam rangka menghilangkan kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia.

KOKAM Tegal

Menurutnya harus ada arus baru ekonomi Indonesia yang mampu merubah superioritas dari para konglomerat dalam penguasaan aset kekayaan melalui maksimalisasi kekuatan ekonomi dari bawah.

"Perekonomian lama lebih menguatkan kekuatan atas yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi kekuatan bawah. Yang tadinya diharapkan bisa mengalir kebawah ternyata sampai saatnya, netes pun tidak," katanya pada pada acara yang juga dihadiriMenteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A Jalil.

Oleh karenanya dengan pembahasan reforma agraria pada Munas dan Konbes tahun ini, diharapkan akan dapat tumbuh kekuatan ekonomi bawah.

"Nantinya akan bisa ada Hamdalah Mart, Basmalah Mart dari Kekuatan ekonomi bawah khususnya dari pesantren," harapnya.

Kiai Maruf juga mengatakan akan ada pembahasan dalam Munas dan Konbes mengenai hukum dalam agama Islam tentang individu yang memiliki kekayaan ekonomi dan sangat dominan dari yang lainnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Humor Islam, RMI NU KOKAM Tegal

Kamis, 16 November 2017

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

KOKAM Tegal

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

KOKAM Tegal

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara dalam acara kuliah umum di Nanyang Technological University (NTU) Singapura hari ini, Senin (13/3).

Dia akan menyampaikan materi bertema Promoting Moderation And Tolerance In Indonesia: The Nahdlatul Ulama’s Story yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam School of International Studies (RSiS) NTU di Sheraton Towers Singapore, Singapura, pukul 15.30 waktu setempat.

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Dalam acara tersebut, Kiai yang akrab dipanggil Kang Said tersebut akan berbicara tentang Islam Nusantara yang mempromosikan moderasi, toleran terhadap keyakinan lain, dan menghargai budaya lokal.

Selain itu, Kang Said juga akan memaparkan langkah-langkah NU dalam mempromosikan Islam Nusantara di negara-negara Islam.?

Kemudian, Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini akan menjelaskan bagaimana Islam Nusantara diterima oleh komunitas masyarakat Islam Indonesia.?

KOKAM Tegal

Islam Nusantara merupakan terma yang diusung oleh Nahdlatul Ulama untuk meng-counter attack paham ekstremis-radikal yang sedang menjamur di negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

RSiS merupakan sekolah otonom di Universitas Teknologi Nanyang. Ia didirikan tahun 2007. Misi mereka adalah menjadi sebuah institusi riset dan pengajaran tingkat sarjana dalam bidang strategi dan internasional di Asia Pasifik. (Muchlishon Rohmat/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Bahtsul Masail, Pendidikan KOKAM Tegal

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba

Kupang, KOKAM Tegal. Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nusa Tenggara Timur menggelar berbagai lomba menyongsong bulan Suci Ramadhan, seperti lomba Selawat Grup Ibu-ibu Majelis Ta’lim, doa pendek bagi anak-anak usia 12 tahun, lomba Hafizh Qur’an bagi anak-anak dan Khitanan masal bagi anak-anak kurang mampu.

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba

Demikian dikatakan ketua PW Muslimat NTT, Hj. Nurny Alfaruq Amiruddin dalam sambutan pembukaan lomba kegiatan menyongsong bulan Ramadhan di Kupang, Kamis (20/6).?

“Pada bulan Sya’ban menjelang Ramadhan perlu kita tingkat silaturahmi dan kegiatan-kegiatan ? keagamaan,” katanya.?

KOKAM Tegal

“Momen Nifsu Sya’ban kita ingatkan sejauh mana catatan amal kita kepada Allah SWT dalam bulan-bulan sebelumnya. Maka kita perlu tingkatkan dengan cara berbagai lomba kegiatan keagamaan untuk memupuk rasa persaudaraan kita. Kita juga tingkatkan tali silaturahmi kita, baik dengan keluarga, kelompok masyarakat maupun tetangga terdekat kita,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Kata Nurny, dua pekan menjelang Ramadhan semua harus bersiap untuk menguji iman dalam beribadah pada bulan yang penuh barokah.?

Menurut Nurny, sebenarnya kegiatan telah dilaksanakan pada Harlah Muslimat yang sudah terlewat. Karena berbagai kendala maka kegiatan ini baru bisa dilaksanakan. Harusnya, kegiatan ini, dilaksanakan pada tanggal 28 Maret lalu pada moment Harlah Muslimat.

Sedangkan peserta kegiatan ini diundang dari semua Kabupaten Kota se-NTT. Karena berbagai kendala, maka hadir dalam kegiatan ini hanya setengah dari PC Muslimat. Kegiatan menyonsong Ramadhan dengan bertemakan “Dengan Semangat Cinta Sholawat Kita Bumikan di Hamparan Tanah Flobamora.”

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Habib KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock