Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Warta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Jombang, KOKAM Tegal

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Islam Nusantara kepada khalayak, PC ISNU Jombang gelar seminar nasional bertajuk "Kontribusi Ulama dan Santri Nusantara dalam Perjuangan Bangsa" dan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara, Rabu (4/5) kemarin.

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Acara yang berlangsung di Auditorium STKIP PGRI Jombang tersebut tampak semarak dengan dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan. Mereka di antaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU dan perwakilan mahasiswa dari kampus se-Jombang. Hadir juga Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang Ahmad Athoillah menegaskan, Islam Nusantara memiliki misi membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini relevan diterapkan di Indonesia bahkan dunia, agar persatuan dan kesatuan antar sesama Islam terjaga dengan kuat.

KOKAM Tegal

"Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, santun dan toleran, jauh berbeda dengan wajah Islam yang berada di Timur tengah," katanya saat memberikan sambutannya di depan para peserta dan tamu undangan.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Munjidah Wahab menyatakan penyebaran ajaran Islam belakangan ini sudah jauh berbeda dengan pola yang diajarkan Nabi pada zamannya. Berbagai cara kekerasan saat ini dilakukan untuk memaksakan kehendaknya dalam penyebaran ajaran Islam.

"Islam Nusantara adalah Islam yang santun, saling menghargai perbedaan dan tidak melakukan dakwah dengan cara kekerasan," ujarnya.

Di samping itu, ia mengimbau agar peran ISNU harus benar-benar memberikan pencerahan kepada warga NU tentang istilah Islam Nusantara, sebab tidak semua masyarakat bisa memahami layaknya para akademisi.

Penulis buku "Masterpiece Islam Nusantara" Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa bentuk dari Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ialah NKRI itu sendiri, yakni kemerdekaan Indonesia.

"Di pembukaan teks kemerdekaan RI, di sana tertera bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah SWT," tuturnya.

Namun demikian ia mengakui, bahwa tak sedikit kelompok yang tidak sepaham dengan Islam Nusantara.

"Memang tidak sedikit juga yang kontra dengan Islam Nusantara, yang dilansir diberbagai media online pada saat ini, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia, NU Garis Lurus, dan sejumlah alamat website lainnya yang melakukan propaganda bahwa Islam Nusantara hanyalah untuk mengotak-ngotakkan Islam" terangnya.

Di awal kegiatan, panitia membagikan 30 buah buku "Masterpiece Islam Nusantara" secara gratis kepada peserta dan tamu undangan yang beruntung.(Rifatuz Zuhro/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Pendidikan, Warta KOKAM Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Kudus, KOKAM Tegal. Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bersandar pada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Dengan demikian, organisasi ke depan akan berlangsung tertib dan teratur.

Demikian disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kudus Siti Nafisatun pada acara orientasi pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus di Pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Nafisatun menyatakan PD/PRT IPNU-IPPNU merupakan landasan dasar sebelum menentukan arah dan langkah-langkah perjuangan ke depan. Tanpa berpijak hal itu, perjalanan IPNU-IPPNU akan amburadul.

KOKAM Tegal

“Ibaratnya, PD/PRT adalah ‘kitab suci’nya IPNU-IPPNU yang harus dijadikan pegangan setiap kader maupun pengurus,” katanya di hadapan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus lengkap.

KOKAM Tegal

Ia mengharapkan semua anggota  maupun pengurus wajib memiliki PD/PRT. “Jangan sampai tidak memiliki. apalagi tidak pernah membaca PD/PRT,” tandas Nafisatun yang juga guru MANU Banat Kudus.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan program awal pasca konferensi cabang IPNU-IPPNU (19/6). Tujuannnya, untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen semangat kebersamaan pengurus harian yang baru terbentuk.

“Kita berkomitmen bersama-sama memajukan IPNU-IPPNU serta menjaga kekompakan sehingga tercipta soliditas yang kuat baik antar pengurus maupun dengan pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Jakarta, KOKAM Tegal. Kanker serviks adalah pembunuh pertama wanita di Indonesia. Setiap 2 menit ada 1 perempuan meninggal karena kanker serviks. Kanker serviks seperti musuh dalam selimut, karena virus menyerang tanpa tanda-tanda seperti flu atau demam.

Demikian disampaikan dr H Imam Rasjidi dalam Seminar Awam bertema “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa ? (20/12).

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua LKNU itu menambahkan mayoritas penderita kanker serviks baru mengetahui mengidap kanker serviks ketika sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, sejumlah hal perlu dilakukan.

“Jangan takut untuk melakukan deteksi dini melalui tes IVA atau pap smear,” kata Imam,?

KOKAM Tegal

Ia pun menganjurkan agar para perepuan menerapkan pola hidup sehat, setia pada pasangan, menghindari pernikahan dini dan menjaga kebersihan organ intim.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU, Anggia Ermarini mengungkapkan banyaknya kasus kanker serviks harus membuat masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup sehat.?

“Fatayat akan terus mengkampanyekan anti kanker serviks di daerah-daerah melalui peran tokoh agama perempuan. Fatayat juga akan menggandeng mitra strategis untuk dapat memberikan layanan tes IVA gratis bagi anggota Fatayat dan masyarakat ? umum," jelas Anggia.

Seminar Awam “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” terselenggara atas kerja sama PP Fatayat NU dan Roche. Seminar diikuti PP Fatayat NU, Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, badan-badan otonom NU, Aisyiyah, dan masyarakat umum. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Anti Hoax, Warta, Sunnah KOKAM Tegal

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, KOKAM Tegal

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada KOKAM Tegal.

KOKAM Tegal

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

KOKAM Tegal

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, KOKAM Tegal. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada KOKAM Tegal di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

KOKAM Tegal

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Jakarta, KOKAM Tegal

Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif NU Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali mengadakan lomba karya Ilmiah untuk siswa madrasah. Lomba yang dilaksaanakan di aula kantor Kementerian Agama ini mempertemukan 14 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang.

Lomba yang diselenggarakan untuk pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah oleh siswa dan guru pembimbing, untuk selanjutnya diajukan ke bimbingan yang dilakukan oleh pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Sermarang, dan tahap akhirnya adalah grandfinal yang diadakan Rabu, 3 Februari 2016.

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Dalam rilis yang diterima KOKAM Tegal, Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memupuk sifat dan sikap rasa ingnin tahu peserta didik madrasah sehingga dapat mengembangkan budaya penelitian secara rasional atau ilmiah.

KOKAM Tegal

Kepala Kantor Kementerian Agama Semarang memberikan apresiasi yang positif terhadap perlombaan ini dan berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ketua Pengurus? Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah.? LP Ma’arif NU Jateng berharap semangat berma’arif di Kabupaten Semarang senantiasa terjaga dan dapat dikembangkan di daerah lainnya. Lomba diharapkan dapat melahirkan peneliti andal dari madrasah.

KOKAM Tegal

Lomba Kisma (karya ilmiah siswa madrasah) yang kedua ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Agus Mujiono M.Ed dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Moh Yasir Alimi dari Unes Semarang, Kusno dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan Kusmanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Pemenang pertama lomba Kisma adalah MI Miftahul Huda Sumberejo, Pabelan dengan judul penelitian “Pemanfaatan Limbah Posfat sebagai Media Tanam”. Pemenang kedua adalah MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun Mandi”; pemenang ketiga adalah MI Ar Rosyad Bergas dengan judul “Pemanfaatan Daun Suji sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Makanan Ringan Stik”. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Lomba, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Surabaya, KOKAM Tegal. Wacana akan digunakannya model Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan oleh dewan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur Mei mendatang ternyata bukan isapan jempol. PWNU Jawa Timur telah mempersiapkan konsep dan implementasinya pada untuk memilih rais syuriyah dan ketua tanfidziyah.

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

"Prinsipnya, formula Ahlul Halli wal Aqdi adalah sebagai refleksi keprihatinan NU terhadap kian maraknya praktik riswah atau suap saat terjadi konferensi NU di berbagai tingkatan," kata H Abdul Wahid Asa kepada KOKAM Tegal di Surabaya, Selasa (5/2).

Efek dari pemujaan terhadap mekanisme demokrasi di tanah air yang mengharuskan dilakukan pemilihan secara umum kepada calon pemimpin ternyata tidak semua berakibat baik. "Untuk demokrasinya kita sepakat," Wahid Asa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Namun praktik yang terjadi, banyak sekali pesta demokrasi yang mengharuskan calon pemimpin untuk terlebih dahulu memberikan sejumlah uang agar bisa terpilih. "Ini yang kita prihatinkan," katanya.

Celakanya, praktik ini ternyata juga menggejala saat suksesi di NU. Dalam ajang konferensi, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang agar dapat dipilih oleh peserta. "Dilihat dari sudut pandang apapun, praktik ini kan dilarang?" sergahnya.

KOKAM Tegal

Sebagai organisasi sosial keagamaan, maka NU terpanggil untuk melakukan bersih-bersih kepada dirinya sendiri. "Kita tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar kalau ternyata diri kita kotor," lanjutnya.

Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dapat dijadikan metode untuk bisa meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali praktik riswah saat pemilihan di ajang konferensi NU. 

Apakah cara ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di NU? Buru-buru Wahid mengingatkan bahwa dalam ART NU Bab XIV pasal 42 telah disebutkan (ayat b): Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan Rais Terpilih. 

"Ada dua mekanisme yang diizinkan yakni melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara," lanjutnya. Selama ini yang banyak dilakukan saat konferensi atau muktamar adalah pemungutan suara. "Padahal mekanisme musyawarah mufakat juga dibenarkan dalam aturan NU. Dengan demikian mekanisme Ahli Halli wal Aqdi tidak melanggar aturan," katanya meyakinkan. 

PWNU Jawa Timur telah mempersiapan aturan main untuk ide ini. "Semoga ini akan berjalan lancar dan nantinya akan menjadi pilihan alternatif bagi perbaikan NU di masa depan," harapnya.

Konferwil NU Jawa Timur sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Olahraga, Kyai KOKAM Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Tangerang,KOKAM Tegal. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda mengatkaan, GP Anosr akan selalu pasang badan demi kukuhnya kebinekaan di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang? berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Ds Pasir Nangka Tigaraksa.

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Menurut Huda GP Ansor dan Banser adalah garda terdepan Nahdlatul Ulama (NU)? yang telah? memberikan andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

"Kita tidak rela ketika ada pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa karena buat kami NKRI Harga mati," ucapnya melalui siaran pers yang diterima KOKAM Tegal Rabu malam (14/12).

KOKAM Tegal

Huda juga menjelasakan bahwa ia melihat dinamika sosial politik akhir-akhir ini cukup panas, ada yang? mencoba memudarkan semangat kebinekaan bangsa. Menurutnya kehinekaan adalah? sunatullah, jadi tidak boleh ada upaya pemaksaan dan apalagi penyeragaman kultur, sosial, budaya atau agama.

Huda menambahkan bahwa dalam Islam dengan sangat jelas disampaikan bahwa Tuhan menciptakan umta manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling kenal-mengenal bukan untuk saling mendholimi atau bahkan meniadakan yang lain.

KOKAM Tegal

"Ketika ada yang mengancam kebhinekaan kita, maka? Ansor dan Banser wajib? tampil di depan demi terjaganya kebhinekaan."

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh setidaknya 208 peserta dari berbagai daerah di tangerang. Materi pembelajaran yang disampaikan diantaranya Aswaja dan Keindonesiaan, Deteksi Dini dan Antisipasi gerakan Radikalisme, Gerak Olah Bathin dan materi Proxy War dan Ketahanan Nasional. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Solo, KOKAM Tegal. Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) di bawah bimbingan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan menggelar pelatihan Audio Video Streaming pada Ahad, 15 September 2013, pukul 09.00 WIB-selesai.

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Dalam acara yang akan diselenggarakan di markas Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh tersebut, peserta akan dilatih cara menyiarkan majelis atau kajian Aswaja melalui radio atau tv internet.

Untuk mengikuti pelatihan IT (information and Technology) ini, calon peserta tidak dipungut biaya. Calon peserta cukup mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari panitia, peserta dapat langsung menuju lokasi acara, 15 September nanti, di di Jalan Dewutan, No. 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

KOKAM Tegal

Sebagaimana tertera dalam selebaran undangan terbuka, demi kelancaran pelatihan, panitia mengharapkan peserta membawa sejumlah perlengkapan sendiri, seperti alat tulis, laptop dan modem sehingga materi pelatihan dapat langsung diaplikasikan.

Untuk registrasi, calon peserta dapat menghubungi Mas Ozzy di 0881275799 atau Mas Seto di 081904546299. (Pekik Nursasongko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tokoh, Warta KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Jakarta, KOKAM Tegal
Plh Masdar F. Mas’udi nyatakan bahwa dimasa yang akan datang pendidikan Islam perlu disederhanakan karena sebenarnya banyak hal-hal yang sederhana seperti sholat dan wudlu yang bisa dipelajari dalam waktu waktu satu atau dua jam oleh para ahli dilakukan proses satistifikasi dan pencanggihan.

“Seharusnya pendidikan dalam hal ini cukup 10 persen saja sedangkan energi yang 90 persen dikembangkan untuk memajukan peradaban Islam. Saat ini Islam mengalami keruntuhan peradaban yang menyedihkan,” ungkapnya

Hal tersebut dikemukakan ketika berbicara dalam acara bedah buku: Transformasi Pendidikan Islam di Indonesia, Anatomi Keberadaan Madrasah dan PTAI karya H. Arief Furchon MA, Ph.D Kamis 22 Juli 2004 yang diadakan oleh STAINU di Gedung PBNU.

Pada zaman dahulu, para sahabat belajar tentang sholat cukup dari melihat saja. Ini sebenarnya hal yang sangat teknis dan kalau memang perlu di bahas secara mendetail, mungkin hanya kalangan pasca doktoral saja yang perlu memikirkannya sedangkan masyarakat cukup mengetahui hal-hal yang umum saja.

Direktur P3M tersebut juga mengemukakan bahwa saat ini kita belum memiliki tradisi akademis untuk mengkritisi, membahas, dan sekaligus menemukan ilmu pengetahuan.  “Yang ada adalah konservasi atau mempertahankan nilai-nilai lama dari pengetahuan yang ada,” tambahnya.

Bukan hanya di pesantren, tradisi akademik tersebut juga belum bisa berkembang baik di perguruan tinggi karena belum ada budaya yang mendukungnya.

Berkaitan dengan Madrasah sebagai model pendidikan Islam, Masdar menjelaskan bahwa lembaga ini merupakan formalisasi pendidikan Islam yang berakar dari pesantren. Namun demikian madrasah juga mengalami perkembangan sesuai dengan konteks kekinian.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Amalan KOKAM Tegal

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Islam Perlu Penyederhanaan

Senin, 01 Januari 2018

Orang Tua Harus Pupuk Mimpi untuk Sukseskan Anak

Banjarbaru, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengajak orang tua untuk "bermimpi" dan berani menggantungkan cita-cita yang tinggi untuk mendukung kesuksesan anak-anaknya di masa depan.

Orang Tua Harus Pupuk Mimpi untuk Sukseskan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Orang Tua Harus Pupuk Mimpi untuk Sukseskan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Orang Tua Harus Pupuk Mimpi untuk Sukseskan Anak

"Ibu-ibu harus berani "bermimpi" dengan menggantungkan cita-cita yang tinggi bagi anak-anaknya," ucap mensos di depan ratusan ibu-ibu di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (19/9) dilansir Antara.

Pernyataan bernada ajakan tersebut disampaikan Mensos usai menyerahkan bantuan sosial berupa uang tunai kepada masyarakat penerima Program Keluarga Harapan di kota setempat. Mensos yang berbicara lugas dan penuh semangat sambil mengitari kursi ratusan ibu-ibu meminta agar setiap orang tua mendorong anaknya bercita-cita tinggi di masa depan.

"Di sini ada wali kota, ketua DPRD, jaksa, polisi dan PNS. Ayo siapa ibu-ibu yang ingin anaknya jadi seperti mereka," ucap mensos namun hanya sedikit dari ibu-ibu yang mengacungkan jarinya.

Menurut mensos, pihaknya sengaja mendorong ibu-ibu agar berani dalam mempersiapkan masa depan anaknya sehingga mereka mampu menjadi orang "besar" dan bermanfaat. "Kaum ibu harus didorong seperti itu sehingga mereka berani mempersiapkan masa depan anaknya. Jika tidak didorong mereka justru diam karena tipikal kaum ibu seperti itu," ujarnya.

KOKAM Tegal

Ditekankan, dorongan itu juga sebagai penyemangat agar ibu-ibu merelakan anaknya mengasah keterampilan meski jauh dari keluarga melalui program yang dicanangkan Kemensos. "Kami punya program mendidik dan melatih anak-anak lulusan SMA sederajat mengikuti pelatihan di Jepang dan Korea Selatan. Jika anaknya berminat, ibu-ibu harus rela yaa," pesan mensos.

Dikatakan mensos, pendidikan dan pelatihan yang dicanangkan kemensos direncanakan mulai bulan November 2016 dan diharapkan anak-anak keluarga penerima PKH bisa mengikutinya. "Mereka dididik dan dilatih selama 2,5 tahun di dua negara itu sehingga setelah menjalaninya diharapkan memiliki ilmu dan keahlian di berbagai bidang yang dipelajarinya," kata mensos. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Warta KOKAM Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

Mataram,? KOKAM Tegal. Memperingati Haul ke-7 Gus Dur, Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Kota Mataram, NTB menggelar kegiatan 24 jam suntuk. Kegiatan bertema 24 Jam Bersama NU dan Gus Dur ini akan dipusatkan di Taman Budaya Provinsi NTB pada 31 Desember 2016-1 Januari 2017.

“Kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang rutin diperingati oleh Keluarga Besar NU Mataram," kata Hasan Basri, Ketua Panitia kegiatan.

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Pemuda NU Mataram Rayakan Malam Pergantian Tahun

Menurutnya, momentum ini sangat tepat, yaitu pergantian tahun baru, maka dari pada berhura-hura dan mengahbiskan waktu dengan hal-hal buruk, lebih baik diisi dengan serangkaian kegiatan positif bersama NU dan Gus Dur.

Masih kata Hasan, dalam haul Gus Dur tahun ini, pihaknya selaku anak muda NU ? telah menyiapkan serangkaian kegiatan positif untuk mengisi detik-detik pergantian tahun.

KOKAM Tegal

“Seperti sholat subuh berjamaah, pelatihan santri digital, Momeriam of Gus Dur bersama tokoh lintas iman, istighotsah, refleksi akhir tahun, dan puncaknya akan dilaksanakan pagelaran musik, pembacaan puisi, teatrikal dan lain-lain bertajuk Lailatul Art,” jelas Ketua GP Ansor Kota Mataram ini.

Di tempat terpisah, Ketua Lakpesdam NU Mataram Muhammad Jayadi yang juga Sekertaris Panitia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah upaya anak-anak muda NU Mataram untuk mengingatkan publik akan jasa dan pengorbanan Gus Dur bagi bangsa ini.

"Beliau adalah sosok yang semangat dan pikirannya harus terus ditransformasi kepada masyarakat luas, dengan harapan masyarakat bisa meneladani dan mengaplikasikan gagasan Gus Dur tentang kemanusiaan, solidaritas, pembelaan terhadap minoritas serta pentingnya menjaga keutuhan NKRI," katanya.

Dalam kegiatan tahun ini, pihak panitia mengundang kelompok warga dari semua latar belakang, aktivis, budayawan, praktisi, profesional, pelajar, mahasiswa, pesantren, tuan guru, petani, pedagang, agamawan, dan lain-lain.

KOKAM Tegal

"Mereka semua kita undang, bersama-sama mengenang almarhum Gus Dur dan tentunya sama-sama merayakan malam pergantian tahun dengan hal-hal yang positif," kata Mantan Ketua PC PMII Kota Mataram ini.

Selain ? itu, juga akan ada kegiatan istighotsahan dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dari semua tokoh agama dan semua umat. Dengan harapan bangsa ini tetap damai dan maju.? (Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Pertandingan, Aswaja KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

Jakarta, KOKAM Tegal - Sejarawan Nahdlatul Ulama KH Ng Agus Sunyoto menyebut bahwa Islam di Indonesia pertama-tama diperkuat oleh pesantren. Dulu, kata Agus, ada lima jenis pendidikan, yaitu padepokan, asrama, dukuh, paguron, dan terakhir pesantren.

Menurutnya, para sarjana Belanda banyak yang keliru dalam menafsirkan kiai dan pesantren. Belanda menganggap bahwa kiai itu golongan agamawan seperti cara berpikir orang Eropa yang menganggap bahwa pastur atau pendeta itu pasti agamawan.

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

“Di sini bukan, kiai (itu) keluarga keraton, keluarga raja, sejak awal itu, bukan golongan agamawan,” kata Kiai Agus saat menjadi pembicara pada acara silaturahmi kebudayaan yang diselenggarakan Lesbumi di Lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Ia mencontohkan, Sunan Ampel dan Sunan Giri merupakan keturunan raja. Bahkan, katanya, Pesantren Mlangi Yogyakarta didirikan oleh Kiai Nur Iman yang merupakan kakak tertua dari Sultan Hamengkubuwono 1.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

“Beliau (Kiai Nur Iman) mendirikan pesantren di situ. Jadi memang silsilahnya keraton,” katanya.

Pada acara yang bertema “Meneguhkan Kebudayaan Bangsa, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini, ia menuturkan bahwa keraton tidak pernah meninggalkan pesantren, bahkan ketika keraton tidak mampu melawan, dan saat keraton tidak mampu mengangkat senjata, pesantren mengambil alih peran.

Lebih lanjut, ia menyebut pemberontakan yang dilakukan pesantren terjadi 112 kali yang dipimpin guru tarekat dan kiai haji dari pesantren. Menurutnya, karena pesantren yang merupakan keluarga keraton dan sebagai pribumi direndahkan oleh Belanda. Waktu itu, sambungnya, Belanda membuat aturan di mana warga negara kelas 1 adalah orang Belanda kulit putih, warga negara kelas 2 itu orang timur asing; Arab, Cina, maupun orang India. Sementara inlander pribumi paling rendah. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Pondok Pesantren, IMNU KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Pendidikan Penyetaraan di Pesantren

Jakarta, KOKAM Tegal



Pemerintah melalui Surat Keputusan Dirjen Bimbingan Kelembagaan Agama Islam (Bagais) Departemen Agama RI tahun 1999, mengeluarkan keputusan tentang Pendidikan Muadalah (Pengakuan Penyetaraan). Pendidikan muadalah sebagai bentuk recognition negara terhadap lembaga tersebut, yang lulusannya setara dan sederajat dengan lulusan SMA/MA.?

Namun, seiring perjalanan, regulasi ini belum dianggap cukup dan belum kuat, sehingga masih banyak lulusannya tidak bisa diterima di PTN—karena tidak setara dan sederajat dengan lulusan SMA/MA.?

Pendidikan Penyetaraan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Penyetaraan di Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Penyetaraan di Pesantren

Keluarnya PMA baru nomor 18 tahun 2014 yang secara khusus mengatur penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah membuatnya disetarakan dengan pendidikan formal. Dasar hukumnya meningkat, yang dulunya berupa SK Dirjen, menjadi PMA. Implikasi dari regulai ini, satuan pendidikan muadalah semestinya mendapatkan pengakuan yang jelas, dan memperoleh fasilitas yang sama seperti institusi-institusi pendidikan lainnya.

Dilihat dari penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah memiliki karakteristik dan problem yang berbeda. Keberagaman dan problem itu terkait pada aspek kurikulum, pembelajaran, keluaran lulusan, tenaga pendidik dan kependidikan, pembiayaan, dan pengelolaan. Keberagaman ini diduga karena belum adanya standar baku dalam penyelenggaraan pendidikan muadalah.



KOKAM Tegal



(Baca juga: Penelusuran Kebutuhan Pendidikan di Pesantren Penyetaraan)

Pada 2016, Puslitbang Penda dan Balitbang Kemenag RI pun mendapatkan temuan dalam penyelanggaraan pendidikan muadalah di pondok pesantren meliputi:

KOKAM Tegal

Pertama, penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah sangat tergantung pada pengelolaan pesantren dalam hal ini kepemimpinan kiai. Kepemimpinan kiai yang banyak bersentuhan dengan dunia luar (modern) mempengaruhi sistem pendidikan yang dikembangkannya, baik menyangkut aspek manajerial kelembagaan, kurikulum, pendidik, pembiayaan.?

Kedua, realitas penyelenggaraan Satuan Pendidikan Muadalah dari sebelas lokasi dapat dikategorikan sebagai berikut: pada aspek kelembagaan, kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, santri, kelulusan, pembiayaan, dan akreditasi.?

Ketiga, aspek kelembagaan penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah mencakup: persyaratan yayasan berbadan hukum dan terdaftar di Kemenag sudah terpenuhi, namun dari aspek jumlah santri minimal 300 santri dan mengikuti layanan pendidikan formal masih ada lembaga yang belum memenuhi persyaratan, sehingga perlu dijelaskan dalam pedoman. Sementara pada jenis tingkatan penyelenggaraan masih beragam, dari hanya satu tingkatan, dua, hingga tiga tingkatan sekaligus.

Keempat, aspek kurikulum pendidikan keagamaan Islam sesuai dengan kekhasan masing-masing, yaitu tujuh penyelenggara berjenis pendidikan muadalah salafiyah yang berbasis kitab kuning, dan empat penyelenggara berjenis muadalah muallimin yang berbasis pada dirasah islamiyah.?

Kurikulum pendidikaan umum yang diajarkan pada jenis muallimin terpenuhi dan bahkan melampaui dari apa yang dipersyaratkan, sementara jenis salafiyah sebagian terpenuhi dan lainnya belum terpenuhi dengan mengembangkan istilah tersendiri. Kurikulum pendidikan umum belum ada standar yang sama.

Kelima, pendidik pada pendidikan keagamaan Islam terpenuhi sesuai dengan kompetensi, sementara dari kualifikasi masih beragam lulusannya, dari hanya tamatan pesantren, SMA/MA hingga perguruan tinggi.?

Pendidik mata pelajaran umum masih belum terpenuhi, baik dari aspek kompetensi maupun kualifikasi, seperti guru mismatch. Aspek tenaga kependidikan, pada jenis muallimin umumnya sudah terpenuhi, sementara pada salafiyah tenaga kependidikan masih terbatas seperti kepala satuan dan TU.

Keenam, aspek santri secara keseluruhan mukim dan tidak sekolah pada pendidikan formal lainnya. Adanya seleksi atau tes masuk sebagai santri muadalah. Pada aspek sarana prasarana sudah terpenuhi walaupun masih terbatas pada jenis salafiyah, sementara jenis muallimin sudah cukup terpenuhi.?

Ketujuh, aspek sumber pembiayaan masih bertumpu pada kontribusi wali santri, donatur dan usaha pondok pesantren. Sementara pemanfaatan pembiayaan digunakan untuk proses pembelajaran, gaji guru/ustad dan pengembangan lainnya. Belum ada sertifikasi guru-guru muadalah dan dana BOS.

Kedelapan, penyelenggara muadalah telah melakukan proses-proses penilaian baik harian, mid semester, semester dan ujian muadalah. Saat lulus santri memperoleh ijazah atau syahadah dari pondok pesantren. Masih ada kendala lulusan muadalah untuk masuk ke perguruan tinggi.

Kesembilan, kebutuhan prioritas dalam penyelenggaraan satuan pendidikan muadalah yang belum terpenuhi adalah kurikulum pendidikan umum, kompetensi pendidik pendidikan umum, tenaga kependidikan pustakawan, pembiayaan, dan akreditasi.?

Dari temuan di atas, Puslitbang Penda dan Balitbang Kemenag RI merekomendasikan;

Pertama, pemerintah tidak memaksakan standarisasi pendidikan keagamaan tetapi mendorong pesantren untuk mengembangkan dan mempertahankan secara mandiri sesuai ciri kekhasan masing-masing satuan muadalah. Kedua, aspek kurikulum; Pemerintah perlu segera membuat pedoman penyusunan standar? isi mata pelajaran pendidikan umum khas bagi satuan pendidikan muadalah yang berbeda dengan standar isi satuan lainnya.

Ketiga, aspek tenaga pendidik. Tenaga pendidik perlu mendapatkan hak yang sama dalam sertifikasi guru, peningkatan pendidikan dan pelatihan, program penyetaran guru melalui program beasiswa bagi guru-guru yang tamat SMA/MA, dan perlu dibuatkan pembuatan nomor induk guru/DAPODIK pada umumnya.

Keempat, aspek ketenagaan. Pemerintah menyediakan tenaga kependidikan, dan memberikan pelatihan khusus serta beasiswa pendidikan. Kelima, aspek santri. Perlu dibuat? aturan khusus bagi santri yang hanya mengikuti muadalah/tafaqquh fiddin tetapi tidak untuk mencari ijazah, yaitu mengikutsertakan santri/siswa dalam pendataan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN). (Husni Sahal/Kendi Setiawan)





Baca Kajian Keagamaan lainnya? DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Warta, Ubudiyah KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Surabaya akan menggelar malam Nuzulul Quran? dengan menampilkan sembilan Qori-Qoriah tingkat Nasional dari? Jawa Timur di Taman Bungkul Surabaya, Senin (27/6) mendatang. Acara tersebut juga bersamaan dengan peresmian mushola di wilayah Taman Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

Ketua panitia Ulya Abdillah menjelaskan, kegiatan tersebut akan diikuti kurang lebih 1000 warga dan jamaah Nahdliyin di Surabaya.

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Nuzulul Quran, PCNU Surabaya Akan Resmikan Masjid Sunan Bungkul

"Kami tidak mengundang jamaah NU yang begitu besar, karena kapasitas tempat yang tidak memungkinkan dan mengingat acara yang bersamaan dengan kegiatan ibadah sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan," ujarnya, Jumat (24/6) saat dihubungi KOKAM Tegal.

Malam Nuzulul Quran juga akan menampilkan gema Sholawat Nabi oleh Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama Kota Surabaya dan Group Al Banjari. Kemudian dilanjutkan ceramah Nuzulul Quran oleh KH Sholeh Sahal LC.

Lebih Lanjut, Wakil Ketua PCNU Surabaya ini mengungkapkan momen peringatan Nuzulul Quran di Taman Bungkul nanti juga sekaligus menandai status Mushola Sunan Bungkul menjadi Masjid Sunan Bungkul.

KOKAM Tegal

Dengan perubahan status tersebut pihak PCNU Surabaya berencana akan memulai renovasi masjid di tahun ini. Selain itu keberadaan masjid ini diberharapkan area makam Sunan Bungkul sebagai tujuan wisata religi di Surabaya lebih tertata dan terpelihara secara rapi sehingga para jamaah yang berziarah lebih nyaman dan tidak terganggu keramaian.

"Oleh karena itu agar tujuan dan hajat terkabul sebelum malam peringatan Nuzulul Quran, PCNU Surabaya menggelar Khotmil Quran di Mushola, dan sekaligus pembagian tajil dan buka puasa bersama dengan para jamaah peziarah makam Sunan Bungkul yang dilaksanakan oleh LAZISNU Surabaya," pungkasnya. (Rof Maulana/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pertandingan, Warta, Lomba KOKAM Tegal

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

Solo, KOKAM Tegal. Sembilan tim siap ikut meramaikan kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 Region Jawa Tengah II Zona Kedu. Mereka akan memperebutkan satu tiket ke babak final Region Jateng II, di mana satu tiket sudah digenggam oleh pemenang dari Zona Soloraya, Walisongo FC.

Penanggung jawab LSN Jateng II Zona Kedu Sholahuddin Al-Ahmadi menerangkan sembilan tim tersebut akan berkompetisi dalam sistem babak gugur.

“Dua tim akan menjalani pertandingan play-off terlebih dahulu, sehingga nanti hanya ada delapan tim yang langsung bertanding di babak perempat final,” terang Sholahuddin saat dihubungi KOKAM Tegal, Kamis (16/9).

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu (Sumber Gambar : Nu Online)
9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu (Sumber Gambar : Nu Online)

9 Tim Siap Ramaikan Liga Santri Zona Kedu

Ditambahkan Sholahuddin, Sembilan tim pesantren tersebut yakni Sandola FC Pesantren Al-Iman Purworejo, An-Nawawi Purworejo, PPTQ Sabilillah Wonosobo, API Al-Huda Magelang, Darul Mutaqin Temangung, Roudhotul Asna, Daruttauhid Purworejo, Nurussalaf Purworejo, dan Al-Quddus Purworejo.

“Kick-off perdana insyaallah tanggal 21 September 2017, mempertandingkan antara Pesantren Nurussalaf yang akan menghadapi API Al-Huda dari Magelang. Kemudian hari berikutnya langsung kita gelar babak semifinal dan final,” kata dia.

KOKAM Tegal

Juara di Zona Kedu ini, nantinya akan memperebutkan satu tiket ke babak nasional. Babak final Region Jateng II sendiri, sedianya akan digelar pada 30 September 2017 mendatang di Kota Solo.(Ajie Najmuddin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kajian, Warta KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong sinergitas kementerian untuk mengawal pendidikan agama di wilayah perbatasan. Pasalnya, warga negara yang tinggal di daerah terluar sangat butuh fasilitas sekolah agama atau madrasah.

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

"Makanya, dengan skenario ini kami undang kementerian terkait seperti Kemendes, Kemenristek Dikti, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan," ujar Lukman kepada wartawan usai seminar di Kemenag jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (5/11).

Menag berharap, dengan terintegrasinya program lintas kementerian menjadikan apa yang dilakukan pemerintah lebih integral, tidak parsial.

KOKAM Tegal

"Jadi, kalau Kemenag membangun madrasah yang bagus, tapi ternyata tidak ada jalan atau akses ke sana, bahkan tidak ada sinyal seluler, atau air bersih, misalnya, ini tentu tidak baik," katanya.

KOKAM Tegal

Ia sangat mendorong wilayah perbatasan memiliki lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Pasalnya, daerah terluar itu menjadi etalase Indonesia. "Di sanalah sebenarnya titik eksistensi kita. Dan ini harus terlihat," tegas Menteri Lukman.

Menurut dia, etalase terluar harus mencerminkan Indonesia. Untuk itu, nilai-nilai keagamaan Tanah Air harus muncul di sana. "Daerah terluar sudah semestinya memiliki unsur-unsur tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Lukman, sinergitas dan koordinasi juga kebersamaan lintas kementerian dan instansi terkait menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Budaya, Warta KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim

Pringsewu, KOKAM Tegal - KH Marzuki Mustamar mengajak umat Islam khususnya warga NU untuk benar-benar mengikuti Rasulullah dalam memilih seorang imam, panutan beragama. Menurutnya, Rasulullah sudah cukup jelas memberikan panduan terkait siapa yang perlu diteladani dalam hal beragama.

Demikian disampaikan Kiai Marzuki pada taushiyah di peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Kamis (19/1).

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim

"Hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi dan menjadi pegangan bagi kita semua dalam kehidupan kita," katanya.

Menurut Penulis Kitab Al-Muqtatofat Li Ahlil Bidayat ini, yang pertama menjadi dasar dalam memilih imam adalah yang paling fasih dalam bacaan dan pemahaman terhadap Al-Quran. "Jika ada dua orang yang sama-sama fasih dan alim Al-Quran, maka pilihlah yang paling banyak hafal dan mengerti hadits Rasulullah," tambahnya.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Jika keduanya juga sama, kata kiai asal Malang ini, maka hendaklah memilih imam yang berdomisili paling lama di daerah setempat. "Jika semua kriteria tersebut banyak dimiliki oleh para calon imam, maka pilihlah yang umurnya paling tua dan sudah menikah," tambahnya.

Tampak seluruh pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting serta banom NU tersebut dan ratusan warga NU.

Kiai Marzuki mengajak pengurus NU untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunah wal Jamaah. "Mau iman utuh? Ahlussunah wal Jamaah jawabannya," tegasnya.

Aswaja memiliki sanad yang jelas melalui para ulama yang memiliki kapasitas keilmuan tinggi sampai dengan Rasulullah SAW. Aswaja menerima semua hadits yang diriwayatkan semua sahabat tanpa membedakan satu sama lain.

Untuk kesatuan ajaran Aswaja, di Indonesia ada Nahdlatul Ulama yang mewadahi dan menjaga amaliyah-amaliyah Aswaja. "Kenapa harus NU? Karena NU merupakan organisasi resmi, berbadan hukum serta memiliki jaringan nasional yang menjadi tempat kuat untuk terus meneruskan ajaran Aswaja," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, IMNU KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Brebes, KOKAM Tegal - Banjir besar akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali, Sungai Cisanggarung, dan Sungai Babakan yang melanda Kabupaten Brebes, Jawa Tengah pada Kamis (16/2) telah merendam belasan desa di 4 Kecamatan.

Relawan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) turut serta menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir berupa 150 paket cleaning kits yang berisi wiper, keset lantai, sabun colek, dan ember plastik.

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

LPBINU Bantu Warga Terdampak Banjir di Brebes

Menurut Tim Tanggap Darurat PP LPBINU, Asbit Panatagara, pemberian bantuan ini didasarkan pada tinjauan kebutuhan yang dilakukan oleh Tim Tanggap Darurat LPBINU selama di lokasi bencana. Bantuan disalurkan di Desa Limbangan Kulon, Wangandalem, Pemaron Kecamatan Brebes, Selasa (21).

Menurut pantauannya, hingga hari ini, korban banjir yang melanda Brebes dalam beberapa hari ini mulai surut dengan debit air di sungai Pemali yang mulai turun.

KOKAM Tegal

“Sebagian warga yang mengungsi di Gelanggang Olahraga Brebes sudah mulai pulang ke rumah masing-masing. Warga mulai membersihkan rumah. Mereka menjemur perabotan yang basah karena terendam air. Tumpukan lumpur sisa banjir masih berserakan di jalan-jalan kampong” jelas Asbit.

KOKAM Tegal

Ketua PP LPBINU Muhamad Ali Yusuf mengajak semua pihak terutama pemerintah dan masyarakat di Brebes, khususnya di daerah terdampak banjir untuk melakukan kajian risiko bencana agar didapatkan gambaran menyeluruh dan terukur tentang ancaman, dampak, risiko, dan juga kapasitas yang dimiliki oleh para pihak di daerah tersebut.

Hasil kajian risiko bencana itu nantinya dapat dijadikan acuan semua pihak dalam melakukan upaya pengurangan risiko bencana dan mengintegrasikannya dalam perencanaan pembangunan di daerah tersebut.

Dengan begitu, Ali Yusuf berharap ke depan rencana dan tindakan konkret untuk penanggulangan bencana banjir dapat segera dirumuskan agar kejadian yang sangat merugikan itu tidak terulang lagi di masa mendatang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Warta KOKAM Tegal

Kamis, 23 November 2017

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA

Jakarta, KOKAM Tegal. Dalam rangka membantu siswa SMA, MA, SMK, atau yang sederajat mematangkan persiapan menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2014 ini, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menggelar “Try Out SBMPTN, Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri”, Ahad (26/1).

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA

Kegiatan yang dipusatkan di di SMA Cahaya Fadilah, Pondok Pesantren Nurul Qur’an Jakarta ini diikuti para pelajar SMA, SMK, MA, atau yang sederajat dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Cengkareng dan sekitarnya. Dalam rangkaian uji coba (try out) seleksi ini juga diadakan seminar bertema “Sosialisasi Umum & Motivasi Menghadapi SBMPTN”.

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Cengkareng Dea Khairul Rosyid mengatakan, kegiatan uji coba dan seminar ini dimaksudkan untuk sosialisasi dan motivasi bagi para siswa/i sebagai calon-calon mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami bagaimana langkah-langkah mengikuti seleksi masuk PTN.

KOKAM Tegal

Dia berharap pelajar di Kecamatan Cengkareng dapat merasakan bagnku kuliah semua, meskipun tidak mesti di perguruan tinggi negeri favorit. “Apalagi di era global ini, kita harus memiliki kualifikasi pendidikan dan kemampuan yang tinggi,” papar Dea melalui surat elektronik.

KOKAM Tegal

Nahraji Zen, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Jakarta Barat mengatakan, ke depan uji coba SBMPTN ini akan dilaksanakan sebanyak 8 kali di 8 kecamatan yang ada di Kota Jakarta. Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN 2014 rencananya akan berkerja sama dengan Forum Alumni PMII UI.

“Karena IPNU serta IPPNU sebagai organisasi pelajar memang semestinya harus mendorong para kadernya yang masih bersekolah untuk bisa melanjutkan kuliah, itulah fungsi keberadaan IPNU dan IPPNU,” tuturnya.

Alfanny S.S, sebagai pembicara dalam seminar, menjelaskan bahwa untuk kuliah calon mahasiswa tidak perlu takut pada persoalan biaya asalkan keseriusan dan kepandaian dimilikinya. Beasiswa kini datang dari banyak jalur, mulai pemerintah, swasta, kampus, atau instansi lainnya.

“Forluni atau Forum Alumni PMII UI juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baru UI dalam program Student Center NU Makara dan akan tetap melaksanakan Sanlat Sukses Masuk PTN 2014, yang untuk wilayah Jakarta Barat akan bekerja sama dengan PC IPNU Jakarta Barat,” jelasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, IMNU KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock