Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan

Jakarta, KOKAM Tegal
Rapat konsultasi untuk mendengarkan pendapat berbagai fraksi yang dihadiri Pimpinan Dewan, Pimpinan Fraksi, dan Pimpinan Komisi tidak menghasilkan keputusan apapun berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Nasional.

Kemungkinan besar rancangan UU yang akan disahkan siang ini (10/06) akan dilakukan secara voting. Namun demikian fraksi PDIP mengancam melakukan walk out jika hal itu dilakukan.

Dalam lobi antar fraksi yang dilakukan disela-sela acara tersebut PDIP menginginkan agar pasal 3 dan 4 yang berbunya "Pendidikan nasional berfungsi mencerdaskan bangsa … diganti dengan bertujuan mencerdaskan bangsa….

Sedangkan pasal 4 yang berbunyi "Pendidikan nasional bertujuan … menjadi manusia yang beriman dan bertakwa …diganti dengan berfungsi menjadi manusia yang beriman dan bertakwa….

Jadi kata-kata fungsi dalam pasal tiga dipindahkan ke pasal empat dan sebaliknya. Namun demikian semua fraksi menolak kecuali FKKI.

Ketua Komisi VI yang membidani masalah pendidikanTaufikurrahman Saleh mengatakan bahwa rapat konsultasi ingin mempertemukan pendapat fraksi-fraksi Dewan yang masih beda soal RUU Sisdiknas, agar keputusan yang akan diambil besok tidak dilakukan secara voting.

Namun demikian jika PDIP menginginkan walk out Taufikurrahman mengatakan bahwa hal ini merupakan hak masing-masing fraksi, “Toh, voting merupakan salah satu mekanisme pengambilan keputusan yang sah," ungkapnya.

Taufikurrahman Saleh berpendapat bahwa adanya pro kontra ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menaruh perhatian terhadap masalah pendidikan oleh karena itu semua pihak diharapkan saling melakukan kompromi untuk mengakomodir kepentingan dan aspirasi masyarakat.

Mayoritas jangan Main Paksa

Sementara itu Rohaniwan dan pengajar STF Driyarkara Romo Mudji Sutrisno meminta DPR menunda pengesahan RUU Sisdiknas yang dijadwalkan pada Selasa (10/6) hingga pro-kontra terhadap RUU tersebut mereda.

"Sebaiknya DPR menunda pengesahan RUU Sisdiknas sampai ada frase cooling down," kata Romo Mudji, sapaan akrab Mudji Sutrisno di sela-sela peluncuran buku bertajuk "Marx tentang Agama" di Wisma ANTARA, Jakarta, Senin.

Setelah situasinya mereda, kata dia, maka dilakukan pembicaraan bersama antar-kelompok yang menolak dengan yang mendukung tanpa harus mengedepankan persoalan kalah-menang karena yang dibicarakan adalah agenda yang sangat penting bagi bangsa.

Romo Mudji menilai, pembahasan RUU Sisdiknas saat ini lebih mengesankan adanya pertarungan politik ideologi dibanding dengan keinginan menciptakan suatu sistem pendidikan yang betul-betul baik dan mencerdaskan. Karena itu, kata dia, jika RUU Sisdiknas dipaksakan untuk disahkan pada 10 Juni, maka yang akan "berbicara" adalah kekuasaan dan politisasi massa, bukan kepentingan untuk menciptakan sistem pendidikan yang baik.

"Seharusnya yang mayoritas tidak perlu main kuasa, sementara yang minoritas juga tidak perlu mengaitkan masalah ini dengan hak asasi manusia," kata Romo Mudji yang menyatakan tidak setuju dengan terjadinya pengerahan massa, baik oleh yang mendukung maupun menolak RUU Sisidiknas, karena dinilainya kekanak-kanakan (mi/dt/ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Hadits KOKAM Tegal

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan

Kamis, 08 Februari 2018

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Brebes, KOKAM Tegal. Pemerintah Kabupaten Brebes menggelontorkan dana bantuan untuk guru ngaji sebesar Rp 4 Milyar. Bantuan tersebut diberikan sebagai tanda terima kasih kepada para guru ngaji yang telah mengabdi selama 1 tahun.  Pemkab memandang guru ngaji telah berjasa membangun rohani sehingga melahirkan generasi qurani.

Bantuan secara simbolis diberikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Narjo pada saat pembinaan guru ngaji di Aula Kantor Kecamatan Brebes, Rabu (8/10).

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Bupati beralasan, menjadi guru mengaji di masjid dan mushola yang kerap dilakoni para ustadz dan kiai NU didasari atas niat ikhlas, tanpa berharap imbalan atau lillahi taala. Namun atas keikhlasan tersebut justru menjadi perhatian Pemkab Brebes sehingga digulirkanlah dana stimulan bagi guru ngaji.

KOKAM Tegal

Dalam kata sambutannya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya mencurahkan ilmu kepada umat Islam yang belajar membaca Al Quran. Dengan telaten para guru ngaji setiap hari mentransfer ilmunya di masjid, mushola maupun rumah masing-masing. “Bantuan yang tidak seberapa ini, mudah-mudahan menambah barokah,” kata Bupati.

Idza menjelaskan, pemberian bantuan sebagai realisasi dari program enam pilar pemerintah kabupaten Brebes. Sekaligus sebagai penghargaan kepada para ngaji sebagai bukti penyeimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani.

KOKAM Tegal

Bantuan diberikan kepada 8000 guru ngaji se-Kabupaten Brebes. Kalau tahun lalu hanya 5000 orang, tahun 2014 bertambah menjadi  8000 orang. “Ini berarti ada penambahan 3000 orang atau Rp 1,5 Milyar,” paparnya.

Tiap orang, lanjutnya, mendapatkan bantuan Rp 500 ribu per tahun. Para guru yang mendapatkan stimulan berdasarkan usulan dari lebe (kaur kesra) di masing-masing desa atas persetujuan kepala desa. Mekanismenya, yang bersangkutan, dipilih secara selektif. Selanjutnya diserahkan kepada Kecamatan masing-masing untuk diusulkan kepada Bupati. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Ubudiyah, Quote KOKAM Tegal

Ribuan Nahdliyin Hadiri Pelantikan Dalang Banser Jadi Bupati

Tegal, KOKAM Tegal . Ribuan warga NU rela berdesakan menghadiri? Pelantikan pasangan Bupati-Wakil Bupati Tegal, Jawa Tengah, Enthus Susmono dan Umi Azizah, Rabu (8/1) di Pendopo Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Meskipun, kebanyakan dari mereka tidak masuk dalam arena pelantikan, melainkan di halaman dan di alun-alun Slawi.

Ribuan Nahdliyin Hadiri Pelantikan Dalang Banser Jadi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Nahdliyin Hadiri Pelantikan Dalang Banser Jadi Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Nahdliyin Hadiri Pelantikan Dalang Banser Jadi Bupati

Jajaran Satkorcab Banser juga ikut mengamankan jalannya prosesi pengukuhan ketua mereka itu resmi sebagai bupati. Selain sebagai Ketua Banser Tegal, Enthus juga merupakan seorang dalang.

Para kiai dan habaib juga tampak menyaksikan pengambil sumpah jabatan yang dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

KOKAM Tegal

Salah satu warga Kecamatan Dukuhwaru, Tegal, Tarmudi, yang datang bersama rombongan mengaku merasa bangga dan bersyukur syukur atas terpilihnya warga NU sebagai bupati dan wakil bupati Tegal.

“Saya datang bersama rombongan untuk bersama-sama menyaksiakan bupati yang telah kita pilih bersama-sama. Jadi momen ini tidak akan kami sia-siakan karena merasa kami yang menjadikan bupati,” katanya

KOKAM Tegal

Sementara terlihat dibarisan kursi tamu undangan, Jajaran Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Tegal. Wakil Rais Syuriah KH Mahfudz menegaskan, pasangan Enthus-Umi yang merupakan pasangan representasi warga NU harus dijaga dan dikawal lima hingga tahun mendatang.

“Jadi saya meminta kepada warga NU sukseskan bupati terpilih ini, jangan terpancing dan terkoyak oleh isu (negatif) dan sebagainya,“ jelasnya. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, Tokoh KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

Jakarta, KOKAM Tegal. Ancaman ledakan jumlah penduduk di Indonesia akan menimbulkan banyak dampak negatif yang bahkan sulit untuk diramalkan. Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengusulkan untuk melakukan kembali sentralisasi urusan kependudukan.

“Diberbagai daerah, urusan kependudukan dan KB biasanya digabung dengan dinas lainnya dan pemda biasanya hanya mengucurkan dana yang kecil karena dianggap membebani APBD. Ini terjadi karena mereka kurang memahami aspek kependudukan yang dianggapnya hanya masalah administrasi,” tandasnya kepada KOKAM Tegal.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyadari potensi ledakan penduduk saat ia masih menjadi menteri. Namun upaya konsolidasi dan koordinasi dengan fihak terkait lainnya belum selesai ketika ia turun dari jabatannya.

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

“Nantinya beban pemerintah semakin berat karena harus menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan sampai dengan lapangan kerja,” imbuhnya.

Jika hal tersebut diatas tidak dapat diatasi, akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa seperti kriminalitas dan bahkan bisa menimbulkan bencana politik.

KOKAM Tegal

Hal-hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah berkaitan dengan kependudukan menurutnya adalah masalah mobilitas, kualitas dan kuantitas. “Saat ini konsentrasi penduduk di pulau Jawa dan tingginya tingkat urbanisasi, khususnya di Jakarta,” paparnya.

Sementara itu berkaitan dengan kualitas penduduk, Indonesia saat berada dalam peringkat 108 dalam Human Development Index, jauh dibawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand.

Berdasarkan data BPS, secara kuantitas, saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 220 juta dengan jumlah kelahiran bayi sekitar 4 juta per tahun. “Meskipun ada otonomi daerah, tapi untuk urusan kependudukan, perlu ada pengecualian khusus karena beban pemerintah sudah berat,” tegasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Doa KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Gus (ti)Dur

Setelah mendapat gelar Kanjeng Pangeran Aryo dari Keraton Surakarta, Gus Dur berbincang dengan Sinuhun Paku Buwono XII.

“Tapi nanti saya tidak mau dipanggil dengan panggilan Gusti seperti orang keraton itu, lho,” kata Gus Dur.

“Lha kok bisa, Gus? Apa takut dianggap syirik?” tanya Sinuhun. (Gusti dalam bahasa Jawa dapat bermakna raja,-red)

“Bukan apa-apa. Cuma nggak enak aja kalau ditambahi tambahan Gusti. Nanti, malah bisa keliru panggilannya jadi Gus Tidur,” jawab Gus Dur. (Ajie Najmuddin)

Gus (ti)Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus (ti)Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus (ti)Dur

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tokoh KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Hentakan Tari Zapin di Solo

Solo, KOKAM Tegal. Pada malam kedua peringatan haul Habib Ali Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, para peziarah dapat melihat sebuah tontonan yang menarik, yakni Tari Zapin.



Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentakan Tari Zapin di Solo

Tari tersebut dimainkan oleh satu orang atau lebih, dengan berjinjit-jinjit mereka menari bergerak ke belakang, kemudian berputar lalu bergerak kembali ke depan.

“Setiap acara haul di Solo, penampilan tari Zapin ini salah satu yang saya nantikan,” ujar Muhammad, pengunjung asal Pekalongan, , Ahad (3/3) kemarin.

KOKAM Tegal

Zapin sendiri berasal dari bahasa arab yaitu "zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut hentak pukulan. Zapin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu Zapin yang didendangkan.

KOKAM Tegal

Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marawis. Sebelum tahun 1960, Tari Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan.

Di Nusantara, Tari Zapin ini sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Tarian ini juga ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kep. Riau, Pesisir Kalimantan dan Brunei.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Oleh Suwendi?



Di antara tokoh kependidikan abad pertengahan adalah Ibn Jamâ’ah (639-733 H./1241-1333 M.). Tokoh ini di samping dikenal sebagai ahli hukum, lantaran dia menjabat sebagai hakim di beberapa lembaga pengadilan sehingga mendapat sebutan Qâdhyat al-Qudhât, juga dikenal sebagai tokoh kependidikan. Ketokohannya di bidang pendidikan ditandai oleh aktivitas mengajar di berbagai lembaga kependidikan, di samping ia memiliki konsep kependidikan yang tertuang dalam masterpiece-nya Tadzkirat ? al-Sâmi’ ? wa ? al-Mutakallim ? fî ? Adab ? al-‘Âlim ? wa ? al-Muta’allim. Dalam karya itu, terdapat ulasan panjang lebar mengenai keutamaan ilmu, ulama dan pencari ilmu (thâlib al-‘ilm). Di samping itu, juga diterangkan sejumlah etika, yakni etika bagi pendidik, peserta didik, etika dalam menggunakan buku dan etika yang berkaitan dengan tempat tinggal selama proses belajar mengajar.?

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Namun sayangnya, kajian yang pembahasannya diarahkan pada tokoh dan karya ini masih terlihat minim. Beirkut ini merupakan elaborasi sederhana yang diharapkan dapat menghantarkan pengenalan terhadap sosok Ibn Jamâ’ah dan karya kependidikannya.

Riwayat Hidup

Nama lengkap Ibn Jamâ’ah adalah Badr al-Dîn Muhammad ibn Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah ibn Hâzim ibn Shakhr ibn ‘Abd Allâh al-Kinâny. Ia lahir di Hamâh, Mesir, pada malam Sabtu tanggal 4 Rabi’ al-Akhir 639 H./1241 M. Ia wafat pada pertengahan malam akhir hari Senin tanggal 21 Jumaday al-Ulâ tahun 733 H./1333 M. dan dimakamkan di Qirâfah, Mesir. Dengan demikian, Ibn Jamâ’ah genap berusia 64 tahun 1 bulan 1 hari. Dengan melihat kurun waktu masa hidupnya, Ibn Jamâ’ah hidup setelah al-Ghazâli (450 H./1058 M.-505 H./1111 M.), Ibn Rusyd (1126-1198 M.), dan al-Zarnûji (wafat sekitar 615 H./1222 M.), dan hampir bersamaan dengan Ibn Bathûthah (1304-1377 M.), dan Ibn Khaldûn (732 H./1332 M.-808 H.).

KOKAM Tegal

Dalam keluarganya, Ibn Jamâ’ah memiliki empat orang saudara, dan Ibn Jamâ’ah sendiri merupakan anak yang paling kecil (bungsu). Dari silsilah keluarga ini telah melahirkan sejumlah inetelektual muslim pada masanya. `Abd al-Jawwâd Khalaf mencatat bahwa setidaknya ada empat puluh sarjana terkenal yang lahir dari keluarga Jamâ’ah sepanjang masa Ayubiyah dan Mamluk.

Pengalaman pendidikan Ibn Jamâ’ah diperoleh untuk pertama kalinya dari lingkungan keluarganya, yang telah memiliki tradisi intelektual yang mapan. Ayahnya sendiri, Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah (596-675 H.), adalah seorang ulama besar dan ahli fiqh sekaligus sufi. Dengan ayahnya inilah Ibn Jamâ’ah banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Setelah itu, Ibn Jamâ’ah juga dibesarkan di berbagai daerah dalam rangka pengembaraan ilmu pengetahuan dan bertemu dengan beberapa ulama besar. Pengetahuan hadits, fiqh, dan bahasa diperoleh di Damaskus dengan menemui Ibn `Abd al-Dâim (wafat 668/1270), al-Mu’în al-Dimasyqi (wafat 670/1272), Ibn Mâlik (wafat 672/1274), al-Kamâl ibn `Abd (wafat 672/1274), Ibn Abî al-Yasar (wafat 672/1274), Ibn `Atha al-Hanafî (wafat. 673/1275), Ibn `Allân (wafat 680/1281), dan Ibn Abî `Umar (682/1283).?

Ibn Jamâ’ah juga memperoleh kesempatan berguru kepada sejumlah tokoh di Kairo, Mesir, yakni kepada Taqy al-Dîn ibn Razîn (wafat 680/1281), dan Jamâl al-Dîn ibn Mâlik guna mempelajari ‘Ilm Nahw. Al-Rasyîd al-‘Athâr (wafat 662/1264), Ibn Abî Umar, al-Tâj al-Qasthalâny (wafat 665/1267), al-Majd ibn Daqîq al-‘Id (wafat 667/1269), Ibn Abî Musalamah, Makky ibn ‘Ilân, Ismâ’il al-‘Irâqy, al-Mushaffâ, al-Baraza’iy, Syarf al-Dîn al-Subkî (wafat 669/1271), dan lain-lain. ?

Berkat pengembaraannya itu, Ibn Jamâ’ah sangat profesional dalam banyak bidang sehingga ia menjadi pendidik, orator, hakim, penyair, fâqih, mufassir, muhaddits dan lain-lain. Sebagai pendidik, ia pernah mengajar di Damaskus seperti di Qimyariyah, lembaga akademik Ibn Thûlûn, salah satu institusi pendidikan yang lebih menekuni pada konsep-konsep Syâfi’iyyah, dalam masa yang cukup panjang. Dari beberapa keterangan yang didapat, Ibn Jamâ’ah tampaknya menguasai aspek-aspek pendidikan. Seperti kesan yang dilontarkan Ibn Hajar ? “ia ? penuh ? kasih ? sayang, berakhlak baik, pandai ceramah… mengajar dengan baik dengan tanpa kekerasan”.

KOKAM Tegal

Sebagai orator, Ibn Jamâ’ah sering ceramah di Masjid al-Aqsha dan lembaga pendidikan al-Amwa, Damaskus, juga di al-Azhar, Mesir, dalam interval masa yang cukup lama. Seringnya ceramah di Damaskus dan Mesir ini berbarengan dengan kesibukannya sebagai hakim (Qâdhy al-Qudhâh). Karir dalam bidang hukum ini terlihat pada tahun 687 H. ketika ia menjabat sebagai hakim di Damaskus, dan ? tahun 690 H. beliau pindah ke daerah Mesir. Pada masa itulah Ibn Jamâ’ah sering bergabung dan bertukar fikiran dengan beberapa syaikh yang lain.?

Sungguhpun demikian, karir Ibn Jamâ’ah dalam bidang hakim ini tampaknya diuntungkan oleh situasi politik. Ketika terjadi pertentangan antar hakim al-Syâfi’iyah di Mesir, yakni antara Taqy al-Dîn Abd al-Rahmân ibn bint al-A’uzz dengan al-Wazîr ibn al-Sal’ûs, mengenai kandidat yang dapat diajukan untuk menduduki posisi penguasa hukum (qâdhy). Ibn Sal’ûs merekomendasikan kepada penguasa Mesir, ketika itu Khalîl ibn Qalâwun, bahwa yang berhak menduduki posisi itu adalah Ibn Jamâ’ah. ? Rekomendasi ? itu ? kemudian diterima oleh penguasa dan ditetapkanlah Ibn Jamâ’ah yang dipilih.

Pada permulaan tahun 693 H. penguasa Mesir terbunuh, lalu Ibn Jamâ’ah pindah ke Syâm hingga bertemu dengan Ibn bint al-A’uzz dan Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id. Tahun 702 H. Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id wafat dan Ibn Jamâ’ah pindah lagi ke Mesir hingga awal tahun 710-an H. Akhirnya, Ibn Jamâ’ah tetap menjadi qâdhy dan berakhir hingga tahun 727 H. oleh karena kondisi kesehatannya kurang normal.

Selain ahli dalam beberapa disiplin di atas, Ibn Jamâ’ah juga dapat dipandang sebagai ahli sastra pada zamannya. Ia ingat betul pada nazham-azham sya’irnya, sehingga Imam al-Asnawi menyatakan bahwa Ibn Jamâ’ah piawai dalam menyusun sya’ir-sya’ir yang baik. Kesan demikian pun tampaknya diakui juga oleh Ibn Hajar.

Sungguhpun Ibn Jamâ’ah ahli dalam banyak hal, namun hidup kesehariannya tampak sederhana baik dalam hal makanan, pakaian, kendaraan, maupun tempat tinggalnya. Ia sangat menjaga diri dari perbuat maksiat (warâ’), konsisten dalam beribadah kepada Allah (murâqabah), mengasihi orang fakir-miskin, menyukai tasawuf, toleran, senantiasa terbuka dan menyukai ilmu pengetahuan. Bagi Ibn Jamâ’ah, ilmu pengetahuan harus lebih diutamakan daripada melakukan ibadah sunnah yang bersifat jasmani, seperti shalat, puasa, membaca tasbih, dan lain-lain. Menurutnya, ilmu pengetahuan mampu memberikan efek positif kepada yang bersangkutan, di samping juga kepada orang lain secara keseluruhan. Ibadah hanya memberikan implikasi spesifik, yakni hanya kepada yang melakukan ibadah itu saja, sementara orang lain tidak.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah

Ibn Jamâ’ah sesungguhnya tokoh yang telah memiliki reputasi dalam berbagai bidang. Hal ini diakui oleh Ibn Hajar bahwa Ibn Jamâ’ah adalah shâhib ma’ârif, yadlrib fî kulli fann bisuhmin” [ahli pengetahuan dalam berbagai bidang dan dialektikanya]”. Al-Suyûthi sendiri mengomentarinya sebagai orang yang memiliki karya dalam berbagai bidang.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah pada garis besarnya terbagi ke dalam sebelas disiplin ilmu pengetahuan. Berikut daftar karya-karya Ibn Jamâ’ah yang dikelompokkan secara tematis yang didasarkan atas judul-judulnya.?

Pertama, disiplin ’Ulûm al-Qurân terdiri atas (1) Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, (2) al-Tibyân li Mubhimât al-Qur’ân, (3) al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, (4) Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, dan (5) al-Muqtadh fî Fawâid Takrîr al-Qashâsh.

Kedua, disiplin ‘Ulûm al-Hadîts terdiri atas (6) al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy yang merupakan ringkasan dari kitab ‘Ilm al-Hadits yang ditulis Ibn al-Shalâh. Dalam kitab ini, Ibn Jamâ’ah menambahkan beberapa catatan dan mengurutkan beberapa pembahasan. Kitab ini selesai ditulis pada bulan Sya’ban tahun 687 H. di Damaskus. (7) al-Fawâid al-Ghazîrat al-Mustanbithat min Ahâdits Barîrah, (8) al-Mukhtashar fî ‘Ulûm al-Hadîts, (9) Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, (10) Mukhtashar Aftsâ al-Amal wa al-Syawq fî ‘Ulûm al-Hadîts al-Rasûl li Ibn al-Shalâh, (11) Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan.

Ketiga, disiplin Kalam terdiri atas (12) al-Radd ‘alâ al-Musyabbahah fî Qaulih Ta’âlâ “al-Rahmân ‘alâ al-‘Arsy Istawâ”, (13) al-Tanzih fî Ibthâl Hujaj al-Tasybîh, (14) Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil.

Keempat, disiplin Fiqh terdiri atas (15) al-‘Umdat fî al-Ahkâm, (16) al-Thâ’at fî Fadlîlat Shalât al-Jamâ’ah, (17) Kasyf al-Ghimmat fî Ahkâm Ahl al-Dzimah, (18) al-Masâlik fi ‘Ilm al-Manâsik, dan (19) Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah.

Kelima, disiplin politik terdiri atas (20) Hujjat al-Sulûk fî Muhâdât al-Mulûk, (21) Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm.

Keenam, disiplin sejarah terdiri atas (22) al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, dan (23) Nûr al-Rawd.

Ketujuh, disiplin Nahu terdiri atas (24) Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, dan (25) al-Diyâ al-Kâmil wa Syarh al-Syâmil.

Kedelapan, disiplin Sastra terdiri atas (26) Lisân al-Adab, (27) Dîwân al-Khithab, (28) Arjûzat fî al-Khulafâ, ? dan (29) Arjuzât fî Qudhât al-Syâm.

Kesembilan, disiplin Perang terdiri atas (30) Tajnîd al-Ajnâd wa Jihât al-Jihâd, (31) ? Mustanid al-Ajnâd fî Âlât al-Jihâd, dan (32) Awtsaq al-Asbab.

Kesepuluh, disiplin astrologi terdiri (33) Usthurulâb. Kitab ini diajarkan oleh Ibn Jamâ’ah kepada para pelajarnya di Damaskus.

Kesebelas, disiplin pendidikan terdiri atas (34) Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Klasifikasi disiplin di atas sesungguhnya didasarkan atas indikasi judul-judul karya Ibn Jamâ’ah. Secara umum, judul-judul tersebut relatif jelas memberi petunjuk tentang tema bahasannya. Jika klasifikasi tematis tersebut cenderung tepat maka tidaklah salah jika ada kesimpulan bahwa Ibn Jamâ’ah merupakan seorang ilmuwan ensiklopedis. Buah karya sejumlah 34 dalam 11 disiplin pengetahuan yang berbeda mendeskripsikan produktivitas penulisnya.

Sungguhpun ? demikian, beberapa karya ? tersebut sangat sulit ditemukan. Penelitian `Abd al-Jawwâd Khalaf memberi informasi bahwa paling tidak ada 16 judul yang manusikripsinya masih tersimpan di berbagai koleksi di negara Timur Tengah dan Barat. Judul-judul tersebut adalah Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan, Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah, Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil, Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm, al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, Nûr al-Rawd, Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, Arjûzat fî al-Khulafâ, Arjuzât fî Qudhât al-Syâm, Usthurulâb, dan Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Karya-karya lainnya kemungkinan telah hilang atau belum teridentifikasi dalam koleksi-koleksi manuskrip Arab. Tampaknya perhatian studi terhadap karya-karya Ibn Jamâ’ah kurang menunjukkan semangat yang besar, terbukti dengan masih minimnya studi dan upaya-upaya melakukan edisi dan penerbitan. Sejauh informasi yang terkumpul menunjukkan ada lima judul yang telah diedit dan dicetak, yakni Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim, Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, dan Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan. Hal ini pada sisi tertentu cukup menantang bagi para intelektual untuk mengkaji terhadap khazanah tersebut sehingga dapat diketahui kontribusi Ibn Jamâ’ah bagi pertumbuhan peradaban Islam dari dulu hingga kini.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon bekerja pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Habib, Tokoh KOKAM Tegal

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Menjawab tentang polemik sertifikasi halal untuk produk-produk pangan, ijinkan saya mengambil posisi sebagai Ketua PBNU karena urusannya keummatan, amat besar, bukan sebagai Ketua Badan Halal NU, meski itu juga saya rangkap. Why? Tentu karena sebagai Ketua BHNU pembagasan menjadi amat operasional.

Pertama sekali, kita harus melihat perspektifnya.

Pertama, ini urusan pelayanan publik untuk jutaan usaha.

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Kedua, negara ini sudah sangat demokratis, desentralistis, dan partisipatif.

Ketiga, karena keterbatasan pelayanan, maka sampai hari ini urusan sertifikasi masih voluntary belum obligatory, belum menjadi sebuah kewajiban.

Keempat, pelayanan publik seperti ini harus inclusive, bukan hanya pelayanan bagi yang memmbayar. Jaminan pangan halal ini adalah pelayanan utama negara bagi masyarakat spiritual.

KOKAM Tegal

Kelima, sertifikasi ini harus protecting: both consumers and producers, melindungi konsumen untuk bisa menemukan barang halal, dan business security untuk tetap hidup usahanya.

Keenam, bagi producers, bahkan, tidak sekedar protecting, tetapi juga promoting. Bahwa sertifikasi bs memberikan nilai tambah bagi usaha dan bernuansa promotif.

Ketujuh promoting ini bukanlah negatif pendekatannya, bukan negative promotion atau black campaign pendekatannya, sehingga butuh sertifikasi. Tetapi positif: sangat positif, sebagai business need bagi perusahaan demi business security dan pengembanganya.

KOKAM Tegal

Berbasis tujuh nilai dasar yang kami fahami, maka PBNU memutuskan:

1. Pelayanan publik hrs partisipatif, bisa dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang memenuhi kriteria tertantu.

2. Tata Politik negara sudah berubah. Bukan lagi masanya untuk monopoli apapun, termasuk urusan sertifikasi.

3. Sebagai unit PSO, public service obligation, tentu lembaga sertifikasi harus inclusive, menyentuh siapa saja termasuk warteg, combro, dan sejenisnya.

4. Negara? Fungsinya hanya tiga: regulasi-pengawasan-pengadaan public good. Kalau urusannya bisa dihandle oleh publik atas nama partisipasi (seperti pendidikan pesantren, sekolah swasta dll), tugas negara hanya regulasi dan pengawasan.

5. Pendekatan sertifikasi bagi business unit adalah insentif bisnis. Thats all. Bukan teror dan bukan pula pemberitaan yang terrorizing, shg terpaksa sertifikasi. Insentif ini yang hrs kita bangun bukan mengancam-ancam dan sebagainya.

6. PBNU, mengingat puluhan juta warga nahdliyin, meyakini bahwa pelayanan NU untuk protecting kehalalan bagi Nahdliyin itu penting.

7. Untuk bisa komunikasi dengan konsumen yang mayoritasnya Nahdliyin, maka business units apapun bentuknya, terutama yg besar, pasti butuh komunikasi intensif melalui pangan halal untuk kelanggengan usahanya. WHY? Karena NU punya anggota, puluhan juga nahdliyin, puluhan ribu pesantren, dan ribuan sekolah. Jamaahnya riel, dan janji proteksi bisnisnya pasti riel.

Kalau semuanya riel seperti yang dimiliki PBNU, maka voluntarynya sertifikasi akan dipandang sebagai keharusan supaya restonya tidak mati dan tidak laku.

Sepanjang itu voluntary, maka jaminan realitas bisnis itulah yang satu satunya rangsangan sertifikasi berdasarkan rasionalitas usaha.

Pada sisi lain, pendekatan PBNU adalah pendidikan Publik, wong punya anggota, punya pesantren, punya madrasah, puluhan juta warganya. Melalui pendidilan publik, insya Allah public control akan jalan partisipatif. Tidak halal yang tidak ada konsumennya, wong konsumennya Nahdliyyin.

Itulah pendekatan simpatik PBNU untuk urusan pelayanan publik, sama sekali bukan monopolistik, dan apalagi terrorizing dan/atau nyebar fitnah bisnis. Itulah jalan menuju fastabiqul khairaat: positif-positif dan positif.

Karena itu, PBNU mengajak semuanya untuk meningkatkan pelayanan publik secara partisipatif untuk urusan spiritual yang sangat penting ini: kehalalan pangan.

PBNU melihat ini adalah tugas pelayanan umat, dan sama sekali bukan kesempatan ekonomi, atau proyek sertifikasi, atau kepentingan jangka pendek apapun. Ini khidmat PBNU kepada jamaahnya: puluhan juta nahdliyyin.

?

Prof. Dr. KH Maksum Mahfudz

Ketua PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Hadits, Halaqoh KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas

Jakarta, KOKAM Tegal. Konsentrasi pendidikan pesantren yang banyak tercurah pada disiplin keislaman tak lantas membuatnya selalu tertinggal. Buktinya, selain serius mengkaji kitab-kitab klasik, pensantren sekarang mampu bersikap terbuka dengan pengetahuan umum dan teknologi modern.

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren mampu Akrab dengan Modernitas

“Pesantren telah menunjukkan banyak perkembangan dan mampu beradaptasi dengan perubahan dunia modern,” ungkap Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Amin Haedari, Kamis (3/5). 

Menurut Amin, melalui gejala ini pandangan sebagian orang tentang pesantren menjadi perlu diluruskan. Termasuk dalam hal ini, pemetaan corak pesantren kepada dua jenis, yakni pesantren modern (ashriyah) dan pesantren salaf (salafiyah).

KOKAM Tegal

Sesungguhnya, tambahnya, klasifikasi yang relevan adalah klasifikasi antara pesantren yang mendirikan sekolah formal dan pesantren yang tidak mendirikan sekolah formal. Sebab fakta yang terjadi adalah demikian, meskipun tanpa mengurangi etos penguasaan terhadap unsur-unsur modern. 

“Pesantren salafiyah di Kediri, misalnya, tidak membuka sekolah formal, tetapi mampu terbuka terhadap pengetahuan umum. Keterbukaan terhadap IT (Information Technology) juga luar biasa,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Dari kurang lebih 14.000 pesantren di Indonesia, sebagian besar lulusannya bisa bersaing dengan lembaga-lembag pendidikan lain. Kendati diakui, untuk meningkatkan itu semua dibutuhkan perjuangan yang cukup berat.

“Pesantren ini kan sudah lama sekali termarjinalkan, sementara sekolah-sekolah umum sudah lama dimanjakan. Tapi dengan kerja keras, insyaallah, kita bisa mengatasi ini semua,” tandasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

Cirebon, KOKAM Tegal. Bahtsul masail, salah satu rangkaian menyambut Peringatan Haul Al-Marhumin Sesepuh dan Warga Buntet Pesantren Cirebon diawali doa bersama untuk almarhum Buya KH Ja’far Aqil Siroj, pengasuh Pesantren Kempek Cirebon yang wafat hari Selasa (1/4). Doa bersama berlangsung khidmat di Masjid Agung Pondok Buntet Pesantren Cirebon, Kamis (3/4) malam.

Sebelum membuka acara, KH Amirudin Abkari yang didaulat untuk memberikan sambutan atas nama dewan sesepuh Buntet Pesantren mengatakan, Buya Ja’far merupakan sosok yang banyak berjasa bagi masyarakat pesantren dan warga Cirebon secara umum.

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Bahtsul Masail Buntet Pesantren Doakan Buya Ja’far

“Selain sebagai salah tokoh pesantren di Cirebon, almarhum merupakan orang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap warga Cirebon secara keseluruhan. Beliau juga memaksimalkan peran selama hidup sebagai Ketua MUI Kabupaten Cirebon secara tulus,” ungkap Kiai Amir.

KOKAM Tegal

Kiai Amir juga menyebutkan bahwa Buya Ja’far merupakan sosok yang dengan penuh semangat mendorong kemajuan pesantren. Hal ini, menurut Kiai Amir, yang membuat Buya Ja’far akan selalu dikenang banyak orang.

KOKAM Tegal

“Mari kita mengirimkan Fatihah secara khusus untuk Buya KH Ja’far Aqil Siroj, sosok yang patut dikenang dan diteladani,” pungkasnya.

Setelah mengirimkan doa dan berbela sungkawa atas meninggalnya Buya Ja’far, ratusan peserta bahtsul masail yang terdiri dari para tokoh sepuh dan kiai muda se-Wilayah III Cirebon ini mulai membahas dan memecahkan masalah kontemporer melalui pandangan fiqih, di antaranya ialah pembahasan soal hukum pemburuan macan Sumatra dan hukum eksploitasi Gunung Ciremai oleh pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang mengundang kontroversi belakangan ini. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh KOKAM Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Oleh: Ngabdulloh Akrom

Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur.

Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me- dan akhiran –i, dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya.

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur datang ia wajib memberi ‘upeti’ berupa satu set kisah pewayangan. Begitu seterusnya hingga mbak Alissa selesai kuliah. Ia diberi tanggungan membelikan kaset kisah pewayangan lengkap yang dibawakan berbagai dalang.

KOKAM Tegal

Berbeda dengan pejabat jaman sekarang yang menenteng koper kemana-mana, Gus Dur hanya membawa kaset-kaset wayang beserta tape rekorder. Wajar jika dulu ia sempat ditunjuk sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta. Satu di antara sebabnya jelas karena rasa cintanya terhadap kebudayaan.

***

Malam semakin larut. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan tugas kepada Enthus Susmono untuk segera menjalankan tugasnya sebagai dalang. Kisah punya kisah, konon beberapa hari sebelum Gus Dur wafat, Ki Enthus sempat diminta almarhum mengangkat cerita Kumbokarno Gugur disebuah pagelaran wayang di suatu daerah di Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Itulah kenapa, Ki Enthus memilih lakon cerita Kumbokarno Gugur dalam pagelaran semalam. Memang tidak sedikit orang mengidentik dengan Kumbokarno dengan Gus Dur. Selain keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi, persamaan lainnya adalah keduanya suka tidur. Masih membekas dalam ingatan kita bagaimana Gus Dur memimpin rapat peripurna DPR RI. Saat sidang paripurna usai, Gus Dur masih tertidur. Orang di sebelahnya membangunkan sembari bertanya bagaimana Gus Dur punya pendapat. Dengan ringan Gus Dur mengeluarkan jawaban yang akhirnya membuat para hadirin kebakaran jenggot, “Anggota-anggota DPR saat ini kayak anak TK.” Serta bagaimana Gus Dur membantu "adiknya" (Gus Mus) mengerjakan soal bahasa Prancis, sementara saat Gus Mus belajar, Gus Dur selalu tidur?

Begitu juga dengan tidurnya (tapa brata) Kumbokarno. Meski tak pernah turun gunung menyambangi saudaranya di Alengka, ia tahu apa saja yang terjadi meski dalam kondisi tidur. Ia tahu bagaimana Pamannya meninggal dalam peperangan. Ia tahu bagaimana Rahwana mengadu domba antara Sugriwa dengan Subali.

Ki Entus menceritakan bagaimana dua begawan tersebut tidur. Jika Gus Dur tidur dengan mendengarkan gendhing karawitan. Kumbokarno melakukannya dengan mendengarkan shalawatan. Akan tetapi keduanya tertidur dalam keadaan pasrah terhadap Dzat dimana semua berasal dan berakhir. Eling.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sikap nasionalis Kumbokarno. Ia berperang bukan karena Alengka yang ditawarkan Rahwana, bukan melakukan pembelaan terhadap kedzaliman, serta tidak untuk membalas kematian dua puteranya. Kumbokarno menyambut garis takdir yang harus ia lalui. Maju dan gugur di medan peperangan sebagai kesatria.

Hal lain yang patut dijadikan pelajaran; walaupun Kumbokarno paham betul tindak-tanduk kakaknya yang semena-mena, ia tetap menghormati Dasamuka sebagai saudara tua. Bahkan sebelum berangkat ke gelanggang peperangan, ia tetap memohon restu dengan sungkem kepada kakaknya.

***

Dari sejak dibuat, kisah pewayangan memang selalu begitu. Ketika pagelaran dimulai, kita sudah bisa menebak siapa tokoh protagonis dan antagonisnya. Kita sudah tahu bagaimana akhir dari kisah terbut. Yang benar selalu menang melawan kebatilan. Klise memang. Tapi kenapa selalu saja ada yang menanggap wayang? Selain ingin melakukan pelestarian budaya, kelihaian dalang dalam melakukan improvisasi, menyelipkan problematika hidup saat ini, entah masalah Sosial, Ekonomi, Politik, kebermasyarakatan, hingga urusan dapur, kasur dan sebagainya.

Masalah politik misalnya, melalui tokoh Mbelong, Entus mendikte Rahwana tentang seni memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi rakyatnya. Sebab jabatan merupakan amanat. Sifatnya hanya sementara. Jika semasa menjadi pemimpin tak pernah peduli kepada rakyat, maklum kelak saat lengser dan bukan lagi siapa-siapa, di kalangan orang kecil akan dipandang kecil, hina bahkan dina. Wallahua’lam.[cw]

 

Ujung Jakarta, 2012/09/27

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Tokoh, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-"itik-itik"

Tegal, KOKAM Tegal. Posisi NU sebagai lembaga selalu menarik dijadikan ‘kuda troya’ kesuksesan seseorang dalam meraih jabatan politik. NU selalu dijadikan tunggangan oleh pribadi-pribadi yang berasal dari partai politik apapun.

Untuk itu, NU jangan mudah di‘itik-itik’ (kelitik) agar kelihatan senang yang pada akhirnya hanyalah untuk kebesaran partai politik dengan menjual-jual NU.

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-itik-itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-itik-itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tahun Politik, NU Jangan Mudah Di-"itik-itik"

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Habib Ali Zaenal Abidin yang juga Mutasyar PCNU Kota Tegal saat memberikan sambutan acara pengajian halal bihalal dan jelang seabad NU, di halaman SMA NU Kota Tegal, Kamis malam (5/9).

KOKAM Tegal

Habib Ali menyayangkan tokoh-tokoh muda NU yang menggelar pengajian NU tetapi tidak murni pengajian karena diboncengi kekuatan politik tertentu. “Jangan sampai pengajian NU keluar dari koridornya dengan diboncengi politik, ” kata Habib Ali dengan nada keras.

Ketua PCNU Kota Tegal Dr Abdal Hakim Tohari menandaskan, bahwa NU itu menganut paham politik kebangsaan. NU ada di mana-mana dan tidak ke mana-mana.

Tapi yang jelas, siapapun ng Nahdliyin (warga NU) yang berkiprah di politik harus kita dukung bila memenuhi dua persyaratan khusus, yakni pertama harus berakhlakul karimah dan kedua yang mampu memberi manfaat bagi kelestarian dan pengembangan ahlussunah wal jamaah.

KOKAM Tegal

Menyosong se abad NU, lanjutnya, tradisi dan amaliyah NU harus terus disosialisasikan kepada generasi muda. Sebab banyak yang kurang paham seperti halal bihalal, manakib, barzanji, mitoni dan lain-lain. “Kita harus pertahankan dengan mensosialisasikan dan pengamalan yang terus menerus kepada generasi muda,” tuturnya.

PCNU Kota Tegal, kata Abdal, merasa sangat gelisah terhadap generasi muda sekarang yang banyak meninggalkan amaliyah NU. Seperti halal bihalal, meski jaman sudah modern tetapi tidak bisa digantikan dengan fasilitah handphone. HP tidak cukup mewakili karena yang meminta dan yang dimintai maaf tidak sesuai dengan keadaan hati yang sesungguhnya. “Sangat kering, untuk melihat keikhlasannya,” kata Abdal yang juga direktur RSUD Kardinah Brebes. (Wasdiun/Amin)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Solo, KOKAM Tegal. Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) di bawah bimbingan Habib Naufal bin Muhammad Alaydrus akan menggelar pelatihan Audio Video Streaming pada Ahad, 15 September 2013, pukul 09.00 WIB-selesai.

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo! (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti, Pelatihan Gratis IT Aswaja di Solo!

Dalam acara yang akan diselenggarakan di markas Majelis Ilmu dan Dzikir Ar-Raudhoh tersebut, peserta akan dilatih cara menyiarkan majelis atau kajian Aswaja melalui radio atau tv internet.

Untuk mengikuti pelatihan IT (information and Technology) ini, calon peserta tidak dipungut biaya. Calon peserta cukup mendaftarkan diri kepada panitia. Setelah mendaftar dan mendapatkan konfirmasi dari panitia, peserta dapat langsung menuju lokasi acara, 15 September nanti, di di Jalan Dewutan, No. 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah.

KOKAM Tegal

Sebagaimana tertera dalam selebaran undangan terbuka, demi kelancaran pelatihan, panitia mengharapkan peserta membawa sejumlah perlengkapan sendiri, seperti alat tulis, laptop dan modem sehingga materi pelatihan dapat langsung diaplikasikan.

Untuk registrasi, calon peserta dapat menghubungi Mas Ozzy di 0881275799 atau Mas Seto di 081904546299. (Pekik Nursasongko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tokoh, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Jakarta, KOKAM Tegal - Sebanyak 200 pelajar SMK Maarif Jakarta beserta dewan guru mengikuti deklarasi pengurus komisariat SMK Maarif Jakarta, Sabtu (10/9) sore. Acara ini dilanjutkan dengan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sampai Ahad (11/9) yang diikuti oleh 28 orang terdiri atas pengurus OSIS dan perwakilan setiap kelas.

Tampak hadir Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, pengurus harian IPNU dan IPPNU DKI Jakarta, dan pengurus harian IPNU dan IPPNU Jakarta Barat.

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Makesta kali ini mengusung tema Membangun Jiwa Enterpreneur Pelajar dalam Menghadapi Era Globalisasi. Deklarasi komisariat ini merupakan bentuk program IPNU dan IPPNU DKI Jakarta dalam kaderisasi.

Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Muhadzab mengatakan, IPNU DKI Jakarta memfokuskan ke permasalahan kaderisasi di Ibukota Jakarta. Membentuk komisariat di tingkat Maarif, Pesantren, MAN, bahkan di tingkat SMAN/SMKN se-DKI Jakarta.

KOKAM Tegal

“Dengan demikian, IPNU DKI Jakarta merumuskan kaderisasi yang diterima oleh pelajar ibukota ini, yaitu Kaderisasi Urban 2016,” kata Muhadzab.

KOKAM Tegal

Kegiatan ini didukung oleh Ketua IPPNU Jakarta Barat Husnul Maulida. Menurutnya, Deklarasi komisariat di SMK Maarif Jakarta ini merupakan bentuk revitalisasi dan inovaai terhadap pengkaderan IPNU dan IPPNU di DKI Jakarta.

“Kami IPPNU Jakarta Barat siap mengawal”. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Sejarah, Kajian KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

Metro, KOKAM Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kota Metro Lampung KH Zainal Abidin mengingatkan segenap umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada orang tua dengan mendoakan keduanya baik saat hidup di dunia maupun ketika sudah dipanggil oleh Allah SWT. Ia mengingatkan juga bahwa doalah yang senantiasa diharapkan oleh orang tua kita.

"Yang bisa diberikan kepada orang tua apalagi sudah meninggal dunia adalah doa dari anak yang shaleh. Mari doakan minimal bada shalat maktubah karena itu merupakan waktu mustajabah untuk berdoa," ajaknya, Sabtu (30/12) malam saat memberikan tadzkirah takziyah malam ketujuh salah satu pengurus Muslimat Kota Metro.

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

"Lalu apakah doa dari orang lain yang bukan anaknya tidak diterima oleh Allah?" tanyanya kepada jamaah mengutip pertanyaan sebagian paham yang tidak meyakini jika doa kepada mayit akan sampai dan bermanfaat.

Kiai Zainal menjelaskan bahwa doa kepada orang yang meninggal dunia diterima oleh Allah SWT karena hal tersebut telah tertulis dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 41 yang artinya, "Ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang Mukmin, pada hari terjadinya hisab."

KOKAM Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kali melaksanakan shalat jenazah juga dipastikan ada bacaan untuk mengampuni dosa si mayit dan bila tidak dibaca maka tidak sah shalat jenazahnya.

Hal inilah yang perlu dipahami oleh umat Islam agar tidak sempit dalam mempelajari dan memahami agama.

"Jangan mudah terkecoh dengan paham yang memahami dalil secara tekstual saja. Seperti ada yang mengatakan bahwa kumpul untuk tahlil hukumnya haram. Padahal yang namanya tahlil itu adalah mengucapkan lafadz La illaaha illallah. Dalam Majelis tahlil, dibacakan juga tasbih, tahmid, takbir dan sejenisnya," jelasnya.

Maka menurutnya beruntunglah masyarakat yang memiliki majelis dzikir dan takziyah di lingkungannya. Berbagai manfaat bisa didapatkan diantaranya silaturahmi, mendoakan orang tua dan para  pendahulu.

KOKAM Tegal

"Yang tidak diperbolehkan adalah meminta kepada yang sudah meninggal," katanya sekaligus menjelaskan manfaat dari bertakziyah yaitu ingat akan kematian yang akan menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

"Kematian pasti akan datang kepada kita, namun kita tidak akan tahu kapan datangnya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Aswaja, Berita KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur

Jombang, KOKAM Tegal. Panitia kegiatan haul Gus Dur ke-4 PP Tebuireng, Jombang, Lukman, mengatakan terus melakukan komunikasi dengan aparat untuk persiapan acara haul yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur

Pihaknya juga menyebut seluruh warga yang membawa undangan bisa diperbolehkan masuk, namun harus melewati pengamanan yang sudah ditetapkan oleh Paspampres.

"Ada sekitar 5.000 kursi yang disiapkan dan kami berharap jumlah itu mencukupi," kata Lukman.

KOKAM Tegal

Dalam rombongan Presiden tersebut, sejumlah menteri sudah memastikan akan hadir di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, dan Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

KOKAM Tegal

Tentang tradisi ziarah, ia mengatakan aktivitas akan normal seperti biasa. Para peziarah tetap dipersilakan untuk berziarah di makam yang ada di PP Tebuireng, namun saat kunjungan Presiden akan lebih diperketat.

Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, pada Jumat-Minggu (3-5/1). Rombongan Presiden akan singgah ke Museum Trowulan, Mojokerto, lalu melanjutkan kunjungan ke Jombang di antaranya ke PT Usaha Sejahtera Bersama, di Kecamatan Diwek, dan acara haul almarhum Gus Dur ke-4 di PP Tebuireng.

Pada Sabtu, rombongan menuju PT Bumi Menara Internusa dan berkunjung ke "Jatim Expo" Surabaya serta beristirahat di sebuahh hotel di Surabaya hingga kembali ke Jakarta pada Sabtu (5/1).

Petugas Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menurunkan sekitar 815 personelnya untuk pengamanan saat kedatangan Presiden dalam haul ke-4 almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Pengamanan kami di ring tiga yang kami khususkan untuk pengamanan jalur, termasuk di lokasi yang akan didatangi Presiden," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Jombang AKP Sugeng Widodo di Jombang, Rabu.

Ia mengatakan 815 personel itu merupakan gabungan dari unsur Polri, Brimob, sampai intelijen. Tim mulai bertugas saat hari "H" kedatangan Presiden mulai di perbatasan Kabupaten Jombang-Mojokerto, sampai seluruh jalur masuk ke Jombang.

Namun, arus lalu lintas akan tetap berjalan dengan normal, termasuk yang melewati "fly over" di Peterongan, Kabupaten Jombang. Kendaraan akan diminta untuk menepi ketika rombongan datang, agar lalu lintas lancar.

Ia juga menyebut sampai saat ini belum ada tembusan unjuk rasa yang dimungkinkan akan terjadi menyambut kedatangan rombongan Presiden, namun ia memastikan tim siap mengawal jika ada unjuk rasa.(antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Tokoh KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada KOKAM Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

KOKAM Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

KOKAM Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Pemurnian Aqidah, Tokoh KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Jakarta, KOKAM Tegal. Rais Syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi mendesak pemerintah mencabut Peraturan Presiden (Perpres) 105/2013 dan 106/2013 yang mengatur memberikan fasilitas berobat gratis kepada pejabat negara hingga ke luar negeri.

“Memberikan fasilitas keuangan negara kepada pejabat negara secara berlebihan di tengah kemiskinan ekonomi rakyat serta derita karena bencana alam, adalah sebuah kezaliman,” kata Hasyim Muzadi di Jakarta, Ahad (29/12).

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Hasyim Desak Perpres 105 dan 106 Dicabut

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini mengatakan, Perpres tersebut menyakiti nurani rakyat yang pada umumnya masih miskin dan dikhawatirkan menjadi pemicu perlawanan rakyat.

KOKAM Tegal

“Oleh karenanya, Perpres 105 dan 106 tahun 2013 tertanggal 13 Desember 2013 yang memberikan fasilitas berobat gratis sampai ke luar negeri segera dicabut,” terang Kiai Hasyim.

KOKAM Tegal

Pengasuh pondok pesantren Al-Hikam Malang dan Depok ini juga menyarankan para penyelenggara negara dan pejabat publik yang masih punya rasa tanggungjawab kepada rakyat, hendaknya menolak fasilitas berlebihan tersebut.

“Sekalipun yang mau menolak pasti jumlahnya sangat minoritas. Seandanya pejabat negara meninggal karena sakit, biarlah meninggal di tanah air bersama rakyat yang mengantarkan mereka menjadi pejabat,” katanya.

Keluarnya Perpres menjalang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden akan semakin menambah kebencian masyarakat kepada pejabat Negara.

“Hendaknya diingat saat ini menjelang pileg dan pilpres, maka perpres 105/106 akan menambah rasa kejengkelan kepada mereka yang akan menjadi penyelenggara Negara,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menandatangani Peraturan Presiden 105/2013 tentang Pelayanan Kesehatan Paripurna kepada Menteri dan Pejabat Tertentu. Juga, Perpres 106/2013 tentang Jaminan Pemeliharaan Kesehatan bagi Pimpinan Lembaga Negara.

Dalam laman Sekretaris Kabinet, kedua produk aturan itu dikeluarkan Presiden terkait mulai dilaksanakannya Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai 1 Januari 2014.

Dengan Perpres itu, para menteri, pejabat eselon I, dan pimpinan lembaga negara dimudahkan untuk berobat ke luar negeri. Seluruh biaya itu nantinya akan ditanggung oleh negara, baik APBN maupun APBD.

Presiden mempertimbangkan risiko dan beban tugas menteri dan pejabat tertentu, serta ketua, wakil ketua dan anggota lembaga negara sehingga pemerintah memutuskan membuat perlindungan kesehatan khusus bagi pejabat negara. (Ahmad Millah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Amalan KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Solo, KOKAM Tegal



Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang digelar di halaman pondok, Sabtu (22/10). Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus Muslimat NU Kota Solo, mahasiswa UNU Solo dan tamu undangan lainnya, antara lain Sekretaris Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid.

Dalam amanatnya, pembina upacara, Mukhlis Suranto, mengungkapkan tugas yang semakin berat, diemban para santri di zaman sekarang.?

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

“Yang menjadi penekanan pada Hari Santri ini, tugas santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan Islam Aswaja, menangkis paham yang dapat merongrong bangsa, ini merupakan perjuangan yang sangat berat,” tegas Kepala SMA Al-Muayyad itu.

Pada kesempatan itu, Suranto juga memaparkan scara singkat kronologi terjadinya Resolusi Jihad. Dijelaskan bahwa menjelang meletusnya Perang 10 November 1945 di Kota Surabaya, serta peperangan melawan penjajah di daerah-daerah lainnya, Presiden Soekarno mengirim utusan ke Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan fatwa tentang berjihad demi membela bangsa.

KOKAM Tegal

Pertanyaan ini, kemudian dimusyawarahkan Hadratussyaikh bersama ulama lainnya, hingga akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad, yang menjadi kobaran semangat para pejuang dalam melawan penjajah. “Resolusi Jihad ini dimotori oleh para ulama dan kiai,” kata Suranto.

Upacara Hari Santri di Al-Muayyad juga dimeriahkan dengan pekikan mars lagu “Ayo Mondok” dan “Ya Ahlal Wathon". (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pertandingan, Tokoh, Habib KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Madrasah dan Pesantren Jadi Oase Masyarakat Perkotaan

Jakarta, KOKAM Tegal. Eksistensi lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah yang mampu tumbuh pesat di tengah masyarakat perkotaan patut menjadi kebanggaan.?

“Saat ini trend-nya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain sebagainya, keberadaan lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan seperti pesantren dan madrasah menjadi semacam oase baru masyarakat perkotaan,” kata Menag ? Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Machasin pada acara Peletakan Batu Pertama dan Peresmian Pembangunan Pesantren ? Daarul Rahman Jagakarsa, Jakarta, Selasa (8/9) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.?

Madrasah dan Pesantren Jadi Oase Masyarakat Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah dan Pesantren Jadi Oase Masyarakat Perkotaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah dan Pesantren Jadi Oase Masyarakat Perkotaan

Machasin melanjutkan, fenomena ini tentu menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan eksistensi lembaga pendidikan Islam ke depan. Tak seperti umumnya pesantren yang tumbuh di pedesaan dan perkampungan, Pesantren Daarul Rahman, Jakarta merupakan sebuah tipologi pesantren perkotaan.?

KOKAM Tegal

“Ke depan, Pesantren yang berada di perkotaan tantangannya semakin besar hal ini seiring tuntutan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan dalam konteks persaingan modernisasi dan globalisasi,” ujar Machasin.

Menag berharap, sebagai lembaga tafaqquh fiddin, dalam konteks pesantren perkotaan, pesantren dapat menjadi pusat konsultasi keagamaan yang berbasis rahmatan lil ‘alamin. “Pondok pesantren dapat mengajarkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,” ucap Machasin.?

KOKAM Tegal

Turut hadir dalam acara tersebut Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mantan Kasal Laksamana (Purn) Marsetio, Mantan Direktur Jenderal PHU Slamet Riyanto dan beberapa tokoh agama seperti Arifin Ilham.

Dirjen Machasin, mewakili Menag selanjutnya meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Pembangunan Pesantren Daarul Rahman. Pembangunan Pesantren yang terletak di kawasan Jagakarsa, Jakarta ini merupakan ruislah dari PT Ambal Akor atas lahan Pesantren Daarul Rahman di kawasan Senopati Dalam II, No 35A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Aswaja, Tokoh KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock