Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan orang tua menjadi bagian utama dan pertama yang harus memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak, jika menemukan anak-anak terlantar maka kewajiban masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan,” kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Peringatan HAN tahun ini digelar bersamaan dengan Halal Bihalal PP Muslimat NU. Khofifah mengatakan bagi Muslimat NU peringatan HAN sudah berlangsung bertahun-tahun.

KOKAM Tegal

“Muslimat NU punya 15.600 TPQ. Hari Anak Nasional bagi Muslimat sudah tahunan. Biasanya Muslimat NU ? membuat ? Festival Anak Soleh Nasional, tapi itu agenda 3 tahun sekali. Jadi tahun ini tidak ada,” ujarnya.

Walau digelar bersamaan dengan Halal Bihalal, Khofifah mengatakan nuasansa yang ingin dibangun tetap sama.

“Bahwa kita berharap anak-anak di Indonesia bisa bahagia. Lindungi anak-anak Indonesia. Jangan biarkan anak-anak terekpoitasi dan terlantar,” pesan Khofifah.

KOKAM Tegal

Peringatan HAN dan Halal Bi Halal PP Muslimat NU berlangsung meriah, dihadiri ribuan peserta, utamanya ibu-ibu dan anak-anak. Sejumlah tokoh turut hadir seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua KPAI Asroru Niam Saleh, Kepala BKKBN, dan tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Syariah, Pesantren KOKAM Tegal

Kamis, 15 Februari 2018

Susahnya Pasar Rakyat di Musim Hujan

Madiun, KOKAM Tegal. Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Madiun, Mansyur, mengungkapkan, pihaknya sempat kerepotan menghadapi hujan Ahad (18/2) tadi malam yang mengguyur Lapangan Balerejo, Kecamatan Kebonsari, tempat diberlangsungkannya pasar rakyat NU.

Gelaran Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama PCNU sampai di wilayah kabupaten Madiun, 16-17 Februari 2013 kemarin. Ini merupakan putaran ke-32 dari 48 pasar rakyat tahap pertama di pulau Jawa.

Susahnya Pasar Rakyat di Musim Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)
Susahnya Pasar Rakyat di Musim Hujan (Sumber Gambar : Nu Online)

Susahnya Pasar Rakyat di Musim Hujan

Konsep pasar rakyat memang diadakan di tempat terbuka, seperti di alun-alun kota atau di lapangan sehingga sangat mungkin terganggu jika terjadi hujan. Meski terdapat tenda-tenda, namun hujan bisa mengganggu akses jalan dari satu stand ke stand lain. Belum lagi jika lokasi utama becek oleh air hujan.

KOKAM Tegal

“Kami mengusulkan, lebih baik pasar rakyat tidak diselenggarakan di musim hujan jadi kemeriahan pasar rakyat tidak terganggu. Tadi malam kami sempat kerepotan, apalagi tenda yang dipakai pembukaan sudah dibongkar, panitia dari PBNU minta tenda dibongkar karena menghalangi shooting,” kata Mansyur kepada KOKAM Tegal, Senin (18/2).

Namun, terkait waktu pelaksanaan pasar Rakyat di Madiun, Bupati Muhtarom sebelumnya justru mengatakan, jadwal pelaksanaan pasar rakyat di Madiun ini sangat pas.

KOKAM Tegal

Timing pasar rakyat sangat pas, karena saat ini masyarakat sudah tidak ada kegiatan yang dihasilkan cuma menunggu panen,” katanya saat membuka pasar rakyat, Sabtu (16/2) kemarin.

Sebagai evaluasi, Mansyur mengatakan, persiapan pasar rakyat untuk daerah juga butuh waktu yang agak panjang untuk persiapan teknis.

“Paling tidak butuh waktu 2-3 bulan agar daerah bisa mengontak para pengusaha, sehingga mereka bisa masuk. Kemarin persiapan mendadak cuma 2 minggu,” kata Mansyur yang juga panitia lokal pasar rakyat Madiun.

Namun secara umum, menurut Mansyur, pasar rakyat Madiun sudah berjalan lancar. Pemerintah setempat juga cukup antusias dengan kegiatan ini. Bupati Madiun Muhtarom sendiri membuka secara resmi pasar rakyat di Lapangan Balerejo, Kebonsari.

“Kita juga ada tambahan sepuluh stand dari pemerintah kabupaten Madiun, cukup ramai. Stand MWCNU Kebonsari juga ramai. Dangdutnya juga ramai, karena ini bukan dangdutan biasa, tapi dangdut NU,” pungkasnya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rofiq

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah

Brebes, KOKAM Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta untuk membentuk anak didik yang berakhlakul karimah. Pasalnya, telah terjadi pergeseran etika moral bagi generasi muda di era digitalisasi. 

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah

“Pergunu, harus mampu membentuk anak didik yang berakhlakul karimah,” pinta Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kab Brebes H Athoillah saat menyampaikan sambutan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu se Kab Brebes di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Kamis (28/6).

Anggota Pergunu, lanjutnya, harus mampu menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter dan akhlakulkarimah peserta didik. “Peran guru sangat penting dalam pembentukan akhlakul karimah,” terangnya.

KOKAM Tegal

Namun demikian, kata Athoillah, anggota pergunu harus membuat citra positif terlebih dahulu dengan keteladanan. 

Athoillah juga memuji guru-guru swasta yang walaupun tidak mempunyai gaji yang jelas, tetapi hidupnya tentram dan sejahtera. Para guru ngaji, guru madrasah dan guru swasta lainnya yang sebagian tersebar di sekolah-sekolah NU, hanya memilih manajemen barokah. “Walau hanya mengharap bisaroh (sumbangan suka rela, red), mereka bisa mempertahankan aqidah dan akhlakul karimah,” pujinya.

KOKAM Tegal

Diapun berpesan, menjalankan tugasnya sebagai guru NU, agar tetap pada korikodor memperjuangkan 4 dimensi. Yakni dimensi keagamaan, dimensi keilmuan, dimensi kepemimpinan dan dimensi kebangsaan. 

Sementara, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kab Brebes Syamsu Asyifa MPd menjelaskan, Pergunu di Kab Brebes telah lahir sejak 16 Mei 2011. Dalam kurun waktu setahun telah menginventaris guru NU di Kabupaten Brebes, termasuk pembentukan pengurus ditingkat kecamatan.

Secara serentak, 17 Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu se Kabupaten Brebes dilantik untuk masa bakti 2012-2017. Pelantikan ditandai dengan pembacaan baiat atau janji pengurus di hadapan Pengurus Cabang NU yang dipimpin oleh Wakil Ketua PC NU KH Sodikin Rachman.  

 

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Syariah, Nasional KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pristina, KOKAM Tegal. Kosovo, negara baru yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Senin (18/2), mengumukan kemerdekaannya dari Serbia, meski memunculkan aksi protes di kota Beograd serta upaya terakhir Rusia yang meminta agar permohonan tersebut di blokir oleh badan dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta beragam reaksi dunia internasional.

Puluhan ribu orang di pusat kota Pristina menyambut gembira keputusan parlemen Kosovo yang secara penuh mendukung pemisahan wilayah dari Serbia yang merupakan titik klimaks konflik berkepanjangan yang melanda bekas negara Yugoslavia itu.

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pesta perayaan kemerdekaan di pusat kota Pristina berlangsung sepanjang malam hingga dini hari.

KOKAM Tegal

Tetapi di ibukota Serbia, Beograd, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan alat pentungan, berusaha membubarkan massa yang terdiri dari kelompok anak-anak muda yang melakukan aksi melempar batu ke sejumlah restoran cepat saji "Amerika" serta mendatangi kedutaan besar AS.

KOKAM Tegal

Slovenia yang menduduki jabatan ketua dari Uni Eropa mengajukan protes resmi pada Ahad malam kemarin.

Pihak rumah sakit di kota Beograd mengatakan, sedikitnya 50 orang termasuk 20 orang anggota polisi terluka.

Presiden Serbia Boris Tadic mengeluarkan pernyataan, "Serbia telah mengeluarkan sikap dan akan menyikapi secara damai untuk menganulir tindakan yang dilakukan oleh lembaga institusi Kosovo."

Sementara Rusia menyeru agar segera diadakan pertemuan istimewa oleh Dewan Keamanan (DK) PBB guna membahas isu tersebut pada Ahad malam namun gagal memperoleh dukungan yang dapat menyokong seruannya yang bertujuan untuk menyatakan deklarasi Kosovo tidak diakui dan tidak sah.

China Senin menyatakan akan kekhawatirannya atas pernyataan sepihak Kosovo atas "kemerdekaannya" dari Serbia, dan mengingatkan hal itu dapat membawa ke arah yang membahayakan stabilitas wilayah Balkan.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd Senin menyatakan mendukung keputusan Kosovo dan mengatakan pengakuan hubungan diplomatik dari negara baru tersebut akan segera dilaksanakan.

Di wilayah Kosovo di utara, kota Mitrovica, empat buah granat dilemparkan ke arah gedung di mana terdapat kantor PBB dan misi Uni Eropa, namun menurut polisi hanya satu granat yang berhasil meledak. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban cedera maupun jiwa.

Sebelumnya di Serbia sebelah selatan anggota polisi Kosovo menyetop sejumlah mantan anggota militer Serbia yang ingin memasuki wilayah Kosovo menjelang diumumkannya kemerdekaan.

Para anggota parlemen Kosovo secara penuh memberikan suara bagi deklarasi kemerdekaan Kosovo lepas dari ikatan dengan Serbia selama ini.

Namun parlemen Kosovo juga menyatakan akan menjunjung tinggi dan melindungi hak-hak semua kelompok yang ada di masayarakat yang mengacu kepada etnik Serbia, kelompok minoritas di Kosovo yang berjumlah 2 juta.

"Kami kini menjadi satu negara yang merdeka, berdaulat dan demokratis," kata ketua parlemen Kosovo Jakup Krasniqi seperti dilaporkan sumber Antara.

AS, dan Uni Eropa segera mengakui negara baru tersebut. "Dalam hal Kosovo maka posisi kami adalah status Kosovo harus dsesuaikan dalam rangka mencapai stabilitas di wilayah Balkan," kata Presiden George W.Bush.

Kemerdekaan membawa wilayah tersebut pada akhir gerakan untuk memisahkan diri sejak runtuhnya Yugoslavia dan komunisme di Eropa tahun 1990-an yang merupakan pergolakan dan konflik yang paling buruk sejak Perang Dunia II.

Sekitar 10 ribu orang meninggal pada perang Kosovo yang berlangsung antara 1998-1999 di mana pasukan Serbia berusaha mengendalikan etnik Alabania.

Serangan udara NATO terhadap orang kuat Slobodan Milosevic yang menghentikan konflik di wilayah itu dan pemerintahan di ambil alih oleh PBB.

Deklarasi itu juga menandai dimulainya masa transisi 120 hari dan mulainya penempatan 2 ribu anggota polisi Uni Eropa serta tim hukum yang membantu Kosovo melewati masa transisi.

Presiden Kosovo Fatmir Sejdiu menyeru kepada seluruh negara di dunia agar mengakui kemerdekaan Kosovo.

Uni Eropa terpecah menjadi dua dalam menyikapi kemerdekaan Kosovo. Inggris, Perancis, Jerman dan Itali akan memberikan pernyataan resmi pengakuan pada Senin ini juga.

Sementara Yunani, Cyprus, Romania, Slovakia, Spanyol dan Bulgaria menentang kemerdekaan. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Tegal, Syariah KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

Jakarta, KOKAM Tegal 



H. Mahbub Djunaidi aktif di NU sejak masih pelajar dengan menjadi anggota Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). Kemudian menjadi Ketua UMum Pergerakan Mahasiswa Indonesia pertama, kedua dan ketiga. Ia juga pernah aktif di GP Ansor. Ketika umurnya makin, ia menjadi pengurus PBNU. Sampai wafatnya ia adalah Mustasyar PBNU. 

Menurut pengakuan anak-anaknya, Mahbub yang dikenal orang sebagai Pendekar Pena itu memang tidak pernah menjelaskan apa itu NU, tapi mengajak ke kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan NU. 

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Mahbub Dujunaidi Kenalkan NU kepada Anaknya?

“Dulu pernah diajak main ke PBNU,” kata Yuri Mahatma, salah seorang anaknya di sela Haul H. Mahbub Djunaidi ke-22 bertajuk "Jazz dan Esai-esai H. Mahbub Djunaidi" yang digelar Omah Aksoro dan PMII UNUSIA di lapangan parkir UNISIA, Jakarta, Kamis malam (5/10).  

Yuri mengaku pernah diajak ke pantai utara dalam misi penggembosan Partai Persatuan Pembangunan ketika dipimpin Naro yang diduga didesain penguasa Orde Baru. Waktu itu, NU sebagai pemilik massa terbanyak, malah tersisihkan.  

“Saya diajak ke kantong-kantong NU di Jawa Timur. Sampai saat itu saya tidak bahwa dia itu tokoh dan banyak dikenal orang. Baru ketika diajak jalan, oh beneran…hahaha. Saya SMP kelas 2, sekitar usia 14 tahun waktu itu,” kenang musisi jazz yang tinggal di Bali itu.  

KOKAM Tegal

Mahbub Djunaidi menjelaskan kepada Yuri, yang tadinya NU dengan PPP sebegitu akurnya, akhirnya oleh Soeharto, Naro tiba-tiba masuk menjadi Ketua Umum PPP. 

“Terus merasa NU disepak begitu...haha, Bapak marah. Akhirnya gerilya ke kantong-kantong NU supaya tak usah masuk PPP lagi. Tapi ya lucu juga ya hahaha,” kenang pria yang dihadiahi buku 80 Hari Keliling Dunia karya Jules Verne oleh ayahnya saat ulang tahun kedelapan itu. 

Anak Mahbub Djunaidi yang lain, Isfandiari juga pernah diajak keliling pesantren oleh ayahnya. Salah satu yang paling ingat adalah ke Pesantren Salafiyah Syafiiyah Asembagus, Situbondo yang dipimpin KH As’ad Syamsul Arifin. Mahbub memang memiliki hubungan yang erat dengan kiai itu. 

Bahkan Isfan menyaksikan ayahnya mengajak Kiai As’ad untuk berkeliling ke pesantren NU di Bali. Tapi ketika hendak sampai di pesantren, Mahbub meminta Kiai Asad mengubah niatnya. 

KOKAM Tegal

“Udah jangan ke pesantren mulu, bosen. Kita ke pantai Kuta saja,” kenang Isfan yang vokalis band Jentre yang beraliran rock itu. 

Pada saat itu, lanjut Isfan, akhirnya kiai kharismatik yang merupakan narahubung pendirian NU atara Syaikhona Cholil Bangkalan dengan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari mengikuti ajakan ayahnya. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Syariah KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda

Jakarta, KOKAM Tegal. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama menyelenggarakan rukyatul hilal atau observasi bulan sabit di sejumlah titik strategis di Indonesia untuk penentuan awal bulan Dzulhijjah 1435 H pada Rabu (24/9) petang bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa’dah.

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan pos pelaporan hasil rukyat di kantor PBNU Jakarta Pusat dan menyebarkan nomor-nomor kontak informasi kepada para pengurus Lajnah Falakiyah di sejumlah daerah.

Data hasil hisab awal Dzuhijjah 1325 H yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta menunjukkan ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada Rabu 24 September 2014 pukul 13.24 WIB, sementara tinggi hilal pada saat matahari tenggelam baru mencapai 0 derajat 27 menit di atas ufuk.

KOKAM Tegal

Berdasarkan data itu, diperkirakan rukyatul hilal tidak akan berhasil atau hilal dinyatakan tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat. Seperti tercetak dalam kalender NU, tanggal 1 Dzulhijjah baru terjadi pada hari Jum’at bertepatan dengan 26 Septermber 2014, dan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Ahad 5 Oktober 2014. Namun kepastian awal bulan tetap menunggu hasil rukyat Rabu petang dan akan diverifikasi dalam sidang itsbat di kantor Kementerian Agama.

KOKAM Tegal

Sementara itu seperti diwartakan, Muhammadiyah telah mengumumkan awal Dzulhijjah jatuh pada Kamis 25 September 2014 dan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1435 H jatuh pada Sabtu 4 Oktober 2014. Keputusan itu diambil berdasarkan metode hisab yang dinamakan wujudul hilal yakni ijtima’ sebelum tenggelam matahari dan hilal berada di atas ufuk pada saat tenggelam matahari tanpa mempertimbangkan derajat ketinggian dan tanpa melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Nusantara, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Jakarta, KOKAM Tegal - Lembaga Falakiyah PBNU menggarap observasi langit atau rukyat di sejumlah titik di Indonesia. Melalui Nusantara Command Center (NCC) yang menggunakan teknologi video konferensi jarak jauh, tim melaporan hasil rukyat dari tempat masing-masing.

Berdasarkan data yang masuk, hilal atau bulan sabit tanda awal Ramadhan terlihat  oleh tim yang melakukan rukyat di Bukit Condrodipo, Gresik, Jawa Timur. Hilal terlihat oleh saksi, antara lain Ustadz Ikhwanuddin, KH Azhar, H Abdullah Thoyib.

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Falakiyah NU Lihat Hilal dari Bukit Condrodipo Gresik

Hilal disaksikan selama kurang lebih 9 menit sejak pukul 17.21 WIB. Posisi hilal berada pada 7 derajat 31 menit 17 detik.

Di Jawa Timur prosesi rukyat dilakukan di 11 titik, namun diduga hanya dua titik yang berhasil melihat hilal karena mayoritas terhalang oleh mendung. Selain Gresik, hilal juga tampak dari Tanjung Kodok, Lamongan, yang hingga berita ini naik masih dalam proses melengkapi informasi.

KOKAM Tegal

Sementara tim rukyat dari PWNU Maluku Utara melaporkan tidak berhasil menyaksikan hilal. Tim rukyat Lembaga Falakiyah PWNU Maluku Utara melakukan observasi di gedung rukyat BMKG Kota Ternate bersama MUI dan BMKG.

KOKAM Tegal

"Secara hitungan, hilal berada di tujuh derajat. Namun hingga bulan terbenam kami tidak dapat menyaksikan hilal karena tertutup awan tebal," kata salah seorang tim rukyat melaporkan dari Kota Ternate.

Laporan dimpimpin Lembaga Falakiyah PBNU. Turut hadir dalam ruangan NCC Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Sekjen PBNU. Saat berita ini ditulis, data terus masuk dan belum sampai pada ikhbar resmi tentang awal bulan Ramadhan Lembaga Falakiyah PBNU. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, KOKAM Tegal. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada KOKAM Tegal, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

KOKAM Tegal

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Magelang, KOKAM Tegal. Direktur pesantren Entrepreneur (Partner) KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengajak para jemaah selapanan untuk menghormati manusia sebagai ciptaan Allah. Menurut Gus Yusuf, dalam bergurau terhadap sesama perlu menjaga batas-batas kehormatan orang lain.

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Kalau memandang manusia hanya dari sisi wujudnya, maka kita keliru besar, kata Gus Yusuf. Di sisi lain kita harus kita harus melihat bahwa manusia salah satu ciptaan Allah.

"Jangan sampai kita mengolok-olok ciptaan Allah," ujar Gus Yusuf di hadapan puluhan santri dan alumni santri Partner yang mengawali pengajiannya dengan mujahadah di aula Partner, Kamis (19/2) malam.

KOKAM Tegal

Ini adalah salah satu cara kita menghormati orang lain. Bolehlah kita bergurau dengan sahabat kita, namun mengambil bahan dari tingkah laku mereka bukan dari sesuatu yang asli ciptaan Allah.

“Seharusnya kita guyon dengan ilmu, tidak asal lucu. Sebagaimana Rasulullah juga seorang humoris dalam kisah nenek tua yang tidak mungkin masuk surga,” kata Gus Yusuf yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PP RMI NU.

KOKAM Tegal

Kita, tandas Gus Yusuf, harus menjaga ritme agar menjadi orang baik baik dalam serius maupun bergurau.

Pengajian setiap malam Jumat Kliwon ini, membuka dialog-dialog keagamaan dan kewirausahaan untuk pertama kalinya setelah setahun berjalan. Selain santri dan alumni, hadir juga sejumlah pengusaha yang berdomisili di Magelang dan sekitarnya. Pengajian Selapanan malam Jumat Kliwon ini menjadi ajang ngudo roso berbagai kalangan untuk saling berbagi dalam forum ini.

Partner merupakan pesantren dengan konsep usaha sebagai tumpuan pengembangan santri. Mulai Oktober 2010 Partner secara resmi menampung alumni santri Asrama Perguruan Tinggi Tegalrejo yang berminat dalam bidang wirausaha. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Olahraga, Quote KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Jepara, KOKAM Tegal

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara memberikan motivasi berwirausaha kepada pelajar penerima beasiswa Kartini Scholarship. Mata Air mendorong kepada penerima beasiswa untuk dapat mandiri di usia muda. 

“Siswa-siswi penerima beasiswa Kartini Scholarship Mata Air Jepara kami berikan pembekalan materi kewirausahaan, setelah itu mereka mempunyai tugas untuk membuat planning usaha,” kata Arif Ubadillah, pengurus Mata Air Jepara.

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Komunitas Mata Air hingga saat ini telah memberikan beasiswa kepada 19 peserta didik berprestasi kurang mampu, dan dari keluarga NU. “Pada hari ini penerima beasiswa memaparkan planning usahanya, nanti rencana usaha yang paling baik akan kita danai untuk dilaksanakan,” kata Arif saat ditemui Ahad (7/2/2016) di aula SMK Walisongo Pecangaan, Jepara.

Pembekalan kepada penerima beasiswa, lanjutnya, sudah dilakukan beberapa kali. “Penerima beasiswa tidak hanya kita bekali dengan materi kewirausahaan saja, sebelumnya juga kita beri materi keorganisasian dan tulis menulis,” lanjut mahasiswa Universitas Muria Kudus ini.

Dia berharap, penerima beasiswa untuk lebih mandiri dan mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kita akan pantau dan bina terus sampai mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Rif’ul Mazid Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Berita, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

Jakarta, KOKAM Tegal. Dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang dimilikinya, Indonesia memiliki potensi menjadi pemimpin dunia Islam dimasa mendatang, tentu saja jika kebijakan yang dibuatnya bisa mengatur hubungan antara negara dan agama dengan baik dan mendorong kemajuan bangsa.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Indonesia adalah wilayahnya sangat luas, penduduk muslimnya paling besar, kekayaan alamnya beraneka ragam, sampai dengan sistem demokrasinya paling lumayan dibandingkan dengan negara Islam lainnya.

Berbagai negara muslim lainnya sebenarnya juga memiliki potensi, namun banyak hambatan yang harus mereka hadapi sehingga mempersulit posisinya.

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

“Negara Arab sulit, mereka sendiri sulit mengatur dirinya masing-masing. Kita juga repot, tetapi mereka lebih repot lagi,” kata Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi dalam dialog Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Kamis (28/12).

 

KOKAM Tegal

Demikian pula dengan Turki yang pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam terakhir di dunia. Meskipun negara Islam yang paling modern, tetapi terdapat faktor psikologi politik yang ditanggungnya.

“Pemimpin dunia Islam harus benar-benar independen dari dunia Barat dan poros peradaban lainnya. Kalau masih subordinat tidak bisa menjadi leader. Sejauh Turki masih memimpikan menjadi bagian dari Eropa, ia tidak pernah menjadi pemimpin dunia Islam,” katanya.

Masdar menuturkan semasa menjadi ketua parlemen Erdogan pernah mendrop draf UU tentang perzinaan dengan definisi hubungan seks diluar nikah, namun ditolak oleh Uni Eropa sehingga ia memerintahkan partainya untuk mendrop draf ini.

KOKAM Tegal

“Ini persoalan kecil tapi mensimbolkan betapa ia secara kultur subordinate terhadap Eropa. Kalau dunia Islam ingin sejajar dengan poros dunia lain, tidak bisa begitu,” katanya.

Iran menurutnya telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan saat ini cukup independent dengan dunia Barat, persoalannya adalah sebagai negara Syiah yang merupakan minoritas muslim sehingga sulit memimpin Islam.

Negara tetangga, Malaysia saat ini sudah cukup maju, tetapi terlalu keci sehingga Indonesialah yang menjadi kandidat yang cukup kuat untuk menjadi pemimpin dunia Islam. “Saya kira Indonesia, kalau bisa mencari jalan yang bijak menyangkut hubungan agama dan negara. Inilah yang harus diperkaya oleh kita semua,” tandasnya.

Islam Indonesia, menurutnya bukan satelit kalau pola nahdliyyin yang digunakan. Yaitu Islam yang berkelindan dengan tradisi lokal sehingga tidak menjadi subordinat dari Islam dimanapun. “Kalau menjadi leader Islam tetapi subordinate kan tidak lucu, harus leading juga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Ulama, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu

Kendal, KOKAM Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendalmenggelar bimbingan teknis pembuatan Kartu Anggota NU (Kartanu) bersamaan dengan acara halal bihalal dan bahtsul masail di gedung PCNU setempat, Jalan Raya Sukarno-Hatta 299, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu(6/8).

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu

Menurut ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Royyan, bimbingan teknis (bimtek) ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kartanu bersama Majalah Aswaja pada acara buka puasa bersama Ramadhan kemarin di tempat yang sama.

Bimtek kali ini dihadiri ketua lembaga, badan otonom dan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di Kabupaten Kendal. Dalam kesempatan itu, Kiai Danial mengimbau segenap pengurus ikut menyukseskan program Kartanu yang digulirkan oleh PBNU.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut pihaknya berharap PCNU Kendal dapat memenuhi target lima ribu lembar Kartanu untuk satu kabupaten. "Syukur target lima ribu Kartanu dapat terlampaui," harapnya.

Untuk mencapai target tersebut, penulis buku sejarah tahlil itu berharap pengurus MWCNU se-Kabupaten Kendal melakukan kegiatan sosialisasi dan bimtek Kartanu di masing-masing kecamatan.

KOKAM Tegal

Dalam sosialisasi tersebut hadir pihak Bank Mandiri Cabang Weleri Kendal yang menjadi mitra pengadaan Kartanu di Kendal guna memberikan bimbingan teknis pengisian data.

Sementara di ruang terpisah usai sosialisasi Rais Syuriah MWCNU dan ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) menggelar bahtsul masail yang membahas hukum merobohkan masjid Ahmadiyah dan demam Pokemon Go. (Fahroji/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Syariah KOKAM Tegal

Jumat, 24 November 2017

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda menjelaskan bahwa moral yang dimiliki rakyat tergantung pada pemimpinnya. Jika para pemimpinnya baik, rakyatnya juga akan baik. Demikian pula sebaliknya.

Kia Nuril menjelaskan bahwa ini merupakan ucapan dari sosiolog Islam Ibnu Khaldun, saat ia memberi sambutan dalam Maulid Akbar Nasional 1428 H/2007 M dan Doa Bersama untuk Bangsa yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kamis (31/5).

Acara yang digelar LDNU bersama dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah ini diselenggarakan untuk menunjukkan bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah diutus memberi penerang bagi umat manusia.

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

“Dengan mengadakan mauludan dan mengulas kembali sejarah Nabi Muhammad, kita diharapkan bisa meneladani dan mencontoh semua yang beliau jalani dengan harapan kita kita akan menjadi umat yang mulia dan akan mendapatkan syafaatnya di hari akhir,” katanya.

Kiai Nuril menambahkan acara ini sekaligus dirancang untuk doa bersama bagi bangsa karena banyaknya musibah dan bencana yang dialami bangsa. “Acara ini sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni yang mewaliki presiden mengungkapkan bahwa pemerintah sangat menghargai peran para ulama dalam membangun bangsa. Menag juga menuturkan bahwa Islam bisa maju karena peran para ulamanya dalam menyumbangkan pemikiran.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj yang memberi ceramah maulid menjelaskan tentang kronologis sejarah kehidupan rasulullah sampai akhirnya bisa menyebarkan Islam di Arab. Ia juga menegaskan bahwa NU akan tetap teguh mempertahankan NKRI meskipun saat ini banyak fihak yang sudah enggan mempertahankannya. (mkf)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Internasional, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallama mengajarkan doa berbuka puasa. Isinya penting untuk mengingatkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk berbuka tidak lain rezeki pemberian-Nya jua. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang perlu dibaca oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berbuka puasa bersamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan doa sebagai berikut.

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Orang yang mentraktir takjil dianjurkan membaca, “Akala tha’amakumul abrar, wa shallat ‘alaikumul mala’ikah, afthara ‘indakumus sha’imun, (orang-orang baik telah mengonsumsi makananmu, malaikat juga bershalawat untukmu, dan orang-orang berpuasa telah berbuka di dekatmu)”. Demikian sesuai hadits shahih.

KOKAM Tegal

Ia juga dianjurkan ikut makan takjil bersama mereka yang ditraktir. Karena kehadiran orang yang mentraktir di tengah-tengah mereka itu lebih dekat pada ketawadhu’an dan lebih menjaga perasaan mereka.

Anjuran terakhir ini menunjukkan bahwa berbagi takjil bukan berhenti pada mengajak orang lain untuk membatalkan puasa secara formal syara’. Artinya bukan sekadar masalah materi.

Anjuran itu juga menjangkau aspek kejiwaan agar mereka yang sedang memiliki kelonggaran rezeki menunjukkan empati terhadap mereka yang nasibnya sedang anjlok dengan berbuka puasa bersama mereka. Saran berbuka puasa bersama dengan mereka yang bernasib malang itu mendidik ketawadhu’an kalau bukan diniatkan riya. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Santri, Syariah KOKAM Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah

Semarang, KOKAM Tegal



Para peternak sapi perah tidak perlu khawatir lagi dengan bakteri dan penyakit mastisis yang diderita binatang ternaknya. Pasalnya, siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Malang binaan Kementerian Agama berhasil menciptakan alat yang dapat membasmi bakteri sapi perah yang terkena penyakit mastisis (Mastitis Therapeutic Technology: Innovation of Dairy Cows Matitis Therapeutic Tool Through Electroporation Technology).

Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Madrasah Sukses Ciptakan Alat Pembasmi Bakteri Sapi Perah

Menurut guru pembimbing siswa MTsN 1 Malang, Lailatul Chusniah, Selasa (23/02), dengan menggunakan alat ini, susu yang dihasilkan oleh sapi akan bebas bakteri. ? Inovasi siswa MTsN 1 Malang ini diganjar Medali Emas Bidang Teknologi pada Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2016 yang digelar di Semarang pada 20 – 21 Februari lalu sebagaimana dikutip dari laman kemenag.go.id. ?

Alat pembasmi bakteri sapi perah ini dikreasi oleh Amelia Putri Wulandari ? dan Nalita Livia Chandradevi. ? Menurut Lailatul Chusniah, Prof. Riri Fitri yang menjadi salah satu juri pada ISPO 2016 itu menyatakan bahwa alat yang diciptakan Amelia dan Nalita merupakan solusi terbaik yang bisa dilakukan karena selama ini peternak memakai antibiotik yang bisa mengkontaminasi susu yang dihasilkan sapi.

Alat hasil kreasi siswa madrasah ini memang sudah diuji Laboratorium di Universitas Brawijaya. Selain itu, alat tersebut juga ? telah dilakukan Uji Lapangan di Peternakan Dau Malang selama dua minggu.?

“Alat ini menjadi solusi terbaik bagi peternakan sapi dan produksi susu. Sampai-sampai pihak panitia ISPO merekomendasikan kami untuk mengikuti lomba selanjutnya di Thailand. Prof Riri Fitri Sari dari Universitas Indonesia yang menjadi juri di bidang Teknologi bersedia mendampingi kami untuk persiapan ke Thailand,” tutur Laili, panggilan akrab Lailatul Chusniah.

KOKAM Tegal

Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) merupakan salah satu kegiatan yang diadakan oleh Pacific Countries Social And Economic Solidarity Association (PASIAD), sebuah lembaga sosial dan pendidikan dari Turki. Kegiatan ISPO didukung oleh Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), dan sejumlah perguruan tinggi ternama, yaitu: Universitas Indonesia (UI), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Semarang (UNES), dan Universitas Syiah Kuala. Tujuan dari ISPO adalah merangsang bakat-bakat muda untuk berpikir, melakukan pengamatan, mengembangkan dan menyelami rasa keingintahuannya yang mengarah pada suatu solusti praktis.

Menurut Laili, ada 500 laporan penelitian yang dipamerkan dan dilombakan di ISPO 2016. Dari jumlah itu, diambil 82 laporan untuk masing-masing 6 bidang. Laporan penelitian siswa MTsN 1 Malang masuk dalam bidang Teknologi. Dari 82 Laporan tersebut disaringlah menjadi 15 Finalis. Dan satu-satunya finalis dari tingkat Sekolah Menengah Pertama adalah MTsN 1 Malang. Peserta lainnya adalah tingkat SMA.

Atas inovasi tersebut, kedua siswi MTsN 1 Malang mendapatkan medali emas, piagam dan uang penghargaan sebesar 2 juta rupiah. Red: Mukafi Niam

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Fragmen, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 01 Oktober 2017

Prof Maksum: Mari Kembangkan Fiqih Pertanian

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Persoalan pertanian menjadi lahan garapan warga NU yang sangat utama. Hampir semua warga NU berada di desa dan pekerjaan utamanya adalah bertani.

Sudah seharusnya sejak mengaji di pesantren atau majlis ta’lim sudah mendapatkan bekal fiqih pertanian, sehingga ketika pulang ke kampung bisa bangga menjadi petani dan punya semangat mengembangkan pertanian.

Prof Maksum: Mari Kembangkan Fiqih Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)
Prof Maksum: Mari Kembangkan Fiqih Pertanian (Sumber Gambar : Nu Online)

Prof Maksum: Mari Kembangkan Fiqih Pertanian

Demikian disampaikan Prof  Dr Mochammad Maksoem, Ketua PBNU, dalam halaqoh agraria Lembaga Pengembangan Pertanian (LPP) PWNU “Mewujudkan Tata Kelola Agraria Indonesia yang Berkeadilan dan Maslahah di Hotel Royal Ambarrukmo, Yogyakarta, Rabu (27/03). 

KOKAM Tegal

“Warga NU harus bangga menjadi petani. Dalam kitab fiqih, sudah banyak penjelasan tentang fiqih pertanian. Ayo kita kembangkan. Kaum santri muda harus semangat. Kita wujudkan ini dengan sungguh-sungguh,” tegasnya. 

Prof Maksum juga menjelaskan bahwa KH Hasyim Asy’ari sudah memberikan spirit pembelaan terhadap kaum petani. Beliau pernah mendirikan koperasi, jauh lebih dahulu dari para Bung Hatta. Maka dari itu, lanjut Prof Maksum, sudah saatnya kaum santri memperjuangkan nasi kaum petani. 

KOKAM Tegal

“Mari wujudkan semangat kaum santri yang terus berjuang melanjutkan perjuangan para pendiri,” lanjutnya. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Syariah KOKAM Tegal

Kamis, 21 September 2017

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Diskursus penentuan awal bulan komariah khususnya Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah telah lama dikenal bahkan dialami oleh masyarakat Islam Indonesia. Akibatnya hingga sekarang masih saja sering terjadi perbedaan dalam penetapannya. Tidak heran banyak kalangan menilai bahwa perbedaan ini adakalanya berhubungan dengan banyak hal mulai dari perbedaan dalam penafsiran hadist hingga persoalan sosial politik.?

Tidak dapat dipungkiri, sebenarnya akar dari perbedaan penetapan awal bulan antara NU dan Muhammadiyah muncul dari pemahaman hadis Nabi Shumu li ru’yatihi wa afthiru liru’yatihi fain ghumma alaihi fa istakmiluhu tsalatsina yauman (berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat tanggal, bila kamu tertutup oleh mendung maka sempurnakanlah bilangan bulan Sya’ban tiga puluh hari). Lafadz liru’yatihi yang artinya karena melihat bulan, NU memahami bahwa penentuan awal bulan komariah dilakukan berdasarkan metode rukyat (melihat bulan) secara langsung. Sehingga, sering kita sebut madzhab rukyat, sedangkan Muhammadiyah memahami lafadz liru’yatihi dimaknai bahwa kata melihat maksudnya dapat dilakukan secara perhitungan atau kita kenal juga dengan madzhab hisab.

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Unifikasi Kalender Islam

Menurut data historis, meskipun Muhammadiyah menggunakan hisab namun dalam realitasnya tidak menolak rukyat. Begitu juga NU dan madzab rukyat lainya, walaupun dalam praktiknya memprioritaskan rukyat akan tetapi tidak mengesampingkan hisab. Artinya, pada mulanya perbedaan metodologi antara Muhammadiyah dan NU dalam menetapkan awal bulan komariah tidak menimbulkan konflik. Hal ini bisa dimengerti karena keputusan-keputusan yang dibuat keduanya bersifat elegan. Bahkan Muhammadiyah dalam setiap keputusannya tentang awal Ramadhan dan Syawal selalu menyertai kalimat “apabila rukyat mendahului hisab maka rukyatlah yang dipakai.”

KOKAM Tegal

Buku Kalender Hijriyah Universal ini mengkaji tentang sistem yang ada dalam kalender hijriyah universal dan prospek keberlakuannya di Indonesia. Sehingga ? perbedaan tidak lagi muncul dalam menetapkan awal bulan. Dalam pemaparannya buku yang awalnya merupakan hasil disertasi di IAIN Walisongo ini menjadikan teori tentang keberlakuan dan kemapanan sebuah kalender, yakni pertama adanya otoritas (penguasa) tunggal yang menetapkannya, kedua, adanya kriteria yang bersifat konsisten yang disepakati, ketiga, adanya batasan wilayah keberlakuan sebagai pisau analisisnya.

Secara terperinci penulis memaparkan bahwa pertama, waktu magrib atau waktu terbenamnya matahari adalah waktu yang digunakan oleh kalender hijriyah universal sebagai permulaan hari dalam kalender hijriyah. Sedangkan tempat dimulainya hari adalah tempat yang hilal mungkin dilihat pertama kali saat sebuah hari dimulai. Mengenai konsep pergantian bulan, kalender hijriyah universal menjadikan imkanurrukyah, dengan kriteria visibilitas hilal Odeh, sebagai metode untuk menentukan pergantian bulan komariah, kedua, Kalender hijriyah universal dengan konsep dua zonanya sulit untuk diberlakukan di Indonesia. Belum tersosialisasikannya pemikiran tentang kalender internasional dan terlalu luasnya wilayah yang belum imkanurrukyah untuk dipaksa masuk ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah dalam konsep dua zona adalah diantara sebabnya. Oleh karena itu salah satu solusi yang ditawarkan adalah menerapkan kriteria visibilitas hilal yang ada dalam kalender hijriyah universal dan menjadikan garis tanggal hijriyah yang dibentuk oleh kriteria visibilitas hilal dalam kalender tersebut dibelokkan sesuai batas politis negara untuk mempersempit pemaksaan masuknya wilayah yang belum imkanurrukyah ke dalam wilayah yang sudah imkanurrukyah. Oleh karena itu, penyatuan yang dapat diusahakan untuk saat ini adalah penyatuan kalender hijriyah secara nasional.( hal VII ).

Kehadiran buku ini mengupas secara gamblang menyoal penyatuan kalender universal dan merangsang perbincangan yang positif ke depan. Tidak hanya itu semoga semua usaha penulis dapat menyatukan penetapan awal bulan komariah yang sering terjadi di Indonesia. sehingga Ramadhan, Syawal dan Zulhijjah, dapat dijalankan secara serempak demi tercapainya kebersamaan dalam beribadah.

KOKAM Tegal

Judul buku : Kalender Hijriyah Universal, (Kajian Atas sistem dan Prospeknya di Indonesia )?

Penulis : Muh. Nashirudin

Penerbit: EL-WAFA

Cetakan: April, 2013

Tebal: 244 halaman

ISBN: 978-602-7969-01-8

Harga: Rp 50.000,-

Peresensi: M Hanifan Muslimin, alumnus Pondok pesantren Tebuireng Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah KOKAM Tegal

Kamis, 14 September 2017

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila

Semarang, KOKAM Tegal. Nahdlaltul Ulama mendesak Pemerintah Indonesia untuk menta’zir (sanksi) terhadap kelompok atau organisasi yang menolak menghormati simbol negara dan yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi kufur. Sebab tindakan tersebut sama dengan memvonis seluruh bangsa Indoneisa adalah orang kafir.

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Desak Pemerintah Sanksi Kelompok Anti-Pancasila

Demikian salah satu simpulan hasil sidang bahtsul masail (pembahasan masalah-masalah dalam perspektif hukum Islam) dalam Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Tengah ke-14 di komplek SMP/SMA Semesta, Gunungpati, Semarang, Ahad (23/6).

Alasan simpulan itu, menghormati simbol negara seperti upacara bendera dan berdiri saat menyanyikan lagi Indonesia Raya, hukumnya wajib bagi seluruh warga negara. Hal itu karena telah diwajibkan oleh undang-undang, dan menaati pemerintah hukumnya wajib.

KOKAM Tegal

Demikian pula, kelompok yang menyatakan Pancasila sebagai ideologi kufur atau thoghut, hukumnya haram. Hal itu termasuk penghinaan dan meremehkan hasil konsensus bangsa. Padahal konsensus itu telah dibuat pada saat mendirikan Republik Indonesia dan seluruh perwakilan elemen bangsa Indonesia telah menyepakati dasar negara.

KOKAM Tegal

Dalam sidang yang dipimpin KH A’wani dan Ubaidillah Shodaqoh ini, para ulama menyampaikan berbagai pandangannya untuk menjawab tiga pertanyaan umat. Yaitu bagaimana hukumnya menghormati simbol negara yang telah menjadi konsensus nasional, bagaimana hukum menyatakan Pancasila dan NKRI adalah ideologi dan sitem kufur atau thoghut, serta apa yang harus dilakukan pemerintah terhadap organisasi atau kelompok yang menolak Pancasila dengan anggapan kafir.

Disampaikan Kyai Ubaidillah, hukum asal menghormati simbol negara adalah mubah atau jaiz atau boleh. Namun karena sudah menjadi undang-undang, maka hukumnya menjadi wajib. Sesuai dengan keterangan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin.

Lebih jelas disampaikan KH A’wani, penghormatan kepada bendera atau lambang negara, tidak ada unsur ibadah. Itu sebagai wujud cinta negara. Karena dalam UUD 1945 dijelaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai rahmat Allah Yang Maha Esa, maka menghormati bendera sebagai simbol tanah air sama dengan mensyukuri nikmat Allah Taala.

“Menganggap pancasila sebagai thoghut adalah pengakuan yang batil atau dakwah bathilah. Menganggap demokrasi sebagai sistem kuffur juga dakwah bathilah,” ujarnya mengutip salah satu jawaban dari delegasi PCNU.

Ta’zir dari pemerintah, menurutnya, agar bisa menciptakan efek jera. Tahapannya dimulai dari mengklarifikasi, menasehati, memberi peringatan keras, lalu mengambil tindakan hukum.

Namun bila kelompok tersebut sudah memiliki kekuatan yang bisa menggoyahkan sendi kenegaraan, maka pemerintah wajib memerangi atau menumpasnya. Karena sudah masuk kategori bughot (pemberontakan).

“Semua putusan bahsul masail ini dibuat agar bisa dimengerti masyarakat umum,” pungkas kiai asal Sarang Rembang ini.

Redaktur     : Abdullah Alawi

Kontributor : Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Syariah, RMI NU KOKAM Tegal

Sabtu, 19 Agustus 2017

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan inspirasi banyak orang. Hal ini erat kaitannya dengan perjuangan beliau dalam membela kaum minoritas. Pemikiran ulama asal Jombang itu telah memberi warna tersendiri dalam wacana kebangsaan selama ini.

Gus Dur dikenal sebagai kiai yang memperjuangkan dan menegakkan isu-isu demokrasi, pluralisme dan HAM. Tidak banyak orang yang dapat konsisten seperti halnya dilakukan oleh Gus Dur. Pemikiran dan perjuangannya didekasikan untuk kaum lemah, termasuk kaum perempuan. selama ini perempuan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang.?

Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Buku bertajuk Gus Dur di Mata Perempuan ini mengulas sosok feminisme Gus Dur. Buku ini mengeksplorasi pendapat para tokoh perempuan tentang Gus Dur. Para penulis yang semuanya perempuan ini menceritakan pengalaman apa yang mereka saksikan tentang pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan dan pembebasan perempuan.?

Pandangan-pandangan Gus Dur tentang toleransi dan demokrasi sudah sering disinggung. Namun pandangannya tentang gender dan kesetaraan masih belum banyak yang mengulas. Pandanganya mengenai kedudukan perempuan menunjukkan bahwa dirinya memang serius dalam melakukan pembebasan. Karena perempuan adalah semacam titik masuk dari berbagai pemikiran mengenai pembebasan dan kemanusiaan.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Tidak sekadar wacana, pembelaan Gus Dur terhadap perempuan dilakukan dalam berbagai sikap dan tuturan. Misalnya, Gus Dur ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.?

Perjuangan terhadap perempuan juga terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden ke-4. Gus Dur memelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. ?

Kepedulian Terhadap Perempuan

Bagi keluarga, Gus Dur adalah orang yang betul-betul menerapkan kesetaraan, bukan sekedar gaya hidup. Baginya, kesetaraan berangkat dari ruh hak asasi manusia yang sama. Sebagai adik kandung Gus Dur, Aisyah Baidhowi menitikberatkan pada kiprah dan pemikiran Gus Dur tentang perempuan di Nahdlatul Ulama (NU). Sejak Gus Dur terpilih pada Muktamar Situbondo 1984 sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, Gus Dur selalu mendorong Muslimat untuk memperhatikan dan okus pada masalah-masalah kemasyarakatan yang lain, bukan hanya isu perempuan. Gus Dur juga selalu menasehatkan jangan berkutat di internal organisasi tetapi harus berani ekspansi, bekerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di luar. (Halaman 52)

Ala’i Nadjib menuliskan Gus Dur di Mata Keluarga Inti. Tulisan ini berisi hasil wawancara Nadjib dengan istri dan anak-anak Gus Dur. Nadjib memotret kehidupan Gus Dur dalam keluarga. Terutama perhatian Gus Dur terhadap kesehatan reproduksi. Berdasarkan wawancara itu banyak yang disimak mengenai sikap Gus Dur sebagai seorang suami sekaligus bapak dari empat putrinya. Pola pendidikan yang diberikan kepada keluarganya adalah pendidikan yang membebaskan dan bertanggung jawab.

Pemikiran feminis Gus Dur terhadap perempuan tergambar melalui pandangannya terhadap ketimpangan relasi gender. Diskriminasi merupakan persoalan utama untuk membangun keharmonisan relasi gender.

Selain peduli terhadap perdamaian, pluralisme, demokrasi, dan pembelaan terhadap kaum minoritas. Gus Dur juga peduli terhadap hak asasi perempuan Indonesia. Gus Dur memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat fundamental bagi terwujudnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki.

Jika dicermati, perjalanan karier dan kecendekiawanan Gus Dur juga tidak bisa lepas dari perempuan. Selain istri, Gus Dur memiliki empat putri. Bahkan, publik mengenal salah satu putri Gus Dur Yeni Wahid sebagai salah seorang tokoh politik masa kini. Di mata keluarga Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang demokratis.?

Apabila ditelisik, pemikiran Gus Dur yang sdah maju pada eranya tentang kesetaraan sebenarnya telah tumbuh dari keluarga inti beliau, ayah dan ibunya. KH. Wahid Hasyim merupakan pelopor sekolah hakim perempuan pertama pada tahun 1950-an, saat beliau menjadi Menteri Agama.

Gus Dur adalah belantara makna yang seakan tak pernah habis digali. Sudah tak terhitung kajian dilakukan terhadap sosok dan pemikirannya dalam berbagai dimensi. Namun, buku ini memiliki keunikan dan kelebihan dibanding dengan karya-karya lainnya.

Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Buku ini terbit tidak lepas dari upaya Fatayat NU, sebagai organisasi gerakan perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU). untuk terus menerus mengkampanyekan pemikiran feminisme yang berakar pada khasanah pemikiran dan tradisi keindonesian.

Data buku

Judul buku : Gus Dur di Mata Perempuan?

Editor : Ala’i Nadjib

Penerbit : Gading, Yogyakarta

Cetakan : 2014

Tebal: 296 Halaman

ISBN : 978-602-14913-9-3

Peresensi : Ahmad Suhendra El-Bughury, reporter majalah Bangkit PWNU DIY



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Syariah, Pendidikan KOKAM Tegal

Kamis, 17 Agustus 2017

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury

Solo, KOKAM Tegal. Syekh Sofyan Atsaury adalah seorang ulama salaf yang dikenal sebagai seorang ahli tasawuf. Nama Atsaury yang melekat di belakang namanya, maknanya sejenis sapi. Konon nama itu sebagai wujud ketawadlu’annya.

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury

Pernah ia menasihatkan kepada jamaah untuk masuk masjid mendahulukan kaki kanan. Jika tidak, apa bedanya dengan sapi. Kemudian suatu hari ia masuk masjid mendahulukan kaki kiri, seketika ia mengatakan sapi (Atsaury). Kemudian nama itu menempel di belakang namanya.

“Menurut Syekh Sofyan Atsaury, ada 10 hal yang ‘terlalu’ jika dilakukan oleh orang,” tutur KH Abdul Karim Ahmad, dalam Sarasehan Ramadhan di Masjid Jami’ As Segaf, belum lama ini (22/7).

KOKAM Tegal

Kiai yang akrab disapa Gus Karim tersebut membacakan dalam kitab Tanbihul Ghafilin 10 hal tersebut. “Pertama, yakni orang yang diberi kesempatan berdoa, tetapi ia berdoa hanya untuk dirinya, bukan kedua orang tua atau Umat Islam,” terangnya.

Menurut Gus Karim, padahal pintu kebahagiaan anak adalah birrul walidain, selain itu doa kepada kedua orang tua dapat dijadikan wasilah untuk memecahkan masalah.

KOKAM Tegal

Hal kedua yakni orang yang bisa membaca Al-Qur’an tetapi dalam sehari tidak membaca (minimal) 100 ayat. Selanjutnya adalah orang yang masuk masjid tetapi tidak sampai menjalankan shalat 2 rakaat dan orang yang berjalan lewat kubur, tetapi tidak mengucap salam dan mendoakan. “Orang mati itu senang didoakan,” jelasnya.

Golongan kelima, orang bepergian jauh hari Jum’at. Meski diberi dispensasi, tapi sayang karena tidak jumatan padahal punya kesempatan.

Berikutnya orang yang tahu ada ulama tetapi tidak mau datang atau mencari ilmu. Lalu dua orang bertemu tapi tidak saling mengenal dan orang yang mendapat undangan tapi tidak hadir tanpa sebab.

Sembilan, pemuda yang menyia-nyiakan masa mudanya. “Jadilah pemuda yang cita-citamu di bintang meskipun kaki di atas bumi,” kata Pengasuh Pesantren Al Qur’aniy Solo itu.

Terakhir, yaitu orang yang tidak peduli pada tetangganya. Kepedulian itu tidak hanya berbentuk makanan, tapi juga dapat berupa sandang.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, AlaNu, Syariah KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock