Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Jakarta, KOKAM Tegal. Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU) NU Tour and Travel, kini hadir dengan manajeman dan semangat baru. Di bawah kendali Ketua Umum ASBIHU, KH Musthofa Aqil Siroj, ASBIHU berkomitmen untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.?

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Ditambah lagi ASBIHU untuk memperkuat pengembangan usaha telah mendapatkan perpanjangan izin dengan diperolehnya SK Kemenag No. 432 Tahun 2016.

Salah satu semangat ASBIHU dalam peningkatan pelayanan kepada para jamaah adalah dengan pesawat yang digunakan. ASBIHU Tour and Travel hanya akan menggunakan pesawat milik negara (pemerintah).

Penggunaan pesawat milik negara ini dipandang efektif, karena pesawat negara akan tetap memberangkatkan penumpang walau penumpang di jam penerbangan tersebut, misalnya kurangnya memenuhi kuota.

“Dengan pesawat negara, walaupun tidak penuh tetap diberangkatkan, karena pesawat negara terbang atas dan untuk kepentingan negara,” kata Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani kepada KOKAM Tegal Kamis (1/12) sore.

KOKAM Tegal

Beberapa pesawat negara yang digunakan adalah Oman Air, Qatar, dan Emirates. Pesawat-pesawat tersebut sekalipun terbang dengan singgah di negara-negara pemilik atau asal perusahan penerbangan, tetap langsung ? menuju Madinah sebagai destinasinya. Berbeda dengan pesawat swasta yang kebanyakan berdestinasi ke Jedah, sehingga masih mengharuskan jamaah melakukan penerbangan dari Jedah ke Madinah.?

“Padahal penerbangan dari Jedah ke Madinah memakan waktu sekitar enam jam. Tentu ini akan sangat melelahkan, apalagi bagi jamaah yang sudah berumur yang biasa tinggal di daerah-daerah. Tapi dengan peswat pemerintah, langsung ke Madinah. Ini akan banyak sekali mengefektifkan waktu,” kata Hafidz.

KOKAM Tegal

Pelayanan maksimal yang diberikan ASBIHU Tour and Travel membuahkan kepercayaan masyarakat. Pada bulan Desember ini, ASBIHU akan memberangkatkan sedikitnya 600 jamaah umrah. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan, rasa syukur dan terima kasih dari manajemen ASBIHU atas kepercayaan masyarakat yang memercayakan perjananan ibadah umrahnya kepada ASBIHU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Kajian Sunnah, Berita KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Rembang, KOKAM Tegal

Maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang dituding banyak meresahkan warga membuat masyarakat sekitar meminta bantuan kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kragan untuk membantu mengawal dalam penertiban.?

Ketua PAC GP Ansor Kragan Ahmad Mujibur Rohman mengatakan, dengan maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan menjadi salah satu konsen kami untuk membantu menyelesaikannya. "Ini merupakan salah satu konsen kami mengawal tuntutan masyarakat dan pemuda dalam penyelesaian permasalahan tersebut," terangnya, Sabtu (19/3).

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Beberapa desa yang merasakan keberatan terkait berdirinya cafe ilegal diantaranya Desa Kebloran, Tanjungan, dan Sendangwaru. Para warga merasa terganggu dengan maraknya cafe ilegal yang didirikan di desa mereka.

Warga berharap permasalahan ini secepatnya dapat ditangani, sehingga warga dapat merasakan kenyamanan dilingkungan mereka kembali. "Ini termasuk melakukan sesuatu yang masalahah bagi masyarakat," terang Mujib.

KOKAM Tegal

Diketahui bahwa Ahmad Mujibur Rohman merupakan Ketua PAC GP Ansor Kragan yang baru terpilih pada 28 Februari 2016 lalu. Selain upaya untuk melakukan kegiatan yang bersifat urgensif dalam masyarakat, Ansor Kragan juga berupaya untuk membangun kepengurusan yang solid di internal organisasi.

Pihaknya menambahkan, satu minggu selepas Konferancab dilakukan penyusunan kepengurusan Anak Cabang. Dilanjut dengan mengadakan silaturrahim ke beberapa tokoh NU dan Ansor baik tingkat cabang maupun pusat.?

"Diantaranya kita silaturrahim ke Ketua PC GP Ansor Rembang, para tokoh PCNU Lasem, Gus Luthfi Thomafi selaku Pengurus Pusat GP Ansor, dan juga Gus Ghofur Maimoen," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tegal, Berita KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Oleh Suwendi?



Di antara tokoh kependidikan abad pertengahan adalah Ibn Jamâ’ah (639-733 H./1241-1333 M.). Tokoh ini di samping dikenal sebagai ahli hukum, lantaran dia menjabat sebagai hakim di beberapa lembaga pengadilan sehingga mendapat sebutan Qâdhyat al-Qudhât, juga dikenal sebagai tokoh kependidikan. Ketokohannya di bidang pendidikan ditandai oleh aktivitas mengajar di berbagai lembaga kependidikan, di samping ia memiliki konsep kependidikan yang tertuang dalam masterpiece-nya Tadzkirat ? al-Sâmi’ ? wa ? al-Mutakallim ? fî ? Adab ? al-‘Âlim ? wa ? al-Muta’allim. Dalam karya itu, terdapat ulasan panjang lebar mengenai keutamaan ilmu, ulama dan pencari ilmu (thâlib al-‘ilm). Di samping itu, juga diterangkan sejumlah etika, yakni etika bagi pendidik, peserta didik, etika dalam menggunakan buku dan etika yang berkaitan dengan tempat tinggal selama proses belajar mengajar.?

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Namun sayangnya, kajian yang pembahasannya diarahkan pada tokoh dan karya ini masih terlihat minim. Beirkut ini merupakan elaborasi sederhana yang diharapkan dapat menghantarkan pengenalan terhadap sosok Ibn Jamâ’ah dan karya kependidikannya.

Riwayat Hidup

Nama lengkap Ibn Jamâ’ah adalah Badr al-Dîn Muhammad ibn Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah ibn Hâzim ibn Shakhr ibn ‘Abd Allâh al-Kinâny. Ia lahir di Hamâh, Mesir, pada malam Sabtu tanggal 4 Rabi’ al-Akhir 639 H./1241 M. Ia wafat pada pertengahan malam akhir hari Senin tanggal 21 Jumaday al-Ulâ tahun 733 H./1333 M. dan dimakamkan di Qirâfah, Mesir. Dengan demikian, Ibn Jamâ’ah genap berusia 64 tahun 1 bulan 1 hari. Dengan melihat kurun waktu masa hidupnya, Ibn Jamâ’ah hidup setelah al-Ghazâli (450 H./1058 M.-505 H./1111 M.), Ibn Rusyd (1126-1198 M.), dan al-Zarnûji (wafat sekitar 615 H./1222 M.), dan hampir bersamaan dengan Ibn Bathûthah (1304-1377 M.), dan Ibn Khaldûn (732 H./1332 M.-808 H.).

KOKAM Tegal

Dalam keluarganya, Ibn Jamâ’ah memiliki empat orang saudara, dan Ibn Jamâ’ah sendiri merupakan anak yang paling kecil (bungsu). Dari silsilah keluarga ini telah melahirkan sejumlah inetelektual muslim pada masanya. `Abd al-Jawwâd Khalaf mencatat bahwa setidaknya ada empat puluh sarjana terkenal yang lahir dari keluarga Jamâ’ah sepanjang masa Ayubiyah dan Mamluk.

Pengalaman pendidikan Ibn Jamâ’ah diperoleh untuk pertama kalinya dari lingkungan keluarganya, yang telah memiliki tradisi intelektual yang mapan. Ayahnya sendiri, Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah (596-675 H.), adalah seorang ulama besar dan ahli fiqh sekaligus sufi. Dengan ayahnya inilah Ibn Jamâ’ah banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Setelah itu, Ibn Jamâ’ah juga dibesarkan di berbagai daerah dalam rangka pengembaraan ilmu pengetahuan dan bertemu dengan beberapa ulama besar. Pengetahuan hadits, fiqh, dan bahasa diperoleh di Damaskus dengan menemui Ibn `Abd al-Dâim (wafat 668/1270), al-Mu’în al-Dimasyqi (wafat 670/1272), Ibn Mâlik (wafat 672/1274), al-Kamâl ibn `Abd (wafat 672/1274), Ibn Abî al-Yasar (wafat 672/1274), Ibn `Atha al-Hanafî (wafat. 673/1275), Ibn `Allân (wafat 680/1281), dan Ibn Abî `Umar (682/1283).?

Ibn Jamâ’ah juga memperoleh kesempatan berguru kepada sejumlah tokoh di Kairo, Mesir, yakni kepada Taqy al-Dîn ibn Razîn (wafat 680/1281), dan Jamâl al-Dîn ibn Mâlik guna mempelajari ‘Ilm Nahw. Al-Rasyîd al-‘Athâr (wafat 662/1264), Ibn Abî Umar, al-Tâj al-Qasthalâny (wafat 665/1267), al-Majd ibn Daqîq al-‘Id (wafat 667/1269), Ibn Abî Musalamah, Makky ibn ‘Ilân, Ismâ’il al-‘Irâqy, al-Mushaffâ, al-Baraza’iy, Syarf al-Dîn al-Subkî (wafat 669/1271), dan lain-lain. ?

Berkat pengembaraannya itu, Ibn Jamâ’ah sangat profesional dalam banyak bidang sehingga ia menjadi pendidik, orator, hakim, penyair, fâqih, mufassir, muhaddits dan lain-lain. Sebagai pendidik, ia pernah mengajar di Damaskus seperti di Qimyariyah, lembaga akademik Ibn Thûlûn, salah satu institusi pendidikan yang lebih menekuni pada konsep-konsep Syâfi’iyyah, dalam masa yang cukup panjang. Dari beberapa keterangan yang didapat, Ibn Jamâ’ah tampaknya menguasai aspek-aspek pendidikan. Seperti kesan yang dilontarkan Ibn Hajar ? “ia ? penuh ? kasih ? sayang, berakhlak baik, pandai ceramah… mengajar dengan baik dengan tanpa kekerasan”.

KOKAM Tegal

Sebagai orator, Ibn Jamâ’ah sering ceramah di Masjid al-Aqsha dan lembaga pendidikan al-Amwa, Damaskus, juga di al-Azhar, Mesir, dalam interval masa yang cukup lama. Seringnya ceramah di Damaskus dan Mesir ini berbarengan dengan kesibukannya sebagai hakim (Qâdhy al-Qudhâh). Karir dalam bidang hukum ini terlihat pada tahun 687 H. ketika ia menjabat sebagai hakim di Damaskus, dan ? tahun 690 H. beliau pindah ke daerah Mesir. Pada masa itulah Ibn Jamâ’ah sering bergabung dan bertukar fikiran dengan beberapa syaikh yang lain.?

Sungguhpun demikian, karir Ibn Jamâ’ah dalam bidang hakim ini tampaknya diuntungkan oleh situasi politik. Ketika terjadi pertentangan antar hakim al-Syâfi’iyah di Mesir, yakni antara Taqy al-Dîn Abd al-Rahmân ibn bint al-A’uzz dengan al-Wazîr ibn al-Sal’ûs, mengenai kandidat yang dapat diajukan untuk menduduki posisi penguasa hukum (qâdhy). Ibn Sal’ûs merekomendasikan kepada penguasa Mesir, ketika itu Khalîl ibn Qalâwun, bahwa yang berhak menduduki posisi itu adalah Ibn Jamâ’ah. ? Rekomendasi ? itu ? kemudian diterima oleh penguasa dan ditetapkanlah Ibn Jamâ’ah yang dipilih.

Pada permulaan tahun 693 H. penguasa Mesir terbunuh, lalu Ibn Jamâ’ah pindah ke Syâm hingga bertemu dengan Ibn bint al-A’uzz dan Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id. Tahun 702 H. Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id wafat dan Ibn Jamâ’ah pindah lagi ke Mesir hingga awal tahun 710-an H. Akhirnya, Ibn Jamâ’ah tetap menjadi qâdhy dan berakhir hingga tahun 727 H. oleh karena kondisi kesehatannya kurang normal.

Selain ahli dalam beberapa disiplin di atas, Ibn Jamâ’ah juga dapat dipandang sebagai ahli sastra pada zamannya. Ia ingat betul pada nazham-azham sya’irnya, sehingga Imam al-Asnawi menyatakan bahwa Ibn Jamâ’ah piawai dalam menyusun sya’ir-sya’ir yang baik. Kesan demikian pun tampaknya diakui juga oleh Ibn Hajar.

Sungguhpun Ibn Jamâ’ah ahli dalam banyak hal, namun hidup kesehariannya tampak sederhana baik dalam hal makanan, pakaian, kendaraan, maupun tempat tinggalnya. Ia sangat menjaga diri dari perbuat maksiat (warâ’), konsisten dalam beribadah kepada Allah (murâqabah), mengasihi orang fakir-miskin, menyukai tasawuf, toleran, senantiasa terbuka dan menyukai ilmu pengetahuan. Bagi Ibn Jamâ’ah, ilmu pengetahuan harus lebih diutamakan daripada melakukan ibadah sunnah yang bersifat jasmani, seperti shalat, puasa, membaca tasbih, dan lain-lain. Menurutnya, ilmu pengetahuan mampu memberikan efek positif kepada yang bersangkutan, di samping juga kepada orang lain secara keseluruhan. Ibadah hanya memberikan implikasi spesifik, yakni hanya kepada yang melakukan ibadah itu saja, sementara orang lain tidak.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah

Ibn Jamâ’ah sesungguhnya tokoh yang telah memiliki reputasi dalam berbagai bidang. Hal ini diakui oleh Ibn Hajar bahwa Ibn Jamâ’ah adalah shâhib ma’ârif, yadlrib fî kulli fann bisuhmin” [ahli pengetahuan dalam berbagai bidang dan dialektikanya]”. Al-Suyûthi sendiri mengomentarinya sebagai orang yang memiliki karya dalam berbagai bidang.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah pada garis besarnya terbagi ke dalam sebelas disiplin ilmu pengetahuan. Berikut daftar karya-karya Ibn Jamâ’ah yang dikelompokkan secara tematis yang didasarkan atas judul-judulnya.?

Pertama, disiplin ’Ulûm al-Qurân terdiri atas (1) Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, (2) al-Tibyân li Mubhimât al-Qur’ân, (3) al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, (4) Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, dan (5) al-Muqtadh fî Fawâid Takrîr al-Qashâsh.

Kedua, disiplin ‘Ulûm al-Hadîts terdiri atas (6) al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy yang merupakan ringkasan dari kitab ‘Ilm al-Hadits yang ditulis Ibn al-Shalâh. Dalam kitab ini, Ibn Jamâ’ah menambahkan beberapa catatan dan mengurutkan beberapa pembahasan. Kitab ini selesai ditulis pada bulan Sya’ban tahun 687 H. di Damaskus. (7) al-Fawâid al-Ghazîrat al-Mustanbithat min Ahâdits Barîrah, (8) al-Mukhtashar fî ‘Ulûm al-Hadîts, (9) Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, (10) Mukhtashar Aftsâ al-Amal wa al-Syawq fî ‘Ulûm al-Hadîts al-Rasûl li Ibn al-Shalâh, (11) Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan.

Ketiga, disiplin Kalam terdiri atas (12) al-Radd ‘alâ al-Musyabbahah fî Qaulih Ta’âlâ “al-Rahmân ‘alâ al-‘Arsy Istawâ”, (13) al-Tanzih fî Ibthâl Hujaj al-Tasybîh, (14) Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil.

Keempat, disiplin Fiqh terdiri atas (15) al-‘Umdat fî al-Ahkâm, (16) al-Thâ’at fî Fadlîlat Shalât al-Jamâ’ah, (17) Kasyf al-Ghimmat fî Ahkâm Ahl al-Dzimah, (18) al-Masâlik fi ‘Ilm al-Manâsik, dan (19) Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah.

Kelima, disiplin politik terdiri atas (20) Hujjat al-Sulûk fî Muhâdât al-Mulûk, (21) Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm.

Keenam, disiplin sejarah terdiri atas (22) al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, dan (23) Nûr al-Rawd.

Ketujuh, disiplin Nahu terdiri atas (24) Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, dan (25) al-Diyâ al-Kâmil wa Syarh al-Syâmil.

Kedelapan, disiplin Sastra terdiri atas (26) Lisân al-Adab, (27) Dîwân al-Khithab, (28) Arjûzat fî al-Khulafâ, ? dan (29) Arjuzât fî Qudhât al-Syâm.

Kesembilan, disiplin Perang terdiri atas (30) Tajnîd al-Ajnâd wa Jihât al-Jihâd, (31) ? Mustanid al-Ajnâd fî Âlât al-Jihâd, dan (32) Awtsaq al-Asbab.

Kesepuluh, disiplin astrologi terdiri (33) Usthurulâb. Kitab ini diajarkan oleh Ibn Jamâ’ah kepada para pelajarnya di Damaskus.

Kesebelas, disiplin pendidikan terdiri atas (34) Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Klasifikasi disiplin di atas sesungguhnya didasarkan atas indikasi judul-judul karya Ibn Jamâ’ah. Secara umum, judul-judul tersebut relatif jelas memberi petunjuk tentang tema bahasannya. Jika klasifikasi tematis tersebut cenderung tepat maka tidaklah salah jika ada kesimpulan bahwa Ibn Jamâ’ah merupakan seorang ilmuwan ensiklopedis. Buah karya sejumlah 34 dalam 11 disiplin pengetahuan yang berbeda mendeskripsikan produktivitas penulisnya.

Sungguhpun ? demikian, beberapa karya ? tersebut sangat sulit ditemukan. Penelitian `Abd al-Jawwâd Khalaf memberi informasi bahwa paling tidak ada 16 judul yang manusikripsinya masih tersimpan di berbagai koleksi di negara Timur Tengah dan Barat. Judul-judul tersebut adalah Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan, Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah, Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil, Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm, al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, Nûr al-Rawd, Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, Arjûzat fî al-Khulafâ, Arjuzât fî Qudhât al-Syâm, Usthurulâb, dan Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Karya-karya lainnya kemungkinan telah hilang atau belum teridentifikasi dalam koleksi-koleksi manuskrip Arab. Tampaknya perhatian studi terhadap karya-karya Ibn Jamâ’ah kurang menunjukkan semangat yang besar, terbukti dengan masih minimnya studi dan upaya-upaya melakukan edisi dan penerbitan. Sejauh informasi yang terkumpul menunjukkan ada lima judul yang telah diedit dan dicetak, yakni Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim, Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, dan Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan. Hal ini pada sisi tertentu cukup menantang bagi para intelektual untuk mengkaji terhadap khazanah tersebut sehingga dapat diketahui kontribusi Ibn Jamâ’ah bagi pertumbuhan peradaban Islam dari dulu hingga kini.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon bekerja pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Habib, Tokoh KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Jakarta, KOKAM Tegal

Kelompok Kerja Guru MI Ma’arif NU Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, kembali mengadakan lomba karya Ilmiah untuk siswa madrasah. Lomba yang dilaksaanakan di aula kantor Kementerian Agama ini mempertemukan 14 finalis dari berbagai kecamatan di Kabupaten Semarang.

Lomba yang diselenggarakan untuk pelajar tingkat madrasah ibtidaiyah tersebut terdiri dari beberapa tahapan, yaitu identifikasi masalah oleh siswa dan guru pembimbing, untuk selanjutnya diajukan ke bimbingan yang dilakukan oleh pendamping dari Balai Diklat Keagamaan Sermarang, dan tahap akhirnya adalah grandfinal yang diadakan Rabu, 3 Februari 2016.

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Guru Ma’arif Semarang Gelar Lomba Karya Ilmiah Tingkat MI

Dalam rilis yang diterima KOKAM Tegal, Kegiatan tahunan ini bertujuan untuk memupuk sifat dan sikap rasa ingnin tahu peserta didik madrasah sehingga dapat mengembangkan budaya penelitian secara rasional atau ilmiah.

KOKAM Tegal

Kepala Kantor Kementerian Agama Semarang memberikan apresiasi yang positif terhadap perlombaan ini dan berharap dapat memberikan dampak yang baik bagi perkembangan madrasah di Kabupaten Semarang.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh ketua Pengurus? Wilayah Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jawa Tengah.? LP Ma’arif NU Jateng berharap semangat berma’arif di Kabupaten Semarang senantiasa terjaga dan dapat dikembangkan di daerah lainnya. Lomba diharapkan dapat melahirkan peneliti andal dari madrasah.

KOKAM Tegal

Lomba Kisma (karya ilmiah siswa madrasah) yang kedua ini menghadirkan dewan juri yang terdiri dari Agus Mujiono M.Ed dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Moh Yasir Alimi dari Unes Semarang, Kusno dari Kementerian Agama Kabupaten Semarang, dan Kusmanto dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang.

Pemenang pertama lomba Kisma adalah MI Miftahul Huda Sumberejo, Pabelan dengan judul penelitian “Pemanfaatan Limbah Posfat sebagai Media Tanam”. Pemenang kedua adalah MI Ma’arif Keji Ungaran Barat dengan judul penelitian “Pemanfaatan Minyak Jelantah sebagai Sabun Mandi”; pemenang ketiga adalah MI Ar Rosyad Bergas dengan judul “Pemanfaatan Daun Suji sebagai Pewarna Alami dalam Pembuatan Makanan Ringan Stik”. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Lomba, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

Yogyakarta, KOKAM Tegal

Kepengurusan baru Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kota Yogyakarta bertekad akan mendirikan pimpinan anak cabang (PAC) baru di beberapa daerah di Kota Yogyakarta.

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta Komit Dirikan Anak Cabang Baru

"Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta selama ini banyak didominasi oleh pelajar dari luar Jogja yang sedang kuliah dan nyantri di Jogja. Sehingga pelajar asli Jogja membutuhkan wadah resmi yang berasal dari bawah," ujar Shofwan Hadi selaku ketua PC IPNU Kota Yogyakarta yang terpilih Maret lalu.

PC IPNU-IPPNU Kota Yogyakarta juga sudah meminta restu dan dukungan pendirian PAC baru kepada Pengurus Cabang NU Kota Yogyakarta beserta segenap badan otonomnya pada pertemuan persiapan agenda Ramadlan dan Idul Fitri 1437 H.

KOKAM Tegal

Kegiatan berlangsung di salah satu rumah makan di daerah Gedong Kuning, Yogyakarta, Rabu (6/4), dan dihadiri segenap pemangku kepentingan dari Kemenag, PCNU, MWCNU, Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU-IPPNU, dan LAZISNU.

KOKAM Tegal

Menurut Shofwan, kehadiran Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU penting sebagai wadah pengaderan tingkat dasar IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta. Dengan demikian, kader IPNU-IPPNU dari warga asli Yogyakarta akan semakin banyak.

Keinginan mendirikan PAC IPNU-IPPNU di Kota Yogyakarta mendapatkan respon positif dari semua pihak. Ketua PCNU kota Yogyakarta Ahmad Yubaidi mengatakan, agenda Ramadlan dan Idul Fitri kali juga menjadi sarana melatih diri dan kader untuk bisa memberikan manfaat di masyarakat.

“Menyambut Ramadlan dan Idul Fitri ini salah satu tujuannya adalah mempercantik rumah ibadah, pesantren, melengkapi administrasi, pengembangan masyarakat," ujarnya. (Naim Failashuf/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita KOKAM Tegal

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Magelang, KOKAM Tegal?

Akhir-akhir ini konflik yang dilatarbelakangi sentimen suku, agama, ras dan agama (SARA) semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, hawa konflik di Irak, Suriah, dan Myanmar telah turut mereduksi komitmen kebangsaan warga Indonesia.

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II, Senin (18/9), di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

“Hal ini ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kiai Said.

Sebagai penerus perjuangan ulama, lanjut Kiai Said, sudah sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu, kita tanamkan kepada segenap generasi muda bangsa Indonesia.?

“Oleh karena itu menurut hemat saya kegiatan ini hadir di saat yang tepat. Saat generasi muda bangsa ini dihadapkan kepada berbagai tantangan toleransi,” tegas Kiai Said.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama apa pun.

“NU sejak berdiri dan selamanya akan komitmen menjaga kemajemukan Indonesia dengan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” tandasnya.?

Agenda dua tahunan Lembaga Pendidikan Ma’arif itu diikuti 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.?

KOKAM Tegal

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta wakilnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Berita, Nusantara KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

Jember, KOKAM Tegal

Tak bisa dipungkiri bahwa kecerdasan adalah sebuah kebanggaan. Prestasi yang melangit adalah suatu kehormatan. Namun cerdas dan berprestasi saja tidak cukup jika tidak diiringi dengan akhlak yang mulia dan ketaatan menjalankan perintah Allah, khususnya shalat. Inilah yang sesungguhnya menjadi ruh dari Masa Bimbingan Santri (Mabisa) Pondok Pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Jawa Timur.?

Mabisa diperuntukkan bagi ? seluruh siswa baru lembaga formal Nuris. Bahasanya memang menggunakan bimbingan santri, karena semua peserta didik lembaga Nuris yang meliputi MTs, SMP, SMA, SMK dan MA –kecuali MI-- mulai tahun ini diwajibkan mondok.?

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Nuris Tekankan Akhlaq, Baru Sains

"Kebijakan ini untuk memudahkan bimbingan sekaligus kontrol terhadap semua peserta didik Nuris. Karena wali murid telah memasrahkan kepada kami untuk mendidik anaknya, dan kami merasa mempunyai tanggung jawab yang besar untuk itu," tukas Gus Robith Qashidi salah seorang pengasuh Pesantren Nuris kepada KOKAM Tegal di sela-sela Mabisa Nuris, Ahad (24/7).

Jumlah siswa/santri baru Nuris tahun ini mencapai 1.200 orang sehingga total santri Nuris mencapai 300-an. Santri-santri baru itu menjalani Mabisa selama 2 pekan. Mabisa difokuskan pada dua hal. Pertama, pengenalan dan pengamalan akhlak-akhlaq mulia dengan mengaji kitab Tarbiyatus Shibyan. Kitab karangan KH Habibullah Rois itu sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh KH Muhyiddin Abdusshomad sekaligus digubah dalam bentuk nadzom syair sehingga enak didengar. Kedua, pengenalan dan pemantapan praktek shalat sesuai dengan tata cara shalat ala Ahlussunah wal Jamaah. Jadi, kata kunci dalam menimbu ilmu di Nuris adalah mantap akhlak dan shalatnya dulu, baru belajar sains, ilmu sosial dan sebagainya.?

"Saya meyakini, jika akhlaknya sudah baik dan shalatnya juga benar, insyaallah para santri mudah menerima pelajaran," jelas Gus Robith.

KOKAM Tegal

Selain itu, dalam Mabisa, para santri baru juga dilatih kedispilinan, misalnya baris-berbaris dengan mendatangkan pelatih dari korps TNI. Materi-materi umum, termasuk soal narkoba juga menjadi sajian dalam Mabisa Nuris.

Sejauh ini, Nuris merupakan ? pesantren yang tetap berpegang teguh dengan cita-cita awal pesantren, yaitu pembina akhlak. Namun bersamaan dengan itu, Nuris tak pernah telat untuk mengakses hiruk-pikuk dunia luar sehingga selalu bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyaknya santri Nuris yang meraih prestasi, mulai dari lomba robot hingga sepak bola merupakan bukti yang menahbiskan Nuris sebagai ? pesantren idaman. (Aryudi A. Razq/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

Metro, KOKAM Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kota Metro Lampung KH Zainal Abidin mengingatkan segenap umat Islam untuk senantiasa berbakti kepada orang tua dengan mendoakan keduanya baik saat hidup di dunia maupun ketika sudah dipanggil oleh Allah SWT. Ia mengingatkan juga bahwa doalah yang senantiasa diharapkan oleh orang tua kita.

"Yang bisa diberikan kepada orang tua apalagi sudah meninggal dunia adalah doa dari anak yang shaleh. Mari doakan minimal bada shalat maktubah karena itu merupakan waktu mustajabah untuk berdoa," ajaknya, Sabtu (30/12) malam saat memberikan tadzkirah takziyah malam ketujuh salah satu pengurus Muslimat Kota Metro.

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)
Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti (Sumber Gambar : Nu Online)

Bukan Haram, Mendoakan Orang Tua Justru Tanda Bakti

"Lalu apakah doa dari orang lain yang bukan anaknya tidak diterima oleh Allah?" tanyanya kepada jamaah mengutip pertanyaan sebagian paham yang tidak meyakini jika doa kepada mayit akan sampai dan bermanfaat.

Kiai Zainal menjelaskan bahwa doa kepada orang yang meninggal dunia diterima oleh Allah SWT karena hal tersebut telah tertulis dalam Al-Quran Surat Ibrahim ayat 41 yang artinya, "Ya Tuhanku beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan seluruh orang Mukmin, pada hari terjadinya hisab."

KOKAM Tegal

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kali melaksanakan shalat jenazah juga dipastikan ada bacaan untuk mengampuni dosa si mayit dan bila tidak dibaca maka tidak sah shalat jenazahnya.

Hal inilah yang perlu dipahami oleh umat Islam agar tidak sempit dalam mempelajari dan memahami agama.

"Jangan mudah terkecoh dengan paham yang memahami dalil secara tekstual saja. Seperti ada yang mengatakan bahwa kumpul untuk tahlil hukumnya haram. Padahal yang namanya tahlil itu adalah mengucapkan lafadz La illaaha illallah. Dalam Majelis tahlil, dibacakan juga tasbih, tahmid, takbir dan sejenisnya," jelasnya.

Maka menurutnya beruntunglah masyarakat yang memiliki majelis dzikir dan takziyah di lingkungannya. Berbagai manfaat bisa didapatkan diantaranya silaturahmi, mendoakan orang tua dan para  pendahulu.

KOKAM Tegal

"Yang tidak diperbolehkan adalah meminta kepada yang sudah meninggal," katanya sekaligus menjelaskan manfaat dari bertakziyah yaitu ingat akan kematian yang akan menambah ketakwaan kepada Allah SWT.

"Kematian pasti akan datang kepada kita, namun kita tidak akan tahu kapan datangnya," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Aswaja, Berita KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, KOKAM Tegal. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

KOKAM Tegal

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita, Kajian Islam KOKAM Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, KOKAM Tegal. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Nahdlatul, Quote KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Bandung, KOKAM Tegal



Tiga tahun berturut-turut, sejak 2015 ribuan santri mengikuti turnamen sepak bola pada ajang Liga Santri Nusantara yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlaltul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan tahun ini, santri yang mengikuti turnamen itu diperkirakan 22 ribu santri dari 1048 pesantren di seluruh Indonesia. 

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku percaya sepenuhnya kepada para kiai akan bisa mengatur para santri kapan mereka harus mengaji dan sepak bola. Para kiai telah berpengalaman mengatur ribuan santri. Dan titah kiai akan selalu dipatuhi para santri.   

“Saya yakin, saya yakin, kiai akan mengatur itu, kiai bisa mengatur itu, kapan waktunya ngaji, shalat, kapan waktunya tahajud, istighotsah, kapan waktunya sepak bola,” katanya selepas menonton Grand Final Liga Santri Nusantara tahun lalu dari awal hingga usai di stdion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta antara kesebelasan Walisongon dan Nur Iman. 

Liga Santri Nusantara, lanjut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, tidak lain untuk menggali bakat para santri. Ia meyakini jutaan santri di Indonesia adalah sumber bakat terpendam dalam berbagai hal, termasuk olahraga. Namun sampai saat ini masih sebatas potensi, belum menjadi prestasi.  

KOKAM Tegal

“Santri-santri kita ini punya potensi, tapi belum dimenej dan dikembangkan. Sehingga potensi belum menjadi prestasi,” ungkap pengasuh pondok pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan itu. 

Dengan adanya Liga Santri Nusantara, ia berharap akan bermunculan sepak bola di Timnas Indonesia yang berprestasi dari kalangan pesantren. Hal itu akan mengangkat nama pemainnya, pesantrennya sendiri dan NU. 

Ia menyebutkan, dalam sepak bola memiliki sisi positif yang bisa dikembangkan, yang selama ini menjadi sikap para santri. 

“Di dalam sepak bola ada sifat yang positif, yaitu tidak boleh memiliki sikap egois. Ada kerja sama, dengan memberikan bola kepada temannya, terbangun jaringan yang sangat solid, membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Jadwal Kajian, Berita KOKAM Tegal

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Jepara, KOKAM Tegal

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara memberikan motivasi berwirausaha kepada pelajar penerima beasiswa Kartini Scholarship. Mata Air mendorong kepada penerima beasiswa untuk dapat mandiri di usia muda. 

“Siswa-siswi penerima beasiswa Kartini Scholarship Mata Air Jepara kami berikan pembekalan materi kewirausahaan, setelah itu mereka mempunyai tugas untuk membuat planning usaha,” kata Arif Ubadillah, pengurus Mata Air Jepara.

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Komunitas Mata Air hingga saat ini telah memberikan beasiswa kepada 19 peserta didik berprestasi kurang mampu, dan dari keluarga NU. “Pada hari ini penerima beasiswa memaparkan planning usahanya, nanti rencana usaha yang paling baik akan kita danai untuk dilaksanakan,” kata Arif saat ditemui Ahad (7/2/2016) di aula SMK Walisongo Pecangaan, Jepara.

Pembekalan kepada penerima beasiswa, lanjutnya, sudah dilakukan beberapa kali. “Penerima beasiswa tidak hanya kita bekali dengan materi kewirausahaan saja, sebelumnya juga kita beri materi keorganisasian dan tulis menulis,” lanjut mahasiswa Universitas Muria Kudus ini.

Dia berharap, penerima beasiswa untuk lebih mandiri dan mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kita akan pantau dan bina terus sampai mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Rif’ul Mazid Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Berita, Syariah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Jember, KOKAM Tegal. Organisasi massa (ormas) dan pondok pesantren mengadakn diskusi dan Deklarasi Resolusi Damai bertema “Eliminasi Kekerasan, Mengkonstruksi Perdamaian”. Kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember tersebut dilaksanakan pada 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan Internasional.

Disksusi dihadiri perwakilan ormas dan komunitas pesantren di Jember, yakni Fatayat NU Jember, Kohati Cabang Jember, PMII Jember, Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono, Pondok Pesantren Nurul Jadid Al-Islami, Pondok Pesantren Al Jauhar, dan Pondok Pesantren Darul Hikam.

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

“Diskusi ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kepedulian komunitas-komunitas yang ada di Jember untuk bergerak bersama mewujudkan perdamaian dengan tidak mentoleransi kekerasan,” ungkap Agustina Dewi, Ketua Bidang Gerakan Perempuan IKAPMII.

KOKAM Tegal

Perdamaian, menurutnya, seharusnya dipahami bukan hanya tidak adanya kekerasan langsung, tetapi ketika struktur yang ada sudah mampu menjamin keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan warga masyarakat.

Ia menambahkan, kekerasan terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat jumlah kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, seperti data dari Komnas Perempuan yang tahun ini mencapai 321.752, meningkat dari 293220 tahun 2015.

KOKAM Tegal

Angka tersebut, kata dia, adalah jumlah kekerasan yang dilaporkan dan telah ditangani oleh pihak yang berwajib, padahal bisa jadi angka kekerasan yang tidak terlaporkan lebih banyak lagi.

“Lembaga pendidikan, termasuk pesantren-pesantren bisa mengambil peran penting dalam upaya menekan angka kekerasan dengan memasukkan materi anti-kekerasan dan perdamaian dalam kurikulum, sekaligus dalam proses pembelajaran yang dilakukannya,” ungkap Najmatul Millah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami yang juga menaungi beberapa lembaga pendidikan.

Dalam diskusi ini telah terbangun komitmen diantara yang hadir, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihilangkan, baik yang berupa kekerasan langsung maupun tidak langsung, kekerasan fisik maupun psikologis, di ruang publik maupun di ranah domestik.

“Kekerasan terhadap perempauan adalah masalah kemanusiaan, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena sebenarnya terkait dengan penghargaan atas hak azasi Manusia,” demikian ditegaskan oleh Ketua IKAPMII Jember.

Resolusi Damai

Diskusi telah menyatukan persepsi dan? mendesain gerakan anti kekerasan untuk membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.? Dalam rangka pencapaian tujuan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskusi ini menghasilkan resolusi dengan menimbang banyaknya kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah publik maupun privat, kekerasan langsung maupun kekerasan kultural dan struktural, yang dilakukan baik oleh personal, komunitas, maupun oleh negara.

1. Perlunya semua pihak berkontribusi dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan tidak menjadi pelaku kekerasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan.

2. Menyerukan kepada masyarakat dan unsur-unsur didalamnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan tidak mentoleransi adanya kekerasan tersebut.

3. Mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pesantren untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan penghargaan terhadap multikulturalisme.

4. Mendesak lembaga pendidikan untuk mengajarkan perdamaian sebagai bagian pembentukan karakter peserta didik.

5. Menghimbau kalangan media untuk berpegang pada prinsip jurnalisme damai yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak provokatif, dan mengedepankan kepentingan publik.

6. Menuntut penyelenggara negara untuk membangun perdamaian dengan menghadirkan produk hukum dan kebijakan yang tidak toleran terhadap pelaku kekerasan.

Penggagas Resolusi Damai Jember 2016

1. IKAPMII

2. Fatayat NU Jember

3. KOHATI Cabang Jember

4. PMII Jember

5. Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono

6. Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami Sukowono

7. Pondok Pesantren Al Jauhar Jember

8. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember (Linda Dwi Eriyanti/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Aswaja, Hikmah KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

Madrasah harus Jadi Ujung Tombak Pesantren

Paiton, KOKAM Tegal. Madrasah Aliyah Nurul Jadid Paiton Probolinggo mengadakan Lokakarya Pendidikan dengan tema “Upaya Berbenah diri Menyongsong Masa Depan yang Lebih Baik” pada hari Ahad (12/5) di Aula MA. Nurul Jadid Paiton Probolinggo, guna mereformulasi sistem pendidikan yang ada di Madrasah Aliyah Jurusan Program Keagamaan (MAPK).

KH Najiburrahman Wahid sebagai pengurus Yayasan PP. Nurul Jadid menyampaikan bahwa, kegiatan ini harus mampu memformulasikan Visi, Misi dan Kurikulum baru bagi Jurusan Program Keagamaan (MAPK), sehingga mampu menjawab tantangan globalisasi, amanat kurikulum 2013, dan tuntutan masyarakat selaku stake holder. 

Madrasah harus Jadi  Ujung Tombak Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah harus Jadi Ujung Tombak Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah harus Jadi Ujung Tombak Pesantren

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur kinerja yang telah dilakukan oleh Madrasah Aliyah Jurusan Program Keagamaan (MAPK), kemudian ditindaklanjuti dengan penyusunan program baru berdasarkan hasil evaluasi program yang telah dilakukan,” lanjutnya.

KOKAM Tegal

“MAPK ini didirikan oleh pengasuh dalam rangka tafaqquh fiddin, karena selama ini banyak madrasah yang hanya berorientasi pada pembelajaran materi umum saja, dan menomerduakan pelajaran agama, sehingga hal tersebut sudah keluar dari ‘ruh’ tujuan didirikannya madrasah. Oleh karena itu, sudah saatnya madrasah harus berbenah sesuai dengan komitmen awal pendiriannya,” Ungkap Ust. Zainul Arifin.

Sebagai mantan pendiri MAK Nurul Jadid, Ust H Moh Barzan Ahmadi menyampaikan bahwa “MAPK harus memiliki komitmen untuk menjadi ujung tombak pesantren dalam mencetak santri yang ahli dalam mengaji dan mengkaji kitab kuning serta mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari”

KOKAM Tegal

Mengingat MAPK Nurul Jadid telah banyak melahirkan out put yang memiliki kapabilitas keilmuan, keterampilan dan berakhlakul karimah, sesuai dengan tujuan dari pendirian Jurusan Keagamaan di Kementrian Agama, maka lembaga ini harus terus dikembangkan dan dijadikan sebagai unggulan di madrasah ini, karena Kemenag telah mewajibkan seluruh Madrasah Aliyah Negeri untuk membuka jurusan ini,” ungkap ketua tanfidziyah MWC Paiton ini.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Hasan Baharun

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita KOKAM Tegal

Sabtu, 18 November 2017

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran

Surabaya, KOKAM Tegal. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima seorang calon mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mempertimbangkan hafalan Al-Quran.

Wakil Rektor I ITS, Prof Dr Ir Heru Setyawan M.Eng, di Surabaya, Jumat, mengakui seorang calon mahasiswa baru hafal Al-Quran masuk melalui SNMPTN dengan pertimbangan prestasi hafal Al-Quran itu berasal dari Jakarta dan diterima pada Jurusan Teknik Fisika. 

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran

"Calon mahasiswa hafal Al-Quran yang sudah masuk dalam SNMPTN itu pun nanti akan kami verifikasi lagi pada tanggal 31 Mei mendatang. Jika tidak benar-benar hafiz seperti dalam portofolio, maka bisa digugurkan," katanya.

Namun, prestasi non-akademik pada hafalan Al-Quran itu hanya menjadi salah satu pertimbangan masuk ke ITS, karena nilai rapor dan Ujian Nasional (UN) yang sama bagusnya juga menjadi perhatian. 

KOKAM Tegal

"Kalau hanya melihat prestasi non-akademik, ditakutkan nantinya akan kesulitan mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi. Tetap sesuai dengan kemampuan akademiknya," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Berita, Humor Islam KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah

Jakarta, KOKAM Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah guna meningkatkan pelayanan kemahasiswaan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kampus STAINU Jakarta, Jl. Taman Amir Hamzah No. 5, Jakarta Pusat, Kamis, (8/1).

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh dr. Syahrizal Syarif, Ph.D selaku Ketua STAINU Jakarta, sementara pihak BRI Syariah diwakili oleh M. Kadarsyah, Ketua Cabang BRI Syariah Jakarta Pusat. Kedua belah pihak juga beresepakat untuk saling menjalin komitmen dalam rangka memberi pelayanan terbaik bagi civitas akademika STAINU Jakarta.

“Kerjasama ini kita jalin dengan tujuan utama mengoptimalkan pelayanan kepada mahasiswa, Mahasiswa sebagai unsur terpenting dalam sebuah perguruan tinggi harus dilayani dengan baik, termasuk dalam hal administrasi dan keuangan,” papar Syahrizal.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut ia mengatakan, kerjasama ini juga terkait pemberian pelatihan praktikum kepada mahasiswa jurusan Perbankan Syariah. “Pihak BRI Syariah berkomitmen untuk menunjang peningkatan kemampuan pengelolaan perbankan bagi mahasiswa-mahasiswi STAINU Jakarta,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Implementasi dari nota kesepahaman itu, terang Syahrizal, rencananya akan dilangsungkan pada awal semester genap 2015. Menurutnya, Pihak BRI Syariah tidak hanya menjadi mitra untuk administrasi namun juga mitra dalam sistem informasi akademik.

Sementara itu, M. Kadarsyah menerangkan, dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, BRI Syariah lebih bisa memberikan pelayanan yang maksimum kepada mahasiswa-mahasiswi STAINU Jakarta.

Hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut Pembantu Ketua II STAINU Jakarta, Arif Rahman, M.Pd., Ketua Program Studi Ahwalus Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, MA., Sekretaris Prodi Ahwalus Syakhsiyah, Hayaturrohman, M.Si., Rudi Alfianto dan Juga Jose Rifal dari pihak Bank BRI Syariah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Berita, Tegal KOKAM Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU

Jakarta, KOKAM Tegal



Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengadakan Semaan Al-Quran di Masjid An-Nahdlah, lantai satu Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (24/2). Kegiatan ini dimulai pukul 08:00 WIB hingga khatam sore nanti.

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU

Semaan Al-Quran merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari lahir (harlah) ke-63 IPNU yang digelar Pimpinan Pusat IPNU. Acara puncak akan diselenggarakan nanti malam.?

"Semaan Al-Quran ini sebagi pembuka acara malam puncak peringatan harlah IPNU ke-63 tahun," kata ketua panita, Ahmad Farikhul Badi.

Malam puncak harlah akan dimulai dengan Dzikir Santri untuk Negeri selepas shalat isya’, disambung dengan resepsi harlah ke-63 yang didirikan pada tahun 1954 ini. Beberapa waktu lalu PP IPNU juga mengadakan Lakut (Latihan Kader Utama) dan Diklat Jurnalistik Pelajar dan Santri yang diikuti rastusan kader IPNU dari berbagai daerah.

"Nanti malam juga masih banyak acara, ada dzikir bersama, potong tumpeng, penyerahan bantuan ke LAZISNU, launching buku dan juga grup musik Debu akan tampil eksklusif nanti malam" Lanjutnya lagi. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Pesantren, Pahlawan KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Yerusalem, KOKAM Tegal

Pesawat tempur Israel menyerak sebuah target di Suriah, Senin waktu setempat, setelah tembakan nyasar dari faksi-faksi yang saling bertempur di Suriah sampai ke tanah Israel.

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Israel Pun Mulai Ikut-Ikutan Ngebom Suriah

Tembakan dari Suriah itu menghantam sebuah wilayah terbuka dekat perbatasan di Dataran Tinggi Golan, kata militer Israel seperti dikutip Reuters.

Insiden ini tidak menimbulkan korban, sedangkan sasaran serangan udara Israel ke Suriah adalah ke situs peluncur roket milik tentara Suriah.

Di masa lalu militer Suriah juga meluncurkan respon yang sama ketika tembakan mortir mendarat di Golan ketika terjadi pertempuran di Suriah.

Golan adalah wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak Perang Timur Tengah 1967. (Antara/Mukafi Niam)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita, Lomba KOKAM Tegal

Kamis, 14 September 2017

Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86

OKU Timur, KOKAM Tegal. Pondok Pesantren Darul Ishlah Labuan Batin menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bebarengan dengan peringatan hari lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) ke-85 di halaman pesantren, Rabu (3/3). hadir dalam acara ini Sekretaris Jenderal NU H Marsyudi Syuhud dan Sekretaris Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama H Nurul Yakin.



Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Ishlah Gelar Maulid dan Harlah NU ke-86

Selain itu, acara ini oleh bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, herman Deru, Wakil Bupati KH Kholid Mawardi, Ketua Pengurus Cabang nahdaltul Ulama (PCNU) OKU Timur Afiful Ikhwan beserta seluruh jajarannya dan Pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU sekabupaten OKU Timur.?

Acara Maulid dan Harlah NU ini juga sekaligus dibarengkan dengan haul pendiri Pesantren Darul Ishlah KH Mudhofir yang ke-9. Haul pendiri pesantren ini diisi dengan istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah PCNU OKU Timur KH Afandi.

KOKAM Tegal

Dalam sambutannya di hadapan PBNU, KH Hasyim Asyari selaku pimpinan pesantren berharap, PBNU dapat mendorong para alumni pesantren untuk mendorong para santri pesantren dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

KOKAM Tegal

"kami berharap PBNU dapat memfasilitasi para santri untuk terus belajar, termasuk ke luar negeri. Kerena dengan terus belajar, maka akses para santri untuk berkiprah di dunia modern akan semakin luas," tutur KH Hasyim Asyari di hadapan sekitar tiga ribu pengunjung.

Lebih lanjut Hasyim menjelaskan, berbagai produk hukum muamalah syariah (transaksi bisnis) Islam modern merupakan turunan dari penjabaran kitab-kitab klasik yang telah lama digeluti para santri. Sehingga sudah sepantasnya jika para santri juga memiliki akses yang luas untuk berkecimpung di bisnis syariah. (min)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Makam, Berita KOKAM Tegal

Rabu, 30 Agustus 2017

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Banyumas, KOKAM Tegal. Kisah Mat Haji Sulam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, berkisah tentang penjual bubur yang bisa naik haji itu benar-benar terjadi di Banyumas.?

Darso Ahmad Surui dan Saripah, Pasangan suami istri pedagang cilok asal Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2017 ini.?

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Nampak senyum kebahagiaan tak henti-hentinya keluar dari bibirnya, serta raut muka yang gembira selalu terpancar dari kedua wajah pasangan suami istri berusia 59 dan 51 tahun itu. Diserambi rumahnya sudah terbentang karpet yang penuh dengan aneka makanan ringan, semua itu sengaja ia siapkan untuk menyambut para tamunya yang datang.?

Semenjak kakeknya meninggal tahun 1990an, Darso yang awalnya berjualan hewan ternak bersama kakeknya mulai beralih profesi menjadi pedagang cilok di sekitar kantor Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

KOKAM Tegal

Awalnya sang istri merasa malu dengan pekerjaan suaminya, namun lambat laun hati sang istripun luluh. Walau berjualan cilok, Darso mampu mencukupi kebutuhan istrinya, dan hari demi hari kondisi perekonomian pasangan empat anak ini semakin membaik.?

Setiap malam, bersama istrinya Darso membuat adonan cilok, lalau esok harinya, tanpa rasa malau ataupun gengsi Darso memikul gerobag ciloknya menuju ke Ajibarang untuk dijajakan kepada para pembelinya.?

Lama-kelamaan, Darso memilih berjualan dengan menaiki sepedanya. Lalu di tahun 2010, ia memilih berjualan dengan menaiki sepeda motor. Ia mengaku awalnya merasa takut menaiki sepeda motor, namun ia beranikan.?

KOKAM Tegal

"Saya beranikan, sampai sekarang berjualan dengan naik sepeda motor ke Ajibarang ," kata Darso saat ditemui di kediamanya, Selasa (1/8).?

Hinga kini, Darso telah memiliki reseller dan karyawan cilok di Ajibarang, sedang Istrinya di rumah membuka jasa jahit baju sembari mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.?

Selang waktu berlalu, siapa yang menyangka. Darso si penjual cilok yang terkenal ramah dan murah senyum itu akan berangkat melaksanakan ibadah haji bersama sang istri. Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa sudah lama ia berniat sekali melakukan rukun Islam yang kelima itu.?

Setelah sekian lama berjuang, mengumpulkan uang dari sisa ? jerih payahnya berjualan cilok, berapapun sisanya ia kumpulkan, hingga kini ia menuai hasil dari perjuangannya itu. Tahun 2017 ini, ia mendapatkan panggilan berhaji, berangkat bersama kloter 47 tangal 10 Agustus 2017 mendatang.?

Namun, seperti pepetah mengatakan dibalik pria yang sukses selalu ada wanita yang hebat. Darso mengakui hal itu, ia tidak berjuang sendirian, istrinya Saripah selalu menemani perjuangannya dari awal hinga sekarang.?

Selain itu, Darso juga mengaku ada hal lain yang membuatnya dan istri bisa berangkat ke tanah suci. Ia dan istri tidak pernah melupakan sang pencipta dari dirinya. Setiap saat ia selalu mengingat Tuhannya. "Gusti Allah baik sekali sama keluarga saya, tidak ada alasan untuk lupa beribadah," katanya.

Saripah, setiap malam selalu melakukan sholat tahajud, dan siangnya tak lupa ia dirikan juga sholat duha untuk mendoakan suaminya.?

?Darso meyakini, rahmat yang ia dapatkan karena kerja kerasnya dibantu istri yang selalu mendoakan. Sepulang haji, ia mengungkapkan masih akan berjualan cilok di tempat yang sama. Ia tidak pernah mengenal kata gengsi atau malu meskipun sudah pernah ke tanah suci.?

"Yang penting sehat, umur panjang, masih mampu berjualan ya tetap jualan, tidak pernah gengsi-gengsian," katanya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Sunnah, Kajian Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock