Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Kudus, KOKAM Tegal. Bazar sembako murah yang dilaksanakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gebog Kudus menarik perhatian warga masyarakat. Pada putaran ketiga, Jumat (10/6) di halaman Mushola Baitus Shofa Dukuh Ngaringan Desa Klumpit Gebog, Kudus itu. Ratusan warga baik, anak-anak maupun orang tua berdatangan memadati arena bazar.

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Sembako GP Ansor Gebog Menarik Perhatiaan Warga

Seperti malam sebelumnya, bazar yang menjadi rangkaian kegiatan tarawih keliling pengurus GP Ansor ini menjajakan berbagai pakaian hem, kemeja dan paket sembako murah berisi beras, minyak dan gula. Selama satu jam, mereka menjajakan dagangaan di atas mobil Ansor. Warga-pun rela antri membeli sembako yang di banderol dengan harga di bawah pasaran.

Salah seorang warga, Aminah menyatakan kegembiraannya adanya bazar Ansor ini. Menurutnya, adanya bazar sangat membantu warga yang membutuhkan. Apalagi harganya sangat murah di bawah harga pasar.?

"Kalau bisa kegiatan bazar tidak hanya sekali ini saja, tetapi nanti jelang lebaran diadakan lagi. Usahakan barang yang jual beragam terutama untuk kebutuhan lebaran," harapnya.

KOKAM Tegal

Sekretaris PAC GP Ansor Gebog Ali Maghfuri merasa gembira melihat antusiasme warga. Ia tidak mengira putaran ketiga dibanjiri ratusan warga. "Untung, barang yang disiapkan sangat banyak sehingga bisa melayani semua warga yang membutuhkan," katanya.

Pada putaran ketiga ini, jelasnya, pihaknya menambah stok barang dan menggandeng sejumlah pengurus Ansor yang memiliki usaha. "Ini sesuai harapan Ansor, Bazar untuk memberdayakan kemandirian ekonomi anggota, kader dan pengurus Ansor," imbuh Ali.

KOKAM Tegal

Sebagaimana di ketahui, PAC GP Ansor Kecamatan Gebog mengadakan tarawih keliling di 11 desa mulai tanggal 6-22 Juni 2016 mendatang. Kegiatannya, tarawih bersama, ngaji kitab dan bazar. Tujuannya, disamping mengisi kegiatan ramadhan, juga untuk mengenalkan Ansor di tengah masyarakat serta membantu warga yang membutuhkan keperluan sembako. (Qomarul Adib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

KOKAM Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

Makassar, KOKAM Tegal. Pengurus wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan menggelar lailatul ijtima di gedung NU Sulsel jalan Perintis Kemerdekaan Km 9 nomor 29, Kamis (6/11). Pada kesempatan ini mereka menyosialisasikan hasil Munas-Konbes NU 2014 awal Nomvember kemarin yang meliputi tiga sidang komisi.

Tampak hadir Rais Syuriyah NU Sulsel Anregurutta Sanusi Baco, A Rahman Idrus, Ruslan, Iskandar Idy, Arfin Hamid, Rektor UIM Andi Majdah M Zain, dan para sepuh NU Sulsel Naharuddin Tinulu, Ridwan AR, KH Abdurrahman, beserta segenap pengurus lembaga, lajnah dan badan otonom.

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Sulsel Sosialisasikan hasil Munas dan Konbes NU 2014

“Menurut NU model Khilafah adalah produk sejarah, bukan perintah agama. Sehingga NU memandang, Islam mengakui eksistensi Negara bangsa dan tidak mengharuskan penganutnya untuk mendirikan negara agama, termasuk sistem Khilafah,” kata Katib Syuriyah NU Sulsesl Ruslan yang mengikuti sidang komisi Bahtsul Masail.

KOKAM Tegal

Setelah pemaparan hasil Munas dan Konbes NU, Anre Gurutta Sanusi Baco menyampaikan taushiyahnya perihal kebersihan. Menurutnya manusia akan mendapat siksa langsung akibat pelanggaran hukum Allah di ala mini.

“Misalnya agama menganjurkan menjaga kebersihan, lantas kita mengotori. Hukumannya adalah kita akan terkena penyakit diakibatkan manusia tidak menjaga kebersihan. Yang kedua siksaan akhirat akibat pelanggaran hukum syariah yang termaktub dalam Al-Quran dan As-Sunah,” kata Gurutta Sanusi.

KOKAM Tegal

Ia juga prihatin dengan adanya dua kubu di DPR antara Koalisi Indonesia Hebat dan Koalisi Merah Putih. Ia mengibaratkan perpecahan di parlemen seperti ungkapan "Kelompok salah yang terorganisir akan mengalahkan kelompok benar tetapi tidak terorgansir". (Andy M Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

Jakarta, KOKAM Tegal. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah tokoh yang menebar jejak kenang dan kesan kepada banyak kalangan. Ketika ia menjadi Presiden keempat RI misalnya, kebijakan Indonesia timur, terutama Papua, menuai kesan mendalam bagi rakyatnya.

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)
Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati (Sumber Gambar : Nu Online)

Glenn Fredly: Gus Dur Presiden yang Punya Hati

“Gus Dur adalan presiden yang punya hati. Gus Dur adalah seorang yang selalu memberi inspirasi,” komentar Glenn Fredly saat tampil pada peringatan seribu hari wafat Gus Dur di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jumat malam, (28/9).

Menurut penyanyi kelahiran Jakarta berdarah Maluku ini, bukti Gus Dur memimpin dengan hati ialah melihat dan menjawab permasalahan Papua dengan dialog.

KOKAM Tegal

“Kepada masyarakat Papua, Gus Dur memberi kesempatan berbicara, membiarkan dan memberikan kesempatan hak-hak politiknya,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Ia berharap, pemimpin ke depan, terutama pemimpin hari ini, bisa melihat bahwa hak politik setiap anak bangsa ini adalah hak yang dilindungi Undang-Undang.

“Pemimpin jangan menerapkan cara-cara kekerasan. Tapi berdialog dari hati ke hati, Bukan pemimpin yang berbicara dengan pencitraan. Tapi pemimpin yang bicara dengan hati. Dan Gus Dur sudah melakukannya,” tegasnya.

Seperti diketahui, semasa jadi presiden, Gus Dur menerapkan beberapa kebijakan kepada rakyat Papua. Ia memperbolehkan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua pada tahun 2000. Bahkan memberi izin dan bantuan dana bagi tokoh-tokoh Papua untuk menggelar Kongres Nasional Rakyat Papua II pada Maret 2000.

Kongres itu kemudian menetapkan berdirinya Presidium Dewan Papua yang dipimpin oleh dua tokoh Papua,Theys Hiyo Eluay asal Sentani dan Tom Beanal asal Pegunungan Tengah.

Tak cuma itu, Gus Dur memperbolehkan berkibarnya bendera Bintang Kejora sebagai simbol adat Papua bersama Merah Putih sebagai bendera negara. Bahkan lagu Hai Tanahku Papua pun boleh didendangkan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Karena itulah, Glenn mengaku, dalam hidupnya hanya dua orang yang dijadikannya sebagai inspirasi, yaitu Ketua Umum PBNU 1984-1999, dan penyanyi Franky Sahilatua.

“Saya merasa terhormat menyanyi untuk mengenang Gus Dur malam ini,” katanya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Makam KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar training motivasi sukses itu mudah di Aula PP GP Ansor, Kramat Jakarta Pusat baru-baru ini. PP IPNU didorong meraih kesuksesan sejak muda, dengan membuktikan pikiran bawah sadar, kemustajaban dan kalimat lafadz Allah.?

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

"Menjadi sukses itu mudah, tidak sulit. Karena apa yang kita inginkan itu adalah apa yang kita tanam sejak dulu," jelas Yanuar Prihatin.?

Yanuar yang juga Anggota DPR RI menuturkan, kesuksesan merupakan hasil dari yang selama ini ditanam. Maka dari itu semuanya harus dilakukan saat ini. Secara interaktif, ? training motivasi kepada peserta dimulai saat membuka pikiran anak muda untuk mencapai kesuksesan.

"Seorang yang memiliki keterbatasan bisa melakukan kegiatan sehari-hari bahkan bisa mengikuti olimpiade, mengapa kita yang sempurna tidak bisa," tegasnya.?

Yanuar menyampaikan, Kesulitan terberat yang dialami manusia adalah di saat sakit dan menjelang kematian sehingga jika mengalami kesulitan menuju sukses maka itu mudah. Dia melihat anak muda kini tidak memahami proses, sehingga proses tersebut seringkali gagal dan tidak mau lagi dimulai.

KOKAM Tegal

"kesulitan dalam hidup itu adalah di saat sakit dan menjelang kematian. Maka sukses itu dapat diraih dengan mudah," terangnya.?

Lanjut dia, mengajak semua peserta untuk bangkit dan optimis dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah itu. Semua peserta diajak untuk memulai dengan kata yang positif, sehingga menimbulkan energi yang positif yang akan mampu merubah nasib seseorang.

KOKAM Tegal

"Kita harus terbiasa dengan kata-kata yang positif, sehingga terbiasa menjadi watak dan merubah nasib seseorang," lanjutnya.?

Dalam training tersebut juga diputar video sebagai penggambaran kisah sukses yang dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Ditambah, dengan video yang menggambarkan orang miskin yang meraih kesuksesan. Training motivasi diakhir dengan munajat kepada Allah SWT, ditambah dengan visualisasi cita-cita yang diimpikan. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Brebes, KOKAM Tegal. Keberadaan Fatayat NU harus mampu membawa diri, jangan sampai di bawa ke sesuatu yang bersifat sementara. Artinya, bersikap netral dalam sikap politik ataupun pengabdian pada masyarakat. Tidak di bawa-bawa ke mana yang disukai oleh pemimpinnya, sehingga akan menjadi organisasi yang bermartabat dengan pelayanan yang prima dan tidak memihak.

“Mengelola Fatayat itu, harus dengan sinar keikhlasan dengan mampu mambawa diri,” demikian pesan Ketua Pemimpin Wilayah (PW) bidang Pendidikan dan Pengkaderan Fatayat NU Jawa Tengah  Hj Muta’alimah saat membuka Konferensi Cabang (Konfercab) Fatayat NU Brebes di Hotel Dedy Jaya Brebes, Ahad (16/12).

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU harus Mampu Membawa Diri

Tidak berarti, kata Muta’alimah, Fatayat menghindar dari berbagai partai politik tetapi justru harus mampu bekerja sama. Kader-kader Fatayat bertebaran diberbagai partai politik juga menempati posisi pekerjaan diberbagai sektor. Sehingga kerjasama antar lembaga harus terus dibangun sesuai dengan koridor dan tidak melenceng dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi. 

KOKAM Tegal

“Kerja sama itu bukan kenikmatan yang di bagi bersama-sama, tetapi membangun sinergi untuk menggolkan visi dan misi organisasi,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain itu, lanjutnya, untuk mengelola Fatayat harus dipegang oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dalam berorganisasi. Sebab berorganisasi itu memerlukan sentuhan tangan-tangan trampil yang ikhlas dan rela berkorban. 

Yang lebih utama, Muta’alimah menambahkan, dalam kiprahnya Fatayat harus berpegang teguh membantu NU dalam pengembangan Islam ahlussunah wal jamaah. Dengan tetap menjaga keutuhan NKRI. 

“Kita harus waspada dengan aliran-aliran Islam di Indonesia yang melenceng dari ajaran ahlussunah wal jamaah dan berupaya memporakporandakan NKRI,” tandasnya.

Untuk itu, kuantitas keanggatoaan Fatayat diupayakan dengan peningkatan kualitas keanggotaanya pula. “Kami bersyukur, ternyata anggota Fatayat tidak ketinggalan dalam pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu,” pungkasnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Pengurus Cabang (PC) NU Brebes H Athoillah meminta kepada Fatayat jangan seperti tukang parkir. Artinya, tidak merasa memiliki tetapi hanya merasa dititipi. Sebab kalau hanya merasa dititipi maka pengelolaannyapun tidak maksimal. 

“Merawat Fatayat itu harus dengan niatan, Fatayat itu hak milik sehingga di rawat dengan temen (sepenuh hati, red),” ajak Athoillah.

Termasuk, dengan merawat NU berarti menjalin kemitraan dengan pemerintah di daerahnya. “Tidak ada alasan, untuk tidak mendukung pemerintahan di daerah,” tegas Athoillah.  

Hanya saja, lanjut Atho, Fatayat harus mampu menjaga diri agar tidak terserang penyakit kurap (kurang disiplin), kudis (kurang disiplin) dan kutil (kurang terapkan ilmu). Semua penyakit itu, bersumber dari kuman (kurang iman). “Kalau sudah kurang iman, maka akan mudah tergoyahkan keteguhannya mempertahankan islam ahlussunah wal jamaah,” kata Athoillah mengingatkan.

Konferensi Cabang dibuka Bupati Brebes Hj Idza Priyanti. Dalam sambutannya mampu memberi kontribusi terhadap pemerintahan. Termasuk didalamnya menangani bidang pendidikan, kesehatan dan perekonomian kerakyatan. 

Ketua panitia penyelenggara Amaliyah menerangkan, kegiatan konfercab diikuti oleh 288 dari 16 Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting (PR) se Kabupaten Brebes. “PAC Banjarharjo, tidak mengirimkan delegasinya tanpa alasan yang jelas,” kata Amaliyah. 

Redaktur     : Mukafi Niam

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Sunnah, Kajian, Makam KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

Jakarta, KOKAM Tegal. Masyarakat internet atau warganet diimbau agar lebih cerdas menghadapi dunia media sosial. Jangan mudah terprovokasi dengan artikel atau gambar meme yang tersebar di media daring (online) dan medsos. 

Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Balitbang Diklat Kemenag RI, Muharram Marzuki, menyampaikan hal tersebut saat membuka Seminar Hasil Penelitian ‘Persepsi Umat Beragama terhadap Keberagamaan di Era Media Sosial.’ Acara tersebut dihelat di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (28/12).

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

“Jangan pula alergi dengan medsos. Ada kawan yang curhat tentang artikel yang viral, ia merasa terganggu. Saya bilang, kalau tidak suka, jangan di-forward. Ngapain susah-susah," ujarnya.

Banyak orang terkena kasus, lanjut dia, gara-gara medsos. Misalnya kepala daerah atau tokoh masyarakat yang disorot media kemudian viral di medsos. “Arab Spring yang awalnya di Tunisia juga dipicu medsos. Jadi, kita mesti cerdas bermedsos,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Menurut Muharram, ada pernyataan bahwa tidak semua informasi yang beredar di medsos itu bagus memang benar adanya. “Apapun berita yang kita terima, harus diklarifikasi terlebih dahulu,” tegasnya.

Pria kelahiran Jakarta ini menambahkan, riset tentang medsos tersebut dimaksudkan untuk memberi penyadaran bahwa info tentang agama yang beredar di dunia maya tidak semua benar.

“Bisa jadi itu dibuat untuk mengacaukan stabilitas masyarakat. Nah, lagi-lagi kita harus cerdas di sini. Saya berharap masyarakat lebih peduli terhadap persoalan di era digital,” turturnya.

Sebelumnya, Kabid Litbang Bimas Agama, Kerukunan, dan Aliran Keagamaan Puslitbang BALK, Kustini Kosasih, dalam laporannya berharap penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi satker terkait yakni Bimas-Bimas di lingkungan Kemenag dalam menyusun kebijakan.

“Namun, ini belum merupakan hasil final. Kami masih perlu menyempurnakannya menjadi sebuah policy paper dan policy brief untuk disampaikan kepada Pak Menag, sebelum digunakan para pemangku kepentingan (stakeholders),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, koordinator riset Raudlatul Ulum Ruksin dalam paparannya menyebut penelitian tersebut dilakukan dua tahap, yakni, penyebaran kuesioner dan wawancara. Kuesioner diisi oleh 775 responden pemeluk enam agama di 20 kabupaten/kota.

“Responden dipilih secara acak di dalam kluster pemeluk agama di daerah tersebut yang dianggap merepresentasikan umat beragama di 10 provinsi,” kata Ulum.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof Ibnu Hamad (Guru Besar Komunikasi UI), dan Farhan Muntafa (Dosen Untirta Banten). Hadir dalam kegiatan ini puluhan undangan lintas unit eselon I, para peneliti, akademisi, dan perwakilan ormas keagamaan. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Khutbah, Kiai KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

Lampung Tengah, KOKAM Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung menggelar Silaturahim dan Halaqah Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung di kompleks Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (27/7).

Acara ini mengusung tema besar “Ikhtiar dari Lampung untuk Perbaikan Bangsa, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Mewujudkan Indonesia yang berkeadaban”.

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

KH Muhsin Abdillah selaku Rais Syuriyah PWNU Lampung dalam sembutannya berharap semua warga Nahdliyin bisa menengahi segala persoalan-persoalan bangsa. Agenda ini, katanya, hadir sebagai respon atas keberadaan kelompok yang anti-Pancasila dan kini dibubarkan Pemerintah.

“Belajar dari Muktamar NU di Situbondo pada 1984 bahwa Pancasila bagi NU sudah final. Oleh karena itu segenap elemen warga NU mari bersama-sama harap mempelajarinya kembali. Jauh lebih penting menyikapi dengan jernih, lahirnya FDS (full day school) telah menimbulkan polemik yang besar di masyarakat oleh karena itu akan dibahas secara lebih mendalam lagi”, imbuh alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini. ?

KOKAM Tegal

Silaturahim dan halaqah ini hadir KH Ahmad Shodiq (Mustasyar PBNU), KH Mustofa Aqil Siradj (Rais Syuriyah PBNU), KH Ahmad Ishomuddin (Rais Syuriyah PBNU), H Umarsyah (Ketua PBNU), KH Muhsin Abdillah (Rais Syuriyah PWNU Lampung), Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung dan ribuan warga nahdliyyin. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

PBNU Tak Dukung Parpol Tertentu

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Malik Madani menegaskan, PBNU tidak menganjurkan warga NU untuk memilih partai politik tertentu terkait pemilihan umum (Pemilu) yang digelar 9 April mendatang.

PBNU Tak Dukung Parpol Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Dukung Parpol Tertentu (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Dukung Parpol Tertentu

Ia menegaskan hal ini di hadapan ribuan warga NU dalam forum doa bersama dan tahlil 40 hari wafatnya KH Zainal Abidin Munawwir, pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta, Selasa (25/03) malam.

Lebih lanjut, KH Malik Madani berpesan kepada seluruh warga NU agar menjaga ukhuwah nahdliyah dan meningkatkannya menjadi ukhuwah islamiyah. Ukhuwah Islamiyah harus dipahami sebagai persaudaraan yang islami, bukan sekadar persaudaraan sesama muslim.

KOKAM Tegal

“Kalau ada orang-orang Muslim yang bersepakat untuk membuat bom atau merampok bank, itu bukan ukhuwah islamiyah, tapi ukhuwah syaithaniyah,” tegasnya.

Kiai asal Madura ini juga menggarisbawahi bahwa pada masa-masa kampanye ini, yang tak kalah penting adalah jangan pernah mau menerima suap atau sogokan untuk memilih partai tertentu.

KOKAM Tegal

“Pilihlah karena memang orang tersebut baik dan layak untuk menjadi wakil Anda,” tuturnya menuntaskan pesannya atas nama PBNU. (M Nasrudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Kamis, 30 November 2017

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba

Padangpariaman, KOKAM Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Barat menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) anti narkotoka dan obat-obat terlarang (narkoba) bagi pelajar dan generasi muda di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin Pungguangkasiak Lubuak Aluang Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7), diikuti 150 peserta.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat Zainal MS dalam pembukaan TOT, demikian dilaporkan kontributor KOKAM Tegal Bagindo Armaidi Tanjung, menyatakan, narkoba harus dijauhi oleh generasi muda yang ingin memperoleh kemenangan. Pemerintah dan organisasi jamaah Nahdlatul Ulama Ahlussunnah wal Jamaah terus memerangi penyalahgunaan narkoba.

“PWNU berterima kasih pada IPNU dari tahun 2005 untuk menggalang generasi muda untuk anti narkoba. Ini adalah kegiatan yang ke sekian kalinya. IPNU sebagai generasi muda NU, harus konsens terhadap masalah generasi muda. Khususnya masalah penyalahgunaan narkoba,” katanya di hadapan Ketua Pengurus Wilayah IPNU Sumatera Barat Zainal Tuanku Mudo dan para peserta.

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba

Zainal MS mengungkapkan, masalah yang menjadi focus perlu diperhatikan adalah, pertama, nilai-nilai universal kita sudah lemah, tidak punya etos. Banyak umat Islam dalam posisi malas. Kedua, tidak termotivasi. Ketiga, yang paling berbahaya pembohongan, pengejekkan. Dari empat sifat Rasulullah, siddiq dan amanah yang sekarang tinggal di mulut. Banyak orang hebat, hanya pintar pidato, bicara, tapi jarang dilakukan atau diamalkan.

Gubernur Sumbar diwakil Kepala Bagian Agama, Pemuda dan Budaya Drs. H. Syamsuir menambahkan narkoba adalah musuh generasi muda. Cara melawan narkoba adalah dengan mengumpulkan generasi muda dan gunakan wadah-wadah yang ada.

KOKAM Tegal

“Punya agama, adat, aturan, itu yang digunakan untuk melawan penyalahgunaan narkoba.  Banyak pesta perkawinan, diselingi dengan minum dan judi. Sekarang sudah berkurang. Bahkan sudah banyak peraturan nagari (perna) yang melarang minuman keras dan judi di tengah pesta perkawinan,” katanya optimis.

Ketua PCNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiamn, yang juga pengasuh pondok pesantren Bustanul Yaqin menyebutkan, kehadiran Pesantren Bustanul Yaqin, berangkat dari kondisi generasi muda yang mencemaskan saat ini. Kombinasi pengasuh pesantren Bustanul Yaqin sebagai aktifis, ulama, dan pendidik diharapkan dapat ikut membantu mempersiapkan generasi muda yang berakhlak membina pondok pesantren.

Perlu dukungan dari Gubernur Sumbar, Bupati Padangpariaman, Kakandepag dan semua eleven masyarakat untuk melanjutkan visi, misi dan pengembangan pondok pesantren Bustanul Yaqin.

KOKAM Tegal

Ketua Panitia Asraful Anam Tuanku Bagindo menyebutkan, masalah narkoba diangkat karena Sumatera Barat peringkat ke-13 di tingkat nasional penyalahgunaan narkoba. IPNU Sumbar memandang penyalahgunaan narkoba ini sangat berbahaya bagi generasi muda. Generasi muda saat ini sudah diracuni oleh narkoba, bisa jadi generasi muda depan rusak, hancur. Tahun 2010 dicanangkan tahun bebas narkoba. IPNU sebagai pelajar NU punya kewajiban dan ikut berperan memerangi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Dengan tema TOT, anak bangsa yang bebas narkoba menuju peradaban baru Indonesia.

Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Padangpariaman menyatakan, dari 19 Polres di Sumbar, hanya 3 Polres yang punya bidang narkobanya, yakni Padang, Bukittinggi dan Padangpariaman. Ini menunjukkan tingginya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang dilakukan di pondok pesantren ini merupakan sumbangan besar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Di salah satu kecamatan, ada organisasi anti narkoba beranggota 21 orang, juga membantu kegiatan pemerintah dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba yang sudah sadar dan sembuh. Di Pesantren Nurul Yaqin Ambuakapua dilakukan pembinaan terhadap 11 mantan pencandu narkoba. Artinya, pondok pesantren pun berperan membina mantan pencandu narkoba. (Bagindo Armaidi Tanjung)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Tegal KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Pringsewu,KOKAM Tegal. Banyaknya kegiatan pengajian atau talim di kalangan masyarakat Nahdliyin, khususnya di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lapung, tentu membutuhkan kiai, ustadz, pendakwah atau penceramah yang kompeten dan berkualitas secara keilmuannya guna mengisi kegiatan-kegiatan tersebut.

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Namun, jadwal yang begitu padat dengan waktu yang bersamaan seperti di bulan-bulan yang kental dengan banyaknya peringatan hari besar islam menyebabkan masyarakat kesulitan mencari pendakwah.

Berangkat dari hal tersebut, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Ambarawa di bawah kepemimpinan Ustadz Jumangin mulai mensosialisasikan kepada warga Nahdliyin di Kecamatan Ambarawa untuk bisa menghubungi MWCNU jika membutuhkan ustadz untuk mengisi kegiatan pengajian atau talim.

KOKAM Tegal

"Kami dari MWCNU sudah mendata para ustadz, ustadzah yang siap diterjunkan untuk menjadi pengisi kegiatan pengajian atau talim. Jika membutuhkannya cukup SMS saja maka insya Allah para ustadz, ustadzah, kami siap datang ke lokasi," terang Ustadz Jumangin dalam sambutan di acara Safari Ramadhan MWCNU Ambarawa ke Ranting-Ranting NU yang dimulai di Mushola Darus Saadah Ambarawa Barat, Senin (13/6).

Menurut dia, untuk mengundang ustadz, ustadzah tersebut, tak perlu sowan atau datang ke rumahnya. “Kami rasa ini lebih mudah dan cepat. Ibu-Ibu Muslimat yang rutin mengadakan pengajian atau Bapak-Bapak yang rutin Yasinan juga bisa menghubungi kami kalau butuh pendakwah," lanjutnya. ?

KOKAM Tegal

Berdasarkan informasi yang didapat dari Sekretaris MWCNU Ambarawa, Rahmat Yuniandi, bahwa kegiatan safari ini akan berlanjut ke Mushola Safiinatul Jannah Ambarawa Induk. Namun untuk kepastian waktunya masih menunggu kesiapan Ranting NU tersebut. (Henudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Olahraga KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Bandarlampung, KOKAM Tegal. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung mengkaji pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Dialog Kebangsaan yang akan diselenggarakan pada 10 Maret 2013 mendatang di Hotel Marcopolo Bandarlampung. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir.

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Beberapa nara sumber yang diundang diantaranya putri Gus Dur Yeni Wahid, Anggota DPR RI Effendi Choiri, tokoh NU Lampung Alzier Danis Tabrani, dan Rektor IAIN Raden Intan Bandarlampung Muhammad Mukri.

Menurut Rida Budiyanti, Ketua PW Fatayat NU Lampung, acara ini diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis.

KOKAM Tegal

“Sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas,” katanya di Bandarlampung, Selasa (5/3).

KOKAM Tegal

Dialog kebangsaan yang akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung ini juga merupakan usaha dalam pemeliharaan kerukunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong agar kerukunan di masyarakat mengalami penguatan, sehingga masyarakat semakin berdaya untuk menghadapi berbagai macam kecenderungan kemungkinan terjadinya konflik.

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh keluarga besar NU Provinsi lampung dan segenap pecinta Gus Dur yang diperkirakan berjumlah 1000 orang.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Habib, Kiai KOKAM Tegal

Minggu, 19 November 2017

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Rembang, KOKAM Tegal - KH Ahmad Musthofa Bisri (Gus Mus) mengingatkan para santri untuk tetap menjaga identitas khas pesantren. Hal tersebut disampaikan saat iftitah peringatan Hari Santri yang digelar oleh PCNU Lasem dan Rembang Sabtu (21/10) malam.

Selain menjaga identitas, seorang santri harus tetap menjadi sosok yang sederhana. Yang paling penting, santri harus cinta pada tanah air, yaitu Indonesia dan menjaga keuntuhan bangsa.

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pesan Gus Mus untuk Para Santri

Gus Mus berpesan, santri harus senantiasa menjaga identitas dan jati diri santri. Selain itu, kemandirian, serta pola hidup sederhana juga harus tercermin, jika kelak menjadi orang yang sukses.

"Saya ingatkan lagi, pegang identitas jati diri santri, mandiri sederhana, keindonesiaan," pesan Gus Mus.

KOKAM Tegal

Menurutnya, sikap kasih sayang merupakan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin, serta berpegang teguh dengan ajaran Islam yang berhaluan Ahlussunah wal Jamaah, juga harus menjadi pedoman seorang santri dalam setiap langkahnya.

KOKAM Tegal

Amar ma’ruf dan nahi mungkar yang dilakukan oleh santri harus berlandaskan kasih sayang sebagaimana yang sudah dicontohkan Nabi Muhammad SAW.

"Berpegang pada Islam yang berlandaskan Ahlussunnah wal Jamaah harus kalian pegangi jika kelak kalian menjadi orang yang sukses," tambah Gus Mus. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Makam KOKAM Tegal

Kamis, 16 November 2017

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil

Garut, KOKAM Tegal



Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Sumedang ikut memeriahkan pelaksanaan Konferensi Wilayah NU Jabar di Pesantren Al Fauzan Kecamatan Sukresmi Garut, Senin (10/10).

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil

Sebanyak 20 mobil dari beberapa Lembaga dan badan otonom (banom) yang ada di NU Sumedang dikerahkan ke Garut.

Hari ini (red-Senin), semuanya diberangkatkan pukul 11.00 WIB dengan start di kantor PCNU, dan dilepas langsung oleh ketua PCNU Sumedang, KH Sadulloh, SQ.

Dalam sambutannya Kang Haji mengatakan "Ini soal syiar, bukan gagah-gagahan kita melibatkan semua lembaga dan banom KBNU Sumedang ini."

KOKAM Tegal

“Kita ramaikan perhelatan tiap lima tahun ini dengan sama sama menghadirinya,” Tutur Saefudin Aziz MS, ketua Lesbumi PCNU Sumedang.

“Mudah-mudahan konferwilnya sukses, mengasilkan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah yang benar-benar kompeten, sesuai dengan harapan warga Nahdliyin di Jawa Barat,” harapnya. (Syarif Hidayatullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan, Makam KOKAM Tegal

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai sarana penggerak masyarakat hingga ke tingkat ranting, seluruh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) wajib mengaktifkan lembaga dan lajnah yang dimiliki Nahdlatul Ulama.?

Di antara lembaga itu adalah Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU). Demikian disampaikan Sektretaris Pengurus Pusat LTMNU Ibnu Hazen kepada KOKAM Tegal di kantornya, Jalan Kramat Raya 164, Gedung PBNU Lantai 4, Jakarta Pusat, Rabu (21/11).

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

Seluruh PWNU Wajib Miliki Lembaga Tamir Masjid

“Setidaknya di tingkat PWNU wajib mempunyai LTMNU. Kalau nggak, gerakan di bawah tidak akan maksimal,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Ibnu, eksistensi LTMNU penting karena masjid merupakan basis umat yang paling banyak di lingkungan NU. Tanpa pengelolaan yang baik, soliditas NU terancam pudar, baik secara organisasi maupun kulturnya.

Seperti diketahui, PBNU membawahi setidaknya 14 lembaga dan 3 lajnah. LTMNU adalah salah satu lembaga yang bertugas melaksanakan kebijakan Nahdlatul Ulama di bidang pengembangan dan pemberdayaan Masjid.

KOKAM Tegal

Dari pengalaman Rapat Pimpinan LTMNU di Bali, Ibnu menyayangkan ketiadaan LTMNU di kepengurusan wilayah Bali. Pihaknya lantas mendesak PWNU Bali untuk segera membentuk kepengurusan LTMNU.

“Akhirnya sekarang punya. Rapim (Rapat Pimpinan) LTMNU salah satunya memang ditujukan untuk konsolidasi dan membangun jaringan, termasuk juga membangkikan semangat ke-NU-an di daerah,” katanya.

Ibnu Juga menganjurkan adanya sinergi kegiatan antara LTMNU dengan lembaga, lajnah, dan badan otonom di lingkungan NU. Kerjasa sama yang baik akan menguatkan fungsi masjid sebagai tempat ibadah dan pemberdayaan umat.

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar

Karanganyar, KOKAM Tegal. Bagi pembaca yang ingin mengoleksi  berbagai jenis bus, tetapi tak mampu membeli bus sungguhan, mungkin Anda bisa mengoleksinya dalam bentuk miniatur. 

Berbagai jenis dan model bus tersedia dalam ukuran mini dengan model, warna dan bentuknya nyaris sama dengan bus sungguhan.

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar

Adalah Jati Pramono, alumni MA Al-Muayyad tahun 91 yang telah menyulap bahan baku seperti tripleks, fiberglass, mica dan stereoform menjadi miniatur berbagai model bus yang beroperasi di seluruh Indonesia. 

KOKAM Tegal

Bus-bus kreasinya dia rancang dan dibuat sendiri sambil menunggu tokonya di daerah Karanganyar Jawa Tengah. Satu model bus dapat diselesaikan dalam waktu satu sampai tiga hari.

“Sebenarnya satu hari bisa saja selesai, tapi proses pengecatan yang agak lama tergantung cuaca, ya tapi paling lama tiga hari. Kadang kalau lagi banyak pesanan saya dibantu istri lembur malam, dia yang bagian nggarap interiornya” ujar laki-laki yang juga aktif menjadi pengurus PCNU Karanganyar ini menjelaskan pada NU Online, Sabtu (5/1) via jejaring sosial Facebook.

KOKAM Tegal

Meski hanya berupa miniatur, tetapi bus-bus hasil ciptaannya ini telah sukses dipasarkan di seluruh Indonesia secara online melalui jejaring sosial dengan harga sekitar 500 ribu per unit.  

“Kita biasanya bikin satu sampel, trus gambar saya upload melalui facebook, yang rata-rata pembelinya adalah anggota BMC (Bus Mania Community) di seluruh Indonesia. Tapi kadang ada juga pesanan dari sebuah PO bus tertentu, biasanya bus pariwisata.” kata Pramono, yang juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo.

Gagasan produksi miniatur bis ini berawal dari kegemarannya terhadap jenis angkutan umum yang satu ini. Pun dengan Kebiasaannya menggambar desain mobil ini memang sudah nampak sejak di bangku MA Al-Muayyad 21 tahun silam.

Buku-buku tulisnya penuh dengan gambar mobil dari berbagai jenis dan model hasil coretannya. Bahkan kadang saat guru menerangkan pelajaran malah dia asyik menggambar desain mobilnya di buku tulisnya. Tapi siapa sangka hobi dan kebiasaan saat nyantri itu kini telah menjadi salah satu sumber penghasilannya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Latif, Ajie, Al-Muayyad 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

Kalau ada kitab tua sedang dibaca lansia berpakaian santri di Jakarta, maka kitab itu tidak lain adalah karya Sayid Usman bin Yahya. Karya-karya Sayid Usman sangat populer di kalangan masyarakat Jakarta. Karya yang mengajarkan doa, fiqih, tajwid, dan juga aqidah, menjadi panduan praktis pengamalan agama Islam untuk masyarakat.

Karyanya yang dicetak dan beredar di kalangan masyarakat luas, umumnya berbahasa Arab Melayu atau Arab Pegon. Doa-doa dan kutipan berbahasa Arab juga umumnya diterjemahkan dengan terjemahan gantung yang juga berbahasa Arab Melayu.

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

“Sayid Usman itu orang alim. Kalau dia menulis kitab Sifat Dua Puluh itu, tentunya dia sudah membaca kitab-kitab yang besar-besar. Untuk mengajarkan kitab-kitabnya, seorang guru pun harus juga sudah membaca atau mengaji kepada guru-guru yang lebih alim,” kata KH Hasbullah (87) Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Awal Desember 1822 M, Sayid Usman lahir di Pekojan. Ayahnya bernama Sayid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya. Ibunya bernama Aminah binti Syekh Abdurrahman Al-Mishri yang tidak lain salah seorang ulama terkemuka di zamannya. Sejak kecil ia gemar menuntut ilmu. Menginjak usia remaja, ia menunaikan ibadah haji di Mekkah lalu bertahan di sana selama 7 tahun. Di sana ia mengaji kepada ayahnya sendiri dan mufti Mekkah bermadzhab Syafi’i Sayid Ahmad Zaini Dahlan.

KOKAM Tegal

Pada 1848 M Sayid Usman bergerak menuju Hadhramaut. Di negeri ini ia berguru kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahar, Syekh Abdullah bin Husein bin Thahir, dan Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri. Lepas dari Hadhramaut, ia melanglang buana mengejar ilmu ke sejumlah negeri. Sayid Usman mengunjungi antara lain Mesir, Tunis, Istambul, Persia, dan Syiria, (Ulama Betawi, Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20, Ahmad Fadli HS).

KOKAM Tegal

Pada 1862 M, Sayid Usman tiba di tanah air. Belanda mengangkatnya sebagai mufti di Jakarta, menggantikan Syekh Abdul Ghani yang usianya semakin lanjut. Kecuali itu, ia diangkat Belanda sebagai adviseur honorer untuk urusan Arab di kantor Voor Inlandsche Zaken pada 1899 M. Di sini ia sebagai penasihat pemerintah Kolonial untuk urusan agama, bergaul dengan Snouck Hurgronye, KF Holle, dan LWC Van den Berg.

Atas jasanya, pemerintah kolonial Belanda menyematkan bintang penghargaan sebagai tanda jasa pemerintah terhadapnya. Sayid Usman juga mendapat honor bulanan sebesar 100 gulden, hanya 1/7 dari gaji yang diterima Snouck.

Selama hidup, Sayid Usman aktif berdakwah melalui media ceramah dan menulis. Ia membuka majelis hadir di kediamannya di bilangan Petamburan. Sementara produktivitasnya tidak perlu disangkal. Karyanya banyak sekali dicetak dan menjadi rujukan Bergama masyarakat Jakarta karena menggunakan bahasa masyarakat, Arab Melayu.

Kecuali itu, Sayid Usman tidak jarang terlibat polemik terbuka dengan ulama lain misalnya dengan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau perihal dua masjid di Palembang. Polemiknya diwujudkan dalam bentuk sebuah karya untuk menjawab atau mementahkan pandangan ulama lain dengan dasar argumentasi yang kuat.

Sayid Usman sendiri dikenal sebagai seorang faqih dan mutakallim yang memandang segala sesuatunya dari sudut disiplin Fiqih dan Ilmu Kalam. Untuk itu, sikapnya terhadap tarekat cenderung ketat. Ia hanya mengakui tarekat-tarekat muktabarah yang sesuai syariah saja seperti tarekat yang diajarkan Syekh Junaid Al-Baghdadi, Sadatul Alawiyin, Ghazaliyah, Qadiriyah, Naqshabandiyah, Khalwatiyah, juga Rifa’iyah.

Menyadari rendahnya pemahaman agama umumnya masyarakat, Sayid Usman melarang pelajaran taswuf di kalangan awam. Pasalnya dapat membawa kemudaratan atau salah paham. Begitu juga dengan ilmu Kalam. Dengan mengutip Az-Zawajir karya Ibnu Hajar, Ia dalam Sifat Dua Puluh-nya melarang keras orang belajar ilmu Kalam terlampau tinggi karena khawatir tergelincir paham.

Namun demikian Sayid Usman mengambil sikap penolakan nyata terhadap paham Wahabi dan penyebaran pahamnya. Menurut Fadli HS, Sayid Usman juga sangat anti gerakan Wahabi dan menganggap gerakan itu sangat radikal. Dalam bukunya Mustika Pengaruh buat Menyembuhkan Penyakit Keliru, ia berpendapat bahwa kaum Wahabi adalah paling berdusta.

Sayid Usman sangat berjasa dalam peningkatan pemahaman masyarakat Betawi khususnya terhadap ilmu syariah melalui karya tulisnya yang berbahasa Arab Melayu. Tidak kurang dari 120 karyanya dicetak dan disebarluaskan. Sebagian darinya berbahasa Arab. Karyanya menyentuh pelbagai isu yang berkembang di masyarakat mulai dari kisah Rasul, aqidah, fiqih haji, fiqih sembahyang, adab di rumah tangga, kumpulan doa keseharian, tajwid, gramatika, Falak, kamus, geografi, silsilah para nabi, hukum perkawinan, silsilah Alawiyah, tarekat-tarekat muktabarah, dan isu lainnya.

Karyanya seperti Sifat Dua Puluh, Babul Minan, Maslakul Akhyar, Irsyadul Anam hingga kini masih dibaca oleh para orang tua di Jakarta. Bahkan kitab Zuhral Basim yang memuat kisah hidup Nabi Muhammad SAW hingga dibaca setiap kali peringatan maulid atau Isra di langgar-langgar di Jakarta. Muridnya yang kemudian menjadi ulama besar ialah Guru Mughni Kuningan dan Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Sayid Usman dipanggil Allah pada pertengahan Januari 1914 M dan dikebumikan di TPU Karet. Pada masa Orde Baru makamnya kena gusur. Pihak kerabat memindahkannya ke sisi selatan masjid Al-Abidin, Sawah Barat, Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan)

*) Tulisan ini diambil dari buku 100 Ulama Nusantara terbitan Lembaga Takmir Masjid PBNU, tahun 2015.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Kajian, Fragmen KOKAM Tegal

Kamis, 09 November 2017

Ketika Nasi Goreng Mendamaikan Gus Dur dan Megawati

Jakarta, KOKAM Tegal?

Kedekatan Megawati Soekarno Putri dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sudah banyak diketahui orang. Begitu juga dengan silang pendapat yang sering terjadi antara keduanya. Mengingat mereka pernah berpasangan sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 1999-2001 sebelum Gus Dur dilengserkan MPR.?

Pada acara Halaqah Nasional Alim Ulama dan Deklarasi Majelis Dzikir Hubbul Wathon di hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (13/7), Megawati juga sempat mengungkapkan tentang kedekatan antara dirinya dengan Gus Dur.?

Ketika Nasi Goreng Mendamaikan Gus Dur dan Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Nasi Goreng Mendamaikan Gus Dur dan Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Nasi Goreng Mendamaikan Gus Dur dan Megawati

Namun, kedekatan yang diungkapkan kali ini berbeda, karena mengenai keduanya yang suka berantem. "Biasanya kalau saya berantem dengan beliau, terus saya gak mau ketemu. Purik (ndongkol, red). Saya tahu pasti nanti saya menang," katanya.?

"Karena apa, pasti nanti Gus Dur telepon. Mba, lagi opo, di rumah mas. Bikinkan saya nasi goreng ya, saya sudah di depan pintu rumah," ujar Megawati diikuti tawa hadirin.?

KOKAM Tegal

Putri Presiden Soekarno ini pun mau tidak mau membikin nasi goreng pesanan Gus Dur. "Ya kalau baikan ya begitu, ya tentunya terpaksa toh saya bikin nasi goreng," katanya masih diikuti tawa hadirin. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Kyai KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Jumat, 22 September 2017

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya

Kendal, KOKAM Tegal. Ketua IPNU Jateng Amir Mustofa Zuhri ? melihat perjuangan NU untuk mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin semakin berat. Ia memandang perlunya terobosan dan pendekatan-pendekatan yang baik di tengah masyarakat. NU tidak bisa tiba-tiba bicara ideologi, tiba-tiba bicara aswaja.

"Dulu para wali berhasil melakukan dakwah di Indonesia karena mereka melakukan pendekatan kebudayaan. IPNU dan IPPNU sebagai organ pelajar NU juga harus melakukan hal yang sama jika ingin NU tetap eksis di tengah masyarakat" kata Amir Mustofa pada pelantikan IPNU dan IPPNU Kendal di gedung DPRD Kendal, Ahad (3/01) pagi.

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya

Senada dengan itu Ketua majelis alumni IPNU Kendal HM Makmun menyampaikan bahwa NU sebagai ormas Islam yang ramah. Jangan mudah tersulut emosi dengan kejadian yang ada di tengah umat.

KOKAM Tegal

"Seperti ketika tahun baru kemarin ada temuan terompet yang terbuat dari sampul Al-Qur’an, itu tentu menyakiti kita sebagai umat yang sangat memuliakan Al-Qur’an, tapi jangan kemudian kita lekas marah dan melupakan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah basyariah yang seharusnya tetap kita jaga" tegasnya.

Ia juga menambahkan agar IPNU IPPNU memperkuat silaturahmi dengan para kiai dan masyayikh.

KOKAM Tegal

Ketua IPNU Kendal Kholid Abdillah mengatakan, "NU harus menampilkan wajah Islam yang damai dan toleran, serta jauh dari radikalisme. Insya Allah kami jajaran IPNU dan IPPNU akan mengabdikan diri dengan program-program yang bisa mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi masyarakat dan lingkungan di Kendal.”

Sedangkan Ketua baru IPPNU Kendal Aridhatul Khusna menyampaikan bahwa dirinya dengan dukungan berbagai pihak siap melakukan perubahan-perubahan yang baik untuk IPPNU Kendal ke depan. Ia mencanangkan pangkalan data kader pelajar NU yang ada di Kendal. (Amar Alfikar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Makam KOKAM Tegal

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete

Gresik, KOKAM Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ahad (18/2) kemarin mendeklarasikan berdirinya Ikatan Keluarga Alumni Ponpes Tebuireng (Ikapete) di Kabupaten Gresik.

Selain dihadiri ratusan santri alumnus Ponpes Tebuireng, deklarasi tersebut juga dihadiri Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran KH. Mustain Syafi’. Tampak pula anggota DPRD Gresik, Sururi S. Ag, Syarif Musa, dan mantan Direktur Utama RSUD Gresik dr Ali Fashol serta elit parpol dari PKB dan PDIP.

Dalam kesempatan tersebut Gus Sholah mengatakan, anggota Ikapete diperbolehkan aktif di parpol (partai politik), tetapi tidak boleh membawa nama organisasi Ikapete. “Silakan kalau ada anggota yang mau aktif di politik, karena banyak alumnus Tebuireng itu ada di PKB, PDIP dan Golkar, tetapi mereka tidak boleh mengatasnamakan organisasi Ikapete. Sebab organisasi ini didirikan bukan untuk dukung-mendukung parpol,” kata Gus Sholah yang didampingi Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gresik Drs Ainur Rofik.

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Deklarasikan Ikapete (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, pendirian Ikapete murni sebagai wadah silaturrahim antaralumni yang tersebar di seluruh Indonesia yang selama ini tidak terorganisir, diharapkan keberadaan Ikapete juga bisa menghimpun dana untuk keberlangsungan perjuangan alumni yang konsen di bidang pendidikan. “Saya sudah buka nomer rekeningnya, silakan kalau ada alumni yang mau menyumbang dana,” ungkapnya.

Mantan calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Wiranto itu menambahkan, dirinya berkeinginan untuk melanjutkan membuat majalah khusus Ponpes Tebuireng yang saat ini sudah tidak ada yang mengurus.

KOKAM Tegal

Sebelumnya beredar isu Ikapete didirikan di Gresik demi politik PKB guna menandingi organisasi Kesan (Keluarga Alumni Santri Langitan) yang banyak beralih ke  PKNU. Namun isu tersebut dibantah Gus Sholah. Mantan aktivis Komnas HAM ini berkali-kali menampik bahwa Ikapete tidak ada tujuan menandingi organisasi alumni Ponpes Langitan.

“Tolong Ikapete jangan dikait-kaitkan dengan kepentingan politik tertentu karena pendiriannya murni menjadi wadah untuk reaktualisasi pemikiran kakek saya (KH Hasyim Asy’ari, pendiri jamaah NU, Red) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Gus Sholah. (duta)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, Makam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock