Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Februari 2018

IPNU Surabaya Tolak Keras Legalisasi Penjualan Miras di Minimarket

Jakarta, KOKAM Tegal - Pengurus PC IPNU Kota Surabaya menyatakan keberatan atas hasil Raperda Pansus Pengendalian dan Pengawasan Penjualan Minuman Beralokohol DPRD Kota Surabaya yang mengizinkan penjualan minuman beralkohol di pasar swalayan yang ada di Surabaya. Mereka meminta DPRD agar meninjau kembali Perda yang memperbolehkan penjualan minuman keras itu di Kota Surabaya.

“Semestinya Pemkot Surabaya dan DPRD melarang peredaran minuman keras itu di minimarket, supermarket dan hypermarket. Karena tempat-tempat itu juga dikunjungi oleh anak-anak. Jangan sampai mereka juga berasumsi bahwa minuman itu boleh untuk dikonsumsi karena dijual secara bebas dan umum,” kata Ketua IPNU Kota Surabaya Agus Setiawan.

IPNU Surabaya Tolak Keras Legalisasi Penjualan Miras di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Surabaya Tolak Keras Legalisasi Penjualan Miras di Minimarket (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Surabaya Tolak Keras Legalisasi Penjualan Miras di Minimarket

Pasalnya anggota dewan tidak mungkin memberikan jaminan atas kemungkinan akses minuman keras itu oleh anak-anak di bawah umur. Berapa pun kadar kandungan alkhoholnya, ujar Agus.

KOKAM Tegal

Sementara Wakil Ketua IPNU Kota Surabaya M Najih mengatakan bahwa semestinya keadaan Surabaya sekarang yang melarang penjualan minuman keras di minimarket dan sejenisnya dipertahankan.

DPRD dan Pemkot Surabaya lebih baik fokus terhadap hal lain yang lebih penting dan memiliki manfaat bagi masyarakat seperti masalah Pengambilalihan kewenangan SMA dan SMK dari tingkat kabupaten/kota ke tingkat provinsi yang mengakibatkan biaya pendidikan di SMA/SMK di Surabaya mulai tahun depan tak lagi gratis.

KOKAM Tegal

Ia juga menjelaskan, semestinya DPRD dan Pemkot melindungi masyarakatnya dari hal-hal yang akan membahayakan kesehatan dan jiwa mereka. Jadi dengan regulasi perizinan penjualan miras ini berarti mereka membiarkan dan tidak melindungi masyarakatnya dari hal-hal yang akan membahayakan mereka khususnya para pelajar.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merelaksasi Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri No. 04/PDN/PER/4/2015 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pengendalian Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol Golongan A yang memberi keleluasaan bagi kepala daerah untuk menentukan lokasi penjualanan miras termasuk di minimarket. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Menghadapi penjajahan Belanda di tanah air tentu hal yang sangat merepotkan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Taruhannya bukan semata penderitaan diri mereka sendiri kala itu, tapi juga nasib? generasi mereka di masa yang akan mendatang. Hak ekonomi dirampas, pendidikan dikekang, dan aspirasi politik dikebiri.

Namun demikian, apakah NU terjebak pada nasionalisme sempit? Ternyata tidak. Empatinya yang besar juga menjalar ke belahan dunia lain yang mengalami nasib yang serupa, salah satunya bangsa Palestina. NU geram dengan usaha Israel yang dengan semena-mena mencaplok tanah Palestina. Ini juga penjajahan.

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejak bangsa Arab berjuang untuk kemerdekaan Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tangal 12 November 1938 telah menyerukan kepada seluruh partai dan organisasi umat Islam di Indonesia serta Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar umat Islam memberikan sokongan moral dan material kepada para pejuang Palestina dalam memerdekakan tanah air mereka.

Di antara bentuk solidaritas tersebut PBNU mengimbau umat Islam untuk membaca qunut nazilah dalam tiap-tiap sembahyang fardhu. Qunut nazilah lebih dari sekadar bacaan doa selepas ruku yang lazim diamalkan ketika kondisi bencana atau situasi genting lainnya. Seruan qunut nazilah mengandung dimensi politik yang luas. Ia sebentuk protes keras berskala internasional atas kezaliman kaum pendatang yang menamakan diri bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.

KOKAM Tegal

Sikap NU ini tentu berpotensi mengundang empati balasan dari bangsa-bangsa Arab atas bangsa Indonesia yang tengah dijajah Belanda. Tak heran, sehubungan dengan qunut nazilah ini pada tanggal 27 Januari 1939, Ketua PBNU KH Machfuzh Shiddiq dipanggil oleh Hoofparket Belanda di Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda melarang NU melakukan gerakan qunut nazilah untuk pejuang Palestina.

KOKAM Tegal

Qunut nazilah juga sempat berlangsung setahun berturut-turut ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sepihak meresmikan negara Israel pada 1948. Deklarasi negara baru ini dimotori oleh Amerika dan Soviet. Rakyat Indonesia saat itu mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kebijakan tersebut. Dewan Keamanan PBB mesti meninjau ulang keputusannya terhadap berdirinya Israel.

NU tentu tahu, Palestina tak hanya dihuni penduduk Muslim. Tapi keberadaan tempat suci Masjid al-Aqsa dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) cukup menjadi alasan untuk melakukan kecaman dan pembelaan tersebut. Berkat penjajahan Israel, rakyat Palestina terlunta-lunta, menderita secara fisik dan psikis, dan sebagian terusir dari tanahnya sendiri.

Di tengah solidaritas untuk Palestina yang tak kunjung henti, pada Desember 1948 Indonesia didera situasi yang sangat mencekam. Belanda melakukan agresi militer II yang dimulai dari Yogyakarta sebagai ibu kota negara waktu itu. Situasi kian gawat ketika para tokoh dan pemimpin republik ini ditangkapi sehingga mendorong dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra.

Demikianlah luasnya spektrum perjuangan NU. Lahir batin ia berkorban menumpas penjajahan di tanah air sendiri, tapi juga tak menutup mata atas fenomena yang sama di penjuru bumi lainnya. Kenapa? Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Internasional, Cerita KOKAM Tegal

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Selain penuh dengan keanekaragaman, Indonesia juga dipenuhi dengan konflik-konflik. Di antara sekian banyak konflik tersebut, seringkali dilakukan atas nama agama. Konflik penganut paham Syi’ah dan penganut paham Sunni di kabupaten Sampang misalnya. 

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Merespon konflik yang terjadi di salah satu kabupaten di Pulau Madura itu, KH Malik Madani, Katib Aam PBNU pada Rabu (26/6) menyamaikan pentingnya menggunakan budaya Nusantara dalam menyelesaikan konflik-konflik di Nusantara. Akan tetapi menurutnya, sangat disayangkan budaya tersebut kian tergerus.

“Kita memang memiliki budaya yang kita warisi dari nenek moyang kita. Dan budaya ini digerus tidak saja oleh kelompok kecil seperti Syi’ah dan Ahmadiyah,” tuturnya pada acara Pra Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII yang bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta. 

KOKAM Tegal

Pihaknya juga menyampaikan bahwa konflik yang mengatasnamakan agama itu disebabkan oleh pemahaman ulama terhadap pluralisme yang telah terdistorsi.  

“Jangan-jangan memang sudah terjadi erosi, distorsi pemahaman ulama kita di Sampang tentang pluralisme,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Tak hanya itu, pihaknya juga mengajak para hadirin untuk lebih kritis mengkaji sumber-sumber normatif yang ada. “Jangan-jangan hadits yang mengatakan bahwa ummatku akan terpecah ke dalam 73 golongan dan hanya 1 golongan yang masuk surga, itu juga memicu terjadinya konflik ini,” ujarnya. 

Pihaknya menambahkan pula bahwa sebagaimana yang tertera dalam kitab karangan Imam Al-Ghazali, terdapat hadits yang merupakan kebalikan dari hadits tersebut. Dan dia rasa bahwa hadits itu lebih dapat memberi dorongan untuk menerima perbedaan. 

“Yang diperlukan sekarang adalah pencerahan. Bahwa kita harus terbiasa hidup dengan perbedaan. Kesediaan untuk hidup damai dalam perbedaan ini yang perlu disosialisasikan dalam masyarakat,” katanya, sambil menutup paparannya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontriburor: Nur Hasanatul Hafshaniyah 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Fragmen KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, KOKAM Tegal

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

KOKAM Tegal

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Halaqoh, Aswaja KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai

Boyolali, KOKAM Tegal. Pengungsi letusan Gunung Merapi yang tersebar di sejumlah daerah mengaku sudah kehabisan uang, sementara kebutuhan makanan relatif tercukup dari bantuan yang datang dari berbagai pihak.



Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai

Sejumlah pengungsi asal Desa Sruni, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, ketika ditemui pada Jumat mengatakan sudah kehabisan uang padahal mereka setiap hari membutuhkan uang transportasi untuk mengurusi ternak-ternaknya yang ditinggal mengungsi.

Sugiyo (47) dan bersama istrinya, ketika ditemui sedang memberi makanan empat sapinya yang berada dalam rumahnya. Ia baru saja datang dari lokasi pengungsian di Jatinom, Kabupaten Klaten, bersama satu anaknya yang siang itu ditinggalkan sendirian di pengungsian.

KOKAM Tegal

"Kalau setiap hari saya tidak beri makan dan minum, sapi ini bakal mati. Saat ini saja bobot sapi saya sudah turun beberapa kilogram," katanya. Desa Sruni berjarak sekitar delapan kilometer dari puncak Merapi.

Ia mengatakan, setiap hari untuk biaya transpot dan beli pakan ternak tidak kurang dari Rp25.000, padahal saat ini sudah lebih dari delapan hari berada di pengungsian.

KOKAM Tegal

Empat sapi itu merupakan harta paling berharga yang dimiliki Sugiyo, yang sebagian di antaranya dibelinya melalui pinjaman Bank BRI. "Sebagian uang utangan itu saat ini malah berkurang untuk menutup kebutuhan sehari-hari," katanya.

Istrinya mengkhawatirkan uang pinjaman itu malah habis untuk menutup kebutuhan sehari-hari selama keluarganya mengungsi. Padahal enam bulan kemudian ia harus mengembalikan pinjaman ke bank.

Warga Sruni, Ny Sarbiyah (50) juga mengatakan setiap hari pasti pulang ke rumah untuk merawat dan memberi pakan ternaknya. Ia mengaku juga mengeluarkan banyak uang selama mengungsi, sementara penghasilan suaminya sebagai petani tidak ada.

Selama masa mengungsi, ia mengeluarkan uang sisa dari penjualan cengkih dan bunga mawar sebelum Merapi meletus. Namun ia khawatir uang itu akan segera habis sehingga kelak tidak punya modal untuk memulai usaha kembali.

Sabar, warga Desa Samiran Kecamatan Selo malah sudah menjual dua ekor sapi miliknya untuk mencukupi kebutuhan hidupnya selama berada di tempat pengungsian.

Ia menyebutkan, dua ekor sapinya dijual dengan harga Rp5 juta padahal saat membeli harganya Rp8 juta lebih. "Saya rugi Rp3 juta lebih, tetapi mau bagaimana karena saya sudah tidak memiliki uang untuk menyambung biaya hidup di tempat pengungsian," kata Sabar yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh tani.

Menurut dia, ada beberapa pengungsi yang sudah melakukan apa yang dirinya lakukan yaitu menjual hewan ternak. "Kalau mereka memiliki perhiasan maka barang itu yang dijual karena selama di tempat pengungsian, mereka tidak memiliki uang," katanya.

Win (27), warga Desa Sruni Kecamatan Musuk Kabupaten Boyolali, mengakui, dirinya dan keluarga baru mengungsi baru mengungsi dua hari yang lalu, tetapi dirinya selalu waspada jika Gunung Merapi beraktivitas kembali.

"Mobil saya diparkir di depan rumah dengan kondisi mobil diarahkan ke jalan umum. Jika sewaktu-waktu Gunung Merapi meletus, kami langsung naik ke mobil lari mencari tempat yang aman," katanya.

Ia mengatakan, tempat duduk yang ada di dalam mobil sudah dilepas dan digantikan dengan tikar dan kasur. "Dalam kondisi seperti ini, kami harus siap-siap dan waspada jika Merapi meletus," katanya.Pengungsi Merapi Kehabisan Uang Tunai. (ant)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Internasional, Aswaja KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Pesan Moral

Berpecah adalah Musuh Utama Ukhuwah: Jaga Ukhuwah untuk Indonesia yang Aman dan Damai

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Bismillahirrohmanirrohim?

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT, Indonesia terus berkembang menjadi sebuah negara yang hidup berdasarkan kepada nilai-nilai luhur bangsa dimana masyarakatnya dapat hidup aman-tenteram saling menghormati, dan rukun berdampingan secara harmonis antara satu dengan yang lainnya.

Hari ini, Indonesia dikenal publik Internasional sebagai negara yang patut dijadikan percontohan dan teladan, terutama dalam menjadikan faktor kebhinnekaan (keanekaragaman) justru sebagai kekuatan. Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia telah berhasil meletakkan hubungan agama dengan negara secara ideal.

KOKAM Tegal

Agama tidak lagi dipertentangkan dengan negara. Nilai agama melebur dengan budaya lokal yang baik, melahirkan spirit wathoniyah (nasionalisme yang tumbuh subur dengan berkembangnya nilai keagamaan). Sebagaimana yang disampaikan Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asyari, pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama yakni:

? ? ? ?

KOKAM Tegal

"Cinta tanah air adalah bagian dari Iman"

Tidak begitu halnya yang terjadi di beberapa negara, terutama di negara-negara Teluk ataupun di negara-negara sekuler.

Hari ini negara-negara teluk seperti Irak, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yaman dan lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai "failed-state", negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan agama dan negara, sehingga keduanya dipertentangkan satu sama lain yang akibatnya menimbulkan kekacaubalauan.

Ratusan ribu bahkan jutaan manusia menjadi korban atas peperangan yang timbul akibat kesalahpahaman. Sementara di negara-negara sekuler yang hanya mengedepankan rasionalitas tanpa agama justru melahirkan titik balik suatu peradaban yang tidak lagi "memanusiakan manusia".

Dewasa ini, kita tengah menghadapi suatu diskursus publik yang luas, terutama dalam penyikapan masyarakat atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, yang menimbulkan kontroversi di hampir seluruh kalangan. Bahkan sebagian kalangan mengatasnamakan "Aksi Bela Islam II" akan menggelar aksi besar tanggal 4 November mendatang.

Mencermati eskalasi dan perkembangan keadaan terkini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama ini menegaskan:

1. ? Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pererat tali silaturahim antar komponen masyarakat. Berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil, dan makmur. Jaga Ukhuwah Wathoniyah? (persaudaraan setanah air) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

? ? ? ? ?

? “Berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah, dan jangan berpecah-belah (QS: Ali-Imran, 103)”

2. ? Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU.

3. ? Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku, agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. ? Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. ? Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

Jakarta, 28 Oktober 2016/27 Muharram 1438

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

DR KH Ma’ruf Amin

Rais Aam PBNU

?

KH Yahya C. Staquf

Katib Aam PBNU


Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU


DR HA. Helmy Faishal Zaini

Sekretaris Jenderal PBNU









(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Nusantara, Pesantren KOKAM Tegal

Pembual Garis Keras

Oleh Ahmad Ishomuddin

Carut marut kehidupan umat manusia beragama saat ini banyak disumbang oleh para penceramah yang pengetahuan agamanya dangkal,? karena diperoleh secara instan dan tanpa sanad keilmuan (transmisi periwayatan)? yang jelas.

Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembual Garis Keras

Para alumni "pesantren kilat" tersebut punya hobi menyampaikan ceramah agama bernada kekerasan,? hantam sana hantam sini,? kritik sana kritik sini, sambil meneriakkan pentingnya memusuhi siapa saja yang tidak satu alur fikrah (pemikiran,? ide) atau memusuhi benda-benda apa saja dari produk orang-orang? kafir. Tujuan pokok dari "bualan"-nya itu tiada lain kecuali mencari pengaruh,? memperbanyak pengikut,? dan memperkaya diri.

Dalam berpenampilan sehari-hari mereka menonjolkan keakuan,? bukan kekitaan,? menonjolkan ciri-ciri klaim kebenaran apa saja? yang bisa membedakan kelompoknya dari komunitas lainnya. Warna kopiah hitam pun yang sudah mentradisi tidak selamat dari gunjingan mereka karena juga dipakai "orang kafir" sehingga wajib diganti dengan kopiah haji berwarna putih karena hanya itulah yang islami.

KOKAM Tegal

Cara berpakaiannya pun harus seperti orang Arab asli karena berpakaian sesuai kebiasaan umumnya orang Indonesia itu tidaklah berpakaian syari. Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim dalam segala hal wajib sama dengan orang-orang Arab.

KOKAM Tegal

Padahal kini banyak masyarakat Arab yang agamanya juga beragam itu berwatak pasir seperti alamnya yang gersang tandus berpadang pasir, yakni sulit untuk dipersatukan satu sama lain karena tidak memiliki "semen pemersatu" Bhinneka Tunggal Ika seperti di Indonesia.

Kegemaran pembual garis keras adalah dengan mudah? mengkafirkan sesama kaum Muslim hanya karena beda penafsiran. Selain itu,? mereka juga bertindak sebagai hakim pemberi vonis apabila suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan pasti dibidahkan,? bahkan hingga persoalan fiqh yang dipenuhi khilafiyah (perbedaan pendapat ulama mujtahid)? pun terburu-buru disesatkan.

Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim sejati harus punya ciri-ciri keislaman yang seragam seperti dalam tampilan fisik wajib berjidat hitam sebagai atsarussujud (tanda bekas sujud) dan wajib tampil dengan ciri pembeda dari Muslim lain yang bukan kelompoknya.

Untuk menyampaikan dakwah Islam mereka lebih nyaman menempuh jalan kekerasan karena lebih berdaya paksa dan lebih menunjukkan superioritas atas Muslim lain,? lebih-lebih terhadap non Muslim yang dianggapnya "musuh abadi", bukan saudara sesama manusia sebangsa yang wajib dihormati dan juga harus dijamin keamanannya.

Dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa pun para pembual garis keras itu sering mengabaikan sopan santun,? melecehkan, dan tanpa memahami duduk perkara yang sesungguhnya. Mereka menempatkan penguasa sebagai "thaghut" syetan-iblis yang terkutuk,? seperti sedang menghadapi Firaun yang dengan angkuhnya mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi, sedangkan seolah-olah para juru dakwah "pembual" garis keras itu merasa lebih hebat dari Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam yang telah menyampaikan kebenaran dengan penuh kelemah-lembutan.

Padahal menurut al-Imam Abu al-Laits al-Tsamarqandi (wafat: 393 H.) dalam Bustan al-Arifin halaman 103, seorang pemberi nasehat haruslah bersikap rendah hati,? lemah lembut,? tidak sombong,? keras atau kasar,? karena rendah hati dan lemah lembut adalah akhlak Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama.

Sedangkan al-Imam al-Ghazali (lahir: 450 H.,? wafat: 505 H.) dalam al-Adab fi al-Din halaman 92-93, mengimbau agar setiap juru dakwah meninggalkan sikap sombong dan senantiasa menjaga rasa malu kepada-Nya. Selalu menampakkan rasa membutuhkan kepada Sang Pencipta.? Senantiasa terdorong untuk memberikan manfaat kepada para pendengar,? instropeksi diri untuk mengetahui kekurangan.?

Memandang para pendengar dengan pandangan bersahabat,? berprasangka baik terhadap mereka,? membimbing mereka agar mau menjaga diri,? lemah lembut dalam mendidik,? bersikap halus terhadap para pemula,? dan nasihat yang disampaikan harus benar-benar meyakinkan agar manusia bisa mengambil manfaat dari apa yang disampaikan.

Semoga kita tidak menjadi pembual dalam urusan agama,? lebih-lebih pembual garis keras,? untuk tujuan memperoleh keuntungan duniawi.



Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Internasional, Kajian Islam KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren

Sleman, KOKAM Tegal. Perkembangan zaman menghasilkan berbagai permasalahan yang kompleks. Sebagian hal tersebut masih dapat dijangkau oleh keluasan khazanah pemikiran hukum pesantren, akan tetapi tidak sedikit hal-hal yang memang baru. 

Hal-hal baru ini tentu membutuhkan respons. Untuk itu, pintu masuk paling strategis adalah dinamisasi diskursus ushul fiqh dalam kajian dan pembelajaran hukum di pesantren.

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Dinamisasi Ushul Fiqh Pesantren

Demikian disampaikan Muhammad Hilal, Redaktur Jurnal Mlangi Pesantren Aswaja Nusantara dalam Diskusi Rutin, Kamis (19/09), di Perpustakaan Aswaja Nusantara, Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

KOKAM Tegal

Hilal memandang bahwa selama ini kajian pengembangan pemikiran Ushul yang berakar pada khazanah tradisi pesantren relatif kurang dinamis. Hal ini disebabkan karena dua hal.

KOKAM Tegal

“Pertama, literatur kitab yang dipakai secara empiris berputar-putar pada lingkaran syarah-mukhtashar. Kedua, ushul fiqh agak jarang dipraktikkan dalam penggalian hukum dalam forum-forum ilmiah seperti bahsul masail yang lebih banyak menggunakan produk pemikiran hukum berupa fiqh yang diambil dari kutubul mu’tabarah,” jelasnya malam itu.

Kemudian, ia mengambil contoh salah satu kitab ushul fiqh standar di pesantren, yakni Jam’ul Jawami’ karya Imam As Subki. 

Sebagaimana diketahui, pada awalnya, disiplin ushul fiqh berkembang secara hampir bersamaan ketika Imam Syafi’i menulis Ar-Risalah dan Imam Hanafi menulis Ar-Ra’yu.  “Kedua mazhab ini sempat bersinggungan, namun polemik keduanya masih dalam wilayah fiqh,” ujarnya.

Persinggungan dengan debat kalam, lanjut Hilal, terjadi ketika ulama kalam ikut terlibat seperti  Imam Juwayni dengan Al-Burhan-nya atau Imam Ghozali dengan Al-Mustashfa-nya. 

Keempat  kitab inilah yang kemudian  dibuat ikhtisarnya oleh Fahruddin Ar-Razi dan Al-Amidi.  Dua kitab ini diringkas lagi oleh Ibn Hajib dengan Al-Mukhtashar al-Kabir dan Al Baidhowy dengan Al-Minhaj.  

Al-Mukhtashar ini kemudian disyarah oleh ayahnya, Imam Tajudin As-Subki (Taqiyyyudin As-Subki), namun tidak selesai, dan diselesaikan oleh As-Subki menjadi Rof’ul Hajib ‘’an Mukhtashar Ibn Hajib, sedangkan Al-Minhaj disyarahi menjadi Al-Ibhaj fi Syarhil Minhaj. 

Kedua syarah inilah yang  diringkas menjadi Jam’ul Jawami’. Kitab ini diringkas kagi menjadi Lubbul Ushul dan Al-Bayan. Al-Bayan merupakan salah satu dari karya trilogi ulama Minangkabau Syaikh Abdul Hamid.

“Dengan pola reproduksi pengetahuan seperti ini, membutuhkan dinamisasi agar bisa mengimbangi berbagai perkembangan zaman yang membutuhkan respons kreatif pemikiran pesantren,” tandasnya. (Dwi Khoirotun Nisa’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Kyai KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas

Pringsewu, KOKAM Tegal. Ibadah shalat merupakan ibadah yang sangat spesial. Ibadah fardhu bagi umat Islam ini didapat Rasulullah SAW saat melakukan perjalanan Isra Miraj bersama Malaikat Jibril bertemu dengan Allah SWT. Sehingganya pada setiap momen Peringatan Isra Miraj, peningkatan kualitas dan kuantitas ibadah selalu menjadi materi utama.

Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunci Menjadikan Shalat Berkualitas

Hal itu disampaikan oleh Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Ambarawa, Pringsewu, Lampung Kiai Abah Anom saat memberikan mauidzah hasanah Peringatan Bakti Sosial dan Peringatan Isra Miraj yang dilaksanakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kecamatan Pringsewu, Selasa (25/4).

Pada kegiatan yang dilaksanakan di Halaman Masjid Nurul Ikhlas Kuncup Pringsewu ini, ia menjelaskan beberapa hal terkait peningkatan kualitas shalat. Salah satu faktor penentu Kualitas shalat bisa dihasilkan dari awal persiapan dan saat pelaksanaannya.

Sebelum melakukan shalat Ia mengingatkan untuk meyakinkan kondisi tempat, pakaian, badan dan yang terkait dengan shalat telah benar-benar suci. "Hal lain yang penting juga membersihkan hati dari sifat-sifat buruk dan hanya memikirkan tentang Allah SWT," tegasnya.

KOKAM Tegal

Untuk menambah kualitas shalat, Ia juga mengingatkan untuk meresapi serta mentadabburi setiap kalimat dan ayat yang dibaca. "Yang ditulis malaikat itu apa yang diangan-angan kita. Bagus yang diangan-angan saat shalat, maka nilai pahalanyapun bagus. Jelek yang diangan-angan kita maka nilai pahalanya pun jelek," ujarnya.

Kiai Abah Anom berharap dengan bermutunya shalat yang dilaksanakan akan dapat terlihat nyata dalam pergaulan kehidupan sehari-hari baik hubungan dengan Allah maupun dengan sesama manusia. Hal ini lanjutnya sudah diibaratkan dengan simbol perjalanan yaitu isro sebagai hubungan horisontal dengan sesama manusia dan Miroj sebagai hubungan vertikal dengan Allah SWT.

Selain itu tambahnya, dengan kualitas shalat yang baik, kesholehan diri juga akan bertambah sehingga tidak hanya sholeh saja namun bisa mencapai tataran muslih. "Sholeh itu kebaikan yang hanya untuk diri sendiri. Sedangkan Muslih adalah kebaikan untuk diri dan orang lain," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Internasional KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Makna di Balik Nama dan Lambang PMII

Makna “pergerakan” yang terkandung dalam PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) adalah dinamika dari hamba (makhluk) yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya, yaitu memberikan rahmat bagi alam sekitarnya. Dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa, “pergerakan” menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan potensi kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada di dalam kualitas tinggi yang mempunyai identitas diri.

Pengertian “mahasiswa” yang terkandung dalam PMII adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri. Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan dinamis, insan sosial, dan insan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, intelektual, sosial kemasyarakatan, dan tanggung jawab individual baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan negara.

Makna di Balik Nama dan Lambang PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Makna di Balik Nama dan Lambang PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Makna di Balik Nama dan Lambang PMII

Sementara “Islam” yang terkandung dalam PMII adalah Islam sebagai agama yang dipahami dengan haluan/paradigma Ahlussunah wal Jama’ah yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Islam secara proporsional antara iman, Islam, dan Ihsan yang di dalam pola pikir, pola sikap, dan pola perilakunya tercermin sikap-sikap selektif, akomodatif, dan integratif. Islam terbuka, progresif, dan transformatif adalah platform PMII. PMII juga menerima dan menghargai segala bentuk perbedaan. Baginya, keberbedaan adalah sebuah rahmat, karena dengan perbedaan itulah kita dapat saling berdialog antara satu dengan yang lainnya demi mewujudkan tatanan yang demokratis dan beradab (civilized).

Pengertian “Indonesia” yang terkandung dalam PMII adalah masyarakat bangsa dan negera Indonesia yang mempunyai falsafah ideologi bangsa (Pancasila dan UUD 1945 dengan kesadaran kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang diikat dengan kesadaran wawasan Nusantara.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Pada kongres PMII ke-9 di Surabaya, beberapa kader PMII mewacanakan nama PMII berubah menjadi Pergerakan Mahasiswa Republik Indonesia dengan alasan simbol-simbol ideologi keagamaan yang melekat pada organisasi kader, sangat tidak mendukung perjuangan kebangsaan. PMII sebagai organisasi kader bangsa hendaknya berpikir strategis dalam spektrum kebangsaan.

Padahal, sejak kelahirannya PMII telah mengedepankan misi keindonesiaan. Hal ini terwujud dalam mukaddimah AD/ART PMII ideologi negara falsafah Pancasila, menjadi kewajiban setiap warga negara, baik secara perorangan maupun secara bersama-sama untuk mempertahankan dan melaksanakannya dengan segala tekad dan kamampuan. Gagasan perubahan nama ini pun tidak diterima oleh forum kongres karena forum masih menginginkan adanya identitas Islam di dalam organisasi yang didirikan oleh NU ini.

Secara totalitas PMII sebagai organisasi merupakan suatu gerakan yang bertujuan melahirkan kader-kader bangsa yang mempunyai integritas diri sebagai hamba yang bertakwa kepada Allah SWT dan atas dasar ketakwaan berkiprah mewujudkan peran ketuhanannya membangun masyarakat bangsa dan negera Indonesia menuju suatu tatanan masyarakat yang adil dan makmur dalam ampunan dan ridla Allah SWT.

Arti Lambang PMII

Lambang PMII diciptakan oleh H Said Budairi. Bentuk Perisai berarti ketahanan dan keampuhan mahasiswa Islam terhadap berbagai tantangan dan pengaruh dari luar. Bintang yang bertabur di dalamnya melambang ketinggian dan semangat cita-cita yang selalu memancar.

Lima bintang sebelah atas menggambarkan Rasulullah SAW dengan empat sahabat terkemuka (al-Khulafaur Rasyidun). Sedangkan empat bintang sebelah bawah menggambarkan empat mazhab yang berhaluan Ahlusunnah wal Jama’ah.

Jumlah sembilan bintang dalam lambang itu dapat berati ganda. Pertama, Rasulullah dan empat orang sahabat serta empat orang imam mazhab itu laksana bintang yang selalu bersinar cemerlang, mempunyai kedudukan tinggi, dan penerang umat manusia. Kedua, angka itu juga menggambarkan sembilan orang pemuka penyebar Agama Islam di Indonesia yang disebut Walisongo.

Adapun warna biru pada tulisan PMII menunjukkan kedalaman ilmu pengetahuan yang harus dimiliki dan digali oleh warga pergerakan. Biru juga menggambarkan lautan Indonesia yang mengelilingi kepulauan Indonesia dan merupakan kesatuan wawasan Nusantara.

Biru muda yang menjadi warna dasar perisai sebelah bawah berati ketinggian ilmu pengetahuan, budi pekerti, dan takwa. Sementara kuning sebagai warna dasar perisai bagian atas berarti identitas kemahasiswaan yang menjadi sifat dasar pergerakan lambang kebesaran dan semangat yang selalu menyala serta penuh harapan menyongsong masa depan. (Ensiklopedia NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Humor Islam, Ubudiyah, Internasional KOKAM Tegal

Jumat, 24 November 2017

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda menjelaskan bahwa moral yang dimiliki rakyat tergantung pada pemimpinnya. Jika para pemimpinnya baik, rakyatnya juga akan baik. Demikian pula sebaliknya.

Kia Nuril menjelaskan bahwa ini merupakan ucapan dari sosiolog Islam Ibnu Khaldun, saat ia memberi sambutan dalam Maulid Akbar Nasional 1428 H/2007 M dan Doa Bersama untuk Bangsa yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kamis (31/5).

Acara yang digelar LDNU bersama dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah ini diselenggarakan untuk menunjukkan bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah diutus memberi penerang bagi umat manusia.

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

“Dengan mengadakan mauludan dan mengulas kembali sejarah Nabi Muhammad, kita diharapkan bisa meneladani dan mencontoh semua yang beliau jalani dengan harapan kita kita akan menjadi umat yang mulia dan akan mendapatkan syafaatnya di hari akhir,” katanya.

Kiai Nuril menambahkan acara ini sekaligus dirancang untuk doa bersama bagi bangsa karena banyaknya musibah dan bencana yang dialami bangsa. “Acara ini sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni yang mewaliki presiden mengungkapkan bahwa pemerintah sangat menghargai peran para ulama dalam membangun bangsa. Menag juga menuturkan bahwa Islam bisa maju karena peran para ulamanya dalam menyumbangkan pemikiran.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj yang memberi ceramah maulid menjelaskan tentang kronologis sejarah kehidupan rasulullah sampai akhirnya bisa menyebarkan Islam di Arab. Ia juga menegaskan bahwa NU akan tetap teguh mempertahankan NKRI meskipun saat ini banyak fihak yang sudah enggan mempertahankannya. (mkf)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Internasional, Syariah KOKAM Tegal

Sabtu, 18 November 2017

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran

Surabaya, KOKAM Tegal. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menerima seorang calon mahasiswa baru lewat jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang mempertimbangkan hafalan Al-Quran.

Wakil Rektor I ITS, Prof Dr Ir Heru Setyawan M.Eng, di Surabaya, Jumat, mengakui seorang calon mahasiswa baru hafal Al-Quran masuk melalui SNMPTN dengan pertimbangan prestasi hafal Al-Quran itu berasal dari Jakarta dan diterima pada Jurusan Teknik Fisika. 

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

ITS Terima Seorang Mahasiswa Karena Hafal Quran

"Calon mahasiswa hafal Al-Quran yang sudah masuk dalam SNMPTN itu pun nanti akan kami verifikasi lagi pada tanggal 31 Mei mendatang. Jika tidak benar-benar hafiz seperti dalam portofolio, maka bisa digugurkan," katanya.

Namun, prestasi non-akademik pada hafalan Al-Quran itu hanya menjadi salah satu pertimbangan masuk ke ITS, karena nilai rapor dan Ujian Nasional (UN) yang sama bagusnya juga menjadi perhatian. 

KOKAM Tegal

"Kalau hanya melihat prestasi non-akademik, ditakutkan nantinya akan kesulitan mengikuti pembelajaran di perguruan tinggi. Tetap sesuai dengan kemampuan akademiknya," ujarnya. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Berita, Humor Islam KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor

Makassar, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor hanya layak dipimpin oleh individu-individu yang memiliki jiwa kepemimpinan yang mau berbuat, memberi manfaat bagi agama, masyarakat dan bangsa melalui badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) IV Entjeng Shobirin Nadj, di Makassar, Ahad (26/3), di aula Balai Latihan Kerja Indonesia (BLKI) setempat.

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanya Pemuda Seperti Ini Layak Pimpin GP Ansor

Hal lain yang diperlukan Banser sebagai kader inti pemuda Ansor ialah profesionalisme. Untuk mencapainya, keahlian spesifik dan kompeten di bidangnya harus dimiliki. Masyarakat Tionghoa, misalnya, kompeten atau jago di bidang bisnis.

?

KOKAM Tegal

Pria kelahiran Garut, Jawa Barat, 16 Juni 1957 itu juga menyatakan, Banser harus memiliki daya saing seiring perkembangan zaman. Selain itu harus berkomitmen terhadap Pancasila dan NKRI.

Kepedulian berikut rasa tanggung jawab juga harus dibangun. Termasuk siap diperintah untuk ambil bagian dalam menjaga ideologi Aswaja dan bangsa.? Berani menyediakan waktu, pikiran dan jiwa raga, serta sebagian hartanya bagi organisasi.

KOKAM Tegal

Tanpa jiwa kepemimpinan, tidak akan ada gerakan untuk memenangkan organisasi dari perubahan jaman penuh tantangan.

Entjeng berharap, para peserta Susbanpim IV dari sejumlah provinsi seperti Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Tengah, Kalimantan dan Papua memiliki jiwa kepemimpinan. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Cerita, Internasional KOKAM Tegal

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga

Jakarta, KOKAM Tegal. Lebih dari empat ribu warga masyarakat menghadiri acara silaturrahim yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan bangsa (DPP PKB) di komplek Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, yang diasuh oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahad (18/2). Forum yang sebelumnya disebut sebagai pertemuan para kiai kampung itu dihadiri oleh para pengurus masjid, musholla dan majelis ta’lim se-Jabotabek dan perwakilan dari pengurus wilayah PKB Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur.

“PKB melayani para kiai-kiai kampung yang selama ini tidak didengarkan. Kita berharap pertemuan semacam ini berlanjut sampai ke cabang-cabang seluruh Indonesia,” kata Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan.

Acara silaturrahim itu diberi tajuk “Majelis Silaturrahim Ulama Rakyat dan Ngaji Bersama Gus Dur.” Sejumlah kiai hadir memimpin istighatsah dan doa bersama antara lain KH Nuril Huda yang juga ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH Lukman Hakim, KH Ali hanafiyah, KH. Hamdun, KH Abdul Aziz Mansyur, KH Jamaluddin Bustomi, KH Manarul Hidayat, dan KH Aminullah Muchtar. Sementara doa pamungkas dipimpin oleh Tuan Guru Turmudzi dari Nusa Tenggara Barat.

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga

Beberapa artis ibu kota seperti Rano Karno, Basuki dan Akri Patriyo juga hadir memeriahkan dan menghibur hadirin. Acara inti “Ngaji bersama Gus Dur” dipandu oleh pelawak Akri Patrio yang tampil dengan guyonan-guyonan andalannya. “Saya ini memang pelawak tapi Gus Dur itu embahnya pelawak,” kata Akri mengawali pengajian.

Istilah kiai kampung itu sendiri, kata Gus Dur saat memberikan pengajian, tidak dibuat secara khusus untuk acara silaturrahim kali ini. Menurut Gus Dur istilah kiai kampung itu muncul saat digelar pengajian di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa hari yang lalu yang juga dihadiri oleh ribuan warga dan para kiai kampungnya.

“Bukan saya yang mengatakan ada kiai begini dan begitu. Kalau ada yang menganggap saya membuat dikotomi antara kiai kampung dan kiai sepuh itu konyol. Itu namannya tidak tahu asbabun nuzul-nya. Kalau ada istilah kiai kampung dan kiai sepuh ya memang sudah ada begitu,” kata Gus Dur disambut tawa hadirin.

KOKAM Tegal

Dikatakan forum silaturrahim di Pesantren Ciganjur yang rencananya akan diadakan tiga bulan sekali itu bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat terutama dari para kiai dan pemimpin masyarakat yang selama ini hampir tidak didengar suaranya oleh para wakil rakyat. Sementara, kata Gus Dur, para ulama kenamaan yang sering muncul di televisi telah dikapitalisasi oleh industri hiburan sehingga lebih sering menjadi tontonan dari pada menjadi penyampai lidah ummat. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Quote, Nahdlatul, Internasional KOKAM Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung

Temanggung, KOKAM Tegal

Tahun 2016 ini Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah akan memberangkatkan 581 calon jamaah haji. Mereka akan tergabung ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 32 dan 57.

Ke-581 calon jamaah haji Temanggung tersebut rata-rata berusia antara 50-60 tahun. Di antara calon haji yang sudah tergolong lansia yaitu usia di atas 75 tahun ada sekitar 22 orang. Meski sebagian kecil ada yang berusia lanjut, tapi sampai kini semua calon haji Temanggung dalam keadaan sehat dan siap diberangkatkan pada bulan depan.? ?

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung

Hal itu di sampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung Widagdo kepada KOKAM Tegal saat ditemui di kantornya, Jumat (29/7).

KOKAM Tegal

Widagdo menambahkan bahwa calon jamaah haji Kabupaten Temanggung berdasarkan jadwal dari kantor wilayah Provinsi Jawa Tengah akan diberangkatkan dari Pendopo Pengayoman kabupaten Temanggung ke asrama Donohudan Solo pada tanggal 20 Agustus 2016 untuk kloter 32 dan pada tanggal 30 Agustus untuk kloter 57-nya.

Untuk kloter 32 yang total berjumlah 355 (belum termasuk petugas) calon haji akan terbang ke Arab Saudi tanggal 21 Agustus dan langsung mendarat di Madinah karena termasuk gelombang I dan langsung mengawali kegiatannya di Madinah. Sementara kloter 57 yang berjumlah 226 calon haji akan berangkat menuju Jeddah, Saudi tanggal 31 Agustus. Pada kloter 57 ini calon haji Temanggung akan tergabung dengan dengan calon haji dari Kabupaten Sragen, Klaten dan Magelang.

KOKAM Tegal

Tentang daftar tunggu atau lamanya antre bagi pendaftar baru calon haji di Kabupaten Temanggung adalah 22 tahun. "Terhitung pendafatr haji pada 2016 perlu menunggu berangkatnya tahun 2038", pungkas Widagdo. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Internasional, Meme Islam KOKAM Tegal

Jumat, 27 Oktober 2017

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Jakarta, KOKAM Tegal. Menyemarakkan kelahiran Nabi Muhammad SAW, PCNU kota Cimahi mengemas acara “Dari Ulama untuk Umat” dengan menggelar 6 cabang perlombaan di pesantren Al-Musyahadah Cilember, kota Cimahi Bandung, Ahad (26/1). Kegiatan ini diapadati warga NU dan kader-kader banom NU.

Perlombaan yang dibuka meliputi lomba Qasidah Rebana antarmajelis taklim, lomba Mubalighah antarsantri sejumlah pesantren, lomba Da’i Remaja antarpelajar setingkat SMA, lomba Tahfidz antarpelajar setingkat SMP, lomba Karya Ilmiah antarpelajar dan aktivis majelis taklim, dan lomba membaca kitab kuning.

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulidan, PCNU Kota Cimahi Selenggarakan 6 Perlombaan

Di penghujung acara, panitia mengumumkan pemenang perlombaan. Juara pertama lomba Qasidah Rebana diraih grup Salaful Bina dari Leuwigajah. Sedangkan lomba mubalighah didapat Ibu Atty K dari Cimahi Selatan. Lomba qira’atul kutub dicapai M Yogi, santri pesantren Annur untuk kategori putra. Sementara Siti Nur Syifa dari pesantren Al-Musyahadah untuk kategori putri.

KOKAM Tegal

M Azhari Husein dari MA Miftahussa‘adah memenangi lomba da’i remaja putra. Sedangkan kategori putri diraih Siti Nurul Fathonah dari MAN Cimahi. Lomba tahfidz putra dimenangkan M Hijja Irfan dari Annur. Sedangkan kategori putri diperoleh Syifa Lutfiah dari Annur. Sedangkan lomba karya ilmiah digapai M Rizki Ichsani dari MA Miftahuss’aadah.

“Acaranya sangat bagus dan menarik. Potensi manusia bisa lebih tergali tanpa dibatasi apapun termasuk biaya. Karena, biasanya peserta perlombaan dikenakan biaya pendaftaran. Semoga acara-acara seperti ini bisa terus diadakan,” ujar M Rizki Ichsani.

KOKAM Tegal

Ketua PCNU Cimahi KH Enjang Nasrullah mengatakan, kegiatan ini lebih ditujukan menguatkan kembali nilai-nilai aswaja di kalangan nahdhiyin dan kebaruan semangat dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW seperti keterangan rilis IPNU kota Cimahi.

Kegiatan ini ditutup dengan ceramah, doa, dan tawassul oleh Rais Syuriyah PCNU Cimahi KH Alan Nur Ridwan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional KOKAM Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Jakarta, KOKAM Tegal. Tak hanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) pun turut memprotes langkah pemerintah yang akan meliburkan sejumlah sekolah di Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush ke Indonesia 20 Nopember Senin (20/11) mendatang.

“Ini (peliburan sekolah, Red) jelas merugikan anak-anak sekolah. Padahal kalau dilihat kaitannya, kedatangan Bush dan aktifitas di sekolah nyaris tidak ada hubungannya, walaupun alasannya demi keamanan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPPNU, Wafa Patria Umma kepada KOKAM Tegal, di Jakarta, Rabu (8/11) malam.

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Sebagaimana diberitakan situs ini, sedikitnya ada empat sekolah yang berada di dekat Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor akan diliburkan demi keamanan dalam rangka menyambut orang nomer satu di negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, sekolah yang terletak di Jalan Juanda, yaitu SMPN 1 dan SMAN 1 juga akan diliburkan. Sekolah Regina Pacis yang lokasinya tepat di seberang pintu utama Istana Bogor pun bernasib sama.

Tak hanya itu. Selama Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, jalan-jalan di seputar Istana Bogor ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00. Bahkan, para pedagang diusir dari tempat dagangannya karena alasan pengamanan. Kawasan itu mesti steril dari kesibukan lalu lalang kendaraan.

Pemerintah juga harus membangun setidaknya dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di lapangan Pusat Konservasi Tanaman (PKT) di Kebun Raya Bogor (KRB) dan di GOR Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya, sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Cynnox di GOR Pajajaran.

KOKAM Tegal

Menurut Wafa, demikian panggilan akrab Wafa Patria Umma, langkah dan kebijakan pemerintah itu jelas berlebihan, apalagi sampai harus mengorbankan aktifitas belajar mengajar di sekolah. “Memperketat keamanan sih sah-sah saja. Itu bisa dipahami. Tapi kalau harus meliburkan aktifitas sejumlah sekolah, apa alasannya?” gugat Wafa. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal News, Ahlussunnah, Internasional KOKAM Tegal

Senin, 16 Oktober 2017

Begini Harmoni NU dengan Umat Agama Lain di Papua

Jayapura, KOKAM Tegal. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Papua-Papua Barat menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kediaman Ketua PW GP Ansor, di Perumahan Pemda II Sihombing Blok C. 12 Kotaraja Jayapura pada Rabu (30/12).

Begini Harmoni NU dengan Umat Agama Lain di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Harmoni NU dengan Umat Agama Lain di Papua (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Harmoni NU dengan Umat Agama Lain di Papua

Ketua GP Ansor Papua-Papua Barat Ust Amir Madubun mengatakan, peringatan tersebut bertujuan untuk membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. "Tujuan diselenggarakannya Maulid Nabi ini adalah untuk membangkitkan semangat? dan cinta umat Islam, khusunya? keluarga besar GP? Ansor Papua kepada junjungan Nabi Muhammad SAW," jelasnya.

Terkait dengan Natal dan Maulid yang hanya berselisih sehari, kata dia, bagi sejumlah pemuda di Papua, momentum tersebut digunakan untuk saling membantu agar perayaan keduanya berjalan dengan lancar.

KOKAM Tegal

Peringatan Maulid Nabi Muhammad yang diselenggarakan di kediamanya juga tak lepas dari bantuan tetangga-tetangga yang berbeda keyakinan. "Walaupun masih dalam momen Natal, tetangga saya yang Kristen, malamnya membantu menyiapkan sound system dan lainya," jelasnya.

KOKAM Tegal

Begitu juga waktu perayaan Natal, pihaknya membantu pengamanan. "Kami ikut? menjaga perayaan Natal di bebrapa gereja dalam rangka memupuk toleransi demi keutuhan bangsa? dan negara," pungkasnya.

Ust Hamam Nasirudin, alumnus Pondok Pesantren Langitan, menyampaikan dengan adanya Peringatan Maulid Nabi bisa menjadi media silaturahim ukuhwah islamiyah dan menghidupkan suasana yang damai di tanah Papua.

"Kita tahu di Papua ada? berbagai suku dan agama. Tentu dulu Nabi Muhammad diutus untuk memberikan rahmat bagi seluruh alam. Nah, dengan maulid, kita harus berusaha? menghidupkan rahmat di tengah-tengah masarakat yang sangat majemuk. Suasana Maulid seperti ini harus terus dijaga agar tanah Papua tetap aman dan damai," ujar Ketua PMII Jayapura ini.

Tokoh agama dari Maluku yang turut hadir dalam acara, KH Muhammad Usman Fakaufu, sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. "Saya bangga, dengan adanya kegiatan yang diselenggarakan oleh GP Ansor. Ini satu bukti bahwa pemuda itu secara serius mau mempopulerkan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga ajaran Nabi ini tidak dilupakan orang," jelasnya.

Hadir pada kesempatan itu Pengurus PC GP Ansor Yahukimo, Pengurus PC GP Ansor Sarmi, Pengurus PC GP Ansor Bramo Tengah, Pengurus PC GP Ansor Puncak Jaya, Pengurus PC GP Ansor Nabire, Pengurus PC GP Ansor Kerom, Pengurus PC GP Ansor Mangten, Ust Seno Budi Santoso (mantan Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jayapura) , (Ketua PMII Jayapura), Ust Qomar (Sekretaris GP Ansor Papua). (Abdul Wahab/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Internasional, Kajian KOKAM Tegal

Rabu, 11 Oktober 2017

Menag: Ramadhan Saatnya Berintrospeksi

Malang, KOKAM Tegal. Menteri Agama Maftuh Basyuni mengimbau umat Islam agar memanfaatkan bulan Ramadhan yang penuh pengampunan sebagai ajang peningkatan amal ibadah dan melakukan introspeksi terhadap berbagai perbuatan masa lalu.

Jadikan Ramadhan sebagai wahana untuk meningkatkan kesabaran karena pada bulan suci itu Allah membukakan pintu pengampunan bagi yang meminta kepada-Nya, kata Maftuh di Purwokerto, Jateng, Jumat (7/9)malam, menjelang keberangkatan lanjutan kunjungan kerjanya ke Malang, Jatim.

Menag: Ramadhan Saatnya Berintrospeksi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Ramadhan Saatnya Berintrospeksi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Ramadhan Saatnya Berintrospeksi

"Introspeksi diri kita, apa yang diperbuat sebelumnya. Yang akan datang harus diperbaiki dan lebih baik," kata Menteri.

Jika ada perbuatan dosa, harus meminta maaf dengan cara menyesali atas perbuatan yang tidak pantas itu. Apabila perbuatan itu tetap saja diulangi, maka segala amal ibadah dan puasa Ramadhan tak akan ada artinya, katanya.

Ia mengingatkan, hukuman Allah amat berat bagi yang tidak

KOKAM Tegal

mengindahkan perintah dan larangan Allah.

Di tanah air, Menteri mengakui, masih banyak umat Muslim dewasa ini ditimpa kesulitan ekonomi akibat berbagai hal, seperti bencana alam, dan konflik sosial .

Akan tetapi, lanjut Menteri Agama, yakinlah bahwa Allah maha pemurah dan penyayang kepada mahluknya. Selama manusia menjalankan ibadah dengan benar, maka Allah akan melindunginya. "Tak ada orang berpuasa mati kelaparan," tegas Maftuh.

KOKAM Tegal

Jadi, lanjutnya, selama Ramadhan hendaknya umat Muslim meningkatkan kesabaran dan meningkatkan amalan, baik terkait dengan hubungan vertikal dengan Allah maupun hubungan horizontal sesama manusia.

"Kita harus sabar. Segala persoalan tak bisa diselesaikan dengan demonstrasi, yang sesungguhnya mempersulit untuk menyelesaikan persoalan," tambahnya.

Terkait kemungkinan terjadinya perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dan 1 Syawal 1428 H atau Idul Fitri, menteri mengingatkan? umat Islam agar kembali kepada Al-Quran, hadits dan ulil amri (pemerintah).

Ketika negeri ini masih dijajah, ormas Islam bisa membuat keputusan masing-masing melalui metode yang disepakati para ulama. Sekarang pemerintah sudah ada sehingga umat tak perlu susah payah menentukan awal Ramadhan dan Idul Fitri, katanya.

Di negara yang umat Islamnya minoritas, menurut Menag, memang pantas para ulama setempat mencari kesepakatan untuk menetapkan awal Ramadhan.? "Jadi, baiknya jika umat Islam ingin bersatu, ikuti ulil amri," katanya.(ant/han)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Subang, KOKAM Tegal. Dalam Muktamar Ke-33 NU di Jombang beberapa hari lalu, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menyatakan tidak bersedia untuk memegang jabatan Rais Aam melalui surat yang ia tulis secara manual. Uniknya surat itu ditulis menggunakan aksara Arab Pegon.

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Arab Pegon, kata A Hisyam Karim, mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, adalah aksara Islam Nusantara warisan ulama-ulama Nusantara yang saat ini tetap bertahan.

"Arab Pegon ini unik karena aksara itu perpaduan antara aksara arab dan beberapa huruf lokal yang bunyinya tidak ada dalam bahasa arab seperti huruf C (?), E (?), NY(?), NG (? ), GA (?), sampai sekarang arab pegon masih dipakai di pesantren-pesantren dalam melogat kitab kuning," kata Hisyam dalam pengajian NU Caracas, Ahad (9/8) malam.

KOKAM Tegal

Menurut Hisyam, adalah berlebihan jika ada anggapan bahwa konsep Islam Nusantara itu anti Arab. Sebaliknya Islam Nusantara tetap cinta dan bangga dengan Arab, bahkan sebagian rukun Islam tidak bisa lepas dari hal-hal yang berbau Arab.

KOKAM Tegal

"Islam Nusantara tetap bangga dengan Arab karena dari sana lah Islam datang, Islam Nusantara syahadatnya tetap dengan Bahasa Arab. Begitu pun adzan, iqomat, sholat juga pakai bahasa Arab, niat dan doa buka puasa kadang pakai bahasa arab juga, haji dan umroh juga ke Arab, bukan ke Eropa," tegas Ketua NU Caracas ini.

Ditambahkannya, hanya zakat saja yang agak berbeda, karena zakat di Arab menggunakan gandum atau kurma, sementara di Indonesia menggunakan beras atau uang rupiah, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari padi.

"Karena di sini tanaman yang cocok adalah padi, maka para leluhur membuat istilah juga jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk, karena yang sering dilihatnya padi," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam memahami Islam Nusantara harus membedakan mana yang sifatnya sakral dan mana yang profan. Karena, kalau yang sakral ini ditambahkan dengan unsur lokal maka akan berakibat menjadi bidah dhalalah.

"Jadi Islam Nusantara bermain dalam tataran yang profan ini, yang bukan prinsipil, contohnya Arab Pegon itu," tutupnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Ahlussunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock