Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Maret 2018

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Nusa Dua, KOKAM Tegal. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan rasa syukur dan bahagia karena kegiatan 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting (ASEM TMM) yang berlangsung di Bali pada tanggal 26-28 September 2017 berjalan lancar dan sukses.

"Saya sangat bahagia sekali dan bersyukur penyelenggaraan 4th ASEM TMM ini berjalan lancar dan sukses. Status awas dari Gunung Agung tidak menjadi hambatan para peserta dari berbagai negara untuk hadir di Bali, hal ini terbukti dari hadirnya secara langsung sejumlah Menteri Transportasi dalam Pertemuan ini," kata Menhub Budi Karya saat jumpa pers bersama EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc dan Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen,Rabu, (27/9).

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)
Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar (Sumber Gambar : Nu Online)

Penyelenggaraan 4th ASEM TMM Berjalan Lancar

Menhub mengatakan seluruh rangkaian kegiatan 4th ASEM TMM  berjalan lancar, seperti Transport Ministers Meeting (TMM), Transport Senior Officer Meeting (TSOM), Bussines Forum dan Pameran Transportasi dan Logistik.

"Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. Untuk bussines forum dan pameran transportasi dan logistik berlangsung ramai dan meriah serta menghasilkan beberapa potensi kerja sama business to business," tambah Menhub Budi.

KOKAM Tegal

Menhub Budi Karya juga berharap output dari kegiatan ini yaitu Bali Declaration dapat menjadi momentum bagi kerjasama dan konektifias bagi para negara ASEM.

"Saya berharap Bali Declaration menjadi momentum bagi negara-negara ASEM untuk lebih dapat berkerjasama dalam berbagai sektor transportasi dan dapat meningkatkan konektifitas antara negara ASEM," tutup Menhub Budi Karya.

EU Commisioner for Mobility and Transport Violeta Bulc juga menyampaikan apresiasi kepada Indonesia sebagai tuan rumah karena penyelenggaraan 4th ASEM TMM berjalan lancar dan sukses. Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Deputy Secretary General of ASEAN Vongthep Artakaivalvateen.

Sebagai informasi 4th Asia-Europe Meeting, Transport Ministers Meeting 2017 (ASEM TMM) dihadiri oleh 38 Negara dari 51 Negara yang diundang. Selain itu hadir 5 organisai Internasional, yaitu ASEAN Secretariat, Asia-Europe Foundation, European Union, UNECE dan UNESCAP. Dari jumlah Negara yang hadir, ada 15 Menteri Transportasi yang hadir. Adapun jumlah total delegasi yang hadir adalah 251 orang. (red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Olahraga, Lomba KOKAM Tegal

Jumat, 02 Maret 2018

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat melakukan pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana. Hal tersebut disampaikan di Kantor Kemenag Kamis (4/6) sore.

“Buku nikah merupakan dokumen negara. Jadi siapapun yang terbukti terlibat dalam pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Menag seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Namun demikian, Menag tetap mengimbau masyarakat agar mengetahui ciri buku nikah asli. Karena pada dasarnya saat ini buku nikah tidak mudah untuk dipalsukan. 

KOKAM Tegal

“Saat ini, buku nikah sebenarnya relatif sulit untuk dipalsukan karena paling tidak terdapat empat ciri,” jelas Menag.

Lebih lanjut Menag menjelaskan paling tidak terdapat empat ciri khas dari buku nikah. Pertama, pada halaman dalam sampul terdapat halogram berbentuk lingkaran bergambar garuda. Kedua, terdapat lembar transparan mengkilat berhologram untuk menutup lembar identitas pasangan pengantin. 

KOKAM Tegal

Ketiga, terdapat nomor seri dengan sistem lubang pada bagian bawah buku. “Nomor ini punya kode khusus,” tambah Menag sambil menunjukkan contoh buku nikah. Dan keempat, setiap halaman buku apabila diterawang akan terlihat gambar garuda. 

Menag juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan buku palsu agar melakukan pernikahan ulang agar tercatat secara sah dalam hukum negara. 

“Bagi yang palsu, saya mengimbau agar dilakukan pernikahan ulang supaya pernikahan tersebut tercatat oleh negara,” imbau menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Nahdlatul Ulama, Hikmah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Jakarta, KOKAM Tegal. Laskar pelajar putri NU antinarkoba siap memasuki medan perjuangan. Mereka akan melakukan sosialisasi dan penyuluhan perihal narkoba dan bahayanya di sekolah masing-masing.



Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Laskar Pelajar Antinarkoba Siap Turun Medan

Setelah dibekali materi yang cukup terkait narkoba selama dua hari, laskar yang terdiri dari 75 pelajar putri NU menutup pembekalannya dengan membuat persiapan aksi dengan sejumlah perencanaan strategi tindak lanjut.

Dalam membuat strategi persiapan, mereka dibagi menjadi enam kelompok diskusi di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (7/3) sore. Setiap kelompok didampingi oleh dua pengurus IPPNU.

“Mereka berasal dari 15 sekolah yang tersebar di Jabodetabek. Mereka menyatakan perang terhadap narkoba di sekitar lingkungan masing-masing,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah kepada KOKAM Tegal di kantor PBNU, Kamis (7/3) sore.

Laskar pelajar putri antinarkoba berjuang dengan panji “Perang Terhadap Narkoba Dimulai dari Diri Sendiri”. Panji berisikan kalimat itu ungkap Farida, cukup efektif dan bertenaga untuk disuarakan.

KOKAM Tegal

“Di kelompok ini, kita bentuk organisasi kecil. Dengan itu, gerakan laskar pelajar putri antinarkoba lebih terarah,” kata seorang pengurus PC IPPNU Tangsel Zaimah yang mendampingi salah satu kelompok laskar di Kantor PBNU lantai delapan, Kamis (7/3) sore.

Setiap kelompok menyusun agenda aksinya pada selembar karton. Program sosialisasi dan penyuluhan narkoba dirumuskan sesuai dengan tantangan dan peluang yang ada di masing-masing sekolah dan daerah mereka.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Negara Islam, Adakah Konsepnya?

Oleh KH Abdurrahman Wahid. Ada pertanyaan sangat menarik untuk diketahui jawabannya; apakah sebenarnya konsep Islam tentang negara? Sampai seberapa jauhkah hal ini dirasakan oleh kalangan pemikir Islam sendiri? Dan, apakah konsekuensi dari konsep ini jika memang ada? Rangkaian pertanyaan di atas perlu diajukan di sini, karena dalam beberapa tahun terakhir ini banyak diajukan pemikiran tentang Negara Islam, yang berimplikasi pada orang yang tidak menggunakan pemikiran itu dinilai telah meninggalkan Islam.

Jawaban-jawaban atas rangkaian pertanyaan itu dapat disederhanakan dalam pandangan penulis dengan kata-kata: tidak ada. Penulis beranggapan, Islam sebagai jalan hidup (syari’ah) tidak memiliki konsep yang jelas tentang negara. Mengapakah penulis beranggapan demikian? Karena sepanjang hidupnya, penulis telah mencari dengan sia-sia makhluk yang dinamakan Negara Islam itu. Sampai hari inipun ia belum menemukannya, jadi tidak salahlah jika disimpulkan memang Islam tidak memiliki konsep bagaimana negara harus dibuat dan dipertahankan.

Negara Islam, Adakah Konsepnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Negara Islam, Adakah Konsepnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Negara Islam, Adakah Konsepnya?

Dasar dari jawaban itu adalah tiadanya pendapat yang baku dalam dunia Islam tentang dua hal. Pertama, Islam tidak mengenal pandangan yang jelas dan pasti tentang pergantian pemimpin. Rasulullah Saw digantikan Sayyidina Abu Bakar –tiga hari setelah beliau wafat. Selama masa itu masyarakat kaum muslimin, minimal di Madinah, menunggu dengan sabar bagaimana kelangkaan petunjuk tentang hal itu dipecahkan. Setelah tiga hari, semua bersepakat bahwa Sayyidina Abu Bakar-lah yang menggantikan Rasulullah Saw melalui bai’at/prasetia. Janji itu disampaikan oleh para kepala suku/wakil-wakil mereka, dan dengan demikian terhindarlah kaum muslimin dari malapetaka. Sayyidina Abu Bakar sebelum meninggal dunia, menyatakan kepada komunitas kaum muslimin, hendaknya Umar Bin Khattab yang diangkat menggantikan beliau, yang berarti telah ditempuh cara penunjukkan pengganti, sebelum yang digantikan wafat. Ini tentu sama dengan penunjukkan seorang Wakil Presiden oleh seorang Presiden untuk menggantikannya di masa modern ini.

KOKAM Tegal

Ketika Umar ditikam Abu Lu’luah dan berada di akhir masa hidupnya, ia meminta agar ditunjuk sebuah dewan pemilih (electoral college - ahl halli wal aqdli), yang terdiri dari tujuh orang, termasuk anaknya, Abdullah, yang tidak boleh dipilih menjadi pengganti beliau. Lalu, bersepakatlah mereka untuk mengangkat Utsman bin Affan sebagai kepala negara/kepala pemerintahan. Untuk selanjutnya, Utsman digantikan oleh Ali bin Abi Thalib. Pada saat itu, Abu Sufyan tengah mempersiapkan anak cucunya untuk mengisi jabatan di atas, sebagai penganti Ali bin Abi Thalib. Lahirlah dengan demikian, sistem kerajaan dengan sebuah marga yang menurunkan calon-calon raja/sultan dalam Islam sampai dengan khilafah Usmaniyyah/ottoman empire yang oleh para “Islam politik” dianggap sebagai prototype pemerintahan harus diadopsi begitu saja sebagai sebuah “formula Islami”.

***

KOKAM Tegal

Demikian pula, besarnya negara yang dikonsepkan menurut Islam, juga tidak jelas ukurannya. Nabi meninggalkan Madinah tanpa ada kejelasan mengenai bentuk pemerintahan bagi kaum muslimin. Di masa Umar bin Khattab, Islam adalah imperium dunia dari pantai timur Atlantik hingga Asia Tenggara. Ternyata tidak ada kejelasan juga apakah sebuah negara Islam berukuran mendunia atau sebuah bangsa saja (wawasan etnis), juga tidak jelas; negara-bangsa (nation-state), ataukah negarakota (city state) yang menjadi bentuk konseptualnya.

Dalam hal ini, Islam menjadi seperti komunisme: manakah yang didahulukan, antara sosialisasi sebuah negara-bangsa yang berideologi satu sebagai negara induk, ataukah menunggu sampai seluruh dunia di-Islam-kan, baru dipikirkan bentuk negara dan ideologinya? Menyikapi analogi negara Komunis, manakah yang didahulukan antara pendapat Joseph Stalin ataukah Leon Trotsky? Sudah tentu perdebatan ini jangan seperti yang dilakukan Stalin hingga membunuh Trotsky di Meksiko.

Hal ini menjadi sangat penting, karena mengemukan gagasan Negara Islam tanpa ada kejelasan konseptualnya, berarti membiarkan gagasan tersebut tercabik-tercabik karena perbedaan pandangan para pemimpin Islam sendiri. Misalnya kemelut di Iran, antara para “pemimpin moderat” seperti Presiden Khatami dengan para Mullah konservatif seperti Khamenei, saat ini. Satu-satunya hal yang mereka sepakati bersama adalah nama “Islam” itu sendiri. Mungkin, mereka juga berselisih paham tentang “jenis” Islam yang akan diterapkan dalam negara tersebut, Haruskah Islam Syi’ah atau sesuatu yang lebih “universal”? Kalau harus mengikuti paham Syi’ah itu, bukankah gagasan Negara Islam lalu menjadi milik kelompok minoritas belaka? Bukankah syi’isme hanya menjadi pandangan satu dari delapan orang muslim di dunia saja?

***

Jelaslah dengan demikian, gagasan Negara Islam adalah sesuatu yang tidak konseptual, dan tidak diikuti oleh mayoritas kaum muslimin. Ia pun hanya dipikirkan oleh sejumlah orang pemimpin, yang terlalu memandang Islam dari sudut institusionalnya belaka. Belum lagi kalau dibicarakan lebih lanjut, dalam arti bagaimana halnya dengan mereka yang menolak gagasan tersebut, adakah mereka masih layak disebut kaum muslimin atau bukan? Padahal yanga menolak justru adalah mayoritas penganut agama tersebut?

Kalau diteruskan dengan sebuah pertanyaan lain, akan menjadi berantakanlah gagasan tersebut: dengan cara apa dia akan diwujudkan? Dengan cara teror atau dengan “menghukum” kaum non-muslim? Bagaimana halnya dengan para pemikir muslimin yang mempertahankan hak mereka, seperti yang dijalani penulis? Layakkah penulis disebut kaum teroris, padahal ia sangat menentang penggunaan kekerasan untuk mencapai sebuah tujuan. Lalu, mengapakah penulis juga harus bertanggungjawab atas perbuatan kelompok minoritas yang menjadi teroris itu?

*) Diambil dari Abdurrahman Wahid, Islamku Islam Anda Islam Kita: Agama Masyarakat Negara Demokrasi, 2006 (Jakarta: The Wahid Institute). Tulisan ini pernah dimuat di harian Kompas, 18-April 2002.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga KOKAM Tegal

Senin, 22 Januari 2018

GP Ansor Kota Bandung Lakukan Survei untuk Permberdayaan Anggota

Bandung, KOKAM Tegal 



Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung, dalam sebulan terakhir ini, tengah melakukan survei tentang aktivitas dan potensi ekonomi anggota. Hasil survei itu akan dibahas dalam pertemuan yang diikuti 30 Pimpinan Anak Cabang. 

GP Ansor Kota Bandung Lakukan Survei untuk Permberdayaan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Lakukan Survei untuk Permberdayaan Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Lakukan Survei untuk Permberdayaan Anggota

Ketua GP Ansor Kota Bandung Abdul Rozak mengatakan, hasil survei itu akan dijadikan peta dalam upaya melakukan pemberdayaan anggota. 

Sebetulnya, kata dia, upaya pemberdayaan itu telah berlangsung dengan memperkenalkan pengusaha di kepengurusan Ansor dengan anggota-anggotanya. 

“Para pengusaha itu didorong untuk menjadi mitra bisnis atau merekrut karyawan dari anggota Ansor. Sebagian sudah berjalan misalnya dalam usaha jualan kaus, alat rumah tangga, dan konveksi,” kata Rozak di kantor PCNU Kota Bandung, Senin (15/1). 

Rozak menjelaskan, pemberdayaan anggota merupakan fokus kepemimpnannya di periode kedua ini. Sementara periode sebelumnya fokus kaderisasi. Pada periode pertema, fokus melakukan penataan organisasi dan kaderisasi dengan melakukan enam kali Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan tiga kali pendidikan dan latihan dasar (Dikltsar).

KOKAM Tegal

“Pada periode pertema, GP Ansor Kota Bandung berhasil merekrut 1500 kader dari 30 PAC. Itu murni dikader di angkatan saya. Kaderisasi tetap berjalan di periode kedua ini, tapi tidak menjadi fokus,” katanya.  

Untuk tetap merawat keterhubungan anggota dengan pengurus, dilakukan kegiatan Ansor Bershalawat. Kegiatan tersebut berjalan di 11 kecamatan, tujuh di antaranya menggandeng sponsor pihak luar, sementara sisanya dilakukan secara mandiri.

“Hal itu dilakukan tiap bulan dalam waktu setahun. Ini untuk merawat kader yang sudah dibina,” katanya sembari menambahkan bahwa kepemimpinannya pada periode kedua ini memang baru berjalan setahun. 

Kembali kepada pemberdayaaan anggota, menurut Rozak, dalam pertemuan awal tahun ini setiap PAC harus menyerahkan program kerja yang berkala yaitu mingguan dan bulanan. Pertemuan tersebut tidak hanya mengaji, tapi membahas ekonomi juga. 

KOKAM Tegal

“Bukan hanya konteks duskusi, ngaji, tapi harus konkret membicarakan ekonomi warga agar solidaritas anggota makin tumbuh,” tegasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

Surabaya, KOKAM Tegal. Wacana akan digunakannya model Ahlul Halli wal Aqdi atau pemilihan oleh dewan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur Mei mendatang ternyata bukan isapan jempol. PWNU Jawa Timur telah mempersiapkan konsep dan implementasinya pada untuk memilih rais syuriyah dan ketua tanfidziyah.

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim Siapkan Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi

"Prinsipnya, formula Ahlul Halli wal Aqdi adalah sebagai refleksi keprihatinan NU terhadap kian maraknya praktik riswah atau suap saat terjadi konferensi NU di berbagai tingkatan," kata H Abdul Wahid Asa kepada KOKAM Tegal di Surabaya, Selasa (5/2).

Efek dari pemujaan terhadap mekanisme demokrasi di tanah air yang mengharuskan dilakukan pemilihan secara umum kepada calon pemimpin ternyata tidak semua berakibat baik. "Untuk demokrasinya kita sepakat," Wahid Asa yang juga Wakil Ketua PWNU Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Namun praktik yang terjadi, banyak sekali pesta demokrasi yang mengharuskan calon pemimpin untuk terlebih dahulu memberikan sejumlah uang agar bisa terpilih. "Ini yang kita prihatinkan," katanya.

Celakanya, praktik ini ternyata juga menggejala saat suksesi di NU. Dalam ajang konferensi, tidak sedikit yang harus mengeluarkan uang agar dapat dipilih oleh peserta. "Dilihat dari sudut pandang apapun, praktik ini kan dilarang?" sergahnya.

KOKAM Tegal

Sebagai organisasi sosial keagamaan, maka NU terpanggil untuk melakukan bersih-bersih kepada dirinya sendiri. "Kita tidak bisa melakukan amar makruf nahi mungkar kalau ternyata diri kita kotor," lanjutnya.

Mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi dapat dijadikan metode untuk bisa meminimalisir atau bahkan meniadakan sama sekali praktik riswah saat pemilihan di ajang konferensi NU. 

Apakah cara ini tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku di NU? Buru-buru Wahid mengingatkan bahwa dalam ART NU Bab XIV pasal 42 telah disebutkan (ayat b): Ketua dipilih secara langsung melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara dalam konferensi dengan terlebih dahulu menyampaikan kesediaannya dan mendapat persetujuan Rais Terpilih. 

"Ada dua mekanisme yang diizinkan yakni melalui musyawarah mufakat atau pemungutan suara," lanjutnya. Selama ini yang banyak dilakukan saat konferensi atau muktamar adalah pemungutan suara. "Padahal mekanisme musyawarah mufakat juga dibenarkan dalam aturan NU. Dengan demikian mekanisme Ahli Halli wal Aqdi tidak melanggar aturan," katanya meyakinkan. 

PWNU Jawa Timur telah mempersiapan aturan main untuk ide ini. "Semoga ini akan berjalan lancar dan nantinya akan menjadi pilihan alternatif bagi perbaikan NU di masa depan," harapnya.

Konferwil NU Jawa Timur sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan, Sidoarjo pada 24-26 Mei 2013 mendatang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Olahraga, Kyai KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi

Sumenep, KOKAM Tegal. Ikatan Santri Muda Lintas Kecamatan (Iksandalika) Kabupaten Sumenep Madura Jawa Timur melangsungkan dialog terbuka di Pesantren Annuqayah Lubangsa Selatan, Guluk-Guluk, Sumenep, Jumat (25/3). Tokoh pemuda Madura, Syamsuni, didapuk sebagai pemateri.



Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Annuqayah Kaji Militansi Sahabat Nabi untuk Teladan Berorganisasi



Acara tersebut mengangkat tema Menumbuhkan Militansi Santri dalam Berorganisasi. Pembahasan militansi sahabat Nabi dalam berorganisasi cukup mengemuka di forum tersebut.

KOKAM Tegal





Menurut Syamsuni, syarat membangun kinerja bersama adalah militansi yang dimiliki semua anggota organisasi. Militansi inilah gambaran ketika sebuah organisasi memiliki keyakinan yang sama akan terwujudnya visi dan misi organisasi.

KOKAM Tegal





"Militansi adalah rasa kebersamaan yang penuh ketulusan, kesabaran, dan keikhlasan secara kolektif. Militansi tergolong sholeh sosial dalam berkinerja di mana semuanya memiliki semangat yang sama, energi yang sama dalam mencapai sebuah tujuan," urainya.





Ditegaskan, militansi adalah kekuatan para sahabat Nabi Muhammad ketika mereka menjadi agen perubahan dalam mewujudkan visi dan misi perjuangan.





Kita bisa cermati, tambah pria yang juga jurnalis tersebut, betapa militannya para sahabat Nabi di Madinah ketika dikepung kafir quraisy. Negara Madinah menjadi aman karena kaum di dalamnya sevisi dengan Nabi untuk membentuk masyarakat yang baldatun thayyibatun warobbun ghafur.





"Muaranya, umat Islam yang punya militansi tinggi di Madinah, mampu menaklukkan Makkah tanpa adanya pertumpahan darah. Kunci militansi ialah merasa memiliki dan bertanggung jawab untuk kemajuan organisasi," tegas Syamsuni. (Hairul Anam/Fathoni). Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Kajian, Olahraga KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Magelang, KOKAM Tegal. Direktur pesantren Entrepreneur (Partner) KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengajak para jemaah selapanan untuk menghormati manusia sebagai ciptaan Allah. Menurut Gus Yusuf, dalam bergurau terhadap sesama perlu menjaga batas-batas kehormatan orang lain.

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Kalau memandang manusia hanya dari sisi wujudnya, maka kita keliru besar, kata Gus Yusuf. Di sisi lain kita harus kita harus melihat bahwa manusia salah satu ciptaan Allah.

"Jangan sampai kita mengolok-olok ciptaan Allah," ujar Gus Yusuf di hadapan puluhan santri dan alumni santri Partner yang mengawali pengajiannya dengan mujahadah di aula Partner, Kamis (19/2) malam.

KOKAM Tegal

Ini adalah salah satu cara kita menghormati orang lain. Bolehlah kita bergurau dengan sahabat kita, namun mengambil bahan dari tingkah laku mereka bukan dari sesuatu yang asli ciptaan Allah.

“Seharusnya kita guyon dengan ilmu, tidak asal lucu. Sebagaimana Rasulullah juga seorang humoris dalam kisah nenek tua yang tidak mungkin masuk surga,” kata Gus Yusuf yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PP RMI NU.

KOKAM Tegal

Kita, tandas Gus Yusuf, harus menjaga ritme agar menjadi orang baik baik dalam serius maupun bergurau.

Pengajian setiap malam Jumat Kliwon ini, membuka dialog-dialog keagamaan dan kewirausahaan untuk pertama kalinya setelah setahun berjalan. Selain santri dan alumni, hadir juga sejumlah pengusaha yang berdomisili di Magelang dan sekitarnya. Pengajian Selapanan malam Jumat Kliwon ini menjadi ajang ngudo roso berbagai kalangan untuk saling berbagi dalam forum ini.

Partner merupakan pesantren dengan konsep usaha sebagai tumpuan pengembangan santri. Mulai Oktober 2010 Partner secara resmi menampung alumni santri Asrama Perguruan Tinggi Tegalrejo yang berminat dalam bidang wirausaha. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Olahraga, Quote KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Jakarta, KOKAM Tegal. Merebaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipicu banyak faktor baik eksternal maupun internal. Kenyataan ini diperparah dengan rendahnya sensitivitas para pejabat daerah dan tim perumus kurikulum di dirjen terkait perihal jaminan keamanan bagi anak.

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Maria Advianti kepada KOKAM Tegal, Rabu (14/5) sore.

Kita harus mengakui bahwa sumber daya manusia para pejabat daerah dan perumus kurikulum masih lemah. Kapasitas mereka di samping anggaran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak juga terbilang rendah.

KOKAM Tegal

Geografis mestinya tidak bisa dijadikan alasan di tengah kebijakan desentralisasi daerah. Mereka harusnya memegang peran signifikan dalam melindungi anak-anak. Maria menyebut pejabat daerah dan dinas terkait pengatur kurikulum memiliki otoritas untuk menelurkan Perda atau rumusan kurikulum ramah anak.

“Sekali lagi, nasib anak-anak menjadi taruhan atas kendurnya sensitivitas mereka,” tegas Maria.

KOKAM Tegal

Menurut Maria, penanggulangan kasus kekerasan anak belakangan ini tidak bisa diselesaikan secara temporal. “Kita harus menangani kasus ini secara berkesinambungan juga melibatkan banyak pihak,” kata Maria yang juga dipercaya mengurus salah satu unit usaha Fatayat NU, Koperasi Yasmin.

Mata pelajaran Kespro atau seks education dalam kurikulum menjadi alternatif atas persoalan ini. Kapasitas guru di bidang itu juga perlu ditingkatkan, pungkas Maria. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, News, Olahraga KOKAM Tegal

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Pati, KOKAM Tegal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Jawa Tengah,  Sabtu (11/1) pagi, menggelar workshop dengan tema “Keseimbangan Perlindungan Siswa dan Pembelaan Guru dalam Proses Pendidikan", acara tersebut digelar bertempat di Setda Pati, Jawa Tengah. 

Hadir sebagai Narasumber, dari kalangan akademisi dan kepolisian yakni Prof. Dr. A. Rofiq,  AKBP Baharuddin dan Kapolres Widodo, MHM. Sementara, peserta workshop di antaranya para kiai dan seluruh jajaran guru setingkat Madrasah Aliyah (MA).

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Menurut Ketua MUI Pati, KH. Abdul Mujib Shaleh, workshop ini digelar dengan tujuan mencari kesimbangan perlindungan baik perlindungan siswa maupun pembelaan guru supaya tidak ada yang merasa terhukumi. 

“Selama ini, yang diusut adalah perlindungan anak saja, padahal guru pun juga perlu untuk dilindungi dan dibela. Sedikit-sedikit kalau ada guru berbuat kasar, orang tua tidak terima dan langsung melaporkan ke aparat keamanan. Ini yang perlu dicari keseimbangannya,” ungkapnya.   

Diharapkan, dengan kagiatan workshop ini bisa meminimalisir kasus-kasus kekerasan yang dialami siswa oleh guru agar tidak ada lagi laporan kekerasan oleh orang tua murid kepada pihak kepolisian. 

KOKAM Tegal

Kegiatan berlangsung lancar, pada akhir workshop, diambil hasil keputusan bahwa kesemuanya sepakat untuk mengimbangkan antara pembelaan hukum baik siswa maupun guru. “Nanti tinggal mengirim ahli kebijakan kesepakatan baik kepada bupati, kejaksaan dan semua instansi yang terkait,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar

Jakarta, KOKAM Tegal. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Maruf Amin yang juga sebagai naib "Amirul Haj" menyatakan, berita tentang jemaah haji yang kelaparan tidak sepenuhnya benar. Kasus keterlambatan katering diperkirakan terjadi karena adanya pelanggaran tanggung jawab, dan saat ini sedang diteliti lebih lanjut oleh tim investigasi.

"Ini musibah karena pengalihan katering yang biasa dipegang oleh Muassasah menjadi ditangani katering Anna dan terjadi pelanggaran tanggung jawab," katanya yang turut dalam rombongan jamaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) I debarkasi Jakarta, akhir pekan lalu.

Diusulkan tahun depan katering untuk jemaah haji dikembalikan pada Muassasah. Efisiensi yang dilakukan pemerintah dengan mengganti katering adalah tindakan yang kurang diperhitungkan.

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar

"Memang tahun lalu ada keluhan makanan yang disajikan hanya buncis sehingga dijuluki haji buncis, tetapi masalah memasak bukanlah sesuatu yang mudah karena dilakukan di maktab sedangkan maktab dikuasai oleh Muassasah maka sebaiknya dikaji kembali untuk menggunakan Muassasah dengan negosiasi harga dan kualitas makanan," kata Kiai Ma’ruf Amin.

Sementara ini Muassasah masih menjadi pilihan karena ada risiko distribusi jika memasak di luar maktab. Efisiensi yang dilakukan tidak boleh mengorbankan jemaah haji dan ini harus dikaji lagi jadi untuk melakukan tindakan butuh penelitian dan pengkajian sehingga tidak menimbulkan akibat yang fatal.

KOKAM Tegal

Secara keseluruhan, kata Maruf, pelaksanaan haji tahun ini baik, hanya saja karena masalah keterlambatan katering ini citra pemerintah menjadi buruk.

“Kami sebagai Amirul Haj bertugas melaporkan apa yang terjadi atau kondisi dari berangkat ke Jeddah hingga meninggalkan Jeddah untuk menjadi masukan bagi pemerintah," katanya. Ia juga mengatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan Presiden tentang pengusutan kasus katering tersebut.

"Kan sudah ada tim investigasi, kita tunggu hasilnya. Tentang opsi menurunkan Menteri Agama adalah keputusan Presiden dan jamaah haji memiliki hak untuk menuntut," kata Maruf. (ant/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Doa, Olahraga KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Jaringan Gusdurian Yogyakarta kembali menggelar rutinan sholawat bersama di Pendopo Yayasan LKiS Sorowajan Bantul, Rabu (25/2) malam. Pada kesempatan ini, mereka menghadirkan peneliti senior pusat kajian anti korupsi FH UGM Hifdzil Alim (Mas Boy).

Menurut Mas Boy, sebab korupsi ada dua macam. Pertama, korupsi karena kebutuhan. Kedua korupsi karena serakah. ? Korupsi karena kebutuhan itu, seperti butuh terhadap kebutuhan sehar-hari, jalan-jalan atau yang lain sebagainya. Sedangkan korupsi karena keserakahan, efeknya sangat besar sekali, dan sangat merugikan.

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Keserakahan yang dimiliki para koruptor, kata Mas Boy, akan banyak menerabas nilai-nilai hukum. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan uang. Keserakahan juga akan menjadikan kebodohan generasi.

KOKAM Tegal

"Sikap-sikap serakah itu muncul menjadi sarana untuk mendorong kerusakan tatanan masyarakat. Kalau kita amati, pelaku korupsi yang paling banyak adalah pegawai pemerintah, pelaku partai politik. Bahwa selama ini orang-orang yang melakukan korupsi tidak ditemukan kalau mereka adalah orang miskin. Paling rendah gaji mereka per bulan adalah 4 juta rupiah. Jelas, untuk makan dan liburan itu cukup," ujar Mas Boy.

KOKAM Tegal

Mas boy juga menyebutkan korupsi karena gengsi. "Gengsi yang mereka pelihara memicu korupsi sistematis. Korupsi juga diawali dari obrolan ranjang. Kalau kita lihat porfil keluarga itu istrinya kebanyakan sosialita. Dari obrolan ranjang itulah tercipta benih-benih korupsi." (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Santri KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Kekuatan Indonesia Ada di Para Ulama

Jakarta, KOKAM Tegal. Sulitnya penjajah dalam memecah belah rakyat Indonesia, membuat kolonial mengutus Christiaan Snouck Hurgronje untuk meneliti kekuatan Indonesia. Dan kesimpulannya adalah kekuatan Indonesia ada di para ulamanya.

Kekuatan Indonesia Ada di Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Kekuatan Indonesia Ada di Para Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Kekuatan Indonesia Ada di Para Ulama

Penulis buku “Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad” Zainul Milai Bizaie mengungkapkan jika tidak ada ulama dan santrinya, negara Indonesia ini tidak akan berdiri. Ia mengatakan hal itu pada pada acara bertajuk “Ngaji Sejarah Laskar Ulama-Santri & Resolusi Jihad” Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an (di PTIQ) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu, (15/10).

Milal menjelaskan kenapa ulama dan santri mempunyai peran besar terhadap negeri ini. “Jika kita runut ke belakang, berdirinya pesantren-pesantren yang sampai sekarang ada, tidak lepas dari perjuangan Pangeran Diponegoro,” katanya.

KOKAM Tegal

Milal kemudian memberi pemahaman kepada mahasantri PTIQ untuk hati-hati kepada teori-teori dari Barat. Ia mengatakan, kita tidak boleh lengah dengan teori-teori Barat yang mengatakan ilmu itu netral, sesungguhnya ilmu itu tidak netral.

“Teori-teori keilmuan Barat itu membawa misi. Dan kita sebagai santri, juga harus membawa misi di setiap karya-karya kita, misi apa itu? Misi menyebarkan Islam yang rahmatullil alamin,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Menanggapi penanya mahasiswa dari Bima tentang sejarah peran penting ulama di negeri ini seolah hilang, ia menjawab sepakat, bahwa sejarah kita, sejarah perjuangan ulama dan santri memang sengaja ingin dihilangkan.

Menjawab pertanyaan dari peserta lain, apa tujuan diadakan acara “ngaji sejarah” ini? Milal mengatakan, inilah tujuannya, berkumpul, bertukar pikiran, merapatkan kembali misi para ulama dulu.

Sebelum menutup materinya, Milal memberi pesan dan semangat kepada 200 mahasiswa yang hadir di Aula lt. 2 gedung PTIQ. “Anda sekalian yang menuntut ilmu di sini, wajib untuk meneruskan perjuangann ulama di negeri ini. Dengan ilmu Al-Qur’an yang Anda miliki, sebarkanlah Islam rahmatal lil alamin di negeri ini. Ciptakanlah karya yang membawa misi Islam yang agung, banyaklah menulis, karena menulis sama dengan berperang,” ujarnya.

Ngaji sejarah tersebut merupakan pertama dari 10 tempat yang akan dikunjungi dalam rangkaian ngaji sejarah tour de Jabodetabek. Beberapa tempat tersebut antara lain Kampus PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu al-Qur’an) Lebak Bulus (15/10), PMII Cabang Ciputat (17/10), Pondok Pesantren Al-Hamid Cipayung (21/10), Pondok Pesantren As-Siddiqiyah Kebun Jeruk (23/10).

Tempa lainnya yaitu YPI Ar-Roudhoh Tambun Bekasi (26/10), SMK Ma’arif Grogol (27/10), PB PMII Salemba Tengah (29/10), Pondok Pesantren Al-Kenaniyyah Pulomas (5/11), Pondok Pesantren Al-Falakiyyah Kota Bogor (07/11), STAINU Matraman (10/11). (Anwar/Abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Olahraga KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Pringsewu,KOKAM Tegal. Banyaknya kegiatan pengajian atau talim di kalangan masyarakat Nahdliyin, khususnya di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lapung, tentu membutuhkan kiai, ustadz, pendakwah atau penceramah yang kompeten dan berkualitas secara keilmuannya guna mengisi kegiatan-kegiatan tersebut.

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Ambarawa Siapkan Penceramah Ramadhan

Namun, jadwal yang begitu padat dengan waktu yang bersamaan seperti di bulan-bulan yang kental dengan banyaknya peringatan hari besar islam menyebabkan masyarakat kesulitan mencari pendakwah.

Berangkat dari hal tersebut, Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Ambarawa di bawah kepemimpinan Ustadz Jumangin mulai mensosialisasikan kepada warga Nahdliyin di Kecamatan Ambarawa untuk bisa menghubungi MWCNU jika membutuhkan ustadz untuk mengisi kegiatan pengajian atau talim.

KOKAM Tegal

"Kami dari MWCNU sudah mendata para ustadz, ustadzah yang siap diterjunkan untuk menjadi pengisi kegiatan pengajian atau talim. Jika membutuhkannya cukup SMS saja maka insya Allah para ustadz, ustadzah, kami siap datang ke lokasi," terang Ustadz Jumangin dalam sambutan di acara Safari Ramadhan MWCNU Ambarawa ke Ranting-Ranting NU yang dimulai di Mushola Darus Saadah Ambarawa Barat, Senin (13/6).

Menurut dia, untuk mengundang ustadz, ustadzah tersebut, tak perlu sowan atau datang ke rumahnya. “Kami rasa ini lebih mudah dan cepat. Ibu-Ibu Muslimat yang rutin mengadakan pengajian atau Bapak-Bapak yang rutin Yasinan juga bisa menghubungi kami kalau butuh pendakwah," lanjutnya. ?

KOKAM Tegal

Berdasarkan informasi yang didapat dari Sekretaris MWCNU Ambarawa, Rahmat Yuniandi, bahwa kegiatan safari ini akan berlanjut ke Mushola Safiinatul Jannah Ambarawa Induk. Namun untuk kepastian waktunya masih menunggu kesiapan Ranting NU tersebut. (Henudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Olahraga KOKAM Tegal

Senin, 20 November 2017

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

Jakarta, KOKAM Tegal. Bencana yang datang bertubi-tubi di Indonesia telah menimbulkan korban yang jumlahnya sangat besar. Sampai saat ini belum terdapat upaya penanganan yang komprehensif yang melibatkan masyarakat dalam mengatasi dan menangani bencana.

NU sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan merasa berkewajiban untuk turut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tersebut.

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

“Dari keprihatinan itu, PBNU berusaha melibatkan pesantren dalam membantu upaya pencegahan dan penanggulangan bencana,” tandas Program Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM) Avianto Muhtadi di Jakarta, Selasa.

Karena sebelumnya belum ada lembaga di bawah NU yang menangani bencana secara komprehensif, maka langkah pertama yang akan dilakukan adalah memberikan kesadaran akan bencana dan keberadaan CBDRM secara komprehensif ke lingkungan NU dan pesantren. Upaya ini akan dilakukan dengan menggelar workshop yang melibatkan pesantren, PBNU, PWNU, PCNU, badan otonom dan para ahli yang akan merumuskan strategi penanganan bencana.

“Sampai saat ini, potensi kerjasama swasta dan partisipasi masyarakat dengan pemerintah masih kurang. Penanganan bencana tak hanya bisa dibebankan pada pemerintah, dibutuhkan sinergi dan kerjasama yang intens antar kedua belah fihak,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Workshop yang akan diselenggarakan pada 13-14 September di Bandung  ini akan membahas seluruh aspek penanganan bencana mulai dari konsep manajemen bencana, masalah kesehatan, kerentanan sosial dan partisipasi masyarakat, perpektif NU dalam penanganan bencana sampai dengan konsep fikih bencana.

Program ini terselenggara atas kerjasama antara PBNU, Ausaid dan para tenaga ahli dari pust mitigasi bencana ITB yang nantinya akan berperan sebagai technical assistant. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Amalan, Ahlussunnah, Olahraga KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah

Jakarta, KOKAM Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menjalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah guna meningkatkan pelayanan kemahasiswaan. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di kampus STAINU Jakarta, Jl. Taman Amir Hamzah No. 5, Jakarta Pusat, Kamis, (8/1).

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Pelayanan Kemahasiswaan, STAINU Jakarta Gandeng BRI Syariah

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan langsung oleh dr. Syahrizal Syarif, Ph.D selaku Ketua STAINU Jakarta, sementara pihak BRI Syariah diwakili oleh M. Kadarsyah, Ketua Cabang BRI Syariah Jakarta Pusat. Kedua belah pihak juga beresepakat untuk saling menjalin komitmen dalam rangka memberi pelayanan terbaik bagi civitas akademika STAINU Jakarta.

“Kerjasama ini kita jalin dengan tujuan utama mengoptimalkan pelayanan kepada mahasiswa, Mahasiswa sebagai unsur terpenting dalam sebuah perguruan tinggi harus dilayani dengan baik, termasuk dalam hal administrasi dan keuangan,” papar Syahrizal.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut ia mengatakan, kerjasama ini juga terkait pemberian pelatihan praktikum kepada mahasiswa jurusan Perbankan Syariah. “Pihak BRI Syariah berkomitmen untuk menunjang peningkatan kemampuan pengelolaan perbankan bagi mahasiswa-mahasiswi STAINU Jakarta,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Implementasi dari nota kesepahaman itu, terang Syahrizal, rencananya akan dilangsungkan pada awal semester genap 2015. Menurutnya, Pihak BRI Syariah tidak hanya menjadi mitra untuk administrasi namun juga mitra dalam sistem informasi akademik.

Sementara itu, M. Kadarsyah menerangkan, dengan penandatanganan nota kesepahaman ini, BRI Syariah lebih bisa memberikan pelayanan yang maksimum kepada mahasiswa-mahasiswi STAINU Jakarta.

Hadir dalam penandatanganan nota kesepahaman tersebut Pembantu Ketua II STAINU Jakarta, Arif Rahman, M.Pd., Ketua Program Studi Ahwalus Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, MA., Sekretaris Prodi Ahwalus Syakhsiyah, Hayaturrohman, M.Si., Rudi Alfianto dan Juga Jose Rifal dari pihak Bank BRI Syariah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Berita, Tegal KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja

Kebumen, KOKAM Tegal. Usai dilantik dan sebagai upaya meletakkan pondasi kemadirian NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) yang digelar di aula SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahad (8/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Kebumen, Kepala SMK Ma’arif 2 dan 5 Gombong, Kepala MI Ma’arif NU Banjarsari, Pengurus MWCNU Kecamatan Kuwarasan, dan segenap pengurus MWCNU Kecamatan Gombong.

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ahmad Shobirin, S.Pd.I, menyampaikan, bahwa Pengurus MWCNU Gombong kali ini akan memberikan kesan yang berbeda dengan membiasakan rapat dan pertemuan tepat waktu. 

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kebumen, KH Drs Maskur Rozak, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan, Penguatan Kemandirian Jam’iyah NU menuju kesejahteraan umat memberikan harapan besar bagi warga NU di Kabupaten Kebumen.

KOKAM Tegal

“Organisasi bagaikan satu tubuh yang harus saling bekerja sama sehingga ketika ada satu anggota tubuh yang merasakan senang atau bahkan sakit maka anggota tubuh yang lain juga ikut merasakannya,” tegas Kiai Masykur.

Dalam Raker ini, ketua sidang, H Ahmad Salimun, S.Ag. memaparkan rencana program kerja dan membagi Komisi yang terbagi menjadi 4 komisi diantaranya Komisi A yang membidangi Organisasi dan Manajemen, Komisi B menggarap Bidang Dakwah, Komisi C membidangi Kaderisasi dan Kelembagaan, serta Komisi D yang membidangi Ma’arif, Mabarot, dan Ekonomi. (Saifudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Santri, Budaya KOKAM Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Resep Meneladani Gus Dur

Jakarta, KOKAM Tegal. Sosok guru bangsa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah banyak ditulis orang, baik itu pemikiran maupun gesturnya. Berbagai atribusi pun melekat pada diri Presiden ke-4 RI ini.?

Selain sebagai seorang kiai, Gus Dur juga sering disebut sebagai budayawan, politikus, sastrawan, kolumnis, pengasuh pesantren, negarawan, sufi, waliyullah, dan lain-lain. Pemikirannya yang humanis mampu menginspirasi banyak orang di berbagai belahan dunia.?

Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Resep Meneladani Gus Dur

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Caringin Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim memberikan semacam resep untuk memahami dan meneladani berbagai atribusi yang melekat pada diri Gus Dur.

Kiai Luqman menuturkan, jika seseorang ingin merdeka seperti Gus Dur, maka jangan campur aduk antara dunia dan akhirat, agama dan politik, agama dan ekonomi, idealisme dan realisme, serta perjuangan dan ambisi.

KOKAM Tegal

Kiai yang juga Sufiolog ini menjelaskan hal itu dalam akun twitter miliknya @KHMLuqman, Jumat (9/12). Ia juga memaparkan resep serupa dengan melontarkan beberapa pertanyaan tentang Gus Dur yang dapat diteladani oleh masyarakat. Di antara resep teladan Gus Dur yang dituturkannya ialah sebagai berikut:

“Ingin semangat berjuang seperti Gus Dur? Bangkitkan hatimu di hati umat menuju kepada Allah, seperti gairah konser Beethoven dan Bach yang digemari.”

“Ingin ikhlas dan tawakkal seperti Gus Dur? Belajarlah ‘jagongan’ dengan Allah dalam Majelis-Nya sembari menata kemanusiaan.”

“Ingin terapkan Begitu saja kok repot-nya Gus Dur? Pisahkan dulu mana minyak dan mana air dalam satu gelas.”

KOKAM Tegal

“Ingin kontroversial yang benar seperti Gus Dur? Ikhlaslah dalam bicara dan mengambil keputusan, asal Allah mengiyakan hatimu. Bukan ‘ya’ dari dirimu.”

“Ingin melawak seperti Gus Dur? Belajarlah sastra politik, kearifan lokal, psikologi binatang dan hakikat cobaan.”

Kiai Luqman menerangkan, dalam setengah abad terakhir ini belum dijumpai seorang ahli Ushul Fiqih dan Pakar Sastra Arab, kritikus film sehebat Gus Dur.

Bahkan menurutnya, Universitas terkenal di USA membuat jurusan di fakultasnya:Jurusan Pemikiran Abdurrahman Wahid. Satu-satunya tokoh pengubah dunia yang memukau.

“Gus Dur mensinergikan agama dan negara, agama dan budaya, bukan mencampuradukkan. Karena campur aduk lebih gila dibanding sekulerisme,” kata Pengasuh Majalah Cahaya Sufi ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 12 September 2017

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Deklarator Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) KH Nuril Huda mengatakan bahwa menghadapi persoalan yang tengah terjadi di masyarakat tidak bisa diselesaikan secara hitam putih. Melainkan dengan menempatkan persoalan itu secara kontekstual. Salah satunya dengan berorganisasi.

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Tanpa Organisasi Orang Cenderung Hitam Putih

"Organisasi merupakan wadah untuk bergaul. Tanpa organisasi, orang akan cenderung kaku dan hitam putih. Organisasi PMII merupakan salah satu wadah yang luwes dalam menghadapi persoalan," kata Kiai Huda saat orasi budaya pada acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo di halaman Dispora Sidoarjo, Jumat (1/1) malam.

Kiai Nuril berharap kepada seluruh kader PMII Sidoarjo di dalam mengambil langkah gerak, untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Annahdliyah serta nilai-nilai Ahlus Sunnah wal Jamaah.

KOKAM Tegal

Menurutnya, untuk memajukan kehidupan sosial harus sesuai dengan tuntunan kehidupan dan menempatkan agama sebagai pondasinya. "Agar pembangunan bisa berjalan sesuai harapan, maka ilmu pengetahuan harus didasari dengan agama," tegasnya.

Acara pra konferensi cabang PMII Sidoarjo yang bertajuk "PMII Berbudi, Berdaya dan Berbudaya" ini diharapkan agar kader dan para aktivis PMII cabang Sidoarjo tetap berada pada jalurnya serta mampu berkomitmen pada PMII.

KOKAM Tegal

Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PMII Sidoarjo M Zainal Abidin mengapresiasi kinerja Gigin Anggi Zuarinsa selama dirinya memimpin PMII Sidoarjo dari tahun 2014 hingga 2015 ini.

Acara yang dihadiri Deklarator PMII KH Nuril Huda, Ketua Mabincab Sidoarjo M Zainal Abidin, seluruh pengurus PK PMII se-Sidoarjo itu berjalan penuh khidmat. Seluruh keterampilan dan seni budaya juga ditampilkan oleh setiap PK PMII Sidoarjo seperti pencak silat, teater dan lain sebagainya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Nahdlatul, Olahraga KOKAM Tegal

Minggu, 27 Agustus 2017

Tiap Tahun IPNU-IPPNU Tegal Bimbing Siswa Masuk Perguruan Tinggi

Slawi, KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Tegal, bertekad akan terus memberi bimbingan belajar pasca Ujian Nasional (BPUN) setiap menjelang Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Hal ini penting dilakukan sebagai rasa peduli kepada adik-adik kelas yang hendak mengenyam pendidikan lebih tinggi.

“Kami akan membimbing terus adik-adik yang hendak mengikuti (SBMPTN) tiap tahunnya,” ujar Ketua PC IPNU Kabupaten Tegal Aditio Prasetio saat buka puasa dan sahur bersama Forum Alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional.

Tiap Tahun IPNU-IPPNU Tegal Bimbing Siswa Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Tahun IPNU-IPPNU Tegal Bimbing Siswa Masuk Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Tahun IPNU-IPPNU Tegal Bimbing Siswa Masuk Perguruan Tinggi

Meskipun pandai, kata Adit, dalam SBMPTN perlu strategi yang jitu agar mendapatkan perguruan tinggi yang berkualitas. Meski demikian, dalam SBMPTN perlu dilandasi sikap dan sifat jujur saat mengerjakan soal ujian. Dengan kesiapan belajar, maka saat mengerjakan akan mantap berbuat curang.

KOKAM Tegal

Untuk itu, perlu dilakukan ikhtiar bersama dengan cara belajar bersama yang dilandasi dengan kejujuran. “Buat apa masuk perguruan tinggi negeri dengan jalan tidak jujur, tentu nanti ilmu yang didapatkannya kurang bermanfaat,” tandasnya.

KOKAM Tegal

Sebanyak 60 alumni BPUN 2015 hingga hari ini masih eksis, meski di pantau dari media sosial. Termasuk penyelenggaraan buka puasa dan sahur bersama ini undangan hanya dishare melalui media sosial. “Kami harap, para alumni ketika sudah berada di perguruan tinggi harus bisa mengembangkan amaliyah-amaliyah NU serta pengetahuan tentang Aswaja di kampus masing masing,” harap Adit.

Koordinator kegiatan Pido, menambahkan ajang silaturahmi ini sekaligus melepas kerinduan saat belajar bersama di gedung PCNU Kab Tegal. “Mudah-mudahan pada 9 Juli 2015, semua peserta lulus SBMPTN 2015,” ujarnya penuh harap. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock