Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Jakarta, KOKAM Tegal. Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (ASBIHU) NU Tour and Travel, kini hadir dengan manajeman dan semangat baru. Di bawah kendali Ketua Umum ASBIHU, KH Musthofa Aqil Siroj, ASBIHU berkomitmen untuk memberikan kenyamanan terbaik bagi jamaah yang ingin menunaikan ibadah haji dan umrah.?

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)
ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah (Sumber Gambar : Nu Online)

ASBIHU Tour and Travel Gunakan Pesawat Negara untuk Kenyamanan Jamaah

Ditambah lagi ASBIHU untuk memperkuat pengembangan usaha telah mendapatkan perpanjangan izin dengan diperolehnya SK Kemenag No. 432 Tahun 2016.

Salah satu semangat ASBIHU dalam peningkatan pelayanan kepada para jamaah adalah dengan pesawat yang digunakan. ASBIHU Tour and Travel hanya akan menggunakan pesawat milik negara (pemerintah).

Penggunaan pesawat milik negara ini dipandang efektif, karena pesawat negara akan tetap memberangkatkan penumpang walau penumpang di jam penerbangan tersebut, misalnya kurangnya memenuhi kuota.

“Dengan pesawat negara, walaupun tidak penuh tetap diberangkatkan, karena pesawat negara terbang atas dan untuk kepentingan negara,” kata Direktur ASBIHU Tour and Travel, H Hafidz Taftazani kepada KOKAM Tegal Kamis (1/12) sore.

KOKAM Tegal

Beberapa pesawat negara yang digunakan adalah Oman Air, Qatar, dan Emirates. Pesawat-pesawat tersebut sekalipun terbang dengan singgah di negara-negara pemilik atau asal perusahan penerbangan, tetap langsung ? menuju Madinah sebagai destinasinya. Berbeda dengan pesawat swasta yang kebanyakan berdestinasi ke Jedah, sehingga masih mengharuskan jamaah melakukan penerbangan dari Jedah ke Madinah.?

“Padahal penerbangan dari Jedah ke Madinah memakan waktu sekitar enam jam. Tentu ini akan sangat melelahkan, apalagi bagi jamaah yang sudah berumur yang biasa tinggal di daerah-daerah. Tapi dengan peswat pemerintah, langsung ke Madinah. Ini akan banyak sekali mengefektifkan waktu,” kata Hafidz.

KOKAM Tegal

Pelayanan maksimal yang diberikan ASBIHU Tour and Travel membuahkan kepercayaan masyarakat. Pada bulan Desember ini, ASBIHU akan memberangkatkan sedikitnya 600 jamaah umrah. Hal ini tentu menjadi suatu kebanggaan, rasa syukur dan terima kasih dari manajemen ASBIHU atas kepercayaan masyarakat yang memercayakan perjananan ibadah umrahnya kepada ASBIHU. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Kajian Sunnah, Berita KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Brebes, KOKAM Tegal. Pemerintah Kabupaten Brebes menggelontorkan dana bantuan untuk guru ngaji sebesar Rp 4 Milyar. Bantuan tersebut diberikan sebagai tanda terima kasih kepada para guru ngaji yang telah mengabdi selama 1 tahun.  Pemkab memandang guru ngaji telah berjasa membangun rohani sehingga melahirkan generasi qurani.

Bantuan secara simbolis diberikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE dan Wakil Bupati Narjo pada saat pembinaan guru ngaji di Aula Kantor Kecamatan Brebes, Rabu (8/10).

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Brebes Gelontorkan Rp 4 Miliar untuk Guru Ngaji

Bupati beralasan, menjadi guru mengaji di masjid dan mushola yang kerap dilakoni para ustadz dan kiai NU didasari atas niat ikhlas, tanpa berharap imbalan atau lillahi taala. Namun atas keikhlasan tersebut justru menjadi perhatian Pemkab Brebes sehingga digulirkanlah dana stimulan bagi guru ngaji.

KOKAM Tegal

Dalam kata sambutannya, Bupati mengucapkan terima kasih kepada para guru ngaji yang dengan ikhlas telah meluangkan waktunya mencurahkan ilmu kepada umat Islam yang belajar membaca Al Quran. Dengan telaten para guru ngaji setiap hari mentransfer ilmunya di masjid, mushola maupun rumah masing-masing. “Bantuan yang tidak seberapa ini, mudah-mudahan menambah barokah,” kata Bupati.

Idza menjelaskan, pemberian bantuan sebagai realisasi dari program enam pilar pemerintah kabupaten Brebes. Sekaligus sebagai penghargaan kepada para ngaji sebagai bukti penyeimbang antara pembangunan jasmani dan pembangunan rohani.

KOKAM Tegal

Bantuan diberikan kepada 8000 guru ngaji se-Kabupaten Brebes. Kalau tahun lalu hanya 5000 orang, tahun 2014 bertambah menjadi  8000 orang. “Ini berarti ada penambahan 3000 orang atau Rp 1,5 Milyar,” paparnya.

Tiap orang, lanjutnya, mendapatkan bantuan Rp 500 ribu per tahun. Para guru yang mendapatkan stimulan berdasarkan usulan dari lebe (kaur kesra) di masing-masing desa atas persetujuan kepala desa. Mekanismenya, yang bersangkutan, dipilih secara selektif. Selanjutnya diserahkan kepada Kecamatan masing-masing untuk diusulkan kepada Bupati. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Ubudiyah, Quote KOKAM Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Jakarta, KOKAM Tegal. Beberapa hari terakhir publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mempromosikan Hary Tanoe untuk menjadi presiden. Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi menyangkal bahwa pemberitaan tersebut tidaklah benar.

Masduki menjelaskan bahwa sebuah berita harus berimbang dan sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Ia mengatakan bahwa pemberitaan yang melibatkan Kiai Said tersebut adalah tidak utuh dan hanya sepotong-sepotong.

“Pembicaraan Ketua Umum (Kiai Said) mesti dimuat secara utuh, harus sesuai dengan prinsip 5W plus 1H,” kata Masduki di kantor KOKAM Tegal, Selasa, (26/4).

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa foto-foto Hary Tanoe yang tersebar di berbagai media sosial tersebut adalah kumpulan dari rangkaian kunjungan Hary Tanoe ke berbagai pesantren, termasuk pesantren Nahdlatul Wathon di NTB dan Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.?

“Itu (foto-foto itu) adalah kompilasi dari beberapa peristiwa yang dihadiri oleh Hary Tanoe di beberapa pesantren,” terangnya.

KOKAM Tegal

Namun, imbuh Masduki, media memberitakan dan menggiring pendapat masyarakat seolah-olah itu adalah satu peristiwa ketika Hary Tanoe bertamu ke pesantren Al Tsaqofah bulan lalu.?

“Itu tidak benar dan bersifat fitnah,” tegasnnya.?

Hary Tanoe bertandang ke Pesantren Al Tsaqafah asuhan Kiai Said di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Minggu, (13/3). Dalam lawatannya tersebut, Hary Tanoe hanya berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri Al Tsaqafah. (Muchlishon Rochmat/Zunus)?

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU, Kajian, Quote KOKAM Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Oleh M. Haromain

Disadari atau tidak, kini perkembangan peradaban manusia telah berada di suatu masa yang nyaris semua hal diukur dengan materi. Terdapat kecendrungan orang makin mengukur legitimasi tindakannya berdasarkan harga. Dalam arus globalisai ini hampir semua urusan diukur dengan uang. Dalam istilah para politisi dan pengusaha dikenal pula prinsip "tak ada makan siang yang gratis".?

Sebagai konsekuensinya orang baru mau mengerahkan tenaga, keterampilan, keahlian dan pikirannya untuk orang lain jika ada ganti materi yang sebanding dengan kerja yang ia berikan. Seseorang bersedia memberikan suatu jasa kepada pihak lain bila ada harga yang sesuai. Akhirnya siapa yang kaya materi dapat memanjakan dan memuaskan pelbagai keinginannya seraya punya banyak alternatif ? gaya hidup yang dapat dipilihnya. ?

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan Momentum Penguatan Solidaritas Sosial

Tetapi harap diketahui pula, bahwa di sisi lain masyarakat dengan segala hal for sale seperti di atas kondisinya akan kontras bagi mereka yang tak mampu. Artinya semakin banyak hal yang diukur dengan materi, semakin menghimpit orang miskin dari kehidupan. Maka di sini terjadilah kesenjangan sosial yang dapat pula disebut sebagai kemungkaran sosial-meminjam istilahnya almarhum Muslim Abdurrahman.

Tak dapat dipungkiri fenomena masyarakat pasar (market society) ini, meminjam istilahnya Michael J. Sandel, tak hanya terjadi di wilayah perkotaan, melainkan sudah merambah juga sampai di kehidupan desa-desa, yaitu daerah yang dahulu warganya dikenal memiliki rasa solidaritas dan sistem paguyuban yang tinggi.?

Salah satu indikator degradasi atau kemerosotan tersebut ialah makin hilangnya tradisi sambatan yang dahulu melekat kuat dalam masyarakat pedesaan. Sambatan ialah kerja gotong royong seperti membantu dalam proses pembuatan atau perbaikan rumahnya tetangga atau bersama-sama ikut membantu mencangkul sawahnya kerabat atas dasar solidaritas sosial dan dalam hal ini tidak mendapatkan bayaran.

KOKAM Tegal

Apakah sudah sedemikian keraskah tatanan hubungan masyarakat hingga semua dinilai dengan materi. Tidak adakah amal perbuatan yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan, menolong dan membantu tanpa pamrih?

KOKAM Tegal

Disinilah urgensitas dari makna disunnahkannya ? memperbanyak sedekah serta kewajiban membayar zakat fitrah bagi tiap muslim pada bulan Ramadhan ini. Kita tahu orang yang membayar zakat dan memberi sedekah motifasinya adalah murni ibadah, mendekatkan diri kepada Allah serta mengharapkan ridho-Nya, selain tentunya menggugurkan dari tuntutan kewajiban. Tidak menuntut agar penerima zakat dan sedekah itu memberikan jasa balik entah berupa tenaga, ketrampilan maupun nilai manfaat lainnya.

Kewajiban zakat dan anjuran memperbanyak sedekah pada bulan puasa ini selain sifatnya transendental, sejatinya juga mengirim sinyal kepada umat manusia bahwa sepatutnya jangan semua hal diukur dengan materi, namun manusia perlu insaf bagaimanapun tetap ada bidang-bidang kehidupan yang tak bisa bahkan tak boleh diukur dengan uang.

Tidak cuma itu, hikmah disyariatkannya zakat dan memperbanyak sedekah terutama pada bagian akhir bulan suci Ramadhan adalah agar mereka yaitu golongan yang tidak mampu dapat ikut bahagia dan bergembira pada hari kemenangan, hari raya Idul Fitri.?

Pada perayaan hari Idul Fitri semua orang tanpa kecuali harus bergembira, termasuk orang-orang yang digolongkan kurang mampu. Kegembiraan hari raya idul fitri bukan monopoli orang Islam yang berkecukupan saja, melainkan hak semua muslim.

Alhasil hikmah disyariatkannya kewajiban zakat fitrah serta anjuran berderma pada bulan ramadhan yang mulia ini menandakan betapa agama Islam di samping agama yang anti kemiskinan namun disisi lain juga sangat peduli kepada orang miskin. Mengajarkan supaya orang kaya menyantuni kaum papa, golongan orang lemah (mustadh’afin).***

Penulis adalah Pengajar di Pondok Pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat

Jakarta, KOKAM Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berpandangan, tekad bulat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan kurikulum baru tahun ini harus diimbangi pengenalan kurikulum 2013 secara maksimal kepada para guru.

Sektretaris Jendral Pimpinan Pusat Pergunu Gatot Suyono mengatakan, pihaknya secara prinsip tidak keberatan dengan penerapan kurikulum baru yang menekankan aspek budi pekerti dan mata pelajaran yang tematik-integratif.

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat

“Tetapi, pelatihan untuk guru-guru memang harus diselenggarakan secara cepat,” ujarnya lewat sambungan telepon, Rabu (29/5).

KOKAM Tegal

Gatot menambahkan, pemerintah perlu melibatkan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi terpercaya di Indonesia, agar proses pengenalan kurikulum 2013 tidak memakan waktu yang lama. Pelatihan yang sifatnya terpusat dinilai akan mempersulit proses sosialisasi ini dan mengurangi kelayakan kurikulum baru untuk diterapkan secara serentak.

Pergunu optimis, kurikulum dengan anggaran mencapai Rp 829 miliar ini akan mudah diadaptasi guru, mengingat mayoritas guru sekarang minimal sudah berpendidikan strata satu.

KOKAM Tegal

“Kita memang butuh hal-hal yang baru, termasuk dengan memasukkan unsur etika atau akhlak dalam mata pelajaran. Saya kira, Pak Nuh (Mohammad Nuh) ingin mengakomodasi ini,” ujar Gatot.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Quote, Khutbah KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama

Brebes, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU diminta untuk tetap khitmat pada titah ulama. Sebab kemuliaan Ansor akan tercermin ketika mematuhi segala titah ulama. Tidak ‘menjual’ diri kepada kekuasaan ataupun berpihak pada kepentingan-kepentingan sesaat.



Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NU Diminta Tetap Khidmat pada Ulama

“Nilai kejuangan Ansor akan terpuruk, manakala jauh dari ulama,” ujar Pengasuh Pondok Pesanteren Buntet Cirebon DR KH Mohammad Abbas bin Fuadz Hasyim saat menyampaikan tausiyah Halal bi Halal yang digelar Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Brebes di Masjid Agung Brebes, Kamis Malam (16/9).

Dia menegaskan, Ansor harus ittiba (mengikuti, red) para ulama. Sebab kekuatan Ansor, terletak pada konsekwensinya menjadi pengikut ulama. Kalau pergerakan Ansor sudah dikotori oleh kepentingan-kepentingan sesaat dengan tidak mengindahkan titah para alim ulama maka Ansor akan hancur.

KOKAM Tegal

Tidak bisa dipungkiri kata Abbas, godaan kerap datang bertubi-tubi. Maka, harus dilibas dengan kekuatan iman. “Jangan sampai pergerakan ansor terkontaminasi gemerlapnya warna kehidupan duniawi yang semu,” pesannya.

KOKAM Tegal

Sejarah telah membuktikan, lanjutnya, Ansor dan NU mampu mematahkan pasukan sekutu AS di Surabaya waktu perang kemerdekaan. Dengan pekik Jihad Merdeka atau Mati, pasukan sekutu mundur tanpa ampun. Meskipun Pasukan Sekutu saat itu telah mampu meluluhlantakan Italia, Jerman, Jepang dan lain-lainnya.

Sedang di era sekarang, masih kata Abbas, lahan perjuangan dan pergerakan Ansor telah bergeser sesuai dengan perkembangan jaman. Nilai-nilai perjuangan Ansor sekarang adalah mengedepankan akhlakul karimah (akhlak mulia,red). Akhlakul karimah menjadi harga mati untuk terus dijunjung tinggi. Akhlakul karimah, harus didahulukan ketimbang syariah-syariah yang belum jelas dan masih diperdebatkan.

“Nabi Muhammad SAW sendiri, diutus ke muka bumi ini untuk menyempurnakan akhlak,” tandasnya.

Dan ulama, tambahnya, adalah pewaris para Nabi. Maka kiblat pencapaian akhlak yang mulia terdapat pada para ulama.

Pembicara lain dalam Pengajian umum dan halal bi halal Pengasuh Ponpes al Hikmah 1 Benda Sirampog Brebes KH Labib Sodiq.

Halal Bi halal yang mengusung tema merajut persaudaraan, menyemai kebersamaan pemuda ini berlangsung hingga pukul 00.30. Turut hadir para Pengurus Cabang dan Anak Cabang GP Ansor se- Kabupaten Brebes, Kepala Bagian Kesra Setda Brebes H Mabruri SH MH, Para anggota Ansor dan Ikatan Keluarga Santri Alumni Al Hikmah Itthobsy (IKSAABI) dan masyarakat umum. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Sunnah, Quote KOKAM Tegal

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain

Batam, KOKAM Tegal. Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Riki Syolihin, meminta pemerintah kota setempat mengantisipasi eksodus pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari pascapenutupan lokalisasi Dolly, Surabaya, ke Batam.

"Berdasarkan informasi Dinas Sosial Surabaya yang diperoleh dari para mucikari, Batam akan menjadi kota tujuan eks penghuni Dolly. Selain Batam, tujuan lain Bali dan Jakarta," kata Syolihin, di Batam, Rabu.

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain

"Pemerintah Kota Batam harus mengantisipasi seperti di Bali. Di Bali sudah dilakukan razia agar mantan penghuni Dolly tidak masuk ke provinsi tersebut," kata dia.

KOKAM Tegal

Batam juga merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah lokalisasi, baik terang-terangan ataupun berkedok tempat usaha lain.

KOKAM Tegal

Selain alasan kemaksiatan, dia juga menyoroti penyebaran penyakit kelamin dan viral mematikan, di antaranya HIV/AIDS. 

Komisi Perlindungan AIDS Kota Batam, mencatat, selama 2013 terdapat 54 warga Batam meninggal karena penyakit menular itu. Pengidapnya pada 2013 198 orang, 106 perempuan dan 92 laku-laki.

Penderita baru HIV di Batam sebanyak 577 orang, 287 perempuan dan 290 laki-laki. 

Solusi Terprogram

Sebelumnya Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penutupan Lokalisasi Dolly Surabaya perlu meniru cara penutupan Lokalisasi Kramat Tunggak Jakarta, terutama solusi yang terprogram untuk penghuninya.

Jalan keluar yang disiapkan saat itu ada dua cara yakni di depan lokalisasi itu ada ruangan yang dimanfaatkan sebagai balai latihan kerja. Para penghuni dilatih keterampilan dengan program menjahit, membuat bordir, kue, serta salon. 

"Saat itu saya datang, bertemu dengan germo dan meminta agar jam 08.00-10.00 WIB, penghuni diberikan kesempatan mengambil program, menjahit, bordir, buat kue, serta salon," katanya.

Saat itu, program itu sudah diujicobakan. Walaupun tidak sukses sampai 50 persen, program itu bisa berjalan. Mereka yang ingin keluar dari lokalisasi diberi keterampilan serta diberikan uang saku.

"Tapi, program keterampilan itu tidak bisa serta merta diberikan saat ini juga, karena prosesnya sudah harus sejak lama diberikan. Jadi, penutupan lokalisasi itu pasti ada yang pro dan kontra, karena itu harus dicarikan jalan keluar," katanya.

Cara lain, pemerintah tidak harus lepas tangan dengan hanya memberikan keterampilan, namun para penghuni yang mempunyai niatan tulus ingin keluar dari praktik prostitusi juga harus diberi jaminan kehidupan. 

"Misalnya dengan mengumpulkan para pengusaha dan bisa menitipkan para penghuni untuk bekerja di tempat itu, sehingga mereka juga bisa mendapatkan pendapatan. Jadi, komunikasi dengan pengusaha. Satu perusahaan bisa menerima 5-9 orang (mantan penghuni lokalisasi)," katanya.

Ia meyakini cara itu bisa dilakukan di Surabaya, karena industri di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan, juga banyak. Dengan metode ini mereka aman karena mendapatkan income, seperti pekerja di tempat lain. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Quote KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Ansor Way Kanan Jaga Toleransi dengan Tanam Pohon

Way Kanan,KOKAM Tegal ? . Pemuka Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI) Timotius Trisno Handoyo di Kampung Gisting Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung mengpresiasi langkah sederhana Gerakan Pemuda Ansor setempat menjaga toleransi dengan berbagi dan menanam pohon buah.

"Saya berpendapat itu gerakan bagus dalam memaknai keberagaman. Kami sampaikan terima kasih dengan upaya kecil dilakukan namun bermanfaat besar sebagai penegasan dan pengakuan keberagaman sehingga patut ditindaklanjuti," ujar Timotius di Gisting Jaya, Selasa (9/8).

Ansor Way Kanan Jaga Toleransi dengan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Jaga Toleransi dengan Tanam Pohon (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Jaga Toleransi dengan Tanam Pohon

Pemuda Ansor Ranting Gisting Jaya melakukan penanaman pohon buah jenis nagkadak (persilangan nangka cempedak) dan mangga Thailand di Pesantren? Pesantren Darul Ulum, asuhan Ustadz Bahyuni hasil Gerakan Sedekah Oksigen diinisiasi Gusdurian Lampung dan alumni Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) 2016 PC GP Ansor Way Kanan.

KOKAM Tegal

Total bibit buah dikirim sejumlah 70. Rinciannya, 50 untuk pesantren dari para donatur, 20 dari kas Ansor dibagi dua, 15 sebagai tabungan organisasi dan 5 pohon untuk diberikan kepada kepada masyarakat.

KOKAM Tegal

"Namun karena kekurangan tempat, di pesantren kita tanam 26 pohon, lalu sisanya kami tanam di mushola-mushola. Kemudian yang lima pohon untuk masyarakat, kami berinisiatif memberikannya ke empat gereja, serta satunya lagi kami tanam di pura yang ada di sini. Kami sampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang berpartisipasi dalam Sedekah Oksigen, salah satu M Iqbal dari Salatiga, Jawa Tengah," ujar Ketua Ansor Ranting Gisting Jaya Nanang Yudhi Saputra.

Para pemuka agama Kristen dan Hindu setempat menurut Nanang memberi apresiasi positif atas penanaman pohon dilakukan Ansor Gisting Jaya.

Gerakan Sedekah Oksigen dimaksudkan untuk mendorong kemandirian pesantren. "Itu upaya yang bagus. Pesantren tidak boleh jadi anak kecil terus menerus. Itu yang berulang kali saya sampaikan. Saya bangga anak-anak muda NU bergerak semacam ini," ujar Rais PCNU Way Kanan KH? Rofiul Bashori Annashih? menambahkan. (Syuhud Tsaqafi/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Quote KOKAM Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Pamekasan, KOKAM Tegal. Anggota Fraksi Kebangkitan Bangsa DPR RI Moh Mahfud MD menilai, upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan pemerintahan Persiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tepat dan proporsional. Pendapat mantan Menteri Pertahanan itu berbeda Ketua Umum Dewan Syura DPP PKB KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menilai bahwa pemberantasan korupsi cenderung tebang pilih, khususnya pada orang dekat mantan Presiden Megawati Soekarnoputri.

Mahfud mengatakan hal itu, usai menghadiri dialog dengan tukang ojek dan tukang becak di Jalan Niaga, Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/4) malam. Bahkan menurutnya, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Presiden SBY jauh lebih baik dibandingkan periode sebelumnya. “Justru saya melihat pemberantasan tindak pidana korupsi saat ini jauh lebih bagus ketimbang kepemimpinan Megawati,” ujarnya.

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahfud MD: SBY Sudah Proporsional Tangani Korupsi

Dijelaskan, pemberantasan korupsi di era pemerintahan Megawati kurang bergaung. Indikasinya, terlihat dari minimnya pejabat publik yang diseret ke meja hijau. “Kalau dulu izin pemeriksaan pejabat publik seperti gubernur, tidak langsung diteken. Sekarang kan relatif lebih cepat. Presiden SBY langsung meneken permintaan izin pemeriksaan terhadap pejabat, seperti Abdullah Puteh (Gubernur NAD, Syaukani (Bupati Kutai Kertenegara), dan sebagainya,” terang Mahfud.

Karena itu, dia tidak setuju dengan pendapat sebagian pengamat, termasuk Gus Dur, yang menilai Presiden SBY terkesan tebang pilih dan hanya mengincar orang-orang rezim Megawati. Menurutnya, tudingan itu tidak sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Dia menilai, Presiden SBY tidak pandang bulu memerangi pelaku korupsi.

“Era pemerintahan Megawati hampir tidak ada mantan pejabat yang diperiksa. Bahkan, Megawati terkesan menghalang-halangi pemeriksaan seperti yang dialami Abdullah Puteh. Tapi, begitu SBY naik, Abdullah Puteh langsung diperiksa. Begitu pun dengan mantan pejabat lainnya,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain itu, Mahfud melihat tidak ada nuansa dendam dari SBY terhadap orang-orang Megawati, seperti banyak diberitakan media massa. “Rokhmin Dahuri (mantan Menteri Kelautan) dan Widjanarko Puspoyo (mantan Dirut Bulog) merupakan pejabat sejak era Gus Dur, bukan hanya orangnya Megawati,” paparnya.

Namun demikian, Mahfud tetap melihat adanya kelemahan pemberantasan korupsi di Indonesia pada era SBY. Indikasinya, penanganan korupsi belum berani menyentuh pejabat yang masih aktif. Padahal, banyak pejabat negara yang diduga tersandung korupsi dalam jumlah tidak sedikit.

“Beberapa pejabat yang nyata-nyata melakukan tindak korupsi lepas dari proses hukum. Yang diproses hanya mereka yang tidak lagi menjabat,” tandasnya.

Kondisi tersebut, menurut Mahfud, mengindikasikan adanya pengaruh kekuasaan yang masih dominan di negeri ini. Dengan kekuatan yang dimiliki, seorang pejabat bisa membeli hukum. Bahkan, katanya, hal itu tidak hanya dilakukan oleh pejabat di daerah, tapi juga di pusat. Sayangnya, pakar hukum dari UII Jogjakarta ini tidak bersedia menyebutkan nama-nama pejabat dimaksud. (gpa/sbh)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Nahdlatul, Quote KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Magelang, KOKAM Tegal. Direktur pesantren Entrepreneur (Partner) KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengajak para jemaah selapanan untuk menghormati manusia sebagai ciptaan Allah. Menurut Gus Yusuf, dalam bergurau terhadap sesama perlu menjaga batas-batas kehormatan orang lain.

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Yusuf: Boleh Guyonan Asal Tidak Menjatuhkan

Kalau memandang manusia hanya dari sisi wujudnya, maka kita keliru besar, kata Gus Yusuf. Di sisi lain kita harus kita harus melihat bahwa manusia salah satu ciptaan Allah.

"Jangan sampai kita mengolok-olok ciptaan Allah," ujar Gus Yusuf di hadapan puluhan santri dan alumni santri Partner yang mengawali pengajiannya dengan mujahadah di aula Partner, Kamis (19/2) malam.

KOKAM Tegal

Ini adalah salah satu cara kita menghormati orang lain. Bolehlah kita bergurau dengan sahabat kita, namun mengambil bahan dari tingkah laku mereka bukan dari sesuatu yang asli ciptaan Allah.

“Seharusnya kita guyon dengan ilmu, tidak asal lucu. Sebagaimana Rasulullah juga seorang humoris dalam kisah nenek tua yang tidak mungkin masuk surga,” kata Gus Yusuf yang kini diamanahkan sebagai Wakil Ketua PP RMI NU.

KOKAM Tegal

Kita, tandas Gus Yusuf, harus menjaga ritme agar menjadi orang baik baik dalam serius maupun bergurau.

Pengajian setiap malam Jumat Kliwon ini, membuka dialog-dialog keagamaan dan kewirausahaan untuk pertama kalinya setelah setahun berjalan. Selain santri dan alumni, hadir juga sejumlah pengusaha yang berdomisili di Magelang dan sekitarnya. Pengajian Selapanan malam Jumat Kliwon ini menjadi ajang ngudo roso berbagai kalangan untuk saling berbagi dalam forum ini.

Partner merupakan pesantren dengan konsep usaha sebagai tumpuan pengembangan santri. Mulai Oktober 2010 Partner secara resmi menampung alumni santri Asrama Perguruan Tinggi Tegalrejo yang berminat dalam bidang wirausaha. (M Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Olahraga, Quote KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Odang dan Odong-odong

Entah apakah masih ada yang tahu kalau Odang adalah namanya yang sebenarnya. Dia lebih sering dipanggil dengan nama Paklik Odong-Odong. Itu karena kini dia lebih dikenal sebagai tukang odong-odong yang selalu dinanti oleh anak-anak di kompleks sini.

Sudah sekitar dua tahun Odang menjadi tukang odong-odong. Kini, Odang sudah bisa lebih menikmatinya, bisa tertawa dan bercanda dengan anak-anak atau ibu-ibu yang mengantarkan anaknya. Awalnya Odang hanya terpaksa—siapa juga yang mau menjadi tukang odong-odong kalau tidak terpaksa? Menjadi tukang odong-odong bukan cita-citanya—tentu saja. Dulu, ketika masih SMA, Odang ingin menjadi guru.

Odang dan Odong-odong (Sumber Gambar : Nu Online)
Odang dan Odong-odong (Sumber Gambar : Nu Online)

Odang dan Odong-odong

Odang terlahir bukan dari keluarga yang berada, meski juga tidak miskin sekali. Setidaknya, dia bisa bersekolah sampai tuntas SMA dan punya keinginan untuk kuliah. Untuk itu dia datang ke Surabaya, demi menempuh pendidikan tinggi di sebuah perguruan tinggi swasta, jurusan guru Bahasa Indonesia. Odang ingin menjadi guru. Dalam benaknya ketika itu, menjadi guru adalah cita-cita tinggi yang tampaknya masih bisa digapainya.

 

Menjadi dokter atau insinyur rasanya tidak mungkin, karena kelihatannya membutuhkan biaya besar. Kalau menjadi guru, guru tidak butuh peralatan aneh-aneh yang harus dibeli untuk mengajar. Paling-paling hanya spidol, pulpen, pensil, dan buku. Walaupun dia tahu seorang guru tidak digaji besar, yang artinya tidak akan membuatnya kaya raya, Odang tidak mempermasalahkannya. Toh dari awal dia juga bukan orang kaya. Setidaknya, profesi guru bisa membuat hidupnya berkecukupan dan memberi posisi sosial yang lebih tinggi daripada profesi bapaknya yang seorang petani.

Sesederhana itu dia berpikir

KOKAM Tegal

Namun, apalah daya? Sekarang, cita-cita itu harus dia relakan juga. SPP kuliah jurusan guru memang tidak sebesar jurusan kedokteran, namun masih tetap lebih besar daripada SMA. Orang tuanya di kampung tidak bisa membantunya karena adik-adiknya juga butuh biaya. Dulu, dia pikir dengan bekerja sambilan bisa menutup biaya kuliahnya. Saat kuliah semester pertama, dia kuliah sambil berjualan bakso, yang dia ambil dari seorang juragan. Tapi, rupanya penghasilannya jualan bakso tidak cukup untuk membayar SPP ditambah dengan biaya kehidupan sehari-harinya di Surabaya.

KOKAM Tegal

Semester kedua dia mulai menunggak uang kuliah. Awalnya dia masih mendapat toleransi. Tapi ketika akhirnya semester keduanya berakhir dan dia tetap tidak mampu menutup tunggakannya—apalagi untuk mencicil biaya semester depan—dia terpaksa berhenti. Odang sempat berpikir dengan bekerja lebih keras, nantinya dia akan bisa mengumpulkan lebih banyak uang untuk kembali ke bangku kuliah. Tapi rupanya tidak semudah itu. Hingga kini, lima tahun berselang, Odang bahkan belum menutup tunggakan SPPnya yang dulu.

Dua tahun yang lalu Odang berhenti berjualan bakso. Juragan bakso yang baksonya dia jajakan mendadak menghentikan usahanya karena terlilit hutang yang tidak ada hubungannya dengan dagang bakso—usaha baksonya sebenarnya cukup lancar, tapi juragan itu punya kebiasaan buruk di luar. Masih beruntung Odang bisa dengan cepat mendapatkan pekerjaan pengganti. Tidak lebih baik memang, tapi juga tidak terlalu buruk. Sejak saat itu dia menjadi tukang odong-odong.

Odang mengayuh odong-odongnya berkeliling kompleks dengan iringan lagu anak-anak yang bukan kegemarannya. Pemuda dari desa itu harus menahan malu. Hatinya menggerutu. Ternyata menjadi tukang odong-odong lebih berat daripada berjualan bakso. Ketika berjualan bakso, dia memiliki pelanggan yang lebih beragam. Laki-laki perempuan, tua muda, dan masih sering bertemu dengan pemuda-pemuda sebayanya. Sesekali dia juga didatangi gadis-gadis, yang sedikit-sedikit biasa dia godai.

Namun ketika menjadi tukang odong-odong, dia hanya bertemu dengan anak-anak dan ibu-ibu. Jarang sekali ada bapak-bapak yang menemani anaknya bermain odong-odong. Memang kadang-kadang ada juga kakak perempuan yang cukup manis, yang mengantarkan adiknya naik odong-odong. Tapi, jangankan menggoda. Melirik sedikit saja pasti sudah dicibir oleh ibu-ibu. Sementara, dicibir oleh ibu-ibu adalah masalah yang jauh lebih besar daripada dimaki oleh bapak-bapak.

Lambat laun, Odang mulai meninggalkan rasa malunya. Pelan-pelan dia menerima kenyataan bahwa suka tidak suka dia kini adalah seorang tukang odong-odong. Sedikit-sedikit dia belajar mensyukuri dan menikmati pekerjaannya. Dia juga sudah melupakan keinginan untuk kembali ke bangku kuliah dan menjadi guru.

Bersama dengan terlupakannya cita-citanya itu, terlupakan pula nama Odang. Kini, Odang lebih tenar dipanggil Paklik Odong-Odong. Dialah tukang odong-odong kesayangan anak-anak di kompleks ini, yang selalu menjanjikan kesenangan dengan harga lima ribu saja. Anak-anak senang dengan bentuk kuda-kudaan lucu yang bisa bergoyang-goyang mengikuti irama lagu.

Ibu-ibu senang bisa menenangkan rengekan anak bawelnya. Meski kadang-kadang ada juga ibu-ibu yang kesal karena tahu-tahu anaknya ketagihan naik odong-odong, tapi ketika melihat anak-anak girang di atas punggung kuda-kudaan, tak ayal mereka tersenyum juga.

Kini, Odang mungkin tidak akan menjadi guru. Tapi, siapa tahu? Nanti, ketika anak-anak itu mulai besar dan masuk sekolah, kemudian bertemu dengan guru Bahasa Indonesia, mungkin mereka akan menuliskan tentang Odang dan odong-odongnya di tugas mengarang pertama mereka.

Hasan Irsyad, penulis tinggal di Sidoarjo, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Dasar Hukum Puasa Rajab

Islam memberi ruang seluas mungkin kepada pengikutnya untuk beribadah. Selain diperintah mengerjakan ibadah wajib, umat Islam dianjurkan pula melaksanakan ibadah sunah. Kendati pintu ibadah dibuka lebar, namun amalan yang dilakukan mesti mendapat legitimasi di dalam syariat.

Di antara ibadah yang kerap kali dipermasalahkan ialah puasa Rajab. Sebagian orang berpendapat bahwa puasa Rajab tidak diperbolehkan, alias bid’ah, karena tidak ada dalil spesifik yang membolehkannya. Bahkan, hadits-hadits keutamaan puasa di bulan Rajab kebanyakan dhaif dan maudhu’.

Dasar Hukum Puasa Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
Dasar Hukum Puasa Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

Dasar Hukum Puasa Rajab

Namun apakah kelemahan dalil tersebut berdampak pada ketidakbolehan puasa di bulan Rajab? Jawabannya tentu tidak. Pertanyaan hukum puasa Rajab pernah ditanyakan Utsman bin Hakim kepada Sa’id Ibnu Jubair. Dialog kedua orang ini direkam oleh Imam Muslim bin Hajaj dalam kitab Shahih-nya.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya, "Utsman bin Hakim al-Anshari berkata, ‘Saya pernah bertanya kepada Sa’id Ibnu Jubair terkait puasa Rajab dan kami pada waktu itu berada di bulan Rajab. Said menjawab, ‘Saya mendengar Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Rasulullah SAW berpuasa (berturut-turut) hingga kami menduga Beliau SAW selalu berpuasa, dan Beliau tidak puasa (berturut-turut) sampai kami menduga Beliau tidak? puasa,’” (HR Muslim).

KOKAM Tegal

Terkait hadis ini, khususnya jawaban Sa’id Ibnu Jubair saat ditanya hukum puasa Rajab, Imam An-Nawawi dalam Al-Minhaj Syarah Shahih Muslim berpendapat sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Istidlal yang dilakukan Sa’id Ibnu Jubair menunjukan tidak ada larangan dan kesunahan khusus puasa di bulan Rajab. Hukumnya disamakan dengan puasa di bulan lainnya, sebab tidak ada larangan dan kesunahan khusus terkait puasa Rajab. Akan tetapi hukum asal puasa adalah sunah. Di dalam Sunan Abu Dawud disebutkan Rasulullah SAW menganjurkan puasa di bulan haram (bulan-bulan terhormat). Sementara Rajab termasuk bulan haram.”

Berdasarkan pendapat Imam An-Nawawi ini, hukum puasa di bulan Rajab adalah sunah. Pendapat ini berpatokan pada hukum asal puasa itu sendiri, boleh dilakukan kapan pun kecuali pada hari-hari yang diharamkan untuk berpuasa seperti hari raya Idhul Fitri dan Idhul Adha.

Di samping itu, terdapat hadits yang dikutip oleh Abu Dawud di dalam Sunan-nya yang menunjukan anjuran (kesunahan) puasa di bulan haram. Sementara Rajab termasuk bulan haram. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote KOKAM Tegal

Bupati Brebes Janji Perhatikan Penuh Pendidikan Islam

Brebes, KOKAM Tegal. Bupati Brebes Hj Idza Priyanti mengakui, pendidikan yang berbasis agama Islam akan memberikan pondasi yang kuat bagi kelangsungan hidup anak-anak menuju kehidupan yang lebih baik dan sukses.

“Tanpa pondasi agama, kehidupan manusia tidak terarah,” ujar Idza ketika memberikan sambutan pada halal bihalal keluarga besar Kementerian Agama, di Pendopo Brebes, sabtu (9/8) lalu.

Bupati Brebes Janji Perhatikan Penuh Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes Janji Perhatikan Penuh Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes Janji Perhatikan Penuh Pendidikan Islam

Untuk itu, Idza bertekad akan memperhatikan sepenuh hati keberadaan lembaga pendidikan agama maupun pengelolanya, seperti guru dan sarana prasarana pendidikan sesuai aturan yang berlaku. “Pemkab tidak menutup mata dengan sumbangsih guru agama maupun ulama dalam turut mencerdaskan anak-anak bangsa di Kabupaten Brebes,” terang Bupati.

KOKAM Tegal

Ketua Panitia Abdul Rosid menjelaskan, halal bihalal diikuti 283 orang yang terdiri dari kepala dan guru Raudlatul Athfal 81 orang, kepala dan Guru MI 116 orang dan guru Pendidikan Agama Islam sebanyak 86 orang. “Mereka menjadi sumber ilmu dalam pembelajaran agama di sekolah dan menjadi ulama di masyarakat,” terang Rosid.

KOKAM Tegal

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Sukaryono dari Tegal menyampaikan tausiyah dengan gaya yang kocak. Ustadz yang pandai memainkan mulutnya dengan bunyi nada berbagai alat musik itu menjadikan hadirin segar dan kerap terbahak.

Dia menjelaskan pentingnya menjaga silaturahmi diantara sesama karena bisa dilapangkan rejeki dan dipanjangkan umurnya.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Brebes H Moh Aqso menjelaskan tentang keterlambatan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) madrasah. Keadaan tersebut tidak hanya menjadi masalah bagi Kabupaten Brebes saja, tetapi di seluruh Indonesia. Justru Kabupaten Brebes beruntung karena bisa merealisasikan dana tersebut pada triwulan 1.

Menurutnya, tertundanya bantuan itu karena erat kaitannya dengan kebijakan di Kementerian Keuangan yang menerapkan regulasi baru soal BOS. "Ini karena ada kebijakan Kemenkeu terkait BOS yang dulunya menggunakan akun 57 atau akun bantuan sosial. Sementara sekarang akun BOS itu adalah akun 52 atau untuk belanja barang," kata Aqso.

Dua akun itu, lanjutnya, memiliki perbedaan mendasar yaitu terkait mekanisme penyaluran dana. Akun 57 merupakan akun bansos yang tidak membolehkan penyaluran dana akun secara rutin. "Esensi bansos juga untuk bantuan sewaktu-waktu bukan untuk hal yang rutin," kata dia.

BOS, kata Aqso, disalurkan secara rutin ke sekolah, termasuk madrasah yang ada di bawah naungan Kemenag.

Dia mengatakan BOS lewat akun 52 membuat penyalurannya membutuhkan proses yang relatif lama. "Prosesnya penyalurannya tidak sederhana, tidak hanya terkait pembukuan, pencatatan tapi juga sumber daya manusianya, karena yang menindaklanjuti BOS itu harus PNS. Tidak semua madrasah punya PNS cukup," kata dia.

Menteri Agama, kata Aqso, tengah mengusahakan dan optimis dana BOS tetap dapat dicairkan secepatnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Sunnah, Quote KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Dakwah Perlu Kontektualisasi

Jakarta, KOKAM Tegal. Perubahan situasi dan lingkungan masyarakat perlu diantisipasi oleh para dai dalam menjalankan dakwahnya. Ajaran agama harus dikontekstualisasi sesuai dengan kondisi yang ada saat ini.

Wakil Rais Aam PBNU KH Tolchah Hasan menjelaskan terdapat ayat-ayat yang memang sifatnya permanent, namun juga terdapat ayat yang dipengaruhi oleh kondisi tempat dan waktu.

Sabtu, 02 Desember 2017

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby

Bondowoso, KOKAM Tegal. Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah.

Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan.

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby

Jalan itu yang dipilih oleh KH Muhammad Yasin alias Gus Yasin, salah seorang pengasuh di Pesantren Al Qurthuby, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jatim.

KOKAM Tegal

"Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau," katanya.

Lewat bisnis, Gus Yasin yang kini dipilih menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jatim ini, mengajarkan bagaimana berperilaku jujur secara langsung, bukan hanya kata-kata. Kejujuran adalah landasan utama yang diajarkan oleh Rasulullah dalam menjalankan bisnis.

KOKAM Tegal

"Rasulullah juga mengajarkan bagaimana memanaj bisnis dengan baik. Inilah yang kami ajarkan juga dalam bisnis di kalangan santri," kata alumni Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang ini.

Lelaki asal Jawa Tengah yang aktif berbisnis mulai dari buku, karpet, pakaian sejak di pesantren itu mengemukakan bahwa masuknya Islam ke Indonesia yang disebarkan oleh para wali itu juga menggunakan media bisnis.

"Ini yang selama ini sangat jarang disentuh oleh dunia pesantren, sehingga ilmu santri ketika keluar dari pesantren banyak yang tidak dimanfaatkan maksimal. Coba, berapa santri yang keluar dari pesantren kemudian menjadi kiai? Paling hanya yang anaknya kiai saja atau menjadi menantunya kiai," ucapnya, tertawa.

Ia mengemukakan lewat kiprahnya ini, termasuk di HIPSI diharapkan kalangan santri lebih berdaya, sehingga tidak ada kesan lagi bahwa seorang santri hanya bertugas mengimami shalat atau memimpin doa.

Agar menjadi contoh yang baik, selain mengajarkan kepada santri untuk memiliki jiwa entrepreneur, ia sendiri juga aktif berbisnis di berbagai bidang, terutama agrobisnis.

Para santri Al Qurthuby yang umumnya berasal dari keluarga tidak mampu, tidak dibiarkan terlena dengan subsidi biaya dari pesantren. Mereka digugah mengenai berbagai potensinya untuk menjadi pengusaha, sebagaimana juga dilakukan oleh Rasulullah.

Santri di Pesantren Al Qurthuby yang didirikan oleh almarhum KH Moch Qurtubi Zein ini diajarkan bisnis sesuai minatnya masing-masing. Ada yang di pertanian, peternakan, atau pertokoan yang di lokasi pondok didirikan toko swalayan untuk tempat praktik sekaligus.

"Alhamdulillah, orang tua santri di sini sangat senang anak-anaknya diajari berusaha sehingga selulus dari pondok tidak bingung mencari pekerjaan. Mereka kami ajari berbisnis dengan landasan berbuat baik kepada sesama, terutama lewat zakat dan sedekah. Kami tanamkan juga jiwa kedermawanan," katanya.

Ia menceritakan bahwa almarhum KH Qurtubi sendiri semasa hidupnya juga dikenal sebagai kiai yang memiliki banyak usaha, terutama di bidang pertanian.

Pesantren yang berdiri pada 2006 itu kini memiliki 300-an santri yang 200 di antaranya menetap di lokasi pondok. Saat ini pondok yang juga memiliki usaha klinik kesehatan tersebut dilengkapi lembaga pendidikan PAUD hingga SMA.

Seiring kiprahnya di HIPSI, Gus Yasin berharap agar para santri dibangunkan kemampuannya untuk berdakwah lewat bisnis. HIPSI sendiri memiliki program mencetak sejuta santri pengusaha di Indonesia.

"Lewat HIPSI kami ingin mengubah pola pikir tentang santri yang selama ini hanya diidentikkan dengan pintar mengaji, tukang mengimami shalat dan lainnya. Santri harus berdaya secara ekonomi," paparnya.

Ia mengemukakan bahwa lewat wirausaha, umat diajak berihtiar untuk menyeimbangkan diri antara dunia dan akhirat. Kalau hanya urusan akhirat terus, dikatakannya kurang baik juga dan sebaliknya, kalau urusan dunia terus maka akan menjadi "panas".

Gus Yasin, mengemukakan bahwa HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini, Pasuruan, ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain juga akan menyusul untuk pendiriannya.

"Saat deklarasi di Al-Yasini ada sekitar 40 santri yang kami cuci otaknya agar memiliki jiwa wirausaha. Kami datangkan mentor-mentor yang berpengalaman, dari Jakarta dan Surabaya untuk membimbing para santri itu," katanya.

Di Bondowoso sendiri, pihaknya sudah mengumpulkan 300-an santri dari berbagai pesantren yang dididik memiliki jiwa wirausaha. Diharapkan mereka setelah lulus dari pesantren, tidak lagi bingung mencari kerja, melainkan justru bisa membuka lapangan pekerjaan.

Menurut dia, HIPSI yang berada di bawah "Rabithah Maahid Islamiah" (RMI) atau organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri.

"Selain itu juga menjadi institusi pendidikan nonformal berkualitas yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif," katanya.

Misi lainnya adalah menyinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Sementara itu pendiri komunitas Internet Cerdas Indonesia (ICI) Rahmat Saputra yang banyak mendidik masyarakat memanfaatkan internet untuk bisnis mengemukakan bahwa para santri memiliki potensi untuk berjiwa entrepreneur. Apalagi saat di pesantren mereka sudah dididik untuk selalu mandiri.

Karenanya, alumni pesantren Salafiyah Assyafiiyah, Asembagus, Situbondo, ini mengapresiasi langkah Gus Yasin dan HIPSI. Diharapkan gerakan ini menjadi titik awal kebangkitan umat Islam di masa mendatang. 

Reaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Quote KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Bojonegoro, KOKAM Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Festival Keanekaragaman Makanan dan Minuman Berbahan Baku Lokal, Ahad (12/3). Acara berlangsung meriah di Balai Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor.

Sejak pagi, perwakilan masing-masing peserta sudah berdatangan secara kelompok dari ranting desa-desa yang ada di Kecamatan Kanor. Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Ketua PAC Fatayat NU Kanor Hj. Enik Suswatin menjelaskan, hampir semua ranting di Kecamatan Kanor mengikuti festival ini. Mereka saling berkompetisi secara sehat dalam hal menghasilkan produk masakan. "Untuk juaranya nanti akan dikirim ke tingkat cabang yang akan digelar festival serupa di akhir Maret nanti," jelas Enik.

KOKAM Tegal

Ditambahkan, selama ini kader Fatayat NU juga menjadi penopang keluarga melalui masakannya. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini potensi lokal di masing-masing desa yang selama ini belum tergarap maksimal bisa lebih menonjol. Bahan-bahan lokal bisa dijadikan makanan dan minuman yang lezat, unik, dan memiliki daya jual tinggi. Sehingga, katanya, keterampilan masak tersebut bisa menjadikan kader produktif dan mandiri.

Sementara itu Kepala Desa Nglarangan Abdul Wahid mengaku sangat bangga Balai Desa Nglarangan dipakai acara Fatayat NU. Sebab, organisasi sebesar Fatayat NU cukup bisa membuat masyarakat lebih maju dan berdaya saing. "Sehingga makanan yang dihidangkan ke anak-anak bisa lebih bergizi dan sehat. Apalagi, bahan yang dipakai memasak adalah dari lokal," tegasnya.

KOKAM Tegal

Camat Kanor Subiyono menjelaskan, festival masakan kali ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan. Sebab, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) harus terus didukung semua pihak. Terutama seperti organisasi Fatayat NU yang sangat luar biasa dengan masakan khas berbahan lokal.

"Masakan dengan bahan lokal tidak kalah gizinya oleh bahan internasional. Jadi perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan, agar generasi mendatang lebih sehat dan cerdas," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Nasional, Quote KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jumat (23/9) pukul 13.00 WIB akan mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi (DPPK) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta Pusat.

"Bada Jumat, Kiai Said akan mengukuhkan kepengurusan Sarbumusi masa khidmat 2016-2021," ujar Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Jumat (23/9).

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini

Sebagai organisasi perburuhan tertua yang dilahirkan pada tanggal 27 September 1955 dan merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU), kekuatan Sarbumusi, imbuh Syaiful, tidak hanya terletak pada historis organisasinya saja tetapi dalam tata kelola dan profesionalisme kerja organisasi sebagai organisasi buruh yang professional dan secara rutin dan berkesinambungan melakukan penguatan peran dan posisi buruh.

"Termasuk pembelaan dan advokasi perselisihan hubungan industrial, pendampingan dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan advokasi serta mendorong regulasi ketenagakerjaan yang memberikan keadilan dan kesejahteraaan buruh," kata dia lagi.

KOKAM Tegal

Pasca pelantikan Sarbumusi akan menggelar Rapat Kerja Nasional ke-I Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarbumusi NU. Tema diambil, menurut Syaiful, adalah Reposisi Gerakan Sarbumusi NU dalam Politik Perburuhan Nasional dan Internasional.

"Hal tersebut adalah vital yang akan kami bahas. Dalam koridor hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, Insya Allah sejumlah upaya Sarbumusi sedikit banyak dirasakan bermanfaat bagi dunia perburuhan maupun dunia usaha di Indonesia. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan melakukan peningkatan upaya maslahat bagi buruh," demikian Syaiful Bahri Anshori. (Gatot Arifianto/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Quote KOKAM Tegal

Sabtu, 11 November 2017

Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban

Bila Idul Fitri identik dengan zakat fitrah, maka Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban. Kedua hari besar tersebut, baik Idul Fitri maupun Idul Adha, sebenarnya momentum untuk berbagi dengan sesama manusia.

Sebab itu, pada hari raya Idul Fitri kita diwajibkan membayar zakat sebelum Shalat Id dilangsungkan, dan pada hari Idul Adha dianjurkan bagi orang yang mampu menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya kepada orang lain.

Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Paling Baik Sembelih Hewan Kurban

Ulama berbeda pendapat terkait awal waktu dan batas waktu penyembelihan hewan kurban, serta kebolehan menyembelih hewan kurban di malam hari. Akan tetapi, menurut Syeikh Wahbah Az-Zuhaily, seluruh ulama sepakat bahwa waktu paling baik menyembelih hewan kurban ialah hari pertama setelah Shalat ‘Id sampai sebelum tergelincir matahari atau sebelum masuk waktu shalat Zuhur.

KOKAM Tegal

Syeikh Wahbah Az-Zuhaily dalam Fiqhul Islami wa Adillatuhu mengatakan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya, “Ada perbedaan pendapat ulama fikih terkait awal dan akhir waktu penyembelihan hewan kurban, serta kemakruhan menyembelih di malah hari. Tetapi, mereka seluruhnya sepakat bahwa waktu utama menyembelih kurban ialah hari pertama sebelum tergelincir matahari, karena hal itu sunah.”

Kesunahan waktu penyembelihan ini didasarkan pada hadits riwayat Al-Bara’ bin ‘Azib bahwa Rasulullah SAW berkata.

? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sungguh yang pertama kali kami lakukan pada hari ini ialah shalat, kemudian kami pulang dan setelah itu menyembelih hewan kurban. Siapa yang melakukan hal demikian (menyembelih setelah shalat), maka dia telah memperolah sunah kami. Tetapi siapa yang menyembelih sebelum itu, maka penyembelihannya itu sebatas menyembelih untuk keluarganya sendiri dan tidak dianggap ibadah kurban,” (HR Al-Bukhari).

Kendati waktu penyembelihan kurban ada empat hari, dimulai dari tanggal 10 sampai 13 Dzulhijah, tetapi lebih baiknya penyembelihan hewan kurban dimulai pada hari pertama sebelum tergelincir matahari agar memperoleh kesunahan.

Tetapi perlu diingat, seluruh ulama sepakat bahwa tidak boleh menyembelih hewan kurban sebelum Shalat Id dilaksanakan. Bagi siapa yang menyembelih pada waktu itu, maka penyembelihan itu tidak dianggap ibadah kurban. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, Aswaja KOKAM Tegal

Kamis, 09 November 2017

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni

Demak, KOKAM Tegal. Sebanyak 206 siswa kelas XII MA Futuhiyah 2 Mranggen, Demak membuat karya lukis  panorama dan kaligrafi dengan aneka model sebagai tugas akhir. Mereka yang mengelompok dengan anggota 4-6 siswa, memamerkan karya seni murni itu dalam acara “Ajang Pamer Seni Murni 2014”.

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni

"Kegiatan seni harusnya rutin diselenggarakan karena sangat penting untuk menjaga keseimbangan kemampuan otak kanan dan kiri,” kata guru mata pelajaran seni Lukman Hakim di sela penyelenggaraan pameran di halaman MA Futuhiyyah 2 Mranggen, Demak, Kamis (20/3).

Lukman yang juga dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan menambahkan, jika siswa hanya belajar teori saja, maka mereka akan kehilangan cita rasa seni yang tinggi.

KOKAM Tegal

"Setiap pribadi yang punya rasa seni, saat pengambilan keputusan dan kebijakan, dalam langkah-langkahnya pasti mengandung keindahan. Seni akan membuat kita menjadi kreatif dan inovatif, siap menghadapi tantangan," lanjutnya.

KOKAM Tegal

Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan seni siswa di MA Futuhiyyah 2 Mranggen sangat banyak, salah satunya adalah kegiatan ‘Ajang Pamer Seni Murni’ ini yang merupakan bagian dari tugas akhir yang harus diikuti oleh setiap siswa-siswi kelas XII MA Futuhiyyah 2 Mranggen.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat menjadi kesempatan siswa untuk mengasah kemampuan dalam mengekspresikan seni dan bermanfaat bagi civitas akademika madrasah,” harap Lukman Hakim mengakhiri. (Ahmad Dliya’uddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, RMI NU KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga

Jakarta, KOKAM Tegal. Lebih dari empat ribu warga masyarakat menghadiri acara silaturrahim yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan bangsa (DPP PKB) di komplek Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, yang diasuh oleh Ketua Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahad (18/2). Forum yang sebelumnya disebut sebagai pertemuan para kiai kampung itu dihadiri oleh para pengurus masjid, musholla dan majelis ta’lim se-Jabotabek dan perwakilan dari pengurus wilayah PKB Jawa Tengah, Jawa Barat, Yogyakarta dan Jawa Timur.

“PKB melayani para kiai-kiai kampung yang selama ini tidak didengarkan. Kita berharap pertemuan semacam ini berlanjut sampai ke cabang-cabang seluruh Indonesia,” kata Ketua Dewan Tanfidz DPP PKB Muhaimin Iskandar saat memberikan sambutan.

Acara silaturrahim itu diberi tajuk “Majelis Silaturrahim Ulama Rakyat dan Ngaji Bersama Gus Dur.” Sejumlah kiai hadir memimpin istighatsah dan doa bersama antara lain KH Nuril Huda yang juga ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), KH Lukman Hakim, KH Ali hanafiyah, KH. Hamdun, KH Abdul Aziz Mansyur, KH Jamaluddin Bustomi, KH Manarul Hidayat, dan KH Aminullah Muchtar. Sementara doa pamungkas dipimpin oleh Tuan Guru Turmudzi dari Nusa Tenggara Barat.

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Silaturrahim “Kiai Kampung” Dihadiri Ribuan Warga

Beberapa artis ibu kota seperti Rano Karno, Basuki dan Akri Patriyo juga hadir memeriahkan dan menghibur hadirin. Acara inti “Ngaji bersama Gus Dur” dipandu oleh pelawak Akri Patrio yang tampil dengan guyonan-guyonan andalannya. “Saya ini memang pelawak tapi Gus Dur itu embahnya pelawak,” kata Akri mengawali pengajian.

Istilah kiai kampung itu sendiri, kata Gus Dur saat memberikan pengajian, tidak dibuat secara khusus untuk acara silaturrahim kali ini. Menurut Gus Dur istilah kiai kampung itu muncul saat digelar pengajian di Nganjuk, Jawa Timur, beberapa hari yang lalu yang juga dihadiri oleh ribuan warga dan para kiai kampungnya.

“Bukan saya yang mengatakan ada kiai begini dan begitu. Kalau ada yang menganggap saya membuat dikotomi antara kiai kampung dan kiai sepuh itu konyol. Itu namannya tidak tahu asbabun nuzul-nya. Kalau ada istilah kiai kampung dan kiai sepuh ya memang sudah ada begitu,” kata Gus Dur disambut tawa hadirin.

KOKAM Tegal

Dikatakan forum silaturrahim di Pesantren Ciganjur yang rencananya akan diadakan tiga bulan sekali itu bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat terutama dari para kiai dan pemimpin masyarakat yang selama ini hampir tidak didengar suaranya oleh para wakil rakyat. Sementara, kata Gus Dur, para ulama kenamaan yang sering muncul di televisi telah dikapitalisasi oleh industri hiburan sehingga lebih sering menjadi tontonan dari pada menjadi penyampai lidah ummat. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Quote, Nahdlatul, Internasional KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock