Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Jakarta, NU.Online
Dunia usaha mempertanyakan landasan syariah pungutan dalam penerapan labelisasi halal pada produk yang beredar di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tepung Indonesia (Aptindo) F Welirang di Jakarta, Senin, mengatakan pada dasarnya tidak seorang pun menentang tujuan sertifikasi dan labelisasi halal yang ingin memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang halal.

Kontroversi tentang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Produk Halal (JPH) dipicu pengenaan biaya pada setiap kemasan. Menurut dia, penerapan pungutan labelisasi halal harus dikembalikan kepada landasan hukum yang berlaku, baik perundang-undangan di Indonesia maupun hukum syariah.

Undang-Undang (UU) No 7/1996 tentang Pangan dan PP No 69/1999 tentang Iklan dan Label Pangan, serta UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah cukup jelas dan tegas mengatur hal tersebut. Pungutan labelisasi halal dinilainya justru akan menimbulkan persoalan syariah, walaupun dengan alasan kepentingan pendapatan negara. Hal itu karena pungutan tambahan pada labelisasi halal akan berdampak pada naiknya biaya produksi dan akhirnya kenaikan harga produk.

Welirang mengutip Ketua Umum Ekonomi Syariah Iwan P Pontjowinoto yang menekankan bahwa dalam perniagaan harus ridho sama ridho. "Prinsip ridho sama ridho itulah yang perlu dikaji lebih jauh dalam praktik pengenaan biaya labelisasi halal".

Welirang juga mengatakan risiko dari pungutan labelisasi halal harus dilihat probabilitas apakah lebih banyak membawa manfaat atau kerugian. "Di situlah dapat dikaji seberapa besar risiko yang ditimbulkan oleh pengenaan biaya labelisasi halal dibandingkan manfaatnya," katanya. (Ant/cih)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Doa KOKAM Tegal

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Selasa, 06 Februari 2018

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

Jakarta, KOKAM Tegal. Ancaman ledakan jumlah penduduk di Indonesia akan menimbulkan banyak dampak negatif yang bahkan sulit untuk diramalkan. Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengusulkan untuk melakukan kembali sentralisasi urusan kependudukan.

“Diberbagai daerah, urusan kependudukan dan KB biasanya digabung dengan dinas lainnya dan pemda biasanya hanya mengucurkan dana yang kecil karena dianggap membebani APBD. Ini terjadi karena mereka kurang memahami aspek kependudukan yang dianggapnya hanya masalah administrasi,” tandasnya kepada KOKAM Tegal.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyadari potensi ledakan penduduk saat ia masih menjadi menteri. Namun upaya konsolidasi dan koordinasi dengan fihak terkait lainnya belum selesai ketika ia turun dari jabatannya.

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

“Nantinya beban pemerintah semakin berat karena harus menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan sampai dengan lapangan kerja,” imbuhnya.

Jika hal tersebut diatas tidak dapat diatasi, akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa seperti kriminalitas dan bahkan bisa menimbulkan bencana politik.

KOKAM Tegal

Hal-hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah berkaitan dengan kependudukan menurutnya adalah masalah mobilitas, kualitas dan kuantitas. “Saat ini konsentrasi penduduk di pulau Jawa dan tingginya tingkat urbanisasi, khususnya di Jakarta,” paparnya.

Sementara itu berkaitan dengan kualitas penduduk, Indonesia saat berada dalam peringkat 108 dalam Human Development Index, jauh dibawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand.

Berdasarkan data BPS, secara kuantitas, saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 220 juta dengan jumlah kelahiran bayi sekitar 4 juta per tahun. “Meskipun ada otonomi daerah, tapi untuk urusan kependudukan, perlu ada pengecualian khusus karena beban pemerintah sudah berat,” tegasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Doa KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Jerusalem, KOKAM Tegal. Organisasi kebudayaan PBB mendeklarasikan sebuah tempat kuno di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang oleh kaum Muslim dan Yahudi dianggap suci bernilai sejarah, sebagai sebuah "Situs Warisan Dunia Palestina dalam Bahaya", Jumat (7/7/2017). Israel marah atas deklarasi yang dibuat oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut.

Badan dunia yang menggawangi persoalan pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan itu mengambil keputusan tersebut dalam pertemuan di Krakkow, Polandia, untuk menyatakan Hebron dan dua tempat suci yang berdekatan di jantungnya-Makam Kuno Yahudi dan Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi - sebagai milik Palestina.

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan hal itu merupakan "keputusan lain UNESCO yang bertentangan dengan kenyataan" dan mengatakan bahwa Israel akan "terus menjaga Gua Makhpela, untuk menjamin kebebasan beragama bagi siapapun dan menjaga kebenaran."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Reyad Al-Maliki mengatakan pemungutan suara itu bukti dari keberhasilan perjuangan diplomatik Palestina yang dilancarkan di semua lini menghadapi tekanan Israel dan Amerika Serikat atas negara-negara anggota (UNESCO)."

Hebron adalah kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki Israel dengan penduduk sebanyak 200.000 jiwa. Sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota tersebut dan selama bertahun-tahun kota itu telah menjadi tempat friksi antara kaum Muslimin dan Yahudi.

KOKAM Tegal

Kaum Yahudi meyakini bahwa Gua Makhpela adalah tempat Ibrahim, Ishak dan Yakub (Hebron disebut juga Kota Tiga Nabi) dan istri-istri mereka dimakamkan, kaum Muslimin yang seperti umat Kristiani, juga memandang Ibrahim sebagai Nabi, membangun masjid itu.

KOKAM Tegal

Tempat itu begitu penting dari sudut keagamaan dan juga bagi para pemukim Israel itu yang bertekad ingin memperluas kehadiran Yahudi di sana. Tinggal di jantung kota itu, mereka memerlukan keamanan ketat dengan sebanyak 800 tentara Israel melindungi mereka.

"Hanya dengan kehadiran Israel, seperti di Hebron, kebebasan beribadah dijamin bagi siapapun. Di manapun di wilayah Timur Tengah, masjid-masjid, gereja-gereja dan sinagog-sinagog diledakkan -- tempat-tempat dimana Israel tidak hadir," klaimnya seperti dilaporkan Reuters. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Habib, Doa KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

Jakarta, KOKAM Tegal. Globalisasi yang ditandai dengan lintas-batasnya negara-negara, liberalisasi, internasionalisasi dan? universalisasi adalah perubahan besar tata dunia. Persoalannya bukan lagi apakah globalisasi sebuah keniscayaan, akan tetapi bagaimana menghadapi itu.

Sesi kedua Halaqoh II Pra-Munas dan Konbes di Jakarta, Sabtu (8/7), membuka kembali perbincangan tentang globalisasi, universalisme dan HAM dalam perpektif NU. Bertindak sebagai pembicara, Guru Besar UIN Qodri Azizi, Ketua PBNU Fajrul Falakh dan? KH. Hasyim Muzadi.

Mengawali pembicaraan, Qodri Azizi mengungkapkan, globalisasi adalah proses yang dialami oleh sebuah peradaban besar bernama dunia. Kekhawatiran bahwa globalisasi adalah proyek besar negara-negara Barat sama sekali tidak beralasan.

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Betapa Gamangnya Menghadapi Globalisasi

“Kita tak mungkin bisa setuju atau tidak? menghadapi globalisasi. Dan globalisasi itu sebenarnya netral, hanya saja Barat saat ini memang mendominasi. Dalam sejarah sebenarnya globalisasi dimulai oleh Islam pada abad pertengahan,” kata Qodri Azizi.

Fajrul Falah menyoroti beberapa persoalan penting dalam globalisasi seperti terorisme, perdagangan orang dan obat-obat terlarang, penyebaran virus dan penyakit secara mendunia, perdagangan uang dan hak milik intelektual, serta ekspor-impor limbah beracun. Menurutnya, saat ini setiap bangsa panik dengan berbagai isu yang kemudian disebut sebagai isu dunia.

KOKAM Tegal

Dikatakan Dosen Fakultas Hukum UGM itu, ada tiga pilihan yang mau tidak mau harus dijalani oleh setiap bangsa yang “kalah” dalam persaingan global.

“Apakah bertahan atau uzlah seperti China dulu menerapkan "tirai bambo", apakah kita beradaptasi dengan kesiapan peralatan jejaring masyarakat sipil global, atau berintegrasi dengan kemungkinan menyerah dan larut, mewarnai, atau memimpin,” kata Fajrul.

Ketua Umum PBNU KH. Hasyim Muzadi berpandangan, globalisasi perlu dihadap dengan filter ketat. Menurutnya, tatanan nilai yang ada menjadi ukuran apakah suatu proses globalisasi dilanjutkan atau tidak.

KOKAM Tegal

“Kalau tidak? bertentangan ya nggak masalah sebagai bagian dari sebuah perkembangan, bahwa kata Nabi antum a’lamu bi’umuri dunyakum (kalian lebih mengerti urusan kalian sendiri: Red),” kata Hasyim.

Qodri Azizi menyangkal. “Kita jangan berfikir filter dulu,” katanya. Keinginan untuk membuat filter dapat menghambat kemajuan. Menut Qodri, berbicara filter adalah tanda-tanda kalah dalam berkompetisi. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Aswaja, Doa KOKAM Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari

Jakarta, KOKAM Tegal
Setelah pembukaan yang berlangsung malam ini, rangkaian acara workshop “Islam & Civil Society in The 21st Century: A Path to Transformation besok, Rabu, 22 Desember akan berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah dengan mengunjungi lokasi universitas dan juga diskusi. Rencananya akan berbicara besok Prof. Azyumardi Azra, Pangeran Dr. Nazrin Shah Ibni Sultan Azlan Shah dan Dato’ Sri Hishmmuddin Tun Hussein.

Pada hari Kamis, acara akan berlangsung di Hotel Shangri La. Diskusi akan dibagi dalam dua kelompok yang meliputi Evolution of The Madrasa/Pesantren oleh Dr. Nazeer Ahmad dan Social Reform in Muslim Society oleh Prof Yusuf Da Costa.

Selanjutnya sehabis makan siang akan dilangsungkan diskusi dengan tema Sufism and Civil Society oleh Dr. Vincent Cornell, Securing the Role of Women in Muslim Society oleh Dr. Rahma Bourqia.

Pada sore harinya acara dilanjutkan dengan topik The Primacy of Religious Pluralism Islam oleh Prof. Abdul Hakim Murad, Principles of Leadership in War and Peace oleh Shaykh Muhammad Hisham Kabbani dan Sharia and The Rule of Law oleh Dr. Hasyim Kamali. Malam harinya, akan dilakukan kunjungan ke Ponpes Assidiqiyah di Batu Ceper Tangerang.

Pada hari Jum’at yang merupakan hari terakhir, acara akan dilakukan di Universitas Islam Assyafiiyah. Diskusi yang akan berlangsung di sana bertema Islam and Civil Society Today oleh Dr. Datin Roziah Omar dan Dr. Vincent Cornell. Jumatan yang akan berlangsung di masjid universitas akan berlangsung dengan khatib Shaykh Hisyam Kabbani.Acara di Assyafiiyah masih akan terus berlangsung sehabis makan siang dengan pembicara Prof. Yusuf Da Costa dan Prof. Abdul Hakim Murad.

Setelah kembali ke Hotel, bagi mereka yang berminat, terdapat pemutaran film “Imam Ghazali Alchemist of Happiness yang akan berlangsung sekitar 80 menit di Medan Room Lt 3 Hotel Shangri La dengan pengantar oleh Prof. Abdul Hakim Murad.

Penutupan akan berlangsung pada jam 7 malam dengan pembicara Prof. Dr. Azyumardi Azra, Dato’ Seri Sharizat Abdul Jalil. Dr. Tuty Alawiyah dan H.M. Rozy Munir SE. Msc.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Doa KOKAM Tegal

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari

Jumat, 29 Desember 2017

Pimpin GP Ansor Madiun, Gus Anam Siap Rangkul Seluruh Kader

Madiun, KOKAM Tegal - Pengurus Cabang GP Ansor NU Kabupaten Madiun sukses menggelar Konferensi Cabang (konfercab) ke-VII, di gedung NU Center Kabupaten Madiun, Ahad (5/11). Forum musyawarah tertinggi ini memilih Khotamil Anam (Gus Anam) sebagai ketua masa khidmat 2017-2021.

Gus Anam menyatakan tekadnya untuk membawa gerbong organisasi GP Ansor Kabupaten Madiun menjadi lebih baik lagi. Dia menegaskan bahwa kepengurusannya nanti akan mengakomodasi seluruh kader yang ada. Para kader, lanjutnya, adalah roh organisasi.

Pimpin GP Ansor Madiun, Gus Anam Siap Rangkul Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Pimpin GP Ansor Madiun, Gus Anam Siap Rangkul Seluruh Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Pimpin GP Ansor Madiun, Gus Anam Siap Rangkul Seluruh Kader

"Tidak ada cabang tanpa pimpinan anak cabang. Tiada pula pimpinan anak cabang tanpa pengurus ranting. Sumber dan kader GP Ansor berada di tingkat ranting. Insyaallah kami akan membangkitkan semangat ranting. Kita akan rangkul semua untuk kemajuan Ansor Kabupaten Madiun lebih baik lagi," katanya.

KOKAM Tegal

Gus Anam menekankan pentingnya menjaga komunikasi dengan para Kiai. Sebab para Kiai, jelasnya, merupakan motivator dan penunjuk arah dalam berorganisasi.

Konfercab VII diikuti oleh seluruh pimpinan anak cabang dan pengurus ranting se-Kabupaten Madiun. Konfercab dibuka oleh Bupati Madiun H Muhtarom.

Ketua GP Ansor Madiun Domisioner Gus Rosidin dalam laporanya mengaku puas dengan kinerja pengurus GP Ansor. Berbagai kegiatan dan pengkaderan sudah dilakukan oleh pengurus cabang periode 2013-2017 ini. "Hari ini kita dapat menyelesaikan kepengurusan dengan khusnul khotimah," ucapnya pada acara pembukaan.

KOKAM Tegal

Bupati Madiun H Muhtarom meminta agar ke depan GP Ansor memiliki sebuah unit usaha mandiri. Sebab organisasi ini, menurutnya, memiliki basis hingga akar rumput sehingga potensi para kader harus benar-benar dioptimalkan dalam rangka menuju kemandirian organisasi.

"Agar GP Ansor ini dapat menjadi contoh bagi organisasi kepemudaan lain di wilayah Kabupaten Madiun," tuturnya.

Pesan khusus juga disampaikan oleh Sekertaris GP Ansor Jawa Timur Gus Hamim kepada pengurus GP Ansor Madiun. Menurut Gus Hamim, para pengurus harus selalu update dengan perkembangan zaman. Diantaranya harus memiliki kiat khusus untuk dapat merekrut kader-kader zaman now. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul Ulama, Doa KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Jepara, KOKAM Tegal. Pengurus GP Ansor dan Fatayat NU Jepara menggelar acara “Pungkruk Bersholawat” di lapangan wisata Pungkruk, Jepara, Ahad (21/9) siang. Kegiatan yang diikuti ribuan warga ini bertujuan memulihkan nama baik wisata kuliner Pungkruk di desa Mororejo kecamatan Mlonggo, Jepara yang sempat dijadikan tempat karaoke dan prostitusi terselubung.

Ketua GP Ansor Jepara M Kholil mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari pembangunan Pungkruk agar tidak identik dengan kawasan maksiat. “Sholawat ini merupakan cara damai memberi pesan penghuni Pungkruk tanpa kekerasan,” kata Kholil di sela-sela kegiatan.

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Pungkruk, sambung Kholil, dulunya bukan tempat karaoke melainkan wisata pantai dan kuliner khas pesisir. GP Ansor dan Fatayat dalam kesempatan itu juga menggandeng pemilik usaha kafe dan karaoke dengan harapan semangat kegiatan itu sampai kepada mereka.

KOKAM Tegal

Wakil Bupati Jepara H Subroto merespon baik kegiatan ini. Dengan kegiatan ini, lanjut Subroto, masyarakat dengan sendirinya membedakan antara hak dan batil. Pemkab Jepara berharap citra negatif itu sirna agar Pungkruk menjadi tujuan wisata favorit yang aman dan nyaman.

KOKAM Tegal

“Itu semua dapat terwujud, perlu dukungan semua pihak,” kata Subroto yang disusul dengan taushiyah oleh pengasuh pesantren Al-Huda wal Hidayah dari Jepara, KH Abdul Hakim. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, AlaNu, Fragmen KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas

Jepara, KOKAM Tegal. Feri Aji Saputra, bocah berusia 14 tahun ini harus terbaring selama 8 bulan di tempat tidurnya karena mengalami tumor ganas dilutut sebelah kiri. Saat ini ia hanya bisa terbaring lemah karena penyakit yang menimpanya kian membesar.

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas

Niatan sembuh sudah ditempuh pihak keluarga dengan berbagai pengobatan, namun hasilnya masih nihil.

Rukamah (38) ibunya yang setia merawat setiap hari mengatakan, awal mula sakit sejak Agustus tahun lalu. Dikira hanya pegal linu biasa kemudian dilarikan ke tukang pijit. Namun sakitnya tak kunjung membaik justru muncul benjolan di lutut kirinya.

KOKAM Tegal

Keluarganya lalu membawa ke dokter dan disarankan rongten di Puskesmas Mlonggo kemudian di rujuk di RSUD Kartini. Di RSUD tidak ada dokter spesialis tumor ganas di jaringan tulang, maka Feri dirujuk menuju RS Karyadi Semarang.

Pihak RS Karyadi menyarankan kaki kiri Feri diamputasi. Feri pun bersikukuh menolak karena khawatir diejek cacat oleh teman-temannya. Keluarga juga tak tega untuk memaksa putra Rifaat menjalani amputasi dan memilih cara lainnya berobat kemoterapi.

KOKAM Tegal

Kini siswa kelas VIII MTs Mathalibul Huda Mlonggo ini tidak lagi bersekolah karena sudah tidak berdaya. Ibunya mengaku sudah banyak berusaha mengobati sakit yang diderita anak bungsunya.

Setiap bulan Feri harus dibawa ke Semarang guna kemoterapi. Untuk menjalani kemo di RS Semarang, keluarga masih bisa membawa Feri naik bus umum. Namun saat ini Feri sudah tak sanggup jika harus menjalani kemo dengan menaiki bus umum. Apalagi untuk menyewa mobil juga tidak mampu karena biaya mahal.

Pihak keluarga selalu mengupayakan berobat ke pengobatan alternatif. Keluarga tetap optimis akan kesembuhan anak kelahiran 18 Juni 2000 tersebut. Keluarga juga mengharapkan uluran bantuan dari dermawan untuk pengobatannya.

Feri bersama keluarganya tinggal di desa Sinanggul Tengah (kampung pasar Cewek) RT. 18 RW. 02 kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, RMI NU KOKAM Tegal

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur

Jombang, KOKAM Tegal. Panitia kegiatan haul Gus Dur ke-4 PP Tebuireng, Jombang, Lukman, mengatakan terus melakukan komunikasi dengan aparat untuk persiapan acara haul yang rencananya dihadiri langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Pejabat akan Dampingi Presiden Hadiri Haul Gus Dur

Pihaknya juga menyebut seluruh warga yang membawa undangan bisa diperbolehkan masuk, namun harus melewati pengamanan yang sudah ditetapkan oleh Paspampres.

"Ada sekitar 5.000 kursi yang disiapkan dan kami berharap jumlah itu mencukupi," kata Lukman.

KOKAM Tegal

Dalam rombongan Presiden tersebut, sejumlah menteri sudah memastikan akan hadir di antaranya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh, Menteri Agama Suryadharma Ali, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, dan Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

KOKAM Tegal

Tentang tradisi ziarah, ia mengatakan aktivitas akan normal seperti biasa. Para peziarah tetap dipersilakan untuk berziarah di makam yang ada di PP Tebuireng, namun saat kunjungan Presiden akan lebih diperketat.

Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan kunjungan kerja di Jawa Timur, pada Jumat-Minggu (3-5/1). Rombongan Presiden akan singgah ke Museum Trowulan, Mojokerto, lalu melanjutkan kunjungan ke Jombang di antaranya ke PT Usaha Sejahtera Bersama, di Kecamatan Diwek, dan acara haul almarhum Gus Dur ke-4 di PP Tebuireng.

Pada Sabtu, rombongan menuju PT Bumi Menara Internusa dan berkunjung ke "Jatim Expo" Surabaya serta beristirahat di sebuahh hotel di Surabaya hingga kembali ke Jakarta pada Sabtu (5/1).

Petugas Kepolisian Resor Jombang, Jawa Timur, menurunkan sekitar 815 personelnya untuk pengamanan saat kedatangan Presiden dalam haul ke-4 almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Pengamanan kami di ring tiga yang kami khususkan untuk pengamanan jalur, termasuk di lokasi yang akan didatangi Presiden," kata Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Jombang AKP Sugeng Widodo di Jombang, Rabu.

Ia mengatakan 815 personel itu merupakan gabungan dari unsur Polri, Brimob, sampai intelijen. Tim mulai bertugas saat hari "H" kedatangan Presiden mulai di perbatasan Kabupaten Jombang-Mojokerto, sampai seluruh jalur masuk ke Jombang.

Namun, arus lalu lintas akan tetap berjalan dengan normal, termasuk yang melewati "fly over" di Peterongan, Kabupaten Jombang. Kendaraan akan diminta untuk menepi ketika rombongan datang, agar lalu lintas lancar.

Ia juga menyebut sampai saat ini belum ada tembusan unjuk rasa yang dimungkinkan akan terjadi menyambut kedatangan rombongan Presiden, namun ia memastikan tim siap mengawal jika ada unjuk rasa.(antara/mukafi niam)

Foto: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Tokoh KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun

Jombang, KOKAM Tegal. Nahdlatul Ulama adalah organisasi besar berskala internasional. Nahdlatul Ulama mengemban tugas berat untuk menjaga dan meneruskan perjuangan pra ulama salafus sholih dalam mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lilalamin (merahmati seluruh alam semesta).

"Karena mengemban tugas yang sangat berat inilah kader-kader Nahdlatul Ulama harus tumbuh menjadi kader yang kuat. Kader-kader Nahdlatul Ulama harus tegar menghadapi segala cobaan dan ujian yang menghadang di depan," pesan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam pembekalannya kepada para pramuka peserta Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) I di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babus Salam kalibening Mojoangung Jombang, Senin (24/6).

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun

Menurut Kang Said, Kedepan Nahdlatul Ulama akan terus mendapatkan tantangan seiring perkembangan zaman, sehingga kader-kader NU juga harus dibekali dengan beraneka ragam ketrempilan kehidupan, salah satunya adalah ketrampilan pramuka.?

KOKAM Tegal

"Jangan mengaku kader NU kalau dicoba sedikit langung cengeng. Ada ujian dalam perjuangan, baru sedikit saja sudah menyerah. Jangan seperti itu, kader NU harus kuat dan trampil. Nah pramuka ini adalah salah satu sarana bagi kader-kader NU untuk mengasah ketrampilan dan menguatkan mental perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama," tandas Kang Said.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Kyai asal Cirebon ini berpesan, hendaknya para peserta dapat menimba ilmu dan ketrampilan sebanyak-banyaknya dari kegiatan pramuka ini. Hendaknya para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

"Berkemah adalah melatih kemandirian. Ini sangat cocok sekali dengan jatidiri santri-santri NU. Jadi berpramukalah dengan baik dan ? tetap menjaga jiwa Ahlussunnah wal Jamaah," pungkas Kyai Said diiringi tepuk tangan seluruh peserta dan tamu undangan.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Hikmah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil

Madrasah sebagai salah satu institusi pendidikan Islam semakin menunjukkan peran pentingnya dalam dinamika pendidikan nasional. Di saat banyak pelajar di sekolah umum terseret dalam citra negatif kemerosotan moral seperti seks bebas dan tawuran, madrasah mampu tampil gemilang dengan berbagai prestasi.

Beberapa waktu lalu siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pamulang, Tangerang Selatan, menggondol sejumlah medali dan penghargaan pada International Islamic School Robot Olympiade (IISRO) yang digelar di Johor Malaysia. Tim robotik MTsN Pamulang itu berhasil mengalahkan tim dari beberapa sekolah unggulan negara-negara Islam di mancanegara.

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)
Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil (Sumber Gambar : Nu Online)

Citra Pendidikan Agama di Madrasah Dinilai Berhasil

Di tingkat nasional, tim robotik MTsN Pamulang ini juga meraih juara 1 untuk tingkat sekolah menengah pertama atau madrasah tsanawiyah (SMP/MTs). Belum lagi kita memasukkan Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia dalam dereten madrasah berprestasi. Madrasah yang digagas Presiden ke-3 RI, BJ Habibie itu selalu tampil membanggakan dalam ajang kompetisi sains, baik nasional maupun internasional.

Karena berbagai prestasi yang diraihnya itulah, Kementerian Agama berencana memperbanyak MAN Insan Cendekia. Saat ini, sekolah tersebut baru beroperasi sebanyak tiga sekolah, yaitu di Serpong, Gorontalo, dan Jambi. Kemenag RI ingin agar setiap provinsi di Indonesia mempunyai MAN Insan Cendekia.

Prestasi ini tentu membanggakan. Pasalnya, madrasah yang selama ini dicitrakan terbelakang, bahkan dinilai tidak mampu bersaing dengan sekolah-sekolah umum dalam kompetisi sains, ternyata tampil sebagai juara pertama dalam kejuaraan bergengsi di pentas nasional dan internasional. Prestasi madrasah tidak hanya dalam sains, di bidang pelestarian lingkungan hidup juga tak kalah gemilangnya.

Tak tanggung-tanggung, empat madrasah dianugerahi penghargaan Adiwiyata Nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Penghargaan yang didasarkan atas Kepmen LHK No 183 Tahun 2014 itu diberikan kepada MAN 1 Pekanbaru, Riau; MAS Mareku, Tokep Maluku Utara; ? MTsN Dowora, Tokep Maluku Utara; ? MIN Dowora, Tokep Maluku Utara.

KOKAM Tegal

Anugerah tersebut, kata Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam M Nur Kholis Setiawan, sekali lagi menjadi bukti bahwa madrasah mampu bersaing dengan sekolah umum. Kesan madrasah hanya mampu menguasai ilmu agama tapi ketinggalan dalam ilmu umum merupakan pandangan lama yang musti direvisi. Buktinya, madrasah mampu mengalahkan sekolah umum dalam berbagai kompetisi. Dalam beberapa kasus, madrasah justru lebih unggul. Keunggulan siswa madarasah ini bahkan diakui profesor Jepang. Guru besar Ritsumeikan Asia Pacific University (APU), Profesor Kondo Yuichi, mengaku kagum dengan alumni madrasah yang kuliah di APU. Menurutnya, prestasi alumni madrasah di APU sangat memuaskan. Bahkan menduduki peringkat dua besar di Universitas unggulan Jepang itu.

Karena berbagai prestasi itulah, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, mengimbau kepada semua siswa madrasah untuk tidak minder berhadapan dengan siswa sekolah umum. Madrasah sudah terbukti mampu menyaingi sekolah umum, bahkan dalam bidang sains yang seharusnya menjadi andalan sekolah umum. Menurut Lukman, hal itu luar biasa lantaran madrasah punya beban yang lebih tinggi ketimbang sekolah umum. Madrasah, selain mengejar prestasi ilmu umum atau sains, juga dituntut ? menguasai ilmu agama. Madrasah lahir dari rahim pesantren, karenanya ia harus diwarnai oleh ilmu agama.

Dalam perkembangannya, Lukman menilai, madrasah mampu mengintegrasikan ilmu agama dan ilmu umum dalam penguasaan yang seimbang. Tak salah bila dikatakan, justru kemampuan mengintegrasikan ilmu agama yang implementasinya adalah iman dan takwa (Imtak) dengan ilmu pengetahuan teknologi (Iptek) inilah, madrasah saat ini menjadi primadona. Madrasah dipercaya masyarakat mampu membentuk generasi muslim yang berkarakter unggul dengan kemampuan ilmu yang kombinatif antara ilmu agama dan umum atau sains.

KOKAM Tegal

Benteng Pertahanan Remaja

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin selalu menekankan peran madrasah sebagai pusat pendidikan karakter generasi muda. Menag berharap, madrasah menjadi benteng pertahanan para remaja dari penyebaran virus dekadensi moral. Madrasah tak boleh terjerumus pada maraknya problem moral remaja seperti narkoba, miras, seks bebas, dan tawuran.

Karenanya, madrasah harus menguatkan penanaman nilai-nilai keislaman kepada siswa. Penanaman itu, tentu saja melalui pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). PAI harus mampu internalisasi sedemikian rupa nilai-nilai Islam dalam fikiran, jiwa, dan sikap siswa sehingga mampu mengkonter virus dekadensi moral dan mampu memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran Islam.

Hasilnya, mereka diharapkan dapat menghayati dan mengamalkan ajarannya, dan menghormati hak-hak pemeluk agama lain, serta dapat hidup damai, harmonis berdampingan dengan sesama warga Indonesia dalam perbedaan dan kebersamaan. Tuntutan praktis ini adalah implikasi dari realitas yang tak terelakkan dari dimensi kehidupan keagamaan di ranah keragaman dan kerukunan antarumat beragama.

Karena itu, penelitian yang dilakukan Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puslitbang Penda) Badan Litbang dan Diklat Kemenag menjadikan tiga aspek sebagai tolok ukur keberhasilan pengajaran PAI di madrasah. Tiga aspek ini hendak memotret bahwa Islam tak hanya ditanamkan di pikiran (kognitif), tapi juga dalam penghayatan jiwa (afektif), dan pengamalan tindakan (psikomotorik).

Secara lebih khusus, penelitian PAI itu berusaha menjawab pertanyaan “Bagaimana hasil capaian pembelajaran PAI pada peserta didik di madrasah aliyah (MA)”. Pertanyaan itu sering disuarakan oleh banyak kritikus pendidikan Islam, dan jawabannya sangat ditunggu. Seberapa mampu proses formal pembelajaran PAI membentuk karakter-sikap sosial-keagamaan siswa yang positif, terutama dalam konteks relasi antarumat beragama.

Menjawab pertanyaan itu dengan memasukkan tiga aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik dengan bentuk penelitian survei, Puslitbang Penda melakukan terobosan besar. Sebab, sebelumnya belum ada studi khusus dengan sampel yang representatif yang berusaha mengevaluasi keberhasilan pembelajaran PAI di MA, terutama dalam kerangka pembentukan sikap-karakter sosial-keagamaan (outcome) peserta didik.

Dengan memasukkan tiga aspek itu pula, penelitian tersebut juga menjadi jawaban atas kritik para pakar pendidikan tentang pengajaran PAI yang dinilai hanya mementingkan aspek ilmu dan terlalu lebih berorientasi pada model pengajaran, bukan pada pendidikan dan pembentukan sikap dan karakter. Akhirnya, hasil pendidikan agama Islam hanya menghasilkan output, peserta didik yang sebatas ahli-ahli agama, dengan sejumlah titel dan atribut formal lainnya, tetapi mereka tidak berhati dan berjiwa agama.

Capaian kognitif

Dangan gambaran capaian kognitif itu, Puslitbang Penda menemukan bahwa capaian kognitif bervariasi menurut status madrasah, bidang pelajaran, dan semester. Pertama, capaian nilai siswa untuk semua pelajaran PAI semester ganjil baru mencapai standar cukup baik, di level antara 78-80.

Sementara itu, hasil capaian semester genap relatif lebih baik untuk semua pelajaran. Nilai kognitif siswa MAN sudah mencapai taraf baik (81-90), kecuali untuk pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI). Kedua, hasil capaian kognitif pelajaran Quran-Hadis dan Fikih di atas rata-rata hasil capaian pada dua pelajaran lainnya, yaitu Akidah Akhlak dan SKI. Ketiga, hasil capaian kognitif siswa madrasah aliyah berstatus negeri (MAN) selalu lebih tinggi dibanding dengan hasil capaian kognitif siswa madrasah aliyah berstatus swasta (MAS). Keempat, hasil capaian nilai semester genap selalu lebih tinggi dibanding dengan hasil capaian siswa pada nilai semester ganjil untuk seluruh bidang pelajaran PAI.

Jika hasil capaian kognitif di atas dicermati lebih detail, maka tampak beberapa ciri berikut: Pertama, pelajaran al-Quran-Hadis dan Fikih nampak lebih mudah dibanding pelajaran lainnya, karena nilai capaian siswa untuk kedua pelajaran pertama lebih tinggi dibanding dengan nilai dua pelajaran PAI lainnya (Akidah-Akhlak dan Sejarah Kebudayaan Islam).

Kedua, guru kedua pelajaran tersebut pertama di atas lebih mudah-murah memberi nilai kepada siswa. Ketiga, skor nilai siswa MAN selalu lebih tinggi dibanding dengan nilai siswa MAS. Keempat, perbedaan nilai per pelajaran dan semester PAI adalah signifikan pada level 5 % menurut status MA, kecuali untuk pelajaran SKI. Dengan kata lain, latar belakang status MA siswa dapat dijadikan variabel prediktor yang akurat untuk menganalisis keragaman nilai pelajaran PAI siswa kelas 2 dan 3 MA.

Capaian afektif

Capaian afektif adalah tingkat keberhasilan siswa dalam menginternalisasi pelajaran PAI ke dalam watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Afektif berhubungan dengan nilai (value), karenanya ia sulit diukur. Karena itu, penelitian Puslitbang Penda berusaha memberi batasan ketat dalam menilai tingkat keberhasilan afektif siswa dalam pembelajaran PAI.

Ada lima dimensi yang diteliti dalam bidang afektif dan hal itu merupakan turunan dari penilaian dalam capaian kognitif pelajaran PAI seperti telah dijelaskan sebelumnya. Lima isu itu adalah, pertama, sikap terhadap etika teologis relasi lintas agama. Kedua, sikap terhadap etika sosial relasi lintas agama. Ketiga, sikap terhadap wacana formalisasi hukum Islam dalam tata kehidupan bernegara dan bermasyarakat. Keempat, dukungan terhadap doktrin jihad berbasis kekerasan. Kelima, dukungan terhadap prinsip demokrasi.

Hasilnya, tingkat hasil capaian afektif pembelajaran PAI bervariasi menurut bidang ajarnya. Hasil capaian afektif sudah sangat baik pada bidang ajar yang tidak terlalu menyentuh aspek keyakinan keagamaan, seperti pada kasus materi ajar tentang wacana demokrasi dan penerapan hukum Islam dalam kehidupan sehari-hari. Tingkat capaian afektif pada materi ajar yang bersentuhan dengan prinsip dan keyakinan keagamaan relatif masih sangat rendah. Sikap responden cenderung kurang toleran dalam konteks relasi lintas agama, baik pada aspek relasi sosial, maupun pada relasi yang berkaitan dengan faktor teologi.

Capaian psikomotorik

Hasil belajar psikomotorik ini sebenarnya merupakan kelanjutan dari hasil belajar kognitif (memahami sesuatu) dan hasil belajar afektif (yang baru tampak dalam bentuk kecenderungan berperilaku). Hasi belajar kognitif dan afektif akan menjadi hasil belajar psikomotorik apabila peserta didik telah menunjukkan perilaku atau perbuatan tertentu sesuai dengan makna yang terkandung dalam ranah kognitif dan afektif. Aspek capaian psikomotorik dipilah ke dalam tiga aspek: perilaku ritual (pelaksanaan ibadat konvensional, cenderung ibadah ghairu mahdlah), perilaku taat, dan penyimpangan prinsip moral-susila.

Tingkat hasil capaian psikomotorik dalam hal pelaksanaan ibadat konvensional sangat baik. Lebih dari sepertiga responden rutin melaksanakan secara maksimal menurut standar normatif Islam, seperti pelaksanaan ibadah harian, atau mingguan. Namun demikian, masih ada minimal sekitar 9 % responden mengaku tidak pernah mengerjakan kegiatan ibadat dimaksud minimal sekali sebulan.

Indikator perilaku moral-susila mencakup pengalaman berpacaran dan tindakan buruk yang pernah dilakukan saat pacaran, mulai dari bergandengan tangan sampai menyentuh bagian tubuh yang sensitif dari lawan jenis, atau identik dengan bagian reproduktif.

Meski perilaku pacaran juga dilakoni siswa madrasah aliyah (MA), namun gaya pacaran mereka masih relatif normal jika dibanding dengan gaya pacaran dan seks bebas di kalangan siswa SLTA yang pernah dipetakan dalam sejumlah penelitian lain, seperti survei BKKBN yang mencatat bahwa separo siswa SLTA di Jakarta mengaku sudah pernah mempraktikkan seks bebas.

Tingkat capaian psikomotorik bidang ini sangat positif. Lebih dari 95 % responden mengaku tidak pernah, atau hanya sekali melakukan perilaku buruk seperti yang ditanyakan dalam penelitian ini, kecuali pada aspek mengunduh gambar porno atau menonton film porno. Bahkan kecenderungan perilaku positif ini sangat merata di kalangan responden.

Hasil penelitian Puslitbang Penda membuktikan bahwa pengajaran PAI di madrasah sudah cukup berhasil dalam ranah kognitif dan psikomotorik. Akan tetapi kurang berhasil dalam ranah afektif, terutama pada materi yang bersentuhan langsung dengan prinsip dan keyakinan keagamaan.

Meski cukup memuaskan dalam ranah kognitif dan psikomotorik, tapi potensi masuknya virus dekadensi moral tetap perlu diwaspadai. Hal ini setidaknya mengacu pada angka 3% pada survei yang menyatakan dan mengaku pernah melakukan tindakan tidak terpuji saat pacaran, dan angka 95% yang walau tidak pernah melakukan tindakan amoral tapi mengaku setidaknya sekali mengunduh atau menonton film porno.

Potensi itu perlu mendapat perhatian serius karena madrasah, seperti dikatakan pemerintah, adalah simbol pendidikan moral dan sekaligus benteng dari virus dekadensi moral remaja. Moralitas yang menjadi turunan nilai-nilai keislaman adalah visi utama PAI di madrasah.

Jika visi moralitas ini dicapai, harapan pemerintah dan masyarakat terhadap madrasah sebagai pencetak generasi bangsa yang mampu mengintegrasikan iptek dan imtak akan tercapai. Tak hanya itu, sukses dalam integrasi Iptek dan Imtak bakal menjadikan madrasah sebagai primadona yang lulusannya mampu menghadapi era global. (Musthofa Asrori/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa KOKAM Tegal

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Pekan ini, Muslim Indonesia menerima tamu kehormatan Grand Syekh Al-Azhar Ahmed Muhammad Ahmed El Tayeb yang kedudukan di Mesir setara dengan perdana menteri. Sebagai tokoh agama ia diangkat seumur hidup. Dalam berbagai pernyataanya selama kunjungan ke sejumlah tempat di Indonesia, El Thayeb secara tegas telah menunjukkan sikap Islam moderatnya, sikap yang selama ini terus diperjuangkan oleh NU. Dengan adanya kesamaan tersebut, inilah saatnya untuk membangun sinergi dalam memperluas jejaring dan memperjuangkan Islam moderat di dunia.

Banyak aspek yang dapat dimanfaatkan dalam kunjungan ini. Mesir merupakan negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan Indonesia, saat sejumlah negara lain bahkan “memberi boncengan” untuk mendorong Belanda menduduki Indonesia. Ini adalah peristiwa sejarah yang patut dikenang. Dukungan moral dari Mesir tersebut telah membantu menjaga semangat para Pendiri Bangsa untuk terus berjuang. Indonesia dan Mesir merupakan dua negara dengan penduduk Muslim terbesar di kawasannya masing-masing. Dinamika yang terjadi di kedua negara tersebut pasti akan mempengaruhi wilayah di sekitarnya.?

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum Kuatkan Islam Moderat dalam Kunjungan Grand Syekh Azhar

Al-Azhar memiliki catatan sejarah akan kualitas dan kemampuannya bertahan menghadapi berbagai tantangan zaman, dari perubahan dinasti, era kololisasi sampai perubahan rezim di Mesir. Al-Azhar tetap mampu bertahan dan melahirkan pada tokoh yang membawa pencerahan bagi dunia Islam. Banyak pemuka agama Islam di Indonesia yang belajar di sana. Di lingkungan NU sendiri, KH Abdurrahman Wahib atau Gus Dur pernah belajar di sana. Demikian pula KH Musthofa Bisri menyelesaikan pendidikannya di institusi tersebut. Secara langsung pendidikan di Azhar membawa pengaruh kepada NU melalui tokoh-tokoh NU yang dididik di sana.?

Di institusi tersebut, berbagai pemikiran dan aliran Islam dengan bebas dikaji. Dengan demikian, para mahasiswanya diajarkan untuk mengenal berbagai aliran dan pemikiran Islam. Jika pada akhirnya, dengan proses perenungannya menemukan sebuah pandangan yang dianggapnya lebih sesuai, maka itulah yang dipilih. Tetap terdapat proses penimbangan berbagai pandangan dan argumentasi yang menyertainya. Azhar tidak bersifat doktriner dalam pengajarannya. Model seperti inilah yang juga dilakukan di pesantren dengan membahas berbagai pandangan yang berbeda. Dari sinilah tradisi Islam moderat yang menghargai pandangan orang lain muncul.?

Sebagai sebuah institusi yang telah teruji kualitasnya, yang ditunjukkan oleh pengaruh besar dari para alumninya, tentu banyak hal yang bisa dipelajari dari Al-Azhar dan kemudian diterapkan pada pendidikan Islam di Indonesia. Saat ini ada ribuan mahasiswa Indonesia yang belajar di institusi tersebut. Tetapi akan lebih baik jika institusi pendidikan di Indonesia sendiri juga mampu menerapkan metode-metode atau tradisi kesuksesan tersebut sehingga semakin banyak umat Islam yang tercerahkan dengan pendidikan tinggi Islam yang moderat.?

KOKAM Tegal

Kondisi dunia Islam saat ini menghadapi tantangan akan radikalisme dan kekerasan yang telah menghancurkan peradaban yang sekian lama dibangun dan meruntuhkan nilai-nilai kemanusiaan. Mesir sendiri sedang bergulat dengan tantangan internalnya yang hingga kini belum menemukan ujung penyelesaian.?

Dengan sejumlah kesamaan antara Mesir dan Indonesia, serta Al-Azhar dengan NU sebagai pengusung Islam moderat, sudah sangat selayaknya jika momentum kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama lebih lanjut guna memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat yang telah menjadi perhatian yang sama. Jika dua kekuatan besar ini bergabung, akan banyak hal yang bisa diselesaikan. Banyak sumberdaya yang telah dimiliki, tinggal bagaimana mengelola dan mensinergikan kedua potensi tersebut untuk kebaikan umat Islam. (Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Doa KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo

Pamekasan, KOKAM Tegal. Salah seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur Ustadz Suto Abdurrahman terpilih sebagai Kepala Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan dalam pilkades serentak pada pertengahan November 2015. Ia resmi dilantik pada pertengahan Desember 2015.

Ustaz Suto menyadari bahwa masyarakat Desa Kertagena Tengah belum sepenuhnya bisa meninggalkan kegiatan berbau maksiat seperti orkes yang mempertontonkan penyanyi pengumbar aurat dan merangsang kemaksiatan. Acara tersebut adakalanya digelar oleh pemuda dan pengusaha setempat.

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo

"Tapi kita mesti pelan-pelan dalam melakukan perubahan. Tidak perlu frontal. Kita teladani dakwah Wali Songo yang memerhatikan kearifan lokal," ujar Ustaz Suto kepada wartawan, Selasa (22/12).

KOKAM Tegal

Atas hal itu, dia tetap hadir memberikan sambutan dalam acara orkes yang dilangsungkan di Dusun Konkokon, Desa Kertagena Tengah. Dalam sambutannya, Ustaz Suto mengajak masyarakat untuk banyak belajar, tekun, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa dalam menyikapi persoalan hidup.

Ke depannya, Kepala Sekolah SMA Islan Miftahul Ulum Yaspimu tersebut akan mengetengahkan imbauan Kementerian PDT RI, yang mendorong agar dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) yang mencapai miliaran, dimanfaatkan buat pembangunan padat karya (pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan). Sementara pembangunan balai desa, rumah ibadah, dan sejenisnya, sudah ada biaya tersendiri dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa.

KOKAM Tegal

Ustaz Suto juga akan berikhtiar untuk menghidupkan karangraruna kepemudaan. Harapannya, supaya bakat dan minat pemuda desa bisa tersalurkan. Misalnya, membentuk dan menghidupkan klub futsal di masing-masing dusun. Puncaknya, nanti bisa digelar lomba futsal antardusun.

"Hal itu semua tampaknya sulit diwujudkan tanpa kesungguhan dari para pamong di masing-masing dusun dalam membangun desa. Dukungan dan peran serta masyarakat tentu juga tak kalah pentingnya," terang suami Sundiratul Aini itu.

Usai dilantik oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii pada pertengahan Desember 2015, Ustaz Suto langsung menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) desa. Dalam musyawarah tersebut, masing-masing dusun mengusulkan tiga program priortas. (Hairul Anam/Mahbib)

Foto: Kades Kertagena Tengah Ustaz Suto Abdurrahman bersama keluarga

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Doa KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar

Jakarta, KOKAM Tegal. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Maruf Amin yang juga sebagai naib "Amirul Haj" menyatakan, berita tentang jemaah haji yang kelaparan tidak sepenuhnya benar. Kasus keterlambatan katering diperkirakan terjadi karena adanya pelanggaran tanggung jawab, dan saat ini sedang diteliti lebih lanjut oleh tim investigasi.

"Ini musibah karena pengalihan katering yang biasa dipegang oleh Muassasah menjadi ditangani katering Anna dan terjadi pelanggaran tanggung jawab," katanya yang turut dalam rombongan jamaah haji Indonesia kelompok terbang (kloter) I debarkasi Jakarta, akhir pekan lalu.

Diusulkan tahun depan katering untuk jemaah haji dikembalikan pada Muassasah. Efisiensi yang dilakukan pemerintah dengan mengganti katering adalah tindakan yang kurang diperhitungkan.

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar (Sumber Gambar : Nu Online)
Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar (Sumber Gambar : Nu Online)

Berita Kelaparan Jamaah Haji Tidak Sepenuhnya Benar

"Memang tahun lalu ada keluhan makanan yang disajikan hanya buncis sehingga dijuluki haji buncis, tetapi masalah memasak bukanlah sesuatu yang mudah karena dilakukan di maktab sedangkan maktab dikuasai oleh Muassasah maka sebaiknya dikaji kembali untuk menggunakan Muassasah dengan negosiasi harga dan kualitas makanan," kata Kiai Ma’ruf Amin.

Sementara ini Muassasah masih menjadi pilihan karena ada risiko distribusi jika memasak di luar maktab. Efisiensi yang dilakukan tidak boleh mengorbankan jemaah haji dan ini harus dikaji lagi jadi untuk melakukan tindakan butuh penelitian dan pengkajian sehingga tidak menimbulkan akibat yang fatal.

KOKAM Tegal

Secara keseluruhan, kata Maruf, pelaksanaan haji tahun ini baik, hanya saja karena masalah keterlambatan katering ini citra pemerintah menjadi buruk.

“Kami sebagai Amirul Haj bertugas melaporkan apa yang terjadi atau kondisi dari berangkat ke Jeddah hingga meninggalkan Jeddah untuk menjadi masukan bagi pemerintah," katanya. Ia juga mengatakan menyerahkan sepenuhnya keputusan Presiden tentang pengusutan kasus katering tersebut.

"Kan sudah ada tim investigasi, kita tunggu hasilnya. Tentang opsi menurunkan Menteri Agama adalah keputusan Presiden dan jamaah haji memiliki hak untuk menuntut," kata Maruf. (ant/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Doa, Olahraga KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

Temanggung, KOKAM Tegal. Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kader yang difokuskan untuk penanganan bencana, awal pekan ini (17/2), di Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung.

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

“Kami harus aktif mengambil peran untuk penanganan agar keberadaan kami bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Temanggung Yami Blumut.

Yami mengatakan, fungsi penting Banser antara lain melakukan fungsi sosial dengan mendarmabaktikan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. “Kader kami siap untuk diterjunkan menangani bencana,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain menolak ratifikasi konvensi pengendalian tembakau (FCTC), GP Ansor Temanggung juga mengaku sedang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, khususnya dengan menolak penggalian pasir di seluruh wilayah Temanggung. “Termasuk langkah pencegahan kami lakukan,” ujar pria yang anggota KPU Temanggung ini.

KOKAM Tegal

Menurut Yami, sudah sepatutnya pemuda NU terlibat dalam seluruh proses pembangunan dan dan penyelesaian permasalahan hidup di masyarakat. “Bukan untuk meresahkan mereka, tetapi untuk melindungi mereka, karena kita adalah bagian dari mereka,” imbuhnya.

Keprihatinan terhadap bencana yang secara beruntun terjadi di Temanggung juga dimiliki ormas atau komunitas lain. Di samping mengumpulkan donasi, mereka juga menerjunkan para relawan yang mereka miliki.

Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung Rozakul Yazid menambahkan, penanggulangan bencana telah dilakukan kelompok ini dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban Gunung Kelud dan pembersihan abu di sekitar kawasan umum. “Kami masih pemula, tetapi kami memiliki tekad yang kuat untuk membantu sesama,” katanya.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Temanggung, Edi Sumiharto mengatakan, kelompoknya telah melatih secara khusus para anggota untuk penanganan bencana. Dalam beberapa kejadian terakhir, organisasi sayap Muhammadiyah ini telah mengirimkan relawannya untuk penanggulangan bencana. (Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Tegal, RMI NU KOKAM Tegal

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

Jakarta, KOKAM Tegal



Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin menjelaskan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.

“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui KOKAM Tegal di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.

Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.

KOKAM Tegal

“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Doa, Ubudiyah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Ketika Kiai Diprotes karena Beli Mobil Mewah Ratusan Juta

Alkisah seorang ulama kharismatik di daerahnya—sebut saja Kiai Iman—membeli sebuah mobil mewah seharga hampir 500 juta rupiah. Padahal, di rumahnya sudah ada mobil yang juga cukup mahal, kira-kira 200-an juta rupiah. Dipakailah mobil mewat itu untuk mudik Lebaran sebagaimana lazimnya para perantau.

Suatu ketika seorang tamu datang ke kediaman Kiai Iman untuk bersilaturahim dan halal bihahal dengannya. Melihat dua mobil mewah terparkir di depan rumah, si tamu pun tak betah menahan tanya.

"Mohon maaf, Kiai, itu mobil mewah punya Kiai?

"Ya, itu mobil saya. Kenapa? Tanya balik Kiai Iman.

Ketika Kiai Diprotes karena Beli Mobil Mewah Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Kiai Diprotes karena Beli Mobil Mewah Ratusan Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Kiai Diprotes karena Beli Mobil Mewah Ratusan Juta

"Enggak apa-apa, Kiai. Ngomong-ngomong harganya berapa, kok keren banget?” Si tamu makin kepo.

Kiai pun menjawab, "Ah itu mobil murah, cuma 475 juta.”

Mendengar jawaban sang kiai tamu pun tercengang. Mungkin benaknya memberontak, tak percaya dengan apa yang dilihatnya: mana mungkin seorang kiai yang kesibukanya mengajar di pesantren mampu membeli mobil dengan harga fantastis?

KOKAM Tegal

Entah apa yang dipikirkan, si tamu tiba-tiba memberanikan diri untuk menegur sang kiai. "Mohon maaf, Kiai, Anda ini seorang kiai kenapa Anda mengajarkan kepada santri untuk cinta dengan duniawi?”

"Kok bisa?” Sahut Kiai Iman.

KOKAM Tegal

"Ya jelas, karena Kiai membeli mobil mewah, padahal sudah punya mobil mahal.”

"Kalau orang melihat saya beli mobil, lalu mereka ingin seperti saya, kenapa kalau saya shalat malam orang tidak ingin seperti saya. Kalau saya zikir malam kenapa mereka tak ingin seperti saya. Kalau saya berbuat baik kenapa orang tak ingin berbuat baik seperti saya.”

Mendengar jawaban sang kiai, si tamu pun terdiam. Tampak merenung dengan apa yang disampaikan oleh Kiai Iman. Ia pun seperti sadar bahwa dirinya terkena wabah iri terhadap hal-hal duniawi bukan iri terhadap hal-hal ukhrawi. (Baca: Masuk Neraka Gara-gara Air Wudhu?)

Cinta dunia sesungguhnya tak diukur dari seberapa besar harta yang dimiliki. Zuhud seseorang bergantung pada sikap batinnya. Seseorang yang memiliki kecenderungan hati pada kesenangan duniawi, meski tampak tak punya harta sama sekali, itu sudah masuk cinta dunia (hubbud dunya). (Ahmad Asmui)

?

Ditulis dari kisah nyata dalam momen sowan Lebaran 1437 H

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa KOKAM Tegal

Jumat, 10 November 2017

Muslimat NU Gandeng PKK Cegah Kenakalan Remaja

Cilacap, KOKAM Tegal. Muslimat NU dan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cilacap siap bersama-sama mencegah kenakalan remaja. Hal ini dikarenakan perilaku remaja masa kini yang dinilai sudah meresahkan.

Muslimat NU Gandeng PKK Cegah Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Gandeng PKK Cegah Kenakalan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Gandeng PKK Cegah Kenakalan Remaja

Hal itu terungkap dalam halal silaturahmi bersama yang digelar Muslimat NU, Fatayat NU , IPPNU Kecamatan Kroya dan PKK Kabupaten Cilacap, Kamis (5/9), di Pendopo Kecamatan Kroya, Cilacap, Jawa Tengah. Hadir dalam kesempatan ini Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Cilacap Hj Tetty Suwarto Pamuji dan sesepuh Muslimat NU Cilacap Hj Masngadah dan Hj Nyai Su’ada.

Masngadah mengatakan, Muslimat NU harus lebih berperan dalam mendidik putra-putrinya. Pasalnya selain untuk mencegah meluasnya kenakalan remaja, pendidikan ini juga bermanfaat untuk melahirkan kader yang mumpuni.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

“Sekarang bukan hanya soal kenakalan remaja yang menjadi problem masyarakat kita namun sudah merabah ke dalam generasi yang tidak terkendali. Sehingga saatnya Muslimat menyiapkan anak-anaknya untuk dikader,” katanya.

Tetty membenarkan bahwa salah satu yang sangat diharapkan sekarang adalah peran Muslimat NU untuk mencegah kenakalan remaja. Dia percaya, jamaah Muslimat NU mempunyai peran ganda, selain sebagai anggota oraganisasi juga sebagai ibu rumah tangga.

“Kami sudah melhat kiprah Muslimat yang begitu besar dalam membantu pemerintah melalui program-programnya maupun kegiatan-kegiatan yang sangat positif bagi terciptanya ukhuwah Islamiyah,” katanya.

Istri Bupati Cilacap ini optimis, Muslimat NU mampu menjadi kekuatan yang turut mencetak kader-kader bangsa yang berkarakter. Sebab sifat keibuan yang dimiliki perempuan Muslimat NU akan menjadi sarana yang efektif untuk mencegah remaja agar tak melakukan hal-hal membahaykan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Muslimat adalah orang tua bagi Fatayat dan IPPNU dalam organisasi, namun dirumah ibu-ibu Muslimat juga ibu dari anak-anak yang kelak diharapkan menjadi kader penerus,” ujarnya.

Dia mengaku prihatin dengan kondisi remaja saat ini. Karena itu segala upaya baik melalui kedinasan maupun kemasyarakat akan terus didorong untuk mencegah atau mengurangi terjadinya kenakalan remaja khususnya di Kabupaten Cilacap. (Daryanto/Mahbib)  

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan

Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Kedua, menghindari tempat-tempat maksiat. Ketiga, sadarlah bahwa setan suka cuci tangan. Keempat, ketahuilah setan itu mencari teman. Kelima, Janganlah terlalu banyak makan. Itulah lima langkah kongkrit ajaran al-Ghazali dalam upaya mematahkan usaha setan menggoda insan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Alhamdulillah, hari Jum’at ini kita masih diberi kemampuan oleh Allah Yang Mang Maha Kuasa untuk menjalankan salah satu perintahnya melaksanakan jama’ah shalat Jum’ah. Walaupun sebenarnya kita mafhum bersama bahwa keberhasilan kita menjalankan perintahnya merupakan bukti pemberian rahmat dariNya. Oleh karena itu sudah selayaknya kalau kita saling berwasiat untuk menjaga dan meningkatkan ketaqwaan kita bersama. karena hanya dengan taqwalah kita dapat mendekatkan diri kepadanya sekaligus menjadikannya pelindung tunggal dari godaan setan yang terkutuk.

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Langkah Gagalkan Godaan Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ululmiddin pernah berkata bahwa diantara hal yang harus dimengerti oleh seorang hamba adalah mengetahui tipu daya setan dan godaannya. Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang menjebak dirinya sendiri masuk ke dalam kubangan setan.

Oleh karena begitu akutnya tipu daya setan, maka seorang hamba harus mengerti berbagai kiat mematahkan bujuk rayu setan. Hal ini berfungsi untuk menyelamatkan dirinya dari para setan yang terkutuk. Terkutuk karena godaan dan rayuan itu dihembuskan oleh setan bersama dengan hembusan nafas manusia. Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said “apakah setan itu tidur?”. Al-Hasanpun menjawa “jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”. Sayangnya setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. begitu juga godaan-godaan mereka yang mengalir bersama arus dalam darah seorang hamba.

KOKAM Tegal

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalahkan setan. Dan oleh karenanya Al-Ghazalai dengan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan. Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan.

Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikannya. Begitu juga setan, jika seorang hamba telah bisa menguasai setan dengan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.

Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tempat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar. Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah secara legoris menyatakan: ?

? ? ? ? ? ? ? ?

Baran siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya.

Demikianlah Jama’ah yang Berbahagia

Dua langkah pertama mencoba membikin setan tidak nyaman menggoda kita dengan harapan setan akan segera bosan dan kecewa karena keteguhan kita. Meskipun keduanya bukan hal yang mudah tetapi harus terus dicoba.

Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita kelembah kenistaan dan kemadharatan abadi. Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan. Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya. Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan

…? ? ? ? ? ? ? ? ? ? …

…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…?

Para Hadirin Rahimakumullah

Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut. Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas. Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luasnya. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya. Demikian keterangan al’A’raf 16-17 menerangkan

? ? ? ? ? ? ? (16) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,?

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Dan terakhir, kelima guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar. Karena kondisi lapar akan mempermudah seorang hamba dalam mengingat Allah swt.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i

Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.

? Demikianlah khotbah jum’ah kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Pahlawan KOKAM Tegal

Selasa, 07 November 2017

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, KOKAM Tegal. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

KOKAM Tegal

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

KOKAM Tegal

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor KOKAM Tegal untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock