Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi KOKAM Tegal, Sabtu (20/6).

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

KOKAM Tegal

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

KOKAM Tegal

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Sejarah, Kiai KOKAM Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

Sidoarjo, KOKAM Tegal - Madrasah Ibtidaiyah Maarif Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang Sidoarjo meraih penghargaan dari Tri Uno Manajemen for its achievment of Indonesia school choice award 2017 dengan kategori the most favorite Islamic school of the year. Penghargaan itu diberikan oleh pihak Tri Uno Manajemen kepada Kepala MINU Pucang M Hamim Thohari di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, 20 Januari 2017 lalu.

Hamim Thohari mengaku senang dan bangga karena telah mendapatkan penghargaan tersebut. Pasalnya, ada institusi lain yang mengakui.

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

"Alhamdulillah, perasaan saya senang. Semoga ke depan, MINU Pucang menjadi lebih baik lagi, menjadi sekolah warga Nahdliyin di Sidoarjo," katanya kepada KOKAM Tegal, Sabtu (11/2).

Menurutnya, MINU Pucang termasuk fenomena madrasah yang ada di Indonesia. Karena satu-satunya madrasah yang mengimplementasikan tiga kurikulum.

KOKAM Tegal

"Lulusan MINU Pucang mendapatkan triple degree yakni ijazah nasional, Cambridge, dan IB," imbuhnya.

Ia mengatakan, sebagai madrasah yang owner-nya Muslimat NU Sidoarjo amalan-amalan nahdliyin tidak pernah ditinggalkan. Pihak sekolah selalu mengadakan acara yasinan, tahlil, istighotsah dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan peserta didik MINU Pucang setiap hari.

KOKAM Tegal

Ia menjelaskan, setiap pagi para peserta didik tidak lupa belajar Al-Quran dan membiasakan dengan hapalan Al-Quran setiap hari diajarkan selama dua jam pelajaran. Khusus tahfidz diasuh oleh guru-guru yang hapal Al-Quran.

"Kami juga memiliki program terbaru yaitu pembelajaran tahfiz dan eksakta sepulang sekolah. Bagi peserta didik yang berminat bisa mengikutinya. Program tersebut di luar jam sekolah tanpa dipungut biaya (gratis). Peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut pulangnya habis sholat Maghrib," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Menghadapi penjajahan Belanda di tanah air tentu hal yang sangat merepotkan bagi Nahdlatul Ulama (NU). Taruhannya bukan semata penderitaan diri mereka sendiri kala itu, tapi juga nasib? generasi mereka di masa yang akan mendatang. Hak ekonomi dirampas, pendidikan dikekang, dan aspirasi politik dikebiri.

Namun demikian, apakah NU terjebak pada nasionalisme sempit? Ternyata tidak. Empatinya yang besar juga menjalar ke belahan dunia lain yang mengalami nasib yang serupa, salah satunya bangsa Palestina. NU geram dengan usaha Israel yang dengan semena-mena mencaplok tanah Palestina. Ini juga penjajahan.

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gara-gara Qunut Nazilah untuk Palestina, Belanda Panggil Ketua PBNU

Dalam Guruku Orang-orang dari Pesantren, KH Saifuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejak bangsa Arab berjuang untuk kemerdekaan Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada tangal 12 November 1938 telah menyerukan kepada seluruh partai dan organisasi umat Islam di Indonesia serta Pucuk Pimpinan Warmusi (Wartawan Muslimin Indonesia) di Medan, agar umat Islam memberikan sokongan moral dan material kepada para pejuang Palestina dalam memerdekakan tanah air mereka.

Di antara bentuk solidaritas tersebut PBNU mengimbau umat Islam untuk membaca qunut nazilah dalam tiap-tiap sembahyang fardhu. Qunut nazilah lebih dari sekadar bacaan doa selepas ruku yang lazim diamalkan ketika kondisi bencana atau situasi genting lainnya. Seruan qunut nazilah mengandung dimensi politik yang luas. Ia sebentuk protes keras berskala internasional atas kezaliman kaum pendatang yang menamakan diri bangsa Israel terhadap bangsa Palestina.

KOKAM Tegal

Sikap NU ini tentu berpotensi mengundang empati balasan dari bangsa-bangsa Arab atas bangsa Indonesia yang tengah dijajah Belanda. Tak heran, sehubungan dengan qunut nazilah ini pada tanggal 27 Januari 1939, Ketua PBNU KH Machfuzh Shiddiq dipanggil oleh Hoofparket Belanda di Jakarta. Pemerintah kolonial Belanda melarang NU melakukan gerakan qunut nazilah untuk pejuang Palestina.

KOKAM Tegal

Qunut nazilah juga sempat berlangsung setahun berturut-turut ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara sepihak meresmikan negara Israel pada 1948. Deklarasi negara baru ini dimotori oleh Amerika dan Soviet. Rakyat Indonesia saat itu mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas atas kebijakan tersebut. Dewan Keamanan PBB mesti meninjau ulang keputusannya terhadap berdirinya Israel.

NU tentu tahu, Palestina tak hanya dihuni penduduk Muslim. Tapi keberadaan tempat suci Masjid al-Aqsa dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah basyariyah) cukup menjadi alasan untuk melakukan kecaman dan pembelaan tersebut. Berkat penjajahan Israel, rakyat Palestina terlunta-lunta, menderita secara fisik dan psikis, dan sebagian terusir dari tanahnya sendiri.

Di tengah solidaritas untuk Palestina yang tak kunjung henti, pada Desember 1948 Indonesia didera situasi yang sangat mencekam. Belanda melakukan agresi militer II yang dimulai dari Yogyakarta sebagai ibu kota negara waktu itu. Situasi kian gawat ketika para tokoh dan pemimpin republik ini ditangkapi sehingga mendorong dibentuknya Pemerintah Darurat Republik Indonesia di Sumatra.

Demikianlah luasnya spektrum perjuangan NU. Lahir batin ia berkorban menumpas penjajahan di tanah air sendiri, tapi juga tak menutup mata atas fenomena yang sama di penjuru bumi lainnya. Kenapa? Karena kemerdekaan adalah hak segala bangsa. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Internasional, Cerita KOKAM Tegal

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Depok, KOKAM Tegal

Dari total penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 207 juta jiwa, diketahui mayoritas berpandangan moderat. Potensi intoleransi masih ada meski dalam jumlah yang tidak signifikan.

Kesimpulan itu disampaikan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangka ulang tahun ke-49 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Dalam forum bertajuk "Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara" tersebut, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memaparkan hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 di 34 provinsi. Data 6yang dihimpun menunjukkan, sekitar 12 juta orang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan, dan 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam radikalisme.

Namun, Yenny bersyukur kebanyakan umat Islam di Indonesia relatif toleran. Lewat video singkat dipaparkan bahwa 72 persen umat Islam yang menjadi responden menolak tindakan radikal, 88,37 persen mengakui kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan 65,35 persen menilai negara harus melindungi keyakinan tersebut.

"Meski intoleransi di Indonesia trennya naik tapi kondisinya tak sampaibmencemaskan. Kenaikan kasus intokeransi dialami oleh hampir semua negara dan Indonesia relatif masih aman," jelasnya.

Kata Yenny, bahkan Donald Trump pun mengeksploitasi isu agama dan ras untuk meraup dukungan kelompok konservatif Amerika Sweikat dalam meraih kursi presiden yang kini ia duduki. Secara sistematis isu-isu tersebut dikelola dengan kepentingan politik yang kental.

KOKAM Tegal

Yenny optimis potensi intoleransi di Indonesia masih bisa dicegah dengan penguatan nilai Pancasila dan keindonesiaan, gerakan nasional merawat kebinekaan, dan penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku intoleransi.

KOKAM Tegal

"Pancasila adalah formula ajaib untuk mengatasi tantangan kehidupan bangsa dan negara kita," tururnya. (Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Sejarah KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung

Tangerang, KOKAM Tegal. Pengurus Anak Cabang (PAC) Ansor Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang, Banten masa khidmah 2016-2018 di bawah pimpinan Nur Asyik resmi dilantik, Sabtu (29/10) lalu di Ballroom Hotel Narita Kecamatan Cipondoh Kota Tangerang. SK Resmi pelantikan ini dibacakan oleh H. Syahroni Pengurus Wilayah GP Ansor Banten.

Dalam pelantikan tersebut, para pengurus baru kompak memakai sarung, seragam GP Ansor serta peci. Khusus soal sarung, tidak banyak yang melakukan pelantikan dengan memakainya. Sehingga inisiatif Ansor Cipondoh ini dapat menjadi teladan budaya.

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, Pengurus GP Ansor Cipondoh Kompak Kenakan Sarung

Tampak hadir Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang H. Mustaya Hasyim, Ketua PW GP Ansor Banten H Ahmad Imron, Wakil Ketua PP GP Ansor H Lukmanul Hakim. Hadir juga Sekretaris PCNU Kota Tangerang, Camat Cipondoh Demi Koswara, Kapolsek Cipondoh dan juga unsur tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.?

Ketua PC GP Ansor Kota Tangerang H. Mustaya Hasyim menyatakan, Ansor bukanlah organisasi politik. "Ansor berdiri di atas semua kaki. Karena itulah, cara pandang politik Ansor adalah politik kebangsaan bukan partisan. Itulah politik amar makruf nahi munkar yang menjadi haluan Nahdlatul Ulama," ujarnya.

Sedangkan Ketua PW GP Ansor Banten H. Ahmad Imron menyatakan, Ansor adalah organisasi yang merebut kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah, maka jangan tanyakan apa yang telah diperbuat Ansor untuk Bangsa ini. “Sehingga sudah semestinya kita sebagai kader-kader penerus melanjutkan dan mempertahankan kedaulatan, Kesatuan dan Persatuan NKRI,” ujarnya.?

KOKAM Tegal

Dalam sambutan selanjutnya mewakili PP GP Ansor H. Lukmanul Hakim menyampaikan terkait isu gerakan yang akan terjadi pada tanggal 4 November 2016, agar kader-kader Ansor, Banser, NU manut arahan PBNU.?

Karena apa yang disampaikan PBNU berdasarkan hasil kajian-kajian yang sumbernya dapat dipercaya. Kita dorong melalui jalur hukum agar pihak terkait menegakkan hukum dengan seadil-adilnya. “Kita percayakan kepada Kiai-kiai kita di PBNU untuk menghadapi masalah ini secara elegan,” ujarnya.?

Ketua terpilih, Nur Asyik berjanji untuk memberikan yang terbaik pada Ansor. "Insya Allah apa-apa yang diamanahkan oleh Pimpinan Cabang akan kami laksanakan dengan sebaik-baiknya," terangnya. Nur Asyik berharap, kepengurusan baru ini terdiri dari personil-personil yang amanah dan profesional.?

KOKAM Tegal

"Tanpa hal ini, kerusakan yang akan terjadi. Semoga juga, pengurus memiliki karakter yang aktif, kreatif, inovatif dan komunikatif," jelasnya.?

Tak lupa, Nur Asyik juga berharap semoga Ansor yang bermakna penolong itu bergerak untuk turut membantuk semua pihak dalam mewujudkan kebaikan bagi masyarakat. "Kita membantu di bidang keagamaan dan kemasyarakatan. Inilah gerakan Ansor sebagai penolong," tandasnya. (Atho/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Kediri, KOKAM Tegal. Pasar Rakyat Indonesia tiba giliran di Kediri, Jawa Timur. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dengan Pengurus Cabang (PCNU) Kota Kediri ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Lirbyo, Kediri, Sabtu-Ahad (2-3/2).

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat Kediri Digelar di Lirboyo

Pasar rakyat kali ini dipusatkan di komplek Aula Muktamar Pesantren Lirboyo. Disebut Aula Muktamar karena aula ini dibangun dan ditempati pertama kali untuk penyelenggaraan Muktamar NU 1999 pada saat Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menjabat Presiden ke-4 RI.

Pembukaan Pasar Rakyat diadakan pada Sabtu (2/2) kemarin. Beberapa jenis produk ditawarkan dengan harga murah, mulai dari sembako dan barang-barang kebutuhan lain. Produk andalan pasar rakyat ini berlabel “Bintang Sembilan”.

KOKAM Tegal

Pasar rakyat juga membuka beberapa stand untuk umum. KOKAM Tegal juga sempat mengunjungi stand Pesantren Lirboyo sendiri yang antara lain menyediakan buku, suvenir dan poster.

KOKAM Tegal

Pasar rakyat juga diisi dengan Workshop Kewirausahaan dan Broadcasting. Kegiatan ini diadakan di Aula Muktamar Lirboyo, Sabtu pagi menghadirkan Setyo Hadi, ketua Lembaga Perekonomian NU Kota Kediri.

Sementara Broadcasting dipandu oleh Harry Pantja. Sang Dunia Lain ini adalah narasumber tetap dalam setiap Workshp Broadcasting yang mengiringi kegiatan Pasar Rakyat di berbagai daerah.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhammad Zakki

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Jakarta, KOKAM Tegal - Sebanyak 200 pelajar SMK Maarif Jakarta beserta dewan guru mengikuti deklarasi pengurus komisariat SMK Maarif Jakarta, Sabtu (10/9) sore. Acara ini dilanjutkan dengan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sampai Ahad (11/9) yang diikuti oleh 28 orang terdiri atas pengurus OSIS dan perwakilan setiap kelas.

Tampak hadir Ketua Umum IPPNU Puti Hasni, pengurus harian IPNU dan IPPNU DKI Jakarta, dan pengurus harian IPNU dan IPPNU Jakarta Barat.

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Rekrut Pelajar Urban di Jakarta

Makesta kali ini mengusung tema Membangun Jiwa Enterpreneur Pelajar dalam Menghadapi Era Globalisasi. Deklarasi komisariat ini merupakan bentuk program IPNU dan IPPNU DKI Jakarta dalam kaderisasi.

Ketua IPNU DKI Jakarta Muhammad Muhadzab mengatakan, IPNU DKI Jakarta memfokuskan ke permasalahan kaderisasi di Ibukota Jakarta. Membentuk komisariat di tingkat Maarif, Pesantren, MAN, bahkan di tingkat SMAN/SMKN se-DKI Jakarta.

KOKAM Tegal

“Dengan demikian, IPNU DKI Jakarta merumuskan kaderisasi yang diterima oleh pelajar ibukota ini, yaitu Kaderisasi Urban 2016,” kata Muhadzab.

KOKAM Tegal

Kegiatan ini didukung oleh Ketua IPPNU Jakarta Barat Husnul Maulida. Menurutnya, Deklarasi komisariat di SMK Maarif Jakarta ini merupakan bentuk revitalisasi dan inovaai terhadap pengkaderan IPNU dan IPPNU di DKI Jakarta.

“Kami IPPNU Jakarta Barat siap mengawal”. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Sejarah, Kajian KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) se-Indonesia menghelat Musyawarah Nasional (Munas) yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Munas dengan tema ‘Sinergi Mahasiswa Nahdlatul Ulama Melalui Nilai Spiritual dan Intelektual Mewujudkan Islam Yang Rahmatan Lil Alamin’ ini dilaksanakan selama tiga hari, Jum’at-Ahad, (23-25/1). Kegiatan ini adalah Munas yang pertama sejak KMNU dibentuk di masing-masing kampus. ?

Menurut Mujib, ketua panitia pelaksana, Munas KMNU bertujuan sebagai ajang silaturrahim antar KMNU se-Indonesia. “Selama ini kan masih sebatas pertemuan di internal masing-masing dan kali ini kita mencoba untuk silaturrahim dan konsolidasi bersama,” tutur Mujib.?

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional

Selain silaturahim dan konsolidasi, dalam Munas tersebut juga dibahas mengenai kesamaan visi-misi serta program-program KMNU yang selama ini belum ada sinergi. “Program-program KMNU selama ini hanya untuk internal kampus saja, belum ada program bersama secara nasional,” ujar Mujib.

KOKAM Tegal

Target peserta Munas adalah seratus orang yang berasal dari perwakilan kampus yang sudah memiliki KMNU seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan kampus lainnya.?

KOKAM Tegal

Slamet Mujamil, anggota KMNU UNY mengatakan, Munas kali ini diharapkan bisa menguatkan jaringan antar KMNU di kampus-kampus. Harapannya, lanjut Slamet, KMNU juga bisa segera terbentuk di kampus-kampus luar Jawa agar jaringannya kian luas.

“Dengan KMNU ini, kita bisa menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bukan menebarkan kebencian dan radikalisme di kampus,” tandas Slamet. (Anas/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Sejarah, RMI NU KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,KOKAM Tegal. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

KOKAM Tegal

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi KOKAM Tegal Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

KOKAM Tegal

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi KOKAM Tegal dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Humor Islam, Sejarah KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah

Oleh Ubaidillah Achmad

Sehubungan dengan peristiwa bom bunuh diri di Madinah, telah memunculkan banyak spekulasi penilaian terhadap motif seseorang yang memilih siap mati, namun tidak siap melaksanakan darma kehidupan.

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah

Secara psikis banyak motivasi yang menyebabkan peristiwa ini terjadi. Karenanya, saya ingin turut mencoba memahami alasan dibalik peristiwa bom bunuh diri di Madinah. Secara sederhana, peristiwa ini tidak mungkin karena kegilaan pelaku, karena orang gila tidak bisa menyiapkan perangkat yang super dahsyat ini dan menentukan momentum bagaimana ancaman yang mengundang kekhawatiran umat dunia. Yang saya maksudkan dengan pelaku di sini, adalah pelaku yang bisa saja berupa korban dan juga berupa mereka yang memainkan korban.

Sebagai umat Islam, tidak perlu mengkhawatirkan terhadap peristiwa yang sudah terjadi, namun perlu memikirkan lebih serius bagaimana supaya peristiwa ini tidak terjadi? Dengan demikian, kita tidak hanya bisa mengecam, namun juga memikirkan apa yang harus kita perbuat dengan perbuatan kecil, namun bermanfaat untuk umat manusia. Karenanya, umat Islam perlu memikirkan resolusi konflik personal dan komunal yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan, bukan justru menjadikan keyakinan agama sebagai sumber konflik kemanusiaan.

Sebelum saya berkesimpulan terhadap peristiwa naas di Madinah sebelum lebaran Idul Fitri 2016, menurut saya ada lima tesis yang bisa kita baca kemungkinannya sebagai penyebab bom bunuh diri tersebut: tesis pertama, karena adanya bom waktu sistem pemerintahan yang menggunakan sistem kerajaan. Hal ini membuat masyarakat sudah tidak puas dengan sistem kerajaan di tengah perkembangan sistem demokratisasi di dunia. Tesis kedua, karena konspirasi kapitalisme global yang ingin menguasai negara-negara penghasil minyak dunia, seperti kawasan Timur Tengah.

KOKAM Tegal

Tesis ketiga, kepentingan imperialisme yang ingin menjajah negara yang menyimpan sumber daya alam yang tinggi dengan model atau cara manajemen konflik. Berbeda dengan zaman Perang Dunia II, penjajahan bisa dilakukan dengan cara penindasan pada harkat dan martabat manusia dengan merampas SDA dan menindas SDM. Namum sekarang para imperialis telah melakukan pencitraan atas nama kemanusiaan, sedangkan di sisi yang lain, secara pelan pelan melakukan penjajahan terselubung melalui perspektif akademik dan ilmiah.

Tesis keempat, karena adanya senjata makan tuan, berupa gerakan wahabi yang telah dibesarkan oleh sistem kerajaan di Arab Saudi, bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih fokus pada ajaran al-Qur’an dan Hadits. Sementara itu, sistem kerajaan Arab Saudi bersumber penuh pada kehendak kuasa sang raja dari keluarga Ibn Suud. Cita-cita gerakan yang baik melalui slogan kembali pada dua wasiyat Nabi Muhammad ini, telah dipimpin langsung oleh para Ulama Wahabi yang didanai langsung oleh kerajaan. Para Ulama Wahabi di Negera Saudia Arabia ini bersikap mendua, yaitu sebagai corong kerajaan yang banyak mengabaikan teks kewahyuan, namun dalam konteks yang lain bersikap sebagai seorang ulama yang selalu berkampanye kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Yang berkembang kuat dapat mempengruhi hukum kerajaan, adalah kepentingan keluarga kerajaan Ibn Saud. Bukti yang menunjukkan hal ini, tidak ada seorang Ulama Wahabi yang berani dengan tegas menolak kebijakan Raja setegas menolak setiap yang bidah dlalalah perspektif Wahabi. Misalnya, kebijakan yang selama ini menjadi ajaran Wahabi anti Barat, namun membiarkan kebijakan raja yang memilih kerjasama dengan Yahudi untuk kepentingan penguasaan minyak. Fenomena ini berjalan lancar tanpa gugatan dari para ulama Wahabi. Yang ironis, dalam konteks kasus di Indoensia, mereka yang Arabis, justru menegaskan, sebagai gerakan anti-Amerika, anti-imperialis dan anti-Barat.

KOKAM Tegal

Tesis kelima, adanya gerakan teroris murni yang mengatasnamakan Islam untuk sebuah kepentingan kehendak kuasa dan gerakan pencitraan para teroris di mata aktivis gerakan kelas dunia. Namun karena merupakam gerakan makar, maka gerakan ini tidak mendapatkan dukungan masyarakat dunia. Gerakan teroris ini, telah melakukan pembajakan melaluu gerakan keagamaan yang mengajarkan tentang radikalisme. Hasil pencitraan justru berbalik, telah mendapatkan kecaman masyarakat dunia.

Sehuhungan dengan kelima tesis tersebut di atas, maka dapat dipahami, bahwa ada sistem yang memancing gejala yang bertolak belakang atau kontra produktif terhadap tujuan subjek. Sebaliknya, kelima indikasi yang menguatkan tesis tersebut di atas, telah menjadi kemungkinan terbesar dari dampak sekenario politik kapital. Mengapa kemungkinan ini terjadi, karena hanya negara besar dan super powerlah yang mampu melakukan semua ini.

Pertanyaannya, adalah mengapa kemampuan ini tidak ditunjukkan secara terang terangan? jika secara terang terangan politik imperialis yang merugikan negara sasaran bisa dilakukan kenapa harus dengan cara silend. Karena, sekarang ini telah banyak yang menyadari betapa buruknya dikenal sebagai diktator atau manusia kejam dalam sejarah umat manusia. Beberapa sejarah kelam para penjahat kemanusiaan, tidak ingin mereka ulang dalam sejarah modern. Karenanya, kebijakan politik yang berisiko bagi kemanusiaan telah mereka hindari, sehingga sewaktu hendak memainkan kepentingan ekonomi kapital tidak mendapatkan penolakan dari para calon pelanggan di negara yang mereka katagorikan sebagai negara berkembang. Para kapital, selalu berusaha mencari pelanggan yang baik yang menjaga kepentingan kapital tanpa halangan predikat "sebagai penjahat kemanusiaan".

Meskipun semua tesis tersebut di atas mungkin terjadi pada peristiwa bom di dekat Masjid Madinah, namun dalam perspektif penulis, yang paling mungkin, berupa tesis yang keempat, berupa gerakan pagar makan tanaman. Sudah tidak asing lagi, mengapa di negara arab sering terjadi konflik internal, karena model pembelajaran keberagamaan lebih menekankan pada model fanatisme madzhab dan aliran keberagamaan. Hal yang sama seperti gerakan wahabi di Indonesia yang cenderung lebih mudah membidahkan, mengkafirkan, memusyrikkan kepada individu yang berbeda golongan atau kelompok komunal.

Model seperti ini berbeda dengan model keberagamaan di Indonesia yang cenderung lebih mengedepankan kemajmukan atau keragaman. Kondisi keberagamaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi historis para leluhur masyarakat nusantara sebelum menjadi bangsa Indonesia, yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai keyakinan dan memiliki aneka ragam kebudayaan dan prinsip moralitas. Dari aneka ragam kebudayaan dan prinsip moralitas ini, terdapat etika universal yang masih menjadi pedoman hingga sekarang, yaitu prinsip binika tunggal ika. Prinsip ini yang telah dirangkum menjadi ideologi Pancasila.

Antitesis dari prinsip karagaman kebudayaan dan keyakinan ini, telah direkonstruksi dan dikontekstualisasikan oleh Walisongo melalui model keberagamaan yang disebut dengan istilah pribumisasi Islam. Pribumisasi Islam Walisongo didasarkan pada model kontekstualisasi pola keberagamaan yang diintegrasikan dengan model kearifan lokal dan prunsip etika Universal.

Jika model keberagamaan walisongo dibandingkan dengan model keberagamaan di timur tengah, maka akan mengalami perbedaan yang signifikan. model keberagamaan di timur tengah terlihat mengabaikan model keragaman sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad, namun justru lebih menekankan pada model yang membedakan peran dan fungsi sosial, antara pendapat sesama umat Islam dan pendapat mereka yang bukan orang Islam.

Oleh karena itu, di Jazirah Arab terjadi banyak konflik yang belum terselesaikan, karena masih banyak umat beragama mejadikan posisinya secara konfrontatif antara dirinya sebagai umat beragama dan pihak lain sebagai kaum yang dzalim, kafir, musyrik, dan munafik. Sementara itu, Walisongo lebih menekankan keberadaannya sebagai sosok yang memiliki kekhasan dan keunikan yang dapat memposisikan diri dalam perbedaan dan keragaman. Strategi Walisongo ini dapat menjadi teori baru dalam resolusi konflik.

Jadi, peran Walisongo di tengah perbedaan bersama pihak yang lain tidak dalam konteks sebagai keberadaan yang konfrontatif, yang harus saling memaksa dan menafikan fungsi muamalah dan fungsi kemanusiaan. Meskipun demikian, Walisongo meyakini relasi suci kosmologis di bawah kekuasaan Allah yang berhak memutuskan penciptaannya.

Sehubungan dengan model keberagamaan Walisongo ini dapat dijadikan sebagai paradigma yang dapat menjadi konstribusi model keberagamaan yang mengembalikan pada model keberagamaan Nabi Muhammad. Model ini, yang sekarang ini justru dilupakan umat Islam dibelahan dunia, khususnya timur tengah.

Karenanya, banyak konflik keberagamaan di belahan dunia dan negara negara Arab, yang bertambah rumit dan runyam, yang seolah justru agama menjadi sumber konflik sosial. Di Timur Tengah kurang menata keragaman di tengah keberagamaan. Misalnya, terjadi pada kasus konflik sunni-syii di Timur Tengah. Sebaliknya di Indonesia, meskipun kebanyakan memilih model keberagamaan Sunni, namun tidak menjadi sumber konflik atas nama pemahaman kedua aliran ini. Beberapa kasus konflik justru disebabkan oleh beberapa orang yang lebih memilih model Arabisme.

Jadi, kesadaran keragaman masyarakat Indonesia dalam keberagamaan, selain telah berlangsung melalui proses pribumisasi Islam Walisongo, juga memiliki sumber historis yang telah menjadi model kebhinekatunggalikaan para leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia.

Ubaidillah Achmad, Penulis Buku Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Sejarah KOKAM Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola

Bandung, KOKAM Tegal



Direktur Pertandingan Liga Santri Nusantara (LSN) Mohamad Kusnaeni atau yang akrab disapa Bung Kus mendorong Pondok Pesantren tidak hanya berhenti mempunyai tim sepak bola, tetapi setelah adanya momen Liga Santri ini sebaiknya mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB). 

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Untuk Kemajuan Indonesia, Pesantren Didorong Dirikan Sekolah Sepak Bola

“Saya pikir pesantren harus mulai berbenah. Kalau ingin serius menjadi tim yang konsisten di Liga Santri Nusantara, harus punya kaderisasi dari segi pemain. Jadi salah satu cara yang terbaik adalah membentuk SSB. Tentunya SSB-nya terdiri dari santri yang mondok di pesantren tersebut,”saran Bung Kus saat konferensi pers sebelum laga final antara Darul Huda melawan Darul Hikmah di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Ahad petang (29/10).

Pada kesempatan yang sama ketua pelaksana LSN KH Abdul Ghofarrozin memaparkan pihaknya sedang menyusun kurikulum sepak bola yang akan ditawarkan ke pesantren-pesantren supaya bisa diajarkan di luar jam belajar santri. 

“Untuk pesantren yang sudah mempunyai konsen yang tinggi, kita dorong untuk mendirikan SSB ala pesantren yang disebut Pesantren Sepak Bola (PSB). Sehingga kemudian pembinaannya lebih serius lagi,” ungkap Gus Rozin, begitu ia masyhur disapa. 

“Kami di RMI menjajaki dengan beberapa pihak untuk pembinaan ini, baik dengan talent scounting, atau pembinaan kepada calon pelatih di pesantren-pesantren. Kita juga sudah membuka komunikasi lain, baik itu di dalam maupun di luar negeri dalam konteks pembinaan pelatih. Di pesantren-pesantren akan terbentuk sistem dan pembinaan yang baik, tidak hanya skill, tetapi juga standar gizi dan lain-lain,” pungkas Gus Rozin.

KOKAM Tegal

Menanggapi hal itu, Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahadian menilai untuk membentuk Pesantren Olahraga memang tidak terlalu sulit, karena santri-santri sudah berdomisili dalam satu tempat.

KOKAM Tegal

"Kita akan membantu teknis keolahragaan, kualitas gizi serta lain-lain," tegas Bayu dihadapan belasan berbagai awak media lokal maupun nasional. (M. Zidni Nafi’/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Lampung Utara,KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lampung Utara menggelar Kemah Santri Nusantara 2017 di Bumi Perkemahan Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara , Lampung Utara. Kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Gerakan Pemuda Ansor? tersebut berlangsung Ahad-Selasa (26-28/3)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Ketua GP Ansor Lampung Utara Masir Ibrahim mengatakan, tujuan kegiatan tersebut selain untuk memperingati hari lahir Gerakan Pemuda Ansor Ke-83, juga sekaligus menjalin silaturahim dan kebersamaan antarsantri se-Lampung Utara.

"Kemah Santri Nusantara? ini dihadiri seluruh peserta yang terdiri dari berbagai pondok pesantren dan pemuda yang ada di Lampung Utara, dan seluruh perkumpulan kepemudaan se-Lampung Utara. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia," ujarnya.

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, selain kemah bersama, akan dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Bhakti Sosial, Lomba Olahraga, Lomba Baca Kitab Kuning, Hadrah, Kaligrafi dan lainya

KOKAM Tegal

"Nanti akan ada banyak item kegiatan yang diselenggarakan. Target kami, seluruh pondok pesantren se-Lampung Utara akan mengikutinya. Jadi akan terdiri kurang lebih 600 peserta," tutur Masir.

Dirinya berharap, acara tersebut dijadikan momentum untuk selalu membangkitkan semangat santri dan pemuda Lampung Utara dalam pembangunan, serta dapat mempererat persatuan dan kesatuan antar santri dan pemuda .

"Jangan cuma kita lihat seremonialnya, namun akan banyak manfaat yang bisa didapatkan dari Kemah Santri Nusantara ini," tutup Masir. (Cikael/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Jombang, KOKAM Tegal. Santri Pondok Pesantren Al-Ahsan Bareng menggelar upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda di tengah sungai Karangan, Dusun Karangan Krajan, Desa Karangan, Bareng, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (28/10) pagi.

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Santri Pesantren Al-Ahsan Lakukan Upacara Peringatan Sumpah Pemuda

Sungai Karang dipilih karena kondisinya cukup memprihatinkan. Selain maraknya penambangan batu di bantaran sungai. Keadaan sungai di perparah dengan masih banyaknya warga daerah aliran sungai yang membuang sampah sembarangan.

"Melalui upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, pelajar Pondok Al-ahsan Karangan ingin mengajak dan menyadarkan para pelajar dan pemuda tentang menjaga lingkungan alam, terutama sungai sebagai sumber air," jelas Pengurus Yayasan Al-Ahsan, Khoirum Muslimin.

Menurutnya, upacara di Sungai memang terdengar tidak biasa dan jauh dari kebiasaan yang selama ini. Namun, ia berpendapat kegiatan itu tentu akan memberi pengalaman tak terlupakan bagi anak didiknya.

KOKAM Tegal

Ia berharap upacara di tengah sungai akan lebih memiliki makna mendalam serta dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pelajar. Selain itu juga mengajarkan peserta didik pentingnya menjaga kelestarian alam.

Meski harus bersusah payah untuk menuju sungai Karangan, namun semua itu tak mengurangi antusias para pelajar untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda," tambahnya

Selanjutnya, ia menyebutkan tema besar yang mereka usung pada sumpah pemuda kali ini yaitu "melalui sumpah pemuda kita cintai lingkungan alam". Tema ini diambi sebagai upaya mengkampanyekan sekaligus menggerakkan para pelajar untuk lebih mencintai dan peduli terhadap alam dan sungai.

"Kedispilinan dan kesadaran untuk tidak membuang sampah di sekitar Sungai dimulai dari usia produktif seperti ini. Kita jelaskan juga dampak perbuatan mereka membuang sampah di sungai bisa mencemari sungai serta dapat merugikan warga lainnya," bebernya.

KOKAM Tegal

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Sungai Karangan berlangsung khidmat. Semua perangkat upacara berasal dari santri semua. Mulai dari pemimpin upacara, penyampaian pesan moral, pembawa bendera dan kelengkapan upacara lainnya.

"Dewan guru dan pengurus yayasan hanya mengarahkan dan mengawasi kegiatan ini. Karena ini temanya sumpah pemuda maka semua petugas upacara ya diambil dari santri sendiri," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia

Makassar, KOKAM Tegal. Setelah merampungkan kegiatan Pra Muktamar di Yogyakarta dan Lombok, panitia Muktamar ke-33 NU, Selasa-Rabu (22-23/4), menggelar kegiatan Pra Muktamar yang ketiga kalinya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Tema kali ini membahas Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam.

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman mengatakan, bahwa? tema acara hari ini adalah tema yang tepat jika kita melihat permasalahan bangsa dan dunia saat ini. "Di awali di Makassar ini, semoga Muktamar Agustus mendatang bisa menghasilkan solusi atas permasalahan-permasalahan bangsa dan dunia," katanya mengawali pembukaan acara, Rabu (22/4).

Agus Arifin yang datang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan juga mengatakan, pihaknya mengucapkan terimabkasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra Muktamar. "Kami ingat 5 tahun lalu Muktamar dilaksanakan di sini dan sukses. Kali ini kami ditunjuk kembali untuk melaksanakan Pra Muktamar. Ini menunjukkan kepercayaan besar PBNU kepada kami, terima kasih," lanjutnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua Steering Committee Panitia Muktamar ke-33 NU KH Slamet Effendy Yusuf, mengungkapkan, Pra Muktamar di Makassar akan diisi dengan seminar dan dialog internal, membahas dan mematangkan tema besar Muktamar NU ke-33, yaitu Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia.

"Di sini sudah hadir narasumber-narasumber kompeten. Ada Prof Dr Ibrahim Alwee, Doktor Mustofa Masud, dan KH Agus Sunyoto. Beliau-beliau adalah orang yang tepat untuk membahas bagaimana sejarah Islam di Indonesia dan bagaimana ke depannya, untuk bisa berperan dalam memberikan solusi atas permasalahan bangsa dan dunia," kata Slamet.

KOKAM Tegal

Pra Muktamar NU di Makassar selain dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus PBNU lainnya, juga tampak hadir adalah Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid, putri sulung almarhum Gus Dur, Alissa Wahid, dan Rais Syuriyah PWNU Sulsel, Anregurutta KH Sanusi Baco, serta perwakilan PCNU se-Indonesia Timur.? (Samsul Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Khutbah KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca

Jombang, KOKAM Tegal?

Salah satu kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Luqman Hakim, menjadi inisiator gerakan Minggu Membaca (Mumba) di Alun-alun setempat. Dikatakan Mumba karena kegiatan ini dilaksanakan setiap Minggu, dimana sebagian masyarakat Jombang mengisi liburannya dengan mengelilingi Alun-alun Kota Santri ini. Luqman memiliki inisiatif mewujudkan gerakan Mumba dengan menyediakan puluhan buku yang disebar ke setiap sudut alun-alun.

Selain itu, Lukman juga rajin mengkampanyekan gerakan membaca di tengah-tengah perkumpulan masyarakat setempat. Hingga saat ini, Mumba sudah berjalan lama.

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca

"Alhamdulillah gerakan membaca ini sudah berjalan bertahun-tahun dan masih bertahan sampai sekarang," jelasnya kepada KOKAM Tegal, Ahad (14/5).?

Sekretaris GP Ansor Jombang ini menuturkan, Mumba dimulai sekitar pukul 05.30 pagi hingga 09.00 WIB. Semua pengunjung secara gratis bisa membaca semua koleksi buku yang disediakan dan duduk santai bersama pembaca lain. "Kita tidak memungut biaya apapun dari kegiatan ini, semua gratis," tandasnya.

Menurut Luqman, kader Ansor memang sudah seharusnya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dengan beragam cara. Selain gerakan motivasi mengaji yang selama ini digalakkan, juga bisa dengan cara gerakan-gerakan lain, seperti Mumba ini.?

"Ansor selama ini selalu identik dengan serem, jaga keamanan dan mengawal para kiai. Sebenarnya, banyak bakat lain dari kader Ansor Jombang yang terpendam," bebernya.

KOKAM Tegal

Baginya, membaca keharusan dan tidak boleh ditinggalkan walaupun satu hari saja. Dan mengajak orang banyak untuk gemar membaca merupakan panggilan jiwa dan ibadah, apalagi yang diajak adalah orang NU sendiri.

"Untuk menghadapi masa depan, maka menjadikan membaca sebuah hobi itu suatu keharusan," pungkasnya.(Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, Sejarah, Tegal KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Haul Buyut Kang Said Diperingati Sabtu Depan

Cirebon, KOKAM Tegal. Seperti umumnya pesantren di Indonesia, pondok pesantren Gedongan Cirebon juga memiliki agenda haul yang diperingati dalam setiap tahunnya. Untuk tahun ini, peringatan haul sesepuh pondok pesantren direncanakan jatuh pada hari Sabtu, 11 Mei 2013 mendatang.

Haul Buyut Kang Said Diperingati Sabtu Depan (Sumber Gambar : Nu Online)
Haul Buyut Kang Said Diperingati Sabtu Depan (Sumber Gambar : Nu Online)

Haul Buyut Kang Said Diperingati Sabtu Depan

Tokoh penting yang menjadi tonggak pendiri pondok pesantren yang tergolong tua di Jawa Barat ini adalah KH Muhammad Sa’id,  sosok tersebut tak lain merupakan buyut dari ketua umum pengurus besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj. 

Demikian diungkapkan oleh Aghuts Muhaimin, sekretaris acara peringatan haul sesepuh dan warga pondok pesantren Gedongan, Cirebon ke-83. Jum’at (3/5).

KOKAM Tegal

“Untuk tahun ini haul di pesantren Gedongan digelar Sabtu pekan depan, acara tahunan ini tentu memiliki tujuan agar para santri mampu meneladani dan mendapatkan berkah Mbah Said, yang mana beliau adalah buyut dari KH. Said Aqil Siroj,” jelas Aghuts.

KOKAM Tegal

Aghuts Muhaimin menambahkan, pelbagai persiapan telah dilakukan oleh keluarga besar pesantren dan warga masyarakat Gedongan, karena dalam setiap tahunnya, malam puncak acara haul dihadiri sekitar 5000 sampai 10.000 pengunjung. Dan dalam tahun ini direncanakan akan dihadiri oleh beberapa tamu penting, antara lain; Mahfudz MD, Rhoma Irama, KH. Subhan Ma’mun Brebes, artis lawak Akri Patrio, serta KH. Said Aqil Siroj. 

“Untuk sementara persiapan sudah bisa dikatakan maksimal, beberapa tokoh nasional sudah konfirmasi kehadirannya. Tapi yang paling penting adalah haul sesepuh dan para pendiri pesantren ini harus dijadikan media untuk mengenang sosok yang telah berjasa kepada pesantren dan masyarakat Gedongan,” tambah kiai muda yang kerap disapa Kang Agus ini.

Selain malam puncak acara, beberapa agenda juga digelar dalam rangka pra-haul di pondok pesantren Gedongan Cirebon, antara lain; kontes genjring antar pesantren se-Cirebon, bahtsul masail, halaqah, karnaval taaruf, pengobatan gratis, serta ziarah kubur. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

LP Ma’arif NU: Pengelolaan Pendidikan di NU Perlu Ditata Ulang

Kendal, KOKAM Tegal. Ketua Pengurus Pusat LP Ma’arif NU H Zainal Arifin Junaidi mengatakan persoalan pendidikan di lingkungan NU harus segera dibenahi. 

LP Ma’arif NU: Pengelolaan Pendidikan di NU Perlu Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Ma’arif NU: Pengelolaan Pendidikan di NU Perlu Ditata Ulang (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Ma’arif NU: Pengelolaan Pendidikan di NU Perlu Ditata Ulang

Menurutnya Pendidikan di NU saat ini dikelola banyak lembaga atau badan otonom sehingga terjadi tumpang tindih dalam pengelolaanya.

Arifin Junaidi, tokoh Asal Kendal yang juga mantan Sekjen PBNU di era Gur Dur tersebut mengatakan hal itu saat memberikan materi dalam sosialisasi kurikulum 2013 yang digelar bersamaan bahtsul masail diniyah dan seminar pemberdayaan pertambakan di MTs NU 09 Gemuh  Kendal, Ahad (17/2)

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Arifin mencontohkan di lingkungan NU, TK dan PAUD dikelola oleh Muslimat NU, sedangkan madrasah diniyah diurusi oleh RMI. Sementara LP Ma’arifnya hanya mengurusi sekolah formal seperti MTs, MA, SMA, SMP dan SMK.

“Untuk Perguruan Tinggi NU yang ngurusi sudah lain lagi, yaitu  LPTNU,” terangnya.

KOKAM Tegal

Kondisi demikian menurut mantan sekretaris Dewan Syuro DPP PKB tersebut menyebabkan terjadinya tumpang tindih dalam pengelolaan pendidikan di NU. Ada unit pendidikan yang diurusi beberapa lembaga sementara ada unit pendidikan yang terbengkalai tidak terurusi. Jika kondisi demikian tidak segera dikoordinasikan dan dibenahi dikuatirkan pendidikan di NU semakin tidak kondusif

Pada kesempatan tersebut Arifin juga memaparkan data bahwa jumlah sekolah di NU lebih banyak dibanding dengan jumlah sekolah di Muhamadiyah. Namun imagenya seolah-olah Muhamadiyah lebih unggul dalam bidang pendidikan, Padahal, sebenarnya tidak demikian keadaanya. 

Oleh karenanya sudah sepantasnya jika menteri Pendidikan sekarang dipegang oleh orang NU, Muhammad Nuh.

“Sudah saatnya yang mayoritas yang memimpin dunia pendidikan kita, sehingga tahu persoalan besar yang melilit dunia pendidikan kita” tegasnya.

Dalam sambutannya ketua PC NU Kendal KH Muhammad Danial Royyan  berharap agar PC LP Ma’arif NU Kendal dalam periode sekarang setidaknya bisa menambah satu SMK NU lagi. 

Ditandaskan pula bahwa kepala sekolah dilingkungan Ma’arif NU harus loyal terhadap PC LP Ma’arif NU sehingga bisa bersinergi didalam melaksanakan program.

Sedangkan Wakil Bupati Kendal, H Mustamsikin yang yang berkesempatan hadir berharap disamping mengimplementasikan kurikulum 2013, para guru  di lingkungan Ma’arif juga harus mengembangkan pendidikan berkarakter dan berahklaqul karimah.   

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Fahroji

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Aswaja, Sejarah, News KOKAM Tegal

Jumat, 03 November 2017

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus harian Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Nasional (Unas) dan Universitas Ibnu Chaldun (UIC) selama dua hari mengedarkan kotak peduli asap di kampus masing-masing. Mereka menggalang dana berkisar 1-2 jam.

Aktivis pergerakan ini terpanggil untuk menggelar aksi solidaritas untuk korban asap di Sumatera dan Kalimantan. Di lingkungan kampus Unas dan UIC, mereka bergerak pada Jumat dan Sabtu, (23-24/10).

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unas dan UIC Galang Dana Peduli Bencana Asap

"Aksi solidaritas ini adalah bukti bahwa kami mahasiswa tidak hanya bisa mengkritik pemerintah terkait bencana ini, tapi juga solutif. Ini juga bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Koordinator aksi solidaritas PMII Unas Niswatul Hamdani Effendi, Selasa, (27/10).

KOKAM Tegal

Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan gotong royong para aktivis PMII lintas kampus di Ibu Kota.

"Ini momen untuk kebangkitan rasa gotong royong. Ini juga menjadi sindiran untuk para pejabat agar saling memperkuat tindakan melalui kerja sama, bukan saling melempar dan menyalahkan," kata Pina, peserta aksi dari UIC.

KOKAM Tegal

Dana hasil aksi solidaritas ini diserahkan kepada lembaga terkait yang berkonsentrasi pada penanggulangan bencana.

"Kami menggalang dana 2 hari di kampus masing-masing, dana terkumpul Rp. 3.316.000 dari hanya 1-2 jam kita turun. Kita langsung berikan ke lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT) di menara 165 TB Simatupang Selasa ini," kata anggota Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Harsenda Sari.

Yang menarik, sambung Sari, aksi ini sempat ditegur oleh Satgas Pemprov DKI. "Sahabat-sahabati Unas sempat ngecrek di lampu merah Pejaten Village, tapi ditegur oleh Satgas Pemprov DKI lantaran tak berizin. Untuk itu kami putuskan aksi di lingkungan kampus saja," tutup Sari tersenyum. (Doni Rao/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Pertandingan, Sejarah KOKAM Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Jakarta, KOKAM Tegal

Negeri Sakura juga meramaikan pasar busana Muslim di Indonesia dengan memamerkan koleksi pakaian Muslim yang terbuat dari bahan kimono.

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)
Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Japan Muslim Fashion Chiharu Collection di Indonesia Fashion Week 2016 membawa beragam model busana berpotongan longgar dan santun menutup tubuh dengan motif bunga warna-warni.

"Menurut saya, kimono dan baju Muslim punya kemiripan," kata desainer Chiharu Horiuchi pada Antara News saat ditemui di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jumat.

Chiharu mencari inspirasi lewat gambar busana Muslim yang didapatnya dari berbagai sumber, sampai ke mal Jakarta untuk melihat langsung baju-baju Muslim yang dipakai para pengunjung.

KOKAM Tegal

Hasil observasinya dituangkan dalam bentuk kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung.

Perempuan paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu terpukau dengan gaya berbusana Muslimah Tanah Air yang dinilai modis dan berani memadu padan warna serta motif.

Baju Muslim bahan kimono yang sebagian besar terbuat dari kain sutra itu ditujukan untuk kelas premium dengan kisaran harga Rp3 juta-Rp25 juta. 

Sementara itu, Koshi Kubo dari Jepang membawa koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yang bisa dipakai oleh Muslimah. 

Khusus untuk Indonesia, ia membuat dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yang sama. Koleksinya dijual dengan kisaran harga 50-250 dolar AS.

KOKAM Tegal

"Orang Muslim di Indonesia jauh lebih modis dari bayangan saya," komentar Kubo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Tokoh, Sejarah KOKAM Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Maarif Yogyakarta 2015

Sleman, KOKAM Tegal. Tim Lembaga Pendidika Ma’arif NU Kabupaten Gunung Kidul dinobatkan sebagai Juara Umum Pekan Olah Raga dan Seni Ma’arif (PORSEMA) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2015. Kegiatan tersebut berlangsung di Gelanggang Olah Raga (GOR) Pangukan Kabupaten Sleman, Rabu (16/12).

Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Maarif Yogyakarta 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Maarif Yogyakarta 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunung Kidul Juara Umum PORSEMA LP Maarif Yogyakarta 2015

Tim LP Maarif NU Kabupaten Gunung Kidul berhasil mengungguli 4 Kabupaten/kota yang lain termasuk. Mereka berhasil meraih 9 medali emas, 3 perak dan 11 perunggu, dengan total nilai 74. Posisi kedua diperoleh LP Ma’arif Kabupaten Bantul dengan perolehan 5 emas, 5 perak dan 5 perunggu dengan nilai 50. Disusul tuan rumah Kabupaten Sleman dengan 3 emas, 6 perak dan 7 perunggu dengan nilai 43. Di peringkat keempat ditempati kabupaten Kulonprogo dan peringkat kelima Kota Yogyakarta.

Tingkat partisipasi kabupaten dan kota di DI Yogyakarta dalam PORSEMA 2015 kali ini terhitung tinggi, mencapai 87%. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1000 siswa sekolah dan madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

KOKAM Tegal

Menurut rencana kegiatan kegiatan PORSEMA tingkat provinsi akan dilaksanakan 2 tahun sekali sebagai kelanjutan dari kegiatan PORSEMA tingkat kabupaten dan kota.

Di sela-sela pengumuman hasil kejuaraan, Ketua Panitia PORSEMA DIY 2015 Nurliadi menyampaikan rasa banggannya atas prestasi yang dicapai putra-putri LP Ma’arif.

KOKAM Tegal

Di tahun-tahun selanjutnya, kata dia, cabang lomba yang di pertandingkan akan bertambah. Jika tahun 2015 hanya 12 cabang lomba, tahun-tahun selanjutnya diharapkan akan lebih banyak cabang lomba yang dipertandingkan.

Dengan seperti itu, lanjut dia, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU berhasil melahirkan siswa-siswa jawara yang mampu berkiprah di tingkat yang lebih tinggi. (Afif/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock