Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Februari 2018

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Tangerang, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1435 H, Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) melaksanakan program NUcare dengan pengobatan gratis di Kampung Encle Kabupaten Tangerang Banten pada Sabtu (7/6).

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sambut Ramadhan dengan Bangkit Sedekah

Ketua LAZISNU KH Masyhuri Malik mengatakan, kegiatan yang dikerjasamakan dengan BPZIS Mandiri ini berupaya untuk membangkitkan semangat berbagi dan bersedekah kepada golongan yang berhak mendapatkan (mustahiq). “Kegiatan pengobatan gratis merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan lazisnu dalam menyambut bulan suci di tahun sekarang dengan tema “Bangkit Sedekah,” katanya kepada KOKAM Tegal Senin (9/7).

Kiai Masyhuri menjelaskan, Bangkit Sedekah adalah membangkitkan budaya bersedekah di kalangan umat Islam Indonesia, terutama warga NU untuk kemandirian umat. Bersedekah adalah budaya baik warisan para pendahulu, baik para kiai dan para ulama. “Dengan Bangkit Sedekah, LAZISNU akan menjadi motor penggerak bagi kebangkitan dan energi segar untuk menuju cita-cita kemakmuran masyarakat Indonesia,” katanya.

KOKAM Tegal

Kiai Masyhuri melanjutkan, kemandirian dengan Bangkit Sedekah itu kita mulai dari LAZISNU. Lembaga zakat NU tersebut selalu memberikan semangat kepada para kadernya untuk bersama-sama dan bahu-membahu dalam menyiarkan kebangkitan kemandirian umat dengan Bangkit Sedekah.

LAZISNU, tambah kiai Masyhuri, sadar instrumen kemandirian umat itu harus dimulai dari lembaga zakat. Karena lembaga zakat secara posisi menjadi garda terdepan dalam memberikan tarbiyah kepada para penerima hak (mustahiq). “Maka semua program distribusi LAZISNU (Nusmart , Nucare, Nupreneur, Nuskil) selalu bermuara dalam memberikan stimulan kepada mustahiq supaya mereka menjadi mandiri,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut ia mengatakan, bulan Ramadhan merupakan bulan Sedekah penuh rahmah. Bulan berkah ini akan dijadikan momentum untuk Program Bangkit sedekah lazisnu sekaligus upaya pencapaian target LAZISNU di tahun 2014. “Program Bangkit Sedekah, Lazisnu mengajak ke semua masyarakat untuk bersedekah di LAZISNU sesuai dengan program Ramadhan 1435 H,” ajaknya.  

Kiai Masyhuri menyebutkan, program "berbagi berkah puasa", yaitu paket buka puasa untuk komunitas marginal Jabodetabek, anak jalanan, pemulung, pesisir. Sedekah untuk kegiatan tersebut adalah Rp 50.000,-/paket.

Sementara program "berbagi sahur tanda syukur" untuk kampung padat penduduk, pesisir dengan sedekah Rp 50.000,-/paket. Serta "bingkisan lebaran", untuk dhuafa, marbot, penjaga stasiun, supir bajaj dengan sedekah @300.000,-/paket. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan

Brebes, KOKAM Tegal. Peringatan suatu kelahiran bukanlah suatu kebanggaan tetapi merupakan tantangan. Tantangan untuk menghadapi melewati jembatan emas kehidupan berikutnya. Jangan hanya bangga dengan apa yang telah diperoleh sementara jembatan emas yang masih terlalu panjang belum dilewati.

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Hari Lahir itu Tantangan

Demikian dinyatakan Ra’is ‘Am jam’iyah Ahlu Thariqah al Mu’tabarah an-Nahdiyah Habib Luthfi bin Yahya saat menyampaikan ceramah pada peringatan harlah ke-35 MTs Negeri Brebes di halaman sekolah, Senin (6/1).

Untuk itu, kata Habib, sebagai generasi muda jangan sampai mengecewakan diri sendiri, orang tua, guru-guru, pemerintah Kabupaten Brebes dan bangsa Indonesia. Sebagai siswa harus mampu menorehkan prestasi sebagai wujud bakti kita kepada mereka. 

KOKAM Tegal

Habib mengingatkan, bahwa Al Quran itu tidak hanya mengajak umat manusia untuk bertakwa, menceritakan surga dan neraka saja. Tetapi ada berbagai ilmu yang terkandung di dalamnya belum bisa terkuak oleh umat Islam sendiri.

KOKAM Tegal

Pada siswa siswi MTs N Model Brebes, Habib Luthfi berpesan untuk tidak hanya bangga sebagai alumni MTs sementara tidak mampu membuktikan diri. Jadilah ekonom, dokter spesialis, ahli pertanian, teknokrat dan lainnya tetapi memiliki kemampuan ahli quran, beriman, dan bertakwa.

Mampu membedah Al Quran yang memiliki kandungan ilmu dunia akhirat. “Untuk itu, gunakan waktu seefektif mungkin untuk menimba ilmu sejak dini,” pesan Habib. 

Kepada para siswa, juga jangan lupa menyiapkan buku harian belajar. Dalam artian ketidakmampuan saat menangkap pelajaran hendaklah dicatat terus untuk ditanyakan kepada guru segala kesulitan pelajaran yang dihadapinya. 

Habib menceritakan betapa Sunan Ampel yang memiliki 11 anak tetapi seluruhnya berhasil. Begitupun tokoh pewayangan yang digambarkan oleh Sunan Kalijaga, pada hakekatnya gambaran kebaikan dan keburukan. Seperti tubuh hitam yang dimiliki oleh Kresna, Werkudara dan Semar memiliki tubuh hitam yang menggambarkan keteguhan jatidiri. 

Para tokoh yang ada di diri para Wali Sanga, lanjutnya, juga ada pada para siswa. “Para siswa, penerus perjuangan yang terdahulu,” tuturnya.

Ceramah Habib Luthfi ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba dan pementasan kreatifitas siswa. Antara lain tari saman, drama dengan bahasa inggris yang mengambil lakon Siti Masithoh serta penampilan hadrah dan band siswa. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Jenewa, KOKAM Tegal. Kepala badan hak asasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Jumat menyatakan terkejut bahwa tiga negara Asia Tenggara mengusir pengungsi kelaparan, yang sekitar 6.000 di antaranya terdampar di laut.

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBB Minta Asia Tenggara Bantu Pengungsi Rohingya dan Bangladesh

Zeid Raad Al Husein mendesak Thailand, Malaysia dan Indonesia tidak memperburuk bencana perdagangan manusia, yang melibatkan warga Bangladesh dan suku Rohingya dari Myanmar.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan lebih dari 25.000 orang melakukan perjalanan ke selatan dari teluk Benggala antara Januari hingga Maret tahun ini.

KOKAM Tegal

Zeid memuji Indonesia, yang mengizinkan 582 pengungsi mendarat pada Minggu, dan Malaysia, yang memungkinkan 1.018 untuk turun pada hari berikutnya, tapi menyatakan kapal lain diusir sejak itu.

"Saya terkejut atas laporan bahwa Thailand, Indonesia dan Malaysia mengusir perahu penuh pengungsi rentan kembali ke laut, yang akan menyebabkan banyak kematian," katanya.

KOKAM Tegal

"Pusat perhatiannya harus pada menyelamatkan nyawa, bukan membahayakan mereka," katanya.

Seruan itu muncul saat lebih dari 750 warga Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di lepas pantai Indonesia.

Penumpang di kapal pembawa 712 orang menyatakan perahu mereka tenggelam di lepas pantai Sumatera sesudah diusir Malaysia.

Zeid juga menyatakan bahaya bahwa beberapa negara dilaporkan mengancam memidanakan pendatang gelap dan pencari suaka.

Ia menyatakan hak mereka harus ditegakkan tanpa memandang kedudukan hukum mereka, bagaimana mereka tiba di perbatasan, atau dari mana mereka berasal, katanya.

Zeid juga menyerukan tindakan lebih keras terhadap pedagang manusia sesudah muncul laporan tentang penyiksaan, pelecehan, tebusan dan orang dilempar ke laut.

Sementara itu, Badan Perpindahan Antarbangsa memperingatkan bahwa sekitar 6.000 pengungsi masih terdampar di laut.

Dikatakannya bahwa badan itu sudah memberikan satu juta dolar Amerika Serikat (sekitar 12 miliar rupiah) untuk membantu pengungsi dalam kesulitan.

"Kita tidak bisa diam dan menonton saat laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal mengenaskan akibat kehausan, hanya beberapa kilometer dari keselamatan," kata kepala IOM William Lacy Swing.

Imbauan juga diberikan kepada pemerintah ketiga negara itu untuk membiarkan pengungsi tersebut mendarat dan mendapat perawatan kesehatan.

"Kami akan membantu Anda dalam menyelesaikan masalah penampungan jangka panjang, pengangkutan pulang untuk beberapa di antaranya, dan pilihan lain, tapi atas nama kemanusiaan, biarkan pengungsi itu mendarat," katanya.

Warga Bangladesh dianggap terutama sebagai pengungsi ekonomi, yang lari dari negara miskin mereka. (antara/mukafi niam) foto: AFP

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nahdlatul, Daerah KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Yogyakarta, KOKAM Tegal - Perjuangan maksimal ditunjukkan oleh tim kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat pada babak penyisihan group A Liga Santri Nusantara yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, Selasa (25/10) sore. Kapten Kesebelasan As-Sulamy M Dwiki Risnawan dan timnya harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan oleh kesebelasan Pesantren Salafiah United FC Jawa Barat 2 di Stadion Bantul.

Jawa Barat 2 yang sebelumnya melumpuhkan Kalimantan 3 dengan skor 5:1 tampak kewalahan untuk mengecoh pertahanan belakang NTB 1 yang terbukti babak pertama dengan kedudukan skor 0:0.

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Pelatih NTB 1 bongkar pasang pemain di babak kedua untuk menekan tim lawan yang tampak semakin kuat. Namun sayang dua gol berturut-turut diciptakan oleh Jawa Barat 2 atas kesebelasan NTB.

"Alhamdulillah, kami bersyukur. Sebetulnya tidak menyangka akan sampai masuk putaran 16 besar," kata M Dwiki usai bertanding.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Ini semua, lanjutnya, merupakan berkat kekompakan anggota tim dan juga berkat doa. "Yang penting sekarang fokus latihan. Dan yang tidak kalah penting selain latihan adalah doa," jelasnya.

Seperti diketahui, tim As-Sulamy sepanjang perjalanan mulai berangkat bahkan hingga saat bertanding selalu membaca shalawat Nariyah secara bersama-sama.

"Ini yang membuat kita tenang," kata Dwiki. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Kajian Sunnah, Daerah KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Jakarta, KOKAM Tegal. Merebaknya kasus kekerasan seksual terhadap anak dipicu banyak faktor baik eksternal maupun internal. Kenyataan ini diperparah dengan rendahnya sensitivitas para pejabat daerah dan tim perumus kurikulum di dirjen terkait perihal jaminan keamanan bagi anak.

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sensitifitas Perlindungan Anak di Perda dan Kurikulum Masih Lemah

Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Maria Advianti kepada KOKAM Tegal, Rabu (14/5) sore.

Kita harus mengakui bahwa sumber daya manusia para pejabat daerah dan perumus kurikulum masih lemah. Kapasitas mereka di samping anggaran dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak juga terbilang rendah.

KOKAM Tegal

Geografis mestinya tidak bisa dijadikan alasan di tengah kebijakan desentralisasi daerah. Mereka harusnya memegang peran signifikan dalam melindungi anak-anak. Maria menyebut pejabat daerah dan dinas terkait pengatur kurikulum memiliki otoritas untuk menelurkan Perda atau rumusan kurikulum ramah anak.

“Sekali lagi, nasib anak-anak menjadi taruhan atas kendurnya sensitivitas mereka,” tegas Maria.

KOKAM Tegal

Menurut Maria, penanggulangan kasus kekerasan anak belakangan ini tidak bisa diselesaikan secara temporal. “Kita harus menangani kasus ini secara berkesinambungan juga melibatkan banyak pihak,” kata Maria yang juga dipercaya mengurus salah satu unit usaha Fatayat NU, Koperasi Yasmin.

Mata pelajaran Kespro atau seks education dalam kurikulum menjadi alternatif atas persoalan ini. Kapasitas guru di bidang itu juga perlu ditingkatkan, pungkas Maria. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, News, Olahraga KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif

Boyolali, KOKAM Tegal - Dari hal yang sederhana, kita dapat belajar banyak hal. Seperti yang dilakukan para peserta Makesta IPNU-IPPNU Pengurus Komisariat (PK) SMK NU 2 Klego, Boyolali, Sabtu (26/11). Mereka dilatih untuk belajar berkreasi dengan sebuah alat yang sederhana, selembar kertas.

Tak hanya butuh kreatifitas, agar hasil kertas lipat mereka menjadi yang terbaik, masing-masing peserta yang dibagi dalam beberapa kelompok juga mesti kompak antara satu dengan yang lain. Pada akhirnya, dalam waktu 5 menit, terpilihlah satu karya terbaik.

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Permainan Kertas Lipat, Pemuda NU Boyolali Dilatih Kreatif

Usai menyelesaikan permainan lipat kertas tersebut, Ketua PK IPNU SMK Klego 2, Syarifudin menjelaskan makna dari permainan itu. “Yang kita harapkan dari permainan kita ingin kalian sadar akan pentingnya kebersamaan dan kreativitas dalam berorganisasi,” tukas Syarifudin.

KOKAM Tegal

Senada dengan apa yang diharapkan oleh Syarifudin, sebanyak 50 peserta Makesta yang diselenggarakan di Gedung NU Center ini juga digadang untuk menjadi pelajar yang siap untuk berkhidmat bersama IPNU.

“IPNU-IPPNU itu wadah kaum intelektual muda NU, khususnya di tingkatan pelajar. Khidmadkanlah diri kalian untuk benar-benar memiliki jiwa pelajar NU sesungguhnya,” kata Ketua PC IPNU Boyolali, Khamidurrohim memberikan semangat kepada anggota baru.

KOKAM Tegal

Selama beberapa hari terebut, para peserta juga mendapatkan berbagai materi seperti ke-IPNU-an, Aswaja dan lain sebagainya. (Ajie Najmuddin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Ubudiyah, Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

KOKAM Tegal

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

KOKAM Tegal

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Daerah KOKAM Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

PWNU DIY Siapkan Peringatan Harlah 16 Rajab

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Walaupun sudah banyak yang memperingati hari lahir (Harlah) NU pada 31 Januari lalu, tetapi ini tidak berlaku buat warga NU Yogyakarta. 

PWNU DIY memilih memperingati Harlah NU pada 16 Rajab nanti, tepatnya 26 Mei 2013, karena itu sesuai dengan amanat Muktamar NU di Makassar 2010.

PWNU DIY Siapkan Peringatan Harlah 16 Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU DIY Siapkan Peringatan Harlah 16 Rajab (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU DIY Siapkan Peringatan Harlah 16 Rajab

Inilah yang disampaikan Mukhtar Salim, sekretaris PWNU Yogyakarta di Kantor PWNU, Jl MT Haryono, 40-42, Yogyakarta (25/3). 

KOKAM Tegal

Menurut Mukhtar, peringatan harlah ke-90 NU pada 16 Rajab nanti sudah disepakati seluruh pengurus PWNU.

“Semua pengurus PWNU sepakat memperingatinya 16 Rajab. Bahkan Katib Aam KH Malik Madany, juga sepakat dengan agenda NU DIY ini,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Ada banyak kegiatan yang dilaksanakan PWNU DIY dalam peringatan Harlah ini. Bagi Mukhtar, ini tak lain wujud khidmat pengurus NU dan rasa syukur warga NU, dimana organisasi yang dicintainya sudah berusia 90 tahun.

“Peringatan Harlah kali ini digelar secara besar-besaran bukan tanpa sebab, akan tetapi Harlah yang ke-90 itu merupakan angka yang bagus, karena 10 kalinya bintang yang ada di lambang NU,” lanjutnya.

Adapun kegiatan yang akan dilaksanakan beragam. Pertama, kegiatan konsultasi dan layanan hukum yang dilaksanakan di PWNU dan direncanakan selama bulan April sampai Mei 2013. Kedua, festival seni dan budaya yang diikuti oleh MWC. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada akhir April 2013.

Ketiga, apel akbar yang akan diikuti oleh santri, ustadz pesantren serta pelajar dan guru Ma’arif. Apel Akbar ini dilaksanakan berkenaan dengan pengimplementasian kurikulum 2013. Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada awal Mei 2013, di GOR Kridosono dengan menghadirkan Mendikbud, Muhammad Nuh.

Keempat, bakti sosial berupa donor darah, santunan dan tanam pohon yang direncanakan pada pertengahan Mei 2013.

Kelima, kajian buku (Sang Penakluk Badai dan Babad Cariyos Ronggowarsito) yang direncanakan pada awal dan pertengahan Mei 2013, live di Jogja TV.

Keenam, temu kader lintas profesi yang meliputi saudagar, politisi dan pemerintahan. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Grand Palace Hotel dengan rencana menghadirkan HM Jusuf Kalla.

Ketujuh, pagelaran wayang kerja sama dengan persatuan dalang, dan direncanakan di halaman Jogja TV pada tanggal akhir Mei 2013.

Kedelapan, shalawat bersama Habib Syekh bin Abdul Qodir Assegaf. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan harlah NU, 16 Rajab, yang bertepatan juga dengan Harlah SD NU pada 26 Mei 2013 di halaman SD NU. Selain acara tersebut, juga akan dilaksanakan acara pendukung yaitu perkaderan, Diklat fotografi yang direncanakan pada akhir bulan April sampai pertengahan Mei 2013 berpusat di kantor PWNU DIY. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Rokhim, Solikhin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Penyakit yang hinggap pada manusia tidak hanya bersifat lahir, tetapi juga ada penyakit yang dapat merusak batin manusia. Orang-orang tua di zaman dahulu menyebut sejumlah penyakit hati seperti riya, sum‘ah, ujub, takabur, hasud.

Untuk mengobati sejumlah penyakit batin itu, orang-orang tua di zaman dahulu membuat sejumlah formula untuk memulihkan kesehatan batin. Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash salah satunya.

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya sebagai berikut.

KOKAM Tegal

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh.’ Hal ini disebutkan dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah.”

KOKAM Tegal

Ketika mensyarahkan Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri dalam Sirajut Thalibin jilid 2 mengutip pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash. Rincian obat hati ini merupakan keterangan tambahan ketika Imam Al-Ghazali menjelaskan tawakal.

Kalangan sufi meyakini bahwa lima hal ini dipercaya dapat merontokkan penyakit hati dari dalam batin seseorang. Pasalnya satu-sama lain dari lima hal ini akan saling membantu dalam mengatasi penyakit hati seperti disebutkan di atas.

Obat hati ini cukup efektif untuk menasihati manusia yang terjankiti penyakit batin karena lima hal ini menasihati manusia dalam waktu-waktu dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, RMI NU, Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

Yunus Ad-Dabbi dan Al-Akhfash Al-Kabir

Oleh Syafiq Hasyim

Titik penting dalam perkembangan ilmu Nahwu berikutnya adalah masa kodifikasi (tadwin) dan pengarangan (tasnif). Tonggak masa ini adalah Imam Sibawayhi. Sebagian tokoh dalam masa ini sudah dijelaskan di bagian-bagian pertama dari tulisan ini, termasuk mengenai Imam Sibawayhi dan Isa b. Umar.

Dalam kesempatan ini, tokoh yang mau saya ulas adalah Yunus b. Habib Ad-Dabbi. Kalangan sejarahwan sepakat bahwa Yunus b. Habib Ad-Dabbi (183 H?) adalah salah seorang ahli Nahwu terbesar. Dia yang berbahasa Arab dan juga Persia belajar ilmu ini dari Hammad. Salmah, kemudian belajar ke Ibn Abi Is?aq Al-?adrami, Isa b. Amar dan Al-Akhfash yang Agung (Al-Kabir).

Yunus Ad-Dabbi dan Al-Akhfash Al-Kabir (Sumber Gambar : Nu Online)
Yunus Ad-Dabbi dan Al-Akhfash Al-Kabir (Sumber Gambar : Nu Online)

Yunus Ad-Dabbi dan Al-Akhfash Al-Kabir

Yunus juga belajar bahasa Arab dari Abi Amr Al-?Ala dan belajar tentang ilmu periwayatan dari Ru’bah b. Al-?Ajaj. Sebagaimana dinyatakan oleh Az-Zabidi dalam ?abaqa An-Na?wiyyin, proses belajar yang demikian bervariasi ini menyebabkan tradisi keilmun yang dibangun oleh Yunus b. Habib sangat kuat dan berakar. Riwayat-riwayat Yunus dikenal sangat bisa dipercaya dan hafalannya juga kuat. Perlu diketahui bahwa tradisi keilmuan Islam awal memang sangat bergantung pada tradisi hafalan dan sejarah periwayatan yang bisa dipercaya karenanya kredibilitas intelektual seseorang terletak pada tingkat kekuatan hafalan dan social reliance.

KOKAM Tegal

Pada Yunus tidak hanya sebatas itu, ia percaya juga pada empirisisme indera sebagaimana Az-Zabidi memberikan kesaksian atasnya: ma ‘indahu minal-‘ilmi illa ma ra’ahu bi ‘aynihi, tidak ada yang dipandang sebagai ilmu menurutnya kecuali apa yang dilihat oleh kedua matanya. Satu teori Nahwu yang dibangun Yunus dari Abi Is?aq misalnya adalah “sesungguhnya pokok kalimat itu strukturnya terdiri dari kata kerja (fi?il), kemudian kalimat-kalimat yang lain (anak kalimat) itu terdiri dari pekerjaan yang diakibatkan oleh fi?il yang terdiri dari bentuk feminin (mu’annath), maskulin (mudhakkar), tunggal (mufrad), double (ithnayn), dan plural (jama’) seperti f?’altu (saya telah mengerjakan, tunggal), f?’luna (pekerjaan kita), fa?al? (mereka telah mengerjakan, jama’ mudzakkar), f?’lana (mereka telah mengerjakan, jama’ mu’annath).

Inilah sebenarnya teori awal tentang asal usul kalimat, cara-cara zai’dahnya (penambahan, seperti fa?ala menjadi af?ala, istaf?ala dlsb). Dari sinilah kemudian asal usul apa yang kita kenal dalam peristilahan pesantren di Jawa dengan istilah tasrifan (Ab? ‘Ubayda, Majaz Al-Qur’an, vol. I, h., 376). Sebagaimana sedikit disinggung tentang pengaruh Ru?ba b Al-?Ajaj pada Yunus misalnya bisa dilihat pada cara Yunus mengi?rab ayat Al-Baqarah 25: “innallaha la yasta?yi ay-ya?riba ma ba?atin fama fawqaha.” Apa yang beda dengan mushaf kita yaitu bacaan rafa? bid-damma pada kata ba?’datun. Juga dinisbahkn padanya bacaan nasab pada “wal?amdu lillahi rabbil ‘alamin."

KOKAM Tegal

Aktivitas Yunus dalam menyebarkan ilmu Nahwu sangat istimewa dan beda sekali. Forum-forum dia menjadi terkenal bagi mereka yang ingin belajar ilmu ini. Ab? Zayd al-An?ari menyatakan, “tidak ada seorangpun yang leluasa dalam memberikan ilmunya kecuali dia (Yunus).” Forum Yunus ini dihadiri oleh banyak kalangan dari ulama-ulama terkemuka dalam bidang Nahwu, antara lain adalah Abi Isa –belajar selama 40 tahun—Al-Akhmar—2 tahun—Ab? Zayd al-An?ari (10 tahun), dan Sibawayhi mengadopsi 200 persoalan dari forum ini untuk dijadikan bahan di dalam Al-Kitab.

Tentang masalah ini, Yunus berkata bahwa semua yang diucapkan benar berasal dari saya (Lihat misalnya penjelasan Ash-Shirafi dalam Akhbar An-Na?wiyyin, h. 64). Pengakuan akan kelebihan Yunus ini tidak hanya datang dari lingkungan aliran Basrah, tapi juga dari aliran Kufah sebagaimana Al-Kisa’i dan juga Al-Farra’. Tokoh berikutnya adalah Al-Akhfash Al-Kabir atau Ab? Al-Khattab, seorang tokoh yang pemikirannya mengubungkan tiga figur penting dalam Nahwu, Ab? Amru, Abi Is?aq dan Sibawayhi. Di dalam Al-Kitab, nampak bahwa Sibawayhi banyak merujuk pada tokoh ini.

Memang banyak sejarahwan Nahwu yang mengakui bahwa ulasan tokoh yang satu ini kurang banyak, namun demikian, peranan yang dimainkan oleh Al-Akhfash Al-Kabir tidak bisa lihat kecil dalam masa kodifikasi ilmu ini terbukti banyak ulama besar yang merujuknya. Salah satu contoh bacaan Al-Qur’an yang dinisbahkan padanya adalah Al-An’am 109: “wa ma yush’irukum annaha idha jaa’at laa yu’minuun.” Al-Akhfash memberi tanda waqaf setelah “wa ma yush’irukum”, dan kemudian membaca kasrah (jer) pada “annaha” karena sebagai permulaan (ibtida’) setelah tanda waqaf di atas.

 

Bahasan serial ilmu nahwu ini merupakan bagian keenam. Silakan diikuti pembahasan selanjutnya yang dikupas Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jerman, Syafiq Hasyim. Belum lama ini ia meraih gelar Dr. Phil dari BGSMCS, FU, Berlin, Jerman.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Amalan KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/4) menggelar pengajian sekaligus penyuluhan kesehatan di Masjid Jami At-Taubah Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan

Kegiatan yang diawali dengan istighotsah bersama yang dipimpin langsung oleh Dosen STIKes Nurul Jadid  Siti Nur Tamami ini dihadiri Ketua STIKes Nurul Jadid Dr. KH Hefny dan Takmir Masjid Jami At-Taubah H Nurdin Junaedi.

Ketua STIKes Nurul Jadid KH Hefny menyampaikan bahwa perlu pola dakwah yang tepat kepada masyarakat yang dapat merangkul semua kalangan, mulai kelas atas, menengah dan bawah.

“Kita juga berusaha untuk mensinergikan antara penguatan agama yang kuat dan penanaman jiwa yang sehat. Al Aqlussalim fi Jismis Salim,” katanya.

Sementara H. Nurdin Junaedi menyampaikan bahwa metode dakwah untuk bisa merekatkan masyarakat perlu ditata ulang. “Insya Allah dengan Komunitas Muslimat Binaan akan dapat merangkul semua kalangan,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Sedangkan Dra. Hj. Zahrowiyah menuturkan, sudah saatnya pembinaan keagamaan kepada masyarakat didesain sedemikian rupa. “Setidaknya kita bisa lebih dekat masyarakat sehingga mengerti permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” tegasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Fragmen, Kajian KOKAM Tegal

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Magelang, KOKAM Tegal?

Akhir-akhir ini konflik yang dilatarbelakangi sentimen suku, agama, ras dan agama (SARA) semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, hawa konflik di Irak, Suriah, dan Myanmar telah turut mereduksi komitmen kebangsaan warga Indonesia.

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II, Senin (18/9), di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

“Hal ini ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kiai Said.

Sebagai penerus perjuangan ulama, lanjut Kiai Said, sudah sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu, kita tanamkan kepada segenap generasi muda bangsa Indonesia.?

“Oleh karena itu menurut hemat saya kegiatan ini hadir di saat yang tepat. Saat generasi muda bangsa ini dihadapkan kepada berbagai tantangan toleransi,” tegas Kiai Said.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama apa pun.

“NU sejak berdiri dan selamanya akan komitmen menjaga kemajemukan Indonesia dengan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” tandasnya.?

Agenda dua tahunan Lembaga Pendidikan Ma’arif itu diikuti 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.?

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta wakilnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Pesantren KOKAM Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Oleh Muslimin Abdilla



Pada periode kepengurusan 2012-2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyusun program kerja lima tahunan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah mendirikan lembaga keuangan (moneter), yang secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), salah satu departemen dalam kepengurusan PCNU Jombang yang bergerak dalam kegiatan ekonomi.

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Program fasilitasi pendirian lembaga keuangan di lingkungan PCNU Jombang merupakan program yang sangat riskan, kalau tidak bisa dikatakan sebagai program yang cukup ambisius. Kenapa? Karena dalam sejarah fasilitasi pendirian lembaga keuangan oleh perangkat PCNU Jombang pernah mengalami kegagalan, dan defisit kepercayaan kepada lembaga keuangan yang didirikan dan dimiliki oleh warga NU secara organisasi cukup nyata. Hal ini dibuktikan dengan: jangankan warga NU, pengurus NU sendiri saja mayoritas tidak percaya kepada lembaga keuangan yang didirikan dan difasilitasi oleh NU.

KOKAM Tegal

Ketidakpercayaan itu bisa dilihat dari masih ragu-ragunya pengurus NU untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan yang diinisiasi oleh NU. Takut dana yang disimpan atau diinvestasikan akan sirna, dan tidak jelas ke mana larinya, dan lembaga keuangannya bubar tanpa pertanggungjawaban. Ketidakpercayaan ini pantas menghinggap di kalangan pengurus sendiri, karena mereka mungkin pernah mengalami atau menyaksikan sendiri bagaimana lembaga keuangan NU dikelola di masa lalu.

Dari defisit kepercayaan yang akut seperti inilah, program fasilitasi pendirian lembaga keuangan, yang selanjutnya berbentuk Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang, mulai dijalankan. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Jombang direkrut dari orang-orang yang selama ini bergelut dalam bidang keuangan lembaga sosial dan bankir lembaga keuangan. Ditopang oleh dua perpaduan keahlian ini, BMTNU Jombang mulai menyusun visi, misi, tujuan dan program melalui perencanaan strategis, serta dilengkapi dengan aturan teknis standard operational procedures (SOP).

Berbekal perangkat-perangkat tersebut, BMTNU yang secara hukum berbentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai merekrut anggota dan dideklrasikan, selanjutnya melakukan rekruitmen staf: mulai dari direktur, bagian administrasi sampai bagian marketing dan collecting. Pada awal pendirian, direktur langsung dirangkap oleh sekretaris Pengurus LPNU Jombang, dengan pertimbangan dia memiliki pengalaman sebagai seorang bankir BPRS.

KOKAM Tegal

Yang perlu ditegaskan di sini adalah, dalam pendirian lembaga keuangan yang berbentuk koperasi ini, LPNU sebagai pelaksana program PCNU hanyalah memfasilitasi pendirian. Karena koperasi merupakan lembaga/organisasi tersendiri yang berbeda dengan NU dan tidak di bawah kendali NU, tetapi berada dalam kekuasaan anggota, meskipun dalam klausul di aturannya bisa ditambahkan tentang hubungan (relasi) koperasi ini dengan NU.

Dalam menjalankan BMTNU, pengurus dan manajemen tidak mengambil referensi atau adopsi sistem dari manapun. Memang sedari awal diniati bahwa pendirian BMTNU ini adalah sebagai upaya pembelajaran bersama. Semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi dan pengambilan keputusan dianggap sebagai proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran, maka semua orang yang terlibat harus berniat belajar dan bisa menarik pelajaran dalam mengelola lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim di Nahdlatul Ulama.

Hal ini juga didasari oleh pengetahuan yang ada bahwa, sampai saat ini Nahdlatul Ulama secara organisasi belum memiliki sistem lembaga keuangan yang sudah dijalankan secara nasional. Beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah sedang berikhtiar untuk menemukan sistem lembaga keuangan yang pas bagi Nahdlatul Ulama. Yang terpenting, dalam memfasilitasi pendirian BMTNU ini benar-benar diputuskan secara organisasi dan karena itu difasilitasi NU dalam pendiriannya, tidak diputuskan dan didirikan oleh orang per-orang pengurus NU, dan selanjutnya secara mayoritas sahamnya dikuasai oleh orang per-orang tersebut.

Dalam perjalanannya, pengelolaan BMTNU Jombang yang menghimpun warga Nahdlatul Ulama dalam upaya membangun kondisi ekonomi yang lebih baik mampu mengambil pelajaran-pelajaran yang dikumpulkan dalam analisis: Selama ini BMTNU Jombang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar anggota dalam menyediakan pemodalan. Sehingga akses kepada sumber permodalan bisa tercapai. Upaya ini mampu meningkatkan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang ekonomi, yang selanjutnya mengarah pada upaya membangun perbaikan dan keadilan dalam bidang ekonomi.

Namun yang paling penting dalam menjalankan BMTNU ini adalah sebagai salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar dalam mencari sistem lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim Nahdlatul Ulama. Karena iklim yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa berbeda dengan iklim yang ada di organisasi lain.

* Sekretaris PCNU Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Daerah, Halaqoh KOKAM Tegal

Senin, 20 November 2017

Kempek Mendadak Jadi Pasar

Cirebon, KOKAM Tegal. Perhelatan akbar Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2012 berpengaruh banyak terhadap kondisi Kota Cirebon. Salah satu dampak yang menonjol adalah keramaian massa di sekeliling lokasi acara, Kompleks Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon. Kampung halaman Ketua Umum PBNU ini mendadak seperti pasar.

 

Dari pantauan KOKAM Tegal, ratusan lapak dibuka di hampir sepanjang jalanan menuju pesantren. Selain di area bazar yang disediakan panitia, para pedagang tampak pula berjajar mendekati panggung kesenian. Jumlah terus bertambah hingga hari ini sejak Kamis (13/9).

Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
Kempek Mendadak Jadi Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

Kempek Mendadak Jadi Pasar

 

Para pedagang yang datang dari dalam dan luar Cirebon ini menjajakan aneka barang dagangan, seperti alat elektronik, buku, mainan, buah-buahan, pakaian, makanan, dan pernak-pernik lain bernuansa NU dan Cirebon. Penawaran jasa, seperti perjalanan Umrah dan Haji juga tampak di pinggir jalan.

 

KOKAM Tegal

Sebuah pasar rakyat juga digelar tak jauh dari lokasi pembukaan Munas, 15-16 September, di Alun-alun Palimanan, Cirebon. Pasar yang diisi dengan bazar, musik, permainan, dan tausyiyah ini di antaranya menawarkan sembako murah.

 

KOKAM Tegal

Salah satu penjual Husni, Jumat (14/9), mengaku agak telat membuka lapak dibanding rekan-rekan lain. Ia datang dari sebuah perguruan tinggi di Babakan, Cirebon. “Saya datang baru hari ini. Yang lain udah kemarin-kemarin,” katanya.

 

Di samping dari sejumlah lembaga pendidikan dan pesantren, pedagang juga berasal dari Pasar Binaan Lembaga Ekonomi Thoriqoh (Lekthor) dan masyarakat umum.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

 

 

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Daerah KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, KOKAM Tegal

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

KOKAM Tegal

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

KOKAM Tegal

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Halaqoh KOKAM Tegal

Jumat, 03 November 2017

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia

Jember, KOKAM Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai M. N Harisudin yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan Islam yang hidup dan berkembang di Nusantara.

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia

"Bukan Islam yang hidup dan berkembang dari Nusantara, atau juga bukan Islam yang tumbuh dan berkembang untuk Nusantara. Jadi, Islam Nusantara adalah Islam yang tumbuh dan berkembang di Nusantara yang memiliki karakter inklusif dan moderat,” imbuhnya.

Ia menyampaikan hal itu dalam diskusi rutin yang diselesenggarakan Eksan Institute di Markas Eksan Institute, Perum Milenia Mangli Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/3). Kegiatan diawali dengan jalan santai bersama yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri tak kurang 150 peserta dari berbagai kalangan muda, antara lain HMI, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, dan sebagainya. Pembicara lainnya adalah Ketua DPC Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Jawa Timur Moh Eksan.

KOKAM Tegal

Menurut Kiai Harisudin, kehadiran Islam Nusantara, menjadi "hipnotis" tersendiri dalam spektrum peradaban dunia. Bahkan, pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini setuju dengan pendapatnya Prof Abdul Karim yang menyebutkan bahwa Islam Nusantara akan menjadi daerah paling cerah dalam dunia Islam.

Demikian ini karena kehidupan mayoritas muslim di Timur Tengah, Benua Kecil lndia, Afrika Utara, dan Afrika Tengah, sedang terhimpit konflik dan keganasan. Tak heran, seperti disampaikan oleh Prof Nur Syam, Sekjen Kemenag RI, saat acara di Malang, Wapres Jususf Kalla di tahun 2016 menolak pengiriman mahasiswa Indonesia ke Timur Tengah, karena hanya akan belajar konflik dan konflik belaka.

KOKAM Tegal

“Dengan demikian, kiblat peradaban Islam bukan lagi Timur Tengah, tapi Indonesia. Indonesia layak untuk jadi episentrum peradaban dunia. Dari segala aspek, Indonesia paling? layak di seluruh dunia. Layaknya ini ya karena tawaran Islam Nusantara yang inklusif, toleran dan juga moderat,” kata Kiai Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut.

Ciri Islam Nusantara

Lebih lanjut, Kiai Harisudin juga menyebut ciri Islam Nusantara. Setidaknya, ada beberapa ciri Islam Nusantara. Yaitu, pertama, adanya pengalaman sejarah yang panjang. Kedua, ide pribumisasi Islam. Ketiga penghargaan dan keteguhan terhadap kearifan lokal.

“Keempat, adanya institusi atau kelompok yang mengedepankan wacana Islam Inklusif dan toleran. Kelima, peran Ormas dan para pemikir muslim Indonesia yang membebaskan dan juga mencerahkan," jelas kiai muda yang juga Kaprodi Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam di Fakultas Syari’ah IAIN Jember tersebut.

Islam Nusantara, menurut Kiai Harisudin, akan terus berdialektika dengan sejarah sosial umat Islam di Indonesia. Islam Nusantara bisa menerima perubahan sepanjang ada ‘illat (alasan darar) perubahan itu sendiri. “Jadi, Islam Nusantara tidak berhenti di sini dan saat ini. Islam Nusantara akan terus melakukan evaluasi diri secara terus menerus untuk menyuguhkan yang terbaik dalam peradaban dunia,” tutur pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember tersebut. ?

Pada kesempatan yang sama, Moch Eksan menyampaikan bahwa tema Islam Nusantara muncul bersamaan dengan agenda muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Agustus? 2015 yang silam. Tema ini, menurut aktivis muda PCNU Jember ini, merupakan tawaran paradigma keberagamaan, baik dari sisi manhajul fikr (metode berpikir) maupun manhajul ‘amal (metode bertindak). NU menawarkan Islam Nusantara ini sebagai hasil dari dialektika intelektualisme dan sosial kultural antara NU dan Indonesia.

Sebagai sebuah tawaran, tambah Eksan, Islam Nusantara ini didukung sekaligus juga ditentang. Hal tersebut, menurut anggota DPRD Jatim ini, satu hal yang wajar sebagai konsekuensi logis dari dinamika diskursus keislaman Indonesia kontemporer yang terbuka dan demokratis. Para intelektual Islam NU barang tentu banyak yang mendukung.

"Bahkan tokoh-tokoh sekaliber Prof Dr. Quraish Shihab, M.A., Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, juga mengamini tawaran NU ini. Tak kurang juga seorang Islamis Indonesianis asal belanda Prof. Dr. Martin Van Brussen, M.A. mengapresiasi tawaran NU dalam mengembangkan Islam damai, santun, dan anti kekerasan," tandasnya.

Selain banyak dukungan di atas, juga terdapat kelompok dan tokoh yang menentang. Semisal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). HTI memandang bahwa tawaran Islam Nusantara NU tidaklah fair dengan membanding-bandingkan negara Indonesia dan negara Timur Tengah hari ini. Kondisi yang bertolak belakang antara Indonesia dan negara Timur Tengah merupakan bagian dari skenario skularisme global.

FPI bukan hanya menentang tapi juga mengecam Islam Nusantara sebagai cara berfikir yang sesat menyesatkan. Habib Rizieq menuding bahwa Islam Nusantara itu tak lebih dari propaganda dari Zionis yang berisi gerakan pemikiran dan gerakan sosial yang anti-Islam. Ia mencurigai, semula memang anti-Arab tapi berujung anti-Islam. (Anwari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nasional, Daerah KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Mataram, KOKAM Tegal. Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat atau UNU NTB telah diresmikan pada Sabtu (6/12) kemarin. UNU NTB menjadi salah satu dari 23 UNU di Indonesia didirikan pada periode ini di bawah naungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: 23 UNU Berhasil Didirikan Atas Kemudahan SBY

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj, MA. pada peresmian kampus UNU NTB di Mataram.

Peresmian dilaksanakan di halaman kantor pusat UNU NTB, di jalan Pendidikan No 6. Mataram, ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Umum, didampingi Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur dan Mustasyar PBNU TGH LM Turmudzi Badaraudin, serta Wakil Gubernur NTB Muh. Amin.

KOKAM Tegal

"Sepanjang sejarah berdirinya NU, baru 23 UNU yang didirikan langsung di bawah naungan NU. Berdirinya UNU atas kemudahan yang diberikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada saat periode kepemimpinanya yang kedua," kata? Said Aqil dalam sambutannya.

“SBY berpesan melalui Muh. Nuh pada saat itu agar UNU harus berdiri di seluruh Indonesia,” ungkapnya,

KOKAM Tegal

Sebelumnya dalam pengantar singkat Ketua PWNU NTB Drs TGH Ahmad Taqiudin Mansyur mengatakan, NU merupakan bagian penting masyarakat NTB, karena kiprahnya nyata di tengah masyarakat. Karena itu PWNU NTB dengan dibina PBNU berfikir bersama untuk mengembangkan UNU di wilayah NTB. "Semoga bisa berkembang lebih besar lagi," ujarnya.

Wagub NTB H Muh Amin dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya merupakan bagian dari keluarga besar NU karena dari bapaknya sampai dirinya pun bernah berkipran di organisasi NU.

“Saya merupakan keluarga besar NU karena saya pernah jadi ketua PC GP Ansor Kab. Sumbawa dan bapak saya pernah jadi komandan Banser di Kabupaten Sumbawa,” tegasnya Muh. Amin .

“Kami mengharapkan dengan lahirnya kelahiran UNU NTB sebagai bentuk pengabdian NU bagi bangsa dan khususnya daerah NTB untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM),” harapnya.

Peresmian tersebut juga dihadiri oleh TGH LM? Turmudzi Badaruddin, Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, Kakanwil Kemenag Drs. H. Sulaiman Hamid, SH, MH. Ketua BMPS DR. Fatoni dan sekitar 500 masyarakat umum termasuk pengurus badan otonom dan Lajnah NU yang ada di NTB.

Di tempat terpisah, Reto Sernopati, menjelaskan, proses pendrian UNU NTB sebenarnya sudah cukup lama, yaitu sejak tahun 2012. “Perdebatan nama juga cukup alot karena sering terjadi peubahan mulai dari naungan apa dan nama yang tepat apa,” urainya.

“Semula UNU ini akan diberikan nama Universitas Nahdlatul Ulama TGH. Moh. Saleh Hambali, nama itu dicantukkan sebagai pengakuan bahwa nama tokoh lokal harus dinaikkan. Tak lama itu ada tawaran menjadi nama Universitas Nahdaltul Ulama (UNU Mataram) yang detik-detik terakhir sebelum pengesahan dari Kementrian Pendidikan diminta menjadi Universitas Nahdaltul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB),” urainya

Ia menambahkan, UNU NTB semula akan berada di bawah naungan Yayasan Khitah 1926 yang di ketua oleh Ir. H. L. Winengan M Yunus, MM dan Bq. Muliahan, S.Ag, M.Pd.I sebagai sekretaris yayasan. Pada akhirnya juga NU NTB berada di bawah naungan PBNU,” tutupnya. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah KOKAM Tegal

Sabtu, 02 September 2017

Empat Perkara yang Diminta Gus Ipul kepada Organisasi Kepemudaan NU

Jombang, KOKAM Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur, H Syifullah Yusuf menyampaikan empat imbauan penting kepada pengurus Fatayat NU dan GP Ansor. Pertama, masing-masing pengurus Fatayat dan GP Ansor diminta menjaga keluarganya sendiri untuk tidak terpengaruh pada sejumlah paham yang berkembang belakangan ini. Menurutnya, saat ini sudah tak samar lagi berbagai kelompok yang tidak sejalan dengan Ahlussunnah Wal Jamaah an-Nahdliyah.

"Kelurga kita jangan sampai keluar dari suatu kelompok atau barisan, dalam Al-Quran sendiri disebutkan quu anfusakum wa ahlikum naroo," kata pria yang biasa disapa Gus Ipul ini saat memberi wejangan di resepsi Harlah ke-66 Fatayat NU dan ke-82 GP Ansor Jombang, Ahad (15/5) di GOR Merdeka, Jombang.

Kedua, lanjut ketua PBNU itu, agar kedua organisasi kepemudaan NU ikut empati dengan dunia pendidikan. Pendidikan dianggap penting untuk menyiapkan generasi bangsa yang cerdas. Madrasah atau sekolahan yang masih tertinggal jauh dari sisi kualitas pendidik atau sarana prasarananya, badan otonom (banom) NU tersebut hendaknya mengambil peran untuk membantu.

Empat Perkara yang Diminta Gus Ipul kepada Organisasi Kepemudaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Empat Perkara yang Diminta Gus Ipul kepada Organisasi Kepemudaan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Empat Perkara yang Diminta Gus Ipul kepada Organisasi Kepemudaan NU

"Madrasah-madrasah yang membutuhkan bantuan baik dari sisi infrastruktur ataupun non fisik, Fatayat dan Ansor harus turun tangan," pintanya.

Ketiga, Fatayat dan Ansor harus berupaya memakmurkan masjid dan mushala dengan kegiatan-kegiatan keagamaan. Sebab dua tempat pribadatan umat Islam tersebut sangat berpotensi dialih fungsikan oleh sejumlah organisasi Islam radikal dan fundamental dalam menyebarkan ajaran-ajarannya.

KOKAM Tegal

Terakhir, penguasaan media sosial sangat penting untuk mengimbangi berbagai media yang dikelola oleh Islam garis keras. "Fatayat NU dan Ansor harus menguasai media sosial. Selama ini sejumlah media sosial banyak diisi oleh oknum-oknum yang berbeda ideologi," tandasnya. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Daerah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Kepada Dewan Redaksi Bahtsul Masail KOKAM Tegal yang terhormat. Saya mau tanya, bagaimana hukum seorang pelawak atau komedian dalam perspektif Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah? Mohon penjelasannya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. (Rahmawati Abdillah Putri-Brebes)

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT merahmati kita selalu. Lawak atau gurau adalah salah satu cara mengisi waktu pertemuan secara menyenangkan. Lawak, kelakar, canda, dan humor dapat menyegarkan mata yang kantuk, menghibur hati yang duka, dan menyejukkan jiwa yang lelah. Singkat kata, gurau merupakan salah satu bagian dalam komunikasi yang diharapkan dapat menyenangkan orang lain.

KOKAM Tegal

Mausu’atul Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah menyebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk hadir sebagai sahabat yang baik di antara mereka. Kepeduliaan terhadap sahabat secara lahir dan batin ini ditekankan sekali dalam Islam. Jangan sampai kehadiran kita menyusahkan orang lain baik lahir maupun batin.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

KOKAM Tegal

Artinya, “Perihal sikap lembut terhadap rekan dan sahabat, Allah memang memerintahkan kita untuk bersikap baik kepada teman sejawat. Teman sejawat adalah teman seperjalanan, rekan kerja, dan orang yang disatukan dengan kita dalam sebuah pertemuan. Salah satu bentuk sikap baik adalah tidak menyulitkan, bahkan membantu mereka bila perlu. Rabi‘ah bin Abu Abdirrahman mengatakan, ‘Muru’ah dalam perjalanan adalah mendermakan bekal, menghindari perselisihan, memperbanyak bergurau pada masalah yang tidak mengundang murka Allah’,” (Lihat Kementerian Wakaf dan Masalah Keislaman Kuwait, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah).

Perihal gurau, lawak, kelakar ulama memang berbeda pendapat. Sebagian ulama menghindari gurauan dan kelakar karena gurauan menurut mereka dapat mengurangi wibawa seseorang. Sementara sebagian ulama lainnya memandang bahwa kelakar justru melengkapi wibawa seseorang.

? ?: ? ? - ? ? ? - ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? . ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebagaimana pernyataan Az-Zubaidi, para ulama berbeda pendapat perihal gurau dan kelakar. Sejumlah ulama menganggap Rasulullah SAW jauh dari gurauan dan kelakar melihat kedudukan dan martabatnya yang mulia. Ketika para sahabat RA menanyakan, ‘Apakah Engkau bergurau dengan kami ya Rasul?’, Beliau menjawab, ‘Aku tidak berkata selain kebenaran.’ Dengan kata lain, sebagian sahabat bertanya, apakah gurauan itu khusus untuk Rasulullah SAW yang mana mereka tidak boleh mengikutinya? Rasul menerangkan, kebolehan bergurau itu bukan sebuah kekhususan baginya. Gurauan tidak menafikan kesempurnaan. Bahkan gurauan itu konsekuensi dan pelengkap kesempurnaan bila gurauan berjalan sesuai undang-undang.” (Lihat Kementerian Wakaf dan Masalah Keislaman Kuwait, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah).

Imam An-Nawawi secara jelas menyebutkan bahwa lawak, humor, dan kelakar itu bergantung pada porsinya. Sejauh tidak terperosok pada hal yang dilarang seperti merendahkan bahkan menyakiti orang lain, kelakar dan gurauan tidak masalah. Ketika dan kelakar mengarah pada pengecilan terhadap martabat orang lain, dilakukan secara berlebihan, atau melalaikannya dari kewajiban, humor dan lawak dilarang agama.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Para ulama berkata, ‘Kelakar terlarang adalah kelakar yang berlebihan dan dilakukan terus-menerus karena menyebabkan senda gurau dan keras hati’ serta dapat melalaikan zikir dan menyita perhatian yang semestinya diarahkan untuk memikirkan perihal penting dalam agama. Kecuali itu, kelakar sering kali menyakiti perasaan orang lain, memicu kebencian, dan menurunkan wibawa orang lain. Sementara kelakar yang jauh dari sifat-sifat itu dibolehkan seperti kelakar yang dilakukan Rasulullah SAW. Beliau melakukannya sesekali untuk kemaslahatan dan menghibur hati lawan bicara. Untuk ini tidak ada larangan sama sekali. Bahkan kelakar seperti ini sunah yang dianjurkan bila dilakukan sesuai sifat-sifat gurauan Rasulullah SAW. Pegang lah pendapat ulama yang kami rujuk, dan hadits berikut hukumnya yang kami teliti karena hampir semuanya dibutuhkan. Semoga Allah memberi taufiqnya,”(Lihat Muhyiddin Abu Zakaria An-Nawawi, Al-Adzkar, Darul Hadits, Kairo, halaman 305-306).

Penjelasan dalam kitab Al-Adzkar ini di atas sangat menarik untuk dijadikan catatan bagi mereka yang ingin bergurau dengan orang lain. Rambu-rambu ini patut diperhatikan agar gurauan tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang termasuk menyinggung masalah SARA atau menghina fisik.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Ahlussunnah, Aswaja KOKAM Tegal

Kamis, 13 Juli 2017

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir

Bojonegoro, KOKAM Tegal. Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Bojonegoro, Jawa Timur, mendirikan posko bantuan korban banjir Bojonegoro akibat luapan sungai Bengawan Solo di halaman kantor PCNU setempat.

Posko yang berdiri sejak Ahad lalu ini menghimpun berbagai bantuan yang datang dari warga dan menyalurkanya kepada korban. Sampai saat ini bantuan yang sudah masuk senilai kisaran Rp 15 juta dalam bentuk barang dan uang.

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir

Sementara itu, pendistribusian bantuan sudah dilakukan ke beberapa daerah yang paling parah terendam air. LPBINU telah mengirim 72 paket kebutuhan anak, bayi dan wanita ke Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

KOKAM Tegal

Ketua LPBINU Bojonegoro Rahmad Maulana, Kamis (19/12) mengatakan, penyaluran sumbangan berdasarkan panggilan kebutuhan masyarakat terdampak, melalui relawan yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

KOKAM Tegal

Bantuan lain berupa 50 paket sembako juga didistribusikan ke Desa Mulyorejo Kecamatan Balen, Bojonegoro, yang bekerjasama dengan LPBINU Jawa Timur.

Pengurus LPBINU Bojonegoro, Moh Muhtadin, mengatakan, posko bantuan akan terus berdiri hingga kondisi banjir benar-benar surut dan tidak dalam kondisi siaga. Banjir Bengawan Solo di Bojonegoro merupakan yang terparah di Jawa Timur.

"Yang terpenting untuk meringankan beban seluruh korban banjir tanpa terkecuali," terang Muhtadin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Piyak Imam Rasyidi mengaku sangat mengapresiasi atas kepedulian LPBINU.? "Mudah-mudahan bisa bekerja sama dalam bidang lain," katanya.

Menurut rencana, LPBINU juga akan membuka posko kesehatan bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) untuk mencegah penyakit menular. Bojonegoro termasuk daerah paling parah terkena banjir di Jawa Timur. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam, Daerah, Olahraga KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock