Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Surabaya, KOKAM Tegal. Di tengah kegiatan yang sangat padat, Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa menyempatkan diri hadir dalam Haul Agung Sunan Ampel yang berlangsung di Kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (12/5). Khofifah tiba sekitar pukul 19.00 Wib dan langsung menuju area makam yang sudah penuh sesak dengan para peziarah.

Mengenakan pakaian serba putih Mensos didampingi para pengurus Muslimat Surabaya bersimpuh di depan Makam Sunan Ampel yang berhiaskan rangkaian bunga melati.

Tepekur dan khusyuk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan para peziarah. Demikian juga dengan Mensos Khofifah yang dengan khusyuk menjalankan ritual doa selama hampir satu jam. Seperti biasa, usai menjalankan ziarah dan doa Khofifah pun menghampiri para peziarah yang telah menantinya sejak sore tadi. Mereka pun berebut untuk bersalaman dengan Mensos.?

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Para peziarah juga berdoa untuk Khofifah agar selalu sehat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. ? "Semoga Bu Khofifah sehat selalu dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri," ujar Azizah, peziarah yang datang dari Sumenep, Madura.?

Sementara itu Mensos sempat menyampaikan kepada media bahwa ? haul agung tersebut harus dimaknai sebagai upaya untul mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan para wali dan ulama dalam melakukan siar agama Islam yang penuh kedamaian. "Haul agung ini menjadi momemtum akan kebesaran para ulama dan wali dalam siarnya untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Umum PP Muslimat.?

Menyinggung tentang kondisi bangsa saat ini yang tengah dililit berbagai persoalan sosial termasuk Sara, Mensos menyatakan bahwa semuanya akan menjadi baik kembali. "Saya sudah berkeliling dengan Pak Presiden ke berbagai daerah. Dan suasana yang terjadi saat ini Insyaallah segera menjadi baik kembali, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan, pasti semua pihak akan mengendalikan diri dan kembali dalam suasana yang damai dan penuh toleransi," ungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Menjawab tentang polemik sertifikasi halal untuk produk-produk pangan, ijinkan saya mengambil posisi sebagai Ketua PBNU karena urusannya keummatan, amat besar, bukan sebagai Ketua Badan Halal NU, meski itu juga saya rangkap. Why? Tentu karena sebagai Ketua BHNU pembagasan menjadi amat operasional.

Pertama sekali, kita harus melihat perspektifnya.

Pertama, ini urusan pelayanan publik untuk jutaan usaha.

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Kedua, negara ini sudah sangat demokratis, desentralistis, dan partisipatif.

Ketiga, karena keterbatasan pelayanan, maka sampai hari ini urusan sertifikasi masih voluntary belum obligatory, belum menjadi sebuah kewajiban.

Keempat, pelayanan publik seperti ini harus inclusive, bukan hanya pelayanan bagi yang memmbayar. Jaminan pangan halal ini adalah pelayanan utama negara bagi masyarakat spiritual.

KOKAM Tegal

Kelima, sertifikasi ini harus protecting: both consumers and producers, melindungi konsumen untuk bisa menemukan barang halal, dan business security untuk tetap hidup usahanya.

Keenam, bagi producers, bahkan, tidak sekedar protecting, tetapi juga promoting. Bahwa sertifikasi bs memberikan nilai tambah bagi usaha dan bernuansa promotif.

Ketujuh promoting ini bukanlah negatif pendekatannya, bukan negative promotion atau black campaign pendekatannya, sehingga butuh sertifikasi. Tetapi positif: sangat positif, sebagai business need bagi perusahaan demi business security dan pengembanganya.

KOKAM Tegal

Berbasis tujuh nilai dasar yang kami fahami, maka PBNU memutuskan:

1. Pelayanan publik hrs partisipatif, bisa dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang memenuhi kriteria tertantu.

2. Tata Politik negara sudah berubah. Bukan lagi masanya untuk monopoli apapun, termasuk urusan sertifikasi.

3. Sebagai unit PSO, public service obligation, tentu lembaga sertifikasi harus inclusive, menyentuh siapa saja termasuk warteg, combro, dan sejenisnya.

4. Negara? Fungsinya hanya tiga: regulasi-pengawasan-pengadaan public good. Kalau urusannya bisa dihandle oleh publik atas nama partisipasi (seperti pendidikan pesantren, sekolah swasta dll), tugas negara hanya regulasi dan pengawasan.

5. Pendekatan sertifikasi bagi business unit adalah insentif bisnis. Thats all. Bukan teror dan bukan pula pemberitaan yang terrorizing, shg terpaksa sertifikasi. Insentif ini yang hrs kita bangun bukan mengancam-ancam dan sebagainya.

6. PBNU, mengingat puluhan juta warga nahdliyin, meyakini bahwa pelayanan NU untuk protecting kehalalan bagi Nahdliyin itu penting.

7. Untuk bisa komunikasi dengan konsumen yang mayoritasnya Nahdliyin, maka business units apapun bentuknya, terutama yg besar, pasti butuh komunikasi intensif melalui pangan halal untuk kelanggengan usahanya. WHY? Karena NU punya anggota, puluhan juga nahdliyin, puluhan ribu pesantren, dan ribuan sekolah. Jamaahnya riel, dan janji proteksi bisnisnya pasti riel.

Kalau semuanya riel seperti yang dimiliki PBNU, maka voluntarynya sertifikasi akan dipandang sebagai keharusan supaya restonya tidak mati dan tidak laku.

Sepanjang itu voluntary, maka jaminan realitas bisnis itulah yang satu satunya rangsangan sertifikasi berdasarkan rasionalitas usaha.

Pada sisi lain, pendekatan PBNU adalah pendidikan Publik, wong punya anggota, punya pesantren, punya madrasah, puluhan juta warganya. Melalui pendidilan publik, insya Allah public control akan jalan partisipatif. Tidak halal yang tidak ada konsumennya, wong konsumennya Nahdliyyin.

Itulah pendekatan simpatik PBNU untuk urusan pelayanan publik, sama sekali bukan monopolistik, dan apalagi terrorizing dan/atau nyebar fitnah bisnis. Itulah jalan menuju fastabiqul khairaat: positif-positif dan positif.

Karena itu, PBNU mengajak semuanya untuk meningkatkan pelayanan publik secara partisipatif untuk urusan spiritual yang sangat penting ini: kehalalan pangan.

PBNU melihat ini adalah tugas pelayanan umat, dan sama sekali bukan kesempatan ekonomi, atau proyek sertifikasi, atau kepentingan jangka pendek apapun. Ini khidmat PBNU kepada jamaahnya: puluhan juta nahdliyyin.

?

Prof. Dr. KH Maksum Mahfudz

Ketua PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Hadits, Halaqoh KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Pati, KOKAM Tegal

Samarak peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober hadir di berbagai daerah, tak terkecuali di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Untuk hal ini, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat menyelenggarakan serangkaian acara, di antaranya bincang publik di radio Pas FM Pati.

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Hari Santri di Pati, dari Shalawat Nariyah hingga Pasar Murah

Acara-acara lainnya adalah jalan santai, donor darah, dan pasar murah yang digelar Jumat (21/10) pagi di lapangan Kecamatan Margoyoso, Pati dan di Gedung Madrasah Salafiyah Kajen. Dilanjutkan dengan acara pembacaan shalawat nariyah di seluruh masjid, mushalla, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan pada hari yang sama, pukul 19.00 WIB.

Jumat malam itu juga digelar "Kajen Bershalawat" di Desa Kajen, Margoyoso, Pati. Lalu, kirab dan apel Hari Santri Nasional mulai dari kantor PCNU Pati sampai alun-alun Pati pada 22 Oktober 2016, pukul 13.00 WIB. Pengajian akbar pada Ahad (23/10), pukul 13.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pati juga melengkapi acara tahunan ini dengan menghadirkan Ketua PWNU Jateng, KH Abu Hafsin.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah PCNU Pati KH M Aniq Muhammadun mengatakan, seluruh kegiatan hari santri ini bertujuan positif untuk mewujudkan akhlakul karimah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah PCNU Pati KH Ali Munfaat menekankan supaya pelaksanaan kegiatan hari santri ini mampu mendorong elemen bangsa lain untuk bersatu padu melakukan segala hal demi kemajuan bangsa dan negara tercinta Indonesia.

KOKAM Tegal

Menurut Ketua Panitia Hari Santri Nasional PCNU Pati, Jamal Mamur, berbagai kegiatan ini menunjukkan kecintaan kaum santri kepada bangsa dan negara. Mereka, katanya, ingin meneruskan perjuangan para pendahulu, khususnya Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang mengeluarkan Resolusi Jihad pada tanggal 22 Oktober 1945 untuk mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh Belanda.

“Dengan Resolusi Jihad Kiai Hasyim, umat Islam, khususnya kaum santri, terbakar semangatnya untuk mengangkat senjata melawan kolonial Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia,” ujarnya.

Dalam hati kaum santri, lanjut pria yang akrab disapa Kang Jamal ini, terpatri hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air termasuk tanda iman. Maka, segala daya dan upaya akan dikerahkan untuk menunjukkan jiwa patriotisme dan nasionalisme. Tidak mungkin santri merusak Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemikiran dan langkah yang destruktif, seperti yang dilakukan oleh kelompok radikal yang melakukan aksi-aksi teror atas nama agama. “Santri, seperti Hadlratussyekh KH. M. Hasyim Asyari mampu memaknai doktrin agama secara kontekstual sehingga Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam,” paparnya.

Khusus di Pati ini, figur santri yang pernah menjadi Rais Aam PBNU, KH MA Sahal Mahfudh, patut menjadi contoh. Dengan fiqih sosialnya, kata Kang Jamal, Kiai Sahal memberdayakan masyarakat yang tidak mampu agar mandiri dan mampu mengarungi kehidupan dengan bahagia.

“Mereka diberikan pelatihan kewirausahaan, pendampingan, modal, dan monitoring secara intensif sehingga program yang direncanakan dapat berjalan dengan sukses,” katanya.

Oleh sebab itu, lanjut Kang Jamal, santri-santri di Kabupaten Pati harus meneladani perjuangan Kiai Sahal dan para pendahulu yang lain dengan aktif berkarya baik dalam bentuk pemikiran atau dalam bentuk pemberdayaan masyarakat sebagai bukti kecintaan yang tinggi kepada bangsa dan negara. (Red: Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Halaqoh, Aswaja KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Pilkada DKI Jakarta sudah selesai. Namun dampak dari panasnya pesta demokrasi di ibu kota masih terasa. Ironisnya hawa panas itu terjadi tidak hanya di Jakarta, tapi melebar ke berbagai wilayah di Indonesia.

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti LIPI: Tak Ada NU, Toleransi di Indonesia Mati

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakir mengkhawatirkan dampak negatif dari pilkada DKI Jakarta yang kental isu SARA. Kekhawatirannya terutama pada soal toleransi di Indonesia. Bukan hanya toleransi antarumat beragama, tapi juga antarsesama anak bangsa.

"Dari sekian banyak organisasi masyarakat di Indonesia, saya melihat hanya NU yang komitmennya kuat dan konsisten mengimplementasikan dan menggaungkan masalah toleransi. Yang lainnya tidak terdengar," katanya saat berziarah ke makam Syekh Abdul Muhyi Pamijahan, Tasikmalaya, Ahad (14/5).

KOKAM Tegal

Hampir seluruh organ yang ada ditubuh NU, kata Amin, bergerak menggaungkan sikap toleransi di Indonesia. Mulai dari lembaga-lembaga di bawahnya, sampai dengan banom (badan otonom) NU seperti halnya GP Ansor dan Banser.?

NU melalui Banom dan lembaganya dengan tegas menolak segala gerakan radikal di Indonesia. Khususnya gerakan HTI yang dianggap intoleran karena condong ingin memaksakan mengubah sistem di Indonesia dengan khilafah Islamiyahnya.

"Anehnya ketika NU menggaung-gaungkan toleransi di tanah air, NU kerap menjadi sasaran serangan dan cemoohan masyarakat lainnya. Terutama kelompok-kelompok Islam radikal," ujar pria lulusan Ilmu Sejarah UGM yang tengah melakukan penelitian soal NU dan Minoritas di Tasikmalaya itu.

Alhasil, kata Amin, NU seolah sendirian menyikapi masalah toleransi yang saat ini sedang terancam di Indonesia. Padahal, ia menduga yang lainnya pun paham betul dengan kondisi tersebut.

"Andai kata tidak ada NU, mungkin toleransi di Indonesia ini sudah mati," ujarnya. (Nurjani/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Halaqoh KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

Sikap Lakpesdam NU Jepara soal Dugaan Pencemaran Sungai

Jepara, KOKAM Tegal 

Pimpinan Cabang (PC) Lakpesdam NU Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menjelaskan dugaan pencemaran limbah di sungai Karangrandu Kecamatan Pecangaan, Jepara, Jawa Tengah.

Ketua Lakpesdam NU Jepara, Ahmad Sahil menerangkan bahwa dugaan pencemaran limbah di Sungai Desa karangrandu yang sampai sekarang belum mendapatkan respon yang memadahi dari para pemangku kebijakan di Jepara.

Sikap Lakpesdam NU Jepara soal Dugaan Pencemaran Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Lakpesdam NU Jepara soal Dugaan Pencemaran Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Lakpesdam NU Jepara soal Dugaan Pencemaran Sungai

“Maka pengurus cabang Lakpesdam NU Jepara memandang perlu untuk mengeluarkan sikap,” ujar Sahil, Kamis (10/8) di Jepara.

Lima sikap Lakpesdam NU Jepara terkait dugaan pencemaran sungai ialah sebagai berikut:

KOKAM Tegal

1. Lakpesdam NU Jepara sangat menyayangkan terjadinya pencemaran di sungai Karangrandu karena dapat menyebabkan tercemarnya sumber air minum dan irigasi persawahan di desa karangrandu.

2. Mendesak pemerintah segera turun tangan melakukan uji laboratorium terkait pencemaran tersebut. Uji laboratorium harus dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah dan independen agar tidak ada kesan menutup-nutupi permasalahan yg sebenarnya terjadi.

3. Menyayangkan statemen pihak KLH kabupaten Jepara yang menyatakan perubahan warna dan bau tidak mesti dari limbah, hal itu terkesan menutup masalah dan dapat menyinggung perasaan masyarakat yang terkena dampak pencemaran tersebut, mengingat selama ini air sungai dalam keadaan normal dan layak untuk dimanfaatkan.

KOKAM Tegal

4. Menyayangkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap menjamurnya Pabrik-pabrik yang mestinya harus diimbangi dengan jumlah pengawas pabrik-pabrik. Berkaca dari workshop Lakpesdam beberapa bulan lalu dari banyaknya pabrik di Jepara hanya dicover oleh dua orang pengawas.

5. Mendesak pemerintah kabupaten agar memberi saksi tegas berupa pencabutan izin kepada perusahaan yang terbukti tidak mematuhi ketentuan dan terbukti menimbulkan pencemaran lingkungan.

Sahil berharap agar sikap itu segera ditindaklanjuti oleh pihak-pihak yang terkait terutama pemerintah daerah Kabupaten Jepara. (Syaiful Mustaqim/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Kupang, KOKAM Tegal

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta kepada panitia pelaksana Pawai Takbiran dan masyarakat untuk menanamkan rasa kenyamanan bagi masyarakat pada malam takbiran Lebaran nanti.

"Saya minta jaga keragaman yang ada di NTT. Sampaikan takbiran sebagai pesan moral kepada seluruh umat yang ada di NTT," ungkapnya saat menemui Panitia Pelaksana Pawai Takbiran di ruang kerjanya Selasa (28/6).

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap mendukung pelaksanaanya pawai takbiran yang merupakan tradisi bagi umat muslim pada malam sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

KOKAM Tegal

Ketua Panitia Takbiran, Abdullah kepada mengatakan, rencana pawai takbiran berlangsung pada 5 Juli 2016 sekitar pukul 18:00 Wita akan dihadiri jamaah 45 masjid di Kota Kupang.

Sementara Sekretaris Panitia Sokan B. Taibang mengatakan, koordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Kupang sudah berjalan. Pengamanan akan dilakukan di seluruh jalur takbiran mulai dari star hingga finis.

KOKAM Tegal

Hadir dalam audiance tersebut, perwakilan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kupang dan beberapa pengurus masjid. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Ulama, Humor Islam KOKAM Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Oleh: Ngabdulloh Akrom

Ba’da isya’ (26/09) ratusan orang sudah berkumpul di kediaman Gus Dur, Ciganjur. Semua orang lintas etnis dan agama, berkumpul dalam satu wadah demi memperingati 1000 hari Gus Dur.

Kata “memperingati” memiliki kata dasar ingat dengan awalan me- dan akhiran –i, dimana dalam hal ini menjadi sebuah upaya untuk mengenang atau membuka lembaran-lembaran lama tentang Gus Dur. Bagi saya—tentu ini sangat sujektif—Gus Dur ibarat batu kristal yang memiliki banyak sisi. Pada setiap sisi yang kita dekati, selalu saja ada keindahan tersendiri. Ya. Itulah Gus Dur dengan segala keluar-biasaan dalam keterbiasaannya.

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Kumbokarno Gugur: Nguri-uri Kebudayaan dan Gus Dur

Malam itu kita diajak mengenal Gus Dur melalui pendekatan Budaya. Pagelaran wayang semalam suntuk sengaja diadakan keluarga ndalem. Alissa Wahid, Putri sulung Gus Dur, menceritakan bagaimana kecintaan Gus Dur terhadap budaya, wayang khususnya. Dulu saat mbak Alissa masih duduk di bangku perkuliahan di Yogyakarta, setiap Gus Dur datang ia wajib memberi ‘upeti’ berupa satu set kisah pewayangan. Begitu seterusnya hingga mbak Alissa selesai kuliah. Ia diberi tanggungan membelikan kaset kisah pewayangan lengkap yang dibawakan berbagai dalang.

KOKAM Tegal

Berbeda dengan pejabat jaman sekarang yang menenteng koper kemana-mana, Gus Dur hanya membawa kaset-kaset wayang beserta tape rekorder. Wajar jika dulu ia sempat ditunjuk sebagai ketua Dewan Kesenian Jakarta. Satu di antara sebabnya jelas karena rasa cintanya terhadap kebudayaan.

***

Malam semakin larut. Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid memberikan tugas kepada Enthus Susmono untuk segera menjalankan tugasnya sebagai dalang. Kisah punya kisah, konon beberapa hari sebelum Gus Dur wafat, Ki Enthus sempat diminta almarhum mengangkat cerita Kumbokarno Gugur disebuah pagelaran wayang di suatu daerah di Jawa Timur.

KOKAM Tegal

Itulah kenapa, Ki Enthus memilih lakon cerita Kumbokarno Gugur dalam pagelaran semalam. Memang tidak sedikit orang mengidentik dengan Kumbokarno dengan Gus Dur. Selain keduanya memiliki rasa nasionalis yang tinggi, persamaan lainnya adalah keduanya suka tidur. Masih membekas dalam ingatan kita bagaimana Gus Dur memimpin rapat peripurna DPR RI. Saat sidang paripurna usai, Gus Dur masih tertidur. Orang di sebelahnya membangunkan sembari bertanya bagaimana Gus Dur punya pendapat. Dengan ringan Gus Dur mengeluarkan jawaban yang akhirnya membuat para hadirin kebakaran jenggot, “Anggota-anggota DPR saat ini kayak anak TK.” Serta bagaimana Gus Dur membantu "adiknya" (Gus Mus) mengerjakan soal bahasa Prancis, sementara saat Gus Mus belajar, Gus Dur selalu tidur?

Begitu juga dengan tidurnya (tapa brata) Kumbokarno. Meski tak pernah turun gunung menyambangi saudaranya di Alengka, ia tahu apa saja yang terjadi meski dalam kondisi tidur. Ia tahu bagaimana Pamannya meninggal dalam peperangan. Ia tahu bagaimana Rahwana mengadu domba antara Sugriwa dengan Subali.

Ki Entus menceritakan bagaimana dua begawan tersebut tidur. Jika Gus Dur tidur dengan mendengarkan gendhing karawitan. Kumbokarno melakukannya dengan mendengarkan shalawatan. Akan tetapi keduanya tertidur dalam keadaan pasrah terhadap Dzat dimana semua berasal dan berakhir. Eling.

Sudah menjadi rahasia umum bagaimana sikap nasionalis Kumbokarno. Ia berperang bukan karena Alengka yang ditawarkan Rahwana, bukan melakukan pembelaan terhadap kedzaliman, serta tidak untuk membalas kematian dua puteranya. Kumbokarno menyambut garis takdir yang harus ia lalui. Maju dan gugur di medan peperangan sebagai kesatria.

Hal lain yang patut dijadikan pelajaran; walaupun Kumbokarno paham betul tindak-tanduk kakaknya yang semena-mena, ia tetap menghormati Dasamuka sebagai saudara tua. Bahkan sebelum berangkat ke gelanggang peperangan, ia tetap memohon restu dengan sungkem kepada kakaknya.

***

Dari sejak dibuat, kisah pewayangan memang selalu begitu. Ketika pagelaran dimulai, kita sudah bisa menebak siapa tokoh protagonis dan antagonisnya. Kita sudah tahu bagaimana akhir dari kisah terbut. Yang benar selalu menang melawan kebatilan. Klise memang. Tapi kenapa selalu saja ada yang menanggap wayang? Selain ingin melakukan pelestarian budaya, kelihaian dalang dalam melakukan improvisasi, menyelipkan problematika hidup saat ini, entah masalah Sosial, Ekonomi, Politik, kebermasyarakatan, hingga urusan dapur, kasur dan sebagainya.

Masalah politik misalnya, melalui tokoh Mbelong, Entus mendikte Rahwana tentang seni memimpin. Seorang pemimpin harus bisa mengayomi rakyatnya. Sebab jabatan merupakan amanat. Sifatnya hanya sementara. Jika semasa menjadi pemimpin tak pernah peduli kepada rakyat, maklum kelak saat lengser dan bukan lagi siapa-siapa, di kalangan orang kecil akan dipandang kecil, hina bahkan dina. Wallahua’lam.[cw]

 

Ujung Jakarta, 2012/09/27

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Tokoh, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

Jepara, KOKAM Tegal. Sekitar lima ribu massa dari Forum Masyarakat Peduli Pendidikan Diniyah (For-Madin) menduduki gedung DPRD Jepara, Rabu (9/1). Ribuan massa yang berkumpul dari gedung NU Jepara terdiri dari berbagai elemen, antara lain Qiroati, Yanbua, RMI, Lakpesdam, Ansor dan IPNU-IPPNU.

Dalam aksi longmarch dari gedung NU menuju gedung DPRD massa hendak menyampaikan aspirasi kepada dewan terkait digagalkannya Peraturan Daerah (Perda) Pendidikan Diniyah dalam rapat paripurna DPRD 26 Desember 2012 lalu. 

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perda Madrasah Diniyah Ditolak, Ribuan Warga NU Turun Jalan

“Digagalkannya Perda Diniyah merupakan bukti bahwa wakil rakyat kita tidak peka terhadap aspirasi masyarakat. DPRD Jepara telah mempermainkan agama untuk kepentingan politik mereka,” kata Achmad Makhalli koordinator umum aksi sembari membacakan testimoni suara masyarakat Jepara. 

KOKAM Tegal

Ranperda Diniyah merupakan perda inisiatif dari DPRD. Makhalli menyayangkan Ranperda yang diproses dan dikaji Panitia Khusus (Pansus) yang harapannya sesuai dengan kehendak rakyat malah ditolak sendiri oleh Pansus dan Fraksi di DPRD. 

KOKAM Tegal

“Ini artinya DPRD melakukan tindakan yang “sembrono” karena selain pemborosan anggaran juga berakibat kepada pendidikan diniyah di kabupaten Jepara,” sambung Makhalli. 

H Anas Arbaani dari PCNU mengungkapkan munculnya pro-kontra Ranperda dari masyarakat dan DPRD berdalih belum sempurna dan perlu disempurnakan maka masyarakat tidak perlu terkecoh. Masyarakat lanjut Anas yakin digagalkannya Ranperda tersebut berkiatan dengan pertarungan politik elit dan “kue politik” 2014. 

Karenanya, For-Madin, imbuh Anas, menyatakan sikap menolak politisasi agama untuk kepentingan sesaat, DPRD harus menghilangkan dikotomi pendidikan formal dan non formal, DPRD harus segera menyempurnakan dan mengesahkan Ranperda pendidikan diniyah paling lambat 31 Januari 2013 dan For-Madin akan melakukan pengawalan terhadap proses finalisasi Perda dan Pebup pendidikan Diniyah. 

Dalam aksi sebelum berjalan menuju gedung dewan diawali dahulu dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan shalawat serta menyuarakan yel-yel. Didepan gedung dewan secara bergantian menyampaikan orasi dengan lagu, syiiran maupun suara nan lantang. 

“Hai wakil rakyat elengono naliko mlarat/ saiki wes sugih ojo nganti nekad/ ngelengono/ ngelengono besok bakal dadi tanggungan akherat.” Begitu salah satu syiir dari salah satu orator. 

Karena perwakilan dari For-Madin yang tak kunjung keluar akhirnya massa merangsek ke gedung dewan. Meski demikian aksi tidak diwarnai dengan anarkis melainkan doa bersama sekaligus mengakhiri aksi siang itu. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaiful Mustaqim

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kiai KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

Pringsewu, KOKAM Tegal. Istiqomah dalam ibadah adalah melakukan seluruh aktivitas ibadah yang tampak maupun tidak tampak dengan terus menerus serta meninggalkan larangan Allah. Keistiqomahan seseorang dalam beribadah akan mendapatkan catatan tersendiri dari Allah.

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

 

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Husna Pringsewu KH. Abdul Hamid Al Hafidz saat membahas materi Istiqomah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (12/11).

Dalam kehidupan ini lanjutnya, seseorang hendaknya memiliki satu keistiqomahan dalam ibadah walaupun dalam bentuk ibadah yang sederhana.

"Allah lebih suka kepada Ibadah yang sedikit tapi istiqomah daripada Ibadah yang banyak tapi borongan dan tidak istiqomah," tegasnya.

KOKAM Tegal

Berbagai ibadah harian yang dapat dilakukan dengan istiqomah diantaranya membaca Al-Quran walaupun satu ayat, beristighfar, membaca shalawat, berpuasa.

KOKAM Tegal

"Imam Ghazali menyebutkan bahwa seseorang dikatakan memiliki potensi sikap istiqomah ketika mampu melakukan sesuatu pekerjaan atau ibadah tiga kali secara berturut-turut," katanya.

Berbagai manfaat dari sikap istiqomah, jelas pria yang juga hafidz Quran ini, sudah dijelaskan dalam Al Quran diantaranya pada Surat Jin ayat 16. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa  seseorang yang mampu istiqomah beribadah di jalan Allah akan dikaruniai rizki yang mudah oleh Allah SWT

Dalam Al-Quran Surat Fusshilat ayat 30 juga disebutkan bahwa para malaikat akan diturunkan oleh Allah bagi orang yang istiqomah beribadah saat ia dalam kondisi sakaratul maut.

(Baca juga: Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus)

"Para Malaikat akan menghilangkan rasa takut atas proses sakaratul maut, menghilangkan rasa sedih berpisah dengan orang yang dicintai dan memberikan kabar gembira bahwa ia termasuk ahli surga," jelas Kiai Hamid.

Untuk melakukan ibadah yang istiqomah lanjutnya, seseorang akan menghadapi banyak ujian. Namun tantangan ini harus dikalahkan karena ada yang akan senang dengan kegagalan dalam beristiqomah yaitu setan. 

"Mari perbanyak istighfar untuk menggantikan ibadah yang kita istiqomahi namun tidak bisa dilaksanakan. Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Budaya, Halaqoh KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya membantah terlibat aksi dengan sejumlah ormas Islam yang digelar didepan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10) lalu.

Pasalnya, dalam Kabar Priangan edisi Sabtu (29/10/2016), disebutkan salah satu elemen yang ikut aksi ada IPNU dan GP Ansor.

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

"Saya tegaskan IPNU tidak pernah dan tidak akan ikut aksi soal Ahok atau apapun namanya yang dilakukan oleh mereka. IPNU senantiasa fatsun pada intruksi PBNU," kata Ketua IPNU Kota Tasikmalaya, Saeful Malik, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Apung (Panggilan Akrab Saeful Malik), seharusnya wartawan yang meliput melakukan "cross cek" ke IPNU karena sudah jelas garis organisasi IPNU dibawah NU.

"NU sudah melarang. Masa kami ikut. Itu namanya fitnah," ujarnya.

KOKAM Tegal

Apung pun meminta agar Kabar Priangan memuat bantahan ini karena sudah jelas keterlibatan IPNU tidak benar.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf pun sama. Membantah terlibat aksi yang bertemakan "Bela Islam" karena sudah nyata GP Ansor satu komando dibawah NU.

"Aneh teu ngarti. Naha Ansor dibabawa (Aneh tak mengerti, kenapa Ansor dibawa-bawa)," ucapnya.

KOKAM Tegal

Pimred Kabar Priangan, Duddy RS segera menindaklanjuti klarifikasi tersebut. Dan akan memintai keterangan wartawan terkait pencatutan nama IPNU dan Ansor saat aksi Bela Islam oleh sejumlah Ormas di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10).

"Apakah dilapangan ada yang mengaku demikian atau ada kesalahan pengutipan dari wartawan. Kami minta maaf atas kelalaian ini," ujar Duddy. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Sunnah, Budaya KOKAM Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Tafakur Ramadhan di Macau

Ahad 11 Juni kemarin, sambil mengernyitkan dahi karena terik saya memakai topi hitam yang baru saja dibeli seharga 20 MOP (mata uang Macau) di toko Sheng Heng. Ini toko teramai dan termurah hasil survei pribadi menelusuri pertokoan.

Bisa dikatakan, Ahad adalah hari libur bagi mayoritas masyarakat di Macau. Bersama Ustad Muhandis dan Mbak Indah, saya mengunjungi salah satu spot sejarah Macau, yaitu The Ruins Of St. Pauls. Tempat itu ramai dikunjungi baik oleh turis lokal maupun mancanegara.

Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafakur Ramadhan di Macau

Di sebelah kiri gereja yang terbakar dan runtuh pada tahun 1835 itu terdapat patung Matteo Ricci. Matteo sendiri seorang pioner yang memperkenalkan Barat ke Tiongkok. Ia dikenal sebagai misionaris terhebat di Tiongkok. Yang menarik, busana pria kelahiran Italia itu justru pakaian khas Tiongkok. Hati saya bertanya-tanya, "Siapa orang ini? Mengapa ia yang orang Italia, mengenakan busana Tiongkok?”

Saya lalu termenung. Salah satu ajaran Islam yang banyak manfaatnya dan banyak diabaikan ialah bertafakur. Sebagaimana dikutip Ibnu Katsir ketika berbicara tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 177, Al-Hasan Al-Basri berkata, “Bertafakur sejenak dinilai lebih baik daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam, zikir, dan doa).”

KOKAM Tegal

Bertafakur bukan berarti sekadar berpikir tanpa arah. Sebab pikiran bisa menjadi cahaya yang menerangi kalbu. Pikiran juga bisa menjadikan segala hal sebagai pelajaran hidup. Pikiran laksana cermin yang mampu memperlihatkan kebaikan dan keburukan kita. Tapi pikiran tanpa disertai bimbingan wahyu bisa menjerumuskan seseorang dalam kehancuran dan kehinaan.

KOKAM Tegal

Objek pikiran ialah alam raya. Ia merupakan ayat-ayat Allah (kauniyah) yang mengundang para peneliti, pengkaji, ilmuwan atau ulama serta siapa pun yang hendak mengetahui rahasia, hikmah, serta segala macam pengetahuan perihal langit dan bumi. Dari sini Islam amat menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di era banjir informasi terutama melalui media sosial, pikiran seseorang bisa ikut terbawa arus bahkan terombang-ambing terbawa entah ke mana. Energi pikir habis oleh hal sepele bahkan tak jarang cenderung sia-sia. Orang kuat di zaman ini ialah yang bisa mengontrol pikirannya, tidak terjebak pada asyiknya bermedsos ria sehingga melalaikan dirinya.

Nabi bersabda, "Meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat merupakan salah satu tanda keislaman seseorang itu baik," (HR Al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Al-Turmudzi, disebutkan yang mesti ditinggalkan ialah hal-hal yang haram, syubhat, makruh, bahkan hal yang mubah yang bukan menyangkut kebutuhan.

Saya teringat seorang guru berpesan, "Pikir selaras dengan zikir." Itu dilakukan agar segala macam pikiran dikaitkannya dengan Allah SWT. Di saat yang sama sesungguhnya kita juga sedang berzikir, sebab zikir ialah ingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun terbaring.

Sudah saatnya melalui Ramadhan kita melatih pikiran pada skala prioritas bukan standar popularitas, sehingga dengan bekal latihan ini bisa membawa orang Indonesia khususnya umat Islam menjadi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Sudah sejauh manakah kita tertinggal?

*) Saepuloh, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Halaqoh, Fragmen KOKAM Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis)

Jakarta, KOKAM Tegal. Para pelaku tasawuf yang telah meniti tiga maqom (tingkatan) sebelumnya, yaitu tawakal, ridlo, dan syukur akan menjalani maqom-maqom selanjutnya, yaitu mahabbah, tuma’ninah, dan ma’rifat. 

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis)

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengurai ketiga maqom tersebut, pada pengajian mingguan yang digelar di PBNU, Jakarta, Senin malam, (28/01).

Mahabbah adalah maqom cinta kepada Allah. Kalau sudah cinta kepada-Nya, kepada apapun cinta, mencintai segalanya. Orang yang menapaki maqom tersebut, yang cantik, yang jelek, yang pintar, yang bodoh, yang kaya, yang miskin; semua dicintainya.

KOKAM Tegal

“Karena semuanya yang ada itu adalah tanda-tanda keagungan Allah,” ungkap kiai kelahiran Cirebon 1953 tersebut.

Kalau sudah mahabbah, akan tumbuh tuma’ninah, atau full happy, enjoy. Hati orang yang menempuh jalan tuma’ninah adalah tenang.  

KOKAM Tegal

Tuma’ninah bukan di rumah, mobil, uang, tapi dalam hati,” tambahnya. 

Setelah maqom tuma’ninah, muncul maqom terakhir, ma’rifat. Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menjelaskan, maqom ini dengan pengalaman Imam Ghazali sepulang menyepi di masjid Damaskus. Setelah keluar dari masjid tersebut, ia tak bisa mengatakan pengalamannya. 

“Ilmu ma’rifah tak bisa dituliskan. Tak bisa diceritakan. Tidak bisa diajarkan dengan kata-kata,” ujar kiai yang pernah nyantri di Pesantren Kempek, Lirboyo dan Krapyak tersebut.  

Orang yang sedang mengalami maqom ma’rifat, tahu betul bahwa segala sesuatu dari Allah, untuk Allah, karena Allah, bersama Allah. Tanpa itu sedetik saja, dunia hancur. 

Kiai yang juga doktor jebolan University of Umm Al-Qura Jurusan Aqidah/Filsafat Islam menegaskan, ketiga maqom tersebut dinamakan tajalli (manifestasi). Allah sudah menjelma dalam segala keadannya. 

Dampak spirutual temporalnya adalah al-uns, harmonis. Amal salehnya, bukan karena lita’abud (ibadah), bukan litaqorub (ingin dekat dengan Allah), melainkan litahaquq (mencari hakikat).  

Maqom-maqom tersebut adalah versi ringkasnya. Para ahli tasawuf berbeda rincian maqomnya. Misalnya, menurut Syekh Abdul Qodir Jilani, terdapat 40 maqom tasawuf. Sementara Imam Ghazali berpendapat ada 14 tingkatan.  

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Halaqoh, Khutbah KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah

Setelah genre fiksi islami hampir ‘habis’, dunia sastra kita belakangan sedang kebanjiran sastra sejarah, juga sastra biografi. Sampai-sampai helatan sastra genre ini secara khusus digelar secara akbar; Borobudor Writers % Cultural Festival di Magelang, belum lama.

Sebenarnya, menulis cerita rekaan atau fiksi yang gagasan dasarnya diambil dari catatan sejarah, bukanlah barang baru di negeri ini, setidaknya itu bisa ditelisik dalam hampir semua karya-karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, sebutlah salah satu karya besarnya; Arus balik. Tetapi genre penulisan sastra sejarah tidaklah berjubal dan semencolok akhir-akhir ini.

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Novelisasi Sejarah, antara Sastra dan Pelecehan Sejarah

Dan, problem yang masih ditinggalkan dalam perhelatan akbar itu adalah; sejauh mana seorang penulis bisa  mengeksplorasi sejarah itu ke dalam dunia fiksi? Atau sejauh mana batas-etik antara penuturan ulang fakta sejarah itu, sehingga tidak berdampak pada kemungkinan pelecehan pada fakta sejarah? 

KOKAM Tegal

Pertanyaan tersebut penting diajukan. Sebab, kebanyakan penulis masih meyakini bahwa dunia novel-sejarah adalah dunia bebas berimajinasi dan suka-suka dalam menuangkan idenya. Tetapi dampak dari sikap gegebah ini sungguh tidak sepele, yaitu hak anak bangsa mendapatkan fakta sejarah tercidrai, dan sebaliknya mereka akan mendapatkan sejarah palsu dan menyesatkan.

KOKAM Tegal

Kegelisahan ini patut disebut disini, jika misalnya kita menelisik novel sejarah Wali Songo, karya Damar Shasangka, sang penulis mendedahkan sejarah versi baru dengan berkesimpulan. Misalnya, Sunan Giri menitahkan pembakaran lontar-lontar agama leluhur, Siwa Budha, yang masih banyak disimpan penduduk Jawa. Kemudian oleh penerbit dibuatlah atas sinopsis yang mencengangkan kesadaran ilmiah ini dikatakan secara besar-besaran sebagai Novel Sejarah Terbaik tahun Ini! Tetapi, benarkah demikian?

Sejarawan Thomas Stamford Raflles, dalam bukunya The History of Java, menuturkan bahwa drama penyebaran Islam di tanah Jawa oleh Wali Songo misalnya, sama sekali tidak seperti yang dituturkan penulis novel tersebut. Tetapi prosesnya dilakukan dengan cara damai dan inkulturasi, dan itu sama sekali tidak menghakimi sesat atau bid’ah tradisi masyarakat Jawa, apalagi sampai membakar khazanah intelektual, sekalipun tradisi tersebut berbau animistik-Hinduistik. 

Misalnya, mereka tidak menghancurkan candi-candi, tidak pula menganjurkan pribumi untuk memakai gamis, memelihara jenggot dan lain sebagainya. Tapi, Wali Songo malah mengarifi budaya lokal setempat dengan menjadikannya sebagai instrumen penyebaran Islam, disinilah peran pesantren sangat siginifikan. Misalnya pesantren yang didirikan oleh Raden Rahmat di Ampel Denta Surabaya dan Sunan Giri di Giri yang terus mengajarkan ajaran guru bhakti sebagai etika islam-Jawa, padahal guru bhakti berasal dari kearifan lokal (hindu).

Selanjutnya, keluaran pesantren Giri ini banyak yang diundang ke Maluku Untuk mengajarkan agama Islam. Pada saat itu Pesantren (bisa disebut Padepokan) tidak saja digunakan untuk mengaji dalam pengertian an-sich, akan tetapi juga  dipergunakan sebagai alat kebudayaan, sebagaimana telah dipraktikkan oleh Sunan Kalijaga yang memanfaatkan wayang dan tembang untuk menarik masa agar masuk Islam. 

Sunan Kalijaga adalah pencipta wayang kulit dan tokoh yang paling mahir dalam mementaskan wayang, dan kini kesenian itu menjadi kesenian tradisional Jawa yang paling popular hingga saat ini. 

Sunan Kalijaga tidak pernah meminta upah pertunjukan, tetapi ia meminta para penonton untuk mengikutinya mengucapkan kalimat syahadat. Sebagian besar cerita wayang masih dipetik dari cerita Mahabharata dan Ramayana, namun telah dipangkasi akar-akar hinduisme di dalamnya. Di dalam cerita itu disisipkan ajaran dan nama-nama pahlawan Islam. 

Kesenian-kesinian lain juga dijadikan alat Islamisasi, seperti sastra (hikayat, babad, dan sebagainya), seni bangunan dan seni ukir. Masih terawatnya candi-candi bangunan hindu-budha hinga kini (bahkan masjid yang berarsitektur candi seperti di Masjid Kudus, Masjid Giri dan lain sebagainya), juga populernya cerita Ramayana di kalangan Islam-Jawa, sebagai bukti, bahwa para Wali Songo, sungguh begitu merawat khazanah lokal.

Selain Raflles, masih banyak sejarawan ahli yang berpendapat serupa, beberapa bisa disinggung disini: PA van der Lith, dalam ‘Ajaib al-Hind, (Leiden, Brill, 1883), WP. Groeneveld, dalam “Notes on The Malay Archipelogo and  Malacca Compiled from Chines Sources”, (VBG, 39, 1880), Syed M. Naquib Al-Attas dalam Historical Fact and Fiction,  UTM-CASIS, (Kuala Lumpur, 2011), Marshal Hodgson dalam The Venture of Islam, (The University of Chicago Press, 1974), Nikii Keddie dalam Islam and Society in Minangkabau and in the Middle East: Coparative Reflections, dalam Sojourn,  Volume 2, No. 1 Tahun 1987). Sartono Kartodirdjo, Protest Movement in Rural Java, (Kuala Lumpur: Oxford University  Press, 1978) dan lain sebagainya. 

Tidak hanya itu, novel Wali Songo juga menyebutkan data kontroversial yang belum bisa dipertanggung-jawabkan secara ilmiah dan banyak cela yang bisa kita perdebatkan; katanya Nyo Lay Wa, adalah seorang muslim China yang ditahbiskan menjadi raja Majapahit. 

Kembali ke genre sastra sejarah. Perbincangan sastra jenis ini semakin kuat sejak munculnya buku The Mirror and The Lamp karya M.H. Abrams. Buku Abrams ini kemudian menjadi induk teori pendekatan terhadap kajian karya sastra yang menjadi pegangan utama para kritikus dan pencipta. 

Abrams menyebutkan ada empat pendekatan terhadap karya sastra, satu di antaranya adalah cermin sejarah, atau yang biasa disebutnya sebagai teori mimesis. Artinya dalam teori ini fakta sejarah ditulis ulang dengan pendekatan sastra. Tetapi bagi Abrahams, jika penulis memilih jalan ini, secara etika haruslah ia berpedoman pada data-data ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Karena dalam genre ini mengikutkan refrensi sebagai sumber cerita atau mendahuluinya dengan penelitian adalah keharusan secara etik. 

Oleh karena itu layak bagi kita kemudian mengajukan sebuah pertanyaan, ada misi apa dengan penulisan novel sejarah Wali Songo versi Damar itu? Benarkah penulisnya hanya sekadar cari sensasi, dan memosisikan dirinya hanya sebagai pabrik cerita yang asal saja tulis, karena kehidupan ekonominya benar-benar sulit, sebagaimana yang disinyalir oleh Yudhi Aw (salah seorang peserta festival itu), penulis novel Diponegoro, bahwa seorang penulis baru seperti Damar mungkin hanya mendapatkan honor 3 sampai 4 juta perjudul buku, dan untuk hidup selanjutnya ia harus menulis lagi, karenanya tak mungkin melakukan riset secara serius. 

Kalau demikian adanya, celaka benar nasib generasi muda yang mewarisi karya asal jadi seperti ini? Wallahu Alam Bishawab. (Penulis adalah aktivis Lesbumi D.I.Y dan Dosen Filsafat di STAIS Al-Muhsin Yogyakarta)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Ubudiyah, Halaqoh KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Jumat (23/9) pukul 13.00 WIB akan mengukuhkan Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi (DPPK) Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) di lantai 8 Gedung PBNU Jakarta Pusat.

"Bada Jumat, Kiai Said akan mengukuhkan kepengurusan Sarbumusi masa khidmat 2016-2021," ujar Presiden DPP Konfederasi Sarbumusi NU, Syaiful Bahri Anshori, di Jakarta, Jumat (23/9).

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Kukuhkan DPPK Sarbumusi 2016-2021 Siang Ini

Sebagai organisasi perburuhan tertua yang dilahirkan pada tanggal 27 September 1955 dan merupakan Badan Otonom Nahdlatul Ulama (Banom NU), kekuatan Sarbumusi, imbuh Syaiful, tidak hanya terletak pada historis organisasinya saja tetapi dalam tata kelola dan profesionalisme kerja organisasi sebagai organisasi buruh yang professional dan secara rutin dan berkesinambungan melakukan penguatan peran dan posisi buruh.

"Termasuk pembelaan dan advokasi perselisihan hubungan industrial, pendampingan dalam pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB), dan advokasi serta mendorong regulasi ketenagakerjaan yang memberikan keadilan dan kesejahteraaan buruh," kata dia lagi.

KOKAM Tegal

Pasca pelantikan Sarbumusi akan menggelar Rapat Kerja Nasional ke-I Dewan Pimpinan Pusat Konfederasi Sarbumusi NU. Tema diambil, menurut Syaiful, adalah Reposisi Gerakan Sarbumusi NU dalam Politik Perburuhan Nasional dan Internasional.

"Hal tersebut adalah vital yang akan kami bahas. Dalam koridor hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan, Insya Allah sejumlah upaya Sarbumusi sedikit banyak dirasakan bermanfaat bagi dunia perburuhan maupun dunia usaha di Indonesia. Kami berkomitmen untuk melanjutkan dan melakukan peningkatan upaya maslahat bagi buruh," demikian Syaiful Bahri Anshori. (Gatot Arifianto/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Quote KOKAM Tegal

Rabu, 22 November 2017

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Oleh Muslimin Abdilla



Pada periode kepengurusan 2012-2017, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang menyusun program kerja lima tahunan. Salah satu kegiatan dalam program tersebut adalah mendirikan lembaga keuangan (moneter), yang secara teknis dilaksanakan oleh Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU), salah satu departemen dalam kepengurusan PCNU Jombang yang bergerak dalam kegiatan ekonomi.

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhtiar Mencari Sistem Lembaga Keuangan yang Sesuai Iklim NU

Program fasilitasi pendirian lembaga keuangan di lingkungan PCNU Jombang merupakan program yang sangat riskan, kalau tidak bisa dikatakan sebagai program yang cukup ambisius. Kenapa? Karena dalam sejarah fasilitasi pendirian lembaga keuangan oleh perangkat PCNU Jombang pernah mengalami kegagalan, dan defisit kepercayaan kepada lembaga keuangan yang didirikan dan dimiliki oleh warga NU secara organisasi cukup nyata. Hal ini dibuktikan dengan: jangankan warga NU, pengurus NU sendiri saja mayoritas tidak percaya kepada lembaga keuangan yang didirikan dan difasilitasi oleh NU.

KOKAM Tegal

Ketidakpercayaan itu bisa dilihat dari masih ragu-ragunya pengurus NU untuk menyimpan dananya di lembaga keuangan yang diinisiasi oleh NU. Takut dana yang disimpan atau diinvestasikan akan sirna, dan tidak jelas ke mana larinya, dan lembaga keuangannya bubar tanpa pertanggungjawaban. Ketidakpercayaan ini pantas menghinggap di kalangan pengurus sendiri, karena mereka mungkin pernah mengalami atau menyaksikan sendiri bagaimana lembaga keuangan NU dikelola di masa lalu.

Dari defisit kepercayaan yang akut seperti inilah, program fasilitasi pendirian lembaga keuangan, yang selanjutnya berbentuk Baitul Mal wat Tamwil Nahdlatul Ulama (BMTNU) Jombang, mulai dijalankan. Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Cabang Jombang direkrut dari orang-orang yang selama ini bergelut dalam bidang keuangan lembaga sosial dan bankir lembaga keuangan. Ditopang oleh dua perpaduan keahlian ini, BMTNU Jombang mulai menyusun visi, misi, tujuan dan program melalui perencanaan strategis, serta dilengkapi dengan aturan teknis standard operational procedures (SOP).

Berbekal perangkat-perangkat tersebut, BMTNU yang secara hukum berbentuk Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) mulai merekrut anggota dan dideklrasikan, selanjutnya melakukan rekruitmen staf: mulai dari direktur, bagian administrasi sampai bagian marketing dan collecting. Pada awal pendirian, direktur langsung dirangkap oleh sekretaris Pengurus LPNU Jombang, dengan pertimbangan dia memiliki pengalaman sebagai seorang bankir BPRS.

KOKAM Tegal

Yang perlu ditegaskan di sini adalah, dalam pendirian lembaga keuangan yang berbentuk koperasi ini, LPNU sebagai pelaksana program PCNU hanyalah memfasilitasi pendirian. Karena koperasi merupakan lembaga/organisasi tersendiri yang berbeda dengan NU dan tidak di bawah kendali NU, tetapi berada dalam kekuasaan anggota, meskipun dalam klausul di aturannya bisa ditambahkan tentang hubungan (relasi) koperasi ini dengan NU.

Dalam menjalankan BMTNU, pengurus dan manajemen tidak mengambil referensi atau adopsi sistem dari manapun. Memang sedari awal diniati bahwa pendirian BMTNU ini adalah sebagai upaya pembelajaran bersama. Semua perencanaan, pelaksanaan, monitoring-evaluasi dan pengambilan keputusan dianggap sebagai proses pembelajaran. Karena proses pembelajaran, maka semua orang yang terlibat harus berniat belajar dan bisa menarik pelajaran dalam mengelola lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim di Nahdlatul Ulama.

Hal ini juga didasari oleh pengetahuan yang ada bahwa, sampai saat ini Nahdlatul Ulama secara organisasi belum memiliki sistem lembaga keuangan yang sudah dijalankan secara nasional. Beberapa Pengurus Cabang atau Pengurus Wilayah sedang berikhtiar untuk menemukan sistem lembaga keuangan yang pas bagi Nahdlatul Ulama. Yang terpenting, dalam memfasilitasi pendirian BMTNU ini benar-benar diputuskan secara organisasi dan karena itu difasilitasi NU dalam pendiriannya, tidak diputuskan dan didirikan oleh orang per-orang pengurus NU, dan selanjutnya secara mayoritas sahamnya dikuasai oleh orang per-orang tersebut.

Dalam perjalanannya, pengelolaan BMTNU Jombang yang menghimpun warga Nahdlatul Ulama dalam upaya membangun kondisi ekonomi yang lebih baik mampu mengambil pelajaran-pelajaran yang dikumpulkan dalam analisis: Selama ini BMTNU Jombang sudah mampu memenuhi kebutuhan dasar anggota dalam menyediakan pemodalan. Sehingga akses kepada sumber permodalan bisa tercapai. Upaya ini mampu meningkatkan kebersamaan warga Nahdlatul Ulama dalam meningkatkan kapasitas dalam bidang ekonomi, yang selanjutnya mengarah pada upaya membangun perbaikan dan keadilan dalam bidang ekonomi.

Namun yang paling penting dalam menjalankan BMTNU ini adalah sebagai salah satu ikhtiar dari berbagai ikhtiar dalam mencari sistem lembaga keuangan yang sesuai dengan iklim Nahdlatul Ulama. Karena iklim yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama bisa berbeda dengan iklim yang ada di organisasi lain.

* Sekretaris PCNU Jombang

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Daerah, Halaqoh KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, KOKAM Tegal

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

KOKAM Tegal

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

KOKAM Tegal

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Halaqoh KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (LESBUMI) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2015 -2020, pada Rabu-Kamis, 27 dan 28 Januari 2016, telah melaksanakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) bertempat di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Dalam Rakernas LESBUMI PBNU yang dibuka oleh Ketua Umum PBNU, Prof. Dr. K.H. Said Aqil Siroj, M.A dan dihadiri Ketua LESBUMI PBNU K.H. Agus Sunyoto dan Sekjen LESBUMI PBNU, H Uki Marzuki Solihin, serta para pengurus harian telah melahirkan Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara.

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Saptawikrama Lesbumi, Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara



Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara
adalah keputusan strategis yang paling ditunggu oleh PBNU dalam Rakernas LESBUMI karena merupakan bagian integral dari pedoman kebijakan Nahdlatul Ulama (NU) dalam merumuskan kebijakan dan menentukan sikap terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi warga NU (Nahdiyin) pada khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. Keputusan strategis yang meneguhkan posisi Lesbumi PBNU sebagai Garda Nasional Peradaban, Kesenian dan Kebudayaan Islam Nusantara ini menandai kehadiran dan fungsi penting Lesbumi dalam meneguhkan Islam Nusantara untuk membangun peradaban Indonesia dan dunia.

Saptawikrama Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara yang meneguhkan Hasil Muktamar ke-33 NU di Jombang, Jawa Timur, pada 1-5 Agustus 2015, adalah sebagai berikut:

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

SAPTAWIKRAMA (AL-QAWA’ID AS-SAB’AH)

Tujuh Strategi Kebudayaan Islam Nusantara

1. Menghimpun dan mengosolidasi gerakan yang berbasis adat istiadat, tradisi dan budaya Nusantara.

2. Mengembangkan model pendidikan sufistik (tarbiyah wa ta’lim) yang berkaitan erat dengan realitas di tiap satuan pendidikan, terutama yang dikelola lembaga pendidikan formal (ma’arif) dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI).

3. Membangun wacana independen dalam memaknai kearifan lokal dan budaya Islam Nusantara secara ontologis dan epistemologis keilmuan.

4. Menggalang kekuatan bersama sebagai anak bangsa yang bercirikan Bhinneka Tunggal Ika untuk merajut kembali peradaban Maritim Nusantara.

5. Menghidupkan kembali seni budaya yang beragam dalam ranah Bhnineka Tunggal Ika berdasarkan nilai kerukunan, kedamaian, toleransi, empati, gotong royong, dan keunggulan dalam seni, budaya dan ilmu pengetahuan.

6. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan gerakan Islam Nusantara.

7. Mengutamakan prinsip juang berdikari sebagai identitas bangsa untuk menghadapi tantangan global.



Rakernas LESBUMI PBNU masa khidmat 2015-2020 dihadiri oleh:

1. Ketua, K.H. Agus Sunyoto

2. Wakil Ketua, K.H. Muhammad Jadul Maula

3. Wakil Ketua, Candra Malik

4. Wakil Ketua, Muhammad Dinaldo

5. Wakil Ketua, Muhammad Sofwan

6. Sekretaris, Uki Marzuki Solihin

7. Wakil Sekretaris, Abdullah Wong

8. Wakil Sekretaris, Abdul Ghofur

9. Wakil Sekretaris, Sastro Adi Wiyono

10. Bendahara, Senja Bagus Ananda

11. Anggota, Abi S Nugroho

12. Anggota, Didin Ahmad Zaenudin

13. Anggota, Widyasena

14. Anggota, Autar Abdillah

15. Anggota, Lodji Nur Hadi

16. Anggota, Isfandiari

17. Anggota, Viddy Deary

18. Anggota, Aji Prasetyo

19. Anggota, Agung Purnomo

20. Anggota, Agustya Hertwiyanto

21. Anggota, Hasan Basri

22. Anggota, Abdullah Alawi

23. Anggota, H N Hamid

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh KOKAM Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja

Pamekasan, KOKAM Tegal. Pengurus Pimpinan Komisariat (PK) PMII Universitas Madura (Unira), baru saja melangsungkan rapat tahunan komisariat (RTK) di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Selasa (17/11). Sahabati Nidiyatus Solehah terpilih secara aklamasi.

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja

Setelah dipastikan menakhodai PK PMII Unira 2015-2016, mahasiswi semester VII jurusan Manajemen Unira tersebut bertekad untuk memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam diri PMII.

"Kita ketahui, salah satu spirit paham Aswaja ialah tasamuh (toleransi). Sikap ini adakalanya dicederai oleh kader PMII," terangnya.

KOKAM Tegal

Contoh pencederaan terhadap sikap tasamuh tersebut ialah anarkis ketika menyampaikan pendapat atau aspirasi di muka umum. Sikap anarkis dipandang tidak berhaluan Aswaja karena mengabaikan kebebasan orang lain.

KOKAM Tegal

"Kita punya kebebasan yang terikat, yakni terikat oleh norma dan agama," terangnya.

Nidiyatus Solehah juga berkomitmen untuk membumikan slogan mulia PMII: zikir, pikir, amal shaleh. Ketiganya dituntut supaya benar-benar melebur dalam diri kader.

"Ke depannya, kami mau fokus ke pembenahan mental keagamaan kader (zikir). Ditambah kajian/diskusi atau pelatihan (pikir) yang mesti dilakukan secara intensif. Plus bakti sosial ke masyarakat dan sejenisnya (amal shaleh)," pungkasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Halaqoh KOKAM Tegal

Senin, 11 September 2017

Radio NU Siarkan Langsung Rangkaian Agenda Muktamar

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai media resmi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Radio NU siap menyiarkan secara langsung seluruh agenda Muktamar ke-33 NU di Jombang. Termasuk juga, kegiatan pramuktamar yang diselenggarakan di empat kota, yakni Medan, Jakarta, Makassar, dan Lombok.

“Seluruh agenda muktamar bisa diikuti secara live dengan mengakses radio.nu.or.id melalui internet atau gadget berbasis Android, i-Phone, dan Blackberry,” tutur Manager Program Radio NU Muhammad Yunus di Jakarta, Kamis (26/2).

Radio NU Siarkan Langsung Rangkaian Agenda Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio NU Siarkan Langsung Rangkaian Agenda Muktamar (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio NU Siarkan Langsung Rangkaian Agenda Muktamar

Sebelumnya, lanjut Yunus, Radio NU juga telah memulai siaran lanngsung (live streaming) peringatan Hari Lahir NU sekaligus peluncuran muktamar di halaman gedung PBNU yang dihadiri Wakil Presiden HM Jusuf Kalla.

KOKAM Tegal

Yunus menambahkan, radio yang memiliki jargon “Suara Nahdlatul Ulama” ini merupakan satu-satunya media resmi PBNU yang bisa menyiarkan langsung melalui jaringan internet. “Manfaat penting lainnya, siaran live ini bisa diakses oleh PCINU di seluruh dunia,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Sebagaimana diwartakan sebelumnya, perhelatan Muktamar ke-33 NU akan digelar di empat pesantren di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang. Empat pesantren tersebut adalah Tebuireng, Denanyar, Tambakberas, dan Rejoso. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, RMI NU, Kiai KOKAM Tegal

Sabtu, 05 Agustus 2017

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri

Bandung, KOKAM Tegal - Pertandingan akhir babak penyisihan grup Liga Santri Nusantara 2017 dihujani banyak gol. Dalam pertandingan di grup B, Alhusaeni Kabupaten Bandung mengungguli 3-0 atas Al-Huda Cianjur, sementara hasil yang sama didapat tatkala Nurul Ilmi Sijunjung dibekuk 0-3 oleh Darul Arafah Deli Serdang.

Banjir gol juga tersaji di grup D, Babussalam FC Rohul menghantam 5-0 Al-Madaniyah, di pertandingan lain DDI Kaballangan tidak memberi ampun RIAB dengan melesatkan 5 gol tanpa balas. Lebih mengerikan lagi pertandingan Mambaul Maarif Denanyar yang membantai 7-0 Al-Ijtihad Danger di grup E.

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hujan Gol di Laga Terakhir, 16 Tim Melaju ke Fase Knock Out Liga Santri

Adapun di grup H, Minhajussalam Subulussalam tak kuasa dilibas 0-4 oleh Darul Hikmah Cirebon, dan  Al-Kahfi Kebumen menghempaskan 4-1 Nurul Khaeraat Lil Muhibbin.

Setelah semua tim memainkan tiga pertandingan di masing-masing grup, akhirnya 16 tim telah memastikan lolos ke babak 16 besar atau fase knock out. Juara di setiap grup akan menghadapi runner up di grup lainnya. Berikut tim yang lolos serta jadwal pertandingan yang akan berlangsung pada Kamis siang (26/10).

KOKAM Tegal

Waktu 10.00-11.20:

Darul Huda Ponorogo vs Asshiddiqiyah Jakarta Barat di Siliwangi

KOKAM Tegal

Alhusaeni Kabupaten Bandung vs Birul Walidain di Brigif

Nurul Iman Bantul vs Manbaul Hikmah United di Pusdikif

Mambaul Maarif Denanyar vs Walisongo Sragen di Arcamanik

Waktu 13.00 - 14.20:

DDI Kaballangan vs Al-Kahfi Kebumen di Siliwangi

Arraisiyah Tangsel vs Al-Huda Cianjur di Brigif

AIAI Babel vs Assalam Bangkalan di Pusdikif

Darul Hikmah Cirebon vs Babussalam FC Rohul di Arcamanik. (M Zidni Nafi’/Alhafiz )

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Halaqoh KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock