Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Hikayat Hati Istri yang Dipoligami

Ia janji tak akan berpoligami. Komitmen untuk tak mendua istri yang juga sepupunya itu terlanjur diumbar. Tapi sumpah setia goyah ketika seorang perempuan datang ke sebuah toko miliknya.

Lelaki Baghdad ini sempat memberitahu tamu perempuannya tentang janjinya kepada sang istri untuk tidak berpoligami. Tidak mundur, perempuan tersebut malah mendesak. Ia bahkan mengatakan rela digilir seminggu sekali setiap Jumat.

Hikayat Hati Istri yang Dipoligami (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikayat Hati Istri yang Dipoligami (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikayat Hati Istri yang Dipoligami

Sumpah setia yang kadung terucap pun runtuh. Si lelaki menikahinya, tanpa sepengetahuan istri pertamanya. Hingga delapan bulan, istri pertama yang curiga meminta pembantunya memata-matai sang suami ke mana pun ia pergi. Hingga si pembantu mengetahui lelaki itu masuk sebuah rumah berpenghuni perempuan, lalu mencari kabar dari tetangga sekitar yang segera memberitahu bahwa mereka sudah menikah. Dilaporkanlah berita panas ini kepada sang majikan.

KOKAM Tegal

Tak disangka usai mendengar informasi tersebut sang majikan malah berujar, "Jangan engkau beritahukan kepada siapapun."

Setelah lelaki itu meninggal dunia, istri pertama menyuruh pembantunya untuk memberikan uang sebesar 500 dinar kepada istri kedua. "Semoga Allah mengganjarmu dengan pahala melimpah sehubungan dengan kematian suamimu. Suamimu telah wafat dan meninggalkan uang sebanyak 8.000 dinar. Yang 7.000 dinar untuk putranya, dan yang 1.000 dinar dibagi dua: separuh untukku dan separuh lagi untukmu."

Usai pembantu menyampaikan pesan sang majikan, istri kedua lantas menulis surat, lalu berkata, "Sampaikan surat ini kepada istri pertama." Surat itu ternyata berisi pembebasan mas kawin bagi suaminya dan si istri kedua tidak mengambil apa-apa.

KOKAM Tegal

Kisah yang disampaikan Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Uqûdul Lujjain ini bercerita tentang sikap ingkar janji yang dilakukan seorang suami. Kita tahu, Islam menilai perilaku ini bagian dari ciri orang munafik. Perilaku istri kedua yang memberi jalan pelanggaran itu juga tak semestinya dilakukan, meski belakangan ia menunjukkan tanda-tanda penyesalan.

Yang luar biasa tentu ketegaran istri pertama. Air tuba dibalas air susu. Atas pengkhianatan itu, ia memilih sikap kuat, dan diam dari hak protes keras yang mungkin bakal memporakporandakan rumah tangganya. Ia juga mampu tetap berlaku adil dengan menyerahkan hak perempuan yang sudah terlanjur dinikahi suaminya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

KOKAM Tegal

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Ulama KOKAM Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Hj Sofiatunnisa Menumbuhkan Pendidikan Berbasis NU

Brebes, KOKAM Tegal. Hj Sofiatunnisa, meski bukan seorang guru tetapi keinginannya memajukan dunia pendidikan sangat getol. Terbukti sejak masih duduk di bangku Madrasah, sudah senang mulang ngaji. Dia sangat trenyuh, saat belajar mengaji ketika mendapat kepercayaan dari ustadznya untuk menggladi ? teman-teman sebayanya yang ikut ngaji.

Hj Sofiatunnisa  Menumbuhkan Pendidikan Berbasis NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Sofiatunnisa Menumbuhkan Pendidikan Berbasis NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Sofiatunnisa Menumbuhkan Pendidikan Berbasis NU

“Saya bangga ketika disuruh Pak Kiai untuk menggladi teman-temanku, saya duduk di tengah-tengah di antara mereka bagai seorang guru,” ungkap Nyai Hajjah Sofiatunnisa ketika memulai perbincangan dengan penulis di rumahnya, kawasan Pondok Pesantren Shofwatussu’ada, kampung Krajan Rt 02 Rw 02 Desa Bumiayu, Kecamatan Bumiayu, Brebes.

Sejak duduk dibangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nahdlatul Ulama (NU) Bumiayu, dia sudah tamat Juz Amma. Dari situlah kemudian mendapat kepercayaan dari Pak Kiai di mana dia belajar mengaji untuk membantu, mengajar teman-teman sebayanya. “Sangat seru ngaji jaman dulu, sebab sebelum subuh saja sudah berangkat sambil membawa obor,” kenang wanita kelahiran Bumiayu tahun 1948.

Sangkin senangnya mengaji, Nyai Sof, demikian panggilan akrabnya pernah di-wedeni, berupa Jin yang tinggi besar sedang sembahyang di atas batu pinggir kali. “Saking takutnya, kami lari tunggang langgang,” kenangnya sembari tertawa kecil.?

Nyai Sof hanya menempuh pendidikan di MI NU Bumiayu, selanjutnya ke SD 1 Ta’alamul Huda Bumiayu dan melanjutkan mondok ke Tambak Beras Jombang Jawa Timur selama 4 tahun.?

KOKAM Tegal

Dari pesantren, dia satu kamar dengan Shinta Nuriyah yang juga Istri Presiden Abdulrahman Wahid (Gus Dur). Sepulang dari Pondok, Nyai Sof langsung menikah dengan sang Suaminya kini, Kiai Said Yaqub (Alm). “Sementara Bu Nur (biasa Nyai Sof menyapa Shinta Nuriyah), melanjutkan ke IAIN Yogyakarta,” terangnya.

Shinta Nuriyah juga melakukan penelitian tentang pendidikan Islam di Bumiayu, sembari menginap di rumahnya selama 2 minggu. Hingga ? sekarang komunikasinya terus lancar, bahkan ketika Buka Puasa Bersama di Pesantren Al Hikmah 2 Benda pada Ramadhan 2015 lalu, Nyai Sof mendampingi Shinta Nuriyah, seakan-akan reuni.?

Ilmu yang didapat dari tambak beras, langsung Nyai Sof curahkan sepenuhnya untuk para santri di Pondok Shofwatussu’ada, yang dia kelola bersama sang suami. “Kami tidak ingin anak-anak pegunungan tidak mengenyam pendidikan, semua harus menimba ilmu, sehingga ahlak dan derajatnya makin meningkat,” tuturnya.

Ibu dari H Mukson, H Kholili, H Lisa Khulasoh, Hj Umi Johara dan Arif Rachman ini selanjutnya mendirikan sekolah umum SMK Al Huda, 100 meter dari pondok dan rumah tinggalnya.?

KOKAM Tegal

Sebagai anak pertama dari 11 bersaudara, Sofiyah muda, menjadi tumpuan keluarganya. Maka dia bertanggung jawab penuh dengan segala resiko apapun yang menjadi keputusan di manajemen keluarganya. Termasuk keputusan untuk mengelola pendidikan yang tergabung dalam yayasan. Hingga kini, yayasan yang dikelolanya bergerak dalam dunia pendidikan seperti TK/PAUD Khoerunisa, Madrasah Diniyah Khoerunisa, TPQ Khoerunisa, Majelis Taklim Khoerunisa, SMK Al Huda dan Pondok Pesantren Shofwatussu’ada.?

Yang paling berkembang adalah SMK Al Huda Bumiayu dengan jumlah siswa mencapai 948. Mereka tersebar di jurusan Busana Batik, Teknik Komputer Jaringan dan Teknik Sepeda Motor Honda. Padahal, awal mula SMK ini berdiri hanya mendapat 25 siswa dan pada putus sekolah sehingga tinggal 16 siswa.?

“Saya hanya modal nekad, karena pengin memajukan pendidikan. Saya tidak putus asa dan berkomitmen membayar gaji guru walau dengan uang pribadi, akhirnya guru-guru pun semangat terus dan lambat laun maju seperti sekarang ini,” ucapnya.?

Ketika menjadi Anggota DPRD Brebes dari Fraksi PKB periode 1999-2004, dia tetap getol memperjuangkan dunia pendidikan. Kebetulan juga berada di Komisi E yang membidangi pendidikan, maka perjuangan Nyai Sof tidak pernah pupus, termasuk melakukan advokasi pendirian SMP Negeri 4 Bumiayu. “Saya harus berjuang mati-matian agar SMP 4 Bumiayu bisa berdiri demi keberlanjutan anak-anak Bumiayu menempuh pendidikan dasar 9 tahun,” tekadnya.

Di Muslimat NU, Nyai Sof juga dipercaya menjadi Ketua Yayasan Pendidikan PC Muslimat NU Kabupaten Brebes. Sebelumnya, menjadi Ketua PAC Fatayat NU Bumiayu hingga 4 periode, selanjutnya dipercaya menjadi Wakil Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Brebes.?

Seiring perjalanan usia, dia menjadi Wakil Ketua PC Muslimat NU. Dia menolak menjadi Ketua Fatayat maupun Muslimat di tingkat Kabupaten dengan alasan keterbatasan waktu dan jarak ke kota Kabupaten yang terlalu jauh. “Jarak tempuh ke kota Kabupaten menjadi persoalan tersendiri bagi warga Bumiayu, termasuk saya,” kata Nenek bercucu 15 ini.?

Dia bangga dengan kondisi masyarakat Bumiayu yang bersemangat luar biasa menempuh pendidikan, terutama pendidikan Islam. Ratusan pondok pesantren berdiri di wilayah Bumiayu dan sekitarnya. Termasuk berdirinya tiga perguruan, mentasbihkan Bumiayu sebagai Kota Santri, Kota Pendidikan Islam. Di sana sini berdiri pondok pesantren dan sekolah, tetapi semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada masalah kecemburuan dalam mengelola pendidikan. “Semua berfastabikhul Khoerot,” pungkasnya. (Sri Defi/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama KOKAM Tegal

Ramadhan, dari Individual Menuju Taqwa Massal

Oleh Nasrulloh Afandi

Bulan Ramadhan bukanlah momentum simbolis takwa massal. Tetapi di momentum yang hanya datang setahun sekali itu, setiap individual (Muslim) harus menjadikannya semaksimal mungkin ladang untuk menanamkan nilai-nilai positif yang relevan dengan seruan agama (Islam) muaranya untuk menghasilkan ketakwaan secara massal di ranah publik.?

Yusuf Al-Qardhawi, dalam bukunya “Fiqhu Ash-Shiyam” , ia menegaskan, selain berbagai manfaatnya pencerahan – medis, psikologis, spritual, ? dan lainnya. Puasa Ramadhan sejatinya adalah sekolah unggulan untuk pendidikan yang sangat berharga, dan mempunyai arti tertinggi, dibuka oleh Islam setiap tahun, untuk setiap individu yang beriman kepada Allah SWT.

Ramadhan, dari Individual Menuju Taqwa Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, dari Individual Menuju Taqwa Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, dari Individual Menuju Taqwa Massal

Perspektif ushul fiqih, Ia disebut Sar’un Man Qoblana (syariat yang sudah ada sejak masa umat para Nabi terdahulu) namun demikian, esensinya tetap sama, momentum menempa diri bagi setiap Muslim untuk menjadi lebih baik.?

Ditegaskan oleh firman Allah SWT, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Q.S. Al-Baqoroh: 183)

“Puasa adalah syariat lama yang diwajibkan semenjak umat era Nabi pertama, Adam AS”, demikian komentar para ulama tafsir.?

KOKAM Tegal

Selain ibadah puasa kewajiban setiap muslim (Fardu ‘Ain) Rukun Islam ke-empat umat Nabi Muhammad. Di sisi lain sungguh merugi, jika (esensi) Ramadhan tidak maksimal dijadikan momentum evalusi dan penempaan diri, plus mendekatkan diri pada Allah SWT (taqorrub ilalloh) oleh setiap Muslim. Juga mengimplementasikan berbagai hal positif religius. Vertikal yang berkaitan dengan Sang Pencipta, maupun horizontal yang berkaitan dengan sesama hamba-Nya.

Imam Syafi’I berpendapat: Berbagai ibadah dalam beragama Islam, itu dilatar belakangi maksud diciptakannya makhluk.

KOKAM Tegal

Firman Allah SWT: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”(QS. Adz-Dzariat: 56)

Ramadhan adalah “garis start” Keberuntungan yang dianugerahkan kepada orang beriman. Identiknya, dengan datangnya Ramadhan, pasca-Ramadan nanti, setiap individu muslim bukan hanya (akan) Menjadi orang bertakwa kepada Allah SWT, untuk meraup “mutiara“ di luasnya "lautan” keberuntungan bernama Ramadan. Menjadi manusia yang lebih meningkatkan kualitas sumber daya dirinya dalam berbagai aspek hidup dan kehidupan.?

Dalam tinjauan Maqhosid Asy-Syar’iah (tujuan Syariat) ibadah puasa Ramadan, esensinya adalah, agar orang yang beriman, bisa menjadi bagian dari orang-orang yang bertakwa (La’allakum Tattaqun) Ketakwaan dimaksud adalah, bukan hanya semasa bulan Ramadhan belaka, tetapi tetap bertakwa meski ? Idul Fitri berlalu, dan sampai dengan datangnya Ramadan tahun berikutnya.

Syeikh Abdul Qodir Jailani, dalam Tafsir Al-Jailani-nya menyimpulkan: Takwa adalah hasil dari sebuah pekerjaan (taat kepada Allah SWT) Dengan melaksanakan segala perintahnya, dan menjauhi segala larangannya. Hal itu diungkapkan dalam penafsirannya terhadap surat Al-Baqoroh ayat dua: “Kitab (Alquran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa”(QS. Al-Baqoroh: 2)

Yang dimaksud oleh Syeikh Abdul Qodir Jaelani itu adalah, barang siapa yang menjadikan Alquran pedomannya, maka Ia akan menjadi bagian dari orang bertakwa. Alhasil takwa adalah “Honoris Causa” Bagi setiap pribadi orang beriman yang telah berusaha maksimal (dan mampu) tunduk pada Syariat Ilahi.

Hal ini, perspektif maqhosid syariah (tujuan syariat) menurut Syeikh Muhammad Ratib An-Nabulsy, salah satu ulama terkemuka asal Syiria. Ia berpendapat: ”Maksud Allah SWT yang Maha Agung memerintahkan kita untuk berpuasa adalah, agar kita bisa menjadi bagian dari golongan orang yang bertakwa. ? Dan Allah SWT memenuhi hati kita dengan petunjuk, dan untuk bisa membedakan antara perkara yang hak dan bathil”.

Kesadaran individual untuk massal

Hemat penulis, kesalehan atau ketakwaan massal nihil terwujud jika tidak diawali oleh kesalehan (kesadaran) masing-masing individu di dalamnya. Dengan implementasi unsur-unsur positif (agama) kesalehan dan hal-hal positif yang dimaksud adalah, bukan hanya yang berkaitan dengan Sang Pencipta (vertikal) tetapi juga yang erat dengan sesama manusia (horisontal). Hal itu identik dengan sebagian hikmah disyariatkannya puasa Ramadhan: Untuk mebentuk pribadi Muslim yang kian kokoh dalam mengamalkan atau menerapkan nilai-nilai positif, yang berkaitan dengan Illahi, maupun sesama insani.

Contoh kecil, jika di suatu keluarga misalnya, masing-masing anggota keluarga telah menjadi individu yang saleh, maka keluarga tersebut telah menempati posisi keluarga saleh. Yang akan merembet kepada tetangga, terus lingkungannya. Karena suatu lingkungan tidak bisa menempati posisi lingkungan saleh, jika masing-masing warga di lingkungan tersebut tidak menjadi keluarga saleh. Dan level seterusnya yang lebih luas.

Allah SWT berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka” (QS.At-Tahrim: 6)

Adalah jelas sebuah perintah dari Sang Pencipta, untuk memprioritaskan -- diri sendiri -- ? secara individual sebagai orang bertakwa, kemudian berikutnya barulah melebar ke level keluarga dan orang sekitarnya.

Kebalikannya, tentu ? jika di suatu lingkungan terdapat satu individu atau oknum keluarga yang rusak akhlaknya, maka dari jauh pun publik menilai bahwa lingkungan tersebut tidak religius, warga satu lingkungan kena getahnya.?

Alhasil, kondisi (proses) takwa, bagi totalitas suatu bangsa dan negara, harus diawali dari kesadaran dan upaya unsur-unsur individu yang berada dalam lingkup tersebut. Jika setiap individu muslim, maksimal dalam beramal ibadah di bulan Ramadhan, niscaya secara estafet suatu bangsa (akan) menjadi bangsa yang bertakwa secara masal dengan level nasional bahkan internasional, bukan? Efek samping simbolis “kesalehan massal”.

Empat mazhab fiqih (Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali) sepakat bahwa, autentisitas ibadah puasa adalah vertikal, hanya Allah SWT yang tahu. Tidak seperti ibadah lainnya yang terkadang masih bisa dibuat pura-pura dilaksakan di mata sesama manusia.

Di sisi lain, jika Ramadan diposisikan sebagai simbolis “kesalehan masal”, berisiko setiap individu terjangkit virus tangung jawab (beribadah) pribadinya kurang maksimal. Rawan ? menganggap Ramadhan sebagai “kewajiban bersama”, bukan momentum lautan pahala (unsur positif) dan proteksi untuk diri sendiri. Sehingga kurang bersemangat dalam menggapai anugerah Illahi untuk dirinya sendiri di bulan suci itu, dianggap “hajatan” massal belaka.

Publik Muslim memang dianjurkan untuk bersuka cita menyambut datangnya bulan Ramadhan. Sayangnya, di ranah Muslimin Indonesia “akar rumput”, hal yang kurang tepat adalah, adalah memposisikan Ramadan sebagai momentum “kesalehan masal”, yang datang setahun sekali, sehingga banyak sekali yang salah kaprah. Dan beresiko sikap “tidak perlu” menyiapkan diri sendiri (individual) secara maksimal dalam menyambut datangnya bulan penuh Rahmat itu, dominan menyambut Ramadan secara “Simbolis massal” sebagai suatu “seremonial” tahunan.?

Di pranata Muslim Indonesia pun akut menjangkit, mulai mentradisi dan menguat. Bahkan terjadinya “pemutar balikan” fakta. Fenomenanya seolah-olah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadan "tidak syah" jika tidak menjadi “orang Saleh” secara massal, bila perlu di muka publik, bahkan diekspose media. Cukup memprihatinkan.

Selamat melaksanakan berbagai ibadah di bulan Ramadhan. Mari kita (berusaha maksimal) menjadi individu bertakwa, sebagai upaya ? --partisipasi Individual-- menyumbangkan diri kita, untuk estafet membentuk totalitas sebuah bangsa yang bertakwa.***

Nasrulloh Afandi



Mustasyar PCINU Maroko. Pengajar senior Asy-Syafiiyyah Kedungwugu Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Jerusalem, KOKAM Tegal. Organisasi kebudayaan PBB mendeklarasikan sebuah tempat kuno di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang oleh kaum Muslim dan Yahudi dianggap suci bernilai sejarah, sebagai sebuah "Situs Warisan Dunia Palestina dalam Bahaya", Jumat (7/7/2017). Israel marah atas deklarasi yang dibuat oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut.

Badan dunia yang menggawangi persoalan pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan itu mengambil keputusan tersebut dalam pertemuan di Krakkow, Polandia, untuk menyatakan Hebron dan dua tempat suci yang berdekatan di jantungnya-Makam Kuno Yahudi dan Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi - sebagai milik Palestina.

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan hal itu merupakan "keputusan lain UNESCO yang bertentangan dengan kenyataan" dan mengatakan bahwa Israel akan "terus menjaga Gua Makhpela, untuk menjamin kebebasan beragama bagi siapapun dan menjaga kebenaran."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Reyad Al-Maliki mengatakan pemungutan suara itu bukti dari keberhasilan perjuangan diplomatik Palestina yang dilancarkan di semua lini menghadapi tekanan Israel dan Amerika Serikat atas negara-negara anggota (UNESCO)."

Hebron adalah kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki Israel dengan penduduk sebanyak 200.000 jiwa. Sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota tersebut dan selama bertahun-tahun kota itu telah menjadi tempat friksi antara kaum Muslimin dan Yahudi.

KOKAM Tegal

Kaum Yahudi meyakini bahwa Gua Makhpela adalah tempat Ibrahim, Ishak dan Yakub (Hebron disebut juga Kota Tiga Nabi) dan istri-istri mereka dimakamkan, kaum Muslimin yang seperti umat Kristiani, juga memandang Ibrahim sebagai Nabi, membangun masjid itu.

KOKAM Tegal

Tempat itu begitu penting dari sudut keagamaan dan juga bagi para pemukim Israel itu yang bertekad ingin memperluas kehadiran Yahudi di sana. Tinggal di jantung kota itu, mereka memerlukan keamanan ketat dengan sebanyak 800 tentara Israel melindungi mereka.

"Hanya dengan kehadiran Israel, seperti di Hebron, kebebasan beribadah dijamin bagi siapapun. Di manapun di wilayah Timur Tengah, masjid-masjid, gereja-gereja dan sinagog-sinagog diledakkan -- tempat-tempat dimana Israel tidak hadir," klaimnya seperti dilaporkan Reuters. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Habib, Doa KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar training motivasi sukses itu mudah di Aula PP GP Ansor, Kramat Jakarta Pusat baru-baru ini. PP IPNU didorong meraih kesuksesan sejak muda, dengan membuktikan pikiran bawah sadar, kemustajaban dan kalimat lafadz Allah.?

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

"Menjadi sukses itu mudah, tidak sulit. Karena apa yang kita inginkan itu adalah apa yang kita tanam sejak dulu," jelas Yanuar Prihatin.?

Yanuar yang juga Anggota DPR RI menuturkan, kesuksesan merupakan hasil dari yang selama ini ditanam. Maka dari itu semuanya harus dilakukan saat ini. Secara interaktif, ? training motivasi kepada peserta dimulai saat membuka pikiran anak muda untuk mencapai kesuksesan.

"Seorang yang memiliki keterbatasan bisa melakukan kegiatan sehari-hari bahkan bisa mengikuti olimpiade, mengapa kita yang sempurna tidak bisa," tegasnya.?

Yanuar menyampaikan, Kesulitan terberat yang dialami manusia adalah di saat sakit dan menjelang kematian sehingga jika mengalami kesulitan menuju sukses maka itu mudah. Dia melihat anak muda kini tidak memahami proses, sehingga proses tersebut seringkali gagal dan tidak mau lagi dimulai.

KOKAM Tegal

"kesulitan dalam hidup itu adalah di saat sakit dan menjelang kematian. Maka sukses itu dapat diraih dengan mudah," terangnya.?

Lanjut dia, mengajak semua peserta untuk bangkit dan optimis dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah itu. Semua peserta diajak untuk memulai dengan kata yang positif, sehingga menimbulkan energi yang positif yang akan mampu merubah nasib seseorang.

KOKAM Tegal

"Kita harus terbiasa dengan kata-kata yang positif, sehingga terbiasa menjadi watak dan merubah nasib seseorang," lanjutnya.?

Dalam training tersebut juga diputar video sebagai penggambaran kisah sukses yang dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Ditambah, dengan video yang menggambarkan orang miskin yang meraih kesuksesan. Training motivasi diakhir dengan munajat kepada Allah SWT, ditambah dengan visualisasi cita-cita yang diimpikan. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Malang, KOKAM Tegal

Warga NU Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar halal bihalal di Aula Pertemuan PG Krebet Baru. Agenda rutin tiap tahun tersebut dihadiri ribuan warga NU dan pengurus lembaga dan banomnya, santri, dan masyarakat umum. Selain pengurus MWCNU, hadir anggota Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pergunu dan LP Ma’arif, dan anggota IPNU dan IPPNU.

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf tersebut didahului dengan laporan kegitan MWCNU Bululawang selama setahun. Laporan tersebut disampikan Ketua MWCNU H. Ahmad.

Panitia Halal bihalal yang berlangsung Ahad (7/8) Hasan Bashori, mengatakan, kegiatan tersebut diharapakan menjadi forum silaturrahim antarbanom NU. Silaturahim menjadi ajang meningkatkan keberlangsungan dan keaktifan NU dalam perjuangan li ilalikalimatillah ala manhaj ahlussunnah wal-jamaah an-nahdliyah. Serta lebih mensinergikan program-progaram kerja serta memfokuskan dalam masalah tindakan preventif dari rongrongan akidah dari kalangan lain.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah MWCNU Bululawang KH Syamsul Ma’arif memberikan wawasan keorganisasian. Menurut dia, kuantitas NU yang besar harus diiringi dengan menjadikan organisasi ini lebih baik dan menarik bagi warga NU sendiri dan warga lain.

KOKAM Tegal

Untuk tujuan itu, kata dia, sebaiknya didahului dengan menjadi pribadi yang menarik sehingga orang lain mudah terpikat. Tentunya menjadi pribadi menarik harus berkaca pada yang diajarkan Rasulullah, yaitu dengan akhlak yang baik dan berpengetuhuan yang luhur.

Halal bihalal tersebut diwarnai dengan kegiatan lain yaitu pelantikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Bululawang masa khidmah 2016-2018. Kepengurusan tersebut terbentuk hasil Konferancab VIII di Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Senggrong pada18 Juni lalu. Konferancab tersebut mengamanahkan Wildan Arifullah sebagai Ketua IPNU dan Devi Safitri sebagai Ketua IPPNU.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan calon jamaah haji. Para calon “tamu Allah” ini didoakan alim ulama dan para hadirin agar menjad haji yang mabrur. (Luthfie Muhammad/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Kepahlawanan Kaum Santri

Hanya sedikit sejarawan yang menuliskan kisah perjuangan para ulama dan kaum santri dalam merebut kemerdekaan dan mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tidak banyak bukti sejarah yang mencatat keterlibatan kaum santri. Kisah perjuangan para santri hanya tersebar secara lisan dari generasi ke generasi.

Di sisi lain, sejarah konvensional lebih sering menulis kisah-kisah heroik yang bertumpu pada kepahlawanan seorang raja, panglima perang, tentara profesional, orator ulung, atau pemimpin diplomasi. Perjuangan yang melibatkan rakyat banyak hanya ditulis di sela-sela kisah kebesaran satu dua tokoh.

Kepahlawanan Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kepahlawanan Kaum Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kepahlawanan Kaum Santri

Hal lain lagi, sejarah konvensional bertumpu pada catatan-catatan sejarah yang ditulis oleh para pelaku. Sementara para ulama dan kaum santri tidak biasa dan tidak sempat membuat memoar atau semacamnya. Mereka berjuang sebagai bagian dari panggilan tugas. Setelah berjuang, mereka yang masih hidup kembali menjalankan aktifitas sehari hari di pesantren, di masjid, di masyarakat.

KOKAM Tegal

Wajar jika generasi penerus para ulama dan kaum santri yang telah berbaur dengan berbagai kalangan pun merasa gelisah, karena para pendahulu mereka tidak dinyatakan secara formal sebagai orang-orang yang telah berjuang. Perjuangan para pendahulu mereka hanya dikisahkan secara lisan dan diyakini oleh kalangan internal.

KOKAM Tegal

Maka upaya-upaya kaum muda NU untuk menggali berbagai sumber, dokumen, dan bukti sejarah mengenai kisah perjuangan kaum pesantren dalam merebut kemerdekaan Indonesia adalah langkah strategis. Dokumen Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari hanyalah bukti yang diam, yang perlu digerakkan untuk melacak sejauh mana keterlibatan kaum santri dalam perjuangan kemerdekaan.

Terkait peristiwa November 1945, belakangan baru diketahui bahwa Cak Asy’ari yang menyobek warna biru dalam bendera merah putih biru di depan hotel Yamato sebelum terjadi pertempuran besar-besaran di Surabaya adalah seorang kader Ansor NU. Ada juga kisah mengenai pergerakan massa dari pesantren di kawasan Mataraman ke Surabaya, bahkan dari pesantren nun jauh di Cirebon. Ada juga kisah-kisah mengenai aktivitas para santri menyiapkan makanan di barak-barak para pejuang.

Wakil Sekjen PBNU Abdul Munim DZ mengungkapkan, KH Hasyim Asy’ari adalah tokoh muslim paling disegani semenjak kehadiran Jepang. Ada sebutan "Kiai No 1 dari pemerintah Jepang. Setelah dipenjara Kiai Hasyim malah dipercaya memimpin dua organisasi tingkat nasional, yakni Sumubu dan Masyumi. Kiai Hasyim juga mempunyai komando langsung kepada pasukan Hizbullah, Sabilillah, dan barisan kiai yang telah mendapatkan pendidikan militer dari Jepang dan bahkan mendapatkan lucutan senjata dari Jepang. Sangat aneh ketika nama KH Hasyim Asy’ari tidak disebut dalam catatan sejarah formal.

Jika mundur ke belakang, keterlibatan kaum santri akan selalu tampak dalam setiap gerakan konfrontasi dengan penjajah. Pelatihan-pelatihan militer untuk para pejuang dilakukan di pesantren-pesantren yang berada di pelosok desa. Jaringan tarekat dan santri kelana menjadi penyampai informasi dan propaganda dari satu tempat ke tempat lain.

PBNU mengapresiasi para sejarawan, peneliti dan sastrawan muda NU mulai gemar menulis kisah-kisah dari kalangan kaum santri sendiri. Siapa lagi yang menulis kalau bukan kita sendiri? Tidak perlu berharap kepada orang lain, karena bagi orang lain kaum santri mungkin tidak menarik untuk ditulis.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj sering mengingatkan bahwa menulis merupakan bagian dari dakwah. Istilah fikih dakwah dalam khasanah pesantren sering diterjemahkan secara lugas dengan fikih marketing. Ia mengingatkan, kaum santri dan kalangan NU masih perlu belajar banyak dan istiqomah dalam menekuni bidang ini. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Kupang, KOKAM Tegal

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta kepada panitia pelaksana Pawai Takbiran dan masyarakat untuk menanamkan rasa kenyamanan bagi masyarakat pada malam takbiran Lebaran nanti.

"Saya minta jaga keragaman yang ada di NTT. Sampaikan takbiran sebagai pesan moral kepada seluruh umat yang ada di NTT," ungkapnya saat menemui Panitia Pelaksana Pawai Takbiran di ruang kerjanya Selasa (28/6).

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur NTT Dukung Pawai Takbiran Keberagaman

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tetap mendukung pelaksanaanya pawai takbiran yang merupakan tradisi bagi umat muslim pada malam sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri.

KOKAM Tegal

Ketua Panitia Takbiran, Abdullah kepada mengatakan, rencana pawai takbiran berlangsung pada 5 Juli 2016 sekitar pukul 18:00 Wita akan dihadiri jamaah 45 masjid di Kota Kupang.

Sementara Sekretaris Panitia Sokan B. Taibang mengatakan, koordinasi dengan pihak Kepolisian Resort Kota Kupang sudah berjalan. Pengamanan akan dilakukan di seluruh jalur takbiran mulai dari star hingga finis.

KOKAM Tegal

Hadir dalam audiance tersebut, perwakilan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kupang dan beberapa pengurus masjid. (Ajhar Jowe/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Ulama, Humor Islam KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Dialog Senyap Lintas Iman

Oleh ? Muhammad Milkhan



Zamir Hassan adalah seorang aktivis sosial sekaligus pendiri Muslims Against Hunger, sebuah jaringan komunitas relawan yang telah berkembang diseluruh dunia, guna membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan makanan tanpa memadang latar belakang ras, suku dan agama. Di tahun 2011 Zamir Hassan juga memprakarsai lahirnya ‘Hungervan’, sebuah proyek penanggulangan kemiskinan dengan mendirikan dapur umum setiap hari dari satu tempat ke tempat lainnya. Dengan mobil Van, Zamir Hassan bersama relawan-relawan yang lain mendatangi para tunawisma dan siapapun yang tidak mampu membeli makanan sehat dan layak konsumsi di kota New York dan kota-kota sekitarnya. Para relawan yang tergabung dalam komunitas ini berasal dari berbagai latar belakang agama dan lapisan masayarakat yang berbeda. Mereka bersama-sama berkumpul dan bekerja secara suka rela guna memecahkan ikatan kemiskinan yang masih membelenggu sebagian warga Amerika.?

Dialog Senyap Lintas Iman (Sumber Gambar : Nu Online)
Dialog Senyap Lintas Iman (Sumber Gambar : Nu Online)

Dialog Senyap Lintas Iman

Dalam sebuah pertemuan kecil bersama Zamir Hassan di komplek Islamic Cultural Center di kota New York awal bulan mei 2016, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga dari pengalamannya selama ini melayani masyarakat miskin di kota metropolis dunia, sekelas New York. Bahwa dialog yang paling efektif adalah dialog tanpa kata-kata. Hal ini benar-benar membuat saya takjub, ia melakukan dialog lintas iman sekaligus dialog multikutur melalui makanan. Tanpa memandang suku, ras dan agama, siapapun boleh bergabung untuk menjadi relawan, demikian juga siapapun berhak menerima donasi makanan. Dialog yang cukup manjur dan efektif untuk memupuk toleransi antarumat manusia tanpa memandang asal-usul agar hidup rukun dan saling mengasihi.

Dialog senyap lewat makanan ala Zamir Hassan bersama teman-teman relawannya tentu penting untuk mendapat perhatian yang lebih, di tengah gejolak sentimen antaragama dan beberapa kejadian intoleran yang semakin marak di sekeliling kita. Pentingnya dialog lintas iman sebagai jalur komunikasi antarsesama makhluk tuhan untuk merengkuh kedamaian duniawi dan ukhrawi dapat dilakukan dengan berbagai macam cara, termasuk dengan model ala zamir Hasan. Sebab praktik dialog agama yang sebenarnya bukanlah dengan memberikan penjelasan (teologis) bagi masalah semacam kerusuhan sosial (yang bernuansa agama), melainkan meleburkan dirinya didalam relaitas dan tatanan sosial yang tidak adil dengan sikap kritis. (Ahmad Gaus A.F, Kompas; 1998)

Agama yang kerap dijadikan dalih kepentingan segelintir golongan seringkali mendapatkan tuduhan sebagai penghambat kemajuan manusia dan mempertinggi fanatisme semata tanpa memiliki efek yang positif bagi manusia. Sifat fanatisme terhadap agama hanya melahirkan tindakan yang tidak toleran, pengacuhan, pengabaian, takhayul dan kesia-sian. Bahwa agama sebenarnya memiliki ciri khas sosiologis sebagai pemersatu aspirasi manusia yang paling sublime; sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian batin individu; sebagai sesuatu yang memuliakan dan yang membuat manusia lebih beradab. (Thomas E O’dea, 1987; 2)

KOKAM Tegal

Penting juga bagi kita untuk mengingat pesan toleransi Nabi Muhammad di awal lahirnya Islam. Pesan itu tersirat dari peristiwa hijrahnya pemeluk Islam awal dari kota Makkah menuju Abisinia guna menghindari ancaman intimidasi dari kafir Quraisy. Waktu itu Nabi Muhammad menyarankan supaya para sahabat untuk pergi berpencar agar terhindar dari serangan kafir Quraisy. Ketika para sahabat bertanya kepada Muhammad kemana mereka sebaiknya pergi, Muhammad menyarankan supaya mereka pergi ke Abisinia yang rakyatnya menganut agama Kristen. “Tempat itu diperintah oleh raja dan tak ada orang yang dianiaya di situ. Itu bumi jujur; sampai nanti Allah membukakan jalan buat kita semua.” (Hussein Haikal, 1989, cet.10)

Hijrahnya sebagian sahabat ke Abisinia atas saran dari Nabi Muhammad, adalah pesan toleransi yang harus selalu kita ingat, bahwa agama tidak pernah menjadi penghalang bagi siapapun untuk saling tolong-menolong dalam kesusahan. kafir Quraisy yang khawatir akan kehilangan pengaruh sebab hadirnya Islam, kemudian melakukan tindakan di luar peri kemanusian dengan menganiaya sebagian sahabat Nabi. Batin dan akal sehat para pemuka kafir Quraisy telah buta, demi mempertahankan kedudukan mereka dari ancaman Muhammad. Muhammad sadar betul, iman yang kuat terhadap sebuah agama tidak akan pernah menyarankan pemeluknya untuk berbuat aniaya. Raja Najasyi adalah penganut agama Kristen yang taat, oleh sebab itu Muhammad yakin para sahabat akan benar-benar mendapatkan perlindungan yang baik dalam pelukan seorang penganut agama yang taat. Toleransi awal yang ditunjukkan oleh raja Najasyi merupakan kontribusi besar bagi umat Islam di awal kehadirannya. Muhammad dan raja Najasyi benar-benar telah memberi teladan bagi umat manusia, pentingnya dialog lintas iman demi menciptakan kedamaian dunia.

KOKAM Tegal

Kini, di tahun 2017, ribuan tahun setelah pesan toleransi yang dicontohkan oleh Nabi itu terjadi. Kembali kita melihat betapa pentingnya untuk mengingat kembali, bahwa perbedaan agama tidak bisa dijadikan dalih bagi siapapun untuk saling membenci. Zamir Hassan beserta para relawan adalah orang yang taat dalam beragama, bukti tindakan nyata dari perilaku seorang pemeluk agama yang saleh telah mereka tunjukkan kehadapan masyarakat luas. Banyak orang bergabung bersama Zamir Hassan untuk menjadi relawan Muslims Against Hunger untuk membantu siapapun yang kelaparan tanpa memandang latar belakang suku, ras bahkan agama. Mereka bertemu, saling bertegur sapa dalam dialog lintas iman yang senyap namun mujarab. Mungkin.

Penulis adalah pegiat di Bilik Literasi Colomadu dan Penggiat Gusdurian Klaten, aktif sebagai Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Klaten

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Ulama KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

Lampung Tengah, KOKAM Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung menggelar Silaturahim dan Halaqah Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung di kompleks Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (27/7).

Acara ini mengusung tema besar “Ikhtiar dari Lampung untuk Perbaikan Bangsa, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Mewujudkan Indonesia yang berkeadaban”.

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

KH Muhsin Abdillah selaku Rais Syuriyah PWNU Lampung dalam sembutannya berharap semua warga Nahdliyin bisa menengahi segala persoalan-persoalan bangsa. Agenda ini, katanya, hadir sebagai respon atas keberadaan kelompok yang anti-Pancasila dan kini dibubarkan Pemerintah.

“Belajar dari Muktamar NU di Situbondo pada 1984 bahwa Pancasila bagi NU sudah final. Oleh karena itu segenap elemen warga NU mari bersama-sama harap mempelajarinya kembali. Jauh lebih penting menyikapi dengan jernih, lahirnya FDS (full day school) telah menimbulkan polemik yang besar di masyarakat oleh karena itu akan dibahas secara lebih mendalam lagi”, imbuh alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini. ?

KOKAM Tegal

Silaturahim dan halaqah ini hadir KH Ahmad Shodiq (Mustasyar PBNU), KH Mustofa Aqil Siradj (Rais Syuriyah PBNU), KH Ahmad Ishomuddin (Rais Syuriyah PBNU), H Umarsyah (Ketua PBNU), KH Muhsin Abdillah (Rais Syuriyah PWNU Lampung), Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung dan ribuan warga nahdliyyin. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

Jakarta, KOKAM Tegal. Dengan berbagai potensi dan sumberdaya yang dimilikinya, Indonesia memiliki potensi menjadi pemimpin dunia Islam dimasa mendatang, tentu saja jika kebijakan yang dibuatnya bisa mengatur hubungan antara negara dan agama dengan baik dan mendorong kemajuan bangsa.

Beberapa keunggulan yang dimiliki Indonesia adalah wilayahnya sangat luas, penduduk muslimnya paling besar, kekayaan alamnya beraneka ragam, sampai dengan sistem demokrasinya paling lumayan dibandingkan dengan negara Islam lainnya.

Berbagai negara muslim lainnya sebenarnya juga memiliki potensi, namun banyak hambatan yang harus mereka hadapi sehingga mempersulit posisinya.

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Layak Menjadi Pemimpin Dunia Islam

“Negara Arab sulit, mereka sendiri sulit mengatur dirinya masing-masing. Kita juga repot, tetapi mereka lebih repot lagi,” kata Ketua PBNU Masdar F. Mas’udi dalam dialog Islam dan Negara di kantor Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M), Kamis (28/12).

 

KOKAM Tegal

Demikian pula dengan Turki yang pernah menjadi pusat kekhalifahan Islam terakhir di dunia. Meskipun negara Islam yang paling modern, tetapi terdapat faktor psikologi politik yang ditanggungnya.

“Pemimpin dunia Islam harus benar-benar independen dari dunia Barat dan poros peradaban lainnya. Kalau masih subordinat tidak bisa menjadi leader. Sejauh Turki masih memimpikan menjadi bagian dari Eropa, ia tidak pernah menjadi pemimpin dunia Islam,” katanya.

Masdar menuturkan semasa menjadi ketua parlemen Erdogan pernah mendrop draf UU tentang perzinaan dengan definisi hubungan seks diluar nikah, namun ditolak oleh Uni Eropa sehingga ia memerintahkan partainya untuk mendrop draf ini.

KOKAM Tegal

“Ini persoalan kecil tapi mensimbolkan betapa ia secara kultur subordinate terhadap Eropa. Kalau dunia Islam ingin sejajar dengan poros dunia lain, tidak bisa begitu,” katanya.

Iran menurutnya telah mengalami kemajuan yang luar biasa dan saat ini cukup independent dengan dunia Barat, persoalannya adalah sebagai negara Syiah yang merupakan minoritas muslim sehingga sulit memimpin Islam.

Negara tetangga, Malaysia saat ini sudah cukup maju, tetapi terlalu keci sehingga Indonesialah yang menjadi kandidat yang cukup kuat untuk menjadi pemimpin dunia Islam. “Saya kira Indonesia, kalau bisa mencari jalan yang bijak menyangkut hubungan agama dan negara. Inilah yang harus diperkaya oleh kita semua,” tandasnya.

Islam Indonesia, menurutnya bukan satelit kalau pola nahdliyyin yang digunakan. Yaitu Islam yang berkelindan dengan tradisi lokal sehingga tidak menjadi subordinat dari Islam dimanapun. “Kalau menjadi leader Islam tetapi subordinate kan tidak lucu, harus leading juga,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Ulama, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Minggu, 19 November 2017

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Tim Kirab Resolusi Jihad NU di hari kedua tiba di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat (14/10) malam. Tim diterima panitia lokal dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo di Pendopo Kabupaten.

Begitu masuk ke halaman Pendopo, ribuan siswa dan mahasiswa, serta perwakilan banom dan lembaga di bawah PCNU Sidoarjo menyambut dengan wajah penuh suka cita. Lantunan solawat tak henti-hentinya mereka perdengarkan, hingga Tim akhirnya dibawa ke tempat atraksi pendekar Pagar Nusa Sidoarjo.

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Sidoarjo Unjuk Kebolehan Sambut Kirab Resolusi Jihad

Tim pun terpukau saat anggota pendekar Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa meledakkan petasan dengan ledakan tinggi di atas tubuh mereka, namun para pendekar itu tidak cedera sedikit pun. Dalam waktu berdekatan, pendekar Pagar Nusa juga terbukti berhasil memutuskan rantai besi yang melilit tubuh mereka.

Selanjutnya, Tim segera masuk ke dalam pendopo untuk mengikuti upacara penyambutan. Ketua PBNU KH M. Salim Aljufri berkesempatan memberikan sambutan mewakili PBNU. Ia menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada jajaran Pemda Sidoarjo yang mendukung kegiatan kirab dengan mengizinkan Tim Kirab menyinggahi Sidoarjo, bahkan menjadikan Pendopo Kabupaten Sidoarjo sebagai tempat upacara penyanbutan.

Selanjutnya, ia mengatakan terkait dengan pelaksanaan kirab yang merupakan salah satu agenda dalam dalam peringatan Hari Santri Nasional. Santri bukan sekadar orang-orang yang turut berada di Indonesia, tapi juga sebagai penentu Kemerdekaan RI.

KOKAM Tegal

Santri juga bukan sekadar pelajar, tetapi juga tulang punggung dan berada di ? garda terdepan dalam membentengi bangsa dari berbagai ? keruntuhan moral. Menurut Kiai Salim saat ini banyak terjadi kejahatan terorisme, penyalahgunaan narkoba, dan penyimpangan perilaku seksual. Semua keruntuhan moral itu harus dicegah dan dihadapi dengan iman. Dan santri harus berdiri paling depan dalam mengatasinya.

Kepada para peserta kirab, ia berpesan bahwa ajang kirab juga merupakan pendidikan politik. Peserta kirab dengan mengunjungi berbagai daerah, akan menemui masyarakat yang ternyata adalah warga NU. Artinya NU ikut menentukan jalannya bangsa ini.

Kiai Salim lalu mengingatkan bahwa peserta kirab yang merupakan generasi muda tak lain adalah pemimpin di masa mendatang, di mana tanggung jawab menjaga moral bangsa Indonesia berada di tangan mereka.

“Nahdlatul Ulama adalah pelopor dunia Islam. Saat ini kiblat dunia Islam adalah Indonesia, salah satunya karena kerukunan yang ditunjukkan warga Islam Indonesia. Jangan sampai dihancurkan apa yang sudah dijalin NU selama ini,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf juga memberikan sambutan. Menurutnya NU dan NKRI tak bisa dipisahkan. Dibuktikan dengan di setiap acara NU selalu dinyanyikan dua lagu yakni Indonesia Raya dan Syubbanol Wathon. Lagu Syubbanol Wathon yang diciptakan Abdul Wahab Chasbullah, adalah lagu tentang cinta tanah air. Lagu itu diciptakan tahun 1934, jauh sebelum kemerdekaan Indonesia.

Kepada peserta kirab, KH Abdi Manaf menitipkan pesan untuk PBNU. Bahwa NKRI adalah harga mati, sehingga apabila ada kelompok gerakan yang ingin merongrong NKRI, agar disampaikan kepada pemerintah bahwa melompok itu adalah bagian dari musuh NU.

“Tentu adalah hal yang tidak diinginkan bahwa akan ada Resolusi Jihad jilid 2. Tetapi bila itu terjadi NU harus siap bergerak,” cetusnya.

Dari pihak Pemkab Sidoarjo, sambutan diberikan oleh Wakil Bupati Nur Ahmad Saifuddin. Ia pun menyampaikan rasa bangga karena tim kirab berkenan singgah di Sidoarjo.

Sidoarjo, tutur Wabup, tidak asing lagi dengan NU karena mayoritas warganya juga NU. Pendopo Kabupaten juga tidak asing lagi dengan kegiatan ke-NU-an, seperti dengan dan tahlilan. Ke depan Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (Ishari) sangat mungkin berpentas di Pendopo Kabupaten.

Dalam peringatan Hari Santri 2016, Kabupaten Sidoarjo juga melakukan sejumlah kegiatan. Diantaranya Pameran Produk Santri dan Pameran Pesantren, Lomba baca kitab, pembacaan satu milyar shalawat Nariyah, pentas ketoprak santri dengan Lakon Resolusi Jihad. Juga pihak Pemda sedang berkoordinasi dengan pihak terkait berkenaan dengan pelepasan ribuan balon udara.

Kegiatan lainnya adalah Festival Munajat Seribu Santri, pembacaan puisi dan jalan sehat santri yang bekerjasama dengan LP Maarif NU. Diperkirakan akan melibatkan 18 ribu peserta.

Pemkab Sidoarjo dalam kegiatan tersebut bersinergi dengan NU melalui banom-banom yang ada di bawahnya. Kepada Tim Kirab Wabup berharap Kirab Resolusi Jihad dan peringatan Hari Santri Nasional akan menjadi ajang penguatan cinta tanah air. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta Selatan, KOKAM Tegal. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Senat Fakultas Kesehatan UNAS, menyelenggarakan pemeriksaan gula darah secara gratis dan penyuluhan narkoba di lingkungan RW 02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (19/11) siang.

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kecuali itu, mereka juga memfasilitasi warga yang ingin mendonorkan darahnya.

PK PMII UNAS mengimbau warga untuk terus siap dan siaga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja. Warga harus terlibat secara aktif menggalakkan semangat antinarkoba.

KOKAM Tegal

Kampanye ini sangat penting “agar peluang pemuda untuk mencapai masa depan cerah tidak terhalang dampak penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua PK PMII UNAS Dwi Anggun Cipta, Selasa (19/11) siang.

KOKAM Tegal

Kegiatan sosial rutin tahunan ini disambut antusias oleh warga. “Kami sangat bangga dengan adik-adik mahasiswa yang bersedia meluangkan waktu untuk yang memerhatikan dan siaga terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua RW 02 H Nurrokhim dalam sambutan pembuka acara.

Warga di lingkungannya, menurut H Nurrokhim, butuh pemahaman lebih terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena, banyak warganya mempunyai anak remaja.

Sedangkan Ketua Pelaksana Bakti Sosial Harsenda Sari menilai peran penting mahasiswa dalam menjaga keseimbangan sebagai generasi penerus bangsa. Dengan peran sosial nyata itu, elemen mahasiswa telah menjalankan tugas Tridarma perguruan tinggi.

“Untuk itu, PK PMII UNAS tetap menyoroti persoalan narkoba sebagai ancaman generasi pemuda Indonesia,” tegas Harsenda Sari saat ditemui KOKAM Tegal, Selasa (19/11) siang.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pengguna narkoba di setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2013 meningkat 2,3 persen. Karena itu, persoalan narkoba menjadi tanggung jawab kita semua dalam menekan drastis laju angka itu untuk tahun-tahun ke depan, pungkas Harsenda Sari. (Yayan Saputra/AlhafizK)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Aswaja, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Sukabumi, KOKAM Tegal?

Hawa dingin gunung Gede menusuk dasar sumsum. Tatkala masayarakat Nagrog terlelap, santri-santri Pondok Pesantren Azzainiyah melek. Mereka menekuri kitab kuning, menghinggapi satu demi satu jalinan kalimat mirip barisan semut hitam. Dalam istilah pesantren Sunda, mereka sedang ngalogat.?

Ngalogat atau memaknai kitab-kitab kuning tersebut merupakan aktivitas sehari-hari para santri Azzainiyyah yang terletak di Desa Nagrog Sinar Barokah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun, pada bulan Ramadhan, jadwal diperketat dan jumlah kitab ditambah.

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Menurut salah seorang pengajar Azzainiyyah KH Aang Abdullah Zein, pada bulan Ramadhan, beragam kitab dikaji para santri mulai Al-Quran, dan beragam disiplin ilmu semisal tata bahasa Arab atau nahwu dan sharaf, balaghah dan mantiq, serta tauhid, fiqih, dan tasawuf. ?

KOKAM Tegal

Ia menerangkkan, santri Azzainiyah terdiri dari 3 tingkatan, yaitu persiapan, kelas satu, dua, dan tiga. Tingkat persiapan belajar membaca Al-Quran. Kelas satu mengaji Al-Jurumiyah, Kailani, Tijan, Safinah Naja, Sulam Taufiq, Ta’limul Mutaalim. Kelas dua Jauhar Maknun, Sulam Nauraq, Alfiyah Ibnu Malik. Sementara kelas 3 mengaji Al-Hikam.?

KOKAM Tegal

Kelas tiga yang mengaji karya masyhur Ibnu Athoillah tersebut langsung dibawah bimbingan Pengasuh Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab, kiai yang juga Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat dan salah seorang rais di Jam’iyyah Tariqah Muktabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) di tingkat pusat.?

“Pengajian tersebut digelar di beberapa tempat sesuai kelas masing-masing di komplek pesantren Azzainiyyah,” kata Ajengan Aang kepada KOKAM Tegal Selasa malam, (16/7).

Pengajian bulan Ramadhan tersebut atau pasaran di Pesantren Azzainiyyah, selain diikuti para santri pesantren tersebut, diikuti sekitar 600 santri dari pesantren luar, serta masyarakat umum.?

Dalam pantauan KOKAM Tegal, pengajian mulai digelar pukul 08.00 sampai Dhuhur. Kemudian mulai lagi pukul 13.00 sampai Ashar. Mulai lagi pukul 16.00 sampai buka puasa. Sementara malam hari dimulai selepas Tarawih hingga menjelang sahur.?

Tentu saja, tidak semua santri kuat dengan jadwal demikian. Di antara mereka ada yang tertidur di majelis ta’lim atau pergi ke pemondokan. Karena hawa dingin yang mencucuk tulang, para santri membungkus tubuh dengan jaket tebal dan serban di malam hari. Bahkan para santri tamu meggunakan kaos kaki. Bagi mereka, menyentuh air Nagrog ibarat es.

Begitu juga para pengajar, mereka digilir sesuai jadwal. Kecuali pengajian Al-Hikam, kajian tetap diasuh Ajengan Zezen dengan jadwal demikian. ?

Menurut Ajengan Zezen, pada bulan puasa “menu” pengajian diperketat atau ditambah dari biasanya karena pada Ramadhan tersebut banyak keberkahan.?

Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi tersebut menerangkan, kajian kitab kuning tersebut ditambah dengan jadwal ketat, karena waktu para santri sendiri sangat singkat dalam mempelajarinya sehingga melalui pasaran bisa dipercepat.

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Ulama, Doa KOKAM Tegal

Jumat, 06 Oktober 2017

Resep Meneladani Gus Dur

Jakarta, KOKAM Tegal. Sosok guru bangsa KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah banyak ditulis orang, baik itu pemikiran maupun gesturnya. Berbagai atribusi pun melekat pada diri Presiden ke-4 RI ini.?

Selain sebagai seorang kiai, Gus Dur juga sering disebut sebagai budayawan, politikus, sastrawan, kolumnis, pengasuh pesantren, negarawan, sufi, waliyullah, dan lain-lain. Pemikirannya yang humanis mampu menginspirasi banyak orang di berbagai belahan dunia.?

Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Resep Meneladani Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Resep Meneladani Gus Dur

Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Muhibbin Caringin Bogor, Jawa Barat KH M. Luqman Hakim memberikan semacam resep untuk memahami dan meneladani berbagai atribusi yang melekat pada diri Gus Dur.

Kiai Luqman menuturkan, jika seseorang ingin merdeka seperti Gus Dur, maka jangan campur aduk antara dunia dan akhirat, agama dan politik, agama dan ekonomi, idealisme dan realisme, serta perjuangan dan ambisi.

KOKAM Tegal

Kiai yang juga Sufiolog ini menjelaskan hal itu dalam akun twitter miliknya @KHMLuqman, Jumat (9/12). Ia juga memaparkan resep serupa dengan melontarkan beberapa pertanyaan tentang Gus Dur yang dapat diteladani oleh masyarakat. Di antara resep teladan Gus Dur yang dituturkannya ialah sebagai berikut:

“Ingin semangat berjuang seperti Gus Dur? Bangkitkan hatimu di hati umat menuju kepada Allah, seperti gairah konser Beethoven dan Bach yang digemari.”

“Ingin ikhlas dan tawakkal seperti Gus Dur? Belajarlah ‘jagongan’ dengan Allah dalam Majelis-Nya sembari menata kemanusiaan.”

“Ingin terapkan Begitu saja kok repot-nya Gus Dur? Pisahkan dulu mana minyak dan mana air dalam satu gelas.”

KOKAM Tegal

“Ingin kontroversial yang benar seperti Gus Dur? Ikhlaslah dalam bicara dan mengambil keputusan, asal Allah mengiyakan hatimu. Bukan ‘ya’ dari dirimu.”

“Ingin melawak seperti Gus Dur? Belajarlah sastra politik, kearifan lokal, psikologi binatang dan hakikat cobaan.”

Kiai Luqman menerangkan, dalam setengah abad terakhir ini belum dijumpai seorang ahli Ushul Fiqih dan Pakar Sastra Arab, kritikus film sehebat Gus Dur.

Bahkan menurutnya, Universitas terkenal di USA membuat jurusan di fakultasnya:Jurusan Pemikiran Abdurrahman Wahid. Satu-satunya tokoh pengubah dunia yang memukau.

“Gus Dur mensinergikan agama dan negara, agama dan budaya, bukan mencampuradukkan. Karena campur aduk lebih gila dibanding sekulerisme,” kata Pengasuh Majalah Cahaya Sufi ini. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian

Way Kanan-Lampung, KOKAM Tegal. Akademisi Universitas Lampung (Unila) yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Way Kanan Dr Farida Aryani menyatakan diri untuk berpartisipasi dalam kegiatan "Riungan (kumpulan) Kebangsaan" dihelat Gusdurian Lampung bersama sejumlah pihak yang mempunyai persepsi sama  mengenai kebangsaan dan kemanusiaan.

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejumlah Akademisi-Aktivis Siap Ramaikan Riungan Kebangsaan Gusdurian

"Beliau sudah menyatakan diri untuk hadir dalam kegiatan berisi diskusi kebangsaan dan donor darah beserta relasi, termasuk Ketua Yayasan Shuffah Blambangan Umpu Khairul Huda, S.Psi, M.AP juga berkomitmen untuk bisa ikut donor darah," demikian disampaikan aktivis Gusdurian di Way Kanan, Lampung Agung Rahadi Hidayat di Blambangan Umpu, Sabtu (24/7).

Berkaitan dengan itu, Gusdurian Lampung mengapresiasi positif support yang bermunculan dari berbagai pihak atas kegiatan tersebut.  Riungan, kumpulan atau silaturahmi, kata Agung yang tercatat bergiat di Palang Merah Indonesia (PMI) Way Kanan dan pengurus Ansor Kecamatan Way Tuba, menjadi penting sebagai gerbang masuk berbagai kemaslahatan.

KOKAM Tegal

"Silaturahmi masyarakat di tingkat lokal masyarakat perlu digalakkan, dengan silaturahmi semangat persatuan dan persaudaraan dapat terwujud. Aneka persoalan masyarakat butuh pemecahan yang melibatkan banyak pihak, masyarakat perlu saling bahu-membahu mencari jalan keluar atas kebuntuan persoalan.

Dengan melibatkan banyak pihak, demikian Agung menambahkan, forum ini menjadi wadah dialog mengenai perkembangan kemasyarakatan, adanya kerjasama antar pemangku kepentingan untuk menghadapi permasalahan serta untuk lebih peduli terhadap situasi dan kondisi di Kabupaten Way Kanan.

KOKAM Tegal

Riungan Kebangsaan dan Donor Darah tersebut  berrtema "Mensinergikan Keberagaman Menumbuhkan Kemanusiaan". Kegiatan tersebut merupakan sinergi dan energi cinta untuk bangsa dari Gusdurian Lampung, Alumni BPUN Way Kanan 2015, Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), Pemuda Katolik, Gerakan Pemuda Ansor, Peradah, Yayasan Shuffah Blambangan Umpu, Palang Merah Indonesia (PMI), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), TP PKK dan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama.

"Kegiatan berlangsung Senin 27 Juli 2015 di Dewan Kerajinan Nasional Daerah atau Dekranasda Way Kanan mulai pukul 08.30 WIB. Pihak-pihak yang ingin ikut serta donor darah kami persilakan untuk hadir mengingat persediaan darah di Provinsi Lampung masih banyak mengalami kekurangan dalam jumlah cukup besar. Sebanyak 60 persen komposisi penyumbang darah sukarela, yang mendonorkan darah mereka secara rutin sebagai penopang ketersediaan darah, untuk Lampung masih kekurangan persediaan darah berkisar 40 persen dari kebutuhan darah bagi masyarakat di Lampung," katanya.

Ia menambahkan, optimisme keberkahan silaturahmi akan mengantarkan masyarakat ke arah perbaikan kualitas kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara karena bertujuan membangkitkan spirit kebangsaan, kepedulian dan gotong royong, lalu juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan nasional serta menghidupkan, menjaga serta melestraikan kearifan lokal.

"Kegiatan perkumpulan ini akan membangun konektifitas antar elemen masyarakat daerah ini sehubungan melibatkan sejumlah elemen di Way Kanan kendati belum optimal atau 100 persen terjangkau," demikian Agung Rahadi Hidayat.

Diskusi kebangsaan akan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti I Gede Klipz Darmaja dari Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia (Peradah) Lampung, lalu Andreas Sugiman dari Pemuda Katolik Way Kanan. Kegiatan dimoderatori oleh Ponita Dewi, Duta Genre (Generasi Berencana) Indonesia 2013 yang juga presenter salah satu televisi di Lampung. Topiknya, "Masih Perlukah Indonesia Dengan Pancasila?" (Gatot Arifianto/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 09 September 2017

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman

Jakarta, KOKAM Tegal. Idul Adha adalah pekan libur tahunan bagi mahasiswa di Yaman khususnya mahasiswa Imam Shafie College yang berlokasi di Ibu Kota Provinsi Hadramaut, Kota Mukalla. Pada liburan Idul Adha kali ini mahasiswa bersama staf pengurus Ribath dan Universitas Imam Syafii menghabiskan masa liburan di Kota Tarim. Di kota ini mereka melangsungkan pelbagai macam ritual termasuk melantunkan Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan.

Sebelumnya di hari Arafah, mereka mengikuti munajat bersama di Khelih, Tarim bersama para Ulama dan Habaib Kota Tarim usai sholat Ashar sampai menjelang masuknya waktu Isya. Selain bermunajat, mereka berbuka puasa Arafah bersama dengan menu nasi kebuli dan Kambing yang dibagikan kepada para hadirin secara cuma-cuma.

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagu Lir-Ilir dan Padang Bulan Bersenandung di Yaman

Esok harinya, mereka melaksanakan sholat Ied di Jabanah, satu tempat khusus yang digunakan untuk sholat Ied dan shalat Jenazah yang lokasinya tepat di jantung Kota Tarim dan berseberangan dengan Pemakaman Zanbal yang terkenal dengan Makam Seribu Wali.

KOKAM Tegal

Pada Ahad malam, “Kami mengadakan awad di penginapan.”

KOKAM Tegal

Awad adalah semacam acara kumpul bersama yang diisi dengan pembacaan sholawat, qasidah serta doa. Dalam Awad sendiri biasanya ada minuman khas yang disajikan yaitu Kopi Tarim. “Kopi di sini lebih cenderung menggunakan campuran jahe dari pada biji kopi,” kata Imam Abdullah, salah seorang mahasiswa di Yaman, Senin (28/9).

Berhubung forum lebih banyak diikuti mahasiswa Indonesia, urusan sholawat dan qashidah diserahkan kepada mereka, walaupun terkadang diselingi mahasiswa Yaman maupun Saudi.

Awad dimulai setelah Isya sampai jam 22.30 waktu setempat. Selain menyenandungkan qashidah dan sholawat, mahasiswa Indonesia banyak yang maju di hadapan hadirin untuk mempertunjukkan tari Zafin maupun Gambus.

Penyajian acara yang sejak awal menggunakan kultur dan nada padang pasir. Hingga tiba di penghujung acara, mahasiswa Indonesia berinisiatif membawakan qashidah khas Indonesia. Di luar ruangan tampak cahaya rembulan begitu terang karena malam ke-14 yang mendekati purnama.

Di bawah pancaran rembulan mahasiswa Indonesia membawakan qashidah “Padang Bulan” yang dipopulerkan oleh Habib Syeikh. Mereka kemudian melanjutkannya dengan tembang kanjeng sunan "Lir-Ilir".

“Sementara syekh dan staf pengurus harian kuliah beserta mahasiswa dari Yaman dan Saudi hanya tersenyum tanpa memahami apa yang kami baca secara serentak ini karena tak lain bahasanya adalah bahasa Jawa,” tandas Imam. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Ulama, Hadits KOKAM Tegal

Jumat, 01 September 2017

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Jakarta, KOKAM Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan agar umat Islam wajib memilih calon pemimpin muslim yang adil, jujur, dan bersih.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yanga seperti itu, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6). ?

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Kiai Said menyayangkan banyak berita yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pemimpin nonmuslim. Baginya, kutipan berita-berita tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan selama ini. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan tersebut di atas.

“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Sandiaga S Uno mengatakan, kedatangannya ke PBNU adalah untuk mengambil undangan acara buka puasa bersama dan peluncuran e-Kartanu yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti.

“Dan juga sowan kepada Pak Kiai, sahabat lama, orang tua saya. Sekaligus mendapatkan nasihat dari beliau,” tutur Sandiaga.? ? ?

Sebagaimana kabar yang ada, Sandiaga S Uno akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mendapatkan pernghargaan sebagai Indonesian Entrepreneur of The Year dari Enterprise Asia pada tahun 2008.? (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat

Sumedang, KOKAM Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sukses menggelar Cimarias Bershalawat di halaman Desa Cimarias. Kegiatan tersebut dilaksanakan berkat kerja bareng PR IPNU-IPPNU Cimarias dan Pemerintah Desa Cimarias.

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga cimarias ini diawali dengan gebyar shalawat dari beberapa utusan pesantren dan madrasah yang ada di Cimarias. Dilanjutkan dengan pembacaan istigotsah dan kasidah Barzanji yang dipimpin oleh KH. Dadang Abdullah Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussa’adah, dan di akhir acara ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ust. Fu’ad Ginan Burhanuddin.

Acara yang berlangsung akhir pekan lalu itu (25/10) tersebut dihadiri pula Ketua PC IPNU Sumedang Saepul Hamdan, Ketua PC IPPNU Sumedang Esti Siti Nurrobi’ah, Kepala Desa Cimarias Mamat Rohmat, keluarga besar NU Pamulihan, dan seluruh jama’ah majlis ta’lim yang berada di Desa Cimarias.

KOKAM Tegal

“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan acara Cimarias Bershalawat ini. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” terang Mulyana, ketua panitia sekaligus Ketua IPNU Desa Cimarias.

KOKAM Tegal

Ketua PC IPNU Sumedang Saepul Hamdan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengurus IPNU-IPPNU Cimarias. “Saya sangat apresiatif terhadap para pengurus IPNU-IPPNU cimarias yang telah menggelar acara cimarias bershalawat ini dengan sukses,” papar Saepul.

Saepul juga mengharapkan dorongan semangat dari berbagai pihak terhadap program-program para pelajar NU. Ia meminta kepada Pemerintah Desa Cimarias, tokoh masyarakat, dan ulama setempat untuk senantiasa membantu segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh para pelajar IPNU-IPPNU Desa Cimarias.

Sementara itu Kepala Desa Cimarias Mamat Rohmat berjanji akan mengagendakan kegiatan ini setiap tahunnya. “Insyaallah kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun, dan mudah-mudahan ke depannya bisa lebih meriah dan sukses lagi,” ungkap Mamat. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Pendidikan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock