Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

KOKAM Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Selain penuh dengan keanekaragaman, Indonesia juga dipenuhi dengan konflik-konflik. Di antara sekian banyak konflik tersebut, seringkali dilakukan atas nama agama. Konflik penganut paham Syi’ah dan penganut paham Sunni di kabupaten Sampang misalnya. 

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: Gunakan Budaya Nusantara Dalam Penyelesaian Konflik

Merespon konflik yang terjadi di salah satu kabupaten di Pulau Madura itu, KH Malik Madani, Katib Aam PBNU pada Rabu (26/6) menyamaikan pentingnya menggunakan budaya Nusantara dalam menyelesaikan konflik-konflik di Nusantara. Akan tetapi menurutnya, sangat disayangkan budaya tersebut kian tergerus.

“Kita memang memiliki budaya yang kita warisi dari nenek moyang kita. Dan budaya ini digerus tidak saja oleh kelompok kecil seperti Syi’ah dan Ahmadiyah,” tuturnya pada acara Pra Munas Ikatan Alumni (IKA) PMII yang bertempat di Gedung Kunthi Wanitatama, Yogyakarta. 

KOKAM Tegal

Pihaknya juga menyampaikan bahwa konflik yang mengatasnamakan agama itu disebabkan oleh pemahaman ulama terhadap pluralisme yang telah terdistorsi.  

“Jangan-jangan memang sudah terjadi erosi, distorsi pemahaman ulama kita di Sampang tentang pluralisme,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Tak hanya itu, pihaknya juga mengajak para hadirin untuk lebih kritis mengkaji sumber-sumber normatif yang ada. “Jangan-jangan hadits yang mengatakan bahwa ummatku akan terpecah ke dalam 73 golongan dan hanya 1 golongan yang masuk surga, itu juga memicu terjadinya konflik ini,” ujarnya. 

Pihaknya menambahkan pula bahwa sebagaimana yang tertera dalam kitab karangan Imam Al-Ghazali, terdapat hadits yang merupakan kebalikan dari hadits tersebut. Dan dia rasa bahwa hadits itu lebih dapat memberi dorongan untuk menerima perbedaan. 

“Yang diperlukan sekarang adalah pencerahan. Bahwa kita harus terbiasa hidup dengan perbedaan. Kesediaan untuk hidup damai dalam perbedaan ini yang perlu disosialisasikan dalam masyarakat,” katanya, sambil menutup paparannya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontriburor: Nur Hasanatul Hafshaniyah 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Fragmen KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Bandung, KOKAM Tegal. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan penting dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Hal ini menjadi poin penting dalam acara orientasi program peningkatan peran serta ormas dalam kegiatan promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan pesantren dan santri sehat tahun 2012.

Kegiatan diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (PP LKNU) dengan Pusat Promosi Kesehatan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia di Hotel Bumi Asih Jaya, Jl Soekarno Hatta 452 Bandung ini rencananya akan digelar selama tiga hari ini (6-8 Juli 2012).

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Punya Peran Penting Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Ajakan Promosi Kesehatan, menurut Iskandar dari Kasubdit Kemenkes RI, merupkan salah satu wujud dari ajaran Islam amar ma’ruf nahi munkar (QS Al-Baqarah ). Salah satunya adalah Program Promosi Kesehatan dilingkungan Pesantren ini melalui program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ). “Ini merupakan ajaran Islam,” jelas Iskandar

KOKAM Tegal

Lebih jauh kata iskandar 5 Program PHBS ini yaitu cuci tangan dengan memakai air mengalir, personal Hygiene, Kamar Sehat, Air Bersih dan Kawasan Tanpa Rokok merupakan program yang harus segera diadopsi di lingkungan pesantren.

Salah satu peserta dari PCNU Sukabumi, KH.Abdul Ghofar yang juga merupakan Wakil Ketua PCNU Kota Sukabumi mengatakan, di lingkungan pondok pesantren salafiah kesadaran akan program PHBS ini masih sangat minim. “Masih banyak kendala yang ditemukan dilapangan dalam menjalankan program ini,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu beberapa orang yang mewakili dinas kesehatan dari berbagai kabupaten yaitu Bandung, Bogor, Sukabumi dan Cirebon mengatakan bahwa kementrian kesehatan melalui program  Poskestren telah dilaksanakan di beberapa pondok pesantren di Jawa Barat

Sementara itu saat ditemui KOKAM Tegal, utusan PCNU Kabupaten Bogor, Akhsan Ustadhi mengatakan,  LKNU mempunyai PR untuk melakukan reinterpretasi tentang fiqih dan medis. "Misalnya apakah istilah suci berarti steril, apakah kotor sama dengan najis? Dan masih banyak istilah yang fiqih dan medis yang harus di sinkronkan,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

KOKAM Tegal

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Bogor, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi mengungkapkan bahwa konflik sektarian di Irak antara kaum Sunni dan Syiah yang terjadi saat ini mirip dengan kasus yang terjadi di Ambon Maluku.

“Asalnya merupakan konflik ekonomi dan kekuasaan, kemudian masing-masing kelompok menggunakan pendekatan keagamaan untuk menarik simpati masyarakat pada kelompoknya. Ketika konflik sudah membesar, seolah-olah ini bersumber dari masalah keagamaan,” tuturnya.

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpecahan di Irak Mirip Kasus Maluku

Di Irak sendiri terdapat dendam kekuasaan dan dendam sejarah. Pada masa Saddam Hussein berkuasa, kaum Syiah kurang mendapatkan tempat dalam kekuasaan. Posisi saat ini berbalik dengan berkuasanya golongan Syiah yang mengakibatkan golongan sunni tersingkir.

“Kalau itu disulut, apinya menjadi sangat besar. rakyat sendiri terpecah belah. Apakah sudah bersedia untuk rukun, saya kira pemimpinnya sudah oke, tetapi apakah efektif dilapangan, masih memerlukan perjaungan yang lebih lanjut, karena sekalipun dipicu oleh politik dan hegemoni, tetapi dikalangan arakyat sudah menggelinding seperti peperangan,” imbuhnya.

Untuk menghentikan perang ini, tidak hanya cukup dengan himbauan yang dilakukan oleh para ulama. Kiai Hasyim menyatakan harus ada kekuatan yang mampu mencegah, baru kemudian ada rekonsiliasi mental, moral dan agamis. “Rakyat harus ditunjukkan bahwa anda adalah korban dari berbagai gerakan politik,” paparnya.

Ulama dan pemerintah Indonesia mau terlibat dalam upaya penyelesaian konflik ini karena solidaritas sebagai sesama negara berpenduduk muslim dan amanat konstitusi untuk menciptakan perdamaian dunia. (mkf)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Anti Hoax KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

Rembang, KOKAM Tegal - Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Satkoryon Kecamatan Kragan mendukung pihak aparat gaubungan untuk menindak keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroprasi di Kabupaten Rembang. Banser Kragan mengawal razia keberadaan cafe karaoke yang ada di Kecamatn Kragan, Jumat (9/12) malam.

Salah satu anggota Banser Kragan Mashadi kepada KOKAM Tegal mengatakan, pihaknya siap membantu dan mengawal penindakan cafe karaoke yang beroperasi tanpa mengantongi izin dari pemerintah.

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kragan Dukung Aparat Tindak Cafe Karaoke Ilegal

"Jadi begini. Kalau mau usaha, silakan. Kami tidak akan melarang siapapun untuk berusaha. Tetapi, kami minta lakukan usaha yang resmi dan tidak mengganggu ketertiban lingkungan," jelasnya.

KOKAM Tegal

Menurutnya, sejauh ini anggota Banser dan GP Ansor di Kecamatan Kragan tengah gencar memantau sejumlah cafe karaoke yang berkedok rumah makan. Ia menambahkan, empat cafe karaoke yang beroperasi dengan izin warung makan itu sering memicu terjadinya tindak kekerasan dan perkelahian di wilayah tersebut.

KOKAM Tegal

Ada empat cafe karaoke yang berkedok rumah makan dan minuman. Keempatnya berada di DesaTanjungan, Kebloran, Sedang Waru, dan Desa Karang Harjo. Keempat tempat usaha ini sering dikeluhkan oleh warga lantaran menjadi pemicu tindak kejahatan. Selain itu, jam beroperasinya tempat itu dikabarkan tidak mengenal waktu, bahkan terkadang 24 jam nonstop.

"Di sini kami sering menerima keluhan warga, terkait tempat maksiat tersebut. Jam bukanya itu tidak mengenal waktu, terkadang 24 jam tanpa berhenti," terang Mashadi.

Untuk cafe di Desa Kebloran, terlihat petugas mengamankan lima kerat miras yang dijual di tempat tersebut. Selain itu, aparat juga mengamankan tiga orang yang diduga sebagai karyawan yang berasal dari Tegal, Brebes dan Pekalongan.

Mashadi berharap pemerintah lebih proaktif menindak tegas keberadaan cafe karaoke ilegal yang beroperasi. Selain itu, tempat hiburan yang memicu tindak kekerasan harus segera ditutup izin usahanya.

Menurut pantauan KOKAM Tegal, hampir sebagian cafe karaoke di Kabupaten Rembang tidak mengantongi izin usaha sebagaimana mestinya. Terlihat ada sembilan cafe karaoke yang berfasilitas room. Semuanya menggunakan kedok rumah makan. (Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam

Karanganyar, KOKAM Tegal. Masjid Jami’ yang bernama Karangmojo menjadi saksi penyebaran Islam di Bumi Intanpari pada masa pemerintahan Mangkunegara III. Hingga kini, tempat peribadatan tersebut masih berdiri kokoh dan ramai dengan aktivitas keagamaan.

Karanganyar yang terkenal dengan Bumi Intanpari dan masih masuk dalam karesidenan Surakarta, Jawa Tengah ternyata memiliki masjid tua dan bersejarah yang dibangun sekitar pada tahun 1865.

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid Karangmojo Saksi Penyebaran Islam

Sri Sunaryati yang merupakan Istri cucu buyut dari pendiri Masjid Jami’ mengatakan, masjid berikut bedug tua itu hadiah dari Mangkunegara III untuk kakek buyutnya, Kiai Sirojudin.

KOKAM Tegal

Menurutnya, Sirojudin salah seorang ulama terkemuka yang kali pertama membawa ajaran Islam di Karanganyar dan menetap di desa kecil bernama Karangmojo. Dia diminta mengajar ilmu agama dan mengaji oleh Mangkunegara III. Ia pun ditawari hadiah sebagai imbalan.

KOKAM Tegal

“Awalnya ditawari akan diberi tanah perdikan dari Pabrik Gula Tasikmadu sampai Jongkang, tapi kakek saya tidak mau. Beliau memilih dibuatkan masjid di Desa Karangmojo untuk menyebarluaskan ajaran Islam,” kata Sri yang sekarang berusia 68 tahun, Senin (9/09).

Sementara itu, ketua takmir masjid Karangmojo Achmad Busyairi mengatakan, sebelum dibangun oleh Mangkunegara III masjid itu masih berupa sebuah surau kecil di tengah desa. Setelah mendapat bantuan dari Mangkunegara, masjid ini dibangun. Saat itu masjid belum sebesar kini. Atapnya berupa genteng sirap. Dindingnya tembok bata yang tebal. Di tengah-tengah terdapat empat cagak kayu jati.

Masjid tua itu telah beberapa kali direnovasi. Pada 1910, pengurus masjid membangun serambi depan yang biasa digunakan untuk tempat belajar membaca al Quran. Setelah itu, mereka juga menambahkan serambi pada sisi kanan dan kiri Masjid pada 1991.

(Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Jepara, KOKAM Tegal. Pengurus GP Ansor dan Fatayat NU Jepara menggelar acara “Pungkruk Bersholawat” di lapangan wisata Pungkruk, Jepara, Ahad (21/9) siang. Kegiatan yang diikuti ribuan warga ini bertujuan memulihkan nama baik wisata kuliner Pungkruk di desa Mororejo kecamatan Mlonggo, Jepara yang sempat dijadikan tempat karaoke dan prostitusi terselubung.

Ketua GP Ansor Jepara M Kholil mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari pembangunan Pungkruk agar tidak identik dengan kawasan maksiat. “Sholawat ini merupakan cara damai memberi pesan penghuni Pungkruk tanpa kekerasan,” kata Kholil di sela-sela kegiatan.

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Pungkruk, sambung Kholil, dulunya bukan tempat karaoke melainkan wisata pantai dan kuliner khas pesisir. GP Ansor dan Fatayat dalam kesempatan itu juga menggandeng pemilik usaha kafe dan karaoke dengan harapan semangat kegiatan itu sampai kepada mereka.

KOKAM Tegal

Wakil Bupati Jepara H Subroto merespon baik kegiatan ini. Dengan kegiatan ini, lanjut Subroto, masyarakat dengan sendirinya membedakan antara hak dan batil. Pemkab Jepara berharap citra negatif itu sirna agar Pungkruk menjadi tujuan wisata favorit yang aman dan nyaman.

KOKAM Tegal

“Itu semua dapat terwujud, perlu dukungan semua pihak,” kata Subroto yang disusul dengan taushiyah oleh pengasuh pesantren Al-Huda wal Hidayah dari Jepara, KH Abdul Hakim. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, AlaNu, Fragmen KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi Maqbaroh para Sahabat

Madinah, KOKAM Tegal

Ingin mendengarkan kesunyian di tengah-tengah kerumunan orang Arab? Barangkali itu sesuatu yang mustahil. Untuk ukuran orang Indonesia, orang-orang Arab secara umum adalah orang-orang yang pandai berbicara, bahkan memang mereka suka berbicara dengan suara keras. Apalagi bila sedang berdebat, kata-katanya terlontar sangat cepat seperti peluru yang berhamburan dari senapan serbu.

Namun, bila Anda pernah mengikuti upacara pemakaman di Maqbaroh (makam) Baqi, maka sungguh Anda akan mendapatkan pengalaman yang amat sangat berbeda. Hanya ada kesunyian dan gumam bertahan dari deretan pengantar kerumunan orang-orang yang turut menghormat jenazah.

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi Maqbaroh para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi Maqbaroh para Sahabat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengikuti Upacara Pemakaman di Baqi Maqbaroh para Sahabat

Bermula dari aba-aba untuk melaksanakan sholat jenazah di Masjid Nabawi yang hampir setiap waktu sholat fardhu dikumandangkan oleh imam. Malam itu seusai sholat Isya, sebuah tandu kecil berbungkus kain hijau keluar dari salah satu pintu Nabawi sebelah timur. Tandu tanpa rangka penutup yang diikuti rombongan iring-iringan pejalan kaki ini menyeruak di antara kerumunan jamaah yang masih asyik duduk-duduk di halaman Masjid. Rombongan bergerak cepat, tanpa suara menuju gerbang makam Baqi al-Ghorqad.

KOKAM Tegal

Mereka yang memangul tandu tampak saling bergantian dengan cepat, seperti sedang berebut. Mungkin mereka adalah keluarga yang ditinggalkan. Memasuki gerbang Makam Baqi tetap dalam diam, tanpa tahlil tanpa sholawat yang jahr (lantang).  Setelah melewati pintu gerbang, jalan mulai menanjak. Pemandangan berangsur berubah menjadi redup dan semakin lama semakin gelap. Namun iring-iringan tetap berjalan dalam diam, memasuki makam Baqi. selain suara langkah kaki, kini benar-benar hanya ada kesunyian.

KOKAM Tegal

Di depan, tiba-tiba rombongan terpecah menjadi dua. Sebagian tetap mengambil jalan lurus lalu menyerong ke kiri, sementara sisanya mengambil jalur belok kanan. Iring-iringan pertama yang mengambil jalur lurus, berjalan lebih cepat dengan tetap membawa dengan tandu di depan mereka. Sementara kelompok kedua yang memiliki berbelok kanan, kini mulai bergerak melambat dan tampak di belakang kelompok pertama.

Iring-iringan yang sekarang menjadi dua ini dipisahkan oleh sebuah ruangan gelap.Sementara merapa-raba media/medan/bahan apakah yang sedang saya pijak, rupanya di kanan kiri jalan yang sedang dijejak oleh iring-iringan, terdapat batu-batu yang tertata rapi. Berjajar di atas gundukan tanah yang remang-remang mulai terlihat mirip kuburan. Seiring mata yang mulai terbiasa dengan kegelapan, mulai tampak bahwa iring-iringan berjalan di atas wahana cor selebar empat meter memanjang membelah tanah pemakaman yang gelap tanpa satu pun lampu di jalan. (min/bersambung)  Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Kehadiran Jamiyyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) Al-Wustho di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, bak oase bagi para mahasiswa. Selain memberikan angin segar bagi mereka yang memiliki potensi dalam ilmu Al-Qur’an, juga menjadi wadah pengembangan potensi keislaman lainnya, seperti shalawat, seni kaligrafi dan lain sebagainya.

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus

Kehadiran mereka bahkan disambut baik para tokoh di luar kampus, salah satunya dari sesepuh NU Boyolali KH. Ali Muhson. “Kami mengapresiasi JQH dari IAIN yang telah berjuang menghidupkan shalawat dan Al-Qur’an, semoga menjadi lembaga yang mampu mencetak orang-orang yang baik,” tutur pengasuh Ponpes Al-Hikam Boyolali itu, belum lama ini.

Hal tersebut menjadi pujian sekaligus tantangan bagi para pengurus JQH Al-Wustho yang baru saja menyelenggarakan Musytan (Musyawarah Tahunan Anggota) II. Ketua baru terpilih, Zamron Huluqi, mengatakan pencapaian selama ini tidak terlepas pada kinerja, komitmen, dan loyalitas semua pengurus dan anggota.

KOKAM Tegal

Zamron menambahkan, JQH yang kini telah memiliki lima divisi; divisi shalawat, tilawah, tafsir, kaligrafi dan tahfidz terus mengadakan penyempurnaan agar menjadikan wadah kegiatan mahasiswa ini menjadi lebih baik.

“Kita juga akan fokus pada penataan internal dan pelengkapan instrumen LPPSDM sebagai lembaga baru di JQH Al-Wustha,” terang Zamron, Jumat (5/9). (Ajie Najmuddin/Mahbib)

 

KOKAM Tegal

Foto: Salah satu kegiatan JQH Al-Wustho

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, News, Sunnah KOKAM Tegal

Senin, 11 Desember 2017

Tafakur Ramadhan di Macau

Ahad 11 Juni kemarin, sambil mengernyitkan dahi karena terik saya memakai topi hitam yang baru saja dibeli seharga 20 MOP (mata uang Macau) di toko Sheng Heng. Ini toko teramai dan termurah hasil survei pribadi menelusuri pertokoan.

Bisa dikatakan, Ahad adalah hari libur bagi mayoritas masyarakat di Macau. Bersama Ustad Muhandis dan Mbak Indah, saya mengunjungi salah satu spot sejarah Macau, yaitu The Ruins Of St. Pauls. Tempat itu ramai dikunjungi baik oleh turis lokal maupun mancanegara.

Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)
Tafakur Ramadhan di Macau (Sumber Gambar : Nu Online)

Tafakur Ramadhan di Macau

Di sebelah kiri gereja yang terbakar dan runtuh pada tahun 1835 itu terdapat patung Matteo Ricci. Matteo sendiri seorang pioner yang memperkenalkan Barat ke Tiongkok. Ia dikenal sebagai misionaris terhebat di Tiongkok. Yang menarik, busana pria kelahiran Italia itu justru pakaian khas Tiongkok. Hati saya bertanya-tanya, "Siapa orang ini? Mengapa ia yang orang Italia, mengenakan busana Tiongkok?”

Saya lalu termenung. Salah satu ajaran Islam yang banyak manfaatnya dan banyak diabaikan ialah bertafakur. Sebagaimana dikutip Ibnu Katsir ketika berbicara tentang tafsir Surat Ali Imran ayat 177, Al-Hasan Al-Basri berkata, “Bertafakur sejenak dinilai lebih baik daripada menghidupkan malam (dengan shalat malam, zikir, dan doa).”

KOKAM Tegal

Bertafakur bukan berarti sekadar berpikir tanpa arah. Sebab pikiran bisa menjadi cahaya yang menerangi kalbu. Pikiran juga bisa menjadikan segala hal sebagai pelajaran hidup. Pikiran laksana cermin yang mampu memperlihatkan kebaikan dan keburukan kita. Tapi pikiran tanpa disertai bimbingan wahyu bisa menjerumuskan seseorang dalam kehancuran dan kehinaan.

KOKAM Tegal

Objek pikiran ialah alam raya. Ia merupakan ayat-ayat Allah (kauniyah) yang mengundang para peneliti, pengkaji, ilmuwan atau ulama serta siapa pun yang hendak mengetahui rahasia, hikmah, serta segala macam pengetahuan perihal langit dan bumi. Dari sini Islam amat menekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Di era banjir informasi terutama melalui media sosial, pikiran seseorang bisa ikut terbawa arus bahkan terombang-ambing terbawa entah ke mana. Energi pikir habis oleh hal sepele bahkan tak jarang cenderung sia-sia. Orang kuat di zaman ini ialah yang bisa mengontrol pikirannya, tidak terjebak pada asyiknya bermedsos ria sehingga melalaikan dirinya.

Nabi bersabda, "Meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat merupakan salah satu tanda keislaman seseorang itu baik," (HR Al-Turmudzi dan Ibnu Majah).

Dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi Syarah Sunan Al-Turmudzi, disebutkan yang mesti ditinggalkan ialah hal-hal yang haram, syubhat, makruh, bahkan hal yang mubah yang bukan menyangkut kebutuhan.

Saya teringat seorang guru berpesan, "Pikir selaras dengan zikir." Itu dilakukan agar segala macam pikiran dikaitkannya dengan Allah SWT. Di saat yang sama sesungguhnya kita juga sedang berzikir, sebab zikir ialah ingat Allah baik dalam keadaan berdiri, duduk maupun terbaring.

Sudah saatnya melalui Ramadhan kita melatih pikiran pada skala prioritas bukan standar popularitas, sehingga dengan bekal latihan ini bisa membawa orang Indonesia khususnya umat Islam menjadi bangsa yang unggul dan berakhlak mulia. Sudah sejauh manakah kita tertinggal?

*) Saepuloh, anggota Tim Inti Dakwah Internasional dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Halaqoh, Fragmen KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Jepara, KOKAM Tegal

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara memberikan motivasi berwirausaha kepada pelajar penerima beasiswa Kartini Scholarship. Mata Air mendorong kepada penerima beasiswa untuk dapat mandiri di usia muda. 

“Siswa-siswi penerima beasiswa Kartini Scholarship Mata Air Jepara kami berikan pembekalan materi kewirausahaan, setelah itu mereka mempunyai tugas untuk membuat planning usaha,” kata Arif Ubadillah, pengurus Mata Air Jepara.

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Ajak Pemuda Berwirausaha

Komunitas Mata Air hingga saat ini telah memberikan beasiswa kepada 19 peserta didik berprestasi kurang mampu, dan dari keluarga NU. “Pada hari ini penerima beasiswa memaparkan planning usahanya, nanti rencana usaha yang paling baik akan kita danai untuk dilaksanakan,” kata Arif saat ditemui Ahad (7/2/2016) di aula SMK Walisongo Pecangaan, Jepara.

Pembekalan kepada penerima beasiswa, lanjutnya, sudah dilakukan beberapa kali. “Penerima beasiswa tidak hanya kita bekali dengan materi kewirausahaan saja, sebelumnya juga kita beri materi keorganisasian dan tulis menulis,” lanjut mahasiswa Universitas Muria Kudus ini.

Dia berharap, penerima beasiswa untuk lebih mandiri dan mempunyai semangat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kita akan pantau dan bina terus sampai mereka dapat mengenyam pendidikan tinggi,” pungkasnya. (Rif’ul Mazid Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Berita, Syariah KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo, Jumat (7/4) menggelar pengajian sekaligus penyuluhan kesehatan di Masjid Jami At-Taubah Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan.

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)
STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan (Sumber Gambar : Nu Online)

STIKes Nurul Jadid Paiton Berikan Penyuluhan Kesehatan

Kegiatan yang diawali dengan istighotsah bersama yang dipimpin langsung oleh Dosen STIKes Nurul Jadid  Siti Nur Tamami ini dihadiri Ketua STIKes Nurul Jadid Dr. KH Hefny dan Takmir Masjid Jami At-Taubah H Nurdin Junaedi.

Ketua STIKes Nurul Jadid KH Hefny menyampaikan bahwa perlu pola dakwah yang tepat kepada masyarakat yang dapat merangkul semua kalangan, mulai kelas atas, menengah dan bawah.

“Kita juga berusaha untuk mensinergikan antara penguatan agama yang kuat dan penanaman jiwa yang sehat. Al Aqlussalim fi Jismis Salim,” katanya.

Sementara H. Nurdin Junaedi menyampaikan bahwa metode dakwah untuk bisa merekatkan masyarakat perlu ditata ulang. “Insya Allah dengan Komunitas Muslimat Binaan akan dapat merangkul semua kalangan,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Sedangkan Dra. Hj. Zahrowiyah menuturkan, sudah saatnya pembinaan keagamaan kepada masyarakat didesain sedemikian rupa. “Setidaknya kita bisa lebih dekat masyarakat sehingga mengerti permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” tegasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Fragmen, Kajian KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Akar Pemikiran Politik Gus Dur

Judul Buku : Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur

Penulis : Dr. Ali Masykur Musa

Penerbit : Erlangga, Jakarta

Akar Pemikiran Politik Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Akar Pemikiran Politik Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Akar Pemikiran Politik Gus Dur

Cetakan : Pertama, 2010

Tebal : vii + 162 halaman

Peresensi : Mashudi Umar*


KOKAM Tegal

Pencetus humor “Gitu aja ko’ repot” tiada habisnya untuk dibicarakan, didiskusikan dari berbagai perspektif oleh anak bangsa termasuk ketika Gus Dur menjadi presiden yang dipilih langsung oleh MPR, awal mula “kran” demokrasi dibuka tahun 1998 ini. Gus Dur di panggung kekuasaan adalah sejarah besar bagi warga nahdliyin, sejarah yang ingin diakui oleh generasi penerusnya. Sejarah Gus Dur di panggung kekuasaan berakhir setelah Megawati Suekarno Putri dilantik menjadi Presiden RI ke-5 dalam SI MPR. Barangkali itulah politik, harus rela menghadapi resiko dijatuhkan oleh lawan-lawan politiknya. Dan Gus Dur sudah mendapat resiko paling buruk dilengserkan dari kursi kepresidenan.

KOKAM Tegal

Semenjak menjadi Presiden RI, Gus Dur sesungguhnya memiliki sejarah besar membangun demokrasi, kebebasan pers dan berbicara, serta perjuangan hak-hak kaum minoritas. Gus Dur selama berkuasa (1998-2001) telah memberikan wacana yang menarik bagi perkembangan demokrasi di Indonesia. Paling tidak, selama kurang dua tahun menjadi presiden banyak sekali sumbangan Gus Dur bagi bangsa ini. Bahkan proyek desakralisasi istana, supremasi sipil, deformalisasi Islam, perebutan tafsir konstitusi menjadi wacana politik yang menakjubkan saat itu. Yang masih dalam catatan kita khususnya anggota DPR saat itu, Gus Dur ketika memberikan sambutan pada sidang paripurna mengatakan bahwa anggota DPR sama dengan “Taman Kanak-Kanak”.

Karena bagi Gus Dur, negara tidak mesti mengatur seluruh aktivitas warga negaranya, sehingga dalam pemerintahannya, kebebasan masyarakat benar-benar berlangsung. Manuver dan aksi politik pun dilakukan secara terbuka. Hal ini terlihat dengan jelas dan konflik yang berlangsung antara presiden dengan DPR, hingga ia harus dilengserkan dalam SI tersebut.  Dengan kata lain, liberalisasi politik benar-benar terjadi.

Semuanya ini diberikan kebebasan oleh Gus Dur, karena gagasan progresifnya yang tidak saja disemangati oleh prinsip demokrasi, tetapi juga disemangati oleh pandangan Islam sebagai agama yang inklusif dan dinamis. Islam sebagai agama inklusif tidak bersifat kaku terhadap teks wahyu. Islam telah menyediakan ruang-ruang yang bebas tafsir dan takwil. Itu sebabnya, Gus Dur sangat mendorong perkembangan Islam yang toleran, anti kekerasan yang ditunjukkan dengan kebijakannya yang melindungi kaum minoritas dan tertindas. Bahkan dimana ada kaum minoritas dan tertindas, pasti disitu ada Gus Dur.

Secara kritis, kita juga bisa mengatakan, Gus Dur saat jadi presiden telah melakukan kekeliruan-kekeliruan yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Kita harus mengakui bahwa ketika Gus Dur berada diluar kekuasaan memiliki gagasan besar kedepan tentang demokrasi dan civil society. Namun setelah berada di istana, Gus Dur seakan lupa dengan gagasan besarnya. Hal ini terlihat dari kebijakan yang sangat kontroversial, ketika Gus Dur mengeluarkan dekrit.

Tak pelak, orientasi dari sikap, kebijakan, dan pemikiran Gus Dur yang sering berseberangan dengan pola pikir yang berkembang di masyarakat dan para elit politik serta bahkan sikapnya yang nyeleneh, membuat ia harus selalu pasang badan. Akan tetapi di balik sikap kontroversi dan kenyelenehannya, Gus Dur sebagai sosok fenomenal dan dengan segala kecerdasan yang dimilikinya, tidaklah mengherankan jika kemudian sosoknya menjadi komoditas penelitian dan topik diskusi, baik bagi rakyat yang dibuat bingung oleh tindakannya maupun para elit politik yang geram karena kebijakan-kebijakannya yang dianggap tidak sesuai dengan sendi ekonomi, politik, budaya dan bahkan konsep agama.

Begitu juga dengan isu-isu keislaman, tak jarang beberapa langkah Gus Dur ini sering disalah tafsirkan, bahkan oleh sebagian umat Islam sendiri. Gus Dur disebut agen zionis Israel, dicap mendukung kristenisasi, diisukan dibaptis, hingga Gus Dur dianggap sebagai orang sesat. Para kiai di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) sendiri pun pernah menyidang Gus Dur di awal tahun 1990-an, karena tersiar kabar Gus Dur ingin mengganti sapaan ”Assalamualaikum” dengan ”selamat pagi”. Menanggapi cercaan dan makian ini, Gus Dur pantang mundur.

Bagi dia membumikan Islam sebagai rahmatan lil alamin merupakan misi utama yang tidak bisa ditawar-tawar. Upaya mewujudkan Islam ramah, toleran, dan pelindung kaum lemah memang tidak semudah membalikkan tangan. Karena dalam pandangan beliau konsep itu menuntut nilai-nilai Islam bersifat universalitas. Ini berarti nilai-nilai Islam harus mampu beradaptasi, selaras dengan seluruh umat manusia yang beragam, baik karena faktor geografis maupun tingkat kebudayaannya. Di sini diperlukan elaborasi lebih jauh nilai-nilai Islam yang terpancar dari Alquran dan hadist dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Pada konteks inilah, kita mampu melihat arti penting seorang Gus Dur. Berasal dari kelompok yang dinilai tradisional, cucu pendiri NU ini mampu mengelaborasi nilai-nilai Islam untuk selaras dengan perkembangan zaman, sehingga diterima oleh banyak golongan sebagai kebenaran substantif. Bagi kalangan Islam, khususnya kalangan Nahdliyin, Gus Dur mampu mendobrak kejumudan cara berpikir dalam menggali hukum-hukum Islam.

Buku “Pemikiran dan Sikap Politik Gus Dur” karya Ali Masykur Moesa, seorang anak ideologis Gus Dur yang mampu menerjemahkan dan melanjutkan dalam sisi intelektual yang progresif juga dinamis. Dalam pengantarnya, Ali Masykur mencatat, bahwa Gus Dur sesungguhnya bukanlah sosok yang kontroversial, ia justru seorang muslim sejati yang mengimplementasikan nilai-nilai Islam secara membumi. Logika awamlah yang justru seringkali tertinggal dibelakang, sehingga terkesan bahwa Gus Dur adalah sosok yang nyeleneh dan melawan arus, padahal keterbatasan kitalah yang tidak mampu memahami pemikiran dan sikap politiknya.

Buku ini, selain ingin memaparkan akar pemikiran  politik Gus Dur, juga ingin membuktikan bahwa pemikiran dan tindakan Gus Dur selama hidupnya bukanlah suatu yang kontroversial. Pemikiran dan tindakannya justru implementasi dari nilai-nilai Islam secara membumi dari seorang Muslim sejati.

Singkat kata, Gus Dur layaknya sebuah teks yang memiliki multi tafsir, sebuah buku besar yang dibaca oleh setiap orang dan membahasnya tidak mudah, baik sebagai budayawan, intelektual, politisi, ulama, ahli strategi dan seorang humoris bahkan seorang pengamat sepak bola. Gus Dur walaupun pergi selamanya, impian dan gagasannya yang besar tetap bersama kita.

*Peresensi adalah Mantan Redpel Majalah ALFIKR IAI Nurul Jadid Paiton ProbolinggoDari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

Jakarta, KOKAM Tegal. Berbagai cara dilakukan dalam praktek money politic, tak terkecuali dalam kemasan sedekah dan zakat. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai civil society berbasis massa Islam terbesar di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam, dan berencana mengeluarkan fatwa atas tindakan tersebut. ?

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

Money politic dalam Islam disebut riswah (suap), yang dalam prakteknya bisa berbentuk sedekah dan zakat yang belakangan ini marak terjadi di tengah masyarakat, maupun pemberian uang secara langsung dan tak langsung, komitmen pada sebuah janji, ataupun cara-cara lain yang bertujuan mempengaruhi pilihan dalam sebuah pesta demokrasi, baik pemilihan presiden, kepala daerah, dan legislatif.

"Riswah(suap) dalam politik sama halnya dengan melakukan korupsi yang merupakan perbuatan keji dan diharamkan oleh agama," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (10/9).

KOKAM Tegal

Wacana fatwa halal atau haram sedekah untuk kepentingan politik itu sendiri akan dibahas dan dipertegas dalam forum bahtsul masail diniyah waqiiyyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September mendatang.

Dalam keterangannya Kiai Said yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), mengutip sebuah ayat Al Quran yang menyebutkan pelaku korupsi layak mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mulai dari dipotong kedua tangan dan kakinya, hingga dimusnahkan dari muka bumi.

KOKAM Tegal

"Korupsi masuk dalam kategori perbuatan fasad, perbuatan yang merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hukuman untuk pelakunya adalah dipotong kedua tangan dan kakinya, atau dimusnahkan dari muka bumi," urai Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.

Praktek riswah politik juga dinilai menjadikan demokrasi di Indonesia tidak ideal, karena kandidat yang terpilih pada umumnya hanya bermodalkan materi, tanpa adanya kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan catatan tersebut politikus yang melakukannya, baik dalam Pemilu presiden, kepala daerah, maupun legislatif, NU menegaskan tidak sepatutnya masyarakat memilih.

"Pemilu langsung adalah produk di era reformasi. Dengan maraknya politik uang, di sinilah tugas kita semua untuk bersama-sama bersikap dewasa dan mendewasakan masyarakat, jangan memilih pemimpin hanya karena adanya uang," tandas Kiai Said.

?

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan membahas sejumlah hal yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu masail diniyah maudluiyah yang berkenaan dengan rujukan dasar seperti konsep negara, hukum bentuk negara, kekayaan negara, pengalihan kekayaan negara, dan warga negara.

Berikutnya masail diniyah qanuniyah yang berkaitan dengan perundang-undangan. Beberapa UU yang akan dibahas dari segi Islam adalah korelasi UU BI, UU Penanaman Modal Asing, UU Air, UU Migas dan UUD 1945 dengan kesejahteraan rakyat.

Selanjutnya masail diniyah waqi`iyah atau isu-isu faktual, seperti hukum pilkada langsung, hukuman mati bagi koruptor, hukum pajak, hukum anak di luar nikah, hukum ekonomi rakyat, dan hukum pematokan keuntungan saham BUMN.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, IMNU KOKAM Tegal

Selasa, 21 November 2017

1653 Calhaj Sidoarjo Diberangkatkan

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Sekitar 1653 jamaah calon haji asal Sidoarjo diberangkatkan Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah dari pendopo kabupaten. Tahun ini, jamaah calon haji terbagi menjadi empat kloter yakni 17, 18, 19, dan 20.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sidoarjo Achmad Rofii pada Jumat (28/8) siang mengungkapkan, calon jamaah haji pada kloter 17 ini terdapat 455 orang. Separuhnya atau 50 persen dari kloter 17 mempunyai resiko tinggi dalam hal kesehatan.

1653 Calhaj Sidoarjo Diberangkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)
1653 Calhaj Sidoarjo Diberangkatkan (Sumber Gambar : Nu Online)

1653 Calhaj Sidoarjo Diberangkatkan

"Kloter 17 ini banyak calon jamaah haji yang menderita penyakit dalam kategori serius dan butuh pengawasan seperti penyakit dalam, penyakit bawah yang membutuhkan pemeriksaan intensif tim dokter, parkinson, dan patah kaki," ungkapnya.

KOKAM Tegal

 

Disinggung terkait mereka yang sakit tapi tetap berangkat ke tanah suci, Achmad Rofii mengatakan bahwa calon jamaah haji yang menderita parkinson tersebut diakui sudah mendaftar sejak tahun 2009 dan baru bisa berangkat tahun 2015 ini.

“Kemenag tidak bisa mengambil sikap dalam hal ini, karena calon tersebut pada saat mendaftar sudah menderita sakit. Dia juga mempunyai keyakinan besar bahwa setelah menunaikan ibadah haji penyakitnya akan sembuh. Maka dari itu kami tidak bisa memaksanya untuk membatalkan pemberangkatannya," papar Achmad Rofii.

KOKAM Tegal

Dikatakan Achmad Rofii, calon jamaah haji asal Sidoarjo pada tahun 2015 sebenarnya tercatat 1655 calon Jamaah. Namun dua orang meninggal sebelum pemberangkatan lantaran sakit. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar

Karanganyar, KOKAM Tegal. Bagi pembaca yang ingin mengoleksi  berbagai jenis bus, tetapi tak mampu membeli bus sungguhan, mungkin Anda bisa mengoleksinya dalam bentuk miniatur. 

Berbagai jenis dan model bus tersedia dalam ukuran mini dengan model, warna dan bentuknya nyaris sama dengan bus sungguhan.

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)
Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar (Sumber Gambar : Nu Online)

Miniatur Bus Karya Santri Karanganyar

Adalah Jati Pramono, alumni MA Al-Muayyad tahun 91 yang telah menyulap bahan baku seperti tripleks, fiberglass, mica dan stereoform menjadi miniatur berbagai model bus yang beroperasi di seluruh Indonesia. 

KOKAM Tegal

Bus-bus kreasinya dia rancang dan dibuat sendiri sambil menunggu tokonya di daerah Karanganyar Jawa Tengah. Satu model bus dapat diselesaikan dalam waktu satu sampai tiga hari.

“Sebenarnya satu hari bisa saja selesai, tapi proses pengecatan yang agak lama tergantung cuaca, ya tapi paling lama tiga hari. Kadang kalau lagi banyak pesanan saya dibantu istri lembur malam, dia yang bagian nggarap interiornya” ujar laki-laki yang juga aktif menjadi pengurus PCNU Karanganyar ini menjelaskan pada NU Online, Sabtu (5/1) via jejaring sosial Facebook.

KOKAM Tegal

Meski hanya berupa miniatur, tetapi bus-bus hasil ciptaannya ini telah sukses dipasarkan di seluruh Indonesia secara online melalui jejaring sosial dengan harga sekitar 500 ribu per unit.  

“Kita biasanya bikin satu sampel, trus gambar saya upload melalui facebook, yang rata-rata pembelinya adalah anggota BMC (Bus Mania Community) di seluruh Indonesia. Tapi kadang ada juga pesanan dari sebuah PO bus tertentu, biasanya bus pariwisata.” kata Pramono, yang juga pernah nyantri di Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo.

Gagasan produksi miniatur bis ini berawal dari kegemarannya terhadap jenis angkutan umum yang satu ini. Pun dengan Kebiasaannya menggambar desain mobil ini memang sudah nampak sejak di bangku MA Al-Muayyad 21 tahun silam.

Buku-buku tulisnya penuh dengan gambar mobil dari berbagai jenis dan model hasil coretannya. Bahkan kadang saat guru menerangkan pelajaran malah dia asyik menggambar desain mobilnya di buku tulisnya. Tapi siapa sangka hobi dan kebiasaan saat nyantri itu kini telah menjadi salah satu sumber penghasilannya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Latif, Ajie, Al-Muayyad 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Pontianak, KOKAM Tegal. Kalbar Ekspo 2012 turut menyemarakkan suasana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII dan MTQ Internasioanl I, serta Musyawarah Nasional IV Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ  JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Kalbar Ekspo 2012 ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung dari tanggal 3 Juli dan akan berakhir 8 Juli, sesuai jadwal MTQ dan Munas JQH NU. 

“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.

KOKAM Tegal

Biasanya, sambung Nadia, helat tahunan ini digelar di Pontianak Convention Center (PCC). Tapi tahun ini, atas saran Gubernur Kalbar, dilaksanakan di sekitar lapangan Sultan Syarif Abdurrahman, tempat pembukaan, penutupan dan salah satu lokasi MTQ JQHNU.

Kategori produk yang dipamerkan adalah handicraft, souvenir dan asesoris, komputer dan peralatan elektronik, perbankan dan asuransi, properti, otomotif, hotel dan resort, tekstil, peralatan rumah tangga, agrobisnis, mainan, kuliner dan, produk-produk  lainnya. 

KOKAM Tegal

Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.  

Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00. 

“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya. 

Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya. 

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Habib, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

Jakarta, KOKAM Tegal?

Film dokumenter “Jalan Dakwah Pesantren” sampai saat ini telah ditonton sekitar 25 ribu orang. Menurut sutradara film tersebut, Yuda Kurniawan, jumlah sebanyak itu setelah diputar 42 kali di tempat berbeda mulai pesantren dan kampus.

“Ini merupakan pemutaran yang ke-42 sejak diputar perdana tanggal 10 Agustus 2016 menjelang Hari Santri. Hingga kini telah ditonton sekitar 25 ribu orang,” katanya selepas pemutaran film itu di peringatan Hari Lahir (harlah) NU ke-91 di gedung PBNU, Jakarta, Selasa (31/1). Film tersebut memungkasi pemutaran dua film pemenang Kompetisi Film Pendek Dokumenter dalam rangka Hari Santri tahun lalu.?

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)
25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren” (Sumber Gambar : Nu Online)

25 Ribu Orang Tonton “Jalan Dakwah Pesantren”

Menurut Yuda, film berdurasi 37 menit itu telah diputar di 15 kampus dan 26 pesantren di seluruh pulau Jawa. Ke depan, ia ingin memutar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Papua, dan Maluku. Bagi komunitas, pesantren atau kampus di daerah tersebut yang ingin memutarnya, bisa menghubungi email yudakurniawan@yahoo.com.?

Film ini, sambungnya, belum dapat dipublish di media sosial seperti YouTube karena lebih mengutamakan pemutaran dan diskusi.?

Di antara apresiasi dikemukakan Rektor IAI Ibrahimy KH Cholilur Rahman. Menurut dia, film itu bisa memunculkan romantisme tersendiri bagi para alumni pesantren. “Jujur, saya meneteskan air mata saat melihat bagian awal ketika lalaran Alfiyah. Ini benar-benar menumbuhkan kebanggaan bagi santri dengan pesantrennya,” ungkapnya selepas menontonnya di auditorium Institute Agama Islam Ibrahimy, Genteng, Selasa (25/10/2016).?

KOKAM Tegal

Film tersebut, lanjutnya, dibikin selama setahun dengan menyambangi sekitar 15 pesantren di pulau Jawa. Beberapa tokoh yang ada dalam film tersebut adalah KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU KH Abdul Gaffar Rozin, pengasuh Pesantren Kaliopak KH Jadul Maula, pengasuh Pesantren Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, dan pengasuh Pesantren Kauman Lassem KH Zaim Ahmad Syakir. (Abdullah Alawi)

Official trailer itu diunggah di YouTube dengan penjelasan berikut:

Negeri ini memiliki lembaga pendidikan dengan sejarah panjang. Berabad telah dilewati, banyak peristiwa dihadapi, dari perubahan ke perubahan-pun telah dijalani. Lembaga pendidikan itu berciri khas keagamaan, tapi di sisi lain juga lekat dengan lokalitas dengan beragam tradisi dan budaya. Ia selalu berdialog dengan keadaan dan telah menjadi bagian dari peradaban dunia. Ia adalah “Pondok Pesantren” nama popular lembaga pendidikan yang dimaksud. Pondok Pesantren menjadikan adagium “Melestarikan tradisi yang baik dan mengambil kebaruan yang lebih baik”, sebagai metode untuk terus hidup, berkembang dan bermanfaat. Maka tidak aneh, jika dalam perjalanannya, pesantren, dari satu sisi kuat dengan tradisi, tapi di sisi lain terus berinovasi. Tak aneh pula, jika pesantren tampak terlihat melingkupi banyak lini kehidupan, dari keagamaaan hingga kesenian, dari kemasyarakatan hingga berbangsa.Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen KOKAM Tegal

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

Kalau ada kitab tua sedang dibaca lansia berpakaian santri di Jakarta, maka kitab itu tidak lain adalah karya Sayid Usman bin Yahya. Karya-karya Sayid Usman sangat populer di kalangan masyarakat Jakarta. Karya yang mengajarkan doa, fiqih, tajwid, dan juga aqidah, menjadi panduan praktis pengamalan agama Islam untuk masyarakat.

Karyanya yang dicetak dan beredar di kalangan masyarakat luas, umumnya berbahasa Arab Melayu atau Arab Pegon. Doa-doa dan kutipan berbahasa Arab juga umumnya diterjemahkan dengan terjemahan gantung yang juga berbahasa Arab Melayu.

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayid Ustman bin Yahya Petamburan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayid Ustman bin Yahya Petamburan

“Sayid Usman itu orang alim. Kalau dia menulis kitab Sifat Dua Puluh itu, tentunya dia sudah membaca kitab-kitab yang besar-besar. Untuk mengajarkan kitab-kitabnya, seorang guru pun harus juga sudah membaca atau mengaji kepada guru-guru yang lebih alim,” kata KH Hasbullah (87) Pondok Pinang, Kebayoran Lama.

Awal Desember 1822 M, Sayid Usman lahir di Pekojan. Ayahnya bernama Sayid Abdullah bin Aqil bin Umar bin Yahya. Ibunya bernama Aminah binti Syekh Abdurrahman Al-Mishri yang tidak lain salah seorang ulama terkemuka di zamannya. Sejak kecil ia gemar menuntut ilmu. Menginjak usia remaja, ia menunaikan ibadah haji di Mekkah lalu bertahan di sana selama 7 tahun. Di sana ia mengaji kepada ayahnya sendiri dan mufti Mekkah bermadzhab Syafi’i Sayid Ahmad Zaini Dahlan.

KOKAM Tegal

Pada 1848 M Sayid Usman bergerak menuju Hadhramaut. Di negeri ini ia berguru kepada Habib Abdullah bin Umar bin Yahya, Habib Hasan bin Shaleh Al-Bahar, Syekh Abdullah bin Husein bin Thahir, dan Habib Alwi bin Saggaf Al-Jufri. Lepas dari Hadhramaut, ia melanglang buana mengejar ilmu ke sejumlah negeri. Sayid Usman mengunjungi antara lain Mesir, Tunis, Istambul, Persia, dan Syiria, (Ulama Betawi, Studi Tentang Jaringan Ulama Betawi dan Kontribusinya terhadap Perkembangan Islam Abad ke-19 dan 20, Ahmad Fadli HS).

KOKAM Tegal

Pada 1862 M, Sayid Usman tiba di tanah air. Belanda mengangkatnya sebagai mufti di Jakarta, menggantikan Syekh Abdul Ghani yang usianya semakin lanjut. Kecuali itu, ia diangkat Belanda sebagai adviseur honorer untuk urusan Arab di kantor Voor Inlandsche Zaken pada 1899 M. Di sini ia sebagai penasihat pemerintah Kolonial untuk urusan agama, bergaul dengan Snouck Hurgronye, KF Holle, dan LWC Van den Berg.

Atas jasanya, pemerintah kolonial Belanda menyematkan bintang penghargaan sebagai tanda jasa pemerintah terhadapnya. Sayid Usman juga mendapat honor bulanan sebesar 100 gulden, hanya 1/7 dari gaji yang diterima Snouck.

Selama hidup, Sayid Usman aktif berdakwah melalui media ceramah dan menulis. Ia membuka majelis hadir di kediamannya di bilangan Petamburan. Sementara produktivitasnya tidak perlu disangkal. Karyanya banyak sekali dicetak dan menjadi rujukan Bergama masyarakat Jakarta karena menggunakan bahasa masyarakat, Arab Melayu.

Kecuali itu, Sayid Usman tidak jarang terlibat polemik terbuka dengan ulama lain misalnya dengan Syekh Ahmad Khatib Minangkabau perihal dua masjid di Palembang. Polemiknya diwujudkan dalam bentuk sebuah karya untuk menjawab atau mementahkan pandangan ulama lain dengan dasar argumentasi yang kuat.

Sayid Usman sendiri dikenal sebagai seorang faqih dan mutakallim yang memandang segala sesuatunya dari sudut disiplin Fiqih dan Ilmu Kalam. Untuk itu, sikapnya terhadap tarekat cenderung ketat. Ia hanya mengakui tarekat-tarekat muktabarah yang sesuai syariah saja seperti tarekat yang diajarkan Syekh Junaid Al-Baghdadi, Sadatul Alawiyin, Ghazaliyah, Qadiriyah, Naqshabandiyah, Khalwatiyah, juga Rifa’iyah.

Menyadari rendahnya pemahaman agama umumnya masyarakat, Sayid Usman melarang pelajaran taswuf di kalangan awam. Pasalnya dapat membawa kemudaratan atau salah paham. Begitu juga dengan ilmu Kalam. Dengan mengutip Az-Zawajir karya Ibnu Hajar, Ia dalam Sifat Dua Puluh-nya melarang keras orang belajar ilmu Kalam terlampau tinggi karena khawatir tergelincir paham.

Namun demikian Sayid Usman mengambil sikap penolakan nyata terhadap paham Wahabi dan penyebaran pahamnya. Menurut Fadli HS, Sayid Usman juga sangat anti gerakan Wahabi dan menganggap gerakan itu sangat radikal. Dalam bukunya Mustika Pengaruh buat Menyembuhkan Penyakit Keliru, ia berpendapat bahwa kaum Wahabi adalah paling berdusta.

Sayid Usman sangat berjasa dalam peningkatan pemahaman masyarakat Betawi khususnya terhadap ilmu syariah melalui karya tulisnya yang berbahasa Arab Melayu. Tidak kurang dari 120 karyanya dicetak dan disebarluaskan. Sebagian darinya berbahasa Arab. Karyanya menyentuh pelbagai isu yang berkembang di masyarakat mulai dari kisah Rasul, aqidah, fiqih haji, fiqih sembahyang, adab di rumah tangga, kumpulan doa keseharian, tajwid, gramatika, Falak, kamus, geografi, silsilah para nabi, hukum perkawinan, silsilah Alawiyah, tarekat-tarekat muktabarah, dan isu lainnya.

Karyanya seperti Sifat Dua Puluh, Babul Minan, Maslakul Akhyar, Irsyadul Anam hingga kini masih dibaca oleh para orang tua di Jakarta. Bahkan kitab Zuhral Basim yang memuat kisah hidup Nabi Muhammad SAW hingga dibaca setiap kali peringatan maulid atau Isra di langgar-langgar di Jakarta. Muridnya yang kemudian menjadi ulama besar ialah Guru Mughni Kuningan dan Habib Ali al-Habsyi Kwitang.

Sayid Usman dipanggil Allah pada pertengahan Januari 1914 M dan dikebumikan di TPU Karet. Pada masa Orde Baru makamnya kena gusur. Pihak kerabat memindahkannya ke sisi selatan masjid Al-Abidin, Sawah Barat, Pondok Bambu, Jakarta Timur. (Alhafiz Kurniawan)

*) Tulisan ini diambil dari buku 100 Ulama Nusantara terbitan Lembaga Takmir Masjid PBNU, tahun 2015.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Kajian, Fragmen KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock