Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaNu. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia

Menulis bukanlah suatu hal yang tidak mungkin dikerjakan oleh santri yang masih duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Faktanya, buku berjudul? Belajar Bahagia dari Nabi SAW? ini ditulis oleh sekumpulan anak usia 11-12 tahun yang sedang belajar di Pesantren Hadis Darus Sunnah, Ciputat Tangerang Selatan.?

Buku terbitan? Maktabah Darus Sunnah? ini menjadi bukti betapa manjurnya pesan Almaghfurlah KH Ali Mustafa Yaqub yang berbunyi,? “Wa la tamutunna illa wa antum katibun” (Dan janganlah kalian meninggal kecuali sudah punya karya tulis). Pesan yang selalu diulang-ulang ini tak cukup hanya masuk ke telinga maupun dalam hati para santri, namun langsung termanifestasikan melalui karya nyata.

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahsyat, Syarah Arbain Nawawi Ini Ditulis Anak-anak Usia Belia

Buku? Belajar Bahagia dari Nabi SAW? merupakan? syarah? (penjelasan) dari kitab? Arbain an-Nawawi? karya Imam an-Nawawi. Hanya saja penjelasan kitab tersebut tidak seperti yang disusun oleh para ulama besar, yang penuh dengan bahasa sulit dan terkadang membuat pusing pembacanya.

KOKAM Tegal

Penjelasan kitab? Arbain? ini ditulis dengan gaya ringan, renyah dan mengalir. Tidak ada kata-kata ilmiah, begitu juga istilah-istilah berat. Anak-anak ini mampu meringkas bahasa-bahasa hadits dan syarahnya yang cukup rumit dengan sederahana, mirip catatan harian.

KOKAM Tegal

Saat membaca buku ini kita akan disuguhkan “narasi-narasi unik” juga poin-poin penting yang kemudian dideskripsikan. Setiap hadits diberi judul yang bisa menarik perhatian pembaca. Bahkan beberapa penulis mengaitkan penjelasan-penjelasan dalam hadits dengan kejadian-kejadian yang umunya kita alami. Tentunya semua kejadian itu merupakan olahan sudut pandang para penulis yang notabennya masih imut-imut.

Meski demikian, diantara penulis ada juga yang mengutip beberapa pendapat atau adagium dari ulama untuk sekedar menguatkan penjelasan yang mereka tulis.?

Literasi Pesantren?

Terbitnya buku? Bahagia dari Nabi SAW? ? ini menjadi bukti bahwa dunia literasi pesantren cukup berwarna. Tidak hanya didominasi kiai maupun santri-santri dewasa. Dunia literasi? pesantren juga meliputi seluruh generasi, tak terkecuali anak-anak usia belia.?

Tradisi menulis perlu dikembangkan, tanpa meninggalkan tradisi? setoran, apalan, lalaran, sawiran? yang sudah menjadi kewajiban setiap santri. Tradisi literasi yang mulai diperkenalkan sejak dini akan melahirkan kader-kader pesantren yang tidak hanya cakap ceramah, tapi juga produktif dalam menelurkan karya, sebagaimana para ulama Nusantara terdahulu.? Al-khattu yabqa zamanan fil ardhi, wa katibul khatti tahtal ardhi madfunun.? (Tulisan? akan selalu kekal walaupun sang penulis sudah terkubur di dasar bumi).





Info Buku:

Judul ? : Belajar Bahagia dari Nabi SAW

Penulis? : Santri Kelas VII Madrasah Darus Sunnah (Santri Hadis Darus Sunnah Pertama ‘Sahadat’)

Penerbit : Maktabah Darus Sunnah?

ISBN : 978-602-96931-7-1

Halaman? : xvi+225

Cetakan Pertama: Mei 2016





Peresensi

M. Alvin Nur Choironi?

Mahasantri Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences,? Ketua HMJ Tafsir Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Sekretaris Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadis se-Indonesia.





Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 23 Februari 2018

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

Sidoarjo, KOKAM Tegal - Madrasah Ibtidaiyah Maarif Nahdlatul Ulama (MINU) Pucang Sidoarjo meraih penghargaan dari Tri Uno Manajemen for its achievment of Indonesia school choice award 2017 dengan kategori the most favorite Islamic school of the year. Penghargaan itu diberikan oleh pihak Tri Uno Manajemen kepada Kepala MINU Pucang M Hamim Thohari di Sari Pan Pacific Hotel Jakarta, 20 Januari 2017 lalu.

Hamim Thohari mengaku senang dan bangga karena telah mendapatkan penghargaan tersebut. Pasalnya, ada institusi lain yang mengakui.

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)
MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award (Sumber Gambar : Nu Online)

MINU Pucang Terima Penghargaan Indonesia School Choice Award

"Alhamdulillah, perasaan saya senang. Semoga ke depan, MINU Pucang menjadi lebih baik lagi, menjadi sekolah warga Nahdliyin di Sidoarjo," katanya kepada KOKAM Tegal, Sabtu (11/2).

Menurutnya, MINU Pucang termasuk fenomena madrasah yang ada di Indonesia. Karena satu-satunya madrasah yang mengimplementasikan tiga kurikulum.

KOKAM Tegal

"Lulusan MINU Pucang mendapatkan triple degree yakni ijazah nasional, Cambridge, dan IB," imbuhnya.

Ia mengatakan, sebagai madrasah yang owner-nya Muslimat NU Sidoarjo amalan-amalan nahdliyin tidak pernah ditinggalkan. Pihak sekolah selalu mengadakan acara yasinan, tahlil, istighotsah dan lain sebagainya. Semuanya dilakukan peserta didik MINU Pucang setiap hari.

KOKAM Tegal

Ia menjelaskan, setiap pagi para peserta didik tidak lupa belajar Al-Quran dan membiasakan dengan hapalan Al-Quran setiap hari diajarkan selama dua jam pelajaran. Khusus tahfidz diasuh oleh guru-guru yang hapal Al-Quran.

"Kami juga memiliki program terbaru yaitu pembelajaran tahfiz dan eksakta sepulang sekolah. Bagi peserta didik yang berminat bisa mengikutinya. Program tersebut di luar jam sekolah tanpa dipungut biaya (gratis). Peserta didik yang mengikuti kegiatan tersebut pulangnya habis sholat Maghrib," pungkasnya. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Surabaya, KOKAM Tegal. KH Agoes Ali Mashuri, Wakil Rais PWNU Jatim mengatakan para ulama dan kiai selalu hadir tatkala melihat kondisi umat sedang carut marut. Persoalan, ancaman dan ketimpangan, para ulama dan kiai berijtihad dan mengajak umat untuk menjawab problem bangsa dengan Istighotsah Kubro.

"Para ulama dan kiai selalu hadir sebagai sosok pengayom, perekat dan penyejuk pada umatnya," kata Gus Ali saat konferensi pers bersama Ketua PWNU Jatim di loby Gedung PWNU Jatim (6/4).

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Istighotsah Kubro ini merupakan doa bersama. Kekuatan doa di atas segalanya dan banyak hal yang tidak rasional bisa ditempuh dengan doa.?

"Mari Istighotsah Kubro dilakukan untuk mendinginkan hati dan menjernihkan pikiran, menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik," terang Pengusuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo ini.

KOKAM Tegal

Istighotsah yang akan dilaksanakan di GOR Delta Sidoarjo pada Ahad 9 April 2017 ini, merupakan sebuah edukasi pada umat untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual dan intuisi.

"Gerakan kiai harus tampil beda dengan gerakan politisi dan aktivis jalanan. Demonya kiai bukan turun ke jalan tapi doa bersama. Istighotsah Kubro untuk Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah (Cahaya Allah)," pungkas Gus Ali. (Rof Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, AlaNu KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

Narkoba Boleh Diketahui, Tapi Harus Dihindari

Brebes, KOKAM Tegal. Pelajar NU yang tergabung dalam IPNU-IPPNU jangan sampai menyentuh narkotika psikotropika, dan obat-obatan adiktif lainnya. Boleh diketahui, namun harus dihindari agar tidak terseret ke dalam jeratan barang terlarang ini.

Demikian disampaikan Lukman Suyanto SH dari Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Brebes saat menyampaikan materi sosialisasi bahaya narkoba dalam peringatan Harlah ke-61 IPNU dan ke-60 IPPNU tingkat Kecamatan Songgom di Aula Kantor Kecamatan Songgom, Brebes, Jawa Tengah, Senin (9/3).

Narkoba Boleh Diketahui, Tapi Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)
Narkoba Boleh Diketahui, Tapi Harus Dihindari (Sumber Gambar : Nu Online)

Narkoba Boleh Diketahui, Tapi Harus Dihindari

Menurut Lukman, narkoba merupakan telur emasnya setan. Siapapun akan tergoda manakala mendengar dan melihatnya. “Pelajar NU, jangan sampai terpengaruh olehnya,” ucapnya.

KOKAM Tegal

Berbagai kegiatan IPNU-IPPNU, menurut Lukman bisa menjadi lahan aktivitas positif generasi muda. Sehingga tidak terbawa oleh hal-hal negatif yang ditawarkan oleh peradaban jaman. 

“Aktivitas IPNU-IPPNU berupa pengajian dan sosial kemasyarakatan lainnya bisa menjadi benteng untuk menghindari penyalahgunaan narkoba,” tegas Lukman.

KOKAM Tegal

Sementara Kasi Trantib Songgom Sudarto SH yang mewakili Camat menyambut baik upaya IPNU-IPPNU menggelar Sosialisasi Antinarkoba.”Upaya IPNU-IPPNU dalam membangun bangsa merupakan wujud nyata mencegah generasi muda dalam pengaruh penyalahgunaan narkoba yang telah menjadi musuh masa depan bangsa,” ujar Sudarto.

Ketua PC IPNU Brebes Ahmad Zaki Al-Aman menjelaskan, selain di Songgom, berbagai kegiatan Harlah IPNU-IPPNU digelar di masing-masing PAC se-Kabupaten Brebes. “Sesuai dengan kreativitasnya masing-masing, mereka menggelar berbagai kegiatan untuk meningkatkan kecintaan dan bakti IPNU-IPPNU pada daerahnya,” imbuh Zaki.

Selain sosialisasi juga digelar lomba paduan suara dengan menyanyikan Mars IPNU-IPPNU yang diikuti seluruh perwakilan dari Pimpinan Ranting dan Komisariat se-Kecamatan Songgom. 

Setelah melalui penjurian yang ketat akhirnya sebagai juara pertama grup paduan suara utusan dari  Pimpinan Ranting (PR) Songgom Lor, juara 2 Komisariat MTs Babussalam Kemakmuran, dan juara 3 PR Wanatawang. Para pemenang mendapat hadiah berupa trofi dan sejumlah uang pembinaan. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Humor Islam, AlaNu KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Jakarta Pusat mengadakan turnamen futsal se-DKI Jakarta. Kali ini turnemen tergolong unik, karena semua pesertanya adalah orang mini (cebol) yang tak asing lagi di layar televisi Indonesia.

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Jakpus Gelar Turnamen Futsal untuk Para Artis Cebol

Kebanyakan dari mereka adalah pemain sinetron, seperti Tarzan Betawi, Ronaldowati, dan  7 Manusia Harimau, yang sampai saat ini sinetronnya masih tayang. “Saya sendiri awalnya meragukan akan terlaksanannya turnamen ini. Mereka adalah pemain sinetron, terlebih ada yang bilang bahwa setelah futsal mau langsung menuju lokasi syuting di Cibubur,” ujar Yani Rahman, Ketua PC IPNU Jakarta Pusat.

Turnamen yang digelar Sabtu (12/9) ini dihadiri langsung oleh Faisal dari Deputi 3 Kemenpora Republik Indonesia. Ia membuka turnamen ini dengan menendangkan bola dari tengah lapangan yang kemudian disahut gemuruh tepuk tangan para peserta dan panitia.

KOKAM Tegal

Faisal tampak terkejut dan senang ketika memasuki lapangan futsal, di kawasan Kwitang, Jalan Keramat 2, Jakarta Pusat itu. “Waw, ini merupakan suatu kegiatan yang beda dengan yang lain, tetap jaya olahraga Indonesia,” ujarnya.

KOKAM Tegal

PC IPNU Jakarta Pusat mengadakan turnamen ini karena menilai bahwa olahraga bisa dinikmati oleh semua kalangan. Gelak tawa yang tanpa henti mewarnai turnamen futsal tersebut. Semua larut dalam kebersamaan dan kegembiraan, termasuk bagi tim yang kalah. “Ini merupakan kemenangan kita bersama,” ujar Farly sesaat setelah menerima piala juara 1 turnamen futsal mini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, AlaNu KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Jepara, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengimbau warga NU untuk memasyarakatkan cara beragama yang moderat. Kiai Said mengingatkan mereka untuk berjuang untuk itu. Karena, banyak pihak asing yang memprovokasi agar bangsa Indonesia terlibat dalam gerakan ekstrem.

“Bangsa Barat sangat mendambakan Indonesia menjadi radikal. Jika sudah radikal, mereka memiliki alasan untuk menggempur Nusantara,” kata Kang Said saat menyampaikan sambutan di Harlah ke-71 Yayasan Mathaliul Huda di desa Bugel kecamatan Kedung kabupaten Jepara, Rabu (17/9) malam.

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Bangsa Asing Inginkan Indonesia Ekstrem

Sebab itu, sikap ke-NUan tegasnya harus tetap dijaga. “Orang NU jangan mudah terpancing pada kelompok yang suka mengebom. Sebab NU cinta damai. Jangan sampai ikut-ikutan ISIS. Gerombolan garis keras itu sudah bukan Islam, karena suka membunuh saudaranya sendiri,” pesan Kang Said di hadapan ratusan jamaah yang hadir.

KOKAM Tegal

Kepada hadirin, pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah Ciganjur ini mengingatkan orang tua untuk benar-benar mengawasi anaknya dari pengaruh paham ekstrem. “Ciri lahiriahnya kelompk wahabi antara lain berjenggot panjang, bergamis, bercelana cingkrang, atau tanda hitam di jidat.”

Pengurus masjid juga lebih cermat. Jangan sampai wahabi menguasai kepengurusan masjid. Bogor, Tangerang, dan Bekasi merupakan kota yang dikuasai kelompok wahabi. “Untungnya LTM PBNU lekas bertindak sehingga masjid-masjid yang direbut kelompok tersebut bisa kembali,” imbuh Kang Said. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Jombang, KOKAM Tegal. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga miskin. Aksi bakti sosial yang digelar dalam rangka Pra-Muktamar Ke-33 NU ini diikuti 1200 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

"Alhamdulillah dari target 1000 pasien yang bakal dioperasi katarak ternyata yang mendaftar telah mencapai 2000 orang lebih," ujar dr Zulfikar Asad, Direktur RS Unipdu Medika, bersama Ketua LKKNU Jatim Zahrul Azhar, Kamis (23/4) kemarin.

Zahrul Azhar menuturkan, kegiatan operasi katarak yang dilakukan di RS Unipdu Medika merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya LSPT Tebuireng INTI, A New Vision Singapura, RTV, dan melibatkan TNI dan Polri.

KOKAM Tegal

"Biayanya gratis untuk pasien, kalau diuangkan bisa mencapai Rp 1 Miliar lebih karena untuk satu operasi bisa sampai Rp 15 juta untuk setiap orang," jelasnya seraya mengatakan, karena banyaknya pasien, operasi akan digelar selama 5 hari.

KOKAM Tegal

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa apa yang dialkukan LKKNU sejatinya adalah bagian dari ikhtiar NU sejak 93 tahun yang lalu. “Kehadiran NU di tengah tengah masyarakat salah satunya adalah menyelesaikan masalah masyarakat dengan tuntunan agama," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan banyaknya paisen yang mengikuti operasi katarak ini berarti masih? ada persoalan kesehatan mata di tengah masyarakat kita. “Ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, untuk ikut berbuat membantu mereka yang menderita katarak," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pemerintah Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat berterima kasih telah dibantu menyelesaikan persoalan katarak yang masih dialami masyarakat . "Kita berharap banyak pihak juga ikut melakukan hal yang sama menggelar operasi katarak seperti yang dilakukan di RS Unipdu Medika Pesantren Rejoso ini," tandas mantan ketua umum PP GP Ansor ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Foto: Saifullah Yusuf menyapa warga yang usai mengikuti operasi katarak gratis di RS Unipdu Medika

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Tegal KOKAM Tegal

Selasa, 26 Desember 2017

Jamaah Korban Crane Asal Jombang Hanya Luka Ringan

Jombang, KOKAM Tegal. Di antara korban musibah jatuhnya alat berat crane di Masjidil Haram adalah Sainten bin Said Tarub (61). Perempuan ini adalah warga Desa Segodorejo, Sumobito Jombang, Jawa Timur.  Ia yang mengalami luka ringan, menjalani perawatan di Rumah Sakit An Nur, Arab Saudi.

 

Sainten adalah jamaah haji asal Kabupaten Jombang yang turut menjadi korban robohnya crane proyek di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (11/9) lalu.

Jamaah Korban Crane Asal Jombang Hanya Luka Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Korban Crane Asal Jombang Hanya Luka Ringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Korban Crane Asal Jombang Hanya Luka Ringan

Salah seorang anak korban, Nasratin mengungkapkan, ibunya merupakan Calon Jamaah Haji Kloter 15 Jombang pemegang paspor B0992684 yang berangkat melalui Embarkasi Juanda, Surabaya.

KOKAM Tegal

 "Ya ahamdulillah ibu baik-baik di sana. Kami sebelumnya sangat khawatir." ungkap Nasratin, Senin (14/9).

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kantor Kemenag Jombang, Habib Adnan mengaku sudah mendapatkan laporan tentang adanya jamaah haji asal Jombang yang mengalami luka ringan dari Ketua Kloter.

KOKAM Tegal

Ia menjelaskan korban luka ringan itu bernama Sainten bin Said Tarub, warga Desa Segodorejo, Kecamatan Sumobito. Sainten berada di kloter 15 bersama ratusan CJH asal Jombang lainnya.

Dari laporan yang diterima Kemenag, jamaah tersebut tidak tertimpa secara langsung, namun hanya terkena percikan reruntuhan. "Saat ini beliau (Sainten) menjalani perawatan di RS Arab Saudi," pungkasnya.

 

Dari foto yang diterima media ini lewat salah seorang petugas haji, tampak korban didampingi oleh dokter Nur Lailaturriza, Kepala Puskesmas Pesantren (Puskestren) Tebuireng yang juga Tenaga Kesehatan Haji atau TKHI Kloter 15 SUB. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian, AlaNu KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Jepara, KOKAM Tegal. Pengurus GP Ansor dan Fatayat NU Jepara menggelar acara “Pungkruk Bersholawat” di lapangan wisata Pungkruk, Jepara, Ahad (21/9) siang. Kegiatan yang diikuti ribuan warga ini bertujuan memulihkan nama baik wisata kuliner Pungkruk di desa Mororejo kecamatan Mlonggo, Jepara yang sempat dijadikan tempat karaoke dan prostitusi terselubung.

Ketua GP Ansor Jepara M Kholil mengatakan, kegiatan ini menjadi bagian dari pembangunan Pungkruk agar tidak identik dengan kawasan maksiat. “Sholawat ini merupakan cara damai memberi pesan penghuni Pungkruk tanpa kekerasan,” kata Kholil di sela-sela kegiatan.

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersihkan Citra Pungkruk, GP Ansor dan Fatayat NU Baca Sholawat

Pungkruk, sambung Kholil, dulunya bukan tempat karaoke melainkan wisata pantai dan kuliner khas pesisir. GP Ansor dan Fatayat dalam kesempatan itu juga menggandeng pemilik usaha kafe dan karaoke dengan harapan semangat kegiatan itu sampai kepada mereka.

KOKAM Tegal

Wakil Bupati Jepara H Subroto merespon baik kegiatan ini. Dengan kegiatan ini, lanjut Subroto, masyarakat dengan sendirinya membedakan antara hak dan batil. Pemkab Jepara berharap citra negatif itu sirna agar Pungkruk menjadi tujuan wisata favorit yang aman dan nyaman.

KOKAM Tegal

“Itu semua dapat terwujud, perlu dukungan semua pihak,” kata Subroto yang disusul dengan taushiyah oleh pengasuh pesantren Al-Huda wal Hidayah dari Jepara, KH Abdul Hakim. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, AlaNu, Fragmen KOKAM Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Peserta Diingatkan Bahaya Narkoba

Jombang, KOKAM Tegal. Meskipun sudah banyak korban berjatuhan gara-gara narkoba, namun jumlah itu kian menunjukkan peningkatan. Memberikan pemahaman sejak dini terhadap mudharat bahan berbahaya ini sangat penting.

Indikasi mereka yang terjerat bahan berbahaya itu diantaranya suka uring-uringan, tidak jujur dan cenderung anti sosial. 

Peserta Diingatkan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Diingatkan Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Diingatkan Bahaya Narkoba

KOKAM Tegal

Hal Ini salah satu pesan dari Dr. Bambang Eko Sunariyanto, Direktur RSJ Lawang yang mewakili Menteri Kesehatan di depan para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional atau Perwimanas (26/6).

"Saat ini pengguna narkoba di Indonesia sekitar 4 juta,” katanya. “Populasi pengguna narkoba yang cukup besar ini sedang mengepung anak-anak dan remaja Indonesia,” lanjutnya. 

KOKAM Tegal

Karena itu sudah saatnya memperhatikan dan mengawasi perilaku para generasi muda ini. “Jangan sampai salah satu dari pengguna itu adalah teman atau saudara adik-adik," pesan Bambang.

Pada kesempatan tersebut Bambang menghimbau kader pramuka Maarif NU agar mampu menjaga diri, keluarga dan orang-terdekat untuk terhindar dari narkotika dan obat-obatan terlarang. 

"Kenali perubahan-perubahan fisik maupun perilaku,” katanya. Hal yang kasat mata dapat dilihat adalah gejala suka meminta uang tanpa keperluan yang jelas atau mengada-ada, tidak suka makan, senang tidur dan bermalas-malasan sepanjang hari. 

“Itu juga tanda-tanda awal seseorang yang mengalami ketergantungan narkoba,” tandasnya. 

Data yang dipaparkan Bambang, dari total pengguna narkoba di Indonesia sebagian besar adalah anak-anak usia remaja. Anak-anak usia SMA mencapai angka 48%, sementara usia Perguruan Tinggi (PT) berkisar di angka 28%. 

"Angka ini menunjukkan bahwa sasaran peredaran narkoba adalah kalangan remaja,” sergahnya. “Bisa kita bayangkan, betapa bahayanya kelangsungan berbangsa dan bernegara bila keadaan ini tidak segera kita atasi bersama," terangnya.

Lebih lanjut Bambang menyatakan mayoritas kecanduan narkoba akibat dari pergaulan dan iseng mencoba-coba. "Dalam hal ini remaja sangat rentan karena ia berada pada fase pancaroba. Fase dimana seorang remaja dengan mudah terbawa oleh arus lingkungannya," ungkap Bambang yang juga berpraktek sebagai psikiater ini.

Dalam kesempatan tersebut Bambang juga memberikan tips agar terhindar dari pengaruh narkoba. "Jangan sekali-kali mencoba narkoba,” harapnya. “Katakan tidak kalau ditawari meskipun gratis. Dan kalau merasa tidak kuat, jangan bergaul dengan pengguna narkoba," pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, AlaNu KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Beberapa fakta yang cukup mencengangkan tentang masalah-masalah yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia dibahas dalam kegiatan bedah Materi Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Sukoharjo, Ahad-Senin (16-17/8).

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Dalam pembukaan, pengasuh Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi mengemukakan terkait persoalan pasar bebas. Menurutnya, di dalam mekanisme pasar internasional, bangsa kita akan bersaing secara ketat dengan seluruh negara di dunia.

Untuk itu, kualitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu disiapkan secara matang. Pada ranah pertanian misalnya, petani di Indonesia masih memakai cara tradisional, sedangkan di negara-negara Barat sudah menggunakan teknologi canggih. 

KOKAM Tegal

“Dampaknya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hasil pertanian Indonesia tentu kalah jauh dibandingkan Amerika dan Eropa. Jika ini dibiarkan tanpa adanya pembekalan, rakyat akan kian sengsara,” papar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

KOKAM Tegal

Permasalahan BPJS yang sempat menimbulkan kehebohan, juga turut dikaji dalam bedah materi muktamar ini. Berbeda dari MUI yang memandang BPJS tidak sesuai syariat, Nahdlatul Ulama menilai bahwa program pemerintah itu sudah syari. Alasannya, karena didasarkan atas akad taawun (tolong-menolong). Selain itu, BPJS memiliki orientasi yang berbeda dibandingkan ASKES. 

Sebagai narasumber, Arif Budiman yang juga Dosen UIN Sunan Kalijaga memaparkan, beberapa alasan logis. “BPJS merupakan badan baru yang dibentuk pemerintah untuk semata-mata menyejahterakan rakyat. Karenanya, ia diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Hal ini berbeda dengan ASKES yang hanya diberikan kepada pegawai pemerintah dan dulu masih menginduk pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelasnya. 

Secara umum, materi Muktamar yang didiskusikan meliputi kajian dari empat komisi Nahdlatul Ulama, antara lain Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah (Kajian Masalah Kontemporer), Masail Maudluiyah (Masalah Tematik), Masail Qanuniyah (Masalah Perundang-undangan), dan Komisi Program.

Pengkajian ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para santri untuk terjun di masyarakat dan saat mereka menjadi pemimpin kelak. Tidak hanya itu, acara ini dimaksudkan untuk mendalami gagasan dan solusi atas pelbagai problema terkini yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Lomba KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Kang Said: Ramadhan itu Bulan Jihad, Ijtihad, dan Mujahadah

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj yang lazim dipanggil Kang Said menyebutkan Ramadhan sebagai bulan istimewa terutama bagi umat Islam Indonesia. Menurutnya, Ramadhan mendokumentasikan perjuangan jihad kemerdekaan RI, semangat ilmiah dengan turunnya wahyu pertama, dan dorongan spiritual.

“Turunnya wayhu pertama di bulan Ramadhan, begitu juga jasa Thariq bin Ziyad yang membawa Islam ke tanah Spanyol, demikian juga Proklamasi 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan bulan puasa,” kata Kang Said dalam pembukaan pertemuan khusus terkait peningkatan kapasitas tim kaderisasi IPNU di level nasional, di Jakarta, Selasa (23/6) petang.

Kang Said: Ramadhan itu Bulan Jihad, Ijtihad, dan Mujahadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Ramadhan itu Bulan Jihad, Ijtihad, dan Mujahadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Ramadhan itu Bulan Jihad, Ijtihad, dan Mujahadah

Kang Said dalam arahannya, mengajak kader-kader IPNU untuk mengambil semangat Ramadhan itu. Pengasuh pesantren Ats-Tsaqafah ini mendorong IPNU sebagai sayap pelajar NU berpartisipasi dalam penyebaran gagasan bela negara dan peningkatan pengamalan tradisi NU.

KOKAM Tegal

“Pelajar NU harus terjun menekuni bidang-bidang keilmuan. Semangat belajar dalam bidang-bidang tertentu akan membawa manfaat besar buat diri pribadi maupun NU pada gilirannya,” harap Kang Said.

KOKAM Tegal

Ketum PBNU ini juga mengajak kader-kader IPNU untuk mengambil semangat belajar para santri pesantren. Menurut Kang Said, semangat mengaji pelbagai bidang keilmuan di pesantren patut diteladani kader IPNU ke depan.

"Semangat santri-santri NU itu membangun masyarakat. Berbeda dengan pesantren-pesantren yang tidak jelas itu. Para santri mereka bukan pintar baca kitab kuning, Fathul Muin atau Fathul Wahhab, tetapi mereka justru pintar buat bom," kata Kang Said. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu KOKAM Tegal

Jumat, 24 November 2017

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda menjelaskan bahwa moral yang dimiliki rakyat tergantung pada pemimpinnya. Jika para pemimpinnya baik, rakyatnya juga akan baik. Demikian pula sebaliknya.

Kia Nuril menjelaskan bahwa ini merupakan ucapan dari sosiolog Islam Ibnu Khaldun, saat ia memberi sambutan dalam Maulid Akbar Nasional 1428 H/2007 M dan Doa Bersama untuk Bangsa yang diselenggarakan di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kamis (31/5).

Acara yang digelar LDNU bersama dengan Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah ini diselenggarakan untuk menunjukkan bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW yang telah diutus memberi penerang bagi umat manusia.

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Moral Rakyat Tergantung Pemimpinnya

“Dengan mengadakan mauludan dan mengulas kembali sejarah Nabi Muhammad, kita diharapkan bisa meneladani dan mencontoh semua yang beliau jalani dengan harapan kita kita akan menjadi umat yang mulia dan akan mendapatkan syafaatnya di hari akhir,” katanya.

Kiai Nuril menambahkan acara ini sekaligus dirancang untuk doa bersama bagi bangsa karena banyaknya musibah dan bencana yang dialami bangsa. “Acara ini sebagai sarana pendekatan diri kepada Allah untuk memohon pertolongan dan perlindungan dari segala keburukan,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Menteri Agama Maftuh Basyuni yang mewaliki presiden mengungkapkan bahwa pemerintah sangat menghargai peran para ulama dalam membangun bangsa. Menag juga menuturkan bahwa Islam bisa maju karena peran para ulamanya dalam menyumbangkan pemikiran.

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj yang memberi ceramah maulid menjelaskan tentang kronologis sejarah kehidupan rasulullah sampai akhirnya bisa menyebarkan Islam di Arab. Ia juga menegaskan bahwa NU akan tetap teguh mempertahankan NKRI meskipun saat ini banyak fihak yang sudah enggan mempertahankannya. (mkf)

KOKAM Tegal



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Internasional, Syariah KOKAM Tegal

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi

Surabaya, KOKAM Tegal. Mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (Ahwa) atau pemilihan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah oleh semacam dewan yang dibentuk, akan menjadi salah satu materi penting sidang komisi organisasi dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) NU Jawa Timur, Mei 2013 mendatang.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua PWNU Jatim H Abdul Wahid Asa saat dikonfirmasi KOKAM Tegal di ruangan kerjanya, lantai dua PWNU Jatim, Jalan Masjid Al-Akbar Surabaya, Selasa (23/4).

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahlul Halli wal Aqdi Dibahas di Komisi Organisasi

“Kita yakin, para utusan dari PCNU masih memiliki kejernihan cara berfikir dalam melihat persoalan di internal organisasi,” katanya. Pimpinan Umum Majalah Aula ini sangat optimis, dari sekian banyak peserta yang mengikuti konferensi, juga akan ikut serta sejumlah organisatoris ulung yang memiliki kesamaan visi dalam upaya memperbaiki internal NU. 

KOKAM Tegal

Mekanisme Ahwa akan didiskusikan dengan para kontingen dari PCNU se Jawa Timur. 

KOKAM Tegal

“Kita berharap draf Ahwa yang sudah disiapkan akan bisa diterima para peserta sehingga pembahasan saat Konferwil dapat berjalan lebih serius dan mendalam,” katanya. 

Konferwil PWNU Jatim sendiri akan berlangsung di Pondok Pesantren Bhumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo. Pelaksanaan acara tertinggi level Jatim ini dilaksanakan 24-26/5 2013 atau 14-16 Rajab 1434 H.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, AlaNu KOKAM Tegal

Senin, 20 November 2017

PBNU Harapkan Persoalan Ahok Cepat Selesai

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua PBNU H Marsudi Syuhud berharap agar persoalan dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok segera selesai mengingat banyak sekali energi bangsa Indonesia belakangan ini terserap untuk membahas masalah tersebut.?

“Sesuai dengan harapan presiden, agar jangan sampai merembet ke persoalan lain yang lebih besar,” katanya di gedung PBNU, Selasa (8/11).

PBNU Harapkan Persoalan Ahok Cepat Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Harapkan Persoalan Ahok Cepat Selesai (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Harapkan Persoalan Ahok Cepat Selesai

Dikatakannya, dalam pertemuan dengan jajaran pengurus PBNU Senin (7/11), presiden menyatakan bahwa dirinya tidak melindungi Ahok. Pernyataan tersebut merupakan pengulangan dari ucapan sebelumnya di istana.?

“Artinya, presiden ingin menjunjung tinggi hukum. Bahwa siapapun memiliki kedudukan yang sama di depan hukum,” imbuhnya.?

KOKAM Tegal

Penegakan hukum, merupakan upaya kanalisasi persoalan agar tidak merembet ke persoalan-persoalan lainnya. Kemaslahatan umum harus didahulukan daripada kepentingan individu dan kelompok.?

“Nah, kalau dibawa ke persoalan lainnya, berarti ada agenda lain di luar agenda hukum,” ujarnya.?

Mengenai adanya sejumlah pernyataan sikap atau meme yang beredar di sosial media yang mengatasnamakan elemen NU, ia berharap agar masyarakat melakukan tabayyun ke NU. (Mukafi Niam)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, AlaNu KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan

Surabaya, KOKAM Tegal. Dalam pandangan sejumlah kalangan, perkembangan gerakan Islam ekstrim telah demikian meresahkan, termasuk di kampus. Mereka yang awalnya dididik di lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama, ternyata ketika kuliah justru menjadi penentang. Karenanya dakwah Aswaja di lingkungan perguruan tinggi harus kian diintensifkan.

Setidaknya inilah yang diingatkan KH Abdurrahman Navis saat memberikan sambutan pada halaqah mahasiswa kader Aswaja di Kantor PWNU Jatim, jalan Masjid al-Akbar Timur 9 Surabaya. ? "Kendati telah lama belajar di sekolah NU, tidak ada jaminan ketika kuliah bisa tetap bertahan dengan Aswaja an-Nahdliyah," kata Kiai Navis, Ahad (5/3) pagi.

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Aswaja di Kampus Harus Kian Diintensifkan

Direktur Aswaja NU Center PWNU Jatim tersebut kemudian menceritakan sebuah kasus yang menimpa salah seorang mahasiswa yang sejak pendidikan dasar dituntaskan di madrasah. "Akan tetapi saat dua tahun kuliah, ternyata keyakinannya berubah," tandas Wakil Ketua PWNU Jatim ini.?

Hal tersebut dapat terjadi lantaran yang bersangkutan salah dalam memilih teman dan pergaulan. "Bayangkan, ditempa selama lebih dari 12 tahun di lembaga pendidikan NU, ternyata 2 tahun bisa berubah," kisahnya.

Sadar dengan kian beratnya dakwah Aswaja di lingkungan perguruan tinggi, Aswaja NU Center Jatim menyelenggarakan kegiatan halaqah untuk kalangan mahasiswa. "Yang kami undang juga mahasiswa dari kampus umum lantaran intensitas dakwah non Aswaja sangat mengkhawatirkan," kata dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.

KOKAM Tegal

Kiai Navis berharap, dari kegiatan halaqah nantinya akan ditemukan sinergi sekaligus strategi baru demi meneguhkan paham Aswaja di lingkungan mahasiswa dan kampus. "Karenanya mohon para peserta bersabar dan mengikuti kegiatan hingga rampung agar ditemukan strategi terbaik," tandas pengasuh Pesantren Nurul Huda Surabaya tersebut.

Pada kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini menghadirkan narasumber yakni Pembantu Rektor III Universitas Airlangga Surabaya, H Mochammad Amir Alamsjah. Juga Ketua PW Lembaga Perguruan Tinggi NU Jatim, Babun Suharto, serta dosen ITS Muhammad Mashuri. Kegiatan ini dipandu oleh Ustadz Fathul Qodir. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, AlaNu KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk

Jakarta, KOKAM Tegal. Dalam rangka memberi pendampingan bagi para pengusaha kecil dan mikro di lingkungan NU, Muslimat NU dan Pusat Inkubator Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) sepakat melakukan kerjasama.

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indarparawansa dan Ketua Umum Pinbuk Abdul Jabir Uksim di Jakarta, Senin (25/8).

Kedua belah pihak sepakat untuk memberi pendampingan, sosialisasi dan pemberdayaan, serta mencetak pelaku usaha yang unggul sesuai dengan prinsip syariah, khususnya di lingkungan NU. Mereka juga akan mengupayakan akses keuangan dan bantuan modal untuk membantu mengembangkan dunia usaha.

KOKAM Tegal

Untuk itu, kedua belah pihak akan melakukan program pelatihan manajemen usaha, pelatihan peningkatan kualitas barang dan jasa dan akses permodalan.

Kerjasama tersebut disepakati berjalan selama lima tahun dan dapat diperpanjang jika disepakati bersama.

KOKAM Tegal

Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta jajaran pengurus Muslimat NU di tingkat pusat dan para ketua PW Muslimat NU seluruh Indonesia yang akan mengikuti Rapat Pleno di Jakarta. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Hikmah, Tegal KOKAM Tegal

Senin, 18 September 2017

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung

Bandar Lampung, KOKAM Tegal - Setelah melalui pembahasan dan perdebatan yang alot, dewan juri lomba artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung memutuskan pemenang lomba artikel masing-masing kategori, Sabtu (22/10) petang.? Pembahasan dimulai dengan penetapan 10 besar, baru kemudian memilih tiga besar.

Pemenang untuk kategori mahasiswa/santri/pelajar, juara pertama adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kholil Mudlaafar. Juara kedua mahasiswa Universitas Lampung Ahmad Farishal. Juara ketiga mahasiswa Universitas Lampung Imam Mahmud.

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Pemenang Lomba Artikel Hari Santri Nasional PWNU Lampung

Sementara juara untuk kategori umum juara pertama adalah Iwan Satriawan, akademisi dari Universitas Lampung. Juara kedua yaitu Imam Kastolani, pengajar di Pesantren Darussalam Adijaya Lampung Tengah. Juara ketiga adalah Laila Nurjannah, warga Banjarnegara, Jawa Tengah.

Ketua dewan juri KH Khairuddin Tahmid mengatakan, agak sulit bagi dewan juri untuk menentukan para pemenang sehingga membutuhkan pembahasan yang cukup lama. "Tulisannya bagus dan berbobot. Tapi bagaimana pun dewan juri harus bisa menentukan pemenang," kata Ketua MUI Lampung ini.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sementara itu ketua panitia lomba Hilyatun Aini mengatakan, jumlah peserta pada lomba ini sangat di luar dugaan. "Semula kami kira tidak banyak yang tertarik. Apalagi masa sosialisasi lomba hingga penutupan, waktunya hanya sekitar tiga pekan. Tapi ternyata naskah banyak sekali yang masuk. Sebagian di antaranya berasal dari Pulau Jawa," katanya.

Hilya mengatakan, peserta lomba penulisan artikel tingkat nasional ini sangat variatif. Ada mahasiswa, santri dari berbagai pesantren, akademisi, kiai, PNS, penulis buku, editor, pengurus PCNU, dan sebagainya.

"Banyak mahasiswa dari kampus-kampus terkenal dan juga Pesantren yang terkenal di Pulau Jawa ikut serta dalam lomba artikel ini. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi semua peserta," ujarnya.

Ia menambahkan, naskah para peserta pemenang lomba juara satu hingga 10 akan diterbitkan menjadi buku tentang santri. Demikian pula peserta yang masuk dalam 20 besar juga akan diterbitkan menjadi buku. "Bagi peserta yang naskahnya akan diterbitkan nanti akan dihubungi oleh panitia," ujarnya.

Sementara pembagian hadiah untuk para pemenang 1-3 akan dilakukan saat Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) PWNU Lampung pada 5-7 November mendatang. Khusus untuk pemenang yang berdomisili di luar Lampung hadiah uang akan ditransfer ke rekening masing-masing, dan hadiah paket buku akan dikirim ke alamat yang bersangkutan. (Ila Fadilasari/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Makam, AlaNu KOKAM Tegal

Kamis, 17 Agustus 2017

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury

Solo, KOKAM Tegal. Syekh Sofyan Atsaury adalah seorang ulama salaf yang dikenal sebagai seorang ahli tasawuf. Nama Atsaury yang melekat di belakang namanya, maknanya sejenis sapi. Konon nama itu sebagai wujud ketawadlu’annya.

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepuluh Hal yang ‘Terlalu’ Menurut Sofyan Atsaury

Pernah ia menasihatkan kepada jamaah untuk masuk masjid mendahulukan kaki kanan. Jika tidak, apa bedanya dengan sapi. Kemudian suatu hari ia masuk masjid mendahulukan kaki kiri, seketika ia mengatakan sapi (Atsaury). Kemudian nama itu menempel di belakang namanya.

“Menurut Syekh Sofyan Atsaury, ada 10 hal yang ‘terlalu’ jika dilakukan oleh orang,” tutur KH Abdul Karim Ahmad, dalam Sarasehan Ramadhan di Masjid Jami’ As Segaf, belum lama ini (22/7).

KOKAM Tegal

Kiai yang akrab disapa Gus Karim tersebut membacakan dalam kitab Tanbihul Ghafilin 10 hal tersebut. “Pertama, yakni orang yang diberi kesempatan berdoa, tetapi ia berdoa hanya untuk dirinya, bukan kedua orang tua atau Umat Islam,” terangnya.

Menurut Gus Karim, padahal pintu kebahagiaan anak adalah birrul walidain, selain itu doa kepada kedua orang tua dapat dijadikan wasilah untuk memecahkan masalah.

KOKAM Tegal

Hal kedua yakni orang yang bisa membaca Al-Qur’an tetapi dalam sehari tidak membaca (minimal) 100 ayat. Selanjutnya adalah orang yang masuk masjid tetapi tidak sampai menjalankan shalat 2 rakaat dan orang yang berjalan lewat kubur, tetapi tidak mengucap salam dan mendoakan. “Orang mati itu senang didoakan,” jelasnya.

Golongan kelima, orang bepergian jauh hari Jum’at. Meski diberi dispensasi, tapi sayang karena tidak jumatan padahal punya kesempatan.

Berikutnya orang yang tahu ada ulama tetapi tidak mau datang atau mencari ilmu. Lalu dua orang bertemu tapi tidak saling mengenal dan orang yang mendapat undangan tapi tidak hadir tanpa sebab.

Sembilan, pemuda yang menyia-nyiakan masa mudanya. “Jadilah pemuda yang cita-citamu di bintang meskipun kaki di atas bumi,” kata Pengasuh Pesantren Al Qur’aniy Solo itu.

Terakhir, yaitu orang yang tidak peduli pada tetangganya. Kepedulian itu tidak hanya berbentuk makanan, tapi juga dapat berupa sandang.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, AlaNu, Syariah KOKAM Tegal

Rabu, 28 Juni 2017

Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang

Pandeglang, KOKAM Tegal 



Pimpinan Pusat Muslimat NU mengadakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di gedung MUI Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (13/11). Kegiatan itu dihadiri pimpinan pondok dan santri serta pimpinan majelis taklim dengan jamaahnya. Jumlah keseluruhan peserta adalah 250 orang.

Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat di Pandeglang

Menurut Ketua Tim Germas PP Muslimat NU Erna Yuliana Sofihara, pemilihan pondok pesantren dan majelis taklim sebagai peserta karena basis anggota Muslimat NU ada di simpul simpul tersebut.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan rencana tindak lanjut (RTL) yang sudah dicanangkan di acara sebelumnya, yaitu orientasi Germas yang berlangsung di Serang.

Menurut Erna, kegiatan itu bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan pondok pesantren dan majelis taklim Muslimat Nadlatul Ulama tentang hidup sehat. Kemudian mereka diharapkan dapat menggerakan masyarakat, khususnya masyarakat binaanya untuk berperilaku hidup sehat.

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, saat ini Indonesia dihadapkan pada masalah kesehatan dengan masih tingginya penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernapasan atas, tuberkulosis, diare dan lainnya. Adanya peningkatan penyakit tidak menular itu seharusnya sudah teratasi. 

“Pada era sekitar tahun 1990, penyebab penyakit dan kematian terbesar adalah penyakit menular dan sejak tahun 2010 penyebab terbesar kesakitan dan kematian adalah penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, dan kencing manis,” jelasnya. 

Lebih lanjut, menurut dia, penyakit tidak menular saat ini dapat menyerang bukan hanya usia lanjut tetapi telah bergeser ke usia muda, dari semua kalangan ekonomi mampu dan tidak mampu dan tinggal di kota maupun di desa. 

Penyebabnya, erat kaitannya dengan pola hidupp masyarakat yang tidak sehat seperti kurang beraktivitas fisik, perubahan pola makan masyarakat yang cenderung untuk makan makanan olahan, siap saji, tinggi gula, garam dan lemak dan kurang makanan yang berserat seperti buah dan sayur menyebabkan gangguan pencernaan, dan juga kebiasaan merokok yang dapat menyebabkan bermacam macam penyakit diantaranya kanker paru-paru, kanker mulut serta kebiasaan buang air besar sembarangan. 

KOKAM Tegal

Karena itu, Muslimat memandang perlunya upaya nyata dari seluruh komponen bangsa dan peran aktif organisasi masyarakat untuk bersama-sama mengatasi masalah kesehatan karena masalah kesehatan tidak dapat diselesaikan sendiri oleh sektor kesehatan. 

“Atas kondisi inilah telah diterbitkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat disingkat Germas,” jelasnya. 

Muslimat NU sebagai penggerak masyarakat, lanjut Erna, mempunyai kapasitas untuk menggerakkan masyarakat agar meningkatkan peran aktifnya dalam peningkatan perilaku hidup sehat. Keberhasilan Muslimat NU dalam meningkatkan peran sertanya, dapat ditandai dengan adanya kader-kader kesehatan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk meningkatkan perilaku sehat individu, keluarga dan masyarakat dalam mewujudkan keluarga sehat baik kuantitas maupun kualitas yang berdampak pada penurunan angka kesakitan dan kematian.

“Sebagai salah satu organisasi masyarakat yang mempunyai visi dan misi membangun dan memberdayakan perempuan Indonesia seutuhnya, Muslimat NU telah ikut serta mendukung program Germas sejak tahun lalu,” pungkasnya. 

Kegiatan itu dibuka Bupati Pandeglang Irma Nurulita. Ia mengapresiasi Muslimat NU yang menjadikan Pandeglang sebagai mobilisasi Germas. 

Kemudian peserta diajak senam bersama dan cek kesehatan sebagai salah satu pola hidup sehat. Lalu para peserta mendapatkan makanan ringan serta buah dan sayur. (A-Zhoem/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, AlaNu KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock