Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AlaSantri. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Kudus, KOKAM Tegal. Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bersandar pada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Dengan demikian, organisasi ke depan akan berlangsung tertib dan teratur.

Demikian disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kudus Siti Nafisatun pada acara orientasi pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus di Pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Nafisatun menyatakan PD/PRT IPNU-IPPNU merupakan landasan dasar sebelum menentukan arah dan langkah-langkah perjuangan ke depan. Tanpa berpijak hal itu, perjalanan IPNU-IPPNU akan amburadul.

KOKAM Tegal

“Ibaratnya, PD/PRT adalah ‘kitab suci’nya IPNU-IPPNU yang harus dijadikan pegangan setiap kader maupun pengurus,” katanya di hadapan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus lengkap.

KOKAM Tegal

Ia mengharapkan semua anggota  maupun pengurus wajib memiliki PD/PRT. “Jangan sampai tidak memiliki. apalagi tidak pernah membaca PD/PRT,” tandas Nafisatun yang juga guru MANU Banat Kudus.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan program awal pasca konferensi cabang IPNU-IPPNU (19/6). Tujuannnya, untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen semangat kebersamaan pengurus harian yang baru terbentuk.

“Kita berkomitmen bersama-sama memajukan IPNU-IPPNU serta menjaga kekompakan sehingga tercipta soliditas yang kuat baik antar pengurus maupun dengan pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

Cirebon, KOKAM Tegal 

Menteri Pemuda dan Olahraga, H Imam Nahrawi mengatakan kehadiran Pagar Nusa telah membantu Pemerintah, membantu Indonesia; membangun Indonesia sekaligus mengkader dan mendidik anak-anak muda untuk memiliki prinsip yang kuat, jiwa yang sehat, sekaligus akhlak yang agung dan mulia. 

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

"Karenanya, saya Imam Nahrawi mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih, matur sembah nuwun kepada keluarga Pagar Nusa yang tak henti-hentinya terus melahirkan atlet-atlet, pendekar-pendekar yang mengharumkan di kancah dunia internasional," kata Imam pada Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di Lapangan Puser Bumi Ciperna, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (28/1).

Imam sempat menyinggung perhelatan Asean Games yang akan diselenggarakan di Indonesia Agustus 2018 mendatang.

KOKAM Tegal

Menurutnya, untuk pertama kalinya Pencak Silat dipertandingkan di Asean Games. Keikutsertaan Pencak Silat, katanya, bukan karena Menpora pernah menjadi bagian dari keluarga Pagar Nusa, tapi karena memang Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Asia, bahkan dunia. 

Menpora mengaku senang karena akan ada pendekar dari Pagar Nusa yang menjadi peserta pada perhelatan tersebut. 

"Yang saya senang adalah informasinya, salah satu peserta Pencak Silat nanti akan berasal dari Pagar Nusa," katanya. 

(Baca: Silaturahmi Kebangsaan,10.000 Pendekar Pagar Nusa Konsolidasi di Cirebon)Untuk memaksimalkan Indonesia mendapat banyak medali, Imam berharap agar Ijazah Kubro tidak hanya diberikan kepada para pendekar Pagar Nusa, tapi juga pesilat-pesilat lain agar membawa medali emas untuk Merah Putih. 

KOKAM Tegal

Hadir Rais Aam PBNU KH Ma ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sesepuh Cirebon KH Mukhlas Dimyati, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Hidayatullah, Wakil Sekretaris PBNU H Andi Najmi Fuadi, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen dan sekitar sepuluh ribu pendekar dan Nahdliyin.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pagar Nusa. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, AlaSantri, Hikmah KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Hentakan Tari Zapin di Solo

Solo, KOKAM Tegal. Pada malam kedua peringatan haul Habib Ali Al-Habsyi di Masjid Riyadh Solo, para peziarah dapat melihat sebuah tontonan yang menarik, yakni Tari Zapin.



Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Hentakan Tari Zapin di Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Hentakan Tari Zapin di Solo

Tari tersebut dimainkan oleh satu orang atau lebih, dengan berjinjit-jinjit mereka menari bergerak ke belakang, kemudian berputar lalu bergerak kembali ke depan.

“Setiap acara haul di Solo, penampilan tari Zapin ini salah satu yang saya nantikan,” ujar Muhammad, pengunjung asal Pekalongan, , Ahad (3/3) kemarin.

KOKAM Tegal

Zapin sendiri berasal dari bahasa arab yaitu "zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut hentak pukulan. Zapin merupakan hasanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu Zapin yang didendangkan.

KOKAM Tegal

Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marawis. Sebelum tahun 1960, Tari Zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki, namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan.

Di Nusantara, Tari Zapin ini sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama. Tarian ini juga ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia, Sarawak, Kep. Riau, Pesisir Kalimantan dan Brunei.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, KOKAM Tegal. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada KOKAM Tegal di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

KOKAM Tegal

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Tahun 1960-an dapat disebut sebagai tahun panas, penuh pergolakan politik. Bahkan bidang sastra pun tak luput dari hal tersebut. Salah satu peristiwa yang mencuat di dunia sastra kala itu, ketika seorang tokoh Muhammadiyah, Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA) ‘didakwa’ atas tuduhan plagiarisme.

Polemik ini berawal ketika seorang yang bernama Abdullah Said Patmadji (Abdullah Sp) mengirimkan beberapa resensi yang dimuat secara berkala di rubrik kebudayaan “Lentera” harian Bintang Timur milik Partai Komunis Indonesia (PKI).

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sepenggal Cerita NU Membela Tokoh Muhammadiyah

Dalam salah satu tulisannya yang berjudul Aku mendakwa Hamka Plagiat (Bintang Timur, 5 dan 7 Oktober 1962), Abdullah Sp, menuduh buku novel Tenggelamnja Kapal van der Wijck karya Hamka merupakan plagiasi dari novel Magdalena, karya seorang sastrawan Mesir, Mustafa Al-Manfaluthi.

KOKAM Tegal

Sontak hal tersebut memunculkan pro-kontra dari berbagai kalangan, termasuk dari kalangan Nahdliyyin. Duta Masjarakat, salah satu koran harian milik Nahdlatul Ulama (NU) menuliskan dua artikel yang berjudul Hamka membantah hasil karjanja djiplakan dan Pembitjaraan akhir seorang sastrawan. Isi keduanya cenderung memberikan pembelaan kepada Hamka.

Berikutnya pada 7 Maret 1963, Duta Masjarakat memuat tulisan A.S. Alatas. Menurut pendapat Lektor Kepala Luar Biasa Bahasa Arab di Fakultas Sastra Universitas Indonesia itu, tokoh wanita dalam Magdalena, tidaklah mirip dengan tokoh Hajati dalam novel Hamka.

Sedangkan Usmar Ismail, seorang pegiat Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) milik NU, memilih sikap hati-hati dalam mengutarakan pendapat. Menurut Usmar, seorang seniman sedikit banyak akan mendapatkan pengaruh dari karya-karya dari orang lain.

KOKAM Tegal

Dan saja sebagai pengarang sangat terpengaruh pada Ibsen dan Steinbeck dan itu djelas kelihatan pada lakon-lakon karja saja “Api”. Terlebih-lebih pengarang muda, maka sulit untuk menolak pengaruh dari pengarang lain baik luar maupun dalam negeri.

Tapi bagi saja plagiat adalah bukan soal pengaruh, dia adalah persamaan tema, plot, problem dan seluruhnja sama tanpa ada keakuan sipengarang dan soal ini tidak demikian pada karja Hamka tersebut. (Bintang Timur, 21 Oktober 1962)

Dalam buku Aku Mendakwa Hamka Plagiat, Skandal Sastra Indonesia 1962-1964 (Muhidin M Dahlan, 2011), dijelaskan bahwa tema serupa menjadi perdebatan yang berlangsung cukup lama, yakni kisaran tiga tahun. Muhidin M Dahlan mengungkapkan, kala itu ‘dakwaan plagiarisme Hamka’ tak menjadi sekedar isu sastra semata, tapi juga sentimen ideologi politik. Di mana hubungan politik Islam dan ideologi politik yang dominan (Sukarno, PKI, Tentara) memburuk saat Masyumi dinyatakan sebagai partai terlarang. (Ajie Najmuddin)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Jember, KOKAM Tegal - Dalam rangka meringankan beban derita dan kepiluan etnis Rohingya, Myanmar, Polres  Jember  mengumpulkan dana dari jajaran internal Polres, Selasa (12/9). Acara yang bertitel Aksi Kemanusiaan Peduli Rohingya ini digelar di Mapolres Jember dengan mengundang Pengurus Baznas Jember.

Dana yang  terkumpul dadakan dari  kantong para polisi, termasuk Kapolres Jember Kusworo Wibowo mencapai Rp. 13.294.000. Dana itu langsung diserahkan kepada Ketua Baznas Jember HM Misbahus Salam.

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)
Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya (Sumber Gambar : Nu Online)

Internal Polres Jember Galang Dana Peduli Rohingya

Kusworo menegaskan, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap nasib dan penderitaan etnis Rophingya. Karena itu, ia mengaku terketuk hatinya untuk sebisa mungkin membantu meringankan beban berat etnis Rohignya.

"Saya ingin menginisiasi gerakan peduli kemanusiaan untuk etnis Rohingya, dan itu harus dimulai dari pribadi-pribadi di institusi yang saya pimpin," tukasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, HM Misbahus Salam  menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk jajaran Polres Jember yang telah mengumpulkan sumbangan untuk entis Rohingya. Sumbangan tersebut, katanya, wajib disampaikan kepada yang berhak, yaitu etnis Rohingya.

KOKAM Tegal

"Namun kami masih belum tahu teknisnya, apakah sumbangan  itu lewat Kemensos ataukah Kemenlu, kami masih akan koordinasi dulu," jelasnya kepada KOKAM Tegal.

Ia berharap agar gerakan peduli kemanusiaan yang digelar Polres Jember benar-benar bisa menginspirasi instansi lain, khususnya Polres yang berbagai daerah untuk melakukan hal yang sama sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok minoritas yang tengah dianiaya itu.

"Coba misalnya, setiap Polsek, bahkan Polres lain juga melakukan  gerakan serupa, berapa dana yang bisa disumbangkan untuk Rohingya," urainya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sumenep, Nu Online

Sejumlah organisasi kepemudaan memadati lantai dua Aula Utami dalam rangka mengikuti pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonisia (PC PMII) Sumenep masa khidmat 2017-2018.

Tidak semata pelantikan, kegiatan juga diisi seminar terkait pembanguna desa.

Menurut Andrian Firmansyah, forum tersebut sebagai bukti peka dan seriusnya PMII dalam mengawal pembangunan desa. "Saya mengapresiasi respon para aktifis atas isu kekinian, dan semoga senantiasa aktif mengawal ini," kata Ketua PC PMII Sumenep yang baru dilantik tersebut.

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sedangkan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur yang diwakili Imam Bongkar, berharap agar kepengurusan yang baru dilantik benar-benar serius menjalankan amanah organisasi baik dalam hal merawat kader, mengawal kedaulatan rakyat dan kebijakan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan mantan ketua PMII Sumenep sebelumnya, Alif Rofiq. “Tolok ukur kawalan PMII terhadap pembangunan desa tidak cukup dengan kegiatan seremonial, melainkan perlu turun langsung di setiap kebijakan kepemerintahan,” katanya.

KOKAM Tegal

Pelantikan dihadiri sejumlah senior dan sejumlah Ketua PC PMII Sumenep dari masa kemasa. Juga terlihat perwakilan dari HMI, IPNU, IMM, IPPNU, GP Ansor, GMNI, sebagian pejabat, serta bupati, A Buya Busyro Karim. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Solo, KOKAM Tegal

Melalui Badan Semi Otonom (BSO) yaitu Terkepal, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Kentingan mengadakan kegiatan diklat jurnalistik Solo, selama dua hari (25-26/3). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat PC PMII Kota Solo Jl Sawo III No 25 Klangsuran, Karangasem, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Kegiatan bertema ‘Menumbuhkan Budaya Literasi dalam Menjawab Tantangan Zaman’ tersebut memiliki tujuan yaitu sebagai salah satu sarana untuk mendorong anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dalam dunia literasi. Selain itu, kegiatan ini sebagai sarana open recruitmen di dalam BSO Terkepal sendiri.

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)
Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik (Sumber Gambar : Nu Online)

Tumbuhkan Budaya Literasi, PMII Kentingan Adakan Diklat Jurnalistik

Joko Priyono selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan ini selain mendorong dalam hal literasi kepada setiap peserta yang mengikuti diklat ini namun juga menekankan pada peran dan tanggung jawab sebagai anggota maupun kader PMII Komisariat Kentingan.

Dalam sambutannya dia menyampaikan kutipan dari Pramoedya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.

“Yang perlu digaris bawahi dari kutipan tersebut adalah masyarakat dan sejarah, kalau dihubungkan dengan organisasi PMII, bahwasannya dua tanggung jawab kita adalah memperjuangkan NKRI dan menyiarkan Islam yang berlandaskan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Tentu dengan melihat tanggung jawab tersebut harapannya melalui dunia literasi kita akan selalu berusaha untuk mewujudkan dua hal tersebut,” papar Joko.

KOKAM Tegal

Dalam kesempatan lain, Tsaniananda, Ketua PMII Komisariat Kentingan, mengatakan bahwa literasi merupakan kata lain dari keberaksaraan yang mengandung dua hal yang pokok yaitu membaca dan menulis.

“Untuk memulai menumbuhkan budaya tersebut tentu kita harus memulai dengan hal yang sederhana seperti membiasakan untuk membaca, dan kemudian dikembangkan melalui metode berpikir yang nantinya bisa disampaikan lewat tulisan. Kalau budaya literasi tidak dikembangkan apakah kita akan masih berharap seperti para pejuang-pejuang literasi terdahulu seperti Al-Ghozali, Al-Kindi, Hatta, Pramoedya ataupun yang lainnya”, Terang Ninda.

Kegiatan yang diikuti oleh sebanyak 17 peserta yang terdiri dari anggota dan kader PMII Komisariat Kentingan dengan cakupan lima materi yakni masing-masing adalah Penulisan Keilmiahan, Pengenalan Pers dan Jurnalistik, Pelatihan Desain Grafis, Teknik Penulisan Berita dan Opini di Media dan Gerakan Sosial Media. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Aswaja, AlaSantri KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

Pangandaran, KOKAM Tegal

Puluhan Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan PMII Kabupaten Ciamis di SMP Plus Ma’arif NU Pangandaran pada (25/03).

Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis Aep Saepudin, mendorong semua anggota PMII yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk senantiasa menjadi kader yang bisa diandalkan oleh siapa pun, terutama oleh masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

“Saya tidak menginginkan anggota PMII hanya menjadi jago kandang. Akan tetapi perlu bentuk nyata yang diperbuat oleh semua anggota terhadap masyarakat maupun pemerintah, khususnya Kabupaten Pangandaran,” tegas Aep dalam sambutan pembukaan PKD.

KOKAM Tegal

Penguatan jati diri kader, lanjut Aep, merupakan upaya memperkokoh PMII serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, di era yang serba modern ini pemuda khususnya, dihadapkan pada berbagai persoalan sumber daya manusia (SDM) yang dibenturkan iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

KOKAM Tegal

“Jadi, anggota PMII wajib mempunyai kemampuan yang bisa menjawab persoalan yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Pangandaran. Selain itu, tantangan MEA jangan dijadikan oleh pemuda untuk bersembunyi di balik ketidakmampuan dalam bersaing dalam berbagai bidang,”, pungkasnya.

Sejumlah 26 mahasiswa yang telah menjadi anggota PMII Kabupaten Pangandaran akan mengikuti kegiatan PKD tersebut hingga Ahad, (27/3). Mereka akan mendapat materi yang diprioritaskan yaitu pendalaman ideologi Ahlussunnah wal -Jama’ah serta ke-PMII an.

Di tempat yang sama, Asisten Daerah 2 Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin, berharap PMII Kabupaten Pangandaran segera mandiri dari Kabupaten Ciamis. Pasalnya, untuk lebih mempermudah hubungan antara PMII dan pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Saya yakin PMII dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran karena kami sangat membutuhkan para intelektual muda yang dapat berkontribusi aktif terhadap pemerintah. Apalagi sekarang zamannya semakin maju dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks,” ujarnya kepada KOKAM Tegal.

Undang berharap Kabupaten Pangandaran yang baru saja memiliki pemimpin baru dengan visi dan misinya harus didukung oleh semua elemen masyarakat, khususnya PMII.

“Apapun yang menjadi visi dan misi Bupati Pangandaran perlu didukung oleh kita semua. Permasalahan pahit atau manisnya kita akan melihat hasil setelah kita bersama-sama membangun Pangandaran bersama-sama,” pungkasnya. (Muhafid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, RMI NU KOKAM Tegal

Dirjen Haji Kemenag RI Mestinya Tunda Mereka Yang Sudah Haji

Jakarta, KOKAM Tegal. Keterbatasan kuota haji yang membuat panjangnya antrean, berdampak pada kecilnya kesempatan masyarakat untuk menunaikan ibadah haji. Karenanya, banyak orang harus menunggu antrean hingga belasan bahkan 27 tahun. Di tengah kepadatan antrean ini, perlu ada peraturan Dirjen Kemenag RI yang memprioritaskan calon jamaah yang belum berhaji.

Dirjen Haji Kemenag RI Mestinya Tunda Mereka Yang Sudah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirjen Haji Kemenag RI Mestinya Tunda Mereka Yang Sudah Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirjen Haji Kemenag RI Mestinya Tunda Mereka Yang Sudah Haji

Pernyataan ini merupakan hasil kajian para kiai NU pada sidang bahtsul masail pra muktamar NU di pesantren Krapyak, Yogyakarta, Sabtu malam hingga Ahad dini hari (28-29/3).

Menurut KH Aniq Muhammadun dari Pati, pemerintah dalam hal ini Dirjen Haji Kemenag RI berkewajiban mendahulukan kewajiban haji yang bersifat fardhu ain (haji pertama setiap orang) dibanding kewajiban fardhu kifayah (haji tidak wajib seperti haji kedua dan seterusnya).

KOKAM Tegal

“Bila terjadi kepadatan antara fardhu kifayah dan fardhu ain, maka fardhu ain yang dimenangkan. Kalau pemerintah tidak mengikuti kaidah ini, kesalahan ada di pemerintah, bukan di pendaftar,” kata Rais Syuriyah PCNU Pati ini.

KOKAM Tegal

Sebenarnya, kesalahan terletak pada Dirjen Kemanag RI ketika terjadi keberangkatan kedua atau ketiga orang sudah menunaikan haji wajib. Pasalnya pemerintah memiliki hak untuk mengatur keberangkatan. “Pemerintah kan bisa mendata mana warga yang belum dan warga yang sudah haji,” kata pengasuh pesantren Manbaul Ulum, Pati.

Mestinya Dirjen Haji Kemenag RI memiliki database agar mereka yang sudah pernah melangsungkan ibadah haji dapat ditunda keberangkatannya untuk kedua kali dan seterusnya. “Kasihan juga mereka yang mendaftar saat usia sudah agak lanjut lalu mengantre di belakang mereka yang sudah berangkat?”

“Pemerintah perlu membuat undang-undang ini karena terdapat mashlahah ammah berupa pemberian kesempatan haji bagi orang lain yang belum menunaikan haji wajib,” tandas Kiai Aniq yang usulannya diterima forum bahtsul masail pra muktamar PBNU di Krapyak. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Amalan KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Muslimat NU Ikut Andil Pertahankan NKRI

Jombang, KOKAM Tegal - Sejarah mencatat terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan hasil kontribusi beragam pihak. Dan upaya untuk mempertahankan NKRI itu juga atas dasar kebersamaan dari berbagi pihak atau kalangan, tak hanya dari kalangan laki-laki, perempuan, yaitu Muslimat NU di masanya juga ikut andil.



Pernyataan ini disampaikan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Jombang, Hj Mundjidah Wahab saat kegiatan resepsi Harlah ke-71 Muslimat NU di alun-alun Jombang, Sabtu (13/5/2017) pagi menjelang siang.

Muslimat NU Ikut Andil Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Ikut Andil Pertahankan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Ikut Andil Pertahankan NKRI

Menurut Wakil Bupati Jombang ini, pada tahun 1960-an sejumlah Pengurus Muslimat NU di tanah air juga ikut pelatihan bela negara. Seperti pada umumnya pelatihan bela negara, mereka juga dituntut berlatih dengan profesional, cara mengoperasikan berbagai macam senjata juga harus dikuasai.

KOKAM Tegal

"Ketika tahun 1960-an, Muslimat NU juga ikut pelatihan bela negara, mereka bawa tembak dan seterusnya, semuanya telah dilakukan Muslimat NU untuk menjaga NKRI," ungkapnya.

KOKAM Tegal

Karenanya, kontribusi Muslimat NU untuk bangsa dan negara hingga di usia yang ke-71 ini sudah tidak diragukan lagi. "Kontribusi Muslimat NU dengan umur yang bisa disebut sudah tua, sudah banyak pula untuk negara," jelas putri dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Abdul Wahab Chasbullah ini.

Namun demikian, bagaimanapun kondisi bangsa dan negara yang terjadi belakangan ini patut untuk terus diperhatikan oleh kader-kader Muslimat NU. Terlebih adanya individu atau kelompok yang mengancam terhadap keutuhan NKRI.

Hadir pada resepsi Harlah ke-71 Muslimat NU, ratusan pengurus Muslimat Jombang dari sejumlah daerah. Hadir pula perwakilan Pengurus Pusat (PP) Muslimat, Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta. Tampak juga Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dengan beberapa pejabat pemerintah serta perwakilan partai politik. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, AlaSantri KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah

Boyolali,KOKAM Tegal. Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sawit mengadakan kegiatan sosial donor darah bertempat di Masjid Al-Ikhsan Desa Soka, Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/9).

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah

Menurut Ketua Ansor Sawit Munshorif kepedulian sosial tersebut sekaligus menjadi cara untuk mendekatkan Ansor kepada masyarakat.“Alhamdulillah, dari anggota banom (Ansor, Muslimat dan Fatayat) dan masyarakat, banyak yang berminat untuk ikut mendonorkan darah mereka,” kata Munshorif, saat ditemui KOKAM Tegal di sela acara.

Usai acara donor darah, kegiatan dilanjutkan dengan acara pengajian Majelis Sholawat Rijalul Ansor yang diselenggarakan pada malam harinya. Dalam kesempatan itu, para jamaah mendengarkan tausiyah dari Rais Syuriyah MWCNU Sawit Kiai Joko Parwoto, yang menerangkan tentang keutamaan berzikikir.

KOKAM Tegal

“Zikir dibaca keras maupun pelan, sama bagusnya. Seperti yang dibaca pada malam ini, kita berzikir dengan keras untuk syiar, jangan kalah sama dangdutan,” tutur pengasuh Pesantren I’jazul Qur’an itu.

Dijelaskan lebih lanjut, mengutip di dalam kitab minahussaniyah dianjurkan untuk istiqomah dalam berzikir. “Yang penting istiqomah dalam berzikir. Walaupun ketika berzikir, terkadang hati kita lupa, itu lebih baik daripada tidak berzikir sama sekali,” jelas Kiai Joko. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku

Cirebon, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kaukus Muda Nahdlatul Ulama Cirebon meluncurkan sebuah buku bertajuk “Jare Ente Priben: Gagasan dan Inspirasi Refleksi Kemerdekaan RI” di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotamadya Cirebon, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/8) malam.

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku

Dalam buku berjilid warna kuning dengan gambar peta Indonesia tersebut,? dimuat sebanyak 34 artikel yang merupakan hasil tulisan dari kalangan muda? NU yang tersebar di Kabupaten dan Kota Cirebon.

Seperti yang diungkapkan Johandi, koordinator Kaukus Muda Nahdlatul Ulama Cirebon, buku tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah bahan bacaan sekaligus refleksi bagi masyarakat Cirebon terkait dengan pemaknaan hari kemerdekaan Indonesia.

KOKAM Tegal

“Buku ini menyajikan gag? san, inspirasi dan inovasi beberapa tokoh muda NU yang dimotori Kaukus Muda NU Cirebon dalam berkiprah dan berdedikasi untuk bangsa Indonesia yang kita cintai,” ungkap Johandi.

KOKAM Tegal

Secara terperinci Johandi menjelaskan, isi dari buku ini sebagian besar memuat tentang? pemaknaan kemerdekaan secara bebas dari para penulisnya, akan tetapi, menurutnya, semua terbingkai pada semangat kritik? untuk perubahan sosial masyarakat Cirebon.

“Isinya bukan semata joke, kecaman, atau kepedihan, melainkan refleksi untuk mendudukkan manusia Indonesia dalam porsi penilai bebas, bebas menilai negeri yang dicintai ini dengan perspektif nan variatif, bebas mengatakan mau apa, mau dibawa ke mana negeri ini, bebas pula menilai pemimpinnya,” katanya.

Buku yang dicetak untuk kalangan terbatas ini dibagikan secara gratis kepada para peserta yang berkesempatan hadir. Dalam diskusi dan peluncuran tersebut, hadir pula beberapa perwakilan dari pengurus badan otonom, lembaga, lajnah serta organisasi ke-NUan lainnya. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, AlaSantri KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Washington, KOKAM Tegal. Gedung Putih mengumumkan ringkasan dari rincian teknis pakta nuklir dengan Iran dan kemudian menjabarkan rencana penerapannya kepada anggota kongres Amerika Serikat (AS). Ini dilakukan di tengah adanya konflik dengan sejumlah anggota Kongres yang menentang pendekatan AS ke Teheran.

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Kepada Kongres di Capitol Hill, Kamis, pemerintah AS membagikan rencana implementasi pakta nuklir dengan Iran setebal 30 halaman dengan syarat hal ini tetap dirahasiakan dari publik, demikian keterangan sejumlah pejabat Kongres. Demikian dilansir oleh wall street journal.

Ringkasan kesepakatan nuklir ini berisi rencana mendetail penerapan pakta yang berjangka waktu enam bulan tersebut. Kesepakatan ini dibuat guna membatasi kemajuan program nuklir Iran untuk ditukar dengan kelonggaran sanksi ekonomi oleh Barat.

KOKAM Tegal

Sementara itu, sebuah koalisi Republik dan Demokrat ingin memberlakukan sanksi ekonomi baru untuk menjamin Teheran tidak membeli senjata nuklir.

KOKAM Tegal

Pemerintah AS mengatakan sanksi baru ini dapat merugikan upaya diplomasi penyusunan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan ia akan memveto setiap undang-undang sanksi baru.

“Hari ini kami memang membagikan dokumen yang berisi pemahaman teknis terkait penerapan Rencana Aksi Gabungan,” ujar kepala humas Gedung Putih, Jay Carney. “Jenis dokumen seperti ini tidak selalu dirilis ke publik.”

Sejumlah staf anggota Kongres mengatakan dirilisnya dokumen rahasia kepada Kongres –dan perilisan ringkasannya — tidak akan mampu membendung perdebatan mengenai kebijakan AS terhadap program nuklir Iran. Beberapa staf Kongres yang membaca dokumen rahasia yang lebih mendetail menyayangkan bagaimana dokumen ini tidak menjabarkan bagaimana komunitas internasional menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kesepakatan tersebut.

Mereka juga mengkhawatirkan bahwa, menurut dokumen itu, Iran akan meneruskan beberapa riset dan pengembangan nuklir dalam periode enam bulan tersebut. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada 20 Januari nanti.

Dokumen ini juga tidak menjabarkan cara pelucutan reaktor nuklir besar Iran di kota Arak. Jika diaktifkan, reaktor ini diyakini mampu menghasilkan plutonium, yang dapat digunakan dalam perakitan senjata nuklir.

Menurut ringkasan yang disusun Gedung Putih, sebuah “Komisi Gabungan” telah didirikan oleh Iran dan negara besar dunia guna mengawasi penerapan kesepakatan tersebut.

Komisi Gabungan akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, “untuk menyusun sebuah resolusi bagi program nuklir Iran, dengan mempertimbangkan kecemasan di masa lalu dan masa sekarang.”

Dokumen ini juga menjabarkan periode pembayaran pendapatan minyak sebesar US$ 4,2 milyar untuk Iran, selama enam bulan, yang dibekukan di bank-bank luar negeri. Pembayaran ini tergantung pada komitmen Iran dalam membuang semua cadangan uraniumnya, dengan tingkat kemurnian 20%, yang menjadi bahan bakar senjata nuklir. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, AlaSantri KOKAM Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD

Jember, KOKAM Tegal. Kepemimpinan khilafah yang kerap disuarakan kalangan tertentu membuat gerah PMII IAIN Jember. Organisasi mahasiswa yang bermarkas di IAIN Jember ini mengirim surat ke ? semua Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sejumlah organisasi masyarakat itu, Kamis (11/6). Surat ini memuat imbaun agar segenap masyarakat tetap menjaga keutuhan NKRI dan tidak terpancing wacana pembentukan kepemimpinan khilafah.

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD

"Ini penting kami sampaikan agar Indonesia tetap utuh. Kepemimpinan khilafah yang sering didengung-dengungkan pihak tertentu itu sangat potensial mencabik-cabik keutuhan bangsa Indonesia," kata Ketua PMII IAIN Jember Afton Sholeh kepada KOKAM Tegal, Kamis (11/6).

Menurutnya, keinginan segelintir orang untuk menegakkan khilafah islamiyah di negeri yang majemuk ini, bertetangan dengan Pancasila yang sudah disepakati bersama sebagai dasar negara.

KOKAM Tegal

Untuk itu, Afton berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk melawan setiap gerakan yang berbau khilafah.

"Sebagai kader NU, kita wajib menentang segala bentuk upaya yang ingin menghancurkan NKRI," jelasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, dalam nafas yang sama, GP Ansor Jember juga tak kalah gerahnya dengan kicauan segelintir orang tentang perlunya kepemimpinan ? khilafah. Pemuda Ansor Jember ini menyampaikan aspirasinya dalam baliho ukuran jumbo yang dipasang di ujung jembatan, jalan Brantas, Jember.

Di baliho itu, tertulis "Jangan Usik NKRI dan Pancasila oleh Khilafah" dengan back ground ? foto Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Kepada sejumlah media, Ayub mengatakan bahwa baliho itu adalah sebuah peringatan agar tidak ada yang main-main dengan Pancasila dan NKRI.

"Hentikan bicara khilafah, atau kami yang akan bergerak", ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Tegal, Nahdlatul KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras

Pekalongan, KOKAM Tegal. Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengeluarkan zakat sebanyak 130 ton beras pada malam Idul Fitri 1438 H.

Pengeluaran zakat Habib Luthfi tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebanyak 68 ton beras dari tahun sebelumnya.

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras

Dari zakat yang dikeluarkan, Habib Luthfi menyalurkan kepada panti panti asuhan yatim piatu di wilayah Pekalongan dan sekitarnya dengan dibantu puluhan santri, armada 6 truk dari Brigif 407 dan Brimob Pekalongan sebanyak 2 truk serta puluhan armada kecil.

Penanggung jawab penyaluran zakat, Fatkhurrohman, kepada KOKAM Tegal mengatakan, untuk tahun ini memang ada peningkatan yang cukup banyak bila dibanding tahun lalu dan semuanya berasal dari pribadi Habib Luthfi bin Yahya.

"Apa yang telah dilakukan Habib Luthfi merupakan kegiatan rutin setiap malam Idul Fitri dan itu dilakukan sudah berjalan cukup lama," ujar Fatkhurrahman.

KOKAM Tegal

Dikatakan, disamping didistribusikan kepada panti panti asuhan yatim piatu dan pondok pesantren, Habib Luthfi juga secara rutin mengirimkan zakatnya ke polsek-polsek di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Pendistribusian zakat dimulai sejak usai shalat maghrib dan ditargetkan rampung sekitar jam 3 pagi disaksikan langsung oleh Habib Luthfi di kediamannya di Jalan dr Wahidin Gang Noyontaan 7 Pekalongan Jawa Tengah. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kyai, AlaSantri, Sunnah KOKAM Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Jakarta, KOKAM Tegal

Rukyatul hilal bil fi’li atau observasi hilal di lapangan untuk penentuan awal Ramadhan 1431 H akan diadakan Selasa (10/8) hari ini bertepatan dengan tanggal 29 sya’ban 1431 H.



Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Perdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah dalam almanak PBNU untuk markas Jakarta, ijtima’ terjadi pada Selasa pukul 10.08 WIB. Hilal berada 4 derajat 13 menit di sebelah selatan matahari pada ketinggian 2 derajat 22 menit dalam posisi miring ke selatan dan berada di atas ufuk selama 11 menit 46 detik.

Berdasarkan data hisab itu, hilal mungkin dapat dirukyat karena berada di atas standar imkanur rukyat (visibilitas pengamatan) yang telah disepakati oleh negara-negara anggota MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

KOKAM Tegal

Namun kepastian awal bulan masih menunggu hasil rukyat ini, karena dalam ketinggian tersebut itu hilal masih sangat sulit dirukyat, atau masih berada di batas minimal visibilitas pengamatan.

KOKAM Tegal

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, rukyatul hilal bil fi’li akan diadakan di sembilan puluh titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU.

“Rukyah akan dilaksanakan oleh seratus dua puluh perukyah bersertifikat nasional di samping para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan pesantren setempat, serta bekerja sama dengan instansi terkait,” kata Kiai Ghazali kepada KOKAM Tegal.

Ditambahkan, Lajnah Falakiyah PBNU juga akan menerjunkan sebagian anggota pengurus untuk memantau langsung pelaksanaan rukyat di lapangan.

Hasil penyelenggaraan rukyatul hilal bil fi’li dilaporkan kepada PBNU dan Departemen Agama dengan kriteria-kriteria yang ditentukan, baik secara syar’i, astronomis maupun secara teknis administratif. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, AlaSantri KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

JPPR Usul Muktamirin Angkat Isu Penggunaan Fasilitas Negara untuk Kampanye

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) menemui Panitia Muktamar Ke-33 NU di Gedung PBNU, Jakarta, Selasa (26/5) sore. Mereka mengajukan saran agar peserta muktamar NU membahas isu penyalahgunaan fasilitas dan dana pemerintah daerah oleh pejabat maupun kelompoknya untuk kepentingan kampanye.

Kepada Ketua PBNU H Syahrizal Syarif, Ketua Panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz, dan Kepala Sekretariat Muktamar Sarmidi Husna, mereka menyebutkan sederet catatan hitam kasus para pejabat yang menyalahgunakan fasilitas dan dana negara untuk kepentingan kampanye pribadi maupun kelompok.

JPPR Usul Muktamirin Angkat Isu Penggunaan Fasilitas Negara untuk Kampanye (Sumber Gambar : Nu Online)
JPPR Usul Muktamirin Angkat Isu Penggunaan Fasilitas Negara untuk Kampanye (Sumber Gambar : Nu Online)

JPPR Usul Muktamirin Angkat Isu Penggunaan Fasilitas Negara untuk Kampanye

“Keputusan dan seruan moral muktamirin akan dapat menurunkan potensi korupsi terhadap penggunaan dana publik,” kata Koordinator Nasional JPPR Masykurudin Hafidz kepada KOKAM Tegal di Jakarta, Selasa (26/5) sore.

KOKAM Tegal

JPPR mengemukakan temuan penyalahgunaan sarana dan dana publik untuk kepentingan kampanye dalam rentang waktu 2005 hingga 2010. Pejabat itu tidak segan memanfaatkan kendaraan dinas, kantor, rumah dinas, rumah jabatan milik pemerintah, radio daerah, dan telekomunikasi milik pemerintah untuk kepentingan politik pribadi maupun kelompoknya.

Menurut catatan JPPR, kampanye terselubung semacam itu juga terjadi dalam praktik penyaluran bantuan sosial ke lapisan masyarakat dengan menggunakan dana pemerintah setempat dengan menitipkan atau mengatasnamakan pasangan calon tertentu.

KOKAM Tegal

Kampanye terselubung begitu, kata Masykur, kerapkali mengelabui masyarakat pemilih. Karena program pemerintah dan aktivitas kampanye sulit dibedakan karena samarnya. Sementara regulasi yang menyebutkan sanksi kampanye terselubung seperti ini tidak cukup spesifik karena pelanggaran seperti ini tidak tertangani.

Atas dasar pertimbangan ini, JPPR menilai pentingnya suara muktamirin secara keagamaan dan moral sosial untuk mengingatkan pasangan calon, tim sukses, dan masyarakat pemilih agar sedianya menjauhi penyalahgunaan fasilitas negara untuk kepentingan kampanye.

Usulan ini, lanjut Masykur, kalau diterima akan sangat berguna sekali sebagai panduan sikap terutama menjelang Pilkada serentak yang akan dilangsungkan pada September, Oktober, dan November 2015. Suara muktamirin tentunya akan tetap relevan di masa-masa kampanye mendatang.

“Pak Syahrizal dan Mas Imam positif menerima usulan ini. Mereka akan merapatkannya dengan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU,” tandas Masykur. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Lampung Utara,KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lampung Utara menggelar Kemah Santri Nusantara 2017 di Bumi Perkemahan Negara Batin Kecamatan Sungkai Utara , Lampung Utara. Kegiatan dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) Gerakan Pemuda Ansor? tersebut berlangsung Ahad-Selasa (26-28/3)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Utara Kemah Santri Nusantara 2017

Ketua GP Ansor Lampung Utara Masir Ibrahim mengatakan, tujuan kegiatan tersebut selain untuk memperingati hari lahir Gerakan Pemuda Ansor Ke-83, juga sekaligus menjalin silaturahim dan kebersamaan antarsantri se-Lampung Utara.

"Kemah Santri Nusantara? ini dihadiri seluruh peserta yang terdiri dari berbagai pondok pesantren dan pemuda yang ada di Lampung Utara, dan seluruh perkumpulan kepemudaan se-Lampung Utara. Mereka akan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia," ujarnya.

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, selain kemah bersama, akan dilaksanakan beberapa kegiatan seperti Bhakti Sosial, Lomba Olahraga, Lomba Baca Kitab Kuning, Hadrah, Kaligrafi dan lainya

KOKAM Tegal

"Nanti akan ada banyak item kegiatan yang diselenggarakan. Target kami, seluruh pondok pesantren se-Lampung Utara akan mengikutinya. Jadi akan terdiri kurang lebih 600 peserta," tutur Masir.

Dirinya berharap, acara tersebut dijadikan momentum untuk selalu membangkitkan semangat santri dan pemuda Lampung Utara dalam pembangunan, serta dapat mempererat persatuan dan kesatuan antar santri dan pemuda .

"Jangan cuma kita lihat seremonialnya, namun akan banyak manfaat yang bisa didapatkan dari Kemah Santri Nusantara ini," tutup Masir. (Cikael/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Sejarah, Amalan KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Warga Lampung Siapkan Rapat Akbar Tolak FDS

Bandar Lampung, KOKAM Tegal ?



Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung KH Sholeh Bajuri menjelaskan berbagai aksi ? akan digelar dalam rangka menolak Kebijakan Kemendikbud tentang full day school (FDS). Di antaranya adalah Pertemuan dan dialog dengan Pengurus Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI) Pusat KH Lukman Hakim yang akan membahas tentang Maksimalisasi Peran RMI terkait Program Ayo Mondok dan Penolakan terhadap FDS.

Warga Lampung Siapkan Rapat Akbar Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Lampung Siapkan Rapat Akbar Tolak FDS (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Lampung Siapkan Rapat Akbar Tolak FDS

"Kegiatan dialog ini akan dilaksanakan pada malam hari setelah Kegiatan Pembukaan Liga Santri di Rumah Dinas Bupati Lampung Timur pada Hari Senin 28 Agustus 2017," katanya saat ditemui pada diskusi rutin Bahtsul Masail di Bandarlampung, Sabtu (26/8) malam.

Ia menambahkan, pada Pembukaan Liga Santri yang akan dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan dihadiri oleh sekitar 5000 orang tersebut juga akan dimaksimalkan untuk menyerukan penolakan terhadap FDS.

Puncak dari kegiatan penolakan FDS di Provinsi Lampung adalah Rapat Akbar yang akan dihadiri oleh ribuan warga NU dari seluruh penjuru Provinsi Lampung pada Selasa (29/8) di Lapangan Kantor DPRD Provinsi Lampung.

KOKAM Tegal

"Kita akan menggelar Rapat Akbar dengan diisi berbagai macam kegiatan seperti istighotsah, Orasi Penolakan dan penandatangan pernyataan penolakan FDS," katanya seraya menambahkan bahwa Ketua DPRD Provinsi Lampung juga akan menandatangani pernyataan penolakan tersebut.

Ia berharap rangkaian langkah yang dilaksanakan nantinya akan benar-benar berkualitas dan akan dapat berhasil sesuai dengan rencana.

KOKAM Tegal

Sementara Wakil Sekretaris Jendral PBNU Muhammad Aqil Irham yang hadir pada diskusi tersebut mengingatkan agar Rapat Akbar Penolakan FDS NU Lampung yang akan dihadiri oleh massa yang banyak tersebut harus benar-benar sesuai dengan niat awal.

"Jangan sampai Rapat Akbar tersebut diboncengi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga dapat memunculkan masalah lain yang tidak diinginkan serta tidak terkait dengan penolakan FDS," harap Pengurus PBNU asal Lampung ini. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock