Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Depok, KOKAM Tegal

Dari total penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 207 juta jiwa, diketahui mayoritas berpandangan moderat. Potensi intoleransi masih ada meski dalam jumlah yang tidak signifikan.

Kesimpulan itu disampaikan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangka ulang tahun ke-49 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Dalam forum bertajuk "Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara" tersebut, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memaparkan hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 di 34 provinsi. Data 6yang dihimpun menunjukkan, sekitar 12 juta orang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan, dan 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam radikalisme.

Namun, Yenny bersyukur kebanyakan umat Islam di Indonesia relatif toleran. Lewat video singkat dipaparkan bahwa 72 persen umat Islam yang menjadi responden menolak tindakan radikal, 88,37 persen mengakui kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan 65,35 persen menilai negara harus melindungi keyakinan tersebut.

"Meski intoleransi di Indonesia trennya naik tapi kondisinya tak sampaibmencemaskan. Kenaikan kasus intokeransi dialami oleh hampir semua negara dan Indonesia relatif masih aman," jelasnya.

Kata Yenny, bahkan Donald Trump pun mengeksploitasi isu agama dan ras untuk meraup dukungan kelompok konservatif Amerika Sweikat dalam meraih kursi presiden yang kini ia duduki. Secara sistematis isu-isu tersebut dikelola dengan kepentingan politik yang kental.

KOKAM Tegal

Yenny optimis potensi intoleransi di Indonesia masih bisa dicegah dengan penguatan nilai Pancasila dan keindonesiaan, gerakan nasional merawat kebinekaan, dan penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku intoleransi.

KOKAM Tegal

"Pancasila adalah formula ajaib untuk mengatasi tantangan kehidupan bangsa dan negara kita," tururnya. (Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Sejarah KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Jakarta, KOKAM Tegal. Kanker serviks adalah pembunuh pertama wanita di Indonesia. Setiap 2 menit ada 1 perempuan meninggal karena kanker serviks. Kanker serviks seperti musuh dalam selimut, karena virus menyerang tanpa tanda-tanda seperti flu atau demam.

Demikian disampaikan dr H Imam Rasjidi dalam Seminar Awam bertema “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa ? (20/12).

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua LKNU itu menambahkan mayoritas penderita kanker serviks baru mengetahui mengidap kanker serviks ketika sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, sejumlah hal perlu dilakukan.

“Jangan takut untuk melakukan deteksi dini melalui tes IVA atau pap smear,” kata Imam,?

KOKAM Tegal

Ia pun menganjurkan agar para perepuan menerapkan pola hidup sehat, setia pada pasangan, menghindari pernikahan dini dan menjaga kebersihan organ intim.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU, Anggia Ermarini mengungkapkan banyaknya kasus kanker serviks harus membuat masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup sehat.?

“Fatayat akan terus mengkampanyekan anti kanker serviks di daerah-daerah melalui peran tokoh agama perempuan. Fatayat juga akan menggandeng mitra strategis untuk dapat memberikan layanan tes IVA gratis bagi anggota Fatayat dan masyarakat ? umum," jelas Anggia.

Seminar Awam “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” terselenggara atas kerja sama PP Fatayat NU dan Roche. Seminar diikuti PP Fatayat NU, Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, badan-badan otonom NU, Aisyiyah, dan masyarakat umum. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Anti Hoax, Warta, Sunnah KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Jakarta, KOKAM Tegal 

DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pemimpin Keagamaan ASIA pada 25 Februari sampai dengan 1 Maret mendatang.

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Konferensi bertajuk Bringing A Commom Word to Common action for justice yang bakal dihelat di Hotel ACACIA, Jakarta Pusat itu diharapkan dapat membangun komitmen bersama antara para pemimpin keagamaan se ASIA, dari kalangan Muslim dan Kristen.

“Konferensi Ulama dan Arcbishop se Asia ini dihadiri 150 ulama dan Arcbishop dari 15 negara. INi merupakan kelanjutan dari pertemuan ICIS (International Conference of Islamic Scolars) di Singapura, beberapa tahun lalu,” ujar Ketua Panitia The Conference of Muslim-Christians Religious Leaders of Asia, M Nasihin Hasan, Selasa (19/2).

KOKAM Tegal

Dikatakan Nasihin, Konferensi yang diinisasi oleh ICIS itu, akan membahas sejumlah hal krusial di Negara-negara Asia, terutama terkait ketegangan antar agama, ketimpangan hukum, kemiskinan, hingga persoalan korupsi dan perdagangan manusia yang sampai saat ini masih marak terjadi di berbagai Negara di Asia.

“Agama seharusnya bisa menjadi spirit utama dalam penegakan keadilan dan pemberantasan kemiskinan. Dalam konferensi ini, para tokoh agama diharapkan bisa bersama merumuskan wacana dan aksi bersama untuk mengatasi  problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah besama Asia saat ini,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Sementara Sekjend ICIS KH Hasyim Muzadi mengatakan meskipun berbeda secara theologist, setiap agama sejatinya punya titik temu dalam hal ajaran  tanggung jawab sosial dan moral. “Setiap agama ada titik temu. Tetapi juga ada titik pisah. Kita perkuat titik temunya,” ujar Rais Syuriyah  PBNU itu.

Pertemuan tersebut, kata Hasyim juga merupakan bagian dari Konferensi ICIS yang dilaksanakan rutin sejak tahun 2004 lalu.

“ICIS selama tiga kali berturut-turut. Tahun 2004,2006 dan 2008 ICIS aktif mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dari 87 negara. Alhamdulillah ini semakin diterima. Sebelumnya dalam 3 kali pertemuan itu hanya muslim. Sekarang interfaith,” paparnya.

Pertemuan itu juga untuk menegaskan kepada dunia internasional bahwa stigma tentang tingginya intoleransi di negeri ini adalah pandangan yang tak proporsional.

”Walaupun agak sulit karena karena dunia internasional menilai dengan sekularisasi dan pandangan atheism. Sementara di Indonesia kita melihat dengan kacamata pancasila dan keberagamaan,” ujarnya. 

Selama ini  kata Hasyim banyak pengamat agama yang tak turun ke bawah. Banyak peneliti yang kerjanya mencatati konflik tanpa memperbaiki.

“Konfllik agama tak berarti dilatarbelakangi pemikiran intoleransi,” tandasnya. Konferensi tersebut dihelat ICIS bekerja sama dengan Koferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Federas Bishop Asia (FABC) dan Konferensi Kristen Asia (CCA).

Menteri Agama RI Suryadharma Ali direncanakan akan didapuk membuka acara. Konferensi yang berlangsung selama lima hari itu akan menampilkan pembicara-pembicara dari berbagai negara dengan keynote speaker (pembicara kunci) Ali Asghar Engineer.

Pembicara lainnya adalah Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hongkong), KH Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Komarudiin Hidayat, Prof. Dr. Azyumardi.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdel Malek

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Kiai KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris

Rembang, KOKAM Tegal. Rais Aam PBNU, KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) menerima kunjungan dua orang tokoh Inggris, Ahad, (11/1) lalu di kediamannya, Rembang, Jawa Tengah. Mereka adalah Doug Smith, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Konservatif yang sekarang berkuasa, dan Dean Godson, Direktur Policy Exchange, sebuah lembaga dibawah naungan partai yang sama.

Menurut Dean Godson, mereka amat membutuhkan pencerahan dari Gus Mus karena wacana tentang Islam di Eropa dewasa ini didominasi oleh paham-paham radikal. Adapun Doug Smith, menanyakan kepada Gus Mus mengenai paham radikal tersebut karena pesan yang didapatkannya akan disampaikan jika berbicara kepada kaum radikal itu.

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris

Gus Mus pun mengatakan, agar kelompok radikal untuk kembali pada kemanusiaan. “Kalau kita ingat keberadaan kita sebagai manusia, kita tidak akan tega melakukan kekejaman terhadap sesama manusia,” ujar kiai yang juga budayawan ini.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Gus Mus menambahkan, penghinaan ataupun pelecehan yang dilakukan orang terhadap agamamu tidak akan merusak agamamu. “Yang bisa merusak agamamu adalah kelakuanmu sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agamamu,” terang Gus Mus.

Doug Smith menyatakan harapannya agar Gus Mus bersedia datang lagi ke Eropa untuk berbicara kepada khalayak yang lebih luas di sana. Dia berharap di Eropa dapat memunculkan gerakan Islam Rahmatan lil ‘Alamin secara nyata dan meluas seperti Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.

KOKAM Tegal

Smith mengatakan, bahwa setiap gerakan membutuhkan figur kepemimpinan. Dia menambahkan, Bapak Mustofa paling tepat dan harus tampil untuk menjalankan peran kepemimpinan itu.

“Dibawah kepemimpinan Bapak Mustofa, Nahdlatul Ulama bisa menjadi ‘Saudara Tua’ (Big Brother) bagi gerakan Islam Rahmatan lil ‘Alamin di seluruh dunia,” tutur Smith.

Mereka datang ke Rembang setelah mendengar informasi tentang Gus Mus dan NU sekaligus mendapat anjuran dari Magnus Ranstorp, seorang penasehat keamanan dalam negeri Swedia.

Pemerintah Swedia pernah mengundang Gus Mus pada 2010 untuk memberikan briefing kepada jajaran pemerintahan Swedia tentang Islam, dan paparan Gus Mus pada waktu itu telah membuka mata mereka tentang Islam rahmatan lil ‘alamin yang dibawakan oleh NU.

Pada tahun 2011, Magnus Ranstorp bersama YM Arief Havas Oegroseno, Duta Besar RI untuk Uni Eropa juga telah mengatur kunjungan Gus Mus ke Brussel, Belgia untuk berbicara di depan para anggota Parlemen Uni Eropa.

Doug Smith dan Dean Godson menyempatkan diri datang untuk berkenalan dengan Gus Mus dan mendengar langsung ? pemahaman Gus Mus tentang Islam. Doug Smith sendiri pernah bertugas sebagai ghost writer (pengkonsep pidato dan pernyataan-pernyataan) bagi Perdana Menteri Inggris, David Cameron. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Hikmah Bersuci

Islam adalah agama yang cinta keindahan. Keindahan selalu identik dengan kebersihan dan kesucian. Demikianlah sebuah hadits berbunyi “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Artinya keimanan belum tanpa adanya kebersihan. Baik jasmani maupun rohani.Anjuran bersuci dalam Islam terjembatani dalam pelaksanaan wudlu’ sebelum shalat. Demikian pula anjuran mandi sebelum pertemuan jum’atan atau berkumpul tahunan dalam rangka shalat idul adha maupun idul fitri. Begitu juga dengan anjuran memotong kuku, membersihkan gigi, membersihkan pakaian dengan mencuci.

Kitab Fiqih Manhaji Madzhab Imam Syafi’I menerangkan adanya hikmah dibalik anjuran tersebut diantaranya.?

Pertama menunjukkan fitrah Islam sebagai agama yang suci. Kedua, Menjaga kehormatan dan kewibawaan seorang Islam. Karena manusia pada dasarnya condong pada sesuatu yang bersih, suka berkumpul dengan orang-orang yang bersih dan menjauhi sesuatu yang kotor. Maka perintah bersuci adalah jalan menuju kehormatan dan kewibawaan Islam itu sendiri. Lebih-lebih ketika bersinggungan dengan msyarakat lainnya.

Hikmah Ketiga adalah menjaga kesehatan. Karena penyakit itu datang disebabkan kuman-kuman serta bakteri-bakteri yang dibawa oleh kotoran, maka Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit. Seperti mebersihkan badan, mencuci muka, mencuci tangan, mencuci kaki, karena anggota yang disebutkan merupakan tempat dimana kotoran yang menbawa penyakit itu bersarang.

Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Bersuci

Dan terakhir adalah mempermudah diri mendekati Ilahi. Allah Tuhan Yang Mahas Suci senang akan hal-hal yang suci. Karena itu keitka shalat untuk menghadapi-Nya haruslah dalam keadaan suci secara lahir maupun batin

Penulis: Fuad Hasan Basya

KOKAM Tegal

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Malang, KOKAM Tegal

Warga NU Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar halal bihalal di Aula Pertemuan PG Krebet Baru. Agenda rutin tiap tahun tersebut dihadiri ribuan warga NU dan pengurus lembaga dan banomnya, santri, dan masyarakat umum. Selain pengurus MWCNU, hadir anggota Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pergunu dan LP Ma’arif, dan anggota IPNU dan IPPNU.

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf tersebut didahului dengan laporan kegitan MWCNU Bululawang selama setahun. Laporan tersebut disampikan Ketua MWCNU H. Ahmad.

Panitia Halal bihalal yang berlangsung Ahad (7/8) Hasan Bashori, mengatakan, kegiatan tersebut diharapakan menjadi forum silaturrahim antarbanom NU. Silaturahim menjadi ajang meningkatkan keberlangsungan dan keaktifan NU dalam perjuangan li ilalikalimatillah ala manhaj ahlussunnah wal-jamaah an-nahdliyah. Serta lebih mensinergikan program-progaram kerja serta memfokuskan dalam masalah tindakan preventif dari rongrongan akidah dari kalangan lain.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah MWCNU Bululawang KH Syamsul Ma’arif memberikan wawasan keorganisasian. Menurut dia, kuantitas NU yang besar harus diiringi dengan menjadikan organisasi ini lebih baik dan menarik bagi warga NU sendiri dan warga lain.

KOKAM Tegal

Untuk tujuan itu, kata dia, sebaiknya didahului dengan menjadi pribadi yang menarik sehingga orang lain mudah terpikat. Tentunya menjadi pribadi menarik harus berkaca pada yang diajarkan Rasulullah, yaitu dengan akhlak yang baik dan berpengetuhuan yang luhur.

Halal bihalal tersebut diwarnai dengan kegiatan lain yaitu pelantikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Bululawang masa khidmah 2016-2018. Kepengurusan tersebut terbentuk hasil Konferancab VIII di Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Senggrong pada18 Juni lalu. Konferancab tersebut mengamanahkan Wildan Arifullah sebagai Ketua IPNU dan Devi Safitri sebagai Ketua IPPNU.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan calon jamaah haji. Para calon “tamu Allah” ini didoakan alim ulama dan para hadirin agar menjad haji yang mabrur. (Luthfie Muhammad/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Aksi kekerasan yang menimpa warga Muslim di Rohingya Myanmar, mendapatkan perhatian dari semua pihak tak terkecuali Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo.

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Ansor Sidoarjo meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi baik diplomasi bilateral dengan PBB, negara berkepentingan sekaligus melakukan intervensi politik luar negeri dengan pemerintah Myanmar, agar menghentikan kebiadaban dan kekejaman ini.

"PC GP Ansor Sidoarjo akan melakukan langkah-langkah kongkrit untuk membantu masyarakat Muslim Rohingya, sekaligus mengantisipasi konflik ini menjadi konflik agama yang merembet keluar jauh dari akar masalahnya. Apalagi kalau hal ini tidak diantisipasi akan berpotensi terjadi konflik horisontal yang mengancam kerukunan umat beragama di negeri ini," kata Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin kepada KOKAM Tegal, Senin (4/9).

Rizza menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mengumpulkan bantuan sosial dalam bentuk apapun. Dalam hal ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PCNU Sidoarjo dan banom, untuk disalurkan lewat lembaga resmi NU.

Tak hanya itu saja, lanjut Rizza, Ansor Sidoarjo juga mengutuk keras kebiadan dan kekejaman tersebut. Pihaknya akan melakukan dialog dan pendekatan antarumat beragama agar konflik itu tidak dibaca sebagai konflik agama semata yang kemudian akan mengancam keharmonisan, kedamaian serta kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Sidoarjo.

KOKAM Tegal

"Kami akan mengikuti dan melaksanakan intruksi resmi panglima besar, dalam hal ini Ketua Umum PP GP Ansor pusat. Sebagai Panglima Grasroot Pemegang Pasukan ormas Islam terbesar di Indonesia, Ansor Sidoarjo mengharap agar masyarakat khususnya kader Ansor dan Banser tidak kalap dan gegabah," tegasnya.

Rizaa menegaskan, gencarnya gerakan dan kampanye keperihatinan untuk membantu umat Muslim Rohingya yang menjadi korban kebiadaban rezim yang memakai simbol dan idiom salah satu agama, Ansor Sidoarjo menilai bahwa untuk memberangkatkan pasukan jihad perang ke Myanmar belum saatnya. Karena masyarakat Rohingya tidak butuh perang, melainkan butuh solusi hidup dan perdamaian.

"Kita mengimbau kepada seluruh kader untuk berdoa agar saudara kita (Muslim Rohingya) diberi kekuatan, ketabahan serta diberi jalan terbaik oleh Allah," pinta Rizza. (Moh Kholidun/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

Bondowoso, KOKAM Tegal - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui wakil bupati setempat,H Salwa Arifin, mengucapkan selamat hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (NU). Ia memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mewujudkan kehiudupan yang harmonis di masyarakat. Menurutnya, kiprah ini tak bisa disepelekan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/4) sore.

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

“Saya harus ucapkan terimakasih kepada NU," ucapnya di alua pendopo kantor Bupati Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Baginya, peran NU terbesar adalah mempu menciptakan ketenteraman baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

PCNU Kabupaten Bondowoso memperingati harlah kali ini dengan Taushiyah Khusus Penguatan Kelembagaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua, rais, seketaris, bendahara dari tingkatan Ranting, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan lembaga serta badan otonom NU se-kabupaten Bondowoso.

Ketua PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan harlah ke-94 PCNU Bondowoso dimulai sejak keikutsertaannya dalam acara Istighotsah Kubro yang dihelat PWNU Jawa Timur di Sidoarjo. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Kisah Santri Putri yang Akhirnya Jadi Kiai

Di kantor PWNU Jawa Timur, sewaktu masih di Jalan Darmo 96 Surabaya, Kiai Imron Hamzah ketamuan wartawan yang menanyakan masalah mahram bagi kaum "khuntsa" ketika mereka menunaikan ibadah haji.

Kiai Imron menjelaskan bahwa untuk menetapkannya, lihatlah kecenderungan sehari harinya. "Kalau dalam kesehariannya itu lebih dominan perilaku laki-lakinya, maka dia dihitung laki-laki."

"Kalau dalam kesehariannya lebih dominan perilaku perempuan, maka dihitung perempuan."

Kisah Santri Putri yang Akhirnya Jadi Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Santri Putri yang Akhirnya Jadi Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Santri Putri yang Akhirnya Jadi Kiai

Persoalan terjadi ketika ada orang yang "angin-anginan" yang disebut "khuntsa musykil". ? Pagi kelihatan perilaku laki-laki, lha kok sorenya berperilaku perempuan. Namanya saja "musykil" jelas sulit menentukannya.

Terkait "khuntsa musykil" ternyata Kiai Imron punya cerita.

Pada masa Kiai Imron nyantri di Peterongan, Jombang Kiai Imron mendapat kebebasan dari Kiai Romli Tamim untuk bisa keluar masuk ndalem. Hal itu karena hubungan baik Kiai Hamzah (Abahnya Kiai Imron) dengan Kiai Romli.

Di pesantren putri, Kiai Imron mendapati seorang santri yang badannya gempal dan suaranya menunjukkan maskulinitas. Tapi dia dimasukkan santri putri karena perilakunya yang menunjukkan feminin.

KOKAM Tegal

Setelah beberapa tahun berlalu, di Bandara Juanda Kiai Imron ditemui seseorang yang dipanggil kiai oleh para santrinya. Sang kiai tersebut menerangkan bahwa ia adalah santri putri di Pesantren Peterongan. Sontak Kiai Imron kaget, dan beliau bertasbih.

Kenyataan itu memberikan penegasan bagi Kiai Imron bahwa kecenderungan "khuntsa" itu memang bisa berubah-ubah. Sehingga seorang santri putri pada akhirnya bisa menjelma jadi kiai. (Muhammad Nuh)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Gembleng Kader, Risma JT Terjunkan Anggota Baru ke Masyarakat

Semarang, KOKAM Tegal. Puluhan anggota baru Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (Risma JT) selama lima hari diterjunkan untuk bersosialisasi dengan masyarakat. Kegiatan tersebut dikemas dalam sebuah acara Camping Bakti Risma (CBR) yang menjadi acara tahunan bagi Risma JT, khususnya bagi anggota baru.

Gembleng Kader, Risma JT Terjunkan Anggota Baru ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gembleng Kader, Risma JT Terjunkan Anggota Baru ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gembleng Kader, Risma JT Terjunkan Anggota Baru ke Masyarakat

Tahun 2015 ini, acara CBR dilaksanakan di Desa Gogik kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. Dalam acara tersebut, para kader baru Risma JT di tuntut untuk dapat memunculkan inovasi baru berupa aktivitas atau kegiatan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat serta dapat menjadi pembelajaran bagi para kader.

Beberapa agenda yang terlaksana yaitu, Grebeg Mushola, Bimbingan belajar gratis untuk siswa SD, SMP dan Santri. Lomba Kreasi Seni, Pengajian Akbar, Jalan Sehat, Bazar dan pengobatan gratis.

KOKAM Tegal

Kegiatan yang berjalan dari 18-22 Pebruari 2015 tersebut berhasil menyedot antusiasme warga. Hal ini terbukti dari banyaknya warga yang hadir dalam setiap acara yang digelar.

Ketua Departemen Pendidikan dan Pelatihan Risma JT, Yekti Nur Azali mengatakan, upaya pendidikan kader yang dilakukannya diharapkan berdampak positif, sehingga bermanfaat bagi mereka secara individu, dan berguna bagi kemajuan organisasi serta masyarakat.

KOKAM Tegal

"Kami berharap, CBR ini dapat membentuk kader menjadi militan, berbakti kepada masyarakat, peka terhadap lingkungan dan semakin solid" tuturnya.

Selain itu, imbuh Yekti, kegiatan terjun langsung kemasyarakat ini juga sebagai ajang memperkenalkan Masjid Kebanggaan masyarakat Jawa Tengah, yakni Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan juga Risma JT ke masyarakat luas.

Grebeg Mushola

Salah satu kegiatan yang menonjol dimata warga adalah grebeg mushola. Dalam waktu 5 hari, tak kurang 6 mushola dan 1 masjid berhasil digrebeg oleh kader Risma JT.

Kegiatan ini berupa gerakan mushola bersih, nyaman dan lengkap. Hal tersebut muncul karena biasanya banyak mushola atau masjid tidak terawat kebersihannya. Sehingga banyak orang malas untuk pergi ke mushola atau masjid.

Hal demikian sangatlah perlu dilakukan grebeg mushola, yaitu dengan membersihkan mushola secara menyeluruh.

Miyanto, selaku kepala Desa Gogik sangat mendukung aktivitas tersebut. Ia sangat senang dan berharap hal itu dapat berkesinambungan. "Sangat positif, selain bermanfaat bagi warga, juga dapat memacu kepekaan warga terhadap lingkungan, terutama dalam hal kebersihan lingkungan. Semoga yang demikian itu dapat berlanjut" kata Miyanto (ahsan fauzi/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Nahdlatul KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Dirjen PPMD: Program Kemendes Sangat Perlu Dukungan NU

Jakarta, KOKAM Tegal

NU mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang amat besar terkait dengan isu intoleransi dan inklusi sosial. Kemendes memiliki komitmen yang sama dalam merawat kebersamaan kepercayaan tolerasnsi dan pelibatan seluruh warga dalam proses pembangunan dan pemberdayaan. Lembaga keagamaan seperti NU diharapkan bisa menjadi tulang punggung dalam proses memulihkan kembali inklusi sosial itu.

Dirjen PPMD: Program Kemendes Sangat Perlu Dukungan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dirjen PPMD: Program Kemendes Sangat Perlu Dukungan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dirjen PPMD: Program Kemendes Sangat Perlu Dukungan NU

Demikian dikatakan Direktur Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Ahmad Erani Yustika, dalam perbincangan dengan KOKAM Tegal seusai menjadi pembicara dalam forum Konsinyering Penyelesaian Problem Diskriminasi, Intoleransi dan Kekerasan Berbasis Agama dan Kepercayaan, Kamis (28/4).

(Baca:? Lakpesdam PBNU Bahas Konsinyering untuk Penyelesaian Problem Diskriminasi)?

Erani menuturkan, Kemendes ingin merangkul semua lapisan masyarakat sipil termasuk NU untuk memastikan agar akidah-akidah yang diusung bukan hanya relevan dengan akidah (Islam), tapi berkesesuaian dengan program pemerintah sehingga bisa terselenggara dengan baik.

Menurutnya, keterlibatan NU dan masyarakat sipil sangat penting karena mereka yang punya pengalaman dan pengetahuan serta praktik dalam kehidupan sehari-hari. Lebih jauh mereka juga melihat secara langsung di lapangan. Ahamd Erani optimis apabila pemerintah punya komitmen yang sama agar kolaborasi dengan masyaraka sipil dan istitusi agama akan lebih mudah menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada.

KOKAM Tegal

Nilai-nilai yang diusung semua agama meyakini tentang kebajikan bersama seperti keadilan, kebersamaan, dan toleransi menjadi bagian yang pokok untuk menyangga kehidupan bersama. Dalam hal ini tentu otoritas yang paling otoritatif untuk bisa menjelaskan dan mengamalkan hal itu adalah institusi keagamaan.?

“Kalau hanya sumber daya misalnya anggaran maupun program itu tidak akan pernah efektif selama institusi yang lebih otoritatif tidak terlibat, ditambah lagi jaringan yang demikian luasnya sampai ke pelosok-pelosok yang dimiliki NU menjadi jaminan bahwa komitmen bersama ini akan terkawal,” pungkas Erani. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara”

Manado,KOKAM Tegal

Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PWNU Sulawesi Utara (Sulut) akan mendiskusiakn penelitian sejarawa, Ivan Kaunang, berjudul “Bulan Sabit di Nusa Utara; Perjumpaan Islam dan Agama Suku di Kepulauan Sangihe dan Talaud”. Buku tersebut merupakan tesis Ivan yang diterbitkan pada tahun 2010 lalu.

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara”

Menurut Ketua PWNU Lesbumi Sulut Taufik Bilfagih, diskusi buku dengan narasumber penulisnya langsung tersebut menjadi agenda penting untuk mengetahui sejarah Islam lokal. Hal itu karena kajian tentang sejarah Islam di “Bumi Nyiur Melambai” tergolong minim.

“Diskusi Buku tentang masuknya Islam di Sulawesi Utara merupakan follow up dari hasil rencana tindak lanjut (RTL) Halaqah Kebudayaan beberapa waktu lalu. Kajian ini penting untuk menambah khazanah pengetahuan umat Islam, khususnya warga NU di Sulut,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Kajian buku ini, lanjut Taufik, juga akan menjadi momen bagi Lesbumi Sulut untuk memperingati Harlahnya ke 54 yang jatuh pada 28 Maret nanti. Dilanjutkan dengan adanya rapat kerja pengurus sebagai momen evaluasi dan melanjutkan program ke depan.

Sebelumnya, PWNU Lesbumi Sulut telah sukses menggelar Halaqah Kebudayaan bertajuk “Islam Nusantara; Menjaga Tradisi Dari Aras Lokal Di Tengah Tantangan Global pada 10-12 Maret lalu”. Dari hasil pagelaran itulah kemudian, Lesbumi Sulut berkomitmen untuk melanjutkan tradisi belajar tentang sejarah dan kebudayaan lokal, khususnya berkaitan dengan eksistensi Islam Nusantara yang berkembang di bumi Toar Lumimuut.

KOKAM Tegal

Bagi warga NU yang berada di Manado dan sekitarnya, dapat menghadiri peringatan Harlah Lesbumi tersebut. Kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan pentas seni budaya. Kemudian akan dilanjutkan Rapat Kerja Pengurus Lesbumi. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Sunnah KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU H Imam Azis kembali mengimbau kalangan anak muda untuk mengikuti kompetisi film pendek dokumenter. Kompetisi yang diluncurkan di PBNU Jakarta, (27/5) lalu tersebut, akan ditutup 10 Juli 2015 nanti.

Menurut salah seorang Ketua PBNU ini, film di NU bukanlah barang baru. Tokoh-tokoh film nasional merupakan aktivis Lesbumi NU seperti Djamaluddin Malik, Usmar Ismail, Asrul Sani, Misbach Yusa Biran. “Belakangan Ketua Badan Perfilman Indonesia (BPI), Alex Komang, juga dari NU,” katanya.

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)
Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter (Sumber Gambar : Nu Online)

Anak Muda, Ayo Ikuti Kompetisi Film Dokumenter

Itu artinya, kata dia, NU sedari awal sangat sadar bahwa film adalah efektif untuk dakwah, untuk menyampaikan sesuatu, untuk sosialisasi paham Islam Nusantara yang menebarkan rahmat, bukan kekerasan.

KOKAM Tegal

Sayangnya, menurut dia, alat yang efektif untuk dakwah tersebut tidak diperhatikan dengan baik. NU tidak menciptakan generasi pelanjut dalam bidang itu. Kalaupun ada, tidak atas nama NU.

Oleh karena itu, kata dia, Panitia Muktamar mengharapkan supaya anak-anak muda NU di pesantren atau dimana saja untuk mengikuti kompetisi tersebut. (Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Persyaratan mengikuti kompetisi tersebut:

Kompetisi terbuka  untuk warga  negara Indonesia. Usia sutradara dan penulis naskah minimal 15 tahun, maksimal 35 tahun. Bebas tahun produksi. Film tidak berupa profit lembaga/perusahaan, iklan layanan masyarakat, trailer film dan video musik. Film utuh tanpa disertai potongan jeda untuk iklan. Materi film (obyek, musik, stock shoot, dan lain—lain) tidak melanggar hak cipta. Pelanggaran dan gugatan atas hak cipta terhadap karya yang diikutkan dalam kompeflsi ada diluar tanggungjawab panifla. Format materi  karya yang dikirim berupa DVD Video  PAL atau dalam  bentuk sohcopy file minimal  120 x720 H264 (Bit rate minimum 6 Mbps). Durasi film maksimal 30 menit termasuk end credit title. Hak Cipta tetap dimiliki oleh peserta.

Ketentuan lebih lengkap bisa diunduh di sini



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras

Pekalongan, KOKAM Tegal. Rais ‘Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) KH Habib Muhammad Luthfi bin Yahya mengeluarkan zakat sebanyak 130 ton beras pada malam Idul Fitri 1438 H.

Pengeluaran zakat Habib Luthfi tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan, yaitu sebanyak 68 ton beras dari tahun sebelumnya.

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi Keluarkan Zakat 130 Ton Beras

Dari zakat yang dikeluarkan, Habib Luthfi menyalurkan kepada panti panti asuhan yatim piatu di wilayah Pekalongan dan sekitarnya dengan dibantu puluhan santri, armada 6 truk dari Brigif 407 dan Brimob Pekalongan sebanyak 2 truk serta puluhan armada kecil.

Penanggung jawab penyaluran zakat, Fatkhurrohman, kepada KOKAM Tegal mengatakan, untuk tahun ini memang ada peningkatan yang cukup banyak bila dibanding tahun lalu dan semuanya berasal dari pribadi Habib Luthfi bin Yahya.

"Apa yang telah dilakukan Habib Luthfi merupakan kegiatan rutin setiap malam Idul Fitri dan itu dilakukan sudah berjalan cukup lama," ujar Fatkhurrahman.

KOKAM Tegal

Dikatakan, disamping didistribusikan kepada panti panti asuhan yatim piatu dan pondok pesantren, Habib Luthfi juga secara rutin mengirimkan zakatnya ke polsek-polsek di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.

Pendistribusian zakat dimulai sejak usai shalat maghrib dan ditargetkan rampung sekitar jam 3 pagi disaksikan langsung oleh Habib Luthfi di kediamannya di Jalan dr Wahidin Gang Noyontaan 7 Pekalongan Jawa Tengah. (Abdul Muiz/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kyai, AlaSantri, Sunnah KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Pontianak, KOKAM Tegal. Puluhan aktivis PMII IAIN Pontianak mengadakan rihlah spiritual pada Ahad (26/4). Pada kegiatan yang dirancang sebagai refleksi peringatan harlah ke-55 PMII ini, mereka mengunjungi sejumlah makam Islam bersejarah terutama penyebar Islam di Kalbar.

Mereka mendatangi kompleks pemakaman Kesultanan Qadriyah di Pontianak. Mereka menziarahi makam KH Fathul Baari, salah seorang penyebar agama Islam asal Madura di Peniraman, hingga Makam Opu Daeng Manambon di Mempawah.

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Di sela-sela kegiatan, mereka membaca Yasin dan tahlil serta mengenang jasa-jasa mereka khususnya dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat.

KOKAM Tegal

Ketua PMII IAIN Pontianak Tiyono menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas antarsesama kader PMII. Rihlah spiritual ini diharapkan menjadi wadah aktivis PMII IAIN Pontianak untuk kembali mengenang jasa-jasa para ulama dan sultan yang telah menyebarkan agama Islam khususnya di Kalimantan Barat.”

Ini tentunya merupakan komitmen PMII sebagai wadah organisasi kemahasiswaan yang tetap komitmen menjaga tradisi Islam Aswaja, tandas Tiyono. (Ahmad Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Pamekasan, KOKAM Tegal - Syahdan, itik tidak mampu menyerap dengan baik “hasil rapat” dengan bebek dan angsa terkait kesinambungan anak-cucunya. Akibatnya, itik hingga kini sembarangan dalam bertelur.

"Para kader Gerakan Pemuda Ansor tidak boleh meniru karakter itik yang ketinggalan informasi cara bertelur yang baik dan benar," ujar Kiai Jaman saat memberi pengarahan di sela-sela kolom bulanan Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor PAC GP Ansor Kadur Kabupaten Pamekasan, Jumat (14/1) malam.

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Ansor Tak Boleh Meniru Karakter Itik

Salah satu Dewan Penasehat GP Ansor Kadur tersebut menambahkan, agar tidak seperti karakter itik, kader GP Ansor mesti banyak belajar pada sejarah. Utamanya bagaimana sepak terjang para ulama pendiri NU.

KOKAM Tegal

"Kalau sampai ada kader GP Ansor yang karakter dan sikapnya keluar dari rel organisasi, berarti dia tidak jauh beda dengan itik," tegas Dosen STAI Al-Khairat itu.

Karenanya, Kiai Jaman mengetengahkan pemahaman betapa kader GP Ansor harus selalu belajar dalam banyak hal. Kepada yang lebih tua dan pengalaman, jangan sungkan untuk minta nasihat yang bermanfaat.

"Manusia tidak bisa tahu tanpa peran orang lain," tegasnya.

KOKAM Tegal

Kiai Jaman juga mengimbau agar kader GP Ansor tidak seperti siput linu atau lemar; matanya melotot dan penuh semangat, tetapi tersenggol sedikit langsung kerdil.

"Karenanya, jangan jadikan jabatan sebagai andalan. Jangan berlebih-lebihan. Kita punya kelebihan dan kelemahan. Hidup bagai roda berputar," tegas Kepala SMA Islam Yaspimu Pamekasan tersebut.

Saat ini marak fitnah di dunia nyata maupun maya. Kader GP Ansor, tegas Kiai Jaman, jangan sampai termakan isu-isu negatif. Teman dengan teman di internal pengurus, mudah terjadi fitnah.

"Jika ada potensi fitnah di internal kepengurusan maupun keanggotaan, cepat tangani. Jangan seperti membiarkan tambak yang bocor. Kalau dibiarkan, akan makin besar dan membahayakan. Segeralah koordinasi," paparnya.

Alumnus Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk Sumenep ini menambahkan, sukses itu hanya sekali seumur hidup. Siapa pun orangnya. Selebihnya karena dipertahankan.

"Dari nol sampai puncak kesuksesan berpotensi menurun. GP Ansor jangan sampai menurun. Sukses banyak hambatan. Ketika hampir sukses, akan muncul masalah yang lain. Bagaikan bulunya badan; dicukur bulunya kumis, bulu hidung lebat. Bulu hidung dicukur, bulu kumis tumbuh," katanya penuh analogi.

Penempatan pengurus dalam organisasi harus disesuaikan dengan porsi jabatan yang diemban. "Selaku ketua, tentu harus belajar ada rambut kepala; melebihi rambut yang lain tanpa ada arogansi. Lihai dan lentur sangat perlu dalam memimpin organisasi," tegas Kiai Jaman.

Persatuan pengurus juga penting. Jika ada persoalan, segera koordinasi. Selain itu, Kiai Jaman juga mengarahkan tiap kali GP Ansor menyelenggarakan acara, mesti undang tokoh masyarakat. Karena itu bisa memperkuat sistem organisasi.

Target kegiatan apa untuk masyarakat banyak, imbuhnya, juga perlu diperjelas oleh GP Ansor. Apa sebatas hanya berkumpul, bekerja di balik meja, tapi tidak merembet ke masyarakat, atau bagaimana? Jangan jadi raksasa tidur yang hanya besar tapi nihil peran.

"Kita juga mesti apental syahadat, asapok iman, apajung Allah. Sisa hidup kita gunakan untuk berjuang. Karena suatu saat, kita akan meninggalkan kesan setelah meninggalkan alam fana ini," tandasnya. (Hairul Anam/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Pondok Pesantren, Kajian KOKAM Tegal

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Kehadiran Jamiyyatul Qurra wal-Huffadz (JQH) Al-Wustho di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, bak oase bagi para mahasiswa. Selain memberikan angin segar bagi mereka yang memiliki potensi dalam ilmu Al-Qur’an, juga menjadi wadah pengembangan potensi keislaman lainnya, seperti shalawat, seni kaligrafi dan lain sebagainya.

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

JQH Al-Wustho Hidupkan Shalawat dan Al-Qur’an di Kampus

Kehadiran mereka bahkan disambut baik para tokoh di luar kampus, salah satunya dari sesepuh NU Boyolali KH. Ali Muhson. “Kami mengapresiasi JQH dari IAIN yang telah berjuang menghidupkan shalawat dan Al-Qur’an, semoga menjadi lembaga yang mampu mencetak orang-orang yang baik,” tutur pengasuh Ponpes Al-Hikam Boyolali itu, belum lama ini.

Hal tersebut menjadi pujian sekaligus tantangan bagi para pengurus JQH Al-Wustho yang baru saja menyelenggarakan Musytan (Musyawarah Tahunan Anggota) II. Ketua baru terpilih, Zamron Huluqi, mengatakan pencapaian selama ini tidak terlepas pada kinerja, komitmen, dan loyalitas semua pengurus dan anggota.

KOKAM Tegal

Zamron menambahkan, JQH yang kini telah memiliki lima divisi; divisi shalawat, tilawah, tafsir, kaligrafi dan tahfidz terus mengadakan penyempurnaan agar menjadikan wadah kegiatan mahasiswa ini menjadi lebih baik.

“Kita juga akan fokus pada penataan internal dan pelengkapan instrumen LPPSDM sebagai lembaga baru di JQH Al-Wustha,” terang Zamron, Jumat (5/9). (Ajie Najmuddin/Mahbib)

 

KOKAM Tegal

Foto: Salah satu kegiatan JQH Al-Wustho

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, News, Sunnah KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya membantah terlibat aksi dengan sejumlah ormas Islam yang digelar didepan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10) lalu.

Pasalnya, dalam Kabar Priangan edisi Sabtu (29/10/2016), disebutkan salah satu elemen yang ikut aksi ada IPNU dan GP Ansor.

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

"Saya tegaskan IPNU tidak pernah dan tidak akan ikut aksi soal Ahok atau apapun namanya yang dilakukan oleh mereka. IPNU senantiasa fatsun pada intruksi PBNU," kata Ketua IPNU Kota Tasikmalaya, Saeful Malik, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Apung (Panggilan Akrab Saeful Malik), seharusnya wartawan yang meliput melakukan "cross cek" ke IPNU karena sudah jelas garis organisasi IPNU dibawah NU.

"NU sudah melarang. Masa kami ikut. Itu namanya fitnah," ujarnya.

KOKAM Tegal

Apung pun meminta agar Kabar Priangan memuat bantahan ini karena sudah jelas keterlibatan IPNU tidak benar.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf pun sama. Membantah terlibat aksi yang bertemakan "Bela Islam" karena sudah nyata GP Ansor satu komando dibawah NU.

"Aneh teu ngarti. Naha Ansor dibabawa (Aneh tak mengerti, kenapa Ansor dibawa-bawa)," ucapnya.

KOKAM Tegal

Pimred Kabar Priangan, Duddy RS segera menindaklanjuti klarifikasi tersebut. Dan akan memintai keterangan wartawan terkait pencatutan nama IPNU dan Ansor saat aksi Bela Islam oleh sejumlah Ormas di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10).

"Apakah dilapangan ada yang mengaku demikian atau ada kesalahan pengutipan dari wartawan. Kami minta maaf atas kelalaian ini," ujar Duddy. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Sunnah, Budaya KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Pati, KOKAM Tegal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Jawa Tengah,  Sabtu (11/1) pagi, menggelar workshop dengan tema “Keseimbangan Perlindungan Siswa dan Pembelaan Guru dalam Proses Pendidikan", acara tersebut digelar bertempat di Setda Pati, Jawa Tengah. 

Hadir sebagai Narasumber, dari kalangan akademisi dan kepolisian yakni Prof. Dr. A. Rofiq,  AKBP Baharuddin dan Kapolres Widodo, MHM. Sementara, peserta workshop di antaranya para kiai dan seluruh jajaran guru setingkat Madrasah Aliyah (MA).

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Menurut Ketua MUI Pati, KH. Abdul Mujib Shaleh, workshop ini digelar dengan tujuan mencari kesimbangan perlindungan baik perlindungan siswa maupun pembelaan guru supaya tidak ada yang merasa terhukumi. 

“Selama ini, yang diusut adalah perlindungan anak saja, padahal guru pun juga perlu untuk dilindungi dan dibela. Sedikit-sedikit kalau ada guru berbuat kasar, orang tua tidak terima dan langsung melaporkan ke aparat keamanan. Ini yang perlu dicari keseimbangannya,” ungkapnya.   

Diharapkan, dengan kagiatan workshop ini bisa meminimalisir kasus-kasus kekerasan yang dialami siswa oleh guru agar tidak ada lagi laporan kekerasan oleh orang tua murid kepada pihak kepolisian. 

KOKAM Tegal

Kegiatan berlangsung lancar, pada akhir workshop, diambil hasil keputusan bahwa kesemuanya sepakat untuk mengimbangkan antara pembelaan hukum baik siswa maupun guru. “Nanti tinggal mengirim ahli kebijakan kesepakatan baik kepada bupati, kejaksaan dan semua instansi yang terkait,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu

Kendal, KOKAM Tegal

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kendalmenggelar bimbingan teknis pembuatan Kartu Anggota NU (Kartanu) bersamaan dengan acara halal bihalal dan bahtsul masail di gedung PCNU setempat, Jalan Raya Sukarno-Hatta 299, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu(6/8).

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Bimtek, PCNU Kendal Target Cetak 5000 Kartanu

Menurut ketua PCNU Kendal KH Muhammad Danial Royyan, bimbingan teknis (bimtek) ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran Kartanu bersama Majalah Aswaja pada acara buka puasa bersama Ramadhan kemarin di tempat yang sama.

Bimtek kali ini dihadiri ketua lembaga, badan otonom dan pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) di Kabupaten Kendal. Dalam kesempatan itu, Kiai Danial mengimbau segenap pengurus ikut menyukseskan program Kartanu yang digulirkan oleh PBNU.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut pihaknya berharap PCNU Kendal dapat memenuhi target lima ribu lembar Kartanu untuk satu kabupaten. "Syukur target lima ribu Kartanu dapat terlampaui," harapnya.

Untuk mencapai target tersebut, penulis buku sejarah tahlil itu berharap pengurus MWCNU se-Kabupaten Kendal melakukan kegiatan sosialisasi dan bimtek Kartanu di masing-masing kecamatan.

KOKAM Tegal

Dalam sosialisasi tersebut hadir pihak Bank Mandiri Cabang Weleri Kendal yang menjadi mitra pengadaan Kartanu di Kendal guna memberikan bimbingan teknis pengisian data.

Sementara di ruang terpisah usai sosialisasi Rais Syuriah MWCNU dan ketua Lembaga Bahtsul Masail NU (LBMNU) menggelar bahtsul masail yang membahas hukum merobohkan masjid Ahmadiyah dan demam Pokemon Go. (Fahroji/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Syariah KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock