Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Persahabatan kita dengan orang saleh dapat membawa keuntungan kepada kita. Persahabatan ini menjadi tanda bahwa kita juga setidaknya mendekati kesalehan yang diridhai oleh Allah SWT sebagaimana disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “(Mahasuci Allah) yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.”

KOKAM Tegal

Syekh Syarqawi coba menjelaskan bahwa Allah juga memiliki kecemburuan di mana ia tidak memperkenankan orang lain bergaul dengan orang-orang saleh yang menjadi kekasih-Nya. Bahkan, sebagian kekasih-Nya (para wali) tidak dikenal oleh makhluk-Nya termasuk para malaikat sehingga Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka.

? ? ?) ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya, “(Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’) memperkenalkan dan menyatukan (kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya) karena para wali itu adalah kekasih-Nya sehingga dapat menimbulkan ‘cemburu’ jika Allah mempertemukan selain kekasih-Nya dengan para wali itu. Ini berlaku untuk sebagian wali. Mereka adalah orang yang digerakkan untuk suluk. Sedangkan orang yang dikehendaki sampai pada-Nya akan dipertemukan dengan para wali dalam bentuk persahabatan khusus. Para wali itu terbagi dua kategori. Satu kelompok wali diperkenalkan oleh Allah kepada kalangan awam dan kalangan tertentu. Satu kelompok wali lainnya diperkenalkan oleh-Nya hanya kepada kalangan tertentu. Tetapi ada juga sekelompok wali yang tidak diperkenalkan kepada satupun makhluk-Nya termasuk malaikat hafazhah. Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka dan tidak memperkenankan tanah mengurai jasad mereka,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 2-3).

Pergaulan dengan orang saleh membawa berkah tersendiri bagi kesehatan batin manusia. Pergaulan itu membawa pengaruh tersendiri kepada batin manusia dengan catatan tetap menjaga adab terhadap orang-orang saleh itu. Kalau hujan saja bermakna berkah, apalagi para kekasih Allah sebagaimana disebutkan oleh Syekh Zarruq dalam kutipan berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, yang dimaksud ‘wushul’ atau ‘sampai’ di sini adalah mengenal wali Allah dalam bentuk pergaulan yang menuntut pelaksanaan kewajiban berupa penghormatan terhadap perintah dan larangannya… Sejumlah ulama mengatakan, ‘Hujan adalah saat-saat dekat dengan Allah karenanya kita dianjurkan untuk keluar dan tabarukan saat hujan turun. Ini disebutkan oleh Rasulullah SAW. Itu baru keberkahan hujan, apalagi orang beriman ahli makrifat (arifin)?’... Salah satu dalil bahwa memandang wajah arifin dapat menambah makrifat dan lain sebagainya adalah ucapan Anas RA, ‘Tidaklah kami menghalau debu makam Rasulullah SAW yang melekat di tangan kami melainkan kami merasakan ada sesuatu yang kurang di hati ini,’ (lanjutkan terusannya). Secara umum, para wali Allah adalah pintu-Nya. Perkenalan dengan mereka adalah kunci pintu tersebut. Sementara gigi kunci itu adalah upaya menjaga diri agar tetap hormat, khidmat, sopan, dan keluasan rahmat kepada mereka. Siapa yang berinteraksi dengan mereka melalui cara demikian, maka ia akan dibukakan pintu. Tetapi kalau tidak dengan cara itu, maka ia berada dalam bahaya,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 133-134).

Orang-orang saleh adalah pintu kita masuk kepada Allah. Mereka adalah orang-orang pilihan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang selayaknya kita kenal lebih dekat dengan penuh adab dan kesantunan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU KOKAM Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari

Jakarta, KOKAM Tegal
Setelah pembukaan yang berlangsung malam ini, rangkaian acara workshop “Islam & Civil Society in The 21st Century: A Path to Transformation besok, Rabu, 22 Desember akan berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah dengan mengunjungi lokasi universitas dan juga diskusi. Rencananya akan berbicara besok Prof. Azyumardi Azra, Pangeran Dr. Nazrin Shah Ibni Sultan Azlan Shah dan Dato’ Sri Hishmmuddin Tun Hussein.

Pada hari Kamis, acara akan berlangsung di Hotel Shangri La. Diskusi akan dibagi dalam dua kelompok yang meliputi Evolution of The Madrasa/Pesantren oleh Dr. Nazeer Ahmad dan Social Reform in Muslim Society oleh Prof Yusuf Da Costa.

Selanjutnya sehabis makan siang akan dilangsungkan diskusi dengan tema Sufism and Civil Society oleh Dr. Vincent Cornell, Securing the Role of Women in Muslim Society oleh Dr. Rahma Bourqia.

Pada sore harinya acara dilanjutkan dengan topik The Primacy of Religious Pluralism Islam oleh Prof. Abdul Hakim Murad, Principles of Leadership in War and Peace oleh Shaykh Muhammad Hisham Kabbani dan Sharia and The Rule of Law oleh Dr. Hasyim Kamali. Malam harinya, akan dilakukan kunjungan ke Ponpes Assidiqiyah di Batu Ceper Tangerang.

Pada hari Jum’at yang merupakan hari terakhir, acara akan dilakukan di Universitas Islam Assyafiiyah. Diskusi yang akan berlangsung di sana bertema Islam and Civil Society Today oleh Dr. Datin Roziah Omar dan Dr. Vincent Cornell. Jumatan yang akan berlangsung di masjid universitas akan berlangsung dengan khatib Shaykh Hisyam Kabbani.Acara di Assyafiiyah masih akan terus berlangsung sehabis makan siang dengan pembicara Prof. Yusuf Da Costa dan Prof. Abdul Hakim Murad.

Setelah kembali ke Hotel, bagi mereka yang berminat, terdapat pemutaran film “Imam Ghazali Alchemist of Happiness yang akan berlangsung sekitar 80 menit di Medan Room Lt 3 Hotel Shangri La dengan pengantar oleh Prof. Abdul Hakim Murad.

Penutupan akan berlangsung pada jam 7 malam dengan pembicara Prof. Dr. Azyumardi Azra, Dato’ Seri Sharizat Abdul Jalil. Dr. Tuty Alawiyah dan H.M. Rozy Munir SE. Msc.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Doa KOKAM Tegal

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadual Workshop ICIS Selama Tiga Hari

Senin, 29 Januari 2018

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, KOKAM Tegal. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

KOKAM Tegal

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

KOKAM Tegal

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Budaya, IMNU KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, KOKAM Tegal. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

KOKAM Tegal

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

KOKAM Tegal

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Meme Islam KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya

Klangenan adalah bahasa jawa asal kata kangen. Klangenan dapat diartikan dengan sesuatu yang bisa menjadikan seseorang merasa kangen kepadanya. Klangenan dapat berupa benda apasaja, tetapi lumrahnya objek klangenan adalah hewan piaraan yang memiliki nilai guna seperti Kuda, onta, keledai (sebagai alat transportasi), Kerbau (sebagai pembajak sawah), sapi (untuk dijual)  atau sekedar untuk kepuasan, semisal burung dara, burung kicauan (perkutut, cucak rowo, dan lain sebagainya). Ataupun berupa ikan hias seperti arwana, lohan dan sejenisnya atau berupa unggas piaraan seperti, bebek, ayam dan semacamnya, hingga kucing, kelinci, hamster, tupai dan lain-lain.

Sebagaimana sebutannya, klangenan selalu saja menumbuhkan rasa rindu pemiliknya. Entah itu rindu pada nilai gunanya atau rindu pada keindahan kicauan, warna bulu pada burung. Atau rindu pada warna kulit dan sisik yang mengkilat pada ikan Arwana. Atau bisa saja rindu untuk bermain-main saja.

Pada dasarnya seorang muslim diperbolehkan memelihara hewan piaraan, selama tidak ada alasan yang melarangnya karena adanya unsur yang membahayakan (mudharat). Baik membahayakan yang memelihara karena jenis hewan piaraan tersebut dianggap membawa kemudharatan (menyebabkan virus atau penyakit, sebagaimana kasus flu burung). Ataupun membahayakan hewan piaraan itu sendiri, karena keberadaanya sebagai hewan piaraan dapat mengancam jiwanya. Maka dengan sendirinya kasus per-klangenan seperti ini (yang membawa mudharat) dilarang oleh agama.

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya (Sumber Gambar : Nu Online)
Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya (Sumber Gambar : Nu Online)

Klangenan: Hukum dan Norma Memeliharanya

Yang tidak kalah pentingnya adalah pola hubungan antara pemelihara dan yang dipelihara. Pertama, tidak adanya unsur pemaksaan. Seorang pemelihara tidak dibolehkan memaksakan pekerjaan diluar kemampuan hewan piaraannya, dengan berbagai cara. Misalkan membebani kerbau mengangkat beban diatas standar maksimalnya, memacu onta untuk mengejar angin, ataupun memaksa ayam berkicau seperti perkutut dan lain sebagainya.

Kedua, Wajib hukumnya bagi pemelihara menyediakan dan memberikan makan-minum kepada hewan klangenan. Kewajiban ini bersifat mutlak  tidak ada pengecualian maupun persyaratan. Artinya, wajib bagi pemelihara memberikan makan-minum hewan klangenannya walaupun ia sendiri berada dalam kefakiran.

Kewajiban ini juga tidak gugur walaupun hewan klangenan tidak memuaskan keinginan pemeliharanya. Dengan kata lain, pemelihara harus tetap menyediakan makan-minum walaupun hewan klangenan tidak berkicau, tidak enak dipandang bahkan bila tiba-tiba hewan klangenan itu menderita tuna rungu, tuna wisma ataupun tunawicara.

KOKAM Tegal

? ? ? ?, ? ? ? ?

Membei nafkah kepada hamba sahaya dan binatang itu wajib. Dan mereka tidak boleh dibebani pekerjaan yang di luar kemampuannya.

Demikian pendapat Qadhi Abu Suja’ dalam Ghayatu wat Taqrib. Pendapat ini berdasar pada hadits Rasulullah saw yang menceritakan kasus perempuan masuk neraka karena seekor kucing:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Seorang wanita menerima adzab karena kucing yang ia tahan sehingga mati. Ia msuk neraka karenanya, ia tidak mau memberi makan kucing itu dan tidak memberi minum, karenaa dia menahannya dan tidak melepaskan sehingga ia makan serangga tanah (HR. Bukhari dan Muslim)

KOKAM Tegal

Selain dalil tersebut sebagai bahan pertimbangan adalah sebuah hadits yang menjadi pembuka dalam kitab ushfuriyah dan nashaihul ibad tentang anjuran menyayangi segala makhluk yang ada dibumi.

 ? ? ? ? ? ? ? ?.

Sayangilah segala makhluk yang ada di bumi, maka kamu akan disayangi makhluk yang ada di langit 

Pada dasarnya pemberian makan-minum ini, yang merupakan kewajiban pemelihara adalah hak hewan klangenan. Karena jikalau hewan klangenan ini berada di alam bebas, pastilah ia akan menerima rizkinya secara mandiri langsung dari Allah swt. Yang Maha Pemberi Rizki. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Kyai KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain

Batam, KOKAM Tegal. Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Kepulauan Riau, Riki Syolihin, meminta pemerintah kota setempat mengantisipasi eksodus pekerja seks komersial (PSK) dan mucikari pascapenutupan lokalisasi Dolly, Surabaya, ke Batam.

"Berdasarkan informasi Dinas Sosial Surabaya yang diperoleh dari para mucikari, Batam akan menjadi kota tujuan eks penghuni Dolly. Selain Batam, tujuan lain Bali dan Jakarta," kata Syolihin, di Batam, Rabu.

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Eks Penghuni Dolly Dikhawatirkan Eksodus ke Kota Lain

"Pemerintah Kota Batam harus mengantisipasi seperti di Bali. Di Bali sudah dilakukan razia agar mantan penghuni Dolly tidak masuk ke provinsi tersebut," kata dia.

KOKAM Tegal

Batam juga merupakan salah satu kota yang memiliki sejumlah lokalisasi, baik terang-terangan ataupun berkedok tempat usaha lain.

KOKAM Tegal

Selain alasan kemaksiatan, dia juga menyoroti penyebaran penyakit kelamin dan viral mematikan, di antaranya HIV/AIDS. 

Komisi Perlindungan AIDS Kota Batam, mencatat, selama 2013 terdapat 54 warga Batam meninggal karena penyakit menular itu. Pengidapnya pada 2013 198 orang, 106 perempuan dan 92 laku-laki.

Penderita baru HIV di Batam sebanyak 577 orang, 287 perempuan dan 290 laki-laki. 

Solusi Terprogram

Sebelumnya Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa penutupan Lokalisasi Dolly Surabaya perlu meniru cara penutupan Lokalisasi Kramat Tunggak Jakarta, terutama solusi yang terprogram untuk penghuninya.

Jalan keluar yang disiapkan saat itu ada dua cara yakni di depan lokalisasi itu ada ruangan yang dimanfaatkan sebagai balai latihan kerja. Para penghuni dilatih keterampilan dengan program menjahit, membuat bordir, kue, serta salon. 

"Saat itu saya datang, bertemu dengan germo dan meminta agar jam 08.00-10.00 WIB, penghuni diberikan kesempatan mengambil program, menjahit, bordir, buat kue, serta salon," katanya.

Saat itu, program itu sudah diujicobakan. Walaupun tidak sukses sampai 50 persen, program itu bisa berjalan. Mereka yang ingin keluar dari lokalisasi diberi keterampilan serta diberikan uang saku.

"Tapi, program keterampilan itu tidak bisa serta merta diberikan saat ini juga, karena prosesnya sudah harus sejak lama diberikan. Jadi, penutupan lokalisasi itu pasti ada yang pro dan kontra, karena itu harus dicarikan jalan keluar," katanya.

Cara lain, pemerintah tidak harus lepas tangan dengan hanya memberikan keterampilan, namun para penghuni yang mempunyai niatan tulus ingin keluar dari praktik prostitusi juga harus diberi jaminan kehidupan. 

"Misalnya dengan mengumpulkan para pengusaha dan bisa menitipkan para penghuni untuk bekerja di tempat itu, sehingga mereka juga bisa mendapatkan pendapatan. Jadi, komunikasi dengan pengusaha. Satu perusahaan bisa menerima 5-9 orang (mantan penghuni lokalisasi)," katanya.

Ia meyakini cara itu bisa dilakukan di Surabaya, karena industri di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Pasuruan, juga banyak. Dengan metode ini mereka aman karena mendapatkan income, seperti pekerja di tempat lain. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Quote KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Indramayu, KOKAM Tegal. Pengurus MWCNU Jatibarang kabupaten Indramayu memberikan santunan kepada anak yatim di depalan dari 15 ranting NU yang ada di Jatibarang, Kamis (16/7). Santunan ini diadakan sebagai bentuk tunjangan pendidikan anak yatim (Ayo mondok).

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Penerima bantuan pendidikan ini berasal dari ranting NU Malangsemirang, Lohbener Lor, Krasak, Pawidean, Kebulen, Jatibarang Baru, Bulak Lor, dan Bulak Kidul.

Pihak MWCNU Jatibarang ke depan akan melakukan pemantauan, evaluasi, dan pendataan terkait jumlah anak yatim di seluruh ranting yang tersebar di Jatibarang. Data ini akan dipakai untuk menunjang program khusus pendidikan anak yatim (Ayo Mondok) yang telah dicanangkan MWCNU Jatibarang.

KOKAM Tegal

Pengasuh pesantren As-Salam Bulak ustadz Ahmad Ibnu Sya’roni menyambut baik dan menyatakan siap mendukung sepenuhnya program tahunan ini.

“Acara santunan jangan hanya seremoni tetapi harus menghasilkan program atau mendukung program yang telah ada. Semoga acara ini menjadi berkah bagi kita ‘Wong NU’ dan menjadi eskalator komunikasi antara Majelis Wakil Cabang NU Jatibarang, ranting, dan anak ranting secara khusus, dan secara umum bagi warga Nahdliyin,” kata Ustadz Sya’roni. (Dede Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, IMNU, Santri KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Pacitan, KOKAM Tegal. Tahun 26 Lahire NU ...

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalawat NU Bergema di Bumi Atturmusi

Ijo Ijo Benderane NU ...

Gambar Jagad Simbule NU ...

KOKAM Tegal

Bintang Songo Lambange NU ...

Syuriyah Ulamae NU ...

Tanfidziyah Pelaksana NU ...

GP Ansor Pemuda NU ...

KOKAM Tegal

Fatayat Pemudi NU ...

Demikian Lantunan Shalawat NU yang dibawakan oleh Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf dari Kota Surakarta pada acara Keluarga Pondok Tremas Bersholawat, Selasa (26/3) malam di halaman Masjid Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan Jawa Timur.

Malam itu, komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan atau yang dikenal dengan sebutan “Atturmusi” dibanjiri ribuan Muslimin dari seantaro Pacitan dan sekitarnya. ?

Ribuan Syecher mania, sebutan untuk simpatisan Habib Syech, memadati halaman masjid, serambi masjid, bahkan ribuan jamaah memenuhi jalan sepanjang komplek Perguruan Islam Pondok Tremas Pacitan.

Turut hadir dalam acara tersebut para alim ulama dan habaib, diantarnya KH Fuad, Habib Dimyathi, KH Luqman Harist Dimyathi, Gus Karim (Solo) KH Zaenal Abidin (Trengalek), KH Umar Tumbu dan Kapolres Pacitan. Mereka ikut larut dalam bacaan sholawat dan qasidah yang didendangkan oleh Habib Syech.

Habib Syech bersama Jamiyyah Ababul Musthofa Madiun menyuguhkan sedikitnya 15 Sholawat. Tak lupa, Sholawat NU dikumandangkan di pesantren yang didirkan oleh KH Abdul Manan Pada tahun 1830 M tersebut.

Sholawat NU yang isinya terdiri dari syi’iran tentang NU dan amaliahnya ini termasuk salah satu lagu yang sangat saat ini sering dibawakan oleh Habib Syech dalam setiap gelaran sholawatnya. Dengan tujuan, panji panji NU semakin menyebar di seantaro polosok negeri.?

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Zaenal Faizin





Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Sunnah, IMNU KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

Jakarta, KOKAM Tegal - Sejarawan Nahdlatul Ulama KH Ng Agus Sunyoto menyebut bahwa Islam di Indonesia pertama-tama diperkuat oleh pesantren. Dulu, kata Agus, ada lima jenis pendidikan, yaitu padepokan, asrama, dukuh, paguron, dan terakhir pesantren.

Menurutnya, para sarjana Belanda banyak yang keliru dalam menafsirkan kiai dan pesantren. Belanda menganggap bahwa kiai itu golongan agamawan seperti cara berpikir orang Eropa yang menganggap bahwa pastur atau pendeta itu pasti agamawan.

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Penjelasan Agus Sunyoto tentang Hubungan Pesantren dan Keraton

“Di sini bukan, kiai (itu) keluarga keraton, keluarga raja, sejak awal itu, bukan golongan agamawan,” kata Kiai Agus saat menjadi pembicara pada acara silaturahmi kebudayaan yang diselenggarakan Lesbumi di Lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (28/7).

Ia mencontohkan, Sunan Ampel dan Sunan Giri merupakan keturunan raja. Bahkan, katanya, Pesantren Mlangi Yogyakarta didirikan oleh Kiai Nur Iman yang merupakan kakak tertua dari Sultan Hamengkubuwono 1.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

“Beliau (Kiai Nur Iman) mendirikan pesantren di situ. Jadi memang silsilahnya keraton,” katanya.

Pada acara yang bertema “Meneguhkan Kebudayaan Bangsa, Memperkuat Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia” ini, ia menuturkan bahwa keraton tidak pernah meninggalkan pesantren, bahkan ketika keraton tidak mampu melawan, dan saat keraton tidak mampu mengangkat senjata, pesantren mengambil alih peran.

Lebih lanjut, ia menyebut pemberontakan yang dilakukan pesantren terjadi 112 kali yang dipimpin guru tarekat dan kiai haji dari pesantren. Menurutnya, karena pesantren yang merupakan keluarga keraton dan sebagai pribumi direndahkan oleh Belanda. Waktu itu, sambungnya, Belanda membuat aturan di mana warga negara kelas 1 adalah orang Belanda kulit putih, warga negara kelas 2 itu orang timur asing; Arab, Cina, maupun orang India. Sementara inlander pribumi paling rendah. (Husni Sahal/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Pondok Pesantren, IMNU KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Pati, KOKAM Tegal. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, Jawa Tengah,  Sabtu (11/1) pagi, menggelar workshop dengan tema “Keseimbangan Perlindungan Siswa dan Pembelaan Guru dalam Proses Pendidikan", acara tersebut digelar bertempat di Setda Pati, Jawa Tengah. 

Hadir sebagai Narasumber, dari kalangan akademisi dan kepolisian yakni Prof. Dr. A. Rofiq,  AKBP Baharuddin dan Kapolres Widodo, MHM. Sementara, peserta workshop di antaranya para kiai dan seluruh jajaran guru setingkat Madrasah Aliyah (MA).

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pati Gelar Workshop Perlindungan Elemen Pendidikan

Menurut Ketua MUI Pati, KH. Abdul Mujib Shaleh, workshop ini digelar dengan tujuan mencari kesimbangan perlindungan baik perlindungan siswa maupun pembelaan guru supaya tidak ada yang merasa terhukumi. 

“Selama ini, yang diusut adalah perlindungan anak saja, padahal guru pun juga perlu untuk dilindungi dan dibela. Sedikit-sedikit kalau ada guru berbuat kasar, orang tua tidak terima dan langsung melaporkan ke aparat keamanan. Ini yang perlu dicari keseimbangannya,” ungkapnya.   

Diharapkan, dengan kagiatan workshop ini bisa meminimalisir kasus-kasus kekerasan yang dialami siswa oleh guru agar tidak ada lagi laporan kekerasan oleh orang tua murid kepada pihak kepolisian. 

KOKAM Tegal

Kegiatan berlangsung lancar, pada akhir workshop, diambil hasil keputusan bahwa kesemuanya sepakat untuk mengimbangkan antara pembelaan hukum baik siswa maupun guru. “Nanti tinggal mengirim ahli kebijakan kesepakatan baik kepada bupati, kejaksaan dan semua instansi yang terkait,” pungkasnya. (Asnawi Lathif/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, IMNU, Sunnah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Muslimat NU Karimun Bantu 2000 Sarung dan Mukena untuk Pidie Jaya

Karimun, KOKAM Tegal?

Setelah beberapa hari melakukan penggalangan bantuan berupa mukena dan sarung, akhirnya Pengurus Cabang Mulimat NU Kabupaten Karimun berhasil mengumpulkan lebih dari 2000 sarung dan 2000 mukena untuk korban gempa Pidie Jaya, Aceh. Jumlah tersebut melebihi target yang mereka tentukan, yaitu masing-masing 1000.

"Alhamdulillah penggalangan bantuan mukena dan sarung jauh melebihi dari target yang kami tentukan," ungkap Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Karimun Nyimas Novi Ujiani.

Jumlah tersebut belum termasuk sumbangan lainnya, berupa pakaian dan kerudung. Secara keseluruhan terkumpul 65 balpres. Selanjutnya bantuan yang diserahkan kepada Pemkab Karimun selaku koordinator Kabupaten dalam penggalangan dana bantuan korban gempa Aceh.

Muslimat NU Karimun Bantu 2000 Sarung dan Mukena untuk Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Karimun Bantu 2000 Sarung dan Mukena untuk Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Karimun Bantu 2000 Sarung dan Mukena untuk Pidie Jaya

Secara simbolis, bantuan diterima oleh Bupati Karimun Aunur Rafiq, Rabu sore (21/12) di gedung serbaguna Kantor Lurah Sungai Raya Kecamatan Meral.

"Enam puluh lima ballpres yang berhasil kami kumpulkan. Dan kami serahkan kepada koordinator kabupaten yang diterima oleh bapak Bupati Karimun" tambahnya.

Untuk pakaian bekas layak pakai, oleh pengurus dan anggota Muslimat NU disortir terlebih dahulu sebelum dikemas diposko utama Muslimat NU, Masjid Agung Kabupaten Karimun.?

KOKAM Tegal

Tidak hanya mukena, kain sarung, pakaian baru atau bekas, Muslimat NU Kabupaten Karimun juga berhasil menggalang dana sebesar Rp 20 juta lebih. Semua jenis bantuan untuk korban gempa Aceh juga diserahkan kepada Bupati Aunur Rafiq.

"Selain bantuan berupa sarung, mukena dan pakaian baik baru maupun bekas layak pakai, kami juga berhasil menggalang dana sebanyak 20 Juta Rupiah. Itu (uang) juga telah kami serahkan kepada Bupati," ujar anggota DPRD Karimun Fraksi PKB ini.

Novi Ujiani mengaku terharu atas pencapaian yang melebihi target. Karena awalnya difokuskan hanya untuk 1000 mukena dan 1000 kain sarung, sebagai peralatan ibadah bagi korban bencaa gempa bumi Aceh. Namun di luar dari perkiraan ternyata melebihi target.

"Apa yang kami dapat kumpulkan sampai hari ini sejak 14 Desember kemarin merupakan kerja keras dari kaum ibu dalam hal ini yang tergabung didalam Muslimat NU Kabupaten Karimun. Hal itu merupakan bukti dan semuanya kami dedikasikan untuk ibu dihari ibu yang jatuh pada esok hari," ungkapnya.

KOKAM Tegal

Novi mengaku sangat terharu ketika respon para ibu-ibu sangat antusias, bahkan hampir semua para pedagang pakaian di Pasar Sri Karimun rela menyerahkan pakaian baru yang dijualnya untuk disumbangkan kepada korban gempa Aceh.

Kaum ibu dari Muslimat NU pun ikut mengangkat karung berisikan pakaian seberat puluhan kilogram, mereka mengaku kerja keras yang dilakukan tidak seberapa dari beban yang dirasakan oleh para korban gempa Aceh.

"Terima kasih kepada segenap donatur, tanpa donatur kami tidak akan dapat seperti ini. Terima kasih untuk seluruh pengurus dan anggota Muslimat NU dari ranting sampai cabang, saya bangga dengan kekompakan ini" pungkas Nyimas terlihat berkaca-kaca.

Sementara Bupati Karimun Aunur Rafiq mengatakan, bantuan logistik yang ada saat ini baru sekitar lima karung berisi pakaian bekas layak pakai, bersumber dari masayarakat dan beberapa organisasi. Ketika bantuan dari Muslimat NU sejumlah 65 karung berisikan mukena, kain sarung, pakaian baru dan bekas diserahkan, maka total menjadi 70 karung.

Sedangkan uang tunai yang telah terkumpul sampai kemarin mencapai Rp223 juta, belum ditambah dari dana yang digalang oleh Muslimat NU senilai Rp20 juta lebih.

"Terima kasih saya ucapkan kepada ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Karimun, tak disangka memiliki kerja keras yang hasilnya sangat baik sekali. Dari ibu Kabupaten Karimun untuk korban bencana gempa Aceh dan selamat Hari Ibu," ucapnya. (Sularno Menot/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, IMNU KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim

Pringsewu, KOKAM Tegal - KH Marzuki Mustamar mengajak umat Islam khususnya warga NU untuk benar-benar mengikuti Rasulullah dalam memilih seorang imam, panutan beragama. Menurutnya, Rasulullah sudah cukup jelas memberikan panduan terkait siapa yang perlu diteladani dalam hal beragama.

Demikian disampaikan Kiai Marzuki pada taushiyah di peringatan Harlah Ke-91 NU di Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Kamis (19/1).

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Marzuki Mustamar Jelaskan Kriteria Imam, Tokoh Panutan Muslim

"Hal ini telah dijelaskan dalam hadits Nabi dan menjadi pegangan bagi kita semua dalam kehidupan kita," katanya.

Menurut Penulis Kitab Al-Muqtatofat Li Ahlil Bidayat ini, yang pertama menjadi dasar dalam memilih imam adalah yang paling fasih dalam bacaan dan pemahaman terhadap Al-Quran. "Jika ada dua orang yang sama-sama fasih dan alim Al-Quran, maka pilihlah yang paling banyak hafal dan mengerti hadits Rasulullah," tambahnya.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Jika keduanya juga sama, kata kiai asal Malang ini, maka hendaklah memilih imam yang berdomisili paling lama di daerah setempat. "Jika semua kriteria tersebut banyak dimiliki oleh para calon imam, maka pilihlah yang umurnya paling tua dan sudah menikah," tambahnya.

Tampak seluruh pengurus NU dari tingkat cabang hingga ranting serta banom NU tersebut dan ratusan warga NU.

Kiai Marzuki mengajak pengurus NU untuk tetap berpegang teguh kepada ajaran Ahlussunah wal Jamaah. "Mau iman utuh? Ahlussunah wal Jamaah jawabannya," tegasnya.

Aswaja memiliki sanad yang jelas melalui para ulama yang memiliki kapasitas keilmuan tinggi sampai dengan Rasulullah SAW. Aswaja menerima semua hadits yang diriwayatkan semua sahabat tanpa membedakan satu sama lain.

Untuk kesatuan ajaran Aswaja, di Indonesia ada Nahdlatul Ulama yang mewadahi dan menjaga amaliyah-amaliyah Aswaja. "Kenapa harus NU? Karena NU merupakan organisasi resmi, berbadan hukum serta memiliki jaringan nasional yang menjadi tempat kuat untuk terus meneruskan ajaran Aswaja," katanya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, IMNU KOKAM Tegal

Selasa, 28 November 2017

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Medan, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membawakan mainan masak-masakan dan diecast pesawat berwarna putih untuk Balita Kinara (4) korban selamat pembunuhan sekeluarga di Medan, Sabtu (15/4).?

Khofifah menjenguk Kinara sekembalinya dari Aceh Tenggara mengunjungi korban longsor dan banjir bandang. Kirana dirawat di RSUP H Adam Malik Medan setelah menjalani operasi pembekuan darah di bagian kepala.?

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

"Dua mainan itu adalah permintaan khusus Kinara jadi sebisa mungkin dipenuhi, terutama diecast pesawat berwarna putih," ungkap Khofifah.?

Khofifah juga membawakan tas sekolah, tempat makan dan minum, buku cerita anak, susu, dan pampers. Seluruh bingkisan itu sengaja dibawa Khofifah guna menghibur Kinara.?

KOKAM Tegal

Melihat bingkisan tersebut, Kinara langsung meresponnya lalu bangun dan ikut bermain. Balita perempuan tersebut terlihat begitu gembira.?

Menurut Khofifah, Balita Kinara dipastikan mengalami trauma mendalam setelah menyaksikan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh Andi Lala yang masih memiliki hubungan saudara.?

"Kami akan lakukan assesmen terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pendampingan oleh tim psikososial," ujarnya.

Lama pendampingan, lanjut dia, minimal dilakukan selama tiga bulan kedepan. Setelah itu, akan dilakukan secara berkala sesuai keadaan psikologi Kinara.?

Menurut Khofifah, hal terpenting saat ini adalah memastikan Kinara memperoleh perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan utamanya dari keluarga inti. Dengan demikian kesejahteraan Kinara dapat lebih terjamin.?

KOKAM Tegal

"Saya harap keluarga yang ditunjuk menjadi wali bisa memberikan perlindungan dan pengasuham yang baik kepada Kinara," tuturnya.?

Sebelumnya, kejahatan menimpa dan menewaskan satu keluarga di Medan, Ahad (9/4/2017) lalu. Para korban adalah pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (35), serta dua anak, Naya (13), dan Gilang (8). Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli. Sumarni (60), mertua Riyanto, juga meninggal. Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli.?

"Semoga seluruh korban diterima Allah SWT dan Kirana bisa melanjutkan hidup lebih baik dan mampu melupakan kejadian ini," tutup Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Kyai, IMNU KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

Jakarta, KOKAM Tegal. Berbagai cara dilakukan dalam praktek money politic, tak terkecuali dalam kemasan sedekah dan zakat. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai civil society berbasis massa Islam terbesar di Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam, dan berencana mengeluarkan fatwa atas tindakan tersebut. ?

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sedekah untuk Kepentingan Politik jadi Pembahasan

Money politic dalam Islam disebut riswah (suap), yang dalam prakteknya bisa berbentuk sedekah dan zakat yang belakangan ini marak terjadi di tengah masyarakat, maupun pemberian uang secara langsung dan tak langsung, komitmen pada sebuah janji, ataupun cara-cara lain yang bertujuan mempengaruhi pilihan dalam sebuah pesta demokrasi, baik pemilihan presiden, kepala daerah, dan legislatif.

"Riswah(suap) dalam politik sama halnya dengan melakukan korupsi yang merupakan perbuatan keji dan diharamkan oleh agama," tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Senin (10/9).

KOKAM Tegal

Wacana fatwa halal atau haram sedekah untuk kepentingan politik itu sendiri akan dibahas dan dipertegas dalam forum bahtsul masail diniyah waqiiyyah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 15-17 September mendatang.

Dalam keterangannya Kiai Said yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia (UI), mengutip sebuah ayat Al Quran yang menyebutkan pelaku korupsi layak mendapatkan hukuman seberat-beratnya. Mulai dari dipotong kedua tangan dan kakinya, hingga dimusnahkan dari muka bumi.

KOKAM Tegal

"Korupsi masuk dalam kategori perbuatan fasad, perbuatan yang merusak tatanan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Hukuman untuk pelakunya adalah dipotong kedua tangan dan kakinya, atau dimusnahkan dari muka bumi," urai Kang Said, demikian Kiai Said disapa dalam kesehariannya.

Praktek riswah politik juga dinilai menjadikan demokrasi di Indonesia tidak ideal, karena kandidat yang terpilih pada umumnya hanya bermodalkan materi, tanpa adanya kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan catatan tersebut politikus yang melakukannya, baik dalam Pemilu presiden, kepala daerah, maupun legislatif, NU menegaskan tidak sepatutnya masyarakat memilih.

"Pemilu langsung adalah produk di era reformasi. Dengan maraknya politik uang, di sinilah tugas kita semua untuk bersama-sama bersikap dewasa dan mendewasakan masyarakat, jangan memilih pemimpin hanya karena adanya uang," tandas Kiai Said.

?

Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan membahas sejumlah hal yang dikelompokkan menjadi tiga, yaitu masail diniyah maudluiyah yang berkenaan dengan rujukan dasar seperti konsep negara, hukum bentuk negara, kekayaan negara, pengalihan kekayaan negara, dan warga negara.

Berikutnya masail diniyah qanuniyah yang berkaitan dengan perundang-undangan. Beberapa UU yang akan dibahas dari segi Islam adalah korelasi UU BI, UU Penanaman Modal Asing, UU Air, UU Migas dan UUD 1945 dengan kesejahteraan rakyat.

Selanjutnya masail diniyah waqi`iyah atau isu-isu faktual, seperti hukum pilkada langsung, hukuman mati bagi koruptor, hukum pajak, hukum anak di luar nikah, hukum ekonomi rakyat, dan hukum pematokan keuntungan saham BUMN.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, IMNU KOKAM Tegal

Kamis, 23 November 2017

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA

Jakarta, KOKAM Tegal. Dalam rangka membantu siswa SMA, MA, SMK, atau yang sederajat mematangkan persiapan menghadapi seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) 2014 ini, Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, menggelar “Try Out SBMPTN, Sukses Masuk Perguruan Tinggi Negeri”, Ahad (26/1).

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cengkareng “Try Out” Seleksi Masuk PTN untuk SMA

Kegiatan yang dipusatkan di di SMA Cahaya Fadilah, Pondok Pesantren Nurul Qur’an Jakarta ini diikuti para pelajar SMA, SMK, MA, atau yang sederajat dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Cengkareng dan sekitarnya. Dalam rangkaian uji coba (try out) seleksi ini juga diadakan seminar bertema “Sosialisasi Umum & Motivasi Menghadapi SBMPTN”.

Ketua Pimpinan Anak Cabang IPNU Cengkareng Dea Khairul Rosyid mengatakan, kegiatan uji coba dan seminar ini dimaksudkan untuk sosialisasi dan motivasi bagi para siswa/i sebagai calon-calon mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami bagaimana langkah-langkah mengikuti seleksi masuk PTN.

KOKAM Tegal

Dia berharap pelajar di Kecamatan Cengkareng dapat merasakan bagnku kuliah semua, meskipun tidak mesti di perguruan tinggi negeri favorit. “Apalagi di era global ini, kita harus memiliki kualifikasi pendidikan dan kemampuan yang tinggi,” papar Dea melalui surat elektronik.

KOKAM Tegal

Nahraji Zen, Ketua Pimpinan Cabang IPNU Jakarta Barat mengatakan, ke depan uji coba SBMPTN ini akan dilaksanakan sebanyak 8 kali di 8 kecamatan yang ada di Kota Jakarta. Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN 2014 rencananya akan berkerja sama dengan Forum Alumni PMII UI.

“Karena IPNU serta IPPNU sebagai organisasi pelajar memang semestinya harus mendorong para kadernya yang masih bersekolah untuk bisa melanjutkan kuliah, itulah fungsi keberadaan IPNU dan IPPNU,” tuturnya.

Alfanny S.S, sebagai pembicara dalam seminar, menjelaskan bahwa untuk kuliah calon mahasiswa tidak perlu takut pada persoalan biaya asalkan keseriusan dan kepandaian dimilikinya. Beasiswa kini datang dari banyak jalur, mulai pemerintah, swasta, kampus, atau instansi lainnya.

“Forluni atau Forum Alumni PMII UI juga menyediakan beasiswa bagi mahasiswa baru UI dalam program Student Center NU Makara dan akan tetap melaksanakan Sanlat Sukses Masuk PTN 2014, yang untuk wilayah Jakarta Barat akan bekerja sama dengan PC IPNU Jakarta Barat,” jelasnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, IMNU KOKAM Tegal

Muludan, Pesantren Tremas Gelar Turnamen Volly Tingkat Kabupaten

Pacitan, KOKAM Tegal - Pesantren Tremas Kabupaten Pacitan kembali menggelar turnamen bola volly antarklub se-Kabupaten Pacitan. Turnamen yang berlangsung pada Senin (19/12) dan Selasa (20/12) ini diikuti oleh 38 tim. Turnamen ini diadakan dalam rangka memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejumlah tim yang bertanding menurunkan pemain terbaiknya. Selain pemain-pemain kenamaan dari Pacitan, mereka juga menurunkan pemain berlabel regional.

Muludan, Pesantren Tremas Gelar Turnamen Volly Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)
Muludan, Pesantren Tremas Gelar Turnamen Volly Tingkat Kabupaten (Sumber Gambar : Nu Online)

Muludan, Pesantren Tremas Gelar Turnamen Volly Tingkat Kabupaten

Pada laga final yang digelar di halaman masjid pesantren Selasa (20/12) sore, tim bola volly Bejo Jaya Motor Pacitan tampil sebagai juara setelah melibas lawannya Tim Desa Mlati Arjosari Pacitan.

KOKAM Tegal

Pertandingan yang disaksikan ribuan penonton ini berlangsung sangat ketat. Kedua kubu saling melancarkan serangan. Bejo Jaya Motor mengalahkan Tim Desa Mlati lewat tiga set.? Pada set pertama dan kedua terjadi kejar-mengejar angka yang akhirnya dimenangkan Bejo Jaya Motor dengan skor 3-2.

Bejo Jaya Motor berhak menerima hadiah berupa uang pembinaan dan piala tetap PHBI CUP 2016. Penyerahan piala secara simbolis akan dilakukan pada malam pengajian Haflah Maulid Nabi Muhammad SAW pada Ahad (25/12) malam mendatang.

Panitia penyelenggara Ustadz Dwi Tantra Arifin mengatakan, Pesantren Tremas rutin menggelar turnamen bola volly dalam rangka memeriahkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW dan peringatan haul Pengasuh Pesantren Tremas KH Habib Dimyathi. "Turnamen ini merupakan turnamen tertua yang di Kabupaten Pacitan," katanya kepada KOKAM Tegal di arena pertandingan.

KOKAM Tegal

Turnamen yang diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Pesantren Tremas ini digelar sebagai upaya lebih mengenalkan dunia pesantren kepada masyarakat. "Agar masyarakat lebih memberikan perhatian dalam konteks pendidikan di pesantren. Ternyata pesantren itu mampu mencetak santri yang ahli dalam bidang olahraga," katanya.

Selain itu, sejumlah kegiatan turut digelar oleh Pesantren Tremas seperti lomba pencak silat dan drama islami, pameran hasta karya santri, lomba praktik ibadah, lomba memasak bagi santri putri, dan pengajian haflah maulid Nabi Muhammad SAW. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

15 Ribu Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Jalan Bareng Ansor

Sidoarjo,KOKAM Tegal. Jalan bareng santri di paseban Alun-alun Sidoarjo dalam rangka memperingati puncak Jambore Harlah Ansor ke-81 diikuti puluhan ribu warga NU dan masyarakat Sidoarjo. Mereka terdiri dari anak-anak, remaja, dewasa hingga orang tua.

Meski suasana mendung mengelilingi kota Udang ini, tidak menyurutkan semangat para peserta untuk melangkahkan kakinya guna mengikuti moment yang sangat spesial ini.

15 Ribu Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Jalan Bareng Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
15 Ribu Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Jalan Bareng Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

15 Ribu Nahdliyin Sidoarjo Ikuti Jalan Bareng Ansor

Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono mengatakan bahwa acara puncak jambore jalan bareng santri ini dalam rangka memperingati Harlah Ansor Ke-81. Dalam serangkaian acara ini peserta mendapatkan kupon gratis dari panitia yang akan diundi pada penghujung acara.

KOKAM Tegal

"Alhamdulillah pesertanya melebihi dari target yang ditentukan oleh panitia. Untuk jalan bareng santri ini diikuti sekitar 15.000 peserta dari Banom NU mulai dari Ranting, PAC, PC hingga masyarakat Sidoarjo yang mengikuti Car Free Day di alun-alun Sidoarjo," Ahad (3/5).

Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah dalam sambutan pemberangkatannya mengatakan bahwa dalam mengikuti jalan bareng santri ini harus tertib, kondusif dan mematuhi peraturan yang sudah diberikan oleh panitia.

KOKAM Tegal

"Saya berpesan kepada semua peserta jalan bareng santri agar mempererat kekeluargaan, persahabatan, persaudaraan dan kebersamaan antar peserta jalan sehat,” tutur Abah Ipul sapaan akrab Bupati.

Nampak hadir dalam acara itu Wakil Bupati Sidoarjo H MG Hadi Sutjipto, Ketua DPRD Sidoarjo H Sulamul Hadi Nurmawan, Ketua GP Ansor Sidoarjo Slamet Budiono, Rektor Unusida, Kepala Kemenag Sidoarjo dan beberapa pejabat di lingkungan Kabupaten Sidoarjo/Forpimda.

Setelah peserta diberangkatkan oleh Bupati, para peserta kemudian menempuh jalan yang sudah ditentukan oleh panitia yakni alun-alun Sidoarjo menuju ke Selatan lewat Slautan, kemudian kembali lagi ke alun-alun Sidoarjo untuk mendapatkan hadiah atau door price dari panitia dan hadiah utama berupa sepeda motor Honda. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Hadits, Anti Hoax KOKAM Tegal

Minggu, 29 Oktober 2017

HIDMAT NU Awali Gerakan Perempuan Indonesia Menulis

Jakarta, KOKAM Tegal. Himpunan Da‘iyah dan Majelis Taklim Muslimat Nahdlatul Ulama (HIDMAT NU) mengawali “Gerakan Perempuan Indonesia Menulis”. Gerakan itu diawali dengan pelatihan penulisan bagi para da‘iyah Muslimat NU di Gedung PBNU lantai lima, Jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Senin (13/5) siang.

Sedikitnya 20 pengurus HIDMAT NU mengikuti pelatihan penulisan. Pelatihan penulisan dipandu oleh seorang jurnalis berpengalaman Parni Hardi. Pelatihan berlangsung 2 setengah jam dari 10.00 hingga 12.30 siang.

HIDMAT NU Awali Gerakan Perempuan Indonesia Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)
HIDMAT NU Awali Gerakan Perempuan Indonesia Menulis (Sumber Gambar : Nu Online)

HIDMAT NU Awali Gerakan Perempuan Indonesia Menulis

“Menulis adalah sesuatu yang menggairahkan. Aktivitas menulis menjadi proses kreativitas yang menantang, tetapi menginspirasi,” kata Parni Hardi di hadapan peserta pelatihan.

KOKAM Tegal

“’Gerakan Perempuan Indonesia Menulis’ merupakan bagian dari program dakwah HIDMAT NU. Karena selain bil haal, bil lisan, HIDMAT NU mengambil penulisan sebagai media dakwah. Kami menyebutnya dakwah bil kitabah,” kata Sekretaris HIDMAT NU Sururin kepada KOKAM Tegal usai pelatihan di lokasi yang sama, Senin (13/5) siang.

KOKAM Tegal

Peserta dibekali dengan motivasi penulisan dan teknik penulisan. Dalam menulis, peserta diimbau untuk menuangkan tujuan, koherensi, dan konklusi penulisan. Di akhir pelatihan, peserta mengumpulkan tulisan yang dibuat satu jam terakhir sebelum pelatihan berakhir.

Kalangan ibu-ibu Muslimat NU justru memiliki potensi sebagai penulis berbakat. Pengalaman mereka memberikan banyak inspirasi penulisan yang kaya, ungkap Parni Hardi kepada KOKAM Tegal usai pelatihan.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Lomba KOKAM Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

LAZISNU Sumenep Berbagi Senyum Ramadhan kepada 53 Anak Yatim

Sumenep, KOKAM Tegal. Menyambut Ramadhan 1438, LAZISNU Sumenep menggelar khotmil Quran. Acara berlangsung di masjid Al-Muqorrobin Desa Pinggir Papas Kecamatan Kalianget, Jumat (26/5).

“Khotmil Quran dimulai jam tujuh pagi sampai jam dua siang,” kata Ketua LAZISNU Sumenep Abdul Hadi.?

LAZISNU Sumenep Berbagi Senyum Ramadhan kepada 53 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Sumenep Berbagi Senyum Ramadhan kepada 53 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Sumenep Berbagi Senyum Ramadhan kepada 53 Anak Yatim

Hadi menambahkan, Khotmil Quran dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada anak yatim melalui kegiatan “Berbagi Senyum”.?

“Ada 53 anak yatim yang menjadi penerima manfaat. Adapun barang bantuan berupa uang tunai dan perlengkapan sekolah,” ungkap Hadi.

KOKAM Tegal

LAZISNU Sumenep aktif sejak tahun 2010. Selain kegiatan menjelang Ramadhan, LAZISNU Sumenep rutin memberikan santunan kepada 400 yatim setiap tiga bulan.?

“Juga ada 19 rumah warga yang sudah dibedah, bantuan ekonomi produktif berupa ternak kambing untuk keluarga miskin, serta pendampingan pasien yang dirujuk ke rumah sakit Dr Soetomo Surabaya,” cerita Hadi tentang kiprah LAZISNU Sumenep.

Hadi mengatakan LAZISNU Sumenep berharap kedepan bisa terus bersinergi denga elemen NU setempat seperti GP Ansor, Fatayat, Muslimat dan lainnya mulai tingkat ranting.

“Sinergi yang baik terus kami lakukan untuk membentengi masyarakat dari paham seperti radikalisme,” tandas Hadi. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, AlaSantri, IMNU KOKAM Tegal

Sabtu, 21 Oktober 2017

LD PBNU: Hentikan Persekusi

Pontianak, KOKAM Tegal. Sosok pendakwah bukan hanya harus menyampaikan nilai keadaban publik, tapi juga harus jadi contoh bagaimana penegakan nilai religiusitas harus dilandasi kasih sayang dan menjunjung tinggi kemanusian.

Demikian disampaikan Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH. Maman Imanulhaq saat memberikan ceramah dalam acara Halaqah Kebangsaan dan Peresmian LD PWNU Kalimantan Barat di Hotel Dangau Kubu Raya, Rabu 15/11.

LD PBNU: Hentikan Persekusi (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU: Hentikan Persekusi (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU: Hentikan Persekusi

(Baca: LD PWNU Kalbar Resmi Dikukuhkan)

KOKAM Tegal

"Maraknya persekusi diakibatkan nilai dakwah yang penuh amarah dan sikap menghakimi, sehingga masyarakat bersikap emosional dan langsung bertindak kejam kepada pelaku yang dianggap melanggar norma agama," jelas Kiai Maman.

Ia memberi contoh kasus persekusi tewasnya seorang pria yang dituduh mencuri amplifier di Bekasi, pengarakan dua pasangan yang dituduh mesum di Tanggerang, dan banyak contoh yang menyesakkan rasa keadilan dan kemanusiaan.

(Baca: Istri Pria yang Dibakar Massa Berharap Anaknya Bisa Belajar di Pesantren)

KOKAM Tegal

"Mereka melakukan nahi munkar dengan cara yang justru mungkar," tegasnya. (Abdul Wahab/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Budaya, Pertandingan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock