Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusantara. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Februari 2018

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Bondowoso, KOKAM Tegal

Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, setiap tanggal 10 Muharram menggelar acara santunan anak yatim piatu. Kegiatan sosial ini digelar sebagai wujud kepedulian kepada sesama.

Pada Muharram 1438 H ini, puluhan anak yatim piatu menerima satunan dari MWCNU Kecamatan Jambesari Darus Sholah dalam acara yang diselenggarakan di halaman Masjid Nurul Jalil Desa Jambesari, Kecamatan Jambesari Darus Sholah.

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiap Muharram, NU Jambersari Santuni Anak Yatim

Ketua MWCNU setempat, Ustadz Abdul Mufid mengatakan, acara yang dirangkai dengan pengajian umum ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir, dan rencananya akan terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang.

KOKAM Tegal

“Sebelum kegiatan ini tadi sesudah badah mahgrib ada pawai lampion di mana pesertanya dari lembaga atau mushalat-mushala atau TPQ se-Kecamatan Jambesari,” katanya.

KOKAM Tegal

Kegiatan pengajian umum tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat dan pemerintah desa setempat. Kegiatan pengajian diisi oleh grub hadrah dari PMII At-Taqwa Bondowoso dan mubaligh KH Wahid Imam.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa program MWCNU Jambesari Darus Sholah yang bisa diikuti masyarakat, khususnya seputar pendidikan fiqih dasar, seperti praktik thaharah (bersuci), pengertian haid, praktik shalat, dan lain-lain. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara KOKAM Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Surabaya, KOKAM Tegal. Di tengah kegiatan yang sangat padat, Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa menyempatkan diri hadir dalam Haul Agung Sunan Ampel yang berlangsung di Kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (12/5). Khofifah tiba sekitar pukul 19.00 Wib dan langsung menuju area makam yang sudah penuh sesak dengan para peziarah.

Mengenakan pakaian serba putih Mensos didampingi para pengurus Muslimat Surabaya bersimpuh di depan Makam Sunan Ampel yang berhiaskan rangkaian bunga melati.

Tepekur dan khusyuk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan para peziarah. Demikian juga dengan Mensos Khofifah yang dengan khusyuk menjalankan ritual doa selama hampir satu jam. Seperti biasa, usai menjalankan ziarah dan doa Khofifah pun menghampiri para peziarah yang telah menantinya sejak sore tadi. Mereka pun berebut untuk bersalaman dengan Mensos.?

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Para peziarah juga berdoa untuk Khofifah agar selalu sehat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. ? "Semoga Bu Khofifah sehat selalu dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri," ujar Azizah, peziarah yang datang dari Sumenep, Madura.?

Sementara itu Mensos sempat menyampaikan kepada media bahwa ? haul agung tersebut harus dimaknai sebagai upaya untul mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan para wali dan ulama dalam melakukan siar agama Islam yang penuh kedamaian. "Haul agung ini menjadi momemtum akan kebesaran para ulama dan wali dalam siarnya untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Umum PP Muslimat.?

Menyinggung tentang kondisi bangsa saat ini yang tengah dililit berbagai persoalan sosial termasuk Sara, Mensos menyatakan bahwa semuanya akan menjadi baik kembali. "Saya sudah berkeliling dengan Pak Presiden ke berbagai daerah. Dan suasana yang terjadi saat ini Insyaallah segera menjadi baik kembali, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan, pasti semua pihak akan mengendalikan diri dan kembali dalam suasana yang damai dan penuh toleransi," ungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, KOKAM Tegal. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

KOKAM Tegal

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Surabaya, KOKAM Tegal. KH Agoes Ali Mashuri, Wakil Rais PWNU Jatim mengatakan para ulama dan kiai selalu hadir tatkala melihat kondisi umat sedang carut marut. Persoalan, ancaman dan ketimpangan, para ulama dan kiai berijtihad dan mengajak umat untuk menjawab problem bangsa dengan Istighotsah Kubro.

"Para ulama dan kiai selalu hadir sebagai sosok pengayom, perekat dan penyejuk pada umatnya," kata Gus Ali saat konferensi pers bersama Ketua PWNU Jatim di loby Gedung PWNU Jatim (6/4).

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Agoes Ali Mashuri: Ulama Payung Besar Umat

Istighotsah Kubro ini merupakan doa bersama. Kekuatan doa di atas segalanya dan banyak hal yang tidak rasional bisa ditempuh dengan doa.?

"Mari Istighotsah Kubro dilakukan untuk mendinginkan hati dan menjernihkan pikiran, menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik," terang Pengusuh Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo ini.

KOKAM Tegal

Istighotsah yang akan dilaksanakan di GOR Delta Sidoarjo pada Ahad 9 April 2017 ini, merupakan sebuah edukasi pada umat untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual dan intuisi.

"Gerakan kiai harus tampil beda dengan gerakan politisi dan aktivis jalanan. Demonya kiai bukan turun ke jalan tapi doa bersama. Istighotsah Kubro untuk Mengetuk Pintu Langit Menggapai Nurullah (Cahaya Allah)," pungkas Gus Ali. (Rof Maulana/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, AlaNu KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

Probolinggo, KOKAM Tegal. Dalam rangka untuk memantapkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur menggelar kajian kitab kuning Fathul Qorib di Desa Lemah Kembar Kecamatan Sumberasih, Ahad (23/2) malam.

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)
Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib (Sumber Gambar : Nu Online)

Mantapkan Akidah Aswaja dengan Kajian Kitab Fathul Qorib

Kajian kitab kuning ini diikuti oleh sedikitnya 250 orang pengurus NU mulai dari majelis wakil cabang hingga ranting baik lembaga, lajnah dan badan otonom. Selain membaca kitab, para pengurus dan warga NU ini juga melakukan pendalaman berikut memecahkan masalah-masalah dalam kehidupan masyarakat.

?

“Selain untuk memantapkan akidah Aswaja, kajian kitab kuning ini dimaksudkan untuk memasyarakat kitab kuning di tengah-tengah masyarakat. Sehingga masyarakat memiliki pemahaman yang cukup terhadap isi dan kandungan kitab kuning Fathul Qorib,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Sumberasih Imam Syaf’i.

KOKAM Tegal

?

Menurut Imam, kitab Fathul Qorib ini adalah kitab kuning yang banyak membahas masalah persoalan fiqih seperti thoharoh, sholat, puasa, zakat, haji,jinayat, munahakat dan mawaris. “Ini merupakan salah satu upaya untuk terus memperkuat tradisi-tradisi ulama NU,” jelasnya.

?

KOKAM Tegal

Dikatakan Imam, kegiatan ini akan dapat menambah wawasan dan pemahaman pengurus dan warga NU terkait kitab kuning Fathul Qorib sehingga mampu mempererat silaturahim dan mempraktekkan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

?

“Melalui kajian kitab kuning ini kami berharap pengurus maupun warga NU mampu mempraktekkan secara langsung apa yang terdapat di dalam kitab tersebut. Sehingga mampu menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya. (Syamsul AkbarMahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Humor Islam KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sumenep, Nu Online

Sejumlah organisasi kepemudaan memadati lantai dua Aula Utami dalam rangka mengikuti pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonisia (PC PMII) Sumenep masa khidmat 2017-2018.

Tidak semata pelantikan, kegiatan juga diisi seminar terkait pembanguna desa.

Menurut Andrian Firmansyah, forum tersebut sebagai bukti peka dan seriusnya PMII dalam mengawal pembangunan desa. "Saya mengapresiasi respon para aktifis atas isu kekinian, dan semoga senantiasa aktif mengawal ini," kata Ketua PC PMII Sumenep yang baru dilantik tersebut.

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sedangkan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur yang diwakili Imam Bongkar, berharap agar kepengurusan yang baru dilantik benar-benar serius menjalankan amanah organisasi baik dalam hal merawat kader, mengawal kedaulatan rakyat dan kebijakan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan mantan ketua PMII Sumenep sebelumnya, Alif Rofiq. “Tolok ukur kawalan PMII terhadap pembangunan desa tidak cukup dengan kegiatan seremonial, melainkan perlu turun langsung di setiap kebijakan kepemerintahan,” katanya.

KOKAM Tegal

Pelantikan dihadiri sejumlah senior dan sejumlah Ketua PC PMII Sumenep dari masa kemasa. Juga terlihat perwakilan dari HMI, IPNU, IMM, IPPNU, GP Ansor, GMNI, sebagian pejabat, serta bupati, A Buya Busyro Karim. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Jumat, 19 Januari 2018

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Magelang, KOKAM Tegal?

Akhir-akhir ini konflik yang dilatarbelakangi sentimen suku, agama, ras dan agama (SARA) semakin meningkat. Perlahan tapi pasti, hawa konflik di Irak, Suriah, dan Myanmar telah turut mereduksi komitmen kebangsaan warga Indonesia.

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Konflik Berbasis SARA Meningkat Akhir-akhir Ini

Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj pada upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II, Senin (18/9), di Lapangan Tembak Akademi Militer Magelang, Jawa Tengah.

“Hal ini ditunjukkan dengan berbagai gerakan intoleran yang terjadi akhir-akhir ini,” tegas Kiai Said.

Sebagai penerus perjuangan ulama, lanjut Kiai Said, sudah sepantasnya nilai-nilai kebangsaan berbasis agama yang dibangun oleh para pendahulu, kita tanamkan kepada segenap generasi muda bangsa Indonesia.?

“Oleh karena itu menurut hemat saya kegiatan ini hadir di saat yang tepat. Saat generasi muda bangsa ini dihadapkan kepada berbagai tantangan toleransi,” tegas Kiai Said.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, Kiai Said tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh bangsa Indonesia bahwa nasionalisme tidak bertentangan dengan ajaran agama apa pun.

“NU sejak berdiri dan selamanya akan komitmen menjaga kemajemukan Indonesia dengan menanamkan cinta tanah air kepada generasi muda,” tandasnya.?

Agenda dua tahunan Lembaga Pendidikan Ma’arif itu diikuti 15 ribu peserta mengikuti upacara pembukaan Perkemahan Wirakraya Pramuka Maarif NU Nasional (Perwimamas) II. Peserta tersebut terdiri dari enam ribu peserta kemah dan sembilan ribu guru serta peserta didik Maarif NU dari seluruh Indonesia.?

KOKAM Tegal

Hadir dalam upacara pembukaan tersebut Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, para menteri Kabinet Kerja, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, serta Bupati Magelang Zaenal Arifin beserta wakilnya. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Berita, Nusantara KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama yang dilantik di gedung PBNU, Jakarta (23/9) untuk mengangkat harkat dan martabat kaum buruh NU khususnya, Indonesia umumnya.

“Bismillah Sarbumusi memperjuangkan martabat buruh NU,” pintanya pada pengukuhan Konfederasi Sarbumusi tersebut.

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh

Namun, kata dia, perjuangan tersebut tidak semudah dibayangkan. Dulu, ketika Sarbumusi didirikan tahun 1955 dengan Ketua Umum Kiai Masykur, problemnya tidak serumit sekarang.

KOKAM Tegal

“Sekarag problemnya tidak terbaca. Kezaliman merajalela,” katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan kezaliman itu tidak hanya di bidang perburuhan, tetapi, ekonomi, keuangan, politik global dan lain-lain, bahkan pendidikan. Kezaliman di bidang ekonomi, misalnya, penguasaan bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

KOKAM Tegal

“Rasulullah telah mewarning. Tiga kekayaan alam tidak bisa dimonopoli, air, energi, minyak, batubara untuk rakyat semua, dan hutan, hadisnya tiga itu. Sesuai dengan Pasal 33 UUD 45.”

Dalam pengukuhan tersebut, Sayaiful Bahri Anshori kembali memipin DPP Konfederasi Sarbumusi sebagai Presiden dan Sekretaris Jenderalnya Eko Darwanto. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Santri KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda

Jakarta, KOKAM Tegal. Lajnah Falakiyah Nahdlatul Ulama menyelenggarakan rukyatul hilal atau observasi bulan sabit di sejumlah titik strategis di Indonesia untuk penentuan awal bulan Dzulhijjah 1435 H pada Rabu (24/9) petang bertepatan dengan tanggal 29 Dzulqa’dah.

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Rabu Petang, Idul Adha Berpotensi Beda

Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri mengatakan, pihaknya telah mengaktifkan pos pelaporan hasil rukyat di kantor PBNU Jakarta Pusat dan menyebarkan nomor-nomor kontak informasi kepada para pengurus Lajnah Falakiyah di sejumlah daerah.

Data hasil hisab awal Dzuhijjah 1325 H yang diterbitkan oleh Lajnah Falakiyah untuk markaz Jakarta menunjukkan ijtima’ atau konjungsi baru terjadi pada Rabu 24 September 2014 pukul 13.24 WIB, sementara tinggi hilal pada saat matahari tenggelam baru mencapai 0 derajat 27 menit di atas ufuk.

KOKAM Tegal

Berdasarkan data itu, diperkirakan rukyatul hilal tidak akan berhasil atau hilal dinyatakan tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat. Seperti tercetak dalam kalender NU, tanggal 1 Dzulhijjah baru terjadi pada hari Jum’at bertepatan dengan 26 Septermber 2014, dan hari raya Idul Adha jatuh pada hari Ahad 5 Oktober 2014. Namun kepastian awal bulan tetap menunggu hasil rukyat Rabu petang dan akan diverifikasi dalam sidang itsbat di kantor Kementerian Agama.

KOKAM Tegal

Sementara itu seperti diwartakan, Muhammadiyah telah mengumumkan awal Dzulhijjah jatuh pada Kamis 25 September 2014 dan hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1435 H jatuh pada Sabtu 4 Oktober 2014. Keputusan itu diambil berdasarkan metode hisab yang dinamakan wujudul hilal yakni ijtima’ sebelum tenggelam matahari dan hilal berada di atas ufuk pada saat tenggelam matahari tanpa mempertimbangkan derajat ketinggian dan tanpa melalui proses rukyatul hilal. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Nusantara, Syariah KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Pesan Moral

Berpecah adalah Musuh Utama Ukhuwah: Jaga Ukhuwah untuk Indonesia yang Aman dan Damai

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)
Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November (Sumber Gambar : Nu Online)

Seruan Moral PBNU Menyikapi Aksi 4 November

Bismillahirrohmanirrohim?

Alhamdulillahirobbilalamin, puji syukur kepada Allah SWT, Indonesia terus berkembang menjadi sebuah negara yang hidup berdasarkan kepada nilai-nilai luhur bangsa dimana masyarakatnya dapat hidup aman-tenteram saling menghormati, dan rukun berdampingan secara harmonis antara satu dengan yang lainnya.

Hari ini, Indonesia dikenal publik Internasional sebagai negara yang patut dijadikan percontohan dan teladan, terutama dalam menjadikan faktor kebhinnekaan (keanekaragaman) justru sebagai kekuatan. Bhinneka Tunggal Ika. Indonesia telah berhasil meletakkan hubungan agama dengan negara secara ideal.

KOKAM Tegal

Agama tidak lagi dipertentangkan dengan negara. Nilai agama melebur dengan budaya lokal yang baik, melahirkan spirit wathoniyah (nasionalisme yang tumbuh subur dengan berkembangnya nilai keagamaan). Sebagaimana yang disampaikan Hadlratussyaikh KH M. Hasyim Asyari, pendiri Jamiyyah Nahdlatul Ulama yakni:

? ? ? ?

KOKAM Tegal

"Cinta tanah air adalah bagian dari Iman"

Tidak begitu halnya yang terjadi di beberapa negara, terutama di negara-negara Teluk ataupun di negara-negara sekuler.

Hari ini negara-negara teluk seperti Irak, Pakistan, Afghanistan, Suriah, Yaman dan lainnya, memasuki suatu babakan baru yang disebut sebagai "failed-state", negara gagal, diakibatkan keliru menerapkan hubungan agama dan negara, sehingga keduanya dipertentangkan satu sama lain yang akibatnya menimbulkan kekacaubalauan.

Ratusan ribu bahkan jutaan manusia menjadi korban atas peperangan yang timbul akibat kesalahpahaman. Sementara di negara-negara sekuler yang hanya mengedepankan rasionalitas tanpa agama justru melahirkan titik balik suatu peradaban yang tidak lagi "memanusiakan manusia".

Dewasa ini, kita tengah menghadapi suatu diskursus publik yang luas, terutama dalam penyikapan masyarakat atas pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama di Kepulauan Seribu, yang menimbulkan kontroversi di hampir seluruh kalangan. Bahkan sebagian kalangan mengatasnamakan "Aksi Bela Islam II" akan menggelar aksi besar tanggal 4 November mendatang.

Mencermati eskalasi dan perkembangan keadaan terkini, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), bersama ini menegaskan:

1. ? Mari jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Pererat tali silaturahim antar komponen masyarakat. Berpecah adalah musuh utama dari ukhuwah. Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil, dan makmur. Jaga Ukhuwah Wathoniyah? (persaudaraan setanah air) dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia), agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

? ? ? ? ?

? “Berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah, dan jangan berpecah-belah (QS: Ali-Imran, 103)”

2. ? Kepada seluruh pengurus NU dan warga NU untuk secara pro-aktif turut menenangkan situasi, menjaga agar suasana yang aman dan damai tetap terpelihara dan tidak ikut-ikutan memperkeruh suasana dengan provokasi dan hasutan. PBNU melarang penggunaan simbol-simbol NU untuk tujuan-tujuan di luar kepentingan sebagaimana menjadi keputusan jamiyyah NU.

3. ? Mengimbau kepada aparat kepolisian untuk segera melakukan tindakan dan langkah sesuai dengan prosedur hukum dan perundangan yang berlaku, agar dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat dengan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah. Upaya ini harus dilakukan guna menghindarkan terjadinya yang cenderung menimbulkan kegaduhan dan anarki.

4. ? Kepada para pihak yang hendak menyalurkan aspirasi dengan berunjuk rasa, PBNU mengimbau agar tetap menjaga akhlakul karimah dengan tetap menjaga ketertiban, menjaga kenyamanan lalu lintas dan dapat menjaga keamanan masyarakat demi keutuhan NKRI.

5. ? Mari tengadahkan tangan mohon petunjuk dan berdoa semoga Indonesia selalu diberi kesejukan dan kedamaian dalam perlindungan, penjagaan dan pertolongan dari Allah SWT.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ?

Jakarta, 28 Oktober 2016/27 Muharram 1438

? ? ? ? ?

? ? ? ? ?

DR KH Ma’ruf Amin

Rais Aam PBNU

?

KH Yahya C. Staquf

Katib Aam PBNU


Prof Dr KH Said Aqil Siroj, MA

Ketua Umum PBNU


DR HA. Helmy Faishal Zaini

Sekretaris Jenderal PBNU









(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Nusantara, Pesantren KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah

Oleh Ubaidillah Achmad

Sehubungan dengan peristiwa bom bunuh diri di Madinah, telah memunculkan banyak spekulasi penilaian terhadap motif seseorang yang memilih siap mati, namun tidak siap melaksanakan darma kehidupan.

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Tesis soal Bom Bunuh Diri di Madinah

Secara psikis banyak motivasi yang menyebabkan peristiwa ini terjadi. Karenanya, saya ingin turut mencoba memahami alasan dibalik peristiwa bom bunuh diri di Madinah. Secara sederhana, peristiwa ini tidak mungkin karena kegilaan pelaku, karena orang gila tidak bisa menyiapkan perangkat yang super dahsyat ini dan menentukan momentum bagaimana ancaman yang mengundang kekhawatiran umat dunia. Yang saya maksudkan dengan pelaku di sini, adalah pelaku yang bisa saja berupa korban dan juga berupa mereka yang memainkan korban.

Sebagai umat Islam, tidak perlu mengkhawatirkan terhadap peristiwa yang sudah terjadi, namun perlu memikirkan lebih serius bagaimana supaya peristiwa ini tidak terjadi? Dengan demikian, kita tidak hanya bisa mengecam, namun juga memikirkan apa yang harus kita perbuat dengan perbuatan kecil, namun bermanfaat untuk umat manusia. Karenanya, umat Islam perlu memikirkan resolusi konflik personal dan komunal yang bersumber dari nilai-nilai keagamaan, bukan justru menjadikan keyakinan agama sebagai sumber konflik kemanusiaan.

Sebelum saya berkesimpulan terhadap peristiwa naas di Madinah sebelum lebaran Idul Fitri 2016, menurut saya ada lima tesis yang bisa kita baca kemungkinannya sebagai penyebab bom bunuh diri tersebut: tesis pertama, karena adanya bom waktu sistem pemerintahan yang menggunakan sistem kerajaan. Hal ini membuat masyarakat sudah tidak puas dengan sistem kerajaan di tengah perkembangan sistem demokratisasi di dunia. Tesis kedua, karena konspirasi kapitalisme global yang ingin menguasai negara-negara penghasil minyak dunia, seperti kawasan Timur Tengah.

KOKAM Tegal

Tesis ketiga, kepentingan imperialisme yang ingin menjajah negara yang menyimpan sumber daya alam yang tinggi dengan model atau cara manajemen konflik. Berbeda dengan zaman Perang Dunia II, penjajahan bisa dilakukan dengan cara penindasan pada harkat dan martabat manusia dengan merampas SDA dan menindas SDM. Namum sekarang para imperialis telah melakukan pencitraan atas nama kemanusiaan, sedangkan di sisi yang lain, secara pelan pelan melakukan penjajahan terselubung melalui perspektif akademik dan ilmiah.

Tesis keempat, karena adanya senjata makan tuan, berupa gerakan wahabi yang telah dibesarkan oleh sistem kerajaan di Arab Saudi, bertujuan untuk mendidik masyarakat agar lebih fokus pada ajaran al-Qur’an dan Hadits. Sementara itu, sistem kerajaan Arab Saudi bersumber penuh pada kehendak kuasa sang raja dari keluarga Ibn Suud. Cita-cita gerakan yang baik melalui slogan kembali pada dua wasiyat Nabi Muhammad ini, telah dipimpin langsung oleh para Ulama Wahabi yang didanai langsung oleh kerajaan. Para Ulama Wahabi di Negera Saudia Arabia ini bersikap mendua, yaitu sebagai corong kerajaan yang banyak mengabaikan teks kewahyuan, namun dalam konteks yang lain bersikap sebagai seorang ulama yang selalu berkampanye kembali kepada Al-Qur’an dan Hadits.

Yang berkembang kuat dapat mempengruhi hukum kerajaan, adalah kepentingan keluarga kerajaan Ibn Saud. Bukti yang menunjukkan hal ini, tidak ada seorang Ulama Wahabi yang berani dengan tegas menolak kebijakan Raja setegas menolak setiap yang bidah dlalalah perspektif Wahabi. Misalnya, kebijakan yang selama ini menjadi ajaran Wahabi anti Barat, namun membiarkan kebijakan raja yang memilih kerjasama dengan Yahudi untuk kepentingan penguasaan minyak. Fenomena ini berjalan lancar tanpa gugatan dari para ulama Wahabi. Yang ironis, dalam konteks kasus di Indoensia, mereka yang Arabis, justru menegaskan, sebagai gerakan anti-Amerika, anti-imperialis dan anti-Barat.

KOKAM Tegal

Tesis kelima, adanya gerakan teroris murni yang mengatasnamakan Islam untuk sebuah kepentingan kehendak kuasa dan gerakan pencitraan para teroris di mata aktivis gerakan kelas dunia. Namun karena merupakam gerakan makar, maka gerakan ini tidak mendapatkan dukungan masyarakat dunia. Gerakan teroris ini, telah melakukan pembajakan melaluu gerakan keagamaan yang mengajarkan tentang radikalisme. Hasil pencitraan justru berbalik, telah mendapatkan kecaman masyarakat dunia.

Sehuhungan dengan kelima tesis tersebut di atas, maka dapat dipahami, bahwa ada sistem yang memancing gejala yang bertolak belakang atau kontra produktif terhadap tujuan subjek. Sebaliknya, kelima indikasi yang menguatkan tesis tersebut di atas, telah menjadi kemungkinan terbesar dari dampak sekenario politik kapital. Mengapa kemungkinan ini terjadi, karena hanya negara besar dan super powerlah yang mampu melakukan semua ini.

Pertanyaannya, adalah mengapa kemampuan ini tidak ditunjukkan secara terang terangan? jika secara terang terangan politik imperialis yang merugikan negara sasaran bisa dilakukan kenapa harus dengan cara silend. Karena, sekarang ini telah banyak yang menyadari betapa buruknya dikenal sebagai diktator atau manusia kejam dalam sejarah umat manusia. Beberapa sejarah kelam para penjahat kemanusiaan, tidak ingin mereka ulang dalam sejarah modern. Karenanya, kebijakan politik yang berisiko bagi kemanusiaan telah mereka hindari, sehingga sewaktu hendak memainkan kepentingan ekonomi kapital tidak mendapatkan penolakan dari para calon pelanggan di negara yang mereka katagorikan sebagai negara berkembang. Para kapital, selalu berusaha mencari pelanggan yang baik yang menjaga kepentingan kapital tanpa halangan predikat "sebagai penjahat kemanusiaan".

Meskipun semua tesis tersebut di atas mungkin terjadi pada peristiwa bom di dekat Masjid Madinah, namun dalam perspektif penulis, yang paling mungkin, berupa tesis yang keempat, berupa gerakan pagar makan tanaman. Sudah tidak asing lagi, mengapa di negara arab sering terjadi konflik internal, karena model pembelajaran keberagamaan lebih menekankan pada model fanatisme madzhab dan aliran keberagamaan. Hal yang sama seperti gerakan wahabi di Indonesia yang cenderung lebih mudah membidahkan, mengkafirkan, memusyrikkan kepada individu yang berbeda golongan atau kelompok komunal.

Model seperti ini berbeda dengan model keberagamaan di Indonesia yang cenderung lebih mengedepankan kemajmukan atau keragaman. Kondisi keberagamaan di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari kondisi historis para leluhur masyarakat nusantara sebelum menjadi bangsa Indonesia, yaitu masyarakat yang terdiri dari berbagai keyakinan dan memiliki aneka ragam kebudayaan dan prinsip moralitas. Dari aneka ragam kebudayaan dan prinsip moralitas ini, terdapat etika universal yang masih menjadi pedoman hingga sekarang, yaitu prinsip binika tunggal ika. Prinsip ini yang telah dirangkum menjadi ideologi Pancasila.

Antitesis dari prinsip karagaman kebudayaan dan keyakinan ini, telah direkonstruksi dan dikontekstualisasikan oleh Walisongo melalui model keberagamaan yang disebut dengan istilah pribumisasi Islam. Pribumisasi Islam Walisongo didasarkan pada model kontekstualisasi pola keberagamaan yang diintegrasikan dengan model kearifan lokal dan prunsip etika Universal.

Jika model keberagamaan walisongo dibandingkan dengan model keberagamaan di timur tengah, maka akan mengalami perbedaan yang signifikan. model keberagamaan di timur tengah terlihat mengabaikan model keragaman sebagaimana yang diajarkan Nabi Muhammad, namun justru lebih menekankan pada model yang membedakan peran dan fungsi sosial, antara pendapat sesama umat Islam dan pendapat mereka yang bukan orang Islam.

Oleh karena itu, di Jazirah Arab terjadi banyak konflik yang belum terselesaikan, karena masih banyak umat beragama mejadikan posisinya secara konfrontatif antara dirinya sebagai umat beragama dan pihak lain sebagai kaum yang dzalim, kafir, musyrik, dan munafik. Sementara itu, Walisongo lebih menekankan keberadaannya sebagai sosok yang memiliki kekhasan dan keunikan yang dapat memposisikan diri dalam perbedaan dan keragaman. Strategi Walisongo ini dapat menjadi teori baru dalam resolusi konflik.

Jadi, peran Walisongo di tengah perbedaan bersama pihak yang lain tidak dalam konteks sebagai keberadaan yang konfrontatif, yang harus saling memaksa dan menafikan fungsi muamalah dan fungsi kemanusiaan. Meskipun demikian, Walisongo meyakini relasi suci kosmologis di bawah kekuasaan Allah yang berhak memutuskan penciptaannya.

Sehubungan dengan model keberagamaan Walisongo ini dapat dijadikan sebagai paradigma yang dapat menjadi konstribusi model keberagamaan yang mengembalikan pada model keberagamaan Nabi Muhammad. Model ini, yang sekarang ini justru dilupakan umat Islam dibelahan dunia, khususnya timur tengah.

Karenanya, banyak konflik keberagamaan di belahan dunia dan negara negara Arab, yang bertambah rumit dan runyam, yang seolah justru agama menjadi sumber konflik sosial. Di Timur Tengah kurang menata keragaman di tengah keberagamaan. Misalnya, terjadi pada kasus konflik sunni-syii di Timur Tengah. Sebaliknya di Indonesia, meskipun kebanyakan memilih model keberagamaan Sunni, namun tidak menjadi sumber konflik atas nama pemahaman kedua aliran ini. Beberapa kasus konflik justru disebabkan oleh beberapa orang yang lebih memilih model Arabisme.

Jadi, kesadaran keragaman masyarakat Indonesia dalam keberagamaan, selain telah berlangsung melalui proses pribumisasi Islam Walisongo, juga memiliki sumber historis yang telah menjadi model kebhinekatunggalikaan para leluhur atau nenek moyang bangsa Indonesia.

Ubaidillah Achmad, Penulis Buku Islam Geger Kendeng dan Suluk Kiai Cebolek.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Sejarah KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara”

Manado,KOKAM Tegal

Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PWNU Sulawesi Utara (Sulut) akan mendiskusiakn penelitian sejarawa, Ivan Kaunang, berjudul “Bulan Sabit di Nusa Utara; Perjumpaan Islam dan Agama Suku di Kepulauan Sangihe dan Talaud”. Buku tersebut merupakan tesis Ivan yang diterbitkan pada tahun 2010 lalu.

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara” (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara” (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagi Ini Lesbumi Sulut Bedah “Bulan Sabit di Nusa Utara”

Menurut Ketua PWNU Lesbumi Sulut Taufik Bilfagih, diskusi buku dengan narasumber penulisnya langsung tersebut menjadi agenda penting untuk mengetahui sejarah Islam lokal. Hal itu karena kajian tentang sejarah Islam di “Bumi Nyiur Melambai” tergolong minim.

“Diskusi Buku tentang masuknya Islam di Sulawesi Utara merupakan follow up dari hasil rencana tindak lanjut (RTL) Halaqah Kebudayaan beberapa waktu lalu. Kajian ini penting untuk menambah khazanah pengetahuan umat Islam, khususnya warga NU di Sulut,” imbuhnya.

KOKAM Tegal

Kajian buku ini, lanjut Taufik, juga akan menjadi momen bagi Lesbumi Sulut untuk memperingati Harlahnya ke 54 yang jatuh pada 28 Maret nanti. Dilanjutkan dengan adanya rapat kerja pengurus sebagai momen evaluasi dan melanjutkan program ke depan.

Sebelumnya, PWNU Lesbumi Sulut telah sukses menggelar Halaqah Kebudayaan bertajuk “Islam Nusantara; Menjaga Tradisi Dari Aras Lokal Di Tengah Tantangan Global pada 10-12 Maret lalu”. Dari hasil pagelaran itulah kemudian, Lesbumi Sulut berkomitmen untuk melanjutkan tradisi belajar tentang sejarah dan kebudayaan lokal, khususnya berkaitan dengan eksistensi Islam Nusantara yang berkembang di bumi Toar Lumimuut.

KOKAM Tegal

Bagi warga NU yang berada di Manado dan sekitarnya, dapat menghadiri peringatan Harlah Lesbumi tersebut. Kegiatan tersebut juga akan dimeriahkan dengan pentas seni budaya. Kemudian akan dilanjutkan Rapat Kerja Pengurus Lesbumi. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Sunnah KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah

KH Afandi Abdul Muin Syafi’i yang akrab disapa Abah Afandi berpulang ke Rahmatullah, Rabu (13/7) dalam usia 78. Pengasuh Pesantren Asy-Syafi’iyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat itu pernah menuntut ilmu di sejumlah pesantren besar, salah satunya di Pesantren Tambakberas Jombang.? Sebelum wafat, Abah Afandi merupakan Pengasuh Pesantren Asy-Syafiiyyah Kedungwungu, Krangkeng, Indramayu, Jawa Barat.

Beliau menuntut ilmu di pesantren Tambakberas mulai tahun 1953 sampai tahun 1962. ? Selama mondok, beliau termasuk salah satu santri berprestasi serta dekat dengan para guru dan kiainya, tidak terkecuali dengan Mbah KH Abdul Wahab Chasbullah dan KH Abdul Fattah Hasyim Idris (dua kiai sepuh Pesantren Tambakberas kala itu).

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Abah Afandi, Santri Kepercayaan Mbah Wahab Chasbullah

Karena dekat dan dipercaya oleh kiai, tidak jarang beliau diminta untuk mbadali atau menjadi pengganti jika kiainya ada udzur (halangan). Sehingga saat itu, di kalangan para santri, beliau (Afandi muda) dikenal dan mendapat laqob atau julukan Qori.?

Demikian, kata KH Moh. Faiq Hasyim Idris Pondok Pesantren Kedunglo Kediri Jawa Timur. Disamping mbadali ngaji di masyarakat jika kiai-nya ada udzur, beliau juga mempunyai rutinitas mengajar santri-santri junior.?

Suatu tugas dan kepercayaan yang jarang didapat oleh santri-santri senior yang lain, meskipun telah lama nyantri. Kecuali santri yang mempunyai kelebihan dibanding santri-santri lain dan telah dianggap mampu oleh kiai.

Bahkan oleh Mbah Kiai Wahab, sering pula Afandi muda diamanati untuk menjadi imam shalat berjamaah di masjid Pesantren Tambakberas Jombang setiap Mbah Wahab akan bepergian.

KOKAM Tegal

Bahkan Abah Afandi pernah bercerita, ketika boyong terakhir dari Pesantren Tambakberas Jombang, dia diantar langsung oleh Mbah Wahab dengan menggunakan mobil pribadi Mbah Wahab sampai Indramayu Jawa Barat. Kebetulan waktu itu, Mbah Wahab ada keperluan ke arah Barat, tepatnya menuju Jakarta. Sehingga melarang santri kesayangannya itu boyong dari Pesantren Tambakberas dengan naik transportasi umum.

Dalam perjalanan dari Jombang menuju Jawa Barat itu, Afandi muda oleh Mbah Wahab banyak dikenalkan kepada sejumlah kiai dan tokoh terkemuka di daerah Jawa Tengah, termasuk dikenalkan dengan Sultan Yogya waktu itu.***

Ditulis oleh KH Abdul Nashir Fattah, Rais PCNU Jombang, Pengasuh Pesantren Al-Fathimiyah Tambakberas.

KOKAM Tegal

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Sang Guru Pesantren dari Situbondo

Judul         : Keteladanan KHR. Ahmad Fawaid As’ad

Penulis      : KH. Muhyiddin Abdusshomad 

Editor        : Suparman

Penerbit    : Khalista, Surabaya

Sang Guru Pesantren dari Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sang Guru Pesantren dari Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sang Guru Pesantren dari Situbondo

Cetakan    : I, April 2012

Tebal         : xi+ 46 hlm.

KOKAM Tegal

Peresensi : Ach. Tirmidzi Munahwan*

Akan datang kehancuran yang melanda bumi ini, yaitu ketika Allah mencabut ilmunya dari muka bumi ini. Allah mencabut ilmu bukan menghilangkan pengetatahuan, bukan pula melenyapkan ilmu pengetahuan. Tapi, dengan cara mengambil (meninggalnya) orang-orang yang berilmu. Maka, bumi ini tidak akan dipimpin oleh orang-orang yang berilmu dan dikuasai oleh orang-orang bodoh.

KOKAM Tegal

Ulama ialah orang yang menguasai ilmu agama. Orang yang menyerukan kepada umatnya untuk berbuat amar makruf nahi mungkar. Jika bumi ini telah kehilangan ulama, maka segera keburukan akan merajalela dan hanya tinggal menunggu waktu untuk sebuah kehancuran.

Di awal tahun 2012 di pulau Jawa telah kehilangan empat ulama yaitu KH Munif Djazuli wafat (Ploso), KH Imam Yahya Mahrus (Lirboyo, KH. Abdullah Faqih (Langitan) dan KHR. Ahmad Fawaid As’ad salah satu putra dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Almagfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus Situbondo. Innalillahi wainna ilahi raji’un (seungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali). Semoga Allah mengampuni, mengasihi, melindungi, dan memaafkan beliau. Dan semoga Allah memberi kita kekuatan untuk meneladani, melanjutkan apa yang selama ini diperjuangkan oleh kedua ulama besar tersebut.

KHR. Fawaid As’ad adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo generasi ketiga. Sebagai penerus beliau telah mampu membuktikan bahwa beliau tidak hanya mampu melanjutkan, tetapi juga bisa mampu mengembangkan serta melakukan inovasi dengan terobosan baru sehingga pesantren Salafiyah Syafi’iyah bisa berkembang pesat dengan memadukan pesantren salaf dan modern. Pesantren ini didirikan pada tahun 1914 oleh KH. Syamsul Arifin (kakek Kiai Fawaid). Dan saat ini santrinya diperkirakan 13.000 santri dari berbagai daerah bahkan diantaranya bersal dari Malaysia dan Brunei Darussalam.  

Kepergian KHR. Ahmad Fawaid As’ad pada hari Jumat 9 Maret 2012, jam 12.15 di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya telah mengisahkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dilingkungan pesantren tetapi juga masyarakat luar yang menghormati  dan mencintai sepenuh hati. KHR. Ahmad Fawaid A’ad sebagai seorang pengasuh pondok pesantren yang besar di daerah ujung timur pulau jawa, mempunyai banyak aktivitas padat yaitu salalu meluangkan waktunya melakukan rapat langsung dengan para pengurus pondok, sehingga menimalisir jarak sosial antara kiai dan santrinya. 

Kiai Fawaid juga berupaya meningkatkan taraf hidup penduduk dilingkungan pesantren dengan melibatkan mereka untuk memenuhi kebutuhan para santri. Sehingga penduduk merasakan dampak positif tidak hanya segi spiritual tapi juga taraf hidup mereka yang lebih baik. Kepedulian sosial beliau terhadap masyarakat luar biasa dan tak diragukan lagi, bahkan beberapa hari sebelum meninggal beliau masih sempat memberikan santunan kepada 500 anak yatim dan fakir mikin masing-masing berjumlah Rp. 500.0000 (hal.13).

Tentu menyadari sebagai ulama, Kiai Fawaid hidupnya didunia tidak akan lama lagi, meski tidak tahu pasti kapan ia akan dipanggil oleh Allah. Namun, beliau telah mempersiapkan penerusnya sebagai pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah, yaitu menunjuk Gus Ahmad Azaim Ibrahimi putra pasangan KH. Dhafir Munawar dan Nyai Hj. Zainiyah As’ad. Sehingga kepergiannya yang secara tiba-tiba kembali ke Rahmatullah, tidak menjadikan pesantren kalang kabut, tapi tetap tegak berdiri meski telah kehilangan pengasuhnya. Kiai Fawaid telah mempersipakan sistem dan pengelolaan yang matang untuk masa depan pesantren.

Buku ini menyajikan tentang beberapa prilaku KHR. Ahmad Fawaid As’ad yang patut diteladani oleh para generasi muda, santri, khususnya para pengasuh pesantren. Istiqamah membaca al-Qur’an, shalat berjama’ah setiap hari dalam kondisi apapun adalah amaliah yang tidak pernah ditinggalkannya. Bahkan dalam melakukan perjalanan, Kiai Fawaid selalu membaca al-Qur’an. Jadi tidak heran jika dalam satu minggu Kiai Fawaid selalu menghatamkan al-Qur’an minimal satu kali.

Walaupun buku ini amat sangat tipis dan sederhana, namun bisa sebagai pegangan untuk mengetahui sifat-sifat yang patut diteladani, dan bisa dijadikan refrensi bagi orang yang tertarik menulis biografi Kiai Fawaid secara umum. Buku kecil ini, ditulis oleh Kiai Muhyiddin Abdusshomad yang produktif menulis, juga dilengkapi dali-dalil penyelengaraan tahlil sekaligus teks tahlilnya yang biasa dibaca di pondok pesantren Salafiyah Syaf’iyah. Agar pengamal tahlil tidak ada keraguan dalam melaksanakan tradisi agung warisan ulama salaf ini. Wallahu a’lam

*Peresensi Adalah, Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

LFNU Jatim Gelar Pelatihan Komputer Ilmu Hisab

Surabaya, KOKAM Tegal. Guna meningkatkan kemampuan pemograman anggota, Pimpinan Lajnah Falakiyah, PWNU Jawa Timur akan menyelenggarakan Diklat pemograman komputer ilmu hisab.?

Acara akan berlangsung dua hari mulai tanggal 18-19 Januari 2013. Sekitar 100 peserta akan mengikuti acara ini. Mereka utusan dari tim falakiyah cabang se Jatim dan utusan dari PTAI se Jatim.

LFNU Jatim Gelar Pelatihan Komputer Ilmu Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)
LFNU Jatim Gelar Pelatihan Komputer Ilmu Hisab (Sumber Gambar : Nu Online)

LFNU Jatim Gelar Pelatihan Komputer Ilmu Hisab

“Ini bagian dari peningkatan kualitas pemogramaan anggota, khususnya tim rukyat yang ada di cabang-cabang se Jatim,’’ ungkap Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakil Alallah, tadi siang.

KOKAM Tegal

Dengan pelatihan ini, lanjut Kiai pengasuh pesantren Genggong, Kraksaan Probolinggo ini, tim ru’yatul hilal bisa melaksanakan tugas dengan cepat, akurat. Sehingga hasilnya bisa cepat diketahui umat. Khususnya warga NU.

“Diharapkan dengan pelatihan ini SDM tim ruk’yah NU, khususnya ? di cabang-cabang bisa meningkat. Karena sudah ada pola pemograman baru yang bisa meningkatkan kecepatan hasil ru’yah kepada waega NU,” tandasnya.?

KOKAM Tegal

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Imam Kusnin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Kajian, Nusantara KOKAM Tegal

Jumat, 22 September 2017

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete

Gresik, KOKAM Tegal. Pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Ahad (18/2) kemarin mendeklarasikan berdirinya Ikatan Keluarga Alumni Ponpes Tebuireng (Ikapete) di Kabupaten Gresik.

Selain dihadiri ratusan santri alumnus Ponpes Tebuireng, deklarasi tersebut juga dihadiri Pengasuh Ponpes Madrasatul Quran KH. Mustain Syafi’. Tampak pula anggota DPRD Gresik, Sururi S. Ag, Syarif Musa, dan mantan Direktur Utama RSUD Gresik dr Ali Fashol serta elit parpol dari PKB dan PDIP.

Dalam kesempatan tersebut Gus Sholah mengatakan, anggota Ikapete diperbolehkan aktif di parpol (partai politik), tetapi tidak boleh membawa nama organisasi Ikapete. “Silakan kalau ada anggota yang mau aktif di politik, karena banyak alumnus Tebuireng itu ada di PKB, PDIP dan Golkar, tetapi mereka tidak boleh mengatasnamakan organisasi Ikapete. Sebab organisasi ini didirikan bukan untuk dukung-mendukung parpol,” kata Gus Sholah yang didampingi Ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Gresik Drs Ainur Rofik.

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Deklarasikan Ikapete (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Deklarasikan Ikapete

Adik kandung Gus Dur ini menambahkan, pendirian Ikapete murni sebagai wadah silaturrahim antaralumni yang tersebar di seluruh Indonesia yang selama ini tidak terorganisir, diharapkan keberadaan Ikapete juga bisa menghimpun dana untuk keberlangsungan perjuangan alumni yang konsen di bidang pendidikan. “Saya sudah buka nomer rekeningnya, silakan kalau ada alumni yang mau menyumbang dana,” ungkapnya.

Mantan calon wakil presiden berpasangan dengan calon presiden Wiranto itu menambahkan, dirinya berkeinginan untuk melanjutkan membuat majalah khusus Ponpes Tebuireng yang saat ini sudah tidak ada yang mengurus.

KOKAM Tegal

Sebelumnya beredar isu Ikapete didirikan di Gresik demi politik PKB guna menandingi organisasi Kesan (Keluarga Alumni Santri Langitan) yang banyak beralih ke  PKNU. Namun isu tersebut dibantah Gus Sholah. Mantan aktivis Komnas HAM ini berkali-kali menampik bahwa Ikapete tidak ada tujuan menandingi organisasi alumni Ponpes Langitan.

“Tolong Ikapete jangan dikait-kaitkan dengan kepentingan politik tertentu karena pendiriannya murni menjadi wadah untuk reaktualisasi pemikiran kakek saya (KH Hasyim Asy’ari, pendiri jamaah NU, Red) dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Gus Sholah. (duta)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, Makam KOKAM Tegal

Jumat, 05 Mei 2017

Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM

Jakarta, KOKAM Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Universitas Nasional (PMII UNAS) mendatangi Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Senin (12/10). Mereka mengajukan sejumlah rekomendasi tertulis kepada Komnas HAM terkait kasus Salim Kancil.

Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntut Kasus Salim Kancil Tuntas, PMII Unas Sambangi Komnas HAM

Mereka prihatin atas pelanggaran HAM yang menimpa aktivis Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Desa Selok Awar-Awar Lumajang tersebut, yang meninggal mengenaskan usai menolak penambangan pasir besi di desanya.

"Ya, kami bersama sahabat-sahabati PMII Unas sengaja datang ke kantor Komnas HAM untuk memberikan rekomendasi terkait kasus yang menimpa mendiang Salim Kancil. Intinya, kami berharap agar kasus ini tuntas," kata Koordinator Aksi Cici Mulia, Senin, (12/10).

KOKAM Tegal

Beberapa aktivis PMII Unas sebelumnya melakukan kajian diskusi terlebih dahulu sebelum memberikan rekomendasi. Mereka langsung diterima oleh Komisioner Komnas HAM Imdadun Rahmat.

KOKAM Tegal

"Saya sangat senang karena adanya partisipasi dari sahabat-sahabat aktivis PMII Unas untuk memantau dan mengawal masalah HAM, ini juga mensupport kami," kata Imdad saat menyambut kunjungan tamu dari Unas.

Komnas HAM, lanjut Imdad, sudah bergerak dengan membentuk tim khusus untuk menuntaskan kasus Salim Kancil tersebut.

"Kami turun langsung. Kasus ini wajib tuntas. Rekomendasi dari PMII Unas segera akan kita tindaklanjuti," tutupnya.

Ketua Majelis Pembina Komisariat PMII Unas Rohim Hidayatullah menyatakan optimis atas kesungguhan Komnas HAM dalam menuntaskan kasus ini.

"PMII Unas percaya kepada Komnas HAM, dan kita akan terus menyoroti perkembangan kasus ini," kata Rohim. (Dani Rao/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Nusantara KOKAM Tegal

PPM Gelar Pertemuan Nasional Pegiat Website Aswaja

Wonosobo, KOKAM Tegal. Bersamaan dengan berlangsungnya acara Rapat Pleno PBNU di Wonosobo, di daerah yang sama juga dilaksanakan pertemuan Silaturahim Nasional I Pegiat Aswaja, yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja. Acara yang baru pertama kali diadakan ini berlangsung selama dua hari, 6-7 September 2013.

PPM Gelar Pertemuan Nasional Pegiat Website Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PPM Gelar Pertemuan Nasional Pegiat Website Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PPM Gelar Pertemuan Nasional Pegiat Website Aswaja

Para peserta ditempatkan di Kampus Unsiq Kalibeber Wonosobo Jl. Raya Kalibeber Km 3 – Wonosobo Jawa Tengah. Mereka adalah para owner dan pengelola web Aswaja se Indonesia.

Salah satu peserta dari Solo, Ozzy el Hooda, mengatakan rombongan dari Solo akan ikut serta dalam kegiatan tersebut. “Kami berangkat malam ini (Jumat) setelah pengajian dari Habib Novel,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Materi yang akan dibahas dalam acara tersebut, diantaranya Peran dan Dakwah Aswaja di Internet, Urgensi Memperkokoh Empat Pilar serta Aswaja NU dan Kebangsaan, yang akan disampaikan oleh Abdul Hamid Wahid (PBNU), Agus Zainal Arifin (Alumni PCINU Jepang, Dekan di ITS), dan Sulton Fatoni (Wasekjen PBNU).

Saat berita ini diturunkan, kegiatan masih berlangsung. Rencananya, di akhir acara juga akan dilakukan pemasangan PIN komunitas Aswaja internet, oleh Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf. (Ajie Najmuddin/Anam)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kyai, Nusantara, Warta KOKAM Tegal

Minggu, 16 April 2017

Mbah Wahab Berjasa Gagalkan Pembongkaran Makam Nabi

Jombang, KOKAM Tegal. Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf menilai, perjuangan KH Wahab Chasbullah masih bisa dirasakan umat Islam hingga saat ini. Salah satu jasa Mbah Wahab adalah aksi nyatanya dalam menggagalkan rencana pembongkaran makam Rasulullah oleh kerajaan Arab Saudi waktu itu.

Mbah Wahab Berjasa Gagalkan Pembongkaran Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Wahab Berjasa Gagalkan Pembongkaran Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Wahab Berjasa Gagalkan Pembongkaran Makam Nabi

"Dengan komite Hijaznya Mbah Wahab berangkat melakukan lobi-lobi pada kerajaan Arab untuk tidak membongkar makam Rasul. Dan akhirnya sampai sekarang makam itu masih ada tidak dibongkar," beber pria yang akrab disapa Gus Ipul ini dalam acara puncak Haul ke-43 KH Wahab Chasbullah di Jombang, Sabtu (6/9).

Tak hanya itu, menurut Gus Ipul, upaya Saudi untuk mengekang kebebasan bermadzhab juga berhasil diurungkan Mbah Wahab yang merupakan pendiri Nahdlatul Ulama ini. Diperbolehkannya jamaah haji menjalankan ibadah sesuai madzhabnya, lanjutnya, juga tak lepas dari perjuangan Mbah Wahab.

KOKAM Tegal

Pada kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PP GP Ansor ini juga meminta umat Islam bisa meneladani perjuangan KH Wahab Chasbullah dalam memperjuangkan agama dan bangsa. Baginya, KH Wahab telah mengajarkan berjuang untuk membela tanah airnya sendiri daripada pergi berjihad ke negara lain.

KOKAM Tegal

"Seharusnya umat Islam mau meneladani apa yang telah dilakukan oleh Mbah Wahab. Kalau kita mau meneladani beliau, maka umat Islam khususnya Indonesia tidak perlu berjuang ke Iraq atau syiria," ujarnya menyinggung mereka yang mengikuti ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria) untuk berjihad di Irak dan Syiria.

Gus Ipul yang juga salah satu ketua PBNU ini menambahkan, sosok KH Wahab Chasbullah merupakan pejuang sejati. Mbah Wahab tidak hanya berjuang di belakang meja tetapi juga ikut turun? langsung memimpin perlawanan terhadap penjajahan bangsa Indonesia. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Ulama, Nusantara KOKAM Tegal

Sabtu, 18 Maret 2017

Sejarah Tak Catat Perjuangan NU untuk Bangsa

Kudus,KOKAM Tegal. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kudus KH Muhammad Ulil Albab menyayangkan sejarah bangsa tak mencatat peran perjuangan kiai NU dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari penjajah.

Sejarah Tak Catat Perjuangan NU untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarah Tak Catat Perjuangan NU untuk Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarah Tak Catat Perjuangan NU untuk Bangsa

Ia menyebut misalnya Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945 yang memicu pertempuran 10 November yang digelorakan pendiri NU KH Hasyim Asyari. Karena resolusi itu, meski banyak korban dari pihak Indonesia, tapi cukup membuktikan pada dunia bahwa negara ini tak mau dijajah.

"Oleh karenanya, mari kita peringati Resolusi 22 oktober dengan penuh semangat dan gebyar supaya generasi penerus tahu perjuangan kiai NU pada masa lalu," katanya saat menyampaikan pengarahan dalam rapat persiapan panitia kegiatan Gebyar hari Santri Nusantaran dan Resolusi Jihad di Madrasah MA Khuffad Yanbuul Quran Desa Menawan Gebog Kudus, Ahad malam (4/10).

KOKAM Tegal

Kiai yang biasa disapa Gus Bab ini menjelaskan, NKRI ini ada tidak bisa lepas dari peran kiai NU. Resolusi Jihad menjadi bukti kesusksesan perjuangan kiai NU memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia.

"Waktu itu, ulama-ulama se Jawa Madura memutuskan perang melawan penjajah. Tapi sayangnya, sejarah tidak mau mencatatnya," keluhnya.

KOKAM Tegal

Pernyataan senada juga disampaikan Wakil Rais PCNU Kudus KH Mashum Ak. Ditegaskan, NKRI tanpa Resolusi Jihad tidak akan pernah ada. Bahkan, Bung Tomo sendiri tidak akan berjuang tanpa mendapat ijin dari kiai Hasyim Asyari.

"Ini prinsip yang harus kita teladani prilaku kiai dan lanjutkan yang baik sesuai kondisi zaman. Konsep mempertahankan yang lama dengan baik dan mengambil yang baru yang lebih baik,menjadi landasan rencana peringatan Resolusi Jihad dan hari santri," tandasnya.

Kedua tokoh NU ini mendorong pelaksanaan peringatan hari santri nusantara dan Resolusi Jihad di Kudus berlangsung penuh syiar dan gemebyar. "Kita tonjolkan kesemarakan kegiatan baik ini agar generasi penerus bisa mengingat perjuangan NU," tegasnya.

Kegiatan bertajuk “Gebyar hari Santri Nusantara dan Resolusi Jihad” yang diadakan Pengurus Cabang NU Kudus telah dipersiapkan ragam kegiatan besar. Di antaranya, Apel Akbar Kiai-Santri di Alun-alun Kudus (22/10) pagi, dilanjut? pawai mobil keliling kota Kudus, Sarasehan Santri (23/10) di Pondok Pesantren Yanbuul Quran Kudus dan Halaqoh Ulama di Pondok Pesantren Raudlotuth Thalibin (25/10). (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock