Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menegaskan bahwa siapapun yang terlibat melakukan pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana. Hal tersebut disampaikan di Kantor Kemenag Kamis (4/6) sore.

“Buku nikah merupakan dokumen negara. Jadi siapapun yang terbukti terlibat dalam pemalsuan buku nikah akan dikenakan sanksi pidana,” tegas Menag seperti dikutip dari situs kemenag.go.id.

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Empat Ciri Buku Nikah Asli

Namun demikian, Menag tetap mengimbau masyarakat agar mengetahui ciri buku nikah asli. Karena pada dasarnya saat ini buku nikah tidak mudah untuk dipalsukan. 

KOKAM Tegal

“Saat ini, buku nikah sebenarnya relatif sulit untuk dipalsukan karena paling tidak terdapat empat ciri,” jelas Menag.

Lebih lanjut Menag menjelaskan paling tidak terdapat empat ciri khas dari buku nikah. Pertama, pada halaman dalam sampul terdapat halogram berbentuk lingkaran bergambar garuda. Kedua, terdapat lembar transparan mengkilat berhologram untuk menutup lembar identitas pasangan pengantin. 

KOKAM Tegal

Ketiga, terdapat nomor seri dengan sistem lubang pada bagian bawah buku. “Nomor ini punya kode khusus,” tambah Menag sambil menunjukkan contoh buku nikah. Dan keempat, setiap halaman buku apabila diterawang akan terlihat gambar garuda. 

Menag juga mengimbau kepada masyarakat yang menggunakan buku palsu agar melakukan pernikahan ulang agar tercatat secara sah dalam hukum negara. 

“Bagi yang palsu, saya mengimbau agar dilakukan pernikahan ulang supaya pernikahan tersebut tercatat oleh negara,” imbau menag. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Nahdlatul Ulama, Hikmah KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

Cirebon, KOKAM Tegal 

Menteri Pemuda dan Olahraga, H Imam Nahrawi mengatakan kehadiran Pagar Nusa telah membantu Pemerintah, membantu Indonesia; membangun Indonesia sekaligus mengkader dan mendidik anak-anak muda untuk memiliki prinsip yang kuat, jiwa yang sehat, sekaligus akhlak yang agung dan mulia. 

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menpora Sanjung Peran Pagar Nusa dalam Membangun Bangsa

"Karenanya, saya Imam Nahrawi mewakili Pemerintah mengucapkan terima kasih, matur sembah nuwun kepada keluarga Pagar Nusa yang tak henti-hentinya terus melahirkan atlet-atlet, pendekar-pendekar yang mengharumkan di kancah dunia internasional," kata Imam pada Ijazah Kubro dan Pengukuhan Pimpinan Pusat Pagar Nusa di Lapangan Puser Bumi Ciperna, Cirebon, Jawa Barat, Ahad (28/1).

Imam sempat menyinggung perhelatan Asean Games yang akan diselenggarakan di Indonesia Agustus 2018 mendatang.

KOKAM Tegal

Menurutnya, untuk pertama kalinya Pencak Silat dipertandingkan di Asean Games. Keikutsertaan Pencak Silat, katanya, bukan karena Menpora pernah menjadi bagian dari keluarga Pagar Nusa, tapi karena memang Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah perhelatan Asia, bahkan dunia. 

Menpora mengaku senang karena akan ada pendekar dari Pagar Nusa yang menjadi peserta pada perhelatan tersebut. 

"Yang saya senang adalah informasinya, salah satu peserta Pencak Silat nanti akan berasal dari Pagar Nusa," katanya. 

(Baca: Silaturahmi Kebangsaan,10.000 Pendekar Pagar Nusa Konsolidasi di Cirebon)Untuk memaksimalkan Indonesia mendapat banyak medali, Imam berharap agar Ijazah Kubro tidak hanya diberikan kepada para pendekar Pagar Nusa, tapi juga pesilat-pesilat lain agar membawa medali emas untuk Merah Putih. 

KOKAM Tegal

Hadir Rais Aam PBNU KH Ma ruf Amin, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Mustofa Aqil Siroj, Rais Syuriyah PBNU KH Akhmad Said Asrori, Ketua PBNU H Eman Suryaman, Ketua PBNU H Robikin Emhas, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Sesepuh Cirebon KH Mukhlas Dimyati, Ketua PWNU Jawa Barat KH Hasan Hidayatullah, Wakil Sekretaris PBNU H Andi Najmi Fuadi, Ketua Umum Pagar Nusa M Nabil Haroen dan sekitar sepuluh ribu pendekar dan Nahdliyin.

Kegiatan tersebut dijadwalkan dirangkai dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pagar Nusa. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, AlaSantri, Hikmah KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Jakarta, KOKAM Tegal. Ulama dan budayawan, KH Achmad Mustofa Bisri, mengingatkan masyarakat agar di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air dewasa ini, tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

"Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri sendiri," katanya usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya. Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

"Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu ’keras’. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Timur.

Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi langkah awal untuk melakukan tobat nasional.

KOKAM Tegal

"Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono.

KOKAM Tegal

Bukan azab

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah SWT.

"Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga di akherat bisa lebih ’ringan’," katanya.

Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah atas musibah yang terjadi.

"Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah itu," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Hikmah KOKAM Tegal

Rabu, 24 Januari 2018

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian

Jombang, KOKAM Tegal

Rumah Sakit Nahdaltul Ulama (RSNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur gelar training motivasi untuk para karyawannya, Selasa (22/3) pagi hingga siang di aula KH Abdurrahman Wahid lantai 2 RSNU setempat.

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Pelayanan Kesehatan, RSNU Jombang Dorong Upaya Pengabdian

Dalam training ini, para karyawan diajak untuk berpikir ulang tentang hakikat bekerja serta menilai terhadap kinerja dari masing-masing petugas RSNU, mulai pelayanan kesahatan bagi pasien, pengawasan pihak atasan dan juga tugas keamanan bagi satpam RSNU ini.?

Perihal tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi yang kuat dalam menjalankan tugas sebagai karyawan di lembaga kesehatan milik NU. Sebab sebagian kecil terdapat perbedaan yang menonjol terkait pola kerja karyawan dibandingkan dengan sejumlah lembaga kesehatan pada umumnya, yaitu aspek kinerja yang harus disertai dengan nilai pngabdian dan dakwah.

“Manusia punya tiga segmen. Yang pertama pikiran, kemudian perasaan dan yang terahir adalah raga. Maka yang pertama pikiran mereka, kita ajak berpikir ulang tentang hakikat bekerja itu apa? orang ketika bekerja niat betul-betul untuk ibadah, maka apapun yang dikerjakan pasti senang, dan ketika senang akan memberikan yang terbaik.,” kata Askan Setiabudi, narasumber training.

KOKAM Tegal

Kemudian yang kedua, lanjut dia setelah diajak untuk berpikir ulang, maka hatinya harus diisi dengan nilai-nilai keagamaan. “Manusia tidak hanya ingin merasakan kepuasan di dunia saja, tapi juga akan hidup di akhirat. Keseimbangan aktivitas untuk urusan dunia dan akhirat harus seimbang,” tuturnya.

Menurutnya, RSNU bukan semata-mata media untuk memperoleh keuntungan profit, namun yang lebih utama adalah memberikan pelayanan-pelayanan terbaik untuk pasien dengan niat ikhlas dan ibadah.?

“Kalau semata-mata karena uang maka kerjanya sangat beda, dibandingkan kerja yang didasarkan karena ibadah, semangatnya juga pasti beda. Apalagi rumah sait ini adalah rumah sakit NU yang lebih mementingkan nilai kemanusiaan dan sosial,” ujarnya.

Pada puncak kegiatan, Ketua lembaga “tips Indonesi” asal Kabupaten Malang, Jawa Timur ini mengevaluasi beberapa tugas setiap karyawan yang belum bisa dilaksanakan dengan menuliskan di kertas yang disediakan. Kemudian mencari solusi yang dihasilkan dari semua peserta training dengan saling tukar pendapat. (Syamsul Arifin/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Pesantren KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul

Baghdad, KOKAM Tegal. Dana Anak PBB (UNICEF), Kamis (29/6) mengatakan ribuan anak telah terjebak di daerah yang masih dikuasai gerombolan ISIS, di Kota Tua Mosul, Irak.

"Anak-anak menghadapi banyak ancaman terhadap keselamatan mereka. Mereka yang terjebak dalam pertempuran bersembunyi di lantai bawah rumah mereka, takut terhadap pembantaian lain. Mereka yang berusaha menyelamatkan diri, terancam ditembak atau cedera. Ratusan warga sipil sudah dilaporkan tewas dan digunakan sebagai tameng manusia," kata Peter Hawkins, Wakil UNICEF di Irak, di dalam satu pernyataan.

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)
10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)

10.000 Warga Sipil Termasuk Anak-anak Masih Terjebak di Mosul

"Anak lelaki dan perempuan yang telah menyelamatkan diri memperlihatkan tanda kekurangan gizi sedang dan menyimpan luka psikologis akibat konflik, sebagai akibat dari kondisi yang telah mereka lalui," tambah Hawkins.

UNICEF kembali menyampaikan seruannya kepada semua pihak dalam konflik di Mosul agar melindungi anak-anak dari kerusuhan yang berkecamuk.

"Anak-anak harus dijauhkan dari ancaman, tak peduli apa pun kondisinya," kata Hawkins.

KOKAM Tegal

Pasukan Irak telah terlibat pertempuran di dalam kota tua tersebut, tapi tentara membuat kemajuan lamban akibat perlawanan sengit gerombolan ISIS dan banyak bom rakitan serta perangkap di dalam bangunan.?

Selain itu, penembak gelap ISIS mengambil posisi di bangunan dan jalan sempit di permukiman yang padat penghuni.

KOKAM Tegal

Menurut laporan PBB baru-baru ini, sebanyak 100.000 warga sipil masih terjebak di daerah yang dikuasai ISIS di pusat kota tua itu dan permukiman yang bersebelahan, Ash-Shifaa.

Mosul, 400 kilometer di sebelah utara Baghdad, telah dikuasai ISIS sejak Juni 2014, ketika pasukan pemerintah melarikan diri dan meninggalkan senjata mereka, sehingga gerombolan ISIS bisa menguasai banyak wilayah di Irak Utara dan Barat. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Anti Hoax KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

KH Ahmad Djablawi Wafat

Klaten, KOKAM Tegal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Warga Nahdliyin kembali berduka. Menyusul kepergian ulama sepuh guru Al-Qur’an KH Nawawi Abdul Aziz Desember lalu, Ahad (1/2) kemarin pukul 13.50 WIB salah seorang ahli Al-Quran dari Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten, KH Ahmad Djablawi bin Abdul Hadi juga dipanggil oleh Allah SWT.

KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Djablawi Wafat

Mbah Djablawi, begitu sapaan akrab para santri kepadanya, wafat setelah sempat dirawat di RSI Yarsis Surakarta.

Mbah Djablawi merupakan menantu pertama KH M. Muqri Kafrawi dan kakak ipar KH M. Salman Dahlawi. Sanad Al-Quran diperolehnya dari KH R. Qodir Munawwir Krapyak.

KOKAM Tegal

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH M Dian Nafi’, almarhum meninggal di usia 86 tahun, sepulang dari menjalankan ibadah umrah. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Amin,” ujarnya.

Kiai Dian yang juga menantu Alm. KH M Salman Dahlawi, yang pernah menjadi pengasuh Pesantren Al-Manshur, menjelaskan acara pemakaman akan dilaksanakan pada hari Senin (2/2) pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga di Pesantren Popongan Tegalgondo Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Hikmah, Cerita, PonPes KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

Depok, KOKAM Tegal. Pelatihan Kader Dasar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (Komfaka) Cabang Ciputat? berlangsung hangat di tengah udara dingin Sawangan, Depok Kamis-Ahad (15-18/1).

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Peci Hitam dan Baju Batik di PKD PMII

PKD yang diadakan oleh Komfaka ini, diadiikuti 35 mahasiswa dari berbagai cabang ini menekankan pentingnya membangun kesadaran kader dalam berbudaya dan berbangsa.

Ketua pelaksana Hifni mengatakan kegitatan PKD sejak Jumat (15/1) hingga Ahad (18/1) merupakan angkatan III. Kegiatan bertema “Membangun Kembali Jati Diri Kader: Refleksi Kritis Kesadaran Kader dalam Berbudaya dan Berbangsa” diikuti peserta dari komisariat-komisariat Ciputat berjumlah 21 orang, Bogor 4 orang, Bandung 8 orang, dan Surabaya 2 orang.

KOKAM Tegal

Peci hitam dan batik menjadi simbol PKD kali ini, sesuai dengan tema berbudaya dan berbangsa, “Selama PKD berlangsung, peserta diwajibkan memakai songkok hitam (putra) dan batik, sebagai wujud membangun kesadaran berbangsa dan berbudaya” kata Kaula Fahmi selaku ketua instuktrul PKD ini.

KOKAM Tegal

Kaula Fahmi berharap kepada para peserta PKD menjadi kader yang ulul albab, “Semoga setelah pelatihan ini para peserta menjadi kader yang ulul albab.”

Ungkapan serupa disampaikan, Ketua Umum PMII Cabang Ciputat, Ahmad Cusanuddin seraya berharap kepada para kader menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan PMII.

“Harapan saya, kalaian bisa menjadi kader mujahid, yang bisa menyebarkan virus-virus kebaikan Aswaja dan ideologi PMII ke seluruh elemen yang berada di kanan-kiri, depan-belakang, dan atas-bawah,” ujarnya ketika penutupan acara PKD, Ahad. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Nahdlatul Ulama, Humor Islam KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun

Jombang, KOKAM Tegal. Nahdlatul Ulama adalah organisasi besar berskala internasional. Nahdlatul Ulama mengemban tugas berat untuk menjaga dan meneruskan perjuangan pra ulama salafus sholih dalam mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang rahmatan lilalamin (merahmati seluruh alam semesta).

"Karena mengemban tugas yang sangat berat inilah kader-kader Nahdlatul Ulama harus tumbuh menjadi kader yang kuat. Kader-kader Nahdlatul Ulama harus tegar menghadapi segala cobaan dan ujian yang menghadang di depan," pesan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj dalam pembekalannya kepada para pramuka peserta Perkemahan Wirakarya Maarif Nasional (Perwimanas) I di Bumi Perkemahan Pondok Pesantren Babus Salam kalibening Mojoangung Jombang, Senin (24/6).

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Kader NU Harus Kuat Hadapi Cobaan Apapun

Menurut Kang Said, Kedepan Nahdlatul Ulama akan terus mendapatkan tantangan seiring perkembangan zaman, sehingga kader-kader NU juga harus dibekali dengan beraneka ragam ketrempilan kehidupan, salah satunya adalah ketrampilan pramuka.?

KOKAM Tegal

"Jangan mengaku kader NU kalau dicoba sedikit langung cengeng. Ada ujian dalam perjuangan, baru sedikit saja sudah menyerah. Jangan seperti itu, kader NU harus kuat dan trampil. Nah pramuka ini adalah salah satu sarana bagi kader-kader NU untuk mengasah ketrampilan dan menguatkan mental perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala Nahdlatul Ulama," tandas Kang Said.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Kyai asal Cirebon ini berpesan, hendaknya para peserta dapat menimba ilmu dan ketrampilan sebanyak-banyaknya dari kegiatan pramuka ini. Hendaknya para peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan berharga ini.

"Berkemah adalah melatih kemandirian. Ini sangat cocok sekali dengan jatidiri santri-santri NU. Jadi berpramukalah dengan baik dan ? tetap menjaga jiwa Ahlussunnah wal Jamaah," pungkas Kyai Said diiringi tepuk tangan seluruh peserta dan tamu undangan.

Penulis : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Hikmah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo

Pamekasan, KOKAM Tegal. Salah seorang santri Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Jawa Timur Ustadz Suto Abdurrahman terpilih sebagai Kepala Desa Kertagena Tengah, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan dalam pilkades serentak pada pertengahan November 2015. Ia resmi dilantik pada pertengahan Desember 2015.

Ustaz Suto menyadari bahwa masyarakat Desa Kertagena Tengah belum sepenuhnya bisa meninggalkan kegiatan berbau maksiat seperti orkes yang mempertontonkan penyanyi pengumbar aurat dan merangsang kemaksiatan. Acara tersebut adakalanya digelar oleh pemuda dan pengusaha setempat.

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Kades, Santri Annuqayah Terapkan Metode Dakwah Wali Songo

"Tapi kita mesti pelan-pelan dalam melakukan perubahan. Tidak perlu frontal. Kita teladani dakwah Wali Songo yang memerhatikan kearifan lokal," ujar Ustaz Suto kepada wartawan, Selasa (22/12).

KOKAM Tegal

Atas hal itu, dia tetap hadir memberikan sambutan dalam acara orkes yang dilangsungkan di Dusun Konkokon, Desa Kertagena Tengah. Dalam sambutannya, Ustaz Suto mengajak masyarakat untuk banyak belajar, tekun, pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa dalam menyikapi persoalan hidup.

Ke depannya, Kepala Sekolah SMA Islan Miftahul Ulum Yaspimu tersebut akan mengetengahkan imbauan Kementerian PDT RI, yang mendorong agar dana desa (DD) dan anggaran dana desa (ADD) yang mencapai miliaran, dimanfaatkan buat pembangunan padat karya (pelatihan-pelatihan dan pemberdayaan). Sementara pembangunan balai desa, rumah ibadah, dan sejenisnya, sudah ada biaya tersendiri dari Dirjen Bina Pemerintahan Desa.

KOKAM Tegal

Ustaz Suto juga akan berikhtiar untuk menghidupkan karangraruna kepemudaan. Harapannya, supaya bakat dan minat pemuda desa bisa tersalurkan. Misalnya, membentuk dan menghidupkan klub futsal di masing-masing dusun. Puncaknya, nanti bisa digelar lomba futsal antardusun.

"Hal itu semua tampaknya sulit diwujudkan tanpa kesungguhan dari para pamong di masing-masing dusun dalam membangun desa. Dukungan dan peran serta masyarakat tentu juga tak kalah pentingnya," terang suami Sundiratul Aini itu.

Usai dilantik oleh Bupati Pamekasan Achmad Syafii pada pertengahan Desember 2015, Ustaz Suto langsung menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) desa. Dalam musyawarah tersebut, masing-masing dusun mengusulkan tiga program priortas. (Hairul Anam/Mahbib)

Foto: Kades Kertagena Tengah Ustaz Suto Abdurrahman bersama keluarga

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Doa KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Jombang, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Aminudin Ma’ruf berziarah ke makam salah satu tokoh pelopor gerakan pemuda Hizbullah KH A Wahab Hasbullah di Jombang,  Selasa (28/10) malam.

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Ziarah, Ketum PB PMII: PMII Harus Belajar Pergerakan dari Mbah Wahab

Menurut Amin, KH A Wahab Hasbullah merupakan figur pemuda Nahdliyin di zamannya yang mempunyai semangat gerakan sangat tinggi. “PMII harus banyak belajar dari semangat jihad beliau,” paparnya di depan kader komisariat PMII se-Jombang di area makam Mbah Wahab Hasbullah.

Selain itu, ia mengajak kader PMII untuk kembali meneruskan mengembangkan peninggalan Mbah Wahab, yaitu pesantren. Pesantren mesti tetap dijaga dari masuknya paham di luar Ahlusunnah wal Jamaah. “Pesantren merupakan lahan basah yang tidak boleh ditinggalkan  generasi muda Nahdliyin, di antaranya kader PMII,” terang pemuda berkaca mata ini.

KOKAM Tegal

Ketua PMII Jombang Mahmudi berharap, kedatangan Ketum PB PMII dapat dimanfaatkan kadernya untuk belajar tentang apapun terutama mengenai kelembagaan PMII. “Kami memfasilitasi anggota dan kader untuk bertemu dan belajar secara langsung kepada ketua umum,” ungkapnya kepada KOKAM Tegal.

Dalam kesempatan tersebut, kedatangan Amin pada pukul 22.00 WIB ke makam Mbah Wahab disambut puluhan kader PMII Jombang yang rela menunggu sejak maghrib. Demi bertemu dan berbagi pengetahuan dengan pimpinan organisasi mereka. (Romza/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Hikmah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

Jember, KOKAM Tegal. Organisasi massa (ormas) dan pondok pesantren mengadakn diskusi dan Deklarasi Resolusi Damai bertema “Eliminasi Kekerasan, Mengkonstruksi Perdamaian”. Kegiatan yang digagas Ikatan Alumni Pergerakan Mahasisa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Jember tersebut dilaksanakan pada 25 November 2016, bertepatan dengan peringatan hari anti-kekerasan terhadap perempuan Internasional.

Disksusi dihadiri perwakilan ormas dan komunitas pesantren di Jember, yakni Fatayat NU Jember, Kohati Cabang Jember, PMII Jember, Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono, Pondok Pesantren Nurul Jadid Al-Islami, Pondok Pesantren Al Jauhar, dan Pondok Pesantren Darul Hikam.

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ormas dan Pesantren Jember Cetuskan Resolusi Damai 2016

“Diskusi ini diharapkan menjadi awal kebangkitan kepedulian komunitas-komunitas yang ada di Jember untuk bergerak bersama mewujudkan perdamaian dengan tidak mentoleransi kekerasan,” ungkap Agustina Dewi, Ketua Bidang Gerakan Perempuan IKAPMII.

KOKAM Tegal

Perdamaian, menurutnya, seharusnya dipahami bukan hanya tidak adanya kekerasan langsung, tetapi ketika struktur yang ada sudah mampu menjamin keadilan, kesetaraan, dan kesejahteraan warga masyarakat.

Ia menambahkan, kekerasan terhadap perempuan perlu mendapatkan perhatian khusus, mengingat jumlah kekerasan terhadap perempuan terus meningkat, seperti data dari Komnas Perempuan yang tahun ini mencapai 321.752, meningkat dari 293220 tahun 2015.

KOKAM Tegal

Angka tersebut, kata dia, adalah jumlah kekerasan yang dilaporkan dan telah ditangani oleh pihak yang berwajib, padahal bisa jadi angka kekerasan yang tidak terlaporkan lebih banyak lagi.

“Lembaga pendidikan, termasuk pesantren-pesantren bisa mengambil peran penting dalam upaya menekan angka kekerasan dengan memasukkan materi anti-kekerasan dan perdamaian dalam kurikulum, sekaligus dalam proses pembelajaran yang dilakukannya,” ungkap Najmatul Millah dari Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami yang juga menaungi beberapa lembaga pendidikan.

Dalam diskusi ini telah terbangun komitmen diantara yang hadir, bahwa kekerasan dalam bentuk apapun harus dihilangkan, baik yang berupa kekerasan langsung maupun tidak langsung, kekerasan fisik maupun psikologis, di ruang publik maupun di ranah domestik.

“Kekerasan terhadap perempauan adalah masalah kemanusiaan, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak karena sebenarnya terkait dengan penghargaan atas hak azasi Manusia,” demikian ditegaskan oleh Ketua IKAPMII Jember.

Resolusi Damai

Diskusi telah menyatukan persepsi dan? mendesain gerakan anti kekerasan untuk membangun perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.? Dalam rangka pencapaian tujuan penghapusan kekerasan terhadap perempuan, diskusi ini menghasilkan resolusi dengan menimbang banyaknya kekerasan terhadap perempuan, baik di ranah publik maupun privat, kekerasan langsung maupun kekerasan kultural dan struktural, yang dilakukan baik oleh personal, komunitas, maupun oleh negara.

1. Perlunya semua pihak berkontribusi dalam penghapusan kekerasan terhadap perempuan dengan tidak menjadi pelaku kekerasan sebagai bagian dari upaya menjaga nilai kemanusiaan.

2. Menyerukan kepada masyarakat dan unsur-unsur didalamnya untuk tidak melakukan kekerasan terhadap perempuan dan tidak mentoleransi adanya kekerasan tersebut.

3. Mengajak tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas pesantren untuk membangun budaya damai dengan mengedepankan penghargaan terhadap multikulturalisme.

4. Mendesak lembaga pendidikan untuk mengajarkan perdamaian sebagai bagian pembentukan karakter peserta didik.

5. Menghimbau kalangan media untuk berpegang pada prinsip jurnalisme damai yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, tidak provokatif, dan mengedepankan kepentingan publik.

6. Menuntut penyelenggara negara untuk membangun perdamaian dengan menghadirkan produk hukum dan kebijakan yang tidak toleran terhadap pelaku kekerasan.

Penggagas Resolusi Damai Jember 2016

1. IKAPMII

2. Fatayat NU Jember

3. KOHATI Cabang Jember

4. PMII Jember

5. Pondok Pesantren Nurul Qornain Sukowono

6. Pondok Pesantren Nurul Jadid Al Islami Sukowono

7. Pondok Pesantren Al Jauhar Jember

8. Pondok Pesantren Darul Hikam Jember (Linda Dwi Eriyanti/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Aswaja, Hikmah KOKAM Tegal

Minggu, 03 Desember 2017

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Padang Pariaman, KOKAM Tegal. Rais Syuriah Pengurus Besar Nahlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi dijadwalkan menjadi penceramah utama pada peringatan  Maulud Nabi Muhammad saw, Ahad, (18/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kecamatan VIan  Lingkungan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat bertajuk ‘silaturrahmi ideologi dan keilmuan ulama Ahlussunnah Waljamaah di Padang Pariaman’.

Demikian diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pondok Pesantren Nurul Yaqin, Idarussalam pada rapat persiapan panitia, Senin, (12/1) di Pondok Pesantren Nurul Yaqin. Rapat dihadiri Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Padang Pariaman Abdul Hadi, Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Almuhdil Karim Tuanku Bagindo, Kepala Sekretariat Asyraful Anam Tuanku Bagindo Batuah, dan majelis guru.

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhir Pekan Ini, Kiai Hasyim Ceramah Maulud di Pesantren Nurul Yaqin

Menurut Idarussalam, kehadiran mantan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi ini sudah dipersiapkan secara matang. Untuk itu,  lanjutnya, kehadiran Kiai Hasyim bakal dihadiri ribuan jamaah dan tokoh-tokoh masyarakat. 

KOKAM Tegal

"Kita ingin kehadiran KH Hasyim Muzadi ini benar-benar dapat menjadi siraman rohani bagi jamaah yang hadir. Banyak informasi terkini dari perkembangan Islam yang ingin kita dengar dari Kiai Hasyim," kata Idarussalam yang juga Kepala BKD Padang Pariaman ini.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua PC Nahdlatul Ulama Padang Pariaman Abdul Hadi menambahkan, kehadiran KH Hasyim Muzadi ke Ponpes Nurul Yaqin ini merupakan kesempatan baik bagi warga Ahlussunnah Waljamaah di Padangpariaman untuk mendengar langsung berbagai persoalan penting paham Ahlussunnah Waljamaah di tanah air dan dunia.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat Ahlussunnah Waljamaah dan umat Islam di Padang Pariaman dapat menghadiri peringatan Maulud Nabi Muhammad saw dan mendengarkan tausyiah dari KH Hasyim Muzadi," kata Abdul Hadi. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Hikmah KOKAM Tegal

Mahasiswa Thailand-Afganistan: Tetap Bersyukur Lebaran di Negeri Orang

Semarang, KOKAM Tegal. Mahasiswa asal Thailand dan Afganistan Universitas Wahid Hasyim merayakan lebaran Idul Fitri di? Semarang, Jawa Tengah.? Meskipun tidak bisa kembali ke negera asalnya pada lebaran kali ini, 40-an mahasiswa-santri asal Thailand dan Afganistan tetep bisa merayakan Idul Fitri di Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim (PPLWH). ?

Perayaan Idul Fitri dilaksanakan dengan halal bihalal berbalut kegiatan lain dan permainan kecil. Di antaranya ada khataman Qur’an, sharing, nonton film dan video bareng. Usai melaksanakan shalat Idul Fitri di Masjid Agung Jawa Tengah pada Senin (28/7) dilanjutkan dengan halal bihalal di kediaman rektor Universitas Wahid Hasyim, Noor Achmad.

Mahasiswa Thailand-Afganistan: Tetap Bersyukur Lebaran di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Thailand-Afganistan: Tetap Bersyukur Lebaran di Negeri Orang (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Thailand-Afganistan: Tetap Bersyukur Lebaran di Negeri Orang

Agus Trioni Nawa (24), Kamis (31/8), mahasiswa asal Lampung yang turut bergabung dalam kegiatan tersebut bersama mahasiswa asal Thailand dan Afganistan mengatakan, banyak sekali hal yang dipelajari dari mereka. Seperti semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan percaya diri. Acaranya memang sangat sederhana, tapi dibalut dengan kreativitas,? sehingga sangat menarik.

KOKAM Tegal

Mahasiswa asal Thailand dan Afganistan mencoba memeriahkan semeriah mungkin, mencoba menghibur diri dari meskipun jauh dari keluarga. Misalnya mengucapkan ‘Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf zahir dan batin’ sambil berpeluk.” ?

Menurut mahasiswa Program Pasca Universitas Negeri Semarang ini, persatuan dan rasa kekeluargaan inter maupun antar mahasiswa Thailand dan Afganistan? sangat erat. Selain kegiatan-kegiatan tersebut, ada acara bertukar hadiah. Ia menambahkan bahwa pembagian hadiah yang diselenggarakan bukan semata-mata mendapatkan hadiah belaka, namun lebih dari itu yakni kebersamaan.

KOKAM Tegal

Acara perayaan Idul Fitri yang dilaksanakan oleh mahasiswa asing di Indonesia ini dinikmati oleh semua santri baik dari Afganistan maupun Thailand.

“Lebaran kali ini memang tidak bisa pulang, namun Insya Allah, tahun depan kami akan melaksanakan? lebaran di Thailand,” tutur Nurisan mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Wahid Hasyim Semarang asal Patani, Thailand.

Pernyataan serupa oleh Farhana yang menyatakan bahwa kemungkinan besar lebaran tahun berikutnya akan mereka rayakan di negeri sendiri. Ia pun mengaku merasa senang bisa lebaran di Indonesia meskipun jauh dari keluarga dan sanak saudara di Afganistan.

Kedua kelompok mahasiswa asal Thailand dan Afganistan ini sudah hampir satu tahun di Indonesia, khususnya di Universitas Wahid Hasyim Semarang.? Banyak kegiatan? ke-Islaman yang dicanangkan bagi penambahan pengetahuan dan pengalaman ke-Islaman mahasiswa asing ini.

Di antaranya, pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren Luhur Wahid Hasyim, seminar ke-Islaman maupun pengetahuan umum oleh lembaga Universitas Wahid Hasyim dengan kerjasama PBNU,? dan? terakhir? adalah wisata religi dan budaya Indonesia di? Pondok Sunan Pandanaran dan API Yogyakarta pada Kamis-Jumat (26-27/6). Di kedua pondok pesantren tersebut, mahasiswa Thailand dan Afganistan diperkenalkan pada kultur salaf yang mengemban misi ahlussunnah waljamaah. Misalnya sistem tahfidzul Quran, sistem pembelajarn di pesantrenm dan sistem lingkungan pesantren yang penuh kesederhanaan.

Harun Niam Kabag Kemahasiswaan yang juga menjadi pengasuh santri mancanegara ini menegaskan perlunya santri-santri untuk membangun jaringan, memperbanyak pengalaman, dan memperlajari ke-Islaman? sebanyak mungkin. Ia berharap sepulang dari Indonesia nantinya memudahkan mereka dalam mengimplementasikan nilai-nilai terbaik Islam di Indonesia untuk diterapkan di Thailand dan Afganistan.? (Nur Setyaningrum/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko

Malang, KOKAM Tegal



Santri-santri di perguruan tinggi harus inovatif dalam ide-ide dan karya. Santri-santri milenial di pelbagai kampus haruslah siap menyerap pengetahuan dari pelbagai negara. Sebagai dosen, peneliti maupun mahasiswa, santri-santri zaman sekarang harus energik dan aktif mengimprovisasi pengetahuan.

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko

Semangat dan inovasi bagi Santri Milenial inilah yang menjadi pesan Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi dalam "Peringatan Hari Santri, Kuliah Umum dan Leader Talks" di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Selasa (10/10). UNIRA Malang merupakan kampus yang tergabung dalam kampus-kampus Nahdlatul Ulama, yang dikoordinasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). 

Hadir dalam agenda ini, Dubes Ceko Ivan Hotek, Wakil Bupati Malang, H. Sanusi, Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi, jajaran SKPD Malang Raya, dosen-dosen dari beberapa universitas dan aktivis-aktivis NGO.

Dubes Ceko Ivan Hotek mengungkapkan pentingnya inovasi riset dan kerja sama dari pelbagai institusi. "Negara kami sedang gencar meningkatkan kerja sama dengan pelbagai negara, institusi dan lembaga akademik. Potensi-potensi dari negara kami dapat menjadi pelajaran berharga, begitu juga potensi dari Indonesia," ungkap Hotek. 

Melalui ceramahnya, Ivan Hotek menegaskan ketertarikannya pada bidang pariwisata, terutama Halal Tourism dan juga sektor energi terbarukan. "Dalam waktu dekat, kami bersama negara-negara di kawasan Eropa Tengah, akan menyelenggarakan Expo Tourism di Jakarta. Kami berharap tidak hanya terselenggara di Jakarta, tapi juga menjangkau kawasan-kawasan lain," terangnya. 

KOKAM Tegal

Dubes Ceko juga siap membuka pintu kerja sama di bidang riset dan pendidikan untuk perguruan tinggi di Indonesia. "Kami siap membuka dan menjadi perantara untuk kampus-kampus di Indonesia. UNIRA Malang atau kampus lain, silakan bekerja sama untuk pengembangan riset," jelas Hotek. 

Dalam penjelasannya, Hotek juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Kerja sama Government to Government (G2G) ini dalam bidang wisata, agribisnis dan sektor pengembangan ekonomi.

Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi mengungkapkan pentingnya inovasi dalam bidang riset dan kerjasama kelembagaan. "Kami sangat serius menyiapkan sumber daya dan menjalin kerja sama untuk inovasi pendidikan. Dalam waktu dekat, kami merancang program untuk riset dan vising lecturer di Ceko, dan begitu juga sebaliknya dengan perguruan tinggi dari sana," ungkap Hasan. 

"Saya ingin agar santri-santri yang kuliah di UNIRA Malang maupun perguruan tinggi di bawah naungan NU maupun pesantren dapat terus meningkatkan level pengetahuan, dengan riset-riset kreatif dan inovasi di bidang teknologi. Inilah semangat sekaligus tantangan bagi santri milenial," jelas Hasan. 

KOKAM Tegal

UNIRA Malang selama ini konsisten dalam pengembangan akademik kampus, juga dalam isu perdamaian. Untuk mendorong mahasiswa sebagai aktifis perdamaian dan diplomasi kemanusiaan, UNIRA membuka kelas Peace Education untuk Kuliah Pascasarjana. 

Saat ini, UNIRA Malang juga mengembangkan kampus II di Palaan, Kabupaten Malang. Diharapkan, kampus ini menjadi Laboratorium Peace Education untuk para aktifis dan akademisi mendalami kajian-kajian perdamaian serta merancang inisiasi moderatisme melalui perdamaian di berbagai kawasan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Hikmah KOKAM Tegal

Minggu, 19 November 2017

PBNU Luncurkan Badan Halal

Jakarta, KOKAM Tegal. PBNU bersama PT Pegadaian dan PT Sucofindo meluncurkan Badan Halal Nahdlatul Ulama (BHNU) di gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu (6/2). Badan ini berwenang memberikan jaminan halal untuk berbagai produk yang beredar.

PBNU Luncurkan Badan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Luncurkan Badan Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Luncurkan Badan Halal

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Ketua PBNU Prof H Maksum Mahfudz, Dirut Pegadaian Suwhono, dan Dirut Sucofindo Arief Safari. Turut hadir Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekjen PBNU H Marsyudi Syuhud, dan Bendum PBNU H Bina Suhendra.

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, mengatakan, pendirian BHNU merupakan cita-cita lama yang tumbuh dari aspirasi para pelaku usaha dan konsumen di kalangan Nahdliyin.

KOKAM Tegal

”Alhamdulillah, begitu kita tawarkan ke Rais Aam (PBNU) KH Sahal Mahfudh yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), beliau setuju,” imbuhnya.

Menurut Kang Said, BHNU didirikan untuk melindungi kepentingan konsumen dan pelaku usaha di Indonesia, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Diakui, sertifikasi halal selama ini masih tergolong mahal sehingga tidak menguntungkan pengusaha kecil dalam persaingan pasar.

KOKAM Tegal

Namun, lanjutnya, BHNU sama sekali tak berniat menyaingi lembaga sertifikasi halal yang sudah ada, seperti MUI. PBNU hanya ingin memberi pelayanan dan kenyamanan yang lebih mudah demi kesejahteraan masyarakat banyak.

Arief mengaku bangga dengan kepercayaan yang diberikan PBNU pada Sucofndo. Pihaknya siap melakukan uji laboratorium terhadap sejumlah produk, termasuk inspeksi ke perusahaan untuk melihat langsung proses produksi yang dijalankan.

Sucofindo, demikian Arief, akan melakukan pola subsidi silang. Sebagian biaya sertifikasi halal dari usaha besar atau menengah akan digunakan untuk membantu sebagian biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga.

”Sedangkan sebagian lagi biaya sertifikasi halal usaha kecil dan rumah tangga diharapkan dapat dibantu dari dana CSR BUMN lainnya melalui PKBL BUMN,” tambahnya.

Suwhono mengungkapkan, Pegadaian merasa bersyukur dapat berkontribusi dalam BHNU. Sebab, pada dasarnya perusahaan yang pimpin didirikan untuk berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah.

Prosesi peluncuran ini juga disertai penyerahan secara simbolik sertifikat halal oleh BHNU kepada 100 pengusaha mikro. Penerimaan sertifikat diwakili Agus Susanto dari Peternakan Ciangsana, Cibubur, Bogor.

BHNU adalah unit kerja di bawah PBNU yang berdiri sebagai implementasi atas rekomendasi Musyawarah Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Melalui SK No. 220/A.II.04/12/2012, PBNU mengesahan badan sertifikasi halal ini.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah KOKAM Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Jakarta, KOKAM Tegal

Negeri Sakura juga meramaikan pasar busana Muslim di Indonesia dengan memamerkan koleksi pakaian Muslim yang terbuat dari bahan kimono.

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)
Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono (Sumber Gambar : Nu Online)

Desainer Jepang Pamerkan Koleksi Busana Muslim dari Kimono

Japan Muslim Fashion Chiharu Collection di Indonesia Fashion Week 2016 membawa beragam model busana berpotongan longgar dan santun menutup tubuh dengan motif bunga warna-warni.

"Menurut saya, kimono dan baju Muslim punya kemiripan," kata desainer Chiharu Horiuchi pada Antara News saat ditemui di IFW 2016, Jakarta Convention Center, Jumat.

Chiharu mencari inspirasi lewat gambar busana Muslim yang didapatnya dari berbagai sumber, sampai ke mal Jakarta untuk melihat langsung baju-baju Muslim yang dipakai para pengunjung.

KOKAM Tegal

Hasil observasinya dituangkan dalam bentuk kimono, rok-rok lebar, mantel, blus longgar dan kerudung.

Perempuan paruh baya yang baru pertama kali ke Indonesia itu terpukau dengan gaya berbusana Muslimah Tanah Air yang dinilai modis dan berani memadu padan warna serta motif.

Baju Muslim bahan kimono yang sebagian besar terbuat dari kain sutra itu ditujukan untuk kelas premium dengan kisaran harga Rp3 juta-Rp25 juta. 

Sementara itu, Koshi Kubo dari Jepang membawa koleksi blus-blus berlengan panjang dari bahan sutra yang bisa dipakai oleh Muslimah. 

Khusus untuk Indonesia, ia membuat dalaman kerudung (inner ninja), syal, manset tangan dan kaos dalam tangan panjang dari bahan yang sama. Koleksinya dijual dengan kisaran harga 50-250 dolar AS.

KOKAM Tegal

"Orang Muslim di Indonesia jauh lebih modis dari bayangan saya," komentar Kubo. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Tokoh, Sejarah KOKAM Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji

Makassar, KOKAM Tegal. Universitas Islam Makassar mengadakan acara menre bola (masuk gedung/rumah baru) dirangkaikan dengan pelantikan pejabat struktural dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM, Sabtu 27 Desember 2014.?

Sebelum prosesi resmi menre bola, telah ditamatkan Al Quran dan Kitab Barazanji oleh para penghafal dari Jammiyatul Qurra Wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQH) NU Sulsel di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, gedung baru Fak. Ilmu Kesehatan, gedung baru Fak. Teknik, gedung baru Fak. Agama Islam, gedung baru Fak. Pertanian, gedung baru Fak. Sospol, gedung Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fak. Sastra dan Humaniora.

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji

Katib Syuriyah Dr Ruslan membacakan Riwayat Hidup Drs. KH. Muhyiddin Zain yang ditulis oleh Kiai Abdurrahman yang dikenal Abdurrahman Bola Dunia, dimana dalam riwayat hidup itu diungkapkan sepak terjang beliau ketika hidup, pengabdiannya terhadap lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan, dan peranan serta pengabdiannya di Nahdlatul Ulama

Dalam sambutan Rektor UIM Dr Majdah tak lupa ? berterima kasih kepada para pendahulu yang telah membantu membesarkan Universitas Islam Makassar, bahkan Majdah berterima kasih kepada semua petugas keamanan dan kebersihan yang telah mengorbankan waktunya demi memajukan Universitas Islam Makassar yang juga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Majdah juga berterima kasih kepada semua komponen Tri Matra yang telah menyematkan nama ayahandanya di Gedung Auditorium yakni Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, ungkap Majdah yang terbata-bata dan sambil meneteskan air mata.

Kemudian Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali mengungkapkan latar belakang penamaan Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, dimana ada tiga nama yang muncul yakni Hadji Kalla ayah dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla karena dialah yang berjasa membangun kompleks Universitas Islam Makassar, Kedua, Drs KH Muhyiddin Zain, beliau adalah Rektor Pertama Universitas Al Gazali (embrio dari UIM) karena Auditorium ini adalah gedung ilmiah, maka dinamakan Muhyiddin Zain, dan yang ketiga Al-Gazali karena nama ini sudah jauh melekat dengan perguruan tinggi ini.

Namun hasil kesepakatan Tri Matra UIM yakni Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, dan Rektor UIM serta anggota senat UIM memutuskan memberi nama pada gedung serba guna ini, Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, tambahnya

Tampak hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof Iskandar Idy yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Rektor UIM Dr Andi Majdah Agus AN, Khatib Syuriyah NU Sulsel Dr Ruslan, Arfin Hamid Sekretaris NU Sulsel, Para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Se Sulawesi Selatan, Para penghafal Quran dan ratusan mahasiswa UIM memadati Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain. (andy m idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Ahlussunnah, Tegal KOKAM Tegal

Jumat, 20 Oktober 2017

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

Tangerang Selatan, KOKAM Tegal



Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam mengapresiasi mereka yang memiliki niatan baik dan tulus untuk melaksanakan syariat secara menyeluruh seperti maraknya berhijab syar’i. Tetapi ia mengaku khawatir bahwa itu hanya lah tren (gaya) sesaat.

“Kalau niatnya baik itu patut diapresiasi tetapi saya khawatir ini hanya tren sesaat,” kata Saiful di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Senin (21/8).

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gaya Hijab Syar’i, Tanda Masyarakat Lebih Islami?

Namun demikian, ia mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak berhenti kepada simbol-simbol luar belaka. Karena yang tidak kalah penting juga adalah bersikap dan berperilaku sesuai dengan ajaran syariat Islam.

“Tidak berhenti di pakaian saja,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Menurut dia, apa pun yang berkaitan dengan syar’i itu selalu ada kepentingan ekonomi di baliknya. Ia mencontohkan, di bisnis garmen, penerbanga, pariwisata, dan lainnya itu ada pemain lama yang menguasai. 

Kemudian ada pemain baru yang juga ingin mendapatkan ekonomi tersebut. Pemain-pemain baru itu sadar bahwa kalau mereka bersaing dengan pemain-pemain lama. Karenanya, mereka akan kalah sehingga mereka bisa saja menggunakan jargon-jargon syar’i. 

KOKAM Tegal

“Sehingga hal-hal yang sifatnya syar’i ini menjadi jargon marketing yang luar biasa,” jelasnya.

Ia mengaku sadar bahwa orang ikut tren syar’i tersebut karena mereka meyakini bahwa itu adalah bagian dari implementasi agama. 

“Pada tataran pelakunya mungkin mereka sadar ingin berubah. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah orang-orang yang memanfaatkan itu tadi,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa tren syar’i tersebut bukanlah indikator bahwa Indonesia saat ini sudah lebih islami. Baginya, yang tidak kalah penting adalah beragama secara substansial seperti berlaku jujur, tidak korupsi, adil, dan lain sebagainya. Namun, hal itu masih banyak terjadi di Indonesia.

“Jangan kemudian menganggap bahwa Indonesia lebih islami dengan adanya tren seperti itu,” tukasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Humor Islam KOKAM Tegal

Minggu, 08 Oktober 2017

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Jaringan Gusdurian Yogyakarta kembali menggelar rutinan sholawat bersama di Pendopo Yayasan LKiS Sorowajan Bantul, Rabu (25/2) malam. Pada kesempatan ini, mereka menghadirkan peneliti senior pusat kajian anti korupsi FH UGM Hifdzil Alim (Mas Boy).

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Menurut Mas Boy, sebab korupsi ada dua macam. Pertama, korupsi karena kebutuhan. Kedua korupsi karena serakah. ? Korupsi karena kebutuhan itu, seperti butuh terhadap kebutuhan sehar-hari, jalan-jalan atau yang lain sebagainya. Sedangkan korupsi karena keserakahan, efeknya sangat besar sekali, dan sangat merugikan.

Keserakahan yang dimiliki para koruptor, kata Mas Boy, akan banyak menerabas nilai-nilai hukum. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan uang. Keserakahan juga akan menjadikan kebodohan generasi.

KOKAM Tegal

"Sikap-sikap serakah itu muncul menjadi sarana untuk mendorong kerusakan tatanan masyarakat. Kalau kita amati, pelaku korupsi yang paling banyak adalah pegawai pemerintah, pelaku partai politik. Bahwa selama ini orang-orang yang melakukan korupsi tidak ditemukan kalau mereka adalah orang miskin. Paling rendah gaji mereka per bulan adalah 4 juta rupiah. Jelas, untuk makan dan liburan itu cukup," ujar Mas Boy.

Mas boy juga menyebutkan korupsi karena gengsi. "Gengsi yang mereka pelihara memicu korupsi sistematis. Korupsi juga diawali dari obrolan ranjang. Kalau kita lihat porfil keluarga itu istrinya kebanyakan sosialita. Dari obrolan ranjang itulah tercipta benih-benih korupsi." (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kajian, News, Hikmah KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk

Jakarta, KOKAM Tegal. Dalam rangka memberi pendampingan bagi para pengusaha kecil dan mikro di lingkungan NU, Muslimat NU dan Pusat Inkubator Bisnis Usaha Kecil (Pinbuk) sepakat melakukan kerjasama.

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Jalin Kerjasama dengan Pinbuk

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indarparawansa dan Ketua Umum Pinbuk Abdul Jabir Uksim di Jakarta, Senin (25/8).

Kedua belah pihak sepakat untuk memberi pendampingan, sosialisasi dan pemberdayaan, serta mencetak pelaku usaha yang unggul sesuai dengan prinsip syariah, khususnya di lingkungan NU. Mereka juga akan mengupayakan akses keuangan dan bantuan modal untuk membantu mengembangkan dunia usaha.

KOKAM Tegal

Untuk itu, kedua belah pihak akan melakukan program pelatihan manajemen usaha, pelatihan peningkatan kualitas barang dan jasa dan akses permodalan.

Kerjasama tersebut disepakati berjalan selama lima tahun dan dapat diperpanjang jika disepakati bersama.

KOKAM Tegal

Penandatanganan MoU ini disaksikan oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj serta jajaran pengurus Muslimat NU di tingkat pusat dan para ketua PW Muslimat NU seluruh Indonesia yang akan mengikuti Rapat Pleno di Jakarta. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Hikmah, Tegal KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock