Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Habib. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Selama bulan Ramadhan ini, Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Kartasura Sukoharjo mengadakan berbagai kegiatan pasanan (kegiatan di bulan puasa). Kegiatan yang ada tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga diadakan pelatihan penyiaran.

Hal tersebut dikatakan Pengasuh Pesantren Windan, KH M Dian Nafi, saat dihubungi KOKAM Tegal, Sabtu (20/6).

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Berbagai Kegiatan “Pasanan” di Pesantren Al-Muayyad

“Selama bulan puasa di Al-Muayyad Windan ada kajian kitab I’anatun Nisa’. Para peserta dari santri putri dan Muslimat NU Ranting Makamhaji,” terang Kiai Dian.

KOKAM Tegal

Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah itu juga menambahkan, untuk pengajian kitab umum juga ada kajian kitab Al-Yaqutun Nafis, Al-Arabiyah baina yadaik dan Irsyadul Ibad.

KOKAM Tegal

“Para santri juga kita berikan kajian Fiqih Tradisonalis yang dikaji setiap Selasa ba’da subuh dan ba’da tarawih, serta Senin ba’da ashar,” paparnya.?

Di bulan puasa ini, pesantren Windan juga membekali para santri dengan mengadakan berbagai pelatihan. “Ada pelatihan khitabah, khutbah, broadcasting radio dan pertanian organik,” ujar dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Sejarah, Kiai KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

Jakarta, KOKAM Tegal. Acara Doa untuk Palestina yang diadakan di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta ini adalah produk daripada santri. Penggagas dan pelaksananya adalah santri.

Demikian disampaikan Ulil Abshar Abdalla, Kamis (24/8) saat memberikan sambutan ketua panitia acara di hadapan hadirin yang memadati gedung Graha Bakti Budaya.

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa untuk Palestina, Kegiatan yang Digagas Para Santri

"Penggasnya adalah Gus Mus, santri senior," katanya.

Sedangkan, panitia penyelenggaranya adalah santri-santri dari Gusdurian, santri Rembang, dan santri-santri lainnya.

KOKAM Tegal

Malam ini, lanjut Ulil, adalah malam Palestina yang bertujuan untuk menggalang dan memobilisasi solidaritas masyarakat Indonesia untuk Palestina.

Dalam acara ini, puisi-puisi dari penyair Palestina dibacakan. Seperti puisi berjudul Risalatun Ilallah karya Samiyah Al Qosim yang dibacakan oleh Fatin Hamamah.?

Sejumlah penyair dan tokoh nasional hadir dalam Malam Pembacaan Puisi-puisi Palestina tersebut. Di antaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Prof Abdul Hadi WM, Acep Zamzam Noor, Butet Kertaredjasa, Prof Quraish Shihab, Prof Ahmad Syafi’i Ma’arif, Prof Mahfudh MD, Taufiq Ismail, Joko Pinurbo, Sutardji Calzoum Bachri, Slamet Rahardjo, Renny Djajoesman, Habib Anis Sholeh Baasyin, Inayah Wahid, dan tokoh-tokoh lainnya. (Muchlishon Rochmat/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Habib KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Jerusalem, KOKAM Tegal. Organisasi kebudayaan PBB mendeklarasikan sebuah tempat kuno di Tepi Barat yang diduduki Israel, yang oleh kaum Muslim dan Yahudi dianggap suci bernilai sejarah, sebagai sebuah "Situs Warisan Dunia Palestina dalam Bahaya", Jumat (7/7/2017). Israel marah atas deklarasi yang dibuat oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) tersebut.

Badan dunia yang menggawangi persoalan pendidikan, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan itu mengambil keputusan tersebut dalam pertemuan di Krakkow, Polandia, untuk menyatakan Hebron dan dua tempat suci yang berdekatan di jantungnya-Makam Kuno Yahudi dan Masjid Al-Haram Al-Ibrahimi - sebagai milik Palestina.

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)
UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah (Sumber Gambar : Nu Online)

UNESCO Deklarasikan Hebron Milik Palestina, Israel Marah

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan hal itu merupakan "keputusan lain UNESCO yang bertentangan dengan kenyataan" dan mengatakan bahwa Israel akan "terus menjaga Gua Makhpela, untuk menjamin kebebasan beragama bagi siapapun dan menjaga kebenaran."

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Palestina Reyad Al-Maliki mengatakan pemungutan suara itu bukti dari keberhasilan perjuangan diplomatik Palestina yang dilancarkan di semua lini menghadapi tekanan Israel dan Amerika Serikat atas negara-negara anggota (UNESCO)."

Hebron adalah kota Palestina terbesar di Tepi Barat yang diduduki Israel dengan penduduk sebanyak 200.000 jiwa. Sekitar 1.000 pemukim Israel tinggal di jantung kota tersebut dan selama bertahun-tahun kota itu telah menjadi tempat friksi antara kaum Muslimin dan Yahudi.

KOKAM Tegal

Kaum Yahudi meyakini bahwa Gua Makhpela adalah tempat Ibrahim, Ishak dan Yakub (Hebron disebut juga Kota Tiga Nabi) dan istri-istri mereka dimakamkan, kaum Muslimin yang seperti umat Kristiani, juga memandang Ibrahim sebagai Nabi, membangun masjid itu.

KOKAM Tegal

Tempat itu begitu penting dari sudut keagamaan dan juga bagi para pemukim Israel itu yang bertekad ingin memperluas kehadiran Yahudi di sana. Tinggal di jantung kota itu, mereka memerlukan keamanan ketat dengan sebanyak 800 tentara Israel melindungi mereka.

"Hanya dengan kehadiran Israel, seperti di Hebron, kebebasan beribadah dijamin bagi siapapun. Di manapun di wilayah Timur Tengah, masjid-masjid, gereja-gereja dan sinagog-sinagog diledakkan -- tempat-tempat dimana Israel tidak hadir," klaimnya seperti dilaporkan Reuters. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Habib, Doa KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Oleh Suwendi?



Di antara tokoh kependidikan abad pertengahan adalah Ibn Jamâ’ah (639-733 H./1241-1333 M.). Tokoh ini di samping dikenal sebagai ahli hukum, lantaran dia menjabat sebagai hakim di beberapa lembaga pengadilan sehingga mendapat sebutan Qâdhyat al-Qudhât, juga dikenal sebagai tokoh kependidikan. Ketokohannya di bidang pendidikan ditandai oleh aktivitas mengajar di berbagai lembaga kependidikan, di samping ia memiliki konsep kependidikan yang tertuang dalam masterpiece-nya Tadzkirat ? al-Sâmi’ ? wa ? al-Mutakallim ? fî ? Adab ? al-‘Âlim ? wa ? al-Muta’allim. Dalam karya itu, terdapat ulasan panjang lebar mengenai keutamaan ilmu, ulama dan pencari ilmu (thâlib al-‘ilm). Di samping itu, juga diterangkan sejumlah etika, yakni etika bagi pendidik, peserta didik, etika dalam menggunakan buku dan etika yang berkaitan dengan tempat tinggal selama proses belajar mengajar.?

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ibn Jamâ’ah: Ulama Ensiklopedis Abad Pertengahan

Namun sayangnya, kajian yang pembahasannya diarahkan pada tokoh dan karya ini masih terlihat minim. Beirkut ini merupakan elaborasi sederhana yang diharapkan dapat menghantarkan pengenalan terhadap sosok Ibn Jamâ’ah dan karya kependidikannya.

Riwayat Hidup

Nama lengkap Ibn Jamâ’ah adalah Badr al-Dîn Muhammad ibn Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah ibn Hâzim ibn Shakhr ibn ‘Abd Allâh al-Kinâny. Ia lahir di Hamâh, Mesir, pada malam Sabtu tanggal 4 Rabi’ al-Akhir 639 H./1241 M. Ia wafat pada pertengahan malam akhir hari Senin tanggal 21 Jumaday al-Ulâ tahun 733 H./1333 M. dan dimakamkan di Qirâfah, Mesir. Dengan demikian, Ibn Jamâ’ah genap berusia 64 tahun 1 bulan 1 hari. Dengan melihat kurun waktu masa hidupnya, Ibn Jamâ’ah hidup setelah al-Ghazâli (450 H./1058 M.-505 H./1111 M.), Ibn Rusyd (1126-1198 M.), dan al-Zarnûji (wafat sekitar 615 H./1222 M.), dan hampir bersamaan dengan Ibn Bathûthah (1304-1377 M.), dan Ibn Khaldûn (732 H./1332 M.-808 H.).

KOKAM Tegal

Dalam keluarganya, Ibn Jamâ’ah memiliki empat orang saudara, dan Ibn Jamâ’ah sendiri merupakan anak yang paling kecil (bungsu). Dari silsilah keluarga ini telah melahirkan sejumlah inetelektual muslim pada masanya. `Abd al-Jawwâd Khalaf mencatat bahwa setidaknya ada empat puluh sarjana terkenal yang lahir dari keluarga Jamâ’ah sepanjang masa Ayubiyah dan Mamluk.

Pengalaman pendidikan Ibn Jamâ’ah diperoleh untuk pertama kalinya dari lingkungan keluarganya, yang telah memiliki tradisi intelektual yang mapan. Ayahnya sendiri, Ibrâhîm ibn Sa’d Allâh ibn Jamâ’ah (596-675 H.), adalah seorang ulama besar dan ahli fiqh sekaligus sufi. Dengan ayahnya inilah Ibn Jamâ’ah banyak mendapatkan ilmu pengetahuan. Setelah itu, Ibn Jamâ’ah juga dibesarkan di berbagai daerah dalam rangka pengembaraan ilmu pengetahuan dan bertemu dengan beberapa ulama besar. Pengetahuan hadits, fiqh, dan bahasa diperoleh di Damaskus dengan menemui Ibn `Abd al-Dâim (wafat 668/1270), al-Mu’în al-Dimasyqi (wafat 670/1272), Ibn Mâlik (wafat 672/1274), al-Kamâl ibn `Abd (wafat 672/1274), Ibn Abî al-Yasar (wafat 672/1274), Ibn `Atha al-Hanafî (wafat. 673/1275), Ibn `Allân (wafat 680/1281), dan Ibn Abî `Umar (682/1283).?

Ibn Jamâ’ah juga memperoleh kesempatan berguru kepada sejumlah tokoh di Kairo, Mesir, yakni kepada Taqy al-Dîn ibn Razîn (wafat 680/1281), dan Jamâl al-Dîn ibn Mâlik guna mempelajari ‘Ilm Nahw. Al-Rasyîd al-‘Athâr (wafat 662/1264), Ibn Abî Umar, al-Tâj al-Qasthalâny (wafat 665/1267), al-Majd ibn Daqîq al-‘Id (wafat 667/1269), Ibn Abî Musalamah, Makky ibn ‘Ilân, Ismâ’il al-‘Irâqy, al-Mushaffâ, al-Baraza’iy, Syarf al-Dîn al-Subkî (wafat 669/1271), dan lain-lain. ?

Berkat pengembaraannya itu, Ibn Jamâ’ah sangat profesional dalam banyak bidang sehingga ia menjadi pendidik, orator, hakim, penyair, fâqih, mufassir, muhaddits dan lain-lain. Sebagai pendidik, ia pernah mengajar di Damaskus seperti di Qimyariyah, lembaga akademik Ibn Thûlûn, salah satu institusi pendidikan yang lebih menekuni pada konsep-konsep Syâfi’iyyah, dalam masa yang cukup panjang. Dari beberapa keterangan yang didapat, Ibn Jamâ’ah tampaknya menguasai aspek-aspek pendidikan. Seperti kesan yang dilontarkan Ibn Hajar ? “ia ? penuh ? kasih ? sayang, berakhlak baik, pandai ceramah… mengajar dengan baik dengan tanpa kekerasan”.

KOKAM Tegal

Sebagai orator, Ibn Jamâ’ah sering ceramah di Masjid al-Aqsha dan lembaga pendidikan al-Amwa, Damaskus, juga di al-Azhar, Mesir, dalam interval masa yang cukup lama. Seringnya ceramah di Damaskus dan Mesir ini berbarengan dengan kesibukannya sebagai hakim (Qâdhy al-Qudhâh). Karir dalam bidang hukum ini terlihat pada tahun 687 H. ketika ia menjabat sebagai hakim di Damaskus, dan ? tahun 690 H. beliau pindah ke daerah Mesir. Pada masa itulah Ibn Jamâ’ah sering bergabung dan bertukar fikiran dengan beberapa syaikh yang lain.?

Sungguhpun demikian, karir Ibn Jamâ’ah dalam bidang hakim ini tampaknya diuntungkan oleh situasi politik. Ketika terjadi pertentangan antar hakim al-Syâfi’iyah di Mesir, yakni antara Taqy al-Dîn Abd al-Rahmân ibn bint al-A’uzz dengan al-Wazîr ibn al-Sal’ûs, mengenai kandidat yang dapat diajukan untuk menduduki posisi penguasa hukum (qâdhy). Ibn Sal’ûs merekomendasikan kepada penguasa Mesir, ketika itu Khalîl ibn Qalâwun, bahwa yang berhak menduduki posisi itu adalah Ibn Jamâ’ah. ? Rekomendasi ? itu ? kemudian diterima oleh penguasa dan ditetapkanlah Ibn Jamâ’ah yang dipilih.

Pada permulaan tahun 693 H. penguasa Mesir terbunuh, lalu Ibn Jamâ’ah pindah ke Syâm hingga bertemu dengan Ibn bint al-A’uzz dan Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id. Tahun 702 H. Taqy al-Dîn ibn Daqîq al-’Id wafat dan Ibn Jamâ’ah pindah lagi ke Mesir hingga awal tahun 710-an H. Akhirnya, Ibn Jamâ’ah tetap menjadi qâdhy dan berakhir hingga tahun 727 H. oleh karena kondisi kesehatannya kurang normal.

Selain ahli dalam beberapa disiplin di atas, Ibn Jamâ’ah juga dapat dipandang sebagai ahli sastra pada zamannya. Ia ingat betul pada nazham-azham sya’irnya, sehingga Imam al-Asnawi menyatakan bahwa Ibn Jamâ’ah piawai dalam menyusun sya’ir-sya’ir yang baik. Kesan demikian pun tampaknya diakui juga oleh Ibn Hajar.

Sungguhpun Ibn Jamâ’ah ahli dalam banyak hal, namun hidup kesehariannya tampak sederhana baik dalam hal makanan, pakaian, kendaraan, maupun tempat tinggalnya. Ia sangat menjaga diri dari perbuat maksiat (warâ’), konsisten dalam beribadah kepada Allah (murâqabah), mengasihi orang fakir-miskin, menyukai tasawuf, toleran, senantiasa terbuka dan menyukai ilmu pengetahuan. Bagi Ibn Jamâ’ah, ilmu pengetahuan harus lebih diutamakan daripada melakukan ibadah sunnah yang bersifat jasmani, seperti shalat, puasa, membaca tasbih, dan lain-lain. Menurutnya, ilmu pengetahuan mampu memberikan efek positif kepada yang bersangkutan, di samping juga kepada orang lain secara keseluruhan. Ibadah hanya memberikan implikasi spesifik, yakni hanya kepada yang melakukan ibadah itu saja, sementara orang lain tidak.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah

Ibn Jamâ’ah sesungguhnya tokoh yang telah memiliki reputasi dalam berbagai bidang. Hal ini diakui oleh Ibn Hajar bahwa Ibn Jamâ’ah adalah shâhib ma’ârif, yadlrib fî kulli fann bisuhmin” [ahli pengetahuan dalam berbagai bidang dan dialektikanya]”. Al-Suyûthi sendiri mengomentarinya sebagai orang yang memiliki karya dalam berbagai bidang.

Karya-karya Ibn Jamâ’ah pada garis besarnya terbagi ke dalam sebelas disiplin ilmu pengetahuan. Berikut daftar karya-karya Ibn Jamâ’ah yang dikelompokkan secara tematis yang didasarkan atas judul-judulnya.?

Pertama, disiplin ’Ulûm al-Qurân terdiri atas (1) Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, (2) al-Tibyân li Mubhimât al-Qur’ân, (3) al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, (4) Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, dan (5) al-Muqtadh fî Fawâid Takrîr al-Qashâsh.

Kedua, disiplin ‘Ulûm al-Hadîts terdiri atas (6) al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy yang merupakan ringkasan dari kitab ‘Ilm al-Hadits yang ditulis Ibn al-Shalâh. Dalam kitab ini, Ibn Jamâ’ah menambahkan beberapa catatan dan mengurutkan beberapa pembahasan. Kitab ini selesai ditulis pada bulan Sya’ban tahun 687 H. di Damaskus. (7) al-Fawâid al-Ghazîrat al-Mustanbithat min Ahâdits Barîrah, (8) al-Mukhtashar fî ‘Ulûm al-Hadîts, (9) Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, (10) Mukhtashar Aftsâ al-Amal wa al-Syawq fî ‘Ulûm al-Hadîts al-Rasûl li Ibn al-Shalâh, (11) Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan.

Ketiga, disiplin Kalam terdiri atas (12) al-Radd ‘alâ al-Musyabbahah fî Qaulih Ta’âlâ “al-Rahmân ‘alâ al-‘Arsy Istawâ”, (13) al-Tanzih fî Ibthâl Hujaj al-Tasybîh, (14) Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil.

Keempat, disiplin Fiqh terdiri atas (15) al-‘Umdat fî al-Ahkâm, (16) al-Thâ’at fî Fadlîlat Shalât al-Jamâ’ah, (17) Kasyf al-Ghimmat fî Ahkâm Ahl al-Dzimah, (18) al-Masâlik fi ‘Ilm al-Manâsik, dan (19) Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah.

Kelima, disiplin politik terdiri atas (20) Hujjat al-Sulûk fî Muhâdât al-Mulûk, (21) Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm.

Keenam, disiplin sejarah terdiri atas (22) al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, dan (23) Nûr al-Rawd.

Ketujuh, disiplin Nahu terdiri atas (24) Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, dan (25) al-Diyâ al-Kâmil wa Syarh al-Syâmil.

Kedelapan, disiplin Sastra terdiri atas (26) Lisân al-Adab, (27) Dîwân al-Khithab, (28) Arjûzat fî al-Khulafâ, ? dan (29) Arjuzât fî Qudhât al-Syâm.

Kesembilan, disiplin Perang terdiri atas (30) Tajnîd al-Ajnâd wa Jihât al-Jihâd, (31) ? Mustanid al-Ajnâd fî Âlât al-Jihâd, dan (32) Awtsaq al-Asbab.

Kesepuluh, disiplin astrologi terdiri (33) Usthurulâb. Kitab ini diajarkan oleh Ibn Jamâ’ah kepada para pelajarnya di Damaskus.

Kesebelas, disiplin pendidikan terdiri atas (34) Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Klasifikasi disiplin di atas sesungguhnya didasarkan atas indikasi judul-judul karya Ibn Jamâ’ah. Secara umum, judul-judul tersebut relatif jelas memberi petunjuk tentang tema bahasannya. Jika klasifikasi tematis tersebut cenderung tepat maka tidaklah salah jika ada kesimpulan bahwa Ibn Jamâ’ah merupakan seorang ilmuwan ensiklopedis. Buah karya sejumlah 34 dalam 11 disiplin pengetahuan yang berbeda mendeskripsikan produktivitas penulisnya.

Sungguhpun ? demikian, beberapa karya ? tersebut sangat sulit ditemukan. Penelitian `Abd al-Jawwâd Khalaf memberi informasi bahwa paling tidak ada 16 judul yang manusikripsinya masih tersimpan di berbagai koleksi di negara Timur Tengah dan Barat. Judul-judul tersebut adalah Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Fawâid al-Lâihat min Sûrat al-Fâtihah, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, Mukhtashar fî Munâsabât Tarâjum al-Bukhârî li Ahâdîts al-Abwâb, Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan, Tanqîh al-Munâzharat fî Tashhih al-Mukhâbarah, Îdlâh al-Dalîl fî Qath’i Hujaj Ahl al-Ta’thil, Tahrîr al-Ahkâm fî Tadbîr Ahl al-Islâm, al-Mukhtashar al-Kabîr fî al-Shirah, Nûr al-Rawd, Syarh Kafiyât Ibn al-Hâjib, Arjûzat fî al-Khulafâ, Arjuzât fî Qudhât al-Syâm, Usthurulâb, dan Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim.

Karya-karya lainnya kemungkinan telah hilang atau belum teridentifikasi dalam koleksi-koleksi manuskrip Arab. Tampaknya perhatian studi terhadap karya-karya Ibn Jamâ’ah kurang menunjukkan semangat yang besar, terbukti dengan masih minimnya studi dan upaya-upaya melakukan edisi dan penerbitan. Sejauh informasi yang terkumpul menunjukkan ada lima judul yang telah diedit dan dicetak, yakni Tadzkirat al-Sâmi’ wa al-Mutakallim fî Adab al-‘Âlim wa al-Mutakallim, Ghurr al-Thibyân fî man lam Yusammi fî al-Qur’ân, Kasyf al-Ma’âny ‘an al-Mutasyâbih min al-Matsâny, al-Munhil al-Rawy fî ‘Ulûm al-Hadits al-Nabawy, dan Arba’ûn Hadîtsan Tusâ’iyan. Hal ini pada sisi tertentu cukup menantang bagi para intelektual untuk mengkaji terhadap khazanah tersebut sehingga dapat diketahui kontribusi Ibn Jamâ’ah bagi pertumbuhan peradaban Islam dari dulu hingga kini.

Penulis adalah alumni Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon bekerja pada Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Habib, Tokoh KOKAM Tegal

Jumat, 26 Januari 2018

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Nahdlatul Ulama (NU) telah meng-ikhbar-kan 1 Ramadhan jatuh pada Senin, 6 Juni 2016. Hal ini berdasarkan keputusan dan ketetapan yang dilakukan oleh pemerintah melalui sidang itsbat pada Ahad (5/6) malam. Ketetapan ini berdasarkan pada pengamatan Hilal di 93 titik yang disebar oleh Kemenag dengan menggandeng LAPAN, Lembaga Falakiyah PBNU, dan lain-lain.

Nahdlatul Ulama tetap berpegang teguh pada metode rukyatul hilal sebagai instrumen penetapan awal bulan hijriah, termasuk Ramadhan dan Syawal. Langkah ini sama sekali tidak menafikan metode Hisab, karena metode perhitungan secara matematis ini perlu dibuktikan secara empiris. 

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah Risalah Edisi Terbaru: Puasa dan Berlebaran Cara NU

Ketua Lembaga Falakiyah PBNU, KH Ghazali Masroeri sering menekankan kepada seluruh masyarakat bahwa NU sama sekali tidak menafikan metode hisab, tetapi justru NU menggunakan metode hisab dengan almanak yang diterbitkan setiap tahun. 

Namun demikian, berangkat dari Sabda Rasulullah SAW, “Berpuasalah setelah melihat bulan, dan berlebaranlah setelah melihat bulan”, NU tidak berhenti di satu metode, tetapi berusaha membuktikan perhitungan matematis secara empiris dengan mengamati hilal secara langsung.

Demikian sekilas ulasan tentang Majalah Risalah Edisi 61/Tahun X/1437 H/Juni 2016 yang merupakan edisi terbaru. Selain mengulas persoalan puasa, Majalah yang kini dikemas dengan tampilan yang lebih besar ini juga melaporkan kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) yang diselenggarakan PBNU pada 9-11 Mei 2016 lalu di JCC Senayan Jakarta. 

KOKAM Tegal

Kemudian, momen bulan haji juga dimanfaatkan Redaksi Majalah Risalah untuk mengulas perkara haji yang kini banyak mengalami perubahan secara pembiayaan yang lebih murah. Tentu hal ini merupakan kabar baik bagi para calon Jamaah Haji. Hal menarik lain yang juga perlu diketahui yaitu, Kementerian Agama mengeluarkan peraturan bahwa jemaah yang sudah pernah melakukan ibadah haji tidak diperkenankan berangkat lagi agar memberi kesempatan kepada jemaah yang belum pernah melakukan ibadah haji.

Edisi terbaru yang terbit 66 halaman ini juga memuat berbagai informasi dan bacaan substantif lain. Di bagian akhir majalah ini, terdapat tulisan renyah dari Dosen muda Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia, Fariz Alniezar yang mengulas tentang moderatisme keislaman yang selama ini diteguhkan oleh NU sehingga corak Islam khas Nusantara kerap menjadi inspirasi bagi carut marut dunia Islam selama ini. Selamat membaca! (Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Kiai KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Probolingo, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo periode 2014-2015 secara resmi dilantik, Kemarin (18/03), di Gedung Serba Guna Joyo Lelono, Kota Probolinggo. Mereka diingatkan untuk setia menjadi organisasi pergerakan.

Abidurrahman, perwakilan Pengurus Besar PMII yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan, dalam menjalankan roda keorganisasiannya PMII tidak boleh keluar dari dua identitas, yakni identitas sebagai organisasi kader dan identitas sebagai organisasi gerakan.

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Menurutnya, tantangan PMII dan bangsa Indonesia ke depan adalah imperialisasi ekonomi dan liberalisasi ekonomi. “PMII tidak boleh diam. Kita harus bergerak menjaga NKRI,” jelas Abidurrahman.

KOKAM Tegal

Hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Abdul Azis, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Abdullah Junaedi, Katib Suriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, serta sejumlah tamu dari Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nu (IPPNU), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Probolinggo.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan yang diikuti sekitar 130 kader dari rayon dan komisariat PMII se-Probolinggo ini, KH Syafruddin mengingatkan agar PMII tetap di jalur yang benar. . “PMII harus on the track lagi. Jauhi buku Das Kapital. Kaji kembali kitab Ihya’ Ulumuddin. Pergerakan itu harus bertujuan mencari rida Allah,” terangnya.

Dewasa ini, kata KH Syafruddin,  kemerdekaan Indonesia hanya tinggal nama. Indonesia negeri kaya tapi rakyatnya masih banyak yang miskin. “Kekayaan alam Indonesia habis dikuras  asing dan investor,” katanya.

Syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” imbuhnya. Di akhir tausiyah, KH Syafruddin berharap kader PMII memaksimalkan potensi dirinya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil mengatakan, dibutuhkan kebersamaan yang solid untuk mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita PMII juga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. “Saya harap semua elemen bisa bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama ini,” tuturnya. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Nahdlatul, Kajian Islam KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menyerukan agar segenap komponen bangsa merefleksikan peran penting kaum santri dalam perjalanan dinamika kebangsaan, sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

"Faktanya, sejarah bangsa ini telah banyak menegasikan peran santri yang cukup signifikan dalam menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah," kata Ketua Umum PKC PMII Jatim, Fairouz Huda, di Surabaya, Selasa (5/11).

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri

Ia menegaskan, santri dengan semangat perlawanannya terbukti mampu meletakkan arti penting sebuah perjuangan menyelamatkan bangsa dari serangan musuh, sehingga para penjajah angkat senjata.

KOKAM Tegal

Dalam sejarah, bukan hanya dalam bentuk fisik, santri juga disebutakan memiliki kontribusi besar terhadap fondasi ideologi bangsa ini, yang pada akhirnya terumuskan menjadi Pancasila.

KOKAM Tegal

"Melalui pesantren, kaum santri terbukti masih konsisten menjaga tradisi keindonesiaan kita," tegasnya.

"Santri juga konsisten mengembangkan sebuah pemikiran nasionalisme yang berakar pada tradisi keindonesiaan tersebut," imbuhnya.

Menurut Fairouz, pesantren adalah kawah candradimuka menyemai spirit syiar Islam dan perjuangan kebangsaan. Pesantren menjadi tempat penempaan diri menjadi calon pemimpin-pemimpin bangsa dengan basis pemikiran yang kuat tanpa koptasi oleh kurikulum yang terekayasa oleh kepentingan luar.

"Pesantren mampu melahirkan dan memperkuat karakter pemimpin yang berakar pada fondasi nilai keindonesiaan," tandasnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, banyak jebolan pesantren yang telah masuk di ruang-ruang kekuasaan dengan mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara menuju Indonesia yang digjaya.

Berdasar fakta sejarah, PMII Jatim meminta pemerintah agar menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah atau tanggal 1 Muharam sebagai "Hari Santri Nasional".

"Tujuannya adalah mengingat dan menghayati makna penting perjuangan dan peran penting kaum santri terhadap perjalanan sejarah bangsa ini," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, RMI NU KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

Wonosobo, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan kepada kaum muslim bahwa masjid tidak hanya untuk ibadah shalat saja, tetapi juga bisa didayagunakan untuk membina dan mendidik anak-anak dalam pendalaman agama.

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

"Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental," katanya saat meresmikan Masjid Agung Al Jihad Dukuh Binangun Desa Wringinanom, Kabupaten Wonosobo, Ahad (18/1).

Ia berharap masjid tersebut bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Sang Pencipta.

KOKAM Tegal

Ia menuturkan partisipasi masyarakat yang tinggi untuk membangun masjid menunjukkan peningkatan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

KOKAM Tegal

Pada peresmian masjid dan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW tersebut Said Aqil mengkisahkan kembali masa jahiliyah barat dan timur, sampai lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW pantas menjadi orang besar, karena buyut-buyutnya memang orang terpandang di antara suku Quraisy di kota Makkah.

"Meskipun beliau dibesarkan sebagai yatim piatu dan biasa menggembala kambing orang lain, akan tetapi banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullulah," katanya.

Ia mengatakan, betapa sabarnya Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Meskipun beliau dilempari batu oleh orang-orang Thaif, beliau tidak merasa dendam pada saat malaikat menawarkan untuk membalas mereka.

"Bahkan pada akhirnya beliau berhasil mendirikan masyarakat mutamaddin di Madinah, di mana sistem negara bisa berjalan dengan baik dan benar," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Hadits, Habib KOKAM Tegal

Selasa, 12 Desember 2017

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

Solo, KOKAM Tegal



Ratusan santri Pondok Pesantren Al-Muayyad Mangkuyudan Surakarta mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), yang digelar di halaman pondok, Sabtu (22/10). Turut hadir dalam acara tersebut, sejumlah pengurus Muslimat NU Kota Solo, mahasiswa UNU Solo dan tamu undangan lainnya, antara lain Sekretaris Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU), Alissa Wahid.

Dalam amanatnya, pembina upacara, Mukhlis Suranto, mengungkapkan tugas yang semakin berat, diemban para santri di zaman sekarang.?

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tugas dan Perjuangan Santri Makin Berat

“Yang menjadi penekanan pada Hari Santri ini, tugas santri dalam memperjuangkan dan mempertahankan Islam Aswaja, menangkis paham yang dapat merongrong bangsa, ini merupakan perjuangan yang sangat berat,” tegas Kepala SMA Al-Muayyad itu.

Pada kesempatan itu, Suranto juga memaparkan scara singkat kronologi terjadinya Resolusi Jihad. Dijelaskan bahwa menjelang meletusnya Perang 10 November 1945 di Kota Surabaya, serta peperangan melawan penjajah di daerah-daerah lainnya, Presiden Soekarno mengirim utusan ke Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari untuk menanyakan fatwa tentang berjihad demi membela bangsa.

KOKAM Tegal

Pertanyaan ini, kemudian dimusyawarahkan Hadratussyaikh bersama ulama lainnya, hingga akhirnya tercetuslah Resolusi Jihad, yang menjadi kobaran semangat para pejuang dalam melawan penjajah. “Resolusi Jihad ini dimotori oleh para ulama dan kiai,” kata Suranto.

Upacara Hari Santri di Al-Muayyad juga dimeriahkan dengan pekikan mars lagu “Ayo Mondok” dan “Ya Ahlal Wathon". (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pertandingan, Tokoh, Habib KOKAM Tegal

Senin, 11 Desember 2017

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU

Kudus, KOKAM Tegal. Sedikitnya 16 ribu pelajar dari madrasah dan sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kudus mengikuti kegiatan Jalan Sehat, Ahad (22/9). Jalan sehat dalam rangka hari lahir (harlah) ke-84 Ma’arif NU, dilepas PCNU Kudus KH Chusnan Ms.

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU

Para peserta sangat antusias berjalan santai  menyusuri jalan kota mulai pukul 07.00 dengan rute start Stadion Wergu Kudus ke arah alun-alun, Jl Sudirman,Jl Cokro Aminoto, finish Gor Wergu Kudus kembali. Mereka bertambah semangat karena kegiatan ini menyediakan hadiah utama satu buah sepeda motor, sepuluh sepeda gunung, 1 buah kipas angin dan 75 hadiah hiburan.

Ketua panitia Ridlwan menyatakan jalan sehat ini merupakan rangkaian peringatan  harlah ke 84 Ma’arif NU yang sudah dilaksanakan sejak 19 september 2013 lalu. Tujuannya, untuk memperkokoh kebersamaan dan ukhuwah pelajar dalam rangka memperkuat jati diri yang berkarakter Aswaja.

KOKAM Tegal

“Jalan sehat ini juga menumbuhkkan semangat seraya mendorong budaya berolah raga sehingga tercipta jiwa raga yang sehat,” katanya.

KOKAM Tegal

Ia menyatakan 16 ribu peserta jalan sehat ini terdiri dari pelajar madrasah dan sekolah NU tingkat MI/SD kelas 5-6, MTs/SMP, MA/SMA, SMK NU se-Kabupaten Kudus. Ditegaskan, jalan sehat ini menjadi barometer kebesaran madrasah-sekolah di lingkungan LP Ma’arif NU Kudus.

Setelah jalan sehat ini, kegiatan berikutnya parade drumband pada sabtu (28/9) pukul 14.00  yang insya Allah diikuti 23 grup dari MI dan SDNU se-Kudus, terang Ridwan.

Pada akhir kegiatan Jalan Sehat, undian hadiah maupun doorprize dimulai. Seorang pelajar SMPNU Al-Ma’ruf Kudus Afrizal Ramadika meraih hadiah utama sebuah sepeda motor. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Habib KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

Sumenep, KOKAM Tegal?



Pemandangan menarik terjadi di desa Sentol Daya kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Kamis (08/06) sore. Salah satu lokasi pemakaman di desa itu ramai didatangi puluhan lelaki warga setempat untuk ziarah dan tahilan. Sementara itu, sebagian yang lain tampak sibuk membagikan makanan sebagai berkat ? bagi peziarah.?

Kegiatan ini diadakan setiap sore hari selama Ramadhan dengan di berbeda setiap harinya. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, M. Misbah (35), kegiatan ini telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam.?

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

"Sejak saya masih kecil, warga di sini telah biasa melakukan ziarah dan tahlilan tiap sore bada asar," tutur pria yang juga pengurus ranting NU Sentol Daya ini. Masih menurut beliau, dipilihnya waktu sore karena paling memungkinkan sambil lalu menunggu beduk maghrib ditabuh.?

"Biasanya masyarakat utamanya anak muda menghabiskan waktu sore Ramadhan dengan kegiatan yang kurang positif. Setidaknya dengan begini kebiasaan itu bisa diminimalisir," tambahnya pula. Dan terbukti, tidak hanya orang tua dan pria dewasa, remaja dan anak-anakpun tampak khusyuk mengikuti acara hingga akhir.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Sumarto (50), salah seorang warga desa Sentol Daya memberikan respon positif ketika ditemui di lokasi acara.?

"Alhamdulillah, saya senang sekali dengan tahlilan ini," ucapnya dalam bahasa madura. Lebih lanjut ia menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya anak muda yang lupa akan makam leluhurnya, namun tak henti-henti merebut harta yang diwariskan. "Semoga dengan seperti ini, mereka bisa sadar siapa mereka sesungguhnya," tutur pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Perlu diketahui, tiap sore hari tahlilan dilakukan secara bergiliran pada lokasi pemakaman yang ada di sekitar desa. Pagi harinya, masyarakat dan keluarga ahli kubur membersihkan area makam dari rumput liar. Selain itu mereka juga menyediakan makanan berupa nasi bungkus dan makanan ringan untuk diberikan kepada para hadirin sebagai menu buka puasa malam harinya. (Ach. Khalilurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan, Habib KOKAM Tegal

Selasa, 28 November 2017

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Jakarta, KOKAM Tegal
Sekitar 200 orang yang menamakan diri mereka anggota Forum Komunikasi Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (FK-GMNU) melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa siang, menuntut agar kasus dugaan korupsi di lembaga penyelenggara pemilu itu diusut tuntas, termasuk dengan memeriksa seluruh anggotanya.

Unjuk rasa FK-GMNU, yang antara lain beranggotakan mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Assafi’iyah Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Nasional, Sekolah Tinggi Agama Islam NU dan anggota Gerakan Pemuda Anshor juga menuntut agar Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin, yang mantan anggota KPU, dicopot jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu.

Menurut koordinator aksi, Ali Abel, kasus dugaan korupsi di KPU perlahan-lahan mulai terungkap, bahwa semua anggotanya terlibat dalam penyelewengan dana penyelenggaraan pemilu 2004 namun pengusutan kasus itu mulai menemui ketidakjelasan.

"Sebab, salah satu tonggak penegakan hukum di Indonesia, yaitu Kementerian Hukum dan HAM masih dijabat oleh salah seorang anggota KPU yang ikut menikmati dana taktis sebesar 20 miliar," kata Abel.

Terkait kasus dugaan yang melibatkan Hamid, FK-GMNU menagih komitmen pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam pemberantasan korupsi, karena saat pengambilan sumpah para anggota kabinet 20 Oktober 2004 dinyatakan akan mundur jika terlibat korupsi dan siap menerima sanksi hukum yang berlaku.

Selesai menggelar aksi di KPU, rombongan pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke Departemen Hukum dan HAM di Jalan Rasuna Said, Jakarta, guna menyuarakan tuntutan yang sama.

"Kami belum lupa Pak Susilo Bambang Yudhyono berkali-kali menyatakan akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi jika terpilih sebagai presiden. Kini kami juga rakyat Indonesia menunggu realisasi janji tersebut," kata Abel.

Dalam aksinya para pengunjuk rasa mengusung sejumlah poster, yang salah satu di antaranya bertuliskan penagihan janji Presiden Yudhoyono untuk memberantas korupsi.

Mereka juga membentangkan spanduk untuk menyatakan empat tuntutan, yaitu "Usut Tuntas Kasus Korupsi di KPU Sampai ke Akar-akarnya, Copot Hamid Awaluddin dari Jabatan Menteri dan Adili Sesuai dengan Hukum yang Berlaku, Tegakkan Supremasi Hukum Tanpa Pandang Bulu, dan Tuntaskan Agenda Reformasi".(ant/mkf) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, RMI NU KOKAM Tegal

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)
FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Sabtu, 25 November 2017

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Bandarlampung, KOKAM Tegal. Pimpinan Wilayah Fatayat NU Provinsi Lampung mengkaji pemikiran KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dalam Dialog Kebangsaan yang akan diselenggarakan pada 10 Maret 2013 mendatang di Hotel Marcopolo Bandarlampung. Sejumlah tokoh nasional dijadwalkan hadir.

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Lampung Kaji Pemikiran Gus Dur

Beberapa nara sumber yang diundang diantaranya putri Gus Dur Yeni Wahid, Anggota DPR RI Effendi Choiri, tokoh NU Lampung Alzier Danis Tabrani, dan Rektor IAIN Raden Intan Bandarlampung Muhammad Mukri.

Menurut Rida Budiyanti, Ketua PW Fatayat NU Lampung, acara ini diharapkan dapat melestarikan pemikiran Gus Dur sebagai Bapak Bangsa dalam rangka mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, toleran dan demokratis.

KOKAM Tegal

“Sosok Gus Dur sangatlah menarik dan multi tafsir. Beliau tidak saja dikenal sebagai seorang yang sukses memimpin NU, tetapi juga seorang tokoh sentral demokrasi, tokoh pembaru Islam, tokoh agama, tokoh budaya, politik, intelektual terkemuka, penganjur pluralisme dan pembela minoritas,” katanya di Bandarlampung, Selasa (5/3).

KOKAM Tegal

Dialog kebangsaan yang akan dibuka secara resmi oleh Gubernur Lampung ini juga merupakan usaha dalam pemeliharaan kerukunan dan pemberdayaan masyarakat untuk mendorong agar kerukunan di masyarakat mengalami penguatan, sehingga masyarakat semakin berdaya untuk menghadapi berbagai macam kecenderungan kemungkinan terjadinya konflik.

Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh keluarga besar NU Provinsi lampung dan segenap pecinta Gus Dur yang diperkirakan berjumlah 1000 orang.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Muhammad Faizin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Habib, Kiai KOKAM Tegal

Rabu, 22 November 2017

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Brebes, KOKAM Tegal. Sejak diresmikannya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) tahun 2015 lalu kemudian dilanjutkan pembangunan tol Kanci-Pejagan, praktis para pengais rezeki di sepanjang jalan pantura (pantai utara) merasakan imbas sepi dari usahanya. Baik, dari para pedagang lapak di pinggir jalan, pedagang asongan, jasa toilet umum, bahkan POM bensin.

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasib Para Pengais Rezeki di Pantura Brebes Pasca Pembangunan Tol

Nasib tragis ini semakin panjang seiring dengan pembangunan tol Pejagan-Brebes dan Brebes-Pemalang hingga Semarang yang berimbas kepada sepinya para pedagang oleh-oleh khas Brebes, telor asin dan bawang merah.

KOKAM Tegal mencoba menelusuri jalan pantura Brebes untuk menangkap imbas fenomena jalan tol yang semakin panjang sejak dari Jakarta ini. Kondisi sepi tersebut terlihat di beberapa titik, baik di kedua sisi sepanjang jalan pantura, POM Bensin, rest area, dan toilet umum di beberapa tempat.

Para pengais rezeki di tempat-tempat tersebut mengakui beberapa hari menjelang Idul Fitri suasana ramai masih ada, tetapi tidak seramai ketika belum ada pembangunan tol. Itu juga ramai karena para pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Sekarang itungannya jalan tol dari Jakarta sudah sampai Semarang, gimana nggak sepi,” ujar Wirso dengan logat khas Brebes, pria penjaga toilet umum kepada KOKAM Tegal, Senin (26/6).

KOKAM Tegal

Wirso mengungkapkan, pendapatannya turun drastis jika dibandingkan ketika para pemudik, baik yang menggunakan mobil dan sepeda motor masih melewati Pantura. Toliet umum yang ia buka tidak pernah sepi dari pagi hingga sore.

KOKAM Tegal

?

Kini ia mengakui bisa dihitung jari orang yang memakai jasa toilet umum, terutama setelah Lebaran. Meskipun pemudik pasca lebaran yang menggunakan mobil terlihat ramai dari keluar pintu tol Pejagan menuju Purwokerto dan Semarang.

Hal serupa dirasakan pria yang tidak mau disebut namanya, petugas POM Bensin di kawasan pantura Kecamatan Tanjung, Brebes. Pria tersebut mengatakan, pasca lebaran sehari atau H+1, jarang mobil yang mengisi BBM, kebanyakan sepeda motor.?

Bahkan ia mengakui kondisi Brebes cukup sepi sejak beberapa tahun yang lalu, tepatnya sejak ada tol Pejagan dan tol Gringsing menuju Pemalang serta Semarang.

“Dampaknya juga ke para pedagang telor asin dan bawang merah. Mereka banyak yang tutup lapak dan pindah ke Tegal karena para pemudik kebanyakan keluar tol dari sana,” ungkapnya.

Kondisi ini juga terjadi di Jawa Barat sejak jalan tol Cipali difungsikan. Para pedagang musiman yang ramai-ramai membuka warung teduh di sepanjang jalan pantura merasakan trurun drastisnya pendapatan mereka.

Bahkan di awal-awal pengoperasian tol Cipali, mereka nekad membuka lapak dagangannya tepat di depan setiap pintu keluar tol. Petugas saat itu menoleransi karena tol masih pada tahap uji coba alias gratis.?

Namun sekarang, para pengais rezeki itu harus kembali membuka lapak di pantura, di mana para pemudik yang menggunakan mobil pribadi lebih banyak yang memanfaatkan jalan tol ketimbang melewati jalan legenda para pemudik tersebut. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, AlaSantri, Pertandingan KOKAM Tegal

Sabtu, 18 November 2017

Jangan Pernah Wariskan Kejelekan Berantai

Sumedang, KOKAM Tegal



Ketua Dewan Pengurus Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sukamantri H Sadulloh pada Rabu (7/10) mengumpulkan semua pembimbing santri di aula pesantren. Pembimbing santri yang berjumlah dua puluh orang ini merupakan santri paling senior yang bertugas membimbing dan mengawasi kegiatan santri selama ada di asrama pesantren.

Jangan Pernah Wariskan Kejelekan Berantai (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pernah Wariskan Kejelekan Berantai (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pernah Wariskan Kejelekan Berantai

Ketua PCNU Sumedang tersebut menyampaikan, pembimbing santri harus seperti guru model yang selalu menjadi teladan bagi siswanya. Segala ucapan dan tingkah laku pembimbing harus menjadi teladan bagi santri yang dibimbingnya.?

Kalau pembimbing ketika dulunya pernah melakukan hal yang tidak baik atau kejelekan, janganlah sekali-kali mewariskan kejelekan tersebut pada orang lain. Janganlah melakukan kejelekan yang berantai. Bimbinglah santri menuju santri yang militan.

Seiring bergesernya zaman, banyak sekarang santri yang kurang fokus terhadap apa yang dihadapinya. Misalnya saat ini santri-santri yang sekolah sedang melaksanakan ujian akhir semester, tapi terkadang para santri tersebut kurang fokus dalam menghadapi ujian tersebut. Mereka di asramanya jarang menghafal dan menjawab lembar soal pun asal-asalan.

KOKAM Tegal

Ini yang harus dibenahi oleh pembimbing. Awasi dan bimbingan semua santri untuk fokus dalam menyiapkan ujian. Tidak hanya kegiatan selama ujian saja yang harus diawasi, tapi kegiatan apa pun tetap harus dikondisikan.?

‘Sekarang bulan maulid, ayo fokuskan dan ingatkan santri untuk melaksanakan kegiatan atau amaliah-amaliah seputar maulid. Ini bagian dari pembentukan karakter santri, semoga dengan usaha seperti ini santri ke depan lebih produktif dan militan,” tutup H Sadulloh. (Ayi Abdul Kohar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Habib KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

Pesan Damai dari Pesantren Sayyid Maliki di Makkah

Makkah, KOKAM Tegal. “Di madrasah ini, kita belajar adab. Kita tidak mengkafirkan orang yang bertentangan dengan kita. Mereka yang bertentangan, juga? tidak kita hina. Semua masalah kita selesaikan dengan dialog. Saya punya dalil, kalian punya, orang yang bertentangan dengan kita juga punya dalil. Usai berdialog, mari kita? saling mencintai dan menghargai pendapat masing-masing.”

Pesan Damai dari Pesantren Sayyid Maliki di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Damai dari Pesantren Sayyid Maliki di Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Damai dari Pesantren Sayyid Maliki di Makkah

Pesan damai ini disampaikan Sayyid Ahmad bin Sayyid Muhammad bin Sayyid Alawy Al Maliki Al Hasani dalam sebuah halaqah bersama para santrinya di Masjid komplek pesantrennya, Ruseifah, Makkah, Ahad (20/09).

Berjubah putih dengan sorban hijau, Sayyid Ahmad duduk bersila di bagian depan, sementara para santri duduk rapih membentuk setengah lingkaran. Di kiri kanan Sayyid Ahmad, duduk para ulama dari berbagai negara seperti Sudan, Mesir, dan Yaman. Persis di sebelah kanan Sayyid Ahmad, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin duduk bersila ikut mengaji dan mendengar pesan-pesan? damai dari keturunan Nabi.

KOKAM Tegal

"Lir ilir, lir ilir, tandure wus sumilir. Tak ijo royo-royo, tak sengguh temanten anyar.? Cah angon-cah angon, penekno blimbing kuwi. Lunyu-lunyu ya penekno, kanggo mbasuh dodotiro".

KOKAM Tegal

Syair Lir Ilir ini mungkin sudah sangat akrab di telinga kita, terlebih setelah dipopulerkan kembali oleh Kiai Kanjeng-nya Emha. Dipadukan dengan? Shalawat Nabi, senandung itu terasa tidak asing dalam pendengaran kita. Namun demikian, nuansanya terasa menjadi berbeda ketika pesan sarat makna Sunan Kalijaga itu disenandungkan di masjid pondok pesantren seorang ulama terkemuka di Makkah Al-Mukarramah, Sayyid Ahmad Al Maliki Al Hasani.

Ahad (20/09), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyengaja untuk bersilaturahim ke kawah candradimuka para kiai Indonesia, berkunjung ke pondok pesantren Abuya Sayyid Ahmad bin Muhammad Alawy Al Maliki Al Hasani. Disebut begitu karena dari garba pesantren ini, telah lahir ribuan lulusan yang saat ini menjadi ulama berpengaruh di Indonesia.

Sebut saja KH Maemun Zubair, seorang ulama terkemuka Indonesia yang menjadi pengasuh pondok pesantren Al-Anwar, Sarang, Rembang. Beliau adalah salah satu santri Sayyid Alawy al Maliki, kakek dari Sayyid Ahmad. Santri Mbah Maemun kini tersebar di seantero Nusantara untuk berdakwah dan mengajar anak-anak bangsa.

Nama-nama seperti KH Aufal Maram, KH Luthfi Basori, dan Habb Thahir Al Kaff adalah barisan ulama Indonesia yang dulunya juga belajar di pesantren Sayyid Ahmad ini. Mereka adalah santri dari Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki, ayah dari Sayyid Ahmad. Baliau wafat pada Jum’at, 15 Ramadhan 1425 H yang bertepatan dengan 29 Oktober 2004. Kini, pesantren yang berlokasi di daerah Rusaifah, Makkah ini diasuh oleh puteranya, Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawy al Maliki.

Menjelang Magrib, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di pondok pesantren Sayyid Ahmad. Didampingi Staf Khusus Menag Hadi Rahman dan Sekretaris Menteri Khoirul Huda Basyir, Menag diterima Abdullah As-Segaf, pria asal Solo yang menjadi salah satu orang terdekat Sayyid Ahmad. Rombongan Menag pun dipersilahkan masuk ke dalam masjid yang berada pada pusat komplek pesantren tersebut.

Memasuki komplek pendidikan binaan Sayyid Ahmad, kita seakan dibawa pada lingkungan pesantren Indonesia. Tidak banyak yang berbeda karena sebagaimana pesantren pada umumnya, masjid juga menjadi pusat pendidikan di pesantren ini. Jika kita menghadap Masjid, maka pada sisi kanan terdekat masjid, terdapat gedung yang menjadi tempat tinggal santri, bilik. Antara bilik dan masjid, terdapat pintu khusus yang menjadi akses para santri untuk memasuki masjid. Sementara sisi kiri masjid adalah deretan kran air yang disiapkan untuk berwudlu bagi para jamaah. Persis dengan pesantren di Indonesia.

Pertemuan dengan Sayyid Ahmad diawali dengan? Magrib berjamaah. Lukman yang sudah ada didalam masjid, menyambut kehadiran Sayyid Ahmad setibanya di ruang shalat. Diimami salah satu santri pesantren, Lukman shalat di baris pertama, berdiri di sebelah kanan Sayyid Ahmad. Berbeda dengan masjid di Makkah pada umumnya, suara merdu imam, mengeraskan bacaan Basmalah saat membaca Al-Fatihah dan surat setelahnya.

Usia Magrib berjamaah, acara dilanjutkan dengan halaqah yang biasanya diisi dengan pengajian tafsir atau hadist. Namun kali ini, acara diisi dengan penyambutan kedatangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan jamaah haji Indonesia. ?

“Saya mengucapkan selamat datang kepada Menag dan para jamaah haji yang telah datang ke Makkah,” kata Sayyid Ahmad mengawali sambutannya.

Menurutnya, hubungan ayahnya, Sayyid Muhammad, dengan masyarakat Indonesia sudah terjalin sejak lama, sejak beliau muda.

“Ayah saya pernah berdakwah di Indonesia dan sudah memberikan bekas-bekas yang baik di sana. Ada banyak pondok pesantren yang telah dibuka ayahanda. Itu semua merupakan hasil dari saling berkunjung dan silaturahmi,” tuturnya.

Apa yang sekarang dikembangkan di pesantren, menurut Sayyid Ahmad adalah warisan dari ayahnya. Warisan itu berupa metode pembelajaran? yang berasaskan pada kebaikan untuk seluruh umat manusia dan semua ciptaan Allah SWT.

“Metode ini dibangun atas kebaikan kepada semua ciptaan Allah serta membersihkan diri dari? hawa nafsu. Semuanya berdasarkan ilmu, karena berapa banyak musibah dan fitnah terjadi karena? kebodohan. Dan kebodohan inilah yang telah menjadikan sebagian umat Islam? menistakan dirinya dan? berperilaku tidak sesuai ajaran Islam,” pesannya.

“Di madrasah ini, kita belajar adab.? Kita tidak mengkafirkan orang yang bertentangan dengan kita. Mereka yang bertentangan, juga? tidak kita hina. Semua masalah kita selesaikan dengan dialog. Saya punya dalil, kalian? punya, orang yang bertentangan dengan kita juga punya dalil. Usai berdialog, mari kita? saling mencintai dan menghargai? pendapat masing-masing,” katanya lagi.

Kepada Menag, Sayyid Ahmad mengucapkan terima kasih atas perkenannya berkunjung ke pesantren yang diasuhnya. “Wa idza qadima ahlus-siyasah fi ahli baitil ilmi wa tilka dalilun ala fadlli ahlis siyasah (Bila kalian melihat birokrat berada di rumah ulama, itu tanda adanya kebaikan pada birokrat tersebut),” ujarnya seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Menurutnya, Menteri Agama bak kemah yang? harus bisa menampung siapa saja. Karenanya, Sayyid Ahmad berharap Lukman dapat menerima dan meluaskan dada kepada siapa saja, termasuk mereka yang bertentangan dengan dirinya.

Serban hijau itu kemudian dikalungkan Sayyid Ahmad secara langsung kepada Menteri Agama. Diberikan kepada Menag juga, kitab Abwabul Faraj yang berisi kumpulan doa-doa yang ditulis oleh ayahandanya, Sayyid Muhammad. Bagi Sayyid Ahmad, memberi hadiah kepada tamu yang datang adalah? tradisi yang biasa dilakukan sang Ayah.

Menepuk-nepuk paha kiri Lukman Hakim, Sayyid berharap Menag bisa menjadi contoh dan rumus bagi orang-orang yang baik dalam dakwah Islamiyah. “Kita tidak akan berubah dengan orang-orang yang bertentangan dengan kita,” tuturnya. ?

Untuk Indonesia, Sayyid Ahmad? berharap? negara dengan penduduk Muslim terbesar ini bisa segera bangkit dan mencapai kemajuan pada semua dimensi. “Terima kasih atas kunjungannya dan Insya Allah kami akan berkunjung ke Indonesia,” kata Sayyid Ahmad sembari kembali menepuk-nepuk paha kiri Lukman yang duduk bersila di sisi kanannya.

Menyentak kesadaran semua yang hadir dalam halaqah tersebut, Sayyid Ahmad menutup pidatonya dengan menyitir Sabda? Rasulullah, di tempat (Makkah) dan waktu (Dzulhijjah) yang suci,? bahwa? haram bagi kalian untuk menumpahkan darah dan mengambil harta yang bukan miliknya. Sayyid Ahmad bertanya, “Bagaimana pengamalan kita terhadap sabda Rasulullah ini?”

Menag tertegun ketika diberi kesempatan berbicara di hadapan guru yang dikaguminya. Baginya, pesantren Sayyid Ahmad telah memberikan pengaruh yang sangat besar bagi Indonesia,? sejak ratusan tahun lalu. Sebab, banyak ulama Indonesia yang memiliki hubungan erat, baik langsung atau tidak langsung, dengan? Sayyid Alawy,? Sayyid Muhammad, dan Sayyid? Ahmad sendiri.

“Inilah yang menyebabkan Islam di Indonesia tetap terjaga sampai saat ini,” tuturnya.

Menurut Menag, Islam di Indonesia adalah Islam yang wasatiyah, tasamuh, tawasuth, tawazun; Islam yang telah? diajarkan oleh para ulama Saudi. Menag mengaku terkesan dan setuju dengan pemikiran Sayyid Ahmad, bahwa Islam saat ini menjadi salah satu acuan? menjaga peradaban manusia dalam menebarkan kedamaian dan keselamatan.

“Islam hakikatnya adalah keselamatan dan setiap muslim selalu menebarkan keselamatan bagi sesamanya dengan mengucapkan salam,” kata Menag.

“Sekeras apapun, sebesar apapun, bahkan setajam apapun perbedaan di antara kita, semestinya kita mengembangkan dialog, tidak saling mengkafirkan, tidak saling menyalahkan atau bahkan saling menumpahkan darah antar sesama kita sesama muslim,” tambahnya.

Selaku Menteri Agama dan? atas nama Pemerintah, Menag menyampaikan? terima kasih atas kontribusi pesantren Sayyid Ahmad ini kepada generasi bangsa sehingga? Islam di Indonesia bisa terjaga dan terpelihara. Bagi Lukman, doa Abuya untuk Indonesia adalah sebuah apresiasi dan menandai keterikatannya dengan Nusantara.

“Kami senang? atas rencana Abuya untuk berkunjung ke Indonesia. Sudah lama sekali kerinduan umat Muslim, ulama Indonesia atas kehadiran Abuya, mudah-mudahan ini bisa segera direalisasikan,” harapnya. (Red: Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Kyai KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba

Kupang, KOKAM Tegal. Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nusa Tenggara Timur menggelar berbagai lomba menyongsong bulan Suci Ramadhan, seperti lomba Selawat Grup Ibu-ibu Majelis Ta’lim, doa pendek bagi anak-anak usia 12 tahun, lomba Hafizh Qur’an bagi anak-anak dan Khitanan masal bagi anak-anak kurang mampu.

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Ramadhan, Muslimat NTT Gelar Berbagai Lomba

Demikian dikatakan ketua PW Muslimat NTT, Hj. Nurny Alfaruq Amiruddin dalam sambutan pembukaan lomba kegiatan menyongsong bulan Ramadhan di Kupang, Kamis (20/6).?

“Pada bulan Sya’ban menjelang Ramadhan perlu kita tingkat silaturahmi dan kegiatan-kegiatan ? keagamaan,” katanya.?

KOKAM Tegal

“Momen Nifsu Sya’ban kita ingatkan sejauh mana catatan amal kita kepada Allah SWT dalam bulan-bulan sebelumnya. Maka kita perlu tingkatkan dengan cara berbagai lomba kegiatan keagamaan untuk memupuk rasa persaudaraan kita. Kita juga tingkatkan tali silaturahmi kita, baik dengan keluarga, kelompok masyarakat maupun tetangga terdekat kita,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Kata Nurny, dua pekan menjelang Ramadhan semua harus bersiap untuk menguji iman dalam beribadah pada bulan yang penuh barokah.?

Menurut Nurny, sebenarnya kegiatan telah dilaksanakan pada Harlah Muslimat yang sudah terlewat. Karena berbagai kendala maka kegiatan ini baru bisa dilaksanakan. Harusnya, kegiatan ini, dilaksanakan pada tanggal 28 Maret lalu pada moment Harlah Muslimat.

Sedangkan peserta kegiatan ini diundang dari semua Kabupaten Kota se-NTT. Karena berbagai kendala, maka hadir dalam kegiatan ini hanya setengah dari PC Muslimat. Kegiatan menyonsong Ramadhan dengan bertemakan “Dengan Semangat Cinta Sholawat Kita Bumikan di Hamparan Tanah Flobamora.”

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Ajhar Jowe ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Habib KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Pontianak, KOKAM Tegal. Kalbar Ekspo 2012 turut menyemarakkan suasana Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional VII dan MTQ Internasioanl I, serta Musyawarah Nasional IV Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQHNU) di kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ  JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kalbar Ekspo Meriahkan MTQ JQH NU

Kalbar Ekspo 2012 ini diselenggarakan pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, berlangsung dari tanggal 3 Juli dan akan berakhir 8 Juli, sesuai jadwal MTQ dan Munas JQH NU. 

“Sudah diselenggarkan tujuh kali sejak tahun 2005. Ini merupakan yang kedelapan kalinya,” jelas Nadia Irsyad dari Kesekretariatan Kalbar Ekspo 2012.

KOKAM Tegal

Biasanya, sambung Nadia, helat tahunan ini digelar di Pontianak Convention Center (PCC). Tapi tahun ini, atas saran Gubernur Kalbar, dilaksanakan di sekitar lapangan Sultan Syarif Abdurrahman, tempat pembukaan, penutupan dan salah satu lokasi MTQ JQHNU.

Kategori produk yang dipamerkan adalah handicraft, souvenir dan asesoris, komputer dan peralatan elektronik, perbankan dan asuransi, properti, otomotif, hotel dan resort, tekstil, peralatan rumah tangga, agrobisnis, mainan, kuliner dan, produk-produk  lainnya. 

KOKAM Tegal

Kalbar Ekspo 2012 ini diikuti setiap dinas Provinsi Kalimantan Barat, BUUMN, asosiasi bisnis, perusahaan swasta, koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Ada juga dari provinsi lain misalnya Kepulauan Riau dan Sumatera Selatan. PWNU Kalimantan Barat serta banom-banomnya, memiliki satu stand yang memamerkan karya warganya.  

Menurut Yuni, yang juga dari Kesekretariatan, Kalbar Ekspo 2012 dibuka mulai pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00. 

“Kali ini diikuti ratusan peserta dengan memenuhi 150 stand,” tambahnya. 

Menurut amatan petugas parkir Kalbar Ekspo 2012 pengunjung kali ini lebih ramai dari tahun-tahun sebelumnya.

“Dari pagi hingga malam, tak henti-hentinya orang datang. Mungkin setiap hari tak kurang dikunjungi seribu hingga dua ribu orang,” pungkasnya. 

Redaktur : Mukafi Niam

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Habib, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Jakarta, KOKAM Tegal - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa? mengajak segenap pengurus Muslimat NU untuk menggerakkan dakwah bil mal secara mandiri. Untuk itu ia mendorong pengurus Muslimat NU dan warga Muslimat NU melakukan wirausaha.

Demikian disampaikan Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Di tegah pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan PP Muslimat NU dan PT Gensei Indonesia, Hj Khofifah menyebut gerakan Nahdlatut Tujjar yang dipelopori oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.

KOKAM Tegal

“Sebelum NU berdiri KH Abdul Wahab Chasbullah telah menggagas Nahdlatut Tujjar. Hanya saja kita selalu membuat pelatihan dan pendidikan kewirausahaan, tetapi belum maksimal dalam praktik karena kurangnya penataan internal kita sendiri,” kata Hj Khofifah.

Ia mengajak semua yang hadir untuk mempraktikkan ajaran Islam khususnya soal ekonomi. Penataan ekonomi dan upaya mengorganisasi para wirausahawan dari kalangan Muslimat NU ini untuk meningkatkan kesejahteraan para jamaah majelis taklim Muslimat NU.

KOKAM Tegal

Di hadapan sedikitnya 70 peserta pendidikan Menteri Sosial RI ini meminta pengurus Muslimat NU dan para ustadzah majelis taklim untuk mendorong jamaaahnya berwirausaha. Peningkatan kesejahteraan individu jamaah akan memberikan berkah bagi majelis taklim dan organisasi Muslimat itu sendiri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Habib, Khutbah KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Jakarta, KOKAM Tegal. Tahun baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharram atau dalam bahasa Jawa biasa disebut 1 Suro merupakan momen penting bagi umat Islam. Atas jasa Khalifah Umar, 1 Muharram menjadi? awal mula perhitungan tahun dalam kalender Hijriyah.

Malam ini seluruh jajaran PBNU juga memperingati tahun baru 1437 H dengan penuh sukacita dan khidmat. Bertempat di masjid An-Nahdlah yang berada di lantai satu gedung PBNU digelar istighotsah yang diikuti oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum H Slamet Effendy Yusuf, Sekjen H Helmy Faishal Zaini serta jajaran pengurus lainnya.

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Jamaah yang sebagian besar memakai baju putih ini membaca dzikir dan wirid secara bersama-sama, dipandu oleh imam yang menyampaikannya dengan khusu’.?

Istighotsah yang dimulai sesudah shalat maghrib ini berlangsung sekitar satu jam. Para jamaah tetap setia, turut melantunkan doa-doa untuk memohon kebaikan kepada Allah.?

Kiai Said menjelaskan, istighotsah merupakan doa bersama. Siapa tahu diantara jamaah, ada yang dikabulkan doanya. “Apapun yang kita lakukan, harus disertai dengan doa kepada Allah,” tuturnya. (Mukafi Niam)

KOKAM Tegal

?

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Lomba, Habib KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock