Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 Maret 2018

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, KOKAM Tegal



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

KOKAM Tegal

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?

KOKAM Tegal





Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Tegal, Kiai KOKAM Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Pelajar NU Diingatkan Tak Buru-buru Nikah

Lombok Tengah, KOKAM Tegal. IPNU-IPPNU bersama BKKBN Propinsi Nusa Tenggara Barat akan menggelar Sosialisasi Generasi Berencana (Genre) dan Pendewasaan usia perkawinan pada hari Jum’at-minggu 17-19 April 2015 di Pondok Pesantren Nurul Qur’an Lendang Simbe Desa Mertak Tombok Kabupaten Lombok Tegah.

Selain kegiatan sosialisasi, nanti juga akan di gelar di waktu yang sama yaitu Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Diklat Orientasi Kaderisasi dengan tema meningkatkan Kualitas Kader berbasis Ahlussunah Waljamaah.

Pelajar NU Diingatkan Tak Buru-buru Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Diingatkan Tak Buru-buru Nikah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Diingatkan Tak Buru-buru Nikah

“Nanti kami akan laksakan Makesta dan Orientasi Kaderisasi yang di rangkaikan dengan Sosialisasi Genre dan Pendewasaan Usia perkwinan,” ujar Imam Subki Ketua Cabang IPNU Lombok Tengah di Lombok Tengah, Senin (13/4).

KOKAM Tegal

Adapun tujuan dari kegiatan tersebut menurut Imam sapaan akrabnya agar pelajar NU mengikuti kaderisasi fomal organisasi sebagai gerbang awal dalam mengenal NU lebih baik, mendorong kader-kader pelajar NU agar memiliki nalar sosial yang baik di tengah-tengah masyarkat, dan serta saat Orientasi Kaderisasi para Pengurus IPNU-IPPNU di Lombok Tengah dapat memahami sistem tata kerja Organisasi sesui bidangnaya masing-masing.? ? ?

“Sedangkan tujuan dari Sosialisasi Generasi Berencana (Genre) dan pendewasaan usia Perkwainan menurutnya agar kader-kader IPNU-IPPNU mengetahui usia minimal maupun maksimal terkait perkwainan untuk siap berumah tangga,” tutup alumni Santri Pesantren Al-Mansuriah Bonder Praya Barat Lombok Tengah ini. (Samsul Hadi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tegal KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Rembang, KOKAM Tegal

Maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang, Jawa Tengah yang dituding banyak meresahkan warga membuat masyarakat sekitar meminta bantuan kepada Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kragan untuk membantu mengawal dalam penertiban.?

Ketua PAC GP Ansor Kragan Ahmad Mujibur Rohman mengatakan, dengan maraknya berdirinya cafe ilegal di Kecamatan Kragan menjadi salah satu konsen kami untuk membantu menyelesaikannya. "Ini merupakan salah satu konsen kami mengawal tuntutan masyarakat dan pemuda dalam penyelesaian permasalahan tersebut," terangnya, Sabtu (19/3).

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kragan Kawal Tuntutan Masyarakat Terkait Cafe Ilegal

Beberapa desa yang merasakan keberatan terkait berdirinya cafe ilegal diantaranya Desa Kebloran, Tanjungan, dan Sendangwaru. Para warga merasa terganggu dengan maraknya cafe ilegal yang didirikan di desa mereka.

Warga berharap permasalahan ini secepatnya dapat ditangani, sehingga warga dapat merasakan kenyamanan dilingkungan mereka kembali. "Ini termasuk melakukan sesuatu yang masalahah bagi masyarakat," terang Mujib.

KOKAM Tegal

Diketahui bahwa Ahmad Mujibur Rohman merupakan Ketua PAC GP Ansor Kragan yang baru terpilih pada 28 Februari 2016 lalu. Selain upaya untuk melakukan kegiatan yang bersifat urgensif dalam masyarakat, Ansor Kragan juga berupaya untuk membangun kepengurusan yang solid di internal organisasi.

Pihaknya menambahkan, satu minggu selepas Konferancab dilakukan penyusunan kepengurusan Anak Cabang. Dilanjut dengan mengadakan silaturrahim ke beberapa tokoh NU dan Ansor baik tingkat cabang maupun pusat.?

"Diantaranya kita silaturrahim ke Ketua PC GP Ansor Rembang, para tokoh PCNU Lasem, Gus Luthfi Thomafi selaku Pengurus Pusat GP Ansor, dan juga Gus Ghofur Maimoen," tutupnya. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Tegal, Berita KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, KOKAM Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

KOKAM Tegal

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

KOKAM Tegal

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Budaya KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pristina, KOKAM Tegal. Kosovo, negara baru yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Senin (18/2), mengumukan kemerdekaannya dari Serbia, meski memunculkan aksi protes di kota Beograd serta upaya terakhir Rusia yang meminta agar permohonan tersebut di blokir oleh badan dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta beragam reaksi dunia internasional.

Puluhan ribu orang di pusat kota Pristina menyambut gembira keputusan parlemen Kosovo yang secara penuh mendukung pemisahan wilayah dari Serbia yang merupakan titik klimaks konflik berkepanjangan yang melanda bekas negara Yugoslavia itu.

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pesta perayaan kemerdekaan di pusat kota Pristina berlangsung sepanjang malam hingga dini hari.

KOKAM Tegal

Tetapi di ibukota Serbia, Beograd, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan alat pentungan, berusaha membubarkan massa yang terdiri dari kelompok anak-anak muda yang melakukan aksi melempar batu ke sejumlah restoran cepat saji "Amerika" serta mendatangi kedutaan besar AS.

KOKAM Tegal

Slovenia yang menduduki jabatan ketua dari Uni Eropa mengajukan protes resmi pada Ahad malam kemarin.

Pihak rumah sakit di kota Beograd mengatakan, sedikitnya 50 orang termasuk 20 orang anggota polisi terluka.

Presiden Serbia Boris Tadic mengeluarkan pernyataan, "Serbia telah mengeluarkan sikap dan akan menyikapi secara damai untuk menganulir tindakan yang dilakukan oleh lembaga institusi Kosovo."

Sementara Rusia menyeru agar segera diadakan pertemuan istimewa oleh Dewan Keamanan (DK) PBB guna membahas isu tersebut pada Ahad malam namun gagal memperoleh dukungan yang dapat menyokong seruannya yang bertujuan untuk menyatakan deklarasi Kosovo tidak diakui dan tidak sah.

China Senin menyatakan akan kekhawatirannya atas pernyataan sepihak Kosovo atas "kemerdekaannya" dari Serbia, dan mengingatkan hal itu dapat membawa ke arah yang membahayakan stabilitas wilayah Balkan.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd Senin menyatakan mendukung keputusan Kosovo dan mengatakan pengakuan hubungan diplomatik dari negara baru tersebut akan segera dilaksanakan.

Di wilayah Kosovo di utara, kota Mitrovica, empat buah granat dilemparkan ke arah gedung di mana terdapat kantor PBB dan misi Uni Eropa, namun menurut polisi hanya satu granat yang berhasil meledak. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban cedera maupun jiwa.

Sebelumnya di Serbia sebelah selatan anggota polisi Kosovo menyetop sejumlah mantan anggota militer Serbia yang ingin memasuki wilayah Kosovo menjelang diumumkannya kemerdekaan.

Para anggota parlemen Kosovo secara penuh memberikan suara bagi deklarasi kemerdekaan Kosovo lepas dari ikatan dengan Serbia selama ini.

Namun parlemen Kosovo juga menyatakan akan menjunjung tinggi dan melindungi hak-hak semua kelompok yang ada di masayarakat yang mengacu kepada etnik Serbia, kelompok minoritas di Kosovo yang berjumlah 2 juta.

"Kami kini menjadi satu negara yang merdeka, berdaulat dan demokratis," kata ketua parlemen Kosovo Jakup Krasniqi seperti dilaporkan sumber Antara.

AS, dan Uni Eropa segera mengakui negara baru tersebut. "Dalam hal Kosovo maka posisi kami adalah status Kosovo harus dsesuaikan dalam rangka mencapai stabilitas di wilayah Balkan," kata Presiden George W.Bush.

Kemerdekaan membawa wilayah tersebut pada akhir gerakan untuk memisahkan diri sejak runtuhnya Yugoslavia dan komunisme di Eropa tahun 1990-an yang merupakan pergolakan dan konflik yang paling buruk sejak Perang Dunia II.

Sekitar 10 ribu orang meninggal pada perang Kosovo yang berlangsung antara 1998-1999 di mana pasukan Serbia berusaha mengendalikan etnik Alabania.

Serangan udara NATO terhadap orang kuat Slobodan Milosevic yang menghentikan konflik di wilayah itu dan pemerintahan di ambil alih oleh PBB.

Deklarasi itu juga menandai dimulainya masa transisi 120 hari dan mulainya penempatan 2 ribu anggota polisi Uni Eropa serta tim hukum yang membantu Kosovo melewati masa transisi.

Presiden Kosovo Fatmir Sejdiu menyeru kepada seluruh negara di dunia agar mengakui kemerdekaan Kosovo.

Uni Eropa terpecah menjadi dua dalam menyikapi kemerdekaan Kosovo. Inggris, Perancis, Jerman dan Itali akan memberikan pernyataan resmi pengakuan pada Senin ini juga.

Sementara Yunani, Cyprus, Romania, Slovakia, Spanyol dan Bulgaria menentang kemerdekaan. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Tegal, Syariah KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Jakarta, KOKAM Tegal. Seorang jamaah haji, Fitri Prihartini bin M. Tohri (23) asal Sukaraja Ampenan Mataram, NTB melahirkan bayi laki-laki dengan berat 2,8 kg di Rumah sakit Syafa Madinah, pada Senin malam (2/10) waktu setempat.



Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)
Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah (Sumber Gambar : Nu Online)

Calhaj asal NTB Melahirkan di Madinah

Kehamilan Fitri tidak diketahui oleh Ketua Kloter 42 embarkasi Surabaya Minggrehamin Yusuf dan dokter kloter dr Siti Nur Azizah. Mereka pun terkejut ketika jamaah di kloternya yang berhaji tanpa didampingi suaminya itu tiba-tiba melahirkan.

Minggu, 14 Januari 2018

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Malang, KOKAM Tegal. Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid mengingatkan kader PKB untuk tidak terpengaruh dengan selisih pendapat di tubuh partai PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, bila ditanggapi serius justru menyengsarakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gus Dur saat melantik ketua dan pengurus DPC PKB Kabupaten Malang di Ponpes An Nur II, Bululawang, Minggu (25/2) lalu.

“Kami yakin segala polemik yang terjadi di tubuh PKB dan NU akan selesai dengan sendirinya. Kami minta kader PKB menegakkan kebenaran dan mencegah segala bentuk kemungkaran,” ujar Gus Dur di hadapan tokoh PKB dan NU.

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Gus Dur juga menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, sikap warga PKB terhadap Islam garis keras. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengungkapkan, PKB dan NU jangan memusuhi muslim garis keras. Sebab, Islam mengajarkan sesama muslim merupakan saudara.

“Kita boleh saja berbeda pendapat, akan tetapi jangan mengorbankan persaudaraan. Artinya, warga PKB tidak boleh terpecah-belah,” terang mantan Presiden RI itu.

Gus Dur berharap, warga PKB untuk membangun masyarakat. Politisi PKB harus kembali memerhatikan kepentingan masyarakat. Politisi PKB harus berjuang bersama untuk menyejahterakan masyarakat. Sebab selama ini politisi PKB dinilai tidak ada niatan ke arah sana.

KOKAM Tegal

“Buktinya banyak politisi PKB yang tidak tegas menyikapi sebuah korupsi. Ke depan, politisi PKB harus berteriak lantang untuk menentang segala bentuk korupsi,” ucapnya.

Dalam acara pelantikan tersebut, juga dihadiri putri pertama Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid, Ketua DPW PPKB Anisa Mahfud, dan Ketua Dewan Syura DPW PKB KH Azis Mansyur. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Lomba, Santri, Tegal KOKAM Tegal

Minggu, 07 Januari 2018

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Jember, KOKAM Tegal - Wakil Sekretaris PCNU Jember Moch. Eksan mengaku prihatin dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menuntaskan pendidikan dasar 9 tahun. Sebab, hal tersebtu berkelit kelindan dengan rendahnya kualitas sumberdaya manusia (SDM) dan daya saing Indonesia di hadapan dunia internasional.

Penyataan tersebut diungkapkan Eksan saat menjadi narasumber seminar yang digelar mahasiswa peserta KKN (Kuliah Kerja Nyata) Posko 90 IAIN Jember di SDN Sumberpandan, Dusun Curah Kebo, Desa Sumberpandaan, Kecamatan Grujugan, Bondowoso, Rabu (24/8).

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesadaran Masyarakat Akan Pendidikan Perlu Terus Didorong

Keprihatinan yang diungkapkan Eskan bukan tanpa alasan. Ia merujuk pada data yang dibeber United Nations Childrens Fund (UNICEF). Di situ disebutkan bahwa pada tahun 2016 lalu, jumlah putus sekolah di Indonesia mencapai 2,5 juta anak.

KOKAM Tegal

Jumlah tersebut terdiri dari anak SD 600 ribu, sementara anak SMP 1,9 juta. Anak-anak yang putus sekolah, disebabkan karena kekurangan biaya, bekerja membantu orang tua, melanjutkan pendidikan ke pesantren dan/atau keterampilan, dan lain sebagainya. Padahal, pemerintah telah menetapkan wajar (wajib belajar) 9 tahun gratis.

"Kondisi tersebut membuktikan bahwa semangat belajar anak rendah, dan kesadaran pentingnya pendidikan bagi masa depan dari orang tua juga sama-sama rendah. Karena itu, minat dan kesadaran masyarakat akan Wajar 9 tahun, perlu terus didorong," lanjutnya.

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, Islam menaruh perhatian yang sangat besar terhadap betapa pentingnya pendidikan bagi manusia. Terbukti, begitu banyak rekomendasi dan dorongan agar manusia terus mencari ilmu.

"Tanpa ilmu, seorang mustahil menggapai kesuksesan. Sebab, dunia butuh ilmu, akhirat membutuhkan ilmu, dan kedua-keduanya juga membutuhkan ilmu," ucapnya.

Dikatakannya, ilmu adalah satu-satunya cara untuk merubah nasib dan meningkatkan derajat sosial ekonomi bangsa. Allah bahkan menggaransi bahwa kaum yang beriman dan berilmu, derajatnya akan dinaikan.

"Pengertian derajat sangat luas, ya derajat kemuliaan, derajat ekonomi, derajat sosial dan sebagainya," lanjutnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional

Oleh Ulfatur Rahmah



Ketika menulis untuk pertama kalinya tentang pesantren, sekitar 50 tahun lalu, antropolog kondang Clifford Geertz mengutarakan rasa pesimismenya terhadap daya tahan pesantren dalam menghadapi gempuran modernitas. Bagi Geertz, pesantren akan mengalami crash dengan modernitas.

Sekarang, kita dapat melihat, prediksi Geertz terbukti salah. Lukens-Bull dalam Teaching Morality: Javanese Islamic Education in a Globalizing Era (2000) menunjukkan secara jujur kepada kita bagaimana daya tahan pesantren dalam menghadapi modernitas. Menurutnya, pesantren mampu bertahan bahkan beriringan dengan modernitas tanpa harus menggadaikan prinsip-prinsip fundamental yang selama ini tertanam kuat di dalamnya.

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren dan ‘Lubang Hitam’ Pendidikan Nasional

Pesantren, tulis Lukens-Bull, kini mampu menjelma sebagai kontrol tak terduga terhadap sisi negatif modernitas dengan tetap mengarusutamakan pendidikan moral kepada setiap santri yang belajar di sana. Di pesantren, globalisasi hanya berpengaruh pada tataran sistem dan struktur, tidak sampai pada nilai dan kultur.



KOKAM Tegal

Lubang Hitam

Di lain pihak, lembaga pendidikan nonpesantren seperti keteteran membendung arus modernitas yang eksesnya terlalu cepat memengaruhi moralitas anak didik mereka. Salah satu bukti konkretnya adalah di pesantren tidak pernah terjadi tawuran antarsiswa atau antarsantri. Tawuran hanya terjadi di lembaga-lembaga pendidikan nonpesantren.

Dalam hemat penulis, pendidikan nasional hari ini sedang mengarah ke “lubang hitam” amoralitas. Terlampau banyak kejadian-kejadian di dunia pendidikan yang sama sekali tidak mencerminkan tindakan kaum terdidik. Pembunuhan yang dilakukan oleh mahasiswa UMSU terhadap dosennya beberapa waktu lalu, misalnya, adalah tamsil kecil betapa nilai-nilai moral telah merosot jauh ke tangga terendahnya.?

Belum lagi soal pemerkosaan, pemerasan, perundungan (bullying), pelecehan seksual, dan kekerasan yang semakin sulit dikendalikan di dunia pendidikan. Pemandangan itu sering kita saksikan di layar kaca televisi, dan banyak praktisi pendidikan kebingungan untuk mendatangkan solusi.

KOKAM Tegal

Tindakan-tindakah amoral yang terjadi di lingkungan pendidikan memberi indikasi kuat bahwa di satu sisi modernitas memiliki dampak yang besar terhadap pendidikan, dan di sisi lain pendidikan nasional belum sepenuhnya sanggup memberikan kesadaran etis terhadap anak-anak didik mereka. ? ?

Di luar sana, sopan santun dan perilaku jujur sudah nyaris menjadi makhluk langka. Hilangnya kejujuran dan sopan santun dalam dunia pendidikan adalah pukulan keras terhadap nilai-nilai fundamental pendidikan sebagaimana diamanatkan UUD 1945.?

Kembali ke Pesantren

Pada 2 November 1928, Ki Hadjar Dewantara menulis dalam Wasita. Tulisan yang berjudul Faedahnya Sistem Pondok? itu menegaskan bahwa “sistim pondok dan asrama itulah sistim nasional”. Ia melanjutkan, “Sudah teranglah di sini anak akan terdidik dengan sempurna, tidak menurut buku-buku pedagogik, tetapi menurut pedagogik yang hidup, yaitu menurut cara hidup yang nyata dan baik. Anak-anak sehari-harinya terus merasa anak rakyat, terus insyaf akan kemanusiaan, karena senantiasa hidup dalam dunia kemanusiaan…”

Ki Hajar Dewantara sendiri menyadari peran vital pondok dalam menumbuhkembangkan pribadi-pribadi terdidik. Dan memang benar, sepanjang sejarahnya, pesantren mempunyai peran penting dalam menginternalisasi nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.?

Namun, tantangan pesantren hari ini bukan semata soal ekses modernitas yang datang “dari luar”, melainkan juga pertumbuhan ideologi-ideologi radikal yang tumbuh “dari dalam”. Angela Rabasa dalam Islamic Education in Southeast Asia (2007), mencacat bahwa kelompok-kelompok radikal yang muncul di Indonesia banyak yang berasal dari pesantren.

Tetapi Rabasa memberi cacatan tambahan bahwa pesantren yang melahirkan teroris dapat dibedakan secara mencolok dari pesantren tradisional yang biasanya tumbuh subur di lingkungan orang-orang NU. Pesantren yang menjadi basis kelompok radikal biasanya sangat tertutup, antibid’ah dan antipemerintah. Pesantren Al-Mukmin, Ngruki, Solo, merupakan contoh yang disebut Rabasa dalam penelitiannya.

Mengingat tantangan pesantren hari ini datang dari dua arah (dari luar dan dari dalam), maka pesantren dituntut untuk lebih peka lagi, tidak saja terhadap aspek kemerosotan moral di kalangan anak-anak muda, tetapi juga harus lebih cerdik dalam melakukan perlawanan terhadap pembelokan pesantren menjadi basis kelompok radikal.?

Sampai hari ini, pesantren memiliki kedudukan esensial dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan dalam kehidupan sehari-hari. Maka, warisan kultural yang dibangun pesantren sangat cocok sebagai pemecah masalah terhadap dekadensi moral yang santer menggerogoti anak-anak muda.

Terlepas dari itu, menurut hemat penulis, perlu inovasi strategi pembelajaran di pesantren agar anak-anak muda yang hidup di lingkungan kota juga tertarik untuk menimba ilmu di pesantren, karena selama ini pesantren kebanyakan diisi oleh anak-anak yang tinggal di pedesaan.

Gerakan Nasional Ayo Mondok yang dikampanyekan Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMI-NU), dalam hemat penulis, sudah berada di jalur yang benar. Gerakan ini perlu diapresiasi dan didukung. Gerakan Ayo Mondok sesungguhnya adalah upaya mengajak anak-anak bangsa “kembali ke pesantren”.?

Sebab pesantren—sebagaimana disebut Ki Hajar Dewantara—sangat efektif untuk menjadikan anak-anak didik “insyaf akan kemanusiaan”, sehingga ini menjadi alasan kuat mengapa di pesantren tidak pernah terjadi tawuran.

Walhasil, pesantren perlu terus berbenah dan berinovasi dalam meng-upgrade sistem pembelajaran agar ia tidak terseok-seok menghadapi perubahan zaman serta mampu menghindari “lubang hitam” pendidikan yang mengancam aspek moral dan kemanusiaan.?

Penulis adalah alumnus Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya; Dosen UINSA dan STAIN Pamekasan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Pesantren KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

Jombang, KOKAM Tegal. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Jawa Timur menyelenggarakan operasi katarak gratis bagi warga miskin. Aksi bakti sosial yang digelar dalam rangka Pra-Muktamar Ke-33 NU ini diikuti 1200 warga dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Miskin Ikuti Operasi Katarak LKKNU Jatim

"Alhamdulillah dari target 1000 pasien yang bakal dioperasi katarak ternyata yang mendaftar telah mencapai 2000 orang lebih," ujar dr Zulfikar Asad, Direktur RS Unipdu Medika, bersama Ketua LKKNU Jatim Zahrul Azhar, Kamis (23/4) kemarin.

Zahrul Azhar menuturkan, kegiatan operasi katarak yang dilakukan di RS Unipdu Medika merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya LSPT Tebuireng INTI, A New Vision Singapura, RTV, dan melibatkan TNI dan Polri.

KOKAM Tegal

"Biayanya gratis untuk pasien, kalau diuangkan bisa mencapai Rp 1 Miliar lebih karena untuk satu operasi bisa sampai Rp 15 juta untuk setiap orang," jelasnya seraya mengatakan, karena banyaknya pasien, operasi akan digelar selama 5 hari.

KOKAM Tegal

Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah mengatakan bahwa apa yang dialkukan LKKNU sejatinya adalah bagian dari ikhtiar NU sejak 93 tahun yang lalu. “Kehadiran NU di tengah tengah masyarakat salah satunya adalah menyelesaikan masalah masyarakat dengan tuntunan agama," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengatakan, dengan banyaknya paisen yang mengikuti operasi katarak ini berarti masih? ada persoalan kesehatan mata di tengah masyarakat kita. “Ini perlu mendapatkan perhatian semua pihak, untuk ikut berbuat membantu mereka yang menderita katarak," ujar Gus Ipul, sapaan akrabnya.

Pemerintah Jatim, lanjut Gus Ipul, sangat berterima kasih telah dibantu menyelesaikan persoalan katarak yang masih dialami masyarakat . "Kita berharap banyak pihak juga ikut melakukan hal yang sama menggelar operasi katarak seperti yang dilakukan di RS Unipdu Medika Pesantren Rejoso ini," tandas mantan ketua umum PP GP Ansor ini. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Foto: Saifullah Yusuf menyapa warga yang usai mengikuti operasi katarak gratis di RS Unipdu Medika

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Tegal KOKAM Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD

Jember, KOKAM Tegal. Kepemimpinan khilafah yang kerap disuarakan kalangan tertentu membuat gerah PMII IAIN Jember. Organisasi mahasiswa yang bermarkas di IAIN Jember ini mengirim surat ke ? semua Kantor Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan sejumlah organisasi masyarakat itu, Kamis (11/6). Surat ini memuat imbaun agar segenap masyarakat tetap menjaga keutuhan NKRI dan tidak terpancing wacana pembentukan kepemimpinan khilafah.

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerah Wacana Khilafah, PMII IAIN Jember Surati SKPD

"Ini penting kami sampaikan agar Indonesia tetap utuh. Kepemimpinan khilafah yang sering didengung-dengungkan pihak tertentu itu sangat potensial mencabik-cabik keutuhan bangsa Indonesia," kata Ketua PMII IAIN Jember Afton Sholeh kepada KOKAM Tegal, Kamis (11/6).

Menurutnya, keinginan segelintir orang untuk menegakkan khilafah islamiyah di negeri yang majemuk ini, bertetangan dengan Pancasila yang sudah disepakati bersama sebagai dasar negara.

KOKAM Tegal

Untuk itu, Afton berjanji akan berusaha sekuat tenaga untuk melawan setiap gerakan yang berbau khilafah.

"Sebagai kader NU, kita wajib menentang segala bentuk upaya yang ingin menghancurkan NKRI," jelasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, dalam nafas yang sama, GP Ansor Jember juga tak kalah gerahnya dengan kicauan segelintir orang tentang perlunya kepemimpinan ? khilafah. Pemuda Ansor Jember ini menyampaikan aspirasinya dalam baliho ukuran jumbo yang dipasang di ujung jembatan, jalan Brantas, Jember.

Di baliho itu, tertulis "Jangan Usik NKRI dan Pancasila oleh Khilafah" dengan back ground ? foto Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Kepada sejumlah media, Ayub mengatakan bahwa baliho itu adalah sebuah peringatan agar tidak ada yang main-main dengan Pancasila dan NKRI.

"Hentikan bicara khilafah, atau kami yang akan bergerak", ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Tegal, Nahdlatul KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan

Serang, KOKAM Tegal

Sekitar 150 pelajar dan mahasiswa NU yang menamakan diri “Aliansi Mahasiswa dan Pelajar Peduli Pendidikan” berunjuk rasa di kawasan Kota Serang, Banten, Kamis (2/5) siang. Mereka menuntut adanya perbaikan sistem pendidikan nasional.

Aksi yang digelar bersamaan dengan hari pendidikan nasional (Hardiknas) ini diikuti peserta gabungan dari Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Serang, serta Pimpinan Komisariat  IPNU dan Badan Eksekutif  Mahasiswa (BEM) IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Aksi, Pelajar NU Tuntut Pembenahan Pendidikan

Akbaruddin, salah seorang pemimpin aksi, menilai pendidikan di Tanah Air masih belum sejalan dengan semangat konstitusi. Menurut dia, pemerintah masih gagal dalam hal pengelolaan, khususnya terkait persoalan kurikulum, sistem evaluasi belajar, dan infrastruktur pendidikan.

“Perhatian dari pemerintah terkait permasalahan pendidikan yang melanda negeri ini kurang sekali, padahal pendidikan sangat penting untuk membangun peradaban bangsa,” kata Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah IPNU Banten ini.

Peserta aksi berpendapat bahwa ada kesenjangan antara peraturan dan realitas pendidikan yang ada. Berdasarkan UU No 20 Tahun 2013 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan PP No 19 Tahun 2005 tentang Standar Pendidikan Nasional, mereka menuntut pemerintah segera bertindak serius.

KOKAM Tegal

Butir tuntutan para pelajar dan mahasiswa NU ini, antara lain, berisi desakan kepada pemerintah agar memaksimalkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP); tetap mempertahankan mata pelajaran muatan lokal, IPA, dan IPS; dan meningkatkan kualitas tenaga pengajar yang berkompeten.

Selain mengkritik soal pemerataan dan infrastruktur pendidikan yang tidak maksimal, peserta aksi juga menuntut penuntasan kasus carut-marutnya ujian nasional (UN) yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

KOKAM Tegal

 

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Yogyakarta, KOKAM Tegal - Perjuangan maksimal ditunjukkan oleh tim kesebelasan Pesantren Assulamy Lingsar Lombok Barat pada babak penyisihan group A Liga Santri Nusantara yang berlangsung selama tiga hari di Yogyakarta, Selasa (25/10) sore. Kapten Kesebelasan As-Sulamy M Dwiki Risnawan dan timnya harus puas pada posisi kedua setelah dikalahkan oleh kesebelasan Pesantren Salafiah United FC Jawa Barat 2 di Stadion Bantul.

Jawa Barat 2 yang sebelumnya melumpuhkan Kalimantan 3 dengan skor 5:1 tampak kewalahan untuk mengecoh pertahanan belakang NTB 1 yang terbukti babak pertama dengan kedudukan skor 0:0.

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan As-Sulamy Masuk Runner Up Group A pada LSN 2016

Pelatih NTB 1 bongkar pasang pemain di babak kedua untuk menekan tim lawan yang tampak semakin kuat. Namun sayang dua gol berturut-turut diciptakan oleh Jawa Barat 2 atas kesebelasan NTB.

"Alhamdulillah, kami bersyukur. Sebetulnya tidak menyangka akan sampai masuk putaran 16 besar," kata M Dwiki usai bertanding.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Ini semua, lanjutnya, merupakan berkat kekompakan anggota tim dan juga berkat doa. "Yang penting sekarang fokus latihan. Dan yang tidak kalah penting selain latihan adalah doa," jelasnya.

Seperti diketahui, tim As-Sulamy sepanjang perjalanan mulai berangkat bahkan hingga saat bertanding selalu membaca shalawat Nariyah secara bersama-sama.

"Ini yang membuat kita tenang," kata Dwiki. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Kajian Sunnah, Daerah KOKAM Tegal

Senin, 11 Desember 2017

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU

Kudus, KOKAM Tegal. Sedikitnya 16 ribu pelajar dari madrasah dan sekolah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kudus mengikuti kegiatan Jalan Sehat, Ahad (22/9). Jalan sehat dalam rangka hari lahir (harlah) ke-84 Ma’arif NU, dilepas PCNU Kudus KH Chusnan Ms.

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Ribu Pelajar Ikut Jalan Sehat Ma’arif NU

Para peserta sangat antusias berjalan santai  menyusuri jalan kota mulai pukul 07.00 dengan rute start Stadion Wergu Kudus ke arah alun-alun, Jl Sudirman,Jl Cokro Aminoto, finish Gor Wergu Kudus kembali. Mereka bertambah semangat karena kegiatan ini menyediakan hadiah utama satu buah sepeda motor, sepuluh sepeda gunung, 1 buah kipas angin dan 75 hadiah hiburan.

Ketua panitia Ridlwan menyatakan jalan sehat ini merupakan rangkaian peringatan  harlah ke 84 Ma’arif NU yang sudah dilaksanakan sejak 19 september 2013 lalu. Tujuannya, untuk memperkokoh kebersamaan dan ukhuwah pelajar dalam rangka memperkuat jati diri yang berkarakter Aswaja.

KOKAM Tegal

“Jalan sehat ini juga menumbuhkkan semangat seraya mendorong budaya berolah raga sehingga tercipta jiwa raga yang sehat,” katanya.

KOKAM Tegal

Ia menyatakan 16 ribu peserta jalan sehat ini terdiri dari pelajar madrasah dan sekolah NU tingkat MI/SD kelas 5-6, MTs/SMP, MA/SMA, SMK NU se-Kabupaten Kudus. Ditegaskan, jalan sehat ini menjadi barometer kebesaran madrasah-sekolah di lingkungan LP Ma’arif NU Kudus.

Setelah jalan sehat ini, kegiatan berikutnya parade drumband pada sabtu (28/9) pukul 14.00  yang insya Allah diikuti 23 grup dari MI dan SDNU se-Kudus, terang Ridwan.

Pada akhir kegiatan Jalan Sehat, undian hadiah maupun doorprize dimulai. Seorang pelajar SMPNU Al-Ma’ruf Kudus Afrizal Ramadika meraih hadiah utama sebuah sepeda motor. (Qomarul Adib/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Habib KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca

Jombang, KOKAM Tegal?

Salah satu kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang, Luqman Hakim, menjadi inisiator gerakan Minggu Membaca (Mumba) di Alun-alun setempat. Dikatakan Mumba karena kegiatan ini dilaksanakan setiap Minggu, dimana sebagian masyarakat Jombang mengisi liburannya dengan mengelilingi Alun-alun Kota Santri ini. Luqman memiliki inisiatif mewujudkan gerakan Mumba dengan menyediakan puluhan buku yang disebar ke setiap sudut alun-alun.

Selain itu, Lukman juga rajin mengkampanyekan gerakan membaca di tengah-tengah perkumpulan masyarakat setempat. Hingga saat ini, Mumba sudah berjalan lama.

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Lapak di Sudut Alun-alun, Sekretaris Ansor Jombang Gerakan Minggu Membaca

"Alhamdulillah gerakan membaca ini sudah berjalan bertahun-tahun dan masih bertahan sampai sekarang," jelasnya kepada KOKAM Tegal, Ahad (14/5).?

Sekretaris GP Ansor Jombang ini menuturkan, Mumba dimulai sekitar pukul 05.30 pagi hingga 09.00 WIB. Semua pengunjung secara gratis bisa membaca semua koleksi buku yang disediakan dan duduk santai bersama pembaca lain. "Kita tidak memungut biaya apapun dari kegiatan ini, semua gratis," tandasnya.

Menurut Luqman, kader Ansor memang sudah seharusnya bisa memberikan manfaat kepada masyarakat dengan beragam cara. Selain gerakan motivasi mengaji yang selama ini digalakkan, juga bisa dengan cara gerakan-gerakan lain, seperti Mumba ini.?

"Ansor selama ini selalu identik dengan serem, jaga keamanan dan mengawal para kiai. Sebenarnya, banyak bakat lain dari kader Ansor Jombang yang terpendam," bebernya.

KOKAM Tegal

Baginya, membaca keharusan dan tidak boleh ditinggalkan walaupun satu hari saja. Dan mengajak orang banyak untuk gemar membaca merupakan panggilan jiwa dan ibadah, apalagi yang diajak adalah orang NU sendiri.

"Untuk menghadapi masa depan, maka menjadikan membaca sebuah hobi itu suatu keharusan," pungkasnya.(Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, Sejarah, Tegal KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Jepara, KOKAM Tegal. Komunitas Matapena Rayon Hasyim Asyari Bangsri menggandeng komunitas Matapena Yogyakarta menggelar Liburan Sastra di Pesantren (LSdP) #8. kegiatan yang rencananya diselenggarakan Jum’at-Ahad (29/6-1/7) mendatang bertempat di Rumah Joglo Hasyim Asyari Bangsri.

Materi yang disampaikan Sastra Pesantren yang Berpihak pada Kasunyatan Obyektif, ke-Matapena-an, Motivasi Menulis, Penanaman Nilai, Menggali Ide, Membuat Setting Cerita, Penokohan, Alur, Tahlilan Sastra, Olah Rasa, Seni Panggung dan Teater. 

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Komunitas Matapena, Hasyim Asyari Gelar Liburan Sastra

Untuk pemateri Zastrow Al-Ngatawi (Budayawan Lesbumi), KH Nuruddin Amin (Pengasuh Pesantren Hasyim Asyari Bangsri), Adipati Genk Kobra, Ahmad Fikri AF (Pembina Komunitas Matapena) dan kru Matapena Yogyakarta; Akhiriyati Sundari, Arifa Juhas, Pijer Sri Laswiji, Zaki Zarung, Mahbub Djamaluddin, Sachree M Daroini, Hugeng Satya Dharma dan Humam Rimba. 

KOKAM Tegal

KH Zainal Umam, pembina Matapena Rayon Hasyim Asyari menuturkan kegiatan bertujuan mengisi liburan dengan kegiatan bersastra dan berkarya, menggali dan mengasak skill menulis maupun ajang silaturahmi dan berjejaring antar rayon komunitas Matapena yang berada di Kabupaten Jepara dan sekitarnya. 

Untuk syarat pendaftaran; peserta berusia 15-22 tahun, mengisi formulir pendaftaran, membayar kontribusi sebesar Rp.150.000, menyerahkan cerpen karya sendiri, pendaftaran ditutup hingga 28 Juni 2012. 

KOKAM Tegal

Tempat pendaftaran sekretariat Matapena Jl. Wonosari KM 4.5 Gang Musholla Jeruk Legi Bantul Yogyakarta atau MTs Hasyim Asyari Jl. Raya Bangsri-Jepara (depan Masjid An-Nur) Bangsri Jepara. Contact person 085643274002 (Mansyur) atau 085742391972 (Shofaun Nafis). 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Tegal KOKAM Tegal

Kamis, 30 November 2017

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba

Padangpariaman, KOKAM Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Sumatera Barat menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) anti narkotoka dan obat-obat terlarang (narkoba) bagi pelajar dan generasi muda di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin Pungguangkasiak Lubuak Aluang Padangpariaman Sumatera Barat, Rabu (8/7), diikuti 150 peserta.

Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatera Barat Zainal MS dalam pembukaan TOT, demikian dilaporkan kontributor KOKAM Tegal Bagindo Armaidi Tanjung, menyatakan, narkoba harus dijauhi oleh generasi muda yang ingin memperoleh kemenangan. Pemerintah dan organisasi jamaah Nahdlatul Ulama Ahlussunnah wal Jamaah terus memerangi penyalahgunaan narkoba.

“PWNU berterima kasih pada IPNU dari tahun 2005 untuk menggalang generasi muda untuk anti narkoba. Ini adalah kegiatan yang ke sekian kalinya. IPNU sebagai generasi muda NU, harus konsens terhadap masalah generasi muda. Khususnya masalah penyalahgunaan narkoba,” katanya di hadapan Ketua Pengurus Wilayah IPNU Sumatera Barat Zainal Tuanku Mudo dan para peserta.

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Sumbar Adakan TOT Anti Narkoba

Zainal MS mengungkapkan, masalah yang menjadi focus perlu diperhatikan adalah, pertama, nilai-nilai universal kita sudah lemah, tidak punya etos. Banyak umat Islam dalam posisi malas. Kedua, tidak termotivasi. Ketiga, yang paling berbahaya pembohongan, pengejekkan. Dari empat sifat Rasulullah, siddiq dan amanah yang sekarang tinggal di mulut. Banyak orang hebat, hanya pintar pidato, bicara, tapi jarang dilakukan atau diamalkan.

Gubernur Sumbar diwakil Kepala Bagian Agama, Pemuda dan Budaya Drs. H. Syamsuir menambahkan narkoba adalah musuh generasi muda. Cara melawan narkoba adalah dengan mengumpulkan generasi muda dan gunakan wadah-wadah yang ada.

KOKAM Tegal

“Punya agama, adat, aturan, itu yang digunakan untuk melawan penyalahgunaan narkoba.  Banyak pesta perkawinan, diselingi dengan minum dan judi. Sekarang sudah berkurang. Bahkan sudah banyak peraturan nagari (perna) yang melarang minuman keras dan judi di tengah pesta perkawinan,” katanya optimis.

Ketua PCNU Padangpariaman Rahmat Tuanku Sulaiamn, yang juga pengasuh pondok pesantren Bustanul Yaqin menyebutkan, kehadiran Pesantren Bustanul Yaqin, berangkat dari kondisi generasi muda yang mencemaskan saat ini. Kombinasi pengasuh pesantren Bustanul Yaqin sebagai aktifis, ulama, dan pendidik diharapkan dapat ikut membantu mempersiapkan generasi muda yang berakhlak membina pondok pesantren.

Perlu dukungan dari Gubernur Sumbar, Bupati Padangpariaman, Kakandepag dan semua eleven masyarakat untuk melanjutkan visi, misi dan pengembangan pondok pesantren Bustanul Yaqin.

KOKAM Tegal

Ketua Panitia Asraful Anam Tuanku Bagindo menyebutkan, masalah narkoba diangkat karena Sumatera Barat peringkat ke-13 di tingkat nasional penyalahgunaan narkoba. IPNU Sumbar memandang penyalahgunaan narkoba ini sangat berbahaya bagi generasi muda. Generasi muda saat ini sudah diracuni oleh narkoba, bisa jadi generasi muda depan rusak, hancur. Tahun 2010 dicanangkan tahun bebas narkoba. IPNU sebagai pelajar NU punya kewajiban dan ikut berperan memerangi penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Dengan tema TOT, anak bangsa yang bebas narkoba menuju peradaban baru Indonesia.

Kepala Kesbang Linmas Kabupaten Padangpariaman menyatakan, dari 19 Polres di Sumbar, hanya 3 Polres yang punya bidang narkobanya, yakni Padang, Bukittinggi dan Padangpariaman. Ini menunjukkan tingginya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan yang dilakukan di pondok pesantren ini merupakan sumbangan besar dalam memerangi penyalahgunaan narkoba. Di salah satu kecamatan, ada organisasi anti narkoba beranggota 21 orang, juga membantu kegiatan pemerintah dalam penyalahgunaan narkoba. Mereka merupakan pelaku penyalahgunaan narkoba yang sudah sadar dan sembuh. Di Pesantren Nurul Yaqin Ambuakapua dilakukan pembinaan terhadap 11 mantan pencandu narkoba. Artinya, pondok pesantren pun berperan membina mantan pencandu narkoba. (Bagindo Armaidi Tanjung)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Tegal KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

Temanggung, KOKAM Tegal. Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kader yang difokuskan untuk penanganan bencana, awal pekan ini (17/2), di Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung.

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

“Kami harus aktif mengambil peran untuk penanganan agar keberadaan kami bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Temanggung Yami Blumut.

Yami mengatakan, fungsi penting Banser antara lain melakukan fungsi sosial dengan mendarmabaktikan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. “Kader kami siap untuk diterjunkan menangani bencana,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain menolak ratifikasi konvensi pengendalian tembakau (FCTC), GP Ansor Temanggung juga mengaku sedang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, khususnya dengan menolak penggalian pasir di seluruh wilayah Temanggung. “Termasuk langkah pencegahan kami lakukan,” ujar pria yang anggota KPU Temanggung ini.

KOKAM Tegal

Menurut Yami, sudah sepatutnya pemuda NU terlibat dalam seluruh proses pembangunan dan dan penyelesaian permasalahan hidup di masyarakat. “Bukan untuk meresahkan mereka, tetapi untuk melindungi mereka, karena kita adalah bagian dari mereka,” imbuhnya.

Keprihatinan terhadap bencana yang secara beruntun terjadi di Temanggung juga dimiliki ormas atau komunitas lain. Di samping mengumpulkan donasi, mereka juga menerjunkan para relawan yang mereka miliki.

Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung Rozakul Yazid menambahkan, penanggulangan bencana telah dilakukan kelompok ini dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban Gunung Kelud dan pembersihan abu di sekitar kawasan umum. “Kami masih pemula, tetapi kami memiliki tekad yang kuat untuk membantu sesama,” katanya.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Temanggung, Edi Sumiharto mengatakan, kelompoknya telah melatih secara khusus para anggota untuk penanganan bencana. Dalam beberapa kejadian terakhir, organisasi sayap Muhammadiyah ini telah mengirimkan relawannya untuk penanggulangan bencana. (Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Tegal, RMI NU KOKAM Tegal

Selasa, 21 November 2017

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota

Brebes, KOKAM Tegal. Sebanyak 1015 Anggota Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) 11.29 Brebes yang tergabung dalam Saka Bhayangkara membantu arus mudik dan balik lebaran 1436 H. Penerjunan anggota pramuka diharapkan dapat membantu kelancaran dan meminimalisir angka kecelakaan. Mereka ditempatkan di titik-titik rawan kecelakaan.

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantu Arus Mudik, Pramuka Brebes Terjunkan 1015 Anggota

“Kami menerjunkan 1015 anggota pramuka dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran,” ujar Ketua Kwarcab Brebes H Emastoni Ezam SH MH di Sanggar Kwarcab setempat, Rabu (1/7).

Menurutnya, sumbangsih Pramuka ini sebagai perwujudan pengamalan  Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Utamanya pada darma keempat yakni rela menolong dan tabah. Mereka yang diterjunkan adalah anggota Saka Bhayangkara dan Saka Pandu Wisata.

KOKAM Tegal

Pramuka Penegak dan Pandega yang usianya sekitar 16 sampai 24 tahun, sudah melakukan pelatihan pengamanan yang dibina oleh Kepolisian Resort dan Sektor di 17 Polsek se-Kabupaten Brebes. “Anggota pramuka itu sudah mendapatkan bekal keahlian untuk mengatur lalu lintas dan pertolongan lainnya,” kata Kak Toni, demikian panggilan akrabnya.

KOKAM Tegal

Penerjunan anggota Pramuka sejak H-3 hingga H+2. Dalam tugasnya mereka berdampingan dengan pihak kepolisian, di pos-pos milik Polri. Mereka akan ditempatkan di wilayah Pantura dan jalur tengah serta jalur selatan.

Di wilayah Pantura, mereka ditempatkan dari ujung kulon Losari hingga perbatasan Tegal-Brebes. Terutama di exit tol Pejagan dan exit tol Banjaranyar dan pasar Induk Brebes. Wilayah Tengah, meliputi daerah Banjarharjo, Kersana, Ketanggungan, Songgom dan Jatibarang. Di wilayah tengah, bakal terjadi kepadatan juga karena ada limpahan dari exit tol pejagan. 

Sedang Wilayah selatan meliputi Bumiayu, Tonjong dan Paguyangan. “Tanjakan Ciregol menjadi titik pantau yang tidak kalah pentingnya untuk ditempatkan para personil pramuka,” kata Kak Toni lagi. 

Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Brebes Budi Rohmawan menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun yang lalu, dari 800 anggota yang dibutuhkan saat itu, ternyata pada laporan akhir mencapai 980 anggota yang terlibat. “Kemungkinan tahun ini juga anggota yang bergabung akan bertambah pada saat pelaksanaan,” ungkapnya.

Selain di jalan raya, lanjut Budi, anggota pramuka juga akan ditempatkan di tempat-tempat wisata. Seperti di obyek wisata Pantai Randusanga Indah (Par In) sebanyak 40 personil dan waduk Penjalin Paguyangan 25 orang.

Sebagai ucapan terima kasih, para peserta Karya Bakti Pramuka (Kartika) Lebaran 1436 H akan mendapatkan Tanda Ikut Gotong Royong (Tigor). Mereka bertugas secara sukarela, hanya mendapatkan kolak dan makanan saat berbuka puasa. “Alhamdulillah, mereka senang melakukan kegiatan Kartika Lebaran,” tandas Budi. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Tegal KOKAM Tegal

Minggu, 05 November 2017

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Jakarta, KOKAM Tegal. Tahun baru Hijriyah yang jatuh pada 1 Muharram atau dalam bahasa Jawa biasa disebut 1 Suro merupakan momen penting bagi umat Islam. Atas jasa Khalifah Umar, 1 Muharram menjadi? awal mula perhitungan tahun dalam kalender Hijriyah.

Malam ini seluruh jajaran PBNU juga memperingati tahun baru 1437 H dengan penuh sukacita dan khidmat. Bertempat di masjid An-Nahdlah yang berada di lantai satu gedung PBNU digelar istighotsah yang diikuti oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Waketum H Slamet Effendy Yusuf, Sekjen H Helmy Faishal Zaini serta jajaran pengurus lainnya.

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Peringati 1 Muharram dengan Istighotsah

Jamaah yang sebagian besar memakai baju putih ini membaca dzikir dan wirid secara bersama-sama, dipandu oleh imam yang menyampaikannya dengan khusu’.?

Istighotsah yang dimulai sesudah shalat maghrib ini berlangsung sekitar satu jam. Para jamaah tetap setia, turut melantunkan doa-doa untuk memohon kebaikan kepada Allah.?

Kiai Said menjelaskan, istighotsah merupakan doa bersama. Siapa tahu diantara jamaah, ada yang dikabulkan doanya. “Apapun yang kita lakukan, harus disertai dengan doa kepada Allah,” tuturnya. (Mukafi Niam)

KOKAM Tegal

?

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Lomba, Habib KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock