Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Purwodadi, KOKAM Tegal. Guna memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Purwodadi, Grobokan, Ahad (13/1).?

Kegiatan Rapimda ini merupakan kelanjutan dari acara yang sama di Kabupaten Rembang yang digelar sehari sebelumnya dan merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di Cirebon dan Majalengka beberapa waktu lalu. Namun kali ini, LTMNU menggulirkan program usaha untuk para takmir masjid di daerah-daerah.?

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Lembaga NU yang membidangi urusan pengembangan masjid-masjid NU itu mulai menerapkan program pengembangan ekonomi umat melalui masjid. Bagaimana caranya?

KOKAM Tegal

Ketua LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menyatakan tengah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun ‘Rumah Sehat’. Melalui wadah ini, para takmir dan jamaah masjid bisa mengembangkan usaha ekonomi mereka secara profesional. Baik takmir maupun jamaah bisa mendaftarkan diri sebagai agen pemasaran produk minuman kesehatan .?

KOKAM Tegal

“Kita akan memberdayakan umat melalui usaha perdagangan produk minuman yang diberi label ‘Sohat’,” kata Manan usai Rapimda para imam dan takmir masjid Kabupaten Grobokan di Kantor PCNU Grobokan, Purwodadi, Ahad (13/1).

Menurutnya, Minuman Sohat ? akan dipasarkan oleh para jamaah dan para takmir masjid setempat, dan mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari usaha tersebut. Sohat merupakan minuman khusus kesehatan. Kualitas air minuman ini terbukti mampu membantu menghilangkan toksin dalam darah. Kadar Ph yang tinggi menjadi antioksidan terhadap semua unsur kimiawi dan beragam toksin yang merugikan tubuh. Karena fungsinya itulah banyak konsumen yang menggunakannya.?

“Di beberapa tempat, pemasaran memanfaatkan jasa para konsultan PNPM Mandiri Perdesaan,” imbuhnya. ?

Dalam jangka panjang produk ini akan mudah terserap pasar. Umumnya konsumen yang memiliki banyak keluhan kesehatan, akan menggunakan alternatif minuman obat ini sebagai penyembuhnya. Apalagi sistem pemasaran melalui jaringan masjid yang ada di bawah koordinasi LTMNU, tentu akan lebih efektif. Selain berguna bagi para takmir dan jamaah masjid setempat, program pemberdayaan ekonomi masjid-masjid tersebut bisa dilakukan dengan adanya produk minuman ini.?

Para konsumen yang menjadi langganan produk minuman ini akan memperoleh fasilitas kesehatan dari Rumah Sehat yang dibentuk PC LTMNU secara gratis. Tenaga medis mulai dokter dan perawat yang digaji oleh pengurus takmir masjid, menjalankan tugasnya untuk melayani pelanggan/konsumen minuman sehat ? ‘Sohat’.?

“Dengan demikian, ada hubungan saling menguntungkan antara perusahaan minuman, LTMNU, hingga takmir dan jamaah masjid NU di daerah-daerah,” tandas Manan.?

Saat ini, menurut Wakil Ketua LTMNU KH Mansur Syaeroji, sekaligus motor penggerak bidang usaha Takmir Masjid NU, beragam program ekonomi yang bisa direalisasikan untuk memakmurkan masjid melibatkan dukungan dari perusahaan minuman. Selain Sohat, LTMNU juga telah menggandeng perusahaan minuman kemasan Larutan Penyegar cap”Badak” produksi PT. Sinde Budi Sentosa. LTMNU juga tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Kehutanan untuk merencanakan program penanaman sejuta pohon di kantong-kantong NU berbasis masjid.?

Program tersebut merupakan bagian dari usaha LTM-PBNU memakmurkan masjid. ? Kemakmuran masjid bisa diraih bila para takmir dan jamaah masjid NU mau dan mampu menciptakan lahan usaha baru dengan dukungan dari para pengurus pusat.?

“Kegiatan Rapimda merupakan sarana penguatan struktur kepengurusan NU mulai dari pusat hingga daerah,” ujarnya.?

Rapimda di Purwodadi dihadiri sedikitnya 16 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan takmir masjid se- kabupaten Grobokan. Masing-masing MWC mengirim perwakilan 3 takmir. Ada sekitar 150 peserta pada acara keempat LTMNU setelah dari Rembang, Cirebon dan Majalengka itu. Setelah Rapimda yang diselenggarakan di kantor PCNU Purwodadi ini, LTMNU akan melanjutkan acara serupa di Sumbawa, NTB, dan Jambi.?

Rapimda ini lanjut Manan, rencananya akan dilaksanakan di 35 titik di Jawa dan Madura dalam tahun 2013. Program memakmurkan masjid menjadi tema utama LTMNU kali ini. Konsolidasi organisasi di tingkat basis merupakan langkah mendesak untuk mengatasi kesenjangan koordinasi antara pengurus di pusat dengan daerah dan bahkan dengan pengurus masjid di kecamatan dan desa-desa. Konsolidasi diperlukan guna menguatkan struktur organisasi secara nyata.?

“Dengan begitu, NU secara organisasi tidak semata ‘besar’ dalam klaim saja, melainkan benar-benar nyata dalam organisasi mulai struktur di Pusat hingga bawah,” ujar Ketua LTMNU KH Manan Abdul Ghani.

Salah satu wujud dari penataan organisasi NU adalah dengan melalui masjid. Para takmir masjid yang terkoordinasi dalam wadah LTMNU merupakan aset organisasi massa Islam terbesar di dunia itu, guna menjalankan program-program sosialnya. Jika struktur organisasi mulai atas sampai tingkat bawah sudah kuat, maka program-program NU bisa dijalankan dengan konkrit.?

LTMNU menurut Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, amat penting perannya dalam merealisasikan gagasan dan ide besar tentang NU. Melalui Lembaga takmir masjid, eksistensi NU semakin jelas. Ibarat badan, lembaga takmir masjid adalah tangannya yang menjangkau umat di bawah. (LTMNU)?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Nur Cholis

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Nasional KOKAM Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Persahabatan kita dengan orang saleh dapat membawa keuntungan kepada kita. Persahabatan ini menjadi tanda bahwa kita juga setidaknya mendekati kesalehan yang diridhai oleh Allah SWT sebagaimana disinggung oleh Syekh Ibnu Athaillah dalam hikmah berikut ini.

? ? ? ? ? ? ? ? ?

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)
Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah (Sumber Gambar : Nu Online)

Keuntungan Bergaul dengan Orang Saleh Menurut Ibnu Athaillah

Artinya, “(Mahasuci Allah) yang tidak ‘mempertemukan’ kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya.”

KOKAM Tegal

Syekh Syarqawi coba menjelaskan bahwa Allah juga memiliki kecemburuan di mana ia tidak memperkenankan orang lain bergaul dengan orang-orang saleh yang menjadi kekasih-Nya. Bahkan, sebagian kekasih-Nya (para wali) tidak dikenal oleh makhluk-Nya termasuk para malaikat sehingga Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka.

? ? ?) ? ? ? ? ? (? ? ? ? ? ?) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya, “(Mahasuci Allah yang tidak ‘mempertemukan’) memperkenalkan dan menyatukan (kepada para wali selain orang yang dikehendaki sampai kepada-Nya) karena para wali itu adalah kekasih-Nya sehingga dapat menimbulkan ‘cemburu’ jika Allah mempertemukan selain kekasih-Nya dengan para wali itu. Ini berlaku untuk sebagian wali. Mereka adalah orang yang digerakkan untuk suluk. Sedangkan orang yang dikehendaki sampai pada-Nya akan dipertemukan dengan para wali dalam bentuk persahabatan khusus. Para wali itu terbagi dua kategori. Satu kelompok wali diperkenalkan oleh Allah kepada kalangan awam dan kalangan tertentu. Satu kelompok wali lainnya diperkenalkan oleh-Nya hanya kepada kalangan tertentu. Tetapi ada juga sekelompok wali yang tidak diperkenalkan kepada satupun makhluk-Nya termasuk malaikat hafazhah. Allah sendiri yang mencabut nyawa mereka dan tidak memperkenankan tanah mengurai jasad mereka,” (Lihat Syekh Syarqawi, Syarhul Hikam, Semarang, Maktabah Al-Munawwir, juz II, halaman 2-3).

Pergaulan dengan orang saleh membawa berkah tersendiri bagi kesehatan batin manusia. Pergaulan itu membawa pengaruh tersendiri kepada batin manusia dengan catatan tetap menjaga adab terhadap orang-orang saleh itu. Kalau hujan saja bermakna berkah, apalagi para kekasih Allah sebagaimana disebutkan oleh Syekh Zarruq dalam kutipan berikut ini.

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?... ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Menurut saya, yang dimaksud ‘wushul’ atau ‘sampai’ di sini adalah mengenal wali Allah dalam bentuk pergaulan yang menuntut pelaksanaan kewajiban berupa penghormatan terhadap perintah dan larangannya… Sejumlah ulama mengatakan, ‘Hujan adalah saat-saat dekat dengan Allah karenanya kita dianjurkan untuk keluar dan tabarukan saat hujan turun. Ini disebutkan oleh Rasulullah SAW. Itu baru keberkahan hujan, apalagi orang beriman ahli makrifat (arifin)?’... Salah satu dalil bahwa memandang wajah arifin dapat menambah makrifat dan lain sebagainya adalah ucapan Anas RA, ‘Tidaklah kami menghalau debu makam Rasulullah SAW yang melekat di tangan kami melainkan kami merasakan ada sesuatu yang kurang di hati ini,’ (lanjutkan terusannya). Secara umum, para wali Allah adalah pintu-Nya. Perkenalan dengan mereka adalah kunci pintu tersebut. Sementara gigi kunci itu adalah upaya menjaga diri agar tetap hormat, khidmat, sopan, dan keluasan rahmat kepada mereka. Siapa yang berinteraksi dengan mereka melalui cara demikian, maka ia akan dibukakan pintu. Tetapi kalau tidak dengan cara itu, maka ia berada dalam bahaya,” (Lihat Syekh Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyah, 2010 M/1431 H, halaman 133-134).

Orang-orang saleh adalah pintu kita masuk kepada Allah. Mereka adalah orang-orang pilihan-Nya. Mereka adalah orang-orang yang selayaknya kita kenal lebih dekat dengan penuh adab dan kesantunan. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul Ulama, Nasional, IMNU KOKAM Tegal

Selasa, 20 Februari 2018

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Kudus, KOKAM Tegal. Dalam menjalankan roda organisasi, pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) harus bersandar pada Peraturan Dasar (PD) dan Peraturan Rumah Tangga (PRT). Dengan demikian, organisasi ke depan akan berlangsung tertib dan teratur.

Demikian disampaikan mantan ketua Pimpinan Cabang IPPNU Kudus Siti Nafisatun pada acara orientasi pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus di Pesantren Raudhotut Thalibin Bendan Kudus, Jawa Tengah, Senin (21/7).

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gunakan PD/PRT IPNU-IPNU sebagai Pegangan Berorganisasi

Nafisatun menyatakan PD/PRT IPNU-IPPNU merupakan landasan dasar sebelum menentukan arah dan langkah-langkah perjuangan ke depan. Tanpa berpijak hal itu, perjalanan IPNU-IPPNU akan amburadul.

KOKAM Tegal

“Ibaratnya, PD/PRT adalah ‘kitab suci’nya IPNU-IPPNU yang harus dijadikan pegangan setiap kader maupun pengurus,” katanya di hadapan pengurus harian PC IPNU-IPPNU Kudus lengkap.

KOKAM Tegal

Ia mengharapkan semua anggota  maupun pengurus wajib memiliki PD/PRT. “Jangan sampai tidak memiliki. apalagi tidak pernah membaca PD/PRT,” tandas Nafisatun yang juga guru MANU Banat Kudus.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Joni Prabowo mengatakan, kegiatan orientasi ini merupakan program awal pasca konferensi cabang IPNU-IPPNU (19/6). Tujuannnya, untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen semangat kebersamaan pengurus harian yang baru terbentuk.

“Kita berkomitmen bersama-sama memajukan IPNU-IPPNU serta menjaga kekompakan sehingga tercipta soliditas yang kuat baik antar pengurus maupun dengan pimpinan anak cabang dan pimpinan ranting,”ujarnya. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Cirebon, KOKAM Tegal?

Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU 2012 menegaskan hukum haram untuk pemilihan calon pemimpin yang mengabaikan kepentingan rakyat secara umum, cenderung memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadi, dan gagal dalam melaksanakan tugas sebelumnya.

Keputusan tersebut dibacakan Sekretaris Komisi Bahtsul Masail ad-Diniyah al-Waqi’iyah KH Arwani Faishal dalam sidang pleno terakhir Munas dan Konbes NU 2012 di Pondok Pesantren Kempek Cirebon, Senin (17/9). Sidang dikuti sedikitnya 600 peserta dari unsur pengurus NU dan ulama-ulama nonstruktural.

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)
Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal (Sumber Gambar : Nu Online)

Munas NU: Haram Pilih Pemimpin yang Gagal

Kepada forum, Arwani menyampaikan, tidak boleh mencalonkan diri, dicalonkan, dan dipilih untuk menduduki jabatan publik atau urusan rakyat/umat orang yang mengidap sifat-sifat seperti itu.?

KOKAM Tegal

“Larangan tersebut karena beberapa hal di atas membuktikan bahwa ia adalah calon yang tidak jujur, tidak terpercaya, suka berkhianat dan tidak memiliki keahlian,” sambungnya.

Sumber keputusan didasarkan pada dalil al-Qur’an dan Sunnah, dilengkapi dengan pendapat ulama (aqwal ulama), seperti termaktub dalam kitab Raudlatut Thalibin, Is’adur Rafiq, dan sejumlah kitab lainnya.

KOKAM Tegal

Selain tentang memilih calon pemimpin, peserta Munas juga memutusan berbagai persoalan aktual (masail waqi’iyah) lain. Di antaranya, risywah atau suap politik yang berkedok zakat atau sedekah, hukuman mati bagi koruptor, syariat Islam mengenai kekayaan negara, pemenuhan kesejahteraan rakyat oleh pemerintah, pematokan harga beras, dana talangan haji, dan ihwal pembunuhan karakter. Proses bahsul masail yang diikuti para kiai ini sudah dimulai sejak Ahad pagi.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Ubudiyah, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih

Kajian kali ini, penulis mengangkat tema murabahah. Murabahah merupakan suatu bentuk transaksi jual-beli dengan tujuan utama berbagi laba/keuntungan penjualan antara pemodal dan wakilnya. 

Suatu misal, ada seorang pedagang (A) tidak mampu mendapatkan barang sendiri dari sebuah produsen. Kemudian ia meminta seorang agen (B) untuk mengusahakan langganan barang tersebut secara tetap dan rutin dengan perjanjian, kelak ia akan mendapatkan keuntungan dari sekian jumlah unit barang yang dipesan, pihak B akan mendapatkan nisbah keuntungan sekian persen (misal 10 persen). Akad seperti ini disebut dengan akad muraabahah (berbagi laba). 

Contoh lain dari penerapan akad murabahah ini adalah seorang pedagang dari Pulau Bawean hendak membeli barang di Surabaya. Jika ia berangkat sendiri, maka akan keluar biaya yang besar untuk ongkos transportasi dan lain-lain. Agar dapat memangkas hal tersebut, ia mengangkat seorang wakil di Surabaya agar mengusahakan barang dagangan yang ia butuhkan, kemudian mengirimkan barang tersebut ke kapal secara rutin setiap bulannya. Dari setiap unit barang yang dipesan, pihak wakil akan mendapatkan keuntungan 10 persen. Ongkos kuli ditanggung oleh pedagang Bawean. Akad antara pedagang dan wakilnya seperti ini dikenal sebagai akad murabahah, karena keberadaan rasio keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama-sama antara ia dan si wakil. 

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih

Dengan demikian, apa pengertian murabahah dalam fiqih kita? Berikut ulasannya.

Imam al-Mawardi dalam kitab al-Iqna’ fi Hillil Alfadh Abi Sujja’ (1/468), mendefinisikan akad murabahah ini sebagai berbagi keuntungan antara pemodal dan pedagang dengan nisbah/rasio keuntungan yang diketahui di awal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya: “Hukum transaksi jual beli murabahah adalah boleh tanpa adanya unsur makruh. Murabahah merupakan akad yang dibangun dengan jalan menetapkan harga suatu barang di atas harga belinya ditambah keuntungan. Misalnya, seseorang membeli barang dengan harga 100 kemudian berkata kepada pihak kedua, aku jual barang ini ke kamu sesuai dengan harga dasar aku membelinya ditambah laba sekian dirham sebagai laba, atau dengan laba sekian dirham untuk tiap-tiap 10 dirhamnya, atau tiap 10 persennya.

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, akad murabahah merupakan jenis transaksi yang diperbolehkan dalam syariat. Kedua, unsur pelaku akad ini adalah adanya pemodal dan adanya wakil (orang yang dimodali). Ketiga, diketahuinya harga beli barang (harga dasar), dan Keempat, adanya perhitungan nisbah rasio keuntungan yang mafhum dan diketahui oleh wakil (orang yang dimodali).

KOKAM Tegal

Selanjutnya, Imam al-Mawardi menyebutkan:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Murabahah boleh dilakukan dengan jalan menotal pokok harta/modal (ra’sul-mâl) sebagai aset, kemudian menjual aset tersebut dengan murabahah. Contoh: Aku (pemodal) beli barang ini seharga 100, dan aku jual ke kamu (pedagang) dengan harga 200 dengan nisbah keuntungan sekian dirham yang ditambahkan. Seolah ia (pemodal) bilang, ‘Aku (pemodal) jual barang ini ke kamu seharga 220.’ Akad ini sama kebolehannya dengan praktik jual beli muhâthah, misalnya ucapan seorang pemodal: Aku (pemodal) jual barang ini sesuai dengan harga membelinya, ditambah dengan sekian dirham sebagai tambahan keuntungan.” (Lihat: Imam al-Mawardi, al-Iqna’ fi Hillil Alfadh Abi Sujja’ [1/468])

Penjelasan di atas menyebutkan bahwa boleh menetapkan margin keuntungan oleh wakil kepada pihak yang diwakilinya (pedagang). Harga dasar 100, dijual dengan harga 200 ditambah dengan nisbah keuntungan.

Melihat proses bagaimana lahirnya akad murabahah ini, beberapa fuqaha’ mu’ashirah (ahli fiqih kontemporer) menyebut akad ini sebagai akad jual beli atas dasar amanah (‘aqdul buyu’u al-amânah). Mengapa? Karena dalam prosesnya, akad ini terjadi atas dasar amanah yang diberikan oleh pemilik modal (pedagang) kepada orang yang menjalankan (orang yang dimodali). Oleh karena itu, ia sangat berharap kejujuran orang yang menjalankannya dan berharap orang yang ditugasi menjalankan tidak melakukan hal-hal yang berbuah hilangnya kepercayaan (amanah) tersebut. 

Hikmah dari hal bai’ul amanah/murabahah ini, adalah, kendati pihak pemodal berhak menentukan harga dan nisbah keuntungan, namun ia tidak akan berani menetapkan harga semaunya. Karena, jika hal tersebut ia lakukan, maka “sanksinya” adalah ia akan kehilangan pelanggan/nasabah yang memanfaatkan jasanya.

(Baca juga: Transaksi Giro Bank Syariah dari Sudut Akad Mudharabah)Beberapa literatur khazanah Islam klasik menyebutkan bahwa akad murabahah ini dijalankan bila ada seseorang yang berniat menjalankan sebuah usaha, namun ia kekurangan modal. Agar usahanya berjalan, maka ia menjalin kerja sama dengan pihak kedua (pemodal), dengan nisbah pembagian keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama-sama. 

Bagaimana penerapan akad ini dalam sistem ekonomi modern perbankan syari’ah? Bagaimana pula jika pemodal terlalu tinggi dalam menetapkan harga terhadap pihak yang dimodali? Siapa yang berhak melakukan regulasi harga? Simak pada tulisan-tulisan berikutnya! Insyaallah.

Wallahu a’lam!

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah

Brebes, KOKAM Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta untuk membentuk anak didik yang berakhlakul karimah. Pasalnya, telah terjadi pergeseran etika moral bagi generasi muda di era digitalisasi. 

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Diminta Membentuk Anak Didik Berakhlakul Karimah

“Pergunu, harus mampu membentuk anak didik yang berakhlakul karimah,” pinta Ketua Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kab Brebes H Athoillah saat menyampaikan sambutan pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu se Kab Brebes di Gedung NU, Jalan Yos Sudarso 36 Brebes, Kamis (28/6).

Anggota Pergunu, lanjutnya, harus mampu menjadi garda terdepan dalam pembentukan karakter dan akhlakulkarimah peserta didik. “Peran guru sangat penting dalam pembentukan akhlakul karimah,” terangnya.

KOKAM Tegal

Namun demikian, kata Athoillah, anggota pergunu harus membuat citra positif terlebih dahulu dengan keteladanan. 

Athoillah juga memuji guru-guru swasta yang walaupun tidak mempunyai gaji yang jelas, tetapi hidupnya tentram dan sejahtera. Para guru ngaji, guru madrasah dan guru swasta lainnya yang sebagian tersebar di sekolah-sekolah NU, hanya memilih manajemen barokah. “Walau hanya mengharap bisaroh (sumbangan suka rela, red), mereka bisa mempertahankan aqidah dan akhlakul karimah,” pujinya.

KOKAM Tegal

Diapun berpesan, menjalankan tugasnya sebagai guru NU, agar tetap pada korikodor memperjuangkan 4 dimensi. Yakni dimensi keagamaan, dimensi keilmuan, dimensi kepemimpinan dan dimensi kebangsaan. 

Sementara, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pergunu Kab Brebes Syamsu Asyifa MPd menjelaskan, Pergunu di Kab Brebes telah lahir sejak 16 Mei 2011. Dalam kurun waktu setahun telah menginventaris guru NU di Kabupaten Brebes, termasuk pembentukan pengurus ditingkat kecamatan.

Secara serentak, 17 Kepengurusan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pergunu se Kabupaten Brebes dilantik untuk masa bakti 2012-2017. Pelantikan ditandai dengan pembacaan baiat atau janji pengurus di hadapan Pengurus Cabang NU yang dipimpin oleh Wakil Ketua PC NU KH Sodikin Rachman.  

 

Redaktur      : Syaifullah Amin

Kontributor : Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Syariah, Nasional KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

Jombang, KOKAM Tegal. Film “Sang Kiai” dipandang sebagai tontonan yang memiliki banyak pesan moral kepada semua kalangan. Salah satu pesan utama yang ingin disampaikan film ini adalah tentang kemandirian pesantren. 

Demikian disampaikan KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah) kepada KOKAM Tegal di kediamannya, dalem kasepuhan Pesantren Tebuireng Jombang, Kamis (13/6).

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Jangan Bebani Santri dengan Biaya Tinggi

“Kita sepakat bahwa jangan sampai pesantren di tanah air membebani biaya terlalu tinggi kepada para santri,” terang Gus Solah.

Namun demikian untuk jaman seperti ini, beban biaya yang harus ditanggung orang tua atau wali santri sangatlah relatif. “Bisa saja ada yang menganggap biaya pondok terlalu tinggi, atau dapat juga jumlah tersebut diangap sebagai sebuah hal yang wajar,” tandasnya. 

KOKAM Tegal

Karena dalam kesehariannya, para santri harus makan dengan menu yang memenuhi standar kesehatan. Demikian juga mereka harus dibimbing masalah agama oleh pengurus asrama, keperluan listrik, air, kebersihan lingkungan, keperluan kesehatan dan sejenisnya.

KOKAM Tegal

“Pesantren mampu menyediakan kebutuhan dasar para santri dengan biaya yang relatif terjangkau,” ungkap ayah tiga anak ini.

Pesan yang juga sangat penting dari film ini adalah soal jihad. “Bahwa jihad tidaklah sedangkal yang dipersepsikan sebagian kalangan dengan melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa,” terangnya.

Bagi alumnus ITB ini, jihad dapat dilakukan dengan diplomasi. “Bagaimana menghadapi penjajah Jepang dengan tanpa menanggalkan aqidah seperti pada film, sungguh sangat elegan,” ungkapnya. Karena itu, Gus Solah sangat sepakat dengan Presiden SBY usai menonton film ini yang menyatakan bahwa Mbah Hasyim adalah sosok yang kaya strategi. 

Karena demikian dalam pesan dari film ini, maka Gus Solah mengajak untuk berbondong-bondong menonoton. Karena bila biaya pembuatan film “Sang Kiai” bisa balik modal, maka sudah akan dibuatkan episode yang lebih panjang dan mendalam. 

“Sang sutradara sudah mempersiapkan bagaimana kisah awal pendirian Nahdlatul Ulama,“ katanya. Demikian juga Gus Solah sudah mendengarkan rencana pembuatan film kiprah para pendiri bangsa ini saat awal kemerdekaan.

“Ini film penting untuk mendekatkan generasi muda dengan para pahlawan besar di jamannya,” katanya. Karena itu, hal mendesak yang harus dilakukan adalah menonton film ini secara berjamaah sehingga akan muncul film selanjutnya dengan tema yang lebih fokus dan mendalam. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Warta, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 21 Januari 2018

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sumenep, Nu Online

Sejumlah organisasi kepemudaan memadati lantai dua Aula Utami dalam rangka mengikuti pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonisia (PC PMII) Sumenep masa khidmat 2017-2018.

Tidak semata pelantikan, kegiatan juga diisi seminar terkait pembanguna desa.

Menurut Andrian Firmansyah, forum tersebut sebagai bukti peka dan seriusnya PMII dalam mengawal pembangunan desa. "Saya mengapresiasi respon para aktifis atas isu kekinian, dan semoga senantiasa aktif mengawal ini," kata Ketua PC PMII Sumenep yang baru dilantik tersebut.

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Sumenep Siap Respon Isu Kekinian

Sedangkan Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur yang diwakili Imam Bongkar, berharap agar kepengurusan yang baru dilantik benar-benar serius menjalankan amanah organisasi baik dalam hal merawat kader, mengawal kedaulatan rakyat dan kebijakan pemerintah.

Hal yang sama disampaikan mantan ketua PMII Sumenep sebelumnya, Alif Rofiq. “Tolok ukur kawalan PMII terhadap pembangunan desa tidak cukup dengan kegiatan seremonial, melainkan perlu turun langsung di setiap kebijakan kepemerintahan,” katanya.

KOKAM Tegal

Pelantikan dihadiri sejumlah senior dan sejumlah Ketua PC PMII Sumenep dari masa kemasa. Juga terlihat perwakilan dari HMI, IPNU, IMM, IPPNU, GP Ansor, GMNI, sebagian pejabat, serta bupati, A Buya Busyro Karim. (Misno/Ibnu Nawawi).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Nusantara, AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Jakarta, KOKAM Tegal. Koordinasi dan komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan roda organisasi. PBNU mengundang seluruh pengurus wilayah NU untuk membahas berbagai permasalahan bangsa dan kinerja organisasi.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi yang memimpin rapat tersebut mengingatkan kepada pada pengurus wilayah agar berhati-hati terhadap tumbuhnya berbagai gerakan yang tumbuh bak jamur di musim hujan pasca reformasi. Bukan hanya gerakan Islam radikal atau Islam liberal, gerakan komunis dengan motif ingin melakukan balas dendam juga perlu mendapat perhatian.

Sementara itu dalam upaya perbaikan manajemen, PBNU meminta seluruh wilayah mengadakan konsolidasi pengurus wilayah dan mengadakan rapat kerja yang juga menghadirkan pengurus PBNU. Dari hasil program yang dihasilkan tersebut, pada akhir tahun 2007 diharapkan sudah dapat dievaluasi hasilnya. “Saya minta hari ini juga para pengurus wilayah sudah bisa menetapkan kapan raker tersebut diadakan,” tuturnya.

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Koordinasi, PBNU Kumpulkan Seluruh PWNU

Untuk mengefektifkan jalannya organisasi Kyai Hasyim meminta lembaga-lembaga terpenting dahulu yang dimaksimalkan perannya seperti lembaga hukum, lembaga dakwah, lembaga kesehatan, lembaga maarif, dan lembaga wakaf. “Pada umumnya lembaga-lembaga ini macet,” kritiknya kepada para ketua wilayah tersebut.

Salah satu program yang akan dijalankan adalah penataran bagi para syuriah. “Saya diperintah oleh wakil rais aam menatar para syuriah. Ternyata syuriah ini harus ditata, menurut syuriah sendiri,” tandasnya.

Sementara itu Sekjen PBNU Endang Turmudi menjelaskan bahwa saat ini PBNU sudah menjalin kerjasama dengan 18 institusi dalam bentuk MoU. Sebagian dari MoU tersebut memungkinkan wilayah atau cabang yang memiliki potensi untuk terlibat dalam program yang dijalankan seperti dengan Pertamina, Debudpar dan Departemen Kehutanan dan lainnya.

KOKAM Tegal

Wakil bendahara Sirojul Munir meminta agar wilayah-wilayah NU menerapkan sistem keuangan yang transparan dan akuntable sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan modern. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat organisasi semakin sehat.

Sirojul yang juga tim kerjasama dengan Pertamina juga memberi kesempatan kepada daerah-daerah yang memiliki aset tanah di lokasi yang strategis untuk dimanfaatkan menjadi pompa bensin. Kerjasama ini untuk memudahkan proses perizinan ke Pertamina karena langsung diurus oleh PBNU.

Tawaran kerjasama juga datang dari PT Telkom dimana wilayah atau cabang yang memiliki tanah di lokasi yang akan dijadikan BTS untuk disewa atau kalau mau dijual. “Kita harus sering-sering komunikasi, apa potensi yang dimiliki daerah yang bisa kita kerjakan,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Wasekjen PBNU Anas Taher yang saat ini sedang melakukan inventarisasi ranting diseluruh Indonesia meminta agar seluruh wilayah dan cabang mendukung program ini. “Kalau ditanya orang, kita tidak bisa menjawab, berapa jumlah warga NU sebenarnya. Dengan program ini diharapkan kita memiliki database warga kita,” tuturnya.

Saat ini PBNU sudah mencetak 25 ribu formulir untuk diisi oleh ranting-ranting tentang database mereka yang mencakup kedudukan dan kepengurusannya. Formulir ini akan dibagikan melalui cabang-cabang dan akan diteruskan ke bawah. “Dan jangan lupa, ini jangan sampai tidak dikembalikan,” pintanya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Anti Hoax, Nasional KOKAM Tegal

Masyarakat Dunia Maya, Puasa dan Razia

Oleh Fathoni Ahmad

Dewasa ini tidak bisa dipungkiri bahwa dunia maya, era di mana interaksi sosial terjadi melalui koneksi internet melekat kepada dua generasi sekaligus, yakni Digital Native dan Digital Immigrant. Peran dua generasi tersebut saling melengkapi ketika generasi sekarang (Digital Native) mengisi dunia maya dengan berbagai ekspresi kekinian yang kerap kali disebut alay, kemudian dinetralkan oleh generasi tua yang baru beralih ke dunia internet (Digital Immigrant) dengan postingan yang berupaya menginternalisasi nilai-nilai luhur zaman dulu, terutama melalui media sosial.

Media sosial dalam berbagai bentuk atau channel, baik Facebook, Twitter, Instagram, Path, BBM, WhatsApp, Google Plus, Youtube, dan lain sebagainya digunakan oleh Netizen (masyarakat dunia maya) untuk melakukan interaksi sosial, baik berbagi informasi atau sekadar menyampaikan keluh kesah dan kegalauan. Proses interaksi sosial lewat dunia maya ini terjadi setiap detik. Bahkan salah satu analis media sosial mencatat bahwa Indonesia termasuk negara dengan interaksi sosial tertinggi di dunia per detik dalam penggunaan dunia maya khususnya media sosial.

Masyarakat Dunia Maya, Puasa dan Razia (Sumber Gambar : Nu Online)
Masyarakat Dunia Maya, Puasa dan Razia (Sumber Gambar : Nu Online)

Masyarakat Dunia Maya, Puasa dan Razia

Lalu konten materi apa yang sering menjadi lalu lintas terpadat di dunia maya? Penulis mencatat bahwa mayoritas Netizen menyukai tulisan inspiratif dan konten keagamaan. Kurangnya pengetahuan agama dan keagamaan kerap kali membuat masyarakat dunia maya terjebak sehingga tidak jarang berdampak pada watak keras, sikap radikal, mudah menyalahkan, membatasi diri dari kehidupan sosial hingga pada titik kulminasi melalukan tindak kekerasan atas nama agama.?

Terkait dengan konten keagamaan yang terus menjadi primadona dalam kehidupan media sosial, momen Ramadhan atau bulan puasa juga dijadikan instrumen menyebarkan berbagai inspirasi keagamaan hingga wacana kontroversi berbagai hal yang berkaitan dengan puasa. Level dunia maya yang tadinya lekat (inheren) dengan religiusitas naik intensitasnya menjadi lebih religius.?

Namun demikian, kondisi inheren ini tidak dibarengi dengan koherensi, yakni usaha mewujudkan keseimbangan sosial dengan sikap saling menghormati. Seakan pemahaman agama seseorang berdiri sendiri sehingga seolah berhak melakukan tindakan semena-mena dengan dalih menghormati bulan Ramadhan seperti aksi sweeping, melarang orang berjualan di siang hari yang dapat mengganggu kekhusyuan puasa umat muslim, dan tindakan-tindakan serupa. Materi ini yang menjadi salah satu menu di dunia maya tiap momen Ramadhan tiba. Selain dialektika penetapan awal puasa dengan metode rukyat maupun hisab.

KOKAM Tegal

Soal warung buka di siang hari yang dianggap bisa membuat orang tergoda, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur memberi wejangan bahwa “jika kita merasa Muslim terhormat, maka kita akan berpuasa dengan menghormati orang yang tidak berpuasa.” Puasa maupun tidak puasa merupakan pilihan setiap individu karena urusannya langsung kepada Allah. Namun, Gus Dur juga menekankan kepada setiap muslim agar tetap menyampaikan dakwah yang baik, artinya dakwah yang mengajak, bukan mengejek apalagi menginjak. Hal ini justru dapat memberikan refleksi penyadaran diri kepada setiap individu bahwa dirinya adalah seorang Muslim yang terkena kewajiban berpuasa.

Kewajiban puasa merupakan ranah agama yang dibebankan kepada setiap individu yang sudah mukallaf. Mukallaf ini bukan tidak tahu hukum jika tidak melakukan puasa, tetapi dia memilih untuk tidak berpuasa tentu dengan menanggung kewajiban tersebut. Sebab itu, harus dihormati oleh individu lain sebagai sebuah pilihan karena tanggungan orang yang tidak melakukan puasa langsung berkaitan dengan Allah. Jadi jika ada warung yang buka di siang hari, lalu dirazia oleh pemerintah dalam hal ini Satpol PP, tentu langkah seperti ini justru di luar koridor pemerintah.?

Jika berjualan di siang hari dapat menuai kesejahteraan bagi si penjual, pemerintah wajib mendukung jika mempunyai misi mewujudkan kesejahteraan rakyat, bukan malah merazia karena alasan mengganggu orang yang sedang berpuasa. Perlu dicatat, seseorang yang sungguh-sungguh berniat puasa, tidak akan tergoda sedikitpun meski warung atau restoran ramai-ramai memamerkan menu makanannya tanpa ditutup tirai.

Media sosial dan kebaikan puasa?

KOKAM Tegal

Kembali ke dunia maya, momen bulan puasa tetap harus menjadi renungan bersama terkait aktivitas di media sosial atau di berbagai channel dunia maya secara keseluruhan. Hal ini tentu mempunyai korelasi bahwa kehidupan media sosial yang mempunyai karakter liar dan anarkis karena faktor interaksi sosial tidak langsung (indirect social interaction). Interaksi jenis ini kerap menimbulkan konflik horisontal yang berdampak pada kehidupan nyata karena media sosial juga dapat menciptakan kondisi nyata dalam kehidupan setiap individu maupun kelompok.

Netizen sebagai warga dunia maya juga mempunyai peran menciptakan kondisi yang baik dan tenang di bulan puasa. Perspektif dunia maya yang dapat menciptakan inspirasi dan gerakan di dunia nyata ini dapat dijadikan ladang dakwah oleh setiap individu untuk menciptakan ketenteraman di bulan puasa. Media sosial dan dunia maya tidak sepatut dan selayaknya didominasi oleh informasi dan berbagai konten negatif secara tekstual maupun verbal. Hal ini tentu harus diwujudkan setiap hari tidak hanya pada momen bulan puasa sehingga dapat menciptakan keseimbangan sosial (social equilibrium).

Untuk dapat meniciptakan kondisi tersebut, harus ada upaya dari setiap individu sebagai subjek dunia maya untuk setia pada informasi-informasi positif. Misal dengan mengakses berbagai channel dan portal dari berbagai media, baik cetak, online, visual, dan audio visual yang menyediakan konten-konten positif untuk menciptakan keseimbangan sosial tersebut. Paradigma ini persis seperti ngaji pasaran yang dilakukan di berbagai pesantren, madrasah, majelis taklim, masjid, dan mushola. Bedanya pengakses media sosial bisa langsung membagikan informasi positif tersebut ke sesama pengguna secara viral.

Jangan dikira menciptakan kebaikan di media sosial tidak diganjar pahala, karena terbukti interkasi di dunia maya dapat menciptakan kondisi di dunia nyata. Di titik inilah kebaikan bulan puasa dapat kita wujudkan secara menyeluruh (komprehensif) di berbagai media kehidupan, termasuk di media sosial agar ibadah puasa tidak hanya sekadar ritual, tetapi juga mampu menciptakan dampak (impact) positif di tengah kehidupan digital maupun natural (nyata).***

Penulis adalah Pengajar di STAINU Jakarta.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

Perbincangan Rasulullah SAW Usai Shalat Gerhana

Saat gerhana terjadi di masa Nabi, banyak orang mengaitkan fenomena itu dengan wafatnya Ibrahim, putra Rasulullah SAW. Ia adalah putra kesayangan Nabi Muhammad. Dugaan ini langsung dibantah oleh Rasulullah SAW sembari menjelaskan bahwa kejadian gerhana tidak ada kaitannya dengan kematian dan kehidupan siapa pun.

Gerhana hanyalah fenomena alam biasa, yang terjadi atas kehendak Sang Pencipta Alam. “Apabila kalian mendapati fenomena ini, ingatlah Allah,” demikian pesan Nabi Muhammad SAW, (HR Al-Bukhari dan Muslim).

Perbincangan Rasulullah SAW Usai Shalat Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)
Perbincangan Rasulullah SAW Usai Shalat Gerhana (Sumber Gambar : Nu Online)

Perbincangan Rasulullah SAW Usai Shalat Gerhana

Di antara media paling baik untuk mengingat Allah ialah shalat. Makanya shalat gerhana sangat dianjurkan, sunah mu’akkad. Bahkan makruh meninggalkannya. Usai shalat, menurut Madzhab Syafi’i disunahkan dua khotbah, laiknya khotbah hari raya (‘Idul Fitri dan ‘Idul Adlha).

Seketika selesai shalat gerhana, Nabi Muhammad SAW menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para sahabatnya. Mungkin obrolan ini dimulai setelah Nabi melaksanakan khotbah. Hasil obrolan itu terekam baik dalam Shahih Muslim. Kisah ini diceritakan oleh Ibnu ‘Abbas yang turut hadir mengikuti shalat gerhana bersama Rasulullah SAW. Berikut petikan obrolannya,

KOKAM Tegal

?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ?: ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ?.

KOKAM Tegal

Artinya, “Wahai Rasulullah, kami melihat engkau sepertinya mendapatkan sesuatu di tempat anda berdiri ini. Kami juga melihat Anda menahan kedua tangan?” tanya sahabat.

 “Sesungguhnya aku melihat surga. Aku mendapati satu tandan darinya. Sekiranya Kuambil, niscaya kalian akan memakannya selama dunia ini berputar. Aku juga melihat neraka, sebuah pemandangan mengerikan yang belum pernah kusaksikan sebelumnya. Kulihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita,” kata Rasulullah SAW.

“Apa sebabnya?”

“Lantaran kekufuran mereka,” jawab Rasul.

“Apakah mereka kufur kepada Allah?”

“Mereka kufur terhadap suaminya dan mengingkari kebaikannya. Andaikan kalian berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka sepanjang zaman, lalu dia mendapati satu kekuranganmu, ia akan mengatakan, ‘Saya belum pernah melihat kebaikanmu sama sekali,’” kata Rasul.

Obrolan ini memiliki makna yang sangat dalam, terutama bagi kaum perempuan. Ternyata kufur tidak hanya terhadap Allah SWT, tetapi ada juga yang ditujukan kepada suami. Dua jenis kufur ini termasuk perbuatan yang tidak baik.

Sepantasnya seorang istri menghargai setiap jerih payah dan usaha suaminya. Karena bagaimana pun mereka sudah bersusah-payah banting tulang demi kebahagian seorang istri. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah

Boyolali,KOKAM Tegal. Sebagai bentuk kepedulian kepada sesama, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Sawit mengadakan kegiatan sosial donor darah bertempat di Masjid Al-Ikhsan Desa Soka, Sawit, Kabupaten Boyolali, Rabu (24/9).

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Sosial, GP Ansor Sawit Adakan Donor Darah

Menurut Ketua Ansor Sawit Munshorif kepedulian sosial tersebut sekaligus menjadi cara untuk mendekatkan Ansor kepada masyarakat.“Alhamdulillah, dari anggota banom (Ansor, Muslimat dan Fatayat) dan masyarakat, banyak yang berminat untuk ikut mendonorkan darah mereka,” kata Munshorif, saat ditemui KOKAM Tegal di sela acara.

Usai acara donor darah, kegiatan dilanjutkan dengan acara pengajian Majelis Sholawat Rijalul Ansor yang diselenggarakan pada malam harinya. Dalam kesempatan itu, para jamaah mendengarkan tausiyah dari Rais Syuriyah MWCNU Sawit Kiai Joko Parwoto, yang menerangkan tentang keutamaan berzikikir.

KOKAM Tegal

“Zikir dibaca keras maupun pelan, sama bagusnya. Seperti yang dibaca pada malam ini, kita berzikir dengan keras untuk syiar, jangan kalah sama dangdutan,” tutur pengasuh Pesantren I’jazul Qur’an itu.

Dijelaskan lebih lanjut, mengutip di dalam kitab minahussaniyah dianjurkan untuk istiqomah dalam berzikir. “Yang penting istiqomah dalam berzikir. Walaupun ketika berzikir, terkadang hati kita lupa, itu lebih baik daripada tidak berzikir sama sekali,” jelas Kiai Joko. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Nasional KOKAM Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Jakarta, KOKAM Tegal

Rukyatul hilal bil fi’li atau observasi hilal di lapangan untuk penentuan awal Ramadhan 1431 H akan diadakan Selasa (10/8) hari ini bertepatan dengan tanggal 29 sya’ban 1431 H.



Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Rukyatul Hilal Diadakan Hari ini

Perdasarkan hasil hisab Lajnah Falakiyah dalam almanak PBNU untuk markas Jakarta, ijtima’ terjadi pada Selasa pukul 10.08 WIB. Hilal berada 4 derajat 13 menit di sebelah selatan matahari pada ketinggian 2 derajat 22 menit dalam posisi miring ke selatan dan berada di atas ufuk selama 11 menit 46 detik.

Berdasarkan data hisab itu, hilal mungkin dapat dirukyat karena berada di atas standar imkanur rukyat (visibilitas pengamatan) yang telah disepakati oleh negara-negara anggota MABIM (Indonesia, Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.

KOKAM Tegal

Namun kepastian awal bulan masih menunggu hasil rukyat ini, karena dalam ketinggian tersebut itu hilal masih sangat sulit dirukyat, atau masih berada di batas minimal visibilitas pengamatan.

KOKAM Tegal

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, rukyatul hilal bil fi’li akan diadakan di sembilan puluh titik lokasi rukyah yang strategis di seluruh Indonesia di bawah koordinasi Lajnah Falakiyah PBNU.

“Rukyah akan dilaksanakan oleh seratus dua puluh perukyah bersertifikat nasional di samping para alim ulama ahli rukyah, ahli hisab, nahdliyyin dan pesantren setempat, serta bekerja sama dengan instansi terkait,” kata Kiai Ghazali kepada KOKAM Tegal.

Ditambahkan, Lajnah Falakiyah PBNU juga akan menerjunkan sebagian anggota pengurus untuk memantau langsung pelaksanaan rukyat di lapangan.

Hasil penyelenggaraan rukyatul hilal bil fi’li dilaporkan kepada PBNU dan Departemen Agama dengan kriteria-kriteria yang ditentukan, baik secara syar’i, astronomis maupun secara teknis administratif. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, AlaSantri KOKAM Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Pontianak, KOKAM Tegal. Puluhan aktivis PMII IAIN Pontianak mengadakan rihlah spiritual pada Ahad (26/4). Pada kegiatan yang dirancang sebagai refleksi peringatan harlah ke-55 PMII ini, mereka mengunjungi sejumlah makam Islam bersejarah terutama penyebar Islam di Kalbar.

Mereka mendatangi kompleks pemakaman Kesultanan Qadriyah di Pontianak. Mereka menziarahi makam KH Fathul Baari, salah seorang penyebar agama Islam asal Madura di Peniraman, hingga Makam Opu Daeng Manambon di Mempawah.

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII IAIN Pontianak Ziarahi Makam Islam Bersejarah

Di sela-sela kegiatan, mereka membaca Yasin dan tahlil serta mengenang jasa-jasa mereka khususnya dalam penyebaran agama Islam di Kalimantan Barat.

KOKAM Tegal

Ketua PMII IAIN Pontianak Tiyono menyampaikan, “Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan soliditas dan solidaritas antarsesama kader PMII. Rihlah spiritual ini diharapkan menjadi wadah aktivis PMII IAIN Pontianak untuk kembali mengenang jasa-jasa para ulama dan sultan yang telah menyebarkan agama Islam khususnya di Kalimantan Barat.”

Ini tentunya merupakan komitmen PMII sebagai wadah organisasi kemahasiswaan yang tetap komitmen menjaga tradisi Islam Aswaja, tandas Tiyono. (Ahmad Fauzi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah, Nasional, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Bojonegoro, KOKAM Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Festival Keanekaragaman Makanan dan Minuman Berbahan Baku Lokal, Ahad (12/3). Acara berlangsung meriah di Balai Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor.

Sejak pagi, perwakilan masing-masing peserta sudah berdatangan secara kelompok dari ranting desa-desa yang ada di Kecamatan Kanor. Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Ketua PAC Fatayat NU Kanor Hj. Enik Suswatin menjelaskan, hampir semua ranting di Kecamatan Kanor mengikuti festival ini. Mereka saling berkompetisi secara sehat dalam hal menghasilkan produk masakan. "Untuk juaranya nanti akan dikirim ke tingkat cabang yang akan digelar festival serupa di akhir Maret nanti," jelas Enik.

KOKAM Tegal

Ditambahkan, selama ini kader Fatayat NU juga menjadi penopang keluarga melalui masakannya. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini potensi lokal di masing-masing desa yang selama ini belum tergarap maksimal bisa lebih menonjol. Bahan-bahan lokal bisa dijadikan makanan dan minuman yang lezat, unik, dan memiliki daya jual tinggi. Sehingga, katanya, keterampilan masak tersebut bisa menjadikan kader produktif dan mandiri.

Sementara itu Kepala Desa Nglarangan Abdul Wahid mengaku sangat bangga Balai Desa Nglarangan dipakai acara Fatayat NU. Sebab, organisasi sebesar Fatayat NU cukup bisa membuat masyarakat lebih maju dan berdaya saing. "Sehingga makanan yang dihidangkan ke anak-anak bisa lebih bergizi dan sehat. Apalagi, bahan yang dipakai memasak adalah dari lokal," tegasnya.

KOKAM Tegal

Camat Kanor Subiyono menjelaskan, festival masakan kali ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan. Sebab, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) harus terus didukung semua pihak. Terutama seperti organisasi Fatayat NU yang sangat luar biasa dengan masakan khas berbahan lokal.

"Masakan dengan bahan lokal tidak kalah gizinya oleh bahan internasional. Jadi perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan, agar generasi mendatang lebih sehat dan cerdas," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Nasional, Quote KOKAM Tegal

Jumat, 03 November 2017

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia

Jember, KOKAM Tegal

Katib Syuriyah PCNU Jember Kiai M. N Harisudin yang juga Dosen Pasca Sarjana IAIN Jember menjelaskan bahwa Islam Nusantara merupakan Islam yang hidup dan berkembang di Nusantara.

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Moderat dan Inklusif, Islam Nusantara Layak Jadi Episentrum Peradaban Dunia

"Bukan Islam yang hidup dan berkembang dari Nusantara, atau juga bukan Islam yang tumbuh dan berkembang untuk Nusantara. Jadi, Islam Nusantara adalah Islam yang tumbuh dan berkembang di Nusantara yang memiliki karakter inklusif dan moderat,” imbuhnya.

Ia menyampaikan hal itu dalam diskusi rutin yang diselesenggarakan Eksan Institute di Markas Eksan Institute, Perum Milenia Mangli Jember, Jawa Timur, Sabtu (12/3). Kegiatan diawali dengan jalan santai bersama yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang dihadiri tak kurang 150 peserta dari berbagai kalangan muda, antara lain HMI, PMII, IPNU, IPPNU, Fatayat NU, Muslimat NU, dan sebagainya. Pembicara lainnya adalah Ketua DPC Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Jawa Timur Moh Eksan.

KOKAM Tegal

Menurut Kiai Harisudin, kehadiran Islam Nusantara, menjadi "hipnotis" tersendiri dalam spektrum peradaban dunia. Bahkan, pengasuh Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember ini setuju dengan pendapatnya Prof Abdul Karim yang menyebutkan bahwa Islam Nusantara akan menjadi daerah paling cerah dalam dunia Islam.

Demikian ini karena kehidupan mayoritas muslim di Timur Tengah, Benua Kecil lndia, Afrika Utara, dan Afrika Tengah, sedang terhimpit konflik dan keganasan. Tak heran, seperti disampaikan oleh Prof Nur Syam, Sekjen Kemenag RI, saat acara di Malang, Wapres Jususf Kalla di tahun 2016 menolak pengiriman mahasiswa Indonesia ke Timur Tengah, karena hanya akan belajar konflik dan konflik belaka.

KOKAM Tegal

“Dengan demikian, kiblat peradaban Islam bukan lagi Timur Tengah, tapi Indonesia. Indonesia layak untuk jadi episentrum peradaban dunia. Dari segala aspek, Indonesia paling? layak di seluruh dunia. Layaknya ini ya karena tawaran Islam Nusantara yang inklusif, toleran dan juga moderat,” kata Kiai Harisudin yang juga Wakil Ketua Lembaga Ta’lif wa an-Nasyr NU Jawa Timur tersebut.

Ciri Islam Nusantara

Lebih lanjut, Kiai Harisudin juga menyebut ciri Islam Nusantara. Setidaknya, ada beberapa ciri Islam Nusantara. Yaitu, pertama, adanya pengalaman sejarah yang panjang. Kedua, ide pribumisasi Islam. Ketiga penghargaan dan keteguhan terhadap kearifan lokal.

“Keempat, adanya institusi atau kelompok yang mengedepankan wacana Islam Inklusif dan toleran. Kelima, peran Ormas dan para pemikir muslim Indonesia yang membebaskan dan juga mencerahkan," jelas kiai muda yang juga Kaprodi Hukum Tata Negara dan Hukum Pidana Islam di Fakultas Syari’ah IAIN Jember tersebut.

Islam Nusantara, menurut Kiai Harisudin, akan terus berdialektika dengan sejarah sosial umat Islam di Indonesia. Islam Nusantara bisa menerima perubahan sepanjang ada ‘illat (alasan darar) perubahan itu sendiri. “Jadi, Islam Nusantara tidak berhenti di sini dan saat ini. Islam Nusantara akan terus melakukan evaluasi diri secara terus menerus untuk menyuguhkan yang terbaik dalam peradaban dunia,” tutur pengurus Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Jember tersebut. ?

Pada kesempatan yang sama, Moch Eksan menyampaikan bahwa tema Islam Nusantara muncul bersamaan dengan agenda muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Agustus? 2015 yang silam. Tema ini, menurut aktivis muda PCNU Jember ini, merupakan tawaran paradigma keberagamaan, baik dari sisi manhajul fikr (metode berpikir) maupun manhajul ‘amal (metode bertindak). NU menawarkan Islam Nusantara ini sebagai hasil dari dialektika intelektualisme dan sosial kultural antara NU dan Indonesia.

Sebagai sebuah tawaran, tambah Eksan, Islam Nusantara ini didukung sekaligus juga ditentang. Hal tersebut, menurut anggota DPRD Jatim ini, satu hal yang wajar sebagai konsekuensi logis dari dinamika diskursus keislaman Indonesia kontemporer yang terbuka dan demokratis. Para intelektual Islam NU barang tentu banyak yang mendukung.

"Bahkan tokoh-tokoh sekaliber Prof Dr. Quraish Shihab, M.A., Prof. Dr. Azyumardi Azra, M.A, juga mengamini tawaran NU ini. Tak kurang juga seorang Islamis Indonesianis asal belanda Prof. Dr. Martin Van Brussen, M.A. mengapresiasi tawaran NU dalam mengembangkan Islam damai, santun, dan anti kekerasan," tandasnya.

Selain banyak dukungan di atas, juga terdapat kelompok dan tokoh yang menentang. Semisal Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Front Pembela Islam (FPI). HTI memandang bahwa tawaran Islam Nusantara NU tidaklah fair dengan membanding-bandingkan negara Indonesia dan negara Timur Tengah hari ini. Kondisi yang bertolak belakang antara Indonesia dan negara Timur Tengah merupakan bagian dari skenario skularisme global.

FPI bukan hanya menentang tapi juga mengecam Islam Nusantara sebagai cara berfikir yang sesat menyesatkan. Habib Rizieq menuding bahwa Islam Nusantara itu tak lebih dari propaganda dari Zionis yang berisi gerakan pemikiran dan gerakan sosial yang anti-Islam. Ia mencurigai, semula memang anti-Arab tapi berujung anti-Islam. (Anwari/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Nasional, Daerah KOKAM Tegal

Rabu, 01 November 2017

Latihan Kepemimpinan Diselenggarakan di Pesantren KH Sahal Mahfudh

Pati, KOKAM Tegal. Himpunan Siswa Mathali’ul Falah (HSM) Desa Kajen Kecamatan Margoyoso Kabupaten Pati mengadakan Training of Organization atau Latihan Dasar Kepemimpinan siswa selama dua hari, Jum’at Sabtu (11-12/1).

Melalui kegiatan itu, Ketua HSM Muhammad Alfi Shofa A’yuni mengatakan siswa diharapkan mampu merencanakan program–program dengan baik dan benar, juga mendapatkan bekal berharga untuk berkiprah di sekolah dan masyarakat. Terlebih dalam hal ketangguhan untuk memimpin organisasi dan pengelolaannya.

Latihan Kepemimpinan Diselenggarakan di Pesantren KH Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)
Latihan Kepemimpinan Diselenggarakan di Pesantren KH Sahal Mahfudh (Sumber Gambar : Nu Online)

Latihan Kepemimpinan Diselenggarakan di Pesantren KH Sahal Mahfudh

Dalam kegiatan itu, HSM bekerjasama dengan El Madani Training Center PC IPNU IPPNU Pati. Untuk mengatasi kejenuhan, diterapkan metode pelatihan menyenangkan. Bahkan latihan kepemimpinan ini dirangkai dengan kegiatan di luar ruangan. 

KOKAM Tegal

“Dengan terlaksananya Training Of Organization ini juga untuk mempersiapkan seluruh peserta bisa menjadi kader baru bagi kepengurusan HSM yang akan datang. Sehingga mampu dan siap menjalankan semua program kegiatan organisasi siswa dengan baik, nantinya,” ujar Ketua HSM Muhammad Alfi Shofa A’yuni. 

KOKAM Tegal

Pelatihan yang diadakan di Auditorium Pondok Pesantren Maslakhul Huda Kajen Margoyoso Pati yang diasuh oleh K.H. MA. Sahal Mahfudz itu, diikuti 35 siswa. Mereka mendapatkan materi Motivasi Organisasi oleh M. Khoiruddin, Manajemen Organisasi oleh Munawir Aziz, Kepemimpinan oleh Imam Rifa’i, dan Rencana Penyusunan Program Kerja oleh Muhammad Mubarok dan di fasilitatori oleh Muhammad Ma’shum. 

Ketua PC IPNU PATI Muhammad Mubarok mengatakan, pelatihan seperti ini belakangan kerap dilakukan di banyak Sekolah dan Madrasah. Karena tujuan pendidikan bukan sebatas mencetak generasi yang berprestasi dalam akademik, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional sehingga diharapkan mampu menjadi pemimpin militan di masa depan. 

“Kami berterima kasih atas kerjasama ini. Semoga kedepan bisa terjalin terus demi membantu siswa menjadi generasi unggul, berpotensi dan berani memimpin di masa depan,” lanjut Alfi.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muhamad Zakka

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Sukabumi, KOKAM Tegal?

Hawa dingin gunung Gede menusuk dasar sumsum. Tatkala masayarakat Nagrog terlelap, santri-santri Pondok Pesantren Azzainiyah melek. Mereka menekuri kitab kuning, menghinggapi satu demi satu jalinan kalimat mirip barisan semut hitam. Dalam istilah pesantren Sunda, mereka sedang ngalogat.?

Ngalogat atau memaknai kitab-kitab kuning tersebut merupakan aktivitas sehari-hari para santri Azzainiyyah yang terletak di Desa Nagrog Sinar Barokah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Namun, pada bulan Ramadhan, jadwal diperketat dan jumlah kitab ditambah.

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam “Menu” Pasaran di Pesantren Azzainiyyah

Menurut salah seorang pengajar Azzainiyyah KH Aang Abdullah Zein, pada bulan Ramadhan, beragam kitab dikaji para santri mulai Al-Quran, dan beragam disiplin ilmu semisal tata bahasa Arab atau nahwu dan sharaf, balaghah dan mantiq, serta tauhid, fiqih, dan tasawuf. ?

KOKAM Tegal

Ia menerangkkan, santri Azzainiyah terdiri dari 3 tingkatan, yaitu persiapan, kelas satu, dua, dan tiga. Tingkat persiapan belajar membaca Al-Quran. Kelas satu mengaji Al-Jurumiyah, Kailani, Tijan, Safinah Naja, Sulam Taufiq, Ta’limul Mutaalim. Kelas dua Jauhar Maknun, Sulam Nauraq, Alfiyah Ibnu Malik. Sementara kelas 3 mengaji Al-Hikam.?

KOKAM Tegal

Kelas tiga yang mengaji karya masyhur Ibnu Athoillah tersebut langsung dibawah bimbingan Pengasuh Pesantren Azzainiyyah KH Zezen Zainal Abidin Bazul Asyhab, kiai yang juga Wakil Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Barat dan salah seorang rais di Jam’iyyah Tariqah Muktabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) di tingkat pusat.?

“Pengajian tersebut digelar di beberapa tempat sesuai kelas masing-masing di komplek pesantren Azzainiyyah,” kata Ajengan Aang kepada KOKAM Tegal Selasa malam, (16/7).

Pengajian bulan Ramadhan tersebut atau pasaran di Pesantren Azzainiyyah, selain diikuti para santri pesantren tersebut, diikuti sekitar 600 santri dari pesantren luar, serta masyarakat umum.?

Dalam pantauan KOKAM Tegal, pengajian mulai digelar pukul 08.00 sampai Dhuhur. Kemudian mulai lagi pukul 13.00 sampai Ashar. Mulai lagi pukul 16.00 sampai buka puasa. Sementara malam hari dimulai selepas Tarawih hingga menjelang sahur.?

Tentu saja, tidak semua santri kuat dengan jadwal demikian. Di antara mereka ada yang tertidur di majelis ta’lim atau pergi ke pemondokan. Karena hawa dingin yang mencucuk tulang, para santri membungkus tubuh dengan jaket tebal dan serban di malam hari. Bahkan para santri tamu meggunakan kaos kaki. Bagi mereka, menyentuh air Nagrog ibarat es.

Begitu juga para pengajar, mereka digilir sesuai jadwal. Kecuali pengajian Al-Hikam, kajian tetap diasuh Ajengan Zezen dengan jadwal demikian. ?

Menurut Ajengan Zezen, pada bulan puasa “menu” pengajian diperketat atau ditambah dari biasanya karena pada Ramadhan tersebut banyak keberkahan.?

Kiai yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Sukabumi tersebut menerangkan, kajian kitab kuning tersebut ditambah dengan jadwal ketat, karena waktu para santri sendiri sangat singkat dalam mempelajarinya sehingga melalui pasaran bisa dipercepat.

Penulis: Abdullah Alawi?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Ulama, Doa KOKAM Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Probolinggo, KOKAM Tegal. Berbagai terobosan terus dilakukan oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo dalam melakukan pengkaderan. Hal ini dilakukan demi keberlangsungan organisasi pelajar NU tersebut.

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng Lembaga Pendidikan Sosialisasikan IPNU-IPPNU

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggandeng lembaga pendidikan untuk mensosialisasikan pembentukan IPNU-IPPNU kepada kalangan pelajar. Terobosan ini merupakan upaya nyata dalam rangka terus mencetak kader berkualitas demi keberlangsungan organisasi.

Ketua PC IPPNU Kota Kraksaan Nur Indah Muktamaroh mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya terus memperkuat diri sebagai organisasi kader di lingkungan NU dengan berupaya membentuk komisariat di sekolah atau madrasah.

KOKAM Tegal

“Sosialisasi pembentukan IPNU-IPPNU ini dilakukan dalam rangka penguatan organisasi disamping juga mempermudah koordinasi. Dengan banyaknya kader, maka proses regenerasi di IPNU-IPPNU akan berjalan dengan baik,” ungkapnya, Selasa (13/1).

Nur Indah Muktamaroh mengakui jika saat ini PC IPNU-IPPNU Kota Kraksaan kesulitan mencari kader yang benar-benar berkualitas dan mampu menjalankan roda organisasi dengan baik. Sebab rata-rata diantara kader NU ini tidak semua bisa terjun dalam kepengurusan karena alasan ijin dari keluarga.

KOKAM Tegal

“Salah satu upaya yang kami lakukan untuk menyiapkan dan mencetak kader militan ini adalah dengan membentuk kepengurusan komisariat sebanyak-banyaknya sebagai embrio kepengurusan selanjutnya. Jika sudah terlanjur cinta menjadi pengurus, maka nantinya secara sukarela akan bergabung menjadi pengurus di tingkat yang lebih tinggi,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali. Menurutnya, dengan dibentuknya kepengurusan di tingkat komisariat maka siswa akan aktif belajar berorganisasi.

“Setelah terbentuk, tentunya kami akan rutin melakukan pembinaan sehingga siswa bisa lebih cepat untuk mengenal dan memahami organisasi IPNU-IPPNU. Intinya di komisariat ini hanya sebatas pengenalan organisasi IPNU-IPPNU saja. Ujian sebenarnya adalah saat mereka bergabung di level ranting, anak cabang maupun cabang,” ungkapnya.

Menurut Ghazali, kepengurusan komisariat IPNU-IPPNU di sekolah dan madrasah merupakan sebuah wadah pengkaderan pengurus dengan cara menggali potensi siswa agar mau belajar berorganisasi.

“Semoga dengan dibentuknya komisariat IPNU-IPPNU, organisasi di sekolah dan madrasah akan lebih hidup lagi. Pasalnya disini siswa akan mendapatkan pengalaman yang lebih luas,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Nasional, AlaSantri KOKAM Tegal

Jumat, 22 September 2017

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya

Kendal, KOKAM Tegal. Ketua IPNU Jateng Amir Mustofa Zuhri ? melihat perjuangan NU untuk mengembangkan Islam yang rahmatan lil alamin semakin berat. Ia memandang perlunya terobosan dan pendekatan-pendekatan yang baik di tengah masyarakat. NU tidak bisa tiba-tiba bicara ideologi, tiba-tiba bicara aswaja.

"Dulu para wali berhasil melakukan dakwah di Indonesia karena mereka melakukan pendekatan kebudayaan. IPNU dan IPPNU sebagai organ pelajar NU juga harus melakukan hal yang sama jika ingin NU tetap eksis di tengah masyarakat" kata Amir Mustofa pada pelantikan IPNU dan IPPNU Kendal di gedung DPRD Kendal, Ahad (3/01) pagi.

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Kendal Diminta Lakukan Pendekatan Budaya

Senada dengan itu Ketua majelis alumni IPNU Kendal HM Makmun menyampaikan bahwa NU sebagai ormas Islam yang ramah. Jangan mudah tersulut emosi dengan kejadian yang ada di tengah umat.

KOKAM Tegal

"Seperti ketika tahun baru kemarin ada temuan terompet yang terbuat dari sampul Al-Qur’an, itu tentu menyakiti kita sebagai umat yang sangat memuliakan Al-Qur’an, tapi jangan kemudian kita lekas marah dan melupakan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah basyariah yang seharusnya tetap kita jaga" tegasnya.

Ia juga menambahkan agar IPNU IPPNU memperkuat silaturahmi dengan para kiai dan masyayikh.

KOKAM Tegal

Ketua IPNU Kendal Kholid Abdillah mengatakan, "NU harus menampilkan wajah Islam yang damai dan toleran, serta jauh dari radikalisme. Insya Allah kami jajaran IPNU dan IPPNU akan mengabdikan diri dengan program-program yang bisa mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi masyarakat dan lingkungan di Kendal.”

Sedangkan Ketua baru IPPNU Kendal Aridhatul Khusna menyampaikan bahwa dirinya dengan dukungan berbagai pihak siap melakukan perubahan-perubahan yang baik untuk IPPNU Kendal ke depan. Ia mencanangkan pangkalan data kader pelajar NU yang ada di Kendal. (Amar Alfikar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Makam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock