Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Sidoarjo, KOKAM Tegal

Dalam rangka mempersiapkan mutu lulusan, Universitas NU (UNU) Sidoarjo telah memastikan diri dengan barbagai kegiatan di antaranya dengan mengikuti seleksi Proposal Hibah Pusat Karir di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada April 2016.

Irviandi Yudhotomo, dosen UNU Sidoarjo yang mengikuti seleksi tersebut menjelaskan, Hibah Pusat Karir merupakan program dari Kemenristekdikti untuk peningkatan kualitas lulusan di sebuah perguruan tinggi. Selain itu, program Pusat Karir dapat diikuti mahasiswa tanpa ada batasan semester dan jurusan.? ?

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Artinya, apapun jurusannya dan berapapun semesternya, bagi mahasiswa yang memiliki nilai tambah berupa bakat dan minat selain jurusan yang diambil dapat dimaksimalkan potensinya di Pusat Karir. Selain itu juga untuk pematangan dan pemetaan karir melalui program Karir Kompas yang dijalankan sebelum mereka lulus.

KOKAM Tegal

"Jadi mahasiswa yang memiliki potensi lain selain jurusan yang dia ambil bisa dimaksimalkan melalui program Pusat Karir," ujar dosen yang akrab disapa Pak Irviandi itu, Senin (9/5). ?

Ia menambahkan, dengan adanya hibah tersebut peluang mahasiswa UNU Sidoarjo dalam mengembangkan karir dapat dimulai sebelum mereka lulus. Selain itu, program tersebut juga membantu mahasiswa mengurangi masa tunggu masuk dunia kerja setelah lulus –permasalahan yang masih terjadi pada lulusan perguruan tinggi.

KOKAM Tegal

Berdasar pada Nota Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Bantuan Pengembangan Layanan Pusat Karir 2016 Nomor: 642.172/B3.4/KM/PK/2016 tertanggal 25 April 2016, UNU Sidoarjo bersama Kementerian Ristekdikti akan melakukan sederetan program pembinaan karir mahasiswa selama 6 bulan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Khutbah, PonPes KOKAM Tegal

Sabtu, 17 Februari 2018

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Bojonegoro, KOKAM Tegal - Selama Ramadhan, Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor NU Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro mengadakan khataman yang dimulai, Kamis (1/7) malam. Kegiatan yang diikuti kader muda NU itu diadakan secara online yang dikoordinasikan via grup Whats App setiap saat.

Ketua GP Ansor Balen M Nafi menjelaskan, tadarus ini sudah berlangsung setiap tahun selama Ramadhan. "Pemilihan bacaan juz dibahas lewat grup Whatsh App," jelasnya.

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Balen Gelar Khataman Online Al-Quran

Selain membaca Al-Quran yang dibaca di rumahnya masing-masing, tadarus online ini juga mendidik kejujuran karena dibaca di rumahnya sendiri. "Mulai pukul 6 malam sampai jam 3 pagi," terangnya.

KOKAM Tegal

Mereka yang sudah memilih bacaan juz sebelumnya akan memberi tanda jempol jika sudah dibaca. "Kegiatan ini menjadi positif bagi pengurus Ansor Balen," tutur mantan Ketua IPNU Balen itu.

Ditambahkan, melalui grup ini mereka tidak hanya berkoordinasi tetapi juga berbagi informasi tentang keagaman tapi juga tadarusan sehingga pengurus Ansor Balen semakin solid dalam menjalankan organisasi. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal PonPes KOKAM Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Jombang, KOKAM Tegal. Bencana Longsor di Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng yang menewaskan 14 korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan juga warga Muslimat NU Setempat. Pasalnya, salah satu korban, yakni Mukhayaroh (55) merupakan Ketua Muslimat NU Ranting Ngrimbi.

Mukhayarah ditemukan telah tidak bernyawa bersama suaminya, Sunarimo (61) setelah pencarian yang dilakukan Tim gabungan dari TNI, Polri dan BASARNAS dibantu ratusan relawan, Kamis (30/1). Jasad suami istri ini ditemukan bersamaan dengan anaknya, Nurul (27) dan menantunya, Panji (32)  juga Nindi cucunya yang masih berusia 3 tahun. Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi ini ditemukan masih memegang seuntai tasbih.

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Proses evakuasi korban longsor lereng Anjasmoro ini terbilang sulit. Pasalnya, jalan setapak yang digunakan untuk jalur evakuasi licin akibat siraman hujan semalam."Jasad Mukhayaroh ditemukan pada kedalaman penggalian delapan meter. Saat ditemukan, ditangannya masih memegang tasbih. Namun pakaiannya sudah hancur, jadi tidak bisa diketahui dia memakai mukena atau tidak," kata Wakapolres Jombang Kompol Sumardji ditemui dilokasi kejadian saat evakuasi.

KOKAM Tegal

Keluarga Mukhayaroh dikenal masyarakat sebagai tokoh NU di kampungnya, Sunarimo sendiri merupakan takmir dan Imam Masjid Al Huda Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng. Sedangkan Nurul yang alumni IPPNU ini juga dikenal aktif di Fatayat NU setempat.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Jombang, Hj Aisyiah Baidlowi membenarkan bahwa Mukhayaroh adalah kader muslimat yang masih aktif. Bahkan saat ini istri dari Sunarimo itu menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi.

KOKAM Tegal

Oleh sebab itu pula, setiap pagi jamaah muslimat setempat selalu menggelar doa bersama di masjid setempat. "Ibu Mukhayaroh merupakan Ketua Muslimat Desa Ngrimbi. Dia sangat aktif di jamaah pengajian. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah, dan semua dosanya diampuni." tutur Aisyiah Baidlowi Ketua PC Muslamat NU Jombang mengatakan.

Bencana tanah longsor di Dusun Kopen berawal dari hujan disertai angin yang terus mengguyur mulai Senin (27/1) pukul 18.00 WIB kemarin. Guyuran air hujan itu baru reda sekitar pukul 01.30 WIB. Belum reda hujan yang mengguyur, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Akibatnya, 5 rumah tertimbun longsor  dan 14 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal, sedangkan 5 lainnya hingga kini masih proses pencarian. (MuslimAbdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Budaya, PonPes KOKAM Tegal

Soal FDS, Presiden Jokowi Tak Cukup Hanya Bilang Terserah

Jember, KOKAM Tegal - Program Full Day School (FDS) yang digagas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, terus menggelinding bak bola liar. Di mana-mana sejumlah elemen masyarakat dan kalangan pesantren menolak pemberlakuan FDS.

Kendati Presiden Jokowi di berbagai statemennya belakangan ini agak "melunak" dengan memberikan kebebasan pada lembaga pendidikan untuk tidak mengikuti program FDS, tapi tampaknya itu belum cukup membuat penolak FDS tenang.

Soal FDS, Presiden Jokowi Tak Cukup Hanya Bilang Terserah (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal FDS, Presiden Jokowi Tak Cukup Hanya Bilang Terserah (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal FDS, Presiden Jokowi Tak Cukup Hanya Bilang Terserah

(Baca: Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah)?

Penolakan terbaru terhadap pelaksanaan FDS datang dari ulama dan pengurus NU se-eks Karesidenan Besuki. Dalam rapat koordinasi PCNU se-eks Karesidenan? Besuki yang terdiri atas PCNU Jember, Banyuwangi, Kencong, Situbondo, dan Bondowoso di ruang pertemuan RSNU Banyuwangi, Ahad (13/8), mereka sepakat? menolak penerapan FDS.

KOKAM Tegal

Menurut perwakilan PCNU Jember Moch Kholili, selain menolak dengan sejumlah alasan, mereka juga memandang Presiden Jokowi tidak cukup hanya menyatakan bahwa lembaga pendidikan tidak wajib mengikuti program FDS, pemerintah tidak memaksakan lembaga pendidikan untuk mengikuti FDS dan sebagainya. Tetapi yang terpenting adalah harus ada keputusan tentang pencabutan peraturan FDS.

KOKAM Tegal

"Sebab, kalau lembaga di Indonesia sebagian ada yang mengikuti FDS, sebagian lagi tidak, nanti akan kacau, dan cenderung terjadi polarisasi. Presiden jangan setengah-setengah. Tak cukup hanya bilang teserah. Kalau memang ikut menolak, ya tolak. Jika memang setuju FDS, ya terapkan. Tapi kami bulat menolak FDS," kata Kholili kepada KOKAM Tegal.

Sementara itu, Koorinator PCNU se-eks Karesidenan Besuki, KH Syadid Jauhari menilai bahwa pemberlakuan FDS pada akhirnya mengancam keberlangsungan madrasah diniyah yang selama ini terbukti unggul dalam mendidik karakter anak bangsa.

"Selain itu, kami juga tidak melihat upaya penguatan karakter pada penerapan FDS tersebut," ungkapnya. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes, Ubudiyah, Nahdlatul Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

KOKAM Tegal

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Jakarta, KOKAM Tegal

Di akhir kunjungan kerjanya ke Singapura, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say di Singapura, Sabtu (16/9).

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua menteri sepakat meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM  Indonesia dan Singapura. 

"Dalam pertemuan tadi, kita sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pelatihan vokasi serta terus berupaya memperbaiki kerjasama di sektor-sektor bidang ketenagakerjaan lainnya," kata Menakerdalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/9).

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain  Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya  anggota Komite Vokasi Nasional.

KOKAM Tegal

Menaker mengatakan selama ino kerjasama di bidang pendidikan  dan pelatihan vokasi telah berjalan lebih baik. Namun dibutuhkan komitmen lebih untuk pengembangannya.

"Perlu diperkuatnya kembali kerja sama pelatihan vokasi  yang sudah dilakukan serta

komitmen membantu pembenahan kualitas Balai Latihan Kerja dengan melibatkan Kementerian dan  lembaga terkait lainnya  di Singapura," kata Hanif.

Di bidang pelatihan vokasi, kerja sama yang telah dilakukan antara lain dengan Temasek Foundation Polytechnic Singapore International (SPI), Workforce Singapura dan lembaga lainnya.

KOKAM Tegal

Bentuk kerjasamanya antara lain berupa konsep kurikulum dan upskilling instruktur vokasi, perbaikan fasilitas  dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi, pemagangan dan informasi pasar kerja.

"Kita akan undang lembaga-lembaga terkait ke Indonesia  untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelatihan vokasi di balai latihan kerja dan lembaga  pelatihan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau lembaga.

Menaker memberikan apresiasi atas pertemuan Menteri-menteri Tenaga Kerja ASEAN awal September lalu, yang sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan (K3) sebagai  bagian integral  dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Salah satu poin yang penting yang disepakati afakah  penerapan K3 di kawasan ASEAN yang menjamin bahwa setiap pekerja/ buruh baik itu pekerja lokal maupun pekerja migran berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say juga menyatakan siap mempererat kerja dalam bidang pelatihan vokasi dan bidang ketenagakerjaan dengan Indonesia dengan melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku industri di Singapura.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kedua negara harus mempersiapkan tenaga kerjanya untuk  meningkatkan keterampilan kerja dan bersiap menghadapi perubahan bentuk dan karakter pekerjaan di masa depan, kata Menteri Lim Swee.

Akhirnya, pertemuan ini diharapkan makin mempererat hubungan baik pemerintah Indonesia dan Singapura serta meningkatkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran di kedua negara. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Tradisi Lesehan Pesantren Warnai Bukber Menpora dengan IKA PMII

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi, menggelar buka puasa bersama Pengurus Besar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB IKA PMII) di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra Jakarta, Selasa (14/6) petang.?

Tradisi Lesehan Pesantren Warnai Bukber Menpora dengan IKA PMII (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Lesehan Pesantren Warnai Bukber Menpora dengan IKA PMII (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Lesehan Pesantren Warnai Bukber Menpora dengan IKA PMII

Beberapa jam setelah acara, melalui akun twitter-nya @imam_nahrawi, Menpora menulis, “Terima Kasih kpd semua sahabat alumni PMII yg telah hadir di acara buka bersama di rumah saya. #IKAPMII.”

Nurul Finza, salah satu alumni PMII yang hadir menuturkan Rabu (15/6) pagi, ada yang unik pada acara yang sebelumnya dirangkai dengan taushiah dan khataman Al-Quran ini. Yakni tata cara makan yang dihamparkan di atas lantai dengan beralaskan daun pisang.?

Sambil duduk lesehan, semua peserta yang hadir menikmati bersama-sama makanan yang tersaji yang berupa nasi liwet dengan lauk teri asin, jengkol, tempe orek, sambal dan lalapan. Tradisi ini memang menjadi ciri khas di banyak pesantren.?

KOKAM Tegal

Di PMII, Menpora antara lain menjabat sebagai Ketua PMII Rayon Tarbiyah UIN Sunan Ampel 1991-1992, Wakil Ketua PMII Komisariat UIN Sunan Ampel Surabaya 1992-1993, Ketua Umum PMII Cabang Surabaya 1995-1996, dan Ketua Umum PMII Koordinator Cabang Jawa Timur tahun 1997-1998.

Hadir juga dalam buka puasa bersama tersebut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dakiri, yang juga alumni PMII. Acara buka puasa Menpora dengan IKA PMII menjadi ajang silaturahmi dalam suasana sederhana, namun penuh kekeluargaan. (Kendi Setiawan/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal PonPes, Aswaja, Kajian Sunnah KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

KH Ahmad Djablawi Wafat

Klaten, KOKAM Tegal. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Warga Nahdliyin kembali berduka. Menyusul kepergian ulama sepuh guru Al-Qur’an KH Nawawi Abdul Aziz Desember lalu, Ahad (1/2) kemarin pukul 13.50 WIB salah seorang ahli Al-Quran dari Pesantren Al-Manshur Popongan Klaten, KH Ahmad Djablawi bin Abdul Hadi juga dipanggil oleh Allah SWT.

KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ahmad Djablawi Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ahmad Djablawi Wafat

Mbah Djablawi, begitu sapaan akrab para santri kepadanya, wafat setelah sempat dirawat di RSI Yarsis Surakarta.

Mbah Djablawi merupakan menantu pertama KH M. Muqri Kafrawi dan kakak ipar KH M. Salman Dahlawi. Sanad Al-Quran diperolehnya dari KH R. Qodir Munawwir Krapyak.

KOKAM Tegal

Menurut Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah, KH M Dian Nafi’, almarhum meninggal di usia 86 tahun, sepulang dari menjalankan ibadah umrah. “Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah. Amin,” ujarnya.

Kiai Dian yang juga menantu Alm. KH M Salman Dahlawi, yang pernah menjadi pengasuh Pesantren Al-Manshur, menjelaskan acara pemakaman akan dilaksanakan pada hari Senin (2/2) pukul 13.00 WIB di kompleks pemakaman keluarga di Pesantren Popongan Tegalgondo Klaten. (Ajie Najmuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Hikmah, Cerita, PonPes KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Kadarisman-Eni Setiawati Pimpin Pelajar NU Pamekasan

Pamekasan, KOKAM Tegal. Pimpinan cabang IPNU dan IPPNU kabupaten Pamekasan menggelar pelantikan pengurus baru masa bakti 2015-2017 di aula lantai 2 SMKN 3 Pamekasan, Ahad (15/11). Seiring dengan itu, Kadarisman dan Eni Setiawati resmi menggerakkan organisasi pelajar NU 2 tahun ke depan.

Pelantikan diformat dengan pelatihan dan motivasi. “Memperkokoh Paham Aswaja dalam menjaga Tradisi dan Dinamisasi IPNU IPPNU Untuk Bangsa,” diangkat sebagai tema utama.

Kadarisman-Eni Setiawati Pimpin Pelajar NU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kadarisman-Eni Setiawati Pimpin Pelajar NU Pamekasan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kadarisman-Eni Setiawati Pimpin Pelajar NU Pamekasan

Kadarisman menegaskan, sebagai langkah awal pihaknya akan menguatkan solidaritas di internal kepengurusan cabang. Mengaktifkan dan menghidupkan kembali 13 PAC IPNU/IPPNU yang sebagian mati sore, juga menjadi perhatian tersendiri bagi Kadarisman dan Eni Setiawati.

KOKAM Tegal

"Kami juga akan memprioritaskan program kaderisasi. Karena itu, pendidikan dan pelatihan beserta praktiknya, insya Allah punya tempat tersendiri dalam program kami ke depan," tegasnya.

Kegiatan sosial-budaya yang secara massif turun ke masyarakat juga diagendakan. Para siswa-siswi pun jadi sasaran.

KOKAM Tegal

"Pendirian ranting dan komisariat penting diketengahkan. Ini bisa terwujud melalui revitalisasi pengurus PAC IPNU dan IPPNU di 13 kecamatan," sela Eni Setiawati. (Hairul Anam/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Penelitian Naskah Kuno Masjid Agung Solo

Solo, KOKAM Tegal. Litbang Kementerian Agama (Kemenag), beberapa waktu lalu melakukan penelitian terhadap puluhan naskah kuno koleksi Masjid Agung Solo. Penelitian itu melibatkan ahli sejarah dan penghafal Quran. 

“Kami memilih objek penelitian di perpustakaan masjid ini sesuai dengan tema penelitian, yakni Penelitian Naskah Sebagai Sumber Sejarah,” kata Koordinator Peneliti Litbang Kemenag, Muhammad Wardah di sela-sela kegiatannya, beberapa waktu lalu.

Penelitian Naskah Kuno Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Penelitian Naskah Kuno Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Penelitian Naskah Kuno Masjid Agung Solo

Dijelaskan, naskah-naskah kuno yang diteliti itu sudah berumur lebih dari 50 tahun. Pada umumnya, tulisan dalam naskah itu berupa tulisan Arab tanpa harokat atau biasa disebut Arab gundul.

KOKAM Tegal

Komponen Masjid Agung juga dijadikan bahan penelitian. Penelitian Masjid Agung Solo antara lain berupa bentuk fisik bangunan berikut makna simbol-simbol yang ada di dalamnya.

“Selain naskah, kami lengkapi data pada masjidnya, seperti simbol sirap tiga tingkat, yang pastinya menggambarkan sesuatu,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain itu, karakteristik jemaah masjid, juga menjadi bahan penelitian tersendiri. Menurutnya, setiap masjid di beberapa wilayah di Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Seperti di salah satu masjid di Ternate yang melarang jemaah yang memakai sarung untuk masuk masjid. Jemaah disarankan memakai celana panjang sebelum masuk masjid.

“Mungkin di masjid ini memiliki karakteristik tersendiri, seperti pada masjid di Ternate itu,” paparnya. 

Ditambahkan, selain kompleks Masjid Agung Solo, ada juga tim lain yang melakukan penelitian serupa dengan mengambil objek berbeda. Objek yang diambil antara lain, Masjid Al Wustho Pura Mangkunegaran dan perpustakaan Keraton Solo.

 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul Ulama, PonPes KOKAM Tegal

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya

Jakarta, KOKAM Tegal. Saat ini ada dua generasi di era global berbasis digital dan internet, yaitu Digital Native dan Digital Immigrant. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pusat Studi Agama dan Nasionalisme, Surya University, Imam Malik Riduwan dalam Workshop Metode dan Best Practice mengenai Countering Violent Extremism (CVE), Rabu (9/9) di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB.

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya

Malik menjelaskan, yang diamaksud dengan Digital Native bisa dikatakan sebagai penduduk asli dunia maya. “Artinya, seseorang lahir, di mana internet sudah ada dengan beragam media sosialnya,” jelasnya.

Sedangkan Digital Immigrant, terangnya, yaitu peralihan seseorang dari dunia tanpa digital ke dunia digital. Dijelaskan Malik, bahwa kelompok ini saat lahir tidak ada internet atau generasi yang baru belakangan kenal internet. Tetapi bimbingannya sangat dibutuhkan oleh generasi Digital Native dalam menyikapi segala sesuatu yang berkembang di dunia maya.

KOKAM Tegal

Kelompok Digital Immigrant saat lahir tidak ada internet dihadapannya, kata Malik, tetapi kelompok inilah yang berkewajiban memberikan edukasi sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi negatif yang cenderung menanamkan paham radikal.

“Sebab itulah, kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan upaya dari Digital Immigrant dalam membimbing generasi muda di era digital,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Dalam sesi dua bertopik ‘Pengembangan Program CVE dalam Penguatan Toleransi dan Penanggulangan Radikalisme serta Terorisme di Indonesia’ ini menghadirkan narasumber lain, yaitu Aktivis Pendidikan Anak, Irfan Amali, Aktivis Media Sosial, Budi Trisna, dan dari Edukasi 101, Winastawan Gora Swajati, serta Herry Sudrajat dari BNPT. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes, RMI NU KOKAM Tegal

Minggu, 17 Desember 2017

SMPN 2 Ende Beri Layanan Pendidikan Agama Tanpa Diskriminasi

Jakarta, KOKAM Tegal. Layanan pendidikan agama di sekolah yang sesuai dengan agama peserta didik merupakan amanah Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 tahun 2003. Layanan pendidikan agama harus diberikan oleh guru yang seagama dengan agama siswa. Sayangnya praktik layanan agama di sekolah di masyarakat masih ada pihak-pihak yang keberatan dalam pelaksanaanya. Tentu saja ini perlu mendapat perhatian negara terkait dengan hak-hak warga negara untuk mendapatkan layanan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa. 

Kajian ini ingin melihat nuansa implementasi Undang-undang tersebut sekaligus kreativitas yang terjadi pada konteks masyarakat umat beragama tertentu. Daya dukung sosial dan budaya sangat menentukan di dalam pelaksanaan Undang-undang tersebut. Karenanya memahami konteks sosial dan budaya sekaligus proses yang terjadi dalam implementasi isi perundangan menjadi kajian yang menarik untuk dilakukan. Dalam konteks ini, kajian ini akan mengambil konteks sosial masyarakat Flores Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kabupeten Ende sebagai Pusat Keuskupan di Provinsi tersebut.

SMPN 2 Ende Beri Layanan Pendidikan Agama Tanpa Diskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
SMPN 2 Ende Beri Layanan Pendidikan Agama Tanpa Diskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

SMPN 2 Ende Beri Layanan Pendidikan Agama Tanpa Diskriminasi

Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) diketahui sebagai daerah dengan penduduk yang mayoritas beragama Katholik. Jumlah mayoritas Katholik tidak hanya di Pulau Flores, tetapi di tingkat Provinsi pemeluk Katholik juga memiliki jumlah penganut yang terbanyak, yaitu 56,28 %. Di tingkat provinsi prosentase umat beragama secara berturut-turut Katolik (56,28 %), Protestan (34,21 %) dan Islam (9,28 %). Kenyataan ini menarik perhatian untuk dilihat praktik  layanan pendidikan agama pada sekolah di wilayah Pulau Flores.

Tahun 2016 Balitbang Diklat Kemenag melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui salah satu model layanan pendidikan agama di sekolah, khususnya layanan pendidikan terhadap pemeluk agama minoritas. Penelitian ini merupakan pelaksanaan dari jenis penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus. Sebagai kasus ditentukan pada lembaga pendidikan SMP N 2 Ende.   

Penelitian ini awalnya ingin mencari kasus pada lembaga pendidikan swasta yang berlatar belakang agama mayoritas setempat. Namun karena sekolah swasta yang berlatar belakang Katholik sesuai dengan agama mayoritas di Ende mengeluarkan kebijakan bahwa siapapun yang menimba ilmu di lembaga pendidikan tersebut harus menandatangani surat pernyataan kesediaan tidak menerima layanan pendidikan agama non Katolik, maka penelitian ini menyasar pada lembaga pendidikan berstatus negeri. Berikut beberapa penemuan dari penelitian tersebut.

KOKAM Tegal

Konteks sosial masyarakat Ende ada sekitar 75 % anak usia pendidikan dasar dan menengah yang menempuh pendidikan di Sekolah Katholik. Karena ada kebijakan bahwa di sekolah Katholik tidak memberikan layanan pendidikan agama kepada semua agama, maka terdapat banyak anak yang belum mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa.

Pada sekolah berstatus negeri, layanan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa sudah mulai dilaksanakan. Contohnya pada SMP 2 N Ende dalam rangka mendukung layanan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa, lembaga pendidikan tersebut mencoba merintis tempat ibadah bagi Katholik dan Muslim.

KOKAM Tegal

Ada sekolah swasta berlatar belakang Islam, yaitu sekolah Muhammadiyah yang muridnya banyak beragama Katolik dan Kristen yang tetap mendapatkan layanan pendidikan agama sesuai dengan agama siswa.

Dari kenyataan di atas, terdapat beberapa hal yang direkomendasikan dalam layanan pendidikan agama, yaitu setiap sekolah hendaknya memberikan layanan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik. Kemudian sekolah yang berlatar belakang agama hendaknya tidak mewajibkan untuk mempelajari agama yang bukan peserta didik anut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, PonPes KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Gus Mus: Islam Kita Bukan Islam Saudi Arabia

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri kembali menegaskan perbedaan antara muslimin Indonesia dan Arab Saudi. Meski keduanya menganut agama yang sama tapi masing-masing memiliki kekhasan budaya.

Gus Mus: Islam Kita Bukan Islam Saudi Arabia (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Islam Kita Bukan Islam Saudi Arabia (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Islam Kita Bukan Islam Saudi Arabia

“Islam kita itu ya Islam Indonesia bukan Islam Saudi Arabia, bukan berarti kalau tidak pakai jubah dan sorban Islam kita tidak diterima,” katanya saat membuka Pameran Seni Rupa Nasirun di Bentara Budaya Yogyakarta, Selasa (2/10).

Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini berpesan kepada umat Islam di Indonesia untuk meneladani Nabi Muhammad SAW secara tepat. Menurut dia, Nabi termasuk pribadi yang menghargai tradisi setempat dan berperangai menyenangkan.

KOKAM Tegal

“Rasulallah SAW memakai jubah, sorban dan berjenggot ya karena tradisi orang Arab seperti itu. Abu Jahal juga berpakaian yang sama, berjenggot pula. Bedanya kalau Rasul wajahnya mesem (sarat senyum) karena menghargai tradisi setempat. Nah, kalau Abu Jahal wajahnya kereng (pemarah). Silakan mau pilih yang mana?” katanya disambut gelak tawa hadirin.

Gus Mus membuka pameran yang hadir dalam bentuk tabligh seni Rubuh Rubuh Gedhang itu dengan menabuh beduk. Ia menilai, acara sejenis seharusnya diadakan bukan hanya di Yogyakarta namun juga di seluruh penjuru Nusantara. Hal ini sebagai wujud kecintaan masyarakat pribumi terhadap tradisi dan budaya di Tanah Air.

KOKAM Tegal

Turut mengisi pada acara ini dalang Wayang Suket Slamet Gundono, Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) Tegalrejo, Romo Sindunata, Kirun, Marwoto, Den baguse Ngarso, Djadug dan lainya. (Muyassaroh Hafidzoh/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, KOKAM Tegal. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

KOKAM Tegal

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

KOKAM Tegal

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, PonPes, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Jumat, 14 Juli 2017

PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya

Jakarta, KOKAM Tegal. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Gus Dur akan menyelenggarakan Muktamar III PKB pada tanggal 26-27 Desember 2010 di Surabaya. Penyelenggaraan Muktamar III PKB  ini berlandaskan pada dua pertimbangan, yaitu sebagai tertib organisasi dan amanat Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH Abdurrahman Wahid sebelum wafat bahwa Muktamar PKB harus dilaksanakan pada tahun 2010 ini.



PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

PKB Gus Dur Gelar Muktamar di Surabaya

Demikian keterangan pers yang disampaikan oleh Ketua Panitia Pelaksana Muktamar III PKB Gus Dur, H Imron Rosyadi Hamid dan Sekretaris Pantia Priyo Sambadha pada wartawan di Kantor DPP PKB Kalibata, Jakarta, Kamis (16/12).

Menurut Imron, secara tertib organisasi, status kepengurusan yang ditetapkan oleh Muktamar Luar Biasa (MLB) adalah melanjutkan periodisasi kepengurusan Muktamar sebelumnya. Hal ini berdasarkan pada jurisprudensi, dimana kepengurusan yang ditetapkan MLB PKB yang dilaksanakan di Yogyakarta tahun 2002 paripurna pada Tahun 2005.

KOKAM Tegal

Artinya, kepengurusan hasil MLB Yogyakarta pada tahun 2002 ‘hanyalah’ melanjutkan periode kepengurusan yang ditetapkan pada Muktamar I PKB di Surabaya pada tahun 2000.  Demikian pula halnya dengan kepengurusan yang ditetapkan berdasarkan MLB PKB Parung maupun MLB PKB Ancol pada tahun 2008 seharusnya paripurna pada tahun 2010.

Hal itu karena sebagai kelanjutan dari periodisasi kepengurusan yang ditetapkan oleh Muktamar II PKB yang dilaksanakan di Semarang pada tahun 2005.  Dengan demikian sudah seharusnya bahwa pada Tahun 2010 ini diselenggarakan Muktamar III PKB. Itu sebagaimana diamanatkan dalam AD/ART PKB Pasal 36 bahwa “Muktamar merupakan forum permusyawaratan tertinggi partai yang berfungsi sebagai representasi dari pemegang kedaulatan partai dan diadakan setiap 5 (lima) tahun sekali.”

KOKAM Tegal

Dan, kedua, baik saat sebelum maupun sesudah wafatnya Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), berbagai elemen dalam PKB sudah berusaha menyatukan (Islah) PKB agar bersatu dan kompak sebagai satu kekuatan politik Nahdlatul Ulama (NU). Salah satu upaya itu adalah diselenggarakannya Muktamar sebagai media islah untuk mengembalikan ruh perjuangan Partai Kebangkita Bangsa tersebut, akan tetapi pelaksanaan Muktamar gagal terwujud.  

Sementara Gus Dur sendiri dalam amanatnya pada Rapat Pleno DPP PKB yang dipimpin langsung oleh beliau pada tanggal 12 dan 24 November 2009 di DPP PKB Kalibata, menegaskan dan menetapkan bahwa Muktamar III PKB diselenggarakan pada tahun 2010. Karena itu wasiat Gus Dur tersebut harus diwujudkan. Sehingga Muktamar III ini merupakan jawaban konkret sekaligus sebagai perjuangan nyata untuk mengembalikan ruh perjuangan PKB dimaksud.

Berdasarkan dua argumentasi mendasar di atas, Panitia Nasional Muktamar III PKB mengundang seluruh DPW dan DPC PKB di seluruh Indonesia untuk mengikuti Muktamar III PKB yang akan digelar pada Ahd-Senin, 26-27 Desember 2010 di GOR Cahaya Lestari Surabaya, Jawa Timur, yang juga akan dihadiri para alim ulama NU, pendiri PKB, tokoh masyarakat dan puluhan ribu massa PKB Gus Dur.(amf)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes KOKAM Tegal

Jumat, 19 Mei 2017

Forum Mahasiswa NU Yogya Peringati Isra’ dan Mi’raj

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Forum Mahasiswa NU Yogyakarta yang terdiri atas komunitas Al-Khidmah Kampus DIY, KMNU UNY, KMNU UGM, dan Mara Air memembaca surah Yasin dan sholawat Nabi dalam rangka memperingati Isra’ dan Mi’raj di masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (27/5).

Forum Mahasiswa NU Yogya Peringati Isra’ dan Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Mahasiswa NU Yogya Peringati Isra’ dan Mi’raj (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Mahasiswa NU Yogya Peringati Isra’ dan Mi’raj

Ketua panitia Sohibi berharap, para mahasiswa NU melazimkan diri memperingati hari besar Islam seperti ini. “Semoga acara seperti ini dilaksanakan kembali oleh para mahasiswa NU” ungkapnya.

Sementara Yudian, dosen UIN Sunan Kalijaga menerangkan hikmah Isra’ dan Mi ‘raj. Menurutnya, Isra’ dan Mi’raj menunjukkan konsep manusia unggul.

KOKAM Tegal

“Manusia unggul adalah Rasulullah Saw yang secara formal tidak belajar. Nabi Muhammad bin Abdillah itu manusia biologis. Sedangkan Muhammad Rasulullah adalah fungsional, yang dapat membawa perubahan,” kata Yudian saat memberikan taushiyah.

Melalui Isra’ dan Mi’raj serta hijrah, Rasulullah SAW membuat komparasi dan transendensi. Trasenden adalah melampaui orang lain. Sementara hijrah dapat dikatakan trasendensi geografis.

KOKAM Tegal

“Kalau kita ingin menjadi orang unggul, maka harus melampaui lingkungan kita. Di samping itu, manusia yang unggul harus memperhatikan aspek transendensi geografis, gerak, dan spiritual,” lanjut Yudian.

Di akhir taushiyah, Yudian menekankan pentingnya sembahyang sunah. Rasulullah SAW ketika dihadapkan pada permasalahan, selalu mengerjakan sembahyang sunah setelah sebelumnya bershodaqah. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes KOKAM Tegal

Rabu, 22 Maret 2017

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Pencak Silat NU Pagar Nusa Kartasura menziarahi makam Sunan Bayat untuk mengawali ziarah rutin makam para wali. Mereka mengadakan istighosah di kompleks pemakaman Sunan Bayat yang lazim disebut Sunan Pandanaran di atas perbukitan Gunung Jabalkat desa Paseban kecamatan Bayat kabupaten Klaten, Selasa (2/9).

Salah seorang penanggung jawab PSNU Pagar Nusa se-Solo Raya Iman Widodo menuturkan, “Usai bulan Syawal ini kami mulai kembali kegiatan ziarah yang memang menjadi agenda rutin PSNU Pagar Nusa Solo Raya.”

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Kartasura Gelar Istighotsah di Makam Sunan Bayat

Ziarah, Iman melanjutkan, dipilih sebagai salah satu agenda rutin untuk lebih mengakrabkan para generasi muda NU dan tradisi Nahdliyin. Pasalnya, sejauh ini kita menganggap banyak generasi muda NU kurang akrab dengan salah satu tradisi Nahdliyin terutama ziarah.

KOKAM Tegal

Karena itu, Pagar Nusa sebagai salah satu Banom NU yang mayoritas di Solo Raya beranggotakan generasi muda, berusaha menjadi pelopor untuk menggiatkan tradisi yang satu ini.

KOKAM Tegal

Kami berharap tradisi ziarah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dan para salafus sholeh dapat terus dilaksanakan mengingat banyak hikmah yang bisa didapat dari ziarah kubur selain tujuan mengingat mati, pungkas Iman. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes, Meme Islam, Lomba KOKAM Tegal

Kamis, 16 Maret 2017

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

Umat Islam meyakini bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih mulia dari seribu bulan. Malam ganjil yang diyakini datang di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan waktu yang diharapkan oleh seluruh umat Islam. Karena apabila kita melakukan amal kebaikan pada malam itu, seolah-olah kita telah melakukan ibadah yang nilainya setara dengan 1.000 bulan atau 83 tahun.

Keinginan untuk mendapatkan hikmah dan berkah Lailatul Qadar ini bukanlah sesuatu yang tidak beralasan. Rasulullah Saw sendiri menyeru kepada umatnya untuk menyongsong malam seribu bulan ini.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya.” (HR Bukhari 4/221 dan Muslim 1165).

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)
Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar (Sumber Gambar : Nu Online)

Subhanallah, Inilah Kisah Rasulullah Melihat Keindahan Malam Lailatul Qadar

Malam yang istimewa itu masih merupakan tanda tanya, dan tidak diketahui secara pasti kapan datangnya. Namun, menjelang akhir Ramadhan, Rasulullah SAW biasanya lebih fokus beribadah, terutama sepuluh malam terakhir. Hal ini sebagaimana yang disebutkan ‘Aisyah:

“Nabi Muhammad SAW ketika memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan memilih fokus beribadah, mengisi malamnya dengan dengan ibadah, dan membangunkan keluarganya untuk ikut beribadah,” (HR Al-Bukhari).

Dalam sebuah kisah diceritakan bahwa Rasulullah Saw sedang duduk i’tikaf semalam suntuk pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadhan. Para sahabat pun tidak sedikit yang mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah.

Ketika Rasulullah berdiri shalat, para sahabat juga menuanaikan shalat. Ketika beliau menegadahkan tangannya untuk berdoa, para sahabat pun serempak mengamininya.

KOKAM Tegal

Saat itu langit mendung tidak berbintang. Angin pun meniup tubuh-tubuh yang memenuhi masjid. Dalam riwayat tersebut malam itu adalah malam ke-27 dari bulan Ramadhan.

Disaat Rasulullah Saw dan para sahabat sujud, tiba-tiba hujan turun cukup deras. Masjid yang tidak beratap itu menjadi tergenang air hujan. Salah seorang sahabat ada yang ingin membatalkan shalatnya, ia bermaksud ingin berteduh dan lari dari shaf, namun niat itu digagalkan karena dia melihat Rasulullah Saw dan sahabat lainnya tetap sujud dengan khusuk tidak bergerak.

KOKAM Tegal

Air hujan pun semakin menggenangi masjid dan membasahi seluruh tubuh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang berada di dalam masjid tersebut, akan tetapi Rasulullah Saw dan para sahabat tetap sujud dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya.

Beliau basah kuyup dalam sujud. Namun sama sekali tidak bergerak. seolah-olah beliau sedang asyik masuk kedalam suatu alam yang melupakan segala-galanya. Beliau sedang masuk kedalam suatu alam keindahan. Beliau sedang diliputi oleh cahaya Ilahi.

Beliau takut keindahan yang beliau saksikan ini akan hilang jika beliau bergerak dari sujudnya. Beliau takut cahaya itu akan hilang jika beliau mengangkat kapalanya. Beliau terpaku lama sekali di dalam sujudnya. Beberapa sahabat ada yang tidak kuat menggigil kedinginan. Ketika Rasulullah Saw mengangat kepala dan mengakhiri shalatnya, hujan pun berhenti seketika.

Anas bin Malik, sahabat Rasulullah Saw bangun dari tempat duduknya dan berlari ingin mengambil pakaian kering untuk Rasulullah SAW. Namun beliau pun mencegahnya dan berkata “Wahai anas bin Malik, janganlah engkau mengambilkan sesuatu untukku, biarkanlah kita sama-sama basah, nanti juga pakaian kita akan kering dengan sendirinya”.

Apa yang dilakukan Rasulullah Saw ini menunjukkan betapa banyak hikmah dan rahasia di balik malam seribu bulan. Semoga malam yang tersisa di bulan Ramadhan ini mampu kita manfaatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.? (Zunus Muhammad)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, PonPes, Makam KOKAM Tegal

Minggu, 19 Juli 2015

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi

Solo, KOKAM Tegal. Gelaran 12 malam Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta, telah memasuki malam ke-4. Setelah tiga malam sebelumnya diselenggarakan di luar Solo, tadi malam (15/1) acara dzikir dan solawat tersebut kembali diadakan di Solo, tepatnya di kediaman keluarga H Hardono Manahan Solo.

Cuaca yang cukup bersahabat, menambah semangat ribuan jamaah untuk bisa hadir dalam acara tersebut. Usai pembacaan kitab maulid al-Barzanjiy, KH Abdul Karim Ahmad Mustofa menjelaskan bab tentang masa menjelang kelahiran Nabi Muhammad saw. Selama pelaksanaan 12 hari Jamuro, beliau menjelaskan per bab (athiril) bacaan yang ada di kitab karya Sayyid Ja’far Al-Barzanji ini.

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Karim Uraikan Kisah Jelang Kelahiran Nabi

“Menjelang pemindahan Nur Nabi Muhamamd saw, tumbuh-tumbuhan, hewan, jin dan segenap makhluk merasa gembira. Sebab sebentar lagi akan lahir sang rahmatan lil alamin.” Kata kiai yang akrab disapa Gus Karim ini.

KOKAM Tegal

Tahun pemindahan nur kenabian ke dalam kandungan dinamakan sanatul fathi wal ibtihaj (tahun pembukaan dan kegembiraan). Tahun itulah bumi yang telah lama kering seketika ditumbuhi tumbuh-tumbuhan seperti hamparan sutra. Buah-buahan menjadi masak, dahannya melengkung sehingga memudahkan orang yang ingin memetiknya.

KOKAM Tegal

Pengasuh Pesantren Al-Qur’any Az-zayyady itu kemudian melanjutkan, menjelang detik-detik kelahiran nabi saw, “Lalu datanglah dua perempuan, yakni Siti Maryam dan Siti Asiyah kepada Siti Aminah, Ibu Nabi saw.”

Maryam menenangkan Siti Aminah bahwa yang akan ia lahirkan ini lebih utama dari putranya, Nabi Isa as. Sedangkan Siti Asiyah juga menguatkan Siti Aminah, bahwa yang dialaminya ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa dari Allah swt. Sampai pada keterangan tersebut, beliau mengakhiri ceramahnya.

Ceramah beliau akan kembali dilanjutkan pada pergelaran Jamuro pada malam berikutnya, Rabu (16/1), yang akan diadakan di Masjid Agung Surakarta.

?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Ubudiyah, PonPes KOKAM Tegal

Sabtu, 06 September 2014

Debat KH Wahab Chasbullah soal Perjanjian Renville

Dalam sejarah pergerakan nasional, sejumlah perjanjian dengan pihak kolonial telah ditempuh oleh Indonesia untuk mewujudkan kedaulatan bangsa dan negara. Namun dalam praktiknya, sejumlah perjanjian tersebut lebih banyak menguntungkan pihak kolonial Belanda.

Seperti Perjanjian Renville yang ditandatangani pada 17 Januari 1948 antara Indonesia dan pihak Belanda di atas Kapal Renville Amerika Serikat. Salah satu isinya ialah, pembentukan dengan segera Republik Indonesia Serikat atau RIS.

Poin-poin dalam Perjanjian Renville dinilai lebih buruk ketimbang Perjanjian Linggarjati yang dilakukan sebelumnya, 11 November 1946 di Jawa Barat. Hasil perundingan Renville ditentang oleh sebagian besar rakyat Indonesia yang tergabung dalam “Benteng Republik Indonesia”, terutama oleh golongan Islam. (Saifuddin Zuhri, 1979: 452)

Debat KH Wahab Chasbullah soal Perjanjian Renville (Sumber Gambar : Nu Online)
Debat KH Wahab Chasbullah soal Perjanjian Renville (Sumber Gambar : Nu Online)

Debat KH Wahab Chasbullah soal Perjanjian Renville

Singkatnya, hasil perundingan Renville ini menjadi sebab jatuhnya Kabinet Amir Syarifuddin. Kabinet ini hanya berumur 6 bulan dan digantikan oleh Kabinet Hatta (Presidentil) yang dilantik oleh Presiden Soekarno pada 29 Januari 1948. Pada Kabinet Hatta, Bung Hatta selaku pembentuk kabinet ingin merangkul berbagai golongan, termasuk golongan Islam yang getol menolak Perjanjian Renville.

Kabinet Hatta yang salah satu program kabinetnya ialah melaksanakan hasil Perundingan Renville, menyebabkan umat Islam yang tergabung dalam Partai Masyumi menolak untuk bergabung. Namun demikian, Masyumi sebagai partai besar tetap mengadakan rapat untuk menentukan sikap persetujuan duduk tidaknya DPP Masyumi dalam Kabinet yang sedang disusun Bung Hatta.

Dalam rapat tersebut, hadir lengkap Anggota DPP Masyumi di antaranya, Dr Sukiman, Mr. Kasman Singodimedjo, Dr Abu Hanifah, Mr. Syafruddin Prawiranegara, Mr. Muhamad Roem, M. Natsir, KH A. Wahid Hasyim, KH Masykur, Zainul Arifin, Farid Ma’ruf, KH Abdulkahar Muzzakir, Mr. Yusuf Wibisono, Prawoto mangkusasmito (Sekjen), dan lain-lain.

KOKAM Tegal

Dari unsur Majelis Syuro, hadir KH A. Wahab Chasbullah (yang telah dipilih menjadi ketua setelah Hadlatarussyekh Hasyim Asy’ari wafat), KH Ki Bagus Hadikusumo, KH Raden Hajid, KH Imam Ghozali, A. Hasan, dan lain-lain.

Malam pertama, rapat dipenuhi perdebatan yang cukup sengit sehingga belum bisa mengambil keputusan. Lalu, Sidang DPP Masyumi tersebut dilanjutkan di malam kedua. Di hari kedua sidang tersebut, Kiai Wahab mengusulkan untuk menerima tawaran Bung Hatta.

KOKAM Tegal

“Saya usulkan agar kita menerima tawaran Bung Hatta,” ujar Kiai Wahab dengan suara cukup lantang. “Tapi orang-orang kita yang duduk dalam kabinet itu atas nama pribadi sebagai warga negara yang loyal kepada negara. Jadi yang duduk di kabinet itu bukan Masyumi sebagai partai yang tegas-tegas menentang Persetujuan Renville dan Persetujuan Linggarjati!”

Pemikiran Kiai Wahab tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus Masyumi. Sebab menurutnya, meskipun secara organisasi menolak Perundingan Renville, tetapi sebagai warga negara tentu tidak bijak ketika negara memanggil untuk melaksanakan tugas kenegaraan namun menolaknya. Tetapi, usulan Kiai Wahab mendapat respon sebaliknya dari Kiai Raden Hajid.

“Loh, alasannya apa kita duduk dalam kabinet yang akan melaksanakan Renville padhal sejak semula kita menolak Renville? Apa ini tidak melakukan perbuatan munkar?” kata Kiai Raden Hajid tidak kalah lantangnya.

“Kita tidak hendak melaksanakan perkara munkar, bahkan sebaliknya, kita hendak melenyapkan munkar,” tutur Kiai Wahab merespon reaksi Kiai Raden Hajid.

Bagi Kiai Wahab, dulu Nabi Muhammad berupaya mengubah situasi munkar (untuk melenyapkannya) dengan perbuatan. Dengan duduk di kabinet, terbuka situasi dan kesempatan bagi ulama untuk melakasanakan misi tersebut. Kiai Wahab justru menilai, ketika hanya duduk di luar kabinet, ulama hanya bisa teriak-teriak tanpa bisa melakukan apa-apa. “Mungkin, bahkan dituduh sebagai pengacau,” tegas Kiai Wahab.

“Tetapi kenapa dulu kita menolak Renville, lalu kini hendak melaksanakannya?” ujar Kiai raden Hajid kembali mempertanyakan.

“Sejak pertama kita menentang Persetujuan Renville, sekarang dan seterusnya pun kita tetap menentangnya. Tapi cara penentangan kita dengan falyughoyyirhu biyadih dengan perbuatan jika kita bisa duduk dalam kabinet. Sejak semula kita mencegah orang membakar rumah kita. Setelah rumah terbakar, apakah kita cuma duduk berpangku tangan?” kata Kiai Wahab merumuskan sebuah qiyas.?

Akhirnya, Kiai Raden Hajid bisa menerima usulan dan pendapat Kiai Wahab dengan menyampaikan agar kelak anggota DPP Masyumi yang diangkat menjadi menteri di Kabinet Hatta supaya mengikrarkan janji, tidak cukup hanya berniat dalam hati untuk terus berkomitmen menolak Perjanjian Renville.

Terkait niat ini, Kiai Wahab menjelaskan salah satu Hadits Nabi SAW yang menyebutkan, “Ista’inu ? ‘ala injaahil hawaiji bil kitmaan...” (HR Imam Thabrani dan Baihaqi). Artinya, mohonlah pertolongan kepada Allah tentang keberhasilan targetmu dengan jalan merahasiakannya.

Baik Kiai Wahab dan Kiai Raden Hajid merupakan ulama besar. Usia mereka kala itu hampir sebaya, 60 tahun. Kedua kiai kharimatik yang mempunyai integritas keilmuan agama itu sama-sama mempunyai sifat tangkas dan cekatan terhadap berbagai persoalan kebangsaan dan keagamaan.?

Adapun isi Perjanjian Renville yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Pembentukan dengan segera Republik Indonesia Serikat (RIS).

2. Sebelum RIS terbentuk, Belanda memegang kedaulatan seluruh Indonesia.

3. Republik Indonesia merupakan satu negara bagian dari RIS.

4. Akan dibentuk Uni Indonesia Belanda yang dikepalai oleh Ratu Belanda.

5. Akan diadakan plebisit (pemungutan suara) untuk menentukan kedudukan politik rakyat Indonesia dalam RIS dan pemilihan umum untuk membentuk Dewan Konstituante RIS.?

(Fathoni Ahmad)

Kisah perdebatan ini disampaikan oleh KH Saifuddin Zuhri dalam buku karyanya "Berangkat dari Pesantren".

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Nusantara, PonPes KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock