Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Pringsewu,KOKAM Tegal? . Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mampu mengumpulkan uang Rp 93.545.000,00. Dana tersebut dihimpun dari anggota yang aktif di majelis talim. Kemudian jumlahnya diumumkan pada peringatan hari lahirnya yang ke-69 di Lapangan Dirgahayu Kecamatan Sukoharjo? Ahad (29/3).

Pengumpulan uang tersebut melalui pencanangan Koin Surga yaitu dengan mengumpulkan recehan koin seratusan rupiah sampai seribuan rupiah melalui kegiatan pengajian majelis-majelis talim muslimat. ?

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Uang tersebut dimasukkan ke dalam bambu satu ruas yang dicat warna hijau yang mereka sebut “celengan bambu”. Celengan tersebut diisi setelah pelaksanaan harlah tahun lalu dan dibuka menjelang pelaksanaan harlah tahun ini.?

Dana tersebut, menurut salah seorang pengurus Muslimat NU Pringsewu Etiek Jukhaeni, akan didistribusikan untuk santunan dhuafa, lansia, anak-anak yatim dan yatim piatu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Etiek yang ketua panitia Harlah Muslimat mengungkapkan rasa puasnya dan bersyukur kepada Allah swt. Atas semua karunia yang diberikan-Nya sehingga acara yang dihadiri sekitar 6000 orang itu berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut dia, di harlah ke-69, seyogyanya diperingati dengan berbagai kegiatan yang bersifat meggugah dan men-sponsori semangat warga Nahdliyyin dan Nahdliyat, serta mengadakan kegiatan sosial, kreativitas warga baik dari Badan Otonon, maupun Lembaga yang ada.

Ia menyebutkan rangkaian Harlah yang bersifat pembinaan mental spiritual maupun kegiatan bhakti sosial. Pembinaan mental spritual meliputi Istighotsah, dan pengajian akbar.?

Sedangkan kegiatan bhakti sosial meliputi santunan pada lansia, dhuafa, dan anak-anak yatim / yatim piatu, khitanan massal, donor darah, KB yang terdiri dari suntik, pil, dan IUD. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Pendidikan, RMI NU KOKAM Tegal

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Jombang, KOKAM Tegal

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Islam Nusantara kepada khalayak, PC ISNU Jombang gelar seminar nasional bertajuk "Kontribusi Ulama dan Santri Nusantara dalam Perjuangan Bangsa" dan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara, Rabu (4/5) kemarin.

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Acara yang berlangsung di Auditorium STKIP PGRI Jombang tersebut tampak semarak dengan dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan. Mereka di antaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU dan perwakilan mahasiswa dari kampus se-Jombang. Hadir juga Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang Ahmad Athoillah menegaskan, Islam Nusantara memiliki misi membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini relevan diterapkan di Indonesia bahkan dunia, agar persatuan dan kesatuan antar sesama Islam terjaga dengan kuat.

KOKAM Tegal

"Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, santun dan toleran, jauh berbeda dengan wajah Islam yang berada di Timur tengah," katanya saat memberikan sambutannya di depan para peserta dan tamu undangan.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Munjidah Wahab menyatakan penyebaran ajaran Islam belakangan ini sudah jauh berbeda dengan pola yang diajarkan Nabi pada zamannya. Berbagai cara kekerasan saat ini dilakukan untuk memaksakan kehendaknya dalam penyebaran ajaran Islam.

"Islam Nusantara adalah Islam yang santun, saling menghargai perbedaan dan tidak melakukan dakwah dengan cara kekerasan," ujarnya.

Di samping itu, ia mengimbau agar peran ISNU harus benar-benar memberikan pencerahan kepada warga NU tentang istilah Islam Nusantara, sebab tidak semua masyarakat bisa memahami layaknya para akademisi.

Penulis buku "Masterpiece Islam Nusantara" Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa bentuk dari Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ialah NKRI itu sendiri, yakni kemerdekaan Indonesia.

"Di pembukaan teks kemerdekaan RI, di sana tertera bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah SWT," tuturnya.

Namun demikian ia mengakui, bahwa tak sedikit kelompok yang tidak sepaham dengan Islam Nusantara.

"Memang tidak sedikit juga yang kontra dengan Islam Nusantara, yang dilansir diberbagai media online pada saat ini, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia, NU Garis Lurus, dan sejumlah alamat website lainnya yang melakukan propaganda bahwa Islam Nusantara hanyalah untuk mengotak-ngotakkan Islam" terangnya.

Di awal kegiatan, panitia membagikan 30 buah buku "Masterpiece Islam Nusantara" secara gratis kepada peserta dan tamu undangan yang beruntung.(Rifatuz Zuhro/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Pendidikan, Warta KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Ciamis, KOKAM Tegal?

Satu jam sebelum azan Jumat berkumandang, rombongan pelajar putra dan putri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin. ? Mereka akan mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) 2016 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pelajar Ciamis, melainkan Kota Banjar.?

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Setelah menempati ruangan yang telah disediakan tuan rumah, tanpa komando mereka langsung bergegas untuk membersihkan peluh keringat mereka. Tak kurang dari 40 anggota IPNU langsung memadati masjid setempat, sedang anggota IPPNU langsung mengumpulkan logistik dan berkoordinasi dengan tuan rumah.?

Selepas Jumatan, perwakilan dari panitia langsung menemui pengasuh pesantren KH Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Qs yang akrab dipanggil Abah Irfa’i. Dengan wajah berseri Abah menyambut mereka. Abah Irfa’i duduk di tengah peserta Lakmud, kemudian ia memimpin tahlilan. Setelah selesai, dengan membaca basmalah, Abah Irfa’i membuka kegiatan tersebut.

Abah berpesan, acara-acara seperti ini haruslah tetap lestari. “Insyaallah akan terwujud generasi santri yang akan mengisi dalam setiap lini pembangunan negara dan bangsa yang mempunyai akhlak mulia, yang mempunyai nurani yang sambung kepada Allah dan rasulnya,” ungkap Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis ini pada Jumat 4 November 2016.?

KOKAM Tegal

Malam hari, H. Tatang Nawawi menyampaikan materi Aswaja dan Nahdhathul Ulama. Selain sejarah Aswaja yang disampaikan, ia juga menyampaikan kelahiran Nahdathul Ulama dan perannya mengawal pembangunan bangsa.?

Materi disampaikan dengan diselingi guyonan khas Sunda menjadikan suasana semakin hangat. Dua jam Ustadz Tatang menyampaikan materi bergaya stand-up comedy untuk menjaga semangat peserta Lakmud.?

Keesokan harinya, para peserta berkeliling pondok pesantren. Disuguhi pemandangan alam yang indah, mereka dipandu santri pondok untuk melihat bagaimana kegiatan pondok yang fokus pada pertanian, yakni sistem pembudiyaan tanaman kapolaga dan jenis terong-terongan. Pondok pesantren juga tetap menjaga kelestarian hutan.?

Kemudian kembali Abah Irfa’i berpesan kepada peserta Lakmud, “Jangan menyerah terhadap alam karena segersang apa pun alam itu adalah karunia Allah. Sebagai abdi Allah, maka kita wajib menerima dan berikhtiar menjaga dan melesterikannya. Walaupun batang mawar tumbuh duri, akan tetapi semerbak wanginya menjadikan duri bukan sebagai halangan, namun sebagai karomahnya.”?

Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat Amin Fajri turut hadir. Ia menyampaikan materi komunikasi dalam organisasi dan keluar. Baginya, kunci utama dari organisasi adalah kesehatan. Untuk menjadi sehat, ia berpesan untuk saling berkomunikasi antar-sesamanya sehingga semua permasalahan dan program-program berjalan dengan baik. “Ketika dalam tubuh kita telah sehat, maka sehat pula pergaulan kita,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Menurut dia, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi dasar. Oleh karena itu, mereka harus berpondasi dasar kuat juga, “Pelatihan seperti Makesta, Lakmud dan Lakut merupakan rutinitas, yang penting tetap menjaga komunikasi antar sesamanya.”?

Lebih lanjut, ia berpendapat, ada yang menarik ketika melihat NU di Jawa Barat. Di provinsi tersebut mayoritas masyarakat dapat dikatakan Nahdliyin, tetapi jarang terdengar gaungnya, bahkan tenggelam oleh organisasi keislaman lainnya. “IPNU dan IPPNU melaksanakan Makesta, Lakmud dan Lakut maka diharapkan gaung Nahdliyin dapat kembali bergema di bumi Pasundan,” ujarnya.

Amin mendorong anggota IPNU dan IPPNU berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan mengembangkan karakter kemandiriannya. Kultur masyarakat Jawa Barat terkenal jiwa eunterprener-nya seperti yang dilakukan IPPNU Garut yang telah membangun koperasi dan membuka usaha jasa angkut.

Ia juga mengomentari isu yang berkembang mengenai radikalisi dan anarkisme yang memakai tameng agama. Menurutnya, sebagai kader NU, harus berpikir secara komprehensif, tidak terbawa arus. “Daripada membawa kader nahdiyin yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU dalam kekeruhan politik, lebih baik saya mengajak mereka untuk berwirausaha dan mengajak mereka menguri-uri tradisi para ulama terdahulu,” ujarnya.

Pengurus IPPNU tingkat wilayah dan cabang, berkomentar sama terkait kurang bergemanya gaung ke-NU-an di wilayah jawa Barat. Walaupun di sini mempunyai tradisi pesantren, tetapi tidak semasif dan semarak dijawa Timur dan Jawa Tengah.?

“Untuk mengajak teman-teman pelajar bergabung, kita harus menyelami karakter mereka, bahkan dari beberapa pertemuan terkait dengan kegiatan kita lakukan di taman-taman kota, mall dan lainnya,” ujar Adisty, Ketua IPPNU Cabang Ciamis dan dua Pengurus Wilayah Jawa barat.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi IPPNU kini dan kedepannya akan semakin besar, seperti halnya terkait dengan isu feminisme dan emansipasi wanita.?

“Dalam hal ini kita perlu berhati-hati dikarenakan dapat mengundang keramaian seperti halnya permasalahan jilbab, kami di pengurus tidak pernah menyoalkan mengenai bentuk jilbab ataupun kerudung, diikarenakan yang baik bagi kami mereka sudah mau menutup auratnya saja sudah cukup,” ujarnya.

Abah Irfa’i kembali berpesan pelajar-pelajar NU dengan menceritakan tentang kemerinduannya dengan jiwa-jiwa santri yang penuh semangat, terlebih mereka yang sami’na waato’na terhadap para ulama yang senantiasa mengharap berkah dan karomahnya, membimbingnya selalu untuk berjalan dalam keridhoan Allah.?

“Yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan di alam dunia ini adalah meyakini akan ketetapan Allah dan senantiasa mengharap limpahan rahmatnya, dikarenakan dimana pun kalian berada dan kapan pun maka kalian akan selalu ada dalam keadilan Allah, dengannya maka kita harus bersyukur atas limpahan rahmatnya, walaupun akal kita berbicara sebaliknya,” jelasnya.?

Dalam perhitungan kita baik 2+2 ataupun 2x2 adalah 4, namun lanjutnya, bagi manusia yang telah memahami bahwa dirinya sebagai hamba Allah, maka jawabannya adalah massya Allah, semua telah menjadi kehendak dan ketentuan Allah.?

Dalam pesan terakhirnya, Abah mengatakan bahwa generasi nahdliyin adalah generasi yang selalu mengharap berkah dari para warisatul anbiyya dan selalu berimbang kepadanya. (Mazhar Ali/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Pendidikan KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, KOKAM Tegal

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada KOKAM Tegal.

KOKAM Tegal

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

KOKAM Tegal

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

Bondowoso, KOKAM Tegal - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui wakil bupati setempat,H Salwa Arifin, mengucapkan selamat hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (NU). Ia memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mewujudkan kehiudupan yang harmonis di masyarakat. Menurutnya, kiprah ini tak bisa disepelekan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/4) sore.

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

“Saya harus ucapkan terimakasih kepada NU," ucapnya di alua pendopo kantor Bupati Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Baginya, peran NU terbesar adalah mempu menciptakan ketenteraman baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

PCNU Kabupaten Bondowoso memperingati harlah kali ini dengan Taushiyah Khusus Penguatan Kelembagaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua, rais, seketaris, bendahara dari tingkatan Ranting, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan lembaga serta badan otonom NU se-kabupaten Bondowoso.

Ketua PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan harlah ke-94 PCNU Bondowoso dimulai sejak keikutsertaannya dalam acara Istighotsah Kubro yang dihelat PWNU Jawa Timur di Sidoarjo. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU

Demak, KOKAM Tegal

Bahaya narkoba menjadi masalah serius bangsa Indonesia serta membuat keprihatinan banyak kalangan, tak terkecuali Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak sehingga persoalan tersebut dibawa ke forum bahtsul masail tingkat cabang.

Sebelum memulai bahtsul masail para pengurus mendengarkan penjelasan ahli dari Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, H Abdul Azis. Direktur RSI NU Demak ini memaparkan masalah narkoba mulai dari asal muasal, jenis, dan efek dari segi kesehatan serta sosial akibat penyalahgunaannya.

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU

Azis menyampaikan, dalam dunia kedokteran atau kesehatan pemakaian obat psikotropika diperbolehkan guna menyelamatkan pasien dengan batas tertentu semisal pada anestesi yang dipersiapkan untuk operasi pada pasien agar tidak merasakan sakit.

KOKAM Tegal

“Dalam kondisi tertentu, termasuk operasi, kami akan menggunakan obat tertentu yang sudah diatur oleh undang undang, itu pun masih menyesuaikan daya tahan tubuh pasien,” ujarnya, Ahad (31/7).

KOKAM Tegal

Bahtsul masail NU tingkat cabang Demak putaran ke-11 tersebut berlangsung di Masjid Jami Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Turut hadir Rais Syuriyah PCNU Demak KH Alawy Masudi.

Forum diskusi keagamaan NU ini juga melibatkan selain pengurus PCNU juga pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Demak serta pengurus ranting setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, Pendidikan, Kajian Sunnah KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Sragen, KOKAM Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Tanon kabupaten Sragen, saat ini memiliki anggota sebanyak 15.000 orang bahkan lebih. Jumlah ini berdasar data pada jumlah anggota yang memiliki Kartanu (Kartu Anggota NU). Mereka sangat aktif melakukan pelbagai macam gerakan sosial dan keagamaan.

“Kegiatan banom dan ranting di sini, alhamdulillah juga hidup semua. Ada baksos, tiap tahun baru Hijriyah ada kegiatan khitanan dan nikah massal serta santunan,” terang Ketua MWCNU Tanon Sudarmanto kepada KOKAM Tegal, Kamis (25/6).

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Atas semua capaian dan prestasi itu, NU Tanon diganjar dengan mendapat penghargaan masuk dalam 10 besar pada lomba MWCNU terbaik seprovinsi Jateng.

KOKAM Tegal

MWCNU Tanon yang dipimpin Rais Syuriyah KH Mukhlis Mubarok ini, bahkan berhasil menempati urutan lima besar, dengan perolehan nilai 75.

KOKAM Tegal

Meski demikian, Sudarmanto mengatakan masih banyak capaian yang ingin diraih dari para pengurus.

“Kami ingin mendirikan BMT atau dengan membuat semacam grosir yang dapat menyediakan kebutuhan pokok warga NU. Bahkan, kalau memungkinkan mendirikan mini market,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Sudarmanto, diharapkan NU di wilayah Tanon dapat lebih berpartisipasi dalam menghidupkan perekonomian umat. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DI Yogyakarta melalui Lembaga Kesehatan NU (LKNU) menggelar penyuluhan dan pengobatan gratis di Pondok Pesantren Nurul Haromain, Taruban Kulon, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, DIY, Ahad (25/1).

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Libatkan 100 Dokter, NU DIY Gelar Pengobatan Gratis

Pelayanan kesehatan gratis ini menjadi acara puncak dari program pengabdian pesantren dan masyarakat. Dalam hal ini, LKNU DIY menggandeng Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Yogyakarta.

Tak kurang dari 100 dokter gigi dan dokter umum terjun mengabdi kepada masyarakat pesantren. Santri dan masyarakat sekitar pondok tampak antusias memeriksakan kesehatan gigi mereka. Selain diperiksa, mereka juga diberikan obat-obatan, pasta dan sikat gigi gratis.

KOKAM Tegal

Pimpinan Pesantren Nurul Haromain, KH. M. Sirodjan Muniro, sangat bersyukur atas kedatangan para dokter ke pesantrennya. “Saya merasa senang sekali dengan kedatangan para dokter-dokter ini. Saya berharap agar kedatangan mereka ini bukan untuk yang terakhir kali, tetapi untuk yang pertama dan seterusnya. Untuk sehat (rohani dan jasmani, red), santri harus taat pada kiai dan dokter,” tuturnya.

KOKAM Tegal

Kegiatan ini juga diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi santri. “Saya memimpikan agar kelak ada santri yang dokter gigi. Jika ada doktor honoris causa (Dr. HC), seharusnya juga ada dokter honoris causa (dr. HC),” kelakarnya.

LKNU juga terus menerus mengampanyekan pola hidup bersih dan sehat. Tujuannya agar para santri dan masyarakat yang tinggal di sekitar pondok dapat hidup lebih sehat dan teratur.

“Jika santri-santri kita terbiasa berperilaku hidup bersih dan sehat, maka itu akan meminimalisir timbulnya penyakit di pesantren, sehingga kegiatan belajar-mengajar juga akan nyaman,” kata Ketua LKNU DIY drg. Abdul Kadir.

Santri adalah aset berharga yang harus kita perhatikan kesehatannya. Dari pesantren yang bersih, akan lahir generasi santri yang sehat, tidak hanya rohani tapi juga jasmani, sebagai modal untuk membangun masyarakat, bangsa dan negara, imbuh dokter gigi tersebut.? (Joko/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Lomba, Pertandingan KOKAM Tegal

Senin, 27 November 2017

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko

Malang, KOKAM Tegal



Santri-santri di perguruan tinggi harus inovatif dalam ide-ide dan karya. Santri-santri milenial di pelbagai kampus haruslah siap menyerap pengetahuan dari pelbagai negara. Sebagai dosen, peneliti maupun mahasiswa, santri-santri zaman sekarang harus energik dan aktif mengimprovisasi pengetahuan.

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Santri, UNIRA Malang Hadirkan Dubes Ceko

Semangat dan inovasi bagi Santri Milenial inilah yang menjadi pesan Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi dalam "Peringatan Hari Santri, Kuliah Umum dan Leader Talks" di Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA) Malang, Jawa Timur, Selasa (10/10). UNIRA Malang merupakan kampus yang tergabung dalam kampus-kampus Nahdlatul Ulama, yang dikoordinasi Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU). 

Hadir dalam agenda ini, Dubes Ceko Ivan Hotek, Wakil Bupati Malang, H. Sanusi, Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi, jajaran SKPD Malang Raya, dosen-dosen dari beberapa universitas dan aktivis-aktivis NGO.

Dubes Ceko Ivan Hotek mengungkapkan pentingnya inovasi riset dan kerja sama dari pelbagai institusi. "Negara kami sedang gencar meningkatkan kerja sama dengan pelbagai negara, institusi dan lembaga akademik. Potensi-potensi dari negara kami dapat menjadi pelajaran berharga, begitu juga potensi dari Indonesia," ungkap Hotek. 

Melalui ceramahnya, Ivan Hotek menegaskan ketertarikannya pada bidang pariwisata, terutama Halal Tourism dan juga sektor energi terbarukan. "Dalam waktu dekat, kami bersama negara-negara di kawasan Eropa Tengah, akan menyelenggarakan Expo Tourism di Jakarta. Kami berharap tidak hanya terselenggara di Jakarta, tapi juga menjangkau kawasan-kawasan lain," terangnya. 

KOKAM Tegal

Dubes Ceko juga siap membuka pintu kerja sama di bidang riset dan pendidikan untuk perguruan tinggi di Indonesia. "Kami siap membuka dan menjadi perantara untuk kampus-kampus di Indonesia. UNIRA Malang atau kampus lain, silakan bekerja sama untuk pengembangan riset," jelas Hotek. 

Dalam penjelasannya, Hotek juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah Kota Batu dan Kabupaten Malang. Kerja sama Government to Government (G2G) ini dalam bidang wisata, agribisnis dan sektor pengembangan ekonomi.

Rektor UNIRA Malang, Hasan Abadi mengungkapkan pentingnya inovasi dalam bidang riset dan kerjasama kelembagaan. "Kami sangat serius menyiapkan sumber daya dan menjalin kerja sama untuk inovasi pendidikan. Dalam waktu dekat, kami merancang program untuk riset dan vising lecturer di Ceko, dan begitu juga sebaliknya dengan perguruan tinggi dari sana," ungkap Hasan. 

"Saya ingin agar santri-santri yang kuliah di UNIRA Malang maupun perguruan tinggi di bawah naungan NU maupun pesantren dapat terus meningkatkan level pengetahuan, dengan riset-riset kreatif dan inovasi di bidang teknologi. Inilah semangat sekaligus tantangan bagi santri milenial," jelas Hasan. 

KOKAM Tegal

UNIRA Malang selama ini konsisten dalam pengembangan akademik kampus, juga dalam isu perdamaian. Untuk mendorong mahasiswa sebagai aktifis perdamaian dan diplomasi kemanusiaan, UNIRA membuka kelas Peace Education untuk Kuliah Pascasarjana. 

Saat ini, UNIRA Malang juga mengembangkan kampus II di Palaan, Kabupaten Malang. Diharapkan, kampus ini menjadi Laboratorium Peace Education untuk para aktifis dan akademisi mendalami kajian-kajian perdamaian serta merancang inisiasi moderatisme melalui perdamaian di berbagai kawasan. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Hikmah KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara dalam acara kuliah umum di Nanyang Technological University (NTU) Singapura hari ini, Senin (13/3).

Dia akan menyampaikan materi bertema Promoting Moderation And Tolerance In Indonesia: The Nahdlatul Ulama’s Story yang diselenggarakan oleh S. Rajaratnam School of International Studies (RSiS) NTU di Sheraton Towers Singapore, Singapura, pukul 15.30 waktu setempat.

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Kuliah Umum di Singapura, Kiai Said Sampaikan Islam Nusantara

Dalam acara tersebut, Kiai yang akrab dipanggil Kang Said tersebut akan berbicara tentang Islam Nusantara yang mempromosikan moderasi, toleran terhadap keyakinan lain, dan menghargai budaya lokal.

Selain itu, Kang Said juga akan memaparkan langkah-langkah NU dalam mempromosikan Islam Nusantara di negara-negara Islam.?

Kemudian, Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan ini akan menjelaskan bagaimana Islam Nusantara diterima oleh komunitas masyarakat Islam Indonesia.?

KOKAM Tegal

Islam Nusantara merupakan terma yang diusung oleh Nahdlatul Ulama untuk meng-counter attack paham ekstremis-radikal yang sedang menjamur di negara-negara Islam, termasuk Indonesia.

RSiS merupakan sekolah otonom di Universitas Teknologi Nanyang. Ia didirikan tahun 2007. Misi mereka adalah menjadi sebuah institusi riset dan pengajaran tingkat sarjana dalam bidang strategi dan internasional di Asia Pasifik. (Muchlishon Rohmat/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Bahtsul Masail, Pendidikan KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Malang, KOKAM Tegal - Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang, KH Marzuki Mustamar menyampaikan, calon bayi yang dikandung oleh ibu dari sang ayah tentu akan berbeda kualitasnya dengan orang tuanya. Karena itu jangan sampai para orang tua mengurangi kualitas calon bayi tersebut.

“Agar kualitasnya tidak berkurang, marilah kita menjaga makanan kita dari hal-hal yang syubhat apalagi haram. Bibit yang bagus dengan perawatan yang baik insyaallah akan menjadi baik,” demikian disampaikan KH Marzuki Mustamar dalam satu acara resepsi pernikahan Agus Habibullah dan Ning Aminah di Malang, Ahad (28/2) kemarin.

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur itu melanjutkan taushiyahnya. Setelah menjaga diri dari hal-hal yang syubhat, para calon orang tua juga harus memilih “bibit” yang baik atau pasangan yang baik agar kebaikan itu bisa menjadi penuh seutuhnya.

Lalu setelah anak terlahir ke dunia, para orang tua harus menyiapkan lingkungan yang baik untuk menjadi tempat berkembangnya akhlak.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Salah satu cara menyiapkan lingkungan yang baik yang disarankan oleh KH Marzuki adalah memondokkan atau memasukkan anak ke pondok pesantren. Di pondok pesantren, anak-anak akan berada di lingkungan yang paling baik.

“Di sana seorang anak akan dididik dengan guru-guru yang ikhlas dan tanpa pamrih. Semuanya juga muslim dan shalih,” demikian KH Marzuki Musytamar. (Abu Husam/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan KOKAM Tegal

Kamis, 02 November 2017

Berseminya NU dan Nasionalisme di Tanah Rantau

Derasnya arus moderenisasi di berbagai sektor kehidupan memaksa semua lapisan masyarakat untuk berjalan seiring dengan kemajuan. Tak terkecuali NU (Nahdlatul Ulama) sebagai organisasi masyarakat terbesar di Tanah Air, jika tidak ingin tergerus arus zaman maka sudah semestinya mengikuti rentak nadi perubahan zaman.

Ada beberapa platform yang sering kali di lekatkan kepada NU dan masyarakatnya, mulai dari julukan yang nontendensius? seperti? kaum sarungan, kaum santri, Islam Tradisional, Islam Pribumi? dan lain lain. Sampai kepada julukan yang berkelindan dengan asosiasi negatif seperti jamaah kantong bidah, organisasi nunut urip, kaum kolot serta terbelakang dan sebagainya. Berbagai julukan tersebut tentunya mengundang reaksi beragam dari masyarakat Nahdliyyin, ada yang membela secara agresif, ada yang datar dan dingin saja serta ada pula yang berusaha menampilkan wajah baru dengan membenahi? sistem organisasi.

Berseminya NU dan Nasionalisme di Tanah Rantau (Sumber Gambar : Nu Online)
Berseminya NU dan Nasionalisme di Tanah Rantau (Sumber Gambar : Nu Online)

Berseminya NU dan Nasionalisme di Tanah Rantau

Sejak berdirinya pada Tahun 1926, NU memang mendedikasikan pengabdiannya kapada pemberdayaan dan membentengi umat melalui berbagai budaya lokal yang di beri sentuhan nafas religius. Selain sebagai pernyataan sikap terhadap invasi agresif kaum Wahabi yang menguasai dua kota suci di Hijaz. Dampak dari agresi ini telah melukai tidak sedikit kaum muslimin di penjuru dunia, dimana berabad abad situs yang mempunyai nilai sejarah terjaga dan tidak dipersoalkan kini diberangus. Kini kita tidak bisa menyaksikan rumah Al Arqam (baitul arqam) tempat pengkaderan pertama para sahabat oleh baginda Nabi, rumah Khadijah, makam para sahabat, dan lain lain.

KOKAM Tegal

Hadhratussyaikh KH Hasyim Asyari sebagai soko guru kaum Nahdliyin ketika itu sampai mengirim utusan khusus untuk menyampaikan sikap kaum muslim supaya jangan mengutak atik makam baginda Nabi di Madinah. Upaya kaum elite NU ini membuahkan hasil, sampai sekarang umat Islam masih tetap bisa berziarah dan memupuk semangat iman dangan menyaksikan dari dekat atsar perjuangan Baginda Nabi di Madinah. Namun kebebasan itu sampai kini masih tetap dalam bayang bayang kesewenang wenangan dan sikap arogan penguasa Wahabi di tanah Hijaz.

Pesantren adalah Basis perjuangan dan pengkaderan NU sejak semula. Lembaga pendidikan Islam yang tidak di ketahui secara persis kapan bermulanya itu memang tergolong unik. Bahkan perjuangan kemerdekaan Indonesia tak bisa lepas dari peran para kiai dan pesantren. Sebut saja laskar Hizbullah kemudian fatwa jihad yang fenomenal itu dan belum lagi perang kultural yang tak hentinya di hembuskan oleh para kiai melalui jaringan pesantrennya terbukti ampuh untuk melawan dan mengusir kolonial dari bercokol dan mencengkeramkan hegemoninya di bumi Nusantara.

Bahkan untuk yang terakhir yakni perang kultural masih lekat dalam ingatan penulis yang tak jarang mendapati para guru dan asatidz di pesantren salaf yang masih enggan memakai celana safari apalagi jas dan dasi. Tak? lain adalah bekas dari perang kultural yang diembuskan oleh para kiai bahwa celana, jas dan dasi adalah pakaian kompeni. Berpakaian dan berprilaku sama dengan kompeni adalah menyamakan diri dengan mereka dan barang siapa sama dengan mereka maka orang itu adalah bagian dari mereka. Itulah adagium sakti dari para kiai yang mampu memukul mundur penjajah, setelah diketahui kemudian pedoman itu rupanya adalah salah satu Hadits Nabi.

KOKAM Tegal

Lembaga pesantren telah melahirkan sejumlah tokoh penting di Tanah Air. Pada puncaknya yaitu berhasilnya KH Abdurrahman Wahid menduduki kursi RI 1, walaupun endingnya berakhir dramatis tetapi pesantren telah nyata memberikan sumbangsihnya yang terbaik untuk negeri ini. Sampai kini kita tidak heran lagi mantan alumni pesantren menduduki posisi mentri. Hal ini tentunya menaikkan nilai tawar dan peran dalam kancah sosial, budaya maupun percaturan politik di Tanah Air.

Selain berkiprah dan mewarnai kehidupan di Tanah Air, alumni pesantren ada juga yang melemparkan sauhnya di perantauan, mengikuti takdir Allah melabuhkan bahtera kehidupannya di negeri asing.? Sesuai dengan amanat pesantren, di manapun santri berada ia mestilah mewarnai kehidupan di sekitarnya dengan apa yang diperolehnya dari pesantren. Bermula dari perkenalan dengan sesama santri senasib, dari nostalgia pesantren menuju kepada obrolan ringan dan komitmen untuk menjaga nilai nilai pesantren, muncullah ide pengokohan dalam satu wadah yang kuat, mengingat kejahatan yang terorganisir akan mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.

Berkaca dari sejarah berdirinya, generasi pesantren di tanah rantau ingin bersama bahu-membahu li ilaa i kalimaatillah tanpa melunturkan nilai-nilai keindoneisaan. Di mana di era digital ini begitu banyaknya faham faham dan platform yang menjustifikasi dirinya dengan berbagai simbol besar Islam, mengatasnamakan dirinya sebagai pejuang al-Qur’an dan as-Sunnah namun tidak ramah "lingkungan", bahkan tak segan mereka melakukan pencitraan dengan istilah-istilah sakral dalam Islam. Sikap ekstrem dan kebencian yang mereka tebarkan berpotensi merusak tatanan kehidupan bernegara yang dalam meraihnya telah menumpahkan darah tidak sedikit pahlawan pahlawan tanpa tanda jasa dari dunia pesantren.

NU Brunei Darussalam yang di motori oleh para alumni pesantren ingin mengibarkan panji Islam yang sejuk, Islam rahmatan lil aalamiin yakni Islam yang dalam aksi dakwahnya menggunakan cara cara damai tanpa mendiskreditkan agama lain yang dalam konteks Indonesia sudah tentunya setara di depan undang-undang. Di kala ormas Islam di Tanah Air mempersoalkan asas Pancasila sebagai landasan ideologi wajib bagi semua organisasi sosial, maka NU hadir pertama kali menerima asas tunggal sebagai landasan dalam berorganisasi. Pancasila tidak bertentangan dengan nilai Islam sebagai landasan organisasi dan telah mencapai kata final dalam khazanah pemikiran masyarakat Nahdliyin.

Di tengah gempuran nilai-nilai yang bertebaran bebas dalam jagat tak terbatas internet, NU Brunei Darussalam ingin tetap konsisten menjaga dan memelihara kultur pesantren yang sejuk. Menghidupkan lagi tradisi membaca maulid seperti di pesantren dengan suasana haru bahagia menyambut kelahiran Manusia Pilihan dengan rebana, menuntun umat perlahan-lahan kepada jalan kebahagiaan setelah terjadinya kematian dengan bertahlil bersama, memperkokoh benteng diri dengan membaca Ratib dan istighotsah, dan tentunya masih banyak lagi wahana dakwah khas warga Nahdliyin untuk menginternalisasikan nilai Islam ke dalam budaya lokal yang lainnya.

Berislam dengan tetap menjaga NKRI serta tipologi dakwah yang membina manusia kepada jalan bahagia tanpa mengesampingkan nilai nilai tasaamuh (toleran), tawasuth (moderat) dan itidal (mewujudkaan keadilan). Kemudian Pergulatan mempertahankan identitas dan nilai nilai sedemikian sudah semestinya wajar dan lumrah dalam setiap episode sejarah peradaban umat manusia.

Kuala Belait, 15 februari 2015

Jauhar Ahmad, kader setia pesantren yang mengadu nasib di perantauan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan KOKAM Tegal

Rabu, 25 Oktober 2017

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Magelang, KOKAM Tegal



Hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ? (BNPT) dan The Nusa Institute menunjukkan bahwa, persentase potensi perkembangan paham radikal-terorisme di Indonesia adalah 66 %, sedangkan 15 % diantaranya berpotensi terjadi di dunia pendidikan dan tempat ibadah.

Untuk itu, BNPT melaksanakan sosialisasi pemahaman radikal-terorisme di Jawa Tengah tepatnya di kabupaten Magelang dengan tema Dialog Pelibatan Dai dalam Pencegahan Paham Radikal-Terorisme yang berlangsung di Magelang ? (31/05). Kegiatan ini diikuti 170 peserta dari empat kebupaten/kota yaitu Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Purworejo, dan Temanggung.

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Dai Radikal Harus Dilawan Dengan Dakwah yang Lembut

Kasubdit Kewaspadaan BNPT Andi Intang Dulung menyatakan kelompok radikal-terorisme menggunakan agama sebagai tamengnya dalam menyebarkan ajarannya. Oleh karena itu, ulama dan dai sangat strategis dalam penanggulangan paham kekerasan ini.

"Dai dilawan dengan dai, dakwah dilawan dengan dakwah," jelasnya mantan Ketua Muslimat NU Sulsel ini.

Sementara itu Ketua Forum Koordinasi Penaggulangan Terorisme (FKPT) Jateng Najahan Musyafak menjelaskan kegiatan ini tidak sampai di sini, melainkan akan dikembangkan ke seluruh kabupaten/kota se-Jawa Tengah, terang.?

KOKAM Tegal

“Kita akan melakukan kerja sama dengan instansi terkait seperti walikota, bupati, kepolisian, dan TNI se-Provinsi Jawa Tengah, sambung Najahan.

"Dai radikal adalah salah satu sumber radikalisme yang memprovokasi lewat dakwah, mereka bukan memudahkan tapi malah mempersulit kita dalam beragama," papar Najahan.

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, Hal ini akan membahayakan NKRI karena di antara kelompok masyarakat akan saling membenci dan terpecah belah. Kelompok ini hanya memahami agama secara rigit dan tekstual, jelasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, Pendidikan, Budaya KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Subang, KOKAM Tegal. Dalam Muktamar Ke-33 NU di Jombang beberapa hari lalu, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menyatakan tidak bersedia untuk memegang jabatan Rais Aam melalui surat yang ia tulis secara manual. Uniknya surat itu ditulis menggunakan aksara Arab Pegon.

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Arab Pegon, kata A Hisyam Karim, mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, adalah aksara Islam Nusantara warisan ulama-ulama Nusantara yang saat ini tetap bertahan.

"Arab Pegon ini unik karena aksara itu perpaduan antara aksara arab dan beberapa huruf lokal yang bunyinya tidak ada dalam bahasa arab seperti huruf C (?), E (?), NY(?), NG (? ), GA (?), sampai sekarang arab pegon masih dipakai di pesantren-pesantren dalam melogat kitab kuning," kata Hisyam dalam pengajian NU Caracas, Ahad (9/8) malam.

KOKAM Tegal

Menurut Hisyam, adalah berlebihan jika ada anggapan bahwa konsep Islam Nusantara itu anti Arab. Sebaliknya Islam Nusantara tetap cinta dan bangga dengan Arab, bahkan sebagian rukun Islam tidak bisa lepas dari hal-hal yang berbau Arab.

KOKAM Tegal

"Islam Nusantara tetap bangga dengan Arab karena dari sana lah Islam datang, Islam Nusantara syahadatnya tetap dengan Bahasa Arab. Begitu pun adzan, iqomat, sholat juga pakai bahasa Arab, niat dan doa buka puasa kadang pakai bahasa arab juga, haji dan umroh juga ke Arab, bukan ke Eropa," tegas Ketua NU Caracas ini.

Ditambahkannya, hanya zakat saja yang agak berbeda, karena zakat di Arab menggunakan gandum atau kurma, sementara di Indonesia menggunakan beras atau uang rupiah, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari padi.

"Karena di sini tanaman yang cocok adalah padi, maka para leluhur membuat istilah juga jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk, karena yang sering dilihatnya padi," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam memahami Islam Nusantara harus membedakan mana yang sifatnya sakral dan mana yang profan. Karena, kalau yang sakral ini ditambahkan dengan unsur lokal maka akan berakibat menjadi bidah dhalalah.

"Jadi Islam Nusantara bermain dalam tataran yang profan ini, yang bukan prinsipil, contohnya Arab Pegon itu," tutupnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Ahlussunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Senin, 18 September 2017

Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng

Brebes, KOKAM Tegal. Setelah sukses menjadi tuan rumah Manaqib Kubro Jami’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyah (Jatman) se-Jawa Tengah akhir Mei lalu, Kabupaten Brebes kembali dipercaya menggelar perhelatan tingkat provinsi berupa Seleksi Tilawatil Quran (STQ).

Pelaksanaan STQ tingkat Provinsi Jawa Tengah ini akan berlangsung pada 16-19 September 2014. Demikian ditegaskan Ketua Umum STQ XXIII Tingkat Jawa Tengah 2014 Narjo saat rapat persiapan panitia di ruang rapat Bupati Brebes, Rabu (25/6/14).

Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Brebes Siap Gelar STQ XXIII Se-Jateng

Narjo menyatakan, kebanggaanya atas kepercayaan Gubernur Jateng kepada Pemkab Brebes sebagai tuan rumah penyelenggaraan event di tingkat Provinsi. “Sebagai tuan rumah, Brebes berupaya keras demi suksesnya penyelenggaraan dan sukses prestasi,” kata Narjo yang juga Wakil Bupati Brebes.

KOKAM Tegal

Seperti penyelenggaraan Jatman, lanjutnya, meskipun tidak mendapat kucuran dana Pemkab Brebes tetapi pada kenyataanya bisa terselenggara dengan sukses. Dan menurut Ketua Jatman Jawa Tengah, Kabupaten Brebes telah sukses menggelar Manaqib Kubro dengan sukses dan terbaik.

STQ Tingkat Jateng bakal diikuti 35 Kafilah (kontingen) Kabupaten/Kota Se Jateng. Tiap kafilah akan mengirimkan 16 peserta, 3 pelatih, 1 Ketua Kafilah dan 2 pendamping. “Perhelatan ini, minimal akan dimeriahkan oleh 1.500 orang, belum orang tua dan tamu lain-lainnya,” kata Narjo.

KOKAM Tegal

Adapun cabang dan golongan yang akan dimusabaqohkan pertama Cabang Tilawah golongan anak-anak putra dan putri usia maksimal 13 tahun, golongan dewasa putra putri (pa pi) usia maksimal 40 tahun. Kedua Cabang Tahfidz golongan 1 juz dan tilawah pa pi usia maksimal 14 th, gol 5 juz dan tilawah pa pi usia maksimal 16 tahun, gol 10 juz pa pi usia maksimal 18 tahun, gol 20 juz pa pi usia maksimal 20 tahun dan gol 30 juz pa pi usia maks 23 tahun. Sedangkan yang ketiga cabang Tafsir Al quran untuk golongan Bahasa Arab Putra dan putri usia maksimal 23 tahun.

Untuk tempat STQ akan ditempatkan diberbagai titik antara lain di MTs N Model Brebes, Pendopo Bupati, Kantor Kemenag, Islamic Center dan Masjid Agung Brebes. “Kami juga telah melakukan studi banding ke Kab Karanganyar beberapa waktu lalu,” tandasnya.

Terpisah, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Brebes H Imam Hidayat menjelaskan, untuk kafilah (kontingen) Brebes telah siap. Terbukti telah dilakukan pembinaan secara bertahap dengan mendatangkan pelatih dari luar daerah yang berkelas Nasional. Yang mewakili Kafilah Brebes hanya 16 orang.

“Mereka akan berebut piala pada cabang Tilawah, Tahfidz dan Tafsir,” terangnya. “Sebagai tuan rumah, kami akan mendukung penuh agar Kabupaten Brebes dapat sukses penyelenggaraan, sukses, prestasi dan sukses administrasi,” tambah Imam. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Bahtsul Masail, Pendidikan KOKAM Tegal

Jumat, 25 Agustus 2017

Santri di Jombang Ikuti Pelatihan Kehutanan

Surabaya, KOKAM Tegal. Ratusan santri pecinta hutan di Kabupaten Jombang, Jatim, mengikuti pelatihan mengenai kehutanan di Universitas Tinggi Pesantren Darul Ulum (Unidu), Peterongan, Jombang, Kamis.

Pelatihan sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Kehutanan No. E.41/Menhut-II/2005 tentang Pedoman Penyelenggaraan Kecil Mananam Dewasa Memanen (KMDM) tersebut bertema "Kehutanan dan Pembangunan, Komitmen Santri Pecinta Hutan Melalui Gerakan Moral KMDM".

Santri di Jombang Ikuti Pelatihan Kehutanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri di Jombang Ikuti Pelatihan Kehutanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri di Jombang Ikuti Pelatihan Kehutanan

Hadir dalam kesempatan itu diantaranya Bupati Jombang Suyanto, Wagub Jatim, Soenarjo, Kadinas Kehutanan Jatim, Agus Samsudin, pengasuh Unidu Kyai H As’ad Umar, Dirut Perhutani Transtoto Handadhari dan Kanit II Perhutani Jatim Ir Tedjo Rumekso.

Sementara itu, Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Perhutani Jombang, NP Adnyana, dalam sambutannya berharap dengan pelatihan tersebut peserta dapat mengimplementasikan di dalam maupun di luar kawasan hutan sehingga dapat meningkatkan kemampuan dan dan kesadaran masyarakat mengenai manfaat dan fungsi hutan.

Perum Perhutani, katanya, mendukung dan menghargai langkah konkret yang diprakarsai Unidu Jombang dalam membangun komitmen dengan para pimpinan atau pengasuh pondok pesantren se-Jatim serta melibatkan ustadz, guru dan santri.

Perhutani yang memegang teguh paradigma "Community Based Forest" Management, siap bekerja sama dengan masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah pengelolaan sumber daya hutan tanpa mengesampingkan menurunnya kelestarian sumber daya hutan. (ant/tob)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pendidikan KOKAM Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat

Sumedang, KOKAM Tegal. Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Desa Cimarias, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, sukses menggelar Cimarias Bershalawat di halaman Desa Cimarias. Kegiatan tersebut dilaksanakan berkat kerja bareng PR IPNU-IPPNU Cimarias dan Pemerintah Desa Cimarias.

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cimarias Gelar Cimarias Bershalawat

Kegiatan yang dihadiri oleh ratusan warga cimarias ini diawali dengan gebyar shalawat dari beberapa utusan pesantren dan madrasah yang ada di Cimarias. Dilanjutkan dengan pembacaan istigotsah dan kasidah Barzanji yang dipimpin oleh KH. Dadang Abdullah Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussa’adah, dan di akhir acara ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Ust. Fu’ad Ginan Burhanuddin.

Acara yang berlangsung akhir pekan lalu itu (25/10) tersebut dihadiri pula Ketua PC IPNU Sumedang Saepul Hamdan, Ketua PC IPPNU Sumedang Esti Siti Nurrobi’ah, Kepala Desa Cimarias Mamat Rohmat, keluarga besar NU Pamulihan, dan seluruh jama’ah majlis ta’lim yang berada di Desa Cimarias.

KOKAM Tegal

“Kami ucapkan banyak-banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta menyukseskan acara Cimarias Bershalawat ini. Semoga ke depannya bisa lebih baik lagi,” terang Mulyana, ketua panitia sekaligus Ketua IPNU Desa Cimarias.

KOKAM Tegal

Ketua PC IPNU Sumedang Saepul Hamdan dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para pengurus IPNU-IPPNU Cimarias. “Saya sangat apresiatif terhadap para pengurus IPNU-IPPNU cimarias yang telah menggelar acara cimarias bershalawat ini dengan sukses,” papar Saepul.

Saepul juga mengharapkan dorongan semangat dari berbagai pihak terhadap program-program para pelajar NU. Ia meminta kepada Pemerintah Desa Cimarias, tokoh masyarakat, dan ulama setempat untuk senantiasa membantu segala bentuk kegiatan yang dilaksanakan oleh para pelajar IPNU-IPPNU Desa Cimarias.

Sementara itu Kepala Desa Cimarias Mamat Rohmat berjanji akan mengagendakan kegiatan ini setiap tahunnya. “Insyaallah kegiatan ini akan dilaksanakan setiap tahun, dan mudah-mudahan ke depannya bisa lebih meriah dan sukses lagi,” ungkap Mamat. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Pendidikan KOKAM Tegal

Sabtu, 19 Agustus 2017

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan inspirasi banyak orang. Hal ini erat kaitannya dengan perjuangan beliau dalam membela kaum minoritas. Pemikiran ulama asal Jombang itu telah memberi warna tersendiri dalam wacana kebangsaan selama ini.

Gus Dur dikenal sebagai kiai yang memperjuangkan dan menegakkan isu-isu demokrasi, pluralisme dan HAM. Tidak banyak orang yang dapat konsisten seperti halnya dilakukan oleh Gus Dur. Pemikiran dan perjuangannya didekasikan untuk kaum lemah, termasuk kaum perempuan. selama ini perempuan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang.?

Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Buku bertajuk Gus Dur di Mata Perempuan ini mengulas sosok feminisme Gus Dur. Buku ini mengeksplorasi pendapat para tokoh perempuan tentang Gus Dur. Para penulis yang semuanya perempuan ini menceritakan pengalaman apa yang mereka saksikan tentang pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan dan pembebasan perempuan.?

Pandangan-pandangan Gus Dur tentang toleransi dan demokrasi sudah sering disinggung. Namun pandangannya tentang gender dan kesetaraan masih belum banyak yang mengulas. Pandanganya mengenai kedudukan perempuan menunjukkan bahwa dirinya memang serius dalam melakukan pembebasan. Karena perempuan adalah semacam titik masuk dari berbagai pemikiran mengenai pembebasan dan kemanusiaan.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Tidak sekadar wacana, pembelaan Gus Dur terhadap perempuan dilakukan dalam berbagai sikap dan tuturan. Misalnya, Gus Dur ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.?

Perjuangan terhadap perempuan juga terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden ke-4. Gus Dur memelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. ?

Kepedulian Terhadap Perempuan

Bagi keluarga, Gus Dur adalah orang yang betul-betul menerapkan kesetaraan, bukan sekedar gaya hidup. Baginya, kesetaraan berangkat dari ruh hak asasi manusia yang sama. Sebagai adik kandung Gus Dur, Aisyah Baidhowi menitikberatkan pada kiprah dan pemikiran Gus Dur tentang perempuan di Nahdlatul Ulama (NU). Sejak Gus Dur terpilih pada Muktamar Situbondo 1984 sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, Gus Dur selalu mendorong Muslimat untuk memperhatikan dan okus pada masalah-masalah kemasyarakatan yang lain, bukan hanya isu perempuan. Gus Dur juga selalu menasehatkan jangan berkutat di internal organisasi tetapi harus berani ekspansi, bekerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di luar. (Halaman 52)

Ala’i Nadjib menuliskan Gus Dur di Mata Keluarga Inti. Tulisan ini berisi hasil wawancara Nadjib dengan istri dan anak-anak Gus Dur. Nadjib memotret kehidupan Gus Dur dalam keluarga. Terutama perhatian Gus Dur terhadap kesehatan reproduksi. Berdasarkan wawancara itu banyak yang disimak mengenai sikap Gus Dur sebagai seorang suami sekaligus bapak dari empat putrinya. Pola pendidikan yang diberikan kepada keluarganya adalah pendidikan yang membebaskan dan bertanggung jawab.

Pemikiran feminis Gus Dur terhadap perempuan tergambar melalui pandangannya terhadap ketimpangan relasi gender. Diskriminasi merupakan persoalan utama untuk membangun keharmonisan relasi gender.

Selain peduli terhadap perdamaian, pluralisme, demokrasi, dan pembelaan terhadap kaum minoritas. Gus Dur juga peduli terhadap hak asasi perempuan Indonesia. Gus Dur memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat fundamental bagi terwujudnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki.

Jika dicermati, perjalanan karier dan kecendekiawanan Gus Dur juga tidak bisa lepas dari perempuan. Selain istri, Gus Dur memiliki empat putri. Bahkan, publik mengenal salah satu putri Gus Dur Yeni Wahid sebagai salah seorang tokoh politik masa kini. Di mata keluarga Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang demokratis.?

Apabila ditelisik, pemikiran Gus Dur yang sdah maju pada eranya tentang kesetaraan sebenarnya telah tumbuh dari keluarga inti beliau, ayah dan ibunya. KH. Wahid Hasyim merupakan pelopor sekolah hakim perempuan pertama pada tahun 1950-an, saat beliau menjadi Menteri Agama.

Gus Dur adalah belantara makna yang seakan tak pernah habis digali. Sudah tak terhitung kajian dilakukan terhadap sosok dan pemikirannya dalam berbagai dimensi. Namun, buku ini memiliki keunikan dan kelebihan dibanding dengan karya-karya lainnya.

Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Buku ini terbit tidak lepas dari upaya Fatayat NU, sebagai organisasi gerakan perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU). untuk terus menerus mengkampanyekan pemikiran feminisme yang berakar pada khasanah pemikiran dan tradisi keindonesian.

Data buku

Judul buku : Gus Dur di Mata Perempuan?

Editor : Ala’i Nadjib

Penerbit : Gading, Yogyakarta

Cetakan : 2014

Tebal: 296 Halaman

ISBN : 978-602-14913-9-3

Peresensi : Ahmad Suhendra El-Bughury, reporter majalah Bangkit PWNU DIY



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Syariah, Pendidikan KOKAM Tegal

Rabu, 09 Agustus 2017

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pekalongan, KOKAM Tegal

Rais Aam Idaroh Aliyah Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya mewajibkan warga Nahdliyyin, khususnya para pengurus NU untuk memasang foto tokoh pendiri NU dan pahlawan nasional, Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, di rumah masing-masing.



Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Foto KH Hasyim Asyari Wajib Dipasang

Pasalnya, pemimpin tertinggi organisaasi tarekat-tarekat NU itu khawatir, saat ini para generasi muda NU banyak tidak tahu wajah tokoh penting di balik kebesaran Nahdlatul Ulama.

Habib luthfi perihatin akan nasib NU ke depan. Tokoh NU Kota Pekalongan yang juga Ketua Umum MUI Jawa Tengah itu beberapa waktu lalu meminta para Pengurus NU Kota Pekalongan agar di masing-masing rumah warga Nahdliyyin terpasang foto Hadratus Syech KH Hasyim Asyari tokoh pendiri Nahdlatul Ulama dan pahlawan nasional.

KOKAM Tegal

Bak gayung bersambut, gagasan Habib Luthfi disambut PCNU dengan pencanangan gerakan pemasangan foto KH Hasyim Asyari bersamaan dengan acara istighotsah kubro yang berlangsung Jumat (1/2) malam ditandai dengan penyerahan foto KH Hasyim Asyari berukuran 40 x 50 cm dalam bingkai kaca kepada perwakilan MWC NU, Lembaga NU, Badan Otonm NU dan Ranting NU.

KOKAM Tegal

Diharapkan seluruh rumah pengurus NU di semua tingkatan dalam bulan Pebruari ini sudah dipasangi foto KH Hasyim Asyari yang difasilitasi PCNU Kota Pekalongan dengan mencetak foto dalam bentuk poster.

Wakil ketua PCNU Kota Pekalongan Abdul Basyir mengatakan, secara bertahap PCNU akan menerbitkan buku sejarah sepak terjang tokoh-tokoh NU khususnya yang ada di Kota Pekalongan dengan harapan agar generasi penurus yang tergabung dalam wadah IPNU dan IPPNU tidak kehilangan panutan dan jejak yang amat penting bagi perkembangan NU di Kota Pekalongan.

Sementara itu tidak kurang dari sepuluh ribu warga NU Pekalongan dan sekitarnya Jumat (1/2) malam lalu menghadiri acara istighotsah kubro yang digelar PCNU Kota Pekalongan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-82 Nahdlatul Ulama.

Acara yang digelar di Masjid Agung Al Jami Kota Pekalongan mendapat perhatian penuh dari warga masyarakat. Pasalnya dalam acara itu dua tokoh ulama besar yakni Habib Luthfi dan Habib Abdullah Baqir bin Abdullah Alatas ikut hadir dan larut dalam gema istighotsah, sehingga jamaah yang dengan hadir dengan busana putih putih tampak larut dalam doa agar bangsa Indonesia lepas dari berbagai musibah.

Bahkan untuk memudahkan jamaah dapat melihat susana depan panggung, pihak panitia harus menyediakan monitor besar, sehingga jamaah tidak perlu lagi berdesakan untuk menempati ruangan utama masjid Agung Al Jami.

Meski demikian, serambi dan halaman masjid yang cukup luas itu akhirnya tak mampu juga menampung ribuan jamaah yang terus berdatangan hingga acara berlangsung hampir separohnya.

Humas Panitia Zainal Muhibbin SPd kepada KOKAM Tegal mengatakan, istighotsah kubro ini merupakan puncak acara harlah yang di gelar PCNU Kota Pekalongan sejak tanggal 10 Januari 2008 yang lalu.

Beberapa kegiatan ujar Muhibbin telah dilakukan dan mendapat sambutan masyarakat yang cukup meriah, antara lain bersih-bersih masjid dan musholla NU, pengobatan gratis massal, donor darah, malam tasyakuran, ziarah makam ulama pejuang NU dan puncaknya digelar istighotsah ini.

"Saya tidak menduga kalau acara yang digelar NU mendapat sambutan yang luar biasa. Hal ini dapat dilihat dari animo masyarakat di setiap acara yang digelar untuk memperingati Harlah NU," katanya.

"Tentu ini menjadi garapan NU ke depan bagaimana antusias masyarakat ini sebagai bukti bahwa mereka masih sangat mencintai NU," ujar Muhibbin lagi.

"Meski disadari bahwa kegiatan kolosal seperti pengobatan gratis, donor darah dan istighotsah kubro ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, akan tetapi kalau hal ini untuk masa depan dan kebesaran Nahdlatul Ulama, berapapun biaya yang harus dikeluarkan itu bukan masalah," tandasnya.

Walhasil, acara peringatan harlah menandai kegiatan awal pengurus NU periode 2007-2012 telah mendapat respon masyarakat dengan baik, tinggal ke depan bagaimana pengurus baru dapat merealisasikan program-programnya yang dapat menyentuh kebutuhan warga nahdliyyin khususnya dalam penanganan pendidikan, ekonomi dan kesehatan yang saat ini masih menjadi kebutuhan prioritas warga NU di Kota Pekalongan. (Abdul Muiz)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Lomba, Pertandingan KOKAM Tegal

Selasa, 01 Agustus 2017

Cholil Bisri Minta Dilakukan Evaluasi Akibat Kekalahan Kahfi

Jakarta, KOKAM Tegal
Anggota Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa KH Cholil Bisri menyatakan pihaknya akan menekan DPP PKB agar segera melakukan evaluasi menyusul kekalahan pasangan Abdul Kahfi dan Ridwan Hisjam dalam pemilihan Gubernur Jawa Timur.

"Saya menduga ada politik uang dalam pemilihan Gubernur Jatim itu. Tanda itu jelas sekali terlihat," katanya menanggapi kalahnya pasangan cagub dari PKB dan Golkar itu di Gedung DPR Jakarta, Kamis.

Menurut Cholil, dalam pemilihan Gubernur Jatim itu, yang menang bukanlah PDIP, PKB atau partai lainnya, tetapi para penjudi yang telah bertaruh dengan sejumlah uang.

Ditanya tentang kemungkinan anggota DPRD dari PKB yang melakukan pembelotan, Wakil Ketua MPR itu mengatakan tidak tahu secara persis karena sulit untuk membuktikannya. "Dugaan itu sulit dibuktikan karena pemungutan suara dilakukan secara rahasia," katanya.

Oleh karena itu, Cholil menegaskan bahwa pihaknya akan mendesak DPP PKB untuk segera melakukan evaluasi karena dalam proses pemilihan tersebut jelas sekali ada praktek politik uang. "Nanti akan ada evaluasi dan saya akan menekan supaya diteliti lagi mengapa semua bisa jadi seperti ini," katanya.

Sebelumnya dalam rapat paripurna DPRD Jatim yang beragendakan pemilihan Gubernur Jatim di Surabaya, Kamis, pasangan Imam Utomo-Soenarjo yang didukung Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan terpilih sebagai Gubernur Jatim mengalahkan Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam yang didukung koalisi PKB, Partai Golkar, dan PAN.

Dalam pemilihan tersebut, pasangan Imam Utomo-Soenarjo berhasil mengungguli Abdul Kahfi-Ridwan Hisjam dengan perolehan suara 63 lawan 34, satu orang abstain dan dua suara rusak.

Kemenangan pasangan Imam Utomo selain diperoleh dari Fraksi PDI-P dan Fraksi Gabungan yang berjumlah 46 suara, juga disumbang oleh Fraksi TNI/Polri yang mempunyai 10 suara.(ant/mkf)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, IMNU, Halaqoh KOKAM Tegal

Cholil Bisri Minta Dilakukan Evaluasi Akibat Kekalahan Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)
Cholil Bisri Minta Dilakukan Evaluasi Akibat Kekalahan Kahfi (Sumber Gambar : Nu Online)

Cholil Bisri Minta Dilakukan Evaluasi Akibat Kekalahan Kahfi

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock