Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Jakarta, NU.Online
Dunia usaha mempertanyakan landasan syariah pungutan dalam penerapan labelisasi halal pada produk yang beredar di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tepung Indonesia (Aptindo) F Welirang di Jakarta, Senin, mengatakan pada dasarnya tidak seorang pun menentang tujuan sertifikasi dan labelisasi halal yang ingin memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang halal.

Kontroversi tentang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Produk Halal (JPH) dipicu pengenaan biaya pada setiap kemasan. Menurut dia, penerapan pungutan labelisasi halal harus dikembalikan kepada landasan hukum yang berlaku, baik perundang-undangan di Indonesia maupun hukum syariah.

Undang-Undang (UU) No 7/1996 tentang Pangan dan PP No 69/1999 tentang Iklan dan Label Pangan, serta UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah cukup jelas dan tegas mengatur hal tersebut. Pungutan labelisasi halal dinilainya justru akan menimbulkan persoalan syariah, walaupun dengan alasan kepentingan pendapatan negara. Hal itu karena pungutan tambahan pada labelisasi halal akan berdampak pada naiknya biaya produksi dan akhirnya kenaikan harga produk.

Welirang mengutip Ketua Umum Ekonomi Syariah Iwan P Pontjowinoto yang menekankan bahwa dalam perniagaan harus ridho sama ridho. "Prinsip ridho sama ridho itulah yang perlu dikaji lebih jauh dalam praktik pengenaan biaya labelisasi halal".

Welirang juga mengatakan risiko dari pungutan labelisasi halal harus dilihat probabilitas apakah lebih banyak membawa manfaat atau kerugian. "Di situlah dapat dikaji seberapa besar risiko yang ditimbulkan oleh pengenaan biaya labelisasi halal dibandingkan manfaatnya," katanya. (Ant/cih)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Doa KOKAM Tegal

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Sabtu, 17 Februari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, KOKAM Tegal. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

KOKAM Tegal

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Jombang, KOKAM Tegal. Bencana Longsor di Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng yang menewaskan 14 korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan juga warga Muslimat NU Setempat. Pasalnya, salah satu korban, yakni Mukhayaroh (55) merupakan Ketua Muslimat NU Ranting Ngrimbi.

Mukhayarah ditemukan telah tidak bernyawa bersama suaminya, Sunarimo (61) setelah pencarian yang dilakukan Tim gabungan dari TNI, Polri dan BASARNAS dibantu ratusan relawan, Kamis (30/1). Jasad suami istri ini ditemukan bersamaan dengan anaknya, Nurul (27) dan menantunya, Panji (32)  juga Nindi cucunya yang masih berusia 3 tahun. Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi ini ditemukan masih memegang seuntai tasbih.

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Proses evakuasi korban longsor lereng Anjasmoro ini terbilang sulit. Pasalnya, jalan setapak yang digunakan untuk jalur evakuasi licin akibat siraman hujan semalam."Jasad Mukhayaroh ditemukan pada kedalaman penggalian delapan meter. Saat ditemukan, ditangannya masih memegang tasbih. Namun pakaiannya sudah hancur, jadi tidak bisa diketahui dia memakai mukena atau tidak," kata Wakapolres Jombang Kompol Sumardji ditemui dilokasi kejadian saat evakuasi.

KOKAM Tegal

Keluarga Mukhayaroh dikenal masyarakat sebagai tokoh NU di kampungnya, Sunarimo sendiri merupakan takmir dan Imam Masjid Al Huda Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng. Sedangkan Nurul yang alumni IPPNU ini juga dikenal aktif di Fatayat NU setempat.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Jombang, Hj Aisyiah Baidlowi membenarkan bahwa Mukhayaroh adalah kader muslimat yang masih aktif. Bahkan saat ini istri dari Sunarimo itu menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi.

KOKAM Tegal

Oleh sebab itu pula, setiap pagi jamaah muslimat setempat selalu menggelar doa bersama di masjid setempat. "Ibu Mukhayaroh merupakan Ketua Muslimat Desa Ngrimbi. Dia sangat aktif di jamaah pengajian. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah, dan semua dosanya diampuni." tutur Aisyiah Baidlowi Ketua PC Muslamat NU Jombang mengatakan.

Bencana tanah longsor di Dusun Kopen berawal dari hujan disertai angin yang terus mengguyur mulai Senin (27/1) pukul 18.00 WIB kemarin. Guyuran air hujan itu baru reda sekitar pukul 01.30 WIB. Belum reda hujan yang mengguyur, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Akibatnya, 5 rumah tertimbun longsor  dan 14 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal, sedangkan 5 lainnya hingga kini masih proses pencarian. (MuslimAbdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Budaya, PonPes KOKAM Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, KOKAM Tegal. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

KOKAM Tegal

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

KOKAM Tegal

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Budaya, IMNU KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar training motivasi sukses itu mudah di Aula PP GP Ansor, Kramat Jakarta Pusat baru-baru ini. PP IPNU didorong meraih kesuksesan sejak muda, dengan membuktikan pikiran bawah sadar, kemustajaban dan kalimat lafadz Allah.?

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

"Menjadi sukses itu mudah, tidak sulit. Karena apa yang kita inginkan itu adalah apa yang kita tanam sejak dulu," jelas Yanuar Prihatin.?

Yanuar yang juga Anggota DPR RI menuturkan, kesuksesan merupakan hasil dari yang selama ini ditanam. Maka dari itu semuanya harus dilakukan saat ini. Secara interaktif, ? training motivasi kepada peserta dimulai saat membuka pikiran anak muda untuk mencapai kesuksesan.

"Seorang yang memiliki keterbatasan bisa melakukan kegiatan sehari-hari bahkan bisa mengikuti olimpiade, mengapa kita yang sempurna tidak bisa," tegasnya.?

Yanuar menyampaikan, Kesulitan terberat yang dialami manusia adalah di saat sakit dan menjelang kematian sehingga jika mengalami kesulitan menuju sukses maka itu mudah. Dia melihat anak muda kini tidak memahami proses, sehingga proses tersebut seringkali gagal dan tidak mau lagi dimulai.

KOKAM Tegal

"kesulitan dalam hidup itu adalah di saat sakit dan menjelang kematian. Maka sukses itu dapat diraih dengan mudah," terangnya.?

Lanjut dia, mengajak semua peserta untuk bangkit dan optimis dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah itu. Semua peserta diajak untuk memulai dengan kata yang positif, sehingga menimbulkan energi yang positif yang akan mampu merubah nasib seseorang.

KOKAM Tegal

"Kita harus terbiasa dengan kata-kata yang positif, sehingga terbiasa menjadi watak dan merubah nasib seseorang," lanjutnya.?

Dalam training tersebut juga diputar video sebagai penggambaran kisah sukses yang dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Ditambah, dengan video yang menggambarkan orang miskin yang meraih kesuksesan. Training motivasi diakhir dengan munajat kepada Allah SWT, ditambah dengan visualisasi cita-cita yang diimpikan. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, KOKAM Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

KOKAM Tegal

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

KOKAM Tegal

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Budaya KOKAM Tegal

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Bangkalan, KOKAM Tegal. Pengabdian di NU tidak dibatasi oleh periodisasi waktu. Warga yang sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan juga dapat terus berpartisipasi dalam organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Demikian disampaikan KH Fathurrohim A. Rahman, Wakil Ketua PCNU Bangkalan, Madura, dalam arahannya para pelantikan bersama beberapa MWCNU di Bangkalan, Ahad (12/5) yang bertempat di pendopo eks kawedanan Arosbaya.

KH Fathurrohim berharap semua pengurus berkomitment dengan amanat yang telah diterimanya. Kepada mantan pengurus yang pada periode kali ini tidak terpilih juga jangan menghilang, karena secara hakekat pengabdian di NU tidak dibatasi oleh masa periode waktu

KOKAM Tegal

“Berlakulah seperti orang memotong bambu diambil dari ujungnya, bukan dari bawah yang tidak terpilih. Semua harus menjadi pengikat dan memperkuat kepengurusan yang baru, sehingga upaya perjuangan untuk menjadikan jam’iyyah ini bermanfaat dapat segera terealisasi dan bisa dirasakan bersama,” kata adik kandung salah seorang wakil ketua PWNU Jawa Timur ini. 

Tiga kepengurusan MWCNU di wilayah eks Kawedanan Arosbaya yang meliptui MWCNU Arosbaya, Geger dan Klampis resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

KOKAM Tegal

Mewakili tiga kepengurusan MWCNU yang dilantik Drs. H. Jakfar Al-Habary dalam sambutan pelantikannya mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk kesadaran dan ikhtiar pengabdiannya kepada jam’iyyah.

Rais Syuriyah MWCNU Klampis yang juga mantan Kasek SMAN Arosbaya ini meminta kepada semua kepengurusan yang ada, baik ranting maupun cabang untuk memberikan dukungan dan bimbingan sehingga apa yang dicanangkan untuk periode pengabdian lima tahun ke depan bisa lebih maximal dan berdaya guna baik kepada jama’ah maupun kepada jam’iyyah.

Sementara prosesi pelantikan dipimpin Wakil Rais PCNU Bangkalan KH Abdul Hannan Nawawi. Selain diisi dengan pengucapan baiat acara yang dilangsungkan secara sederhana ini juga diisi dengan pendalaman ke-NU-an dan Aswaja oleh DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Dalam mauidhohnya wakil katib PWNU Jawa Timur ini lebih banyak menerangkan tentang perlunya prilaku kolektif bagi pengurus NU. Prinsip sholat berjama’ah harus menjadi salah satu landasan kerja bagi kepengurusan, antara lain adanya kesamaan tujuan dalam segala hal, kepatuhan kepada pimpinan, serta mengenal jama’ah yang akan dipimpin

Terkait semangat kerja Gus Aab, panggilan akrab pegiat pembelaan aswaja yang juga mantan cawabup Jember ini mengajak kepada kepengurusan terpilih untuk memahami landasan didirikannya NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (kemapanan ekonomi) Nahdlatul Wathon (nasionalisme ) dan Tasywirul Afkar (pengembangan keilmuan).

Acara pelantikan tiga MWCNU diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin ketua PCNU Bangkalan KH. Fachrillah Aschall.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Hadits, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Rusia Peringatkan, Kartun Nabi Bertentangan dengan Hukum dan Etika

Moskow, KOKAM Tegal. Pengawas media Rusia pada Jumat memperingatkan penerbit bahwa mencetak kartun Nabi Muhammad bertentangan dengan hukum dan norma etika negara itu, menyusul serangan atas "Charlie Hebdo" di Prancis.

"Penerbitan di media Rusia atas karikatur seperti itu melawan etika dan norma moral, yang berlangsung berabad-abad," kata pengamat media dan komunikasi Roskomnadzor.

Rusia Peringatkan, Kartun Nabi Bertentangan dengan Hukum dan Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Rusia Peringatkan, Kartun Nabi Bertentangan dengan Hukum dan Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Rusia Peringatkan, Kartun Nabi Bertentangan dengan Hukum dan Etika

"Menyebarkan karikatur tentang agama di media dapat dianggap menghina atau mempermalukan perwakilan dan kelompok agama serta dapat menghasut kebencian suku dan agama, yang termasuk pelanggaran di bawah hukum Rusia," katanya.

KOKAM Tegal

Penerbitan itu juga melanggar hukum media dan anti-ekstremisme Rusia, kata pengawas itu, dengaan menambahkan bahwa badan tersebut meminta media Rusia menahan diri dari penerbitan karikatur yang dapat dilihat sebagai pelanggaran.

KOKAM Tegal

Pengawas itu menyiarkan pernyataan tersebut sebagai tanggapan atas perbantahan tentang keabsahan penerbitan karikatur menggambarkan lambang keagamaan, yang memengaruhi perasaan umat beragama.

Banyak surat kabar dan majalah di seluruh dunia mencetak ulang kartun Nabi Muhammad milik "Charlie Hebdo", yang kantornya di Paris diserang kelompok bersenjata pada 7 Januari, yang menewaskan 12 orang.

Meskipun kepemimpinan Rusia menyampaikan belasungkawa kepada Prancis dan Menteri Luar Negeri Sergei Lavrov ikut dalam pawai kesatuan pada akhir pekan itu, pengulas pendukung Kremlin dan Muslim menuduh kartunis itu memicu serangan tersebut.

Dewan Mufti Rusia -pihak berwenang tertinggi Muslim- mengutuk serangan itu, tapi mengatakan bahwa kemungkinan dosa pemicu tidak kurang berbahaya bagi perdamaian daripada dosa yang terpicu.

Badan itu, lebih lanjut sesudah "Charlie Hebdo" menerbitkan kartun pasca-serangan dengan Nabi Muhammad di halaman depan, menyatakan bahwa itu adalah tanggapan tak dapat diterima terhadap penembakan tersebut karena orang tidak bisa menertawakan perasaan umat beriman.

Beberapa unjuk rasa direncanakan pada minggu depan oleh Muslim guna menentang kartun itu, termasuk di kota utama Chechnya, Grozny.

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan penggambar kartun Nabi Muhammad adalah orang tanpa nilai kerohanian dan moral dan mengatakan bahwa 500.000 orang akan ikut dalam unjuk rasa itu, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin pagi.

Sementara beberapa pengunjuk rasa pendukung "Charlie Hebdo" dihukum, pengadilan Distrik Tverskoy Moskow pada Jumat menghukum Mark Galperin, pegiat lawan pemampang spanduk "Je Suis Charlie" di dekat Kremlin pada Sabtu lalu dengan delapan hari penahanan.

Pengunjukrasa lain, Vladimir Ionov (75), didenda. Keduanya dinyatakan bersalah mengadakan acara umum tanpa izin, demikian AFP. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya KOKAM Tegal

Selasa, 09 Januari 2018

Kisah Bendera NU di Subang

Subang, KOKAM Tegal. Jika masuk ke kobong-kobong atau kamar di Pesantren Al-Karimiyah Kampung Pungangan, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, akan ditemui bendera atau logo NU atau tokoh-tokohnya, serta pendiri pesantren.

Di salah satu kobong yang didirikan tahun 1971 oleh KH Abdul Karim tersebut dihuni santri bernama Anas Ali (21). Di kobong yang ditempati Ali selama lima tahun tersebut terdapat dua bendera NU.

Kisah Bendera NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Bendera NU di Subang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Bendera NU di Subang

Pertama persis di dinding di atas pintu. Bendera tersebut berwarna dasar hijau dengan aksara putih. Di sampingnya, bendera NU dengan warna dasar putih beraksara hijau. Di antara keduanya, poster Bung Karno berdiri gagah. Di samping kanan kopiah hitamnya terdapat burung Garuda dan Pancasila.

KOKAM Tegal

Tidak hanya itu, di salah satu dinding pesantren yang diasuh Ajengan Tholaal Badru tersebut, terdapat poster hitam putih Hadrotusy Syekh KH Hasyim Asyari. Di bagian atas poster itu tertulis kalimat dengan huruf kapital “Tegakkan Aqidah Ahlu Sunah di Indonesia”. Di bawahnya tertulis dengan kapital pula, “Aku titipkan NU ini kepadamu.”

KOKAM Tegal

Di dinding lain, terdapat poster Presiden Soekarno menggenggam keris bersarung dan posternya yang sedang tersenyum. Di ? dinding satunya lagi, kembali ada poster Kiai Hasyim As’ari.

Menurut santri bernama Dedi Setiawan (27), bendera NU tersebut diambil ketika ? acara Yaumul Ijtima’ yang digelar PCNU ? Kabupaten Subang, sekitar bulan Mei lalu.

“Kan banyak bendera-bendera di pinggir jalan. Kami ambil ketika Banser pada lengah,” ungkap Dedi yang nyantri sejak tahun 2001, di kobongnya, Kamis, (15/11), sambil tertawa.

Tapi, diakui Dedi, prilakunya yang demikian bukan didasari sikapnya yang senang mengambil milik orang lain dengan sembarangan, tapi lebih kecintaan terhadap organisasi yang didirikan di Surabaya tahun 1926 oleh para ulama tersebut.

Wakil Ketua PCNU Subang, KH Agus Syarifuddin, mengakui, sejak kepengurusannya mulai tahun 2008, membuat bendera NU seribu buah.

“Sekarang cuma tinggal sekitar 20 buah,” ujarnya.

Agus menerangkan, di setiap acara, PCNU Subang selalu memasang bendera-bendera NU di sekitar lokasi. Tapi panitia harus selalu merelakan bendera hilang.

Bendera-bendera itu selalu diambil warga, terutama santri. Jadi bendera yang seharusnya ada di pinggir jalan, malah ada di kobong. Ada yang disimpan di lemari. Bahkan dibawa ke rumahnya.

Redaktur ? : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Pemerintah Tetapkan Besaran Rata-rata BPIH 2016 Rp 34,6 Juta

Jakarta, KOKAM Tegal - Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) mengumumkan ketetapan pemerintah perihal pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Reguler. Pemerintah menentukan besaran rata-rata BPIH tahun 1437 H/2016 M sekira Rp. 34.641.304,00 atau setara USD2.585. Jumlah besaran ini ditentukan dengan asumsi nilai tukar rupiah sebesar Rp13.400 per USD1.

Pengumuman ini disampaikan Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin yang didampingi Dirjen PHU Prof Dr H Abdul Jamil di Kantor Kemenag RI Jalan Lapangan Banteng Barat 3-4, Jakarta, Selasa (17/5) siang.

Pemerintah Tetapkan Besaran Rata-rata BPIH 2016 Rp 34,6 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Tetapkan Besaran Rata-rata BPIH 2016 Rp 34,6 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Tetapkan Besaran Rata-rata BPIH 2016 Rp 34,6 Juta

Besaran angka rata-rata BPIH ini didasarkan pada Keputusan Presiden No 21 tahun 2016 tentang BPIH tahun 1437 H/2016 M tanggal 13 Mei 2016. Kepres ini keluar setelah mendapat persetujuan dari Komisi VIII DPR RI.

KOKAM Tegal

Secara umum besaran rata-rata BPIH tahun 1437 H/2016 M mengalami penurunan dari rata-rata BPIH tahun 1436 H/2015 M. Menurut satuan dollar Amerika, jumlah BPIH tahun 2016 turun sebesar USD132 dari rata-rata BPIH tahun 1436H/2015M sebesar USD2.717.

KOKAM Tegal

Kendati demikian, masyarakat wajib melunasi pembayaran BPIH Reguler tahun 1437 H/2016 M dengan mata uang rupiah. Hal ini didasarkan pada amanat Undang-undang Nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang dan Peraturan Bank Indonesia Nomor 17/3/PBI/2015 tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah NKRI.

Berikut ini besaran BPIH Tahun 1437 H/2016 M untuk dua belas embarkasi di Indonesia. Pertama, Embarkasi Aceh untuk jamaah haji dari Provinsi Aceh sebesar Rp 31.117.461. Kedua, Embarkasi Medan untuk jamaah haji dari Provinsi Sumatera Utara sebesar? Rp 31.672.827. Ketiga, Embarkasi Batam untuk jamaah haji dari Provinsi Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, dan Jambi sebesar Rp 32.113.606. Keempat, Embarkasi Padang untuk jamaah haji dari Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu sebesar Rp 32.519.099.

Kelima, Embarkasi Palembang untuk jamaah haji dari Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Bangka Belitung sebesar Rp 32.537.702. Keenam, Embarkasi Jakarta untuk jamaah haji dari Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, dan Lampung sebesar? Rp 34.127.046. Ketujuh, Embarkasi Solo untuk jamaah haji dari Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi DI Yogyakarta sebesar? Rp 34.841.414. Kedelapan, Embarkasi Surabaya untuk jamaah haji dari Provinsi Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 34.941.414.

Kesembilan, Embarkasi Balikpapan untuk jamaah haji dari Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara sebesar Rp 37.583.508. Kesepuluh, Embarkasi Banjarmasin untuk jamaah haji dari Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sebesar Rp 37.583.508. Kesebelas, Embarkasi Makassar untuk jamaah haji dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat sebesar Rp 38.905.808. Keduabelas, Embarkasi Lombok untuk jamaah haji dari Provinsi Nusa Tenggara Barat sebesar? Rp 37.728.961. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya KOKAM Tegal

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

Pringsewu, KOKAM Tegal. Istiqomah dalam ibadah adalah melakukan seluruh aktivitas ibadah yang tampak maupun tidak tampak dengan terus menerus serta meninggalkan larangan Allah. Keistiqomahan seseorang dalam beribadah akan mendapatkan catatan tersendiri dari Allah.

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

 

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Husna Pringsewu KH. Abdul Hamid Al Hafidz saat membahas materi Istiqomah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (12/11).

Dalam kehidupan ini lanjutnya, seseorang hendaknya memiliki satu keistiqomahan dalam ibadah walaupun dalam bentuk ibadah yang sederhana.

"Allah lebih suka kepada Ibadah yang sedikit tapi istiqomah daripada Ibadah yang banyak tapi borongan dan tidak istiqomah," tegasnya.

KOKAM Tegal

Berbagai ibadah harian yang dapat dilakukan dengan istiqomah diantaranya membaca Al-Quran walaupun satu ayat, beristighfar, membaca shalawat, berpuasa.

KOKAM Tegal

"Imam Ghazali menyebutkan bahwa seseorang dikatakan memiliki potensi sikap istiqomah ketika mampu melakukan sesuatu pekerjaan atau ibadah tiga kali secara berturut-turut," katanya.

Berbagai manfaat dari sikap istiqomah, jelas pria yang juga hafidz Quran ini, sudah dijelaskan dalam Al Quran diantaranya pada Surat Jin ayat 16. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa  seseorang yang mampu istiqomah beribadah di jalan Allah akan dikaruniai rizki yang mudah oleh Allah SWT

Dalam Al-Quran Surat Fusshilat ayat 30 juga disebutkan bahwa para malaikat akan diturunkan oleh Allah bagi orang yang istiqomah beribadah saat ia dalam kondisi sakaratul maut.

(Baca juga: Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus)

"Para Malaikat akan menghilangkan rasa takut atas proses sakaratul maut, menghilangkan rasa sedih berpisah dengan orang yang dicintai dan memberikan kabar gembira bahwa ia termasuk ahli surga," jelas Kiai Hamid.

Untuk melakukan ibadah yang istiqomah lanjutnya, seseorang akan menghadapi banyak ujian. Namun tantangan ini harus dikalahkan karena ada yang akan senang dengan kegagalan dalam beristiqomah yaitu setan. 

"Mari perbanyak istighfar untuk menggantikan ibadah yang kita istiqomahi namun tidak bisa dilaksanakan. Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Budaya, Halaqoh KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya membantah terlibat aksi dengan sejumlah ormas Islam yang digelar didepan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10) lalu.

Pasalnya, dalam Kabar Priangan edisi Sabtu (29/10/2016), disebutkan salah satu elemen yang ikut aksi ada IPNU dan GP Ansor.

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok

"Saya tegaskan IPNU tidak pernah dan tidak akan ikut aksi soal Ahok atau apapun namanya yang dilakukan oleh mereka. IPNU senantiasa fatsun pada intruksi PBNU," kata Ketua IPNU Kota Tasikmalaya, Saeful Malik, Sabtu (29/10/2016).

Menurut Apung (Panggilan Akrab Saeful Malik), seharusnya wartawan yang meliput melakukan "cross cek" ke IPNU karena sudah jelas garis organisasi IPNU dibawah NU.

"NU sudah melarang. Masa kami ikut. Itu namanya fitnah," ujarnya.

KOKAM Tegal

Apung pun meminta agar Kabar Priangan memuat bantahan ini karena sudah jelas keterlibatan IPNU tidak benar.

Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf pun sama. Membantah terlibat aksi yang bertemakan "Bela Islam" karena sudah nyata GP Ansor satu komando dibawah NU.

"Aneh teu ngarti. Naha Ansor dibabawa (Aneh tak mengerti, kenapa Ansor dibawa-bawa)," ucapnya.

KOKAM Tegal

Pimred Kabar Priangan, Duddy RS segera menindaklanjuti klarifikasi tersebut. Dan akan memintai keterangan wartawan terkait pencatutan nama IPNU dan Ansor saat aksi Bela Islam oleh sejumlah Ormas di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10).

"Apakah dilapangan ada yang mengaku demikian atau ada kesalahan pengutipan dari wartawan. Kami minta maaf atas kelalaian ini," ujar Duddy. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Sunnah, Budaya KOKAM Tegal

Rabu, 13 Desember 2017

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

Lampung Tengah, KOKAM Tegal - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Lampung menggelar Silaturahim dan Halaqah Alim Ulama dan Pimpinan Pondok Pesantren se-Provinsi Lampung di kompleks Pesantren Darussa’adah Mojo Agung Seputih Jaya Kecamatan Gunung Sugih, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (27/7).

Acara ini mengusung tema besar “Ikhtiar dari Lampung untuk Perbaikan Bangsa, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Mewujudkan Indonesia yang berkeadaban”.

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqah Alim Ulama Se-Lampung Usung Tema Keutuhan NKRI

KH Muhsin Abdillah selaku Rais Syuriyah PWNU Lampung dalam sembutannya berharap semua warga Nahdliyin bisa menengahi segala persoalan-persoalan bangsa. Agenda ini, katanya, hadir sebagai respon atas keberadaan kelompok yang anti-Pancasila dan kini dibubarkan Pemerintah.

“Belajar dari Muktamar NU di Situbondo pada 1984 bahwa Pancasila bagi NU sudah final. Oleh karena itu segenap elemen warga NU mari bersama-sama harap mempelajarinya kembali. Jauh lebih penting menyikapi dengan jernih, lahirnya FDS (full day school) telah menimbulkan polemik yang besar di masyarakat oleh karena itu akan dibahas secara lebih mendalam lagi”, imbuh alumni pesantren Darussalamah Brajadewa Way Jepara Lampung Timur ini. ?

KOKAM Tegal

Silaturahim dan halaqah ini hadir KH Ahmad Shodiq (Mustasyar PBNU), KH Mustofa Aqil Siradj (Rais Syuriyah PBNU), KH Ahmad Ishomuddin (Rais Syuriyah PBNU), H Umarsyah (Ketua PBNU), KH Muhsin Abdillah (Rais Syuriyah PWNU Lampung), Rais Syuriyah PCNU se-Provinsi Lampung dan ribuan warga nahdliyyin. (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)



KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai organisasi yang dilahirkan NU, dalam konteks politik GP Ansor dan kadernya bukan berarti tidak boleh berpolitik praktis. GP Ansor dan kadernya boleh berpolitik, hanya saja tidak boleh menjadi partai politik atau menjadi bagian dari kekuatan politik tertentu.

“Itu penting ditegaskan, mengingat fenomena politik yang multi partai dan berkembangnya politik aliran saat ini, GP Ansor harus memiliki pertahanan yang kuat agar tidak mudah terjebak dalam perangkap politik praktis,”tandas calon Ketua Umum PP GP Ansor Choirul Saleh Rasyid di Jakarta, Jumat (26/11) .

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol

Karena itu hubungan Ansor dan partai politik bersifat independen dan tetap menjaga netralitasnya sebagai organisasi pemuda di bawah NU yang mandiri dan bermartabat. Namun demikian kata Choirul, GP Ansor tetap akan mendorong para kadernya yang terbaik untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis manapun juga dengan aktivitas lain di luar politik praktis.

KOKAM Tegal

Dengan kata lain lanjut Choirul, GP Ansor sebagai institusi tetap independen dan harus menjaga netralitasnya dengan kekuatan politik manapun. Independensi Ansor harus diawali oleh indepensinya para elit Ansor, agar menjaga kemungkinan stigma negatif yang dialamatkan kepada Ansor secara kelembagaan.

KOKAM Tegal

Untuk itu agenda GP Ansor kini dan akan datang adalah menunjuk kepada perjuangan kemasyarakatan semesta, yang secara umum berorientasi kepada perspektif nilai kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

Dari sudut kemasyarakatan GP Ansor harus melakukan peran transformatif, yaitu mempersiapkan kadernya memasuki era industrialisasi tanpa harus kehilangan sendi-sendi keagamaannya serta jati dirinya sebagai organisasi kader, dengan cara peningkatan kualitas sumberdaya manusianya.

Sedangkan dari sisi kebangsaan, GP Ansor melakukan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua kekuatan yang ada di masyarakat, seperti TNI, birokrasi, kekuatan politik, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, LSM dan media massa. Dengan demikian diharapkan peran transformatif GP Ansor lebih fungsional dan bermanfaat.

Sementara dari aspek kenegaraan GP Ansor melakukan upaya-upaya agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini melaksanakan kedaulatan hukum sepenuhnya yang menjamin kebebasan berpendapat dan berbicara serta memperlakukan warganya secara sama.

Ke depan maka upaya yang dilakukan GP Ansor seperti program-program yang mengacu pada “perjuangan kemasyarakatan semesta”,  yaitu harus berani menyuarakan hati nurani rakyat yang tidak diuntungkan oleh proses pembangunan dan GP Ansor  harus kritis dan responsif terhadap persoalan-persoalan bangsa.

Seperti korupsi, kolusi, penyalahgunaan wewenang, nasib buruh, soal tanah, bencana alam dan lain sebagainya. Dengan demikian, kongres GP Ansor mendatang akan muncul sebuah perdebatan kualitatif yang menunjuk kepada perspektif kepemimpinan (leadership), serta kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi (managerial) yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

 “Jadi bukan perdebatan politis, yang arahnya mendistorsi seseorang karena sesuatu yang bersifat personal, like and dislike, vested interest dan lainnya,” Choirul berharap. (amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Sang Guru Pesantren dari Situbondo

Judul         : Keteladanan KHR. Ahmad Fawaid As’ad

Penulis      : KH. Muhyiddin Abdusshomad 

Editor        : Suparman

Penerbit    : Khalista, Surabaya

Sang Guru Pesantren dari Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)
Sang Guru Pesantren dari Situbondo (Sumber Gambar : Nu Online)

Sang Guru Pesantren dari Situbondo

Cetakan    : I, April 2012

Tebal         : xi+ 46 hlm.

KOKAM Tegal

Peresensi : Ach. Tirmidzi Munahwan*

Akan datang kehancuran yang melanda bumi ini, yaitu ketika Allah mencabut ilmunya dari muka bumi ini. Allah mencabut ilmu bukan menghilangkan pengetatahuan, bukan pula melenyapkan ilmu pengetahuan. Tapi, dengan cara mengambil (meninggalnya) orang-orang yang berilmu. Maka, bumi ini tidak akan dipimpin oleh orang-orang yang berilmu dan dikuasai oleh orang-orang bodoh.

KOKAM Tegal

Ulama ialah orang yang menguasai ilmu agama. Orang yang menyerukan kepada umatnya untuk berbuat amar makruf nahi mungkar. Jika bumi ini telah kehilangan ulama, maka segera keburukan akan merajalela dan hanya tinggal menunggu waktu untuk sebuah kehancuran.

Di awal tahun 2012 di pulau Jawa telah kehilangan empat ulama yaitu KH Munif Djazuli wafat (Ploso), KH Imam Yahya Mahrus (Lirboyo, KH. Abdullah Faqih (Langitan) dan KHR. Ahmad Fawaid As’ad salah satu putra dari Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Almagfurlah KHR. As’ad Syamsul Arifin dan pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus Situbondo. Innalillahi wainna ilahi raji’un (seungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali). Semoga Allah mengampuni, mengasihi, melindungi, dan memaafkan beliau. Dan semoga Allah memberi kita kekuatan untuk meneladani, melanjutkan apa yang selama ini diperjuangkan oleh kedua ulama besar tersebut.

KHR. Fawaid As’ad adalah pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo generasi ketiga. Sebagai penerus beliau telah mampu membuktikan bahwa beliau tidak hanya mampu melanjutkan, tetapi juga bisa mampu mengembangkan serta melakukan inovasi dengan terobosan baru sehingga pesantren Salafiyah Syafi’iyah bisa berkembang pesat dengan memadukan pesantren salaf dan modern. Pesantren ini didirikan pada tahun 1914 oleh KH. Syamsul Arifin (kakek Kiai Fawaid). Dan saat ini santrinya diperkirakan 13.000 santri dari berbagai daerah bahkan diantaranya bersal dari Malaysia dan Brunei Darussalam.  

Kepergian KHR. Ahmad Fawaid As’ad pada hari Jumat 9 Maret 2012, jam 12.15 di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya telah mengisahkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga dilingkungan pesantren tetapi juga masyarakat luar yang menghormati  dan mencintai sepenuh hati. KHR. Ahmad Fawaid A’ad sebagai seorang pengasuh pondok pesantren yang besar di daerah ujung timur pulau jawa, mempunyai banyak aktivitas padat yaitu salalu meluangkan waktunya melakukan rapat langsung dengan para pengurus pondok, sehingga menimalisir jarak sosial antara kiai dan santrinya. 

Kiai Fawaid juga berupaya meningkatkan taraf hidup penduduk dilingkungan pesantren dengan melibatkan mereka untuk memenuhi kebutuhan para santri. Sehingga penduduk merasakan dampak positif tidak hanya segi spiritual tapi juga taraf hidup mereka yang lebih baik. Kepedulian sosial beliau terhadap masyarakat luar biasa dan tak diragukan lagi, bahkan beberapa hari sebelum meninggal beliau masih sempat memberikan santunan kepada 500 anak yatim dan fakir mikin masing-masing berjumlah Rp. 500.0000 (hal.13).

Tentu menyadari sebagai ulama, Kiai Fawaid hidupnya didunia tidak akan lama lagi, meski tidak tahu pasti kapan ia akan dipanggil oleh Allah. Namun, beliau telah mempersiapkan penerusnya sebagai pengasuh pondok pesantren Salafiyah Syafi’iyah, yaitu menunjuk Gus Ahmad Azaim Ibrahimi putra pasangan KH. Dhafir Munawar dan Nyai Hj. Zainiyah As’ad. Sehingga kepergiannya yang secara tiba-tiba kembali ke Rahmatullah, tidak menjadikan pesantren kalang kabut, tapi tetap tegak berdiri meski telah kehilangan pengasuhnya. Kiai Fawaid telah mempersipakan sistem dan pengelolaan yang matang untuk masa depan pesantren.

Buku ini menyajikan tentang beberapa prilaku KHR. Ahmad Fawaid As’ad yang patut diteladani oleh para generasi muda, santri, khususnya para pengasuh pesantren. Istiqamah membaca al-Qur’an, shalat berjama’ah setiap hari dalam kondisi apapun adalah amaliah yang tidak pernah ditinggalkannya. Bahkan dalam melakukan perjalanan, Kiai Fawaid selalu membaca al-Qur’an. Jadi tidak heran jika dalam satu minggu Kiai Fawaid selalu menghatamkan al-Qur’an minimal satu kali.

Walaupun buku ini amat sangat tipis dan sederhana, namun bisa sebagai pegangan untuk mengetahui sifat-sifat yang patut diteladani, dan bisa dijadikan refrensi bagi orang yang tertarik menulis biografi Kiai Fawaid secara umum. Buku kecil ini, ditulis oleh Kiai Muhyiddin Abdusshomad yang produktif menulis, juga dilengkapi dali-dalil penyelengaraan tahlil sekaligus teks tahlilnya yang biasa dibaca di pondok pesantren Salafiyah Syaf’iyah. Agar pengamal tahlil tidak ada keraguan dalam melaksanakan tradisi agung warisan ulama salaf ini. Wallahu a’lam

*Peresensi Adalah, Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong sinergitas kementerian untuk mengawal pendidikan agama di wilayah perbatasan. Pasalnya, warga negara yang tinggal di daerah terluar sangat butuh fasilitas sekolah agama atau madrasah.

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

"Makanya, dengan skenario ini kami undang kementerian terkait seperti Kemendes, Kemenristek Dikti, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan," ujar Lukman kepada wartawan usai seminar di Kemenag jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (5/11).

Menag berharap, dengan terintegrasinya program lintas kementerian menjadikan apa yang dilakukan pemerintah lebih integral, tidak parsial.

KOKAM Tegal

"Jadi, kalau Kemenag membangun madrasah yang bagus, tapi ternyata tidak ada jalan atau akses ke sana, bahkan tidak ada sinyal seluler, atau air bersih, misalnya, ini tentu tidak baik," katanya.

KOKAM Tegal

Ia sangat mendorong wilayah perbatasan memiliki lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Pasalnya, daerah terluar itu menjadi etalase Indonesia. "Di sanalah sebenarnya titik eksistensi kita. Dan ini harus terlihat," tegas Menteri Lukman.

Menurut dia, etalase terluar harus mencerminkan Indonesia. Untuk itu, nilai-nilai keagamaan Tanah Air harus muncul di sana. "Daerah terluar sudah semestinya memiliki unsur-unsur tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Lukman, sinergitas dan koordinasi juga kebersamaan lintas kementerian dan instansi terkait menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Budaya, Warta KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati

Pringsewu, KOKAM Tegal. Sekitar 30 hafidh dan hafidhah serta 150 jamaah Muslimat NU dari tingkatan ranting, anak cabang, cabang berkumpul di aula kediaman Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddad, Pringsewu, Selasa (22/12). Mereka menggelar Semaan Al-Qur’an bil Ghaib.

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati

Kegiatan ini menghadirkan para hafidz dan hafidzah dari Jami’yyatul Qura wal Huffadh NU (JQHNU) Kabupaten Pringsewu, badan otonom NU yang membidangi pembinaan para penghafal Al-Qur’an. Keempat putra-putri Bupati yang semuanya juga penghafal Al-Qur’an ikut serta dalam seamaan kali ini.

Dalam kesempatan tersebut, tampak warga masyarakat umum mendengarkan dan menyimak lantunan bacaan Al-Qur’an para penghafal Al-Qur’an. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong hari pernikahan putri pertama dari Bupati Pringsewu yang akan digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang Jatuh pada Kamis (24/12/15).

KOKAM Tegal

Setelah semaan Al-Qur’an dilaksanakan, pada malam harinya diadakan kenduri dan doa bersama dengan mendatangkan para kiai dan tokoh masyarakat di Lingkungan kediaman Bupati Pringsewu H Sujadi. (Muhammad Faizin/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Budaya, Pahlawan KOKAM Tegal

Selasa, 28 November 2017

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

Medan, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa membawakan mainan masak-masakan dan diecast pesawat berwarna putih untuk Balita Kinara (4) korban selamat pembunuhan sekeluarga di Medan, Sabtu (15/4).?

Khofifah menjenguk Kinara sekembalinya dari Aceh Tenggara mengunjungi korban longsor dan banjir bandang. Kirana dirawat di RSUP H Adam Malik Medan setelah menjalani operasi pembekuan darah di bagian kepala.?

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Besuk Kinara, Balita Selamat Pembunuhan Satu Keluarga di Medan

"Dua mainan itu adalah permintaan khusus Kinara jadi sebisa mungkin dipenuhi, terutama diecast pesawat berwarna putih," ungkap Khofifah.?

Khofifah juga membawakan tas sekolah, tempat makan dan minum, buku cerita anak, susu, dan pampers. Seluruh bingkisan itu sengaja dibawa Khofifah guna menghibur Kinara.?

KOKAM Tegal

Melihat bingkisan tersebut, Kinara langsung meresponnya lalu bangun dan ikut bermain. Balita perempuan tersebut terlihat begitu gembira.?

Menurut Khofifah, Balita Kinara dipastikan mengalami trauma mendalam setelah menyaksikan pembunuhan kejam yang dilakukan oleh Andi Lala yang masih memiliki hubungan saudara.?

"Kami akan lakukan assesmen terlebih dahulu, setelah itu dilakukan pendampingan oleh tim psikososial," ujarnya.

Lama pendampingan, lanjut dia, minimal dilakukan selama tiga bulan kedepan. Setelah itu, akan dilakukan secara berkala sesuai keadaan psikologi Kinara.?

Menurut Khofifah, hal terpenting saat ini adalah memastikan Kinara memperoleh perlindungan, pengasuhan, dan pemenuhan kebutuhan utamanya dari keluarga inti. Dengan demikian kesejahteraan Kinara dapat lebih terjamin.?

KOKAM Tegal

"Saya harap keluarga yang ditunjuk menjadi wali bisa memberikan perlindungan dan pengasuham yang baik kepada Kinara," tuturnya.?

Sebelumnya, kejahatan menimpa dan menewaskan satu keluarga di Medan, Ahad (9/4/2017) lalu. Para korban adalah pasangan suami istri Riyanto (40) dan Sri Ariyani (35), serta dua anak, Naya (13), dan Gilang (8). Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli. Sumarni (60), mertua Riyanto, juga meninggal. Mereka warga Jalan Kayu Putih, Gang Benteng, Mabar, Medan Deli.?

"Semoga seluruh korban diterima Allah SWT dan Kirana bisa melanjutkan hidup lebih baik dan mampu melupakan kejadian ini," tutup Khofifah. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Kyai, IMNU KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri

Solo, KOKAM Tegal. Mestinya hampir setiap tahun saya memiliki kesempatan bersua dengan tokoh kelahiran Boyolali, 9 Agustus 1937 itu. Sebab hampir saban tahun, pemilik nama lengkap Nyai Hj. Basyiroh Zawawi tersebut, mengunjungi Kota Solo, terutama saat diadakannya peringatan haul kakeknya, salah satu tokoh perintis NU Solo, KH Ahmad Siradj.

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Aktivis hingga Tua, Ini Kisah Hj. Basyiroh Shoimuri

Namun, kesempatan bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama kedua tersebut, justru terjadi tiga tahun silam, saat penulis sowan ke kediamannya di daerah Jenu, Tuban. Sebuah wilayah yang terletak di pesisir utara, yang konon memiliki akronim nama “jelas NU”.

Kala itu, saya tiba di kediamannya, dalam suasana Lebaran. Saya memperkenalkan diri secara singkat. Setelah mengetahui maksud kedatangan saya, mulailah ia bercerita mengenai perjalanan singkat hidupnya, serta kisah suka dukanya kala berjuang di IPPNU.

Meskipun raut mukanya menunjukkan usianya yang sudah uzur, tapi cara bicaranya yang ala aktivis masih melekat kuat: tegas dan bersemangat! Basyiroh merupakan salah satu dari kader IPPNU generasi awal. Bersama dengan Umroh Mahfudzoh dan kawan-kawan lainnya di Pesantren Masyhudiyah Keprabon Solo, ia menjadi saksi terbentuknya organisasi yang dulu bernama IPNU Putri itu.

Pada zaman tersebut, menurut dia, perjuangan bersama IPPNU sangatlah berat. Namun, minimnya fasilitas bukan menjadi penghalang bagi mereka untuk mengadakan pertemuan. “Kami sering pergi dengan jalan kaki dari Keprabon ke Kantor PCNU Solo (di Jalan Honggowongso,-red),” kenang Nyai Basyiroh.

KOKAM Tegal

Keluarga Pejuang NU

Pada buku “Sejarah Perjalanan IPPNU 1955-2000” (diteerbitkan PP IPPNU, 2000), Nyai Basyiroh dikenal dengan nama Basyiroh Shoimuri. Nama yang melekat di belakangnya, merupakan nama ayahnya, yang tak lain KH Shoimuri. Setelah menikah dengan KH Zawawi, namanya lebih dikenal dengan sebutan Basyirah Zawawi, sampai sekarang.

KH Shoimuri ini merupakan seorang ulama kharismatik dari Boyolali, putera dari KH Ahmad Siradj Solo. Semasa hidupnya, Kiai Shoimuri pernah mengemban amanah sebagai Rais Syuriah PCNU Boyolali.

KOKAM Tegal

Putera-puteri Kiai Shomuri pun banyak yang mengikuti jejak ayah mereka, mengabdi di NU. Anak-anaknya selain Basyiroh, yakni: Muhammad, Tamam (pernah menjadi Rais Syuriah PCNU Boyolali), Karimah, Mujab, Sabiq, Muhsinah (Istri KH Cholil Bisri Rembang), Makin (Pesantren Raudhatut Thalibin Putri Leteh Rembang) dan Mubin (pernah menjadi Ketua Tanfidziyah PCNU Solo).

Kiai Shoimuri pula yang mendorong Basyirah yang masih remaja, untuk mengenyam pendidikan sekolah. Sejak usia 5 tahun, Basyiroh dititipkan kepada kakeknya, Kiai Siradj, yang juga pengasuh Pesantren NU 001.

Di Solo, ia disekolahkan di RA NDM selama 2 tahun dan MI NDM selama 6 tahun. Lalu, pada tahun 1950, Basyiroh melanjutkan pendidikannya di Muallimat pertama (3 tahun) dan Muallimat atas (1 tahun), yang kesemuanya ditempuh di Nadhlatul Muslimat (NDM) Solo.

Peletak Dasar Organisasi

NDM sendiri merupakan sekolah yang didirikan para tokoh Muslimat NU Solo, salah satunya Machmudah Mawardi pada tahun 1930-an. Catatan pada artikel ini, sekaligus menjadi ralat pada buku “Sejarah Perjalanan IPPNU 1955-2000” (PP IPPNU, 2000) di mana seharusnya NDM, akan tetapi pada buku tersebut ditulis MDM.

Nama NDM patut dicatat pada sejarah IPPNU, sebab dari sekolah tersebut sejumlah tokoh IPPNU generasi awal muncul. “NDM ini dulu dijadikan rujukan pelajar dari berbagai daerah,” tutur Nyai Basyiroh.

Semasa berjuang sebagai ketua PP IPPNU, Basyiroh dikenal sebagai sosok peletak dasar organisasi. Mewarisi 30 cabang bentukan Umroh, Basyiroh berhasil melipatduakan hingga 60 cabang pada akhir kepengurusannya.

Kepengurusan periode pertama yang diemban hingga tahun 1958, digunakan Basyiroh untuk memperluas cabang-cabang IPPNU. Dalam setiap forum nasional di mana keluarga besar NU hadir, Basyiroh selalu menyempatkan diri memperkenalkan dan meminta bantuan pendirian IPPNU di tempat asal cabang-cabang yang bersangkutan.

Setelah usai pengabdiannya di IPPNU, ia sempat aktif di Fatayat, hingga akhirnya ia melanjutkan pengabdiannya di Muslimat NU. Tercatat dirinya pernah menjadi Ketua Muslimat PCNU Tuban. Selain itu, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tuban.

Mengabdi di Usia Senja

Kini, di usianya yang hampir genap 80 tahun, Nyai Basyiroh mendedikasikan hidupnya untuk menemani para murid dan santri di Madrasah Al-Hidayah, yang didirikannya bersama mendiang suami. Di lain waktu, ia juga masih mengisi pengajian ibu-ibu di wilayah Tuban. Nampaknya dunia dakwah dan sosial terus menjadi bagian penting dari hidupnya.

Saat penulis sowan ke kediamanya, tercatat ia masih memiliki jadwal mengisi pengajian yang cukup padat. Setiap Kamis, ia mengelola Majelis Taklim Al-Istiqomah Jenu. Jumat Pahing ia mengisi pengajian di Masjid Agung Tuban. Kemudian Jumat Pahing di salah satu mushola Desa Glodog, Palang, dan masih banyak lagi kegiatan lain yang ia ikuti.

“Sebab moto yang saya pegang: menjadi manusia yang berguna bagi agama, nusa, dan bangsa,” ujarnya.

Moto tersebut menjadi pegangan hidupnya, sehingga meski usianya semakin tua, namun tak menyurutkan langkahnya untuk tetap ikut berjuang dan memberikan manfaat bagi sesama.

Obrolan kami, pada hari Jumat tersebut dipungkasi santapan siang bersana dengan menu masakan ikan laut khas Jenu! Jelas NU!? (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Budaya KOKAM Tegal

Jumat, 24 November 2017

Rapat Pleno PP Muslimat NU Bahas Sosialisasi Kartamus

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (PP Muslimat NU) membahas sejumlah persoalan sosial dan global serta internal keorganisasian dalam Rapat Pleno PP Msulimat NU VIII tahun 2016, Sabtu (23/7) lalu. Kegiatan yang digunakan untuk memilih Ketua Periodik ini dilaksanakn di Auditorium Pusdiklat Kemensos, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari aspek internal keorganisasian, Muslimat NU secara khusus membahas tentang keberlanjutan sosialisasi Kartu Tanda Anggota Muslimat NU (Kartamus). Organisasi perempuan terbesar di dunia ini memiliki anggota sekitar 22 juta orang dari tahun 2015.?

Rapat Pleno PP Muslimat NU Bahas Sosialisasi Kartamus (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Pleno PP Muslimat NU Bahas Sosialisasi Kartamus (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Pleno PP Muslimat NU Bahas Sosialisasi Kartamus

“Sebab itu, sosialisasi harus terus dilakukan sehingga seluruh anggota sudah mempaunyai Kartamus,” ujar Ketua Umum PP Musmlimat NU saat memberikan pengarahan dalam Rapat Pleno tersebut.

Di hadapan para pengurus PP Muslimat NU, Menteri Sosial itu menjelaskan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan PBNU dalam pengadaan Kartamus ini. Sebab itu, dia meminta kepada pengurus Bidang Organisasi PP Muslimat NU untuk lebih mempersiapkan lebih baik lagi dalam rangka sosialisasi Kartamus ini.

Dalam kesempatan ini pula, Khofifah menginformasikan bahwa Kongres Muslimat NU akan dilaksanakan sekitar pertengahan November 2016. “Antara tanggal 20-25 November 2016 di Asrama Haji Pondok Gede,” terangnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua Bidang Organisasi PP Muslimat NU, Hj Tuti Nurbaity menjelaskan bahwa Kartamus sudah masif dilakukan oleh pengurus di beberapa wilayah seperti Jawa Timur. Pihaknya akan terus menyosialisasikan pengadaan Kartamus ini sehingga seluruh pengurus dari berbagai tingkatan bisa melaksanakannya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock