Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Februari 2018

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Surabaya, KOKAM Tegal. Di tengah kegiatan yang sangat padat, Menteri Sosial RI Khofifah Indarparawansa menyempatkan diri hadir dalam Haul Agung Sunan Ampel yang berlangsung di Kompleks makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (12/5). Khofifah tiba sekitar pukul 19.00 Wib dan langsung menuju area makam yang sudah penuh sesak dengan para peziarah.

Mengenakan pakaian serba putih Mensos didampingi para pengurus Muslimat Surabaya bersimpuh di depan Makam Sunan Ampel yang berhiaskan rangkaian bunga melati.

Tepekur dan khusyuk sembari melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dilakukan para peziarah. Demikian juga dengan Mensos Khofifah yang dengan khusyuk menjalankan ritual doa selama hampir satu jam. Seperti biasa, usai menjalankan ziarah dan doa Khofifah pun menghampiri para peziarah yang telah menantinya sejak sore tadi. Mereka pun berebut untuk bersalaman dengan Mensos.?

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Makam Sunan Ampel, Mensos: Insyaallah Semuanya Akan Kembali Baik

Para peziarah juga berdoa untuk Khofifah agar selalu sehat dalam menjalankan tugas sebagai menteri. ? "Semoga Bu Khofifah sehat selalu dan amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai menteri," ujar Azizah, peziarah yang datang dari Sumenep, Madura.?

Sementara itu Mensos sempat menyampaikan kepada media bahwa ? haul agung tersebut harus dimaknai sebagai upaya untul mengingatkan kembali apa yang telah dilakukan para wali dan ulama dalam melakukan siar agama Islam yang penuh kedamaian. "Haul agung ini menjadi momemtum akan kebesaran para ulama dan wali dalam siarnya untuk menjadikan Islam yang rahmatan lil alamin," kata Ketua Umum PP Muslimat.?

Menyinggung tentang kondisi bangsa saat ini yang tengah dililit berbagai persoalan sosial termasuk Sara, Mensos menyatakan bahwa semuanya akan menjadi baik kembali. "Saya sudah berkeliling dengan Pak Presiden ke berbagai daerah. Dan suasana yang terjadi saat ini Insyaallah segera menjadi baik kembali, apalagi akan memasuki bulan Ramadhan, pasti semua pihak akan mengendalikan diri dan kembali dalam suasana yang damai dan penuh toleransi," ungkas Khofifah. (Rof Maulana/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Halaqoh, Kajian Islam, Nusantara KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Semarang, KOKAM Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengingatkan kepada semua cabang yang masa kepengurusannya sudah habis untuk menggelar konferensi dan pemilihan ketua baru. Imbauan ini disampaikan demi menegakkan peraturan dan keberlangsungan organisasi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua PW GP Ansor Jateng H Ichwanuddin melalui asisten bidang informasi dan komunikasi, Muchtar Mamun di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12). Menurutnya, seruan ini juga sesuai dengan intruksi Pimpinan Pusat GP Ansor.

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Muchtar menyebut tiga cabang di Jawa Tengah yang mesti segera menggelar konferensi cabang (konfercab). Ketiga cabang tersebut adalah PC GP Ansor Kabupaten Rembang, PC GP Ansor Kabupaten Pati, dan PC GP Ansor Kabupaten Magelang.

KOKAM Tegal

Meski demikian, Muchtar mengatakan peringatan ini berlaku untuk semua cabang ketika masa khidmah telah usai. Ia berharap konferensi dan reorganisasi berjalan tepat waktu. (Ahmad Asmui/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 18 Januari 2018

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Probolingo, KOKAM Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Probolinggo periode 2014-2015 secara resmi dilantik, Kemarin (18/03), di Gedung Serba Guna Joyo Lelono, Kota Probolinggo. Mereka diingatkan untuk setia menjadi organisasi pergerakan.

Abidurrahman, perwakilan Pengurus Besar PMII yang hadir pada kesempatan tersebut berpesan, dalam menjalankan roda keorganisasiannya PMII tidak boleh keluar dari dua identitas, yakni identitas sebagai organisasi kader dan identitas sebagai organisasi gerakan.

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dilantik, PMII Probolinggo Diminta Konsisten di Jalur Pergerakan

Menurutnya, tantangan PMII dan bangsa Indonesia ke depan adalah imperialisasi ekonomi dan liberalisasi ekonomi. “PMII tidak boleh diam. Kita harus bergerak menjaga NKRI,” jelas Abidurrahman.

KOKAM Tegal

Hadir dalam acara pengukuhan ini Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabicab) Abdul Azis, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur Abdullah Junaedi, Katib Suriah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, serta sejumlah tamu dari Ikatan Pelajar NU (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nu (IPPNU), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Probolinggo.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan yang diikuti sekitar 130 kader dari rayon dan komisariat PMII se-Probolinggo ini, KH Syafruddin mengingatkan agar PMII tetap di jalur yang benar. . “PMII harus on the track lagi. Jauhi buku Das Kapital. Kaji kembali kitab Ihya’ Ulumuddin. Pergerakan itu harus bertujuan mencari rida Allah,” terangnya.

Dewasa ini, kata KH Syafruddin,  kemerdekaan Indonesia hanya tinggal nama. Indonesia negeri kaya tapi rakyatnya masih banyak yang miskin. “Kekayaan alam Indonesia habis dikuras  asing dan investor,” katanya.

Syubbanul yaum rijalul ghad, pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan,” imbuhnya. Di akhir tausiyah, KH Syafruddin berharap kader PMII memaksimalkan potensi dirinya untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

Sementara itu, Ketua PC PMII Probolinggo Muhammad Towil mengatakan, dibutuhkan kebersamaan yang solid untuk mewujudkan cita-cita bersama. Cita-cita PMII juga cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia. “Saya harap semua elemen bisa bekerja sama untuk mewujudkan cita-cita bersama ini,” tuturnya. (Beny/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, Nahdlatul, Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Brebes, KOKAM Tegal - Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Anwar Sarang Rembang, KH Abdul Ghofur Maimun Zubair menegaskan, pesantren yang sarat dengan pendidikan karakter mencetak santri berkarakter. Tetapi, banyak yang luntur ketika masuk ke dunia politik maupun birokrat. Kelunturan itu menunjukan kalau santri tersebut belum matang, alias tidak menyerap karakteristik pesantren atau berkarakter jelek.

“Santri yang baik, ketika jadi politisi maupun birokrasi memegang teguh karakter santri,” ujar Gus Ghofur saat memaparkan makalahnya pada halaqah alim ulama Jateng di Pesantren Al-Ishlah Assalafiyah 2 Luwungragi, Bulakamba, Brebes, Jumat (13/10) sore.

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Ghofur: Santri Berkarakter Tetap Baik saat Jadi Politisi atau Birokrat

Karakter yang baik juga ditunjukan dengan kedisiplinan yang tinggi, yang dibedakan antara disiplin internal dan disiplin eksternal.

KOKAM Tegal

Disiplin internal, terdorong dari dalam diri manusia itu sendiri karena hasil pendidikan yang penuh kasih sayang dan itu diterapkan di berbagai pondok pesantren salaf. Tetapi disiplin eksternal tercipta karena ancaman dan hukuman.

Ancaman dan hukuman cepat merubah seseorang menjadi disiplin tapi semu, karena dalam waktu yang singkat akan luntur bahkan hilang kedisiplinan tersebut. Tetapi kalau disiplin internal terbangun cukup lama, berbulan bulan bahkan bertahun-tahun tetapi akan bertahan lama dan membekas sehingga benar-benar terpatri ke dalam dada.

KOKAM Tegal

Menjadi bupati yang berkarakter akan berlanjut hingga periode berikutnya bahkan bisa meningkat menjadi gubernur bahkan meningkat menjadi presiden. “Jatuhnya peradaban, karena jatuhnya karakter dan karakter berada pada titik-titik pemegang kekuasaan maupun rakyatnya,” ujarnya.

Isilah dunia politik dan birokrasi dengan orang-orang baik ke dalam struktur dan itu dimiliki para santri. “Karakter santri tidak hanya untuk santri itu sendiri, tetapi juga untuk bangsa dan Negara. Jadi sah-sah saja, ketika santri berada di panggung politik maupun birokrasi,” tandasnya.

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang juga mengisi halaqah menyatakan kekagumannya dengan pesantren termasuk pengelolanya. Sudirman melihat ada kekuatan berkhidmat dalam mengelola pesantren yang pantang menyerah. Dia kagum dengan beraneka ragam pesantren di Indonesia yang hanya memiliki puluhan santri hingga ribuan santri tetapi tetap berjalan. Bahkan ada juga yang hanya memiliki beberapa meter petak sawah dan bilik juga berjalan.

Namun dari balik kesederhanaan para santri, ketika berada di panggung sangat piawai dalam menjalankan roda politik maupun birokrasi. “Santri memang berkarakter,” tandasnya.

Ketua Panitia Halaqah Ulama Jateng KH Maufur Idrus menjelaskan, halaqah digelar dalam rangkaian hari santri nasional. Diikuti perwakilan ulama dari 35 Kabupaten dan Kota Se Jateng. Halaqoh mengusung tema Peran Pesantren dalam Penguatan Pendidikan Karakter Bangsa. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Kajian Islam KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Pembual Garis Keras

Oleh Ahmad Ishomuddin

Carut marut kehidupan umat manusia beragama saat ini banyak disumbang oleh para penceramah yang pengetahuan agamanya dangkal,? karena diperoleh secara instan dan tanpa sanad keilmuan (transmisi periwayatan)? yang jelas.

Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Pembual Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Pembual Garis Keras

Para alumni "pesantren kilat" tersebut punya hobi menyampaikan ceramah agama bernada kekerasan,? hantam sana hantam sini,? kritik sana kritik sini, sambil meneriakkan pentingnya memusuhi siapa saja yang tidak satu alur fikrah (pemikiran,? ide) atau memusuhi benda-benda apa saja dari produk orang-orang? kafir. Tujuan pokok dari "bualan"-nya itu tiada lain kecuali mencari pengaruh,? memperbanyak pengikut,? dan memperkaya diri.

Dalam berpenampilan sehari-hari mereka menonjolkan keakuan,? bukan kekitaan,? menonjolkan ciri-ciri klaim kebenaran apa saja? yang bisa membedakan kelompoknya dari komunitas lainnya. Warna kopiah hitam pun yang sudah mentradisi tidak selamat dari gunjingan mereka karena juga dipakai "orang kafir" sehingga wajib diganti dengan kopiah haji berwarna putih karena hanya itulah yang islami.

KOKAM Tegal

Cara berpakaiannya pun harus seperti orang Arab asli karena berpakaian sesuai kebiasaan umumnya orang Indonesia itu tidaklah berpakaian syari. Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim dalam segala hal wajib sama dengan orang-orang Arab.

KOKAM Tegal

Padahal kini banyak masyarakat Arab yang agamanya juga beragam itu berwatak pasir seperti alamnya yang gersang tandus berpadang pasir, yakni sulit untuk dipersatukan satu sama lain karena tidak memiliki "semen pemersatu" Bhinneka Tunggal Ika seperti di Indonesia.

Kegemaran pembual garis keras adalah dengan mudah? mengkafirkan sesama kaum Muslim hanya karena beda penafsiran. Selain itu,? mereka juga bertindak sebagai hakim pemberi vonis apabila suatu amalan tidak sesuai dengan apa yang mereka lakukan pasti dibidahkan,? bahkan hingga persoalan fiqh yang dipenuhi khilafiyah (perbedaan pendapat ulama mujtahid)? pun terburu-buru disesatkan.

Mungkin mereka menyangka bahwa untuk menjadi Muslim sejati harus punya ciri-ciri keislaman yang seragam seperti dalam tampilan fisik wajib berjidat hitam sebagai atsarussujud (tanda bekas sujud) dan wajib tampil dengan ciri pembeda dari Muslim lain yang bukan kelompoknya.

Untuk menyampaikan dakwah Islam mereka lebih nyaman menempuh jalan kekerasan karena lebih berdaya paksa dan lebih menunjukkan superioritas atas Muslim lain,? lebih-lebih terhadap non Muslim yang dianggapnya "musuh abadi", bukan saudara sesama manusia sebangsa yang wajib dihormati dan juga harus dijamin keamanannya.

Dalam mengkritik kebijakan pemerintah yang sedang berkuasa pun para pembual garis keras itu sering mengabaikan sopan santun,? melecehkan, dan tanpa memahami duduk perkara yang sesungguhnya. Mereka menempatkan penguasa sebagai "thaghut" syetan-iblis yang terkutuk,? seperti sedang menghadapi Firaun yang dengan angkuhnya mengaku sebagai tuhan yang maha tinggi, sedangkan seolah-olah para juru dakwah "pembual" garis keras itu merasa lebih hebat dari Nabi Musa dan Nabi Harun alaihimassalam yang telah menyampaikan kebenaran dengan penuh kelemah-lembutan.

Padahal menurut al-Imam Abu al-Laits al-Tsamarqandi (wafat: 393 H.) dalam Bustan al-Arifin halaman 103, seorang pemberi nasehat haruslah bersikap rendah hati,? lemah lembut,? tidak sombong,? keras atau kasar,? karena rendah hati dan lemah lembut adalah akhlak Nabi shalla Allahu alaihi wa sallama.

Sedangkan al-Imam al-Ghazali (lahir: 450 H.,? wafat: 505 H.) dalam al-Adab fi al-Din halaman 92-93, mengimbau agar setiap juru dakwah meninggalkan sikap sombong dan senantiasa menjaga rasa malu kepada-Nya. Selalu menampakkan rasa membutuhkan kepada Sang Pencipta.? Senantiasa terdorong untuk memberikan manfaat kepada para pendengar,? instropeksi diri untuk mengetahui kekurangan.?

Memandang para pendengar dengan pandangan bersahabat,? berprasangka baik terhadap mereka,? membimbing mereka agar mau menjaga diri,? lemah lembut dalam mendidik,? bersikap halus terhadap para pemula,? dan nasihat yang disampaikan harus benar-benar meyakinkan agar manusia bisa mengambil manfaat dari apa yang disampaikan.

Semoga kita tidak menjadi pembual dalam urusan agama,? lebih-lebih pembual garis keras,? untuk tujuan memperoleh keuntungan duniawi.



Penulis adalah Rais Syuriyah PBNU



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Internasional, Kajian Islam KOKAM Tegal

Sabtu, 23 Desember 2017

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

Jombang, KOKAM Tegal. Sebagai organisasi sosial keagamaan (jam’iyah diniyyah ijtima’iyah) yang memiliki anggota cukup banyak, sudah seharusnya NU memiliki data keanggotaan yang valid. Hal itu penting agar keberadaan jumlah anggota tidak hanya klaim, namun riil sebagai anggota resmi.

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Harus Putuskan Penyatuan Kartu Keanggotaan Resmi NU

"Karena itu yang sangat mendesak untuk dilakukan adalah menjadikan keanggotaan NU dalam satu kartu identitas resmi melalui putusan Muktamar," kata Sekretaris PCNU Jombang, H Muslimin Abdilla kepada KOKAM Tegal, Senin (6/4).?

Dia menandaskan, sudah saatnya semua lembaga, badan otonom maupun lajnah di NU tidak memiliki kartu identitas keanggotaan sendiri, melainkan menjadi satu identitas lewat Kartu Tanda Anggota NU atau Kartanu.

KOKAM Tegal

"Di Kartanu kan sudah ada kualifikasi apakah yang bersangkutan adalah anggota NU, GP Ansor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, dan sebagainya," kata Cak Muslimin, sapaan akrabnya. Justru dari pemilahan keangotaan tersebut, lanjutnya, maka setiap banom atau lembaga dapat dengan mudah melihat secara pasti berapa anggota yang telah terdaftar.

Cak Muslimin sangat menyayangkan kalau selama ini terkesan ada ‘persaingan’ antara data pengurus dan anggota NU dengan banom serta lembaga yang ada. "Muslimat memiliki Kartu Tanda Anggota Muslimat atau Kartamus, demikian juga kepengurusan di GP Ansor maupun Fatayat serta yang lain mengeluarkan kartu keanggotaan sendiri,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Padahal menurutnya, andai data yang telah dikumpulkan lewat Kartanu dioptimalkan, maka perihal keanggotaan NU, baik di banom maupun lembaga serta lajnah dapat dengan mudah terpantau.

Oleh sebab itu, tambahnya, pada Muktamar ke-33 NU yang akan berlangsung di Jombang awal Agustus mendatang hendaknya hal ini menjadi pembicaraan serius. Muktamar nanti idealnya ada pembicaraan soal terintegrasinya keanggotaan NU melalui Kartanu ini.?

“Hal ini sebagai jawaban atas klaim besarnya jumlah jamaah NU serta tentunya data yang ada bisa dioptimalkan untuk memperjelas ? segmentasi keanggotaan yang ada,” pungkasnya. (Syaifullah/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Syariah, Kajian Islam, Kajian KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Cilongok, KOKAM Tegal. MWC Ma’arif NU Kecamatan Cilongok Banyumas menggelar refleksi tahun baru Islam dengan Pertabah (Perkemahan Tahun Baru Hijriah) 1438 H di Sokawera 30 September – 2 Oktober 2016. Kegiatan ini mengambil tema Galang ? Satu Hati, Satu Janji, Berprestasi untuk Satu Bumi Pertiwi.

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ma’arif NU Cilongok Gelar Perkemahan Tahun Baru Hijriah

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ma’arif NU se-Kecamatan Cilongok yang berjumlah 15 Pangkalan, 30 regu dan masing-masing regu 10 siswa putra/putri.

Pembukaan Pertabah juga dihadiri Muspinkec (musyawarh pimpinan kecamatan), MWCNU Cilongok, MWC Ma’arif NU Cilongok, PAC Muslimat NU, PAC GP Ansor NU, PAC Fatayat NU, PAC IPNU, PAC IPPNU, dan Banser Satkoryon Cilongok.

Ketua panitia Pertabah, Ahmad Thobroni mengemukakan kegiatan ini kembali dilaksanakan setelah vakum beberapa tahun. Ia juga menegaskan akan melaksanakan kegiatan Pertabah ini secara rutin setiap tahun baru Hijriyah. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada MWC NU, MWC Ma’arif, Panitia dan para donator serta sponsor yang telah mendukung acara ini. Tentunya tanpa dukungan moril dan materil kegiatan ini tidak akan sukses seperti ini.

KOKAM Tegal

“Materi dan lomba kegiatan Pertabah meliputi bidang ketangkasan, mental spiritual, keterampilan, pengetahuan, seni budaya, lingkungan hidup dan bakti sosial, administrasi dan olahraga serta kesehatan. Selain itu panitia juga menyelenggarakan refleksi ke-Ma’arif-an pada malam menjelang penutupan. Isu yang diangkat pada refleksi berkaitan dengan pentingnya manajemen kepemimpinan dalam sekolah/madrasah Ma’arif NU. Pengurus dan kepala sekolah/madrasah Ma’arif se-Kecamatan Cilongok hadir dalam acara ini.

Sementara itu, Ketua MWC Ma’arif NU Cilongok H Jawahirul Bukhori mengatakan Pertabah adalah kegiatan kompetisi dan rekreasi edukatif di alam terbuka dalam bentuk perkemahan besar Pramuka Penggalang.?

“Perkemahan ini merupakan sarana pembinaan Pramuka Penggalang yang menitikberatkan pada pengembangan diri peserta yang terdiri atas bidang mental, fisik, intelektual, spiritual dan social baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. Ia juga mengucapkan selamat dan sukses untuk para pemenang lomba, ”Semoga dapat menjadi motivasi untuk para penggalang yang ada di Madrasah di bawah naungan Ma’arif NU,” katanya. Red Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Berita, Kajian Islam KOKAM Tegal

Senin, 25 September 2017

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

Jakarta, KOKAM Tegal. Rais Aam PBNU, Dr KH Ma’ruf Amin memaparkan tiga rumusan yang perlu dipahami oleh masyarakat terkait Islam Nusantara. Hal ini dia kemukakan di Halaqah Kebangsaan bertajuk Islam Nusantara yang digelar oleh Fraksi PKB DPR RI, Rabu (19/8) di Kantor FPKB Gedung Nusantara I lantai 18 Senayan, Jakarta.

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini 3 Rumusan Islam Nusantara Menurut Rais Aam PBNU

Kiai Ma’ruf menyatakan, bahwa Islam Nusantara merupakan Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Aswaja NU ini mempunyai kekhususan (khasais) tersendiri. Sebab terkait hal ini menurut Kiai Ma’ruf, kelompok-kelompok lain juga menamakan dirinya sebagai pengamal Aswaja.

“Tiga aspek rumusan Islam Nusantara, yaitu bahwa Islam Nusantara disamping sebuah pemikiran (fikrah), juga sebuah gerakan (harakah), dan amaliyah,” jelas Kiai Ma’ruf di hadapan para audiens yang memadati ruang rapat Fraksi PKB.

KOKAM Tegal

Kiai Ma’ruf menjelaskan, pertama aspek fikrah, yaitu cara berfikir yang moderat, artinya tidak tekstual, tetapi juga tidak liberal. Tekstual hanya berpegang pada nash. Cara berfikir seperti ini menurut Qaraafi, al-Jumud alal manqullat abadan dholalun fiddin, wajahlun bi maqhosidi ulama amilin.?

“Islam Nusantara tidak tekstual. Tidak hanya pada aspek tertulis, namun juga aspek yang bersifat ijtihadiyah. Ketika kita meghadapi masalah yang tidak ada teks, mereka menganggap seudah selesai. Kalau NU, melihat dulu, ia bertentangan dengan nash atau tidak. Karena selain nash al-Qur’an dan Hadits, ulama NU juga menggunakan metode istihsan atau maslahah,” terangnya yang juga diampingi narasumber lain, Syafiq Hasyim PhD dan Akhmad Sahal.

KOKAM Tegal

Dia menjelaskan, jika sebuah amalan tak ada di nash, tetapi ia membawa kebaikan di tengah masyarakat, maka hal itu justru harus dilestarikan. “Idza wujida nash fatsamma maslahah. Idza wujidal maslahah fasyar’ullah, sesuatu yang baik dan tidak menyimpang dari agama, tidak apa-apa. Kalau menurut muslim baik, Insya Allah menurut Allah juga baik,” paparnya.

Kedua, lanjutnya, aspek harakah, dalam aspek ini terdapat upaya ishlahiyyah dalam diri Islam Nusantara, yaitu melakukan perbaikan. NU jamiyyah perbaikan dan reformasi. Karena itu, ada paradigma menjaga tradisi dan mengembangkan inovasi. “Jangan cuma mengambil hal baik, karena itu pasif, tidak inovatif, Al-Islah ila ma hual ashlah wah ashlah. Inovatif, aktif, kritis,” tegasnya.

Aspek Islam Nusantara sebagai sebuah gerakan ini, menurut Kiai Ma’ruf harus bersifat harakah tawazuniyyah, yaitu seimbang di segala bidang. Selain itu, Tathowwiiyyan, sukarela. Tidak ada pemaksaan, namun bukan tidak berbuat apa-apa. Kemudian santun dan toleran, sepakat untuk tidak sepakat. Karena menurutnya, memang pasti ada masalah ketika proses menyosialisasikannya.

“Oleh sebab itu, ada dua yang harus diperjuangkan, yaitu tatbiqiyyan (ajaran agama menjadi sumber inspirasi, kaidah berfikir) dan taqririyyan (ada yang hanya substansi, ada yang harus formal). Kalau saya silahkan saja kedua-duanya, sepanjang tidak menimbulkan konflik. Kalau dibutuhkan formal ya boleh, sepanjang tidak menyebabkan konflik,” jelasnya.

Yang ketiga, tandasnya, yakni aspek amaliyyah. Amaliyah yang dilakukan oleh NU lahir dari dasar pemikirannya yang melandaskan diri ushul fiqh dan fiqh. Seperti tradisi-tradisi dan budaya yang telah berlangsung sejak lama di tengah masyarakat, tidak begitu saja diberangus, namun dirawat sepanjang tidak menyimpang dari nilai-nilai ajaran Islam.

“Islam Nusantara harus lebih digali lagi sebagai perilaku bangsa. Supaya tidak ada lagi Islam radikal,” pungkasnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 31 Agustus 2017

Peringati Harlah ke-27, Pagar Nusa Tasikmalaya Pawai Taaruf

Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Dalam rangka memperingati hari lahir (harlah) ke-27, Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya menggelar pawai ta’aruf (memperkenalkan) kepada khalayak luas di Tasikmalaya pada Kamis (3/1).

Peringati Harlah ke-27, Pagar Nusa Tasikmalaya Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah ke-27, Pagar Nusa Tasikmalaya Pawai Taaruf (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah ke-27, Pagar Nusa Tasikmalaya Pawai Taaruf

Menurut Ketua Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya, M. Anam Nazily, pawai tersebut dimulai dari Pesanten Cipasung dan berakhir di alun-alun Singaparna.

“Kemudian digelar pentas budaya pencak silat bertempat di halaman Gedung Ukhuwah Cisinga,” ujarnya ketika dihubungi KOKAM Tegal, Kamis (3/1).

KOKAM Tegal

Pawai taaruf tersebut diikuti pengurus Pagar Nusa, 3 padepokan pencak silat binaan Pagar Nusa, Madrasah Diniyah dan sebagian majelis talim Cipakat, Singaparna.

“Peserta pawai sekitar 300 orang, dan pentas budaya 50 orang,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Lebih jauh, Anam menjelaskan, tujuan pawai tersebut adalah mengajak masyarakat untuk memelihara tradisi pencak silat. Selain itu, masyarakat mengetahui keberadaan organisasi benteng para ulama yang didirikan 3 Januari 1986 di Pesantren Lirboyo tersebut.

Agenda ke depan, akan mengadakan pasanggiri (perlombaan) pencak silat dalam menyambut pelantikan Pagar Nusa Kabupaten Tasikmalaya yang akan diadakan bulan Maret.

Menurut An’am, selama ini di Pagar Nusa Tasikmalaya berkembang beberapa aliran silat semisal Maen po, Cimande, Cikalong, Syahbandar, dan jurus Asmaul Husna.

Redaktur : A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Kajian Islam KOKAM Tegal

Rabu, 30 Agustus 2017

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Banyumas, KOKAM Tegal. Kisah Mat Haji Sulam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji yang pernah ditayangkan oleh salah satu stasiun televisi Indonesia, berkisah tentang penjual bubur yang bisa naik haji itu benar-benar terjadi di Banyumas.?

Darso Ahmad Surui dan Saripah, Pasangan suami istri pedagang cilok asal Desa Kebocoran, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah akan berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah haji tahun 2017 ini.?

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah dari Banyumas, Tukang Cilok Naik Haji

Nampak senyum kebahagiaan tak henti-hentinya keluar dari bibirnya, serta raut muka yang gembira selalu terpancar dari kedua wajah pasangan suami istri berusia 59 dan 51 tahun itu. Diserambi rumahnya sudah terbentang karpet yang penuh dengan aneka makanan ringan, semua itu sengaja ia siapkan untuk menyambut para tamunya yang datang.?

Semenjak kakeknya meninggal tahun 1990an, Darso yang awalnya berjualan hewan ternak bersama kakeknya mulai beralih profesi menjadi pedagang cilok di sekitar kantor Kecamatan Ajibarang, Banyumas.

KOKAM Tegal

Awalnya sang istri merasa malu dengan pekerjaan suaminya, namun lambat laun hati sang istripun luluh. Walau berjualan cilok, Darso mampu mencukupi kebutuhan istrinya, dan hari demi hari kondisi perekonomian pasangan empat anak ini semakin membaik.?

Setiap malam, bersama istrinya Darso membuat adonan cilok, lalau esok harinya, tanpa rasa malau ataupun gengsi Darso memikul gerobag ciloknya menuju ke Ajibarang untuk dijajakan kepada para pembelinya.?

Lama-kelamaan, Darso memilih berjualan dengan menaiki sepedanya. Lalu di tahun 2010, ia memilih berjualan dengan menaiki sepeda motor. Ia mengaku awalnya merasa takut menaiki sepeda motor, namun ia beranikan.?

KOKAM Tegal

"Saya beranikan, sampai sekarang berjualan dengan naik sepeda motor ke Ajibarang ," kata Darso saat ditemui di kediamanya, Selasa (1/8).?

Hinga kini, Darso telah memiliki reseller dan karyawan cilok di Ajibarang, sedang Istrinya di rumah membuka jasa jahit baju sembari mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.?

Selang waktu berlalu, siapa yang menyangka. Darso si penjual cilok yang terkenal ramah dan murah senyum itu akan berangkat melaksanakan ibadah haji bersama sang istri. Sebelumnya, ia mengungkapkan bahwa sudah lama ia berniat sekali melakukan rukun Islam yang kelima itu.?

Setelah sekian lama berjuang, mengumpulkan uang dari sisa ? jerih payahnya berjualan cilok, berapapun sisanya ia kumpulkan, hingga kini ia menuai hasil dari perjuangannya itu. Tahun 2017 ini, ia mendapatkan panggilan berhaji, berangkat bersama kloter 47 tangal 10 Agustus 2017 mendatang.?

Namun, seperti pepetah mengatakan dibalik pria yang sukses selalu ada wanita yang hebat. Darso mengakui hal itu, ia tidak berjuang sendirian, istrinya Saripah selalu menemani perjuangannya dari awal hinga sekarang.?

Selain itu, Darso juga mengaku ada hal lain yang membuatnya dan istri bisa berangkat ke tanah suci. Ia dan istri tidak pernah melupakan sang pencipta dari dirinya. Setiap saat ia selalu mengingat Tuhannya. "Gusti Allah baik sekali sama keluarga saya, tidak ada alasan untuk lupa beribadah," katanya.

Saripah, setiap malam selalu melakukan sholat tahajud, dan siangnya tak lupa ia dirikan juga sholat duha untuk mendoakan suaminya.?

?Darso meyakini, rahmat yang ia dapatkan karena kerja kerasnya dibantu istri yang selalu mendoakan. Sepulang haji, ia mengungkapkan masih akan berjualan cilok di tempat yang sama. Ia tidak pernah mengenal kata gengsi atau malu meskipun sudah pernah ke tanah suci.?

"Yang penting sehat, umur panjang, masih mampu berjualan ya tetap jualan, tidak pernah gengsi-gengsian," katanya. (Kifayatul Ahyar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Sunnah, Kajian Islam KOKAM Tegal

Selasa, 25 Juli 2017

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah

Ciputat, KOKAM Tegal. Darus Sunnah International Institute for Hadith Sciences Ciputat kembali kedatangan ulama besar asal Lebanon, Dr Amin Salim al-Kurdi. Kedatangan Dr Amin Salim ini bertujuan untuk mengajarkan kitab hadits as-Syamail al-Muhammadiyah karangan Imam at-Tirmidzi.

Agenda pengajaran yang berlangsung pada hari Kamis-Jumat (12-13/5) ini sebenarnya merupakan salah satu keinginan KH Ali Mustafa Yaqub, sebelum wafat. Dr Amin Salim al-Kurdi adalah sahabat baik almarhum bahkan ia pernah berjanji untuk mengundang kiai Ali ke Libanon untuk mengisi khutbah di masjid al-Amin Lebanon.?

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah (Sumber Gambar : Nu Online)
Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah (Sumber Gambar : Nu Online)

Penuhi Keinginan Kiai Mustafa Yaqub, Ulama Lebanon Ini Ajarkan Kitab di Pesantren Darus Sunnah

Pengajian yang berlangsung mulai pukul 15.30 sampai pukul 20.00 Wib itu juga diselingi dengan jamaah shalat maghrib dan isya’ yang diimami langsung oleh Dr Amin Salim al-Kurdi. Seluruh mahasantri Darus Sunnah begitu antusias untuk mengikuti pengajian. Terlebih, agenda ini merupakan salah satu keinginan kiai Ali saat masih hidup.?

Sistem pengajaran yang digunakan Dr Amin Salim al-Kurdi adalah dengan membaca satu-persatu hadits di kitab al-Syamail al-Muhammadiyah, kemudian menjelaskan kalimat-kalimat gharib (samar) dalam hadits tersebut. Jika terdapat kalimat yang dianggap samar dan membutuhkan contoh, ia tak segan untuk beranjak dari tempat duduknya dan mencontohkan dengan gerakan secara langsung. Selain itu Dr Amin Salim juga memberi kesempatan kepada asatidz Darus Sunnah untuk membaca hadits secara bergantian dan memberikan kesempatan bertanya.

Salah satu pesan yang ia tekankan kepada umat Islam adalah untuk menghidupkan sunah Nabi Muhammad SAW dengan catatan harus memahami dengan baik dan benar serta mengamalkan dengan cara-cara yang baik. ?

KOKAM Tegal

Hal sederhana yang ia contohkan adalah ketika orang menggunakan siwak. Menurutnya masih banyak orang yang mengamalkan sunah siwak tapi serampangan. Misalkan, siwaknya kotor, terlalu diperlihatkan kepada orang lain sehingga menjadikan orang lain yang melihat malah jijik. Inilah yang ia sebut mengamalkan sunah tapi dengan cara yang tidak baik.

Semua penjelasan yang ia sampaikan kepada para peserta daurah adalah dengan bahasa Arab tanpa diterjemahkan mengingat Darus Sunnah adalah pesantren yang menggunakan dua bahasa ? dalam proses belajar mengajarnya.?

Pada akhir pengajaran, rencananya Dr Amin Salim akan memberikan sanad kepada seluruh peserta. Untuk itu ia meminta setiap peserta agar tidak melewatkan satu hadits pun yang dibaca agar nantinya ijazah yang diberikan benar-benar sempurna. (M Alvin Nur Choironi/ Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sholawat, Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 13 Juli 2017

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir

Bojonegoro, KOKAM Tegal. Lembaga Penangulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Bojonegoro, Jawa Timur, mendirikan posko bantuan korban banjir Bojonegoro akibat luapan sungai Bengawan Solo di halaman kantor PCNU setempat.

Posko yang berdiri sejak Ahad lalu ini menghimpun berbagai bantuan yang datang dari warga dan menyalurkanya kepada korban. Sampai saat ini bantuan yang sudah masuk senilai kisaran Rp 15 juta dalam bentuk barang dan uang.

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Bojonegoro Sebar Bantuan untuk Korban Banjir

Sementara itu, pendistribusian bantuan sudah dilakukan ke beberapa daerah yang paling parah terendam air. LPBINU telah mengirim 72 paket kebutuhan anak, bayi dan wanita ke Desa Piyak, Kecamatan Kanor, Bojonegoro.

KOKAM Tegal

Ketua LPBINU Bojonegoro Rahmad Maulana, Kamis (19/12) mengatakan, penyaluran sumbangan berdasarkan panggilan kebutuhan masyarakat terdampak, melalui relawan yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro.

KOKAM Tegal

Bantuan lain berupa 50 paket sembako juga didistribusikan ke Desa Mulyorejo Kecamatan Balen, Bojonegoro, yang bekerjasama dengan LPBINU Jawa Timur.

Pengurus LPBINU Bojonegoro, Moh Muhtadin, mengatakan, posko bantuan akan terus berdiri hingga kondisi banjir benar-benar surut dan tidak dalam kondisi siaga. Banjir Bengawan Solo di Bojonegoro merupakan yang terparah di Jawa Timur.

"Yang terpenting untuk meringankan beban seluruh korban banjir tanpa terkecuali," terang Muhtadin.

Sementara itu, Sekretaris Desa Piyak Imam Rasyidi mengaku sangat mengapresiasi atas kepedulian LPBINU.? "Mudah-mudahan bisa bekerja sama dalam bidang lain," katanya.

Menurut rencana, LPBINU juga akan membuka posko kesehatan bekerja sama dengan Lembaga Kesehatan NU (LKNU) untuk mencegah penyakit menular. Bojonegoro termasuk daerah paling parah terkena banjir di Jawa Timur. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam, Daerah, Olahraga KOKAM Tegal

Selasa, 27 Juni 2017

Menyingkap Misteri Alam Kubur

Judul : Agar Selamat dari Siksa Kubur

Penulis : Miftahul Asror Malik

Penerbit : Real Book, Yogyakarta

Menyingkap Misteri Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyingkap Misteri Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyingkap Misteri Alam Kubur

Cetakan : I, Juni 2012

Tebal : 200 Halaman

ISBN : 978-602-19427-89

KOKAM Tegal

Peresensi: Achmad Marzuki

Sejatinya manusia dalam kehidupannya tidak mengenal kematian, yang ada hanyalah awal dari kehidupan yang baru. Ada lima kehidupan dalam perjalanan panjang manusia. Bermula dari kehidupan dalam alam ruh kemudia alam kandung. Setelah itu manusia akan mengarungi kehidupan dunia yang seringkali menipu. Kemudian alam kubur dan yang terakhir adalah alam akhirat sebagai penentu akhir dan muara dari empat kehidupan sebelumnya.

Dalam alam ruh, semua manusia tidak ada yang bersalah dan bersifat kudus atau suci. Di sini lah letak sifat asli manusia; tidak memiliki kekuatan dan perlawanan. Pada alam kandung sang ibu pun tak jauh beda. Penentuan umur, rizki, jodoh, dan ajal terjadi pada alam kandungan. Tuhan pun menerima persaksian manusia tentang ketuhanan Sang Pencipta dalam kandungan sang ibu, manusia menjawab “bala syahidna” iya, kami mengakui bahwa engkau (ya Allah) Tuhan kami.

KOKAM Tegal

Saat lahir pada dunia fana, barulah manusia benar-benar sadar dan dapat melakukan sesuai yang dikehendaki sehingga akan berimplikasi pada kehidupan selanjutnya. Perbuatan baik dan buruk serta sikap taat atau durhaka pada Tuhan akan dinilai dan bermula pada kehidupan dunia. Oleh karenanya pada kehidupan dunia inilah manusia menentukan takdirnya sendiri. Ingin kenimatan yang abadi atau kesengsaraan yang berkelanjutan.

Setelah kehidupan dunia telah usai maka manusia akan memasuki alam transisi. Alam penentuan yang tak bisa dirubah kembali. yaitu alam kubur. Khalifah Utsman pun menangis saat mengingat alam kubur, karena kubur adalah permulaan alam akhirat. Jika dalam alam kubur mendapat kenikmatan niscaya di kehidupan selanjutnya akan lebih mudah, namun jika dalam alam kubur sudah mendapat siksa sudah pasti pada kehidupan selanjutnya akan sangat memberatkan (halaman 67).

Salah satu kewajiban seorang muslim adalah mempercayai sesuatu yang gaib. Salah satunya adalah alam kubur. Walau demikian gaib, namun telah banyak sekali hadis Rasul yang menjelaskan tentang keberadaan dan situasi yang ada dalam alam kubur. Miftahul Asror Malik mencoba menyingkap tabir misteri alam kubur. Apa saja yang dalam alam kubur? Proses kematian dan kemana arah ruh setelah dicabut dari jasad? Hingga perjalanan ruh menuju alam keabadian –akhirat– dipaparkan dengan apik dalam buku ini.

Mengingat kematian dan hal gaib lainnya menurut Imam al-Qurtubi dapat menghalangi dari perbuatan maksiat, melembutkan hati yang keras, dan melenyapkan kesenangan karena dunia (halaman 8). Dengan begitu diharapkan agar selalu mengingat hal gaib sehingga membuat kehidupan manusia menjadi lebih baik.

Dalam buku ini, tidak hanya menyingkap tentang misteri alam kubur saja melainkan juga tabir kematian, hari kiamat, tanda-tanda kematian, proses hari kebangkitan, hisab, mizan, shirat, surga, dan neraka. Semua berita tersebut diambil berdasarkan pemberitaan dalam al-Qur’an dan hadis-hadis Rasulullah Muhammad.

Seperti penjelasan tentang ruh yang diartikan sebagai jisim halus, bersifat ketuhanan, dan tidak terlihat oleh indra manusia. Dalam tubuh manusia ruh tidak berada di salah satu tempat. Ruh mengalir sebagaimana aliran darah dalam tubuh manusia. Ruh bersanding dengan kehidupan. Jadi, ketika ruh berada pada jasad maka kehidupan berada di dalamnya. Namun ketika ia pergi dari jasad, maka kehidupan juga pergi darinya (halaman 24). Keberadaan ruh menjadikan kunci dalam kehidupan di dunia.

Tidak jauh gaibnya dangan ruh, saksi dalam pernyataan manusia di hadapan Allah swt pun juga diungkap dengan jelas. Ada tujuh saksi yang akan dihadapkan saat hisab untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan seorang hamba. Ketujuh saksi tersebut ialah bumi, zaman, anggota badan, dua malaikat yang selalu menyertainya, buku catatan amal, dan Allah yang maha mengetahui (halaman 138). Dengan memperhatikan para saksi kiranya manusia tidak dapat lagi mengelak apa yang pernah dilakukannya. Dan amal yang pertama ditanyakan adalah salat sebagaimana yang pernah Rasul sabdakan; “sesungguhnya perkara yang dihisab pertama kali adalah salat. Jika salatnya baik, gampanglah segala urusan setelahnya namun jika tidak maka sebaliknya”. Sedangkan salat sunah berfungsi sebagai penembel  kekurangannya.

Namun demikian, peresensi tetap memegang satu catatan bahwa segala urusan gaib memiliki batasan. Yaitu adalah bahwa tidak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh satu telingapun, juga tidak pernah terbersit (keadaannya) dalam hati manusia. Walhasil, sesuatu yang gaib tetaplah hal gaib yang tetap wajib diimani. Wallahua’lam bisshawab.

* Peneliti di Centre for Research and Islamic Development Farabi Institute, Mahasiswa IAIN Walisongo Semarang

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Kajian Islam KOKAM Tegal

Jumat, 19 Mei 2017

Tabuh Beduk, JK Resmi Buka Munas-Konbes NU 2014

Jakarta, KOKAM Tegal. Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2014 yang digelar di gedung PBNU, Jakarta, secara resmi dibuka Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla (JK). Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk, Sabtu (1/11) pukul 09.50 WIB.

Di atas panggung, JK yang juga Mustasyar PBNU itu didampingi Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Sebelumnya, JK mengapresiasi peran para ulama yang dinilai sukses menjaga keharmonisan bangsa Indonesia yang beragam.

Tabuh Beduk, JK Resmi Buka Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tabuh Beduk, JK Resmi Buka Munas-Konbes NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tabuh Beduk, JK Resmi Buka Munas-Konbes NU 2014

Ia juga mendorong NU tak hanya fokus pada urusan ubudiyah, melainkan juga hal-hal lain, khususnya pemberdayaan ekonomi. “Ini sesuai dengan doa kita, kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Harus ada keseimbangan antar keduanya,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Munas-Konbes NU 2014 akan berlangsung sampai Ahad (2/11) dan diikuti para utusan Pengurus Wilayah NU (PWNU) dari 33 Provinsi di Indonesia. Pada forum tertinggi setelah Muktamar NU ini, musyawarin akan menyoroti berbagai isu keagamaan, kenegaraan, kemasyarakatan, hingga internal organisasi.

Pembagian komisi Munas-Konbes tahun ini tergolong lebih ramping dibanding Munas-Konbes NU 2012 di Cirebon, Jawa Barat. Musyawirin dibagi dalam tiga komisi, yakni komisi bahtsul masail, komisi organisasi, dan komisi rekomendasi.

KOKAM Tegal

Komisi bahtsul masail akan menyoroti persoalan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, hukum aborsi kedaruratan medis dan hamil akibat perkosaan, kode Etik penyiaran agama, serta negara dalam pandangan Aswaja. Sementara komisi organisasi selain meninjau AD/ART NU, juga membahas sistem baru rekrutmen ketua umum dan rais aam di NU. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Cerita, Kajian Islam KOKAM Tegal

Jumat, 01 Juli 2016

Gandeng LAZISNU, RSNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim

Jombang, KOKAM Tegal. Sedikitnya 100 Anak Yatim di Semanding, Kecamatan Jogoroto, Jombang, Jawa Timur mendapat santunan dari Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) setempat yang bekerja sama dengan LAZISNU. Santunan diberikan di lembaga pendidikan Tarbiyatul Hikmah, Semanding, Jogoroto, Sabtu (2/7) menjelang maghrib. Kemudian dilanjutkan buka puasa bersama.

Kegiatan ini diawali dengan pembacaan tahlil, sambutan dari pihak RSNU juga Lazisnu dan pembacaan shalawat sembari merapikan barisan Anak Yatim untuk disantuni.

Gandeng LAZISNU, RSNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng LAZISNU, RSNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng LAZISNU, RSNU Jombang Santuni 100 Anak Yatim

Minanurrahman, perwakilan dari RSNU saat memberikan sambutannya mengungkapkan bahwa RSNU berkomitmen untuk berbagi kebahagiaan kepada sesama, terutama pada bulan Ramadhan ini. Sejumlah Anak Yatim, kata dia sangat berhak merasakan kebahagiaan dengan segala kebutuhan dan hak-haknya terpenuhi.

"Dari RSNU Jombang ingin berbagi kebahagiaan kepada adik-adik semua, dan ini merupakan komitmen besar dari RSNU dan LAZISNU," katanya.

KOKAM Tegal

Dikatakan Minan, prihal tersebut adalah sebagai upaya untuk meneladani sikap kepedulian Nabi Muhammad SAW kepada Anak Yatim.?

"Setiap orang yang meneladani sikap Nabi adalah tanda orang yang bertaqwa kepada Allah," tuturnya.

Anak Yatim bukan anak yang seharusnya direndahkan, namun mereka adalah generasi hebat, yang harus didukung dan disemangati oleh sejumlah pihak. "Mereka juga memiliki masa depan yang gemilang," tambahnya.

Untuk itu, ia mengimbau agar para Anak Yatim tidak putus asa dalam menjalani masa yang masih panjang. Kesempatan tersebut hendaknya digunakan dengan aktivitas yang mulia, seperti rajin belajar, shalat, puasa dan kegiatan bermanfaat yang lain. "Dan adik-adik harus punya cita-cita tinggi," sarannya.

Lebih lanjut, Ketua LAZISNU Jombang, Didin Achmad Sholahudin berharap agar mereka juga bisa mencontoh sifat Nabi yang selalu optimis, tekun, dan amanah. "Rasulullah adalah sosok yang rajin, istiqamah dan amanah. Adik-adik harus berusaha untuk mencontoh sifat-sifat tersebut," ujarnya.

KOKAM Tegal

Sementara santunan yang diberikan kepada masing-masing mereka di antaranya uang tunai sebesar 50.000, kebutuhan logistik (beras, minyak dan semacamnya) satu kotak makanan untuk buka puasa. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Ahlussunnah, Kajian Islam KOKAM Tegal

Rabu, 17 Februari 2016

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

Tarim, KOKAM Tegal

Universitas Al-Ahgaff Tarim, Yaman, kembali menggelar wisuda mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum di auditorium kampus setempat. Peserta wisuda yang memasuki angkatan ke-17 ini didominasi mahasiswa asal Indonesia.

Selain prosesi wisuda, acara ini juga menjadi malam penghargaan Dekan lama Fakultas Syariah dan Hukum DR. Muhammad Abdul Qadir Al-Aydrus yang dinilai telah banyak bersumbangsih untuk Universitas Al-Ahgaff.

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)
Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat (Sumber Gambar : Nu Online)

Universitas Al-Ahgaff Yaman Ingatkan Lulusan Bawa Islam Moderat

“Bawalah Islam yang moderat, walaupun dengan sekte yang berbeda,” kata DR. Muhammad dalam sambutannya, Kamis (28/4) malam itu. “Yang menjadikan Al-Ahgaff masih konsisten menjadi universitas unggulan ini tidak lepas dari jasa besar qism at-tasjil, yang bersikukuh menjaga ketertiban kemahasiswaan dari dulu sampai sekarang,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Melalui rekaman singkat berdurasi sekitar 5 menit, Rektor Universitas Al-Ahgaff Prof DR Abdullah Muhammad Baharun yang berhalangan hadir mengatakan, ”Sungguh kalian (para wisudawan) telah ditakdirkan belajar di bumi Tarim yang berkah, untuk belajar adab, akhlak dan ilmu syariah.”

Ia lalu memberikan tiga pesan, yakni agar mahasiswa senantiasa berterima kasih kepada sesama manusia, tak berhenti belajar dan membaca buku, serta menyambung silaturahim di kalangan mahasiswa.

KOKAM Tegal

Hadir pula dalam kesempatan ini Dekan Fakultas baru, Al-Ustadz Abdullah Awadh bin Smith, Syekh Muhammad Al-Khatib, DR Abdurrahman As-Seggaf Rais Qism Ushul dan Fiqih, DR Alawy Abdul Qadir Al-Aydrus Rais Qism Abhats wal Ifta, Al-Ustadz Abdullah Husain Al-Aydrus Rais Qism Al-Aalat, Al-Ustadz Arafat Al-Maqdi Rais Qism Qanun, sejumlah tamu undangan dan seluruh mahasiswa dari berbagai lintas negara.

Ada sekitar 69 mahasiswa di antaranya 50 mahasiswa berasal dari Indonesia, 1 mahasiswa Malaysia, 1 mahasiswa Thailand, dan sisanya adalah 8 mahasiswa? Yaman dan 9 Somalia.

Sebelum sambutan Dekan baru, secara simbolis mahasiswa angkatan 17 juga memberikan kenang-kenangan berupa podium berlambang Al-Ahgaff yang merupakan sebuah kejutan hadirin malam itu. “Masa depan di pundak kalian, setelah keluar dari sini, peranan apa yang kalian bawa untuk perubahan ummat? Selalu tebarkanlah rasa kasih sayang di antara sesame,” tegas Dekan Fakultas Ustadz Abdullah Awadh. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 25 April 2013

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres

Palembang, KOKAM Tegal. Sekitar seratusan peserta Kongres IPNU-IPPNU mendapatkan kejutan dari pemerintah kotamadya Palembang, Sumatera Selatan. Kejutan tersebut berupa fasilitas kapal pesiar untuk mengantarkan para peserta kongres menelusuri keindahan alam sepanjang sungai Musi. (3/11).

Perjalanan wisata dimulai dari Benteng Kuto Besak kemudian melintasi komplek makam Kiai Marogan, hingga berakhir di Pulau Kemaro. Perjalanan wisata ini rencananya akan difasilitasi oleh pemerintah Kotamadya Palembang sebanyak tiga kali selama kongres berlangsung.

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)
Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres (Sumber Gambar : Nu Online)

Kejutan Pemkot Palembang untuk Peserta Kongres

“Perjalanan wisata ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan sambutan pemerintah Kotamadya Cirebon untuk para generasi NU, barangkali selama acara kongres ini berlangsung mereka merasakan penat, capek, dan bosan, maka kami ajak mereka jalan-jalan agar pikiran mereka kembali segar,” ujar Rosyidin Hasan, kepala Kandepag Palembang yang mewakili pihak pemkot.

KOKAM Tegal

Sepanjang perjalanan para peserta kongres dimanjakan dengan berbagai hiburan dan hidangan makanan yang tersedia di dalamnya. Peserta semakin terasa terhibur ketika sebuah panggung musik yang tersedia di dalam kapal tersebut dijadikan ajang pentas untuk menyanyikan lagu khas daerahnya masing-masing.

“Kami tentu merasa bahagia dengan sambutan yang istimewa ini, dan tentu kami mengucapkan terimakasih kepada pihak Pemkot Palembang atas fasilitas yang sedang kami nikmati ini, selain ucapan terimakasih, kami juga berjanji akan mempromosikan potensi wisata sungai Musi yang luar biasa ini dalam dunia wisata, baik dalam, maupun luar negeri,” tutur Putih Hasni, selaku salah satu panitia kongres.

KOKAM Tegal

Selain menikmati keindahan sepanjang sungai Musi, para peserta juga mendapatkan sepintas pengetahuan sejarah yang dipaparkan oleh para pendamping, dimulai dari sejarah kota Palembang, kisah-kisah Kiai Marogan, cerita yang tersimpan dibalik Pulau Kemaro, sampai kecintaan warga Palembang terhadap Nahdlatul Ulama.

Paket wisata dengan menggunakan kapal pesiar Putri Kembang Naga bagi para peserta kongres ini akan kembali dilaksanakan besok, padahal sebelumnya pihak panitia tidak memasukkan ke dalam rangkaian acara, namun tiba-tiba pemkot menjadikan semuanya sebagai sebuah kejutan.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Sohib Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Aswaja, Kajian Islam KOKAM Tegal

Kamis, 07 Februari 2013

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Klaten, KOKAM Tegal. Puluhan ribu orang memadati kompleks Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan Tegalgondo Wonosari Klaten, Jawa Tengah, Kamis (2/1). Keramaian sebetulnya sudah tampak sejak sehari sebelumnya. Para pengunjung yang hadir dari berbagai daerah tersebut berbondong-bondong datang ke Popongan untuk menghadiri peringatan haul pendiri pondok, KH Muhammad Manshur yang ke-59.

Salah satunya adalah Mulyono, pemuda asal Godong Grobogan ini datang bersama rombongan lainnya sebanyak dua bus. “Saya hampir setiap tahun hadir ke sini, bersama jamaah thariqah Naqsabandiyah Khalidiyah,” ungkapnya saat ditemui di lokasi haul.

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)
Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur (Sumber Gambar : Nu Online)

Puluhan Ribu Jamaah Hadiri Haul Mbah Manshur

Mulyono dan peziarah yang lain, kebanyakan masih berhubungan dengan Pesantren Popongan yang memiliki sanad kuat baik di dalam ilmu Al-Qur’an maupun thariqah. Sedangkan pengunjung lainnya, merupakan para pencari berkah yang juga berharap keberkahan dengan mendatangi acara ini.

KOKAM Tegal

Darmadji, sekretaris panitia acara, menjelaskan para peziarah yang di antaranya merupakan alumni popongan telah mengikuti acara sejak hari Rabu.

“Kemarin (Rabu), diadakan kegiatan semaan Al-Qur’an sebanyak tiga kali, yakni santri putra, putri dan alumni,” terang Darmadji.

KOKAM Tegal

Sedangkan pada Kamis (2/1) diselenggarakan kegiatan khataman al-Qur’an, ziarah dan puncaknya pada malam harinya pengajian umum dan sholawat bersama Jamuro Surakarta. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam KOKAM Tegal

Sabtu, 21 Januari 2012

Akhlakul Karimah Pesantren untuk Sepak Bola Nasional

Bandung, KOKAM Tegal 

Direktur Kompetisi dan Pertandingan LIga Santri Nusantara (LSN) M. Kusnaeni mengatakan, adanya liga santri didasari karena adanya sikap-sikap pemain sepak bola yang tidak berwatak baik di lapangan. Misalnya tidak menghormati keputusan wasit dan tidak sportif kepada lawan. 

Akhlakul Karimah Pesantren untuk Sepak Bola Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Akhlakul Karimah Pesantren untuk Sepak Bola Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Akhlakul Karimah Pesantren untuk Sepak Bola Nasional

Karena itu, LSN berupaya menjaring talenta sepak bola dari kalanga santri yang sejak awal ditekankan tentang sikap akhlakul karimah kepada guru, kepada sesama santri baik yang lebih tua maupun lebih muda. Juga kepada masyarakat umum dan kepada orang tua.  

“Wasit tidak diperlakukan secara horamt. Itu persoalan. Santri bisa menunjukkan perilaku yang akhlakul karimah di lapangan, perilaku yang menujukkan sikap-sikap positif, menghormati wasit, lawan di lapangan,” kata pria yang disapa Bung Kus ini di Gelora Bandung Lautan Api, kota Bandung, Ahad (29/10) 

Liga Santri Nusantara, kata dia, berusaha keras mempertahankan dan membawa akhlakul karimah santri  ke lapangan. Sikap-sikap itu misalnya, kalau pemain membuat pelanggaran, ia harus membantu lawannya bangkit lagi. Kalau pemain terkena kartu kuning, harus menghormati keputusan, mencium tangan wasit, apalagi kartu merah. Wasit dalam hal ini seperti kiai, harus dihormati. 

“Itu ditekankan kepada pemain, untuk menanamkan sejak awal sikap sportif kepada meraka,” lanjutnya.  

KOKAM Tegal

Para pemain Liga Santri Nusantara masih remaja. Kalau mereka terus berlatih, tiga atau empat tahun lagi menjadi pemain nasional. 

“Boleh jadi di antara anak-anak ini ada yang main di Liga Satu, Liga Dua, Liga Tiga. Dari sini ditanamkan hal-hal positif. Mereka diharapkan bisa menularkan ke lingkungannya. Harapannya, istilah Pak Menteri (Menteri Olahraga Imam Nahrawi), menebarkan virus positif sepak bola yang berakhlakul karimah. Itu folosofinya,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ubudiyah, Kajian Islam, Sholawat KOKAM Tegal

Sabtu, 31 Desember 2011

Al-Azhar: Pernikahan Sejenis Berarti Keluar dari Islam

Jakarta, KOKAM Tegal. Lembaga Riset Islam (Majma al-Buhuts al-Islamiyyah) milik Al-Azhar Mesir mengeluarkan fatwa haramnya menikah sesama jenis. Pernikahan sesama jenis juga dapat mengakibatkan pelakunya keluar dari agama Islam.

Dalam keterangan yang dirilis pada Jumat (31/5), fatwa tersebut merupakan sikap Al-Azhar menyusul beredarnya kabar di hari-hari belakangan tentang menikahnya dua orang sesama jenis di Perancis.

Al-Azhar: Pernikahan Sejenis Berarti Keluar dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Azhar: Pernikahan Sejenis Berarti Keluar dari Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Azhar: Pernikahan Sejenis Berarti Keluar dari Islam

Kedua orang yang menikah sesama jenis itu mengaku sebagai Muslim. Salah satu di antaranya mengaku-aku sebagai imam di salah satu masjid di Paris.

KOKAM Tegal

Ditegaskan oleh keterangan itu, menikah sesama jenis adalah haram. Siapa saja yang melakukannya, maka ia telah keluar dari agama Islam. Apa yang telah dilakukan oleh dua lelaki yang mengaku-aku sebagai Muslim di Perancis itu, adalah sebuah perilaku yang dilarang oleh agama Islam.

Ditambahkan oleh Al-Azhar, semua agama juga menegaskan larangan menikah sesama jenis. Perilaku itu adalah bentuk penyimpangan terhadap akhlak, nilai-nilai dan fitrah manusia.

KOKAM Tegal

Foto: Ribuan orang tolak pernikahan sejenis di Perancis 

Penulis: Ahmad Syifa

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian Islam, Kyai KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock