Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Purwodadi, KOKAM Tegal. Guna memperkuat struktur organisasi dari pusat hingga daerah, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid NU (LTMNU) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) di Purwodadi, Grobokan, Ahad (13/1).?

Kegiatan Rapimda ini merupakan kelanjutan dari acara yang sama di Kabupaten Rembang yang digelar sehari sebelumnya dan merupakan rangkaian dari kegiatan serupa di Cirebon dan Majalengka beberapa waktu lalu. Namun kali ini, LTMNU menggulirkan program usaha untuk para takmir masjid di daerah-daerah.?

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LTMNU Galang Kerjasama dengan Rumah Sehat

Lembaga NU yang membidangi urusan pengembangan masjid-masjid NU itu mulai menerapkan program pengembangan ekonomi umat melalui masjid. Bagaimana caranya?

KOKAM Tegal

Ketua LTMNU KH Abdul Manan A Ghani menyatakan tengah menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk membangun ‘Rumah Sehat’. Melalui wadah ini, para takmir dan jamaah masjid bisa mengembangkan usaha ekonomi mereka secara profesional. Baik takmir maupun jamaah bisa mendaftarkan diri sebagai agen pemasaran produk minuman kesehatan .?

KOKAM Tegal

“Kita akan memberdayakan umat melalui usaha perdagangan produk minuman yang diberi label ‘Sohat’,” kata Manan usai Rapimda para imam dan takmir masjid Kabupaten Grobokan di Kantor PCNU Grobokan, Purwodadi, Ahad (13/1).

Menurutnya, Minuman Sohat ? akan dipasarkan oleh para jamaah dan para takmir masjid setempat, dan mereka memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari usaha tersebut. Sohat merupakan minuman khusus kesehatan. Kualitas air minuman ini terbukti mampu membantu menghilangkan toksin dalam darah. Kadar Ph yang tinggi menjadi antioksidan terhadap semua unsur kimiawi dan beragam toksin yang merugikan tubuh. Karena fungsinya itulah banyak konsumen yang menggunakannya.?

“Di beberapa tempat, pemasaran memanfaatkan jasa para konsultan PNPM Mandiri Perdesaan,” imbuhnya. ?

Dalam jangka panjang produk ini akan mudah terserap pasar. Umumnya konsumen yang memiliki banyak keluhan kesehatan, akan menggunakan alternatif minuman obat ini sebagai penyembuhnya. Apalagi sistem pemasaran melalui jaringan masjid yang ada di bawah koordinasi LTMNU, tentu akan lebih efektif. Selain berguna bagi para takmir dan jamaah masjid setempat, program pemberdayaan ekonomi masjid-masjid tersebut bisa dilakukan dengan adanya produk minuman ini.?

Para konsumen yang menjadi langganan produk minuman ini akan memperoleh fasilitas kesehatan dari Rumah Sehat yang dibentuk PC LTMNU secara gratis. Tenaga medis mulai dokter dan perawat yang digaji oleh pengurus takmir masjid, menjalankan tugasnya untuk melayani pelanggan/konsumen minuman sehat ? ‘Sohat’.?

“Dengan demikian, ada hubungan saling menguntungkan antara perusahaan minuman, LTMNU, hingga takmir dan jamaah masjid NU di daerah-daerah,” tandas Manan.?

Saat ini, menurut Wakil Ketua LTMNU KH Mansur Syaeroji, sekaligus motor penggerak bidang usaha Takmir Masjid NU, beragam program ekonomi yang bisa direalisasikan untuk memakmurkan masjid melibatkan dukungan dari perusahaan minuman. Selain Sohat, LTMNU juga telah menggandeng perusahaan minuman kemasan Larutan Penyegar cap”Badak” produksi PT. Sinde Budi Sentosa. LTMNU juga tengah menjajaki kerjasama dengan Kementerian Kehutanan untuk merencanakan program penanaman sejuta pohon di kantong-kantong NU berbasis masjid.?

Program tersebut merupakan bagian dari usaha LTM-PBNU memakmurkan masjid. ? Kemakmuran masjid bisa diraih bila para takmir dan jamaah masjid NU mau dan mampu menciptakan lahan usaha baru dengan dukungan dari para pengurus pusat.?

“Kegiatan Rapimda merupakan sarana penguatan struktur kepengurusan NU mulai dari pusat hingga daerah,” ujarnya.?

Rapimda di Purwodadi dihadiri sedikitnya 16 Majelis Wakil Cabang (MWC) dan takmir masjid se- kabupaten Grobokan. Masing-masing MWC mengirim perwakilan 3 takmir. Ada sekitar 150 peserta pada acara keempat LTMNU setelah dari Rembang, Cirebon dan Majalengka itu. Setelah Rapimda yang diselenggarakan di kantor PCNU Purwodadi ini, LTMNU akan melanjutkan acara serupa di Sumbawa, NTB, dan Jambi.?

Rapimda ini lanjut Manan, rencananya akan dilaksanakan di 35 titik di Jawa dan Madura dalam tahun 2013. Program memakmurkan masjid menjadi tema utama LTMNU kali ini. Konsolidasi organisasi di tingkat basis merupakan langkah mendesak untuk mengatasi kesenjangan koordinasi antara pengurus di pusat dengan daerah dan bahkan dengan pengurus masjid di kecamatan dan desa-desa. Konsolidasi diperlukan guna menguatkan struktur organisasi secara nyata.?

“Dengan begitu, NU secara organisasi tidak semata ‘besar’ dalam klaim saja, melainkan benar-benar nyata dalam organisasi mulai struktur di Pusat hingga bawah,” ujar Ketua LTMNU KH Manan Abdul Ghani.

Salah satu wujud dari penataan organisasi NU adalah dengan melalui masjid. Para takmir masjid yang terkoordinasi dalam wadah LTMNU merupakan aset organisasi massa Islam terbesar di dunia itu, guna menjalankan program-program sosialnya. Jika struktur organisasi mulai atas sampai tingkat bawah sudah kuat, maka program-program NU bisa dijalankan dengan konkrit.?

LTMNU menurut Rais Syuriyah PBNU, KH Masdar Farid Mas’udi, amat penting perannya dalam merealisasikan gagasan dan ide besar tentang NU. Melalui Lembaga takmir masjid, eksistensi NU semakin jelas. Ibarat badan, lembaga takmir masjid adalah tangannya yang menjangkau umat di bawah. (LTMNU)?

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Nur Cholis

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Nasional KOKAM Tegal

Senin, 26 Februari 2018

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan orang tua menjadi bagian utama dan pertama yang harus memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Orang Tua Bagian Utama dan Pertama dalam Perlindungan Anak

“Berdasarkan Undang-undang Perlindungan Anak, jika menemukan anak-anak terlantar maka kewajiban masyarakat Indonesia untuk memberikan perlindungan,” kata Khofifah menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan, Ahad (16/7) siang.

?

Peringatan HAN tahun ini digelar bersamaan dengan Halal Bihalal PP Muslimat NU. Khofifah mengatakan bagi Muslimat NU peringatan HAN sudah berlangsung bertahun-tahun.

KOKAM Tegal

“Muslimat NU punya 15.600 TPQ. Hari Anak Nasional bagi Muslimat sudah tahunan. Biasanya Muslimat NU ? membuat ? Festival Anak Soleh Nasional, tapi itu agenda 3 tahun sekali. Jadi tahun ini tidak ada,” ujarnya.

Walau digelar bersamaan dengan Halal Bihalal, Khofifah mengatakan nuasansa yang ingin dibangun tetap sama.

“Bahwa kita berharap anak-anak di Indonesia bisa bahagia. Lindungi anak-anak Indonesia. Jangan biarkan anak-anak terekpoitasi dan terlantar,” pesan Khofifah.

KOKAM Tegal

Peringatan HAN dan Halal Bi Halal PP Muslimat NU berlangsung meriah, dihadiri ribuan peserta, utamanya ibu-ibu dan anak-anak. Sejumlah tokoh turut hadir seperti Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua KPAI Asroru Niam Saleh, Kepala BKKBN, dan tokoh pemerhati anak Seto Mulyadi. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Syariah, Pesantren KOKAM Tegal

Minggu, 11 Februari 2018

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai sarana ibadah dan dakwah Islam yang strategis, masjid ternyata tak luput dari incaran buku-buku provokatif yang sarat kebencian antarkelompok agama. Guna mencegah suhu permusuhan yang meningkat, Pengurus Pusat Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) menghimbau masjid-masjid berbasis Nahdliyin untuk menghindari buku-buku semacam ini.

“Tentu buku-buku itu meresahkan. Sehingga, masjid-masjid NU harus terhindar dari buku-buku provokatif ini,” pinta Ketua Pengurus Pusat LTMNU KH Abdul Manan A Ghani, Selasa (8/5).

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid NU Dihimbau Tak Sediakan Buku Provokatif

Manan menyayangkan maraknya sejumlah buku yang isinya mengumbar kesalahan dan kesesatan kelompok tak sepaham. Di akui, jenis buku yang umumnya disebar oleh kelompok haluan keras ini sekarang sudah mulai ikut menyesaki rak buku masjid yang tersedia. Yang ironis, selain provokatif alasan menyesatkan juga diimbuhi dalil-dalil agama.

KOKAM Tegal

Karena itu, PP LTMNU kini proaktif mencanagkan visi masjid sebagai pusat pembangunan umat. Melalui Rapat Pimpinan untuk 33 provinsi di 17 kota, PP LTMNU menyosialisasikan fungsi masjid sebagai tempat yang ramah dan bermanfaat bagi masyarakat.

Usai menyusun buku tentang dalil amaliah NU, baru-baru ini organ NU yang dulu bernama LTMI ini juga rampung menerjemahkan kitab “Risalah Ahlussunnah Wal Jama’ah” karya Hadratus Syaikh KH Muhammad Hasyim Asy’ari. Dalam lawatan ke sejumlah kota di Indonesia, buku ini rencananya akan dibagi ke seluruh pengurus cabang di Indonesia.

KOKAM Tegal

Redaktur : Syaifullah Amin

Penulis ? ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Pesantren KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

Jakarta, KOKAM Tegal. Ulama dan budayawan, KH Achmad Mustofa Bisri, mengingatkan masyarakat agar di tengah berbagai bencana yang melanda Tanah Air dewasa ini, tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

"Kepada semuanya-lah saya ingatkan lagi, jangan kita sibuk menyalahkan orang lain sehingga kita lupa dan tidak sempat untuk meneliti kesalahan diri sendiri," katanya usai memimpin zikir dan doa bersama usai Sholat Jumat di Masjid Istiqlal Jakarta, yang dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

Gus Mus, panggilan akrab Mustofa Bisri, mengatakan, bencana dan musibah yang dialami bangsa Indonesia tidak perlu dikaitkan dengan siapa pemimpinnya. Tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) tersebut menambahkan bahwa musibah beruntun yang melanda bangsa Indonesia merupakan cobaan dari Allah.

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jangan Sibuk Salahkan Orang Lain

"Karena itu, kita mohon kepada Allah, kita tidak kuat kalau cobaan itu terlalu ’keras’. Kita sekarang ini kan tidak hanya diperingatkan saja tetapi sudah disentil," kata pimpinan Pondok Pesantren Roudlatut Thalibin, Kabupaten Rembang, Jawa Timur.

Karena itu, selain melakukan instrospeksi, pria kelahiran Rembang, 10 Agustus 1944 itu, mengajak semua pihak untuk melakukan apa saja yang bisa dilakukan untuk kemajuan bangsa, termasuk berdoa untuk keselamatan bangsa.

Ia juga berharap, langkah yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri kabinet tersebut bisa menjadi langkah awal untuk melakukan tobat nasional.

KOKAM Tegal

"Mudah-mudahan, di daerah-daerah kan juga sudah mulai dilakukan," kata Gus Mus yang mengaku kehadirannya di Masjid Istiqlal itu karena diundang langsung oleh Presiden Yudhoyono.

KOKAM Tegal

Bukan azab

Sebelumnya di tempat yang sama, Dirjen Bimas Islam Depag, Prof Dr Nasaruddin Umar MA dalam khotbah Jumat-nya, menyatakan berbagai musibah yang dialami bangsa Indonesia belakangan ini bukanlah merupakan azab atau hukuman dari Allah SWT.

"Berbagai musibah itu merupakan cobaan dan pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menuju masa depan yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, musibah yang terjadi di Indonesia lebih bernuansa positif untuk menambah keimanan. "Hikmahnya bisa juga sebagai pencuci perbuatan dosa sehingga di akherat bisa lebih ’ringan’," katanya.

Dalam khutbahnya, Nasarudin juga mengajak umat untuk bersikap bijak dalam menghadapi setiap musibah serta senantiasa meminta pertolongan kepada Allah atas musibah yang terjadi.

"Hamba yang sejati tidak pernah berburuk sangka pada Allah dan tidak pernah mencari "kambing hitam", tapi belajar dan mengambil hikmah dibalik musibah itu," katanya. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Hikmah KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Simalungun, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama dan Kepolisian Resor (Polres) Simalungun, Sumatra Utara, menjalin kerja sama peningkatan bela diri. Kesepakatan ini terjalin dalam diskusi internal antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan jajaran Polres Simalungun di Emerald Garden Hotel, Medan, Senin (19/06).

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa dan Polres Simalungun Kerja Sama Kembangkan Pencak Silat

Hadir dalam diskusi ini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, M. Nabil Haroen dan Kapolres Simalungun, AKBP M. Liberty Pandjaitan, beserta jajaran. Diskusi ini, diselenggarakan dalam rangkaian Dialog Kebangsaan yang digagas Polres Simalungun, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Pagar Nusa.?

Nabil Haroen, mengungkapkan tujuan kerja sama ini untuk peningkatan kemampuan pertahanan diri di kalangan anggota kepolisian, serta menjaga khazanah seni Nusantara.?

"Kerjasama ini, untuk saling menguatkan antar institusi. Kami siap melatih anggota kepolisian untuk bela diri pencak silat. Ini penting agar kualitas pengamanan meningkat," jelas Nabil.?

KOKAM Tegal

Selain itu, dalam pandangan Nabil, Pagar Nusa juga akan melatih keseimbangan mental dan spiritual. "Latihan pencak silat Pagar Nusa tidak sekedar latihan bela diri. Ada unsur peningkatan kualitas spiritual dan kekuatan mental. Ini penting," ungkap Nabil Haroen.?

Sementara itu, AKBP Liberty Pandjaitan, menyatakan berbangga dengan kerjasama Polres dan Pagar Nusa. "Dalam waktu dekat, kami akan menyiapkan lima ratus anggota untuk dilatih pencak silat Pagar Nusa. Dari jumlah itu, akan diseleksi sebanyak seratus personel sebagai pasukan inti," tegas Liberty.?

Ke depan, Liberty menginginkan agar anggota Polres Simalungun, dapat menjadi polisi yang smart. "Kami ingin anggota kepolisian berpikir smart, adaptif dengan teknologi, melayani masyarakat sekaligus memiliki kemampuan pencak silat untuk bela diri. Pikirannya smart, orangnya sehat, jiwanya tenang, mentalnya kuat. Saya bekerja keras mewujudkan itu, " jelas Liberty.?

Dalam waktu dekat, pada Juli 2017, akan diselenggarakan peresmian antara Pimpinan Pusat Pagar Nusa dan Polres Simalungun. Kerja sama ini, menyangkut ranah peningkatan skill bela diri, intensifikasi kualitas sumber daya dan pemberdayaan masyarakat. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Meme Islam KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Probolinggo, KOKAM Tegal - Kelompok mahasiswa (Pomas) putri Nurul Jadid Paiton Kabupaten Probolinggo menggelar diskusi tentang feminisme dan Islam dalam konteks keindonesiaan kini di Aula IAI Nurul Jadid, Sabtu (10/6).

Diskusi ini diikuti oleh para pimpinan pada 3 (tiga) perguruan tinggi di Nurul Jadid Paiton (STT, IAI dan STIKes), jajaran pengasuh putri, pengurus pesantren dan mahasantri dari 3 perguruan tinggi Nurul Jadid Paiton.

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswi Nurul Jadid Paiton Gelar Diskusi Publik

Hadir sebagai penyaji adalah Lailatul Fitriyah, alumnus hubungan international dan kandidat doktor di Universitas Notre Dome Amerika Serikat. Laila adalah alumnus Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton.

Rektor IAI Nurul Jadid KH Abdul Hamid Wahid mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memberi wawasan dan membahas salah satu isu yang sering dihadapi oleh Muslimah berupa feminisme.

KOKAM Tegal

“Bagaimana kita dapat memposisikan dengan benar dan tepat dalam memaknai dan mengaplikasikan dalam kehidupan. Demikian pula bagaimana kita belajar pada bangsa lain di belahan dunia ini dalam isu tersebut. Mengingat pembicara sebagai alumni juga belajar di negeri Paman Sam,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Kiai Abdul Hamid Wahid, sebetulnya isu ini sudah lama ada di tengah-tengah masyarakat. “Tapi mungkin berkembang dalam implementasinya sesuai perkembangan keadaan,” jelasnya.

Sementara penyaji Lailatul Fitriyah mengatakan bahwa sudah saatnya konsep feminisme dibumikan di Indonesia. Akan tetapi masyarakat Indonesia masih alergi dengan konteks itu, karena semuanya dianggap dari Barat.

“Oleh karena itu, persepsi negatif itu harus dihilangkan, agar roh feminisme bisa diterapkan secara universitas,” ungkapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Lomba, Meme Islam KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, KOKAM Tegal. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

KOKAM Tegal

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

KOKAM Tegal

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal IMNU, Meme Islam KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar tahlil dan membaca surat Yasin selama tujuh hari untuk mendoakan Wakil Ketua Umum (PBNU), H. Slamet Efendi Yusuf, Waketum PBNU yang meninggal dunia di Bandung pada Rabu (2/12) malam, pukul 23.00 WIB.

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Gelar Tahlil Tujuh Hari untuk Slamet Effendy

Takmir Masjid an-Nahdlah, Tobaq Muria menjelaskan tahlil dan Yasin ini akan dimulai Kamis malam (3/12) seusai shalat Maghrib yang akan diikuti oleh para pengurus, karyawan PBNU, staf kantor, lembaga, badan otonom, dan masyarakat sekitar serta para pedagang di sekitar gedung PBNU.

Lebih lanjut Tobaq mengatakan ia merasa kehilangan atas meninggalnya H. Slamet Effendy Yusuf yang merupakan salah satu kader terbaik NU. Selain konsisten dalam memperjuangkan Islam toleran, ia juga ramah terhadap karyawan serta staf yang ada di lingkungan PBNU.

“Pada hari ketujuh nanti akan ditambahkan dengan khataman Al-Qur’an,” kata Tobaq.

KOKAM Tegal

H. Slamet Effendy Yusuf selain menjabat sebagai Waketum PBNU juga menjabat menjabat sebagai Wakil Ketua Umum MUI Pusat dan Dewan Pembina Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI). Dia juga pernah menjadi Ketua Umum GP Ansor dua periode. (Faridurrahman/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Fragmen, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Jakarta, KOKAM Tegal

Di akhir kunjungan kerjanya ke Singapura, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say di Singapura, Sabtu (16/9).

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua menteri sepakat meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM  Indonesia dan Singapura. 

"Dalam pertemuan tadi, kita sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pelatihan vokasi serta terus berupaya memperbaiki kerjasama di sektor-sektor bidang ketenagakerjaan lainnya," kata Menakerdalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/9).

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain  Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya  anggota Komite Vokasi Nasional.

KOKAM Tegal

Menaker mengatakan selama ino kerjasama di bidang pendidikan  dan pelatihan vokasi telah berjalan lebih baik. Namun dibutuhkan komitmen lebih untuk pengembangannya.

"Perlu diperkuatnya kembali kerja sama pelatihan vokasi  yang sudah dilakukan serta

komitmen membantu pembenahan kualitas Balai Latihan Kerja dengan melibatkan Kementerian dan  lembaga terkait lainnya  di Singapura," kata Hanif.

Di bidang pelatihan vokasi, kerja sama yang telah dilakukan antara lain dengan Temasek Foundation Polytechnic Singapore International (SPI), Workforce Singapura dan lembaga lainnya.

KOKAM Tegal

Bentuk kerjasamanya antara lain berupa konsep kurikulum dan upskilling instruktur vokasi, perbaikan fasilitas  dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi, pemagangan dan informasi pasar kerja.

"Kita akan undang lembaga-lembaga terkait ke Indonesia  untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelatihan vokasi di balai latihan kerja dan lembaga  pelatihan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau lembaga.

Menaker memberikan apresiasi atas pertemuan Menteri-menteri Tenaga Kerja ASEAN awal September lalu, yang sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan (K3) sebagai  bagian integral  dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Salah satu poin yang penting yang disepakati afakah  penerapan K3 di kawasan ASEAN yang menjamin bahwa setiap pekerja/ buruh baik itu pekerja lokal maupun pekerja migran berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say juga menyatakan siap mempererat kerja dalam bidang pelatihan vokasi dan bidang ketenagakerjaan dengan Indonesia dengan melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku industri di Singapura.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kedua negara harus mempersiapkan tenaga kerjanya untuk  meningkatkan keterampilan kerja dan bersiap menghadapi perubahan bentuk dan karakter pekerjaan di masa depan, kata Menteri Lim Swee.

Akhirnya, pertemuan ini diharapkan makin mempererat hubungan baik pemerintah Indonesia dan Singapura serta meningkatkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran di kedua negara. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

Depok, KOKAM Tegal. Psikolog sekaligus peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bagus Takwin mengemukakan motif seseorang melakukan teror adalah kekuasaan, prestasi, atau afiliasi. 

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

"Yang paling menonjol dan banyak ditemui pada pelaku teror ataupun pemimpin teror adalah motif kekuasaan," kata Bagus di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Bagus mengemukakan hal tersebut berdasarkan studi-studi psikologi terhadap para pelaku teror.

KOKAM Tegal

Berdasarkan studi-studi tersebut, lanjutnya, tidak banyak motif prestasi dan motif afiliasi yang merupakan keinginan mencapai sesuatu dan ikut bergabung karena kedekatan pertemanan atau keluarga.

Bagus pernah mewawancarai sejumlah mantan pelaku teror di Lamongan sebagai salah satu responden penelitiannya.

KOKAM Tegal

Menurut Bagus, dia tidak menemukan pelaku teror yang memiliki gangguan psikologis atau kejadian pada masa lalu. 

"Gangguan psikologis atau kejiwaan tidak banyak berpengaruh. Ternyata psikologis mereka baik baik saja, masa kecil mereka juga bahagia," kata Bagus.

Idamkan Mati Sahid

Dalam penelitiannya, Bagus pun menemukan bahwa para pelaku teror tersebut mengidam-idamkan mati sahid yang menjadi tujuannya. 

Kelompok teror tersebut, menurut Bagus, lebih mementingkan kehidupan akherat ketimbang hidup di dunia. 

"Mereka lebih menginginkan kehidupan setelah mati," ujar Bagus.

Namun, Bagus mengatakan, dirinya belum mengetahui alasan seseorang mengidamkan hal tersebut. "Perlu ada studi lebih lanjut," katanya.

Karakteristik

Pelaku teror juga bisa dikenali dari ciri-ciri cara berpikirnya. 

Bagus menguraikan, pelaku teror merasakan kekalutan dalam dirinya, seperti marah terhadap situasi saat ini, merasa dunia berjalan secara tidak baik, dan menganggap orang lain tak bisa melakukan apapun, merasa diabaikan, merasa tidak adil dan tak berdaya terhadap situasi.

"Pelaku teror tidak mau membicarakan masalah lagi, tapi ingin langsung melakukan tindakan nyata," ujar dia.

Dengan melakukan tindakan teror, lanjut Bagus, ada perasaan-perasaan yang didapat oleh pelaku setelah menjalaninya. 

"Mereka akan mendapatkan identitas sosial, dan penghargaan dari kelompoknya, juga sebagai petualangan bagi yang berusia  muda " kata psikolog tersebut.

Peneliti lain dari Fakultas Psikologi UI Solahudin mengatakan para teroris rata-rata berusia 20 tahunan. 

"Biasanya di bawah 30 (tahun), paling muda 16 paling tua 30," kata Solahudin.

Dalam menekan jumlah terorisme, Bagus berpendapat caranya bukan membalas dengan kekerasan.

Hal yang seharusnya dilakukan adalah mengubah persepsi pelaku teror terhadap dunia yang dianggapnya tidak baik.

"Membuat persepsi mereka bahwa dunia ini nyaman, tentram, bukan sebaliknya dilawan dengan kegeraman," kata Bagus. 

Ia beranggapan, pelaku teror bisa dijauhi dari kekerasan dengan pendekatan dialog dan uluran tangan.

Metode tersebut pun terbukti ampuh dalam membuat pelaku teror jaringan Jamaah Islamiyah dan Moro Islamic Liberation Front, Ali Fauzi, tersentuh dan meninggalkan dunia terorisme. 

Ali pergi ke Moro, Filipina, dan ditangkap kepolisian setempat hingga dipulangkan ke Indonesia.

"Saya tersentuh dengan polisi yang menjemput saya di bandara, bahkan mengantarkan saya ke rumah ibu saya," ujar Ali. 

Selain itu, Ali meninggalkan dunia terorisme juga karena bujukan dari kedua kakaknya, Ali Ghufron dan Ali Imron, yang mengajaknya berhenti menjadi pelaku teror. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Surabaya,KOKAM Tegal. Anggota Muslimat NU atas nama Kokom Komariah berhasil merebut juara pertama pada lomba mendongeng yang diselenggarakan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Jawa Barat. Anggota Muslimat NU yang lain atas nama Ajeng Dewi merebut juara 3.

Menurut Kokom Komariah kegiatan yang berlangsung pada Ahad (13/4) dalam rangka memperingati Ulang Tahun GOW, Ulang Tahun Hari Jadi Garut, dan Hari Kartini tersebut diikuti 37 peserta.

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)
Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut (Sumber Gambar : Nu Online)

Selamat, Muslimat NU Juara 1 Mendongeng se-Garut

Dia menceritakan, judul dongeng disediakan oleh panitia penyelenggara. Peserta bisa memilih di antara dua judul yaitu Sejarah Kabupaten Garut dan RAA Lasminingrat (tokoh perempuan Garut).

KOKAM Tegal

“Ngadongéngna nganggo bahasa Sunda, durasina 7 menit (peserta mendongeng harus menggunakan bahasa Sunda dalam durasi 7 menit),” katanya ketika dihubungi KOKAM Tegal Senin (14/4).

Dari dua judul itu, Kokom yang juga salah seorang pengajar di Pesantren Nurulhuda Cisurupan, memilih Sajarah Kabupaten Garut.

KOKAM Tegal

Pada saat mendongeng, lanjut dia, peserta harus mengenakan kabaya Sunda tanpa membawa properti apa pun.

Sekretaris Pengurus Pusat Lebaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU M. Dienaldo mengapresiasi kegiatan tersebut, baik kepada panitia yang menyelenggarakan maupun peserta yang ikut.

Sebab, menurut dia, hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kelestarian budaya masyarakatnya, dalam hal ini bahasa dan pakian. “Hal ini perlu dilakukan oleh Muslimat-Muslimat NU di tempat lain,” katanya ketika dihubungi KOKAM Tegal dari Surabaya.

Lebih jauh, ia menyebut dongeng itu sangat penting dikuasai seorang ibu supaya dia bisa melakukan kepada anak-anak atau cucunya. Sebab dongeng sangat baik bagi imajinasi anak-anak.

“Hampir setiap orang besar punya pengalaman didongengin sama orang tuanya ketika kecil sehingga batinnya menjadi kaya,” katanya.

Di dalam dongeng, lanjut dia, terdapat nilai-nilai yang bisa diserap oleh anak tanpa merasa digurui. Meskipun ada cerita atau karakter yang tidak baik dalam dongeng, seorang anak akan bisa menyaringnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Humor Islam, Sejarah KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Jakarta, KOKAM Tegal. Indonesia kembali unjuk prestasi di ajang Musabaqah Hafalan Al-Qur’an tingkat Internasional yang diselenggarakan di Arab Saudi. Dua delegasi yang dikirim oleh Kementerian Agama berhasil menorehkan prestasi dan mengharumkan nama bangsa di kancah dunia.

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Santri Indonesia Juara Lomba Hafalan Al-Qur’an Internasional

Kedua santri itu adalah Muhammad Abdul Faqih dari Jawa Tengah dan Lalu Muhammad Khairurrazaq (Razaq) dari Nusa Tenggara Barat (NTB). Faqih merupakan santri Pondok Pesantren al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta, sedangkan Razaq dari Pondok Pesantren Darussomad Kerongkong, Lombok Timur.

“Di ajang internasional ini, Faqih meraih terbaik III cabang hafalan Al-Qur’an 30 juz, sedang Razaq menduduki peringkat VII cabang hafalan Al-Qur’an 15 juz,” terang Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Khoiruddin di Jakarta, Minggu (15/10), dalam siaran pers.

KOKAM Tegal

Menurut Khoiruddin, capaian kedua santri ini membanggakan dan juga mengharumkan nama bangsa. Sebab, ajang musabaqah ini diikuti lebih dari 80 negara, dari berbagai Benua. Dari Afrika, ada peserta dari Afrika Selatan, Djibouti, dan Nigeria. Dari Eropa, ada Bosnia, Norwegia, dan Inggris. 

“Dari Asia Tenggara, selain Indonesia, ada Malaysia, Thailand, Kamboja, Filipina, dan Brunei Darussalam,” terangnya.

Khoiruddin menambahkan kedua santri tersebut diikutkan dalam ajang internasional seiring prestasi yang mereka raih pada ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional tahun 2016 yang digelar di NTB.

“Faqih adalah peserta Terbaik II cabang tahfizh 30 juz pada MTQ Nasional di NTB, sedang Razaq adalah peserta Terbaik I cabang tahfizh 15 juz di ajang yang sama pada Tahun 2016,” ujarnya.

KOKAM Tegal

“Atas prestasi ini, Faqih mendapat hadiah dari Arab Saudi senilai SAR80.000. Juara dua diraih peserta dari Nigeria mendapat SAR100.000, sedang juara satu diraih peserta dari Bangladesh dan mendapat hadiah SAR120.000,” tutur Khoiruddin.

Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi, Mastuki, mengatakan kalau Faqih dan Razaq hari ini akan kembali ke Indonesia. Mereka dijadwalkan akan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Senin (16/10) pukul 09.00 WIB.

“Sebagaimana delegasi Indonesia yang berprestasi di beragam cabang lainnya, kedatangan Faqih dan Razaq juga akan disambut secara resmi di Bandara. Rencananya, Dirjen Bimas Islam Muhammadiyah Amin dan Direktur Penais Khoiruddin akan langsung menyambut kedatangan para santri yang sudah mengharumkan nama bangsa,” terang Mastuki.

Tidak sekedar menyambut, kata Mastuki, apresiasi atas prestasi yang mereka capai juga sudah disiapkan oleh Kementerian Agama, baik dari Ditjen Bimas Islam maupun Ditjen Pendidikan Islam.

“Seiring momentum hari santri, mereka akan menjadi tamu istimewa dalam puncak peringatan Hari Santri di Semarang, 22 Oktober mendatang,” katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Probolinggo, KOKAM Tegal. Menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri 1437 H, Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur berbagi kebahagiaan dengan para fakir miskin. Upaya itu dilakukan dengan cara mengumpulkan zakat fitrah dari semua pengurus dan mendistribusikannya kepada fakir miskin.

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Kuripan Kumpulkan dan Distribusikan Zakat kepada Mustahiq

Dalam kegiatan ini PAC Ansor GP Ansor Kuripan berhasil mengumpulkan ratusan kilogram beras. Selanjutnya diberikan kepada fakir miskin masing-masing 5 kg ditambah uang sebesar Rp 20 ribu.

Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Kuripan Muhtar mengungkapkan zakat fitrah ini diberikan kepada sedikitnya 50 orang kaum dhuafa. “Dimana tujuannya untuk membantu meringankan beban kaum fakir miskin dalam rangka saling berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran,” katanya, Selasa (28/6).

Melalui pembagian zakat fitrah ini Muhtar mengharapkan agar masyarakat bisa tersenyum bangga dalam kebersamaan dalam bingkai Ramadhan yang penuh berkah. “Setidaknya kami bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

KOKAM Tegal

Sementara Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis menyambut baik apa yang dilakukan oleh PAC GP Ansor Kuripan. “Diharapkan kegiatan semacam ini bisa menjadi motivasi bagi yang lain agar bersama-sama berbuat untuk kepentingan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu,” katanya. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Lomba KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik

Tulang Bawang, KOKAM Tegal ?

Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Tulang Bawang, Lampung menyambut baik harakah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor yang menginisiasi komunikasi lintas agama di Pesantren Daarul Islah, Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjarmargo, Selasa (22/8).

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik

KWI menyampaikan itu melalui pengurus harian, Purwo Warsito. Menurut dia, forum dialog digelar Ansor Tulang Bawang bagus untuk mencegah konflik.

"Semua agama punya tujuan agar penganutnya mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Supaya rukun harus ada dialog, komunikasi semacam ini," ujarnya.

KOKAM Tegal

Ketua MUI setempat, Yantori, turut mengapresiasi positif kegiatan tersebut. Menurut dia, dialog tersebut akan memperkuat toleransi kerukunan, saling menghargai, serta tidak ikut campur dengan urusan agama orang lain.

KOKAM Tegal

"Indonesia ini multikultur, kadang komunikasi antarummat beragama sulit dilakukan, karena ada oknum atau kelompok yang memutlakkan sesuatu, padahal yang mutlak itu hanya milik Tuhan," ujar Purnomo Sidi dari Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) menambahkan.

Perwakilan dari Parisada Hindu Ketut Swarte melanjutkan, manusia setara dan sama. Sehingga tidak perlu bermusuhan.

"Saling menghargai bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan lingkungan," kata dia lagi.

Ketua GP Ansor Tulang Bawang, Hariyanto mengatakan, kegiatan organisasinya dilakukan untuk mencegah konflik dan mempererat persatuan warga di daerah tersebut pada khususnya dan Indonesia umumnya.

Acara bertema “Peningkatan Rasa Saling Merasa Memiliki Negara Ini, Tidak Merasa Paling Benar dan Menjaga Persatuan Antarumat Beragama” itu dihadiri Kepala Kesbangpol Agus waluyo, dan sejumlah ormas keagamaan kemasyarakatan dan kepemudaan? setempat serta dari unsur Polri-TNI.

Kegiatan dimoderatori Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Azis, pembicara utama Sekretaris Kementerian Agama, Kabupaten Tulang Bawang, Sanusi.

"Terima kasih untuk semua pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini," pungkas Hariyanto. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Meme Islam, Hadits KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

Jakarta, KOKAM Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendorong sinergitas kementerian untuk mengawal pendidikan agama di wilayah perbatasan. Pasalnya, warga negara yang tinggal di daerah terluar sangat butuh fasilitas sekolah agama atau madrasah.

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)
Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian (Sumber Gambar : Nu Online)

Peduli Pendidikan Agama di Perbatasan, Menag Dorong Sinergitas Kementerian

"Makanya, dengan skenario ini kami undang kementerian terkait seperti Kemendes, Kemenristek Dikti, dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan," ujar Lukman kepada wartawan usai seminar di Kemenag jalan MH Thamrin Jakarta, Kamis (5/11).

Menag berharap, dengan terintegrasinya program lintas kementerian menjadikan apa yang dilakukan pemerintah lebih integral, tidak parsial.

KOKAM Tegal

"Jadi, kalau Kemenag membangun madrasah yang bagus, tapi ternyata tidak ada jalan atau akses ke sana, bahkan tidak ada sinyal seluler, atau air bersih, misalnya, ini tentu tidak baik," katanya.

KOKAM Tegal

Ia sangat mendorong wilayah perbatasan memiliki lembaga pendidikan agama dan keagamaan. Pasalnya, daerah terluar itu menjadi etalase Indonesia. "Di sanalah sebenarnya titik eksistensi kita. Dan ini harus terlihat," tegas Menteri Lukman.

Menurut dia, etalase terluar harus mencerminkan Indonesia. Untuk itu, nilai-nilai keagamaan Tanah Air harus muncul di sana. "Daerah terluar sudah semestinya memiliki unsur-unsur tersebut," ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Lukman, sinergitas dan koordinasi juga kebersamaan lintas kementerian dan instansi terkait menjadi sesuatu yang mutlak untuk dilakukan. (Musthofa Asrori/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Budaya, Warta KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Gelar Lomba Poskestren Terbaik, Dinas Kesehatan ke Pesantren Langitan

Tuban, KOKAM Tegal. Setelah mengadakan penilaian di lima pos kesehatan pesantren atau poskestren yang telah terdaftar dalam enam nominasi lomba penilaian poskestren terbaik, kali ini tim juri dari Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan survei penilaian terakhirnya di poskestren Langitan, Kecamatan Widang Kabupaten Tuban, Kamis (27/3) kemarin.

Gelar Lomba Poskestren Terbaik, Dinas Kesehatan ke Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Lomba Poskestren Terbaik, Dinas Kesehatan ke Pesantren Langitan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Lomba Poskestren Terbaik, Dinas Kesehatan ke Pesantren Langitan

Rombangan dari tim juri tiba di pesantren Langitan pukul 10:20 WIB dan langsung menuju ke ruang Aula untuk melaksanakan pembukaan secara seremonial. Hadir dalam pembukaan tersebut KH. Abdullah Habib Faqih dan KH. Abdurrahman Faqih, (Dewan Masyayikh Pesantren Langitan) Mashudi, Dr Raihan (Ketua organisasi Persatuan Dogter Gigi Indonesia (PDGI) Kabupaten Tuban), Gatot Marsugiono (ketua Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Tuban), (Dr. H Saiful Hadi perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban) dan beberapa rombongan dari instansi lainnya.

Setelah selesai pembukaan, para tim juri kemudian melakukan penilaian kebersihan di berbagai titik kawasan pesantren putra maupun putri. Proses penilaian tersebut juga dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada sebagian santri seputar kesehatan dan beberapa hal mengenai keseharian mereka. Baru setelah itu mereka melakukan survey langsung ke poskestren putra dan putri.

KOKAM Tegal

Sebelumnya, ada juga penampilan praktik simulasi pertolongan pertama pada kecelakan (P3K) yang diperagakan oleh para santri Husada di halaman sebelah utara Aula. Santri Husada yakni santri kader poskestren yang? bertugas sebagai pelaksana program kesehatan pesantren tersebut melakukan adegan penanganan pasien kecelakaan yang mengalami patah tulang akibat jatuh dari kendaraan sepeda motor.

Selain itu juga diadakan penyuluhan praktik sigat gigi yang benar kepada para santri yang dibimbing oleh Tim Dokter Gigi dari? persatuan dogter gigi Indonesia (PDGI) kabupaten Tuban.

KOKAM Tegal

Lomba penilaian poskestren terbaik ini merupakan program yang pertama kalinya digelar oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Profinsi Jawa Timur. Mengingat tujuan utama dibentuknya poskestren sebagai upaya promotif dan preventif dengan tidak mengesampingkan upaya kuratif dan rehabilitatif, maka dibuatlah upaya meningkatkan kembali kinerja poskestren serta memberikan penghargaan bagi poskestren terbaik.

Pada tahun 2013, poskestren di Jawa Timur telah terbentuk sebanyak 740 poskestren dari 3818 pesantren. Artinya, hanya ada 19,38% poskestren yang telah terbentuk. Poskestren yang sudah terbentuk dan sudah berjalan kegiatanya selama ini belum pernah dievaluasi kualitasnya, sehingga melalui lomba poskestren ini dapat dijadikan satu upaya pembinaan terpadu dan evaluasi.

“harapan kami sebenarnya setiap pesantren ada poskestrennya, tapi yang ada hanya 19%. makanya kita lombakan supaya mereka bisa menunjukan bahwa kesehatan pondok pesantren sudah memenuhi standar,” ungkap Dokter Mahanani,ketua tim Penilaian.

Peserta poskestren dalam lomba ini merupakan enam nominasi poskestren terbaik dari 25 poskestren? perwakilan dari beberapa kabupaten/kota di Jawa Timur. “awalnya ada 38, namun yang menyetorkan profil hanya 25” katanya. Ke-enam poskestren tersebut adalah beberapa poskestren perwakilan dari kota Surabaya, Trenggalek, Madiun, Jombang, Lamongan Dan Tuban.

Tim penilaian dalam lomba ini melibatkan beberapa instansi yakni Tim dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur yang meliputi beberapa bagian yakni: Promosi kesehatan (promkes), Penyehatan Lingkungan (PL), Pelayanan Kesehatan, Gizi dan Pemberantasan Penyakit. Ada juga tim juri dari Kemenag Wilayah Jawa Timur dan PP. NU Jatim.

Pemberitahuan mengenai pemenang lomba penilaian poskestren terbaik ini akan diumumkan dalam waktu dekat dan poskestren pemenang lomba ini rencananya akan dihadirkan pada peringatan Hari Kesehatan Nasional. (Sahal Yasin/Anam)

Foto: Ruang Poskestren Pesantren Langitan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Jakarta Selatan, KOKAM Tegal. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Nasional (UNAS) bekerjasama dengan Senat Fakultas Kesehatan UNAS, menyelenggarakan pemeriksaan gula darah secara gratis dan penyuluhan narkoba di lingkungan RW 02, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (19/11) siang.

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII UNAS Ajak Warga Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Kecuali itu, mereka juga memfasilitasi warga yang ingin mendonorkan darahnya.

PK PMII UNAS mengimbau warga untuk terus siap dan siaga dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, terutama di kalangan remaja. Warga harus terlibat secara aktif menggalakkan semangat antinarkoba.

KOKAM Tegal

Kampanye ini sangat penting “agar peluang pemuda untuk mencapai masa depan cerah tidak terhalang dampak penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua PK PMII UNAS Dwi Anggun Cipta, Selasa (19/11) siang.

KOKAM Tegal

Kegiatan sosial rutin tahunan ini disambut antusias oleh warga. “Kami sangat bangga dengan adik-adik mahasiswa yang bersedia meluangkan waktu untuk yang memerhatikan dan siaga terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba,” kata Ketua RW 02 H Nurrokhim dalam sambutan pembuka acara.

Warga di lingkungannya, menurut H Nurrokhim, butuh pemahaman lebih terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Karena, banyak warganya mempunyai anak remaja.

Sedangkan Ketua Pelaksana Bakti Sosial Harsenda Sari menilai peran penting mahasiswa dalam menjaga keseimbangan sebagai generasi penerus bangsa. Dengan peran sosial nyata itu, elemen mahasiswa telah menjalankan tugas Tridarma perguruan tinggi.

“Untuk itu, PK PMII UNAS tetap menyoroti persoalan narkoba sebagai ancaman generasi pemuda Indonesia,” tegas Harsenda Sari saat ditemui KOKAM Tegal, Selasa (19/11) siang.

Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pengguna narkoba di setiap tahunnya terus meningkat. Tahun 2013 meningkat 2,3 persen. Karena itu, persoalan narkoba menjadi tanggung jawab kita semua dalam menekan drastis laju angka itu untuk tahun-tahun ke depan, pungkas Harsenda Sari. (Yayan Saputra/AlhafizK)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, Aswaja, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Tata Kelola Sumber Daya Alam di Mata Pelbagai Agama

Surabaya, KOKAM Tegal. Gerakan GUSDURian (GERDU) Surabaya menggelar diskusi terbuka perihal isu pengelolaan Sumber Daya Alam dalam pandangan agama-agama di auditorium Museum 10 Nopember, Tugu Pahlawan Surabaya, Selasa, (16/6). Komunitas ini mencoba menggali suara tokoh pelbagai agama berkaitan tata kelola SDA di Indonesia.

Tata Kelola Sumber Daya Alam di Mata Pelbagai Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Kelola Sumber Daya Alam di Mata Pelbagai Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Kelola Sumber Daya Alam di Mata Pelbagai Agama

Hadir sebagai pembicara dalam seminar ini Koordinator Sekretariat Nasional (Seknas) Jaringan GUSDURian Alissa Wahid, M al-Fayyadl, aktivis Muda NU, Romo Tri Budi Utomo yang biasa disapa Romo Didik, tokoh agama Katolik, dan Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (WALHI) Jatim Purnawan Dwikora Negara yang akrab dipanggil pupung.

WALHI memberi apresiasi tinggi atas seminar yang dihadiri sedikitnya 200 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Menurut Pupung, WALHI sangat membutuhkan forum-forum seperti ini. ia mengapresiasi sensitivitas tokoh agama terhadap isu SDA. Sebab, menurut WALHI, saat ini Indonesia mengalami krisis eko-moral atau keteladanan ekologi.?

KOKAM Tegal

“Spirit Gus dur dan nilai-nilai utama Gusdurian sebenarnya sama dan sevisi dengan 10 nilai WALHI. Bahkan WALHI pernah memberikan penghargaan terhadap Gus Dur sebagai pejuang lingkungan,” kata Pupung.

Pada kesempatan ini Romo Didik mendedahkan beberapa data teologis yang saat ini tengah berkembang di dalam gereja Katolik. Menurutnya, trend teologi sekarang; perdamaian bukan lagi sekedar keadilan sosial, namun bergeser menjadi keadilan lingkungan.

KOKAM Tegal

Sementara dalam fiqih tersebut tiga aspek pengelolaan SDA. Pertama, prinsip-prinsipnya, kedua, pengelolanya (siapa yang paling berhak memiliki), ketiga, tata kelolanya, ? tegas Fayyadl.

Fayyadl menjelaskan salah satu aspek dalam fiqih yang dirintis Rais Aam PBNU era Gus Dur KH Ali Yafie mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan SDA, yaitu prinsip melindungi jiwa raga (hifdzun nafs). Dengan kata lain, di dalam pengelolaan SDA tidak boleh ada manusia yang menjadi korban.

Alissa Wahid sendiri menegaskan isu lingkungan bukan hanya soal penghijauan, namun juga soal kemanusiaan, keadilan, dan kearifan tradisi. "Jadi, kalau Gus Dur terlibat dalam isu lingkungan hidup, itu karena aspek kemanusiaan, keadilan, dan kearifan tradisi. Gus Dur itu berbasis nilai, bukan power atau status sosial," katanya.

Bagi Gus Dur, kebijakan pemimpin yang tidak maslahah atau tidak rahmatan lil alamin itu perlu diingatkan. Jadi, ada nilai-nilai.

“Misalnya, kita beli makanan, maka uangnya adalah milik kita. Tetapi makanan adalah milik bersama. Karena itu makanan yang tidak dihabiskan dan dibuang, itu salah," imbuhnya. (Iqbal Muhammad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pesantren, Meme Islam KOKAM Tegal

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, KOKAM Tegal. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

KOKAM Tegal

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

KOKAM Tegal

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, PonPes, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

Batam, KOKAM Tegal. Persoalan masyarakat yang terdiskriminasi tidak bisa diselesaikan melalui diskusi, FGD dan seminar. Pertama-tama, kelompok masyarakat yang terdiskriminasi harus berbaur dengan masyarakat umum melalui berbagai sarana dan kegiatan. Setelah itu barulah bicara hak dan kewajiban.

“Perlu dilokalisir dulu problemnya karena setiap wilayah berbeda-beda masalahnya. Setelah itu kita ciptakan sarana agar mereka (masyarakat terdiskriminasi) bisa berbaur dengan masyarakat umum. Bisa berupa kegiatan olah raga bersama, pengolahan sampah bersama, atau apapun,” kata Ufi Ulfiyah Manajer Riset dan Kajian PP Lakpesdam NU di sela persiapan Rakesnas V di Batam, Selasa (14/4).

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengalaman Lakpesdam Bela Hak-hak Masyarakat Terdiskriminasi

Setelah berbaur, pelan-pelan masyarakat diajak berbincang mengenai banyak hal. Dalamhal terjadi diskriminasi, belum tentu pihak mayoritas yang bersalah. Bisa jadi pihak minoritas yang cenderung ekslusif dan memisahkan diri.

KOKAM Tegal

“Setelah masyarakat berbaur dan berdialog satu sama lain, baru kita melakukan advokasi. Dan advokasi kita terutama berbasis kewargaan, seperti kepemilikan kartu tanda penduduk atau akses layanan kesehatan. Kita temuka ada kelompok masyarkat yang sudah lama tinggal namun tidak bisa bikin KTP karena pejabatnya tidak berani,” kata Ufi.

KOKAM Tegal

Selama empat bulan ini PP Lakpesdam melaksanakan program PNPM Peduli yang terfokus pada kegiatan inklusi sosial yang tersebar di 12 wilayah. Program ini dimaksudkan untuk melakukan advokasi terhadap masyarakat minoritas yang terdiskriminasi, baik berbasis agama, kepercayaan atau adat.

Tiga hari menjelang pelaksanaan Rakernas V Lakpesdam, para kader Lakesdam dari 12 wilayah ini telah hadir di Batam untuk menerima pembekalan training of trainer (ToT) Kader Damai. Pelatihan pelatih ini dimaksudkan untuk memperbanyak jumlah kader Lakpesdam yang terlibat dalam program inklusi sosial.

“Setelah program berjalan, kita perlu memperbanyak orang yang mengatakan bahwa meskipun berbeda agama, kepercayaan atau adat, semua kelompok masyarakat itu mempunyai hak yang sama,” kata Ketua PP Lakpesdam H Yahya Ma’shum. (Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Meme Islam KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock