Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Jakarta, KOKAM Tegal
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya PB PMII bisa berbangga memiliki kantor sendiri yang cukup luas dan megah dengan nama Graha Mahbub Djunaidi. Bangunan seluas 400 meter persegi yang terletak di Jl Salemba Tengah 57A Jakarta Pusat tersebut akan diresmikan pada Kamis, 12 Mei 2005.

Tak serta merta kantor tersebut dapat dibangun. Pertama kali tanah seluas 700 meter persegi dibeli ketika PB PMII di bawah pimpinan Syaiful Bahri Anshori pada tahun 1999-2001. Selanjutnya pada masa kepengurusan Nusron Wahid pada 2001-2003 mulai dibangun dan diselesaikan oleh Malik Haramain yang memimpin pada 2003-2005.

“Dalam periode ini, telah dihabiskan dana sebesar 520 juta yang mencakup pembangunan 70 persen bangunan. Uang ini sumbangan para alumni dan simpatisan untuk menyelesaikan pembangunan kantor ini. Saya tidak tahu berapa dana yang telah dialokasikan pada kepengurusan sebelumnya,” tandas Ketua Umum PB PMII Malik Haramain (7/5).

Kantor tersebut memiliki dua lantai. lantai pertama digunakan untuk ruang tamu, ruang ketua umum, ruang sekjen, ruang rapat, dan musholla sedangkan untuk lantai dua digunakan untuk ruang lembaga dan aula yang dapat menampung sekitar 150 orang.

“Kita harapkan dengan memiliki kantor sendiri, kinerja PMII semakin meningkat, paling tidak teman-teman sudah tak perlu lagi memikirkan tempat untuk rapat,” tandasnya.

Malik juga mengharapkan dengan adanya kantor baru ini, maka sikap independent PMII semakin kuat karena tak perlu lagi tergantung pada pihak lain.

Belum banyak cabang yang memiliki kantor sendiri, diantara yang sudah adalah cabang Malang, Surabaya, Tulungagung dan beberapa lainnya. Sebagian besar masih ngontrak di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan kampus.

Sebelum memiliki gedung ini, kantor pusat PMII masih menyatu dengan kantor PBNU di Lt 2 yang ketika itu belum dibangun dan kontrak di Jl. Kramat Lontar untuk menjalankan aktivitasnya.

Pemberian nama Graha Mahbub Djunaidi tersebut merupakan penghormatan kepada ketua umum PMII pertama yang menjabat selama dua periode pada 1960-1963 dan 1963-1966.

Rencananya Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi akan meresmikan sekaligus menandatangani prasasti berdirinya bangunan tersebut. Diundang juga Koordinator Nasional Foksika Ahmad Bagdja, keluarga Mahbub Djunaidi dan Syainuri Ws. “Para alumni PMII juga kami harapkan datang untuk turut mensyukuri berdirinya gedung bersejarah ini,” tandasnya.

Forum peresmian gedung baru ini sekaligus juga digunakan untuk pemutaran perdana VCD mars PMII. lagu ini dikarang oleh Mahbub Djunaidi dan diaransemen ulang oleh Syainuri Ws. Untuk itu akan tampil group paduan suara Lam Yuzad. “Kami juga akan memberikan penghargaan pada Syainuri WS atas jasanya dalam memberi aransemen mars ini,” tambahnya.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Jumat, 09 Februari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

KOKAM Tegal

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Bandung, KOKAM Tegal. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Jawa Barat menggelar ragam pagelaran seni budaya di halaman kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, KOta Bandung, Jabar, Sabtu (21/6) malam ini.

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Ragam seni dalam rangka pelantikan Lesbumi Jabar ini, di antaranya menyajikan penampilan alat musik tiup khas Sunda, karinding, dari murid-murid SMP Maarif Bandung.

Turut memeriahkan juga aksi baca puisi oleh para seniman Bandung, di antaranya Iman Soleh, kemudian pidato kebudayaan oleh KH Maman Imanulhaq.

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang golek dengan dalang Dede S Sunandar Sunarya. Ia akan membawakan lakon Budak Buncir diiringi dengan kacapai suling.

KOKAM Tegal

Sebelumnya, pagi, diadakan bedah buku Baban Kana karya Kh Zamzami Amin. Buku tersebut menceritakan peristiwa perang kedongdong di daerah cirebon. Selepas dhuhur diadakan upgrading seni budaya untuk menyamakan persepsi antara agama dan budaya.

KOKAM Tegal

Diskusi yang dipandu Ketua PW Lesbumi Jabar, Widodo Abidarda, tersebut mendaulat M Noh, mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, sebagai pembicara. Hadir pada kesempatan itu, Dinaldo, salah seorang pengurus PP Lesbumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Semarang, KOKAM Tegal. Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah, PKPT IPNU-IPPNU Unnes, PK PMII Al-Ghazali, PK Matan Unnes, dan santri Ponpes Sunan Gunung Jati Baalawy berkumpul membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Nahdlatul Ulama (FKMNU) Unnes.?

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Dalam kegiatan ini, dilaksanakan juga pelantikan resmi Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Almutabarah an-Nahdliyyah (MATAN) Komisariat Unnes dan diskusi bersama Sekretaris JATMAN Drs KH Masroni. Mereka berkumpul di komplek SMK Al-Asror Patemon, Gunungpati, Semarang.

Acara dimulai dengan pembacaan simtud duror sambil menunggu kedatangan tamu undangan. FKMNU yang setiap 35 hari sekali (selapan) selama setahun tujuh bulan ini menjadi ajang silaturahim antar organisasi yang berbasis NU di kampus.?

KOKAM Tegal

Walaupun MATAN sudah lama berada di Unnes, baru kali ini diresmikan dan dilantik oleh pengurus pusat JATMAN. Tampil sebagai ketua komisariat Muhammad Azarul Adib dengan periode 2015-2017.?

Kiai Roni yang juga Penggagas Matan bersama Mbah Dimyati Kaliwungu menyampaikan pemaparan bertema ‘Multikulturalisme Sebagai Penopang NKRI’. Dia memulainya dengan menyatakan, bahwa mahasiswa 10 tahun ke depan adalah pemimpin bangsa. Minimal menjadi pemimpin rumah tangga, maka pergunakan kesempatan muda sebaik mungkin.

KOKAM Tegal

Selanjutanya, Kiai Roni mencontohkan anggota tubuh yang normal itu terdiri dari berbagai macam hal yang kontradiksi namun dengan keseimbangan bisa berjalan dengan normal. Misalnya, kaki berada di bawah bertugas menjalankan langkah, apabila kaki kanan di depan maka kiri di belakang dan seterusnya.?

“Tentu berbeda fungsi dengan kepala dan otak yang memerintahkan seluruh pergerakan tubuh. Inilah ibarat multikulturalisme secara gampang, bila disatukan dan disinergikan akan menghasilkan kekuatan,” terangnya.

Bila dihubungkan dengan organisasi, lanjutnya, ini relevan bahwa kita tidak bisa meninggalkan adat istiadat bahkan multikulturalisme. Jangan sampai konseptor organisasi meninggalkan tugasnya dan seksi konsumsi melaksanakan tugas konseptor maka ini tak ubahnya kaki menjalankan pekerjaan otak dan sebaliknya.?

“Bila kita mau merubah sesuatu yang buruk di sekitar kita, kita bisa meneladani para Walisanga. Konteknya seperti wali dulu, kalau merubah jangan menyalahkan seseorang itulah watak seorang pendidik,” ujar Pengasuh Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawy ini. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Semarang, KOKAM Tegal. Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majm?‘at al-shar?‘ah al-k?fiyah li al-‘aw?m, Matn al-?ikam, dan Munjiy?t Me?ik saking Ihy?’ ‘ul?m al-d?n.?

Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017).?

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

“Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi.?

Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiy?t dalam tata cara berziarah ke kuburan.?

KOKAM Tegal

Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan.

Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa.?

Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri. ?

“Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Fa?alat?n dan La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada KOKAM Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

KOKAM Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

KOKAM Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Pemurnian Aqidah, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

KOKAM Tegal

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

KOKAM Tegal

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Daerah KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby

Bondowoso, KOKAM Tegal. Dakwah selalu diidentikkan dengan penyampaian ajaran Islam lewat kata-kata di forum-forum pengajian atau di tempat-tempat ibadah.

Padahal Nabi Muhammad SAW melakukan dakwah lewat berbagai media yang hasilnya juga tak kalah efektif dibandingkan dengan kata-kata, yakni "bilhal" atau perbuatan, khususnya perdagangan.

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby (Sumber Gambar : Nu Online)
Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby (Sumber Gambar : Nu Online)

Mencetak Santri Pebisnis ala Pesantren Al Qurthuby

Jalan itu yang dipilih oleh KH Muhammad Yasin alias Gus Yasin, salah seorang pengasuh di Pesantren Al Qurthuby, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, Jatim.

KOKAM Tegal

"Dakwah secara umum sudah banyak dilakukan oleh para tokoh, tapi dakwah lewat perdagangan ini yang masih terbilang jarang disentuh bahkan diabaikan. Padahal Nabi dulu juga berdagang dan itu bagian dari dakwah beliau," katanya.

Lewat bisnis, Gus Yasin yang kini dipilih menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Jatim ini, mengajarkan bagaimana berperilaku jujur secara langsung, bukan hanya kata-kata. Kejujuran adalah landasan utama yang diajarkan oleh Rasulullah dalam menjalankan bisnis.

KOKAM Tegal

"Rasulullah juga mengajarkan bagaimana memanaj bisnis dengan baik. Inilah yang kami ajarkan juga dalam bisnis di kalangan santri," kata alumni Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang ini.

Lelaki asal Jawa Tengah yang aktif berbisnis mulai dari buku, karpet, pakaian sejak di pesantren itu mengemukakan bahwa masuknya Islam ke Indonesia yang disebarkan oleh para wali itu juga menggunakan media bisnis.

"Ini yang selama ini sangat jarang disentuh oleh dunia pesantren, sehingga ilmu santri ketika keluar dari pesantren banyak yang tidak dimanfaatkan maksimal. Coba, berapa santri yang keluar dari pesantren kemudian menjadi kiai? Paling hanya yang anaknya kiai saja atau menjadi menantunya kiai," ucapnya, tertawa.

Ia mengemukakan lewat kiprahnya ini, termasuk di HIPSI diharapkan kalangan santri lebih berdaya, sehingga tidak ada kesan lagi bahwa seorang santri hanya bertugas mengimami shalat atau memimpin doa.

Agar menjadi contoh yang baik, selain mengajarkan kepada santri untuk memiliki jiwa entrepreneur, ia sendiri juga aktif berbisnis di berbagai bidang, terutama agrobisnis.

Para santri Al Qurthuby yang umumnya berasal dari keluarga tidak mampu, tidak dibiarkan terlena dengan subsidi biaya dari pesantren. Mereka digugah mengenai berbagai potensinya untuk menjadi pengusaha, sebagaimana juga dilakukan oleh Rasulullah.

Santri di Pesantren Al Qurthuby yang didirikan oleh almarhum KH Moch Qurtubi Zein ini diajarkan bisnis sesuai minatnya masing-masing. Ada yang di pertanian, peternakan, atau pertokoan yang di lokasi pondok didirikan toko swalayan untuk tempat praktik sekaligus.

"Alhamdulillah, orang tua santri di sini sangat senang anak-anaknya diajari berusaha sehingga selulus dari pondok tidak bingung mencari pekerjaan. Mereka kami ajari berbisnis dengan landasan berbuat baik kepada sesama, terutama lewat zakat dan sedekah. Kami tanamkan juga jiwa kedermawanan," katanya.

Ia menceritakan bahwa almarhum KH Qurtubi sendiri semasa hidupnya juga dikenal sebagai kiai yang memiliki banyak usaha, terutama di bidang pertanian.

Pesantren yang berdiri pada 2006 itu kini memiliki 300-an santri yang 200 di antaranya menetap di lokasi pondok. Saat ini pondok yang juga memiliki usaha klinik kesehatan tersebut dilengkapi lembaga pendidikan PAUD hingga SMA.

Seiring kiprahnya di HIPSI, Gus Yasin berharap agar para santri dibangunkan kemampuannya untuk berdakwah lewat bisnis. HIPSI sendiri memiliki program mencetak sejuta santri pengusaha di Indonesia.

"Lewat HIPSI kami ingin mengubah pola pikir tentang santri yang selama ini hanya diidentikkan dengan pintar mengaji, tukang mengimami shalat dan lainnya. Santri harus berdaya secara ekonomi," paparnya.

Ia mengemukakan bahwa lewat wirausaha, umat diajak berihtiar untuk menyeimbangkan diri antara dunia dan akhirat. Kalau hanya urusan akhirat terus, dikatakannya kurang baik juga dan sebaliknya, kalau urusan dunia terus maka akan menjadi "panas".

Gus Yasin, mengemukakan bahwa HIPSI yang didirikan di Pesantren Al-Yasini, Pasuruan, ini juga sudah dideklarasikan di sejumlah daerah, seperti Jateng, Kalimantan dan Palembang. Sejumlah provinsi lain juga akan menyusul untuk pendiriannya.

"Saat deklarasi di Al-Yasini ada sekitar 40 santri yang kami cuci otaknya agar memiliki jiwa wirausaha. Kami datangkan mentor-mentor yang berpengalaman, dari Jakarta dan Surabaya untuk membimbing para santri itu," katanya.

Di Bondowoso sendiri, pihaknya sudah mengumpulkan 300-an santri dari berbagai pesantren yang dididik memiliki jiwa wirausaha. Diharapkan mereka setelah lulus dari pesantren, tidak lagi bingung mencari kerja, melainkan justru bisa membuka lapangan pekerjaan.

Menurut dia, HIPSI yang berada di bawah "Rabithah Maahid Islamiah" (RMI) atau organisasi pondok pesantren di bawah NU itu memiliki misi menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri yang mandiri.

"Selain itu juga menjadi institusi pendidikan nonformal berkualitas yang bukan menciptakan calon pencari kerja, tapi kader pesantren yang mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru kreatif dan inovatif," katanya.

Misi lainnya adalah menyinergikan kekuatan ekonomi santri di seluruh Indonesia serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

Sementara itu pendiri komunitas Internet Cerdas Indonesia (ICI) Rahmat Saputra yang banyak mendidik masyarakat memanfaatkan internet untuk bisnis mengemukakan bahwa para santri memiliki potensi untuk berjiwa entrepreneur. Apalagi saat di pesantren mereka sudah dididik untuk selalu mandiri.

Karenanya, alumni pesantren Salafiyah Assyafiiyah, Asembagus, Situbondo, ini mengapresiasi langkah Gus Yasin dan HIPSI. Diharapkan gerakan ini menjadi titik awal kebangkitan umat Islam di masa mendatang. 

Reaktur: Mukafi Niam

Sumber: Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Quote KOKAM Tegal

Sabtu, 25 November 2017

Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor

Bogor, KOKAM Tegal

Ribuan orang mengantarkan Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, KHR Mukhtar Royani, Rabu (14/4) pagi. KH Mukhtar Royani menghembuskan nafas terakhirnya di rumah duka, Selasa (13/4) pukul 17.30, dalam usia 83 tahun. Jenazahnya dimakamkan di peristirahatan terakhirnya, di komplek makam keluarga Pesantren Riyadhul ‘Aliah, Kampung Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

“Keluarga Besar NU Bogor sangat kehilangan sosok pejuang tulus. Beliau mengorbankan apapun untuk kepentingan jamiyah dan jamaah NU. Saya tahu beliau tidak pernah mengambil keuntungan dari perjuangannya,” ujar aktivis NU Bogor, Edwin Sumarga.

Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Orang Iringi Pemakaman Rais Syuriyah PCNU Bogor

Menurut dia, berbagai kemajuan yang dicapai NU Kabupaten Bogor dalam beberapa dekade terakhir, tidak dapat dilepaskan dari kontribusi besar KH Mukhtar Royani. “Kami mendo’akan agar semua amal ibadah dan kebaikannya ditetima Allah SWT,” ungkap amnggota DPRD Kabupaten Bogor ini.

Edwin berharap, apa yang diwariskan almarhum bagi NU dan Nahdliyin Bogor dapat terus dijaga dan dikembangkan demi kemajuan NU di “bumi Pakuan Pajajaran”.

KOKAM Tegal

Dia juga mengutarakan, lebih dari separuh masa hidup sosok kiai kharismatis “diwakafkan” untuk kepentingan NU. Ia tercatat mengemban amanah sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor selama lima periode alias sekitar 21 tahun terakhir. Satu periode kepengurusan di lingkungan NU berlangsung selama lima tahun. Pada konferensi terakhir PCNU Kabupaten Bogor, 2015 lalu, kiai yang akrab disapa “Ajengan Mumu” ini kembali terpilih sebagai Rais Syuriyah masa bakti 2015-2020.

Kiai Mukhtar Royani tercatat pula sebagai A’wan (dewan pakar) PBNU hasil Muktamar ke-33 NU di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, 2015. Selain itu, sehari-hari Kiai Mukhtar membina ratusan santri yang menimba ilmu di Pesantren Riyadhul Aliah, yang dirintis keluarganya.

Wakil Katib Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, Kiai Ahmad Ikrom menambahkan, almarhum merupakan sosok yang sangat peduli dan total dalam mengabdi kepada NU dan warga Nahdliyin.

KOKAM Tegal

“Beliau sebagai guru dan teladan bagi generasi muda NU Bogor. Sejak muda hingga ajal menjemput sangat konsen dalam mengembangkan NU. Tidak ada kata lelah dalam berjuang. Penyakit atau usia tidak membatasi totalitas dedikasi kepada NU,” tegasnya. Kiai Mukhtar, lanjut Ikrom, nyaris tidak pernah kehilangan semangat atau kehabisan energi dalam membangun NU Bogor. Beliau sebagai teladan bagi generasi muda NU.

Berbagai pihak menyampaikan belasungkawa atas kepergian KH Mukhtar Royani. Sejumlah karangan bunga terpampang di depan kediaman duka, antara lain berasal dari Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin, Ketua Umum DPP PKB A Muhaimin Iskandar, Bupati Bogor Nurhayanti, dan Ketua DPRD Kabupaten Bogor Jaro Ade. (Ahmad Fahir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Humor Islam KOKAM Tegal

Kamis, 16 November 2017

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

Sembahyang tasbih atau “tasabih” merupakan salah satu sembahyang sunah yang tidak dianjurkan berjamaah. Kalau pun dilaksanakan berjamaah untuk pembelajaran misalnya, tidak masalah. Sembahyang tasbih ini sangat diajurkan karena menyimpan keutamaan luar biasa di balik amalan ini.

Syekh Said bin Muhammad Ba’asyin dalam Busyral Karim bi Syarhi Masa’ilit Ta’lim halaman 260-261 juz I menyebut sebuah hadits Rasulullah SAW dan sejumlah pandangan ulama berikut ini.

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)
Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW (Sumber Gambar : Nu Online)

Keutamaan Shalat Tasbih Menurut Rasulullah SAW

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? (? ? ?) ? ? ?" ? ?. ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?"

KOKAM Tegal

Artinya, “Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, ‘Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu.’ Hadits ini hasan.

Imam Tajuddin As-Subki mengatakan, ‘Tidak ada yang meninggalkan shalat tasbih ini selain orang yang meremehkan agama. Orang yang meremehkan agama tidak akan berkenan mendengarkan keutamaan sembahyang tasbih ini. Sebuah hadits menyebutkan, ‘Kalau kau sanggup, lakukan sembahyang tasbih ini sekali sehari. Kalau tidak, lakukan sekali dalam satu jumat. Kalau tidak bisa, sembahyang tasbih lah sekali sebulan. Kalau tidak sempat, lakukan sekali setahun. Kalau tidak bisa juga, kerjakanlah sekali dalam seumur hidupmu.’ Baiknya sembahyang empat rakaat ini diakhiri dengan satu salam jika dikerjakan siang hari. Kalau dikerjakan malam hari, boleh dikerjakan dalam dua salam.”

KOKAM Tegal

Menurut Ustadz Abdullah Abdul Qadir Al-Aidrus, hadits ini merupakan potongan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam At-Tirmidzi. Ibnu Majah dan Abu Dawud juga meriwayatkan hadits serupa.

Melihat besarnya keutamaan sembahyang tasbih ini, tidak heran kalau ada beberapa majelis taklim kaum ibu mengawali pengajiannya dengan sembahyang tasbih berjamaah. Memandang betapa pentingnya sembahyang ini baiknya kita mengerjakan sembahyang berisi tasbih ini meskipun hanya sepekan atau sebulan sekali. Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Jadwal Kajian, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Kamis, 02 November 2017

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

Way Kanan, KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan, Lampung, menerjunkan 14 dai muda yang siap belajar mengisi acara safari Ramadhan. Kegiatan yang dimotori Rijalul Ansor ini menjadi bagian dari langkah kaderisasi sebagai pendakwah.

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Terjunkan 14 Dai untuk Safari Ramadhan

"Dengan menggelar safari Ramadhan kita berdayakan kader-kader muda Ansor yang memiliki kemampuan sebagai mubaligh untuk dapat belajar mengasah kemampuannya," ujar Ketua PAC Rijalul Ansor Kecamatan Bumiagung Hasyim Asyari selaku penanggung jawab kegiatan tersebut di Blambangan Umpu, Jumat (11/7).

GP Ansor Way Kanan, kata Hasyim, memiliki program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) yang dipimpin Gatot Arifianto. Program itu berorientasi pada tercapainya penyebaran pendidikan dan pengetahuan Ahlus Sunnah wal Jamaah bagi publik serta mendorong semangat wirausaha bagi kader dan masyarakat.

KOKAM Tegal

Safari Ramadhan digelar di 14 masjid di empat kecamatan. Di Kecamatan Bumiagung dilakukan di Kampung Karangdadi, Wonoharjo, Srinumpi, Bumiagung, Sukamaju, Bumi say Agung, Pisang Indah dan Tanjung dalom.

Adapun di Kecamatan Buaybahuga berlangsung di Kampung Sukadana, Bumiharjo, Sukaagung, Sritunggal dan Lebunglawe. Lalu di Kecamatan Bahuga di Kampung Saptorenggo, Bumiagung Wates dan Serdangkuring. Lalu di Kecamatan Waytuba di Kampung Bukitgemuruh.

KOKAM Tegal

"Kegiatan safari ini juga didukung oleh Panti Asuhan Mandiri Yayasan Shuffah Blambangan Umpu dengan memberikan suvenir berupa jam dinding bagi masjid yang dituju sekaligus mengumumkan jika Yayasan Shuffah membuka diri jika ada anak yatim ingin diasah dan diasuh mereka," tambah Hasyim.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Supri Iswan menegaskan, kader adalah ruh organisasi, karena itu kaderisasi adalah sebuah keniscayaan sebagaimana diamanatkan sang proklamator, Muhammad Hatta, "Kaderisasi sama artinya dengan menanam bibit. Untuk menghasilkan pemimpin bangsa di masa depan, maka pemimpin pada masanya harus menanam".

"Hal tersebut merupakan inti dari kelanjutan perjuangan Ansor ke depan. Tanpa kaderisasi, rasanya sangat sulit dibayangkan Ansor dapat bergerak dan melakukan tugas sosial kemasyarakatan dan keorganisasiannya dengan baik dan dinamis," kata Supri. (Heri Amanudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Kajian, Quote KOKAM Tegal

Rabu, 11 Oktober 2017

STISNU Tangerang Dorong Mahasiswa untuk Berwirausaha

Tangerang,KOKAM Tegal. Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang mengadakan kegiatan kuliah umum bersama Indonesian Entrepreneur Club (IEC) di Aula Hasyim Asy’ari Sabtu (5/11).

STISNU Tangerang Dorong Mahasiswa untuk Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Tangerang Dorong Mahasiswa untuk Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Tangerang Dorong Mahasiswa untuk Berwirausaha

Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah STISNU Falizar Rivani menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka menstimulus mahasiswa program studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) untuk berwirausaha dan menjadi entrepreneur di masa muda.

Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Kelembagaan kampus tersebut, Nurullah menambahkan, STISNU menggandeng IEC sebagai patnership untuk menciptakan kader-kader muda untuk berwirausaha. Sebab, saat ini sedang digalakan program Koperasi Mahasiwa yang dikelola langsung oleh mahasiswa.

KOKAM Tegal

"Kita berharap mahasiswa bisa menjadi bagian dari IEC dan mampu menyerap ilmu dan informasi untuk diterapkan dalam dunia bisnis," ujarnya melalui siaran pers.

KOKAM Tegal

Mentor IEC Yogi Angga Pranatama menceritakan banyak pengalamannya dalam dunia bisnis. Pria berumur 22 tahun itu, saat ini sudah dapat menghasilkan omset bulanan mencapai 16 juta dari kepiawaiannya menciptakan dan mencari peluang rezeki.

"Saya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat dan mahasiswa bisa mengikuti seminar-seminar IEC selanjutnya," ujarnya.

Tambahnya, dari banyak mengikuti kegiatan diskusi dan seminar maka kita akan mendapatkan informasinya yang banyak tentang peluang bisnis, banyak teman yang bisa dijadikan konsultan untuk saling mengisi kekurangan.

"Insyaallah, mahasiswa STISNU bisa menjadi bagian keluarga besar Indonesia Entrepreneur Club". Tambahnya.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Ketua Bidang Akademik Bapak H. Muhamad Qustulani, wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan Dr. Bahrudin,? dan dosen-dosen program studi Hukum Ekonomi Syariah. (Red: Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Lomba, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Selasa, 10 Oktober 2017

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja

Pamekasan, KOKAM Tegal. Pengurus Pimpinan Komisariat (PK) PMII Universitas Madura (Unira), baru saja melangsungkan rapat tahunan komisariat (RTK) di Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan/Kabupaten Pamekasan, Selasa (17/11). Sahabati Nidiyatus Solehah terpilih secara aklamasi.

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Unira Nilai Demo Anarkis Menyimpang dari Aswaja

Setelah dipastikan menakhodai PK PMII Unira 2015-2016, mahasiswi semester VII jurusan Manajemen Unira tersebut bertekad untuk memperkuat paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam diri PMII.

"Kita ketahui, salah satu spirit paham Aswaja ialah tasamuh (toleransi). Sikap ini adakalanya dicederai oleh kader PMII," terangnya.

KOKAM Tegal

Contoh pencederaan terhadap sikap tasamuh tersebut ialah anarkis ketika menyampaikan pendapat atau aspirasi di muka umum. Sikap anarkis dipandang tidak berhaluan Aswaja karena mengabaikan kebebasan orang lain.

KOKAM Tegal

"Kita punya kebebasan yang terikat, yakni terikat oleh norma dan agama," terangnya.

Nidiyatus Solehah juga berkomitmen untuk membumikan slogan mulia PMII: zikir, pikir, amal shaleh. Ketiganya dituntut supaya benar-benar melebur dalam diri kader.

"Ke depannya, kami mau fokus ke pembenahan mental keagamaan kader (zikir). Ditambah kajian/diskusi atau pelatihan (pikir) yang mesti dilakukan secara intensif. Plus bakti sosial ke masyarakat dan sejenisnya (amal shaleh)," pungkasnya. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Halaqoh KOKAM Tegal

Jumat, 01 September 2017

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Jakarta, KOKAM Tegal - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mengatakan agar umat Islam wajib memilih calon pemimpin muslim yang adil, jujur, dan bersih.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yanga seperti itu, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6). ?

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)
Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil (Sumber Gambar : Nu Online)

Pilkada Jakarta, PBNU: Wajib Pilih Pemimpin Muslim Adil

Kiai Said menyayangkan banyak berita yang menyatakan bahwa dirinya mendukung pemimpin nonmuslim. Baginya, kutipan berita-berita tersebut tidak sesuai dengan apa yang dia sampaikan selama ini. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan tersebut di atas.

“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Sandiaga S Uno mengatakan, kedatangannya ke PBNU adalah untuk mengambil undangan acara buka puasa bersama dan peluncuran e-Kartanu yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti.

“Dan juga sowan kepada Pak Kiai, sahabat lama, orang tua saya. Sekaligus mendapatkan nasihat dari beliau,” tutur Sandiaga.? ? ?

Sebagaimana kabar yang ada, Sandiaga S Uno akan mencalonkan diri sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017 nanti. Ia dikenal sebagai seorang pengusaha yang sukses yang mendapatkan pernghargaan sebagai Indonesian Entrepreneur of The Year dari Enterprise Asia pada tahun 2008.? (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Kamis, 22 Juni 2017

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Makkah, KOKAM Tegal - Imam dan Khatib Masjidil Haram yang juga Ketua Umum Pengurus Masjidil Haram Makkah dan Masjidin Nabawi Madinah Abdurrahman as-Sudais mengatakan, haji bukanlah ajang politik atau sektarianisme, melainkan wahana persatuan antarumat Islam.

Ia mengatakan hal tersebut dalam sebuah simposium haji di Makkah, seperti dilaporkan Arab News, Ahad (27/8). Simposium ini, katanya, digelar untuk mengampanyekan semangat perdamaian haji dan memposisikan Kabah dan Masjid Nabawi sebagai simbol perdamaian.

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Masjidil Haram: Haji Ajang Tebar Perdamaian ke Seluruh Dunia

Menurut as-Sudais, dunia sedang didera kekerasan terorisme, dan sektarianisme. Padahal, keadilan, keamanan dan perdamaian merupakan tujuan seluruh agama dan pesan ilahi.

KOKAM Tegal

"Perdamaian seharusnya menjadi dasar hubungan antara masyarakat, kelompok dan negara," katanya.

Haji, imbuh as-Sudais, adalah momen tepat bagi dunia untuk menyaksikan umat Islam berkumpul, setara dalam hak dan kewajiban, dan diliputi suasana damai dan cinta.

KOKAM Tegal

Al-Sudais mengajukan sejumlah rekomendasi, di antaranya soal publikasi ensiklopedia global tentang perdamaian menurut Islam dalam semua bahasa. Selain merekomendasikan musim haji kali ini sebagai momen menyebarkan semangat perdamaian di kalangan umat Islam, as-Sudais juga mengusulkan berdirinya pusat penelitian khusus di universitas yang peduli dengan perdamaian.

Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Mohammed Salih Bentin berharap simposium tersebut akan meningkatkan pesan moderasi, nilai-nilai positif Islam, persaudaraan, perdamaian, dan persatuan antara umat Islam dan kemanusiaan secara keseluruhan.

Ia mengatakan, jumlah jemaah haji sejauh ini mencapai 1,6 juta orang, dan diperkirakan akan menembus angka 2 juta pada hari Arafah. (Red: Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Meme Islam, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Kamis, 01 Juni 2017

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

Cirebon, KOKAM Tegal. Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Cirebon siap mengundang 500 pelajar untuk mengikuti acara silaturrahmi, marhabanan serta diskusi publik yang akan digelar Sabtu (25/1).

Wahyono, Ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon mengatakan, kegiatan yang dihelat dengan tajuk Pelajar Bershalawat ini bertujuan agar setiap pelajar mampu meneladani ketokohan Nabi Muhammad SAW sebagai sosok penting perubahan dunia, penebar kedamaian dan rahmat bagi seluruh alam.

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Maulid Nabi, IPNU-IPPNU Cirebon Undang 500 Pelajar

“Selain itu, tentu sebagai wujud memuliakan Nabi Muhammad SAW,” ungkap Wahyono, Ahad (19/1).

KOKAM Tegal

Sementara itu, Aan Aisyah, Ketua Pelaksana mengungkapkan, sekitar 500 pelajar yang direncanakan diundang tersebut merupakan para siswa dan santri dari beberapa sekolah dan pondok pesantren yang terdapat di wilayah Cirebon. 

KOKAM Tegal

“Sementara diskusi publik yang akan kami gelar bertema Suri Tauladan Nabi Sebagai Solusi Gerakan Pelajar NU,” ungkapnya.

Kegiatan diskusi publik tersebut dijadwalkan akan dihadiri oleh H Zaenal Abidin, Pembina PC IPNU Kabupaten Cirebon serta Eva Nur Arofah Pembina PC. IPPNU Kabupaten Cirebon sebagai pembicara, serta dilaksanakan di sekretariat PC. IPNU – IPPNU Kabupaten Cirebon, Jl. Pengayoman, Weru, Cirebon. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah, Internasional KOKAM Tegal

Senin, 29 Mei 2017

IPNU-IPPNU DIY Fasilitasi Pelatihan Kewirausahaan

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi fasilitator untuk pelatihan kewirausahaan pelajar SMK se-DIY pada Senin, 14 April 2014 di Aula Balai Latihan dan Pendidikan Teknik (BLPT). 

IPNU-IPPNU DIY Fasilitasi Pelatihan  Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU DIY Fasilitasi Pelatihan Kewirausahaan (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU DIY Fasilitasi Pelatihan Kewirausahaan

Menurut Uwais selaku koordinator pelaksana, kegiatan ini merupakan salah satu agenda kerjasama antara PW IPNU-IPPNU DIY dengan BLPT yang merupakan bagian dari acara Diklat SMK se-DIY tahun 2014 yang diselenggarakan oleh BLPT. 

Kegiatan ini diisi dengan training kewirausahaan dan motivasi kepada para peserta yang disampaikan oleh Fikriyah Asmawati, wakil ketua PW IPPNU DIY. Dengan diikuti oleh 80 siswa-siswi SMK dari berbagai jurusan di DIY, kegiatan tersebut berlangsung dengan sangat antusias dari peserta.

KOKAM Tegal

Dalam penyampainya, Fikriyah lebih menekankan penjelasan aspek peluang usaha yang dapat digarap oleh para siswa. Menurutnya wirausaha merupakan ilmu yang didapat di lapangan dan bukan karena faktor keturunan. Berwirausaha dapat dimulai dengan membuat ide kreatif dan dilanjutkan dengan aplikasinya. Selain itu ada beberapa faktor pendukung utama diantaranya kemampuan, modal dan kemauan.

Dengan melihat berbagai peluang yang ada dan pemaparan tentang jumlah pengangguran yang ada di Indonesia maka diharapkan dengan berwirausaha dapat memberikan dorongan pada pengentasan angka kemiskinan. Fikriyah menegaskan bahwa menjadi seorang wirausahawan tentunya mempunyai keunggulan dari pada hanya sekedar menjadi pegawai biasa karena bisa dengan leluasa mengeksplorasi kemampuan dan ide kreatif. 

KOKAM Tegal

“Dengan adanya pelatihan kewirausahaan ini diharapkan dapat memberikan stimulus pada para pelajar untuk lebih bergairah dalam meramaikan bisnis ekonomi kreatif di Indonesia,” jelas Fauzi Akhmat, Ketua PW IPNU DIY. (wahyu enggar/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Meme Islam, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Sabtu, 22 April 2017

Ragam Atraksi Ramaikan Harlah Pagar Nusa di Sukoharjo

Sukoharjo,KOKAM Tegal. Beragam atraksi mulai rampak pencak manggala nusa yang berkolaborasi dengan tim jathilan dari Ponorogo pimpinan Gus Mudrik memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa ke-30 di Gentan, Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Ahad (10/1).

Ragam Atraksi Ramaikan Harlah Pagar Nusa di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Atraksi Ramaikan Harlah Pagar Nusa di Sukoharjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Atraksi Ramaikan Harlah Pagar Nusa di Sukoharjo

Tak hanya itu, atraksi lain seperti keprukan benda-benda keras, sabetan senjata tajam, lindasan motor dan lainnya juga diperagakan oleh para pendekar Pagar Nusa dari Wilayah Solo Raya dan sekitarnya.

Menurut ketua panitia Thoha Ulil Albab, acara ini diselenggarakan berkat dukungan dari para tokoh NU dan pendekar sepuh Sukoharjo dengan tema "Satukan Langkah dan Gerak Untuk NU dan Bangsa bersama Pagar Nusa.

KOKAM Tegal

"Harapan dari acara ini adalah terjalinnya silaturahmi antar cabang se-Solo Raya dan berbagai ranting di Sukoharjo khususnya,” terangnya.

KOKAM Tegal

Thoha menambahkan, dalam Pagar Nusa tidak hanya mengajarkan bela diri semata, tetapi Pagar Nusa juga menjadi wadah untuk menjembatani dan mengejawantahkan ajaran-ajara yang diwariskan para pendahulu NU.

“Maka setiap anggota Pagar Nusa mempunyai kewajiban untuk mengaplikasikan ajaran Ahlussunnah Waljamaah di lingkungan terkecil mereka,” kata Thoha.

Acara ditutup dengan Salam Pagar Nusa Kolosal, serta pemberian Piagam Penghargaan untuk beberapa Cabang Pagar Nusa. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Anti Hoax, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Selasa, 04 April 2017

Ustadz Mukhlis Bangun Kampung Santri Tanpa Pesantren

Bacaan 300 santri TPQ As-Sholihin Abror berkejaran dengan dengung mesin potong batu. Sejumlah bongkahan besar batu akik siap dipermak untuk menjadi buah batu mungil pemanis jari. Tiga santri remaja menghadapi mesin potong batu yang terus berputar.

Alhamdulillah kita sudah punya 4 mesin. Buat nutupin pesanan kalau lagi banyak. Lumayan buat makan santri-santri di sini,” kata ustadz Mukhlis menjelaskan aktivitas tiga santrinya yang sedang menghaluskan batu di sore hari.

Ustadz Mukhlis Bangun Kampung Santri Tanpa Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Ustadz Mukhlis Bangun Kampung Santri Tanpa Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Ustadz Mukhlis Bangun Kampung Santri Tanpa Pesantren

Sementara itu, 300 santri TPQ terus belajar membaca Al-Quran sejak pukul 14.00 hingga 17.00. Ustadz Muklis, kiai muda kelahiran 1975 yang sangat disegani di bilangan kelurahan Rorotan, kecamatan Cilincing, Jakarta Utara ini menyerahkan delapan dari mereka untuk dibimbing seorang guru perempuan yang pernah belajar kepadanya.

KOKAM Tegal

“Target kita, ketika duduk di kelas satu ibtidaiyah, para santri sudah bisa membaca Al-Quran. Alhamdulillah target 50 % tercapai,” ustadz Mukhlis menyebutkan perkembangan pesat 5 tahun terakhir TPQ yang dipimpinnya.

Semua pengajar TPQ perempuan. Mereka adalah murid yang pertama kali belajar sepulang ustadz Mukhlis dari sejumlah pesantren pada 2004. “Begitu pulang, saya melakukan kaderisasi guru. Ada yang kuliah, ada yang sudah berumah tangga mengabdi di sini. Mereka rata-rata orang sini. Ada juga orang Kediri, adik ipar saya sendiri.”

KOKAM Tegal

Sementara Ustadz Mukhlis mondok selama enam tahun di pesantren Raudlatul Ulum, Kencong, Pare, Kediri. Pria Betawi yang mengenyam pendidikan formal hingga Aliyah ini, melanjutkan mondoknya selama beberapa tahun di Papar, Kediri sebelum pulang ke Jakarta pada 2004.

Arsitektur dan Lahan Pendidikan

Pesantren As-Sholihin Abror terletak di belakang Al-Abror, masjid peninggalan keluarga besar ustadz Mukhlis. Kalau menganggap pesantren terdiri atas sejumlah bangunan khusus yang diperuntukkan belajar dan asrama santri, maka As-Sholihin Abror ini sulit dicari. Pasalnya, pesantren ini tidak memiliki fisik bangunan khusus seperti pesantren pada umumnya.

Pesantren ini hanya memiliki sebuah aula majelis taklim berukuran 9 x 6 meter. Di sinilah 300 santri TPQ belajar hingga sore. Di sini pula 200 santri madrasah diniyah belajar mulai jam 19.00 hingga jam 22.00. Bagaimana bisa? Tentu hanya 30 santri. Selebihnya mereka menempati halaman 6 rumah kerabat ustadz Mukhlis yang berkenan pekarangan rumahnya dipakai untuk mengaji.

Aroma pesantren terasa kuat pada saat aktivitas TPQ dan Madrasah Diniyah berlangsung. Di luar jam itu, kampung di sekitar masjid Al-Abror tampak seperti perkampungan di Jakarta pada umumnya. Lengang. Lalu-lalang mobil besar sebentar sekali melintas menaikkan kembali endapan debu jalanan.

Sementara di selatan aula terdapat sejumlah makam yang dikelilingi 6 bangunan tradisional terbuat dari bambu. Rimbun oleh sejumlah pohon. Pohon delima salah satunya. Di sini sejumlah santri yang terdiri atas anak jalanan dan beberapa ustadz tinggal. “Komplet, ada masjid tempat ibadah. Ada majelis taklim tempat belajar. Nah ini di samping kita kuburan, semuanya bakalan ditanam,” ustadz Mukhlis mengumbar senyum.

Di salah satu dari enam saung bambu yang berukuran sebesar pos kamling di mana pun, ustadz Mukhlis tinggal sendiri. Terbentang sajadah di dalamnya dan satu lekar dengan tumpukkan sejumlah kitab. Cukup untuk tidur. Ustadz Mukhlis mewiridkan bait-bait Al-Hikam setiap malam bersama sedikitnya 100 warga dan santrinya.

Model arsitektur pesantren dibiarkan tanpa pagar. Tujuannya, agar tidak ada jurang pemisah antara pesantren dan masyarakat. Artinya, banyak pesantren yang sudah jadi seperti sekarang dengan bentuknya itu, nanti pada akhirnya orang masyarakat setempat pada tidak masuk. Seakan-akan ada pemisah.

“Seringkali terjadi di banyak pesantren, orang sekitar pesantren pada nggak ngaji. Ini sering saya temukan. Makanya kemudian saya berpikir bagaimana caranya orang sekitar pada mengaji. Kemudian format inilah yang saya temukan. Saya antara lain meniru keadaan pesantren Buya Dimyathi Banten. Perkampungan biasa,” ujar ustadz Mukhlis? yang juga pengamal tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah.

Bangunan bukan masalah bagi mereka yang ingin membangun pesantren. Pesantren hadir agar masyarakat mengaji. Buat apa ada bangunan kalau pesantren justru menjauhkan masyarakat dari mengaji. Ustadz Mukhlis memaknai pesantren sebagai aktivitas mengaji, bukan bangunan atau administrasi. “Prinsip saya, yang penting masyarakat mengaji. Ngaji. Ngaji. Dan ngaji.”

Ia berpikir, kehadiran lembaga pendidikan ditujukan untuk masyarakat setempat. “Pesantren di sini didominasi masyarakat setempat. Rencana kami bikin pesantren, 70% untuk masyarakat setempat, 30% untuk orang luar.”

Diniyah dipegang jebolan beberapa pesantren seperti dari Kediri, Banten, Lamongan. Banyak dari ustadz di sini terutama santri pesantren sebelum pulang kampung, mengabdikan dirinya. Mereka tinggal bersama sejumlah santri anak jalanan di saung yang ada di kiri-kanan saung ustadz Mukhlis.

(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Minggu, 12 Maret 2017

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar

Malang, KOKAM Tegal. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nadlatul Ulama (IPNU) Bersama Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU) Kota Malang, Sabtu (10/11) bertepatan dengan peringatan hari pahlawan di SMP Ma’arif 01 Malang memberikan beasiswa “Pelajar Nahdliyyin Prestasi” atau Pensi kepada para pelajar kota Malang yang berprestasi baik dalam akademik maupun non akademik.

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, IPNU-IPPNU Malang Berikan Beasiswa Pelajar

“Beasiswa ini, kami berikan kepada mereka pelajar Kota Malang yang memiliki Prestasi, supaya ke depan mereka dapat tambah semangat dan lebih meningkatkan prestasinya baik bidang akademik ataupun non akademik,” tutur Sekretaris PC IPNU Kota Malang

Ia mengemukan hal itu disela-sela kegiatan Layar Kepahlawanan yang bertema “Semangat Hari Pahlawan, Bentuk Karakter Generasi Muda Tangguh”. Layar Kepahlawanan kali ini didesign acaranya dengan Nonton Bareng Film Dokumenter perjuangan para pahlawan dalam menegakkan kemerdekaan Indonesia dan dialog kepahlawanan bersama Yuanda Kusuma.

KOKAM Tegal

Pada kegiatan tersebut nara sumber mengingatkan, pahlawan adalah mereka yang mau memperjuangkan jiwa, harta dan nyawanya untuk orang lain. Guru juga merupakan pahlawan yang mulia, pahlawan tanpa tanda jasa, karena mereka telah mengorbankan segala jiwa raganya untuk masa depan anak bangsa.

KOKAM Tegal

Kegiatan yang diikuti oleh 205 para pelajar SMP Sekota Malang  itu berjalan dengan baik. “Hari pahlawan adalah hari yang sangat Mulia, dan patut kita isi dengan mulia juga, dan kegiatan yang dilakukan IPNU-IPPNU ini mulai dari nonton, dialog bahkan pemberian beasiswa merupakan kegitan yang menggugah semangat baru bagi kami untuk selalu berprestasi,” tutur Lailatus Sa’adah, pengurus IPPNU Kota Malang.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Farih

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Kyai KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock