Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 Februari 2018

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan

Karawang, KOKAM Tegal

Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kabupaten Karawang menilai potensi ekonomi masyarakat Karawang dalam sektor pertanian dan perikanan saat ini mulai terkikis oleh modernisasi dan industrialisasi.

"Salah satu program utama HPN Karawang adalah sektor pertanian dan perikanan. Sektor ini mendapatkan perhatian serius karena minat masyarakat Karawang dalam pertanian dan perikanan mulai menurun bahkan cenderung untuk meninggalkannya," ujar Ketua HPN Kabupaten Karawang, Muhammad Hasyim saat Pelantikan HPN Karawang dan Bekasi di Brits Hotel Karawang, Ahad (10/4).

Menurut Hasyim, perkembangan dunia industri di Karawang semakin pesat sehingga memberikan dampak pada terkikisnya lahan pertanian sekaligus memicu membludaknya jumlah penduduk terutama dari kalangan pendatang yang berimbas pada penambahan tempat tinggal dan persediaan makanan.

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lahan Menyempit, HPN Karawang Akan Gunakan Bibit Padi Unggulan

Dalam menyelesaikan masalah ini, Hasyim menjelaskan bahwa HPN Karawang telah menjalin kerjasama dengan seorang profesor ahli bidang tanaman dan sudah menemukan bibit padi unggul yang dapat panen dalam jangka waktu 55 hari.

"Sehingga jika dihitung dalam satu tahun, petani dapat memanen padi sampai empat kali,"tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam pelantikan ini dihadiri oleh? jajaran? PBNU, KH Said Aqil Siroj, H Asad Said Ali, H Eman Suryaman, DPP HPN, dan para pejabat Kabupaten Karawang, Kabupaten dan Kota Bekasi serta warga Nahdliyin sekitarnya. (Aiz Luthfi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, Santri KOKAM Tegal

Ikrar kesetiaan

Ikrar Kesetian, lengkapnya Ikrar Kesetiaan Warga Nahdlatul Ulama.

Istilah tersebut pertama kali digunakan pada perayaan hari lahir NU ke-68 menurut penanggalan Hijriah atau ke-66 dalam versi Masehi, di Parkir Timur Senayan Jakarta Pusat, 1 Maret 1992.

Seperti yang dituturkan KH Abdurahman Wahid, ikrar kesetiaan berisi tiga hal utama. Pertama, penyampaian rasa syukur pada Allah Swt. 

Ikrar kesetiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikrar kesetiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikrar kesetiaan

Kedua, penegasan NU bahwa NKRI adalah bentuk final yang diperjuangkan umat Islam Indonesia. 

KOKAM Tegal

Ketiga, penegasan bahwa NU mendukung UUD 1945 dan Pancasila.  Pada saat dibacakan di rapat akbar, teks asli Ikrar Kesetiaan sendiri terdiri dari lima poin.

KOKAM Tegal

Sebelum dibacakan, ada prosesi penyerahan naskah, disebut ijab-kobul, dari ketua umum PBNU ke pembaca teks. Ikrar kesetiaan bukanlah nomenklatur resmi organisasi, tapi dapat digunakan pada kondisi tertentu. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri KOKAM Tegal

Kamis, 01 Februari 2018

Fikih Keseharian Gusmus

Penulis : KH. Ahmad Musthofa Bisri (Gusmus)

Peresensi : Peresensi Ach. Tirmidzi Munahwan

Selama ini berita yang masih aktual, dan masih menjadi sorotan media massa adalah peristiwa tentang perselisihan dan perdebatan dalam pemikiran masalah-masalah keagamaan atau fiqh, yang dalam istilah NU disebut forum “Bahtsul Masail”. Bahtsul masail ini merupakan salah satu forum diskusi keagamaan untuk merespon dan memberikan solusi atas problematika aktual yang muncul dalam kehidupan masyarakat. KH Sahal Mahfudz, Pengurus Syuriyah PBNU menyebutnya bahwa forum “Bahtsul Masail” merupakan forum yang dinamis dan demokratis, selalu mengikuti perkembangan, dan trend hukum yang terjadi  di masyarakat.

Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini? K.H.A. Musthofa Bisri yang panggilan akrabnya Gus Mus sudah tidak asing lagi bagi semua kalangan, ia adalah seorang kiai, pelukis, penyair, dan budayawan yang karya-karyanya selalu melambung di media massa baik lokal maupun nasional. Setelah pasca Buya Hamkah, Ali Hasjmi, dan Bahrum Rangkuti, umat Islam Indonesia sangat miskin melahirkan ulama yang dikatakan seniman dan sastrawan. Mungkin tidak banyak yang tahu, jika Gus Mus disamping sebagai sastrawan juga seorang pelukis.

Fikih Keseharian Gusmus (Sumber Gambar : Nu Online)
Fikih Keseharian Gusmus (Sumber Gambar : Nu Online)

Fikih Keseharian Gusmus

Meskipun sebagai budayawan, penyair, dan pengasuh pondok pesantren, namun pemikiran dan gagasan-gagasan yang diusungnya mampu menandingi, bahkan melebihi wacana-wacana yang diusung oleh para ilmuwan, dan cendikiawan. Jadi tidak semua masyarakat pesantren hanya dianggap sebagai kaum sarungan yang pemikiran dan gagasannya hanya terpaku pada teks klasik saja, melainkan mampu menyesuaikan dengan realitas sosial yang terjadi saat ini.

Dan pada ahir-ahir ini masyarakat pesantren selalu eksis dimana-mana, dan  mulai banyak mengaktualisasikan pemikiran, dan gagasannya  yang dapat   memasung daya kritis seorang santri, sehingga masyarakat pesantren bisa dikatakan seorang yang produktif, dan kritis.

KOKAM Tegal

 Rois Syuria Nahdhatul Ulama (PB.NU) ini, tidaklah membuat beliau menjadi orang yang rakus terhadap kekuasaan dan memanfaatkan jabatannya. Namun beliau adalah orang yang bisa menjaga jarak dari hal-hal yang sifatnya politis, dan pragmatis.  Seperti yang disampaikan dalam tausiyahnya dalam munas alim ulama di Sokolilo kemarin, bahwa persoalan politik  di Indonesia sangatlah pelik, dan berengsek sekali, tidak didasari dengan etika-etika  politik yang ada.

Kiprah Gus Mus di panggung politik bermula mendapat tawaran dalam bursa pencalonan sebagai anggota legislatif PPP preode 1977-1982 mewakili wilayah Rembang-Blora. Namun meskipun ia mendapat sebuah tawaran yang menggiurkan dan menjanjikan Gus Mus menolaknya. Karena ia merasa belum berpenglaman dan juga belum mempunyai andil di partai.

Buku setebal 525 halaman ini, memang benar-benar hasil garapan kreatif seorang kiai dan budayawan, yang didalamnya mengulas tentang berbagai problematika  kekinian, dengan tanpa meninggalkan keotentikan dan nilai historisitas teks klasik (kitab kuning).

Adapun pemikiran-pemikiran yang ia usung selama ini, memang benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan, dan memperluas ilmunya untuk mengabdi pada masyarakat. Bagaimana masyarakat bisa mengerti, dan paham terhadap hukum fiqh pada umumnya.

Dengan ketajaman analisis inilah, Gus Mus tidak hanya mampu menawarkan jawaban-jawaban dari bermacam problem yang datang padanya secara normatif. Melainkan ia berhasil memberikan kerangka nuansa pemikiran untuk mengatasi masalah-masalah keagamaan keseharian kita secara rinci dan terurai  secara rapi.

KOKAM Tegal

 Dan perlu dicatat, bahwa  penjelasan atau jawaban-jawaban yang ia berikan semata-mata penjelasan apa adanya yang dirangkai dengan dalil-dalilnya. Sehingga jawaban-jawaban beliau tidak begitu saja mengatakan  ini haram dan itu halal, ini wajib dan itu sunnah.

Selain itu juga, dalam bab akhir Gus Mus dengan sangat gamblang memaparkan berbagai persoalan-persoalan budaya kontemporer yang sedang dihadapi oleh umat Islam. Seperti dalam bab VIII halaman 520, ada seorang penanya mengutarakan kegundahan dalam kehidupan sehari-harinya yaitu, berkenaan dengan maraknya gambar-gambar panas (porno),  dan melakukan onani.

Di saat memberikan jawaban atas pertanyaan ini, Gus Mus menentukan haram tidaknya melihat gambar porno dan melakukan onani, yaitu mengikuti pendapat para ulama. Karena pendapat para ulama sudah sepakat, melihat gambar-gambar panas (porno), dan melakukakan onani hukumnya haram. Karena manfaat dan mudharatnya yang jelas  lebih banyak madaratnya. Dan perbuatan  tersebut, telah dilarang oleh agama, dan dapat merusak moral para generasi muda pada umumnya. Perbuatan yang dilarang oleh agama mDari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Santri, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh

Jakarta, KOKAM Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj meminta Konfederasi Sarikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama yang dilantik di gedung PBNU, Jakarta (23/9) untuk mengangkat harkat dan martabat kaum buruh NU khususnya, Indonesia umumnya.

“Bismillah Sarbumusi memperjuangkan martabat buruh NU,” pintanya pada pengukuhan Konfederasi Sarbumusi tersebut.

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Sarbumusi Perjuangkan Martabat Buruh

Namun, kata dia, perjuangan tersebut tidak semudah dibayangkan. Dulu, ketika Sarbumusi didirikan tahun 1955 dengan Ketua Umum Kiai Masykur, problemnya tidak serumit sekarang.

KOKAM Tegal

“Sekarag problemnya tidak terbaca. Kezaliman merajalela,” katanya.

Lebih lanjut ia menyebutkan kezaliman itu tidak hanya di bidang perburuhan, tetapi, ekonomi, keuangan, politik global dan lain-lain, bahkan pendidikan. Kezaliman di bidang ekonomi, misalnya, penguasaan bidang-bidang yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

KOKAM Tegal

“Rasulullah telah mewarning. Tiga kekayaan alam tidak bisa dimonopoli, air, energi, minyak, batubara untuk rakyat semua, dan hutan, hadisnya tiga itu. Sesuai dengan Pasal 33 UUD 45.”

Dalam pengukuhan tersebut, Sayaiful Bahri Anshori kembali memipin DPP Konfederasi Sarbumusi sebagai Presiden dan Sekretaris Jenderalnya Eko Darwanto. (Abdullah Alawi) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nusantara, Santri KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Malang, KOKAM Tegal. Ketua Umum Dewan Syura Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid mengingatkan kader PKB untuk tidak terpengaruh dengan selisih pendapat di tubuh partai PKB dan Nahdlatul Ulama (NU). Menurutnya, bila ditanggapi serius justru menyengsarakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gus Dur saat melantik ketua dan pengurus DPC PKB Kabupaten Malang di Ponpes An Nur II, Bululawang, Minggu (25/2) lalu.

“Kami yakin segala polemik yang terjadi di tubuh PKB dan NU akan selesai dengan sendirinya. Kami minta kader PKB menegakkan kebenaran dan mencegah segala bentuk kemungkaran,” ujar Gus Dur di hadapan tokoh PKB dan NU.

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Ingatkan Polemik PKB dan NU

Gus Dur juga menyampaikan beberapa hal penting. Pertama, sikap warga PKB terhadap Islam garis keras. Cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini mengungkapkan, PKB dan NU jangan memusuhi muslim garis keras. Sebab, Islam mengajarkan sesama muslim merupakan saudara.

“Kita boleh saja berbeda pendapat, akan tetapi jangan mengorbankan persaudaraan. Artinya, warga PKB tidak boleh terpecah-belah,” terang mantan Presiden RI itu.

Gus Dur berharap, warga PKB untuk membangun masyarakat. Politisi PKB harus kembali memerhatikan kepentingan masyarakat. Politisi PKB harus berjuang bersama untuk menyejahterakan masyarakat. Sebab selama ini politisi PKB dinilai tidak ada niatan ke arah sana.

KOKAM Tegal

“Buktinya banyak politisi PKB yang tidak tegas menyikapi sebuah korupsi. Ke depan, politisi PKB harus berteriak lantang untuk menentang segala bentuk korupsi,” ucapnya.

Dalam acara pelantikan tersebut, juga dihadiri putri pertama Gus Dur, Yenny Zannuba Wahid, Ketua DPW PPKB Anisa Mahfud, dan Ketua Dewan Syura DPW PKB KH Azis Mansyur. (gpa/rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Lomba, Santri, Tegal KOKAM Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

PCINU Korsel Perkuat Aswaja Lewat Pelatihan Kepemimpinan Dasar

Yeongcheon, KOKAM Tegal

Menyambut Harlah ke-93 NU, PCINU Korea Selatan mengadakan kegiatan pembekalan latihan dasar kepemimpinan (LDK) kepada para pengurus dan amir mushalla/mesjid di seluruh Korea Selatan. Acara diadakan di kantor sekretariat PCINU Korsel di Kota Yeongcheon, Kyeongsangbuk Do, Ahad (24/4).

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan KBRI Seoul, para pengurus PCINU dan amir mushola dan masjid diseluruh Korea Selatan.

PCINU Korsel Perkuat Aswaja Lewat Pelatihan Kepemimpinan Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Perkuat Aswaja Lewat Pelatihan Kepemimpinan Dasar (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Perkuat Aswaja Lewat Pelatihan Kepemimpinan Dasar

Selain sebagai wadah silaturrahim, program tahunan PCINU Korsel ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada warga Nahdliyin di Korsel akan tugas, hak dan kewajiban sebagai WNI yang sedang bekerja atau belajar di Korea dan juga pembekalan tentang ke-Aswaja-an ala NU.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Ustadz Hasan Tohari (Ketua LAZISNU Korsel) yang dilanjut dengan tahlil berjamaah yang dipimpin ustadz Ahmad Syaifulloh. Dalam sambutannya Ketua PCINU Korsel Ustadz Zainal Abidin menekankan akan pentingnya kegiatan ini.

KOKAM Tegal

"Agenda LDK dengan materi keaswajaan, kepemimpinan dan pertahanan nasional sangat penting dengan tujuan membentengi umat Islam khususnya warga nahdliyin Korea dari pengaruh dan serangan paham radikal yang menjadi sumber perpecahan umat Islam," tegasnya.

Narasumber pertahanan nasional Tudiono yang merupakan perwakilan KBRI Seoul, mengingatkan akan arti penting bela negara.

Dia menceritakan panjang lebar sejarah berdirinya bangsa Indonesia dengan asas pancasilanya yg menaungi semua ras, suku, agama, adat, budaya bersatu dlm memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. "Ormas NU lahir sebagai garda terdepan dalam memperjuangkan kemerdekaan RI dan mempertahankan Kemerdekan RI harus kita teladani. NU ormas moderat yang bisa menghargai dan menghormati keberagaman masyarakat indonesia,” lanjut Tudiono.

Dia juga mengajak bahwa bela negara harus digalakan mengingat ancaman terorisme semakin nyata dengan munculnya ISIS dan kejadian-kejadian bom di berbagai negara di Eropa seperti Prancis, Turki, Belgia dan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan membawa dampak negatif terhadap negara dan umat Islam khususnya yang selalu mndapat stigma negatif.

KOKAM Tegal

Bahkan kini ancaman terorisme telah masuk di Korea Selatan, dengan ditangkapnya WNI ? yang terindikasi sebagai simpatisan jabhat al-nusro. Untuk itu diharapkan warga nahdliyin yang berada di Korea Selatan agar lebih aktif menebar Islam ramah, damai, dan Islam yang penuh toleransi yang membawa misi rahmatan lilalamin.

Acara juga diisi dg pemahaman kepemimpinan oleh ustadz Untung Susilo, materi ke-aswajaan oleh ustadz Haromain dan pemberdayaan infak, zakat dan shadaqah LAZISNU Korsel melalui programnya “Sedekah Seribu” yang selama ini banyak membantu masyarakat Indonesia kurang mampu begitu juga TKI yang kena musibah di Korea Selatan. Kerja nyata dari LAZISNU Korsel ini pernah sempat mendapat apresiasi oleh PBNU. (Imam Sibaweh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

Depok, KOKAM Tegal. Psikolog sekaligus peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Bagus Takwin mengemukakan motif seseorang melakukan teror adalah kekuasaan, prestasi, atau afiliasi. 

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Motif Seseorang Menjadi Pelaku Teror?

"Yang paling menonjol dan banyak ditemui pada pelaku teror ataupun pemimpin teror adalah motif kekuasaan," kata Bagus di Depok, Jawa Barat, Rabu.

Bagus mengemukakan hal tersebut berdasarkan studi-studi psikologi terhadap para pelaku teror.

KOKAM Tegal

Berdasarkan studi-studi tersebut, lanjutnya, tidak banyak motif prestasi dan motif afiliasi yang merupakan keinginan mencapai sesuatu dan ikut bergabung karena kedekatan pertemanan atau keluarga.

Bagus pernah mewawancarai sejumlah mantan pelaku teror di Lamongan sebagai salah satu responden penelitiannya.

KOKAM Tegal

Menurut Bagus, dia tidak menemukan pelaku teror yang memiliki gangguan psikologis atau kejadian pada masa lalu. 

"Gangguan psikologis atau kejiwaan tidak banyak berpengaruh. Ternyata psikologis mereka baik baik saja, masa kecil mereka juga bahagia," kata Bagus.

Idamkan Mati Sahid

Dalam penelitiannya, Bagus pun menemukan bahwa para pelaku teror tersebut mengidam-idamkan mati sahid yang menjadi tujuannya. 

Kelompok teror tersebut, menurut Bagus, lebih mementingkan kehidupan akherat ketimbang hidup di dunia. 

"Mereka lebih menginginkan kehidupan setelah mati," ujar Bagus.

Namun, Bagus mengatakan, dirinya belum mengetahui alasan seseorang mengidamkan hal tersebut. "Perlu ada studi lebih lanjut," katanya.

Karakteristik

Pelaku teror juga bisa dikenali dari ciri-ciri cara berpikirnya. 

Bagus menguraikan, pelaku teror merasakan kekalutan dalam dirinya, seperti marah terhadap situasi saat ini, merasa dunia berjalan secara tidak baik, dan menganggap orang lain tak bisa melakukan apapun, merasa diabaikan, merasa tidak adil dan tak berdaya terhadap situasi.

"Pelaku teror tidak mau membicarakan masalah lagi, tapi ingin langsung melakukan tindakan nyata," ujar dia.

Dengan melakukan tindakan teror, lanjut Bagus, ada perasaan-perasaan yang didapat oleh pelaku setelah menjalaninya. 

"Mereka akan mendapatkan identitas sosial, dan penghargaan dari kelompoknya, juga sebagai petualangan bagi yang berusia  muda " kata psikolog tersebut.

Peneliti lain dari Fakultas Psikologi UI Solahudin mengatakan para teroris rata-rata berusia 20 tahunan. 

"Biasanya di bawah 30 (tahun), paling muda 16 paling tua 30," kata Solahudin.

Dalam menekan jumlah terorisme, Bagus berpendapat caranya bukan membalas dengan kekerasan.

Hal yang seharusnya dilakukan adalah mengubah persepsi pelaku teror terhadap dunia yang dianggapnya tidak baik.

"Membuat persepsi mereka bahwa dunia ini nyaman, tentram, bukan sebaliknya dilawan dengan kegeraman," kata Bagus. 

Ia beranggapan, pelaku teror bisa dijauhi dari kekerasan dengan pendekatan dialog dan uluran tangan.

Metode tersebut pun terbukti ampuh dalam membuat pelaku teror jaringan Jamaah Islamiyah dan Moro Islamic Liberation Front, Ali Fauzi, tersentuh dan meninggalkan dunia terorisme. 

Ali pergi ke Moro, Filipina, dan ditangkap kepolisian setempat hingga dipulangkan ke Indonesia.

"Saya tersentuh dengan polisi yang menjemput saya di bandara, bahkan mengantarkan saya ke rumah ibu saya," ujar Ali. 

Selain itu, Ali meninggalkan dunia terorisme juga karena bujukan dari kedua kakaknya, Ali Ghufron dan Ali Imron, yang mengajaknya berhenti menjadi pelaku teror. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Nahdlatul, Meme Islam KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Indramayu, KOKAM Tegal. Pengurus MWCNU Jatibarang kabupaten Indramayu memberikan santunan kepada anak yatim di depalan dari 15 ranting NU yang ada di Jatibarang, Kamis (16/7). Santunan ini diadakan sebagai bentuk tunjangan pendidikan anak yatim (Ayo mondok).

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Dukung Ayo Mondok, MWCNU Jatibarang Santuni 50 Yatim

Penerima bantuan pendidikan ini berasal dari ranting NU Malangsemirang, Lohbener Lor, Krasak, Pawidean, Kebulen, Jatibarang Baru, Bulak Lor, dan Bulak Kidul.

Pihak MWCNU Jatibarang ke depan akan melakukan pemantauan, evaluasi, dan pendataan terkait jumlah anak yatim di seluruh ranting yang tersebar di Jatibarang. Data ini akan dipakai untuk menunjang program khusus pendidikan anak yatim (Ayo Mondok) yang telah dicanangkan MWCNU Jatibarang.

KOKAM Tegal

Pengasuh pesantren As-Salam Bulak ustadz Ahmad Ibnu Sya’roni menyambut baik dan menyatakan siap mendukung sepenuhnya program tahunan ini.

“Acara santunan jangan hanya seremoni tetapi harus menghasilkan program atau mendukung program yang telah ada. Semoga acara ini menjadi berkah bagi kita ‘Wong NU’ dan menjadi eskalator komunikasi antara Majelis Wakil Cabang NU Jatibarang, ranting, dan anak ranting secara khusus, dan secara umum bagi warga Nahdliyin,” kata Ustadz Sya’roni. (Dede Wahyudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Kiai, IMNU, Santri KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

Pringsewu, KOKAM Tegal. Istiqomah dalam ibadah adalah melakukan seluruh aktivitas ibadah yang tampak maupun tidak tampak dengan terus menerus serta meninggalkan larangan Allah. Keistiqomahan seseorang dalam beribadah akan mendapatkan catatan tersendiri dari Allah.

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Istiqomah Beribadah, Peroleh Nilai Tersendiri di Sisi Allah

 

Hal ini dijelaskan Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al Husna Pringsewu KH. Abdul Hamid Al Hafidz saat membahas materi Istiqomah pada Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Aula Gedung NU Pringsewu, Ahad (12/11).

Dalam kehidupan ini lanjutnya, seseorang hendaknya memiliki satu keistiqomahan dalam ibadah walaupun dalam bentuk ibadah yang sederhana.

"Allah lebih suka kepada Ibadah yang sedikit tapi istiqomah daripada Ibadah yang banyak tapi borongan dan tidak istiqomah," tegasnya.

KOKAM Tegal

Berbagai ibadah harian yang dapat dilakukan dengan istiqomah diantaranya membaca Al-Quran walaupun satu ayat, beristighfar, membaca shalawat, berpuasa.

KOKAM Tegal

"Imam Ghazali menyebutkan bahwa seseorang dikatakan memiliki potensi sikap istiqomah ketika mampu melakukan sesuatu pekerjaan atau ibadah tiga kali secara berturut-turut," katanya.

Berbagai manfaat dari sikap istiqomah, jelas pria yang juga hafidz Quran ini, sudah dijelaskan dalam Al Quran diantaranya pada Surat Jin ayat 16. Dalam ayat tersebut ditegaskan bahwa  seseorang yang mampu istiqomah beribadah di jalan Allah akan dikaruniai rizki yang mudah oleh Allah SWT

Dalam Al-Quran Surat Fusshilat ayat 30 juga disebutkan bahwa para malaikat akan diturunkan oleh Allah bagi orang yang istiqomah beribadah saat ia dalam kondisi sakaratul maut.

(Baca juga: Ciri-ciri Wali Menurut Gus Mus)

"Para Malaikat akan menghilangkan rasa takut atas proses sakaratul maut, menghilangkan rasa sedih berpisah dengan orang yang dicintai dan memberikan kabar gembira bahwa ia termasuk ahli surga," jelas Kiai Hamid.

Untuk melakukan ibadah yang istiqomah lanjutnya, seseorang akan menghadapi banyak ujian. Namun tantangan ini harus dikalahkan karena ada yang akan senang dengan kegagalan dalam beristiqomah yaitu setan. 

"Mari perbanyak istighfar untuk menggantikan ibadah yang kita istiqomahi namun tidak bisa dilaksanakan. Istiqomah lebih baik daripada seribu karomah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Budaya, Halaqoh KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada KOKAM Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

KOKAM Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

KOKAM Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Pemurnian Aqidah, Tokoh KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Jaringan Gusdurian Yogyakarta kembali menggelar rutinan sholawat bersama di Pendopo Yayasan LKiS Sorowajan Bantul, Rabu (25/2) malam. Pada kesempatan ini, mereka menghadirkan peneliti senior pusat kajian anti korupsi FH UGM Hifdzil Alim (Mas Boy).

Menurut Mas Boy, sebab korupsi ada dua macam. Pertama, korupsi karena kebutuhan. Kedua korupsi karena serakah. ? Korupsi karena kebutuhan itu, seperti butuh terhadap kebutuhan sehar-hari, jalan-jalan atau yang lain sebagainya. Sedangkan korupsi karena keserakahan, efeknya sangat besar sekali, dan sangat merugikan.

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gusdurian Yogya Bahas Aneka Sebab Korupsi

Keserakahan yang dimiliki para koruptor, kata Mas Boy, akan banyak menerabas nilai-nilai hukum. Apapun akan dilakukan demi mendapatkan uang. Keserakahan juga akan menjadikan kebodohan generasi.

KOKAM Tegal

"Sikap-sikap serakah itu muncul menjadi sarana untuk mendorong kerusakan tatanan masyarakat. Kalau kita amati, pelaku korupsi yang paling banyak adalah pegawai pemerintah, pelaku partai politik. Bahwa selama ini orang-orang yang melakukan korupsi tidak ditemukan kalau mereka adalah orang miskin. Paling rendah gaji mereka per bulan adalah 4 juta rupiah. Jelas, untuk makan dan liburan itu cukup," ujar Mas Boy.

KOKAM Tegal

Mas boy juga menyebutkan korupsi karena gengsi. "Gengsi yang mereka pelihara memicu korupsi sistematis. Korupsi juga diawali dari obrolan ranjang. Kalau kita lihat porfil keluarga itu istrinya kebanyakan sosialita. Dari obrolan ranjang itulah tercipta benih-benih korupsi." (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Santri KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

Jakarta, KOKAM Tegal



Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin menjelaskan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah

Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.

“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui KOKAM Tegal di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.

Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.

KOKAM Tegal

“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Doa, Ubudiyah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Sabtu, 18 November 2017

KH Saifuddin Zuhri Bikin Orang Pesantren Percaya Diri

Jakarta, KOKAM Tegal. Melalui karya monumentalnya “Guruku Orang-orang dari Pesantren” dan “Berangkat dari Pesantren” KH Saifuddin Zuhri mengangkat rasa percaya diri orang-orang pesantren. Pada saat itu orang pesantren diremehkan oleh para lulusan sekolah Belanda.

KH Saifuddin Zuhri Bikin Orang Pesantren Percaya Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Saifuddin Zuhri Bikin Orang Pesantren Percaya Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Saifuddin Zuhri Bikin Orang Pesantren Percaya Diri

“Saat orang-orang Indonesia dengan bangganya mengatakan guruku dari Chicago, dari McGill, Kiai Saifuddin Zuhri dengan lantang mengatakan guruku orang pesantren,” kata Wakil Sekjen PBNU Abdul Mun’im DZ? dalam diskusi “Berguru Islam Nusantara dari KH Saifuddin Zuhri” di kampus PTIQ Jakarta Selatan, Rabu (20/5).

KH Saifuddin Zuhri telah membuktikan diri bahwa orang-orang pesantren mempunyai andil cukup besar dalam pembentukan negara Indonesia dan mengatasi berbagai problem kenegaraan pada awal-awal masa kemerdekaan.

KOKAM Tegal

“Tahun 1950 KH Saifuddin Zuhri menjadi juru bicara NU dan menjadi titik penentu kembalinya Indonesia ke UUD 1945. Pidatonya berhasil mengatasi kebuntuan sidang kenegaraan selama bertahun-tahun. Ia berhasil menemukan titik tengah Pancasila dan Piagam Jakarta. Ia mengatakan bahwa Piagam Jakarta tidak dihapus tetapi menjiwai Pancasila dan UUD 1945. Pidato KH Saifuddn Zuhri tidak hanya dipuji oleh kalangan Masyumi, tetapi juga PKI,” kata Mun’im.

Ditambahkan, kepeloporan KH Saifuddin Zuhri dalam mengangkat citra pesantren kemudian dilanjutkan oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Sama-sama sebagai penulis, melalui banyak karyanya seperti “Peran Pesantren dalam Pembangunan”, dan “Pesantren sebagai Sub Kultur”, Gus Dur berhasil mengangkat kiprah pesantren ke pentas nasional dan internasional.

KOKAM Tegal

Seminar dan peluncuran buku “KH Saifuddin Zuhri Mutiara dari Pesantren” dihadiri oleh Menteri Agama sekaligus putra KH Saifuddin Zuhri, Lukman Hakim Saifuddin dan Rektor PTIQ Nasaruddin Umar. Pembicara lainnya Saifullah Ma’shum, Milal Bizawie, dan penulis buku “KH Saifuddin Zuhri Mutiara dari Pesantren” Rohani Shidiq, serta dipandu oleh Sahlul Fuad. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

Bahtsul Masail Roh Nahdlatul Ulama

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Kegiatan bahtsul masail merupakan roh Nahdlatul Ulama. Bahtsul masail mengandung prinsip dasar warga NU, sikap ilmiah dalam mengatasi masalah. Karenanya, budaya ilmiah seperti itu diteruskan warga NU. 

Demikian dikatakan Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ishomuddin saat sambutan pembukaan Bahtsul Masail Nasional LBM PBNU di Pondok Pesantren Pandanaran, Yogyakarta, Selasa (2/7) siang.   

Bahtsul Masail Roh Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Roh Nahdlatul Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Roh Nahdlatul Ulama

“Bukan NU kalau tidak bahtsul masail,” katanya.

KOKAM Tegal

Bahtsul masail, lanjut KH Ishomuddin, merupakan upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat. Penyelesaian masalah melalui bahtsul masail menumbuhkan sikap ilmiah karena peserta musyawarah bahtsul masail mendasarkan usulan dan komentarnya pada ilmu.

Sikap ilmiah ini menjadi ciri khas NU dalam mengatasi masalah. Sikap ilmiah seperti ini terbilang langka di kalangan organisasi masyarakat di Indonesia, tegasnya di hadapan sedikitnya 150 peserta musyawirin dari kalangan Syuriah PWNU, PCNU, dan utusan sejumlah pesantren.

KOKAM Tegal

Selain sikap ilmiah, bahstul masail juga menjadi forum silaturahmi dan momen konsolidasi bagi pengurus NU dan pesantren untuk menguatkan NU itu sendiri, tutup KH Ishomuddin.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallama mengajarkan doa berbuka puasa. Isinya penting untuk mengingatkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk berbuka tidak lain rezeki pemberian-Nya jua. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang perlu dibaca oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berbuka puasa bersamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan doa sebagai berikut.

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Orang yang mentraktir takjil dianjurkan membaca, “Akala tha’amakumul abrar, wa shallat ‘alaikumul mala’ikah, afthara ‘indakumus sha’imun, (orang-orang baik telah mengonsumsi makananmu, malaikat juga bershalawat untukmu, dan orang-orang berpuasa telah berbuka di dekatmu)”. Demikian sesuai hadits shahih.

KOKAM Tegal

Ia juga dianjurkan ikut makan takjil bersama mereka yang ditraktir. Karena kehadiran orang yang mentraktir di tengah-tengah mereka itu lebih dekat pada ketawadhu’an dan lebih menjaga perasaan mereka.

Anjuran terakhir ini menunjukkan bahwa berbagi takjil bukan berhenti pada mengajak orang lain untuk membatalkan puasa secara formal syara’. Artinya bukan sekadar masalah materi.

Anjuran itu juga menjangkau aspek kejiwaan agar mereka yang sedang memiliki kelonggaran rezeki menunjukkan empati terhadap mereka yang nasibnya sedang anjlok dengan berbuka puasa bersama mereka. Saran berbuka puasa bersama dengan mereka yang bernasib malang itu mendidik ketawadhu’an kalau bukan diniatkan riya. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Santri, Syariah KOKAM Tegal

Jumat, 10 November 2017

HIPSI Gelar Diskusi Bisnis dan Konsolidasi di Pesantren Al-Munawwir

Krapyak, KOKAM Tegal. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) bekerja sama dengan RMI NU menggelar kegiatan Sharing atau Diskusi Bisnis dan Konsolidasi bertajuk ‘Melompat Lebih Jauh’ yang bertempat di Ponpes Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta, Ahad (26/4).

Hadir sebagai narasumber diantaranya Ketua HIPSI DIY, KH Buchori Al–Zahrawi, KH Ketua HIPSI Jawa Timur KH Sulaiman, Ike Laura Krisna, Kepala Bank Mandiri Bantul, dan Gus Tanto Abdurrahman penulis buku “Dikejar Rejeki”.

HIPSI Gelar Diskusi Bisnis dan Konsolidasi di Pesantren Al-Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Gelar Diskusi Bisnis dan Konsolidasi di Pesantren Al-Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Gelar Diskusi Bisnis dan Konsolidasi di Pesantren Al-Munawwir

Dalam sambutannya, Kiai Buchori mengatakan, jangan sampai kita bekerja pada uang, tetapi uang yang harus bekerja pada kita. 

KOKAM Tegal

“Acara yang di selenggarakan oleh HIPSI ini tidak hanya menghimpun pengusaha dari santri, tetapi juga mencetak santri menjadi pengusaha sukses. Salah satu usaha yang dilakukan oleh HIPSI yaitu mengadakan pelatihan di berbagai Ponpes se-DIY,” tegas Kiai Buchori. 

Kiai Buchori juga memaparkan, bahwa sebuah negara dikatakan sejahtera dan maju jika jumlah pengusaha diatas 5% dari jumlah penduduk. Sedangkan di indonesia sendiri baru 1% atau sekitar 2.350.000 orang yang menjadi pengusaha. 

KOKAM Tegal

“Inilah salah satu alasan awal berdirinya HIPSI yang dinaungi oleh RMI (Rabithah Ma’ahid Islamiyah) Nahdlatul Ulama,” terangnya. (Muhlisin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Pesantren KOKAM Tegal

Jumat, 03 November 2017

LKiS itu NU Bukan?

Sebagai orang yang suka duduk-duduk di LKiS, Yogyakarta, saya sesekali masih ditanya, baik oleh teman, ataupun orang yang belum aku kenal.

Pertanyaannya, menurut saya, remeh, "Kang, LKiS itu NU bukan?"

LKiS itu NU Bukan? (Sumber Gambar : Nu Online)
LKiS itu NU Bukan? (Sumber Gambar : Nu Online)

LKiS itu NU Bukan?

Biasa saya jawab dengan singkat saja, "Ya, NU."

KOKAM Tegal

Tapi kadang bikin kliyengan juga, jika si penanya mulai melanjutkan pertanyaannya, "Apa buktinya?

Kalau ada pertanyaan lanjutan begitu, saya jawab, "Ya tengok saja sendiri."

Selanjutnya pasti ada pertanyaan begini, "Tengok ke mana?" 

KOKAM Tegal

Dan saya jawab, "Ya ke Yogya. Bisa ke penerbitnya, bisa ke yayasannya, bisa ke pesantrennya. Bisa juga ke aktivisnya."  

"Terus?"

Hadeh! Kalau sudah bertanya dengan "terus-terus?" begitu saya betul-betul kliyengan. Dan saya mulai ngawur jawabnya.

"Begini saja, Mas. Datang saja ke sana, tapi pas ada acara. Terserah acara apa saja, yang penting mereka pake mik atau spiker. Nah, kalau mik atau spikernya kresek-kresek atau ndengung, berarti LKiS itu NU. Tapi kalau suaranya bening, ndak kresek-kresek atau tanpa ndengung, dan enak didengar, itu mereka bukan NU." (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Warta, Santri, AlaSantri KOKAM Tegal

Kamis, 26 Oktober 2017

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja

Kebumen, KOKAM Tegal. Usai dilantik dan sebagai upaya meletakkan pondasi kemadirian NU, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah menggelar Rapat Kerja (Raker) yang digelar di aula SMK Ma’arif 5 Gombong, Ahad (8/3).

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Kebumen, Kepala SMK Ma’arif 2 dan 5 Gombong, Kepala MI Ma’arif NU Banjarsari, Pengurus MWCNU Kecamatan Kuwarasan, dan segenap pengurus MWCNU Kecamatan Gombong.

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Dilantik, Pengurus MWCNU Gombong Gelar Rapat Kerja

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Ahmad Shobirin, S.Pd.I, menyampaikan, bahwa Pengurus MWCNU Gombong kali ini akan memberikan kesan yang berbeda dengan membiasakan rapat dan pertemuan tepat waktu. 

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Kebumen, KH Drs Maskur Rozak, M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan, Penguatan Kemandirian Jam’iyah NU menuju kesejahteraan umat memberikan harapan besar bagi warga NU di Kabupaten Kebumen.

KOKAM Tegal

“Organisasi bagaikan satu tubuh yang harus saling bekerja sama sehingga ketika ada satu anggota tubuh yang merasakan senang atau bahkan sakit maka anggota tubuh yang lain juga ikut merasakannya,” tegas Kiai Masykur.

Dalam Raker ini, ketua sidang, H Ahmad Salimun, S.Ag. memaparkan rencana program kerja dan membagi Komisi yang terbagi menjadi 4 komisi diantaranya Komisi A yang membidangi Organisasi dan Manajemen, Komisi B menggarap Bidang Dakwah, Komisi C membidangi Kaderisasi dan Kelembagaan, serta Komisi D yang membidangi Ma’arif, Mabarot, dan Ekonomi. (Saifudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Olahraga, Santri, Budaya KOKAM Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

KH Tolchah Hasan Berkisah Kepemimpinan Gus Dur Saat Konflik Ambon

Pamekasan, KOKAM Tegal. Kekearasan yang terjadi di Papua saat umat Islam merayakan Idul Fitri, bisa menjadi bom waktu yang mengancam toleransi antar-agama. Tapi umat Islam dan bangsa Indonesia tidak perlu terprovokasi. Sebab, Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) telah memberikan banyak inspirasi dalam menyikapi masalah kemanusiaan tersebut.

KH Tolchah Hasan Berkisah Kepemimpinan Gus Dur Saat Konflik Ambon (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Tolchah Hasan Berkisah Kepemimpinan Gus Dur Saat Konflik Ambon (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Tolchah Hasan Berkisah Kepemimpinan Gus Dur Saat Konflik Ambon

Kala haul pertama Gus Dur Desember 2010 silam di Tebuireng Jombang Jawa Timur, KH M Tholchah Hasan mengisahkan kebijakan Gus Dur sebagai presiden dalam menyikapi konflik di Ambon Oktober 1999.

Kiai Tholchah berkisah, setelah Gus Dur dilantik sebagai presiden RI, awal 2000-an banyak tuntutan ormas Islam agar Gus Dur juga ikut memberangkatkan Banser ke daerah konflik di Ambon. Sebagai agamawan, Gus Dur bisa saja memberangkatkan ribuan Banser yang taat komandonya.

KOKAM Tegal

"Tetapi sebagai negarawan, Gus Dur justru ingin mendamaikan dua anak bangsa, Muslim dan Nasrani. Bukan malah membela salah satunya, karena tidak akan ada pembangunan tanpa persatuan antar-anak bangsa," papar Kiai Tholchah.

Meski tampak cuek, diam diam, Gus Dur mengutus KH Hasyim Muzadi dan Menag KH Tolchah Hasan untuk turun ke Ambon dan menjalin komunikasi dengan tokoh Muslim dan Nasrani agar Maluku bisa menjalin dan meretas perdamaian. (Hairul Anam/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Aswaja, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Jakarta, KOKAM Tegal. Prof Dr M Maksum Mahfoedz resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof Dr KH Said Aqil Siroj, Kamis (9/7) di lantai 5 Gedung PBNU.

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)
Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul (Sumber Gambar : Nu Online)

Resmi Dilantik, Rektor UNU Indonesia Komit Bangun Universitas Unggul

Kegiatan pelantikan ini dibarengi dengan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Lajnah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) yang dihadiri oleh ratusan Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.

Ketua BPPTNU, Dr KH Mujib Qulyubi menuturkan, pelantikan ini merupakan langkah awal diantara langkah-langkah besar yang telah dilakukan oleh tim pendiri UNU Indoensia menuju proses pengembangan.

KOKAM Tegal

“Apalagi dalam pelantikan ini dihadiri 2 kementerian sekaligus, yaitu Menristek Dikti, Prof M Nasir dan pihak Kemenag yang menjadi pertanda bagus dalam pengembangan UNU Indonesia ke depan,” ujar Kiai Mujib.

Mantan Ketua STAINU Jakarta ini menambahkan, bahwa proses bertumbuh UNU Indonesia telah dilakukan oleh tim pendiri dan pengelola sehingga universitas NU di Jakarta ini akhirnya terwujud dengan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak.

KOKAM Tegal

Rektor terpilih, Prof Maksum Mahfoedz menerangkan, bahwa dirinya akan mewujudkan UNU Indonesia menjadi universitas unggul dimana menjadi tempat berbaurnya dunia akademik, keislaman, kebangsaan, dan kejuangan.

“Kalau NU yang membutuhkan dan mengamanahkan, sikap saya sami’na wa atho’na. Saya dan teman-teman akan menahkodai UNU Indonesia berdasarkan prinsip kolektivitas atau kebersamaan dengan tidak menonjolkan ego jabatan,” ujar Guru Besar UGM Yogyakarta ini.

Sementara itu, Menristek Dikti dalam sambutannya usai meneken MoU dari berbagai perguruan tinggi NU yang hadir menuturkan, bahwa kualitas perguruan tinggi salah satunya ditentukan oleh produktivitas ilmiah dari segenap civitas akademiknya. “Jadi karya tulis dan penelitian harus terus-menerus dilakukan kemudian dipublikasikan melalui jurnal atau media lain yang mendukung,” terang mantan Rektor Undip Semarang ini.

Kegiatan pelantikan juga disaksikan oleh Ketua LPTNU, Dr H Noor Achmad, segenap jajaran pengurus UNU Indonesia, pimpinan Pascasarjana Islam Nusantara STAINU Jakarta, serta para pengelola Perguruan Tinggi NU dari seluruh Indonesia.?

UNU Indonesia juga menyediakan beberapa program beasiswa, diantaranya beasiswa bagi mahasiswa berprestasi dan beasiswa afirmasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu serta beasiswa dari berbagai lembaga pemerintah yang telah menjalin kerja sama dengan UNU Indonesia.

Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, pendaftaran gelombang pertama diselenggarakan tanggal 8 Juli-19 Agustus 2015. Sedangkan gelombang kedua dilakukan tanggal 24 Agustus-30 September 2015. Adapun awal perkuliahaan digelar 7 Oktober 2015. Formulir pendaftaran bisa diakses secara online di www.unuindonesia.ac.id maupun datang langsung ke kampus Jl Taman Amir Hamzah No 5 Jakarta Pusat.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Kiai, Habib KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock