Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Maret 2018

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Sidoarjo, KOKAM Tegal

Dalam rangka mempersiapkan mutu lulusan, Universitas NU (UNU) Sidoarjo telah memastikan diri dengan barbagai kegiatan di antaranya dengan mengikuti seleksi Proposal Hibah Pusat Karir di Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) pada April 2016.

Irviandi Yudhotomo, dosen UNU Sidoarjo yang mengikuti seleksi tersebut menjelaskan, Hibah Pusat Karir merupakan program dari Kemenristekdikti untuk peningkatan kualitas lulusan di sebuah perguruan tinggi. Selain itu, program Pusat Karir dapat diikuti mahasiswa tanpa ada batasan semester dan jurusan.? ?

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)
UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir (Sumber Gambar : Nu Online)

UNU Sidoarjo dan Kemenristekdikti Jalankan Layanan Pusat Karir

Artinya, apapun jurusannya dan berapapun semesternya, bagi mahasiswa yang memiliki nilai tambah berupa bakat dan minat selain jurusan yang diambil dapat dimaksimalkan potensinya di Pusat Karir. Selain itu juga untuk pematangan dan pemetaan karir melalui program Karir Kompas yang dijalankan sebelum mereka lulus.

KOKAM Tegal

"Jadi mahasiswa yang memiliki potensi lain selain jurusan yang dia ambil bisa dimaksimalkan melalui program Pusat Karir," ujar dosen yang akrab disapa Pak Irviandi itu, Senin (9/5). ?

Ia menambahkan, dengan adanya hibah tersebut peluang mahasiswa UNU Sidoarjo dalam mengembangkan karir dapat dimulai sebelum mereka lulus. Selain itu, program tersebut juga membantu mahasiswa mengurangi masa tunggu masuk dunia kerja setelah lulus –permasalahan yang masih terjadi pada lulusan perguruan tinggi.

KOKAM Tegal

Berdasar pada Nota Perjanjian Pelaksanaan Pekerjaan Bantuan Pengembangan Layanan Pusat Karir 2016 Nomor: 642.172/B3.4/KM/PK/2016 tertanggal 25 April 2016, UNU Sidoarjo bersama Kementerian Ristekdikti akan melakukan sederetan program pembinaan karir mahasiswa selama 6 bulan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sholawat, Khutbah, PonPes KOKAM Tegal

Sabtu, 24 Februari 2018

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah Korea Selatan (Korsel) merasa berutang budi kepada Nahdlatul Ulama (NU) yang telah mengerahkan segala kekuatan dan pengaruhnya di luar negeri dalam rangka membebaskan 19 warga Korsel yang ditawan oleh kelompok Taliban di Afganistan, 30 Agustus lalu.

Demikian isi surat Dubes Korsel untuk Indonesia, Lee Sun Jin kepada yang diterima Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi di Gedung PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Ahad (16/9).

KH Hasyim Muzadi mengatakan, surat tersebut merupakan ungkapan terima kasih pemerintah Korsel terhadap NU yang turut berupaya keras dalam pembebasan 19 warganya yang ditawan oleh Taliban.

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Korsel Berterima Kasih pada NU

“Saya dapat surat dari Dubes Korsel. Isinya ungkapan terima kasih pemerintah Korsel pada NU terkait bebasnya warga Korsel yang ditawan Taliban,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholar (ICIS) itu.

PBNU, katanya, merasa senang atas dibebaskannya 19 warga Korsel yang ditawan Taliban. ”Sebagai pihak yang sejak awal berusaha keras dan menginginkan pembebasan warga Korsel, kami tentu merasa senang dengan telah dibebaskannya warga Korsel,” ungkap Presiden World Conference on Religion and Peace (WCRP) itu.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Dubes Korsel dalam suratnya juga memuji NU sebagai organisasi besar yang punya pengaruh kuat di dalam dan luar negeri. Dikatakan, pengaruh yang besar itu ternyata benar-benar dapat dimanfaatkan dalam proses pembebasan warga Korsel akhir Agustus lalu.

"Teristimewa, saya ingin mengekspresikan apresiasi yang sepenuh hati dan hutang budi saya kepada NU yang berpengaruh pada seluruh dunia atas upaya baik dan kerjasama dalam upaya pembebasan sandera dengan solusi yang damai sejak permulaan peristiwa ini," katanya salam surat tersebut.

KOKAM Tegal

Karena itu, pemerintah Korsel berharap hubungan Negaranya dengan NU akan terus berlanjut di masa mendatang. Diakuinya, peran serta pemerintah Indonesia dan NU dalam pembebasan warga Korsel telah menjadikan hubungan kedua negara semakin baik.

"Sudilah bapak menerima salam hormat saya dan saya sangat berharap ke depan agar kerja sama baik dengan anda dan NU terus berlanjut," katanya dalam surat itu. (duta/nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Fragmen, Makam, Khutbah KOKAM Tegal

Kamis, 22 Februari 2018

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Pringsewu,KOKAM Tegal? . Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mampu mengumpulkan uang Rp 93.545.000,00. Dana tersebut dihimpun dari anggota yang aktif di majelis talim. Kemudian jumlahnya diumumkan pada peringatan hari lahirnya yang ke-69 di Lapangan Dirgahayu Kecamatan Sukoharjo? Ahad (29/3).

Pengumpulan uang tersebut melalui pencanangan Koin Surga yaitu dengan mengumpulkan recehan koin seratusan rupiah sampai seribuan rupiah melalui kegiatan pengajian majelis-majelis talim muslimat. ?

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Uang tersebut dimasukkan ke dalam bambu satu ruas yang dicat warna hijau yang mereka sebut “celengan bambu”. Celengan tersebut diisi setelah pelaksanaan harlah tahun lalu dan dibuka menjelang pelaksanaan harlah tahun ini.?

Dana tersebut, menurut salah seorang pengurus Muslimat NU Pringsewu Etiek Jukhaeni, akan didistribusikan untuk santunan dhuafa, lansia, anak-anak yatim dan yatim piatu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Etiek yang ketua panitia Harlah Muslimat mengungkapkan rasa puasnya dan bersyukur kepada Allah swt. Atas semua karunia yang diberikan-Nya sehingga acara yang dihadiri sekitar 6000 orang itu berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut dia, di harlah ke-69, seyogyanya diperingati dengan berbagai kegiatan yang bersifat meggugah dan men-sponsori semangat warga Nahdliyyin dan Nahdliyat, serta mengadakan kegiatan sosial, kreativitas warga baik dari Badan Otonon, maupun Lembaga yang ada.

Ia menyebutkan rangkaian Harlah yang bersifat pembinaan mental spiritual maupun kegiatan bhakti sosial. Pembinaan mental spritual meliputi Istighotsah, dan pengajian akbar.?

Sedangkan kegiatan bhakti sosial meliputi santunan pada lansia, dhuafa, dan anak-anak yatim / yatim piatu, khitanan massal, donor darah, KB yang terdiri dari suntik, pil, dan IUD. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Pendidikan, RMI NU KOKAM Tegal

Senin, 19 Februari 2018

Demo 4 November Tertib, Pedagang Raup Untung

Jakarta, KOKAM Tegal. Aksi Demonstrasi Bela Islam II yang digelar di Jakarta dan daerah-daerah lain, Jumat (4/11) berlangsung tertib dan damai. Pantauan KOKAM Tegal di lapangan, para demonstran memulai aksi setelah melaksanakan shalat Jumat berjamaah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.?

Demo 4 November Tertib, Pedagang Raup Untung (Sumber Gambar : Nu Online)
Demo 4 November Tertib, Pedagang Raup Untung (Sumber Gambar : Nu Online)

Demo 4 November Tertib, Pedagang Raup Untung

Walhasil, siang tadi Masjid Istiqlal tidak bisa menampung semua jamaah. Peserta shalat Jumat pun membludak hingga ke halaman Kantor Kementerian Agama, di Jalan Lapangan Banteng.?

Sebelum melangsungkan aksi, peserta diingatkan agar bersikap tertib dan mengikuti satu komando. Pendemo tidak boleh melakukan perusakan. Sesama pelaku aksi dianjurkan agar saling menjaga dan saling menyayangi. Bila ada peserta yang berusia lebih tua, harus dijaga. Bila melihat yang lapar, yang punya makanan harus memberikan makanan kepada yang lapar.

Tak lupa yel-yel yang menyuarakan pembelaan terhadap Al-Qur’an, takbir, serta shalawat diteriakkan. Dari Masjid Istiqlal, para pendemo keluar melalui Pintu Al-Fatah, kemudian meneruskan aksi dengan melintasi samping Lapangan Banteng, bergerak ke arah Balaikota Jakarta.

KOKAM Tegal

Aksi demo diiikuti ratusan ribu orang. Mereka tidak hanya berasal dari Jakarta, namun juga dari kota-kota lain di Indonesia.

Ada yang menarik selama pelaksanaan aksi. Selain ketertiban yang terjaga, peserta aksi juga menekankan kebersihan. Bekas bungkus makanan dan botol-botol minuman dipunguti dan dikumpulkan dalam satu plastik sampah besar.?

KOKAM Tegal

Kecuali itu, tanaman di sekitar lokasi aksi juga benar-benar dijaga agar tidak rusak. KOKAM Tegal sempat mendapati seorang pendemo yang menegur temannya untuk berhati-hati menginjak di sekitar tanaman.

“Kalau tanaman ini sampai rusak, bukan demonya yang jadi masalah, tapi tanaman yang rusak ini yang dimasalahkan,” tegur peserta itu.

Para pedagang makanan dan minuman juga menuai keuntungan selama aksi demo. Beberapa gerobak makanan dan minuman diburu peserta aksi. Belum usai aksi demo, KOKAM Tegal melihat seorang pedagang mendorong gerobak jualannya meninggalkan lokasi demo, tanda makanannya laris maris terjual.

Hingga berita ini diturunkan, aksi demo masih berlangung. Para pendemo dalam aksi tersebut berharap proses hukum harus berjalan tuntas terhadap kasus Ahok. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah KOKAM Tegal

Sabtu, 06 Januari 2018

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat

Jakarta, KOKAM Tegal. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) berpandangan, tekad bulat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menerapkan kurikulum baru tahun ini harus diimbangi pengenalan kurikulum 2013 secara maksimal kepada para guru.

Sektretaris Jendral Pimpinan Pusat Pergunu Gatot Suyono mengatakan, pihaknya secara prinsip tidak keberatan dengan penerapan kurikulum baru yang menekankan aspek budi pekerti dan mata pelajaran yang tematik-integratif.

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu: Pelatihan untuk Guru Harus Cepat

“Tetapi, pelatihan untuk guru-guru memang harus diselenggarakan secara cepat,” ujarnya lewat sambungan telepon, Rabu (29/5).

KOKAM Tegal

Gatot menambahkan, pemerintah perlu melibatkan sejumlah pihak, seperti perguruan tinggi terpercaya di Indonesia, agar proses pengenalan kurikulum 2013 tidak memakan waktu yang lama. Pelatihan yang sifatnya terpusat dinilai akan mempersulit proses sosialisasi ini dan mengurangi kelayakan kurikulum baru untuk diterapkan secara serentak.

Pergunu optimis, kurikulum dengan anggaran mencapai Rp 829 miliar ini akan mudah diadaptasi guru, mengingat mayoritas guru sekarang minimal sudah berpendidikan strata satu.

KOKAM Tegal

“Kita memang butuh hal-hal yang baru, termasuk dengan memasukkan unsur etika atau akhlak dalam mata pelajaran. Saya kira, Pak Nuh (Mohammad Nuh) ingin mengakomodasi ini,” ujar Gatot.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Quote, Khutbah KOKAM Tegal

Rabu, 03 Januari 2018

Lain Partai, Umat Harus Tetap Takzim Kiai-Politik

Solo, KOKAM Tegal. Pengasuh majelis Rijalul Ansor Solo Habib Muhammad Al-Habsyi mengimbau umat Islam untuk tetap menaruh rasa hormat kepada para kiai yang berbeda wadah partai dengan mereka. Karena, sebagai warga negara para kiai memiliki hak berpolitik di partai mana pun.

“Orang tidak lagi hormat dan patuh pada ulama. Apabila ada ulama di partai A, maka sebagian umat yang di partai B tidak menyukai ulama tersebut,” terang Habib Muhammad yang merupakan cucu penulis kitab Simthud Durar Habib Ali Al-Habsyi menyayangkan sikap umat Islam demikian, Rabu (5/3).

Lain Partai, Umat Harus Tetap Takzim Kiai-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)
Lain Partai, Umat Harus Tetap Takzim Kiai-Politik (Sumber Gambar : Nu Online)

Lain Partai, Umat Harus Tetap Takzim Kiai-Politik

Menurutnya, keterlibatan para kiai di ranah politik praktis menjadi berkah tersendiri. Sekurangnya mereka dapat memperbaiki kondisi politik, yaitu mengisi pemerintahan dengan jiwa keulamaan.

KOKAM Tegal

Ia berharap, para ulama yang terjun dalam lingkar kekuasaan dapat meniru jejak para khalifah yang sukses menggabungkan kesalehan dan kekuasaan kendati tidak menutup fakta bahwa sebagian kiai belum berhasil mengharmoniskan keduanya. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ubudiyah, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Demak, KOKAM Tegal - Warga NU sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan yang timbul di masyarakat baik itu maraknya kemungkaran yang merebak dengan munculnya berbagai penyakit masyarakat. Belum lagi masalah berbagai aliran dan radikalisme merupakan tanggung jawab NU untuk ikut andil bersama pemangku pemerintahan dalam menanggulanginya.

“Kami sangat prihatin dengan merebaknya hiburan malam liar seperti tempat karaoke yang cenderung sebagai transaksi prostitusi. NU harus mampu ikut memberantasnya bersama pemerintah,” kata Katib Syuriyah NU Demak KH Muhammad Afif Zuhri saat memberikan wejangan pada pengurus NU dari cabang sampai ranting pada halal bihalal dan istighotsah kebangsaan yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM NU Demak Jalan Yudhomenggalan Bintoro, Demak, Selasa (2/8) malam.

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Menurut Kiai Afif, ada berbagai langkah untuk bisa menanggulanginya yakni dengan pendekatan pada pejabat selaku pemangku kepentingan, dengan lisan melalui berbagai forum pengajian dan mesin organisasi serta do’a baik secara bersama-sama maupun dalam kesendirian.

“Dengan sosialisasi, kerja sama dengan pemerintah serta do’a bersama warga NU ini jika bisa telampaui saya yakin semuanya bisa tertanggulangi dan terselesaikan,” tutur Kiai Afif.

KOKAM Tegal

Hadir pada kesempatan itu Ketua JATMAN Jateng KH Zaini Mawardi, staf ahli Bupati Demak Edi Jatmiko, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq serta pengurus NU Demak, lembaga dan banom, MWCNU serta ranting NU se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Khutbah, Lomba, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Jakarta, KOKAM Tegal



Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) DKI Jakarta menggelar Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta, Selasa (3/05), sebagai respon terhadap proses pendidikan yang tidak merata antara pendidikan di bawah naungan Pemerintah Provinsi dan pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama.

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu DKI Gelar Seminar Nasional dan Rembug Guru

Tema yang diusung pada seminar yang berlangsung di gedung Sertifikasi Guru Universitas Nasional Jakarta (UNJ) Lantai 9, Jakarta ini adalah "Merajut Konsepsi Pendidikan Holistik dan Berkeadilan".?

"Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka hardiknas, semoga spirit Ki Hajar Dewantara dapat bersenyawa dengan kita, dan rembug guru ini adalah forum bapak/ibu guru untuk berjuang bersama baik itu terkait kompetensi guru maupun mengenai kesejahteraan," kata Aris Adi Leksono.

? ?

KOKAM Tegal

Dalam Seminar Nasional dan Rembug Guru Jakarta hadir beberapa pembicara di antaranya H Nawawi (Anggota Komis E DPRD), Mahruz (Ketua PGMI), Amin (Kementerian Agama DKI Jakarta), Muhlis (Wakil Rektor UNJ), dan Kosman Marbun (Dinas Pendidikan DKI Jakarta).

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta Djaali dan ia merespon positif kegiatan ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

PMII STIKIP Nurul Huda Baca Potensi dari Sidik Jari

OKU Timur, KOKAM Tegal. Pimpinan Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia STKIP Nurul Huda Sukaraja kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan belajar mengidentifikasi karakter seseorang lewat seminar bertema "Jurus dahsyat mengetahui Potensi dan karakter diri dengan sangat mudah".

PMII STIKIP Nurul Huda Baca Potensi dari Sidik Jari (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII STIKIP Nurul Huda Baca Potensi dari Sidik Jari (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII STIKIP Nurul Huda Baca Potensi dari Sidik Jari

Seminar ini terselenggara atas kerja sama PMII STIKIP Nurul Huda dan GP Ansor Way Kanan, Lampung, Selasa, (27/5). Acara yang berbarengan dengan pelantikan pengurus baru komisariat STIKIP ini, dihadiri para guru sekolah dan mahasiswa di OKU Timur.

“Kita juga melibatkan biro jasa analisa sidik jari DeMost Lampung,” kata Ketua PMII STIKIP setempat.

KOKAM Tegal

Sementara Gatot Arifianto, Direktur Program DIGDAYA (Mendidik Generasi, Memberdayakan Masyarakat) GP Ansor Way Kanan mengatakan, kader muda NU harus bisa memelopori dan menginspirasi masyarakat.

KOKAM Tegal

“Semoga silaturahmi ini berlanjut dan memberi banyak manfaat bagi organisasi dan masyarakat luas,” harap Gatot. (Nurul Huda/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 15 Desember 2017

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

Jakarta, KOKAM Tegal. Masyarakat internet atau warganet diimbau agar lebih cerdas menghadapi dunia media sosial. Jangan mudah terprovokasi dengan artikel atau gambar meme yang tersebar di media daring (online) dan medsos. 

Kepala Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan (BALK) Balitbang Diklat Kemenag RI, Muharram Marzuki, menyampaikan hal tersebut saat membuka Seminar Hasil Penelitian ‘Persepsi Umat Beragama terhadap Keberagamaan di Era Media Sosial.’ Acara tersebut dihelat di Hotel Millenium Jakarta, Kamis (28/12).

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)
Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos (Sumber Gambar : Nu Online)

Warganet Didorong Cerdas dalam Bermedsos

“Jangan pula alergi dengan medsos. Ada kawan yang curhat tentang artikel yang viral, ia merasa terganggu. Saya bilang, kalau tidak suka, jangan di-forward. Ngapain susah-susah," ujarnya.

Banyak orang terkena kasus, lanjut dia, gara-gara medsos. Misalnya kepala daerah atau tokoh masyarakat yang disorot media kemudian viral di medsos. “Arab Spring yang awalnya di Tunisia juga dipicu medsos. Jadi, kita mesti cerdas bermedsos,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Menurut Muharram, ada pernyataan bahwa tidak semua informasi yang beredar di medsos itu bagus memang benar adanya. “Apapun berita yang kita terima, harus diklarifikasi terlebih dahulu,” tegasnya.

Pria kelahiran Jakarta ini menambahkan, riset tentang medsos tersebut dimaksudkan untuk memberi penyadaran bahwa info tentang agama yang beredar di dunia maya tidak semua benar.

“Bisa jadi itu dibuat untuk mengacaukan stabilitas masyarakat. Nah, lagi-lagi kita harus cerdas di sini. Saya berharap masyarakat lebih peduli terhadap persoalan di era digital,” turturnya.

Sebelumnya, Kabid Litbang Bimas Agama, Kerukunan, dan Aliran Keagamaan Puslitbang BALK, Kustini Kosasih, dalam laporannya berharap penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi satker terkait yakni Bimas-Bimas di lingkungan Kemenag dalam menyusun kebijakan.

“Namun, ini belum merupakan hasil final. Kami masih perlu menyempurnakannya menjadi sebuah policy paper dan policy brief untuk disampaikan kepada Pak Menag, sebelum digunakan para pemangku kepentingan (stakeholders),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, koordinator riset Raudlatul Ulum Ruksin dalam paparannya menyebut penelitian tersebut dilakukan dua tahap, yakni, penyebaran kuesioner dan wawancara. Kuesioner diisi oleh 775 responden pemeluk enam agama di 20 kabupaten/kota.

“Responden dipilih secara acak di dalam kluster pemeluk agama di daerah tersebut yang dianggap merepresentasikan umat beragama di 10 provinsi,” kata Ulum.

Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Prof Ibnu Hamad (Guru Besar Komunikasi UI), dan Farhan Muntafa (Dosen Untirta Banten). Hadir dalam kegiatan ini puluhan undangan lintas unit eselon I, para peneliti, akademisi, dan perwakilan ormas keagamaan. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Khutbah, Kiai KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol

Jakarta, KOKAM Tegal. Sebagai organisasi yang dilahirkan NU, dalam konteks politik GP Ansor dan kadernya bukan berarti tidak boleh berpolitik praktis. GP Ansor dan kadernya boleh berpolitik, hanya saja tidak boleh menjadi partai politik atau menjadi bagian dari kekuatan politik tertentu.

“Itu penting ditegaskan, mengingat fenomena politik yang multi partai dan berkembangnya politik aliran saat ini, GP Ansor harus memiliki pertahanan yang kuat agar tidak mudah terjebak dalam perangkap politik praktis,”tandas calon Ketua Umum PP GP Ansor Choirul Saleh Rasyid di Jakarta, Jumat (26/11) .

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Bukan Bagian dari Parpol

Karena itu hubungan Ansor dan partai politik bersifat independen dan tetap menjaga netralitasnya sebagai organisasi pemuda di bawah NU yang mandiri dan bermartabat. Namun demikian kata Choirul, GP Ansor tetap akan mendorong para kadernya yang terbaik untuk terlibat dalam kegiatan politik praktis manapun juga dengan aktivitas lain di luar politik praktis.

KOKAM Tegal

Dengan kata lain lanjut Choirul, GP Ansor sebagai institusi tetap independen dan harus menjaga netralitasnya dengan kekuatan politik manapun. Independensi Ansor harus diawali oleh indepensinya para elit Ansor, agar menjaga kemungkinan stigma negatif yang dialamatkan kepada Ansor secara kelembagaan.

KOKAM Tegal

Untuk itu agenda GP Ansor kini dan akan datang adalah menunjuk kepada perjuangan kemasyarakatan semesta, yang secara umum berorientasi kepada perspektif nilai kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan.

Dari sudut kemasyarakatan GP Ansor harus melakukan peran transformatif, yaitu mempersiapkan kadernya memasuki era industrialisasi tanpa harus kehilangan sendi-sendi keagamaannya serta jati dirinya sebagai organisasi kader, dengan cara peningkatan kualitas sumberdaya manusianya.

Sedangkan dari sisi kebangsaan, GP Ansor melakukan kerjasama yang sebaik-baiknya dengan semua kekuatan yang ada di masyarakat, seperti TNI, birokrasi, kekuatan politik, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, LSM dan media massa. Dengan demikian diharapkan peran transformatif GP Ansor lebih fungsional dan bermanfaat.

Sementara dari aspek kenegaraan GP Ansor melakukan upaya-upaya agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini melaksanakan kedaulatan hukum sepenuhnya yang menjamin kebebasan berpendapat dan berbicara serta memperlakukan warganya secara sama.

Ke depan maka upaya yang dilakukan GP Ansor seperti program-program yang mengacu pada “perjuangan kemasyarakatan semesta”,  yaitu harus berani menyuarakan hati nurani rakyat yang tidak diuntungkan oleh proses pembangunan dan GP Ansor  harus kritis dan responsif terhadap persoalan-persoalan bangsa.

Seperti korupsi, kolusi, penyalahgunaan wewenang, nasib buruh, soal tanah, bencana alam dan lain sebagainya. Dengan demikian, kongres GP Ansor mendatang akan muncul sebuah perdebatan kualitatif yang menunjuk kepada perspektif kepemimpinan (leadership), serta kemampuan seorang pemimpin dalam mengelola organisasi (managerial) yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.

 “Jadi bukan perdebatan politis, yang arahnya mendistorsi seseorang karena sesuatu yang bersifat personal, like and dislike, vested interest dan lainnya,” Choirul berharap. (amf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Humor Islam, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 08 Desember 2017

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis)

Jakarta, KOKAM Tegal. Para pelaku tasawuf yang telah meniti tiga maqom (tingkatan) sebelumnya, yaitu tawakal, ridlo, dan syukur akan menjalani maqom-maqom selanjutnya, yaitu mahabbah, tuma’ninah, dan ma’rifat. 

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)
Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis) (Sumber Gambar : Nu Online)

Maqom-maqom dalam Tasawuf (3-habis)

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, mengurai ketiga maqom tersebut, pada pengajian mingguan yang digelar di PBNU, Jakarta, Senin malam, (28/01).

Mahabbah adalah maqom cinta kepada Allah. Kalau sudah cinta kepada-Nya, kepada apapun cinta, mencintai segalanya. Orang yang menapaki maqom tersebut, yang cantik, yang jelek, yang pintar, yang bodoh, yang kaya, yang miskin; semua dicintainya.

KOKAM Tegal

“Karena semuanya yang ada itu adalah tanda-tanda keagungan Allah,” ungkap kiai kelahiran Cirebon 1953 tersebut.

Kalau sudah mahabbah, akan tumbuh tuma’ninah, atau full happy, enjoy. Hati orang yang menempuh jalan tuma’ninah adalah tenang.  

KOKAM Tegal

Tuma’ninah bukan di rumah, mobil, uang, tapi dalam hati,” tambahnya. 

Setelah maqom tuma’ninah, muncul maqom terakhir, ma’rifat. Kiai yang akrab disapa Kang Said ini menjelaskan, maqom ini dengan pengalaman Imam Ghazali sepulang menyepi di masjid Damaskus. Setelah keluar dari masjid tersebut, ia tak bisa mengatakan pengalamannya. 

“Ilmu ma’rifah tak bisa dituliskan. Tak bisa diceritakan. Tidak bisa diajarkan dengan kata-kata,” ujar kiai yang pernah nyantri di Pesantren Kempek, Lirboyo dan Krapyak tersebut.  

Orang yang sedang mengalami maqom ma’rifat, tahu betul bahwa segala sesuatu dari Allah, untuk Allah, karena Allah, bersama Allah. Tanpa itu sedetik saja, dunia hancur. 

Kiai yang juga doktor jebolan University of Umm Al-Qura Jurusan Aqidah/Filsafat Islam menegaskan, ketiga maqom tersebut dinamakan tajalli (manifestasi). Allah sudah menjelma dalam segala keadannya. 

Dampak spirutual temporalnya adalah al-uns, harmonis. Amal salehnya, bukan karena lita’abud (ibadah), bukan litaqorub (ingin dekat dengan Allah), melainkan litahaquq (mencari hakikat).  

Maqom-maqom tersebut adalah versi ringkasnya. Para ahli tasawuf berbeda rincian maqomnya. Misalnya, menurut Syekh Abdul Qodir Jilani, terdapat 40 maqom tasawuf. Sementara Imam Ghazali berpendapat ada 14 tingkatan.  

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Halaqoh, Khutbah KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

KOKAM Tegal

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

KOKAM Tegal

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Daerah KOKAM Tegal

Selasa, 05 Desember 2017

567 Calhaj Probolinggo Diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah

Probolinggo, KOKAM Tegal. Wisata Religius Miniatur Ka’bah di Desa Curahsawo Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo, Jum’at (19/9) dan Sabtu (20/9) siang kembali menjadi lokasi pemberangkatan 567 orang calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten Probolinggo tahun 2014.

Pemberangkatan kali ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH. Saiful Hadi, Rais Syuriyah PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Busthami dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo

567 Calhaj Probolinggo Diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah (Sumber Gambar : Nu Online)
567 Calhaj Probolinggo Diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah (Sumber Gambar : Nu Online)

567 Calhaj Probolinggo Diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah

Suasana sekitar Miniatur Ka’bah hingga Wisata Pantai Bentar menjadi semakin ramai dengan kehadiran ribuan pengantar yang sudah memadati lokasi sejak pagi hari. Meskipun demikian, secara umum arus lalu lintas cenderung lancar berkat kesigapan petugas dan kesadaran para pengantar calon haji dalam mematuhi ketentuan yang ada.

KOKAM Tegal

Dalam sambutannya Bupati Probolinggo Hj. Puput Tantriana Sari menyampaikan ucapan selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji kepada seluruh calhaj Kabupaten Probolinggo tahun 2014.

”Selamat jalan dan selamat menunaikan ibadah haji, semoga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT dan menjadi haji mabrur. Semoga selamat selama perjalanan, saat menunaikan ibadah haji di tanah suci hingga kembali ke tanah air nanti,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Usai sambutan Bupati Probolinggo, acara dilanjutkan dengan kumandang Adzan oleh Sekretaris IPHI Kabupaten Probolinggo Mahbub Maliki. Seketika itu suasana menjadi khidmat dengan kekhusyu’an seluruh jamaah dan hadirin mendengarkan kumandang Adzan sebagai pengantar keberangkatan calhaj tersebut.

Setelah Adzan, seluruh calhaj diberangkatkan secara resmi ditandai dengan pengibaran bendera oleh Bupati Probolinggo yang disertai kumandang sholawat hingga seluruh bus yang mengangkut calhaj meninggalkan Miniatur Ka’bah menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

Sebelum berkumpul dan diberangkatkan dari Miniatur Ka’bah, para calhaj berangkat dari enam titik pemberangkatan sesuai daerahnya masing-masing. Keenam titik tersebut adalah halaman masjid Ar Rohmah Kecamatan Leces, halaman masjid Ar Royyan Kecamatan Tongas, halaman masjid Sunan Ampel Gending, halaman masjid Baitur Rohmah Maron, halaman Masjid Agung Ar Raudloh Kraksaan dan halaman masjid Baitur Rohman Paiton.

Berdasarkan data terakhir dari Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, jumlah calhaj Kabupaten Probolinggo yang berangkat ke tanah suci sebanyak 567 orang yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter) yakni kloter 46 dan kloter 47. Rencananya,para calhaj ini akan kembali ke tanah air pada 29 Oktober 2014 mendatang. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia

Makassar, KOKAM Tegal. Setelah merampungkan kegiatan Pra Muktamar di Yogyakarta dan Lombok, panitia Muktamar ke-33 NU, Selasa-Rabu (22-23/4), menggelar kegiatan Pra Muktamar yang ketiga kalinya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Tema kali ini membahas Islam Nusantara sebagai Islam Mutamaddin Menjadi Tipe Ideal Dunia Islam.

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Nusantara, Tema Tepat Untuk Permasalahan Bangsa dan Dunia

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Lukman mengatakan, bahwa? tema acara hari ini adalah tema yang tepat jika kita melihat permasalahan bangsa dan dunia saat ini. "Di awali di Makassar ini, semoga Muktamar Agustus mendatang bisa menghasilkan solusi atas permasalahan-permasalahan bangsa dan dunia," katanya mengawali pembukaan acara, Rabu (22/4).

Agus Arifin yang datang mewakili Gubernur Sulawesi Selatan juga mengatakan, pihaknya mengucapkan terimabkasih sebesar-besarnya atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadi lokasi pelaksanaan Pra Muktamar. "Kami ingat 5 tahun lalu Muktamar dilaksanakan di sini dan sukses. Kali ini kami ditunjuk kembali untuk melaksanakan Pra Muktamar. Ini menunjukkan kepercayaan besar PBNU kepada kami, terima kasih," lanjutnya.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Ketua Steering Committee Panitia Muktamar ke-33 NU KH Slamet Effendy Yusuf, mengungkapkan, Pra Muktamar di Makassar akan diisi dengan seminar dan dialog internal, membahas dan mematangkan tema besar Muktamar NU ke-33, yaitu Meneguhkan Islam Nusantara untuk Peradaban Indonesia dan Dunia.

"Di sini sudah hadir narasumber-narasumber kompeten. Ada Prof Dr Ibrahim Alwee, Doktor Mustofa Masud, dan KH Agus Sunyoto. Beliau-beliau adalah orang yang tepat untuk membahas bagaimana sejarah Islam di Indonesia dan bagaimana ke depannya, untuk bisa berperan dalam memberikan solusi atas permasalahan bangsa dan dunia," kata Slamet.

KOKAM Tegal

Pra Muktamar NU di Makassar selain dihadiri oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan jajaran pengurus PBNU lainnya, juga tampak hadir adalah Pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Sholahuddin Wahid, putri sulung almarhum Gus Dur, Alissa Wahid, dan Rais Syuriyah PWNU Sulsel, Anregurutta KH Sanusi Baco, serta perwakilan PCNU se-Indonesia Timur.? (Samsul Hadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sejarah, Khutbah KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Bojonegoro, KOKAM Tegal

Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Festival Keanekaragaman Makanan dan Minuman Berbahan Baku Lokal, Ahad (12/3). Acara berlangsung meriah di Balai Desa Nglarangan, Kecamatan Kanor.

Sejak pagi, perwakilan masing-masing peserta sudah berdatangan secara kelompok dari ranting desa-desa yang ada di Kecamatan Kanor. Kegiatan ini dalam rangka peringatan hari lahir ke-67 Fatayat NU.

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah Ke-64, Fatayat NU Kanor Gelar Lomba Masak Berbahan Lokal

Ketua PAC Fatayat NU Kanor Hj. Enik Suswatin menjelaskan, hampir semua ranting di Kecamatan Kanor mengikuti festival ini. Mereka saling berkompetisi secara sehat dalam hal menghasilkan produk masakan. "Untuk juaranya nanti akan dikirim ke tingkat cabang yang akan digelar festival serupa di akhir Maret nanti," jelas Enik.

KOKAM Tegal

Ditambahkan, selama ini kader Fatayat NU juga menjadi penopang keluarga melalui masakannya. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini potensi lokal di masing-masing desa yang selama ini belum tergarap maksimal bisa lebih menonjol. Bahan-bahan lokal bisa dijadikan makanan dan minuman yang lezat, unik, dan memiliki daya jual tinggi. Sehingga, katanya, keterampilan masak tersebut bisa menjadikan kader produktif dan mandiri.

Sementara itu Kepala Desa Nglarangan Abdul Wahid mengaku sangat bangga Balai Desa Nglarangan dipakai acara Fatayat NU. Sebab, organisasi sebesar Fatayat NU cukup bisa membuat masyarakat lebih maju dan berdaya saing. "Sehingga makanan yang dihidangkan ke anak-anak bisa lebih bergizi dan sehat. Apalagi, bahan yang dipakai memasak adalah dari lokal," tegasnya.

KOKAM Tegal

Camat Kanor Subiyono menjelaskan, festival masakan kali ini sangat bagus dan perlu ditingkatkan. Sebab, Gerakan Desa Sehat dan Cerdas (GDSC) harus terus didukung semua pihak. Terutama seperti organisasi Fatayat NU yang sangat luar biasa dengan masakan khas berbahan lokal.

"Masakan dengan bahan lokal tidak kalah gizinya oleh bahan internasional. Jadi perlu terus dilestarikan dan ditingkatkan, agar generasi mendatang lebih sehat dan cerdas," pungkasnya. (M. Yazid/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Nasional, Quote KOKAM Tegal

Minggu, 26 November 2017

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Jombang, KOKAM Tegal

Pondok Pesantren Hamalatul Quran (PPHQ) Jogoroto, Jombang, Jawa Timur mengadakan acara wisuda bagi para penghafal Al-Qur’an (hafidh). Prosesi wisuda yang ke-3 ini diikuti 133 wisudawan Qiroah Masyhuroh dan 1 wisudawan Qiroah Sabah.

Ustadz Ainul Yaqin, pengasuh PPHQ mengatakan, meskipun berusia relatif muda, PPHQ sudah menunjukkan eksistensinya di kancah nasional, sebagai lembaga yang mencetak kader penghafal Al-Qur’an dengan program unggulan "Tahfidz Cepat 6 Bulan". PPHQ juga tetap konsisten dengan program beasiswa tahfidz bagi santri yang memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan.

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)
PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan (Sumber Gambar : Nu Online)

PPHQ Wisuda 133 Santri Program Tahfidz Cepat 6 Bulan

Acara yang berlangsung Senin (1/8) itu dihadiri sejumlah tokoh, di antaranya pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Dalam kesempatan itu, Gus Sholah berpesan agar para hafidh Al-Qur’an tidak berhenti pada hafalan semata tapi juga bisa memahami dan mengamalkan isinya.

KOKAM Tegal

Turut hadir pula KH Imam Suprayogo, mantan rektor UIN Maulana Malik Ibrahim. Ia mengaku sangat bangga dan terharu melihat 133 wisudawan yang mayoritas menyelesaikan setoran hafalan Al-Qurannya kurang dari satu tahun, bahkan ada yang hanya sekitar 3 bulan.

KOKAM Tegal

Ia lalu teringat ketika dahulu banyak mahasiswa hafidh yang tidak ia perhatikan, namun hal itu berakhir ketika Imam menemukan fakta bahwa selama ia menjabat sebagai rektor UIN Maulana Malik Ibrahim mahasiswa yang sering mendapat nilai cumlaude adalah mahasiswa penghafal Al-Quran. Sebagai bentuk pertobatan, Imam pun menggagas program beasiswa bagi mahasiswa yang hafal Al-Quran.

Sementara itu Kepala Seksi Kesantrian pada Subdit Pendidikan Diniyah, Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ditjen Pendidikan Islam Kemenag RI H Ahmad Rusydi menekankan pentingnya memahami Islam yang lebih lanjut. Ia mendorong para santri menjadi duta Islam moderat, toleran, damai, dan mencerahkan.

Pada siang itu PPHQ juga mendapatkan Piagam Rekomendasi dari Lajnah Pentashih Mushaf Al-Quran untuk menggunakan Murottal Al-Quran dengan Qori Syekh Mahmud al-Khushori sebagai standar bacaan pembelajaran Al-Quran.

Ustadz Ainul Yaqin sebagai pengasuh PPHQ juga menandatangani nota kesepahaman dengan H Amirul Mukminin selaku ketua Yayasan Mahesa Institute dan Qomar selaku direktur Genta English Course untuk mewujudkan pendirian "Al-Quran Village’ atau Kampung Al-Quran" di kawasan Jogoroto, Jombang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Humor Islam, Anti Hoax, Khutbah KOKAM Tegal

Minggu, 12 November 2017

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallama mengajarkan doa berbuka puasa. Isinya penting untuk mengingatkan bahwa makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk berbuka tidak lain rezeki pemberian-Nya jua. Selain itu, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa yang perlu dibaca oleh mereka yang mengajak orang lain untuk berbuka puasa bersamanya.

Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim menyebutkan doa sebagai berikut.

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Orang Yang Mentraktir Takjil (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Orang Yang Mentraktir Takjil

? ? ? ? ? ? "? ? ? ? ? ? ? ? ?" ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Orang yang mentraktir takjil dianjurkan membaca, “Akala tha’amakumul abrar, wa shallat ‘alaikumul mala’ikah, afthara ‘indakumus sha’imun, (orang-orang baik telah mengonsumsi makananmu, malaikat juga bershalawat untukmu, dan orang-orang berpuasa telah berbuka di dekatmu)”. Demikian sesuai hadits shahih.

KOKAM Tegal

Ia juga dianjurkan ikut makan takjil bersama mereka yang ditraktir. Karena kehadiran orang yang mentraktir di tengah-tengah mereka itu lebih dekat pada ketawadhu’an dan lebih menjaga perasaan mereka.

Anjuran terakhir ini menunjukkan bahwa berbagi takjil bukan berhenti pada mengajak orang lain untuk membatalkan puasa secara formal syara’. Artinya bukan sekadar masalah materi.

Anjuran itu juga menjangkau aspek kejiwaan agar mereka yang sedang memiliki kelonggaran rezeki menunjukkan empati terhadap mereka yang nasibnya sedang anjlok dengan berbuka puasa bersama mereka. Saran berbuka puasa bersama dengan mereka yang bernasib malang itu mendidik ketawadhu’an kalau bukan diniatkan riya. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Santri, Syariah KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Jakarta, KOKAM Tegal - Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Hj Khofifah Indar Parawansa? mengajak segenap pengurus Muslimat NU untuk menggerakkan dakwah bil mal secara mandiri. Untuk itu ia mendorong pengurus Muslimat NU dan warga Muslimat NU melakukan wirausaha.

Demikian disampaikan Hj Khofifah di hadapan peserta pendidikan kewirausahaan sejak pagi hingga petang di Hotel Bintang, Jakarta Pusat, Kamis (19/5).

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)
Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha (Sumber Gambar : Nu Online)

Hj Khofifah Ajak Pengurus Muslimat NU Berwirausaha

Di tegah pendidikan kewirausahaan yang diselenggarakan PP Muslimat NU dan PT Gensei Indonesia, Hj Khofifah menyebut gerakan Nahdlatut Tujjar yang dipelopori oleh KH Abdul Wahab Chasbullah.

KOKAM Tegal

“Sebelum NU berdiri KH Abdul Wahab Chasbullah telah menggagas Nahdlatut Tujjar. Hanya saja kita selalu membuat pelatihan dan pendidikan kewirausahaan, tetapi belum maksimal dalam praktik karena kurangnya penataan internal kita sendiri,” kata Hj Khofifah.

Ia mengajak semua yang hadir untuk mempraktikkan ajaran Islam khususnya soal ekonomi. Penataan ekonomi dan upaya mengorganisasi para wirausahawan dari kalangan Muslimat NU ini untuk meningkatkan kesejahteraan para jamaah majelis taklim Muslimat NU.

KOKAM Tegal

Di hadapan sedikitnya 70 peserta pendidikan Menteri Sosial RI ini meminta pengurus Muslimat NU dan para ustadzah majelis taklim untuk mendorong jamaaahnya berwirausaha. Peningkatan kesejahteraan individu jamaah akan memberikan berkah bagi majelis taklim dan organisasi Muslimat itu sendiri. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Habib, Khutbah KOKAM Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Sejarawan: Autobiografi Idham Cholid Penting untuk Dibaca

Jakarta, KOKAM Tegal. Sejarawan Anhar Gonggong berpendapat para politisi dan mereka yang ingin tahu tentang sejarah NU dan situasi politik era 1950-an-1980-an harus membaca buku autobiografi KH Idham Chalid dengan Judul ”Napak Tilas Pengabdian Idham Chalid: Tanggung Jawab Politik NU dalam Sejarah”

Dijelaskan bahwa buku yang diterbitkan oleh Forum Indonesia Satu (FIS) ini adalah buku yang memberikan gambaran yang begitu bagus pergumulan mulai dari demokrasi liberal, demokrasi terpimpin sampai dengan masa pemerintahan Presiden Soeharto yang semuanya harus dihadapi dengan kesopanan dan etika politik tertentu.

“Saya menemukan Idham Chalid memiliki etika politik tertentu dalam menyelesaikan krisis yang harus dihadapinya. Tidak hanya pemimpin NU, tetapi sekaligus pemimpin bangsa, sayang jika tidak terbaca, karena informasi yang diberikan adalah informasi dari orang yang selama 28 tahun bergumul dengan segala situasi,” tandasnya dalam peluncuran buku tersebut, Kamis (6/3) malam.

Sejarawan: Autobiografi Idham Cholid Penting untuk Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Sejarawan: Autobiografi Idham Cholid Penting untuk Dibaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Sejarawan: Autobiografi Idham Cholid Penting untuk Dibaca

Dikatakannya, dalam periode awal republik yang penuh goncangan ini, para pemimpin nasional waktu itu adalah para tokoh muda yang minim pengalaman, termasuk Idham Chalid. Anhar mencontohkan upaya penyelesaian kasus pemberontakan yang dilakukan oleh Kolanel Simbolon di Sumatra Utara. Idham Chalid yang waktu itu Waperdam bidang keamanan meminta agar Simbolon tidak dipecat secara langsung, yang berarti berbeda pendapat dengan PM Ali Sastroamijoyo.

“Terjadi dialog yang sangat intens yang barangkali kita tidak mendapatkannya sekarang, dalam menghadapi persoalan politik dan keamanan ketika Idham Chalid dengan segala kemamuannya berusaha agar Simbolon tidak dipecat secara langsung, padahal PM Ali Sastroamijoyo mengatakan harus dipecat,” tambahnya.

Anhar menuturkan adanya dialog yang sangat menarik antara Idham Cholid dan Simbolon ditengah muktamar yang akan diadakan. Idham yang datang dari Padang ke Medan, bahkan ditakutkan akan ditangkap, tapi yang menarik, justru Simbolon meminta Idham ditempatkan dirumah walikota yang berdampingan dengan rumahnya agar tidak diganggu anak buahnya.

KOKAM Tegal

Selanjutnya Idham Chalid minta bertemu dan disitulah terjadi dialog yang menunjukkan kesopanan ditengah berbagai perbedaan pendapat. Anhar menuturkan Idham Chalid berkata “Saya datang untuk memberitahukan kepada anda bahwa akan ada muktamar NU. Simbolon menjawab “Silahkan lanjutkan, anda aman, walaupun mungkin ada anak buah saya yang ekstrim, tetapi saya jamin keamanan Pak Idham karena saya tahu Pak Idham berbeda dengan sikap perdana menteri,”

“Jadi disitu tampak Simbolon memahami Idham Chalid memiliki sikap yang berbeda dengan perdana menteri. Persoalannya terletak bagaimana Pak Idham menyampaikan persoalan yang didengar kepada presiden sehingga meminta agar menempuh cara lain agar konflik dan kekerasan tidak terjadi,” katanya.

Anhar menjelaskan bahwa buku ini menunjukkan apa yang dapat kita pelajari diantara orang yang berbeda pendapat dan posisi yang berbeda. “Sebenarnya kita boleh berbeda pendapat, tetapi ada satu hal yang tak bisa dihilangkan, bagaimana kita bersikap bahwa kita adalah satu bangsa dan kita harus menyelesaikan persoalan ini. Ini yang saya tangkap dari buku ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Ia menuturkan “Lebih dari itu, buku ini memberikan informasi bahwa ada sikap kepemimpinan yang harus dimiliki dalam menghadapi krisis yang ada. Dan Idham Chalid menunjukkannya.” tukasnya. (mkf)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, AlaSantri, Budaya KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock