Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Februari 2018

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

Jakarta, KOKAM Tegal. Ancaman ledakan jumlah penduduk di Indonesia akan menimbulkan banyak dampak negatif yang bahkan sulit untuk diramalkan. Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengusulkan untuk melakukan kembali sentralisasi urusan kependudukan.

“Diberbagai daerah, urusan kependudukan dan KB biasanya digabung dengan dinas lainnya dan pemda biasanya hanya mengucurkan dana yang kecil karena dianggap membebani APBD. Ini terjadi karena mereka kurang memahami aspek kependudukan yang dianggapnya hanya masalah administrasi,” tandasnya kepada KOKAM Tegal.

Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur tersebut mengatakan bahwa sebenarnya ia sudah menyadari potensi ledakan penduduk saat ia masih menjadi menteri. Namun upaya konsolidasi dan koordinasi dengan fihak terkait lainnya belum selesai ketika ia turun dari jabatannya.

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sentralisasikan Kembali Urusan Kependudukan

“Nantinya beban pemerintah semakin berat karena harus menyediakan fasilitas kesehatan, pendidikan sampai dengan lapangan kerja,” imbuhnya.

Jika hal tersebut diatas tidak dapat diatasi, akan menimbulkan dampak sosial yang luar biasa seperti kriminalitas dan bahkan bisa menimbulkan bencana politik.

KOKAM Tegal

Hal-hal yang harus diantisipasi oleh pemerintah berkaitan dengan kependudukan menurutnya adalah masalah mobilitas, kualitas dan kuantitas. “Saat ini konsentrasi penduduk di pulau Jawa dan tingginya tingkat urbanisasi, khususnya di Jakarta,” paparnya.

Sementara itu berkaitan dengan kualitas penduduk, Indonesia saat berada dalam peringkat 108 dalam Human Development Index, jauh dibawah negara tetangga seperti Singapura, Malaysia maupun Thailand.

Berdasarkan data BPS, secara kuantitas, saat ini jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 220 juta dengan jumlah kelahiran bayi sekitar 4 juta per tahun. “Meskipun ada otonomi daerah, tapi untuk urusan kependudukan, perlu ada pengecualian khusus karena beban pemerintah sudah berat,” tegasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Tokoh, Doa KOKAM Tegal

Jumat, 02 Februari 2018

MWCNU Krucil Safari Ramadhan dari Ranting ke Ranting

Probolinggo, KOKAM Tegal - Dalam rangka mempererat ukhuwah nahdliyah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo mengadakan kegiatan Safari Ramadhan. Mereka mengunjungi ranting-ranting NU secara bergantian selama bulan Ramadhan 1438 H.

Turut serta dalam Safari Ramadhan ini jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka) Kecamatan Krucil (Camat, Kapolsek dan Danramil) sekaligus jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Krucil baik lembaga maupun badan otonom (banom) NU.

MWCNU Krucil Safari Ramadhan dari Ranting ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Krucil Safari Ramadhan dari Ranting ke Ranting (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Krucil Safari Ramadhan dari Ranting ke Ranting

Rais Syuriyah MWCNU Kecamatan Krucil Moh Bahrawi mengatakan, Safari Ramadhan ini merupakan suatu wadah silaturahmi yang sangat bermanfaat dalam upaya perbaikan masyarakat di masa depan.

KOKAM Tegal

“Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai media untuk menyampaikan informasi program NU di semua jenjang tingkatan kepada warga NU,” ujarnya, Ahad (4/6) sore.

KOKAM Tegal

Dalam Safari Ramadhan ini, Bahrawi juga mengimbau seluruh Muslim agar dapat menjalankan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya serta dan bagi non-Muslim agar menghormati dan menghargai umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Dengan saling menghargai dan menghormati, maka kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Krucil akan terus terjaga dengan baik. Hal ini tentunya menjadi modal penting dalam rangka menjalankan program-program NU ke depan,” jelasnya.

Melalui Safari Ramadhan ini ia mengharapkan agar nantinya mampu menumbuhkan sebuah komunikasi dan koordinasi dalam mendukung semua program NU ke depan.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini warga NU, khususnya yang ada di Kecamatan Krucil mampu menyerap ilmu yang disampaikan oleh para kiai dan tokoh agama sebagai modal dalam mencapai keridhaan dari Allah SWT,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku

Cirebon, KOKAM Tegal. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Kaukus Muda Nahdlatul Ulama Cirebon meluncurkan sebuah buku bertajuk “Jare Ente Priben: Gagasan dan Inspirasi Refleksi Kemerdekaan RI” di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kotamadya Cirebon, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (16/8) malam.

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

HUT Kemerdekaan, Kaukus Muda NU Cirebon Luncurkan Buku

Dalam buku berjilid warna kuning dengan gambar peta Indonesia tersebut,? dimuat sebanyak 34 artikel yang merupakan hasil tulisan dari kalangan muda? NU yang tersebar di Kabupaten dan Kota Cirebon.

Seperti yang diungkapkan Johandi, koordinator Kaukus Muda Nahdlatul Ulama Cirebon, buku tersebut diharapkan dapat menjadi sebuah bahan bacaan sekaligus refleksi bagi masyarakat Cirebon terkait dengan pemaknaan hari kemerdekaan Indonesia.

KOKAM Tegal

“Buku ini menyajikan gag? san, inspirasi dan inovasi beberapa tokoh muda NU yang dimotori Kaukus Muda NU Cirebon dalam berkiprah dan berdedikasi untuk bangsa Indonesia yang kita cintai,” ungkap Johandi.

KOKAM Tegal

Secara terperinci Johandi menjelaskan, isi dari buku ini sebagian besar memuat tentang? pemaknaan kemerdekaan secara bebas dari para penulisnya, akan tetapi, menurutnya, semua terbingkai pada semangat kritik? untuk perubahan sosial masyarakat Cirebon.

“Isinya bukan semata joke, kecaman, atau kepedihan, melainkan refleksi untuk mendudukkan manusia Indonesia dalam porsi penilai bebas, bebas menilai negeri yang dicintai ini dengan perspektif nan variatif, bebas mengatakan mau apa, mau dibawa ke mana negeri ini, bebas pula menilai pemimpinnya,” katanya.

Buku yang dicetak untuk kalangan terbatas ini dibagikan secara gratis kepada para peserta yang berkesempatan hadir. Dalam diskusi dan peluncuran tersebut, hadir pula beberapa perwakilan dari pengurus badan otonom, lembaga, lajnah serta organisasi ke-NUan lainnya. (Sobih Adnan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, AlaSantri KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

Cari Berkah denganTarawih Keliling

Pekalongan, KOKAM Tegal. Kota Pekalongan yang kental dengan para ulama dan habib bisa digolongkan sebagai kota yang memiliki tradisi ke-NU-an yang begitu kuat. Setiap bulan Ramadhan tiba, banyak masyarakat Pekalongan yang ngalap (mencari) berkah lewat kegiatan tarawih keliling masjid-masjid yang ada di Pekalongan.

Cari Berkah denganTarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)
Cari Berkah denganTarawih Keliling (Sumber Gambar : Nu Online)

Cari Berkah denganTarawih Keliling

Seperti halnya yang dilakukan oleh Irzam Hasani (21), mahasiswa Undip Semarang. Ia rela menyempatkan diri untuk pulang ke kampung halaman guna menikmati nuansa Ramadhan di Pekalongan. Bersama dengan dua rekannya, Shofiyullah dan Khadziq, mereka ingin meramaikan bulan Ramadhan kali ini dengan melakukan tarawih keliling ke masjid maupun majelis habaib yang ada di Kota Batik ini.

Pada malam ke-4 di bulan Ramadhan ini, Jumat (12/7), mereka memulai kegiatan tarawih kelilingnya di gedung Kanzus Shalawat, Pekalongan. Di gedung Kanzus Shalawat yang biasa digunakan untuk majelis maulid Nabi ini, digelar salat tarawih berjamaah selama bulan Ramadhan.

KOKAM Tegal

Bersama sekitar 30 jamaah yang rata-rata berasal dari Pekalongan dan sekitar mereka terlihat khusyuk melaksanakan salat tarawih. Sebagai imam, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, menantu dari Habib Muhammad Luthfi bin Yahya, juga mengajak jamaah untuk berdzikir selepas salat tarawih.

Ketika ditanya tentang alasannya melakukan tarawih keliling ini, Irzam mengatakan dirinya bersama dua rekannya ingin ngalap berkah kepada habaib yang ada di Pekalongan. “Mumpung pulang kampung, saya sempatkan untuk tarawih keliling ke tempatnya habaib,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Senada dengan Irzam, Khadziq yang sedang menempuh pendidikan di STAIN Pekalongan ini juga menyampaikan niatnya melakukan kegiatan ini. “Kita pengen ngalap berkah dengan salat bersama habib, alhamdulillah bisa kesampaian,” tutur mahasiswa yang juga aktif di PMII STAIN ini.

Untuk malam berikutnya mereka berencana melanjutkan tarawih kelilingnya ini ke masjid Raudhah, Pekalongan, masjid milik Habib Baqir Alatas yang juga sering dijadikan sebagai tempat untuk tarawih keliling oleh masyarakat Pekalongan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Rodif Hafidz

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Humor Islam KOKAM Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Bandung, KOKAM Tegal



Tiga tahun berturut-turut, sejak 2015 ribuan santri mengikuti turnamen sepak bola pada ajang Liga Santri Nusantara yang digelar Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlaltul Ulama (RMINU) bekerja sama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Bahkan tahun ini, santri yang mengikuti turnamen itu diperkirakan 22 ribu santri dari 1048 pesantren di seluruh Indonesia. 

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Yakin Kiai Bisa Atur Santri Kapan Harus Ngaji dan Sepak Bola

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengaku percaya sepenuhnya kepada para kiai akan bisa mengatur para santri kapan mereka harus mengaji dan sepak bola. Para kiai telah berpengalaman mengatur ribuan santri. Dan titah kiai akan selalu dipatuhi para santri.   

“Saya yakin, saya yakin, kiai akan mengatur itu, kiai bisa mengatur itu, kapan waktunya ngaji, shalat, kapan waktunya tahajud, istighotsah, kapan waktunya sepak bola,” katanya selepas menonton Grand Final Liga Santri Nusantara tahun lalu dari awal hingga usai di stdion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta antara kesebelasan Walisongon dan Nur Iman. 

Liga Santri Nusantara, lanjut kiai yang pernah nyantri di Kempek, Lirboyo, dan Krapyak ini, tidak lain untuk menggali bakat para santri. Ia meyakini jutaan santri di Indonesia adalah sumber bakat terpendam dalam berbagai hal, termasuk olahraga. Namun sampai saat ini masih sebatas potensi, belum menjadi prestasi.  

KOKAM Tegal

“Santri-santri kita ini punya potensi, tapi belum dimenej dan dikembangkan. Sehingga potensi belum menjadi prestasi,” ungkap pengasuh pondok pesantren Al-Tsaqofah Ciganjur, Jakarta Selatan itu. 

Dengan adanya Liga Santri Nusantara, ia berharap akan bermunculan sepak bola di Timnas Indonesia yang berprestasi dari kalangan pesantren. Hal itu akan mengangkat nama pemainnya, pesantrennya sendiri dan NU. 

Ia menyebutkan, dalam sepak bola memiliki sisi positif yang bisa dikembangkan, yang selama ini menjadi sikap para santri. 

“Di dalam sepak bola ada sifat yang positif, yaitu tidak boleh memiliki sikap egois. Ada kerja sama, dengan memberikan bola kepada temannya, terbangun jaringan yang sangat solid, membangun teamworking yang sehat untuk kemenangan bersama,” jelasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Jadwal Kajian, Berita KOKAM Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Muhammadiyah, Sistem Formatur tapi Prioritaskan Suara Terbanyak

Jakarta, KOKAM Tegal. Muhammadiyah, termasuk salah satu ormas Islam yang berdiri sebelum kemerdekaan Indonesia yang kini usianya telah lebih dari 100 tahun. Organisasi yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan pada November 1912 ini telah membuktikan kemampuannya bertahan menghadapi berbagai perubahan zaman.?

Muhammadiyah, Sistem Formatur tapi Prioritaskan Suara Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)
Muhammadiyah, Sistem Formatur tapi Prioritaskan Suara Terbanyak (Sumber Gambar : Nu Online)

Muhammadiyah, Sistem Formatur tapi Prioritaskan Suara Terbanyak

Jaringan organisasinya telah tersebar di seluruh pelosok negeri dan amal usahanya yang terdiri dari sekolah, rumah sakit, universitas dan sektor usaha lain diperkirakan nilainya antara 10-15 trilyun. Kekokohan dan stabilitas organisasi ini salah satunya ditunjang oleh kelembagaan yang kokok dan pola rekrutmen kepemimpinan yang telah tersistem dengan baik.?

Abdul Mu’ti, sekretaris PP Muhammadiyah kepada KOKAM Tegal di kantor PP Muhammadiyah, Cikini Jakarta Pusat menjelaskan ketua umum Muhammadiyah dipilih dalam forum muktamar yang diselenggarakan setiap lima tahun sekali dengan sistem formatur. Muktamirin memilih 13 orang formatur yang akan memilih ketua umum.

KOKAM Tegal

“Kekuasaan tertinggi di pimpinan yang 13 orang itu. Mereka bisa memilih ketua umum dari 13 orang itu atau dari luar, tetapi biasanya yang selama ini berjalan, yang mendapat suara terbanyak ditanya di forum rapat. Kalau bersedia menjadi ketua umum, ya silahkan, kalau tidak, ya nanti dipilih siapa diantara mereka atau bisa memilih di luar orang,” katanya.

KOKAM Tegal

Ia menjelaskan, penawaran prioritas pertama kepada anggota formatur yang memperoleh suara terbanyak merupakan bagian dari menjaga etika. Setelah itu, baru ditunjuk kelengkapan pimpinan seperti sekretaris umum, bendahara umum dan lainnya.?

“Biasanya enak-enakan saja, siapa jadi apa. Ngak pernah voting,” ujarnya. ?

Mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah ini menjelaskan, di Muhammadiyah secara struktural pimpinan persyarikatan terdiri dari empat unsur, yang satu disebut sebagai pimpinan, kedua, majelis, yang ketiga lembaga dan keempat, biro. Yang dipilih dalam permusyawaratan adalah pimpinan yang jumlahnya antara 9-13. Untuk tingkat pusat selalu 13, wilayah 13, sedangkan daerah (setara dengan PCNU) antara 9-13.

Proses pemilihan di tingkat pusat meliputi empat tahap. Yang pertama adalah tahap pengusulan calon pimpinan oleh anggota PP, anggota tanwir, dan pimpinan ortom (organisasi otonom). Anggota PP adalah 13 orang ditambah pimpinan yang ditunjuk. Anggota tanwir berjumlah empat dari masing-masing wilayah ditambah dua orang perwakilan organisasi otonom di di tingkat pusat seperti Pemuda Muhammadiyah, Nasiyatul Aisiyah, dll.

Lalu, calon-calon tersebut masuk ke panitia pemilihan (panlih) untuk diseleksi apakah memenuhi persyaratan seperti minimal keanggotaan selama enam tahun dibuktikan dengan kartu anggota. Kemudian pernah menjadi pimpinan di organisasi otonom di tingkat pusat atau majelis lembaga di tingkat pusat, atau pimpinan persyarikatan di tingkat wilayah atau daerah.?

Pada tahap ketiga, nama-nama tersebut selanjutnya dipilih dalam sidang tanwir, yang melekat dengan muktamar. Biasanya satu hari menjelang muktamar ada sidang tanwir untuk memilih 39, kelipatan tiga dari nama yang akan dipilih di muktamar.?

Dalam hal ini, masing-masing anggota tanwir yang jumlahnya sekitar 150 orang mengusulkan 39 calon yang telah memenuhi syarat yang selanjutnya diranking dan diambil 39 terbanyak. Tidak boleh ada nama yang sama.?

“Jadi ngak boleh saya menulis nama saya berkali-kali. Jadi kalau ada yang menulis nama ? yang sama, tidak sah. Harus 39 nama yang berbeda.”?

Nama-nama inilah yang kemudian dibawa ditahap ke empat yaitu di muktamar. Peserta muktamar memilih 13 dari 39 nama tersebut.

Pimpinan yang 13 orang tersebut, selain berkewajiban memilih ketua umum juga punya kewenangan untuk mengambil keputusan apakah akan anggota pimpinan atau tidak. Penambahan itu tidak mempertimbangkan perolehan suara, tetapi diserahkan pada pimpinan yang ketiga belas itu. Misalnya waktu muktamar Yogyakarta jumlahnya menjadi 19 orang, yang satu merupakan ketua umum Aisyiyah yang secara ex officio masuk pimpinan. Masuknya ketua umum Aisyiyah ini merupakan kebijakan yang baru pertama kali diterapkan di muktamar Yogyakarta pada 2010.?

Ia menambahkan, muktamar Muhammadiyah akan dilakukan pada Agustus 2015 mendatang di Makassar, mundur satu bulan dari jadual seharusnya pada Juli karena berbarengan dengan puasa Ramadhan. Saat ini, panlih sudah mengirimkan surat kepada anggota tanwir dan pimpinan untuk mengusulkan nama.

“Muktamar lalu sekitar satu tahun nama-nama sudah diusulkan, yang ini kurang lebih sama juga. Sekitar 10 bulan,” tambahnya.

Ia mengaku tidak tahu mulai kapan sistem tersebut mulai diterapkan, tetapi yang jelas, pada zaman KH Ahmad Dahlan belum memakai mekanisme ini. Sepengetahuannya, sejak kepemimpinan AR Fachruddin sudah berjalan seperti ini.?

“Saya tidak tahu persis kapan mulainya, setahu saya dari dulu sudah begini.”?

Di tingkat pengurus wilayah dan daerah Muhammadiyah juga menggunakan mekanisme yang mirip yang diusulkan dari tingkat Cabang atau setingkat kecamatan.?

Kelemahan sistem formatur seperti ini adalah hanya orang-orang populer yang bisa masuk struktur pimpinan. Karena itu, 13 orang tersebut memiliki kewenangan untuk menambah anggota yang dianggap memiliki potensi. Tak harus dalam struktur pimpinan, tetapi bisa juga masuk dalam majelis.? ?

Alhamdulillah sistem kita sudah sangat mapan. Karena dengan seleksi yang ketat, di Muhammadiyah kecil kemungkinan ada kutu loncat. Orang yang tidak pernah tampil di pimpinan mustahil masuk karena seleksinya dari awal. Minimal sudah pernah menjadi anggota selama enam tahun, pernah di pimpinan,” paparnya.

Ketentuan seleksi ini dipatuhi dengan ketat. Ia mencontohkan, dalam Muktamar Muhammadiyah di Malang pada 2005 ada tokoh Muhammadiyah, seorang mantan menteri agama, tetapi karena keanggotaannya belum memenuhi persyaratan, oleh panitia didiskualifikasi.?

Ia menambahkan, hak suara masing-masing daerah atau setingkat kabupaten berbeda sesuai dengan kuota yang diatur oleh PP. Secara otomatis, masing-masing daerah mengirimkan dua peserta tetapi ada tambahan tergantung jumlah cabangnya.?

“Kalau peserta daerah dua orang, ini otomatis, besar atau kecil, tetapi ada tambahan lain tergantung jumlah cabangnya. Kalau ngak salah satu sampai enam cabang itu satu. Kalau satu daerah punya enam cabang, berarti dua plus satu, berarti punya tiga hak suara,” tuturnya.?

Untuk organisasi otonomnya, terdapat berbagai pola penentuan ketua umum. Untuk Pemuda Muhammadiyah, menggunakan mekanisme pemilihan langsung sedangkan untuk Ikatan Pelajar Muhammadiyah, (IPM), Nasiyatul Aisiyah (NA) menggunakan sistem formatur. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) tahun ini memilihnya juga formatur,“ tandasnya. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Senin, 20 November 2017

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

Jakarta, KOKAM Tegal. Bencana yang datang bertubi-tubi di Indonesia telah menimbulkan korban yang jumlahnya sangat besar. Sampai saat ini belum terdapat upaya penanganan yang komprehensif yang melibatkan masyarakat dalam mengatasi dan menangani bencana.

NU sebagai ormas keagamaan terbesar di Indonesia merasa prihatin dengan kondisi tersebut dan merasa berkewajiban untuk turut terlibat dalam upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan bencana tersebut.

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRM Lakukan Strategic Planning Atasi Bencana

“Dari keprihatinan itu, PBNU berusaha melibatkan pesantren dalam membantu upaya pencegahan dan penanggulangan bencana,” tandas Program Manager Community Based Disaster Risk Management (CBDRM) Avianto Muhtadi di Jakarta, Selasa.

Karena sebelumnya belum ada lembaga di bawah NU yang menangani bencana secara komprehensif, maka langkah pertama yang akan dilakukan adalah memberikan kesadaran akan bencana dan keberadaan CBDRM secara komprehensif ke lingkungan NU dan pesantren. Upaya ini akan dilakukan dengan menggelar workshop yang melibatkan pesantren, PBNU, PWNU, PCNU, badan otonom dan para ahli yang akan merumuskan strategi penanganan bencana.

“Sampai saat ini, potensi kerjasama swasta dan partisipasi masyarakat dengan pemerintah masih kurang. Penanganan bencana tak hanya bisa dibebankan pada pemerintah, dibutuhkan sinergi dan kerjasama yang intens antar kedua belah fihak,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Workshop yang akan diselenggarakan pada 13-14 September di Bandung  ini akan membahas seluruh aspek penanganan bencana mulai dari konsep manajemen bencana, masalah kesehatan, kerentanan sosial dan partisipasi masyarakat, perpektif NU dalam penanganan bencana sampai dengan konsep fikih bencana.

Program ini terselenggara atas kerjasama antara PBNU, Ausaid dan para tenaga ahli dari pust mitigasi bencana ITB yang nantinya akan berperan sebagai technical assistant. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Amalan, Ahlussunnah, Olahraga KOKAM Tegal

Minggu, 19 November 2017

STISNU Kritik Mendagri soal Mandegnya Perda Pemberdayaan Pesantren

Tangerang, KOKAM Tegal. Tim Pengabdian Masyarakat 2016 Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang prihatin atas ketidakpekaan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) membaca peraturan atas rencana pembuatan Peraturan Daerah tentang Pesantren di Banten.

Nurullah, ketua tim pengabdian masyarakat STISNU menjelaskan, pihkanya kecewa atas jawaban surat dari Kemendari No. 188.34/8829/OTDA yang ditujukan Sdr. Plt. Gubernur Banten yang menyatakan bahwa kewenangan pengaturan pesantren adalah hak pemerintah pusat, bukan pemerintah daerah.

STISNU Kritik Mendagri soal Mandegnya Perda Pemberdayaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Kritik Mendagri soal Mandegnya Perda Pemberdayaan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Kritik Mendagri soal Mandegnya Perda Pemberdayaan Pesantren

"Saya kecewa, pihak kemendari tidak menilai semangatnya untuk memberdayakan pesantren. Saya rasa mereka terjebak dengan istilah pengaturan, padahal dalam rencana peraturan daerah ditulis pemberdayaan,” ujarnya.

Muhamad Qustulani anggota tim pengabdian lainnya menambahkan, pemerintah keliru memahami pesantren sebagai institusi agama, padahal pesantren adalah bagian dari lembaga pendidikan. Mereka selalu beralasan dengan UU 23 Tahun 2014 yang menyatakan agama domain pemerintahan pusat.?

KOKAM Tegal

Padahal jelas itu bertentangan UU No. 22 Tahun 1989 yang disempurnakan dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional memuat pada pasal 30 ayat 1 sampai 4 memuat bahwa pondok pesantren termasuk pendidikan keagamaan dan merupakan bagian dari sistem pendidikan nasional.

"Jelas pesantren bukanlah institusi agama, bukan agama, tidak mengatur agama, akan tetapi pesantren adalah lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu agama,” tegas Qustulani.

KOKAM Tegal

PMA No. 13 Tahun 2014 yang mengatur Pesantren dengan sistem muadalah, alumninya sejajar dengan lembaga pendidikan lain, itu hanya mengatur pesantren-pesantren yang jumlah santrinya mencapai 300 orang. Pertanyaannya? Bagaimana dengan pesantren di Kabupaten Tangerang atau Banten yang jumlahnya hanya puluhan? Bangunanya kumuh (balerombeng)? MCK-nya sungguh amat memprihatinkan, bahkan santri banyak MCK di kali?

"Jelas, PMA (Peraturan Menteri Agama, red) tidak menjangkau pesantren yang seperti itu,” tambahnya.

"Saya berharap Kemendagri baca Perdanya dengan utuh, Perda tersebut tidak mengatur keberadaan pesantren, tapi menjadi payung hukum pemerintah daerah untuk memberdayakan pesantren, seperti dinas-dinas selain Kementerian Agama di Daerah juga bisa masuk ke pesantren, bisa melaksanakan kegiatan pembinaan bisnis, beternak, berwirausaha, BLK, dan CSR perusahaan pun bisa untuk pemberdayaan pesantren".?

Fahmi Irfani, tim pengabdian lainnya pun berharap kemendagri menindaklanjuti dan merekomendasikan peraturan daerah tentang pemberdayaan pesantren.?

"Kami akan kawal sampai lahirnya peraturan daerah pemberdayaan pesantren, termasuk penerapannya di pemerintah daerah," tambahnya.

"Andai harus diperbaiki, maka akan kami dorong Perda tersebut untuk diperbaiki. Ini demi masa depan generasi pesantren selanjutnya,” tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan upgrading perjalanan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat di STISNU Nusantara Tengerang pada Ahad, 11 November 2016 dalam Forum Group Discussions (FGD) bersama para dosen di STISNU Nusantara. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul Ulama, Pesantren, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Selasa, 14 November 2017

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

Jakarta, KOKAM Tegal. Deputi Pencegahan Badan Nasional Narkotika (BNN) Ali Johardi mengungkapkan, saat ini banyak narkotika jenis baru ditemukan. Narkotika jenis baru ini bukan narkotika asli seperti sabu, kokai, putau, dan lainnya, tetapi ia diracik dari berbagai macam bahan termasuk memasukan unsur narkotika asli tersebut. Setidaknya, ada 67 jenis narkotika yang ditemukan oleh BNN hingga saat ini. 

“Baru 67 jenis narkotika baru ditemukan di Indonesia. Di dunia, sudah tersebar 800 jenis narkotika baru,” kata Ali saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai-Daiyah Kader NU 2017 di Gedung PBNU, Selasa (30/5).

Saat ini, lanjut dia, orang lebih suka menggunakan narkotika jenis baru karena narkotika jenis tersebut memiliki efek yang lebih ampuh dari pada yang konvensional. Selain itu, kata Ali, dari 67 yang sudah ditemukan, hanya 43 jenis yang baru ada Undang-undangnya. 

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peredaran Narkoba Semakin Canggih, BNN: Tugas Dai Semakin Berat

“Sisanya 24 belum diundang-undangkan. Berarti masih bebas. Narkotika konvensional itu sudah mulai ditinggalkan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pengguna narkotika dari tahun ke tahun semakin meningkat. Tahun 2010, ada sekitar 1,5  juta, sementara tahun 2015 ada sekitar 6 juta pengguna narkotika. 

KOKAM Tegal

“Menurut BNN, pengguna mencapai 6 juta,” ucapnya.

Selain itu, ia menambahkan, para pengguna tersebut bukanlah orang yang tidak mengerti akan bahaya narkoba. “Penelitian Bappenas menunjukkan, 90 persen anak-anak kita yang menggunakan narkotika tahu bahaya narkotika,” katanya.

Maka dari itu, tugas bangsa Indonesia, terutama dai, semakin berat karena permasalahan narkotika sudah sampai pada generasi muda.  

KOKAM Tegal

“Makanya, tugasnya dai semakin berat. Mulai dari mana mencegah penggunaan narkoba, lha anak-anak kita sudah tahu bahanya tapi masih menggunakan,” tuturnya.

Ali menegaskan, ada dua hal yang dilakukan oleh BNN. Pertama, memutus mata rantai peredearan dan penyelundupan narkotika. Kedua, melakukan pencegahan sejak dini dan rehabilitasi bagi yang sudah menggunakan narkotika. (Muchlishon Rochmat/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Meme Islam, PonPes, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Kamis, 09 November 2017

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Probolinggo, KOKAM Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo terus melakukan penataan organisasi di semua tingkatan. Salah satunya dengan mewujudkan tertib administrasi untuk membentuk organisasi yang solid dan berkualitas.

Demi mewujudkan hal tersebut, PC GP Ansor Kota Kraksaan memberikan sosialisasi akreditasi kepada para pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor se-Kota Kraksaan, Kamis (8/9).

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

23 PAC GP Ansor Kraksaan Dilatih Penataan Organisasi

Kegiatan yang diikuti oleh 39 orang peserta perwakilan dari 23 PAC se-Kota Kraksaan ini dihadiri narasumber dari PC GP Ansor Kota Kraksaan. Mereka diberi materi meliputi bidang administrasi, LKP, LKMS, Satkorcab serta Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor.

KOKAM Tegal

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Kraksaan Masrur Ghazali mengungkapkan sosialisasi akreditasi ini dilakukan supaya para pengurus Ansor di semua tingkatan, khususnya PAC dan Ranting bisa tertib administrasi.

KOKAM Tegal

“Tertib administrasi ini sangat penting untuk dipahami oleh semua pengurus GP Ansor. Sebab maju dan tidaknya suatu organisasi itu dilihat dari tertib administrasinya,” katanya.

Menurut Masrur, tertib administrasi ini merupakan kunci sukses sebuah organisasi. Meskipun pengurusnya handal tetapi administrasinya jelek maka semuanya akan terlihat jelek.

“Melalui kegiatan ini kami berharap agar para pengurus Ansor baik di tingkat PAC maupun Ranting bisa sadar akan pentingnya tertib administrasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah KOKAM Tegal

Selasa, 07 November 2017

Kementerian Desa Jalin Kemitraan dengan Muslimat NU

Jakarta, KOKAM Tegal. Kementerian? Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) resmi menggandeng Muslimat NU. Kedua belah pihak telah meneken nota kesepahaman (MoU) di Jakarta. Masing- masing sepakat untuk melaksanakan kegiatan yang berorientasi menyejahtarakan rakyat.

MoU tersebut ditandatangani di depan pengurus Pimpinan Pusat Muslimat yang kebetulan menggelar Rapat Pleno di kantor Pusdiklat Kemensos, Jalan Margaguna, Jakarta Selatan.

Kementerian Desa Jalin Kemitraan dengan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Desa Jalin Kemitraan dengan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Desa Jalin Kemitraan dengan Muslimat NU

Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Muslimat NU punya kebiasaan meningkatkan pengayaan di tengah rapat pleno. "Ini kebiasaan lama Muslimat. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi semua," katanya.

KOKAM Tegal

Perempuan yang menjabat sebagai Menteri Sosial ini menambahkan, pada kesempatan tersebut Muslimat juga menjalin kerja sama dengan My NU dan Wardah. Kerja sama ini terkait dengan peningkatan dan pengetahuan ketarampilan tentang kosmetik.

KOKAM Tegal

"Banyak ibu-ibu tak tahu bahwa pakai kosmetik itu halal atau haram. Dengan begitu semua akan jelas,” terangnya.

Khofifah berharap, masing-masing kerja sama bermanfaat bagi kader muslimat yang jumlahnya mencapai 32 juta. "Di belakang kita ada 32 juta umat. Moga semua ini membawa manfaat," katanya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah KOKAM Tegal

Minggu, 22 Oktober 2017

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji

Makassar, KOKAM Tegal. Universitas Islam Makassar mengadakan acara menre bola (masuk gedung/rumah baru) dirangkaikan dengan pelantikan pejabat struktural dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang dipusatkan di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain UIM, Sabtu 27 Desember 2014.?

Sebelum prosesi resmi menre bola, telah ditamatkan Al Quran dan Kitab Barazanji oleh para penghafal dari Jammiyatul Qurra Wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQH) NU Sulsel di Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, gedung baru Fak. Ilmu Kesehatan, gedung baru Fak. Teknik, gedung baru Fak. Agama Islam, gedung baru Fak. Pertanian, gedung baru Fak. Sospol, gedung Fak. Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta Fak. Sastra dan Humaniora.

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji (Sumber Gambar : Nu Online)
UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji (Sumber Gambar : Nu Online)

UIM Masuk Gedung Baru dengan Khatam Quran dan Barazanji

Katib Syuriyah Dr Ruslan membacakan Riwayat Hidup Drs. KH. Muhyiddin Zain yang ditulis oleh Kiai Abdurrahman yang dikenal Abdurrahman Bola Dunia, dimana dalam riwayat hidup itu diungkapkan sepak terjang beliau ketika hidup, pengabdiannya terhadap lembaga pendidikan Nahdlatul Ulama di Sulawesi Selatan, dan peranan serta pengabdiannya di Nahdlatul Ulama

Dalam sambutan Rektor UIM Dr Majdah tak lupa ? berterima kasih kepada para pendahulu yang telah membantu membesarkan Universitas Islam Makassar, bahkan Majdah berterima kasih kepada semua petugas keamanan dan kebersihan yang telah mengorbankan waktunya demi memajukan Universitas Islam Makassar yang juga perguruan tinggi Nahdlatul Ulama.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Majdah juga berterima kasih kepada semua komponen Tri Matra yang telah menyematkan nama ayahandanya di Gedung Auditorium yakni Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, ungkap Majdah yang terbata-bata dan sambil meneteskan air mata.

Kemudian Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali mengungkapkan latar belakang penamaan Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, dimana ada tiga nama yang muncul yakni Hadji Kalla ayah dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla karena dialah yang berjasa membangun kompleks Universitas Islam Makassar, Kedua, Drs KH Muhyiddin Zain, beliau adalah Rektor Pertama Universitas Al Gazali (embrio dari UIM) karena Auditorium ini adalah gedung ilmiah, maka dinamakan Muhyiddin Zain, dan yang ketiga Al-Gazali karena nama ini sudah jauh melekat dengan perguruan tinggi ini.

Namun hasil kesepakatan Tri Matra UIM yakni Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan, Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar, dan Rektor UIM serta anggota senat UIM memutuskan memberi nama pada gedung serba guna ini, Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain, tambahnya

Tampak hadir Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Al-Gazali Makassar Prof Iskandar Idy yang juga Ketua Tanfidziyah PWNU Sulsel, Rektor UIM Dr Andi Majdah Agus AN, Khatib Syuriyah NU Sulsel Dr Ruslan, Arfin Hamid Sekretaris NU Sulsel, Para Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Se Sulawesi Selatan, Para penghafal Quran dan ratusan mahasiswa UIM memadati Auditorium Drs. KH. Muhyiddin Zain. (andy m idris/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hikmah, Ahlussunnah, Tegal KOKAM Tegal

Kamis, 19 Oktober 2017

Menjadi Orang Bermanfaat Tak Semudah Menjadi Orang Baik

Jember, KOKAM Tegal. Tak bisa dibantah bahwa berorganisasi sangat penting bagi mahasiswa. Sebab, organisasi bukan hanya sebagai kawah candradimuka calon pemimpin, tapi juga proses pemenuhan kebutuhan sosial. Demikian disampaikan Wakil Sekretatis PCNU Jember, Moch Eksan saat menjadi pemateri dalam Sekolah Organisasi Prodi Tadris Ilmu Pengetahan Sosial, Fakultas Tarbiah dan Ilmu Keguruan IAIN Jember, Ahad(14/5).?

Menurutnya, organisasi mengajarkan manusia mengelola konflik kepentingan, menjalani hidup harmoni dalam keberagaman dan memperjuangkan cita-cita bersama. "Jadi berorganisasi itu, selain dilatih menjadi pemimpin, juga karakter sosial kita diasah. Makanya, kalau ? di organisasi, sikap-sikap individualistik, lama-lama tergerus," ? ucapnya.

Oleh karena itu, politisi partai Nasdem tersebut mendorong agar kalangan mahasiswa tidak segan-segan untuk bergabung dalam organisiasi, baik intra maupun ekstra kampus. Di situlah minat dan bakat akan semakin terasa dan mendapatkan tempat penyaluran serta pengembangannya. Apapun organisasinya, pasti bermanfaat, kecuali organsisasi yang mengarah atau berafiliasi pada gerakan radikal. Tak ada waktu yang sia-sia dalam berorganisasi. Semua waktu bernilai sosial dalam rangka memberikan manfaat terhadap sesama.

Menjadi Orang Bermanfaat Tak Semudah Menjadi Orang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjadi Orang Bermanfaat Tak Semudah Menjadi Orang Baik (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjadi Orang Bermanfaat Tak Semudah Menjadi Orang Baik

"Bukankah Islam mengajarkan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya. Dan organisasi itu tak ayal juga menjadi salah satu kanal untuk memberikan manfaat," jelasnya.

Azas manfaat itu semakin terasa penting, lebih-lebih karena nilai manusia di mahkamah Tuhan adalah terletak pada nilai manfaatnya bagi manusia yang lain. "Menjadi orang baik itu mudah. Diam saja sudah jadi orang baik. Namun untuk menjadi orang yang bermanfaat, itu sulit. Sebab, membutuhkan perjuangan dan pengorbanan," urainya. (Aryudi A. Razaq/Zunus)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Pesantren KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Rabu, 18 Oktober 2017

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Jakarta, KOKAM Tegal. Tak hanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) pun turut memprotes langkah pemerintah yang akan meliburkan sejumlah sekolah di Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush ke Indonesia 20 Nopember Senin (20/11) mendatang.

“Ini (peliburan sekolah, Red) jelas merugikan anak-anak sekolah. Padahal kalau dilihat kaitannya, kedatangan Bush dan aktifitas di sekolah nyaris tidak ada hubungannya, walaupun alasannya demi keamanan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPPNU, Wafa Patria Umma kepada KOKAM Tegal, di Jakarta, Rabu (8/11) malam.

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Sebagaimana diberitakan situs ini, sedikitnya ada empat sekolah yang berada di dekat Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor akan diliburkan demi keamanan dalam rangka menyambut orang nomer satu di negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, sekolah yang terletak di Jalan Juanda, yaitu SMPN 1 dan SMAN 1 juga akan diliburkan. Sekolah Regina Pacis yang lokasinya tepat di seberang pintu utama Istana Bogor pun bernasib sama.

Tak hanya itu. Selama Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, jalan-jalan di seputar Istana Bogor ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00. Bahkan, para pedagang diusir dari tempat dagangannya karena alasan pengamanan. Kawasan itu mesti steril dari kesibukan lalu lalang kendaraan.

Pemerintah juga harus membangun setidaknya dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di lapangan Pusat Konservasi Tanaman (PKT) di Kebun Raya Bogor (KRB) dan di GOR Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya, sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Cynnox di GOR Pajajaran.

KOKAM Tegal

Menurut Wafa, demikian panggilan akrab Wafa Patria Umma, langkah dan kebijakan pemerintah itu jelas berlebihan, apalagi sampai harus mengorbankan aktifitas belajar mengajar di sekolah. “Memperketat keamanan sih sah-sah saja. Itu bisa dipahami. Tapi kalau harus meliburkan aktifitas sejumlah sekolah, apa alasannya?” gugat Wafa. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal News, Ahlussunnah, Internasional KOKAM Tegal

Kamis, 05 Oktober 2017

Ahmad Baso: NU adalah Perekat

Waykanan, KOKAM Tegal. Nahdlatul Ulama merupakat simbol perekat sebagaimana tali yang melingkari dunia pada logo organisasi didirikan KH Hasyim Asyari, ujar Wakil Ketua PP Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Baso di Blambangan Umpu, Waykanan, Lampung, Senin (18/5) kemarin.

Ahmad Baso: NU adalah Perekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmad Baso: NU adalah Perekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmad Baso: NU adalah Perekat

"NU adalah sebuah titik temu. Masyarakat menjadikan NU sebagai titik temu, titik simpul, disatukan oleh keyakinan oleh agama NU, bahkan yang non-Muslim juga merasa menjadi bagian ini, agama NU," kata dia saat bedah buku "Agama NU untuk NKRI" di Gedung PCNU Waykanan.

Pria kelahiran Makassar yang menempuh pendidikan pesantren ? di daerahnya itu lalu menambahkan, agama NU tidak saja diyakini oleh orang Madura, Jawa Timur, namun juga Mbah Maridjan Juru Kunci Gunung Merapi (almarhum).

KOKAM Tegal

"Ketika ditanya, beliau dengan bangga menyatakan agamanya adalah NU," ujar penulis buku "NU Studies" dan "Pesantren Studies" yang terdiri dari beberapa jilid itu pula.

KOKAM Tegal

Hal tersebut, demikian Baso menambahkan, merupakan sebuah pelajaran, bahwa masyarakat mendalami dan meyakini NU dalam kehidupan sehari-hari.

"Penulis buku kenamaan Pramoedya Ananta Toer saat meninggal juga minta ditalqinkan, ditahlilkan. Bahkan tokoh-tokoh dari organisasi Islam lainnya juga demikian. Masyarakat kita butuh password ke alam barzah, doa-doa kyai, doa-doa NU. NU adalah kunci kehidupan masyarakat," paparnya.

Namun demikian, kata dia menegaskan, agama NU bukanlah agama tandingan. Agama NU adalah berbicara tentang bagaimana Islam sebagai ajaran normatif, diamalkan dan diistifidah.

Bedah buku ? "Agama NU untuk NKRI" dihadiri sejumlah pengurus dan badan otonom Nahdlatul Ulama. Hadir Ketua PCNU KH Nur Huda, Rais Syuriyah KH Abdurahman, Ketua PC Lakspedam Supriyanto, dan para pengurus NU lainnya.

Ketua PC Ansor Ketua PC GP Ansor Gatot Arifianto ? yang juga hadir dalam acara tersebut menambahkan, NU adalah berkah. Bagaimana peran serta NU dalam menjaga NKRI bukan hanya mulut, namun juga ditunjukan lewat sikap dan perbuatan. Karenanya, agama NU harus senantiasa disyiarkan kepada generasi dan masyarakat bangsa Indonesia dengan beragam model.?

“Ini penting supaya Indonesia sebagai bangsa besar tetap adem ayem, masyarakatnya bisa menghormati dan meyakini keragaman yang menurut KH Abdurahman Wahid adalah keniscayaan akan hukum Tuhan atas alam ciptaan-Nya," ujar Gatot Arifianto menambahkan. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Humor Islam, Ubudiyah KOKAM Tegal

Sabtu, 23 September 2017

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Subang, KOKAM Tegal. Dalam Muktamar Ke-33 NU di Jombang beberapa hari lalu, KH Mustofa Bisri atau yang akrab disapa Gus Mus menyatakan tidak bersedia untuk memegang jabatan Rais Aam melalui surat yang ia tulis secara manual. Uniknya surat itu ditulis menggunakan aksara Arab Pegon.

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Arab Pegon Aksara Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Arab Pegon Aksara Islam Nusantara

Arab Pegon, kata A Hisyam Karim, mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta, adalah aksara Islam Nusantara warisan ulama-ulama Nusantara yang saat ini tetap bertahan.

"Arab Pegon ini unik karena aksara itu perpaduan antara aksara arab dan beberapa huruf lokal yang bunyinya tidak ada dalam bahasa arab seperti huruf C (?), E (?), NY(?), NG (? ), GA (?), sampai sekarang arab pegon masih dipakai di pesantren-pesantren dalam melogat kitab kuning," kata Hisyam dalam pengajian NU Caracas, Ahad (9/8) malam.

KOKAM Tegal

Menurut Hisyam, adalah berlebihan jika ada anggapan bahwa konsep Islam Nusantara itu anti Arab. Sebaliknya Islam Nusantara tetap cinta dan bangga dengan Arab, bahkan sebagian rukun Islam tidak bisa lepas dari hal-hal yang berbau Arab.

KOKAM Tegal

"Islam Nusantara tetap bangga dengan Arab karena dari sana lah Islam datang, Islam Nusantara syahadatnya tetap dengan Bahasa Arab. Begitu pun adzan, iqomat, sholat juga pakai bahasa Arab, niat dan doa buka puasa kadang pakai bahasa arab juga, haji dan umroh juga ke Arab, bukan ke Eropa," tegas Ketua NU Caracas ini.

Ditambahkannya, hanya zakat saja yang agak berbeda, karena zakat di Arab menggunakan gandum atau kurma, sementara di Indonesia menggunakan beras atau uang rupiah, karena makanan pokok masyarakat Indonesia adalah nasi yang dihasilkan dari padi.

"Karena di sini tanaman yang cocok adalah padi, maka para leluhur membuat istilah juga jadilah seperti padi semakin berisi semakin merunduk, karena yang sering dilihatnya padi," ujarnya.

Ia melanjutkan, dalam memahami Islam Nusantara harus membedakan mana yang sifatnya sakral dan mana yang profan. Karena, kalau yang sakral ini ditambahkan dengan unsur lokal maka akan berakibat menjadi bidah dhalalah.

"Jadi Islam Nusantara bermain dalam tataran yang profan ini, yang bukan prinsipil, contohnya Arab Pegon itu," tutupnya. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Internasional, Ahlussunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Selasa, 22 Agustus 2017

Puncak Peringatan Haul Pendiri Pesantren Popongan Dihelat Malam Ini

Klaten, KOKAM Tegal - Pondok Pesantren Al-Manshur Popongan yang bertempat di Desa Tegalgondo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, akan menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi dan puncak acara Haul Ke-63 KH Manshur, Ahad (19/11) malam.

Acara ini sekaligus menjadi pembuka kegiatan Gelar 12 Malam Maulid Nabi Muhammad SAW 1439 H yang diselenggarakan Jamaah Muji Rosul (Jamuro) Surakarta.

Puncak Peringatan Haul Pendiri Pesantren Popongan Dihelat Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Peringatan Haul Pendiri Pesantren Popongan Dihelat Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Peringatan Haul Pendiri Pesantren Popongan Dihelat Malam Ini

Salah satu santri senior di Popongan, Darmaji, menjelaskan, para peziarah yang di antaranya merupakan alumni Popongan telah mengikuti rangkaian acara sejak Sabtu (18/11).

"Kemarin diadakan kegiatan semaan Al-Quran sebanyak tiga kali, yakni santri putra, putri, dan alumni," terangnya.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Pada puncak acara haul, panitia mengundang KH Masroni Pengurus Idarah Aliyah JATMAN dari Gunungpati Semarang untuk berceramah.

Diperkirakan, puluhan ribu jamaah dari berbagai daerah akan turut menghadiri acara peringatan haul ini. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, RMI NU, Khutbah KOKAM Tegal

Minggu, 20 Agustus 2017

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Kepada Dewan Redaksi Bahtsul Masail KOKAM Tegal yang terhormat. Saya mau tanya, bagaimana hukum seorang pelawak atau komedian dalam perspektif Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah? Mohon penjelasannya. Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih. (Rahmawati Abdillah Putri-Brebes)

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Pelawak atau Komedian dalam Islam

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah SWT merahmati kita selalu. Lawak atau gurau adalah salah satu cara mengisi waktu pertemuan secara menyenangkan. Lawak, kelakar, canda, dan humor dapat menyegarkan mata yang kantuk, menghibur hati yang duka, dan menyejukkan jiwa yang lelah. Singkat kata, gurau merupakan salah satu bagian dalam komunikasi yang diharapkan dapat menyenangkan orang lain.

KOKAM Tegal

Mausu’atul Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah menyebutkan bahwa Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk hadir sebagai sahabat yang baik di antara mereka. Kepeduliaan terhadap sahabat secara lahir dan batin ini ditekankan sekali dalam Islam. Jangan sampai kehadiran kita menyusahkan orang lain baik lahir maupun batin.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? . ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

KOKAM Tegal

Artinya, “Perihal sikap lembut terhadap rekan dan sahabat, Allah memang memerintahkan kita untuk bersikap baik kepada teman sejawat. Teman sejawat adalah teman seperjalanan, rekan kerja, dan orang yang disatukan dengan kita dalam sebuah pertemuan. Salah satu bentuk sikap baik adalah tidak menyulitkan, bahkan membantu mereka bila perlu. Rabi‘ah bin Abu Abdirrahman mengatakan, ‘Muru’ah dalam perjalanan adalah mendermakan bekal, menghindari perselisihan, memperbanyak bergurau pada masalah yang tidak mengundang murka Allah’,” (Lihat Kementerian Wakaf dan Masalah Keislaman Kuwait, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah).

Perihal gurau, lawak, kelakar ulama memang berbeda pendapat. Sebagian ulama menghindari gurauan dan kelakar karena gurauan menurut mereka dapat mengurangi wibawa seseorang. Sementara sebagian ulama lainnya memandang bahwa kelakar justru melengkapi wibawa seseorang.

? ?: ? ? - ? ? ? - ? ? ? ?.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? . ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Sebagaimana pernyataan Az-Zubaidi, para ulama berbeda pendapat perihal gurau dan kelakar. Sejumlah ulama menganggap Rasulullah SAW jauh dari gurauan dan kelakar melihat kedudukan dan martabatnya yang mulia. Ketika para sahabat RA menanyakan, ‘Apakah Engkau bergurau dengan kami ya Rasul?’, Beliau menjawab, ‘Aku tidak berkata selain kebenaran.’ Dengan kata lain, sebagian sahabat bertanya, apakah gurauan itu khusus untuk Rasulullah SAW yang mana mereka tidak boleh mengikutinya? Rasul menerangkan, kebolehan bergurau itu bukan sebuah kekhususan baginya. Gurauan tidak menafikan kesempurnaan. Bahkan gurauan itu konsekuensi dan pelengkap kesempurnaan bila gurauan berjalan sesuai undang-undang.” (Lihat Kementerian Wakaf dan Masalah Keislaman Kuwait, Al-Mausu’atul Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyah).

Imam An-Nawawi secara jelas menyebutkan bahwa lawak, humor, dan kelakar itu bergantung pada porsinya. Sejauh tidak terperosok pada hal yang dilarang seperti merendahkan bahkan menyakiti orang lain, kelakar dan gurauan tidak masalah. Ketika dan kelakar mengarah pada pengecilan terhadap martabat orang lain, dilakukan secara berlebihan, atau melalaikannya dari kewajiban, humor dan lawak dilarang agama.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Para ulama berkata, ‘Kelakar terlarang adalah kelakar yang berlebihan dan dilakukan terus-menerus karena menyebabkan senda gurau dan keras hati’ serta dapat melalaikan zikir dan menyita perhatian yang semestinya diarahkan untuk memikirkan perihal penting dalam agama. Kecuali itu, kelakar sering kali menyakiti perasaan orang lain, memicu kebencian, dan menurunkan wibawa orang lain. Sementara kelakar yang jauh dari sifat-sifat itu dibolehkan seperti kelakar yang dilakukan Rasulullah SAW. Beliau melakukannya sesekali untuk kemaslahatan dan menghibur hati lawan bicara. Untuk ini tidak ada larangan sama sekali. Bahkan kelakar seperti ini sunah yang dianjurkan bila dilakukan sesuai sifat-sifat gurauan Rasulullah SAW. Pegang lah pendapat ulama yang kami rujuk, dan hadits berikut hukumnya yang kami teliti karena hampir semuanya dibutuhkan. Semoga Allah memberi taufiqnya,”(Lihat Muhyiddin Abu Zakaria An-Nawawi, Al-Adzkar, Darul Hadits, Kairo, halaman 305-306).

Penjelasan dalam kitab Al-Adzkar ini di atas sangat menarik untuk dijadikan catatan bagi mereka yang ingin bergurau dengan orang lain. Rambu-rambu ini patut diperhatikan agar gurauan tidak terjerumus pada hal-hal yang dilarang termasuk menyinggung masalah SARA atau menghina fisik.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Daerah, Ahlussunnah, Aswaja KOKAM Tegal

Kamis, 17 Agustus 2017

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

Banyuwangi, KOKAM Tegal



Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PPNU) di daerah Tapal Kuda mengadakan Latihan Kader Utama (Lakut) di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarok Genteng Banyuwangi. Kegiatan itu dibuka dengan shalawat oleh grup hadrah pesantren al-Mubarok, Senin (6/3).?

Latihan Kader Utama (Lakut) adalah jenjang pengkaderan di IPPNU setelah Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) dan Latihan Kader Muda (Lakmud). Lakut diikuti 21 peserta yang terdiri dari perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Tapal Kuda Jawa Timur antara lain Banyuwangi, Kencong, Jember, Lumajang, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kraksaan, Situbondo, dan Bondowoso.?

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Tapal Kuda Gelar Latihan Kader Utama

“Lakut diadakan untuk menuntaskan jenjang kaderisasi yang ada di IPPNU. Selain itu, kita berharap masing-masing perwakilan PC bisa membawa ilmu, pengalamannya ke daerah masing-masing sehingga bisa menjadikan kader IPPNU lebih berkualitas khususnya Tapal Kuda,” ujar Koordinator IPPNU Daerah Tapal Kuda Khoirun Nisa dalam sambutannya di acara pembukaan Lakut.?

Lakut yang berlangsung selama 4 hari ini diisi dengan 13 materi. Sebagian materi tersebut adalah Analisa dan Gerakan Sosial, Metode Pengorganisasian Pelajar, dan Manajemen Program. Di antara pemateri tersebut menghadirkan narasumber dari tokoh lokal, alumni IPPNU, PW IPPNU Jatim, serta PP IPPNU.

KOKAM Tegal

Penyelenggaraan Lakut di pesantren yang dibangun dari bambu alami dan bernuansa tradisional itu juga mendapatkan apresiasi dari Ketua PCNU Banyuwangi KH Masykur Ali yang hadir membuka acara.?

Menurutnya, kader IPPNU harus selalu siap membentengi NKRI. Karena kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari peran ulama dan santri. Kiai Masykur juga memberikan ulasan sejarah perjuangan Kiai Hasyim, RA Kartini, dan Pangeran Diponegoro.

Di akhir sambutannya, Kiai Masykur juga menambahkan, “Yen arek-arek IPPNU gak dulinan Hp wayae acara, Lakut e uapik tenan wisan,” tuturnya dengan bahasa Jawa khas Banyuwangi.?

KOKAM Tegal

Pesan penutupnya tersebut bertujuan untuk memotivasi kader IPPNU agar serius dalam mengikuti kegiatan tersebut. (Durrotul Firdaus/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Makam, Hikmah, Ahlussunnah KOKAM Tegal

Rabu, 16 Agustus 2017

PPI Yaman Gelar Seminar Kemandirian Pesantren

Tarim, KOKAM Tegal . Lawatan KH Mahfudz Syaubari ke Yaman dimanfaatkan para pelajar Indonesia di Yaman untuk mengisi seminar ilmiah. Pengasuh Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Pacet Mojokerto ini, selain mempresentasikan konsep ekonomi Islam menuju kemandirian pesantren, juga memberikan contoh konkrit yang sekarang bisa disaksikan.

“Puluhan restoran, perkebunan, hasil perternakan, pertanian yang kini digeluti di pesantren kami merupakan pengembangan pola ekonomi yang pernah diajarkan rasul”, terang kiai ini dalam lawatannya ke Yaman beberapa hari lalu, seperti disampaikan dalam rilis PPI Yaman, Kamis (24/4).

PPI Yaman Gelar Seminar Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
PPI Yaman Gelar Seminar Kemandirian Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

PPI Yaman Gelar Seminar Kemandirian Pesantren

Makna zuhud, wara’ bukan berarti tak punya harta, dengan gubuk yang reot, baju nan kusut, konotasi ini terbantahkan oleh apa yang dipraktikkan Nabi, tambahnya. Berapa emas kawin yang diberikan Rasulullah kepada Siti Khadijah, 200 onta, apakah nabi miskin?  Bukan tentunya.

KOKAM Tegal

Hutang negara Indonesia yang dilansir pada tahun 2013 mencapai 2300 T, hutang ini akan sulit terlunasi melihat PR dan penyakit bangsa yang kini kiat akut. Apalagi kalau pesantren akan menggantungkan biaya operasional dengan proposal ke pemerintah, menurutnya sulit.

KOKAM Tegal

Negara Indonesia yang terkenal dengan gemah ripah loh jinawi (baca ; jawa. red) kini sudah terjajah oleh investor asing, data menunjukan bahwa kekayaan Indonesia sudah sekitar 60% dikelola warga asing, bagaimana kita akan melunasi hutang negara yang sudah menumpuk? Sulit.

Maka, dengan seminar kemandrian pesantren, yang kini kapasitas pesantren sebagai lembaga pendidakan harus mulai sadar untuk membangun kedaulatan bagi bangsanya.

Acara yang berlangsung di Sutuh Asrama Universitas Al-Ahgaff ini, cukup menyedot banyak diskusan. Akhirnya seminar ditutup sampai jam 23.30 KSA dengan doa bersama, dan penyerahan cinderamata dari PPI Hadhramaut. (M. Abdul Muhith/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ahlussunnah, Cerita, Warta KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock