Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Jakarta, KOKAM Tegal. Mendiskusikan persoalan kawasan pedesaan tak bisa dilepaskan dari berbagai persoalan transmigrasi. Pasalnya, jejak sejarah transmigrasi di Indonesia sempat menorehkan tinta emas dengan keberhasilannya menciptakan desa-desa baru bahkan memiliki andil besar terbentuknya dua provinsi baru di Indonesia.

Demikian disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar dalam diskusi dengan tema Rancangan Normatif dan Praktik Empiris Pembangunan Kawasan Pedesaan yang diselenggarakan Bina Desa dan Walhi di Hotel Cemara, Jakarta, Selasa (12/5) melalui rilis yang diterima KOKAM Tegal.

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)
Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal (Sumber Gambar : Nu Online)

Program Transmigrasi Dibutuhkan Untuk Daerah Tertinggal

Marwan menjelaskan, program transmigrasi memang diakui sempat meredup pasca reformasi. Oleh karena itu, dimasa kepemimpinannya, Marwan bertekad untuk menghidupkan kembali program transmigrasi. 

KOKAM Tegal

"Jejak transmigrasi ini penting, transmigrasi berhasil menciptakan 13 ribu desa, 3000-an kecamatan, 144 kota hasil transmigrasi dan dua provinsi hasil transmigrasi," ujar Menteri Marwan.

Menteri Marwan mengaku mempunyai kiat-kiat khusus untuk menghidupkan program transmigrasi. Salah satunya dengan menempatkan para transmigran di daerah perbatasan dan pulau-pulau terluar di Indonesia yang selama ini tidak tergarap. 

KOKAM Tegal

"Ini sedang kita canangkan platform baru untuk transmigrasi di daerah perbatasan dan pulau terluar. Selain itu, juga ditargetkan 9 juta hektar lahan untuk transmigrasi," tandasnya.

Program transmigrasi, menurut Marwan, juga akan mereview kembali data-data untuk kabupaten yang masuk kategori daerah tertinggal. "Karena selama ini, kategori pembangunan daerah tertinggal masih berbasis kabupaten. Kalau merujuk data yang ada sekitar 122 kabupaten. Kalau kita dalami lagi lebih dari 200-an kabupaten yang tertinggal," ujarnya.

Dia menginginkan adanya keseimbangan antara pembangunan yang ada di desa dengan pembangunan masyarakat yang ada di kota. "Karena di situ indeks pembangunan masih rendah dan disparitasnya masing menganga. Ketersedian listrik sekitar 15 ribu desa masih belum teraliri listrik, akses komunikasi dan infrastruktur masih lemah," tandasnya.

Selain melakukan mereview kembali data daerah tertinggal, menurut Marwan, beberapa daerah yang sudah lepas dari status tertinggal masih butuh pengawalan dan pembinaan. "Daerah yang sudah terentaskan dari ketertinggalan, masih butuh pembinaan selama jangka waktu tiga tahun," imbuhnya. (Red: Fathoni) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Pahlawan, Kyai KOKAM Tegal

Kamis, 08 Maret 2018

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, KOKAM Tegal



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

KOKAM Tegal

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?

KOKAM Tegal





Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Tegal, Kiai KOKAM Tegal

Senin, 26 Februari 2018

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

Bandung, KOKAM Tegal. Sekitar 1084 santri tingkat SLTA sederajat dari berbagai pesantren di Jawa Barat mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Kementerian Agama Republik Indonesia, di MAN 1 Cijerah, Kota Bandung, Kamis (7/5). PBSB sendiri merupakan program beasiswa bagi santri untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi.

Jumlah peserta PBSB tahun ini mencapai 6178 santri yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Propinsi Jawa Timur menempati peserta terbanyak dengan jumlah 1900 santri. Disusul Jawa Barat, lalu Jawa Tengah yang mencapai 700 santri.

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

1084 Santri Jawa Barat Ikuti Seleksi Beasiswa Santri Berprestasi

“Keberadaan PBSB merupakan wujud perhatian Pemerintah terhadap santri. Tahapan-tahapan yang diberikan Pemerintah kita terhadap santri-santri dari tahun ke tahun semakin meningkat, salah satunya juga program beasiswa santri berprestasi ini,” terang A Buchori, kepala kantor wilayah Kementerian Agama Jawa Barat kepada KOKAM Tegal usai pembukaan seleksi PBSB tersebut.

KOKAM Tegal

Buchori menuturkan, peluang yang diberikan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program pemerintah pusat. Oleh karena itu, dia memandang keberadaan program  santri berprestasi ini adalah bagian bagaimana memberikan peluang dan tempat kepada santri untuk mengenyam pendidikan yang dibiayai oleh Pemerintah.

Ditanya tentang mengapa santri diberikan beasiswa, pihaknya menjelaskan bahwa mencerdaskan bangsa merupakan salah satu tujuan dari Negara. Sementara itu, santri adalah bagian dari bangsa ini, dan dari elemen manapun mempunyai hak yang sama. “Oleh karena itu, bukan berarti santri dimarginalkan, justru santri diberikan posisi sama dengan posisi pelajar (mahasiswa) yang lain,” jelasnya.

KOKAM Tegal

Kepala Kanwil Kemenag jabar itu menuturkan, ada beberapa jurusan dalam PBSB, secara umum terbagi dalam jurusan IPA, IPS dan Keagamaan. Itulah bahwa santri ini jangan ada stigma propinsi santri hanya bisa membaca doa saja. Padahal santri itu mestinya bisa menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai sisinya, baik IPTEK maupun agama.

“Oleh karena itu, paradigma masyarakat terhadap santri harus diubah, bahwa santri tidak hanya bisa memakai sarung dan datang ke masjid saja. Justru santri harus menunjukkan bahwa dia mempunyai nilai lebih, baik dari karakteristik sisi intelektualnya maupun  dari sisi sosialnya,” tegas dia.

Dia berharap, santri-santri dapat memanfaatkan fasilitas beasiswa ini dengan sebaik-baiknya, agar ke depan santri dapat bermanfaat untuk masyarakat, bangsa dan Negara. “Artinya, ke depan ketika mereka menjadi intelektual-intelektual adalah intelektual yang bukan karbitan, tapi intelektual-intelektual yang memenuhi harapan agama, bangsa dan Negara,” harap dia.

Rencananya, hasil seleksi akan diumumkan tanggal 4 Juni 2015. Untuk kuota PBSB 2015, Kemenag RI menyediakan 300 kuota yang tersebar diberbagai jurusan di perguruan tinggi seperti seperti IPB, UIN Syarif Hidayatullah, UIN Sunan Gunung Djati, UPI, UIN Sunan Kalijaga, UIN Walisongo, UGM, UIN Maulana Malik Ibrahim, UIN Sunan Ampel dan ITS. (Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Pahlawan KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Ciamis, KOKAM Tegal?

Satu jam sebelum azan Jumat berkumandang, rombongan pelajar putra dan putri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin. ? Mereka akan mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) 2016 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pelajar Ciamis, melainkan Kota Banjar.?

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Setelah menempati ruangan yang telah disediakan tuan rumah, tanpa komando mereka langsung bergegas untuk membersihkan peluh keringat mereka. Tak kurang dari 40 anggota IPNU langsung memadati masjid setempat, sedang anggota IPPNU langsung mengumpulkan logistik dan berkoordinasi dengan tuan rumah.?

Selepas Jumatan, perwakilan dari panitia langsung menemui pengasuh pesantren KH Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Qs yang akrab dipanggil Abah Irfa’i. Dengan wajah berseri Abah menyambut mereka. Abah Irfa’i duduk di tengah peserta Lakmud, kemudian ia memimpin tahlilan. Setelah selesai, dengan membaca basmalah, Abah Irfa’i membuka kegiatan tersebut.

Abah berpesan, acara-acara seperti ini haruslah tetap lestari. “Insyaallah akan terwujud generasi santri yang akan mengisi dalam setiap lini pembangunan negara dan bangsa yang mempunyai akhlak mulia, yang mempunyai nurani yang sambung kepada Allah dan rasulnya,” ungkap Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis ini pada Jumat 4 November 2016.?

KOKAM Tegal

Malam hari, H. Tatang Nawawi menyampaikan materi Aswaja dan Nahdhathul Ulama. Selain sejarah Aswaja yang disampaikan, ia juga menyampaikan kelahiran Nahdathul Ulama dan perannya mengawal pembangunan bangsa.?

Materi disampaikan dengan diselingi guyonan khas Sunda menjadikan suasana semakin hangat. Dua jam Ustadz Tatang menyampaikan materi bergaya stand-up comedy untuk menjaga semangat peserta Lakmud.?

Keesokan harinya, para peserta berkeliling pondok pesantren. Disuguhi pemandangan alam yang indah, mereka dipandu santri pondok untuk melihat bagaimana kegiatan pondok yang fokus pada pertanian, yakni sistem pembudiyaan tanaman kapolaga dan jenis terong-terongan. Pondok pesantren juga tetap menjaga kelestarian hutan.?

Kemudian kembali Abah Irfa’i berpesan kepada peserta Lakmud, “Jangan menyerah terhadap alam karena segersang apa pun alam itu adalah karunia Allah. Sebagai abdi Allah, maka kita wajib menerima dan berikhtiar menjaga dan melesterikannya. Walaupun batang mawar tumbuh duri, akan tetapi semerbak wanginya menjadikan duri bukan sebagai halangan, namun sebagai karomahnya.”?

Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat Amin Fajri turut hadir. Ia menyampaikan materi komunikasi dalam organisasi dan keluar. Baginya, kunci utama dari organisasi adalah kesehatan. Untuk menjadi sehat, ia berpesan untuk saling berkomunikasi antar-sesamanya sehingga semua permasalahan dan program-program berjalan dengan baik. “Ketika dalam tubuh kita telah sehat, maka sehat pula pergaulan kita,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Menurut dia, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi dasar. Oleh karena itu, mereka harus berpondasi dasar kuat juga, “Pelatihan seperti Makesta, Lakmud dan Lakut merupakan rutinitas, yang penting tetap menjaga komunikasi antar sesamanya.”?

Lebih lanjut, ia berpendapat, ada yang menarik ketika melihat NU di Jawa Barat. Di provinsi tersebut mayoritas masyarakat dapat dikatakan Nahdliyin, tetapi jarang terdengar gaungnya, bahkan tenggelam oleh organisasi keislaman lainnya. “IPNU dan IPPNU melaksanakan Makesta, Lakmud dan Lakut maka diharapkan gaung Nahdliyin dapat kembali bergema di bumi Pasundan,” ujarnya.

Amin mendorong anggota IPNU dan IPPNU berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan mengembangkan karakter kemandiriannya. Kultur masyarakat Jawa Barat terkenal jiwa eunterprener-nya seperti yang dilakukan IPPNU Garut yang telah membangun koperasi dan membuka usaha jasa angkut.

Ia juga mengomentari isu yang berkembang mengenai radikalisi dan anarkisme yang memakai tameng agama. Menurutnya, sebagai kader NU, harus berpikir secara komprehensif, tidak terbawa arus. “Daripada membawa kader nahdiyin yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU dalam kekeruhan politik, lebih baik saya mengajak mereka untuk berwirausaha dan mengajak mereka menguri-uri tradisi para ulama terdahulu,” ujarnya.

Pengurus IPPNU tingkat wilayah dan cabang, berkomentar sama terkait kurang bergemanya gaung ke-NU-an di wilayah jawa Barat. Walaupun di sini mempunyai tradisi pesantren, tetapi tidak semasif dan semarak dijawa Timur dan Jawa Tengah.?

“Untuk mengajak teman-teman pelajar bergabung, kita harus menyelami karakter mereka, bahkan dari beberapa pertemuan terkait dengan kegiatan kita lakukan di taman-taman kota, mall dan lainnya,” ujar Adisty, Ketua IPPNU Cabang Ciamis dan dua Pengurus Wilayah Jawa barat.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi IPPNU kini dan kedepannya akan semakin besar, seperti halnya terkait dengan isu feminisme dan emansipasi wanita.?

“Dalam hal ini kita perlu berhati-hati dikarenakan dapat mengundang keramaian seperti halnya permasalahan jilbab, kami di pengurus tidak pernah menyoalkan mengenai bentuk jilbab ataupun kerudung, diikarenakan yang baik bagi kami mereka sudah mau menutup auratnya saja sudah cukup,” ujarnya.

Abah Irfa’i kembali berpesan pelajar-pelajar NU dengan menceritakan tentang kemerinduannya dengan jiwa-jiwa santri yang penuh semangat, terlebih mereka yang sami’na waato’na terhadap para ulama yang senantiasa mengharap berkah dan karomahnya, membimbingnya selalu untuk berjalan dalam keridhoan Allah.?

“Yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan di alam dunia ini adalah meyakini akan ketetapan Allah dan senantiasa mengharap limpahan rahmatnya, dikarenakan dimana pun kalian berada dan kapan pun maka kalian akan selalu ada dalam keadilan Allah, dengannya maka kita harus bersyukur atas limpahan rahmatnya, walaupun akal kita berbicara sebaliknya,” jelasnya.?

Dalam perhitungan kita baik 2+2 ataupun 2x2 adalah 4, namun lanjutnya, bagi manusia yang telah memahami bahwa dirinya sebagai hamba Allah, maka jawabannya adalah massya Allah, semua telah menjadi kehendak dan ketentuan Allah.?

Dalam pesan terakhirnya, Abah mengatakan bahwa generasi nahdliyin adalah generasi yang selalu mengharap berkah dari para warisatul anbiyya dan selalu berimbang kepadanya. (Mazhar Ali/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Pendidikan KOKAM Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima

Probolinggo, KOKAM Tegal



Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1438 H, puluhan santriwan dan santriwati beserta dewan guru ? Pondok Pesantren Nahdlatul Muta’allimin Desa Kropak Kecamatan Bantaran Kabupaten Probolinggo berziarah ke makam wali 5 (lima), Rabu dan Kamis (24-25/5) sore.

Pada ziarah wali lima ini, para santriwan dan santriwati mengunjungi satu per satu makam wali Allah. Di setiap makam wali Allah yang didatangi, para santri menggelar tahlil dan doa bersama-sama. Mereka berharap mampu meneladani perjuangan para kiai dan ulama yang diziarahi tersebut.

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Ramadhan, Santri Nahdlatul Muta’allimin Ziarahi Wali Lima

Indra Subiantoro, salah satu dewan guru mengungkapkan kegiatan ini bertujuan ingin memperkenalkan pahlawan Islam yang telah berjuang dalam melakukan dakwah agama Islam di pulau Jawa. “Setidaknya nanti para santri mampu lebih mengenal pejuang Islam di Jawa,” katanya.

Melalui kegiatan ini Indra mengharapkan agar para santri mampu meneladani perjuangan para wali Allah dalam berjuang menegakkan agama Allah, khususnya di pulau Jawa sehingga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat.

KOKAM Tegal

“Semoga dengan kegiatan ini para santri lebih memahami bagaimana perjuangan yang dilakukan para ulama dalam menegakkan Islam di pulau Jawa. Dari memahami nantinya akan mengerti dan selanjutnya meneladani segala tindak dan tanduk para wali Allah,” harapnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2016, rata-rata sebesar Rp34.641.304 atau 2.585USD dengan kurs per Dollar Rp13.400. Jumlah ini turun 132USD dibandingkan dengan BPIH 2015.

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Lantas untuk apa sajakah uang yang dibayarkan oleh jamaah haji itu? Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman menjelaskan bahwa dana yang dibayar oleh jamaah hanya untuk membiayai dua komponen, yaitu: biaya tiket pesawat dan sebagian biaya pemondokan di Makkah.?

“Sisanya dibayar dari hasil optimalisasi dana setoran awal,” terang Ramadan saat memberikan materi terkait Kebijakan Pengelolaan Dana Haji pada Pembekalan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/6) malam seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut Ramamdan, komposisi BPIH mencakup empat komponen, yaitu: pertama, tiket pesawat, airport tax, serta biaya angkut bagasi dari Jeddah ke pemondokan dan sebaliknya. Rata-rata besaran biaya komponen iniadalah 25.434.354. “Yang dibayar jamaah Rp25.234.354. adapun yang Rp200.000 diambilkan dari dana optimalisasi,” terangnya.

KOKAM Tegal

Komponen kedua adalah pemondokan di Makkah dengan pagu rata-rata SAR4366. Adapun yang dibayar jamaah hanya SAR 1.135 atau sebesar Rp4.051.950. Sisanya yang sebesar SAR 3.231 dialokasikan dari dana optimalisasi.

Komponen ketiga, pemondokan di Madinah dengan pagu rata-rata SAR 850 dan seluruhnya dibayar dari dana optimalisasi. Sedangkan komponen keempat adalah living cost sebesar SAR 1.500 atau sebesar Rp5.355.000, yang nantinya akan dikembalikan kepada jamaah menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Lantas bagaimana dengan ? biaya konsumsi jamaah selama di Arab Saudi? Juga biaya transportasi jamaah di Arab Saudi? Termasuk biaya manasik dan akomodasi di dalam negeri, serta embarkasi? Ramadan memastikan bahwa semua biaya itu diambilkan dari hasil pengembangan setoran BPIH atau yang disebut sebagai dana optimalisasi.

Ramadan menambahkan bahwa total dana haji yang terkumpul sampai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun ? 2015 sebesar Rp81,59 triliun. Menurutnya, setiap tahun ada penambahan sekitar Rp8 – 9 triliun sehingga akumulasi dana haji sampai 2020 diperkirakan bisa mencapai Rp120 triliun.

“Kalau tidak dioptimalkan sayang karena dari optimalisasi itulah bisa ditekan biaya haji. Untuk itu, dana haji harus dikelola dengan baik agar nilai manfaatnya bisa dikembalikan ke jamaah,” tandasnya. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Hadits KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Probolinggo, KOKAM Tegal - Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Gerakan Pemuda Ansor Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo mengadakan pembacaan sholawat nabi bersama-sama, Kamis (4/1) malam. Kegiatan ini rutin diadakan setiap 2 minggu sekali secara bergiliran dan berkesinambungan di Kelurahan Ketapang.

Tidak hanya itu, dalam kegiatan yang diikuti oleh 70 orang peserta itu juga dilakukan dialog interaktif tentang meneguhkan amaliyah NU dalam bingkai kebhinekaan. Kegiatan ini mengambil tema Meneguhkan Amaliyah Ahlussunnah wal jama’ah Dalam Bingkai Kebhinekaan.

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Ketapang Teguhkan Aswaja dalam Bingkai Kebhinnekaan

Selain jajaran pengurus GP Ansor Kelurahan Ketapang, kegiatan ini juga melibatkan Lurah Ketapang, Babinsa, Babinkamtibmas, Karang Taruna, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat dan masyarakat Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan.

Ketua Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Lutfi Abdurrohman mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan tradisi amaliyah NU serta memperkuat ukhuwah Islamiyah dalam bingkai kebhinekaan. “Semoga dengan kegiatan ini para pemuda Ansor tetap kompak dan berpegang teguh pada aqidah Ahlussunnah wal jamaah,” katanya.

KOKAM Tegal

Menurut Lutfi, sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini Ranting GP Ansor Ansor Kelurahan Ketapang ke depannya akan tetap eksis dan istiqomah menjalankan amaliyah-amaliyah NU.

KOKAM Tegal

“Tentunya, semakin maju dengan program-program pemberdayaan pemuda. Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang menjadi penjaga keutuhan NKRI dan penjaga kebhinekaan dan GP Ansor menjadi penjaga Islam rahmatan lilalamin,” tegasnya.

Pembina Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang Masyhuri Nurzah mengatakan, keberadaan Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai wadah bagi para pemuda, untuk memberikan penguatan paham-paham ke-NU-an bagi para pemuda dari pengaruh-pengaruh gerakan Islam radikal sehingga Ansor menjadi tameng penjaga NKRI dari rong-rongan gerakan Islam kiri.

“Mudah-mudahan GP Ansor menjadi wadah bagi para pemuda untuk meningkatkan perekonomian melalui KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang digagas dan didirikan oleh Ranting GP Ansor Kelurahan Ketapang,” harapnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Minggu, 14 Januari 2018

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan...

Banyumas, KOKAM Tegal

Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menyatakan tidak menolak keberadaan ormas Front Pembela Islam (FPI) di wilayahnya, asalkan mereka lebih mengedepankan dialog daripada kekerasan, dalam menerapkan dan menegakan syariat Islam.

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan... (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan... (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cilongok Terima FPI di Banyumas, Asalkan...

Ketua PAC IPNU Cilongok Ahmad Syarif mengatakan, pihaknya sudah menggelar pertemuan terbatas dengan pembina IPNU setempat di kediaman Isna Zaqiyani selaku ketua PAC IPPNU Cilongok untuk menyikapi masalah tersebut, Ahad (14/2/2016).

"Soal ormas? FPI sikap PAC IPNU IPPNU Cilongok tidak melarangnya asal tidak menggunakan kekerasan saat mengambil tindakan," kata Sarip, panggilan akrabnya, yang juga diamini? ketua PAC IPPNU Cilongok.

KOKAM Tegal

Seperti diketahui, sejumlah daerah merasa gerah dengan keberadaan FPI. Pasalnya, ormas piminan Habib Rizieq Shihab ini dianggap lebih mengedepankan kekerasan dibanding proses dialog saat mengambil keputusan. Bahkan, FPI dilarang melakukan aktivitas di daerah tertentu.

Pembina PAC IPNU Cilongok Yanuar Reza Gufroni.? Mengatakan, isu penolakan kegiatan FPI di wilayah Kabupaten Banyumas sudah bermunculan dan banyak diperbincangkan sejumlah ormas di sejumlah forum.

KOKAM Tegal

“Tentunya ini harus diperhatikan oleh pemerintah daerah Kabupaten Banyumas dan musyawarah pimpinan daerah lain. Belum lagi kedatangan Pimpinan tertinggi Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab bukan hanya melakukan safari tabligh tetapi sekaligus melantik kepengurusan FPI Kabupaten Banyumas,” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima Yanuar, safari tabligh dan pelantikan FPI akan diadakan di salah satu Masjid Karangwangkal tetapi dikarenakan ada penolakan maka gelaran kegiatan FPI beralih di kompleks Pondok Pesantren Al-Fattah asuhan K Slamet, di Cilongok, 23 Februari mendatang.

Tuntut Komitmen Islam Ramah

Pro-kontra pembubaran FPI sudah seringkali diperdebatkan. PAC IPNU-IPPNU Cilongok menyatakan, sebagai kaum pelajar muda Nahdliyin tentu punya pandangan sendiri menanggapi ormas kerap dicitrakan sebagai kumpulan preman yang berbaju Islam.

Citra itu tak lain karena? aksi sweeping dalam aktivitasnya. Kami tidak menolak organisasi FPI ini yang mengedepankan untuk mengajak ke syariat Islam justru kami ingin bersama menegakan syariat Islam, kami menolak cara yang dipakai untuk mengajak kebaikan yang seringkali justru mengarah ke kekerasan dan tindakan anarkis,” tutur Reza.

PAC IPNU-IPPNU Cilongok menggarisbawahi, kalau pengurus FPI yang hendak dilantik ini mengedepankan tindakan anarkis, oraganisasi pelajar NU tersebut bakal meminta jajaran musyawarah pimpinan kecamatan menolak keberadaan dan kegiatan FPI di wilayah Cilongok.

“Mengingat gelaran tabligh dan pelantikan FPI Banyumas ini tinggal menghitung hari, tentunya kami berharap seyogianya pimpinan tertinggi FPI menyampaikan dakwahnya dengan tidak menyinggung, menghina dan menjelek-jelekan ormas lain demi terjaganya stabilitas sosial masyarakat. Bagi pengurus yang hendak dilantik diharuskan untuk berkomitmen menegakan ajaran syariat Islam yang ramah dan damai serta dialogis,” ujar Reza. (Refdah Ria Rifngatin/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Minggu, 24 Desember 2017

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial

Oleh: Achmad Faiz MN Abdalla. Dalam catatan Ahmad Erani Yustika (Kompas, Opini, 23/10), sejauh yang sudah tercapai selama dua tahun pelaksanaan program dana desa, sekurangnya lima hal pokok telah dirasakan di lapangan. Pertama, desa berdenyut kembali dalam kegairahan pembangunan yang ditandai oleh maraknya kegiatan musdes dan keterlibatan warga dalam perencanaan sampai eksekusi pembangunan. Kedua, transparansi anggaran menjadi keniscayaan baru sebagai bagian dari akuntabilitas penyelenggara pemerintahan desa.

Ketiga, keswadayaan dan gotong royong terlihat kokoh karena seluruh program harus dijalankan secara swakelola, tak boleh diberikan kepada pihak ketiga. Keempat, munculnya aneka upaya memperkuat kapasitas warga dan pemberdayaan lestari dengan basis budaya dan pengetahuan lokal. Banyak desa yang menginisiasi munculnya sekolah desa, sekolah perempuan, peraturan desa untuk memproteksi sumber daya alam dan ekologi, pembuatan almanak desa, balai rakyat dan masih banyak lagi prakarsa lain.

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawasi Dana Desa; Sebuah Pendekatan Sosial

Kelima, ongkos pembangunan menjadi amat murah karena dikerjakan oleh warga desa dengan semangat keguyuban. Pada 2016 lalu, terbangun hampir 67.000 km jalan, jembatan 511,9 km, dan PAUD 11.926 unit. Dana desa juga dimanfaatkan untuk posyandu 7.524 unit, polindes 3.133 unit, dan sumur 14.034 unit. Dana desa juga digunakan untuk pembangunan tambatan perahu 1.373 unit, pasar desa 1.819 unit, embung 686 unit, drainase 65.998 unit, irigasi 12.596 unit, penahan tanah 38.184 unit, dan ribuan BUMDes (PPMD, 2017).

Namun, harus diakui, meski penyerapan anggaran terbilang tinggi, yakni tahun pertama 82,72 persen dan tahun kedua 97,65 persen, dana desa sangat berpotensi menjadi sumber korupsi baru. ICW mencatat peningkatan kasus korupsi terkait dengan pengelolaan anggaran desa, yakni sekitar 106 kasus yang terjadi sepanjang 2015 sampai September 2017. Jumlah tersebut belum termasuk banyaknya laporan dugaan penyimpangan dana desa lainnya yang mencapai 600 di Satgas Dana Desa hingga periode Juli 2017.

Untuk itu, pada 20 Oktober lalu, tiga institusi negara yakni Kementerian Desa PDTT, Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Rebuplik Indonesia sepakat mengawasi jalannya penggunaan dana desa di seluruh desa se-Indonesia. Inti dari kerjasama itu untuk mengawasi penggunaan dana desa yang jumlahnya kian meningkat dari tahun ke tahun. Maka, sejak kesepakatan ditandatangani, Kepolisian punya wewenang melakukan pengawasan dan bisa melakukan penanganan jika terjadi permasalahan penggunaan dana desa.

KOKAM Tegal

Beroperasinya Hukum

Ada beberapa faktor yang menentukan proses penegakan hukum, sebagaimana diungkapkan oleh Friedman (1998:44), yaitu subtansi hukum, struktur hukum, dan kultur hukum. Ketiganya saling berkaitan dan harus bergerak simultan agar penegakan hukum berjalan efektif. Cacat pada salah satu komponen akan menggagalkan atau mengurangi kualitas efektifitas penegakan hukum.

KOKAM Tegal

Subtansi hukum dimengerti sebagai kaidah atau norma hukum. Lebih sempit, ia sering diartikan sebagai peraturan perundang-undangan. Menurut Satjipto Rahardjo (2009:24), penegakan hukum dimulai pada saat peraturan hukum itu dibuat. Maka, ketika badan pembuat undang-undang membuat peraturan yang sulit dilaksanakan dalam masyarakat, maka sejak itu sebenarnya terjadi persoalan penegakan hukum. Peraturan yang dibentuk sangat menentukan proses penegakan hukum ketika berlaku.

Subtansi hukum yang berisi ide-ide abstrak tersebut tidak akan menjadi nyata apabila hanya dibiarkan sebatas tersusun di lembaran naskah serta diumumkan keberlakuannya. Untuk itu, struktur hukum diperlukan guna melengkapi subtansi hukum. Maka, negara sebagai penyelenggara hukum membentuk suatu badan atau organisasi yang bertugas menerapkan hukum, seperti, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, dan lain-lain.

Adapun budaya hukum adalah keseluruhan faktor yang menentukan bagaimana sistem hukum memperoleh tempatnya yang logis dalam kerangka budaya milik masyarakat. Budaya hukum juga sering diartikan sebagai kesadaran masyarakat. Maka, budaya hukum juga dipahami sebagai kerelaan warga negara untuk tunduk pada hukum. Upaya membangun kesadaran masyarakat ini penting untuk penegakan hukum, karena hukum dibuat untuk mengatur masyarakat.

Membangun Budaya Hukum

Selama ini, banyak yang terjebak pada pemahaman bahwa penegakan hukum hanya seputar subtansi dan struktur hukum. Lebih sempit lagi, hanya dimengerti sebagai pidana dan sanksi. Penegakan hukum hanya diartikan sebagai reaksi terhadap pelanggaran. Ketika suatu aturan dilanggar, di situlah hukum harus ditegakkan. Pemahaman sempit inilah yang mengasingkan hukum sehingga hukum tak mampu menjawab persoalan sosial.

Padahal sesungguhnya, lebih luas, penegakan hukum harus dipahami dalam arti preventif. Ketika sebuah peraturan hukum disahkan dan berlaku, harus segera diimplementasikan. Peraturan tersebut harus segera dibumikan dalam kehidupan masyarakat. Dan itu harus menjadi gerakan sosial-kolektif. Karena tujuan hukum sendiri untuk mengatur masyarakat. Masyarakat harus diberi pengertian, dibangun kesadaran dan kepatuhannya, serta diajak bersama mewujudkan cita-cita hukum yang diusung oleh sebuah peraturan.

Hukum harus menemukan konteks sosialnya. Karena itu, budaya hukum harus diperhatikan. Dalam konteks UU Desa, partisipasi masyarakat harus dibangun. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mampu mengupayakan itu. Hal itu juga bagian dari penegakan hukum. Penegakan hukum yang memperhatikan budaya hukum dan kesadaran masyarakat, justru akan lebih efektif untuk mewujudkan ide-ide abstrak subtansi hukum itu sendiri. Hukum harus sedini mungkin menjadi gerakan sosial untuk mewujudkan tujuan bersama.

Untuk itu, masyarakat perlu dibekali beberapa hal tentang UU Desa. Hal itu akan menjadi modal bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Bukan saja untuk mengawasi, modal pengetahuan itu juga akan menyadarkan masyarakat akan hak-haknya sehingga pembangunan partisipatif terwujud. Bukankah itu yang diimpikan UU Desa? Yakni keterlibatan warga dalam perencanaan sampai eksekusi pembangunan. Kegotongroyongan sebagai nilai dan praktik yang hidup di desa, menjadi salah satu prinsip dalam UU Desa,.

Itulah yang disebut penegakan hukum dalam arti preventif-sosiologis. Mewujudkan ide-ide abtrak subtansi hukum dimulai sejak awal dengan mengkombinasikan terbangunnya tiga pilar penegakan hukum dengan baik, yaitu, subtansi, struktur dan kultur hukum. Kesadaran masyarakar harus dibangun, agar partisipasi masyarakat terwujud. Dengan begitu, dengan sendirinya telah terbangun pengawasan sosial. Hal itu jauh lebih menguntungkan daripada tereduksi pada pendekatan represif semata.

Dengan begitu, pembangunan, dari perencanaan sampai pelaksanaan, berjalan dengan baik karena memperhatikan prinsip-prinsip yang diatur oleh undang-undang. Hukum diimplementasikan sebagai sebuah gerakan sosial untuk mewujudkan cita-cita kehidupan bersama. Bila sudah demikian, rasanya sangat kecil peluang terjadinya korupsi atau penyelewengan dalam praktik pemerintahan desa. Masing-masing pihak memainkan perannya dengan baik, yakni pemerintah dan masyarakat. 

Sebaliknya, ketika hukum hanya dimaknai secara represif, seringkali kultur hukum terabaikan. Hukum sekedar diartikan secara formal-legalistik, dan tak dibumikan dengan baik di masyarakat. Hukum hanya dimengerti sebagai kaidah yang beroperasi ketika terjadi pelanggaran. Di masyarakat desa yang kolektif dan masih kuat tradisi kekerabatannya, pendekatan hukum represif justru berpotensi memupuk resiko konflik yang besar. Ini yang perlu diperhatikan.

Penulis bukan menolak pelibatan polisi dalam pengawasan dana desa. Sebaliknya, penulis justru mendukungnya. Namun upaya itu, jangan sampai justru merusak budaya hukum di masyarakat desa. Masyarakat desa berbeda dengan masyarakat kota. Upaya-upaya litigatif masih terbilang tabu. Karena itu, pendekatan pidana harus benar-benar sebagai ultimum remidium atau upaya terakhir. Sebelum itu, gerakan sosial melalui budaya hukum harus terbangun dulu. Hukum harus dibumikan di masyarakat sehingga tidak mengalami keterasingan.

Terbangunnya peran masyarakat tersebut, juga dapat diinisiasi oleh masyarakat sendiri. Dalam hal ini, peran organisasi masyarakat seperti NU sangat strategis. Sebagai ormas terbesar, juga memiliki basis massa di desa yang besar, NU bertanggung secara sosiologis untuk turut membangun partisipasi masyarakat tersebut. Terlebih, NU juga berkepentingan untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan ketertinggalan di desa. Prioritas pembangunan desa oleh pemerintah harus dimanfaatkan NU dengan baik.

*

Penulis adalah pelajar NU di Gresik, Jawa Timur.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Humor Islam, Pahlawan KOKAM Tegal

Rabu, 20 Desember 2017

IPPNU Kendal Ajak Pemuda Katolik Dialog Pluralitas

Kendal, KOKAM Tegal. Di tengah masyarakat yang kian mudah diprovokasi isu-isu keagamaan, umat Islam dituntut untuk kembali mengkaji dan mengingat sejarah Nabi Muhammad ketika hidup berdampingan dengan damai dengan masyarakat Madinah yang plural.

Kehidupan itu kemudian diabadikan dalam piagam Madinah yang memuat nilai-nilai universal antara masyarakat Yahudi, Nasrani, dan Muslim.

IPPNU Kendal Ajak Pemuda Katolik Dialog Pluralitas (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kendal Ajak Pemuda Katolik Dialog Pluralitas (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kendal Ajak Pemuda Katolik Dialog Pluralitas

Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ja’far Baihaqi MH, Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Kendal dalam acara Buka Bersama dan Diskusi Panel bertajuk “Pluralitas dalam Kancah NKRI” yang didapuk oleh Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama, minggu (13/7) lalu.

KOKAM Tegal

Selain menghadirkan Ja’far Baihaqi, acara yang digelar di Panti Asuhan Darul Hadlonah Patebon Kendal tersebut juga mengundang Romo Laurentius Prasetyo dari gereja Antonius Padua Kendal sebagai pembicara.

KOKAM Tegal

Pendeta yang akrab dipanggil Romo Prasetyo tersebut mengatakan bahwa menghargai perbedaan merupakan hal yang indah sebab perbedaan merupakan fitrah manusia yang harus disyukuri dan diejawantahkan dalam bentuk jalinan emosional yang baik antar agama-agama yang berbeda.

“Kita bisa melakukan aksi sosial bersama, seperti pembagian sembako atau donor darah, tapi jangan itu dianggap sebagai kristenisasi. Kita niatkan itu untuk membangun kehidupan keagamaan yang toleran,” tuturnya.

Diskusi berlangsung menarik karena dalam acara tersebut hadir pula rombongan dari Organisasi Muda Katolik yang pada sesi tanya jawab tidak kalah aktifnya dengan peserta diskusi dari kalangan nadhliyin.

“Bagaimana sebetulnya sikap muslim jika ada pemimpin yang tidak berasal dari kalangan Islam?” tutur Ignatius Hendra dari OMK. Petanyaan itu dijawab Ja’far Baihaqi yang dosen IAIN Walisongo dengan mengatakan bahwa pemimpin yang baik harus didukung tanpa perlu melihat apa latar belakang agamanya.

Selain isu soal kepemimpinan yang seringkali menjadi wacana menarik ketika dikaitkan dengan agama. Diskusi tersebut juga membahas mengenai kekerasan atas nama agama yang masih sering terjadi di berbagai daerah.

Menurut Romo Prasetyo, kekerasan atas nama agama terjadi karena sempitnya pemahaman keagamaan sebagian umat, padahal kekerasan tidak diajarkan oleh agama manapun. Sementara Ja’far Baihaqi mengatakan, ini menjadi refleksi bagi para pemuka agama agar menekankan pentingnya membangun dialog dan keharusan menjauhi kekerasan dan provokasi atas nama agama.

Diskusi yang dihadiri seratusan pemuda lintas agama tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan dan diaplikasikan dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Semoga jalinan persaudaraan antar pemeluk agama tidak hanya erat dalam diskusi formal semacam ini, tapi juga ke depan kita dapat menciptakan suasana keagamaan yang toleran yang dimotori oleh para pemuda yang aktif bersosial” tutur Ida Nur Kholifah, Ketua PC IPPNU Kendal. (Laki Lazuardi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Pahlawan KOKAM Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati

Pringsewu, KOKAM Tegal. Sekitar 30 hafidh dan hafidhah serta 150 jamaah Muslimat NU dari tingkatan ranting, anak cabang, cabang berkumpul di aula kediaman Bupati Pringsewu KH Sujadi Saddad, Pringsewu, Selasa (22/12). Mereka menggelar Semaan Al-Qur’an bil Ghaib.

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)
Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati (Sumber Gambar : Nu Online)

Hafidh-Hafidhah NU Pringsewu Gelar Khataman di Rumah Bupati

Kegiatan ini menghadirkan para hafidz dan hafidzah dari Jami’yyatul Qura wal Huffadh NU (JQHNU) Kabupaten Pringsewu, badan otonom NU yang membidangi pembinaan para penghafal Al-Qur’an. Keempat putra-putri Bupati yang semuanya juga penghafal Al-Qur’an ikut serta dalam seamaan kali ini.

Dalam kesempatan tersebut, tampak warga masyarakat umum mendengarkan dan menyimak lantunan bacaan Al-Qur’an para penghafal Al-Qur’an. Acara ini dilaksanakan dalam rangka menyongsong hari pernikahan putri pertama dari Bupati Pringsewu yang akan digelar bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad yang Jatuh pada Kamis (24/12/15).

KOKAM Tegal

Setelah semaan Al-Qur’an dilaksanakan, pada malam harinya diadakan kenduri dan doa bersama dengan mendatangkan para kiai dan tokoh masyarakat di Lingkungan kediaman Bupati Pringsewu H Sujadi. (Muhammad Faizin/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Budaya, Pahlawan KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

Sumenep, KOKAM Tegal?



Pemandangan menarik terjadi di desa Sentol Daya kecamatan Pragaan Kabupaten Sumenep Kamis (08/06) sore. Salah satu lokasi pemakaman di desa itu ramai didatangi puluhan lelaki warga setempat untuk ziarah dan tahilan. Sementara itu, sebagian yang lain tampak sibuk membagikan makanan sebagai berkat ? bagi peziarah.?

Kegiatan ini diadakan setiap sore hari selama Ramadhan dengan di berbeda setiap harinya. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, M. Misbah (35), kegiatan ini telah menjadi tradisi sejak puluhan tahun silam.?

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Warga Sentol Daya Tahlil dan Ziarah Tiap Sore

"Sejak saya masih kecil, warga di sini telah biasa melakukan ziarah dan tahlilan tiap sore bada asar," tutur pria yang juga pengurus ranting NU Sentol Daya ini. Masih menurut beliau, dipilihnya waktu sore karena paling memungkinkan sambil lalu menunggu beduk maghrib ditabuh.?

"Biasanya masyarakat utamanya anak muda menghabiskan waktu sore Ramadhan dengan kegiatan yang kurang positif. Setidaknya dengan begini kebiasaan itu bisa diminimalisir," tambahnya pula. Dan terbukti, tidak hanya orang tua dan pria dewasa, remaja dan anak-anakpun tampak khusyuk mengikuti acara hingga akhir.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Sumarto (50), salah seorang warga desa Sentol Daya memberikan respon positif ketika ditemui di lokasi acara.?

"Alhamdulillah, saya senang sekali dengan tahlilan ini," ucapnya dalam bahasa madura. Lebih lanjut ia menyatakan keprihatinannya dengan banyaknya anak muda yang lupa akan makam leluhurnya, namun tak henti-henti merebut harta yang diwariskan. "Semoga dengan seperti ini, mereka bisa sadar siapa mereka sesungguhnya," tutur pria yang berprofesi sebagai petani ini.

Perlu diketahui, tiap sore hari tahlilan dilakukan secara bergiliran pada lokasi pemakaman yang ada di sekitar desa. Pagi harinya, masyarakat dan keluarga ahli kubur membersihkan area makam dari rumput liar. Selain itu mereka juga menyediakan makanan berupa nasi bungkus dan makanan ringan untuk diberikan kepada para hadirin sebagai menu buka puasa malam harinya. (Ach. Khalilurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan, Habib KOKAM Tegal

Kamis, 16 November 2017

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil

Garut, KOKAM Tegal



Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kabupaten Sumedang ikut memeriahkan pelaksanaan Konferensi Wilayah NU Jabar di Pesantren Al Fauzan Kecamatan Sukresmi Garut, Senin (10/10).

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)
Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil (Sumber Gambar : Nu Online)

Konvoi Mobil KBNU Sumedang Sukseskan Konferwil

Sebanyak 20 mobil dari beberapa Lembaga dan badan otonom (banom) yang ada di NU Sumedang dikerahkan ke Garut.

Hari ini (red-Senin), semuanya diberangkatkan pukul 11.00 WIB dengan start di kantor PCNU, dan dilepas langsung oleh ketua PCNU Sumedang, KH Sadulloh, SQ.

Dalam sambutannya Kang Haji mengatakan "Ini soal syiar, bukan gagah-gagahan kita melibatkan semua lembaga dan banom KBNU Sumedang ini."

KOKAM Tegal

“Kita ramaikan perhelatan tiap lima tahun ini dengan sama sama menghadirinya,” Tutur Saefudin Aziz MS, ketua Lesbumi PCNU Sumedang.

“Mudah-mudahan konferwilnya sukses, mengasilkan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah yang benar-benar kompeten, sesuai dengan harapan warga Nahdliyin di Jawa Barat,” harapnya. (Syarif Hidayatullah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Pahlawan, Makam KOKAM Tegal

Rabu, 08 November 2017

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan

Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Kedua, menghindari tempat-tempat maksiat. Ketiga, sadarlah bahwa setan suka cuci tangan. Keempat, ketahuilah setan itu mencari teman. Kelima, Janganlah terlalu banyak makan. Itulah lima langkah kongkrit ajaran al-Ghazali dalam upaya mematahkan usaha setan menggoda insan.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ?. ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Alhamdulillah, hari Jum’at ini kita masih diberi kemampuan oleh Allah Yang Mang Maha Kuasa untuk menjalankan salah satu perintahnya melaksanakan jama’ah shalat Jum’ah. Walaupun sebenarnya kita mafhum bersama bahwa keberhasilan kita menjalankan perintahnya merupakan bukti pemberian rahmat dariNya. Oleh karena itu sudah selayaknya kalau kita saling berwasiat untuk menjaga dan meningkatkan ketaqwaan kita bersama. karena hanya dengan taqwalah kita dapat mendekatkan diri kepadanya sekaligus menjadikannya pelindung tunggal dari godaan setan yang terkutuk.

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan (Sumber Gambar : Nu Online)
5 Langkah Gagalkan Godaan Setan (Sumber Gambar : Nu Online)

5 Langkah Gagalkan Godaan Setan

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Imam Ghazali dalam kitabnya Ihya Ululmiddin pernah berkata bahwa diantara hal yang harus dimengerti oleh seorang hamba adalah mengetahui tipu daya setan dan godaannya. Sesungguhnya pemahaman ini fardhu ain adanya. Hanya saja kebanyakan manusia tidak mau mengerti dan lebih suka disibukkan oleh pengetahuan-pengetahuan yang menjebak dirinya sendiri masuk ke dalam kubangan setan.

Oleh karena begitu akutnya tipu daya setan, maka seorang hamba harus mengerti berbagai kiat mematahkan bujuk rayu setan. Hal ini berfungsi untuk menyelamatkan dirinya dari para setan yang terkutuk. Terkutuk karena godaan dan rayuan itu dihembuskan oleh setan bersama dengan hembusan nafas manusia. Sehingga Al-Hasan suatu ketika pernah ditanya oleh Abu Said “apakah setan itu tidur?”. Al-Hasanpun menjawa “jika setan itu tidur, pasti kita bisa istirahat”. Sayangnya setan tidak mengenal sekat ruang dan waktu. begitu juga godaan-godaan mereka yang mengalir bersama arus dalam darah seorang hamba.

KOKAM Tegal

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Namun, manusia sebagai makhluk yang sempurna yang dibekali Allah dengan kemampuan bernalar harus memiliki kemauan untuk mngalahkan setan. Dan oleh karenanya Al-Ghazalai dengan jelas menerangkan lima kiat mematahkan godaan setan. Pertama, membuat kurus setan dengan memperbanyak dzikir kepada Allah swt. Rasulullah saw pernah bersabda:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Sesungguhnya orang mukmin itu membuat kurus setannya, sebagaimana seseorang diantara kamu membuat kurus ontanya dalam perjalanan.

Jika sebuah binatang liar telah dikuruskan pastilah ia akan mudah diatur dan menjadi penurut. Karena ketergantungan kepada majikannya. Begitu juga setan, jika seorang hamba telah bisa menguasai setan dengan tidak serta merta memenuhi keinginannya, pastilah setan akan kurus badannya.

Kedua, janganlah seorang hamba mendekatkkan dirinya kepada tempat-tempat kemaksiatan dan orang-orang mungkar. Sungguh hal itu memperkuat daya pikat setan membujuk manusia. Rasulullah secara legoris menyatakan: ?

? ? ? ? ? ? ? ?

Baran siapa berputar-putar di sekitar tempat larangan, maka besar kemungkinan ia akan terjerembab ke dalamnya.

Demikianlah Jama’ah yang Berbahagia

Dua langkah pertama mencoba membikin setan tidak nyaman menggoda kita dengan harapan setan akan segera bosan dan kecewa karena keteguhan kita. Meskipun keduanya bukan hal yang mudah tetapi harus terus dicoba.

Ketiga, hendaknya seorang hamba selalu sadar bahwa sesungguhnya tujuan setan menggoda hanyalah ingin menjerumuskan kita kelembah kenistaan dan kemadharatan abadi. Tidak ada godaan setan yang membawa pada kemanfaatan. Sesungguhnya setan berbuat demikian karena setan ahli cuci tangan. Ibarat penjegal yang merasa puas jika korbannya jatuh tersungkur dan dia terkekeh dengan bangganya. Dalam surat al-Hasyr ayat 16 Allah menerangkan

…? ? ? ? ? ? ? ? ? ? …

…ketika dia berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir, maka ia berkata: "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu…?

Para Hadirin Rahimakumullah

Kemudian keempat, seorang hamba harus selalu ingat bahwa selain berusaha cuci tangan, setan juga bersifat pengecut. Ia menginginkan banyak teman dalam kesesatannya. Semakin banyak teman yang menemani dirinya dalam kesesatan ia akan semakin puas. Karena sesungguhnya neraka sair itu sungguh luasnya. Dan karenanya setan menginginkan kawan untuk mengisinya. Demikian keterangan al’A’raf 16-17 menerangkan

? ? ? ? ? ? ? (16) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? -

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,?

kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).

Dan terakhir, kelima guna mendukung keempat kiat tersebut seorang hamba harus senantiasa dalam kondisi lapar. Karena kondisi lapar akan mempermudah seorang hamba dalam mengingat Allah swt.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Innas syaithana yajri min ibni adam majrad dammi, fadhayyiqu majariyahu bilju’i

Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia di tempat jalannya darah. Maka persempitlah jalannya itu dengan mengosongkan perut.

? Demikianlah khotbah jum’ah kali ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Pahlawan KOKAM Tegal

Selasa, 31 Oktober 2017

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung

Temanggung, KOKAM Tegal

Tahun 2016 ini Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah akan memberangkatkan 581 calon jamaah haji. Mereka akan tergabung ke dalam dua kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 32 dan 57.

Ke-581 calon jamaah haji Temanggung tersebut rata-rata berusia antara 50-60 tahun. Di antara calon haji yang sudah tergolong lansia yaitu usia di atas 75 tahun ada sekitar 22 orang. Meski sebagian kecil ada yang berusia lanjut, tapi sampai kini semua calon haji Temanggung dalam keadaan sehat dan siap diberangkatkan pada bulan depan.? ?

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)
22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung (Sumber Gambar : Nu Online)

22 Tahun Waktu Tunggu Calon Haji Temanggung

Hal itu di sampaikan Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Temanggung Widagdo kepada KOKAM Tegal saat ditemui di kantornya, Jumat (29/7).

KOKAM Tegal

Widagdo menambahkan bahwa calon jamaah haji Kabupaten Temanggung berdasarkan jadwal dari kantor wilayah Provinsi Jawa Tengah akan diberangkatkan dari Pendopo Pengayoman kabupaten Temanggung ke asrama Donohudan Solo pada tanggal 20 Agustus 2016 untuk kloter 32 dan pada tanggal 30 Agustus untuk kloter 57-nya.

Untuk kloter 32 yang total berjumlah 355 (belum termasuk petugas) calon haji akan terbang ke Arab Saudi tanggal 21 Agustus dan langsung mendarat di Madinah karena termasuk gelombang I dan langsung mengawali kegiatannya di Madinah. Sementara kloter 57 yang berjumlah 226 calon haji akan berangkat menuju Jeddah, Saudi tanggal 31 Agustus. Pada kloter 57 ini calon haji Temanggung akan tergabung dengan dengan calon haji dari Kabupaten Sragen, Klaten dan Magelang.

KOKAM Tegal

Tentang daftar tunggu atau lamanya antre bagi pendaftar baru calon haji di Kabupaten Temanggung adalah 22 tahun. "Terhitung pendafatr haji pada 2016 perlu menunggu berangkatnya tahun 2038", pungkas Widagdo. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Internasional, Meme Islam KOKAM Tegal

Selasa, 24 Oktober 2017

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU

Jakarta, KOKAM Tegal



Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) mengadakan Semaan Al-Quran di Masjid An-Nahdlah, lantai satu Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Jumat (24/2). Kegiatan ini dimulai pukul 08:00 WIB hingga khatam sore nanti.

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Semaan Al-Quran Buka Puncak Peringatan Harlah Ke-63 IPNU

Semaan Al-Quran merupakan bagian dari rangkaian acara peringatan hari lahir (harlah) ke-63 IPNU yang digelar Pimpinan Pusat IPNU. Acara puncak akan diselenggarakan nanti malam.?

"Semaan Al-Quran ini sebagi pembuka acara malam puncak peringatan harlah IPNU ke-63 tahun," kata ketua panita, Ahmad Farikhul Badi.

Malam puncak harlah akan dimulai dengan Dzikir Santri untuk Negeri selepas shalat isya’, disambung dengan resepsi harlah ke-63 yang didirikan pada tahun 1954 ini. Beberapa waktu lalu PP IPNU juga mengadakan Lakut (Latihan Kader Utama) dan Diklat Jurnalistik Pelajar dan Santri yang diikuti rastusan kader IPNU dari berbagai daerah.

"Nanti malam juga masih banyak acara, ada dzikir bersama, potong tumpeng, penyerahan bantuan ke LAZISNU, launching buku dan juga grup musik Debu akan tampil eksklusif nanti malam" Lanjutnya lagi. (Kifayatul Ahyar/Mahbib)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Berita, Pesantren, Pahlawan KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Senin, 02 Oktober 2017

Ini Cara Unik Banser Kragan Memperkenalkan Diri

Rembang, KOKAM Tegal. Ada hal unik yang dilakukan Badan Ansor Serbaguna (Banser) Satuan Koordinator Rayon (Satkoryon) Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dalam memperkenalkan dirinya kepada para pelajar. Mereka mengikuti kegiatan Estafet Tunas Kelapa (ETK) Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Rembang dengan menggunakan pakaian barongan

Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Banser Rembang Abdul Hakim mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya memperkenalkan Banser dan Ansor kepada para pelajar, khususnya adik-adik Pramuka. Selain itu, kerja sama antara Banser dan Pramuka ini juga bukan pertama kalinya. Pada musim mudik lebaran kemarin, pihaknya juga menggalang kerja sama dengan Kwaran Pramuka Kragan dalam menjaga posko mudik.

Ini Cara Unik Banser Kragan Memperkenalkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Unik Banser Kragan Memperkenalkan Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Unik Banser Kragan Memperkenalkan Diri

Estafet Tunas Kelapa ini merupakan kegiatan skala Krancab Pramuka Rembang yang pada hari Senin (29/8) kemarin dibuka langsung oleh Wakil Bupati Rembang Bayu Andriyanto di Kecamatan Sale Kabupaten Rembang.

"Memang sudah selayaknya para generasi muda ini kenal dengan NU dan banom-banomnya. Kita sebagai kader NU juga harus sekreatif mungkin untuk memperkenalkan diri kita kepada mereka. Salah satunya lewat kreasi barongan yang dikenakan anggota Banser kita," ujar Hakim kepada KOKAM Tegal, Selasa (30/8) lalu.

KOKAM Tegal

Ia mengungkapkan bahwa banyak pula kader Ansor yang bergabung dalam Pramuka di Kecamatan Kragan. Hal ini bisa menjadi jembatan untuk memudahkan Ansor dalam memperkenalkan diri kepada para pelajar.

"Kita harus dapat menyelipkan antara tradisi, budaya dan proses kaderisasi. Sehingga apa yang menjadi amanat dari para leluhur kita akan tersampaikan kepada generasi muda. Tentunya ini wujud khidmah dan pengabdian kita dalam bela negara dan tanah air," ungkapnya.

Di Kecamatan Kragan sendiri, rute yang ditempuh dalam estafet kali ini kurang lebih 10 kilometer. Ratusan Pramuka dan Banser Kragan juga turut memeriahkan acara ini. (Aan Ainun Najib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Khutbah, Pahlawan KOKAM Tegal

Kamis, 14 September 2017

Djarot Saiful Hidayat: Tokoh Besar Lahir dari Pesantren

Jombang, KOKAM Tegal - Pesantren telah memberikan sumbangsih besar bagi lahirnya para ulama dan tokoh dengan reputasi nasional hingga internasional. Karenanya, para santri tidak perlu minder belajar di pesantren.

Penegasan ini disampaikan Djarot Saiful Hidayat saat memberikan motivasi kepada ratusan siswa di SMA Pesantren Sains atau Trensains Tebuireng Jombang, Jumat (11/11).

Djarot Saiful Hidayat: Tokoh Besar Lahir dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Djarot Saiful Hidayat: Tokoh Besar Lahir dari Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Djarot Saiful Hidayat: Tokoh Besar Lahir dari Pesantren

Di hadapan ratusan santri, Djarot berpesan agar para santri tidak berkecil hati. Karena, para santri juga mampu berprestasi.

KOKAM Tegal

"SMA Trensains ini baru tiga tahun berdiri, namun sudah 46 prestasi diraih baik di tingkat regional maupun internasional, jadi jangan berkecil hati," katanya disambut tepuk tangan ratusan siswa yang hadir.

Mantan wali kota Kediri ini kemudian menyebut sejumlah tokoh seperti KH M Hasyim Asyari, KH A Wahid Hasyim, serta beberapa ulama besar juga lahir di pesantren. Karena itu, wakil gubernur DKI Jakarta nonaktif ini mengingatkan berbagai kalangan untuk tidak mengangap remeh pesantren.

"Karena pesantren mampu mencetak orang-orang sukses dan mandiri. Konsep kemandirian dan kerja sama menjadi dasar pendidikan di pesantren," terangnya.

KOKAM Tegal

Usai di SMA Trensains, Djarot melakukan ziarah ke pemakaman Pesantren Tebuireng. Didampingi KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), rombongan melakukan tabur bunga dan berdoa di pusara keluarga besar pesantren tersebut.

Usai dari Tebuireng, Djarot melakukan ziarah ke makam mantan Presiden RI, Soekarno di Blitar. (Ibnu Nawawi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan KOKAM Tegal

Minggu, 10 September 2017

PMII ITS Nyatakan Siap Lahir-Batin Kembali ke NU

Jombang, KOKAM Tegal 

Sidang Pleno untuk mengesahkan hasil sidang komisi-komisi pada Muktamar NU ke-33 telah usai tepat pukul 11.30. Salah satu butir point yang dihasilkan dan disahkan dalam hal keorganisasian NU adalah terkait masuknya PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan KORPRI NU dalam satu gerak tubuh bersama NU. Keputusan tersebut masih memunculkan pro-kontra di kalangan kader NU. Berbagai macam gerakan viral melalui dunia maya bergerak sejak tadi malam.

Menanggapi hasil sidang pleno tersebut, PMII Sepuluh Nopember (ITS-PENS-PPNS) yang beberapa hari terakhir membuat gerakan viral Siap Kembali ke NU menyatakan memberikan dukungan penuh.

PMII ITS Nyatakan Siap Lahir-Batin Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII ITS Nyatakan Siap Lahir-Batin Kembali ke NU (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII ITS Nyatakan Siap Lahir-Batin Kembali ke NU

"Sejatinya perjalanan kajian panjang sudah kami lakukan sejak tahun 2011 terkait positioning PMII terhadap NU. Sikap kami sudah kami sampaikan melalui Maklumat Surabaya pada tanggal 31 Januari 2015 yang isinya secara garis besar intinya menyatakan PMII harus kembali ke NU," ujar Imam, ketua komisariat PMII Sepuluh Nopember Surabaya.

KOKAM Tegal

Dalam ulasannya Imam juga menyampaikan tiga hal pokok yang menjadi pertimbangan dalam positioning PMII terhadap NU. Pertama terkait ideologis Islam Aswaja, kedua terkait pertarungan kekuatan global dan internasional, dan yang ketiga tentang kebutuhan dan kekuatan cluster kaum intelektual muda NU.

KOKAM Tegal

Terkait hasil sidang pleno tersebut selanjutnya secara organisasi akan diselesaikan dalam internal tubuh PMII. (Ahmad Hanan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Kajian, Pahlawan KOKAM Tegal

Sabtu, 26 Agustus 2017

GP Ansor Padangpariaman Siap Kerjasama dengan Dandim

Pariaman, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman siap bekerjasama dengan kekuatan Kodim 0308 Pariaman dalam mempertahankan empat pilar kebangsaan Negara Republik Indonesia. Kerjasama ini dalam rangka memperkuat pemahaman generasi muda di Padangpariaman terhadap empat pilar kebangsaan, yakni NKRI, UUD 1945, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

GP Ansor Padangpariaman Siap Kerjasama dengan Dandim (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Padangpariaman Siap Kerjasama dengan Dandim (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Padangpariaman Siap Kerjasama dengan Dandim

Penegasan itu disampaikan Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Padangpariaman Zeki Aliwardaha SPdI ketika beraudensi dengan Dandim 0308 Pariaman Letkol (Inf) Persada Alam di ruang kerjanya, Selasa (28/4) di Pariaman. Dandim didampingi Kasi Intel Kapten Maslur.

Menurut Dandim Persada Alam, pihaknya juga siap bekerjasama dengan Gerakan Pemuda Ansor Padangpariaman. Baik dalam menjaga ketertiban dan pengamanan, maupun dalam menjaga dan memperkuat empat pilar kebangsaan.?

KOKAM Tegal

"Selain itu, kita juga minta Ansor untuk turut memantau gerakan-gerakan radikal yang dapat mengancam negara dan bangsa Indonesia. Saat ini yang perlu diwaspadai adalah adanya kemungkinan pengaruh gerakan ISIS di wilayah Padangpariaman," kata Persada.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Zeki Aliwardana menyampaikan keinginan Ansor Padangpariaman untuk bermitra dengan aparat keamanan dalam menjaga keutuhan NKRI. Karena bagi Ansor bentuk negara NKRI ini sudah final. Munculnya gerakan-gerakan yang ingin merongrong keutuhan NKRI harus terus diwaspadai.

Dibagian lain ditambahkan Zeki, dalam membenahi struktur organisasi, sesuai dengan ketentuan dari Pimpinan Pusat GP Ansor, dalam waktu dekat diadakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Bersamaan dengan PKD, juga dilaksanakan Pendidikan dan Latihan Dasar Barisan Serbaguna (Diklatsar Banser) Ansor.?

"Insya Allah ini akan memperkuat eksistensi Ansor ? di Padangpariaman. Hingga kini sudah ada 60 peserta yang siap untuk mengikutinya," kata Zeki mantan Pemuda Pelopor Kabupaten Padangpariaman ini.

Sehari sebelumnya, Senin (27/4) Zeki Aliwardhana beraudiensi dengan Kapolres Pariaman AKBP Riko Junaldy, SIK. Beliau juga menyatakan siap bekerjasama dan memberikan dukungan kepada Ansor Padangpariaman. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kajian, Pahlawan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock