Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RMI NU. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Pringsewu,KOKAM Tegal? . Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mampu mengumpulkan uang Rp 93.545.000,00. Dana tersebut dihimpun dari anggota yang aktif di majelis talim. Kemudian jumlahnya diumumkan pada peringatan hari lahirnya yang ke-69 di Lapangan Dirgahayu Kecamatan Sukoharjo? Ahad (29/3).

Pengumpulan uang tersebut melalui pencanangan Koin Surga yaitu dengan mengumpulkan recehan koin seratusan rupiah sampai seribuan rupiah melalui kegiatan pengajian majelis-majelis talim muslimat. ?

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Uang tersebut dimasukkan ke dalam bambu satu ruas yang dicat warna hijau yang mereka sebut “celengan bambu”. Celengan tersebut diisi setelah pelaksanaan harlah tahun lalu dan dibuka menjelang pelaksanaan harlah tahun ini.?

Dana tersebut, menurut salah seorang pengurus Muslimat NU Pringsewu Etiek Jukhaeni, akan didistribusikan untuk santunan dhuafa, lansia, anak-anak yatim dan yatim piatu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Etiek yang ketua panitia Harlah Muslimat mengungkapkan rasa puasnya dan bersyukur kepada Allah swt. Atas semua karunia yang diberikan-Nya sehingga acara yang dihadiri sekitar 6000 orang itu berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut dia, di harlah ke-69, seyogyanya diperingati dengan berbagai kegiatan yang bersifat meggugah dan men-sponsori semangat warga Nahdliyyin dan Nahdliyat, serta mengadakan kegiatan sosial, kreativitas warga baik dari Badan Otonon, maupun Lembaga yang ada.

Ia menyebutkan rangkaian Harlah yang bersifat pembinaan mental spiritual maupun kegiatan bhakti sosial. Pembinaan mental spritual meliputi Istighotsah, dan pengajian akbar.?

Sedangkan kegiatan bhakti sosial meliputi santunan pada lansia, dhuafa, dan anak-anak yatim / yatim piatu, khitanan massal, donor darah, KB yang terdiri dari suntik, pil, dan IUD. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Pendidikan, RMI NU KOKAM Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

KOKAM Tegal

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Ulama KOKAM Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU

Jakarta, KOKAM Tegal. Rombongan guru besar universitas Al-Azhar Kairo mengadakan lawatan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Mereka dengan pimpinan rombongan Prof DR Abdul Mun’im Fuad, menyampaikan salam hormat dan dukungan Grand Syekh Al-Azhar yang tidak bisa hadir silaturahmi dengan pengurus NU.

Grand Syekh Al-Azhar melalui utusannya Mun’im Fuad menyatakan bahwa cara pandang keagamaan yang dikembangkan NU sama sekali mirip dengan cara pandang guru-guru Al-Azhar.

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Utusan Grand Syekh Al-Azhar Mesir Kunjungi PBNU

“Terima kasih sudah menerima kami. Kami merasa terhormat di tempat mulia ini. Kami sampaikan amanah Grand Syekh untuk NU yang dalam waktu dekat mengadakan Muktamar,” kata Mun’im Fuad mengawali sambutannya dengan bahasa Arab di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (27/5) siang.

KOKAM Tegal

Di hadapan pengurus harian Syuriyah dan Tanfidziyah PBNU, Mun’im Fuad menyatakan kekagumannya pada NU. Menurutnya, NU dengan massanya yang besar bahkan mayoritas di Indonesia berani pasang badan melindungi hak-hak dasar warga Indonesia yang memiliki keragaman suku, keyakinan, agama, bahkan paham politik.

KOKAM Tegal

Dengan mendukung penuh persatuan NKRI, NU menjadikan perbedaan-perbedaan itu sebagai rahmat.

“Kuncinya satu, karena kami mendukung asas Pancasila. Dengan demikian, segala bentuk perbedaan dan keragaman yang ada di Indonesia, tidak menjadi alasan perpecahan bagi kami. Beda dengan di Timur Tengah. Kami tetap mayoritas di sini, tetapi kami menjadi teladan di tengah keragaman minoritas,” kata Ketum PBNU KH Said Aqil menyambut Mun’im Fuad.

Walhasil, selamat datang di Indonesia. Silakan saksikan sendiri nikmatnya persatuan di Indonesia, tandas Kang Said berbahasa Arab. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU, Amalan KOKAM Tegal

Rabu, 17 Januari 2018

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur menyerukan agar segenap komponen bangsa merefleksikan peran penting kaum santri dalam perjalanan dinamika kebangsaan, sejak pra kemerdekaan hingga saat ini.

"Faktanya, sejarah bangsa ini telah banyak menegasikan peran santri yang cukup signifikan dalam menggelorakan semangat perlawanan terhadap penjajah," kata Ketua Umum PKC PMII Jatim, Fairouz Huda, di Surabaya, Selasa (5/11).

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Jatim Minta 1 Muharam Jadi Hari Santri

Ia menegaskan, santri dengan semangat perlawanannya terbukti mampu meletakkan arti penting sebuah perjuangan menyelamatkan bangsa dari serangan musuh, sehingga para penjajah angkat senjata.

KOKAM Tegal

Dalam sejarah, bukan hanya dalam bentuk fisik, santri juga disebutakan memiliki kontribusi besar terhadap fondasi ideologi bangsa ini, yang pada akhirnya terumuskan menjadi Pancasila.

KOKAM Tegal

"Melalui pesantren, kaum santri terbukti masih konsisten menjaga tradisi keindonesiaan kita," tegasnya.

"Santri juga konsisten mengembangkan sebuah pemikiran nasionalisme yang berakar pada tradisi keindonesiaan tersebut," imbuhnya.

Menurut Fairouz, pesantren adalah kawah candradimuka menyemai spirit syiar Islam dan perjuangan kebangsaan. Pesantren menjadi tempat penempaan diri menjadi calon pemimpin-pemimpin bangsa dengan basis pemikiran yang kuat tanpa koptasi oleh kurikulum yang terekayasa oleh kepentingan luar.

"Pesantren mampu melahirkan dan memperkuat karakter pemimpin yang berakar pada fondasi nilai keindonesiaan," tandasnya.

Hingga saat ini, lanjut dia, banyak jebolan pesantren yang telah masuk di ruang-ruang kekuasaan dengan mempengaruhi kebijakan-kebijakan negara menuju Indonesia yang digjaya.

Berdasar fakta sejarah, PMII Jatim meminta pemerintah agar menjadikan momentum Tahun Baru Hijriah atau tanggal 1 Muharam sebagai "Hari Santri Nasional".

"Tujuannya adalah mengingat dan menghayati makna penting perjuangan dan peran penting kaum santri terhadap perjalanan sejarah bangsa ini," pungkasnya. (Abdul Hady JM/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, RMI NU KOKAM Tegal

Senin, 15 Januari 2018

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Jakarta, KOKAM Tegal. Beberapa hari terakhir publik sempat dikejutkan dengan pemberitaan terkait Ketua Umum Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj mempromosikan Hary Tanoe untuk menjadi presiden. Namun demikian, Wakil Sekretaris Jenderal Nahdlatul Ulama Masduki Baidlowi menyangkal bahwa pemberitaan tersebut tidaklah benar.

Masduki menjelaskan bahwa sebuah berita harus berimbang dan sesuai dengan kaidah kode etik jurnalistik. Ia mengatakan bahwa pemberitaan yang melibatkan Kiai Said tersebut adalah tidak utuh dan hanya sepotong-sepotong.

“Pembicaraan Ketua Umum (Kiai Said) mesti dimuat secara utuh, harus sesuai dengan prinsip 5W plus 1H,” kata Masduki di kantor KOKAM Tegal, Selasa, (26/4).

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Tuduhan Kiai Said Mendukung Hary Tanoe

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa foto-foto Hary Tanoe yang tersebar di berbagai media sosial tersebut adalah kumpulan dari rangkaian kunjungan Hary Tanoe ke berbagai pesantren, termasuk pesantren Nahdlatul Wathon di NTB dan Pesantren Al Falah di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan.?

“Itu (foto-foto itu) adalah kompilasi dari beberapa peristiwa yang dihadiri oleh Hary Tanoe di beberapa pesantren,” terangnya.

KOKAM Tegal

Namun, imbuh Masduki, media memberitakan dan menggiring pendapat masyarakat seolah-olah itu adalah satu peristiwa ketika Hary Tanoe bertamu ke pesantren Al Tsaqofah bulan lalu.?

“Itu tidak benar dan bersifat fitnah,” tegasnnya.?

Hary Tanoe bertandang ke Pesantren Al Tsaqafah asuhan Kiai Said di Ciganjur, Jakarta Selatan, pada Minggu, (13/3). Dalam lawatannya tersebut, Hary Tanoe hanya berbagi ilmu dan pengalaman kepada para santri Al Tsaqafah. (Muchlishon Rochmat/Zunus)?

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU, Kajian, Quote KOKAM Tegal

Rabu, 10 Januari 2018

Amalan Sayidina Umar yang Membawanya ke Surga

Usai Sayyidina Umar wafat, ada salah seorang yang bermimpi bertemu beliau. Ia bertanya "wahai Umar, apa yang dilakukan Allah kepadamu?"?

Umar menjawab, "Allah telah mengampuniku".

"Apakah karena keadilanmu?"?

Amalan Sayidina Umar yang Membawanya ke Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Amalan Sayidina Umar yang Membawanya ke Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Amalan Sayidina Umar yang Membawanya ke Surga

"Bukan"?

Padahal sebagaimana kita ketahui, sahabat Umar adalah seorang khalifah yang tegas berprinsip dan adil dalam memberi keputusan.?

KOKAM Tegal

Namun ternyata beliau masuk surga bukan karena amalnya. Namun beliau justru mengaku, "(aku masuk surga) karena seekor burung".?

Ketika itu ada burung yang dibuat mainan anak kecil. Merasa iba, sahabat Umar lalu membeli burung dari anak kecil itu, setelah terbeli, burung pun dilepas.

KOKAM Tegal

Kisah di atas sangat cocok dengan sebuah hadis yang diriwayatkan dalam Kitab Sunan At-Tirmidzi:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Orang-orang yang berbelas kasih akan dikasihi Allah yang maha pengasih. Maka kasihanilah penduduk yang ada di bumi, niscaya kalian akan dikasihi penduduk langit.?

(Ahmad Mundzir)

Disarikan dari ceramah KH Abdullah Kafabihi Mahrus, Pengasuh Pesantren Lirboyo, Kediri.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU, Kyai KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

Pangandaran, KOKAM Tegal

Puluhan Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat mengikuti Pelatihan Kader Dasar (PKD) yang diselenggarakan PMII Kabupaten Ciamis di SMP Plus Ma’arif NU Pangandaran pada (25/03).

Ketua PC PMII Kabupaten Ciamis Aep Saepudin, mendorong semua anggota PMII yang ada di Kabupaten Pangandaran untuk senantiasa menjadi kader yang bisa diandalkan oleh siapa pun, terutama oleh masyarakat sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian.

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Kader, PMII Ingin Jadi Andalan Masyarakat

“Saya tidak menginginkan anggota PMII hanya menjadi jago kandang. Akan tetapi perlu bentuk nyata yang diperbuat oleh semua anggota terhadap masyarakat maupun pemerintah, khususnya Kabupaten Pangandaran,” tegas Aep dalam sambutan pembukaan PKD.

KOKAM Tegal

Penguatan jati diri kader, lanjut Aep, merupakan upaya memperkokoh PMII serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, di era yang serba modern ini pemuda khususnya, dihadapkan pada berbagai persoalan sumber daya manusia (SDM) yang dibenturkan iklim Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

KOKAM Tegal

“Jadi, anggota PMII wajib mempunyai kemampuan yang bisa menjawab persoalan yang dirindukan oleh masyarakat Indonesia, khususnya Kabupaten Pangandaran. Selain itu, tantangan MEA jangan dijadikan oleh pemuda untuk bersembunyi di balik ketidakmampuan dalam bersaing dalam berbagai bidang,”, pungkasnya.

Sejumlah 26 mahasiswa yang telah menjadi anggota PMII Kabupaten Pangandaran akan mengikuti kegiatan PKD tersebut hingga Ahad, (27/3). Mereka akan mendapat materi yang diprioritaskan yaitu pendalaman ideologi Ahlussunnah wal -Jama’ah serta ke-PMII an.

Di tempat yang sama, Asisten Daerah 2 Kabupaten Pangandaran Undang Sohbarudin, berharap PMII Kabupaten Pangandaran segera mandiri dari Kabupaten Ciamis. Pasalnya, untuk lebih mempermudah hubungan antara PMII dan pemerintah Kabupaten Pangandaran.

“Saya yakin PMII dapat bersinergi dengan pemerintah Kabupaten Pangandaran karena kami sangat membutuhkan para intelektual muda yang dapat berkontribusi aktif terhadap pemerintah. Apalagi sekarang zamannya semakin maju dengan berbagai persoalan yang sangat kompleks,” ujarnya kepada KOKAM Tegal.

Undang berharap Kabupaten Pangandaran yang baru saja memiliki pemimpin baru dengan visi dan misinya harus didukung oleh semua elemen masyarakat, khususnya PMII.

“Apapun yang menjadi visi dan misi Bupati Pangandaran perlu didukung oleh kita semua. Permasalahan pahit atau manisnya kita akan melihat hasil setelah kita bersama-sama membangun Pangandaran bersama-sama,” pungkasnya. (Muhafid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaSantri, RMI NU KOKAM Tegal

Kamis, 04 Januari 2018

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional

Yogyakarta, KOKAM Tegal. Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) se-Indonesia menghelat Musyawarah Nasional (Munas) yang bertempat di Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Yogyakarta. Munas dengan tema ‘Sinergi Mahasiswa Nahdlatul Ulama Melalui Nilai Spiritual dan Intelektual Mewujudkan Islam Yang Rahmatan Lil Alamin’ ini dilaksanakan selama tiga hari, Jum’at-Ahad, (23-25/1). Kegiatan ini adalah Munas yang pertama sejak KMNU dibentuk di masing-masing kampus. ?

Menurut Mujib, ketua panitia pelaksana, Munas KMNU bertujuan sebagai ajang silaturrahim antar KMNU se-Indonesia. “Selama ini kan masih sebatas pertemuan di internal masing-masing dan kali ini kita mencoba untuk silaturrahim dan konsolidasi bersama,” tutur Mujib.?

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

KMNU Se-Indonesia Helat Musyawarah Nasional

Selain silaturahim dan konsolidasi, dalam Munas tersebut juga dibahas mengenai kesamaan visi-misi serta program-program KMNU yang selama ini belum ada sinergi. “Program-program KMNU selama ini hanya untuk internal kampus saja, belum ada program bersama secara nasional,” ujar Mujib.

KOKAM Tegal

Target peserta Munas adalah seratus orang yang berasal dari perwakilan kampus yang sudah memiliki KMNU seperti Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), dan kampus lainnya.?

KOKAM Tegal

Slamet Mujamil, anggota KMNU UNY mengatakan, Munas kali ini diharapkan bisa menguatkan jaringan antar KMNU di kampus-kampus. Harapannya, lanjut Slamet, KMNU juga bisa segera terbentuk di kampus-kampus luar Jawa agar jaringannya kian luas.

“Dengan KMNU ini, kita bisa menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil ‘alamin, bukan menebarkan kebencian dan radikalisme di kampus,” tandas Slamet. (Anas/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Kiai, Sejarah, RMI NU KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Semarang, KOKAM Tegal. Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majm?‘at al-shar?‘ah al-k?fiyah li al-‘aw?m, Matn al-?ikam, dan Munjiy?t Me?ik saking Ihy?’ ‘ul?m al-d?n.?

Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017).?

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

“Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi.?

Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiy?t dalam tata cara berziarah ke kuburan.?

KOKAM Tegal

Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan.

Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa.?

Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri. ?

“Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Fa?alat?n dan La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya

Jakarta, KOKAM Tegal. Saat ini ada dua generasi di era global berbasis digital dan internet, yaitu Digital Native dan Digital Immigrant. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Pusat Studi Agama dan Nasionalisme, Surya University, Imam Malik Riduwan dalam Workshop Metode dan Best Practice mengenai Countering Violent Extremism (CVE), Rabu (9/9) di Hotel Golden Palace, Mataram, NTB.

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Digital Native dan Digital Immigrant, Dua Generasi di Dunia Maya

Malik menjelaskan, yang diamaksud dengan Digital Native bisa dikatakan sebagai penduduk asli dunia maya. “Artinya, seseorang lahir, di mana internet sudah ada dengan beragam media sosialnya,” jelasnya.

Sedangkan Digital Immigrant, terangnya, yaitu peralihan seseorang dari dunia tanpa digital ke dunia digital. Dijelaskan Malik, bahwa kelompok ini saat lahir tidak ada internet atau generasi yang baru belakangan kenal internet. Tetapi bimbingannya sangat dibutuhkan oleh generasi Digital Native dalam menyikapi segala sesuatu yang berkembang di dunia maya.

KOKAM Tegal

Kelompok Digital Immigrant saat lahir tidak ada internet dihadapannya, kata Malik, tetapi kelompok inilah yang berkewajiban memberikan edukasi sehingga generasi muda tidak mudah terpengaruh dengan informasi-informasi negatif yang cenderung menanamkan paham radikal.

“Sebab itulah, kegiatan-kegiatan seperti ini merupakan upaya dari Digital Immigrant dalam membimbing generasi muda di era digital,” tegasnya.

KOKAM Tegal

Dalam sesi dua bertopik ‘Pengembangan Program CVE dalam Penguatan Toleransi dan Penanggulangan Radikalisme serta Terorisme di Indonesia’ ini menghadirkan narasumber lain, yaitu Aktivis Pendidikan Anak, Irfan Amali, Aktivis Media Sosial, Budi Trisna, dan dari Edukasi 101, Winastawan Gora Swajati, serta Herry Sudrajat dari BNPT. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal PonPes, RMI NU KOKAM Tegal

Selasa, 19 Desember 2017

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas

Jepara, KOKAM Tegal. Feri Aji Saputra, bocah berusia 14 tahun ini harus terbaring selama 8 bulan di tempat tidurnya karena mengalami tumor ganas dilutut sebelah kiri. Saat ini ia hanya bisa terbaring lemah karena penyakit yang menimpanya kian membesar.

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas (Sumber Gambar : Nu Online)
Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas (Sumber Gambar : Nu Online)

Wajib Dibantu, Siswa Madrasah Penderita Tumor Ganas

Niatan sembuh sudah ditempuh pihak keluarga dengan berbagai pengobatan, namun hasilnya masih nihil.

Rukamah (38) ibunya yang setia merawat setiap hari mengatakan, awal mula sakit sejak Agustus tahun lalu. Dikira hanya pegal linu biasa kemudian dilarikan ke tukang pijit. Namun sakitnya tak kunjung membaik justru muncul benjolan di lutut kirinya.

KOKAM Tegal

Keluarganya lalu membawa ke dokter dan disarankan rongten di Puskesmas Mlonggo kemudian di rujuk di RSUD Kartini. Di RSUD tidak ada dokter spesialis tumor ganas di jaringan tulang, maka Feri dirujuk menuju RS Karyadi Semarang.

Pihak RS Karyadi menyarankan kaki kiri Feri diamputasi. Feri pun bersikukuh menolak karena khawatir diejek cacat oleh teman-temannya. Keluarga juga tak tega untuk memaksa putra Rifaat menjalani amputasi dan memilih cara lainnya berobat kemoterapi.

KOKAM Tegal

Kini siswa kelas VIII MTs Mathalibul Huda Mlonggo ini tidak lagi bersekolah karena sudah tidak berdaya. Ibunya mengaku sudah banyak berusaha mengobati sakit yang diderita anak bungsunya.

Setiap bulan Feri harus dibawa ke Semarang guna kemoterapi. Untuk menjalani kemo di RS Semarang, keluarga masih bisa membawa Feri naik bus umum. Namun saat ini Feri sudah tak sanggup jika harus menjalani kemo dengan menaiki bus umum. Apalagi untuk menyewa mobil juga tidak mampu karena biaya mahal.

Pihak keluarga selalu mengupayakan berobat ke pengobatan alternatif. Keluarga tetap optimis akan kesembuhan anak kelahiran 18 Juni 2000 tersebut. Keluarga juga mengharapkan uluran bantuan dari dermawan untuk pengobatannya.

Feri bersama keluarganya tinggal di desa Sinanggul Tengah (kampung pasar Cewek) RT. 18 RW. 02 kecamatan Mlonggo kabupaten Jepara. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, RMI NU KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an

Peran Kiai Soleh Darat dalam menyebarkan Islam tak hanya semasa hidupnya maupun warisan pesantrennya. Sebab murid-muridnya adalah para pendiri organisasi Islam, pengasuh pesantren dan pendakwah agama yang terus menghasilkan kader-kader da’i berikutnya. Sampai akhir zaman. ?

Wali ini yang hidup sezaman dengan dua waliyullah besar lainnya, Syekh Nawawi Al-Bantani dan Kiai Kholil Bangkalan, Madura ini disebut sebagai gurunya para ulama tanah Jawa.?

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an

Murid-muridnya itu, diantaranya, KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Syaikh Mahfudh Termas Pacitan (pendiri Pondok Pesantren Termas), KH Idris (pendiri Pondok Pesantren Jamsaren Solo), KH Sya’ban (ahli falak dari Semarang), Penghulu Tafsir Anom dari Keraton Surakarta, KH Dalhar (pendiri Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan), KH Munawir (Krapyak Yogyakarta), KH Abdul Wahab Chasbullah Tambak Beras Jombang, KH Abas Djamil Buntet Cirebon, KH Raden Asnawi Kudus, KH Bisri Syansuri Denanyar Jombang dan lain-lainnya. Para murid itu ada yang belajar pada Kiai Soleh Darat sewaktu masih di Mekah maupun setelah di ? Semarang.?

KOKAM Tegal

”Bisa dikatakan, Kiai Soleh Darat adalah embahnya para ulama di Jawa, karena menjadi guru dari guru ulama yang ada sekarang,” terang KH Ahmad Hadlor Ihsan, mantan Rois Syuriyah PCNU Kota Semarang yang juga pengasuh Ponpes Al-Islah Mangkang, Tugu, Semarang. ?

KOKAM Tegal

Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.?

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. ? Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.?

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Quran diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini.? Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf ? Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.?

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”?

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).?

Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya. ?

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini.?

Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“ dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).

Kitab Tafsir Kiai Soleh itu, walau tidak selesai 30 juz Al-Quran, dicetak pertama kali di Singapura pada tahun 1894 dengan dua jilidan ukuran folio. Sehingga walau pengarangnya telah wafat, pengajian kitab ini jalan terus. Karena referensi pribumi Jawa yang bermukim di tanah melayu. Bahkan kaum muslim di Pattani, Thailand Selatan juga memakai kitab ini.?

Hingga kini Karya-karya Mbah Soleh Darat masih dibaca di pondok-pondok pesantren dan majelis taklim ? di Jawa. Sebagian besar bukunya sampai sekarang terus dicetak ulang oleh Penerbit Toha Putera, Semarang.

Sederhana plus Progresif. Sebagaimana umumnya ulama, Kiai Soleh Darat sangat bersahaja dan tawadhu. Akhlaknya sangat terjaga dari kesombongan. Dalam semua kitabnya, ia selalu selalu merendah dan menyebut dirinya sebagai orang Jawa awam yang tak faham seluk-beluk Bahasa Arab.

Di prolog kitabnya selalu tertulis ? “buku ini dipersembahkan kepada orang awam dan orang-orang bodoh seperti saya”. Dalam pendahuluan Terjemahan Matan al-Hikam terbitan Toha Putra Semarang tertera: “ini kitab ringkasan dari Matan al-Hikam karya al-Allamah al-Arif billah Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Atha’illah. Saya ringkas sepertiga dari asal agar memudahkan orang awam seperti saya. Saya tulis dengan Bahasa Jawa agar cepat dipahami oleh orang yang belajar agama atau mengaji”.?

Bahkan, meski beliau keturunan Nabi Muhammad (sayyid/habib), yang nasabnya dari Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) putra Raden Rahmat (Sunan Ampel), hal itu tak pernah dikatakannya. Bagi ? Mbah Soleh, orang dihormati karena ilmu dan amalnya. Bukan garis keturunannya.?

Kiai Soleh Darat selalu menekankan kepada muridnya agar giat menuntut ilmu. Dia berkata: “Inti sari Al-Qur’an adalah dorongan kepada umat manusia agar mempergunakan akalnya untuk memenuhi tuntutan hidupnya di dunia dan akhirat”.

Diperingatkannya, orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan dalam keimanannya, maka akan jatuh pada keyakinan sesat. Sebagai misal, paham kebatinan yang mengajarkan bahwa amal yang diterima Allah adalah amaliyah hati yang dipararelkan dengan paham Manunggaling Kawulo Gusti-nya Syekh Siti Jenar dan berakhir tragis pada perilaku taqlid buta (anut asal ikut).?

”Iman orang taklid tidak sah menurut ulama muhaqqiqin (ahli hakikat),” demikian tegasnya. ? Kata itu tersurat dalam Kitab Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘Ala Jauharah al-Tauhid karya Mbah Soleh Darat. Lebih jauh beliau peringatkan masyarakat tak terpesona oleh orang yang mengaku memiliki ilmu hakekat tapi meninggalkan syariat seperti sholat dan amalan fardhu lainnya.? Kemaksiatan berbungkus kebaikan tetap saja namanya kebatilan, demikian inti petuah beliau.

Tauhid yang Tepat? . Kiai Soleh Darat dikenal sebagai ahli ilmu kalam. Ia adalah pendukung teologi Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturudi. Dalam kitab Tarjamah Sabil al-’Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid dia mengemukakan penafsirannya atas sabda Rasulillah SAW mengenai terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan sepeninggal Nabi, dan hanya satu golongan yang selamat.

Menurutnya, yang dimaksud Nabi Muhammad SAW dengan golongan yang selamat adalah mereka yang berkelakuan seperti yang dilakukan oleh Rasulillah SAW, yaitu melaksanakan pokok-pokok kepercayaan Ahlussunah Waljamaah Al-Asy’ariyah, dan Maturidiyah.?

Sebagai ulama yang berpikiran maju, ia senantiasa menekankan perlunya ikhtiar dan kerja keras, setelah itu baru bertawakal, menyerahkan semuanya pada Allah. Ia sangat mencela orang yang tidak mau bekerja keras karena memandang segala nasibnya telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Ia juga tidak setuju dengan teori kebebasan manusia yang menempatkan manusia sebagai pencipta hakiki atas segala perbuatan.?

Tradisi berpikir kritis dan mengajarkan ilmu agama terus dikembangkan hingga akhir hayatnya.?

Ikon Kota Semarang. Menurut Ketua Pengajian Ahad Pagi KH Muhamamd Muin, Kiai Soleh Darat lahir di Dukuh Kedung Jumbleng Kecamatan Mayong, Jepara, sekitar tahun 1820 (1235 H). ? Beliau wafat di Semarang, tanggal 18 Desember 1903/28 Ramadhan ? 1321 H dalam usia 83 tahun.Kata Darat di belakang nama Kiai Soleh adalah sebutan masyarakat untuk menunjukkan tempat dia tinggal, yakni di Kampung Darat, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara.?

Ayahnya, KH Umar, adalah ulama terkemuka yang dipercaya Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda di wilayah pesisir utara. Setelah mendapat bekal ilmu agama dari ayahnya, Soleh kecil mulai mengembara, belajar dari satu ulama ke ulama lain.?

Lalu bersama ayahnya pergi ke Singapura, belanjut pergi haji sekaligus melanjutkan studi di Mekah. Setelah ayahnya wafat di tanah suci, Soleh berhasil mendapat ijazah dari ulama terkemuka di Mekah dan ia lalu ? menjadi guru besar di sana.?

Banyaknya umat yang hadir di haulnya, memang menjadi tengara kebesaran namanya. Tak dapat dipungkiri, ulama besar itu memang telah menjadi ikon Semarang di masa lalu.?

Mengingat beliau termasuk perintis kemerdekaan, tokoh perlawanan terhadap penjajah melalui ilmu pengetahuan, selayaknya diberi gelar Pahlawan sebagaimana sebagian para muridnya.

?

Penulis ? ? : Muhammad ichwan

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Aswaja, RMI NU KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Surabaya, KOKAM Tegal - Sejumlah program yang dapat direalisasikan Pengurus Wilayah Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PW LTN NU) Jawa Timur dibahas intensif pada Ahad (17/1). Diharapkan dari koordinasi ini banyak peluang dan kegiatan yang bisa menyapa warga serta manfaatnya dapat dirasakan khalayak.

"Ada 5 program yang telah disepakati pada rapat yang berlangsung sejak pagi hingga petang kemarin," kata Ahmad Najib AR kepada KOKAM Tegal, Senin (18/1). Kelima program tersebut dari mulai menejemen organisasi, media informasi dan publikasi, pembinaan dan kepustakaan, penerbitan dan usaha, serta riset dan pengembangan, lanjutnya.

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Koordinasi, Sejumlah Kegiatan Disiapkan LTN Jatim

Gus Najib, sapaan akrabnya juga menandaskan bahwa di menejemen organisasi bersifat konsolidasi internal, memanfaatkan jaringan dengan kepengurusan di kota dan kabupaten se Jawa Timur hingga memanfaatkan koordinasi dengan kepengurusan di tingkat PP LTN NU di Jakarta.

KOKAM Tegal

"Untuk media informasi dan publikasi ada dua pekerjaan besar yang dilakukan yakni mengoptimalkan keberadaan website kitabkuning.net serta workshop media sosial," kata alumnus pascasarjana UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Dalam waktu dekat, PW LTN NU Jatim yang dipandegani oleh program pembinaan dan kepustakaan akan melangsungkan lomba karya tulis ilmiah. "Temanya sedang kami persiapkan," katanya. Dari kegiatan ini diharapkan juga akan lahir buku sebagai bunga rampai gagasan peserta lomba, lanjutnya.

Pertengahan tahun depan juga sudah disiapkan usaha penerbitan sekaligus percetakan sebagai penopang kebutuhan keuangan lembaga. "Yang pasti, untuk penerbitan sudah disepakati," kata Gus Najib. Sedangkan untuk percetakan karena membutuhkan mesin yang memadai, masih menunggu kepastian dari sejumlah pihak yang telah menyediakan kesempatan tersebut, lanjutnya.

KOKAM Tegal

Sedangkan terakhir adalah terkait dengan riset dan pengembangan yang mendapat sejumlah masukan dari peserta rapat. "Kegiatan ini memang penting sebagai sarana menghimpun dan mengkonsolidir intelektual dan peneliti NU yang berorientasi pada kemajuan jamiyah," terangnya. Devisi ini juga akan mengakomodir keinginan kuat para tenaga pendidik dan dosen yang membutuhkan jurnal sebagai media untuk menyampaikan gagasan demi memperbaiki kondisi yang lebih baik.

Yang membanggakan, pada rapat yang berlangsung di aula PWNU Jatim tersebut, sejumlah pengurus berkenan hadir. "Walau ada yang dari luar kota, antusias mereka sangat membanggakan," kata Gus Najid. Termasuk kehadiran mantan Ketua PW LTN NU periode sebelumnya yakni? Dr H Syahid yang juga Dekan Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Penyakit yang hinggap pada manusia tidak hanya bersifat lahir, tetapi juga ada penyakit yang dapat merusak batin manusia. Orang-orang tua di zaman dahulu menyebut sejumlah penyakit hati seperti riya, sum‘ah, ujub, takabur, hasud.

Untuk mengobati sejumlah penyakit batin itu, orang-orang tua di zaman dahulu membuat sejumlah formula untuk memulihkan kesehatan batin. Abu Ishak Ibrahim bin Ahmad Al-Khawash salah satunya.

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Obat Hati di Kalangan Sufi

Pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash ini kemudian diabadikan oleh Imam Al-Qusyairi dalam Risalah-nya sebagai berikut.

KOKAM Tegal

? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Salah satu ucapannya (Ibrahim Al-Khawash adalah, ‘Obat hati terdiri atas lima perkara, (1) membaca Al-Quran disertai perenungan, (2) mengatur pola makan agar perut tidak kenyang (bisa puasa atau cara lain), (3) bangun malam (tahajud, zikir, atau amal lainnya), (4) merendahkan diri di hadapan Allah pada akhir malam, (5) bergaul dengan orang-orang saleh.’ Hal ini disebutkan dalam Ar-Risalatul Qusyairiyah.”

KOKAM Tegal

Ketika mensyarahkan Minhajul Abidin karya Imam Al-Ghazali, Syekh Ihsan Muhammad Dahlan Jampes Kediri dalam Sirajut Thalibin jilid 2 mengutip pernyataan Syekh Ibrahim Al-Khawash. Rincian obat hati ini merupakan keterangan tambahan ketika Imam Al-Ghazali menjelaskan tawakal.

Kalangan sufi meyakini bahwa lima hal ini dipercaya dapat merontokkan penyakit hati dari dalam batin seseorang. Pasalnya satu-sama lain dari lima hal ini akan saling membantu dalam mengatasi penyakit hati seperti disebutkan di atas.

Obat hati ini cukup efektif untuk menasihati manusia yang terjankiti penyakit batin karena lima hal ini menasihati manusia dalam waktu-waktu dan dalam kondisi-kondisi tertentu. Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, RMI NU, Daerah KOKAM Tegal

Kamis, 30 November 2017

Hasyim Muzadi: NU Lahir untuk Umat

Tulang Bawang Barat, KOKAM Tegal. Rais syuriyah PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa NU lahir untuk umat dan untuk menjaga kebhinekaan NKRI. Spirit NU memegang peranan penting di NKRI.

Hasyim Muzadi: NU Lahir untuk Umat (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: NU Lahir untuk Umat (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: NU Lahir untuk Umat

Hal ini disampaikan dalam acara tabligh akbar dalam rangka pelantikan PCNU Tulang Bawang Barat serta PCNU Mesuji masa khidmat 2015-2020 yang digelar di halaman pesantren Darul Ulum Al Ansor Lampung yang dihadiri puluhan ribu warga NU, Senin (23/02/2015).

“Sejarah telah mencatat bahwa NU berada di garda depan dalam perjuangan NKRI bersama-sama dengan kelompok nasionalis. Peran besar NU dalam perjuangan kemerdekaan menjadi motivasi bagi warga NU saat ini untuk melanjutkan perjuangan dalam konteks kekinian,” tandasnya.

KOKAM Tegal

Ia juga berpesan agar pengurus baru PCNU Tulang Bawang Barat dan Mesuji harus bisa menempatkan diri di tengah masyarakat dan memberikan jawaban atas permasalahan agama, bukan menjadi masalah di masyarakat. 

Nampak hadir rombongan PWNU Lampung, Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang Barat, Anggota DPRD Tulang Bawang Barat, Tim asistensi Wantimpres RI, alim ulama, dan tokoh masyarakat.

KOKAM Tegal

Umar Ahmad, SP Bupati Tulang Bawang Barat dalam sambutannya menyampaikan perkembangan Kabupaten Tulang Bawang Barat yang terus maju dan akan selalu memberikan perkembangan bagi Tulang Bawang Barat  ke depannya di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai. 

Selaku Bupati Umar Ahmad berharap dengan dilantiknya kepengurusan PCNU yang baru bisa membangun sinergisitas dalam rangka meningkatkan pembangunan. 

“Dengan adanya kerjasama antara umaro dan ulama tubabar dapat meningkatkan pembangunan di segala bidang,” katanya

KH RM Soleh Bajuri Ketua PWNU Lampung  menegaskan saat melantik pengurus baru PCNU Tulang Bawang Barat dan PCNU Mesuji kepengurusan nanti harus mau berkerja dan sama-sama berkerja, sehingga dapat melahirkan banyak ide pembaharuan dan menghasilkan torehan karya yang bermanfaat untuk umat sehingga NU dapat menjadi teladan dalam bermasyarakat. (rudi santoso/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 29 November 2017

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

Temanggung, KOKAM Tegal. Satuan Koordinator Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pelatihan kader yang difokuskan untuk penanganan bencana, awal pekan ini (17/2), di Desa Kerokan, Kecamatan Tlogomulyo, Temanggung.

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Temanggung Latih Kader Tanggulangi Bencana

“Kami harus aktif mengambil peran untuk penanganan agar keberadaan kami bermanfaat bagi masyarakat,” kata Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Temanggung Yami Blumut.

Yami mengatakan, fungsi penting Banser antara lain melakukan fungsi sosial dengan mendarmabaktikan kemampuannya untuk kepentingan masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan aktif melakukan kegiatan kemanusiaan. “Kader kami siap untuk diterjunkan menangani bencana,” terangnya.

KOKAM Tegal

Selain menolak ratifikasi konvensi pengendalian tembakau (FCTC), GP Ansor Temanggung juga mengaku sedang terus memperjuangkan kelestarian lingkungan hidup, khususnya dengan menolak penggalian pasir di seluruh wilayah Temanggung. “Termasuk langkah pencegahan kami lakukan,” ujar pria yang anggota KPU Temanggung ini.

KOKAM Tegal

Menurut Yami, sudah sepatutnya pemuda NU terlibat dalam seluruh proses pembangunan dan dan penyelesaian permasalahan hidup di masyarakat. “Bukan untuk meresahkan mereka, tetapi untuk melindungi mereka, karena kita adalah bagian dari mereka,” imbuhnya.

Keprihatinan terhadap bencana yang secara beruntun terjadi di Temanggung juga dimiliki ormas atau komunitas lain. Di samping mengumpulkan donasi, mereka juga menerjunkan para relawan yang mereka miliki.

Sekretaris Gusdurian Kabupaten Temanggung Rozakul Yazid menambahkan, penanggulangan bencana telah dilakukan kelompok ini dengan melakukan aksi penggalangan dana untuk korban Gunung Kelud dan pembersihan abu di sekitar kawasan umum. “Kami masih pemula, tetapi kami memiliki tekad yang kuat untuk membantu sesama,” katanya.

Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Temanggung, Edi Sumiharto mengatakan, kelompoknya telah melatih secara khusus para anggota untuk penanganan bencana. Dalam beberapa kejadian terakhir, organisasi sayap Muhammadiyah ini telah mengirimkan relawannya untuk penanggulangan bencana. (Zahrotien/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Doa, Tegal, RMI NU KOKAM Tegal

Selasa, 28 November 2017

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Jakarta, KOKAM Tegal
Sekitar 200 orang yang menamakan diri mereka anggota Forum Komunikasi Gerakan Muda Nahdlatul Ulama (FK-GMNU) melakukan unjuk rasa di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Selasa siang, menuntut agar kasus dugaan korupsi di lembaga penyelenggara pemilu itu diusut tuntas, termasuk dengan memeriksa seluruh anggotanya.

Unjuk rasa FK-GMNU, yang antara lain beranggotakan mahasiswa dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Assafi’iyah Jakarta, Universitas Bung Karno, Universitas Nasional, Sekolah Tinggi Agama Islam NU dan anggota Gerakan Pemuda Anshor juga menuntut agar Menteri Hukum dan HAM, Hamid Awaluddin, yang mantan anggota KPU, dicopot jabatannya di Kabinet Indonesia Bersatu.

Menurut koordinator aksi, Ali Abel, kasus dugaan korupsi di KPU perlahan-lahan mulai terungkap, bahwa semua anggotanya terlibat dalam penyelewengan dana penyelenggaraan pemilu 2004 namun pengusutan kasus itu mulai menemui ketidakjelasan.

"Sebab, salah satu tonggak penegakan hukum di Indonesia, yaitu Kementerian Hukum dan HAM masih dijabat oleh salah seorang anggota KPU yang ikut menikmati dana taktis sebesar 20 miliar," kata Abel.

Terkait kasus dugaan yang melibatkan Hamid, FK-GMNU menagih komitmen pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla dalam pemberantasan korupsi, karena saat pengambilan sumpah para anggota kabinet 20 Oktober 2004 dinyatakan akan mundur jika terlibat korupsi dan siap menerima sanksi hukum yang berlaku.

Selesai menggelar aksi di KPU, rombongan pengunjuk rasa melanjutkan aksinya ke Departemen Hukum dan HAM di Jalan Rasuna Said, Jakarta, guna menyuarakan tuntutan yang sama.

"Kami belum lupa Pak Susilo Bambang Yudhyono berkali-kali menyatakan akan memimpin sendiri pemberantasan korupsi jika terpilih sebagai presiden. Kini kami juga rakyat Indonesia menunggu realisasi janji tersebut," kata Abel.

Dalam aksinya para pengunjuk rasa mengusung sejumlah poster, yang salah satu di antaranya bertuliskan penagihan janji Presiden Yudhoyono untuk memberantas korupsi.

Mereka juga membentangkan spanduk untuk menyatakan empat tuntutan, yaitu "Usut Tuntas Kasus Korupsi di KPU Sampai ke Akar-akarnya, Copot Hamid Awaluddin dari Jabatan Menteri dan Adili Sesuai dengan Hukum yang Berlaku, Tegakkan Supremasi Hukum Tanpa Pandang Bulu, dan Tuntaskan Agenda Reformasi".(ant/mkf) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Habib, RMI NU KOKAM Tegal

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)
FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet (Sumber Gambar : Nu Online)

FK-GMNU Tuntut Hamid Awaluddin Mundur dari Kabinet

Senin, 27 November 2017

Jamaah Hadiri Peringatan 100 Hari KH Abdullah Faqih

Tuban, KOKAM Tegal. Ratusan jamaah menghadiri acara peringatan 100 hari wafatnya KH Abdullah Faqih, pengasuh Ponpes Langitan Widang, Tuban, Jawa Timur, Ahad (10/6) pagi hingga malam. Hujan deras yang mengguyur kawasan Widang sejak sore hingga malam hari tak menyurutkan sejumlah tokoh, santri, dan warga untuk berdoa bersama untuk almarhum Mbah Faqih.

Jamaah Hadiri Peringatan 100 Hari KH Abdullah Faqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Hadiri Peringatan 100 Hari KH Abdullah Faqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Hadiri Peringatan 100 Hari KH Abdullah Faqih

Para jamaah yang hadir antara lain pejabat, alumni serta masyarakat dari berbagai daerah di Jatim. Tampak mereka memenuhi areal Ponpes yang berada tepat di pinggir jalan Pantura Tuban tersebut.

Acara dimulai dengan Khotmil Quran Bil Ghoib oleh sejumlah Muhafidzin sejak pagi hari dan dikhatamkan oleh para jamaah salat Dhuhur. Khataman ini digelar di delapan lokasi di antaranya di Musala Ponpes dan Masjid Agung Widang.

KOKAM Tegal

Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan Khataman Binnadzor dan dilanjutkan ziarah ke Makam Mbah Faqih di pemakaman Dusun Mandungan, Desa Widang. Lalu malam harinya dilanjutkan dengan pembacaan surat Yasin dan tahlil yang ditujukan kepada almarhum Kiai Kharismatik tersebut.

KOKAM Tegal

Salah seorang panitia acara, Saiful Huda Mudhofar, mengatakan, meski hujan mengguyur sejak sore hari, ternyata warga terus berdatangan hingga malam hari ke lokasi acara untuk turut mendoakan almarhum Kiai Sepuh NU tersebut. Hadir dalam acara itu antara lain Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam (Cak Anam), Ketua DPW PKNU Jatim Arief Junaidi, dan jajaran PKNU lain, serta sejumlah tokoh Lamongan. “Sampai sekarang (setelah isya’) hadirin masih terus berdatangan,” katanya.

Sementara itu, peringatan 100 hari wafatnya KH Abdullah Faqih ini dijaga aparat dari Polres Tuban untuk antisipasi membeludaknya hadirin. Setidaknya 50 anggota Satlantas diterjunkan ke lokasi untuk menjaga kelancaran arus lalulintas Jalur Pantura. Selain itu 20 personel dari Polsek Widang untuk mengamankan kawasan Ponpes.

Seperti diketahui KH Abdullah Faqih wafat pada Rabu 29 Februari 2012 lalu di kediaman Kompleks Ponpes Langitan. Puluhan ribu umat saat itu mengantarkan kiai yang dekat dengan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini ke tempat peristirahatannya yang terakhir di pemakaman Dusun Mandungan desa setempat.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber   : Duta  Masyarakat

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal RMI NU KOKAM Tegal

Jumat, 17 November 2017

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

Bandarlampung, KOKAM Tegal. Salah satu tema besar yang diangkat pada pra Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lampung adalah Penguatan Organisasi Menuju Satu Abad Nahdlatul Ulama.

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam: Kalau Mau Take Off, Landasan Harus Kuat

Hal ini menjadi sangat penting direalisasikan menjelang satu abad NU yang merupakan Jamiyyah Diniyyah terbesar didunia pada 2026. Hal tersebut diingatkan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maruf Amin saat memberikan tausiyah Kebangsaan pada pembukaan kegiatan, di Pondok Pesantren Al Hikmah Bandarlampung, Sabtu (4/11).

"NU harus siap menghadapi masa satu abad karena tiap awal setelah 100 tahun akan ada pembaharuan persoalan agama dari sisi harakahnya," kata kiai yang Ketum MUI ini.

Baca juga Buka Pra Munas Lampung, Rais Aam Ingatkan Pentingnya Penguatan Organisasi

KOKAM Tegal

Ia mengibaratkan posisi NU saat ini seperti pesawat terbang yang akan melakukan lepas landas menuju posisi yang lebih tinggi. 

"Kalau mau take off, landasan harus kuat," tegasnya.

Selain Penguatan Organisasi, Reforma Agraria untuk Pemerataan Kesejahteraan Warga juga diangkat dalam rangka menghilangkan kesenjangan ekonomi yang ada di Indonesia.

KOKAM Tegal

Menurutnya harus ada arus baru ekonomi Indonesia yang mampu merubah superioritas dari para konglomerat dalam penguasaan aset kekayaan melalui maksimalisasi kekuatan ekonomi dari bawah.

"Perekonomian lama lebih menguatkan kekuatan atas yang diharapkan dapat memberikan kemakmuran bagi kekuatan bawah. Yang tadinya diharapkan bisa mengalir kebawah ternyata sampai saatnya, netes pun tidak," katanya pada pada acara yang juga dihadiriMenteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A Jalil.

Oleh karenanya dengan pembahasan reforma agraria pada Munas dan Konbes tahun ini, diharapkan akan dapat tumbuh kekuatan ekonomi bawah.

"Nantinya akan bisa ada Hamdalah Mart, Basmalah Mart dari Kekuatan ekonomi bawah khususnya dari pesantren," harapnya.

Kiai Maruf juga mengatakan akan ada pembahasan dalam Munas dan Konbes mengenai hukum dalam agama Islam tentang individu yang memiliki kekayaan ekonomi dan sangat dominan dari yang lainnya. (Muhammad Faizin/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Bahtsul Masail, Humor Islam, RMI NU KOKAM Tegal

Kamis, 09 November 2017

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni

Demak, KOKAM Tegal. Sebanyak 206 siswa kelas XII MA Futuhiyah 2 Mranggen, Demak membuat karya lukis  panorama dan kaligrafi dengan aneka model sebagai tugas akhir. Mereka yang mengelompok dengan anggota 4-6 siswa, memamerkan karya seni murni itu dalam acara “Ajang Pamer Seni Murni 2014”.

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Futuhiyyah 2 Mranggen Gelar Pameran Seni Murni

"Kegiatan seni harusnya rutin diselenggarakan karena sangat penting untuk menjaga keseimbangan kemampuan otak kanan dan kiri,” kata guru mata pelajaran seni Lukman Hakim di sela penyelenggaraan pameran di halaman MA Futuhiyyah 2 Mranggen, Demak, Kamis (20/3).

Lukman yang juga dipercaya menjadi Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan menambahkan, jika siswa hanya belajar teori saja, maka mereka akan kehilangan cita rasa seni yang tinggi.

KOKAM Tegal

"Setiap pribadi yang punya rasa seni, saat pengambilan keputusan dan kebijakan, dalam langkah-langkahnya pasti mengandung keindahan. Seni akan membuat kita menjadi kreatif dan inovatif, siap menghadapi tantangan," lanjutnya.

KOKAM Tegal

Kesempatan untuk mengembangkan kemampuan seni siswa di MA Futuhiyyah 2 Mranggen sangat banyak, salah satunya adalah kegiatan ‘Ajang Pamer Seni Murni’ ini yang merupakan bagian dari tugas akhir yang harus diikuti oleh setiap siswa-siswi kelas XII MA Futuhiyyah 2 Mranggen.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti ini dapat menjadi kesempatan siswa untuk mengasah kemampuan dalam mengekspresikan seni dan bermanfaat bagi civitas akademika madrasah,” harap Lukman Hakim mengakhiri. (Ahmad Dliya’uddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Quote, RMI NU KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock