Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Teroris Berasal dari Orang Bodoh Sok Tahu Agama

Grobogan, KOKAM Tegal - Kelompok Islamic State in Iraq and Syria (ISIS) semakin berutal. Mereka terus mempropagandakan ajarannya ke tengah masyarakat dunia. Karenanya semua warga muslim harus mewaspadainya dengan cara mempelajari agama dengan baik dan benar.

Demikian dikatakan Habib Muhammad bin Husain Anis, Solo dalam acara pembukaan Maulid Rutin di Pesantren Sirojuth Tholibin, Tanggungharjo, Grobogan, Kamis (28/7).

Teroris Berasal dari Orang Bodoh Sok Tahu Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Teroris Berasal dari Orang Bodoh Sok Tahu Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Teroris Berasal dari Orang Bodoh Sok Tahu Agama

"Orang menjadi teroris itu kemungkinannya ada dua. Pertama bersumber dari orang bodoh yang sok tahu tentang agama. Kedua, orangnya berilmu namun ilmunya tidak berkah, tidak bisa bermanfaat bagi dirinya atau orang sekitarnya," kata Habib Muh.

KOKAM Tegal

Sedangkan kunci mendapat keberkahan ilmu, lanjut dai muda ini, ada empat hal yang harus terpenuhi pada saat seseorang mencari ilmu yaitu doa kedua orang tua, halal bekal yang ia gunakan, waktu yang cukup lama dan restu para guru.

"Tak ada ceritanya ulama besar yang mempunyai riwayat dulu saat mondok suka ghashab (menggunakan harta orang lain tanpa izin)," jelasnya.

KOKAM Tegal

Dalam kesempatan itu, cicit pengarang gubahan Maulid Simtud Durar ini juga memaparkan tentang pentingnya berkumpul dalam rangka memanjatkan shalawat dan membaca sejarah Nabi Muhammad SAW.

"Orang yang membaca shalawat itu hatinya akan dingin. Tak ada orang shalawatan lalu tawuran itu tidak ada," tegasnya. (Ahmad Mundzir/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits KOKAM Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan

Jakarta, KOKAM Tegal
Rapat konsultasi untuk mendengarkan pendapat berbagai fraksi yang dihadiri Pimpinan Dewan, Pimpinan Fraksi, dan Pimpinan Komisi tidak menghasilkan keputusan apapun berkaitan dengan Rancangan Undang-Undang Pendidikan Nasional.

Kemungkinan besar rancangan UU yang akan disahkan siang ini (10/06) akan dilakukan secara voting. Namun demikian fraksi PDIP mengancam melakukan walk out jika hal itu dilakukan.

Dalam lobi antar fraksi yang dilakukan disela-sela acara tersebut PDIP menginginkan agar pasal 3 dan 4 yang berbunya "Pendidikan nasional berfungsi mencerdaskan bangsa … diganti dengan bertujuan mencerdaskan bangsa….

Sedangkan pasal 4 yang berbunyi "Pendidikan nasional bertujuan … menjadi manusia yang beriman dan bertakwa …diganti dengan berfungsi menjadi manusia yang beriman dan bertakwa….

Jadi kata-kata fungsi dalam pasal tiga dipindahkan ke pasal empat dan sebaliknya. Namun demikian semua fraksi menolak kecuali FKKI.

Ketua Komisi VI yang membidani masalah pendidikanTaufikurrahman Saleh mengatakan bahwa rapat konsultasi ingin mempertemukan pendapat fraksi-fraksi Dewan yang masih beda soal RUU Sisdiknas, agar keputusan yang akan diambil besok tidak dilakukan secara voting.

Namun demikian jika PDIP menginginkan walk out Taufikurrahman mengatakan bahwa hal ini merupakan hak masing-masing fraksi, “Toh, voting merupakan salah satu mekanisme pengambilan keputusan yang sah," ungkapnya.

Taufikurrahman Saleh berpendapat bahwa adanya pro kontra ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai menaruh perhatian terhadap masalah pendidikan oleh karena itu semua pihak diharapkan saling melakukan kompromi untuk mengakomodir kepentingan dan aspirasi masyarakat.

Mayoritas jangan Main Paksa

Sementara itu Rohaniwan dan pengajar STF Driyarkara Romo Mudji Sutrisno meminta DPR menunda pengesahan RUU Sisdiknas yang dijadwalkan pada Selasa (10/6) hingga pro-kontra terhadap RUU tersebut mereda.

"Sebaiknya DPR menunda pengesahan RUU Sisdiknas sampai ada frase cooling down," kata Romo Mudji, sapaan akrab Mudji Sutrisno di sela-sela peluncuran buku bertajuk "Marx tentang Agama" di Wisma ANTARA, Jakarta, Senin.

Setelah situasinya mereda, kata dia, maka dilakukan pembicaraan bersama antar-kelompok yang menolak dengan yang mendukung tanpa harus mengedepankan persoalan kalah-menang karena yang dibicarakan adalah agenda yang sangat penting bagi bangsa.

Romo Mudji menilai, pembahasan RUU Sisdiknas saat ini lebih mengesankan adanya pertarungan politik ideologi dibanding dengan keinginan menciptakan suatu sistem pendidikan yang betul-betul baik dan mencerdaskan. Karena itu, kata dia, jika RUU Sisdiknas dipaksakan untuk disahkan pada 10 Juni, maka yang akan "berbicara" adalah kekuasaan dan politisasi massa, bukan kepentingan untuk menciptakan sistem pendidikan yang baik.

"Seharusnya yang mayoritas tidak perlu main kuasa, sementara yang minoritas juga tidak perlu mengaitkan masalah ini dengan hak asasi manusia," kata Romo Mudji yang menyatakan tidak setuju dengan terjadinya pengerahan massa, baik oleh yang mendukung maupun menolak RUU Sisidiknas, karena dinilainya kekanak-kanakan (mi/dt/ant/mkf)


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Hadits KOKAM Tegal

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rapat Konsultasi Gagal Capai Kesepakatan

Selasa, 06 Februari 2018

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, KOKAM Tegal

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada KOKAM Tegal.

KOKAM Tegal

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

KOKAM Tegal

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Minggu, 04 Februari 2018

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih

Kajian kali ini, penulis mengangkat tema murabahah. Murabahah merupakan suatu bentuk transaksi jual-beli dengan tujuan utama berbagi laba/keuntungan penjualan antara pemodal dan wakilnya. 

Suatu misal, ada seorang pedagang (A) tidak mampu mendapatkan barang sendiri dari sebuah produsen. Kemudian ia meminta seorang agen (B) untuk mengusahakan langganan barang tersebut secara tetap dan rutin dengan perjanjian, kelak ia akan mendapatkan keuntungan dari sekian jumlah unit barang yang dipesan, pihak B akan mendapatkan nisbah keuntungan sekian persen (misal 10 persen). Akad seperti ini disebut dengan akad muraabahah (berbagi laba). 

Contoh lain dari penerapan akad murabahah ini adalah seorang pedagang dari Pulau Bawean hendak membeli barang di Surabaya. Jika ia berangkat sendiri, maka akan keluar biaya yang besar untuk ongkos transportasi dan lain-lain. Agar dapat memangkas hal tersebut, ia mengangkat seorang wakil di Surabaya agar mengusahakan barang dagangan yang ia butuhkan, kemudian mengirimkan barang tersebut ke kapal secara rutin setiap bulannya. Dari setiap unit barang yang dipesan, pihak wakil akan mendapatkan keuntungan 10 persen. Ongkos kuli ditanggung oleh pedagang Bawean. Akad antara pedagang dan wakilnya seperti ini dikenal sebagai akad murabahah, karena keberadaan rasio keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama-sama antara ia dan si wakil. 

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Akad Murabahah dalam Kajian Fiqih

Dengan demikian, apa pengertian murabahah dalam fiqih kita? Berikut ulasannya.

Imam al-Mawardi dalam kitab al-Iqna’ fi Hillil Alfadh Abi Sujja’ (1/468), mendefinisikan akad murabahah ini sebagai berbagi keuntungan antara pemodal dan pedagang dengan nisbah/rasio keuntungan yang diketahui di awal.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

KOKAM Tegal

Artinya: “Hukum transaksi jual beli murabahah adalah boleh tanpa adanya unsur makruh. Murabahah merupakan akad yang dibangun dengan jalan menetapkan harga suatu barang di atas harga belinya ditambah keuntungan. Misalnya, seseorang membeli barang dengan harga 100 kemudian berkata kepada pihak kedua, aku jual barang ini ke kamu sesuai dengan harga dasar aku membelinya ditambah laba sekian dirham sebagai laba, atau dengan laba sekian dirham untuk tiap-tiap 10 dirhamnya, atau tiap 10 persennya.

Berdasarkan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, akad murabahah merupakan jenis transaksi yang diperbolehkan dalam syariat. Kedua, unsur pelaku akad ini adalah adanya pemodal dan adanya wakil (orang yang dimodali). Ketiga, diketahuinya harga beli barang (harga dasar), dan Keempat, adanya perhitungan nisbah rasio keuntungan yang mafhum dan diketahui oleh wakil (orang yang dimodali).

KOKAM Tegal

Selanjutnya, Imam al-Mawardi menyebutkan:

 ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Murabahah boleh dilakukan dengan jalan menotal pokok harta/modal (ra’sul-mâl) sebagai aset, kemudian menjual aset tersebut dengan murabahah. Contoh: Aku (pemodal) beli barang ini seharga 100, dan aku jual ke kamu (pedagang) dengan harga 200 dengan nisbah keuntungan sekian dirham yang ditambahkan. Seolah ia (pemodal) bilang, ‘Aku (pemodal) jual barang ini ke kamu seharga 220.’ Akad ini sama kebolehannya dengan praktik jual beli muhâthah, misalnya ucapan seorang pemodal: Aku (pemodal) jual barang ini sesuai dengan harga membelinya, ditambah dengan sekian dirham sebagai tambahan keuntungan.” (Lihat: Imam al-Mawardi, al-Iqna’ fi Hillil Alfadh Abi Sujja’ [1/468])

Penjelasan di atas menyebutkan bahwa boleh menetapkan margin keuntungan oleh wakil kepada pihak yang diwakilinya (pedagang). Harga dasar 100, dijual dengan harga 200 ditambah dengan nisbah keuntungan.

Melihat proses bagaimana lahirnya akad murabahah ini, beberapa fuqaha’ mu’ashirah (ahli fiqih kontemporer) menyebut akad ini sebagai akad jual beli atas dasar amanah (‘aqdul buyu’u al-amânah). Mengapa? Karena dalam prosesnya, akad ini terjadi atas dasar amanah yang diberikan oleh pemilik modal (pedagang) kepada orang yang menjalankan (orang yang dimodali). Oleh karena itu, ia sangat berharap kejujuran orang yang menjalankannya dan berharap orang yang ditugasi menjalankan tidak melakukan hal-hal yang berbuah hilangnya kepercayaan (amanah) tersebut. 

Hikmah dari hal bai’ul amanah/murabahah ini, adalah, kendati pihak pemodal berhak menentukan harga dan nisbah keuntungan, namun ia tidak akan berani menetapkan harga semaunya. Karena, jika hal tersebut ia lakukan, maka “sanksinya” adalah ia akan kehilangan pelanggan/nasabah yang memanfaatkan jasanya.

(Baca juga: Transaksi Giro Bank Syariah dari Sudut Akad Mudharabah)Beberapa literatur khazanah Islam klasik menyebutkan bahwa akad murabahah ini dijalankan bila ada seseorang yang berniat menjalankan sebuah usaha, namun ia kekurangan modal. Agar usahanya berjalan, maka ia menjalin kerja sama dengan pihak kedua (pemodal), dengan nisbah pembagian keuntungan yang diketahui dan disepakati bersama-sama. 

Bagaimana penerapan akad ini dalam sistem ekonomi modern perbankan syari’ah? Bagaimana pula jika pemodal terlalu tinggi dalam menetapkan harga terhadap pihak yang dimodali? Siapa yang berhak melakukan regulasi harga? Simak pada tulisan-tulisan berikutnya! Insyaallah.

Wallahu a’lam!

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nasional, Humor Islam, Hadits KOKAM Tegal

Sabtu, 03 Februari 2018

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Jakarta, KOKAM Tegal. Pemerintah bersama DPR RI telah menetapkan besaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2016, rata-rata sebesar Rp34.641.304 atau 2.585USD dengan kurs per Dollar Rp13.400. Jumlah ini turun 132USD dibandingkan dengan BPIH 2015.

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)
Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya (Sumber Gambar : Nu Online)

Biaya Haji yang Dibayar Jamaah untuk Apa Saja? Ini Rinciannya

Lantas untuk apa sajakah uang yang dibayarkan oleh jamaah haji itu? Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman menjelaskan bahwa dana yang dibayar oleh jamaah hanya untuk membiayai dua komponen, yaitu: biaya tiket pesawat dan sebagian biaya pemondokan di Makkah.?

“Sisanya dibayar dari hasil optimalisasi dana setoran awal,” terang Ramadan saat memberikan materi terkait Kebijakan Pengelolaan Dana Haji pada Pembekalan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2016 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (15/6) malam seperti dilansir kemenag.go.id.

Menurut Ramamdan, komposisi BPIH mencakup empat komponen, yaitu: pertama, tiket pesawat, airport tax, serta biaya angkut bagasi dari Jeddah ke pemondokan dan sebaliknya. Rata-rata besaran biaya komponen iniadalah 25.434.354. “Yang dibayar jamaah Rp25.234.354. adapun yang Rp200.000 diambilkan dari dana optimalisasi,” terangnya.

KOKAM Tegal

Komponen kedua adalah pemondokan di Makkah dengan pagu rata-rata SAR4366. Adapun yang dibayar jamaah hanya SAR 1.135 atau sebesar Rp4.051.950. Sisanya yang sebesar SAR 3.231 dialokasikan dari dana optimalisasi.

Komponen ketiga, pemondokan di Madinah dengan pagu rata-rata SAR 850 dan seluruhnya dibayar dari dana optimalisasi. Sedangkan komponen keempat adalah living cost sebesar SAR 1.500 atau sebesar Rp5.355.000, yang nantinya akan dikembalikan kepada jamaah menjelang keberangkatan ke Arab Saudi.

Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Dari keempat komponen ini, total biaya yang dibayarkan jamaah rata-rata nasionalnya adalah Rp34.641.304. Lantas bagaimana dengan ? biaya konsumsi jamaah selama di Arab Saudi? Juga biaya transportasi jamaah di Arab Saudi? Termasuk biaya manasik dan akomodasi di dalam negeri, serta embarkasi? Ramadan memastikan bahwa semua biaya itu diambilkan dari hasil pengembangan setoran BPIH atau yang disebut sebagai dana optimalisasi.

Ramadan menambahkan bahwa total dana haji yang terkumpul sampai dengan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tahun ? 2015 sebesar Rp81,59 triliun. Menurutnya, setiap tahun ada penambahan sekitar Rp8 – 9 triliun sehingga akumulasi dana haji sampai 2020 diperkirakan bisa mencapai Rp120 triliun.

“Kalau tidak dioptimalkan sayang karena dari optimalisasi itulah bisa ditekan biaya haji. Untuk itu, dana haji harus dikelola dengan baik agar nilai manfaatnya bisa dikembalikan ke jamaah,” tandasnya. (Red: Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Hadits KOKAM Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Menjawab tentang polemik sertifikasi halal untuk produk-produk pangan, ijinkan saya mengambil posisi sebagai Ketua PBNU karena urusannya keummatan, amat besar, bukan sebagai Ketua Badan Halal NU, meski itu juga saya rangkap. Why? Tentu karena sebagai Ketua BHNU pembagasan menjadi amat operasional.

Pertama sekali, kita harus melihat perspektifnya.

Pertama, ini urusan pelayanan publik untuk jutaan usaha.

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)
Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli (Sumber Gambar : Nu Online)

Sertifikasi Halal Tanpa Teror dan Monopoli

Kedua, negara ini sudah sangat demokratis, desentralistis, dan partisipatif.

Ketiga, karena keterbatasan pelayanan, maka sampai hari ini urusan sertifikasi masih voluntary belum obligatory, belum menjadi sebuah kewajiban.

Keempat, pelayanan publik seperti ini harus inclusive, bukan hanya pelayanan bagi yang memmbayar. Jaminan pangan halal ini adalah pelayanan utama negara bagi masyarakat spiritual.

KOKAM Tegal

Kelima, sertifikasi ini harus protecting: both consumers and producers, melindungi konsumen untuk bisa menemukan barang halal, dan business security untuk tetap hidup usahanya.

Keenam, bagi producers, bahkan, tidak sekedar protecting, tetapi juga promoting. Bahwa sertifikasi bs memberikan nilai tambah bagi usaha dan bernuansa promotif.

Ketujuh promoting ini bukanlah negatif pendekatannya, bukan negative promotion atau black campaign pendekatannya, sehingga butuh sertifikasi. Tetapi positif: sangat positif, sebagai business need bagi perusahaan demi business security dan pengembanganya.

KOKAM Tegal

Berbasis tujuh nilai dasar yang kami fahami, maka PBNU memutuskan:

1. Pelayanan publik hrs partisipatif, bisa dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang memenuhi kriteria tertantu.

2. Tata Politik negara sudah berubah. Bukan lagi masanya untuk monopoli apapun, termasuk urusan sertifikasi.

3. Sebagai unit PSO, public service obligation, tentu lembaga sertifikasi harus inclusive, menyentuh siapa saja termasuk warteg, combro, dan sejenisnya.

4. Negara? Fungsinya hanya tiga: regulasi-pengawasan-pengadaan public good. Kalau urusannya bisa dihandle oleh publik atas nama partisipasi (seperti pendidikan pesantren, sekolah swasta dll), tugas negara hanya regulasi dan pengawasan.

5. Pendekatan sertifikasi bagi business unit adalah insentif bisnis. Thats all. Bukan teror dan bukan pula pemberitaan yang terrorizing, shg terpaksa sertifikasi. Insentif ini yang hrs kita bangun bukan mengancam-ancam dan sebagainya.

6. PBNU, mengingat puluhan juta warga nahdliyin, meyakini bahwa pelayanan NU untuk protecting kehalalan bagi Nahdliyin itu penting.

7. Untuk bisa komunikasi dengan konsumen yang mayoritasnya Nahdliyin, maka business units apapun bentuknya, terutama yg besar, pasti butuh komunikasi intensif melalui pangan halal untuk kelanggengan usahanya. WHY? Karena NU punya anggota, puluhan juga nahdliyin, puluhan ribu pesantren, dan ribuan sekolah. Jamaahnya riel, dan janji proteksi bisnisnya pasti riel.

Kalau semuanya riel seperti yang dimiliki PBNU, maka voluntarynya sertifikasi akan dipandang sebagai keharusan supaya restonya tidak mati dan tidak laku.

Sepanjang itu voluntary, maka jaminan realitas bisnis itulah yang satu satunya rangsangan sertifikasi berdasarkan rasionalitas usaha.

Pada sisi lain, pendekatan PBNU adalah pendidikan Publik, wong punya anggota, punya pesantren, punya madrasah, puluhan juta warganya. Melalui pendidilan publik, insya Allah public control akan jalan partisipatif. Tidak halal yang tidak ada konsumennya, wong konsumennya Nahdliyyin.

Itulah pendekatan simpatik PBNU untuk urusan pelayanan publik, sama sekali bukan monopolistik, dan apalagi terrorizing dan/atau nyebar fitnah bisnis. Itulah jalan menuju fastabiqul khairaat: positif-positif dan positif.

Karena itu, PBNU mengajak semuanya untuk meningkatkan pelayanan publik secara partisipatif untuk urusan spiritual yang sangat penting ini: kehalalan pangan.

PBNU melihat ini adalah tugas pelayanan umat, dan sama sekali bukan kesempatan ekonomi, atau proyek sertifikasi, atau kepentingan jangka pendek apapun. Ini khidmat PBNU kepada jamaahnya: puluhan juta nahdliyyin.

?

Prof. Dr. KH Maksum Mahfudz

Ketua PBNU

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tokoh, Hadits, Halaqoh KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Jakarta, KOKAM Tegal

Di akhir kunjungan kerjanya ke Singapura, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengadakan pertemuan informal dengan Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say di Singapura, Sabtu (16/9).

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah RI dan Singapura Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Pelatihan Vokasi

Dalam pertemuan bilateral ini, kedua menteri sepakat meningkatkan kerja sama pendidikan dan pelatihan vokasi untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing SDM  Indonesia dan Singapura. 

"Dalam pertemuan tadi, kita sepakat meningkatkan dan memperluas kerja sama pelatihan vokasi serta terus berupaya memperbaiki kerjasama di sektor-sektor bidang ketenagakerjaan lainnya," kata Menakerdalam keterangan persnya di Jakarta, Sabtu (16/9).

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia antara lain  Dirjen Binalattas Kemnaker Bambang Satrio Lelono, Dubes RI untuk Singapura I Ngurah Swajaya  anggota Komite Vokasi Nasional.

KOKAM Tegal

Menaker mengatakan selama ino kerjasama di bidang pendidikan  dan pelatihan vokasi telah berjalan lebih baik. Namun dibutuhkan komitmen lebih untuk pengembangannya.

"Perlu diperkuatnya kembali kerja sama pelatihan vokasi  yang sudah dilakukan serta

komitmen membantu pembenahan kualitas Balai Latihan Kerja dengan melibatkan Kementerian dan  lembaga terkait lainnya  di Singapura," kata Hanif.

Di bidang pelatihan vokasi, kerja sama yang telah dilakukan antara lain dengan Temasek Foundation Polytechnic Singapore International (SPI), Workforce Singapura dan lembaga lainnya.

KOKAM Tegal

Bentuk kerjasamanya antara lain berupa konsep kurikulum dan upskilling instruktur vokasi, perbaikan fasilitas  dan sarana serta prasarana pendukung pelatihan vokasi, pemagangan dan informasi pasar kerja.

"Kita akan undang lembaga-lembaga terkait ke Indonesia  untuk bersama-sama memperbaiki kualitas pelatihan vokasi di balai latihan kerja dan lembaga  pelatihan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia," ujarnya.

Di Indonesia pelaksanaan pelatihan vokasi dilakukan oleh BLK, LPK Swasta, Training Center Industri serta Lembaga pelatihan Kementerian atau lembaga.

Menaker memberikan apresiasi atas pertemuan Menteri-menteri Tenaga Kerja ASEAN awal September lalu, yang sepakat menempatkan Keselamatan dan Kesehatan (K3) sebagai  bagian integral  dalam pembangunan yang inklusif di kawasan ASEAN.

Salah satu poin yang penting yang disepakati afakah  penerapan K3 di kawasan ASEAN yang menjamin bahwa setiap pekerja/ buruh baik itu pekerja lokal maupun pekerja migran berhak atas lingkungan kerja yang aman dan sehat.

Sementara itu, Menteri Tenaga Kerja Singapura Lim Swee Say juga menyatakan siap mempererat kerja dalam bidang pelatihan vokasi dan bidang ketenagakerjaan dengan Indonesia dengan melibatkan lembaga pelatihan dan pelaku industri di Singapura.

"Di tengah perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kedua negara harus mempersiapkan tenaga kerjanya untuk  meningkatkan keterampilan kerja dan bersiap menghadapi perubahan bentuk dan karakter pekerjaan di masa depan, kata Menteri Lim Swee.

Akhirnya, pertemuan ini diharapkan makin mempererat hubungan baik pemerintah Indonesia dan Singapura serta meningkatkan kerjasama di bidang ketenagakerjaan, termasuk peningkatan perlindungan dan kesejahteraan  pekerja migran di kedua negara. (Red. Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Meme Islam, PonPes KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Bangkalan, KOKAM Tegal. Pengabdian di NU tidak dibatasi oleh periodisasi waktu. Warga yang sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan juga dapat terus berpartisipasi dalam organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Demikian disampaikan KH Fathurrohim A. Rahman, Wakil Ketua PCNU Bangkalan, Madura, dalam arahannya para pelantikan bersama beberapa MWCNU di Bangkalan, Ahad (12/5) yang bertempat di pendopo eks kawedanan Arosbaya.

KH Fathurrohim berharap semua pengurus berkomitment dengan amanat yang telah diterimanya. Kepada mantan pengurus yang pada periode kali ini tidak terpilih juga jangan menghilang, karena secara hakekat pengabdian di NU tidak dibatasi oleh masa periode waktu

KOKAM Tegal

“Berlakulah seperti orang memotong bambu diambil dari ujungnya, bukan dari bawah yang tidak terpilih. Semua harus menjadi pengikat dan memperkuat kepengurusan yang baru, sehingga upaya perjuangan untuk menjadikan jam’iyyah ini bermanfaat dapat segera terealisasi dan bisa dirasakan bersama,” kata adik kandung salah seorang wakil ketua PWNU Jawa Timur ini. 

Tiga kepengurusan MWCNU di wilayah eks Kawedanan Arosbaya yang meliptui MWCNU Arosbaya, Geger dan Klampis resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

KOKAM Tegal

Mewakili tiga kepengurusan MWCNU yang dilantik Drs. H. Jakfar Al-Habary dalam sambutan pelantikannya mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk kesadaran dan ikhtiar pengabdiannya kepada jam’iyyah.

Rais Syuriyah MWCNU Klampis yang juga mantan Kasek SMAN Arosbaya ini meminta kepada semua kepengurusan yang ada, baik ranting maupun cabang untuk memberikan dukungan dan bimbingan sehingga apa yang dicanangkan untuk periode pengabdian lima tahun ke depan bisa lebih maximal dan berdaya guna baik kepada jama’ah maupun kepada jam’iyyah.

Sementara prosesi pelantikan dipimpin Wakil Rais PCNU Bangkalan KH Abdul Hannan Nawawi. Selain diisi dengan pengucapan baiat acara yang dilangsungkan secara sederhana ini juga diisi dengan pendalaman ke-NU-an dan Aswaja oleh DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Dalam mauidhohnya wakil katib PWNU Jawa Timur ini lebih banyak menerangkan tentang perlunya prilaku kolektif bagi pengurus NU. Prinsip sholat berjama’ah harus menjadi salah satu landasan kerja bagi kepengurusan, antara lain adanya kesamaan tujuan dalam segala hal, kepatuhan kepada pimpinan, serta mengenal jama’ah yang akan dipimpin

Terkait semangat kerja Gus Aab, panggilan akrab pegiat pembelaan aswaja yang juga mantan cawabup Jember ini mengajak kepada kepengurusan terpilih untuk memahami landasan didirikannya NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (kemapanan ekonomi) Nahdlatul Wathon (nasionalisme ) dan Tasywirul Afkar (pengembangan keilmuan).

Acara pelantikan tiga MWCNU diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin ketua PCNU Bangkalan KH. Fachrillah Aschall.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Hadits, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pristina, KOKAM Tegal. Kosovo, negara baru yang mayoritas penduduknya beragama Islam, Senin (18/2), mengumukan kemerdekaannya dari Serbia, meski memunculkan aksi protes di kota Beograd serta upaya terakhir Rusia yang meminta agar permohonan tersebut di blokir oleh badan dunia, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), serta beragam reaksi dunia internasional.

Puluhan ribu orang di pusat kota Pristina menyambut gembira keputusan parlemen Kosovo yang secara penuh mendukung pemisahan wilayah dari Serbia yang merupakan titik klimaks konflik berkepanjangan yang melanda bekas negara Yugoslavia itu.

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kosovo Umumkan Kemerdekaan, Reaksi Dunia Beragam

Pesta perayaan kemerdekaan di pusat kota Pristina berlangsung sepanjang malam hingga dini hari.

KOKAM Tegal

Tetapi di ibukota Serbia, Beograd, polisi antihuru-hara menggunakan gas air mata dan alat pentungan, berusaha membubarkan massa yang terdiri dari kelompok anak-anak muda yang melakukan aksi melempar batu ke sejumlah restoran cepat saji "Amerika" serta mendatangi kedutaan besar AS.

KOKAM Tegal

Slovenia yang menduduki jabatan ketua dari Uni Eropa mengajukan protes resmi pada Ahad malam kemarin.

Pihak rumah sakit di kota Beograd mengatakan, sedikitnya 50 orang termasuk 20 orang anggota polisi terluka.

Presiden Serbia Boris Tadic mengeluarkan pernyataan, "Serbia telah mengeluarkan sikap dan akan menyikapi secara damai untuk menganulir tindakan yang dilakukan oleh lembaga institusi Kosovo."

Sementara Rusia menyeru agar segera diadakan pertemuan istimewa oleh Dewan Keamanan (DK) PBB guna membahas isu tersebut pada Ahad malam namun gagal memperoleh dukungan yang dapat menyokong seruannya yang bertujuan untuk menyatakan deklarasi Kosovo tidak diakui dan tidak sah.

China Senin menyatakan akan kekhawatirannya atas pernyataan sepihak Kosovo atas "kemerdekaannya" dari Serbia, dan mengingatkan hal itu dapat membawa ke arah yang membahayakan stabilitas wilayah Balkan.

Perdana Menteri Australia Kevin Rudd Senin menyatakan mendukung keputusan Kosovo dan mengatakan pengakuan hubungan diplomatik dari negara baru tersebut akan segera dilaksanakan.

Di wilayah Kosovo di utara, kota Mitrovica, empat buah granat dilemparkan ke arah gedung di mana terdapat kantor PBB dan misi Uni Eropa, namun menurut polisi hanya satu granat yang berhasil meledak. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban cedera maupun jiwa.

Sebelumnya di Serbia sebelah selatan anggota polisi Kosovo menyetop sejumlah mantan anggota militer Serbia yang ingin memasuki wilayah Kosovo menjelang diumumkannya kemerdekaan.

Para anggota parlemen Kosovo secara penuh memberikan suara bagi deklarasi kemerdekaan Kosovo lepas dari ikatan dengan Serbia selama ini.

Namun parlemen Kosovo juga menyatakan akan menjunjung tinggi dan melindungi hak-hak semua kelompok yang ada di masayarakat yang mengacu kepada etnik Serbia, kelompok minoritas di Kosovo yang berjumlah 2 juta.

"Kami kini menjadi satu negara yang merdeka, berdaulat dan demokratis," kata ketua parlemen Kosovo Jakup Krasniqi seperti dilaporkan sumber Antara.

AS, dan Uni Eropa segera mengakui negara baru tersebut. "Dalam hal Kosovo maka posisi kami adalah status Kosovo harus dsesuaikan dalam rangka mencapai stabilitas di wilayah Balkan," kata Presiden George W.Bush.

Kemerdekaan membawa wilayah tersebut pada akhir gerakan untuk memisahkan diri sejak runtuhnya Yugoslavia dan komunisme di Eropa tahun 1990-an yang merupakan pergolakan dan konflik yang paling buruk sejak Perang Dunia II.

Sekitar 10 ribu orang meninggal pada perang Kosovo yang berlangsung antara 1998-1999 di mana pasukan Serbia berusaha mengendalikan etnik Alabania.

Serangan udara NATO terhadap orang kuat Slobodan Milosevic yang menghentikan konflik di wilayah itu dan pemerintahan di ambil alih oleh PBB.

Deklarasi itu juga menandai dimulainya masa transisi 120 hari dan mulainya penempatan 2 ribu anggota polisi Uni Eropa serta tim hukum yang membantu Kosovo melewati masa transisi.

Presiden Kosovo Fatmir Sejdiu menyeru kepada seluruh negara di dunia agar mengakui kemerdekaan Kosovo.

Uni Eropa terpecah menjadi dua dalam menyikapi kemerdekaan Kosovo. Inggris, Perancis, Jerman dan Itali akan memberikan pernyataan resmi pengakuan pada Senin ini juga.

Sementara Yunani, Cyprus, Romania, Slovakia, Spanyol dan Bulgaria menentang kemerdekaan. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Tegal, Syariah KOKAM Tegal

Selasa, 16 Januari 2018

Mata Air Jepara Jaring Donatur Beasiswa Kartini Scholarship

Jepara, KOKAM Tegal

Genap satu tahun komunitas Mata Air Kabupaten Jepara memberikan beasiswa kepada para pelajar di Kabupaten Jepara yang memiliki prestasi unggul namun memiliki kendala ekonomi. 

Hingga saat ini sudah ada sembilan belas siswa yang memperoleh beasiswa tersebut. Dwi Wahyu, ketua penyalur beasiswa Kartini Scholarship mengatakan bahwa pihaknya membuka peluang para dermawan untuk menjadi donatur. 

Mata Air Jepara Jaring Donatur Beasiswa Kartini Scholarship (Sumber Gambar : Nu Online)
Mata Air Jepara Jaring Donatur Beasiswa Kartini Scholarship (Sumber Gambar : Nu Online)

Mata Air Jepara Jaring Donatur Beasiswa Kartini Scholarship

“Mata Air Jepara melalui program Kartini Scholarship-nya selalu membuka diri kepada seluruh dermawan yang ingin menyumbangkan bantuan,” kata alumnus Universitas Negeri Semarang ini saat ditemui, Ahad (21/2/2016).

Dia berharap dengan semakin banyaknya dermawan yang mempunyai kepedulian dibidang pendidikan, akan semakin banyak pelajar berprestasi yang diberikan beasiswa. 

KOKAM Tegal

“Sembilan belas adalah jumlah yang sedikit dari keseluruhan pelajar di Jepara, semoga dengan banyaknya donatur akan menambah jumlah peserta yang kami berikan beasiswa,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahyu menerangkan bahwa untuk penyaluran donasi dapat menghubungi nomor 0821-3439-5941, atau mentransfer ke nomor rekening BNI 0226763546 a.n Endri Listiani. 

“Bagi para dermawan yang ingin menjadi donatur bisa menghubungi kami untuk bertanya lebih lanjut mengenai program beasiswa ini,” pungkasnya. (Rif’ul Mazid Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal News, Kyai, Hadits KOKAM Tegal

Jumat, 12 Januari 2018

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Tangerang,KOKAM Tegal. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda mengatkaan, GP Anosr akan selalu pasang badan demi kukuhnya kebinekaan di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang? berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Ds Pasir Nangka Tigaraksa.

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Menurut Huda GP Ansor dan Banser adalah garda terdepan Nahdlatul Ulama (NU)? yang telah? memberikan andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

"Kita tidak rela ketika ada pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa karena buat kami NKRI Harga mati," ucapnya melalui siaran pers yang diterima KOKAM Tegal Rabu malam (14/12).

KOKAM Tegal

Huda juga menjelasakan bahwa ia melihat dinamika sosial politik akhir-akhir ini cukup panas, ada yang? mencoba memudarkan semangat kebinekaan bangsa. Menurutnya kehinekaan adalah? sunatullah, jadi tidak boleh ada upaya pemaksaan dan apalagi penyeragaman kultur, sosial, budaya atau agama.

Huda menambahkan bahwa dalam Islam dengan sangat jelas disampaikan bahwa Tuhan menciptakan umta manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling kenal-mengenal bukan untuk saling mendholimi atau bahkan meniadakan yang lain.

KOKAM Tegal

"Ketika ada yang mengancam kebhinekaan kita, maka? Ansor dan Banser wajib? tampil di depan demi terjaganya kebhinekaan."

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh setidaknya 208 peserta dari berbagai daerah di tangerang. Materi pembelajaran yang disampaikan diantaranya Aswaja dan Keindonesiaan, Deteksi Dini dan Antisipasi gerakan Radikalisme, Gerak Olah Bathin dan materi Proxy War dan Ketahanan Nasional. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pondok Pesantren, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah

Jakarta, KOKAM Tegal. Kalau kita menonton pertandingan sepak bola, baik pada Liga Super Indonesia (LSI) atau liga di negara-negara lain, sepertinya menjadi lazim melihat pemain yang suka marah, memukul, menenendang, bahkan sampai menembak wasit lantaran si pemain dihadiahi kartu merah. Pun dengan suporternya, saling ejek dalam bentuk yel-yel, baku hantam dan deretan kekerasan lainnya.

Namun, kedua hal tersebut tidak berlaku bagi para pemain dan supporter bersama klub yang ikut serta pada kompetisi Liga Santri Nusantara (LSN) yang diadakan atas kerja sama Rabithath Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) dengan Kementerian Pemuda dan Olah raga (Kemenpora). 

Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)
Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah (Sumber Gambar : Nu Online)

Liga Santri Nusantara, Konsep Sepak Bola Akhlakul Karimah

Sebagai contoh, insiden yang menimpa seorang pemain bernama Aldo dari klub Al-Asy’ariyah (LSN 2016). Saat itu, Aldo melakukan pelanggaran dengan menekel pemain lawan, wasit pun menghadiahi kartu merah padanya. Namun, wasit cukup terkejut dengan tingkah Aldo yang seketika itu langsung mencium tangan wasit justru ketika ia harus menerima kenyataan diusir sang wasit.

(Baca: Diusir Wasit, Bukannya Marah Malah Cium Tangan)

KOKAM Tegal

Begitu juga yel-yel dari suporter yang menggema di stadion, bukan ejekan atau hinaan, melainkan asmaul husna dan sholawat yang mengudara.

(Baca: Perang Antar-Suporter ala Liga Santri Nusantara)

KOKAM Tegal

Penasihat LSN Mohamad Kusnaeni saat ditemui KOKAM Tegal di ANOE Hotel, Jakarta, Rabu (18/10) mengatakan, pemandangan di lapangan hijau seperti mencium tangan, dan pembacaan sholawat merupakan bagian dari ciri dikedepankan dalam kompetisi LSN, yakni sepak bola yang berakhlakul karimah.

Menurutnya, sifat-sifat baik yang pemain dapatkan dari pondok pesantren sudah seharusnya diimplementasikan saat berlaga di lapangan hijau. 

“Menghormati (keputusan) wasit, menghormati lawan itu kan bagian dari pendidikan moral yang ditanamkan ketika mereka mondok,” kata pria yang bakrab dipanggil Bung Kus ini. 

Lebih dari itu, kata pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini, pada tahun ini para pemain juga diharapkan berusaha untuk menghindari pelanggaran yang dapat  menciderai lawan.  

“Karena salah satu yang kita tekankan adalah sepak bola ini untuk membangun persahabatan, sepak bola ini untuk memberi kesehatan bagi para pemian. jadi kalau samapai menciptakan masalah dengan adanya cidera itu kan merugikan bagi mereka,” terangnya.

Begitu pula dalam hal yel-yel. Menurut Bung Kus, hal tersebut menjadi bagian yang ditekankan dari konsep sepak bola akhlakul karimah. 

“Akhlakul karimah kan tidak hanya dalam bentuk perbuatan, tapi juga melalui perkataan yang baik (yel-yel),” ujar pria yang dikenal dengan komentator sepak bola ini. 

Ia memaparkan, penyelenggara menekankan kepada para supporter agar yel-yel yang menggema di stadion bersifat memberi dukungan bagi klub kesayangannya, dan menjauhi yel-yel yang sifatnya memprovokasi atau merendahkan klub lawan. 

“Bahkan lebih jauh lagi kami mendorong para santri yang hadir mendukung tim kesayangannya tersebut lebih baik memanjatkan doa dalam bentuk sholawat atau puji-pujian kepada nabi. Dan itu saya pikir hal yang kemudian menjadi trade mark dari penyelenggaraan LSN di berbagai daerah,” pungkasnya. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Kajian KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

PMII Kota Banjar Jaring Anggota Baru

Banjar,KOKAM Tegal. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) komisariat kota Banjar, Jawa Barat menjaring anggota baru melalui Mapaba (masa peneriamaan anggota baru). Mapaba yang berlangsung di pondok pesantren Al-Hilal Langensari tersebut dimulai Ahad (12/10) sampai Selasa (14/10).

PMII Kota Banjar Jaring Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Kota Banjar Jaring Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Kota Banjar Jaring Anggota Baru

Kegiatna tersebut diikuti sekitar 78 mahasiswa dan mahasiswi dari berbagai kampus di kota banjar. Selama tiga hari peseta akan diberikan materi seperti ke-PMII-an,  peran dan tanggung jawab sosial mahasiswa, Islam keindonesiaan, antropologi kampus, dan masih banyak materi materi lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Mapaba Ayyi Masruroh mengatakan selama tiga hari ini PMII akan menggembleng para calon anggota dengan fokus meningkatkan kadar intelektualitas, membentuk karakter dan mentalitas yang kuat.

KOKAM Tegal

“Dan yang paling penting kita tanamkan nilai nilai ke-PMII-an agar supaya nantinya peserta dapat menjadi mahasiswa yang sadar akan peran serta tanggung jawabnya menjadi seorang mahasiswa seutuhnya, mampu mengejawantahkan nilai ke-PMII-an dan tri perguruan tinggi pada kehidupan sehari hari," jelasnya.

Ayyi menambahkan, Mapaba adalah gerbang awal bagi mahasiswa baru untuk bisa masuk dan diakui legalitasnya menjadi anggota PMII. Mereka akan berproses belajar bersama, berjuang bersama  dalam wadah PMII nantinya.

KOKAM Tegal

Hal senada disampaikan oleh ketua PMII Komisariat Kota Banjar Tsabit Andrea Habibi. Menurutnya, kegiatan yang bertemakan "Menemukan kembali api revolusi fiakhirul zaman" ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader mahasiswa yang nantinya mampu melanjutkan perjuangan dalam meujudkan cita cita kemerdekaan bangsa indonesia.

Dengan kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis moral seperti sekarang ini diharapkan para peserta nantinya mampu untuk menjadi agen perubahan. "Dengan segala kompleksitas masalah yang sedang dihadapi bangsa kita hari ini, Indonesia hanya butuh generasi muda yang militan, generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan tentunya moral yang sehat serta memiliki tanggung jawab yang tinggi akan peran serta tugas kita sebagai mahasiswa, dan saya yakin, PMII adalah sebagai laboratorium yang siap mampu mencetak para pemimpin pemimpin yang revolusioner," tegasnya.

Sementara, pengasuh ponpes Al-hilal, Gus Ihsanudin dalam sambutan pembukaan Mapaba memberikan pesan terhadap PMII untuk selalu konsisten mencetak pemimpin pemimpin yang visioner, sehingga mampu membeerikan jawaban terhadap permasalahan bangsa dan tetap mengawal keutuhan NKRI

"sebagai organisasi kaderisasi kemahasiswaan PMII harus mampu mencetak generasi yang berakhlak mulia dan berbudi luhur, PMII merupakan benteng terakhir untuk tetap menjaga keutuhan NKRI," tutupnya. (Wahidan-Muchafid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits KOKAM Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Washington, KOKAM Tegal. Gedung Putih mengumumkan ringkasan dari rincian teknis pakta nuklir dengan Iran dan kemudian menjabarkan rencana penerapannya kepada anggota kongres Amerika Serikat (AS). Ini dilakukan di tengah adanya konflik dengan sejumlah anggota Kongres yang menentang pendekatan AS ke Teheran.

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ringkasan Perjanjian Rahasia Nuklir Iran Dibagikan

Kepada Kongres di Capitol Hill, Kamis, pemerintah AS membagikan rencana implementasi pakta nuklir dengan Iran setebal 30 halaman dengan syarat hal ini tetap dirahasiakan dari publik, demikian keterangan sejumlah pejabat Kongres. Demikian dilansir oleh wall street journal.

Ringkasan kesepakatan nuklir ini berisi rencana mendetail penerapan pakta yang berjangka waktu enam bulan tersebut. Kesepakatan ini dibuat guna membatasi kemajuan program nuklir Iran untuk ditukar dengan kelonggaran sanksi ekonomi oleh Barat.

KOKAM Tegal

Sementara itu, sebuah koalisi Republik dan Demokrat ingin memberlakukan sanksi ekonomi baru untuk menjamin Teheran tidak membeli senjata nuklir.

KOKAM Tegal

Pemerintah AS mengatakan sanksi baru ini dapat merugikan upaya diplomasi penyusunan kesepakatan jangka panjang dengan Iran. Presiden AS Barack Obama telah mengatakan ia akan memveto setiap undang-undang sanksi baru.

“Hari ini kami memang membagikan dokumen yang berisi pemahaman teknis terkait penerapan Rencana Aksi Gabungan,” ujar kepala humas Gedung Putih, Jay Carney. “Jenis dokumen seperti ini tidak selalu dirilis ke publik.”

Sejumlah staf anggota Kongres mengatakan dirilisnya dokumen rahasia kepada Kongres –dan perilisan ringkasannya — tidak akan mampu membendung perdebatan mengenai kebijakan AS terhadap program nuklir Iran. Beberapa staf Kongres yang membaca dokumen rahasia yang lebih mendetail menyayangkan bagaimana dokumen ini tidak menjabarkan bagaimana komunitas internasional menyimpulkan bahwa Iran telah melanggar kesepakatan tersebut.

Mereka juga mengkhawatirkan bahwa, menurut dokumen itu, Iran akan meneruskan beberapa riset dan pengembangan nuklir dalam periode enam bulan tersebut. Kesepakatan ini akan mulai berlaku pada 20 Januari nanti.

Dokumen ini juga tidak menjabarkan cara pelucutan reaktor nuklir besar Iran di kota Arak. Jika diaktifkan, reaktor ini diyakini mampu menghasilkan plutonium, yang dapat digunakan dalam perakitan senjata nuklir.

Menurut ringkasan yang disusun Gedung Putih, sebuah “Komisi Gabungan” telah didirikan oleh Iran dan negara besar dunia guna mengawasi penerapan kesepakatan tersebut.

Komisi Gabungan akan bekerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), pengawas nuklir Perserikatan Bangsa-Bangsa, “untuk menyusun sebuah resolusi bagi program nuklir Iran, dengan mempertimbangkan kecemasan di masa lalu dan masa sekarang.”

Dokumen ini juga menjabarkan periode pembayaran pendapatan minyak sebesar US$ 4,2 milyar untuk Iran, selama enam bulan, yang dibekukan di bank-bank luar negeri. Pembayaran ini tergantung pada komitmen Iran dalam membuang semua cadangan uraniumnya, dengan tingkat kemurnian 20%, yang menjadi bahan bakar senjata nuklir. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, AlaSantri KOKAM Tegal

Jumat, 29 Desember 2017

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Demak, KOKAM Tegal - Warga NU sekarang dihadapkan pada berbagai persoalan yang timbul di masyarakat baik itu maraknya kemungkaran yang merebak dengan munculnya berbagai penyakit masyarakat. Belum lagi masalah berbagai aliran dan radikalisme merupakan tanggung jawab NU untuk ikut andil bersama pemangku pemerintahan dalam menanggulanginya.

“Kami sangat prihatin dengan merebaknya hiburan malam liar seperti tempat karaoke yang cenderung sebagai transaksi prostitusi. NU harus mampu ikut memberantasnya bersama pemerintah,” kata Katib Syuriyah NU Demak KH Muhammad Afif Zuhri saat memberikan wejangan pada pengurus NU dari cabang sampai ranting pada halal bihalal dan istighotsah kebangsaan yang diselenggarakan PCNU Demak di Gedung IHM NU Demak Jalan Yudhomenggalan Bintoro, Demak, Selasa (2/8) malam.

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pemerintah, NU Tanggung Jawab Tanggulangi Kemungkaran

Menurut Kiai Afif, ada berbagai langkah untuk bisa menanggulanginya yakni dengan pendekatan pada pejabat selaku pemangku kepentingan, dengan lisan melalui berbagai forum pengajian dan mesin organisasi serta do’a baik secara bersama-sama maupun dalam kesendirian.

“Dengan sosialisasi, kerja sama dengan pemerintah serta do’a bersama warga NU ini jika bisa telampaui saya yakin semuanya bisa tertanggulangi dan terselesaikan,” tutur Kiai Afif.

KOKAM Tegal

Hadir pada kesempatan itu Ketua JATMAN Jateng KH Zaini Mawardi, staf ahli Bupati Demak Edi Jatmiko, Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq serta pengurus NU Demak, lembaga dan banom, MWCNU serta ranting NU se-Kabupaten Demak. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Khutbah, Lomba, Hadits KOKAM Tegal

Jumat, 22 Desember 2017

Pakai Kursi Roda, KH Maimoen Zubair Tetap Berdiri Nyanyikan Indonesia Raya

Jombang, KOKAM Tegal. Ulama sepuh NU sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren al-Anwar Sarang, Rembang Jawa Tengah, KH Maimoen Zubair menghadiri undangan pembukaan Muktamar Ke-33 NU dipapah oleh kursi roda.

Namun demikian, kiai kelahiran 28 Oktober 1928 atau 86 tahun yang lalu ini dengan tegar memaksa diri untuk berdiri dari kursi roda yang memapahnya.

Pakai Kursi Roda, KH Maimoen Zubair Tetap Berdiri Nyanyikan Indonesia Raya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pakai Kursi Roda, KH Maimoen Zubair Tetap Berdiri Nyanyikan Indonesia Raya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pakai Kursi Roda, KH Maimoen Zubair Tetap Berdiri Nyanyikan Indonesia Raya

“Mau nangis melihat Kiai Maimoen Zubair yang berkursiroda memaksa berdiri untuk menyanyikan Indonesia Raya. #MuktamarNU,” tulis Alissa Wahid dalam akun twitter pribadinya, @AlissaWahid, Sabtu (1/8).

KOKAM Tegal

Bersama dengan ulama sepuh lain seperti KH M Tolchah Hasan, KH Nawawi Abdul Djalil, dan lainnya, Mbah Moen, sapaan akrabnya, nampak terbantu dengan tongkat yang dibawanya dalam menggerakkan badannya untuk berdiri.

Selain tamu undangan penting, puluhan ribu warga NU juga memadati Alun-alun Jombang. Di tempat pembukaan dan penutupan ini, berbagai macam stan juga berdiri selama gelaran Muktamar berlangsung sehingga Nahdliyin dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan macam-macam produk ke-NU-an. (Fathoni)

?

KOKAM Tegal

Foto: Mbah Maimoen Zubair berdiri dari kursi rodanya saat menyanyikan Indonesia Raya di Pembukaan Muktamar Ke-33 NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Kiai KOKAM Tegal

Kamis, 21 Desember 2017

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik

Tulang Bawang, KOKAM Tegal ?

Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Tulang Bawang, Lampung menyambut baik harakah Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor yang menginisiasi komunikasi lintas agama di Pesantren Daarul Islah, Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjarmargo, Selasa (22/8).

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)
Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik (Sumber Gambar : Nu Online)

Gereja Tulang Bawang: Upaya Ansor Bagus untuk Tekan Konflik

KWI menyampaikan itu melalui pengurus harian, Purwo Warsito. Menurut dia, forum dialog digelar Ansor Tulang Bawang bagus untuk mencegah konflik.

"Semua agama punya tujuan agar penganutnya mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Supaya rukun harus ada dialog, komunikasi semacam ini," ujarnya.

KOKAM Tegal

Ketua MUI setempat, Yantori, turut mengapresiasi positif kegiatan tersebut. Menurut dia, dialog tersebut akan memperkuat toleransi kerukunan, saling menghargai, serta tidak ikut campur dengan urusan agama orang lain.

KOKAM Tegal

"Indonesia ini multikultur, kadang komunikasi antarummat beragama sulit dilakukan, karena ada oknum atau kelompok yang memutlakkan sesuatu, padahal yang mutlak itu hanya milik Tuhan," ujar Purnomo Sidi dari Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) menambahkan.

Perwakilan dari Parisada Hindu Ketut Swarte melanjutkan, manusia setara dan sama. Sehingga tidak perlu bermusuhan.

"Saling menghargai bukan hanya dengan manusia, tapi juga dengan lingkungan," kata dia lagi.

Ketua GP Ansor Tulang Bawang, Hariyanto mengatakan, kegiatan organisasinya dilakukan untuk mencegah konflik dan mempererat persatuan warga di daerah tersebut pada khususnya dan Indonesia umumnya.

Acara bertema “Peningkatan Rasa Saling Merasa Memiliki Negara Ini, Tidak Merasa Paling Benar dan Menjaga Persatuan Antarumat Beragama” itu dihadiri Kepala Kesbangpol Agus waluyo, dan sejumlah ormas keagamaan kemasyarakatan dan kepemudaan? setempat serta dari unsur Polri-TNI.

Kegiatan dimoderatori Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Azis, pembicara utama Sekretaris Kementerian Agama, Kabupaten Tulang Bawang, Sanusi.

"Terima kasih untuk semua pihak yang membantu terlaksananya kegiatan ini," pungkas Hariyanto. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Meme Islam, Hadits KOKAM Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

Wonosobo, KOKAM Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengingatkan kepada kaum muslim bahwa masjid tidak hanya untuk ibadah shalat saja, tetapi juga bisa didayagunakan untuk membina dan mendidik anak-anak dalam pendalaman agama.

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Said Aqil: Masjid bukan hanya untuk Shalat

"Hal ini menunjukkan adanya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan mental," katanya saat meresmikan Masjid Agung Al Jihad Dukuh Binangun Desa Wringinanom, Kabupaten Wonosobo, Ahad (18/1).

Ia berharap masjid tersebut bisa meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat kepada Sang Pencipta.

KOKAM Tegal

Ia menuturkan partisipasi masyarakat yang tinggi untuk membangun masjid menunjukkan peningkatan keimanan dan ketakwaan pada Allah SWT.

KOKAM Tegal

Pada peresmian masjid dan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW tersebut Said Aqil mengkisahkan kembali masa jahiliyah barat dan timur, sampai lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Ia mengatakan, Nabi Muhammad SAW pantas menjadi orang besar, karena buyut-buyutnya memang orang terpandang di antara suku Quraisy di kota Makkah.

"Meskipun beliau dibesarkan sebagai yatim piatu dan biasa menggembala kambing orang lain, akan tetapi banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari kisah Rasulullulah," katanya.

Ia mengatakan, betapa sabarnya Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah. Meskipun beliau dilempari batu oleh orang-orang Thaif, beliau tidak merasa dendam pada saat malaikat menawarkan untuk membalas mereka.

"Bahkan pada akhirnya beliau berhasil mendirikan masyarakat mutamaddin di Madinah, di mana sistem negara bisa berjalan dengan baik dan benar," katanya. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Cerita, Hadits, Habib KOKAM Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an

Peran Kiai Soleh Darat dalam menyebarkan Islam tak hanya semasa hidupnya maupun warisan pesantrennya. Sebab murid-muridnya adalah para pendiri organisasi Islam, pengasuh pesantren dan pendakwah agama yang terus menghasilkan kader-kader da’i berikutnya. Sampai akhir zaman. ?

Wali ini yang hidup sezaman dengan dua waliyullah besar lainnya, Syekh Nawawi Al-Bantani dan Kiai Kholil Bangkalan, Madura ini disebut sebagai gurunya para ulama tanah Jawa.?

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelopor Penerjemahan Al-Qur’an

Murid-muridnya itu, diantaranya, KH Hasyim Asy’ari pendiri Nahdlatul Ulama), KH Ahmad Dahlan (pendiri Muhammadiyah) dan Syaikh Mahfudh Termas Pacitan (pendiri Pondok Pesantren Termas), KH Idris (pendiri Pondok Pesantren Jamsaren Solo), KH Sya’ban (ahli falak dari Semarang), Penghulu Tafsir Anom dari Keraton Surakarta, KH Dalhar (pendiri Pondok Pesantren Watucongol, Muntilan), KH Munawir (Krapyak Yogyakarta), KH Abdul Wahab Chasbullah Tambak Beras Jombang, KH Abas Djamil Buntet Cirebon, KH Raden Asnawi Kudus, KH Bisri Syansuri Denanyar Jombang dan lain-lainnya. Para murid itu ada yang belajar pada Kiai Soleh Darat sewaktu masih di Mekah maupun setelah di ? Semarang.?

KOKAM Tegal

”Bisa dikatakan, Kiai Soleh Darat adalah embahnya para ulama di Jawa, karena menjadi guru dari guru ulama yang ada sekarang,” terang KH Ahmad Hadlor Ihsan, mantan Rois Syuriyah PCNU Kota Semarang yang juga pengasuh Ponpes Al-Islah Mangkang, Tugu, Semarang. ?

KOKAM Tegal

Semasa hidupnya, selain mengajar masyarakat awam, Kiai Soleh Darat juga aktif mengisi pengajian di kalangan priyayi. Di antara jamaah pengajiannya adalah Raden Ajeng Kartini, anak Bupati Jepara.?

RA Kartini pernah punya pengalaman tidak menyenangkan saat mempelajari Islam. Guru ngajinya memarahinya karena dia bertanya tentang arti sebuah ayat Al-Qur’an. Ketika mengikuti pengajian Kiai Soleh Darat di pendopo Kabupaten Demak yang bupatinya adalah pamannya sendiri, RA Kartini sangat tertarik dengan Kiai Soleh Darat. ? Saat itu beliau sedang mengajarkan tafsir Surat Al-Fatihah.?

RA Kartini lantas meminta romo gurunya itu agar Al-Quran diterjemahkan. Karena menurutnya tidak ada gunanya membaca kitab suci yang tidak diketahui artinya. Pada waktu itu penjajah Belanda secara resmi melarang orang menerjemahkan Al-Qur’an. Dan para ulama waktu juga mengharamkannya. Mbah Shaleh Darat menentang larangan ini.? Karena permintaan Kartini itu, dan panggilan untuk berdakwah, beliau menerjemahkan Qur’an dengan ditulis dalam huruf ? Arab pegon sehingga tak dicurigai penjajah.

Kitab tafsir dan terjemahan Al-Qur’an itu diberi nama Faidh al-Rahman fi Tafsir Al-Qur’an. Tafsir pertama di Nusantara dalam bahasa Jawa dengan aksara Arab. Jilid pertama yang terdiri dari 13 juz. Mulai dari surat Al-Fatihah sampai surat Ibrahim.

Kitab itu dihadiahkannya kepada RA Kartini sebagai kado pernikahannya dengan RM Joyodiningrat, Bupati Rembang. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya.?

Kartini amat menyukai hadiah itu dan mengatakan: “Selama ini al-Fatihah gelap bagi saya. Saya tak mengerti sedikitpun maknanya. Tetapi sejak hari ini ia menjadi terang-benderang sampai kepada makna tersiratnya, sebab Romo Kyai telah menerangkannya dalam bahasa Jawa yang saya pahami.”?

Melalui kitab itu pula Kartini menemukan ayat yang amat menyentuh nuraninya. Yaitu Surat Al-Baqarah ayat 257 yang mencantumkan, bahwa Allah-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minadh-Dhulumaati ilan Nuur).?

Kartini terkesan dengan kalimat Minadh-Dhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena ia merasakan sendiri proses perubahan dirinya. ?

Kisah ini sahih, dinukil dari Prof KH Musa al-Mahfudz Yogyakarta, dari Kiai Muhammad Demak, menantu sekaligus staf ahli Kiai Soleh Darat.

Dalam surat-suratnya kepada sahabat Belanda-nya, JH Abendanon, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat “Dari Gelap Kepada Cahaya” ini. Sayangnya, istilah “Dari Gelap Kepada Cahaya” yang dalam Bahasa Belanda “Door Duisternis Tot Licht” menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan Armijn Pane dengan kalimat “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Mr. Abendanon yang mengumpulkan surat-surat Kartini menjadikan kata-kata tersebut sebagai judul dari kumpulan surat Kartini.?

Tentu saja ia tidak menyadari bahwa kata-kata tersebut sebenarnya dipetik dari Al-Qur’an. Kata “Minazh-Zhulumaati ilan-Nuur“ dalam bahasa Arab tersebut, tidak lain, merupakan inti dari dakwah Islam yang artinya: membawa manusia dari kegelapan (jahiliyyah atau kebodohan) ke tempat yang terang benderang (petunjuk, hidayah atau kebenaran).

Kitab Tafsir Kiai Soleh itu, walau tidak selesai 30 juz Al-Quran, dicetak pertama kali di Singapura pada tahun 1894 dengan dua jilidan ukuran folio. Sehingga walau pengarangnya telah wafat, pengajian kitab ini jalan terus. Karena referensi pribumi Jawa yang bermukim di tanah melayu. Bahkan kaum muslim di Pattani, Thailand Selatan juga memakai kitab ini.?

Hingga kini Karya-karya Mbah Soleh Darat masih dibaca di pondok-pondok pesantren dan majelis taklim ? di Jawa. Sebagian besar bukunya sampai sekarang terus dicetak ulang oleh Penerbit Toha Putera, Semarang.

Sederhana plus Progresif. Sebagaimana umumnya ulama, Kiai Soleh Darat sangat bersahaja dan tawadhu. Akhlaknya sangat terjaga dari kesombongan. Dalam semua kitabnya, ia selalu selalu merendah dan menyebut dirinya sebagai orang Jawa awam yang tak faham seluk-beluk Bahasa Arab.

Di prolog kitabnya selalu tertulis ? “buku ini dipersembahkan kepada orang awam dan orang-orang bodoh seperti saya”. Dalam pendahuluan Terjemahan Matan al-Hikam terbitan Toha Putra Semarang tertera: “ini kitab ringkasan dari Matan al-Hikam karya al-Allamah al-Arif billah Asy-Syaikh Ahmad Ibnu Atha’illah. Saya ringkas sepertiga dari asal agar memudahkan orang awam seperti saya. Saya tulis dengan Bahasa Jawa agar cepat dipahami oleh orang yang belajar agama atau mengaji”.?

Bahkan, meski beliau keturunan Nabi Muhammad (sayyid/habib), yang nasabnya dari Raden Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang) putra Raden Rahmat (Sunan Ampel), hal itu tak pernah dikatakannya. Bagi ? Mbah Soleh, orang dihormati karena ilmu dan amalnya. Bukan garis keturunannya.?

Kiai Soleh Darat selalu menekankan kepada muridnya agar giat menuntut ilmu. Dia berkata: “Inti sari Al-Qur’an adalah dorongan kepada umat manusia agar mempergunakan akalnya untuk memenuhi tuntutan hidupnya di dunia dan akhirat”.

Diperingatkannya, orang yang tidak memiliki ilmu pengetahuan dalam keimanannya, maka akan jatuh pada keyakinan sesat. Sebagai misal, paham kebatinan yang mengajarkan bahwa amal yang diterima Allah adalah amaliyah hati yang dipararelkan dengan paham Manunggaling Kawulo Gusti-nya Syekh Siti Jenar dan berakhir tragis pada perilaku taqlid buta (anut asal ikut).?

”Iman orang taklid tidak sah menurut ulama muhaqqiqin (ahli hakikat),” demikian tegasnya. ? Kata itu tersurat dalam Kitab Tarjamah Sabil al-‘Abid ‘Ala Jauharah al-Tauhid karya Mbah Soleh Darat. Lebih jauh beliau peringatkan masyarakat tak terpesona oleh orang yang mengaku memiliki ilmu hakekat tapi meninggalkan syariat seperti sholat dan amalan fardhu lainnya.? Kemaksiatan berbungkus kebaikan tetap saja namanya kebatilan, demikian inti petuah beliau.

Tauhid yang Tepat? . Kiai Soleh Darat dikenal sebagai ahli ilmu kalam. Ia adalah pendukung teologi Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturudi. Dalam kitab Tarjamah Sabil al-’Abid ‘ala Jauharah at-Tauhid dia mengemukakan penafsirannya atas sabda Rasulillah SAW mengenai terpecahnya umat Islam menjadi 73 golongan sepeninggal Nabi, dan hanya satu golongan yang selamat.

Menurutnya, yang dimaksud Nabi Muhammad SAW dengan golongan yang selamat adalah mereka yang berkelakuan seperti yang dilakukan oleh Rasulillah SAW, yaitu melaksanakan pokok-pokok kepercayaan Ahlussunah Waljamaah Al-Asy’ariyah, dan Maturidiyah.?

Sebagai ulama yang berpikiran maju, ia senantiasa menekankan perlunya ikhtiar dan kerja keras, setelah itu baru bertawakal, menyerahkan semuanya pada Allah. Ia sangat mencela orang yang tidak mau bekerja keras karena memandang segala nasibnya telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Ia juga tidak setuju dengan teori kebebasan manusia yang menempatkan manusia sebagai pencipta hakiki atas segala perbuatan.?

Tradisi berpikir kritis dan mengajarkan ilmu agama terus dikembangkan hingga akhir hayatnya.?

Ikon Kota Semarang. Menurut Ketua Pengajian Ahad Pagi KH Muhamamd Muin, Kiai Soleh Darat lahir di Dukuh Kedung Jumbleng Kecamatan Mayong, Jepara, sekitar tahun 1820 (1235 H). ? Beliau wafat di Semarang, tanggal 18 Desember 1903/28 Ramadhan ? 1321 H dalam usia 83 tahun.Kata Darat di belakang nama Kiai Soleh adalah sebutan masyarakat untuk menunjukkan tempat dia tinggal, yakni di Kampung Darat, Kelurahan Dadapsari, Semarang Utara.?

Ayahnya, KH Umar, adalah ulama terkemuka yang dipercaya Pangeran Diponegoro dalam perang melawan Belanda di wilayah pesisir utara. Setelah mendapat bekal ilmu agama dari ayahnya, Soleh kecil mulai mengembara, belajar dari satu ulama ke ulama lain.?

Lalu bersama ayahnya pergi ke Singapura, belanjut pergi haji sekaligus melanjutkan studi di Mekah. Setelah ayahnya wafat di tanah suci, Soleh berhasil mendapat ijazah dari ulama terkemuka di Mekah dan ia lalu ? menjadi guru besar di sana.?

Banyaknya umat yang hadir di haulnya, memang menjadi tengara kebesaran namanya. Tak dapat dipungkiri, ulama besar itu memang telah menjadi ikon Semarang di masa lalu.?

Mengingat beliau termasuk perintis kemerdekaan, tokoh perlawanan terhadap penjajah melalui ilmu pengetahuan, selayaknya diberi gelar Pahlawan sebagaimana sebagian para muridnya.

?

Penulis ? ? : Muhammad ichwan

Redaktur : Syaifullah Amin

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Aswaja, RMI NU KOKAM Tegal

Senin, 04 Desember 2017

PCNU Bagikan Nasi Kepada KPPS

Semarang, KOKAM Tegal. Masih dalam rangkaian peringatan hari lahir ke-90 NU, di acara Pilgub kemarin, aktivis muda NU Kota Semarang memberikan ratusan nasi kotak kepada para anggota KPPS di beberapa TPS di Kecamatan Ngaliyan dan Tugu dan Mijen.

Di Ngaliyan, menu makan siang itu dikirim ke TPS 07 Karonsih, TPS 10 Tambak Aji,  dan TPS 24 perum Bhakti Persada Indah (BPI). Selain itu, di TPS 26 Jrakah dan TPS 24 Beringin.

PCNU Bagikan Nasi Kepada KPPS (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Bagikan Nasi Kepada KPPS (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Bagikan Nasi Kepada KPPS

Adapun di Kecamatan Tugu, ransum diberikan ke TPS  TPS 02 Tugurejo, TPS 05 Tugurejo dan TPS 10 Tugurejo.  Sedangkan di Kecamatan Mijen, dikirim ke TPS 02 Jatibarang, TPS 04 Ngadirego.

KOKAM Tegal

Walhasil, para anggota KPPS yang sedang beristirahat untuk persiapan penghitungan suara, riang gembira menerima kiriman makan siang yang tiba-tiba tersebut. Maklum tanpa diberitahu sebelumnya. Bahkan tak hanya 6 anggota KPPS yang dapat makan siang. Empat orang lain yang berada di TPS juga mendapatkannya. Yakni anggota Linmas dan para saksi. Sebab setiap TPS diberi 10 kotak nasi.

Meskipun sudah mendapatkan jatah makan siang dari TPS setempat, petugas KPPS mengaku sangat bersyukur dan berterumakasih atas rizki yang datangnya tidak terduga dari PCNU Kota Semarang ini. Mereka berharap PCNU Kota Semarang untuk sering melakukan kegiatan macam itu.

KOKAM Tegal

“Alhamdulillah, terima kasih dapat rejeki yang tidak disangka. Sebaiknya NU sering bagi-bagi makanan seperti ini,” ujar Abdullah, serang anggota KPPS Ngaliyan sambil bercanda.

Ketua PCNU Kota Semarang H Anasom mengatakan, pemberian nasi kotak untuk KPPS tersebut diorganisir oleh tim Lumbung Pangan NU yang berada dalam naungan Lembaga Mabarrot (sosial) PCNU Kota Semarang. 

“Kegiatan ini diorganisir oleh Lembaga Mabarrot yang memiliki program Lumbung Pangan,” tutur Dosen IAIN Walisongo Semarang ini.  

 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: M Ichwan

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Hadits, Kajian KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock