Kamis, 22 Juni 2017

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Pondok Pesantren Nurul Haramain Narmada di Lombok Barat ini telah berhasil berhasil mewujudkan lembaga pendidikan yang ramah lingkungan. Pemimpin pesantren ini, TGH Hasanain Juaini membeli lahan gundul di kawasan hutan seluas lebih dari 33 hektar, lalu menggarapnya menjadi lahan hijau dan lebat.

Proses penghijauan itu memakan waktu lebih dari 9 tahun yang melibatkan santri serta warga sekitar. Dana yang dikeluarkannya tidak sedikit mencapai Rp 4,3 miliar lebih.

TGH Juaini bercerita, semenjak awal bersama-sama dengan para tokoh agama pemerhati lingkungan seperti KH Masdar Farid Mas’udi menerbitkan buku “Fiqih Lingkungan”.

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)
Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau (Sumber Gambar : Nu Online)

Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau

Menurut TGH Juaini, ia ingin menyampaikan pesan bahwa melestarikan lingkungan itu adalah amanat, ciptaan manusia. Sama halnya dengan perintah untuk menyembah Allah.

“Kita tidak akan bisa menyembah Allah, mengimplementasikan keimanan kita dalam kondisi lingkungan kita hancur. Apalagi kita dalam posisi masih bisa melakukan sesuatu, ajakan saya untuk melestarikan lingkungan itu semata-mata merupakan perintah Allah dan Rasulullah SAW,” katanya.

Banyak yang bernggapan bahwa sebuah institusi pendidikan Islam umumnya hanya bergerak di bidang tafaqquh fiddin, atau pendidikan agama saja, dan acuh-tak acuh dengan kondisi lingkungan.

Menurut TGH Juaini, kesimpulan itu tidak tepat. Melestarikan lingkungan adalah amanah ciptaan manusia. Kita sebagai individu pribadi baik sebagai kelompok sosial harus turut melestarikan lingkungan. Karena Rasulullah sendiri bersabda, Berhati hatilah dengan bumi ini sesungguhnya dia adalah ibumu.

KOKAM Tegal

Jadi kita perlakukan bumi ini seperti bagaimana memperlakukan ibu kita. Memuliakannya. Karena jasa-jasanya kepada kita,” tambanya.

TGH Juaini, tidak sepakat pondok pesantren Nurul Haramain dikategorikan sebagai “pesantren yang pro lingkungan”. Karena seharusnya semua pondok pesantren itu harus pro lingkungan. Setiap orang itu juga harus pro lingkungan, katanya.

“Saya mengatakan hal itu (pro lingkungan) adalah sesuatu yang harus khusunya pondok pesantren yang selama ini dikenal oleh masyarakat. Jangan hanya nyaman di menara gading tapi tidak mau tahui urusan luar. Saya kira ini suatu kesalahan dalam konsep pendidikan islam yang selama ini dipahami banyak orang,” tambahnya.

KOKAM Tegal

Pada tahun 2011 TGH Hasanain Juaini memperoleh penghargaan Ramon Magsaysay. Salah satunya karena ia dinilai sukses mengembangkan pesantren yang peduli lingkungan. Dengan memperoleh penghargaan ini, namanya sejajar dengan tokoh-tokoh seperti Abdurrahman Wahid, Mochtar Lubis, atau Pramoedya Ananta Toer, yang juga pernah meraih penghargaan serupa. (Syamsul Hadi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ulama, Tegal KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Nurul Haramain NTB, Pesantren dengan 33 Hektar Lahan Hijau di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock