Sabtu, 12 Agustus 2017

Mudik, Beragama Dilandasi Kerukunan Sosial dan Persatuan

Ketika menjelang Lebaran, jutaan orang secara berbarengan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Macet berjam-jam dan risiko kecelakaan perjalanan tetap ditempuh para pemudik demi sampai kampung halaman.

Pengasuh Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta M. Jadul Maula mengatakan, tujuan utama mudik adalah sungkem kepada orang tua dan silaturrahim kepada kerabat dan handai taulan.

Mudik, Beragama Dilandasi Kerukunan Sosial dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mudik, Beragama Dilandasi Kerukunan Sosial dan Persatuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mudik, Beragama Dilandasi Kerukunan Sosial dan Persatuan

Menurut dia, budaya mudik ini jelas dilandasi tuntunan agama yaitu berbakti kepada orang tua dan menjaga tali silaturrahim dengan sanak keluarga dan kerabat.

“Momentumnya juga bagus yaitu Idul Fitri, merayakan kembalinya manusia ke dalam fitrah,” kata Wakil Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia PBNU ini Senin (4/7).

KOKAM Tegal

Ia menambahkan, sebetulnya mudik tidak hanya dilakukan muslim Indonesia, melainkan negara-negara Islam lain semisal di Arab, Mesir, dan lain-lain. Namun bentuk, intensitas dan ekspresinya berbeda.

“Di negara-negara lain biasanya suasana Idul Fitri terbatas, habis shalat Ied mereka datang ke rumah orang tua dan makan-makan bersama keluarga,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Sementara di Indonesia mudik dilakukan lebih meluas dan masif. Tekanannya pada saling memaafkan, tidak hanya pada orang tua dan keluarga dekat, tapi juga keluarga besar (trah) dan lebih luas lagi saudara sedaerah dan bangsa.

“Ini adalah proses penyatuan dalam kebhinekaan, didasari pribadi-pribadi yang sedang ingin membersihkan diri dan hati,” lanjutnya.

Ketika ditanya kenapa bisa meluas, menurut dia, ini adalah warisan pengajaran leluhur yang memberikan dasar-dasar pengamalan agama yang berdimensi persatuan dan kerukunan sosial, bukan individual.

Leluhur yang dia maksud adalah wali-wali Nusantara. Sebelum Islam datang, tidak ada perayaan Idul Fitri, tetapi penghormatan kepada leluhur, bahkan sampai pada pemujaan, itu juga merupakan bentuk religiusitas yang sangat tua di Nusantara. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Mudik, Beragama Dilandasi Kerukunan Sosial dan Persatuan di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock