Sabtu, 16 Desember 2017

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Sukoharjo, KOKAM Tegal. Beberapa fakta yang cukup mencengangkan tentang masalah-masalah yang kini dihadapi oleh bangsa Indonesia dibahas dalam kegiatan bedah Materi Muktamar Ke-33 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Aula Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji Sukoharjo, Ahad-Senin (16-17/8).

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM

Dalam pembukaan, pengasuh Al-Muayyad Windan KH M Dian Nafi mengemukakan terkait persoalan pasar bebas. Menurutnya, di dalam mekanisme pasar internasional, bangsa kita akan bersaing secara ketat dengan seluruh negara di dunia.

Untuk itu, kualitas teknologi dan sumber daya manusia (SDM) Indonesia perlu disiapkan secara matang. Pada ranah pertanian misalnya, petani di Indonesia masih memakai cara tradisional, sedangkan di negara-negara Barat sudah menggunakan teknologi canggih. 

KOKAM Tegal

“Dampaknya, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, hasil pertanian Indonesia tentu kalah jauh dibandingkan Amerika dan Eropa. Jika ini dibiarkan tanpa adanya pembekalan, rakyat akan kian sengsara,” papar Wakil Rais Syuriyah PWNU Jateng itu.

KOKAM Tegal

Permasalahan BPJS yang sempat menimbulkan kehebohan, juga turut dikaji dalam bedah materi muktamar ini. Berbeda dari MUI yang memandang BPJS tidak sesuai syariat, Nahdlatul Ulama menilai bahwa program pemerintah itu sudah syari. Alasannya, karena didasarkan atas akad taawun (tolong-menolong). Selain itu, BPJS memiliki orientasi yang berbeda dibandingkan ASKES. 

Sebagai narasumber, Arif Budiman yang juga Dosen UIN Sunan Kalijaga memaparkan, beberapa alasan logis. “BPJS merupakan badan baru yang dibentuk pemerintah untuk semata-mata menyejahterakan rakyat. Karenanya, ia diperuntukkan bagi seluruh masyarakat. Hal ini berbeda dengan ASKES yang hanya diberikan kepada pegawai pemerintah dan dulu masih menginduk pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” jelasnya. 

Secara umum, materi Muktamar yang didiskusikan meliputi kajian dari empat komisi Nahdlatul Ulama, antara lain Komisi Bahtsul Masail Waqiiyah (Kajian Masalah Kontemporer), Masail Maudluiyah (Masalah Tematik), Masail Qanuniyah (Masalah Perundang-undangan), dan Komisi Program.

Pengkajian ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para santri untuk terjun di masyarakat dan saat mereka menjadi pemimpin kelak. Tidak hanya itu, acara ini dimaksudkan untuk mendalami gagasan dan solusi atas pelbagai problema terkini yang tengah dihadapi bangsa Indonesia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal AlaNu, Lomba KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Soal Pasar Bebas, Perlu Siapkan Peningkatan Teknologi dan SDM di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock