Jakarta, KOKAM Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendukung penetapan Hari Santri Nasional tanpa libur. Pengurus harian PBNU menilai peringatan Hari Santri Nasional lebih pada semangatnya, bukan tuntutan untuk diistimewakan dalam bentuk tanggal merah.
“Kita tidak setuju dengan peliburan Hari Santri Nasional. Yang penting itu semangatnya. Kita tidak mau mengurangi aktivitas hari kerja masyarakat,” kata Sekjend PBNU H Helmy Faishal Zaini di Jakarta, Kamis (15/10) sore.
| PBNU Setuju Hari Santri Nasional Tanpa Libur (Sumber Gambar : Nu Online) |
PBNU Setuju Hari Santri Nasional Tanpa Libur
Menurut Helmy, Keputusan Presiden (Keppres) nomor 22 tahun 2015 terkait penetapan Hari Santri Nasional sudah tepat. Hari Santri yang jatuh pada 22 Oktober, tidak diliburkan. “Karena memang bukan pada libur itu substansinya.”KOKAM Tegal
Peringatan Hari Santri Nasional, kata Helmy, lebih kepada semangat peran kebangsaan kalangan santri dalam pergerakan kemerdekaan RI. Sementara dalam konteks kekinian, hari itu menyemangati kalangan santri dalam menjaga NKRI dari ancaman radikalisme.KOKAM Tegal
Pada prinsipnya santri adalah muharrik (penggerak) kebangsaan. “Bayangkan, fatwa Resolusi Jihad Mbah Hasyim mendudukan jihad mengusir penjajah setingkat dengan ibadah lainnya, fardhu ain,” tandas Helmy. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id
KOKAM Tegal Pendidikan, Khutbah KOKAM Tegal

EmoticonEmoticon