Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Pringsewu,KOKAM Tegal? . Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung mampu mengumpulkan uang Rp 93.545.000,00. Dana tersebut dihimpun dari anggota yang aktif di majelis talim. Kemudian jumlahnya diumumkan pada peringatan hari lahirnya yang ke-69 di Lapangan Dirgahayu Kecamatan Sukoharjo? Ahad (29/3).

Pengumpulan uang tersebut melalui pencanangan Koin Surga yaitu dengan mengumpulkan recehan koin seratusan rupiah sampai seribuan rupiah melalui kegiatan pengajian majelis-majelis talim muslimat. ?

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

“Koin Surga” Muslimat NU Pringsewu Mampu Kumpulkan 93 Juta

Uang tersebut dimasukkan ke dalam bambu satu ruas yang dicat warna hijau yang mereka sebut “celengan bambu”. Celengan tersebut diisi setelah pelaksanaan harlah tahun lalu dan dibuka menjelang pelaksanaan harlah tahun ini.?

Dana tersebut, menurut salah seorang pengurus Muslimat NU Pringsewu Etiek Jukhaeni, akan didistribusikan untuk santunan dhuafa, lansia, anak-anak yatim dan yatim piatu.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

Etiek yang ketua panitia Harlah Muslimat mengungkapkan rasa puasnya dan bersyukur kepada Allah swt. Atas semua karunia yang diberikan-Nya sehingga acara yang dihadiri sekitar 6000 orang itu berjalan dengan lancar dan sukses.

Menurut dia, di harlah ke-69, seyogyanya diperingati dengan berbagai kegiatan yang bersifat meggugah dan men-sponsori semangat warga Nahdliyyin dan Nahdliyat, serta mengadakan kegiatan sosial, kreativitas warga baik dari Badan Otonon, maupun Lembaga yang ada.

Ia menyebutkan rangkaian Harlah yang bersifat pembinaan mental spiritual maupun kegiatan bhakti sosial. Pembinaan mental spritual meliputi Istighotsah, dan pengajian akbar.?

Sedangkan kegiatan bhakti sosial meliputi santunan pada lansia, dhuafa, dan anak-anak yatim / yatim piatu, khitanan massal, donor darah, KB yang terdiri dari suntik, pil, dan IUD. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Khutbah, Pendidikan, RMI NU KOKAM Tegal

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Jombang, KOKAM Tegal

Dalam rangka memberikan pemahaman yang komprehensif tentang Islam Nusantara kepada khalayak, PC ISNU Jombang gelar seminar nasional bertajuk "Kontribusi Ulama dan Santri Nusantara dalam Perjuangan Bangsa" dan bedah buku Masterpiece Islam Nusantara, Rabu (4/5) kemarin.

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Zainul Milal Bizawie Sebut Beberapa Kelompok Penolak Islam Nusantara

Acara yang berlangsung di Auditorium STKIP PGRI Jombang tersebut tampak semarak dengan dihadiri ratusan peserta dan tamu undangan. Mereka di antaranya Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Muslimat, Fatayat, PMII, IPNU-IPPNU dan perwakilan mahasiswa dari kampus se-Jombang. Hadir juga Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Jombang Ahmad Athoillah menegaskan, Islam Nusantara memiliki misi membumikan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Hal ini relevan diterapkan di Indonesia bahkan dunia, agar persatuan dan kesatuan antar sesama Islam terjaga dengan kuat.

KOKAM Tegal

"Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, santun dan toleran, jauh berbeda dengan wajah Islam yang berada di Timur tengah," katanya saat memberikan sambutannya di depan para peserta dan tamu undangan.

KOKAM Tegal

Sementara itu, Munjidah Wahab menyatakan penyebaran ajaran Islam belakangan ini sudah jauh berbeda dengan pola yang diajarkan Nabi pada zamannya. Berbagai cara kekerasan saat ini dilakukan untuk memaksakan kehendaknya dalam penyebaran ajaran Islam.

"Islam Nusantara adalah Islam yang santun, saling menghargai perbedaan dan tidak melakukan dakwah dengan cara kekerasan," ujarnya.

Di samping itu, ia mengimbau agar peran ISNU harus benar-benar memberikan pencerahan kepada warga NU tentang istilah Islam Nusantara, sebab tidak semua masyarakat bisa memahami layaknya para akademisi.

Penulis buku "Masterpiece Islam Nusantara" Zainul Milal Bizawie menjelaskan bahwa bentuk dari Islam sebagai agama rahmatan lil alamin ialah NKRI itu sendiri, yakni kemerdekaan Indonesia.

"Di pembukaan teks kemerdekaan RI, di sana tertera bahwa kemerdekaan adalah rahmat dari Allah SWT," tuturnya.

Namun demikian ia mengakui, bahwa tak sedikit kelompok yang tidak sepaham dengan Islam Nusantara.

"Memang tidak sedikit juga yang kontra dengan Islam Nusantara, yang dilansir diberbagai media online pada saat ini, sebut saja Hizbut Tahrir Indonesia, NU Garis Lurus, dan sejumlah alamat website lainnya yang melakukan propaganda bahwa Islam Nusantara hanyalah untuk mengotak-ngotakkan Islam" terangnya.

Di awal kegiatan, panitia membagikan 30 buah buku "Masterpiece Islam Nusantara" secara gratis kepada peserta dan tamu undangan yang beruntung.(Rifatuz Zuhro/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Anti Hoax, Pendidikan, Warta KOKAM Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Ciamis, KOKAM Tegal?

Satu jam sebelum azan Jumat berkumandang, rombongan pelajar putra dan putri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) tiba di Pondok Pesantren Kasepuhan Atas Angin. ? Mereka akan mengikuti Latihan Kader Muda (Lakmud) 2016 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pelajar Ciamis, melainkan Kota Banjar.?

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakmud Pelajar NU Ciamis di Pesantren Tarekat

Setelah menempati ruangan yang telah disediakan tuan rumah, tanpa komando mereka langsung bergegas untuk membersihkan peluh keringat mereka. Tak kurang dari 40 anggota IPNU langsung memadati masjid setempat, sedang anggota IPPNU langsung mengumpulkan logistik dan berkoordinasi dengan tuan rumah.?

Selepas Jumatan, perwakilan dari panitia langsung menemui pengasuh pesantren KH Muhammad Irfa’i Nahrowi An-Naqsyabandi Qs yang akrab dipanggil Abah Irfa’i. Dengan wajah berseri Abah menyambut mereka. Abah Irfa’i duduk di tengah peserta Lakmud, kemudian ia memimpin tahlilan. Setelah selesai, dengan membaca basmalah, Abah Irfa’i membuka kegiatan tersebut.

Abah berpesan, acara-acara seperti ini haruslah tetap lestari. “Insyaallah akan terwujud generasi santri yang akan mengisi dalam setiap lini pembangunan negara dan bangsa yang mempunyai akhlak mulia, yang mempunyai nurani yang sambung kepada Allah dan rasulnya,” ungkap Mustasyar PCNU Kabupaten Ciamis ini pada Jumat 4 November 2016.?

KOKAM Tegal

Malam hari, H. Tatang Nawawi menyampaikan materi Aswaja dan Nahdhathul Ulama. Selain sejarah Aswaja yang disampaikan, ia juga menyampaikan kelahiran Nahdathul Ulama dan perannya mengawal pembangunan bangsa.?

Materi disampaikan dengan diselingi guyonan khas Sunda menjadikan suasana semakin hangat. Dua jam Ustadz Tatang menyampaikan materi bergaya stand-up comedy untuk menjaga semangat peserta Lakmud.?

Keesokan harinya, para peserta berkeliling pondok pesantren. Disuguhi pemandangan alam yang indah, mereka dipandu santri pondok untuk melihat bagaimana kegiatan pondok yang fokus pada pertanian, yakni sistem pembudiyaan tanaman kapolaga dan jenis terong-terongan. Pondok pesantren juga tetap menjaga kelestarian hutan.?

Kemudian kembali Abah Irfa’i berpesan kepada peserta Lakmud, “Jangan menyerah terhadap alam karena segersang apa pun alam itu adalah karunia Allah. Sebagai abdi Allah, maka kita wajib menerima dan berikhtiar menjaga dan melesterikannya. Walaupun batang mawar tumbuh duri, akan tetapi semerbak wanginya menjadikan duri bukan sebagai halangan, namun sebagai karomahnya.”?

Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat Amin Fajri turut hadir. Ia menyampaikan materi komunikasi dalam organisasi dan keluar. Baginya, kunci utama dari organisasi adalah kesehatan. Untuk menjadi sehat, ia berpesan untuk saling berkomunikasi antar-sesamanya sehingga semua permasalahan dan program-program berjalan dengan baik. “Ketika dalam tubuh kita telah sehat, maka sehat pula pergaulan kita,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Menurut dia, IPNU dan IPPNU merupakan organisasi dasar. Oleh karena itu, mereka harus berpondasi dasar kuat juga, “Pelatihan seperti Makesta, Lakmud dan Lakut merupakan rutinitas, yang penting tetap menjaga komunikasi antar sesamanya.”?

Lebih lanjut, ia berpendapat, ada yang menarik ketika melihat NU di Jawa Barat. Di provinsi tersebut mayoritas masyarakat dapat dikatakan Nahdliyin, tetapi jarang terdengar gaungnya, bahkan tenggelam oleh organisasi keislaman lainnya. “IPNU dan IPPNU melaksanakan Makesta, Lakmud dan Lakut maka diharapkan gaung Nahdliyin dapat kembali bergema di bumi Pasundan,” ujarnya.

Amin mendorong anggota IPNU dan IPPNU berpartisipasi aktif di dalam masyarakat dan mengembangkan karakter kemandiriannya. Kultur masyarakat Jawa Barat terkenal jiwa eunterprener-nya seperti yang dilakukan IPPNU Garut yang telah membangun koperasi dan membuka usaha jasa angkut.

Ia juga mengomentari isu yang berkembang mengenai radikalisi dan anarkisme yang memakai tameng agama. Menurutnya, sebagai kader NU, harus berpikir secara komprehensif, tidak terbawa arus. “Daripada membawa kader nahdiyin yang tergabung dalam IPNU dan IPPNU dalam kekeruhan politik, lebih baik saya mengajak mereka untuk berwirausaha dan mengajak mereka menguri-uri tradisi para ulama terdahulu,” ujarnya.

Pengurus IPPNU tingkat wilayah dan cabang, berkomentar sama terkait kurang bergemanya gaung ke-NU-an di wilayah jawa Barat. Walaupun di sini mempunyai tradisi pesantren, tetapi tidak semasif dan semarak dijawa Timur dan Jawa Tengah.?

“Untuk mengajak teman-teman pelajar bergabung, kita harus menyelami karakter mereka, bahkan dari beberapa pertemuan terkait dengan kegiatan kita lakukan di taman-taman kota, mall dan lainnya,” ujar Adisty, Ketua IPPNU Cabang Ciamis dan dua Pengurus Wilayah Jawa barat.

Ia menambahkan, tantangan yang dihadapi IPPNU kini dan kedepannya akan semakin besar, seperti halnya terkait dengan isu feminisme dan emansipasi wanita.?

“Dalam hal ini kita perlu berhati-hati dikarenakan dapat mengundang keramaian seperti halnya permasalahan jilbab, kami di pengurus tidak pernah menyoalkan mengenai bentuk jilbab ataupun kerudung, diikarenakan yang baik bagi kami mereka sudah mau menutup auratnya saja sudah cukup,” ujarnya.

Abah Irfa’i kembali berpesan pelajar-pelajar NU dengan menceritakan tentang kemerinduannya dengan jiwa-jiwa santri yang penuh semangat, terlebih mereka yang sami’na waato’na terhadap para ulama yang senantiasa mengharap berkah dan karomahnya, membimbingnya selalu untuk berjalan dalam keridhoan Allah.?

“Yang perlu digarisbawahi dalam kehidupan di alam dunia ini adalah meyakini akan ketetapan Allah dan senantiasa mengharap limpahan rahmatnya, dikarenakan dimana pun kalian berada dan kapan pun maka kalian akan selalu ada dalam keadilan Allah, dengannya maka kita harus bersyukur atas limpahan rahmatnya, walaupun akal kita berbicara sebaliknya,” jelasnya.?

Dalam perhitungan kita baik 2+2 ataupun 2x2 adalah 4, namun lanjutnya, bagi manusia yang telah memahami bahwa dirinya sebagai hamba Allah, maka jawabannya adalah massya Allah, semua telah menjadi kehendak dan ketentuan Allah.?

Dalam pesan terakhirnya, Abah mengatakan bahwa generasi nahdliyin adalah generasi yang selalu mengharap berkah dari para warisatul anbiyya dan selalu berimbang kepadanya. (Mazhar Ali/Abdullah Alawi)

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pahlawan, Pendidikan KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Jember, KOKAM Tegal

Untuk menyambut hari lahir sebuah organisasi, biasanya digelar acara formal-ceremonial. Tapi kali ini beda. Sejumlah pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Jember, sejak hari Ahad sampai Selasa (27-30/1) menggelar aksi sosial di alun-alun kota Jember. 

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, IPNU-IPNU Bersih-bersih Alun-Alun

Sebanyak duapuluhan orang pengurus IPNU-IPPNU yang masing-masing membawa kresek plastik, sejak pagi mereka memungut sampah yang berserakan di alun-alun. Aksi sosial tersebut akan dilakukan setiap hari Minggu hingga mencapai puncak Harlah IPNU-IPPNU tanggal 16-17 Maret mendatang. 

“Sekarang pesertanya hanya 20-an orang karena kebetulan ada acara lain yang waktunya bersamaan, tapi hari Minggu depan, bisa bertambah yang bersih-bersih sampah,” tukas Ketua IPNU Cabang Jember, Andre Irawan kepada KOKAM Tegal.

KOKAM Tegal

Menurut Andre, pihaknya menaruh perhatian besar terhadap kondisi lingkungan. Apalagi musim penghujan saat ini kerap menyebabkan banjir di mana-mana. Selain rentan menimbulkan genangan air, sampah juga tidak elok dipandang mata. 

KOKAM Tegal

“Makanya kami sepakat untuk kerja bakti tiap hari Minggu, membersihkan sampah  sampah buatan manusia seperti plastik, daun-daun, bungkus dan sebagainya,” jelasnya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua IPPNU Cabang Jember, Hanifatul Maghfirah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan betapa pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Dikatakannya, sejauh ini tingkat kedisiplinan warga dalam menjaga kebersihan masih rendah, sehingga membuang sampah seenaknya. 

“Sebenarnya konsepnya sudah jelas, kebersihan adalah sebagian dari iman, tapi pelaksanaannya sulit,” ucapnya. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Aryudi A. Razaq 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan, Warta, Hadits KOKAM Tegal

Senin, 08 Januari 2018

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

Bondowoso, KOKAM Tegal - Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui wakil bupati setempat,H Salwa Arifin, mengucapkan selamat hari lahir ke-94 Nahdlatul Ulama (NU). Ia memuji peran Nahdlatul Ulama (NU) dalam mewujudkan kehiudupan yang harmonis di masyarakat. Menurutnya, kiprah ini tak bisa disepelekan.

Hal itu ia sampaikan saat memberikan kata sambutan dalam peringatan harlah ke-94 NU yang digelar Pengurus Cabang NU (PCNU) Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/4) sore.

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Bondowoso: NU Berjasa Ciptakan Ketenteraman

“Saya harus ucapkan terimakasih kepada NU," ucapnya di alua pendopo kantor Bupati Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Baginya, peran NU terbesar adalah mempu menciptakan ketenteraman baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten.

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal

PCNU Kabupaten Bondowoso memperingati harlah kali ini dengan Taushiyah Khusus Penguatan Kelembagaan. Kegiatan tersebut diikuti jajaran ketua, rais, seketaris, bendahara dari tingkatan Ranting, Majalis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU), dan lembaga serta badan otonom NU se-kabupaten Bondowoso.

Ketua PCNU Bondowoso H Abdul Qodir Syam mengatakan, kegiatan harlah ke-94 PCNU Bondowoso dimulai sejak keikutsertaannya dalam acara Istighotsah Kubro yang dihelat PWNU Jawa Timur di Sidoarjo. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Pendidikan KOKAM Tegal

Jumat, 05 Januari 2018

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU

Demak, KOKAM Tegal

Bahaya narkoba menjadi masalah serius bangsa Indonesia serta membuat keprihatinan banyak kalangan, tak terkecuali Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Demak sehingga persoalan tersebut dibawa ke forum bahtsul masail tingkat cabang.

Sebelum memulai bahtsul masail para pengurus mendengarkan penjelasan ahli dari Rumah Sakit Islam Nahdlatul Ulama (RSI NU) Demak, H Abdul Azis. Direktur RSI NU Demak ini memaparkan masalah narkoba mulai dari asal muasal, jenis, dan efek dari segi kesehatan serta sosial akibat penyalahgunaannya.

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Narkoba, NU Demak Hadirkan Direktur RSI NU

Azis menyampaikan, dalam dunia kedokteran atau kesehatan pemakaian obat psikotropika diperbolehkan guna menyelamatkan pasien dengan batas tertentu semisal pada anestesi yang dipersiapkan untuk operasi pada pasien agar tidak merasakan sakit.

KOKAM Tegal

“Dalam kondisi tertentu, termasuk operasi, kami akan menggunakan obat tertentu yang sudah diatur oleh undang undang, itu pun masih menyesuaikan daya tahan tubuh pasien,” ujarnya, Ahad (31/7).

KOKAM Tegal

Bahtsul masail NU tingkat cabang Demak putaran ke-11 tersebut berlangsung di Masjid Jami Purwosari Kecamatan Sayung Kabupaten Demak. Turut hadir Rais Syuriyah PCNU Demak KH Alawy Masudi.

Forum diskusi keagamaan NU ini juga melibatkan selain pengurus PCNU juga pengurus Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Demak serta pengurus ranting setempat. (A Shiddiq Sugiarto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pertandingan, Pendidikan, Kajian Sunnah KOKAM Tegal

Selasa, 02 Januari 2018

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Sragen, KOKAM Tegal. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) kecamatan Tanon kabupaten Sragen, saat ini memiliki anggota sebanyak 15.000 orang bahkan lebih. Jumlah ini berdasar data pada jumlah anggota yang memiliki Kartanu (Kartu Anggota NU). Mereka sangat aktif melakukan pelbagai macam gerakan sosial dan keagamaan.

“Kegiatan banom dan ranting di sini, alhamdulillah juga hidup semua. Ada baksos, tiap tahun baru Hijriyah ada kegiatan khitanan dan nikah massal serta santunan,” terang Ketua MWCNU Tanon Sudarmanto kepada KOKAM Tegal, Kamis (25/6).

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Dengan 15.000 Anggota Aktif, MWCNU Tanon Terbaik di Jateng

Atas semua capaian dan prestasi itu, NU Tanon diganjar dengan mendapat penghargaan masuk dalam 10 besar pada lomba MWCNU terbaik seprovinsi Jateng.

KOKAM Tegal

MWCNU Tanon yang dipimpin Rais Syuriyah KH Mukhlis Mubarok ini, bahkan berhasil menempati urutan lima besar, dengan perolehan nilai 75.

KOKAM Tegal

Meski demikian, Sudarmanto mengatakan masih banyak capaian yang ingin diraih dari para pengurus.

“Kami ingin mendirikan BMT atau dengan membuat semacam grosir yang dapat menyediakan kebutuhan pokok warga NU. Bahkan, kalau memungkinkan mendirikan mini market,” ungkapnya.

Dengan demikian, lanjut Sudarmanto, diharapkan NU di wilayah Tanon dapat lebih berpartisipasi dalam menghidupkan perekonomian umat. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pendidikan KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock