Jakarta, KOKAM Tegal
Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) Solahuddin menjelaskan bagaimana ceritanya aktivis-aktivis Islam transnasionalis seperti Salafi Wahabi bisa menguasai DKM-DKM di masjid pemerintahan.
| Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Peneliti UI Jelaskan Cara Salafi Wahabi Kuasai Masjid Milik Pemerintah
Menurutnya, karena para aktivis Islam transnasionalis sudah dikader sejak di kampus, sehingga ketika bekerja di birokarasi atau pemerintahan, mereka pun aktif di lembaga-lembaga dan masjid-masjid di tempat kerjanya.“Merekalah yang kemudian mewarnai,” kata Solahuddin saat ditemui KOKAM Tegal di lantai 8, Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).
Prihatin atas keadaan tersebut, Solahuddin berharap agar para aktivis NU seperti di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bisa lebih dikembangkan agar bisa masuk dan mengisi masjid-masjid yang ada di pemerintahan.
Karenanya, NU perlu mengorganisir Nahdliyin yang menjadi pegawai di pemerintahan untuk ke masjid, meramaikan masjid, mengaktifkan masjid sehingga bisa mewarnai suasana keagamaan dengan suasana NU.
KOKAM Tegal
“Itulah misalnya saya mengajak teman-teman NU untuk kembali ke masjid. Yuk, kita kembali suburkan masjid kuasai DKM-DKM itu agar tidak dikuasai orang lain,” ajaknya. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id
KOKAM Tegal Santri, Doa, Ubudiyah KOKAM Tegal

EmoticonEmoticon