Tasikmalaya, KOKAM Tegal. Jajaran Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Gerakan Pemuda Ansor Kota Tasikmalaya membantah terlibat aksi dengan sejumlah ormas Islam yang digelar didepan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10) lalu.
Pasalnya, dalam Kabar Priangan edisi Sabtu (29/10/2016), disebutkan salah satu elemen yang ikut aksi ada IPNU dan GP Ansor.
| Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sebuah Surat Kabar di Tasik Catut IPNU dan Ansor Terlibat Aksi soal Ahok
"Saya tegaskan IPNU tidak pernah dan tidak akan ikut aksi soal Ahok atau apapun namanya yang dilakukan oleh mereka. IPNU senantiasa fatsun pada intruksi PBNU," kata Ketua IPNU Kota Tasikmalaya, Saeful Malik, Sabtu (29/10/2016).Menurut Apung (Panggilan Akrab Saeful Malik), seharusnya wartawan yang meliput melakukan "cross cek" ke IPNU karena sudah jelas garis organisasi IPNU dibawah NU.
"NU sudah melarang. Masa kami ikut. Itu namanya fitnah," ujarnya.
KOKAM Tegal
Apung pun meminta agar Kabar Priangan memuat bantahan ini karena sudah jelas keterlibatan IPNU tidak benar.Ketua GP Ansor Kota Tasikmalaya, Ricky Assegaf pun sama. Membantah terlibat aksi yang bertemakan "Bela Islam" karena sudah nyata GP Ansor satu komando dibawah NU.
"Aneh teu ngarti. Naha Ansor dibabawa (Aneh tak mengerti, kenapa Ansor dibawa-bawa)," ucapnya.
KOKAM Tegal
Pimred Kabar Priangan, Duddy RS segera menindaklanjuti klarifikasi tersebut. Dan akan memintai keterangan wartawan terkait pencatutan nama IPNU dan Ansor saat aksi Bela Islam oleh sejumlah Ormas di depan Masjid Agung Kota Tasikmalaya pada Jumat (28/10)."Apakah dilapangan ada yang mengaku demikian atau ada kesalahan pengutipan dari wartawan. Kami minta maaf atas kelalaian ini," ujar Duddy. (Nurjani/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
KOKAM Tegal Halaqoh, Sunnah, Budaya KOKAM Tegal

EmoticonEmoticon