Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Jakarta, NU.Online
Dunia usaha mempertanyakan landasan syariah pungutan dalam penerapan labelisasi halal pada produk yang beredar di Indonesia. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Tepung Indonesia (Aptindo) F Welirang di Jakarta, Senin, mengatakan pada dasarnya tidak seorang pun menentang tujuan sertifikasi dan labelisasi halal yang ingin memberi informasi kepada konsumen tentang produk yang halal.

Kontroversi tentang Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Jaminan Produk Halal (JPH) dipicu pengenaan biaya pada setiap kemasan. Menurut dia, penerapan pungutan labelisasi halal harus dikembalikan kepada landasan hukum yang berlaku, baik perundang-undangan di Indonesia maupun hukum syariah.

Undang-Undang (UU) No 7/1996 tentang Pangan dan PP No 69/1999 tentang Iklan dan Label Pangan, serta UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen sebenarnya sudah cukup jelas dan tegas mengatur hal tersebut. Pungutan labelisasi halal dinilainya justru akan menimbulkan persoalan syariah, walaupun dengan alasan kepentingan pendapatan negara. Hal itu karena pungutan tambahan pada labelisasi halal akan berdampak pada naiknya biaya produksi dan akhirnya kenaikan harga produk.

Welirang mengutip Ketua Umum Ekonomi Syariah Iwan P Pontjowinoto yang menekankan bahwa dalam perniagaan harus ridho sama ridho. "Prinsip ridho sama ridho itulah yang perlu dikaji lebih jauh dalam praktik pengenaan biaya labelisasi halal".

Welirang juga mengatakan risiko dari pungutan labelisasi halal harus dilihat probabilitas apakah lebih banyak membawa manfaat atau kerugian. "Di situlah dapat dikaji seberapa besar risiko yang ditimbulkan oleh pengenaan biaya labelisasi halal dibandingkan manfaatnya," katanya. (Ant/cih)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Doa KOKAM Tegal

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengusaha Tanyakan Landasan Label Halal

Sabtu, 17 Februari 2018

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Bantul, KOKAM Tegal. Katib Syuriah PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan bahwa pagelaran wayang mirip dengan Al-Qur’an. Selama ini bahasa yang digunakan dalam pagelaran wayang adalah bahasa Jawa Kawi, yang meskipun banyak orang dapat menikmati alur ceritanya, tapi tidak semua orang (Jawa) dapat mengerti dan memahami maknanya.

“Ini mirip dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an itu kan berbahasa Arab, tapi tidak semua orang Arab dapat memahaminya. Tapi meskipun tidak paham, itu dapat menimbulkan sensasi spiritual yang luar biasa ketika merapalkannya,” ujarnya saat mengisi Seminar Nasional bertajuk Wayang dan Krisis Manusia Nusantara, Senin (17/11) siang, di Aula Pesantren Kaliopak Bantul, Yogyakarta.

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Yahya Staquf: Pagelaran Wayang Mirip dengan Al-Qur’an

Pengasuh Pesantren Raudhatut Thalibin itu menambahkan, sebenarnya pagelaran wayang bukanlah sekadar tontonan, hiburan, atau rekreasi semata, melainkan juga merupakan ritus keagamaan, selain sebagai media pendidikan. “Sehingga ada suasana yang mirip dengan ketika berdzikir,” tegas Kiai Yahya.

KOKAM Tegal

Ia menduga, pagelaran wayang sudah ada sejak sebelum zaman Wali Songo. Kemudian ketika ada Wali Songo, pagelaran wayang menjadi bagian dari Islam yang dikembangkan dalam peradaban Jawa.

“Ini tidak ada kaitannya dengan otentik atau bid’ah, karena islam hadir untuk seluruh umat manusia, dan Nabi Muhammad diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia, innama bu’itstu li utammima makarimal akhlaq (sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq),” tandasnya.

KOKAM Tegal

Dalam hal ini, Kiai Yahya menitikberatkan pada kata-kata utammima yang berarti menyempurnakan. Menurutnya, ada alasan di balik penggunaan kata-kata utammima dan bukan ubaddila yang berarti menggantikan. “Rasulullah saat itu diutus hanya untuk menyempurnakan, tidak menggantikan. Secara implisit ini merupakan pengesahan bahwa makarimal akhlaq sebelum Islam itu sudah ada, dan Nabi tidak menggantikannya, tapi menyempurnakannya agar menjadi lebih berkualitas,” jelasnya panjang lebar.

Maka sama halnya dengan pagelaran wayang, yang tidak serta merta langsung diganti begitu saja oleh Wali Songo, melainkan disempurnakan dengan membingkainya sebagai salah satu ritus keagamaan dalam Islam. (Dwi Khoirotun Nisa’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Amalan, Nusantara, Budaya KOKAM Tegal

Sabtu, 10 Februari 2018

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Jombang, KOKAM Tegal. Bencana Longsor di Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng yang menewaskan 14 korban jiwa menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan juga warga Muslimat NU Setempat. Pasalnya, salah satu korban, yakni Mukhayaroh (55) merupakan Ketua Muslimat NU Ranting Ngrimbi.

Mukhayarah ditemukan telah tidak bernyawa bersama suaminya, Sunarimo (61) setelah pencarian yang dilakukan Tim gabungan dari TNI, Polri dan BASARNAS dibantu ratusan relawan, Kamis (30/1). Jasad suami istri ini ditemukan bersamaan dengan anaknya, Nurul (27) dan menantunya, Panji (32)  juga Nindi cucunya yang masih berusia 3 tahun. Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi ini ditemukan masih memegang seuntai tasbih.

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)
Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih (Sumber Gambar : Nu Online)

Jenazah Ketua Muslimat Ditemukan Tewas Pegang Tasbih

Proses evakuasi korban longsor lereng Anjasmoro ini terbilang sulit. Pasalnya, jalan setapak yang digunakan untuk jalur evakuasi licin akibat siraman hujan semalam."Jasad Mukhayaroh ditemukan pada kedalaman penggalian delapan meter. Saat ditemukan, ditangannya masih memegang tasbih. Namun pakaiannya sudah hancur, jadi tidak bisa diketahui dia memakai mukena atau tidak," kata Wakapolres Jombang Kompol Sumardji ditemui dilokasi kejadian saat evakuasi.

KOKAM Tegal

Keluarga Mukhayaroh dikenal masyarakat sebagai tokoh NU di kampungnya, Sunarimo sendiri merupakan takmir dan Imam Masjid Al Huda Dusun Kopen Desa Ngrimbi Kecamatan Bareng. Sedangkan Nurul yang alumni IPPNU ini juga dikenal aktif di Fatayat NU setempat.

Ketua Muslimat NU Kabupaten Jombang, Hj Aisyiah Baidlowi membenarkan bahwa Mukhayaroh adalah kader muslimat yang masih aktif. Bahkan saat ini istri dari Sunarimo itu menjabat sebagai Ketua Muslimat NU Ranting Desa Ngrimbi.

KOKAM Tegal

Oleh sebab itu pula, setiap pagi jamaah muslimat setempat selalu menggelar doa bersama di masjid setempat. "Ibu Mukhayaroh merupakan Ketua Muslimat Desa Ngrimbi. Dia sangat aktif di jamaah pengajian. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah, dan semua dosanya diampuni." tutur Aisyiah Baidlowi Ketua PC Muslamat NU Jombang mengatakan.

Bencana tanah longsor di Dusun Kopen berawal dari hujan disertai angin yang terus mengguyur mulai Senin (27/1) pukul 18.00 WIB kemarin. Guyuran air hujan itu baru reda sekitar pukul 01.30 WIB. Belum reda hujan yang mengguyur, tiba-tiba terdengar suara bergemuruh. Akibatnya, 5 rumah tertimbun longsor  dan 14 orang dinyatakan hilang dalam peristiwa itu. Dari jumlah tersebut 9 orang berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal, sedangkan 5 lainnya hingga kini masih proses pencarian. (MuslimAbdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal News, Budaya, PonPes KOKAM Tegal

Senin, 29 Januari 2018

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

Jakarta, KOKAM Tegal. Pertandingan hari keempat 16 besar  Liga Santri Piala Menpora sudah selesai. Hasilnya sebanyak delapan pesantren akan mengikuti per delapan final setelah klub pesantren Al-Asary Banten berhasil mengalahkan klub PPTQ Wonosobo 6-1 di lapangan Soetasoma AURI TNI AU Halim Perdana Kusuma Jakarta (31/10).

Humas Liga Santri Nusantara Hasanudin mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu suksesnya acara 16 besar, terutama Komandan Lanud TNI AU Halim Perdana Kusuma yang telah berkenana fasilitas lapangan, Asosisasi Wasit Profesional Indonesia (AWAPI) yang telah memimpin jalannya pertandingan, dan manajer tim dan pemain peserta 16 besar.

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pesantren yang Masuk Delapan Besar Liga Santri

“Hasil ini akan kami jadikan acuan untuk mengambil langkah organasasi demi perbaikan sistem pertandingan 8 besar nanti,” kata Hasan.

KOKAM Tegal

Ia memohon maaf atas kekurangan dalam pelayanan khususnya sistem screening pemain yang sempat menimbulkan polemik. Ia berjanji akan memperbaiki lagi sistem screening.

Menurut Hasan, pihaknya belum memutuskan kapan dan di mana akan di helat per delapan besar. “Yang pasti kami punya rencana akan menggelar pertandingan exibhisi juara piala presiden dan juara piala kemerdekaan di kick off per delapan besar.”

KOKAM Tegal

Pihaknya berencana mengundang pelatih klub-klub nasional baik definisi utama maupun ISL untuk ikut hadir di pertandingan per delapan besar dalam kontek pencarian bibit pemain untuk klub mereka.

Adapun klub-klub pesantren yang lolos per delapan besar adalah pesantren Nurul Islam (Jember), pesantren Al-Alfiah (Purwakarta), pesantren Darul Maarif (Indramayu), pesantren Nur Iman (Sleman), pesantren Darunnajah (Garut), pesantren Walisongo (Sragen), pesantren Al-Ikhlas (Jakarta), pesantren Al-Asyari (Serang). (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Nahdlatul, Budaya, IMNU KOKAM Tegal

Minggu, 28 Januari 2018

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

Jakarta, KOKAM Tegal. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar training motivasi sukses itu mudah di Aula PP GP Ansor, Kramat Jakarta Pusat baru-baru ini. PP IPNU didorong meraih kesuksesan sejak muda, dengan membuktikan pikiran bawah sadar, kemustajaban dan kalimat lafadz Allah.?

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)
Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar. (Sumber Gambar : Nu Online)

Training Motivasi IPNU, Sukses Itu Mudah dengan Membuktikan Bawah Sadar.

"Menjadi sukses itu mudah, tidak sulit. Karena apa yang kita inginkan itu adalah apa yang kita tanam sejak dulu," jelas Yanuar Prihatin.?

Yanuar yang juga Anggota DPR RI menuturkan, kesuksesan merupakan hasil dari yang selama ini ditanam. Maka dari itu semuanya harus dilakukan saat ini. Secara interaktif, ? training motivasi kepada peserta dimulai saat membuka pikiran anak muda untuk mencapai kesuksesan.

"Seorang yang memiliki keterbatasan bisa melakukan kegiatan sehari-hari bahkan bisa mengikuti olimpiade, mengapa kita yang sempurna tidak bisa," tegasnya.?

Yanuar menyampaikan, Kesulitan terberat yang dialami manusia adalah di saat sakit dan menjelang kematian sehingga jika mengalami kesulitan menuju sukses maka itu mudah. Dia melihat anak muda kini tidak memahami proses, sehingga proses tersebut seringkali gagal dan tidak mau lagi dimulai.

KOKAM Tegal

"kesulitan dalam hidup itu adalah di saat sakit dan menjelang kematian. Maka sukses itu dapat diraih dengan mudah," terangnya.?

Lanjut dia, mengajak semua peserta untuk bangkit dan optimis dalam meraih kesuksesan yang sebenarnya sangat mudah itu. Semua peserta diajak untuk memulai dengan kata yang positif, sehingga menimbulkan energi yang positif yang akan mampu merubah nasib seseorang.

KOKAM Tegal

"Kita harus terbiasa dengan kata-kata yang positif, sehingga terbiasa menjadi watak dan merubah nasib seseorang," lanjutnya.?

Dalam training tersebut juga diputar video sebagai penggambaran kisah sukses yang dilakukan oleh seorang penyandang disabilitas. Ditambah, dengan video yang menggambarkan orang miskin yang meraih kesuksesan. Training motivasi diakhir dengan munajat kepada Allah SWT, ditambah dengan visualisasi cita-cita yang diimpikan. (Benny Ferdiansyah/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Makam, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 25 Januari 2018

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Jakarta, KOKAM Tegal. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat? Gerakan Pemuda Ansor? Rizqon Halal Syah mengatakan struktur penduduk usia 30-40 tahun cukup signifikan di Indonesia. Kader GP Ansor yang berada di dalamnya diperkirakan 12 juta dengan asumsi 20 persen dari total warga NU.

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemuda Ansor Kekuatan Besar dalam Bonus Demografi

Menurut dia, Ansor adalah kelompok manusia berusia 30-40 yang berjumlah bombastis dan berpotensi besar saat ini. “Jumlah itu, bukanlah kecil dan menjadi kekuatan besar dalam bidang kemandirian ekonomi,” katanya pada pembukaan peluncuran buku karyanya berjudul “Ansor dan Tantangan Kebangsaan: Sebuah Refleksi Demografi Politik dari Sosial Capital menuju Human Capital” di Hotel Acacia, Jakarta, Kamis (29/10).

Jumlah itu menjadi hal yang signifikan karena saat ini Indonesia tengah menghadapi bonus demografi. Menurut dia, sekitar tahun 2030 usia produktif akan melimpah. Banyak negara yang sudah manfaatkan bonus demografi untuk menjadi kekuatan SDM ataupun ekonomi hebat.

KOKAM Tegal

Keadaan itu, jika salah urus akan madarat, sebaliknya jika diurus dengan baik akan bermanfaat. “Negara dengan mendidik dan upaya mencerahkan, seperti Cina, negara akan makmur. Kalau tak diurus, hancur,” katanya.

KOKAM Tegal

Soal buku karyanya, adalah pengamatan dari pengalamannya yang turut melakukan kaderisasi dari Aceh sampai Papua. “Ansor seperti bapaknya, NU, kekuatan modal sosial yang dahsyat. Perjalanan kami dalam kaderisasi adalah pengalaman menarik dalam aspek demografi,” terangnya. ?

Peluncuran buku dihadiri sejumlah tokoh antara lain, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi, Wakil Ketua Umum PBNU H Slamet Effendy Yusuf, Prof Dr Ahmad Mubarok? dari Mubarok Center, Prof. Dr Prijono Tjiptoherijanto (guru besar ekonomi UI), Bupati Brebes Hj. Idza Priyanti, mantan kepala umum staf TNI Letjen (Purn) Johanes Suryo Prabowo, para akademisi, dan ratusan kader Ansor. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Tegal, Budaya KOKAM Tegal

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Bangkalan, KOKAM Tegal. Pengabdian di NU tidak dibatasi oleh periodisasi waktu. Warga yang sudah tidak terlibat aktif dalam kepengurusan juga dapat terus berpartisipasi dalam organisasi untuk mewujudkan cita-cita bersama.

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengabdian di NU Tak Terbatas Waktu

Demikian disampaikan KH Fathurrohim A. Rahman, Wakil Ketua PCNU Bangkalan, Madura, dalam arahannya para pelantikan bersama beberapa MWCNU di Bangkalan, Ahad (12/5) yang bertempat di pendopo eks kawedanan Arosbaya.

KH Fathurrohim berharap semua pengurus berkomitment dengan amanat yang telah diterimanya. Kepada mantan pengurus yang pada periode kali ini tidak terpilih juga jangan menghilang, karena secara hakekat pengabdian di NU tidak dibatasi oleh masa periode waktu

KOKAM Tegal

“Berlakulah seperti orang memotong bambu diambil dari ujungnya, bukan dari bawah yang tidak terpilih. Semua harus menjadi pengikat dan memperkuat kepengurusan yang baru, sehingga upaya perjuangan untuk menjadikan jam’iyyah ini bermanfaat dapat segera terealisasi dan bisa dirasakan bersama,” kata adik kandung salah seorang wakil ketua PWNU Jawa Timur ini. 

Tiga kepengurusan MWCNU di wilayah eks Kawedanan Arosbaya yang meliptui MWCNU Arosbaya, Geger dan Klampis resmi dilantik dan diambil sumpahnya.

KOKAM Tegal

Mewakili tiga kepengurusan MWCNU yang dilantik Drs. H. Jakfar Al-Habary dalam sambutan pelantikannya mengingatkan bahwa apa yang telah dilakukan merupakan bentuk kesadaran dan ikhtiar pengabdiannya kepada jam’iyyah.

Rais Syuriyah MWCNU Klampis yang juga mantan Kasek SMAN Arosbaya ini meminta kepada semua kepengurusan yang ada, baik ranting maupun cabang untuk memberikan dukungan dan bimbingan sehingga apa yang dicanangkan untuk periode pengabdian lima tahun ke depan bisa lebih maximal dan berdaya guna baik kepada jama’ah maupun kepada jam’iyyah.

Sementara prosesi pelantikan dipimpin Wakil Rais PCNU Bangkalan KH Abdul Hannan Nawawi. Selain diisi dengan pengucapan baiat acara yang dilangsungkan secara sederhana ini juga diisi dengan pendalaman ke-NU-an dan Aswaja oleh DR. KH. Abdullah Syamsul Arifin.

Dalam mauidhohnya wakil katib PWNU Jawa Timur ini lebih banyak menerangkan tentang perlunya prilaku kolektif bagi pengurus NU. Prinsip sholat berjama’ah harus menjadi salah satu landasan kerja bagi kepengurusan, antara lain adanya kesamaan tujuan dalam segala hal, kepatuhan kepada pimpinan, serta mengenal jama’ah yang akan dipimpin

Terkait semangat kerja Gus Aab, panggilan akrab pegiat pembelaan aswaja yang juga mantan cawabup Jember ini mengajak kepada kepengurusan terpilih untuk memahami landasan didirikannya NU, yaitu Nahdlatut Tujjar (kemapanan ekonomi) Nahdlatul Wathon (nasionalisme ) dan Tasywirul Afkar (pengembangan keilmuan).

Acara pelantikan tiga MWCNU diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin ketua PCNU Bangkalan KH. Fachrillah Aschall.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Budaya, Hadits, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock