Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Depok, KOKAM Tegal

Dari total penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 207 juta jiwa, diketahui mayoritas berpandangan moderat. Potensi intoleransi masih ada meski dalam jumlah yang tidak signifikan.

Kesimpulan itu disampaikan Direktur Wahid Foundation Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau biasa disapa Yenny Wahid saat menjadi pembicara dalam acara diskusi publik dalam rangka ulang tahun ke-49 FISIP UI di Auditorium Juwono Sudarsono Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Kamis (16/2).

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)
Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal (Sumber Gambar : Nu Online)

Yenny Wahid: 12 Juta Orang Potensial Bertindak Radikal

Dalam forum bertajuk "Bhinneka Indonesia: Modal Sosial Bernegara" tersebut, putri kedua KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini memaparkan hasil survei Wahid Foundation tahun 2016 di 34 provinsi. Data 6yang dihimpun menunjukkan, sekitar 12 juta orang bersedia melakukan tindakan radikal bila ada kesempatan, dan 600 ribu orang mengaku pernah terlibat dalam radikalisme.

Namun, Yenny bersyukur kebanyakan umat Islam di Indonesia relatif toleran. Lewat video singkat dipaparkan bahwa 72 persen umat Islam yang menjadi responden menolak tindakan radikal, 88,37 persen mengakui kebebasan beragama dan berkeyakinan, dan 65,35 persen menilai negara harus melindungi keyakinan tersebut.

"Meski intoleransi di Indonesia trennya naik tapi kondisinya tak sampaibmencemaskan. Kenaikan kasus intokeransi dialami oleh hampir semua negara dan Indonesia relatif masih aman," jelasnya.

Kata Yenny, bahkan Donald Trump pun mengeksploitasi isu agama dan ras untuk meraup dukungan kelompok konservatif Amerika Sweikat dalam meraih kursi presiden yang kini ia duduki. Secara sistematis isu-isu tersebut dikelola dengan kepentingan politik yang kental.

KOKAM Tegal

Yenny optimis potensi intoleransi di Indonesia masih bisa dicegah dengan penguatan nilai Pancasila dan keindonesiaan, gerakan nasional merawat kebinekaan, dan penegakkan hukum yang tegas terhadap pelaku intoleransi.

KOKAM Tegal

"Pancasila adalah formula ajaib untuk mengatasi tantangan kehidupan bangsa dan negara kita," tururnya. (Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Sejarah KOKAM Tegal

Selasa, 06 Februari 2018

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Jakarta, KOKAM Tegal. Kanker serviks adalah pembunuh pertama wanita di Indonesia. Setiap 2 menit ada 1 perempuan meninggal karena kanker serviks. Kanker serviks seperti musuh dalam selimut, karena virus menyerang tanpa tanda-tanda seperti flu atau demam.

Demikian disampaikan dr H Imam Rasjidi dalam Seminar Awam bertema “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Selasa ? (20/12).

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)
Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks (Sumber Gambar : Nu Online)

Musuh dalam Selimut itu Bernama Kanker Serviks

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua LKNU itu menambahkan mayoritas penderita kanker serviks baru mengetahui mengidap kanker serviks ketika sudah berada pada stadium lanjut. Oleh karena itu, sejumlah hal perlu dilakukan.

“Jangan takut untuk melakukan deteksi dini melalui tes IVA atau pap smear,” kata Imam,?

KOKAM Tegal

Ia pun menganjurkan agar para perepuan menerapkan pola hidup sehat, setia pada pasangan, menghindari pernikahan dini dan menjaga kebersihan organ intim.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU, Anggia Ermarini mengungkapkan banyaknya kasus kanker serviks harus membuat masyarakat sadar akan pentingnya pola hidup sehat.?

“Fatayat akan terus mengkampanyekan anti kanker serviks di daerah-daerah melalui peran tokoh agama perempuan. Fatayat juga akan menggandeng mitra strategis untuk dapat memberikan layanan tes IVA gratis bagi anggota Fatayat dan masyarakat ? umum," jelas Anggia.

Seminar Awam “Mengenali Kanker Serviks dan Kanker Ovarium” terselenggara atas kerja sama PP Fatayat NU dan Roche. Seminar diikuti PP Fatayat NU, Pengurus Wilayah NU se-Indonesia, badan-badan otonom NU, Aisyiyah, dan masyarakat umum. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Anti Hoax, Warta, Sunnah KOKAM Tegal

Senin, 05 Februari 2018

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Jakarta, KOKAM Tegal 

DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah Konferensi Para Pemimpin Keagamaan ASIA pada 25 Februari sampai dengan 1 Maret mendatang.

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)
ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia (Sumber Gambar : Nu Online)

ICIS Inisiasi Konferensi Tokoh Agama Asia

Konferensi bertajuk Bringing A Commom Word to Common action for justice yang bakal dihelat di Hotel ACACIA, Jakarta Pusat itu diharapkan dapat membangun komitmen bersama antara para pemimpin keagamaan se ASIA, dari kalangan Muslim dan Kristen.

“Konferensi Ulama dan Arcbishop se Asia ini dihadiri 150 ulama dan Arcbishop dari 15 negara. INi merupakan kelanjutan dari pertemuan ICIS (International Conference of Islamic Scolars) di Singapura, beberapa tahun lalu,” ujar Ketua Panitia The Conference of Muslim-Christians Religious Leaders of Asia, M Nasihin Hasan, Selasa (19/2).

KOKAM Tegal

Dikatakan Nasihin, Konferensi yang diinisasi oleh ICIS itu, akan membahas sejumlah hal krusial di Negara-negara Asia, terutama terkait ketegangan antar agama, ketimpangan hukum, kemiskinan, hingga persoalan korupsi dan perdagangan manusia yang sampai saat ini masih marak terjadi di berbagai Negara di Asia.

“Agama seharusnya bisa menjadi spirit utama dalam penegakan keadilan dan pemberantasan kemiskinan. Dalam konferensi ini, para tokoh agama diharapkan bisa bersama merumuskan wacana dan aksi bersama untuk mengatasi  problem keadilan dan persoalan perdagangan manusia yang menjadi masalah besama Asia saat ini,” ujarnya.

KOKAM Tegal

Sementara Sekjend ICIS KH Hasyim Muzadi mengatakan meskipun berbeda secara theologist, setiap agama sejatinya punya titik temu dalam hal ajaran  tanggung jawab sosial dan moral. “Setiap agama ada titik temu. Tetapi juga ada titik pisah. Kita perkuat titik temunya,” ujar Rais Syuriyah  PBNU itu.

Pertemuan tersebut, kata Hasyim juga merupakan bagian dari Konferensi ICIS yang dilaksanakan rutin sejak tahun 2004 lalu.

“ICIS selama tiga kali berturut-turut. Tahun 2004,2006 dan 2008 ICIS aktif mengadakan pertemuan dengan tokoh agama dari 87 negara. Alhamdulillah ini semakin diterima. Sebelumnya dalam 3 kali pertemuan itu hanya muslim. Sekarang interfaith,” paparnya.

Pertemuan itu juga untuk menegaskan kepada dunia internasional bahwa stigma tentang tingginya intoleransi di negeri ini adalah pandangan yang tak proporsional.

”Walaupun agak sulit karena karena dunia internasional menilai dengan sekularisasi dan pandangan atheism. Sementara di Indonesia kita melihat dengan kacamata pancasila dan keberagamaan,” ujarnya. 

Selama ini  kata Hasyim banyak pengamat agama yang tak turun ke bawah. Banyak peneliti yang kerjanya mencatati konflik tanpa memperbaiki.

“Konfllik agama tak berarti dilatarbelakangi pemikiran intoleransi,” tandasnya. Konferensi tersebut dihelat ICIS bekerja sama dengan Koferensi Wali Gereja di Indonesia (KWI) Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Federas Bishop Asia (FABC) dan Konferensi Kristen Asia (CCA).

Menteri Agama RI Suryadharma Ali direncanakan akan didapuk membuka acara. Konferensi yang berlangsung selama lima hari itu akan menampilkan pembicara-pembicara dari berbagai negara dengan keynote speaker (pembicara kunci) Ali Asghar Engineer.

Pembicara lainnya adalah Arbishop Ferdinand Capalla (Filipina), Arbishop Felix Macado (Hongkong), KH Hasyim Muzadi (Sekjen ICIS), Din Syamsuddin (Ketua PP Muhammadiyah), Prof. Dr. Komarudiin Hidayat, Prof. Dr. Azyumardi.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdel Malek

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Kiai KOKAM Tegal

Sabtu, 27 Januari 2018

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris

Rembang, KOKAM Tegal. Rais Aam PBNU, KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) menerima kunjungan dua orang tokoh Inggris, Ahad, (11/1) lalu di kediamannya, Rembang, Jawa Tengah. Mereka adalah Doug Smith, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Konservatif yang sekarang berkuasa, dan Dean Godson, Direktur Policy Exchange, sebuah lembaga dibawah naungan partai yang sama.

Menurut Dean Godson, mereka amat membutuhkan pencerahan dari Gus Mus karena wacana tentang Islam di Eropa dewasa ini didominasi oleh paham-paham radikal. Adapun Doug Smith, menanyakan kepada Gus Mus mengenai paham radikal tersebut karena pesan yang didapatkannya akan disampaikan jika berbicara kepada kaum radikal itu.

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Terima Kunjungan Dua Tokoh Inggris

Gus Mus pun mengatakan, agar kelompok radikal untuk kembali pada kemanusiaan. “Kalau kita ingat keberadaan kita sebagai manusia, kita tidak akan tega melakukan kekejaman terhadap sesama manusia,” ujar kiai yang juga budayawan ini.

KOKAM Tegal

Lebih lanjut Gus Mus menambahkan, penghinaan ataupun pelecehan yang dilakukan orang terhadap agamamu tidak akan merusak agamamu. “Yang bisa merusak agamamu adalah kelakuanmu sendiri yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran agamamu,” terang Gus Mus.

Doug Smith menyatakan harapannya agar Gus Mus bersedia datang lagi ke Eropa untuk berbicara kepada khalayak yang lebih luas di sana. Dia berharap di Eropa dapat memunculkan gerakan Islam Rahmatan lil ‘Alamin secara nyata dan meluas seperti Nahdlatul Ulama (NU) di Indonesia.

KOKAM Tegal

Smith mengatakan, bahwa setiap gerakan membutuhkan figur kepemimpinan. Dia menambahkan, Bapak Mustofa paling tepat dan harus tampil untuk menjalankan peran kepemimpinan itu.

“Dibawah kepemimpinan Bapak Mustofa, Nahdlatul Ulama bisa menjadi ‘Saudara Tua’ (Big Brother) bagi gerakan Islam Rahmatan lil ‘Alamin di seluruh dunia,” tutur Smith.

Mereka datang ke Rembang setelah mendengar informasi tentang Gus Mus dan NU sekaligus mendapat anjuran dari Magnus Ranstorp, seorang penasehat keamanan dalam negeri Swedia.

Pemerintah Swedia pernah mengundang Gus Mus pada 2010 untuk memberikan briefing kepada jajaran pemerintahan Swedia tentang Islam, dan paparan Gus Mus pada waktu itu telah membuka mata mereka tentang Islam rahmatan lil ‘alamin yang dibawakan oleh NU.

Pada tahun 2011, Magnus Ranstorp bersama YM Arief Havas Oegroseno, Duta Besar RI untuk Uni Eropa juga telah mengatur kunjungan Gus Mus ke Brussel, Belgia untuk berbicara di depan para anggota Parlemen Uni Eropa.

Doug Smith dan Dean Godson menyempatkan diri datang untuk berkenalan dengan Gus Mus dan mendengar langsung ? pemahaman Gus Mus tentang Islam. Doug Smith sendiri pernah bertugas sebagai ghost writer (pengkonsep pidato dan pernyataan-pernyataan) bagi Perdana Menteri Inggris, David Cameron. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Selasa, 23 Januari 2018

Hikmah Bersuci

Islam adalah agama yang cinta keindahan. Keindahan selalu identik dengan kebersihan dan kesucian. Demikianlah sebuah hadits berbunyi “Kebersihan itu sebagian dari iman”. Artinya keimanan belum tanpa adanya kebersihan. Baik jasmani maupun rohani.Anjuran bersuci dalam Islam terjembatani dalam pelaksanaan wudlu’ sebelum shalat. Demikian pula anjuran mandi sebelum pertemuan jum’atan atau berkumpul tahunan dalam rangka shalat idul adha maupun idul fitri. Begitu juga dengan anjuran memotong kuku, membersihkan gigi, membersihkan pakaian dengan mencuci.

Kitab Fiqih Manhaji Madzhab Imam Syafi’I menerangkan adanya hikmah dibalik anjuran tersebut diantaranya.?

Pertama menunjukkan fitrah Islam sebagai agama yang suci. Kedua, Menjaga kehormatan dan kewibawaan seorang Islam. Karena manusia pada dasarnya condong pada sesuatu yang bersih, suka berkumpul dengan orang-orang yang bersih dan menjauhi sesuatu yang kotor. Maka perintah bersuci adalah jalan menuju kehormatan dan kewibawaan Islam itu sendiri. Lebih-lebih ketika bersinggungan dengan msyarakat lainnya.

Hikmah Ketiga adalah menjaga kesehatan. Karena penyakit itu datang disebabkan kuman-kuman serta bakteri-bakteri yang dibawa oleh kotoran, maka Islam menganjurkan umatnya untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit. Seperti mebersihkan badan, mencuci muka, mencuci tangan, mencuci kaki, karena anggota yang disebutkan merupakan tempat dimana kotoran yang menbawa penyakit itu bersarang.

Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)
Hikmah Bersuci (Sumber Gambar : Nu Online)

Hikmah Bersuci

Dan terakhir adalah mempermudah diri mendekati Ilahi. Allah Tuhan Yang Mahas Suci senang akan hal-hal yang suci. Karena itu keitka shalat untuk menghadapi-Nya haruslah dalam keadaan suci secara lahir maupun batin

Penulis: Fuad Hasan Basya

KOKAM Tegal

Redaktur: Ulil Hadrawy

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal

KOKAM Tegal Sunnah KOKAM Tegal

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Malang, KOKAM Tegal

Warga NU Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur menggelar halal bihalal di Aula Pertemuan PG Krebet Baru. Agenda rutin tiap tahun tersebut dihadiri ribuan warga NU dan pengurus lembaga dan banomnya, santri, dan masyarakat umum. Selain pengurus MWCNU, hadir anggota Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, Pergunu dan LP Ma’arif, dan anggota IPNU dan IPPNU.

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Halal Bihalal NU Bululawang: Laporan Tahunan Sampai Pelantikan

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PBNU yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur H. Syaifullah Yusuf tersebut didahului dengan laporan kegitan MWCNU Bululawang selama setahun. Laporan tersebut disampikan Ketua MWCNU H. Ahmad.

Panitia Halal bihalal yang berlangsung Ahad (7/8) Hasan Bashori, mengatakan, kegiatan tersebut diharapakan menjadi forum silaturrahim antarbanom NU. Silaturahim menjadi ajang meningkatkan keberlangsungan dan keaktifan NU dalam perjuangan li ilalikalimatillah ala manhaj ahlussunnah wal-jamaah an-nahdliyah. Serta lebih mensinergikan program-progaram kerja serta memfokuskan dalam masalah tindakan preventif dari rongrongan akidah dari kalangan lain.

KOKAM Tegal

Rais Syuriyah MWCNU Bululawang KH Syamsul Ma’arif memberikan wawasan keorganisasian. Menurut dia, kuantitas NU yang besar harus diiringi dengan menjadikan organisasi ini lebih baik dan menarik bagi warga NU sendiri dan warga lain.

KOKAM Tegal

Untuk tujuan itu, kata dia, sebaiknya didahului dengan menjadi pribadi yang menarik sehingga orang lain mudah terpikat. Tentunya menjadi pribadi menarik harus berkaca pada yang diajarkan Rasulullah, yaitu dengan akhlak yang baik dan berpengetuhuan yang luhur.

Halal bihalal tersebut diwarnai dengan kegiatan lain yaitu pelantikan Pimpinan Anak Cabang IPNU-IPPNU Bululawang masa khidmah 2016-2018. Kepengurusan tersebut terbentuk hasil Konferancab VIII di Pondok Pesantren Irsyadut Tholibin Senggrong pada18 Juni lalu. Konferancab tersebut mengamanahkan Wildan Arifullah sebagai Ketua IPNU dan Devi Safitri sebagai Ketua IPPNU.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan pelepasan calon jamaah haji. Para calon “tamu Allah” ini didoakan alim ulama dan para hadirin agar menjad haji yang mabrur. (Luthfie Muhammad/Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Ulama KOKAM Tegal

Kamis, 11 Januari 2018

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Sidoarjo, KOKAM Tegal. Aksi kekerasan yang menimpa warga Muslim di Rohingya Myanmar, mendapatkan perhatian dari semua pihak tak terkecuali Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo.

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Sidoarjo Antisipasi Konflik Rohingya agar Tak Merembet ke Persoalan Agama

Ansor Sidoarjo meminta pemerintah untuk melakukan diplomasi baik diplomasi bilateral dengan PBB, negara berkepentingan sekaligus melakukan intervensi politik luar negeri dengan pemerintah Myanmar, agar menghentikan kebiadaban dan kekejaman ini.

"PC GP Ansor Sidoarjo akan melakukan langkah-langkah kongkrit untuk membantu masyarakat Muslim Rohingya, sekaligus mengantisipasi konflik ini menjadi konflik agama yang merembet keluar jauh dari akar masalahnya. Apalagi kalau hal ini tidak diantisipasi akan berpotensi terjadi konflik horisontal yang mengancam kerukunan umat beragama di negeri ini," kata Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, H Rizza Ali Faizin kepada KOKAM Tegal, Senin (4/9).

Rizza menginstruksikan kepada seluruh kader untuk mengumpulkan bantuan sosial dalam bentuk apapun. Dalam hal ini pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan PCNU Sidoarjo dan banom, untuk disalurkan lewat lembaga resmi NU.

Tak hanya itu saja, lanjut Rizza, Ansor Sidoarjo juga mengutuk keras kebiadan dan kekejaman tersebut. Pihaknya akan melakukan dialog dan pendekatan antarumat beragama agar konflik itu tidak dibaca sebagai konflik agama semata yang kemudian akan mengancam keharmonisan, kedamaian serta kerukunan umat beragama di Indonesia khususnya di Sidoarjo.

KOKAM Tegal

"Kami akan mengikuti dan melaksanakan intruksi resmi panglima besar, dalam hal ini Ketua Umum PP GP Ansor pusat. Sebagai Panglima Grasroot Pemegang Pasukan ormas Islam terbesar di Indonesia, Ansor Sidoarjo mengharap agar masyarakat khususnya kader Ansor dan Banser tidak kalap dan gegabah," tegasnya.

Rizaa menegaskan, gencarnya gerakan dan kampanye keperihatinan untuk membantu umat Muslim Rohingya yang menjadi korban kebiadaban rezim yang memakai simbol dan idiom salah satu agama, Ansor Sidoarjo menilai bahwa untuk memberangkatkan pasukan jihad perang ke Myanmar belum saatnya. Karena masyarakat Rohingya tidak butuh perang, melainkan butuh solusi hidup dan perdamaian.

"Kita mengimbau kepada seluruh kader untuk berdoa agar saudara kita (Muslim Rohingya) diberi kekuatan, ketabahan serta diberi jalan terbaik oleh Allah," pinta Rizza. (Moh Kholidun/Fathoni)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Sunnah, Jadwal Kajian KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock