Senin, 01 Januari 2018

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Semarang, KOKAM Tegal. Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah, PKPT IPNU-IPPNU Unnes, PK PMII Al-Ghazali, PK Matan Unnes, dan santri Ponpes Sunan Gunung Jati Baalawy berkumpul membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Nahdlatul Ulama (FKMNU) Unnes.?

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Dalam kegiatan ini, dilaksanakan juga pelantikan resmi Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Almutabarah an-Nahdliyyah (MATAN) Komisariat Unnes dan diskusi bersama Sekretaris JATMAN Drs KH Masroni. Mereka berkumpul di komplek SMK Al-Asror Patemon, Gunungpati, Semarang.

Acara dimulai dengan pembacaan simtud duror sambil menunggu kedatangan tamu undangan. FKMNU yang setiap 35 hari sekali (selapan) selama setahun tujuh bulan ini menjadi ajang silaturahim antar organisasi yang berbasis NU di kampus.?

KOKAM Tegal

Walaupun MATAN sudah lama berada di Unnes, baru kali ini diresmikan dan dilantik oleh pengurus pusat JATMAN. Tampil sebagai ketua komisariat Muhammad Azarul Adib dengan periode 2015-2017.?

Kiai Roni yang juga Penggagas Matan bersama Mbah Dimyati Kaliwungu menyampaikan pemaparan bertema ‘Multikulturalisme Sebagai Penopang NKRI’. Dia memulainya dengan menyatakan, bahwa mahasiswa 10 tahun ke depan adalah pemimpin bangsa. Minimal menjadi pemimpin rumah tangga, maka pergunakan kesempatan muda sebaik mungkin.

KOKAM Tegal

Selanjutanya, Kiai Roni mencontohkan anggota tubuh yang normal itu terdiri dari berbagai macam hal yang kontradiksi namun dengan keseimbangan bisa berjalan dengan normal. Misalnya, kaki berada di bawah bertugas menjalankan langkah, apabila kaki kanan di depan maka kiri di belakang dan seterusnya.?

“Tentu berbeda fungsi dengan kepala dan otak yang memerintahkan seluruh pergerakan tubuh. Inilah ibarat multikulturalisme secara gampang, bila disatukan dan disinergikan akan menghasilkan kekuatan,” terangnya.

Bila dihubungkan dengan organisasi, lanjutnya, ini relevan bahwa kita tidak bisa meninggalkan adat istiadat bahkan multikulturalisme. Jangan sampai konseptor organisasi meninggalkan tugasnya dan seksi konsumsi melaksanakan tugas konseptor maka ini tak ubahnya kaki menjalankan pekerjaan otak dan sebaliknya.?

“Bila kita mau merubah sesuatu yang buruk di sekitar kita, kita bisa meneladani para Walisanga. Konteknya seperti wali dulu, kalau merubah jangan menyalahkan seseorang itulah watak seorang pendidik,” ujar Pengasuh Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawy ini. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah atau disingkat KOKAM adalah salah satu bidang program kerja organisasi otonom dari Muhammadiyah yaitu Pemuda Muhammadiyah, yaitu program kerja bidang KOKAM dan SAR KOKAM Tegal. Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN di KOKAM Tegal ini merupakan bukan asli tulisan admin, oleh karena itu cek link sumber.


EmoticonEmoticon

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock