Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemurnian Aqidah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Jakarta, KOKAM Tegal
Setelah sekian lama menunggu, akhirnya PB PMII bisa berbangga memiliki kantor sendiri yang cukup luas dan megah dengan nama Graha Mahbub Djunaidi. Bangunan seluas 400 meter persegi yang terletak di Jl Salemba Tengah 57A Jakarta Pusat tersebut akan diresmikan pada Kamis, 12 Mei 2005.

Tak serta merta kantor tersebut dapat dibangun. Pertama kali tanah seluas 700 meter persegi dibeli ketika PB PMII di bawah pimpinan Syaiful Bahri Anshori pada tahun 1999-2001. Selanjutnya pada masa kepengurusan Nusron Wahid pada 2001-2003 mulai dibangun dan diselesaikan oleh Malik Haramain yang memimpin pada 2003-2005.

“Dalam periode ini, telah dihabiskan dana sebesar 520 juta yang mencakup pembangunan 70 persen bangunan. Uang ini sumbangan para alumni dan simpatisan untuk menyelesaikan pembangunan kantor ini. Saya tidak tahu berapa dana yang telah dialokasikan pada kepengurusan sebelumnya,” tandas Ketua Umum PB PMII Malik Haramain (7/5).

Kantor tersebut memiliki dua lantai. lantai pertama digunakan untuk ruang tamu, ruang ketua umum, ruang sekjen, ruang rapat, dan musholla sedangkan untuk lantai dua digunakan untuk ruang lembaga dan aula yang dapat menampung sekitar 150 orang.

“Kita harapkan dengan memiliki kantor sendiri, kinerja PMII semakin meningkat, paling tidak teman-teman sudah tak perlu lagi memikirkan tempat untuk rapat,” tandasnya.

Malik juga mengharapkan dengan adanya kantor baru ini, maka sikap independent PMII semakin kuat karena tak perlu lagi tergantung pada pihak lain.

Belum banyak cabang yang memiliki kantor sendiri, diantara yang sudah adalah cabang Malang, Surabaya, Tulungagung dan beberapa lainnya. Sebagian besar masih ngontrak di lokasi-lokasi yang berdekatan dengan kampus.

Sebelum memiliki gedung ini, kantor pusat PMII masih menyatu dengan kantor PBNU di Lt 2 yang ketika itu belum dibangun dan kontrak di Jl. Kramat Lontar untuk menjalankan aktivitasnya.

Pemberian nama Graha Mahbub Djunaidi tersebut merupakan penghormatan kepada ketua umum PMII pertama yang menjabat selama dua periode pada 1960-1963 dan 1963-1966.

Rencananya Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi akan meresmikan sekaligus menandatangani prasasti berdirinya bangunan tersebut. Diundang juga Koordinator Nasional Foksika Ahmad Bagdja, keluarga Mahbub Djunaidi dan Syainuri Ws. “Para alumni PMII juga kami harapkan datang untuk turut mensyukuri berdirinya gedung bersejarah ini,” tandasnya.

Forum peresmian gedung baru ini sekaligus juga digunakan untuk pemutaran perdana VCD mars PMII. lagu ini dikarang oleh Mahbub Djunaidi dan diaransemen ulang oleh Syainuri Ws. Untuk itu akan tampil group paduan suara Lam Yuzad. “Kami juga akan memberikan penghargaan pada Syainuri WS atas jasanya dalam memberi aransemen mars ini,” tambahnya.(mkf)

 


 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Jadwal Kajian, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)
PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya (Sumber Gambar : Nu Online)

PB PMII Akan Resmikan Kantor Pusatnya

Jumat, 09 Februari 2018

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Probolinggo, KOKAM Tegal. Sedikitnya 50 kader NU dari Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) SMA, SMK dan MA di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU se-Kota Probolinggo mendapatkan pelatihan menulis dari Pimpinan Cabang IPPNU Kota Probolinggo, Sabtu (24/1).

Pelatihan menulis yang dikemas dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) pers dan jurnalistik ini digelar di Kantor PCNU Kota Probolinggo di Jalan Bengawan Solo Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. Sebagai narasumber hadir Rifki Riva Amalia, selaku pimpinan redaksi salah satu media lokal di Kota Probolinggo.

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Probolinggo Latih Menulis Pelajar

Sekretaris PC IPPNU Kota Probolinggo Imro’atul Azizah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk melatih dan mencetak kader-kader pelajar NU yang berkualitas dan ahli dalam bidang jurnalistik.

KOKAM Tegal

“Kegiatan ini dilakukan supaya pelajar NU bisa mengikuti kemajuan dan perkembangan zaman. Sebab semakin hari ilmu pengetahuan dan teknologi terus mengalami kemajuan. Semoga dengan adanya kegiatan ini para pelajar NU bisa membuat tulisan yang baik. Dengan demikian apa yang dilakukan bisa dibaca oleh daerah lain sekaligus sebagai motivasi agar lebih semangat berkhidmat di NU,” ungkapnya.

KOKAM Tegal

Selain mendapatkan teori, para pelajar NU tersebut juga diajari cara membuat artikel dan membuat berita yang mengandung unsur 5 W+1 H. Bahkan dalam kesempatan tersebut, para pelajar diajak melakukan simulasi wawancara dengan narasumber sekaligus membuat beritanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Ulama KOKAM Tegal

Sabtu, 20 Januari 2018

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Bandung, KOKAM Tegal. Pengurus Wilayah Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia Jawa Barat menggelar ragam pagelaran seni budaya di halaman kantor PWNU Jabar, Jalan Terusan Galunggung, KOta Bandung, Jabar, Sabtu (21/6) malam ini.

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)
Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar (Sumber Gambar : Nu Online)

Ragam Pagelaran Seni Semarakkan Pelantikan Lesbumi Jabar

Ragam seni dalam rangka pelantikan Lesbumi Jabar ini, di antaranya menyajikan penampilan alat musik tiup khas Sunda, karinding, dari murid-murid SMP Maarif Bandung.

Turut memeriahkan juga aksi baca puisi oleh para seniman Bandung, di antaranya Iman Soleh, kemudian pidato kebudayaan oleh KH Maman Imanulhaq.

Kegiatan tersebut akan ditutup dengan pagelaran wayang golek dengan dalang Dede S Sunandar Sunarya. Ia akan membawakan lakon Budak Buncir diiringi dengan kacapai suling.

KOKAM Tegal

Sebelumnya, pagi, diadakan bedah buku Baban Kana karya Kh Zamzami Amin. Buku tersebut menceritakan peristiwa perang kedongdong di daerah cirebon. Selepas dhuhur diadakan upgrading seni budaya untuk menyamakan persepsi antara agama dan budaya.

KOKAM Tegal

Diskusi yang dipandu Ketua PW Lesbumi Jabar, Widodo Abidarda, tersebut mendaulat M Noh, mantan Rektor Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, sebagai pembicara. Hadir pada kesempatan itu, Dinaldo, salah seorang pengurus PP Lesbumi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Semarang, KOKAM Tegal. Unit Kegiatan Mahasiswa Rebana Modern Universitas Negeri Semarang (Unnes) Jawa Tengah, PKPT IPNU-IPPNU Unnes, PK PMII Al-Ghazali, PK Matan Unnes, dan santri Ponpes Sunan Gunung Jati Baalawy berkumpul membentuk Forum Komunikasi Mahasiswa dan Santri Nahdlatul Ulama (FKMNU) Unnes.?

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa NU di Unnes Dirikan FKMNU dan Resmikan MATAN

Dalam kegiatan ini, dilaksanakan juga pelantikan resmi Mahasiswa Ahlit Thoriqoh Almutabarah an-Nahdliyyah (MATAN) Komisariat Unnes dan diskusi bersama Sekretaris JATMAN Drs KH Masroni. Mereka berkumpul di komplek SMK Al-Asror Patemon, Gunungpati, Semarang.

Acara dimulai dengan pembacaan simtud duror sambil menunggu kedatangan tamu undangan. FKMNU yang setiap 35 hari sekali (selapan) selama setahun tujuh bulan ini menjadi ajang silaturahim antar organisasi yang berbasis NU di kampus.?

KOKAM Tegal

Walaupun MATAN sudah lama berada di Unnes, baru kali ini diresmikan dan dilantik oleh pengurus pusat JATMAN. Tampil sebagai ketua komisariat Muhammad Azarul Adib dengan periode 2015-2017.?

Kiai Roni yang juga Penggagas Matan bersama Mbah Dimyati Kaliwungu menyampaikan pemaparan bertema ‘Multikulturalisme Sebagai Penopang NKRI’. Dia memulainya dengan menyatakan, bahwa mahasiswa 10 tahun ke depan adalah pemimpin bangsa. Minimal menjadi pemimpin rumah tangga, maka pergunakan kesempatan muda sebaik mungkin.

KOKAM Tegal

Selanjutanya, Kiai Roni mencontohkan anggota tubuh yang normal itu terdiri dari berbagai macam hal yang kontradiksi namun dengan keseimbangan bisa berjalan dengan normal. Misalnya, kaki berada di bawah bertugas menjalankan langkah, apabila kaki kanan di depan maka kiri di belakang dan seterusnya.?

“Tentu berbeda fungsi dengan kepala dan otak yang memerintahkan seluruh pergerakan tubuh. Inilah ibarat multikulturalisme secara gampang, bila disatukan dan disinergikan akan menghasilkan kekuatan,” terangnya.

Bila dihubungkan dengan organisasi, lanjutnya, ini relevan bahwa kita tidak bisa meninggalkan adat istiadat bahkan multikulturalisme. Jangan sampai konseptor organisasi meninggalkan tugasnya dan seksi konsumsi melaksanakan tugas konseptor maka ini tak ubahnya kaki menjalankan pekerjaan otak dan sebaliknya.?

“Bila kita mau merubah sesuatu yang buruk di sekitar kita, kita bisa meneladani para Walisanga. Konteknya seperti wali dulu, kalau merubah jangan menyalahkan seseorang itulah watak seorang pendidik,” ujar Pengasuh Pesantren Sunan Gunung Jati Baalawy ini. (M. Zulfa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Ubudiyah, Pemurnian Aqidah KOKAM Tegal

Senin, 25 Desember 2017

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

Semarang, KOKAM Tegal. Pengajian Selasa Sore di Pondok Pesantren Al-Hidayat Semarang telah mengkhatamankan tiga kitab karya KH Sholeh Darat. Pengajian dimulai sejak Oktober 2011 mengkaji kitab Majm?‘at al-shar?‘ah al-k?fiyah li al-‘aw?m, Matn al-?ikam, dan Munjiy?t Me?ik saking Ihy?’ ‘ul?m al-d?n.?

Setelah khatam pada minggu lalu, segenap santri dan beberapa warga sekitar pesantren berziarah ke makam Mbah Sholeh Darat di Bergota, Selasa (14/2/2017).?

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)
Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat (Sumber Gambar : Nu Online)

Enam Tahun Khatam Tiga Kitab KH Sholeh Darat

“Kita berziarah kesini untuk meneladani karya-karya beliau,” tutur Pengasuh Pesantren Al-Hidayat KH In’amuzzahidin Masyhudi.?

Pada ziarah itu, jama’ah membaca surat Yasin, surat Tabarak (al-Mulk) dan surat al-Ikhlash 11 kali. Hal ini merupakan tuntunan yang diajarkan Mbah Sholeh Darat dalam Kitab Munjiy?t dalam tata cara berziarah ke kuburan.?

KOKAM Tegal

Ketua Komunitas Pecinta Mbah Sholeh Darat (KOPISODA) menjelaskan, banyak teladan yang dapat dipetik dari Mbah Sholeh Darat. Dia sangat tawadhu’ dalam keilmuan.

Karya dia, lanjutnya, semua berbahasa Jawa Arab Pegon. Hal itu dikatakan KH Sholeh Darat karena tak bisa berbahasa Arab. Hal ini tentu tidak mungkin seorang alim dalam agama tak bisa berbahasa Arab pada ia mampu menerjemahkan dalam bahasa Jawa.?

Alasan lain Kiai In’am mengaji dan mengkaji karya Mbah Sholeh karena kecintaan dengan ulama Semarang. Siapa lagi kalau bukan kita yang melestarikan hasil pemikiran ulama terdahulu kalau tidak kita uri-uri. ?

“Pengajian Selasa Sore selanjutnya akan membahas kitab Fa?alat?n dan La?’if al-?ah?rah wa Asr?r al-?al?h,” tambah Syuriyah Nahdlatul Ulama Kota Semarang ini. (Zulfa/Abdullah Alawi)

KOKAM Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, RMI NU, Bahtsul Masail KOKAM Tegal

Senin, 18 Desember 2017

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Jakarta, KOKAM Tegal. Gerakan Pemuda Ansor menekankan perlunya percepatan proses kaderisasi di wilayah Indonesia Timur, khususnya Maluku dan Papua.



GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Galakan Kaderisasi Indonesia Timur

Selama ini daerah tersebut mengalami kemandekan kaderisasi sehingga ke depan akan menjadi perhatian khusus.

“Kita akan menggalakkan kaderisasi di Maluku dan Papua yang selama ini kurang terperhatikan dengan baik,” ungkap Idy Muzayyad, salah satu Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor yang membawahi wilayah Maluku dan Papua, kepada KOKAM Tegal di Jakarta, Rabu (19/12).

KOKAM Tegal

Berkenaan dengan itu, PP GP Ansor telah menfasilitasi pelaksanaan Pelatihan Kader Dasar (PKD) di Ambon pada 6-8 Desember 2012 lalu, bertempat di Pondok Pesantren Al-Ikhlash, Air Besar, Ambon. Persiapan dan pelaksanaan PKD dibantu sepenuhnya oleh Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Ambon di bawah kepemimpinan Daim Baco Rahawarin.

KOKAM Tegal

PKD diikuti oleh 35 kader dari PC GP Ansor se-Maluku. “Sengaja dipilih tempat pesantren, untuk mengingatkan kita pada perjuangan ulama NU dan semangat back to basic, yang memang juga sedang digalakkan Ansor,” tutur Idy.

Berdasarkan pengakuan sejumlah pengurus dan senior Ansor di Maluku, PKD terakhir dilaksanakan pada saat Gus Dur masih menjabat Ketua Umum PBNU, yakni sekitar tahun 1998. Itu artinya telah terjadi kevakuman pengkaderan Ansor selama kurang lebih 14 tahun.

“Empat belas tahun bukan lah masa yang sebentar. Itu menyisakan pekerjaan rumah dan hutang pengkaderan yang harus dibayar bersama oleh kepengurusan sekarang,” papar Mantan Ketua Umum PP IPNU ini.

Karena itu, tahun depan PKD akan diadakan lagi secara beruntun, baik yang difasilitasi oleh PP GP Ansor atas inisiatif PW dan PC GP Ansor maupun gabungan antara keduanya.

“Yang paling penting bagaimana pengkaderan dijalankan, karena pembenahan sistem kaderisasi menjadi misi utama kepengurusan Ansor di bawah kepemimpinan Sahabat Nusron Wahid saat ini,” imbuh Idy.

Idy menilai, sebenarnya potensi NU dan Ansor di daerah Indonesia Timur, khususnya Maluku, sangatlah besar. Hanya saja, potensi yang besar itu belum dikelola dengan baik, sehingga hidupnya organisasi lebih sering bertepatan dengan momen-momen politik khusus.

“Hal ini tidak bisa lagi dibiarkan karena dapat menimbulkan ‘the lost generation’ dan lemahnya kekuatan NU,” pungkasnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis    : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Santri, Pemurnian Aqidah, Tokoh KOKAM Tegal

Rabu, 06 Desember 2017

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Surabaya, KOKAM Tegal. Pengajian bulan suci Ramadhan yang dilaksanakan di Pesantren Mahasiswa An-Nur Surabaya yang diasuh oleh Dr KH Imam Ghazali Said, MA berhasil dihatamkan pada puasa ke 19, Senin (6/7). Selama Ramadhan ini, kitab yang dikaji adalah Kitab At-Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi.

Majelis sebanyak 50 orang mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari ba’da Subuh dan Ashar, mulai pukul 05.00-07.00 dan 15.00-16.15 WIB. Para santri secara bergantian membacakan kitab yang masih ditulis dalam bahasa Arab gundul, sesekali pengasuh yang akrab disapa Abi Ghazali ini mengoreksi bacaan yang keliru.

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ramadhan, Pesantren Mahasiswa An-Nur Hatamkan Kitab At-Tibyan

Setelah dibaca, Abi Ghazali kemudian memberikan arti per kata dan penjelasan dengan contoh-contoh peristiwa aktual sehari-hari, tak lupa disertai joke yang membikin suasana menjadi tidak membosankan. Para santri juga bebas bertanya berbagai persoalan sehari-hari mulai dari masalah politik, pendidikan, sosial, budaya, termasuk dinamika seputar amaliah NU.

KOKAM Tegal

Terkait pemilihan kitab At-Tibyan, lulusan Khartoum International Institut, Sudan itu mengatakan At-Tibyan merupakan salah satu kitab karangan Imam Nawawi yang terkenal di kalangan penuntut ilmu. Di dalamnya Imam Nawawi menjelaskan panjang lebar mengenai adab yang harus ditempuh oleh seorang penghafal Al-Qur’an. 

KOKAM Tegal

“Kita dorong mahasiswa secara perlahan untuk menghafalkan Al-Qur’an. Maka sebelum itu, para santri dibekali pengetahuan mengenai cara memuliakan Al-Qur’an,” tutur Abi Ghazali yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Ia menambahkan pesantren yang diasuhnya, memiliki karakter pendidikan yang cukup unik karena seluruh santri juga berstatus sebagai mahasiswa. Melalui pesantren, diharapkan ada keseimbangan antara pengetahuan umum dengan wawasan keagamaan. 

“Ketika lulus santri menjadi sarjana yang berkarakter Islam Nusantara,” terangnya.

Ketua Pesantren Mahasiswa An-Nur, Haris Syarifuddin mengungkapkan selain menghatamkan kitab Tibyan fi Adabi Hamalatil Quran karya Imam Nawawi, Pesantren Mahasiswa An-Nur juga menghatamkan Kitab Majalis As-Sholihin karya Dr Aidh Al-Qarni. Sejumlah acara digelar dalam acara puncak Serambi Ramadhan.

“Ramadhan tahun ini, kami mengadakan dzikir dan shalawat bersama, kajian kitab untuk masyarakat umum dan mengadakan bakti sosial. Semua agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan,” tandasnya. (Luqman Hakim/Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

KOKAM Tegal Pemurnian Aqidah, Khutbah, Daerah KOKAM Tegal

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs KOKAM Tegal sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik KOKAM Tegal. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan KOKAM Tegal dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock