Sumenep, KOKAM Tegal. Banyaknya tanah rakyat khususnya di daerah pesisir yang dibeli orang luar daerah bahkan dari luar negeri menjadi keprihatinan bagi PCNU Sumenep, Madura, Jawa Timur. Karena itu, Ahad (1/11) PCNU Sumenep menggelar seminar agraria bertempat di gedung pertemuan PCNU Sumenep dalam rangka menyikapi banyaknya persoalan tersebut.
Menurut sekretaris PCNU Sumenep, A Waris Umar, maksud diadakannya seminar ini sebagai bagian mengonsolidasi Nahdliyin serta memberikan pengetahuan seputar masalah agraria dan konflik yang menyertainya.
| PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria (Sumber Gambar : Nu Online) |
PCNU Sumenep Sikapi Persoalan Agraria
Hadir dalam seminar tersebut dua orang narasumber, Muhammad Fayyadl (Gus Fayyadl) dari Paiton, Probolinggo dan KH Muhammad Shalahuddin (Gus Mamak) dari Guluk-Guluk, Sumenep.Menurut gus Mamak, kerusakan bumi dalam Alquran selalu dikaitkan dengan ketamakan atau kerusakan. Berpindahnya kepemilikan tanah pada pemodal bisa menjadi pemicu bagi munculnya kerusakan bumi.
KOKAM Tegal
Lebih lanjut Gus Fayyadl menegaskan, maraknya pembelian tanah oleh para pemodal di tingkat lokal tak lepas dari desain di tingkat nasional bahkan global. Kapitalisme global dengan kuatnya invasi modal asing telah menguasai seluruh sumber daya alam.?KOKAM Tegal
“Darat dan laut kita banyak yang telah dikelola asing. Kehadiran Front Nahdliyin Untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam sebenarnya didorong oleh kegelisahan realitas ini,” ujar Fayyadl.Seminar agraria ini diikuti utusan MWC NU se-Kabupaten Sumenep, lembaga dan banom, mahasiswa, pesantren, perguruan tinggi, dan insan pers.
Mengakhiri seminar, PCNU Sumenep mendirikan Front Nahdliyin untuk Kedaulatan SDA di Kabupaen Sumenep sekaligus melantik A Dardiri Zubairi sebagai koordinatornya. (Dayat/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
KOKAM Tegal Aswaja KOKAM Tegal

EmoticonEmoticon